Anda di halaman 1dari 22

Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment

Laporan Praktikum Hari/ Tgl : Selasa, 27 April 2010
Peralatan Industri Pertanian Pukul : 15.00 WIB
Dosen : Ir. Ade Iskandar
Asisten : 1. Resa Denasta F34061400
2. Yoga Regantoro F34062398

DRYING EQUIPMENT

Oleh:

1. M. Nanda Rahadiansyah F34070021
2. Alisia Rahmaisni F34070034

2010
DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR

Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Proses pengeringan sangat penting peranannya di dalam suatu industri
pertanian. Sistem pengeringan dapat terjadi secara alami maupun buatan
(mekanis). Pemilihan sistem pengeringan/drier biasanya didasarkan atas
pertimbangan pada kualitas produk terhadap penghematan energi yang
dipakai. Kedua sstem pengeringan tersebut masing-masing terdapat kelebihan
dan kekurangannya. Kemudian, untuk mengurangi kerugian – kerugian yang
ditimbulkan saat pengeringan , sekarang telah banyak digunakan alat-alat
pengering mekanis (buatan).
Cara pengeringan dengan alat pengering ini disebut pengeringan
buatan atau pengeringan mekanis, sebagai bahan pemanas yang lazim
digunakan adalah udara panas yang kering (tidak mengandung uap air), tetapi
dapat pula digunakan uap panas yang dialirkan melalui pipa-pipa, dan
sebagainya. Bentuk alat pengering beraneka ragam disesuaikan dengan bahan
hasil pertanian yang akan dikeringkan.
Salah satu contoh klasifikasi alat pengering yang akan dipelajari
dalam praktikum ini adalah berdasarkan jenis bahan yang dikeringkan, antara
lain pengering bahan padat seperti tray dyer, dan pengering bahan cair seperti
drum dryer dan spray dryer.

B. TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini, antara lain: mengamati secara langsung
alat pengering bahan padat (tray dryer) dan alat pengering bahan cair (drum
dryer dan spray dryer). Sehingga, diharapkan dengan pengamatan secara
langsung pada peralatan alat pengering, dapat diketahui bagian-bagian dan
cara kerja dari masing-masing alat.

Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment II. Kemudian. METODOLOGI Pada pengamatan alat pengering tray dryer prosedur yang dilakukan adalah menyiapakan 2 kg singkong dan memotong dengan ketebalan yang berbeda nyata. METODOLOGI A. mengambil sampel untukperhitungan kadar air awal. Pada pengamatan alat pengering spray dyer dilakukan prosedur dengan membuat larutan maltodekstrin dengan dua konsentrasi yang berbeda. Selanjutnya menimbang berat serbuk halus dan kasar pada spray dryer dari masing-masing larutan. rak tengah dan rak bawah selama 1 jam. spray dryer. dan maltodekstrin. Selanjutnya. B. drum dryer. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan adalah try dryer. dan wadah. Lalu. air. Kemudian mengeringkan kedua larutan tersebut dengan menggunakan spray dryer. setelah itu mengambil sampel pada masing-masing ketebalan dan posisi rak untuk dilakukan uji kadar air. Pada pengamatan alat pengering drum dryer dilakukan prosedur dengan membuat larutan maltodekstrin dengan dua konsentrasi yang berbeda. Selanjutnya menimbang berat akhir dan menghitung rendemennya. Kemudian mengeringkan kedua larutan tersebut dengan menggunakan drum dryer. mengeringkan singkong pada tray dryer yang dibagi pada rak atas. .bahan-bahan yang digunakan antara lain singkong. Kemudian.

Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment III.5 mm 100 gram 75 25 Tengah 0.7 % 20 14 70 23. Tray dryer • Gambar Tray Dryer . Tray Dryer Bagian rak Sebelum dikeringkan Bobot akhir Kadar air ketebalan Bobot awal pada Tray (gram) (%) D. Atas 0.5 mm 100 gram 65 35 Bawah 0. Drum Dryer Konsentrasi (%) Maltodekstri Bobot akhir Rendemen dalam larutan (gram) (%) (gram) 2.54 70 40 57.5 mm 100 gram 70 30 b.14 c.33 1.67 6. HASIL DAN PEMBAHASAN A.91 30 8 26.08 30 10 33.2 mm 100 gram 65 35 0.2 mm 100 gram 50 50 0. Spray dryer Konsentrasi (%) Maltodekstri Bobot akhir Rendemen (b/v) dalam larutan (gram) (%) (gram) 16. HASIL PENGAMATAN a.2 mm 100 gram 65 35 0.

Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment • Spesifikasi Tray Dryer Pilot plant (Engineering and equipment GmBh 6072 Dneleich west Germani) H.ORTH GmBH Masch Bauru Verfahrenstechnik D-6700 Ludwigshafen Baujah: 1981 Fabr NR: 2193 / 1 Type: ITHU .

Rak- rak itu disusun diatas roda truk (I) sehingga pada akhir siklus pengeringan truk didapat ditarik keluar dari kamar dan dibawa ke stasiun penumpahan talam. sedangkan udara segar masuk melalui pemasuk (A).88 m3 Stromart: 3 PH Spannurg: 220 / 380 volt Pengering rak ini terdiri dari sebuah ruang dari logam lembaran yang berisi dua buah truk yang mengandung rak-rak (H). Sekat-sekat (G) membagikan udara itu secara seragam diatas susunan talam. • Fungsi secara umum Sebagai alat untuk mengeringkan bahan/produk yang berbentuk granular. Pengering talam ini digunakan untuk pengeringan bahan bernilai tinggi seperti zat-zat warna dan bahan farmasi. Sebagian udara basah diventilasikan keluar melalui talam pembuang (B). mengalir melalui pemanas (E). sekitar 30 in persegi dan tebal 2-6 in. yang penuh dengan bahan yang akan dikeringkan. biji atau powder atau produk lainnya.64 m3 Gesamtdampraum: 2. Udara panas disirkulasikan pada kecepatan 7-15 ft/det diantara talam dengan bantuan kipas (C) dan motor (D).94 m3 Hochstzlussige Losemithelmerge 9 Nutzraum: 2. Setiap rak mempunyai sebuah talam dangkal. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment Anschlubwert: - Nentemperature: 120oC Frischlultwechsei / min: 4. . • Spesifikasi bahan Pengering rak dapat digunakan untuk mengeringkan segala macam bahan.

Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment 2.-8 4-20 mA connect 6 to 7 Input 0-10 V +2.5-50rpm S.-8 . Nb: T. Spray dryer • Gambar Spray dryer • Spesifikasi Spray dryer Pump : UI-MXV 2. 960618 230 V 50Hz 13W Run FwD connect 5 to 8 Run Rew connect 4 to 8 Current input Input 0-1 V +9.

• Spesifikasi bahan Waktu pengeringan dalam pengering semprot sangat singkat. berbentuk silinder dengan dasar kerucut pendek. 4. berfungsi untuk memisahkan partikel zat padat dan gas. 5. Kamar pengering. 3. dan piring semprot kecepatan tinggi. sehingga memungkinkan pengeringan bahan-bahan yang peka panas dan menghasilkan partikel-partikel berbentuk bola pejal maupun bolong. Pengering semprot dapat digunakan untuk menguapkan dan mengeringkan larutan dan bubur (slurry). Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment Input 0-20 mA / 4-20 mA +8. 1 Return 8 Fuse 630 mA Time-Lag Made in Sreser 1. dipasang di atap kamar pengering. yaitu sebesar 8 sampai 30 ft (2. nozzle tekanan atau nozzle dua fluida. Pemisah siklon. terhubung dengan saluran pembuang horisontal yang dipasang pada sisi kamar. Diameter kamar biasanya dibuat besar. 2. Kipas pembuangan gas. Piring semprot (spray disk atomizer). yang memiliki konsistensi. terletak di dasar kamar pengering yang berfungsi untuk mengeluarkan zat padat kering yang mengendap di dasar kamar pengering dan digabungkan dengan zat padat yang dikumpulkan dalam siklon. di bagian bawah yang berbentuk silinder. Dalam pengering ini. . dan penampilan yang dikehendaki dan mungkin sulit atau tidak dapat dicapai dengan pengering jenis lain. Kipas pembuangan ini berfungsi untuk menyedot gas yang telah mendingin setelah digunakan selama pengeringan. agar partikel basah tidak menumbuk permukaan padat.5 sampai 9 m). densitas lindak. bahan makanan dan deterjen sintetik. Katup putar dan konveyor sekrup. piring semprot berdiameter 12 in (300 mm) dan berputar pada kecepatan 5000 sampai 10000 rpm.

Drum berfugsi sebagai alat pengering dimana ditempatkan uap panas ke dalam drum tersebut. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment Zat padat kering yang didapatkan sebagai hasil akhir pengering semprot (spray dryer) biasanya sangat berpori • Fungsi secara umum Untuk menguapkan dan mengeringkan larutan dan bubur (slurry) sampai kering dengan cara termal. Bentuk tangki dibuat sedemikian rupa agar semua produk dapat dikeringkan dengan sempurna. sehingga didapatkan hasil berupa zat padat yang kering. Drum dryer • Gambar Drum dryer • Spesifikasi Drum dryer 1. 3. 2. Tangki berfungsi sebagai tempat produk yang akan dikeringkan. . 3. Pisau skrap berfungsi untuk memisahkan produk yang telah kering. Produk yang akan dikeringkan ditampung dan dikumpulkan di tempat ini.

bubur maupun pasta. misalnya susu atau air buah. • Fungsi secara umum Sebagai alat untuk mengeringkan bahan yang berbentuk larutan. . Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment • Spesifikasi bahan Pengering ini digunakan untuk mengeringkan zat-zat berbentuk cairan.

Dengan mempelajari konsep pengeringan maka dapat ditentukan jenis peralatan pengering yang sesuai dengan bahan yang akan dikeringkan. padat atau semi padat menjadi produk yang padat dan mempunyai kadar air yang lebih rendah. ada baiknya untuk membahas terlebih dahulu mengenai konsep pengeringan. dimana proses tersebut ada yang dikehendaki dan ada yang tidak dikehendaki. salah satunya adalah klasifikasi alat pengeringan berdasarkan jenis bahan yang dikeringkan. PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini telah dilakukan pengenalan dan pengamatan alat pengering pertanian. perubahan kimiawi dan biokimia. Prinsip dasar proses pengeringan adalah penguapan air dari bahan ke udara sekeliling karena adanya perbedaan kandungan air antara bahan dan udara. (2) karena volumenya kecil maka akan mempermudah dan menghemat ruang penyimpanan saat pengepakan. antara lain: (1) mengurangi kadar air bahan sampai batas dimana terjadinya perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti sehingga bahan yang dikeringkan dapat mempunyai waktu simpan yang lebih lama (lebih awet). (3) lebih ringan karena volume air dalam bahan makin sedikit. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment B. Ada beberapa klasifikasi alat pengeringan. mudah digunakan. yaitu pengering bahan . Proses pengeringan pada umumnya menggunakan energi panas. yang akan menyebabkan air akan teruapkan menjadi uap air/vapor (Mujumdar. Media pengering biasanya udara. 1995). sehingga memudahkan pengangkutan. Adapun beberapa keuntungan dari proses pengeringan. karena jumlahnya banyak. hal-hal yang dapat terjadi pada bahan/produk pangan yang dikeringkan adalah sifat fisiknya. dan dapat dikendalikan. Selama proses pengeringan berlangsung. Pengeringan dapat didefinisikan sebagai unit operasi yang mengubah bahan makanan berbentuk cair . (4) biaya produksinya menjadi lebih murah. Sebelum masuk ke bagian pembahasan mengenai penjelasan alat pengering pertanian.

dan pengering bahan cair (spray dryer dan drum dryer). Perhitungan bobot air bahan yang teruapkan adalah sebagai berikut : Bagian Rak Bobot Awal (g) Bobot Akhir (g) Pengering Atas 100 65 Tengah 100 50 Bawah 100 65 Bagian Rak Bobot Awal (g) Bobot Akhir (g) Kadar Air yang Pengering Teruapkan Atas 100 65 (100-65)/100 x 100% = 35% Tengah 100 50 (100-50)/100 x 100% = 50% . Data yang diperoleh dari hasil percobaan dengan ketebalan 0. 1. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment padat (pengering rak – tray dryer). Tray dryer sangat besar manfaatnya bila produksinya kecil. sehingga alat ini sering digunakan pada pengeringan bahan – bahan yang bernilai tinggi.2 cm adalah sebagai berikut : bobot akhir dari singkong yang dikeringkan di bagian atas adalah 65gr atau 65% dari bobot awal. biaya operasi yang agak mahal. karena bahan yang akan dikeringkan berkontak langsung dengan udara panas. Hal ini ditandai dengan jumlah bobot yang semakin rendah pada rak bagian bawah. sedangkan singkong yang dikeringkan di bagian bawah yaitu 65 atau 65% dari bobot awal. selanjutnya pada singkong yang dikeringkan di bagian tengah yaitu 50 gr atau 50% dari bobot awal. Bobot awal singkong untuk ketiga posisi tersebut sama yaitu 100 gram. Namun alat ini membutuhkan tenaga kerja dalam proses produksinya. Tray dryer Tray Dryer merupakan salah satu alat pengeringanyang tersusun dari beberapa buah tray didalam satu rak. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa semakin ke atas letak singkong yang dikeringkan maka kadar airnya semakin berkurang.

disebarkan merata pada tray logam yang dapat dipindahkan di dalam ruang (cabinet). Deviasi bisa terjadi ketika bahan yang telah dikeluarkan dari dryer dibiarkan berinteraksi dengan udara bebas. bahan dapat berupa padatan kental atau padatan pasta. yang juga disebut rak. Prinsip kerja Pengering tray ini dapat beroperasi dalam vakum dan dengan pemanasan tak langsung. Seharusnya bahan yang dikeluarkan dari dilindungi agar tidak berinteraksi dengan udara bebas. ruang atau pengering kompertement. Hal yang perlu diperhatikan ialah bahwa laju pengeringan lebih cepat berlangsung pada singkong yang terletak di bagian pinggir rak. Uap panas disirkulasi melewati permukaan tray secara sejajar. a. Dapat disimpulkan bahwa semakin ke atas tempat pengeringannya (semakin mendekati sumber panas) maka kadar air bahan yang berhasil dihilangkan semakin besar. terlihat bahwa kadar air yang teruapkan terbesar adalah di bagian atas yakni 65%. Selain itu dapat juga digunakan sirkulasi tembus. karena uap panas yang mengenai singkong berasal dari pinggir dinding tray dryer sehingga kontak antar uap panas dan bahan pertama kali terjadi pada bahan yang berada di pinggir rak. Pengeringan dengan sirkulasi udara menyilang lapisan zat padat memerlukan waktu sangat lama dan siklus pengeringan panjang yaitu 4-8 jam per tumpak. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment Bawah 100 65 (100-65)/100 x 100% = 35% Data diatas mungkin ada terdapat deviasi di dalamnya. Akibatnya kadar air bahan akan meningkat kembali dan menyebabkan besar kadar air yang hilang berkurang nilainya. . Uap dari zat padat dikeluarkan dengan ejector atau pompa vakum. b. Mekanisme kerja Pada tray dryer. Hal ini seharusnya tidak diperbolehkan terjadi karena bahan yang masih bersuhu tinggi setelah keluar dari dryer akan mengikat kandungan air dalam udar bebas tersebut. Dari data ini. tetapi tidak ekonomis karena pemendekan siklus pengeringan tidak akan mengurangi biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk setiap tumpak. dan bagian bawah 65%. menyusul di bagian tengah 50%.

bahan bisa dimasukkan dalam kawat pada bagian bawah tiap-tiap tray.Jumlah rak : 80 buah .Kapasitas Bahan : 80 – 120 kg/proses .Jumlah rak : 60 buah . kemudian melalui sirkulasi pengering. c. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment panas listrik juga digunakan khususnya untuk menurunkan muatan panas sekitar 10-20 % udara yang melewati atas tray adalah udara murni.Blower : 0.Kapasitas Bahan : 60 – 90 kg/proses (atau sesuai permintaan) . ruang atau kabinet dibuka dan tray diganti dengan pengering tumbak (batch) tray. Pada kasus bahan granular (butiran).Sistem Pemanasan : tidak langsung . Setelah pengeringan. Modifikasi tipe ini adalah tipe tray truck yang ditolak ke dalam pengering. Alat yang biasa digunakan dipasaran Spesifikasi : .Jumlah pintu : 3 buah .Blower : 0.5 HP dan 3/8 HP . uap panas melewati bed permiabel memberikan waktu pengeringan yang lebih singkat disebabkan oleh luas permukaan yang lebih besar kena udara.Bahan Bakar : LPG / minyak tanah .Jumlah pintu : 4 buah .5 HP dan 3/8 HP . sisanya menjadi udara sirkulasi.

1988). Pada praktikum ini spray dryer berukuran kecil. Metode pengeringan spray drying merupakan metode pengeringan yang paling banyak digunakan dalam industri terutama industri makanan.Jumlah rak : 160 buah . buah-buahan dan lain-lain (Djarwo.33 %. Perbedaan konsentrasi larutan yang dikeringkan ini akan berpengaruh pada waktu pengeringan dan rendemen yang dihasilkan. Dari hasil percobaan dapat dihitung rendemen yang dihasilkan dengan cara membandingkan bobot akhir bahan dengan bobot awal. semakin pekat larutan. .Kapasitas : 160 – 240 kg / proses . Dari perbedaan konsentrasi ini dapat dibandingkan bahwa 100 ml air yang ditambahkan 30 gram maltodekstrin lebih pekat dari pada 100 ml air yang ditambahkan 20 gram maltodekstrin. Metode ini mampu menghasilkan produk dalam bentuk bubuk atau serbuk dari bahan-bahan seperti susu. ini berarti rendemen yang dihasilkan adalah sebesar 70 %. Perbedaan rendemen ini sebenarnya disebabkan oleh perbedaan bobot awal yang digunakan dalam membuat larutan. ini berarti rendemen yang dihasilkan adalah sebesar 33. sementara itu suhu dan kecepatan aliran bahan antara kedua macam larutan sama. Pada larutan dengan bobot awal 20 gram maltodekstrin dihasilkan 14 gram bobot akhir halus. Bahan yang akan dikeringkan terbuat dari dua macam larutan maltodekstrin dengan konsentrasi yang berbeda.Jumlah pintu : 8 buah . Larutan pertama dibuat dengan menambahkan 30 gram maltodekstrin ke dalam 100 ml air dan larutan kedua dibuat dengan menambahkan 20 gram maltodektrin ke dalam 100 ml air. Pada larutan dengan bobot awal 30 gram maltodekstrin dihasilkan 10 gram bobot akhir halus. demikian juga sebaliknya. Kapasitas spray dryer adalah 1 liter per jam. Waktu pengeringan biasanya tergantung pada konsentrasi larutan. Bobot awal bahan yang kecil akan menghasilkan rendemen yang kecil. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment .Blower : 1 PK dan 3/4 PK 2 unit 2. Spray dryer Jenis pengering ini digunakan untuk mengeringkan bahan berbentuk cairan.

Aliran gas dan cairan di dalam spray yang dialirkan secara co-counter. Pengeringan yang lebih lama dapat terjadi pada larutan yang mengandung 30 gram maltodekstrin. diubah ke dalam bentuk butiran-butiran air dengan cara diuapkan menggunakan atomizer. 1977). Selanjutnya proses pemisahan antara uap panas dengan serbuk dilakukan dengan cyclone atau penyaring. Hal ini dapat menjamin bahwa tetesan-tetesan air dan partikel padatan basah tidak bercampur dan permukan padatan tidak .com/produk-mesin/mesin-lain/spray-dryer.html. Air dari bahan yang telah berbentuk tetesan-tetesan tersebut kemudian di kontakan dengan udara panas. namun dalam percobaan ini tidak dilakukan perhitungan waktu untuk proses pengeringan masing-masing larutan. Dengan demikian air akan dapat menguap sehingga bahan dapat kering menjadi bubuk atau powder. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment maka semakin lama proses pengeringan. Prinsip kerja Seluruh air dari bahan yang ingin dikeringkan. serbuk kemudian kembali diturunkan suhunya sesuai dengan kebutuhan produksi. Setelah di pisahkan. a. counter- current dan kombinasi keduanya (Ranganna. Peristiwa pengontakkan ini menyebabkan air dalam bentuk tetesan-tetesan tersebut mengering dan berubah menjadi serbuk. Pada prinsipnya cairan disemprotkan melelui sebuah alat penyemprot (sprayer) ke dalam ruangan yang panas. Mekanisme kerja Pada proses dengan menggunakan spray dryer liquid atau larutan slurry disemprotkan ke dalam tempat yang dialirkan gas-gas panas berupa titik-titik berkabut. Tetesan yang terbentuk tadi selanjutnya di umpankan dengan spray nozel atau cakram spray dengan kecepatan tinggi yang berputar di dalam kamar-kamar slinder. Pada percobaan ini. http://anekamesin. b. air dengan cepat diuapkan dari dropplet menuju partikel padat yang disemprotkan kepada aliran gas panas tadi. kesalahan dalam menetukan rendeman dapat terjadi karena kesalahan dari praktikan yang kurang teliti dalam melakukan pengukuran berat akhir produk.

Thermocontrol dan thermometer merk Omron .Tabung inlet ( main chamber) diameter 4. bahan stainless steel .Unit Compressor . Kemudian gas dialirkan dengan cyclone sparator agar proses dapat berlangsung dengan baik. Contohnya susu bubuk kering yang dihasilkan dari pengeringan susu cair dengan spray drayer. bahan Stainless steel 1.Blower 2” + Skala pengatur kecepatan .Selang pembuangan uap air + gas yang lain . c.5 mm. bahan stainless steel . Produknya berupa partikel ringan dan berporos. setelah itu baru digunakan chamber yang besar. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment kaku sebelum sampai ke tempat pengeringan. Padatan kering akan keluar dibawah chamber melalui screw conveyer. Alat yang biasa digunakan di pasaran http://anekamesin.com/produk-mesin/mesin-lain/spray-dryer. Spesifikasi : .5 mm .Jendela kaca .Heater batang stainless steel 3000 Watt .Pompa peristaltic + pengatur .5” panjang 40 cm.html.Unit Nozzle diameter lubang permukaan 0.Lampu 3 buah hologyn .Tabung outlet ( cyclone separator) diameter 3” panjang 23 cm.

Dalam aplikasinya dibidang industri biasanya drum dryer digunakan untuk memproduksi sereal dan ragi roti. Persen rendemen dihitung dengan membagi berat akhir bahan (produk) dengan berat awal di kali 100%. sedangkan penggunaan oven dalam pengeringan adalah dapat merusak bahan karena suhu yang dugunakan tinggi dalam waktu yang relatif lama. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Mujumdar (1995) bahwa proses optimalisasi drum dryer ditentukan oleh beberapa faktor. pompa peristaltik.Tombol-tombol : heater. yaitu hanya sekali putaran drum. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment . salah satunya adalah tingkat viskositas larutan bahan (kental atau encer). compressor. bagian dalamnya berfungsi menampung dan mengalirkan uap panas. larutan yang encer lebih cepat kering disebabkan lebih mudah memperluas permukaan cairan atau pasta. namun sebaliknya larutan yang lebih kental akan lebih lama menguapkan air dalam bahannya sebab harus memperluas permukaan bahan terlebih dahulu pada drum. Perbedaan penggunaan drum dryer jika dibandingkan dengan oven dalam pengolahan pangan yang mengadung pati adalah tidak merusak bahan karena suhu yang digunakan berkisar antara 80oC dalam waktu yang cepat. Alatnya terdiri dari pipa silinder yang besar. blower. Larutan pertama maltodekstrin dimasukkan sebanyak 30 gram ke dalam 1 liter air dan larutan kedua maltodekstrin dimasukkan sebanyak 70 gram ke dalam 1 liter air. power supply. Drum dryer Pengering ini digunakan untuk mengeringkan zat-zat berbentuk cairan. Drum dryer sangat cocok untuk penanganan lumpur atau padatan yang berbentuk pasta atau suspensi serta untuk bermacam-macam larutan. 3. ada yang hanya satu ada yang dua. misalnya susu atau air buah. Dari percobaan ini menunjukan perbedaan yang cukup besar antara konsentrasi larutan dengan 70 gram maltodekstrin ke dalam . Dilihat dari kekentalannya maka larutan yang paling cepat kering adalah larutan yang mengandung 30% maltodekstrin (30 gram maltodekstrin) karena larutan yang tidak terlalu kental mudah menguapkan air dalam bahan ketika dilewatkan pada drum yang telah panas. Pada percobaan larutan maltodekstrin dibuat dengan konsentrasi yang berbeda.

Padatan kering dikeluarkan dari gulungan yang putarannya lebih diperlambat. dan karena silinder tersebut berputar dan di bagian atas terdapat pisau pengerik (skraper) maka tepung. Beberapa variasi dari jenis drum tunggal adalah dua drum yang berputar dengan umpan masuk dari atas atau bagian bawah kedua drum tersebut. Prinsip kerja Bagian drum berfungsi sebagai suatu evaporator. Perbedaan rendemen disebabkan oleh perbedaan bobot maltodekstrin. 2010). Pada percobaan semakin tipis bahan yang dilewatkan pada drum semakin cepat proses pengeringannya. namun dalam percobaan ini tidak dilakukan perhitungan waktu untuk proses pengeringan masing-masing larutan. Pada bagian luar terjadi penguapan lapisan tipis zat cair atau lumpur untuk dikeringkan. Terdiri dari gulungan logam panas yang berputar. sehingga didapat tepung sari hasil tanaman yang kering dan memuaskan (Ahmad. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment satu liter air dengan 30 gram maltodekstrin ke dalam satu liter air. sedangkan pada maltodekstrin 30 gram menghasilkan 8 gram bobot akhir dengan rendemen sebesar 26.66 %. a. b.14%.tepung yang menempel akan terkerik dan berjatuhan masuk ke dalam penampung. . Mekanisme kerja Cairan yang akan dikeringkan disiramkan pada silinder pengering tersebut dan akan keluar secara teratur dan selanjutnya menempel pada permukaan luar silinder yang panas sehingga mengering. Pada 70 gram maltodeksrin menghasilkan bobot akhir 40 gram maltodekstrin dengan rendemen 57.

Karakteristik bahan yang dapat diolah oleh spray dryer maupun drum . Hasil percobaan untuk bahan yang dikeringkan dengan menggunakan tray dryer yaitu singkong memperlihatkan bahwa letak bahan yang akan dikeringkan dan suhu pengeringan berpengaruh terhadap laju pengeringan dan jumlah kadar air yang diuapkan. spray dryer. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment IV. yang dikeringkan oleh media pengering berupa energi panas). Pada drum dryer rendemen terbesar dihasilkan dari larutan dengan maltodekstrin sebanyak 70 gram. bahan mengalami penurunan kadar air dan pengurangan berat atau massa bahan. KESIMPULAN A. dan drum dryer sesuai dengan karakteristik bahan yang akan dikeringkan. Pada spray dryer rendemen terbesar dihasilkan dari larutan dengan maltodekstrin sebanyak 30 gram. Selain itu semakin dekat letak bahan dengan dinding ruang pengeringan maka kontak panas akan semakin efektif terjadi sehingga panas akan terlebih dahulu menguapkan kadar air bahan pada bagian pinggir tersebut. Tujuan pengeringan adalah mengurangi kadar air bahan sampai batas dimana perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti. semakin besar kecepatan pengeringan bahan. Dari hasil percobaan yang menggunakan spray dryer dan drum dryer dapat disimpulakan selama proses pengeringan. maka semakin besar rendemen yang dihasilkan baik dengan spray dryer maupun drum dryer. Pada drum dryer semakin luas permukaan bahan. yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan. Semakin ke atas letak bahan yang akan dikeringkan maka kadar air yang diuapkan semakin tinggi karena pipa yang mengalirkan uap panas berada di bagian atas tray dryer. Pengeringan untuk bahan yang berasal dari hasil pertanian dapat dilakukan melalui peralatan seperti tray dryer. KESIMPULAN Pengeringan adalah proses pemindahan panas dan uap air secara simultan dari suatu bahan ke lingkungan. Semakin banyak bobot awal bahan.

dan drum dryer. sedangkan produk yang dihasilkan dengan drum dryer berupa serpihan. SARAN Diperlukan suatu tata cara atau prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat untuk penggunaan tray dryer. Selain itu. . Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment dryer adalah berbentuk cair atau pasta. Produk yang dihasilkan dengan spray dryer berupa serbuk atau tepung. spray dryer. pemeriksaan ketiga alat ini secara intensif (maintance) harus selalu diupayakan terutama terhadap tenaga motor yang digunakan karena berasal dari motor listrik berdaya tinggi yang tentunya berbahaya bagi pemakai apabila tidak digunakan dan dirawat dengan baik. B.

Jogjakarta. UI Press.html. New Delhi.com/produk- mesin/mesin-lain/spray-dryer. 1988. Marcel Dekker. A.. Djarwo. 2010. 2000.com/produk-mesin/mesin- lain/spray-dryer. . S. P.html. Mujumdar. Superheated Steam Drying of Industrial Drying. Z. Manual of Analysis of Fruit and Vegetable Products. http://anekamesin. http://anekamesin. Penebar Swadaya. [1May 2010].Hill Publishing Company Limited. Ranganna. New York. [Anonim]. Jakarta. 1995.S. Ahmad. Spray Drying process.. [1May 2010]. Laporan Peralatan Industri IV – Drying Equipment DAFTAR PUSTAKA [Anonim]. Tata Mc Graw. Kimia Dasar untuk Teknik Industri. 1977. 2nd Edition. 2009. Drum Drying. Teknik Pengolahan Hasil Pertanian.