Anda di halaman 1dari 6

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB PEMBANGKIT DAN PENGUJIAN PERBANDINGAN BELITAN


PENYALURAN STL
SEMESTER V
TRASFORMATOR

I. Tujuan Percobaan
1. Untuk mengukur dan menetukan perbandingan jumlah kumparan sisi primer dan
sisi sekunder.
2. Untuk menentukan error perbandingan belitan transformer antara name plate dan
pengukuran.
3. Untuk mengetahui tapping pada transformator dan kegunaannya.

II. Teori Dasar


Tujuan dari pengetesan perbandingan belitan (winding ratio) pada transformator adalah
untuk memastikan bahwa semua belitan memiliki jumlah lilitan (belitan) sesuai dengan
desain atau yang tersebut dalam name plate. Jika transformator memiliki beberapa
tapping maka pada transformator tersebut juga perlu dilakukan pengujian perbandingan
transformator pada setiap tapping-nya.
Berdasarkan standard ANSI dan IEEE bahwa ratio tegangan terukur antara dua
belitan berada sekitar  0.5% dari yang tercantum pada nameplate. Pada ratio dengan
tegangan kerja tinggi pada salah satu sisinya (misal 70 kV, 150 kV), pengetesan
dilakukan dengan memberikan tegangan rendah pada sisi tegangan yang lebih rendah
dan mengukur tegangan outputnya pada sis tegangan yang lebih tinggi.
Dalam konsepsi dasar, transformator adalah peralatan yang sederhana. Dibentuk
dari dua gulungan kawat berisolasi pada inti besi. Salah satu gulungan dihubungkan ke
sumber atau generator yang selanjutnya di sebut sisi primer. Kemudian daya dari sisi
primer akan ditransfer ke beban, yang disebut sebagai sisi sekunder. Energi ditransfer
dari satu sisi ke sisi lainnya dengan menggunakan prinsip induksi magnet (magnetic
induction). Semakin banyak gulungan (turn) pada belitan, maka semakin besar
impedansi yang dihasilkan, serta makin besar tegangan yang dibentuk pada terminal
belitan tersebut dan arusnya menjadi lebih kecil (terkait percobaan tahanan
kumparan). Jika sisi sekunder memiliki jumlah lilitan yang lebih banyak dari sisi
primer, maka tegangan sisi sekunder akan lebih tinggi dibandingkan sisi primer dengan
arus yang mengalir lebih rendah. Kondisi ini disebut transformator “step-up” (step-up
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT DAN PENGUJIAN PERBANDINGAN BELITAN
PENYALURAN STL
SEMESTER V
TRASFORMATOR

transformer). Sebaliknya jika sisi sekunder memiliki jumlah lilitan lebih sedikit
dibandingkan maka akan dihasilkan step-down transformer.
Hubungan langsung antara jumlah belitan dan tegangan antara sisi primer terhadap
sekunder dinyatakan sbb:

Dimana:
Vp = tegangan primer
Vs = tegangan sekunder
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder

Pada step-up transformer nilai perbandingan a > 1, sebaliknya step-down transformer


nilai perbandingan a < 1.
Notasi standar untuk indikasi sisi belitan yang lebih tinggi adalah “H” dengan
terminasi H1 dan H2. Belitan tegangan lebih rnedah dinotasikan “X” dengan terminasi X1
dan X2. Sumber tegangan dapat dihubungkan ke dua sisi tranformator, tergantung
kebutuhan apakah digunakan sebagai step-up transformer atau step-down transformer.

Gambar 1. Notasi terminasi pada transformator

Rangkaian pengganti transformator juga dapat digambarkan sbb: :

Gambar 2. Rangkaian ekuivalent transformator


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT DAN PENGUJIAN PERBANDINGAN BELITAN
PENYALURAN STL
SEMESTER V
TRASFORMATOR

Dimana :
Vp = tegangan masuk / sisi primer (Volt)
Vs = tegangan keluar / sisiskunder (Volt)
Ep = g.g.l. induksipadasisi primer (Volt)
Es = g.g.l. induksipadasisiskunder (Volt)
NP = jumlah lilitan sisi primer
NS = jumlah liltan sisi sekunder
a = rasio perbandingn belitan

III. Alat dan Bahan


1. 3 unit transformator 1 phase atau 1 unit transformator 3 fase (1 modul tranformator)
2. 2 buah Voltmeter (analog / digital)
3. Kabel penghubung secukupnya
4. Sumber tegangan 3 fase

IV. RangkaianPercobaan

MODUL TRANSFORMATOR
1U1 2u1

V
L1 2u2
1U3 V
V V V 3U1

V
N 1U2 3U2

1V1 2v1

L3 L2
Sumber Tegangan 2v2

1V3
3v1

1V2 3v2

1W1 2w1

2w2

1W3
3w1

1W2 3w2

Gambar 2. Rangkaian Percobaan Transformer Ratio 1


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT DAN PENGUJIAN PERBANDINGAN BELITAN
PENYALURAN STL
SEMESTER V
TRASFORMATOR

MODUL TRANSFORMATOR
1U1 2u1

V
L1 2u2
1U3
V
V V V 3U1

V
N 3U2
1U2
1V1 2v1

L3 L2
Sumber Tegangan 2v2
1V3
3v1

3v2
1V2
1W1 2w1

2w2
1W3
3w1

1W2 3w2

Gambar 3. Rangkaian Percobaan Transformer Ratio 2

V. Prosedur Percobaan
1. Menyiapkan alat dan bahan percobaan
2. Kalibrasi alat ukur.
3. Rangkai alat percobaan (transformator dan kabel) sesuai gambar 2.
4. Sebelum hubungkan sumber tegangan ke rangkaian, periksa besar tegangan output
sumber tegangan.
5. Mencatat dan menghitung nameplate transformer ratio pada setiap tapping.
6. Hubungkan sumber tegangan sesuai rangkaian percobaan.
7. Menyalakan (ON) sumber tegangan.
8. Ukur tegangan Phase – Netral, Phase-Phase pada sisi primer untuk ketiga phase R, S
dan T.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT DAN PENGUJIAN PERBANDINGAN BELITAN
PENYALURAN STL
SEMESTER V
TRASFORMATOR

9. Ukur tegangan pada sisi sekunder, untuk semua tapping.


10. Catat hasil pengukuran.
11. Ulangi langkah 3 sampai dengan 10 untuk gambar no 3.
12. Menghitung ratio pengukuran.
13. Membandingkan hasil pengukuran dan nameplate transformer ratio.

VI. Keamanan & Keselamatan Kerja (K3)


A. Potensi Bahaya
1. Menyentuh terminal bertegangan dari alat injeksi yang dapat menimbulkan
electric Shock.
2. Hubung singkat karena menginjeksi phase yang sama, hubung singkat,
kebakaran, dan rusaknya peralatan.
3. Kebakaran yang diakibatkan oleh kondisi injeksi tegangan yang melampaui
ketahanan isolasi dari peralatan.

B. Antisipasi
1. Mengikuti petunjuk instruksi manual dan pembimbing.
2. Memeriksa kembali semua rangkaian sebelum memulai mengoperasikan
peralatan praktikum dibawah pengawasan pembimbing.
3. Matikan semua sumber tegangan sebelum membuat atau mengubah koneksi apa
pun.
4. Menggunakan peralatan pelindung seperti safety shoes dan helmet bila
diperlukan.
5. Biasakan diri Anda dengan peralatan keamanan
o MCB

VII. Tabel Hasil Pengukuran perbandingan belitan transformator

Data Name Plate (Perhatikan tegangan yang tercantum di atas belitan transformator):

Sisi Primer

1U1 – 1U2 = 1V1 – 1V2 = 1W1 – 1 W2 = V

1U1 – 1U3 = 1V1 – 1V3 = 1W1 – 1 W2 = V

Sisis Sekunder

2U1 – 2U2 = 2V1 – 2V2 = 2W1 – 2W1 = V ............. (A)

3U1 – 3U2 = 3V1 – 3V2 = 3W1 – 3W2 = V ............. (B)

2U1 – 3U2 = 2V1 – 3V2 = 2W1 – 3W2 = V ............. (A + B)


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
LAB PEMBANGKIT DAN PENGUJIAN PERBANDINGAN BELITAN
PENYALURAN STL
SEMESTER V
TRASFORMATOR

Tabel 1. Hasil Percobaan (Rangkaian Gambar 2)

No Tegangan Sekunder Ratio Error


Tegangan Primer (V) Ket.
. (V) Pengukuran Nameplate (%)
2U1 - 2U2
1 1U1 – 1U2 3U1 - 3U2
2U1 - 3U2
2V1 – 2V2
2 1V1 – 1V2 3V1 – 3V2
2V1 – 3V2
2W1 – 2W2
3 1W1 – 1W2 3W1 – 3W2
2W1 – 3W2

Tabel 2. Hasil Percobaan (Rangkaian Gambar 3)

No Tegangan Sekunder Ratio Error


Tegangan Primer (V) Ket.
. (V) Pengukuran Nameplate (%)
2U1 - 2U2
1 1U1 – 1U3 3U1 - 3U2
2U1 - 3U2
2V1 – 2V2
2 1V1 – 1V3 3V1 – 3V2
2V1 – 3V2
2W1 – 2W2
3 1W1 – 1W3 3W1 – 3W2
2W1 – 3W2

VIII. Kesimpulan