Anda di halaman 1dari 20

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Pembagian Kelompok Beban


Lokasi Perancangan terdiri atas 4 feeder dengan beberapa tipe beban
yang dibagi dalam 3 kelompok fasa yaitu R, S, T. Pembagiannya adalah sebagai
berikut:
1. Feeder I
Kelompok Fasa R1
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 18 buah,
b. Lampu Jalan 2 Buah.
 Kelompok Fasa S1
a. Rumah Tinggal tipe 36/72 berjumlah 22 buah,
b. Lampu Jalan 2 buah.
 Kelompok Fasa T1
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 16 buah,
b. Lampu jalan 2 buah.

2. Feeder II
 Kelompok Fasa R2
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 21 buah,
b. lampu jalan 1 buah.
 Kelompok fasa S2
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 16 buah,
b. lampu jalan 2 buah.
 Kelompok fasa T2
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 18 buah,
b. lampu Jalan 2 buah.

35
3. Feeder III
 Kelompok fasa R3
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 21 buah,
b. lampu jalan 2 buah.
 Kelompok fasa S3
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 17 buah.
b. lampu jalan 2 buah.
 Kelompok fasa T3
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 18 buah,
b. lampu jalan 2 buah.

3. Feeder IV
 Kelompok fasa R3
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 20 buah,
b. lampu jalan 1 buah.
 Kelompok fasa S3
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 14 buah.
b. lampu jalan 2 buah.
 Kelompok fasa T3
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 17 buah,
b. lampu jalan 2 buah.

4.2. Pembagian Daya Pada Tiap Fasa


1. Feeder I
Kelompok Fasa R1
a. Rumah tinggal tipe 36/72 berjumlah 18 buah,
18 x 900 = 16200
b. Lampu Jalan 2 Buah.
2 x 250 =500
Jumlah Daya Fasa R1 = 16700 VA

36
 Kelompok Fasa S1
a. Rumah Tinggal tipe 36/72 berjumlah 22 buah,
22 x 900 = 19800
b. Lampu Jalan 2 buah.
2 x 250 = 500
Jumlah DayaFasa S1 = 20300 VA
 Kelompok Fasa T1
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 16 buah,
16 x 900 =14400
b. Lampu jalan 2 buah
2 x 250 = 500
Jumlah Daya Fasa T1 = 14900 VA

2. Feeder II
 Kelompok Fasa R2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 21 buah,
21 x 900 = 18900
b. Lampu jalan 1 buah
1 x 250 = 250
Jumlah Daya Fasa R2 = 19150 VA
 Kelompok fasa S2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 16 buah,
16 x 900 =14400
b. Lampu jalan 2 buah.
2 x 250 = 500
Jumlah Daya Fasa S2 = 14900 VA

37
 Kelompok fasa T2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 18 buah,
18 x 900 = 16200
b. Lampu Jalan 2 buah
2 x 250 =500
Jumlah Daya Fasa T2 = 16700 VA
3. Feeder III
 Kelompok fasa R3
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 21 buah,
21 x 900 =18900
b. lampu jalan 2 buah.
2 x 250 =500
Jumlah Daya Fasa R3 = 19400 VA
 Kelompok fasa S3
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 17 buah.
17 x 900 = 15300
b. Lampu jalan 2 buah
2 x 250 =500
Jumlah Daya Fasa S3 = 15800 VA
 Kelompok fasa T3
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 18 buah,
18 x 900 =16200
b. lampu jalan 2 buah
2 x 250 = 500
Jumlah Daya Fasa T3 = 16700 VA

38
3. Feeder IV
 Kelompok fasa R4
c. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 20 buah,
20 x 900 =18000
d. lampu jalan 1 buah.
1 x 250 =250
Jumlah Daya Fasa R3 = 18250 VA
 Kelompok fasa S4
c. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 14 buah.
14 x 900 = 12600
d. Lampu jalan 2 buah
2 x 250 =500
Jumlah Daya Fasa S3 = 13500 VA
 Kelompok fasa T4
c. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 17 buah,
17 x 900 =15300
d. lampu jalan 2 buah
2 x 250 = 500
Jumlah Daya Fasa T3 = 15800 VA

4.3. Total Daya


1. Kelompok fasa R1 = 16700 VA
2. Kelompok fasa S1 = 20300 VA
3. Kelompok fasa T1 = 14900 VA +
Jumlah daya pada feeder I = 51900 VA

1. Kelompok fasa R2 = 19150 VA


2. Kelompok fasa S2 = 14900 VA
3. Kelompok fasa T2 = 16700 VA +
Jumlah daya pada feeder II = 50750 VA

39
1. Kelompok fasa R3 = 19400 VA
2. Kelompok fasa S3 = 15800 VA
3. Kelompok fasa T3 = 16700 VA+
Jumlah daya pada feeder III = 51900 VA

1. Kelompok fasa R4 = 18250 VA


2. Kelompok fasa S4 = 13500 VA
3. Kelompok fasa T4 = 15800 VA +
Jumlah daya pada feeder IV = 47550 VA

TOTAL DAYA terpakai adalah 202100 VA


Jadi dari total daya perhitungan trafo yang digunakan adalah 250 kVA.
Total daya terpasang (Trafo) adalah 250.000 VA, maka cadangan atau spare yang
dibutuhkan adalah :
250.000 VA – 202100 VA x 100 % = 47900 VA x 100 %
250.000 VA 250000 VA

= 19,16 %

Jadi Cadangan yang digunakan adalah 19,16 %

4.4. Penentuan Pengaman Tiap Kelompok


1.Feeder I
 Pada Kelompok Fasa R1
In =S
V
= 16700
220
= 75,9 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

40
Pada Kelompok Fasa S1
In =S
V
= 20300
220
= 92,27 A
Jadi digunakan NT Fuse = 100 A

Pada Kelompok Fasa T1


In =S
V
= 14400
220
= 65,45 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

2. Feeder II
Pada Kelompok Fasa R2
In =S
V
= 19150
220
= 87,04 A
Jadi digunakan NT Fuse = 100 A

Pada Kelompok Fasa S2


In =S
V
= 14900
220
= 67,72 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

41
Pada Kelompok Fasa T2
In =S
V
= 16700
220
= 75,9 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

3. Feeder III
Pada Kelompok Fasa R3
In =S
V
= 19400
220
= 88,18A
Jadi digunakan NT Fuse = 100 A

Pada Kelompok Fasa S3


In =S
V
= 15800
220
= 71,81 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

Pada Kelompok Fasa T3


In =S
V
= 16700
220
= 75,90 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

42
3. Feeder IV
Pada Kelompok Fasa R4
In =S
V
= 18250
220
= 82,95A
Jadi digunakan NT Fuse = 100 A

Pada Kelompok Fasa S4


In =S
V
= 13500
220
= 61,36 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

Pada Kelompok Fasa T4


In =S
V
= 15800
220
= 71,81 A
Jadi digunakan NT Fuse = 80 A

4.5. Penentuan InTrafo

S= 3 x V x In
In = S
3xV

= 250.000
3 x 380

= 250.000 = 379,83 A

43
658,18

= 379,83 x 3

= 1139,49

Maka jenis MCCB yang digunakan adalah 1500 A.

4.6 Penentuan Luas Penampang Kabel

4.6.1 Untuk Feeder I

Jarak gawang terpanjang diantara ketiga feeder adalah 7 tiang yang artinya
memiliki 6 gawang dengan jarak 214,60 meter.
I tiap saluran didapatkan dari Arus terbesar antara R, S, T pada feeder I
yaitu 92,27 A dan massa jenis yang digunakan adalah massa jenis aluminium
yaitu 0,028.

Maka A = (ρ x ltiap saluran x Itiap saluran)/V


= (0,028 x 214,60 x 92,27)/380
= 1,46 mm2
Jadi, digunakan kabel LVTC 4 x 1,5 mm2.

4.7.2 Untuk Feeder II


Jarak gawang terpanjang diantara ketiga feeder adalah 5 tiang yang artinya
memiliki 4 gawang dengan jarak 195,60 meter.
I tiap saluran didapatkan dari Arus terbesar antara R, S, T pada feeder II
yaitu 87,04 A dan massa jenis yang digunakan adalah massa jenis aluminium
yaitu 0,028.
Maka A = (ρ x ltiap saluran x Itiap saluran)/V
= (0,028 x 195,60 x 87,04)/380
= 1,25 mm2
Jadi, digunakan kabel LVTC 4 x 1,5 mm2.

44
4.7.3 Untuk Feeder III
Jarak gawang terpanjang diantara ketiga feeder adalah 8 tiang yang artinya
memiliki 7 gawang dengan jarak 256,70 meter.
I tiap saluran didapatkan dari Arus terbesar antara R, S, T pada feeder III
yaitu 88,18 A dan massa jenis yang digunakan adalah massa jenis aluminium
yaitu 0,028.
Maka A = (ρ x ltiap saluran x Itiap saluran)/V
= (0,028 x 256,70 x 88,18)/380
= 1,66 mm2
Jadi, digunakan kabel LVTC 4 x 2 mm2.

4.7.4 Untuk Feeder IV


Jarak gawang terpanjang diantara ketiga feeder adalah 7 tiang yang artinya
memiliki 6 gawang dengan jarak 126,0 meter.
I tiap saluran didapatkan dari Arus terbesar antara R, S, T pada feeder IV
yaitu 82,95 A dan massa jenis yang digunakan adalah massa jenis aluminium
yaitu 0,028.
Maka A = (ρ x ltiap saluran x Itiap saluran)/V
= (0,028 x 145,30 x 82,95)/380
= 0,88 mm2
Jadi, digunakan kabel LVTC 4 x 1,5 mm2.

4.6 Penentuan Kapasitas FCO

S= 3 x V x In
In = S
3xV

= 250.000
3 x 20000

45
= 250.000 = 7,22 A
34.600

Maka jenis FCO yang digunakan adalah 8 A.

4.8. Rekapitulasi Daftar Material

Tabel 4.8 Daftar Rekapitulasi Material

NO MATERIAL JUMLAH SATUAN KET

1. Tiang JTM 1 Set Lokal

2. Tiang awal 1 Set Lokal

3. Tiang akhir 8 Set Lokal

4. Tiang penyangga 3 Set Lokal

5. Tiang percabangan 7 Set Lokal

6. Tiang sudut 30º-90º 2 Set Lokal

7. Trafo 3 Fasa 250 kVA 1 Unit Lokal

8. 3 Set Lokal
FCO (Fuse Cut Out) 8 A
9. 3 Set Lokal
Lightning Arrester
10. 3 Buah Lokal
Isolator Tumpu 20 kV
11. 3 Set Lokal
Isolator tarik 20 kV
12. Ranjau panjat 2 Buah Lokal

13. Beugel 6 Buah Lokal

14. Tiang Beton 1 Set Lokal

15. PHB-TR 1 Set Lokal

16. Elektroda bumi titik 1 Buah Lokal


netral trafo

46
17. Elektroda bumi dan LA 1 Buah Lokal

18. Pipa galvanis ϴ41 MCI 3 Meter Lokal

19. Pipa galvanis ϴ5/8 MCI 3 Meter Lokal

20. Elektroda bumi BKT 1 Buah Lokal

21. Parallel groove 1 Buah Lokal

22. Dudukan FCO dan LA 3 Buah Lokal


lengkap
23. Papan Tanda Bahaya 1 Buah Lokal

24. Pondasi Gardu 1 Set Lokal

25. Rangka Duduk Trafo 1 Set Lokal


Lengkap
26. Tension Bracket 16 Set Lokal

27. Strain Clamp 16 Set Lokal

28. Stainless Steel Strip 37 Meter Lokal

29. Stopping Buckle 57 Set Lokal

30. Plactic Strap 57 Set Lokal

31. Suspension Bracket 10

32. Suspension Clamp 10 Set Lokal

33. Bimetal Join Sleeve + 4 Buah Lokal


Shrink Cover
34. Pipa galvanis 3 Inci 3 1 Buah Lokal
meter
35. Protective Plastic Tape 1 Meter Lokal

36. Insulator Tank 20kv 3 Lokal

47
37. Travers Afspan TM 3 2 Batang Lokal
Pole UNP
38. Double arming bolt M16 3 Buah Lokal
x 250 mm Double Arming
39. Moer Bolt M16 X 250mm 1 Buah Lokal

40. Topang Travers 36 X 4 Buah Lokal


650mm
41. Moer Baut M12 X 45mm 4 Buah Lokal

42. Double arming bolt M16


3 Buah Lokal
x 300 mm
43.
Heat Shrink Terminal 1 Set Lokal

44.
Compress type Connector 28 Buah Lokal

45.
Link 25 x 50 21 Buah Lokal

48
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem


distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya
listrik besar (Bulk Power Source) sampai ke konsumen.
Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah:
1) pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan
2) merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan
pelanggan, karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani
langsung melalui jaringan distribusi.

2. Pada perencanaan proyek distribusi dan gardu distribusi, terdapat beberapa


tahap yang dilakukan, yakni:
1. Menentukan perumahan atau lokasi perencanaan.
2. Mencari site plan dari perumahan tersebut.
3. Melakukan survei lapangan.
4. Menentukan letak tiang.
5. Menghitung penghantar atau kabel ke setiap rumah.
6. Menghitung daya total dari perumahan tersebut
7. Menentukan jenis trafo dan besar daya trafo yang dibutuhkan.
8. Menyusun laporan perencanan distribusi dan gardu distribusi.
9. Melakukan asistensi ke dosen bersangkutan.

3. Pembagian daya pada setiap perumahan subsidi di The Mountain View


bernilai rata, yakni 900 VA. Jumlah seluruh daya pada perumahan The
Mountain View adalah 202100 VA dengan jumlah rumah berkisar 217 rumah.

49
5.2 Saran

Adapun saran penulis agar kiranya kegiatan ini dilakukan tidak hanya

berdasarkan teori, tetapi akan lebih baik jika dilaksanakan praktik di lapangan

langsung unruk mengetahui bentuk fisik gardu distribusi dan jaringan distribusi.

50
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Denah Penelitian

Lokasi studi perancangan ini terletak di kota Makassar yaitu Perumahan

Mountain View di Jalan Poros Moncongloe, dengan seluruh tipe perumahan 36/72

dan daya perumahan 900VA. Untuk gambar denah beserta letak tiang dan

pembebanan dapat dilihat pada gambar 3.6

3.2 Prosedur Penelitian

Dalam suatu penelitian, dibutuhkan prosedur atau langkah-langkah yang


akan dilakukan sehingga penelitian dapat terlaksana secara terstruktur, sistematis
dan terarah. Berikut langkah-langkah yang menjadi acuan dari penulis:
1. Melakukan studi pustaka melalui literatur yang telah dikumpulkan.

2. Mengenali obyek yang akan diteliti berupa observasi langsung (studi


lapangan).
3. Melakukan perencanaan pembangunan pada lokasi yang telah di observasi
berdasarkan aturan yang telah ditentukan oleh pihak PT.PLN (Persero).

Berikut flowchart dari prosedur kegiatan yang akan dilakukan.

Mulai

Studi Literatur

Observasi Lapangan
2

51
Perencanaan pembangunan

Penyelesaian
Laporan

Selesai

Gambar 3.2 Diagram Flowchart Penelitian

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Berikut adalah teknik atau metode yang digunakan dalam mengumpulkan


data dalam penelitian yang dilakukan:

1. Studi Literatur
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cara mengumpulkan
berbagai referensi yang berhubungan dengan judul tugas akhir, baik melalui
buku ajar, tugas akhir ataupun jurnal penelitian, internet, maupun buku
panduan dari PT. PLN (Persero) yang kami peroleh di PT. PLN (Persero)
UP3 Makassar Selatan.

2. Observasi
Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengadakan kunjungan
langsung ke lapangan guna mengenal dan mengamati objek secara langsung,
yakni pada saat dilakukan inspeksi langsung oleh pihak PLN bagian
perencanaan.

3. Wawancara
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab ataupun
konsultasi langsung dengan narasumber yang menguasai teori dan mengetahui

52
hal-hal yang berhubungan dengan penelitian akan dikaji serta data-data
perumahan dari marketing pada perumahan The Mountain View/

3.4 Teknik Pengolahan/Analisis Data

Data dari hasil penelitian yang diperoleh melalui kunjungan langsung ke


Perumahan The Mountain View dengan membuat perencanaan pembangunan
jaringan distribusi.

3.5 Langkah Kerja


1. Menentukan perumahan atau lokasi perencanaan.

2. Mencari site plan dari perumahan tersebut.

3. Melakukan survei lapangan.

4. Menentukan letak tiang.

5. Menghitung penghantar atau kabel ke setiap rumah.

6. Menghitung daya total dari perumahan tersebut

7. Menentukan jenis trafo dan besar daya trafo yang dibutuhkan.

8. Menyusun laporan perencanan distribusi dan gardu distribusi.

9. Melakukan asistensi ke dosen bersangkutan.

3.6 Gambar Perencanaan

53
54