Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Pembagian Kelompok Beban


Lokasi Perancangan terdiri atas 4 feeder dengan beberapa tipe beban yang
dibagi dalam 3 kelompok fasa yaitu R, S, T. Pembagiannya adalah sebagai berikut:
1. Feeder I
Kelompok Fasa R1
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 43 buah,
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 23 buah.
 Kelompok Fasa S1
a. Rumah Tinggal tipe 36 berjumlah 44 buah,
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 22 buah.
 Kelompok Fasa T1
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 43 buah,
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 21 buah.
c. Rumah ibadah (Masjid) 1 buah.

2. Feeder II
 Kelompok Fasa R2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 30 buah,
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 38 buah,
 Kelompok fasa S2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 30 buah,
b. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 38 buah.
 Kelompok fasa T2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 30 buah,
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 38 buah,

35
4.2. Pembagian Daya Pada Tiap Fasa
1. Feeder I
Kelompok Fasa R1
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 43 buah,
43 x 900 = 38700 VA
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 23 buah,
23 x 1300 = 29900 VA
Jumlah Daya Fasa R1 = 68600 VA
 Kelompok Fasa S1
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 44 buah,
44 x 900 = 39600 VA
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 22 buah,
22 x 1300 = 28600 VA
Jumlah Daya Fasa R1 = 68200 VA
 Kelompok Fasa T1
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 43 buah,
43 x 900 = 38700 VA
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 21 buah,
21 x 1300 = 27300 VA
c. Rumah ibadah (Masjid) berjumlah 1 buah
1 x 1300 = 1300 VA

Jumlah Daya Fasa R1 = 67300 VA

2. Feeder II
 Kelompok Fasa R2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 30 buah,
30 x 900 = 27000 VA
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 38 buah

38 x 1300 = 49400 VA
Jumlah Daya Fasa R2 = 76400 VA

36
 Kelompok fasa S2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 30 buah,
30 x 900 = 27000 VA
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 38 buah

38 x 1300 = 49400 VA
Jumlah Daya Fasa S2 = 76400 VA

 Kelompok fasa T2
a. Rumah tinggal tipe 36 berjumlah 30 buah,
30 x 900 = 27000 VA
b. Rumah tinggal tipe 45 berjumlah 38 buah

38 x 1300 = 49400 VA
Jumlah Daya Fasa T2 = 76400 VA

4.3. Total Daya


1. Kelompok fasa R1 = 68600 VA
2. Kelompok fasa S1 = 68200 VA
3. Kelompok fasa T1 = 67300 VA +
Jumlah daya pada feeder I = 204100 VA

1. Kelompok fasa R2 = 76400 VA


2. Kelompok fasa S2 = 76400 VA
3. Kelompok fasa T2 = 76400 VA +
Jumlah daya pada feeder II = 229200 VA

TOTAL DAYA terpakai adalah 433300 VA

Jadi dari total daya perhitungan trafo yang digunakan adalah 500 kVA.
Total daya terpasang (Trafo) adalah 500.000 VA, maka cadangan atau spare yang
dibutuhkan adalah :

37
500.000 VA – 433.300 VA x 100 % = 56400 VA x 100 %
500.000 VA 500000 VA

= 11,54 %

Jadi Cadangan yang digunakan adalah 11,54 %

4.4. Penentuan Pengaman Tiap Kelompok


1.Feeder I
 Pada Kelompok Fasa R1
In =S
V
= 68600
220
= 311,81 A
Jadi digunakan NT Fuse = 315 A

Pada Kelompok Fasa S1


In =S
V
= 68200
220
= 310 A
Jadi digunakan NT Fuse = 315 A

Pada Kelompok Fasa T1


In =S
V
= 67300
220
= 305,9 A
Jadi digunakan NT Fuse = 315 A

38
2. Feeder II
Pada Kelompok Fasa R2
In =S
V
= 76400
220
= 347,27 A
Jadi digunakan NT Fuse = 400 A

Pada Kelompok Fasa S2


In =S
V
= 76400
220
= 347,27 A
Jadi digunakan NT Fuse = 400 A
Pada Kelompok Fasa T2
In =S
V
= 76400
220
= 347,27 A
Jadi digunakan NT Fuse = 400 A

4.5. Penentuan InTrafo

S= 3 x V x In
In = S
3xV

= 500.000
3 x 380

= 500.000 = 759,67 A
658,18

39
= 759,67 x 3

= 2279,01

Maka jenis MCCB yang digunakan adalah 2500 A.

4.6 Penentuan Kapasitas FCO

S= 3 x V x In
In = S
3xV

= 500.000
3 x 20000

= 500.000 = 14,45 A
34.600

Maka jenis FCO yang digunakan adalah 15 A.

4.8. Rekapitulasi Daftar Material

Tabel 4.8 Daftar Rekapitulasi Material

NO MATERIAL JUMLAH SATUAN KET

1. Tiang JTM 1 Set Lokal

2. Tiang awal 1 Set Lokal

3. Tiang akhir 8 Set Lokal

4. Tiang penyangga 3 Set Lokal

5. Tiang percabangan 7 Set Lokal

6. Tiang sudut 30º-90º 2 Set Lokal

7. Trafo 3 Fasa 250 kVA 1 Unit Lokal

8. 3 Set Lokal
FCO (Fuse Cut Out) 8 A

40
9. 3 Set Lokal
Lightning Arrester
10. 3 Buah Lokal
Isolator Tumpu 20 kV
11. 3 Set Lokal
Isolator tarik 20 kV
12. Ranjau panjat 2 Buah Lokal

13. Beugel 6 Buah Lokal

14. Tiang Beton 1 Set Lokal

15. PHB-TR 1 Set Lokal

16. Elektroda bumi titik netral 1 Buah Lokal


trafo
17. Elektroda bumi dan LA 1 Buah Lokal

18. Pipa galvanis ϴ41 MCI 3 Meter Lokal

19. Pipa galvanis ϴ5/8 MCI 3 Meter Lokal

20. Elektroda bumi BKT 1 Buah Lokal

21. Parallel groove 1 Buah Lokal

22. Dudukan FCO dan LA lengkap 3 Buah Lokal

23. Papan Tanda Bahaya 1 Buah Lokal

24. Pondasi Gardu 1 Set Lokal

25. Rangka Duduk Trafo Lengkap 1 Set Lokal

26. Tension Bracket 16 Set Lokal

27. Strain Clamp 16 Set Lokal

28. Stainless Steel Strip 37 Meter Lokal

29. Stopping Buckle 57 Set Lokal

30. Plactic Strap 57 Set Lokal

31. Suspension Bracket 10 Set Lokal

32. Suspension Clamp 10 Set Lokal

41
33. Bimetal Join Sleeve + Shrink 4 Buah Lokal
Cover
34. Pipa galvanis 3 Inci 3 meter 1 Buah Lokal

35. Protective Plastic Tape 1 Meter Lokal

36. 3 Buah Lokal


Insulator Tank 20kv

37. 2 Batang Lokal


Travers Afspan TM 3 Pole UNP

38. Double arming bolt M16 x 250 3 Buah Lokal

mm Double Arming

39. Moer Bolt M16 X 250mm 1 Buah Lokal

40. 4 Buah Lokal


Topang Travers 36 X 650mm

41. 4 Buah
Moer Baut M12 X 45mm Lokal

42. Double arming bolt M16 x 300


3 Buah Lokal
mm

43.
Heat Shrink Terminal 1 Set Lokal

44.
Compress type Connector 28 Buah Lokal

45.
Link 25 x 50 21 Buah Lokal

42
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem


distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya
listrik besar (Bulk Power Source) sampai ke konsumen.
Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah:
1) pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan
2) merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan
pelanggan, karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani
langsung melalui jaringan distribusi.

2. Pada perencanaan proyek distribusi dan gardu distribusi, terdapat beberapa


tahap yang dilakukan, yakni:
1. Menentukan perumahan atau lokasi perencanaan.
2. Mencari site plan dari perumahan tersebut.
3. Melakukan survei lapangan.
4. Menentukan letak tiang.
5. Menghitung penghantar atau kabel ke setiap rumah.
6. Menghitung daya total dari perumahan tersebut
7. Menentukan jenis trafo dan besar daya trafo yang dibutuhkan.
8. Menyusun laporan perencanan distribusi dan gardu distribusi.
9. Melakukan asistensi ke dosen bersangkutan.

3. Pembagian daya pada setiap perumahan subsidi di Perumahan Puri Taman


Sari terbagi atas dua, yakni 900 VA dan 1300 VA. Jumlah seluruh daya pada
perumahan Puri Taman Sari adalah 433300 VA dengan jumlah rumah berkisar
400 rumah.

43
5.2 Saran

Adapun saran penulis agar kiranya kegiatan ini dilakukan tidak hanya berdasarkan

teori, tetapi akan lebih baik jika dilaksanakan praktik di lapangan langsung unruk

mengetahui bentuk fisik gardu distribusi dan jaringan distribusi.

44
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Denah Penelitian

Lokasi studi perancangan ini terletak di kota Makassar yaitu

Perumahan Puri Taman Sari di Jalan Toddopuli 6, dengan tipe perumahan 36 dan

45 dan daya perumahan 900VA dan 1300VA. Untuk gambar denah beserta letak

tiang dan pembebanan dapat dilihat pada gambar 3.6

3.2 Prosedur Penelitian

Dalam suatu penelitian, dibutuhkan prosedur atau langkah-langkah yang akan


dilakukan sehingga penelitian dapat terlaksana secara terstruktur, sistematis dan
terarah. Berikut langkah-langkah yang menjadi acuan dari penulis:
1. Melakukan studi pustaka melalui literatur yang telah dikumpulkan.

2. Mengenali obyek yang akan diteliti berupa observasi langsung (studi lapangan).
3. Melakukan perencanaan pembangunan pada lokasi yang telah di observasi
berdasarkan aturan yang telah ditentukan oleh pihak PT.PLN (Persero).

Berikut flowchart dari prosedur kegiatan yang akan dilakukan.

Mulai

Studi Literatur

Observasi Lapangan
2

45
Perencanaan pembangunan

Penyelesaian
Laporan

Selesai

Gambar 3.2 Diagram Flowchart Penelitian

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Berikut adalah teknik atau metode yang digunakan dalam mengumpulkan data
dalam penelitian yang dilakukan:

1. Studi Literatur
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cara mengumpulkan
berbagai referensi yang berhubungan dengan judul tugas akhir, baik melalui buku
ajar, tugas akhir ataupun jurnal penelitian, internet, maupun buku panduan dari PT.
PLN (Persero) yang kami peroleh di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan.

2. Observasi
Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengadakan kunjungan langsung ke
lapangan guna mengenal dan mengamati objek secara langsung, yakni pada saat
dilakukan inspeksi langsung oleh pihak PLN bagian perencanaan.

3. Wawancara
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan tanya jawab ataupun
konsultasi langsung dengan narasumber yang menguasai teori dan mengetahui hal-
hal yang berhubungan dengan penelitian akan dikaji serta data-data perumahan dari
marketing pada perumahan Puri Taman Sari.
46
3.4 Teknik Pengolahan/Analisis Data

Data dari hasil penelitian yang diperoleh melalui kunjungan langsung ke


Perumahan Puri Taman Sari dengan membuat perencanaan pembangunan jaringan
distribusi.

3.5 Langkah Kerja


1. Menentukan perumahan atau lokasi perencanaan.

2. Mencari site plan dari perumahan tersebut.

3. Melakukan survei lapangan.

4. Menentukan letak tiang.

5. Menghitung penghantar atau kabel ke setiap rumah.

6. Menghitung daya total dari perumahan tersebut

7. Menentukan jenis trafo dan besar daya trafo yang dibutuhkan.

8. Menyusun laporan perencanan distribusi dan gardu distribusi.

9. Melakukan asistensi ke dosen bersangkutan.

3.6 Gambar Perencanaan

47
48