Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada era sekarang ini energi listrik sangat diperlukan baik untuk
keperluan industri maupun rumah tangga secara terus menerus selama 24
jam. Namun sumber utama listrik dalam hal ini PLN (Perusahaan Listrik
Negara) dapat mengalami gangguan sewaktu-waktu sehingga diperlukan
suplai cadangan listrik sebagai backup agar aktifitas kerja tidak akan
terhambat oleh adanya pemadaman listrik. Karena sumber listrik ini sangat
krusial, maka biasanya setiap industri memiliki Generator Set (Genset)
sebagai backup.
Genset merupakan adalah sebuah mesin listrik yang terdiri dari
sebuah generator dan motor yang digunakan untuk menggerakkan rotor
generator sehingga dapat menghasilkan listrik. Pembangkit ini sangat
mahal bila dibanding dengan sumber listrik dari PLN dan menghasilkan
polusi terhadap lingkungan sehingga Genset hanya digunakan sebagai
backup. Perawatan pada Genset juga diperlukan agar tetap tahan lama
dan selalu dalam kondisi yang stabil. Untuk perawatannya maka generator
perlu dipanaskan dengan jangka waktunya tergantung dari jenis generator.
Gangguan yang terjadi pada sumber utama PLN tidak diketahui kapan
terjadinya sehingga agar kontinuitas pelayanan tetap berjalan maka
dibutuhkan suatu alat yang disebut Automatic Transfer Switch (ATS) –
Automatic Main Failure (AMF) yang dapat bekerja secara otomatis
memindahkan sumber dari PLN ke Genset dan sebaliknya. ATS-AMF juga
bekerja untuk menjalankan dan mematikan generator tersebut sesuai
kebutuhan sistem. Untuk memahami cara kerja rangkaian kontrol ATS-
AMF ini maka harus dipahami terbih dahulu komponen-komponen yang
terdapat pada sistem ATS-AMF dan perannya masing-masing serta
proteksinya
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang penulis kemukakan dalam penulisan
laporan ini adalah:
1. Bagaimana cara mengoperasikan Genset melalui panel kontrol ATS-
AMF?
2. Apa saja fungsi dari bagian-bagian Genset serta ATS-AMF?
3. Indikator apa saja yang perlu diperhatikan dalam menjalankan Genset?
4. Bagaimana proteksi dari Genset serta ATS-AMF?

1.3 Ruang Lingkup


Dalam pembahasan dan penulisan laporan ini, penulis membatasi
permasalahan seputar pengoperasian Generator Get dan ATS-AMF.

1.4 Tujuan
Setelah melakukan praktek Genset dan ATS-AMF ini, praktikan
diharapkan dapat:
1. Mengetahui pengertian dari Genset dan ATS-AMF beserta fungsi dan
bagiannya
2. Dapat membedakan cara kerja Genset pada mode operasi otomatis
maupun manual
3. Mengetahui cara mengoperasikan dan pengujian Generato Set melalui
panel kontrol ATS-AMF
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Dasar

2.1.1 Jenis Pembangkit Tenaga Listrik

Pada dasarnya, prinsip pembangkitan tenaga listrik terdapat pada


pengubahan energi mekanik ke dalam energi listrik. Gambar berikut ini
memperlihatan bagan sistem pembangkitan, yang terdiri dari berbagai jenis
pembangkitan.

Gambar 2.1 Prinsip kerja sistem pembangkit tenaga listrik

Masing-masing jenis pembangkit tenaga listrik mempunyai prinsip


kerja yang berbeda-beda, sesuai dengan penggerak mulanya (prime
mover). Satu hal yang sama dari beberapa jenis pembangkit tenaga listrik
tersebut yaitu semuanya sama-sama berfungsi merubah energi mekanik
menjadi energi listrik, dengan cara mengubah potensi energi mekanik dari
air, uap, gas, panas bumi, nuklir, kombinasi gas dan uap, menggerakkan
atau memutar turbin yang porosnya dikopel dengan generator selanjutnya
dengan sistem pengaturannya generator tersebut akan menghasilkan daya
listrik. Khusus untuk pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), prinsip
kerjanya berbeda dengan pembangkit listrik lainnya. Sebenarnya energi
penggerak PLTD ini adalah bahan bakar minyak karena bahan bakar
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mesin diesel tersebut, maka
disebut juga pembangkit tenaga diesel. Diesel ini merupakan satu unit
lengkap yang langsung menggerakkan generator dan menghasilkan energi
lsitrik.

 Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik


Kelengkapan pada pusat pembangkit listrik antara lain adalah:

1. Instalasi sumber energi (energi primer, yaitu instalasi bahan


bakar untuk pusat pembangkit termal dan atau instalasi tenaga air)
2. Instalasi mesin penggerak generator listrik, yaitu instalasi
yang berfungsi sebagai pengubah energi primer menjadi energi
mekanik sebagai penggerak generator listrik
3. Mesin penggerak generator listrik dapat berasal dari ketel uap
beserta turbin uap, mesin diesel, turbin gas, dan turbin air
4. Instalasi pendingin, yaitu instalasi yang berfungsi
mendinginkan instalasi mesin penggerak yang
menggunakan bahan bakar.
5. Instalasi Listrik, yaitu instalasi yang secara garis besar terdiri dari:
1. Instalasi tegangan tinggi, yaitu instalasi yang yang digunakan
untuk menyalurkan energi listrik yang dlibangkitkan generator
listrik
2. Instalasi tegangan rendah, yaitu instalasi pada peralatan bantu
dan instalasi penerangan,
3. Instalasi arus searah, yaitu instalasi baterai aki dan
peralatan pengisiannya serta jaringan arus searah terutama
yang digunakan untuk proteksi, kontrol, dan telekomunikasi.

 Jenis Pembangkit Tenaga Listrik


Secara umum pembangkit tenaga listrik dikelompokkan menjadi dua
bagian besar yaitu pembangkit listrik thermis dan pembangkit listrik non
thermis. Pembangkit listrik thermis mengubah energi panas menjadi energi
listrik, panas disini bisa dihasilkan oleh panas bumi, minyak, uap dan yang
lainnya. Hal ini dikatakan bahwa pembangkit thermis yang dihasilkan dari
panas bumi mempunyai penggerak mula panas bumi biasanya disebut
pembangkit panas bumi. Sedangkan pembangkit non thermis penggerak
mulanya bukan dari panas, seperti pada pembangkit thermis penggerak
mula inilah yang menentukan nama/jenis pembangkit tenaga listrik tersebut
misalnya apabila penggerak mulanya berupa air maka air inilah yang
menentukan jenis pembangkit tenaga non thermis tersebut biasanya
disederhanakan sebutannya menjadi pembangkit tenaga air (PLTA), dan
lain sebagainya.
Dari dua bagian besar ini dapat dikelompokkan menjdi beberapa
jenis pembangkit yaitu :

A. Pembangkit Listrik Thermis :

1. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD)


2. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
4. Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)
5. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
6. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

B. Pembangkit Listrik Non Thermis

1. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)


2. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH)
2.1.2 Generator Set (Genset)

Genset umumnya digunakan sebagai backup atau cadangan ketika


sumber utama dari PLN mengalami gangguan pada instalasi di bidang
komersial seperti industri, kantor, mall, rumah tangga, dll. Digunakan
sebagai backup karena Genset dalam operasinya membutuhkan biaya
yang mahal untuk bahan bakarnya.

Gambar 1. Genset yang terdapat pada Jurusan Teknik Elektro PNUP

2.1.3 Bagian-bagian Genset

Berikut adalah bagian-bagian dari Genset :

1. Mesin
Mesin adalah sumber energi input mekanis untuk generator

Gambar 2. Mesin Genset


2. Alternator
Alternator adalah bagian dari generator yang menghasilkan output listrik
dari input mekanis yang diberikan oleh mesin. Ini berisi perakitan
bagian-bagian stator dan rotor yang tebungkus dalam satu alternator.
Komponen bekerja sama untuk menyebabkan gerakan relatif antara
medan magnet listrik, yang pada gilirannya menghasilkan listrik.

Gambar 3. Alternator
3. Sistem Bahan Bakar
Tangki bahan bakar atau penampung bahan bakar adalah bagian dari
dasar skid generator atau dipasang diatas bingkai generator. Berukuran
menurut kapasitas gensetnya.

Gambar 4. Sistem bahan bakar


1. Pompa penyemprot bahan bakar
2. Pompa bahan bakar
3. Pompa tangan untuk bahan bakar
4. Saringan awal bahan bakar
5. Saringan akhir bahan bakar
6. Penutup bahan bakar otomatis
7. Injektor
8. Tanki
9. Pipa pengembalian bahan bakar
10. Pipa bahan bakar tekanan tinggi
11. Pipa peluap
4. Pendingin & Exhaust Sistem
Penggunaan terus menerus menyebabkan berbagai komponen
memanas, maka dari itu dibutuhkan pendingin.

Gambar 5. Sistem Pendingin & Exhaust serta tempat pembuangan


sisa pembakaran
1. Pompa air untuk pendingin mesin
2. Pompa air untuk pendingin intercooler
3. Intercooler (alat pendingin udara yang telah dipanaskan)
4. Radiator
5. Thermostat
6. Bypass
7. Saluran pengembalian lewat radiator
8. Kipas
5. Pelumas
Genset memerlukan pelumasan untuk meamastikan operasi daya tahan
dan halus untuk jangka waktu yang panjang. Mesin generator dilumasi
oleh minyak disimpan dalam pompa.
6. Baterai
Geneset dioperasikan dengan baterai yang biasanya berupa aki. Fungsi
baterai sebagai supplier listrik awal ketika pertama dihidupkan
mengambil listrik dari baterai.
Gambar 6. Baterai yang dipakai untuk starting Genset
7. Control Panel
Merupakan antarmuka pengguna dari generator dan mengatur
beberapa ketentuan untuk output listrik dan kontrol

Gambar 7. Control Panel pada Genset


8. Tombol Emergency
Digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan yang tidak diinginkan
seperti troubel pada genset, jika tombol ini ditekan maka akan secara
otomatis mematikan kinerja Genset.
Gambar 8. Tombol Emergency

2.1.4 Automatic Tranfer Switch (ATS) dan Automatic Main Failure


(AMF)

Pada instalasi Genset di industri biasanya terdapat panel ATS dan


AMF. AMF berfungsi untuk menyalakan genset secara otomatis apabila
listrik PLN padam. Panel AMF memerlukan input listrik PLN juga data-data
Genset. Output AMF adalah sinyal ke Genset untuk menyalakan atau
mematikannya. Jika sumber utama dari PLN mengalami gangguan, maka
AMF akan bekerja dan Genset akan menyala sehingga siap menerima
beban, tetapi masih belum terhubung sama seklai ke beban. Untuk
menyambungkan Genset ke jaringan secara otomatis itulah fungsi dari
ATS. ATS juga perlu mendeteksi listrik PLN, sehingga jika PLN kembali
menyuplai, ATS akan mengubah sumber dari Genset ke PLN secara
otomatis.
Gambar 9. Konfigurasi sederhana panel ATS/AMF

Sumber lain mengatakan bahwa ATS adalah suatu alat yang


didalamnya terdapat ATS dan AMF sehingga fungsinya tidak dibedakan
melainkan sebagai satu kesatuan yang mengoperasikan Genset maupun
perpindahan sumber dari PLN ke Genset dan sebaliknya.

Pada panel ATS/AMF terdapat saklar untuk memilih apakah alat


berfungsi dalam kondisi manual atau otomatis. Pada kondisi manual, ketika
terjadi gangguan dari sumber PLN maka Genset harus dijalankan terlebih
dahulu lalu dapat menyuplai beban. Berbeda pada kondisi otomatis, ketika
sumber utama dari PLN terganggu, maka Genset akan otomatis menyala
dan menyuplai beban. Lalu ketika sumber dari PLN tersambung lagi maka
beban akan dilayani secara otomatis ke sumber PLN dan Genset pun akan
berhenti beroperasi. Jadi pada prinsipnya, ATS/AMF menggantikan fungsi
operator manual untuk berjaga sehari-hari, untuk mengantisipasi
pemadaman PLN. Namun ATS/AMF bukanlah pengganti untuk kegiatan
maintenance rutin oleh operator.

Gambar 10. Panel ATS/AMF

2.1.5 Komponen - komponen dari ATS/AMF


1. Relay
Relay adalah alat yang dioperasikan dengan listrik yang secara me
kanis mengontrol penghubungan rangkaian listrik. Relay adalah bagian
yang penting dari banyak sistem kontrol, bermanfaat untuk kontrol jarak
jauh dan pengontrolan alat tegangan dan arus tinggi dengan sinyal
kontrol tegangan dan arus rendah.

Gambar 11. Relay

2. Selector Switch
Berfungsi pengatur yang digunakan untuk memilih mengoperasikan alat
secara manual atau otomatis.

Gambar 12. Selector Switch


3. Push Button
Adalah bentuk saklar yang paling umum dari pengendali manual yang
dijumpai. Tombol tekan NO (Normally Open) menyambung rangkaian
ketika tombol ditekan dan kembali pada posisi terputus ketika tombol
dilepas. Tombol tekan NC (Normally Closed) akan memutus rangkaian
apabila tombol dikena dan kembali pada posisi terhubung ketika tombol
dilepaskan.

Gambar 13. Push Button


4. Kontroler
Kontroler merupakan otak dari suatu sistem kontrol. PLC merupakan
salah salu bentuk kontroler berbasis mikroprosesor yang
memanfaatkan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan
instruksi-instruksi dan umtuk mengimplementasikan fungsi-fungsi
semisal logika, timing, dan aritmatika guna mengontrol mesin-mesin.
5. Kontaktor
Kontaktor adalah komponen elektromekanik yang dapat berfungsi
sebagai penyambung dan pemutus rangkaian, yang dapat dikendalikan
dari jarak jauh pergerakan kontak-kontaknya terjadi karena adanya
gaya elektromagnet.Kontaktor magnet merupakan sakelar yang bekerja
berdasarkan kemagnetan, artinya bekerja bila ada gaya kemagnetan.
Sebuah koil dengan inti berbentuk huruf E yang diam, jika koil dialirkan
arus listrik akan menjadi magnet dan menarik inti magnet yang
bergerak dan menarik sekaligus kontak dalam posisi ON. Batang inti
yang bergerak menarik paling sedikit 3 kontak utama dan beberapa
kontak bantu bisa kontak NC atau NO.
Gambar 14. Kontaktor
6. Miniatur Circuit Breaker (MCB)
MCB adalah sebuah perangkat elektromekanikal yang berfungsi
sebagai pelindung rangkaian listrik dari arus yang berlebihan. Dengan
kata lain, MCB dapat memutuskan arus listrik secara otomatis ketika
arus listrik yang melewati MCB tersebut melebihi nilai yang ditentukan.

Gambar 15. MCB


7. ATS
Berfungsi sebagai switch ketika sumber PLN mengalami gangguan
maka akan secara otomatis memilih Genset sebagai sumber utama.
Begitupun ketika sumber PLN telah normal kembali maka akan
mengganti sumber utama dari Genset ke PLN. Dalam kotak ATS juga
terdapat berupa relay untuk mengamankan peralatan.
Gambar 16. ATS

8. Switch Beban
Digunakan untuk memilih apakah beban yang disuplai adalah gedung
teknik listrik atau trafo daya untuk kebutuhan praktek tegangan
menengah.

Gambar 17. Switch beban


2.1.6 Keuntungan penggunaan ATS-AMF
Keuntungan menggunakan ATS-AMF adalah sebagai berikut :
 Proses pemindahan sumber daya listrik dari PLN menuju Genset
dilakukan dengan waktu yang sangat cepat, sehingga tidak sempat
mengganggu atau merusak perangkat elektronik yang digunakan.
 Tidak perlu menggunakan teknisi listrik untuk menghidupkan Genset,
ataupun untuk mengotak atik proses pemindahan listrik. Melalui panel
sistem ATS, Genset akan secara otomatis melakukan back up arus
listrik.
 Mengurangi resiko terjadinya listrik anjlok secara tiba-tiba yang bisa
memicu kerusakan hingga terbakarnya peralatn elektronik akibat
hubung singkat.

2.2 Prinsip Kerja

Berikut adalah gambar rangkaian utama dan wiring diagramnya :

Gambar 18. Rangkaian utama dan wiring diagram

Dalam panel ATS/AMF ini penulis membaginya dalam tiga blok yang
memiliki fungsi dan tugas masing-masing.

 Blok 1

Blok detector sumber daya utama, rangkaian ini berfungsi untuk


memberikan informasi kondisi sumber listrik utama (hidup atau mati)
kepada rangkaian blok start engine (NC M1). Blok detector ini
menghidupkan M1 apabila listrik utama hidup sekaligus sebagai blok stop
engine (NC R2) apabila listrik utama mati. Pada terminal 5 dan 6, anda
harus menghubung seri pada rangkaian genset sebagai tombol OFF.
Pada blok ini juga terdapat selector switch untuk menfungsikan
rangkaian ini Normal taua Otomatis. Pada fungsi normal, maka kerja
Change Over Switch tidak akan berfungsi.

 Blok 2

Blok relay detector daya Genset, relay detector ini berfungsi untuk
menerima informasi kondisi tegangan/daya Genset kepada rangkaian
utama apabila listrik utama mati dengan menghidupkan (M2) setelah
genset bekerja.

 Blok 3
Blok start engine, berfungsi untuk menyalakan mesin Genset. Blok ini
bekerja berdasarkan masukan dari blok detector sumber daya utama (NC
M1) sebagai awal kerja starter. T3 dan T4 sebagai relay starter dan R3
sebagai kontak starter. Khusus pada rangkaian ini menggunakan
komponen yang mempunyai tegangan kerja 12 V.

2.3 SEGITIGA DAYA

Jika digambarkan dalam bentuk segitiga daya, maka daya nyata


direpresentasikan oleh sisi miring dan da ya aktif maupun reaktid
direpresentasikan oleh sisi-sisi segitiga yang saling tegak lurus.
Dari gambar diatas terlihat pula bahwa semakin besar nila daya reaktif (Q)
akan meningkatkan sudut antara daya nyata dan daya semu atau biasa
disebut dengan power factor / COS φ. sehingga daya yang terbaca pada
alat ukur (S) lebih besar daripada daya yang sesungguhnya dibutuhkan
oleh beban (P).

Berdasarkan gambar diatas kita dapat simpulkan daya listrik dibagi dalam
tiga macam daya sebagai berikut :

1. Daya Nyata (P)


Daya nyata merupakan daya listrik yang digunakan untuk keperluan
menggerakkan mesin-mesin listrik atau peralatan lainnya.

Line to netral / 1 fasa


P = V x I x Cos Ø
Line to line/ 3 fasa
P = √3 x V x I x Cos Ø
Ket :
P = Daya Nyata (Watt)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus yang mengalir pada penghantar (Amper)
Cos T = Faktor Daya

2. Daya Semu (S)


Daya semu merupakan daya listrik yang melalui suatu penghantar
transmisi atau distribusi. Daya ini merupakan hasil perkalian antara
tegangan dan arus yang melalui penghantar.

Line to netral/ 1 fasa


S=VxI
Line to line/ 3 fasa
S = √3 x V x I
Ket :
S = Daya semu (VA)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus yang mengalir pada penghantar (Amper)

3. Daya Reaktif (Q)


Daya reaktif merupakan selisih antara daya semu yang masuk pada
penghantar dengan daya aktif pada penghantar itu sendiri, dimana daya ini
terpakai untuk daya mekanik dan panas. Daya reaktif ini adalah hasil kali
antara besarnya arus dan tegangan yang dipengaruhi oleh faktor daya.

Line to netral/ 1 fasa


Q = V x I x Sin Ø
Line to line/ 3 fasa
Q = √3 x V x I x Sin Ø
Ket :
Q = Daya reaktif (VAR)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus (Amper)
Sin T = Faktor Daya
BAB III

ALAT DAN BAHAN

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktek bengkel yaitu
sebagai berikut :

No. Nama Bahan Jumlah Satuan


1. Generator Set (Genset) 1 Set
2. ATS-AMF 1 Set
BAB IV

LANGKAH KERJA

4.1 Cara mengoperasikan ATS/AMF dan Genset Secara Manual


1. Mengubah saklar di ATS/AMF ke posisi manual

Gambar 19. Saklar pada panel ATS/AMF


2. Menyambungkan baterai ke Genset dalam hal ini mengubah saklar di
baterai ke posisi ON

Gambar 20. Saklar Baterai


3. Pada panel Genset, putar kunci ke posisi auto lalu tekan tombol start
berwana hijau
Gambar 21. Panel pada Genset
4. Setelah itu, tunggu 8 detik lalu Genset akan menyala
5. Periksa indikator Genset berikut:
 Level bahan bakar
 Tekanan oli tidak boleh lebih dari 6 bar
 Suhu maksimal 80oC
 Tegangan baterai tidak boleh kurang dari 12V

Gambar 22. Indikator Genset yang harus diperhatikan


6. Apabila ingin mematikan, ubah saklar pada panel Genset ke posisi 0
Gambar 23. Mematikan Genset
7. Mengubah saklar aki ke posisi OFF

4.2 Cara mengoperasikan ATS/AMF dan Genset Secara Manual


1. Mengubah saklar bateri ke posisi ON

Gambar 24. Sakalar baterai


2. Memindahkan saklar di ATS/AMF ke posisi auto

Gambar 25. Saklar ke posisi Auto


3. Setelah 3 detik maka Genset akan menyala
4. Apabila ingin mematikan, ubah saklar pada ATS/AMF ke posisi off
5. Memindahkan saklar aki ke posisi OFF
BAB V

PEMBAHASAN

5.1 Jenis-Jenis Pembangkit Listrik serta Prinsip Kerjanya

 PLTA ( Pembangkit Listrik Tenaga Air )

Pada dasarnya PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) bekerja dengan cara
mengubah energi potensial (dari DAM atau air terjun) menjadi energi
mekanik (dengan bantuan turbin air), kemudian dari energi mekanik
tersebut dikonversi menjadi energi listrik (dengan bantuan generator). Di
wilayah yang bergunung-gunung dengan banyak sumber air, PLTA sangat
ideal. Pembangkit listrik ini biasanya disatukan dengan waduk yang
digunakan untuk pertanian dan penanggulangan banjir.

PLTA ini memanfaatkan tenaga potensial air yang dihimpun atau


ditampung di waduk apabila air dari sumber air terjun mengalami
kekeringan. Selanjutnya menuju pipa pesat (penstock) untuk menyalurkan
air ke cerobong turbin. Salah satu ujung pipa dipasang penenang berguna
untuk mencegah terjadinya low pressure, low pressure ini dapat
mengakibatkan pecahnya penstock. Gaya jatuh air ini menyebabkan turbin
berputar.Selanjutnya turbin akan mengonversikan energi potensial menjadi
energi kinetik putaran. Generator dihubungkan dengan turbin melalui gigi
putar yang akan menimbulkan arus listrik AC lalu disambungkan ke trafo
step-up sebelum di transmisikan. PLTA ini membutuhkan waktu yang bisa
dibilang cepat dalam beroperasi untuk menghasilkan listrik sekitar 15
menit.

 PLTG ( Pembangkit Listrik Tenaga Gas )

Udara dengan tekanan atmosfir ditarik masuk ke dalam compressor


melalui pintu, udara ditekan masuk ke dalam compressor. Udara ditekan
masuk ke dalam ruang bakar dengan tekanan 250 Psi dicampur dengan
bahan bakar dan di bakar dalam ruang bakar dengan temperatur 2000–
3000ᴼF. Gas hasil pembakaran yang merupakan energi termal dengan
temperature dan tekanan yang tinggi suhunya kira-kira 900ᴼC.
Dari energi panas yang dihasilkan inilah kemudian akan dimanfaatkan
untuk memutar turbin dimana didalam sudu-sudu gerak dan sudu-sudu
diam turbin, gas panas tersebut temperature dan tekanan mengalami
penurunan dan proses ini biasa disebut dengan proses ekspansi.
Selanjutnya energi mekanis yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk
memutar generator hingga menghasilkan energi listrik.
 PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap )

Siklus fluida kerja PLTU merupakan siklus tertutup, yaitu menggunakan


fluida yang sama secara berulang-ulang. Pertama air diisikan ke boiler
hingga mengisi seluruh luas permukaan pemindah panas. Didalam boiler
air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar
dengan udara sehingga berubah menjadi uap. Uap hasil produksi boiler
dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk melakukan kerja
di turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran. Uap bekas
keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin
agar berubah menjadi air. Air kondensat ini kemudian digunakan lagi
sebagai air pengisi boiler. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus
dan berulang-ulang.
Putaran turbin digunakan untuk memutar generator yang dikopel langsung
dengan turbin sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari
terminal output generator. Sekalipun siklus fluida kerjanya merupakan
siklus tertutup, namun jumlah air dalam siklus akan mengalami
pengurangan. Pengurangan air ini disebabkan oleh kebocoran baik yang
disengaja maupun yang tidak disengaja. Untuk mengganti air yang hilang,
maka perlu ditambahkan air kedalam siklus. Kriteria air penambah (make
up water) ini harus sama dengan air yang ada dalam siklus.
 PLTGU ( Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap )

PLTGU adalah gabungan antara PLTU dan PLTG , dimana panas dari gas
buang dari PLTG digunakan untuk mengahsilkan uap yang digunakan
sebagai fluida kerja di PLTU . Proses prinsip kerja dari pembangkit ini
memiliki proses yang hamper mirip dengan siklus PLTU tetapi yang
membedakan adalah pemanasan/sumber panas pada boiler ketika
dipanaskan. Sumber panas PLTU ini dihasilkan dari gas buang dari PLTG.
Pada PLTGU biasanya memiliki 2 pembangkit PLTG dan 1 PLTU. Jika
kedua PLTG tidak beroperasi maka PLTUnya juga tidak dapat beroperasi.
PLTGU ini biasanya menghasilkan listrik dengan waktu sekitar 6-8 jam.

5.2. Generator Set


Pada job ini, kami melakukan pengamatan dan mendata
semua bagian/komponen yang adapada generator sertapada AMF untuk
selanjutnya mencari informasi lebih detail dari tiap bagian/komponen
tersebut.
Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga
mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Alat
ini memperoleh energi mekanis dari prime mover. Generator arus bolak-
balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator diharapkan dapat
mensuplai tenaga listrik pada saat terjadi gangguan, dimana suplai
tersebut digunakan untuk beban prioritas.Berikut adalah data/spesifikasi
mengenai generator yang digunakan:

Gambar 26. Generator WPS20S


Data Teknis secaraUmum
Model : WPS20S
TipeRangka :B
KapasitasTangki : 100 L
Berat : 968, 7 Kg
Tingkat Kebisingan : 59.3 dBA
Dimensi( L x W x H ) : 2142 x 830 x 1369 mm
DayaTerpasang : 22 kVA /18 kW
DayaTersedia : 20 kVA /16 kW
Frekuensi : 50 Hz
Factor daya : 0,8
RPM : 1500
Fasa :3
Tegangan : 380/220
Voltage 380 V 400 V 415 V

Ampere 30,4 A 28,9 A 27,8 A

 Generator

Gambar 27 . Generator Leroy Somer

Manufactur / Merk Generator : Leroy Somer


Model Generator : LSA40M5
Terminal : 12
Kipas Pendingin : Cast Alloy Aluminium
Belitan : 100 % Copper
Kecepatan Maksimum : 2250 rpm
Aliran Angin : .06m³/s(50HZ),0.072m³/s(60HZ)
Voltage
Total Harmonisasi TGH /THC tanpa beban : < 3 % - dengan beban < 2 %
 Mesin Diesel

946 mm 497 mm

840 mm

Gambar 28 .Mesin Diesel


Tabel 3.1 Spesifikasi Mesin Diesel

Fuel Consumption

1800rev/min 1500rev/min
EngineSpeed
g/kWh 1/hr g/kWh I/hr

Standby 235 6.9 244 6.1

Primepower 233 6.2 237 5.3

75% Ofprime
240 4.8 238 4.0
power

50% Ofprime
262 3.5 258 2.9
power
Manufaktur / Merk Mesin : Perkins
Model Mesin : 404D-22G
Dimensi ( LxWxH ) : 915x477x840 mm
Berat : 242 kg
Nomor Cilinder :4
Perpindahan : 2.216 L
Rasio Kompresi : 23,3
Tipe Injeksi : injeksi secara tidak langsung
Sistem Intake : Natural Aspirated
Tahanan Intake : ≤ 6,4 kPa
Sistem Pendingin : Pendingin Cair ( Radiator )
Kipas : Menghembus
Tegangan Baterai : 12 V
Tipe Bahan Bakar : EPA2D89.330-96/CECRF-06-99
Tipe Oli : API-CH-4/ACEAE5
Kapasitas Oli : 10.6 L
Tipe dari pendingin : Glycol mixture
Kapasitas Pendingin : 7,0 L
Tekanan Balik : ≤ 10,2 kPa
Daya Terpasang : 20,6 kW
Daya Terus - menerus : 18,7 kW
Konsumsi Bahan Bakar ( beban 100 % ) : 243g/kWh

Data teknis dari panel AMF dan ATS 30 kV

 3p,30 kVA,400 V,50 HZ


 MCB 50 A
 ELCB 30 mA
- Automatic Chengeover contactor
 Type 606 MZ-4FD
 Rated Voltage AC 660 DC 140 V
 Rated Current 60 A
 Control Voltage AC 220 V

5.3. Komponen dan Pengaman Yang ada pada Genset dan Panel
AMF/ATS 3 30 kVA
 MCB
Singkatan dari Mini Circuit Breaker yang memiliki fungsi
sebagai alat pengaman arus lebih. MCB ini memproteksi arus
lebih yang disebabkan terjadinya beban lebih dan arus lebih
karena adanya hubungan pendek. Dengan demikian prinsip
dasar bekerjanya yaitu untuk pemutusan hubungan yang
disebabkan beban lebih dengan relai arus lebih seketika
digunakan electromagnet.MCB biasanya terbatas pada arus
nominal kecil sampai dgn kurang dari 100 Ampere.
Bentuknya ada yg satu pole (satu input dan satu output), ada
yg dua pole, tiga pole hingga empat.
1. MCB 1 Fasa 6A digunakan sebagai pengaman pada
rangkaian AMF/ATS
2. MCB 3 Fasa 50A digunakan sebagai pengaman yang
menghubungkan antara output generator ke beban (gedung),
dan dari PLN ke rangkaian AMF/ATS
 CT (Current Transformer)
CT merupakan suatu komponen panel listrik dari bahan baja /
metal dalam bentuk lingkaran (ring) atau gelang persegi dan
tengahnya berlubang. Fungsi dari komponen panel listrik ini
yaitu sebagai penurun arus dan atau tegangan pada box
panel .
 Grounding,
Grounding pada instalasi dan komponen panel berfungsi
sebagai pengaman listrik. Pengaman listrik akibat dari kabel -
kabel yg terkelupas dan mengenai body part peralatan
elektonik atau peralatan listrik yg selanjutnya mengenai
orang. Dgn adanya komponen panel listrik ini maka aliran
arus listrik yg liar atau yg tak berfungsi akan dibumikan
 Baterai ( Aki )
Baterai atau aki, atau bisa juga accu adalah sebuah sel listrik
dimana di dalamnya berlangsung proses elektrokimia yang
reversibel (dapat berbalikan) dengan efisiensinya yang tinggi.
Fungsi Baterai yaitu untuk menyimpan energi listrik dalam
bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai
(menyediakan) listik ke sistem starter, sistem pengapian,
lampu-lampu dan komponen komponen kelistrikan lainnya.
Adapun spesifikasi baterai pada genset WPS20S :
-Model : 80D26L
-Tegangan : 12 V
-Kapasitas Baterai : 72 Ah

 Selector Switch
Terdapat 3 pilihan pada selector switch yang berada di panel
ATS/AMF :
0 = Kondisi nol/Tidak terhubung kemanapun
1 = Ke beban (Gedung) dengan menghubungkan keluaran
genset
2 = Ke Kubikel

 A.T.S (Automatic Transfer Switch)


Penggunaan Panel ATS kepada instalasi dalam gedung
dimaksudkan buat mengantisipasi terhadap disaat PLN tidak
sukses dalam mensuplai listrik (mengalami
pemadaman), sehinggadalam perihal ini
genset yg bakal menukar peranan dari PLN utk mensuplai sumber
daya listrik, disini peranan Panel ATS ialah memindahkan dengan
cara automatis distribusi dari PLN ke Genset, maka Genset
tersebut bisa menukar peranan dari PLN utk mensuplai sumber
daya listik terhadapGedung/lokasi
tersebut. Seterusnya seandainya PLN kembali normal.
ATS mempuyai 2 fungsi, yaitu:
 secara Automatic Membuka Suplay listrik dari genset
dan menutup suplay listrik dari PLN dan sebaliknya.
 membuka suplay listrik dari PLN dan Menutup suplay
listrik dari genset secara Automatic ketika Supay listrik
dari PLN kembali
 A.M.F (Automatic Main Failure)
Kalau kita mau biar dalam menghidupkan atau mematikan (ON -
OFF) Engine Genset dengan cara automatis (tidak dengan peranan
operator), sehingga Panel AMF yg bakal menukar peranan
operator buat mengoperasikan Genset. Utk proses perawatan,
sebaiknya Genset butuh dilakukan pemanasan tiap-tiap seminggu
sekali selagi 10-15 menit buat sirkulasi pelumas / Oli
ke seluruhnyasektor mesin. Dalam aspek ini pemakain Panel
AMF dapat menukar peranan
Operator utkmelaksanakan pekerjaan pemanasan Genset
(Warming-up). Bersama di lengkapi suatu Timer, sehingga Genset
tersebut bisa di-setting buat laksanakan proses pemanasan
sendiri dengan caraautomatis tidak dengan pertolongan operator.
Kita tinggal men-setting terhadap hri apa, berapa menit & dalam
seminggu ada berapa kali proses warming-up dilakukan. Gabungan
antara Panel ATS AMF memberikan solusi yg terpadu buat meng-
otomatis-kan dalam menangani masalah kegagalan PLN
AMF berfungsi Secara Automatic Menghidupkan (Start) Genset
ketika suplai Listrik dari PLN Gagal / Padam
5.4 BLOCK DIAGRAM

PLN
SELECTOR
ATS/AMF SWITCH
GENSET

1
0 2
GEDUNG
OFF TRAFO
STEP UP

KUBIKEL

JTM 20 KV

TRAFO

STEP
DOWN

PANEL
DISTRIBUSI

JTR

PELANGGAN
KKB 3
PHASA

MCB 3 SWITCH
R S T ATS BEBAN
PHASA 50 A

PLN 2 TRAFO

0
MCB 3
R S T
PHASA 50 A

GENSET 1 GEDUNG

KKB 3
PHASA

Gambar Rangkaian

Dari gambar diatas, pada sistem ini terdapat dua jenis beban yang
dapat disuplai yakni gedung Teknik Listrik ketika posisi 1 dan trafo ketika
posisi 2(untuk kebutuhan praktek tegangan menengah) yang dipilih
melalui switch yang ada dalam ATS/AMF. Kotak kontak bantu (KKB) yang
terpasang tidak sesuai dengan ketentuan karena KKB langsung tercouple
di sumber Genset maupun PLN dan juga penghantarnya tidak
menggunakan pipa, jadi KKB yang ada tidak memiliki pengaman seperti
MCB. Hal ini tentu dapat menyebabkan kerusakan bagi Genset apabila
terjadi gangguan pada KKB tersebut.

Gambar 29. Kotak Kontak Bantu (KKB) yang digunakan


BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktik ini maka penulis dapat menarik kesimpulan
bahwa :
1. Genset adalah suatu set peralatan gabungan dari dua perangkat
berbeda yaitu mesin dan generator atau alternator.
2. Ketika sumber utama dari PLN mengalami gangguan, maka Genset
digunakan untuk menyuplai listrik ke beban.
3. Ketika listrik dari PLN padam, secara otomatis Genset akan menyala
dalam waktu 3 detik dan langsung dapat menyuplai beban.
4. Secara keseluruhan sistem dari PLN dang Genset diatur dalam panel
ATS/AMF, dimana perlatan kontrol ini mengatur kerja catuan Genset
secara otomatis maupun manual, dimana semua informasi diperoleh
dari dua arah yang akan diolah dan dikeluarkan dalam bentuk perintah.
5. Pengoperasian Genset secara manual dilakukan untuk pemanasan
mesin dan maintenance.

6.2 Saran
Adapun saran penulis agar kegiatan bengkel ini lebih bermanfaat ialah
supaya kegiatan ini dilakukan tidak hanya pengenalan teori, tetapi praktik
tentang perangkaian panel ATS/AMF dapat dilakukan atau setidaknya
dapat melakukan troubleshooting terhadap Genset ataupun panel
ATS/AMF.
LAMPIRAN