Anda di halaman 1dari 18

TEKNOLOGI KELOMPOK

Disusun untuk Memenuhi Tugas Proses Manufaktur

Disusun oleh kelompok :


1. Dedhek Adi Saputro 201769030059
2. Mochamad Zaenal Abidin 201769030005
3. Jefri Afri yanto 201769030035

Dosen Pengampu Mata Kuliah:


Nuryanto, ST., MT.

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS YUDHARTA
2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................................... 2
BAB I .............................................................................................................................................. 3
I. 1. LATAR BELAKANG...................................................................................................... 3
I. 2. TUJUAN MAKALAH ..................................................................................................... 3
I. 3. PERMASALAHAN ......................................................................................................... 4
BAB II............................................................................................................................................. 5
2.1. Pengertian Tehnologi Manufaktur ................................................................................... 5
2.2. Pengertian Grup Tehnologi (GT) ..................................................................................... 6
2.3. Prinsip Grup Tehnologi .................................................................................................... 7
2.4. Tipe-Tipe Grup Tehnologi ............................................................................................... 8
2.5. Permasalahan Grup Tehnologi ........................................................................................... 11
2.6. Cara Pembentukan Grup ................................................................................................ 12
2.7. Keuntungan aplikasi GT................................................................................................. 13
2.8. Kekurangan aplikasi GT................................................................................................. 14
BAB III ......................................................................................................................................... 15
3. 1. Kesimpulan..................................................................................................................... 15
3. 1. Saran ............................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 16
LAMPIRAN .................................................................................................................................. 17
BAB I
PENDAHULUAN

I. 1. LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan yang besar dalam operasi
perusahaan. Pemanfaatan teknologi dalam dunia bisnis menyebabkan perubahan yang luar
biasa dalam persaingan produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia
penanganan transaksi penukaran antara perusahaan dan pelanggan maupun dengan
perrusahaan lain, pemasok pemegang saham, pemerintah dan lainya.
Tata letak pabrik adalah suatu landasan utama dalam dunia industri.Tata letak pabrik
(plant layout) atau tata letak fasilitas merupakan tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas
pabrik seperti gedung sebagai fasilitas utama maupun fasilitas produksi lainnya, guna
menunjang kelancaran proses produksi. Pada umumnya, aktifitas produksi suatu industri
secara manualnya akan berlangsung lama dengan tata letak yang tetap, maka setiap
kekeliruan yang dibuat dalam perencanaan tata letak ini akan menyebabkan beberapa
kerugian, misalkan saja besarnya jarak dan biaya dalam proses pemindahan bahan.
Melihat kenyataan tersebut, sebaiknya dilakukan sebuah kajian teori mengenai
perancangan tata letak mesin agar pola malerial handling bisa diatur, sehingga
meminimalkan jarak dan biaya material handling.

I. 2. TUJUAN MAKALAH
Dala pembuatan makalah ini memiliki tujuan diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui pengertian dari grup teknologi
b. Mengetahui prinsip-prinsip dalam implementasi
c. Mengetahui tipe dari konsep grup teknologi
d. Mengetahui permasalahan yang muncul dan karakteristik ideal
e. Mengetahui keuntungan dan kekekurangan konsep ini
f. Memenuhi tugas pembuatan makalah dari mata kuliah proses manufaktur
I. 3. PERMASALAHAN
Untuk membatasi penguraian pembahasan, maka penyusun membuat beberapa
rumusan masalah berupa pertanyaan yaitu:
a. Apa definisi dari grup teknologi?
b. Apa saja keuntungan menggunakan grup teknologi?
c. Bagaimana cara implementai grup teknologi dengan baik?
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Tehnologi Manufaktur


Teknologi memiliki pengertian yang beraneka ragam walaupun masing-masing
definisi memiliki tujuan yang sama. Menurut Goodhue (1995) dalam Eka dan
Sabaruddinsah (2011) mendefinisikan teknologi sebagai alat yang digunakan oleh
individu untuk membantu menyelesaikan tugas.
Produksi dan manufaktur memiliki pengertian yang berbeda. Produksi memiliki
pengertian membuat sesuatu yang baru baik tangible(produk) maupun intangible
(service).Sedangkan manufaktur merupakan perubahan atau transformasi dari yang
awalnya berupa bahan baku menjadi sebuah produk. Perubahan dilakukan dengan
menggunakan energy dan prosesnya dapat bersifat fisikal maupun kimiawi. Suatu proses
terdiri dari desain,pemilihan material,planning manufacturing production,quality
assurance,manajemen serta pemasaran produk dari industri manufaktur (CIRP-
International Conference on Production Research, 1983).[1]
Henry C.Co mendefinisikkan tata letak teknologi kelompok (group technology
layout) sebagai teknik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan bersama komponen-
komponen yang sama atau berhubungan dalam proses produksi untuk mengoptimalkan
aliran produksi.
Dalam konsep manufaktur, teknologi kelompok didefinisikan sebagai suatu
filosofi manajemen yang melakukan pengidentifikasian dan
pengelompokkan part berdasarkan kemiripan dalam perancangan dan proses manufaktur.
Teknologi kelompok dimaksudkan untuk memperoleh efisiensi yang tinggi pada tata
letak produk dan fleksibilitas yang tinggi pada tata letak proses
Penelitian tentang teknologi kelompok untuk sistem manufaktur pertama kali
dimulai akhir tahun 1950. Pada saat itu para peneliti mulai menyadari bahwa
beberapa part memiliki pendekatan manufaktur yang sama secara umum. Selanjutnya
mereka menyimpulkan bahwa part tersebut bisa dikelompokkan dan diproses bersama,
serupa dengan mass production. Berdasarkan kesimpulan ini, mareka kemudian membuat
kelompok-kelompok part yang sama dan kemudian menggunakan kelompok mesin
dan tools tertentu untuk memproduksinya, dengan tujuan untuk mengurangi setup.
Peneliti utama yang dikenal dengan teori ini adalah S.P Mitronov, seorang peneliti asal
USSR. Dalam tahun-tahun berikutnya, mulai berkembang beberapa klasifikasi dan sistem
koding (coding system) untuk menyusun part family. Pada awal tahun 1960 konsep
teknologi kelompok mulai diterapkan pada perusahaan untuk pertama kalinya, dan sejak
saat itulah konsep teknologi kelompok mulai diterima secara menyeluruh di dunia

2.2. Pengertian Grup Tehnologi (GT)


Grup Teknologi (GT) adalah filosofi manufaktur yang bertujuan untuk meningkatkan
produktifitas dengan menggabungkan/mengelompokan bagian mesin dan produk yang
dihasilkan yang sesuai dengan karakteristik menjadi satu bagian dan membentuk jaringan
produksi pada kelompok mesin dan proses yang berbeda.
Kelompok dari bagian mesin dengan karakteristik yang sama dikenal juga sebagai
“part family” dan kelompok dari mesin-mesin yang memproses “part family” yang terpisah
dikenal dengan “machine cell”. Tidak semua part family diproses oleh machine cell. Proses
ini dinamakan “cellular manufacturing/manufaktur jaringan”.
Menurut Wikipedia, grup teknologi adalah tehnik manufaktur di mana bagian-
bagian yang memiliki kesamaan dalam geometri, proses manufaktur dan fungsi dirangkai
bersama/dikelompokkan. Grup teknologi berdasar pada prinsip dasar bahwa masalah-
masalah pada proses produksi adalah sama dan jika masalah-masalah tersebut digabungkan
maka akan muncul satu solusi pada permasalahan tersebut, dengan ini akan menghemat
waktu dan tenaga.
Proses manufaktur dapat lebih efisien karena operasi produksi diubah menjadi
jaringan kecil sehingga dapat menekan kebutuhan pada perpindahan bagian atau produk
pada line produksi.
Pada awal tahun 1920-an, departemen produksi pada suatu perusahaan dengan
memproduksi produk-produk standar dapat menurunkan transportasi pada departemen
tersebut. Inilah awal permulaan dari Grup Teknologi. Bagian-bagian dipisahkan dan
bagian yang memiliki kemiripan diproduksi bersama dengan proses standar. Dengan ini,
terbentuk “focused factories” sebagai unit operasi terpisah pada perusahaan.
Secara umum, Grup Teknologi adalah teori manajemen berdasar pada prinsip “hal
yang sama harus dikerjakan bersamaan”. Hal yang dimaksud adalah desain produk,
perencanaan proses, fabrikasi, perakitan dan control produksi. Namun, dapat juga
diaplikasikan pada beberapa aktivitas, termasuk fungsi administrasi.

2.3. Prinsip Grup Tehnologi


Prinsip grup teknologi yaitu membagi fasilitas manufaktur menjadi kelompok-
kelompok kecil atau jaringan mesin. Sehingga hal ini disebut sebagai selular manufaktur.
Tiap bagian dalam jaringan ditujukan untuk kelompok tertentu. Khususnya, sebuah sel
adalah kelompok kecil dari mesinmesin. Sebagai contoh yaitu mesin yang terdiri dari alat
control dan pengawasan, penyimpanan tools dan suku cadang, robot untuk handling parts
dan hardware control yang saling terkait.
Grup teknologi juga digunakan untuk membangun kelompok lebih besar,
contohnya departemen yang terdiri dari beberapa jaringan dengan system otomatis atau
mesin-mesin yang dikontrol oleh tenaga ahli dalam beberapa tipe. Jika volume produksi
sangat besar, maka menggunakan tipe “pure item flow lines”, namun jika volume kecil dan
part-part yang tersusun saling berbeda, maka akan lebih tepat menggunakan functional
layout/job shop tipe. Untuk kasus volume yang memiliki keragaman part dan volume
dengan tingkat menengah, maka penggunaan konfigurasi pengelompokan akan lebih tepat.
Jika digunakan secara tepat, grup teknologi dapat memberikan improvement dan
dapat diterapkan pada semua lingkungan manufaktur,seperti:
a. Untuk manufaktur engineer, grup teknologi dipandang sebagau model acuan untuk
mencapai manfaat dari system flow line dalam sebuah lingkungan manufaktur yang
sebelumnya adalah job shop lay out. Prinsipnya dengan membentuk kelompok dan
layout berlandaskan tipe produk dalam tiap tiap kelompok. Jika perlu, maka akan
di-desain part baru yang cocok pada proses ini. Dengan cara ini, maka hasil
produksi dapat tercapai dan kemudian standarisasi perencanaan proses dapat
dikembangkan.
b. Sedangkan untuk desain engineer, grup teknologi berarti melakukan standarisasi
perencanaan produk dan proses. Jika sebuah part baru akan dirancang, pertama
ambil rancangan yang sama dari existing part. Kemungkinan, kebutuhan untuk part
baru akan terhapuskan jika existing part sudah memadai. Jika sebuah part baru
memang dibutuhkan, maka new plan dapat dibangun secara cepat berlandaskan
pada keputusan-keputusan dan dokumentasi sebelumnya yang dibuat untuk part-
part yang sama. Dengan demikian, plan yang dihasilkan akan cocok dengan
current manufacturing procedures dan document preparation time dapat dikurangi.
Sehingga design engineer dapat bebas berkonsentasi pada optimal design.

2.4. Tipe-Tipe Grup Tehnologi[2]


Dalam konteks grup teknologi, pendekatan tipikal digunakan untuk
mengelompokkan composite part yang dapat dilihat pada gambar 1. Dalam ilustrasi
tersebut, terlihat dalam pembuatan produk dengan spesifikasi tertentu memerlukan
tahapan proses. Masing-masing tahapan proses membentuk hasil yang berbeda-beda,
inilah komposit part grup teknologi. Dimana dalam proses yang sama, maka akan
digabungkan untuk dapat membentuk suatu produk dan bahkan dapat membentuk produk
baru dalam satu proses produksi.

Gambar 1. Group teknologi pada komposit


Dalam layout functional process/jobshop, seluruh part yang diproduksi harus
melewati seluruh proses pembentukan yang berbeda. Prioritas pekerjaan sangat sulit
untuk diatur dan inventori dalam skala besar harus digunakan untuk menjamin
berjalannya proses ini. Namun dalam grup teknologi, setiap part yang diproduksi hanya
melewati kelompok bagian proses tertentu, sehingga waktu persiapan lebih cepat dalam
penyesuaian untuk pergantian kondisi produk yang ditunjang oleh keahlian pekerja yang
mampu menyesuaiakan mesin produksi dan mengikuti proses dari awal sampai akhir. Hal
ini dapat meningkatkan motivasi kerja dan efisiensi.
Dalam melakukan grup teknologi, terdapat 3 tipe layout yaitu GT Flow lines, GT
cell, dan GT center. Adapun penjelasan lebih detail adalah sebagai berikut:
a. GT Flow lines
Dalam konsep ini, seluruh part ditetapkan dalam kelompok untuk mengikuti tiap
tahapan mesin dan membutuhkan waktu yang berbeda-beda dalam tiap tahapan
dalam mesin.

M : Milling

B : Boring

T : Tuning

G : Grinding

D : Driling

Gambar 2. Diagram GT Flow lines

b. GT cell atau teknologi Jaringan


Konsep ini memungkinkan setiap part dapat berpindah antar mesin. Alur
perpindahan tidak berarah yang artinya setiap mesin saling bedekatan dan
memungkinkan perpindahan part dengan cepat.
Part family 2 Part family 1

Gambar 3. Diagram GT cell atau jaringan

c. GT center atau pusat


Konsep GT pusat dapat diaplikasikan jika:
a. Mesin –mesin besar yang tidak bias dipindahkan
b. Keanekaragaman produk dan kelompok part yang perlu perubahan layout yang
sering terjadi

Gambar 4. Diagram GT pada pusat


Penempatan mesin berdasarkan process layout dengan menggunakan
functional departemen/jobshop, tapi tiap mesin dikhususkan untuk memproduksi
kelompok part tertentu. Hanya dengan cara ini manfaat dari proses tool dan
control dari grup teknologi dapat diraih. Namun, dibandingkan dengan layout
grup teknologi selular, konsep ini membutuhkan perpindahan material yang lebih.

2.5. Permasalahan Grup Tehnologi[3]


Beberapa persoalan muncul yang dalam penyusunan tata letak teknologi
kelompok adalah pengidentifikasian part family, pengidentifikasian machine cell dan
pengalokasian part family atau machine cell (atau sebaliknya). Disamping itu juga
terdapat beberapa tujuan dan konstrain yang penting dalam penyusunan teknologi
kelompok, antara lain:
a. Cell independence, Yang menjadi tujuan utama dari formasi sel dalam teknologi
kelompok adalah kebebasan antar sel, dimana tidak ada lagi ketergantungan antar sel.
b. Cell flexibility, Fleksibilitas berhubungan dengan kemampuan untuk
memproses partoleh mesin-mesin di dalam sel (internal routing flexibility),
kemampuan untuk mengirimkan part ke sel lain (external routing flexibility), dan
kemampuan sel untuk mengakomodasi part baru (process fleksibility).
c. Cell system layout, Saat tujuan utama, cell independence, tidak tercapai, maka akan
terjadi perpindahan antar sel. Oleh karena itu, pengaturan tata letak sel harus optimal
karena akan mempengaruhi jarak perpindahan dan pola aliran material.
d. Cell layout, Tata letak mesin didalam sel merupakan faktor lain yang dapat
mempengaruhi jarak perpindahan, pola aliran material.
e. Cell size, Ukuran dari sel merupakan jumlah dari mesin/tipe proses yang disediakan
dalam suatu sel. Ini merupakan variabel yang perlu dikontrol. Contohnya, ukuran sel
tidak boleh terlalu besar karena dapat menghambat lingkungan sosial (sociological
environment) dalam sel dan menghambat pengawasan.
f. Additional investment, Dengan adanya pengelompokkan mesin ke dalam sel untuk
mengerjakan part family tentunya akan ada investasi tambahan untuk mesin. Hal ini
merupakan konstrain utama bagi perusahaan dalam menyusun tata letak produksinya.
Gambar 5. Contoh tata letak teknologi Kelompok

2.6. Cara Pembentukan Grup


Dalam penentuan pembuatan grup maka hars didasarkan pada struktur yang ada
di dalam lingkungan kerja. Organisasi harus terstruktur di sekitar kelompok. Setiap
kelompok dikaitkan dengan departemen fungsional yang berbeda. Misalnya, sebagian
besar penentuan bonus karyawan harus didasarkan pada kinerja kelompok.
Pemberdayaan pekerja merupakan aspek penting. Banyak kelompok yang dialokasikan
tanggung jawabnya untuk penugasan kerja individu. Dengan crosstraining keterampilan
teknis, setidaknya dua pekerja dapat melakukan setiap tugas dan semua pekerja dapat
melakukan banyak tugas. Oleh karena itu ada beberapa fleksibilitas dalam penugasan
kerja.
Kelompok harus menjadi pusat laba independen dalam arti tertentu. Itu juga harus
mempertahankan tanggung jawab untuk kinerja dan otoritasnya untuk mempengaruhi
kinerja itu. Grup adalah entitas tunggal dan harus bertindak bersama untuk
menyelesaikan masalah.
Tabel 1. Tujuh karakteristik penentuan grup[4]
Characteristic Description
Team Specified team of dedicated workers
Products Specified set of products and no others
Facilities Specified set of (mainly) dedicated machines equipment
Group layout Dedicated contiguous space for specified facilities
Target Common group goal, established at start of each period
Independence Buffers between groups; groups can reach goals independently
Size Preferably 6-15 workers (small enough to act as a team with a
common goal; large enough to contain all necessary resources)

2.7. Keuntungan aplikasi GT


Beberapa keuntungan dari tata letak teknologi kelompok dibandingkan dengan
tata letak yang lain adalah sebagai berikut :
a. Pengurangan waktu setup.
Suatu sel manufaktur dirancang untuk mengerjakan part-part yang memiliki
kesamaan bentuk ataupun proses. Pada sel tersebut, partpart dapat dikerjakan dengan
menggunakan alat bantu (fixture) yang sama, sehingga waktu untuk mengganti alat
bantu maupun peralatan lainnya dapat dikurangi.
b. Pengurangan ukuran lot.
Jika waktu setup dapat dikurangi, maka ukuran lot yang kecil menjadi mungkin dan
ekonomis. Ukuran lot yang kecil juga dapat membuat aliran produksi lebih lancar.
c. Pengurangan work-in-process (WIP) dan persediaan barang jadi.
Jika waktu setup dan ukuran lot menjadi kecil maka jumlah WIP dapat dikurangi.
Part-part dapat diproduksi menggunakan konsep just-in-time (JIT) dengan ukuran lot
yang kecil sehingga waktu penyelesaiannya lebih cepat.
d. Pengurangan waktu dan ongkos material handling (OMH).
Pada tata letak seluler, tiap part diproses seluruhnya dalam satu sel (jika
dimungkinkan). Oleh karena itu, waktu dan jarak perpindahan part antar sel lain
menjadi minimal.
e. Perbaikan kulitas produk.
Oleh karena part-part berpindah dari stasiun kerja satu ke stasiun kerja yang lainnya
dalam unit yang tunggal dan diproses dalam area yang relatif kecil, maka
penjadwalan dan pengendalian job akan lebih mudah. Masukan terhadap perbaikan
akan lebih cepat dan proses dapat dihentikan jika terjadi kesalahan.

2.8. Kekurangan aplikasi GT


Beberapa kekurangan dari tata letak teknologi kelompok dibandingkan dengan tata
letak yang lain adalah sebagai berikut :
a. Utilisasi mesin yang rendah.
b. Memungkinkan terjadinya duplikasi mesin
c. Biaya yang cukup tinggi untuk realokasi mesin
d. Membutuhkan tingkat kedisiplinan yang tinggi karena ada kemungkinan komponen
yang diproses berada pada sel yang salah.
BAB III
PENUTUP

3. 1. Kesimpulan
Grup teknologi adalah teknik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan
bersama komponen-komponen yang sama atau berhubungan dalam proses produksi untuk
mengoptimalkan aliran produksi. Dengan masaing-masing tipe dari grup teknologi, maka
konsep ini dapat diaplikasikan ke berbagai jenis manufaktur untuk memotong waktu
proses dan meningkatkan produktivitas.
Sejalan dengan implementasi konsep ini, diketemukan permasalahan yang muncul
dan kendala untuk menanganinya disertai dengan karakteristik dalam mencapai konsep
grup teknologi yang ideal.
Konsep ini tidak 100% sempurna, dalam kelebihan implementasi konsep grup
teknologi, didapat kelebihan dan juga kekurangan dalam konsep ini.
3. 1. Saran
Agar grup teknologi berjalan dengan efisien perlu adanya perancangan yang
benar benar matang dari enginer suatu perusahaan. Jangan sampai dalam menggunakan
grup technology perancangan yang dibuat tidak efisiensi.
DAFTAR PUSTAKA

[1] J. T. Mesin, F. Teknologi, I. Universitas, and K. Petra, “Aplikasi Metode Group


Technology dalam Memperbaiki Tata Letak Mesin untuk Meminimalkan Jarak
Perpindahan Bahan ( Studi Kasus di Perusahaan Mebel Logam ),” pp. 67–71.
[2] “GROUP Teknologi Kelompok.”
[3] I. Sodikin, N. J. Prasatya, J. T. Industri, and F. T. Industri, “PENERAPAN CELLULAR
MANUFACTURING SYSTEM DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA
HEURISTIC SIMILARITY COEFICIENT UNTUK MEMINIMASI WAKTU SIKLUS
DAN BIAYA MATERIAL HANDLING,” vol. 1, no. 1, pp. 44–52, 2008.
[4] Askin & Standridge (1993)., “3. Group Technology / Cellular Manufacturing 1 3.1,”
Chapter 6, 1993.
[5] Askin, R.G., Standridge, C.R.: Modeling & Analysis Of Manufacturing Systems, John
Wiley & Sons, 1993
[6] B. Kernighan and S. Lin (1970): An Efficient Heuristic Procedure for Partitioning of
Electrical Circuits, Bell System Technical Journal, 291-307.

.
LAMPIRAN

Studi kasus:
Kondisi layout fasilitas produksi di perusahaan mengalami kendala dalam hal jarak
pemindahan bahan baku (material handling) yang kurang efisien. Dimana dalam proses
produksinya terdapat aliran pemindahan bahan yang berpotongan (cross movement) dikarenakan
tata letak mesin yang kurang teratur sehingga dapat mengakibatkan proses produksi terganggu.
Jarak antar departemen produksi yang cukup jauh menimbulkan ongkos material handling yang
cukup besar. Selain itu hubungan kedekatan antar stasiun kerja kurang diperhatikan sehingga
membuat aliran material handling menjadi kurang optimal. Belum tersedianya parkir dan area
penimbunan bahan baku juga ikut menjadi kendala pada perusahaan ini, seperti terlihat pada
Gambar 6. Melihat kondisi ini, perlu adanya suatu pertimbangan untuk mengubah tata letak
fasilitas yang ada menjadi lebih efektif dan efisien.

Gambar 6. Layout Awal Pabrik Pembuatan Tahu UD. Dhika Putra


Sedangkan pada gambar 5, menunjukkan kondisi fisik lingkungan kerja yang kurang
tertata rapi, seperti adanya percampuran antara wadah (ember) yang berisi tahu dan wadah yang
tidak berisi tahu pada area gudang bahan jadi. Keadaan ini menunjukkan ketidakteraturan dalam
penataan lingkungan kerja. Selain itu di pabrik tahu ini juga ditemui kondisi lantai dan peralatan
kerja yang masih kotor serta belum adanya pemberian label dan batas yang jelas pada
penempatan peralatan kerja. Oleh karena itu dipelukan suatu uapaya penerapan ilmu GT (grup
tehnologi) untuk menciptakan Kondisi lingkungan kerja yang sesuai melalui perubahan layout
produksi.

Gambar 7. Kondisi Fisik Lingkungan Kerja yang Tidak Rapi pada


Pabrik Tahu UD. Dhika Putra

Beri Nilai