Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, Kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga saya
dapat menyelesaikan tugas Pengantar Administrasi Kepegawaian yaitu mengenai
"Daftar Urut Kepangkatan" .
Saya sebagai penyusun tidak lupa juga mengucapkan terima kasih banyak
kepada guru yang telah membimbing saya dan memberikan masukkan selama
saya mengerjakan tugas ini.
Semoga dengan adanya penjelasan tentang Daftar Urut Kepangkatan ini
dapat bermanfaat bagi yang ingin mengetahui dan yang ingin belajar tentang
Administrasi Kepegawaian.

Dukupuntang, 17 Januari 2020

Penyusun

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepegawaian Negara Indonesia meliputi Perencanaan Kepegawaian,
perencanaan kepegawaian mencakup perkiraan kebutuhan pegawai di masa depan
dari berbagai kategori pekerjaan, memprediksi suplai karyawan saat ini dan di
masa depan dari berbagi kategori pekerjaan, dan membandingkan permintaan
sumber daya manusia dengan suplai yang ada.
Penilaian Kinerja PNS, penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil,
adalah penilaian secara periodik pelaksanaan pekerjaan seorang Pegawai Negeri
Sipil. Pemberhentian PNS, pemberhentian terdiri atas pemberhentian sebagai
pegawai negeri sipil dan pemberhentian dari jabatan negeri.Larangan Menjadi
Anggota Partai, pegawai Negeri Sipil berkedudukan sebagai unsur aparatur
negara, bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional,
jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan tugas negara, pemerintahan dan
pembangunan.

A. Rumusan Masalah
1. Apa definisi Daftar Urut Kepangkatan?
2. Apa landasan hokum DUK ?
3. Apa Fungsi DUK ?
4. Bagaimana tata cara penulisan DUK ?

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi Daftar Urut Kepangkatan?
2. Untuk mengetahui landasan hukum DUK ?
3. Untuk mengetahui Fungsi DUK ?
4. Untuk mengetahui tata cara penulisan DUK ?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Daftar Urut Kepangkatan (DUK)


Adalah suatu daftar yang memuat nama Pegawai Negeri Sipil dan suatu
satuan organisasi Negara yang disusun menurut tingkatan:, Duk Juga Adalah
salah satu bahan objektif untuk melaksnakan pembinaan karier PNS berdasarkan
system karier dan system Prestasi Kerja, Oleh karena itu DUK perlu dibuat dan
dipelihara secara terus menurus.
Daftar Urut Kepangkatan atau DUK sangat penting dalam kepegawaian.
DUK dibuat sebagai salah satu upaya untuk menjamin objektifitas dalam
pembinaan para pegawai negeri sipil yang berdasarkan sistem karir dan sistem
prestasi kerja.

B. Landasan Hukum Daftar Urut Kepangkatan


Daftar Urut Kepangkatan (DUK) PNS ini dibuat berdasarkan landasan hukum
berikut :
1. Pasal 18 ayat 5 dan pasal 20 UPK 1974.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1979 tentang daftar Urut
Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil.
3. UU RI No. 43 Tahun 1999;
4. PP No. 15 Tahun 1979;
5. Surat Edaran Kepala BAKN No. 03 Tahun 1980.

C. Fungsi Daftar Urut Kepangkatan


DUK berfungsi sebagai salah satu bahan objektif untuk melaksanakan
pembinaan karir para pegawai negeri sipil yang didasarkan pada sistem karir dan
sistem prestasi kerja. Karena dibuat untuk pembinaan karir dan prestasi, maka
DUK perlu dibuat dan dipertahankan secara terus-menerus.
Daftar urut kepangkatan ini dibuat setiap tahun secara rutin. Tiap
tahunnya, DUK harus sudah selesai dibuat pada setiap akhir bulan Desember.

3
D. Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan
Daftar urut kepangkatan disusun secara berurutan, yang berdasarkan:
1. Pangkat
2. Jabatan
3. Masa Kerja
4. Latihan Jabatan
5. Pendidikan
6. Usia

E. Penggunaan Daftar Urut Kepangkatan


Penyusunan Daftar Urut Kepangkatan dapat digunakan sebagai :
1. Salah satu bahan obyektif dalam melaksanakan pembinaan karir untuk
para pegawai negeri sipil.
2. Dengan DUK, pembinaan karir PNS dapat dilakukan secara obyektif.
Pembinaan karier dalam hal ini, antara lain meliputi kepangkatan,
penempatan dalam jabatan, pengiriman untuk mengikuti latihan jabatan,
dan lain sebagainya.
3. DUK juga berguna untuk bahan pertimbangan dalam mengisi lowongan.
Ketika ada lowongan, maka PNS yang menduduki DUK lebih tinggi,
wajib dipertimbangkan terlebih dahulu. Akan tetapi, bila tidak mungkin
diangkat untuk mengisi lowongan tersebut karena tidak memenuhi syarat-
syarat lain, seperti syarat kecakapan, kepemimpinan, pengalaman, dan
lainnya, maka harus diberitahukan kepadanya, sehingga ia dapat berusaha
untuk memenuhi kekurangan tersebut untuk kepentingan masa mendatang.

F. Pembuatan Daftar Urut Kepangkatan


Dalam pembuatan DUK, ada berbagai ketentuan yang perlu diketahui. Berikut ini
adalah ketentuan -ketentuan dalam pembuatan DUK :
1. DUK dibuat untuk seluruh PNS dari satuan organisasi Negara.
2. Daftar urut kepangkatan dibuat sekali dalam setahun.
3. Pejabat pembuat DUK, harus memenuhi ketentuan berikut :

4
a) Pejabat pembuat DUK termasuk : Menteri, jaksa agung, pimpinan
kesekretariasan lembaga tinggi Negara, pimpinan pemerintah
nondepartemen, gubernur, dan pejabat lain yang ditentukan oleh
presiden, membuat dan memelihara DUK dalam lingkungan masing-
masing.
b) Para pejabat tersebut, selanjutnya dapat mendelegasikan sebagian
wewenangnya kepada pejabat lain, yang berada dalam lingkungan
kekuasaannya untuk membuat dan memelihara DUK dalam
lingkungan masing-masing.
c) Pejabat yang dapat diberi wewenang untuk membuat dan memlihara
DUK serendah-rendahnya setingkat dengan pejabat yang memangku
jabatan struktural eselon V, yang antara lain meliputi : penilik sekolah
dasar, penilik pendidikan agama, kepala sekolah dasar.
4. DUK untuk pegawai yang diperbantukan, dibuat oleh : Instansi yang
menerima bantuan dan Instansi yang memberi bantuan
5. DUK untuk pegawai negeri sipil di luar jabatan organik tetap, harus
dicantumkan dalam DUK instansi yang bersangkutan.
6. Calon pegawai negeri sipil tidak dicantumkan dalam DUK.

G. Penentuan Nomor Urut Dalam UDK


Ukuran yang digunakan untuk menetapkan nomor urut di dalam DUK
sudah ditentukan dan harus dipatuhi. Ketentuan dalam penentuan nomor urut
dalam DUK tersebut meliputi :
1. Berdasarkan pangkat Pegawai negeri sipil
PNS yang berpangkat lebih tinggi, dicantumkan dalam nomor urut yang
lebih tinggi dalam DUK. Apabila ada 2 orang atau lebih PNS dengan
pangkat sama, semisal sama-sama berpangkat Pembina Tk.I golongan
ruang IV/b, maka di antara mereka yang lebih tua dalam pangkat tersebut
dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam DUK.
2. Berdasarkan Jabatan
Apabila ada lebih dari 2 orang PNS yang berpangkat sama dan diangkat
dalam pangkat tersebut pada waktu sama pula, maka di antara mereka

5
yang memangku jabatan lebih tinggilah yang dicantumkan dalam nomor
urut yang lebih tinggi dalam DUK.
3. Berdasarkan masa kerja
Apabila ada dua orang atau lebih PNS dengan pangkat sama yang
memangku jabatan yang sama pula, maka pegawai negeri sipil yang
memiliki masa kerja lebih banyak yang dicantumkan dalam nomor urut
yang lebih tinggi. Masa kerja yang diperhitungkan di dalam penyusunan
DUK ini adalah masa kerja yang dapat diperhitungkan untuk penetapan
gaji.
4. Berdasarkan Latihan jabatan
Apabila ada dua orang atau lebih PNS yang memiliki pangkat sama dan
memangku jabatan yang sama serta memiliki masa kerja yang sama, maka
pegawai yang pernah mengikuti latihan jabatan yang ditentukanlah yang
dicantumkan pada nomor urut yang lebih tinggi. Jenis dan tingkat latihan
jabatan ditentukan lebih lanjut oleh menteri yang bertanggungjawab di
dalam bidang penertiban dan penyempurnaan aturan aparatur Negara. Jika
jenis dan tingkat latihan jabatan yang dilakukan sama, maka pegawai yang
lebih dulu mengikuti latihan jabatan yang dicantumkan dalam nomor urut
yang lebih tinggi.
5. Berdasarkan Pendidikan
Apabila terdapat dua orang atau lebih PNS yang memiliki pangkat sama,
memangku jabatan yang sama, memiliki jumlah masa kerja sama serta
lulus dari latihan jabatan yang sama pula, maka pegawai yang lulus dari
pendidikan yang lebih tinggi yang dicantumkan dalam nomor urut yang
lebih tinggi.
6. Berdasarkan Usia
Jika ada dua orang atau lebih PNS yang memiliki pangkat yang sama
memangku jabatan sama, mempunyai masa kerja yang sama, lulus dari
latihan jabatan yang sama pula, serta lulus dari pendidikan yang sama atau
setingkat, maka pegawai yang berusia lebih tinggi yang dicantumkan
dalam nomor urut yang lebih tinggi.

6
H. Faktor Penghapusan Nama PNS dalam DUK
1. Diberhentikan sebagai Pegawai Negeri Sipil;
2. Meninggal dunia
3. Pindah instansi

I. Ukuran Penetapan Nomor Urut Yang Tepat


Dalam DUK tidak boleh ada 2 (dua) nama Pegawai Negeri Sipil yang
sama nomor urutnya, maka untuk menetapkan nomor urut yang tepat dalam satu
DUK diadakan ukuran secara berturut-turut sebagai berikut :
1. Pangkat
PNS yang berpangkat lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang
lebih tinggi dalam DUK, Jika ada dua orang/lebih yang memiliki pangkat
yang sama maka dari mereka yang lebih tua dalam pangkat tersebut
dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi.
2. Jabatan
Apabila ada dua orang/lebih, PNS yang berpangkat sama dan diangkat
dalam pangkat itu dalam waktu yang sama, maka dari mereka yang
memangku jabatan yang lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang
lebih tinggi dan dilihat yang lebih dahulu diangkat dalam jabatan yang
sama tingkatannya.
3. Masa Kerja
Apabila ada dua orang/lebih, PNS yang berpangkat sama dan diangkat
dalam pangkat itu dalam waktu yang sama dan memangku jabatan yang
sama, maka dari mereka yang memiliki masa kerja sebagai PNS yang
lebih banyak dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi
4. Latihan Jabatan
Apabila ada dua orang/lebih, PNS yang berpangkat sama dan diangkat
dalam pangkat itu dalam waktu yang sama dan memangku jabatan yang
sama dan memiliki masa kerja yang sama, maka dari mereka yang pernah
mengikuti latihan jabatan yang ditentukan, dicantumkan dalam nomor urut
yang lebih tinggi dalam DUK.

7
5. Pendidikan
Apabila ada dua orang/lebih, PNS yang berpangkat sama dan diangkat
dalam pangkat itu dalam waktu yang sama dan memangku jabatan yang
sama dan memiliki masa kerja yang sama, dan pernah mengikuti latihan
jabatan yang ditentukan, maka dari mereka yang lulus dari pendidikan
yang lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam
DUK.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Jadi kesimpulan dari penjelasan kelompok kami, penulisan DUK yang


baik dan benar dengan cara menggunakan nomor urut, penulisan nama,
penulisan NIP, pemulisan golongan/ ruang pangkat terakhir, penulisan TMT,
penulisan nama jabatan, penulisan eselon, penulisan TMT eselon, dan
penulisan tahun masa kerja. Jika tidak sesuai dengan ke sepeluh hal tersebut
maka akan menyebabkan terjadinya suatu masalah.

B. Saran
Dalam penulisan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) kita harus
menggunakan bahasa yang baik dan benar agar tidak terjadi kesalahan.

9
DAFTAR PUSTAKA

https://portal-ilmu.com/daftar-urut-kepangkatan-kepegawaian/
https://subpeghutanunlam.wordpress.com/2013/01/16/daftar-urutan-kepangkatan-
duk/

10