Anda di halaman 1dari 1

RESUME 1 :Preamble

Hari/Tanggal : Rabu, 22 Januari 2020

Offering/Kelompok : I 2018/ 4 (empat)

Nama Anggota :

1. Aziza Fadhilah (180342618018)


2. Delaila Nafulani Em De Sunjie (180342618010)
3. Hamdan Fatah Ali (180342618070)
4. Thania Ayu Pramesty (180342618029)

International Code of Nomenclature (ICN) merupakan suatu system penamaan dengan


tujuan memberikan nama pada algae, fungi, dan tumbuhan. ICN untuk tanaman budi daya berada
di bawah wewenang komisi internasional untuk nomenclature tanaman yang dibudidaya dengan
kategori khusus organisme di bidang pertanian, kehutanan & holtikultura. Sistem nomenclature
yang tepat dan benar pada biologi sangat penting. Sistem ini digunakan oleh seluruh negara di
dunia untuk menunjukkan unit taxonomi dengan penggunaan istilah dan nama ilmiah pada
kelompok taksonomi individu. Setiap kelompok taksonomi diberi nama. Nama tersebut bukan
untuk menunjukkan karakter atau sejarahnya, namun sebagai sarana untuk menunjukkan
peringkat taxonominya. Selain itu, system nomenclature bertujuan sebagai metode stabil dalam
penamaan kelompok taksonomi, meminimalisir ambigu atau kesalahanpahaman, dan mencegah
penciptaan nama yang tidak penting. Hal lain yang juga menjadi tujuan sistem ini agar tercipta
nama yang memiliki kebenaran tata bahasa yang bersifat absolut, enak didengar, sesuai dengan
kebiasaan yang berlaku dll.

Sistem nomenclature memiliki prinsip yang diatur oleh kode etik. Kode etik dalam sistem
nomenclature mengatur tata nama yang telah lalu dan menyediakan tata nama di masa depan.
Jika ada nama yang tidak sesuai, maka nama tersebut tidak bisa dipertahankan. Hal ini bertujuan
untuk mencapai keseragaman dan kejelasan (terutama pada nomenclature di masa depan). Jika
ada nama yang bertentangan dengan rekomendasi nama yang telah ditetapkan, maka akan
tertolak atau bukan contoh nama yang harus diikuti.

Istilah “divisi” dibentuk dari ketentuan yang mengatur tata kelola kode penggolongan
kelompok. Semua ketentuan kode etik berlaku pada semua organisme seperti alga, fungi,
tumbuhan (fosil/non fosil) termasuk cyanobacteria. Cyntridiomycota, oomycota, jamur lendir,
dan protista fotosintesis/non fotosintesis (kecuali tidak termasuk mikrosporida). Jika memang
tidak ada aturan yang relevan atau diragukan, maka kebiasaan yang diterapkan dapat diikuti.
Perlu diketahui bahwa edisi kode ini menggantikan semua edisi sebelumnya.