Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN

BUDIDAYA TANAMAN KANGKUNG

Disusun Oleh :

SAPYUDIN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMK NEGERI 1 SOBANG

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan

karunianNya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Budidaya

Tanaman Kangkung”.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas sekolah. Dalam penulisan Laporan ini

tentunya disadari masih kurang sempurna, olehnya itu kritik dan saran sangat diharapkan untuk

kesempurnaan pada pembuatan tugas Laporan selanjutnya.

Akhirnya semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang

membutuhkanya.

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengertian Hortikultura berasal dari Bahasa Latin yang terdiri dari dua patah kata yaitu
hortus (kebun) dan culture (bercocok tanam). Hortikultura memiliki makna seluk beluk
kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah – buahan atau tanaman hias. Tanaman
Hortikurtura memiliki beberapa fungsi yakni: sebagai Sumber bahan makanan,
Hiasan/keindahan, dan juga Pekerjaan. Hortikultura terbagi atas 4 bagian yaitu: Sayur-sayuran,
Buah-buahan, tanaman Hias, dan tanaman obat. Ilmu hortikultura berhubungan erat dengan
ilmu pengetahuan lainnya, seperti teknik budidaya tanaman, mekanisasi, tanah dan
pemupukan, ilmu cuaca, dan sebagainya. Pada umumnya budidaya hortikultura diusahakan
lebih intensif dibandingkan dengan budidaya tanaman lainnya. Hasil yang diperoleh dari
budidaya holtikultura ini per unit areanya juga biasanya lebih tinggi. Lebih lanjut dikatakan
tanaman holtikultura memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia. Misalnya tanaman
hias berfungsi untuk member keindahan (aestetika), buah – buahan sebagai makanan, dan lain-
lain.
Dalam hortikultura ada beberapa teknologi perbanyakan tanaman diantaranya yaitu secara
generati dan secara vegetatif. Perbanyakan secara generatif yaitu perbanyakan tanaman melalui
biji. Dalam laporan ini membahas tentang perbanyakan tanaman secara generatif (biji) pada
tanaman kangkung.
Kangkung termasuk sayuran yang populer dan digemari masyarakat Indonesia. Tanaman
kangkung berasal dari India sekitar 500 SM, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma,
Indonesia, Cina Selatan, Australia dan Afrika. Nama latin kangkung adalah Ipomoea reptans.
Di Cina, sayuran ini dikenal dengan nama Weng Cai, sedangkan di Eropa kangkung disebut
Swamp Cabbage. Di Indonesia kangkung memiliki beberapa nama daerah, yaitu Kangkueng
(Sumatera), Kangko (Sulawesi) dan Utangko (Maluku).
Kangkung bergizi tinggi dan lengkap dengan kandungan yang ada pada kangkung seperti
kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, posfor, zat besi, natrium, kalium, vitamin A,
vitamin B, vitamin C, karoten, hentriakontan, dan sitosterol. Senyawa kimia yang dikandung
adalah saponin, flavonoid, dan poliferol.
Kangkung merupakan tanaman yang bermanfaat. Kangkung mempunyai senyawa yang dapat
digunakan untuk pengobatan bagi penderita susah tidur. Serat pada kangkung sangat baik untuk
mencegah konstipasi sehingga dapat menghalangi terjadinya kanker perut. Karetenoid dalam
tubuh akan diubah menjadi vitamin A serta klorofil tinggi.Kedua senyawa ini berperan sebagai
antioksidan yang berguna untuk mencegah penuaan dan menghalangi mutasi genetik penyebab
kanker (Wirakusumah, 1998).
Ada beberapa macam tipe kangkung seperti yaitu Kangkung darat (Ipomea reptans) dan
Kangkung air (Ipomea aquatica). Kangkung darat memiliki ciri seperti corak warna yang hijau
cerah, bunga yang putih dan batang dahang ujung pohonnya yang meruncing kecil, daunnya
yang tipis dan kecil-kecil. Dalam laporan membahas tentang Kangkung darat (Ipomea reptans).

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui cara budidaya tanaman kangkung
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Morfologi Tanaman Kangkung
Kangkung merupakan tanaman yang dapat tumbuh lebih dari satu tahun. Tanaman
kangkung memiliki sistem perakaran tunggang dan cabang-cabangnya akar menyebar kesemua
arah, dapat menembus tanah sampai kedalaman 60 hingga 100 cm, dan melebar secara
mendatar pada radius 150 cm atau lebih, terutama pada jenis kangkung air (Djuariah,
2007).Batang kangkung bulat dan berlubang, berbuku-buku, banyak mengandung air
(herbacious) dari buku-bukunya mudah sekali keluar akar. Memiliki percabangan yang banyak
dan setelah tumbuh lama batangnya akan menjalar (Djuariah, 2007).
Kangkung memiliki tangkai daun melekat pada buku-buku batang dan di ketiak daunnya
terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi percabangan baru. Bentuk daun umumnya
runcing ataupun tumpul, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, dan permukaan daun
bagian bawah berwarna hijau muda. Selama fase pertumbuhanya tanaman kangkung dapat
berbunga, berbuah, dan berbiji terutama jenis kangkung darat. Bentuk bunga kangkung
umumnya berbentuk “terompet” dan daun mahkota bunga berwarna putih atau merah
lembayung (Maria, 2009).
Buah kangkung berbentuk bulat telur yang didalamnya berisi tiga butir biji. Bentuk buah
kangkung seperti melekat dengan bijinya. Warna buah hitam jika sudah tua dan hijau ketika
muda. Buah kangkung berukuran kecil sekitar 10 mm, dan umur buah kangkung tidak lama.
Bentuk biji kangkung bersegi-segi atau tegak bulat. Berwarna cokelat atau kehitam-hitaman,
dan termasuk biji berkeping dua. Pada jenis kangkung darat biji kangkung berfungsi sebagai
alat perbanyakan tanaman secara generatif (Maria, 2009).

2. Syarat Tumbuh
a. Iklim
Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat (Ipomea reptans)
dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin. Jumlah curah hujan yang
baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Pada musim hujan
tanaman kangkung pertumbuhannya sangat cepat dan subur, asalkan di sekelilingnya tidak
tumbuh rumput liar. Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput
liar, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput, kebun/ladang yang agak rimbun
(Aditya, 2009).
Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar matahari yang
cukup. Di tempat yang terlindung (ternaungi) tanaman kangkung akan tumbuh memanjang
(tinggi) tetapi kurus-kurus. Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang
panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung, maka kualitas daun bagus dan lemas
sehingga disukai konsumen. Suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik 100
m tinggi tempat, maka temperatur udara turun 1 derajat C (Aditya, 2009).

b. Media Tanam
Kangkung darat (Ipomea reptans) menghendaki tanah yang subur, gembur banyak
mengandung bahan organik dan tidak dipengaruhi keasaman tanah. Tanaman kangkung darat
tidak menghendaki tanah yang tergenang, karena akar akan mudah membusuk. Sedangkan
kangkung air membutuhkan tanah yang selalu tergenang air. Tanaman kangkung (Ipomea
reptans) membutuhkan tanah datar bagi pertumbuhannya, sebab tanah yang memiliki
kelerengan tinggi tidak dapat mempertahankan kandungan air secara baik (Haryoto, 2009).
BAB III
BAHAN DAN METODE
1. Waktu dan Tempat
Waktu pelaksnaan pratikum dilakukan di kebun percobaan SMKN 1 Sobang.
2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam pratikum : cangkul, gambor, tali rapia, benih kangkung,
gunting, rol, pupuk kandang.
3. Kegiatan Pratikum
a. Pembersihan dan Pembagian lahan
Sebelum melakukan budidaya kangkung terlebih dahulu melakukan pembersihan lahan dari
gulma- gulma atau tanaman pengganggu. Setelah lahan dibersihkan selanjutnya dilakukannya
pengukuran lahan dengan ukuran 1,5 M x 1,5 M dan lebar drainase 60 cm. (gambar 3.3.1)
b. Pengolahan lahan
Pengolahan lahan dilakukan setelah lahan dibersikan, tujuan dari pengolahan ini adalah untuk
membalikkan tanah sehingga patogen yang berbahya atau yang merugikan mati terkena sinar
matahari. Pengolahan dilakukan secara manual dengan menggunakan cangkul, Sedangkan
untuk penghalusan atau perataan tanah menggunakan garu.(gambar 3.3.1)
c. Penanaman
Penanaman dilakukan dengan sistem berkelompok kedalaman lubang 2-3 cm. Setiap lubang
(gambar 3.3.2)

d. Pemeliharaan
 Penyiraman
Penyiraman dilakukan 2 kali dalam sehari pagi dan sore harinya, agar ketersediaan air untuk
tanaman tersedia sehingga tidak menghambat dalam pertumbuhannya. Namun penyiraman
juga tergantung cuaca jika hujan tidak dilakukan penyiraman. (gambar 3.3.4)
 Penyiangan
Penyiangan dilakukan apabila ada tanaman penganggu yang tumbuh disekitar tanaman
kangkung. Penyiangan dilakukan tergantung pada pertumbuhan tanaman penganggu yang ada
disekitar tanaman.
Penyiangan ini bertujuan agar tidak terjadinya kompetisi antara tanaman kangkung dan gulma
baik dalam penyerapan unsur hara, air dan cahaya matahari.
 Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu
daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat
putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis
pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida
piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan
jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya
BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari hasil pratikum dapat diambil kesimpulan yaitu dalam membudidaya tanaman
kangkung darat perlunya ketersediaan air karena kangkung merupakan tanaman yang sangat
memerlukan air. Jika tanaman kekurangan air akan menyebabkan penurunan kualitas hasil
panen karena batangnya yang keras dan banyak mengandung getah.
Adapun dalam penggunaan pupuk kandang 1 kg dalam satu petakan mengahasilkan
tanaman kangkung yang lebih bagus dibandingkan dengan penggunaan pupuk kandang 0.5 kg.

2. Saran
Untuk membudidaya tanaman perlunya ketersediaan air, karena air sangat berperan
penting dalam membantu pertumbuahan tanaman.