Anda di halaman 1dari 18

Water

Safety &
Rescue
Pengantar Pertolongan di
Air (Basarnas)
Sebab-sebab
Kecelakaan di Air
Tenggelam

• Tenggelam adalah proses mengalami gangguan


pernapasan dari imersi / submersi dalam cairan
(definisi WHO 2002)
– submersi (jalan nafas berjalan di bawah tingkat
permukaan cairan) atau - imersi (cairan disiramkan
ke wajah seseorang, misalnya naik air)
• Adanya gangguan pernapasan

istilah seperti "nyaris • tenggelam tidak


tenggelam," fatal: proses
"tenggelam kering tenggelam
atau basah," terganggu dan
"tenggelam orang tersebut
sekunder," selamat
"tenggelam aktif dan • Tenggelam fatal:
pasif," dan "onset orang tersebut mati
tertunda gangguan selama proses
pernapasan" tidak tenggelam (pada
lagi digunakan tahap apa pun)
Laut vs Tawar
Hangat vs Dingin
• Laut vs Tawar
– tidak ada perbedaan signifikan dalam
kelainan elektrolit atau derajat cedera
paru meskipun ada perbedaan dalam
gradien osmotik
– beban bakteri lebih besar dalam air
tawar (gram negatif, anaerob,
stafilokokus, jamur, alga, protozoa,
Aeromonas)
• Hangat vs Dingin
– Tenggelam di air hangat prognosis
lebih jelek. Biasanya terkait serangan
jantung saat berenang
– Air dingin : hipotermia berat efek
proteksi prognosis lebih baik
Metode pertolongan di Air (Basarnas)
DEFEND and RELEASE

• Tidak semua korban aman untuk


langsung diselamatkan
• Pada korban panik dapat
membahayakan penolong bila
didekati
• Lindungi keselamatan diri
• Biarkan korban yang panik
menjadi lemas/kelelahan
sebelum berusaha mendekati
PENGELOLAAN
• In-Water CPR
– hanya orang yang terlatih yang
melakukan penyelamatan di air
sangat berbahaya
– jangan coba nafas buatan di dalam air
!!!
• Pra Rumah Sakit
– angkat pasien keluar secara horizontal
(kemungkinan kolaps sirkulasi tiba-
tiba saat pelepasan tekanan air)
– lepaskan pakaian basah
– bungkus dengan selimut tebal
– Memulai algoritma bantuan hidup
dasar
PENGELOLAAN

• Hipotermia berat bradikardia yang


dalam dan vasokonstriksi sering
dikira telah meninggal Resusitasi
harus dilanjutkan sementara upaya
agresif dilakukan untuk
mengembalikan suhu tubuh normal.
• Transfer ke RS dan Bantuan hidup
lanjut saat transfer bila tersedia
• Stabilisasi vertebra cervical
– Tidak rutin
– Hanya bila curiga trauma kepala
leher
• Manuver Heimlich
– tidak rutin direkomendasikan
Teknik melakukan Resusitasi
Jantung Paru
Teknik Resusitasi Jantung
Paru Pada Tenggelam
• Sekuens :
• Airway-Breathing Circulation
– 2 rescue breath
– 30 compression : 2 Breath
• compression only TIDAK
direkomendasikan
– Sebagian besar murni respiratory
Arrest hipoksia cardiac arrest
• M2M !!! /BVM
• Muntah: Posisi miring, jangan
sweping dg jari