Anda di halaman 1dari 5

NamaPasien :By.

Ny”R” (1 Hari) Diagnosa medis :BBLR

No. RM : 35.9592 Tanggal pengkajian: 07 Desember 2019

TanggalMRS : 03 Desember 2019

ANALISIS
SUBJEKTIF OBJEKTIF TUJUAN RENCANA TINDAKAN EVALUASI
MASALAH
Prematuritas, (Tgl 03 Desember 2019, Jam (Tgl 03 Desember 2019,
dismaturitas,
- Ibu pasien - Keadaan NOC: 09.00 Wita) Jam 12:00)
SGA/KMK NIC:
mengatakan Umum: Sedang Setelah dilakukan • Monitor status pernafasan dan
oksigenasi
jika dia - Kesadaran: insufisiensi tindakan keperawatan  Memonitor TTV (HR, S:
• posisikan pasien untuk
Ibu klien mengatakan
melahir kan Compos selama 2x24jam memaksimal kan ventilasi Suhu, RR)
suplai nutrient • Monitor kecepatan, irama, sesak anaknya mulai
secara mentis.
dan O2
diharap kan pola nafas
kedalaman, dan kesulitan  Memonitor status
berkurang setelah
section - Bayi lahir tidakadekuat tidak efektif bernafas pernafasan pasien
• Monitor polanafas pemberian obat sesak
Caesaria, langsung Dengan kriteriahasil:
• Selimuti pasien  Menganjurkan ibu
gangguan
hamil anak menangis, A-S : -frekuensi pernafasan • Kolaborasi pemberian untuk memberikan
pertumbuhan O:
antibiotic dan pemberian
ke 1 7-9 dalam batas normal posisi yang nyaman -Kesadaran: Compos
oksigen
anaknya - Tampak adanya BBLR -tidak menggunakan untuk pasien mentis
lahir retraksi
Imaturitas
otot bantu pernafasan  Melakukan kolaborasi -HR:120x/m,
dengan minimal bayi -irama pernafasan dalam pemberian RR:30x/m,
paru
BBL :1700 - Bayi tampak teratur terapi: S:35,8˚ C.
gram, bayi sesak -HR : 140-120x.menit -Terpasang IVFD D10%
nya lahir - TTV : dan RR : 40-30x/mnit dilengankiri dengan
alveoli sulit
langsung HR:130x/menit, -Akral hangat -injeksi ampicillin 100
mengembang
menangis S:35,7ºC, mg/12 jam
Rr:64 x/menit, Ketidak -injeksi gentamisin 9
1
- BayiTampakme efektifan pola mg/24 jam
nggunakan 02 nafas -pasien tampak sesak
kanul½ Lpm -tampak tarikan dindin
dada
A:
Masalah ketidak
efektifan polanafas
teratasi sebagian

P:
Intervensi dilanjutkan
-Monitor TTV
-Motivasi keluarga untuk
tetap memberikan posisi
yang nyaman
-Pertahankan pemberian
antibotik di lanjutkan

ANALISIS
SUBJEKTIF OBJEKTIF TUJUAN RENCANA TINDAKAN EVALUASI
MASALAH
(Tgl 03 Desember 2019, (Tgl 03 Desember 2019,
NIC: Jam 12.00)
Ibu pasien - KeadaanUmum Etiologi: NOC : Jam 09.00)
mengatakan :sedang Prematuritas Setelah dilakukan  Monitor tanda-tanda  Mengkaji ttv S :-
hipertermi dan hipotermi
anak nya - Kesadaran: tindakan keperawatan  Merawat bayi O:
 Rawat bayi dengan suhu
suhu Compos selama 1x24 jam lingkungan sesuai dengan suhuling -bayi di dalam incubator
tubuhnya mentis.
BBLR
diharap kan  .Hindarkan bayi kontak Suhu : 35,2℃,
kungan yang sesuai Nadi :120x/menit
langsung dengan benda
2
terasa - TTV : hipotermia dapat sebagai sumber  Mengukur suhu SPO2 : 99%
dingin/panas. Akral teraba dingin
dingin HR:140x/menit, Kulitjaringans teratasi dengan bayi setiap 3 jam
 Ukur suhu bayi setiap 3
S:35,6ºC, ubkutan tipis kriteriahasil: jam atau kalau perlu. atau kalau perlu A:
 Ganti popok bila basah. Masalah belum teratasi
Rr:48/menit -suhu 35,5 ℃– 36,5 ℃  Menghindar kan
 Ajarkan perawatan
-O2 1/2 Lpm/Nc -HR : 130-120x.menit metode kangguru bayi kontak P :
Kurangnyajari dan RR : 22-30x/mnit Lanjut kan Intervensi
-akraldingin langsung dengan
-kulitbayitampak nganlemakdib -Akral hangat benda sebagai
tipis awahkulitdans -CRT < 3 detik sumber
trukturkulitim -keluarga pasien dingin/panas
atur mengerti cara  Berkolaborasi
mempertahan kan pemberian obat
suhu bayi atau terapi sesuai
Kehilanganpa
nasmelaluikul indikasi
it
 Memberikan
pendidikan
Hipotermia kesehatan ke pada
ibu untuk
perawatan bayi
BBLR, metode
kangguru, cara
memandikan bayi

3
ANALISIS
SUBJEKTIF OBJEKTIF TUJUAN RENCANA TINDAKAN EVALUASI
MASALAH
Etiologic: NOC : NIC: (Tgl 03 Desember 2019, (Tgl 03 Desember 2019,
- Ibu pasien - Keadaan prematuritas Setelah dilakukan Jam 10.00 ) Jam 13.00 )
 Pantau TTV bayi
mengatakan Umum: sedang tindakan  Memantau TTV bayi S:
terutama suhu tubuh
bayinya - Kesadaran: BBLR keperawatan selama  Menganjur kan Ibu pasien mengatakan
masih di Compos 1x 24 jam diharap  Cuci tangan sebelum dan
keluarga pasien untuk akan selalu
dalam mentis. Imatur organ kan bayi tidak sesudah kontak dengan
cucitangan sebelum dan mencucitangan sebelum
inkubator - Pasien tampak pencernaan terinfeksi dengan bayi
sesudah kontak dengan dan sesudah memegang
merintih kriteriahasil:  Hindarkan bayi dari bayinya
bayi
orang-orang yang
Kurangnya -Suhu 36,0℃ - 37,0℃  Melakukan teknik O:
imunoglobin terinfeksi kalau perlu
-darah rutin normal aseptic dan antiseptic -Suhu : 36,4℃
-kolaborasi pemberian rawat dalam incubator
ketika melakukan -HR:130x/m,
obat antibiotic bila  Lakukan teknik aseptic -RR:37x/m,
prosedur invasive
dan antiseptic bila
Pertahan pasien mengalami  Melakukan kolaborasi -SPO2 :99 %
tanda-tanda infeksi melakukan prosedur
animunologis dalam pemberian -Infus D10% 4 TPM/
-ajarkan keluarga invasive
kurang antibiotic sesuai Mikro
pasien cuci tangan  Kolaborasi dalam -injeksi ampicillin 100
indikasi
sebelum dan sesudah pemberian antibiotik mg/12 jam
Daya tahan kontak dengan bayi -injeksi Gentamisin 9
tubuh mg/24 jam
menurun - -ibu bayi tampak
melakukan cucitangan
sebelum memegang
Resiko infeksi bayinya

4
A:
Masalah resiko infeksi
teratasi sebagian
P:
Intervensi dilanjutkan: