Anda di halaman 1dari 7

Tugas Personal ke-1

(Minggu 2 / Sesi 3)

Putri Nurlitha Sir - 1901528551

Inovasi: Sebuah hadiah atau kutukan? Sebuah analisis dari Apple


Bangkit dari kebangkrutan bagi perusahaan yang paling menguntungkan dalam dunia
industry saat ini, pada tahun 2012, Apple Inc dikatakan sebagai "perusahaan paling berharga
di dunia". "Nilai" ini yang membuat Apple Inc seperti sekarang ini yang langsung dikaitkan
dengan pencipta jenius, pendiri, dan CEO sebelumnya yaitu Steve Jobs. Dia adalah seorang
visioner yang merevolusi teknologi dengan cara tidak hanya dapat dirasakan banyak orang.
Namun pengaruhnya mencapai jauh di luar itu. Melalui inovasi nya di Apple, Jobs mampu
mengubah masa depan seluruh industri, mulai dari perangkat lunak dan perangkat keras
untuk musik, penerbitan dan komunikasi. Pada tahun 2007, Jobs fokus pada inovasi dan
pembangunan desain terutama di area kenyamanan konsumen yang menjadi salah satu
strategi utama yang ia digunakan untuk membangun kembali Kerajaan Apple dari reruntuhan.
Apple menjadi pemimpin dalam industri dengan produk inovatif seperti Ipod, Iphone dan
Ipad pada satu waktu hingga membuat pesaingnya tertinggal jauh dalam upaya untuk
mengejar peningkatan luarbiasa ini.

Lima Kekuatan Porter


Porter berpendapat bahwa ada lima kekuatan yang membentuk industri: daya tawar pembeli,
daya tawar pemasok, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti atau layanan, dan
intensitas persaingan. Dalam industri teknologi daya tawar pembeli sangat tinggi untuk
jangka panjang karena konsumen selalu dapat "berubah" ke perangkat saingan. Dalam
industri ini, switching adalah sebuah konsep bebas biaya yang berarti bahwa konsumen dapat
beralih ke produk alternatif dengan sedikit biaya atau malah dengan tidak ada biaya sama
sekali. Faktor ini membuat diferensiasi produk strategi yang diperlukan dengan
menghilangkan risiko kekuatan penawaran. Ketika sebuah produk dibedakan, itu kurang
rentan terhadap hilangnya penjualan sebagai akibat dari harga premium. Hal ini karena
diferensiasi membangun loyalitas pelanggan dan loyalitas pelanggan membuat produk kurang

ISYS6295 – Management Information System


sensitif terhadap perubahan harga. Faktor-faktor ini memberikan kontribusi besar bagi
strategi diferensiasi Apple selama era Jobs.

Daya tawar pemasok adalah faktor lain yang dapat mempengaruhi strategi perusahaan dan
yang telah mempengaruhi cara pandang Apple tetrhadap pemasoknya. Strategi yang
digunakan Apel mengurangi daya tawar pemasok dan membantu membatasi biaya produksi
ketika berhadapan dengan gejolak ekonomi dan malah semakin meningkatkan permintaan
konsumen. kompetensi utama dari Apple didasarkan pada dua hal yaitu kemampuan dan
sumber daya: "merancang sendiri produk dari awal", menggunakan disain yang unik dan
sederhana dengan konsep "user friendly", sebuah tim engineer berbakat dan desainer produk,
sistem distribusi yang sangat baik berdasarkan rantai nasional, difokuskan pada lini produksi,
dan yang paling penting keuangan yang baik departemen R & D. Setelah itu semua, seperti di
industri volatile, R & D adalah nyawa dari sebuah perusahaan dan Steve Jobs menyadari
bahwa pemotongan biaya pada kompetensi inti ini akan mengakibatkan hukuman mematikan
bagi Apple.

Akhirnya, meskipun status kepemimpinan Apple sangat inovatif, ternyata perusahaan gagal
dalam mengatur hambatan yang tepat untuk menghilangkan ancaman pendatang baru dalam
industri dan membatasi ketersediaan penggantian produk sejenis dengan harga jauh lebih
rendah. Strategi apel 'terhadap pesaingnya sudah sangat bervariasi selama bertahun-tahun.
Namun, posisi kelompok strategis perusahaan di tengah-tengah raksasa teknologi lainnya
seperti Samsung dan HP tidak akan bertahan jika Apple tidak mengubah strateginya dalam
waktu dekat.

Strategi Apple
Di tahun 2007, Jobs memperkenalkan iPod revolusioner yang memungkinkan orang untuk
menyimpan lebih dari 10.000 lagu dalam satu perangkat. Produk ini dilengkapi dengan
iTunes, yang dibuat kompatibel dengan perangkat lunak pesaingnya, salah satu strategi yang
terbukti sukses. Dia kemudian memperkenalkan dunia pada iPhone, yang sebelumnya belum
tahu apa-apa tentang industri Apel. Dengan App Store menawarkan lebih banyak aplikasi
daripada pesaing lainnya, Apple mampu mengunci penjualan iPhone dari rival yang berusaha
untuk meniru strategi ini. App Store adalah "pertama" untuk Apple yang memungkinkan

ISYS6295 – Management Information System


pengguna untuk men-download aplikasi langsung ke ponsel mereka. Namun Jobs tidak puas.
Faktor sosial-budaya dan ekonomi baru menyediakan Proyek dengan kesempatan untuk
memanfaatkan tren yang muncul dari tablet dan krisis ekonomi yang membawa kebutuhan
untuk produk dengan harga yang lebih rendah dan memberi manfaat yang sama seperti Mac
namun dalam perangkat yang lebih mudah untuk dibawa dibandingkan Ipad.

Jobs menciptakan bookstore yang pada akhirnya mulai mendominasi industri penerbitan.
Meskipun ini adalah industri yang baru digelutinya, namun bookstore mampu bersaing
melawan salah satu industri raksasa terkemuka, yaitu Amazon. Namun bookstore bukan
atribut terbesar ipad. Pendekatan Jobs 'untuk iPad ini berbeda dari inovasi yang lain. Jobs
mulai menyadari pentingnya faktor biaya dalam industri dan dengan demikian memutuskan
untuk meningkatkan marjin kotor menjadi 25% (dibandingkan dengan 15% di industri)
dengan menggunakan CPU dikembangkan secara internal. Inovasi final dan terbaru yang
penting untuk apel adalah iCloud, yang memungkinkan klien apple menyelaraskan semua
produk-produknya menggunakan jaringan virtual yang disebut cloud.

Namun agar Apple tetap di depan didalam permainan ini, perlu apple merasa perlu
menggunakan kompetensi intinya untuk membangun biaya dan diferensiasi pemimpin karena
masalah biaya ini semakin sensitif. Selanjutnya, Apple harus fokus pada strategi baru untuk
memblokir setiap entri baru ke pasar dan menghambat saingan saat ini sampai dengan
kecepatan pada setiap inovasinya. Strategi inovatif yang dibedakan Apple telah merubah
perusahaan menjadi pemimpin dalam dunia industri, namun itu tidak membuat berhenti para
pesaing datang dengan produk sejenis yang menawarkan layanan nilai tambah yang sama
dengan biaya lebih rendah. Strategi diferensiasi Apple mungkin telah dicintai pelanggan
setianya namun mereka tetap tidak sensitif terhadap harga premium, namun menjadi strategi
berkelanjutan dan berjangka waktu panjang jika mengungguli pada setiap titik waktu dengan
pesaing.

Referensi

Ami, D. (2013). “Innovation: A Gift or a Curse? An analysis of Apple”. Available:


http://www.financialanalystwarrior.com/apple/

ISYS6295 – Management Information System


Pertanyaan:

1. Jelaskan lima kekuatan dalam model kekuatan kompetitif Porter, dan kaitannya dengan
posisi Apple di arena kompetisi!
5 Porter's Competitive Forces:
 Threat of new Entry - Semakin banyak perusahaan kompetitor yang bersaing pada
market yang sama, profit atau laba akan semakin menurun. Sebaliknya, semakin
tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru maka semakin diuntungkan. Posisi
Apple saat ini harus tetap focus dengan strategi baru untuk menghambat pesaing,
strategi inovatif yang dibedakan Apple telah merubah perusahaan menjadi
pemimpin dalam dunia industry.
 Bargaining Power of Suppliers – Membangun hubungan yang baik dengan
pemasok untuk mendapatkan harga bahan baku terbaik. Daya tawar pemasok
mempengaruhi strategi dan cara pandang Apple tetrhadap pemasoknya. Apple
menggunakan kompetensi utamanya yaitu kemampuan dan sumber daya dengan
merancang sendiri produk dari awal, menggunakan disain yang unik dan sederhana
dengan konsep "user friendly".
 Bargaining Power of Buyers - Pola pikir para konsumen menjadi lebih selektif dan
pintar dalam memilih dan membandingkan produk. Strategi pemasaran yang tepat
akan mempengaruhi keinginan para konsumen. Pemasaran yang baik hendaknya
bukan hanya sekedar promosi tapi harus memberikan informasi dan edukasi
sehingga dapat meyakinkan para konsumen untuk memilih produk kita. Apple
melakukan strategi diferensiasi untuk mendapatkan loyalitas konsumen sehingga
tidak berpindah ke produk pesaing.
 Threat of Substitution – Konsume akan cenderung beralih ke produk pengganti
maka dari itu, produk yang dihasilkan harus memiliki nilai atau kegunaan utama
dari produk sendiri dengan biaya yang sebanding dengan nilai tersebut. Karena nilai
yang ditawarkan berpengaruh dengan keputusan membeli konsumen, apalagi jika
produsen produk pengganti memberikan harga yang lebih rendah dengan nilai yang
sama.

ISYS6295 – Management Information System


 Competitive Rivalry - Persaingan semakin ketat akan terjadi apabila banyak
pesaing yang merebut pangsa pasar yang sama, loyalitas pelanggan yang rendah,
produk dapat dengan cepat digantikan dan banyak kompetitor yang memiliki
kemampuan yang sama dalam menghadapi persaingan. Apple harusnya
menciptakan nilai bagi pelanggan agar tetap memiliki konsumen loyal.

2. Jelaskan model rantai nilai Porter. Apa hubungan antara model kekuatan kompetitif dan
model rantai nilai?
Model rantai nilai Porter terbagi menjadi 2 (dua) aktifivas, yaitu aktivitas utama (primary
activities) yang berhubungan dengan produksi serta distribusi dari produk/jasa, dan
aktivitas pendukung (support activities) yang berkontribusi dalam keunggulan kompetitif
suatu perusahaan dengan cara mendukung aktivitas utama. Aktivitas utama terbagi lagi
menjadi 5 (lima) aktivitas, yaitu:
 Inbound Logistic – semua proses yang terkait dengan menerima, menyimpan, dan
mendistribusikan input internal.
 Operations – kegiatan transformasi yang mengubah input menjadi output yang akan
dijual kepada pelanggan.
 Outbond Logistic – kegiatan ini memberikan produk atau layanan kepada pelanggan.
 Marketing & Sales – proses yang digunakan untuk membujuk pelanggan untuk
membeli produk yang dijual.
 Service – kegiatan yang berkaitan dengan mempertahankan nilai dari produk atau
layanan kepada pelanggan setelah membeli produk.
 Support Activites
Sedangkan aktifitas pendukung (support activities), terdiri atas organisasi infrastruktur
(akuntansi, keuangan, manajemen), manajemen sumber daya manusia, pengembangan produk
dan teknologi (R&D) serta pengadaan (procurement).

Hubungan antara model kekuatan kompetitif dengan model rantai nilai yaitu di mana model
rantai nilai melakukan proses mengidentifikasi kegiatan utama dan bantuan yang menambah
nilai produk, kemudian menganalisisnya untuk mengurangi biaya atau meningkatkan
diferensiasi. Strategi ini digunakan untuk mengalisa kegiatan internal perusahaan, dengan

ISYS6295 – Management Information System


melihat ke dalam kegiatan internal, analisis tersebut mengungkap di mana keunggulan
kompetitif suatu perusahaan atau kekurangannya.

3. Jelaskan bagaimana IT dapat digunakan untuk mendukung rantai nilai yang berbeda untuk
kasus Apple ini!
Analisis rantai nilai dapat digunakan sebagai salah satu alat analisis untuk pengambilan
keputusan strategis dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Keputusan
untuk menentukan strategi kompetitif yang akan diaplikasikan, apakah menggunakan
strategi Low Cost atau diferensiasi (Porter, 1985) untuk berkompetisi di pasar.
Penyelarasan IT dengan bisnis untuk mendukung rantai nilai adalah dengan memandang
teknologi informasi sebagai mesin inovasi agar bisnis berkelanjutan. Dalam kasus Apple
ini, IT merupakan focus utama karena memang bisnisnya berada di bidang teknologi.
Perusahaan memanfaatkan IT untuk mengembangkan produknya, menciptakan nilai,
melakukan R&D untuk keberlanjutan bisnisnya. Rantai nilai merupakan kegiatan internal
perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya, jadi yang dilakukan Apple dalam kasus ini
adalah dengan membentuk strategi – strategi baru yang sesuai dengan pasarnya agar tetap
mendapatkan konsumen yang sesuai target.
4. Diskusikan gagasan bahwa sistem informasi itu sendiri jarang dapat memberikan
keunggulan kompetitif yang berkelanjutan!

Keunggulan kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh perusahaan dimana


keunggulannya dipergunakan untuk berkompetisi dan bersaing dengan perusahaan lainnya
untuk meningkatkan value (nilai) perusahaan baik dalam hal peningkatan laba maupun
citra perusahaan. Investasi didalam teknologi informasi dapat mendukung perusahaan
dalam bersaing, penerapan teknologi informasi akan meminimalkan biaya proses bisnis. Di
dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan
informasi untuk mendapatkan leverage di dalam pasar. System informasi dapat
memudahkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dan menghasilkan keunggulan
kompetitif bagi perusahaan tersebut. Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal
mendapatkan keunggulan strategis, taktis, maupun operasional. Pada tingkat manajerial
yang tertinggi, tingkat perencanaan strategis-sistem informasi dapat digunakan untuk
mengubah arah sebuah perusahaan dalam mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada

ISYS6295 – Management Information System


tingkat kendali manajemen (menengah), manajer dapat memberikan spesifikasi mengenai
bagaimana rencana strategis akan diimplementasikan sehingga menciptakan suatu
keunggulan taktis. Pada tingkat kendali operasional (lebih rendah), manajer dapat
menggunakan teknologi informasi dalam berbagai pengumpulan data dan penciptaan
informasi yang akan memastikan efisiensi operasi, sehingga mencapai keunggulan
operasional.

----oOo----

ISYS6295 – Management Information System