Anda di halaman 1dari 1

Kesimpulan

dari dua metode yang dijelaskan diatas dapat diinterpretasikan bahwa adanya manifestasi
panas bumi pada Banyukuning yang berupa air panas. Dari metode Gravity diindikasikan
adanya anomali densitas yang nilainya kecil sebesar 2.4g/cc menggambarkan bahwa adanya
sedimen berupa batuan napal yang bisa menjadi tempat terprangkapnya fluida berupa air panas.
Ini di kuatkan dari hasil magnetik terdapat batupasir dengan nilai susepbilitas 0.0010cgs yang
diterobos intrusi andesit yang menyebabkan adanya air panas.