Anda di halaman 1dari 7

Soal

1. Bentuklah kelompok beranggota 4-5 orang


2. Tontonlah sebuah pertunjukan tari kreasi
3. Buatlah laporan yang berisi hal sebagai berikut
a. Judul tarian
b. Asal daerah
c. Jenis tari
d. Jumlah penari
e. Kesan tentang tarian tersebut
f. Keunikan tari, meliputi gerak, kostum, properti dan sebagainya
4. Presentasikan dan kumpulkan hasil pengamatanmu

Penjelasan
a. Judul tarian
Tari Topeng Gegot
b. Asal Daerah
Betawi, Jakarta 1976
c. Jenis tari
Tari Kreasi Berpolakan Tradisi
d. Jumlah penari
Tiga Orang Penari Wanita Berusia 17 Tahun
e. Kesan tentang tarian tersebut
Tari Topeng Gegot adalah salah satu tarian yang ditampilkan dalam pentas teater
rakyat Topeng Betawi. Tarian ini diciptakan oleh Mak Kinang dan Kong Djiun pada
tahun 1935-an, setelah mereka melahirkan tari Topeng Tunggal. Tampilnya tari
Topeng Gegot dalam rangkaian pentas Topeng Betawi adalah sebagai penanda bahwa
pertunjukan Lakon Bapak Jantuk (LBJ) yang berkisah tentang keluarga Jantuk akan
segera dimulai. Pada saat diciptakan, gerakan tari Topeng Gegot tidak dibakukan,
sifatnya anonim yaitu tidak mempunyai bentuk tarian yang khusus. Tari Topeng Gegot
dibawakan oleh seorang penari yang menggunakan topeng berwarna putih. Ia menari
mengikuti lagu yang syairnya berbentuk sajak, dan gerakannya mengikuti sajak
tersebut sehingga gerak tarinya tidak menentu serta durasi tarian juga tidak jelas.
Setiap kali pentas gerakan tarinya tidak sama, begitu juga dengan durasinya karena
tergantung panjang pendeknya sajak yang dilagukan. Tarian ini sebenarnya juga
diiringi musik, tetapi meskipun sudah ada alat musik sebagai pengiring sajak namun
gerak dan durasi tari Topeng Gegot tetap tidak konsisten.
Tari Topeng Gegot mengalami perubahan bentuk untuk pertama kalinya di tahun
1973, yaitu saat Topeng Betawi dengan lakon Jantuk akan dipentaskan di Gedung
Merdeka dalam sebuah Festival di kota Bandung. Awalnya tari Topeng Tunggal
menjadi tarian pembuka, tetapi Mak Kinang dan Kong Jiun yang terbiasa
membawakannya secara duet merasa tidak sanggup karena faktor usia. Tari Topeng
Gegot kemudian diputuskan sebagai penggantinya, namun muncul kebingungan
karena sejak awal tari Topeng Gegot ditarikan tanpa gerak yang baku. Akhirnya anak-
anak Mak Kinang dan Kong Jiun (Kisan, Warta, Haji Dali) menata ulang gerak dan alur
tari berdasarkan gerakan yang sudah ada, serta mulai menggunakan hitungan agar
kelak dapat dipelajari oleh orang lain. Mengingat tari Topeng Gegot mempunyai
kesinambungan dengan tari Topeng Tunggal yang menggunakan tiga topeng, maka
agar tidak terlalu jauh perbedaannya pada perubahan ini ditambahkan peran laki-laki
yang menggunakan topeng Jingga. Properti topeng yang digunakan dalam tarian ini
mewakili dua perbedaan karakter manusia, yaitu topeng Panji berwarna putih sebagai
sifat baik serta lembut, dan topeng Jingga berwarna merah sebagai sosok manusia
jahat berkarakter gagah. Tari Topeng Gegot juga dapat dimaknai sebagai
penggambaran ketertarikan seorang laki-laki terhadap kecantikan dan kelembutan
seorang perempuan. Untuk pertama kalinya Haji Dali dan Benih membawakan tari
Topeng Gegot berpasangan yang dipentaskan di Gedung Merdeka. Seiring waktu, tari
Topeng Gegot mulai sering dibawakan berpasangan dalam jumlah beberapa pasang
sehingga lebih menarik untuk ditonton.
Tahun 2000-an seluruh gerakan tari Topeng Gegot mulai dibakukan, termasuk latar
belakang dan makna di dalamnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada perbedaan serta
kesimpangsiuran dalam gerakan tari Topeng Gegot karena beberapa sanggar tari
Betawi mulai banyak yang menarikannya. Kartini Kisam sebagai maestro tari Topeng
Betawi dari generasi kedua berperan penting dalam proses pembakuan gerakan tari
Topeng Gegot ini, dibantu oleh saudara-saudaranya Entong Kisam dan Atit Supriyatin.
Tahun 2004 tari Topeng Gegot berubah menjadi seperti asalnya yaitu tarian yang
dibawakan oleh penari wanita menggunakan topeng putih. Perubahan disebabkan
usia penari laki-laki generasi kedua Topeng Betawi yang sudah tidak bugar lagi,
sementara peminat penari laki-laki dari kalangan muda sangat kurang. Tidak adanya
regenerasi penari laki-laki menjadikan tari Topeng Gegot jarang ditampilkan secara
berpasangan. Namun demikian bentuk tari Topeng Gegot tetaplah tarian kelompok
berpasangan meski kenyataan sekarang lebih banyak ditarikan oleh perempuan
dengan menggunakan topeng putih. Untuk lebih menarik, tari Topeng Gegot ini
dikembangkan lagi oleh Entong Kisam dan puteranya Kris Entong sehingga menjadi
lebih “pas” saat hanya ditarikan oleh penari perempuan saja, tetapi juga tidak aneh
jika ditarikan berpasangan. Perubahan-perubahan dalam penyajian tari Topeng Gegot
tidak serta merta mengubah gerakan aslinya, melainkan hanya menyesuaikan saja.
Kreasi rias dan busana juga diperbolehkan asalkan tidak merusak dan mengubah
wajah, karakter serta bentuk asli tari Topeng Gegot yang asli.
Busana yang dikenakan penari Topeng Gegot tidak jauh berbeda dengan penari
Topeng Betawi lainnya. Kebaya ropen dengan pola tiga warna di bagian ujung lengan
dan bawahan kain batik Betawi. Toka-toka dengan desain tradisional, yaitu dua bidang
kain yang dipasangkan melintang membentuk huruf X di bagian dada penari.
“Ampreng” dikenakan di pinggang untuk menutup bagian perut ke bawah. “Andong”
untuk menutupi panggul hingga bagian belakang lutut. Dua buah selendang yang
disangkutkan di bagian pinggang, satu selendang berfungsi sebagai perlengkapan tari
sedangkan satu lagi aksesoris busana. Rambut berupa konde cepol dan memakai
“kembang topeng” hiasan kepala khas penari Topeng Betawi. Riasan para penari
biasanya sederhana, menggunakan rias cantik tetapi tidak tebal berupa alas bedak,
bedak, eye shadow, blash on, dan lipstick. Alat musik yang digunakan adalah “gamelan
topeng” terdiri dari gendang, ancang kenong berpencong tiga, rebab, kecrek, gong,
dan kempul.

F. Keunikan tarian

 Gerak tarian
Gerakan tari topeng ada bermacam macam. salah satu contohnya adalah gerakan
nyeser, sibak selendang, ungkel, dan masih nanyak lagi.keunikan dari tari topeng yaitu
memiliki berbagai jenis tarian topeng, yang masing masing topengnya berbeda beda.
Gerak tarian sebenarnya sangat sederhana meliputi gerak telapak kaki, telapak tangan
dan kelenturan otot leher.Gerakan telapak kaki bersamaan dengan gerakan telapak
tangan yang dalam hitungan yang sama akan berputar kearah kanan dan kiri yang
disusul oleh lantunan otot leher yang akan ikut bergerak ke kanan dan ke kiri.
 Kostum

Kostum pada tari gegot ini juga didominasi oleh warna merah. Toka-toka yang
melintang masih menggunakan desain tradisional, yaitu desain dua bidang kain
melintang di dada penari. Warna merah dihias oleh bordir emas dengan motif bunga.
Pada sisi bawah dihias dengan rumbai warna kuning. Kembang topeng yang melekat
di kepala penari juga didominasi warna merah kemudian muncul warna kuning dan
hijau. Sementara untuk rumbainya menggunakan warna kuning. Hal ini sejalan dengan
warna Ampreng yang tampak luas di area perut ke bagian bawah. Warna merah
terlihat menyala dengan hiasan bordir warna emas. Kemudian pola tiga warna di
lengan kanan dan kiri penari ada warna merah, hijau, dan putih. Hanya saja, dua warna
selain merah tenggelam oleh warna merah. Di ujung masing-masing warna di tiga pola
ada hiasan rumbai warna kuning. Untuk rok batik pada tari gegot menggunakan batik
yang didominasi warna merah dengan sedikit hiasan warna putih.
Pada rok batik ini melintang ke bawah dua selendang yang fungsinya bukan untuk
perlengkapan menari, melainkan lebih pada hiasan. Warna dasarnya sebenarnya
merah tetapi didominasi oleh hiasan berupa bordir dan payet warna kuning dan putih
mengkilap. Bahannya sejenis beludru sehingga tampak kaku dan dapat menahan
goyangan penari. Dengan demikian, hiasannya akan tampak maksimal terlihat oleh
penonton. Sementara itu, selendang untuk menari berwarna hijau muda. Warna ini
tidak memberi kontras pada keseluruhan warna dominan merah. Warna ini cenderung
memberi nuansa lain ketika difungsikan sebagai sarana menari dengan warna hijau
mudanya.
 Properti
Topeng adalah benda yang dipakai di atas wajah. Biasanya topemg dipakai untuk
mengiringi musik kesenian daerah. Topeng di kesenian daerah umumnya untuk
menghormati persembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian.

Dalam tari topeng gegot ini topeng yang digunakan tidak hanya satu jenis melainkan
terdiri atas 3 jenis topeng, masing-masing penari menggunakan satu jenis topeng yang
bergambarkan wajah yang berbeda-beda, ada yang bergambarkan wajah manusia,
wajah makhluk halus dan wajah hewan. Semua bentuk atau gambar wajah pada
topeng yang digunakan pada penari memili makna tersendiri. Misalnya topeng
bergambarkan wajah makhluk halus berarti sang penari sedang menceritakan
bagiamana kisah hidup makhluk halus tersebut. Selain itu topeng yang digunakan juga
terbuat dari bahas yang berbeda ada topeng yang terbuat dari bahan dasar alami
seperti kayu dan ada pula topeng yang terbuat dari bahan dasar buatan seperti plastk

 Tata Rias
Tata rias yang digunakan penari dalam menampilkan tari topeng goget ini
adalah rias cantik. Rias cantik dalam tari luyung terbagi menjadi tiga bagian
yaitu:.
a. Korektif
Merupakan suatu bentuk tata rias wajah yang bersifat
menyempurnakan dan mengubah penampilan fisik yang dinilai kurang
sempurna. Tata rias inilah yang paling sering digunakan oleh
masyarakat.
b. Fantasi
Merupakan bentuk tata rias yang bertujuan untuk membentuk kesan
wajah menjadi wujud khayalan tertentu. Seperti berupa bunga
ataupun hewan. Biasanya ini dilakukan dengan merias bagian wajah,
melukis di badan, menata rambut, dan sebagainya.
c. Karakter
Merupakan bentuk tata rias untuk mengubah wajah seseorang mulai
dari usia, bangsa, sifat, dan ciri-ciri khusus yang melekat pada suatu
tokoh atau karakter tertentu yang ingin diadaptasi.
 Musik
Tidak hanya satu jenis alat musik saja yang mengiringi tarian ini. Perpaduan antara beberapa
alat musik, membuat tarian ini menjadi unik dan penonton mudah terbawa dalam suasana
pentas. Ada beberapa alat musik untuk mengiringi pementasan tarian ini, antara lain:
Satu Pangkon Saron, Satu Pangkon Bonang, Tiga Buah Gong yaitu Kiwul, Sabet, Telon,Satu
Pangkon Titil, Satu Pangkon Kenong, Seperangkat Alat Kecrek,Satu Pangkon Jengglong,Satu
Pangkon Ketuk, Dua Buah Kemanak, Satu Pangkon Klenang, Seperangkat Kendang Yang Terdiri
Dari Ketipung, Kepyang, dan Gedung.
Pada saat pementasan, tarian ini tidak hanya diiringi musik saja, melainkan juga
diiringi oleh lagu. Hal ini akan menambah keunikan dari tarian ini. Lagu untuk
mengiringi tarian ini tidak hanya satu lagu saja, melainkan ada beberapa lagu antara
lain:
1) Kembang sungsang Untuk Topeng Panji
2) Kembang kapas Untuk Topeng Samba.
3) Rumyang Untuk Topeng Rumyang.
4) Tumenggung Untuk Topeng Tumenggung.
5) Gonjing Untuk Topeng Kelana.
Kadang kala tari topeng goget ini tidak diiringi dengan alat musik maupun lagu, hal
ini akan terjadi apabila tari tersebut di tampil pada saat acara pemujaan kepada sang
pemilik rahmat yang diyakini oleh para masyarakat.

 Tata Suara
Dalam pertunjukan tari topeng gegot tata suara teratur dengan baik, penempatan
pengeras suara pada sisi panggung dapat memberikan efek penjelasan suara gaya
gerak kaki, tangan dan properti sang penari, serta penempatan alat pengeras suara
di samping alat musik yang berguna untuk mengiringi sang penari juga dirasa
cocok sehingga iringan musik dapat dengan sangat jelas di dengar oleh para penari
sekaligus penonton.
Dalam video yang saya saksikan penempatan tata suara pada panggung tertata
dengan baik, jika saya yang menyaksikannya saja melalu video merasa
penempatan tata suara pada panggung sangat jelas apa lagi bagi sang penari dan
penonton secara langsungnya.
 Lighting
Adalah penataan peralatan pencahayaan, dalam hal ini adalah untuk menerangi
panggung untuk mendukung sebuah pementasan. Sebab, tanpa adanya cahaya,
maka pementasan tidak akan terlihat gelap. Dalam pementasan tari topeng gegot
lighting atau penempatan peralatan pencahayaan sangat baik. Panitia memasang
lampu penerang pada bagian atas panggung yang mampu memberikan efek indah
pada panggung serta penempatan lampu berwarna warni pada bagian permukaan
panggung yang memberikan efek mewah pada panggung.
Pada saat penari menampil tarian topeng gegot lampu terlihat mengikuti arus
cerita atau gerak yang tampilkan oleh para penari, alat penerang akan
memancarkan cahayanya apabila penari menampilkan gerak bermain dengan
payung yang menggambarkan kebahagiaan dan apabila penari menampilkan
gerak menenun kain lurik alat penerang akan kembali redup yang menggambarkan
keresahan hati seorang gadis terhadap budayanya.