Anda di halaman 1dari 3

TUGAS 1

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Disusun Oleh :
Yasinta Agustina (042558223)

Untuk Memenuhi Tugas 1 Tutorial Online


Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam

S1 ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ-UT JAKARTA
2019
SOAL:
Berikut ini disajikan Tugas wajib 1 yang harus saudara kerjakan
1. Bagaimana sejarah konsep civil society dan masyarakat madani?
2. Sebutkan prinsip-prinsip masyarakat madani dan jelaskan!
3. Bagaimana peran yang dapat dilakukan oleh umat beragama dalam mewujudkan masyarakat madani?
4. Sebutkan beberapa poin penting hak asasi manusia dalam Islam beserta ayat al-Qur’an yang berkaitan
dengannya!
5. Bagaimana hubungan Islam dan demokrasi?

JAWABAN:
1. Istilah civil society mula-mula muncul di Inggris dalam masa awal perkembangan kapitalisme
modern, yang konon merupakan implikasi pertama penerapan ekonomi Adam Simth dengan
karya The Wealth of Nation. Dari sini konsepny lebih mengarah kepada para usahawan dengan
kebebasan dalam mengembangkan usaha yang terbebas dari pembatasan Negara. Kemudian
gagasan dan ide civil society mencuat kembali setelah Gorbaches menggagas ide tentang
keterbukaan yang merupakan reformasi atas rejim komunis yang dictator dan tirani.
Selanjutnya dalam wacana kontemporer, civil society lebih kuat tekanannya terhadap lembaga
non pemerintah dimana lembaga bebas dalam mengekspresikan haknya sebagai warga Negara.
Sedangkan masyarakat madani yang merujuk pada masyarakat madinah dibangun oleh Nabi
di Madinah. Ketika nabi mengubah kota Yatrsib menjadi madinah pada waktu itu maka Nabi
sebenarnya mendeklarasikan terbentuknya suatu masyarakat yang bebas dari kezaliman tirani
dan taat kepada hukum dna aturan untuk kesejahteraan bersama. Masyarakat madani yang
dideklarasikan oleh Nabi adalah masyarakat yang adil, terbuka dan demokratis dengan
landasan taqwa kepada Allah dan taat kepada ajaran-Nya.

2. Untuk mencapai masyarakat beradab dan sejahtera terdapat beberapa prinsip, diantaranya:
a. Keadilan : keadilan sebagai hukum keseimbangan yang menjadi hukum jagat raya dimana
paling dekat dengan taqwa dan dikutuk keras oleh Al-Qur’an bagi pelanggaran terhadap
keadilan seperti yang tercantum dalam surat At-Takaatsur ayat 1-8 dan Al-Humazah ayat
1-9.
b. Supremasi Hukum : menegakan hukum yang adil dan tak pandang bulu sebagai suatu
amanah yang diperintahkan untuk dilaksanakan kepada yang berhak seperti yang terantum
dalam surat An-Nisaa’ ayat 58 dan Al-Maai’dah ayat 8
c. Egalitarianisme : persamaan, tidak mengenal keutamaan atas dasar keturunan, ras, etnis,
dll karena setiap manusia dihargai atas dasar ketaqwaanya seperti yang tercantum dalam
surat Al-Hujuraat ayat 13
d. Pluralisme : perbedaan adalah sesuatu yag harus diterima sebagai bagian dari realitas
objektif dan merupakan bagian dari karunia Allah dan rahmat-Nya sehingga harus
menjunjung sikap toleransi dan saling menghormati seperti yang tercantum dalam surat
Yunus ayat 99.
e. Pengawasan Sosial : agar manusia dan warga tetap berada dalam kebaikan sebagaimana
fitrahnya, maka diperlukan pengawasan social seperti yang ditegaskan dalam surat Al-
‘Ashr ayat 1-3
3. Peran umat beragama dalam mewujudkan masyarakat madani sangat penting. Peran itu dapat
dilakukan, antara lain, melalui dialog untuk mengikis kecurigaan dan menumbuhkan saling
pengertian, melakukan studi-studi agama, menumbuhkan kesadaran pluralisme, dan
menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat madani.

4. Terdapat beberapa hak-hak dasar manusia yang suci dilindungin oleh islam, diantaranya:
a. Hak hidup, adalah hak dasar manusia yang harus dilindungi dan merupakan anugerah yang
diberikan oleh Allah kepada manusia. Untuk melindungi hak tersebut Allah berfirman
dalam surat AL-Maai’dah ayat 32 dan Al-Israa’ ayat 33
b. Hak milik, islam melindungi harta yang dimiliki baik secara individu maupun kolektif.
Untuk melindungi hak tersebut Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 188
c. Hak Kehormatan, Allah melarang manusia saling menghina, mencela, dan mencaci maki
yang akan menurunkan kehormatannya. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Hujuraat
ayat 11-12
d. Hak Persamaan, dalam islam manusia dipandang sama dan dilahirkan menurut fitrahnya
sesuai dengan keputusan Allah (Surat Al-Hujuraat ayat 13, An-Nisaa’ ayat 32, An-nahl
ayat 58-59). Dalam hak persamaan ini terdapat persamaan hak dalam hukum (Surat Al-
Maai’dag ayat 8), persamaan hak memprotes penyelewengan (Surat Al-Mukmin ayat 81)
dan Persamaan kedudukan dalam pemerintahan (Surat Al-Hujurat ayat 13)
e. Hak Kebebasan, manusia memiliki kebebasan yang disesuaikan dengan prinsip keadilan
dll. Salah satu pengingkaran terhadap hak kebebasan adalah perbudakan. Kebebasan yang
dimaksud dalam islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab, yang dapat
mengantarkan kepada kemaslahatan bagi semua orang (Surat At-Taubah ayat 71 dan Al-
Hajj ayat 41). Dalam hak kebebasan ini terdapat kebebasan berekspresi, kebebasan berfikir
dan menyatakn pendapat (Surat Saba’ 46), hak beragama (Surat Al-Baqarah ayat 256,
Yunus ayat 99, Al-An’aam ayat 108), Kebebasan Bermusyawarah (Surat Ali Imran ayat
159 dan As-Syuura ayat 38), kebebasan berpindah tempat (Surat Al-Baqarah ayat 36 dan
ayat 84-85)

5. Jika demokrasi dengan sistem pengambilan keputusan diserahkan kepada rakyat demi
kepentingan bersama dengan menjamin eksistensi hak-hak dasar manusia, maka demokrasi
kompatibel dengan islam. Prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan, persamaa dll terdapat
juga dalam islam dan terkonfirmasi dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Selain itu, praktik
Rasulullah dalam memimpin Madinah menunjukan sikap yang demokratis seperti kesepakatan
terhadap Piagam Madinah yang lahir dari kebebasan dan persamaan serta penghormatan
terhadap HAM. Nilai-niali demokrasi yang kompatibel dari sumber islam antara lain keadilan
dan musyawarah, kekuasan dipegang penuh oleh rakyat, kebebasan adalah hak penuh bagi seua
warga Negara, persamaan diantara sesame manusia khususnya persamaan di depan hukum,
keadilan untuk kelompok minoritas, UU diatas segalanya, pertangguh jawaban penguasa
kepada rakyat.