Anda di halaman 1dari 6

Title : Bloating

STEP 1

- Metalic Sound : bising usus yang disebabkan adanya obstruksi pada usus
- Pseudo Portio : Massa yang ditemukan pada pemeriksaan rectal toucher
- Red Currant Jelly Stool : tampilan feses yang seperti jelly berwarna merah dikarenakan
ada darah dan mucus

STEP 2

1. Anatomi dan Fisiologi dari saluran cerna intra abdomen?


2. Mengapa pasien tidak bisa BAB,kentut?
3. Mengapa pasien nyeri perut intermitten,penurunan pengeluaran urin,demam?
4. Mengapa terbentuk massa seperti sosis?
5. Mengapa ditemukan red currant jelly stool?
6. Mengapa ditemukan kembung pada pasien?
7. Bagaimana mekanisme dari muntah dan mengapa muntah berwarna hijau kekuningan?
8. Apa hubungan riwayat diare dengan penyakit yang diderita pasien?
9. Apa etiologi dari scenario?
10. Bagaimana patofisiologi dari scenario?
11. Apa px fisik dan penunjang dari scenario?
12. Apa diagnosis dan diagnosis banding dari scenario?
13. Bagaimana tatalaksana dari scenario?

STEP 3

1. Anatomi dan Fisiologi dari saluran cerna intra abdomen?


- Anatomi
- Histologi
- Fisiologi :
- Usus halus mempunyai dua fungsi utama : pencernaan dan absorpsi bahan- bahan nutrisi
dan air. Proses pencernaan dimulai dalam mulut dan lambung oleh kerja ptialin, asam
klorida, dan pepsin terhadap makanan masuk. Proses dilanjutkan di dalam duodenum
terutama oleh kerja enzim-enzim pankreas yang menghidrolisis karbohidrat, lemak, dan
protein menjadizat-zat yang lebih sederhana. Adanya bikarbonat dalam sekret pankreas
membantu menetralkan asam dan memberikan pH optimal untuk kerja enzim-enzim.
Sekresi empedu dari hati membantu proses pencernaan dengan mengemulsikan lemak.
Proses pencernaan disempurnakan oleh sejumnlah enzim dalam getah usus. Banyak di
antara enzim-enzim ini terdapat pada brush border vili dan mencernakan zat-zat makanan
sambil diabsorpsi. Isi usus digerakkan oleh peristalsis yang terdiri atas dua jenis gerakan,
yaitu segmental dan peristaltik yang diatur oleh sistem saraf autonom dan hormon.
- Pergerakan segmental usus halus mencampur zat-zat yang dimakan dengan sekret
pankreas, hepatobiliar, dan sekresi usus,dan pergerakan peristaltik mendorong isi dari salah
satu ujung ke ujung lain dengan kecepatan yang sesuai untuk absorpsi optimal dan suplai
kontinu isi lambung.
- Usus besar mempunyai berbagai fungsi yang semuanya berkaitan dengan proses akhir isi
usus. Fungsi usus besar yang paling penting adalah mengabsorpsi air dan elektrolit.. Kolon
sigmoid berfungsi sebagai reservoir yang menampung massa feses dehidrasi sampai
defekasi berlangsung.

2. Mengapa pasien tidak bisa BAB dan tidak bisa kentut?


- Obstruksi
- Gangguan peristaltic (gerakan peristaltiknya hilang)
- Tidak bisa BAB (konstipasi)
Yang mempengaruhi konstipasi : factor makanan (tdk memakan makanan yang
mengandung serat), factor metabolic (ketika dehidrasi,hypokalemia dan
hypothyroid),obat obatan (narkotika),factor dari penyakit (gangguan pada organ
intraabdominal)
- Dikarenakan karena konstipasi organic (kurangnya asupan,minum dan aktivitas fisik)
dan konstipasi fungsional (dikarenakan penyakit : volvulus,stenosis anorectal)
- Tidak bisa kentut

Ada dua mekanisme yaitu reflex (involunter) dan mekanisme control (volunteer)
1. Refleks (involuntar)
Akumulasi feses pada colon sigmoideum karena adanya sphincter fisiologis pada rectosigmoid
colon sigmoid terdistensi gelombang peristaltik timbul pada rectum dan faeces menuju
rectum distensi rectum akibat faeces mengirimkan impuls ke otak rasa ingin defekasi
kontraksi rectum mendorong feses ke canalis analis m.levator ani dan m.sphincter ani
internus relaksasi turunnya feses ke caudal
2. Kontrol (volunter)
 Defekasi dapat di inhibisi dengan impuls inhibisi dari otak kontraksi m.sphincter ani externus
menahan keluarnya feses.
 Seluruh proses defekasi dibawah control medula spinalis segmen II-IV dengan afferenya
melalui parasimpatis.

 Kegiatan ini juga dibantu oleh peningkatan tekanan intra abdominal dengan kontraksi otot
dinding anterior abdomen.
( Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Guyton, Edisi 7, Bagian III )

3. Mengapa pasien nyeri perut intermitten,penurunan pengeluaran urin,demam?


- tempatpenyumbatan?
-

- Demam : karena ada proses peradangan karena infeksi?


- Bagaimana bisa dari Obstruksi usus sampai ke demam
- Makna dari anamnesis perlu ditanyakan demam setelah diare atau sebelum diare?Apa
perbedaannya dan penyebabnya apa? demam setelah diare
- Apakah selama 8 hari pasien mengalami demam terus menerus? Apakah disebabkan
karena obstruksi atau karena infeksi?
- Apakah distensi usus bisa menyebabkan infeksi?

- Usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70% dari gas yang
ditelan). Hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan intralumen, sehingga menurunkan
pengaliran air dan natrium dari usus ke darah. Oleh karena sekitar 8 liter cairan disekresi ke
dalam saluran cerna setiap hari, tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan
intralumen dengan cepat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai
merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit.
- Peregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan, yaitu penurunan
absorpsi cairan dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. Efek lokal peregangan adalah
iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorpsi
toksin-toksin bakteri ke dalam rongga peritonium dan sirkulasi sistemik (price, 2006).

4. Mengapa terbentuk massa seperti sosis?Dicari gambarnya


- Penyebab dari intususepsi?
- Hubungan umur dengan intususepsi?
5. Mengapa ditemukan red currant jelly stool?
- Warna merah karena terdapat darah akibat gangguan vaskuler pada organ intestinal
(obstruksi  kongesti pada vena  venanya pecah)
- Apakah gangguan vaskuler karena venanya pecah akibat obstruksi?

- Lendir, pada usus mengeluarkan mucus, pada scenario kemungkinan produksi


mucusnya berlebih sehingga mucus yang keluar akan lebih terlihat. Apakah benar
lendir akan bercampur pada feses pada keadaan normal? Mengapa pada scenario
tampak ada lendirnya?Berasal dari manakah mucus tersebut dan apa fungsinya?
6. Mengapa ditemukan kembung pada pasien?
- Akibat adanya penyumbatan pengeluaran gas  gas tertahan di saluran pencernaan
 akan menimbulkan rasa kembung
- Dikarenakan adanya penyumbatan  abdomen akan terdistensi
- Faktor yang menyebabkan kembung : aerofagi (menelan udara),interaksi asam
lambung dengan sekresi makanan,karena fermentasi dari bakteri,gangguan dari
pengeluaran gas
- Udara bisa keluar dari mulut dan anus : dari mulut (eructation/sendawa), dari anus
(flatus/kentut)
7. Bagaimana mekanisme dari muntah dan mengapa muntah berwarna hijau kekuningan?
- Factor kondisi (kehamilan,bau menyengat), factor penyakit ( penyakit sal. Cerna
(akibat infeksi), migran), Psikologis (gangguan kecemasan yang berlebih), induksi
obat tertentu (antibiotic tertentu,kemoterapi)dipicu oleh nervus afferent  medulla
oblongata  Kemoreseptor triggers zone,korteks serebral  implus efferent  pusat
saliva,pusat pernafasan,pusat otot abdomen
- Warna hijau karena kimus tercampur dengan getah empedu
- Karena adanya obstruksi  tidak sampai ke rectum  membalik ke atas lagi
- Apakah manifestasi klinis tiap obstruksinya sama?
8. Apa hubungan riwayat diare dengan penyakit yang diderita pasien?
9. Mengapa terdapat metallic sound dan pada pemeriksaan toucher terdapat pseudoportio?
- Karena gejala obstruksi ileus (syok,oligori,dan gangguan elektrolit)
10. Apa etiologi dari scenario?
- Karena invaginasi,volvulus,adhesi (jaringan fibrosis menjepit usus),tumor
11. Bagaimana patofisiologi dari scenario? Dari diare sampai terjadinya ileo-obstrukstifus?
12. Apa px fisik dan penunjang dari scenario?
13. Apa diagnosis dan diagnosis banding dari scenario?
Diagnosis : ileo-obstruktifus
DD : ileo-paralitikus,volvulus,invaginasi,
14. Bagaimana tatalaksana dari scenario?
15. Apa komplikasi dari scenario?