Anda di halaman 1dari 2

hdEr{TERI FENDIDIKAI i DAN KEBUDAYAAN

Rf PUtsLIK ll.lD0NESlA

SURAT EDARAN
NOMOR T2 TAHUN20]9
TENTANG
LARANGAN P}'NGGUNAAN KtrMASAN A]R MINUh4 BERBA}-iAN
PLASTIK SEKALI PAKAI DANIATAU KANTONG PLASTIK
DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDII(AN DAN KEBUDAYAAN

Yth
L, $emua Direktur Jencleral;
, Inspektur Jenderal;
e Semua Kepala Badan;
a, Semua Pimpinan Unit Utama;
A

5. Semua Kepala Pusat;


6 trdepala. Sekretariat Ler:rLraga Sensor Film; dan
7, Semua Kepala Unit Pelaksana Teknis
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dalam rangka pelaksanaan kornitmen Femerintah lnclonesia i-tntuk memerangi


sampakr plastik, dengan ini kami sampaikan ttntuk memperhatikan darr
melaksanakan hal-hal sebagai berikut.
i. Tidak menggunakan bahan-bahan yang dapat rnenirnbulkan sampah, seperti:
piring, gelas, kemasan air minum berbahan plastik sekali pak&i, dan/atau
kantong plastik di lingkungan kerja masing-masing.
2" Di daiam pelaksanaan rapat, sosialisa.si, pelal.ihan, dan kegiatan sejt:nis di
kantor tidak menggunakan pembungkus makana:r/kemasan minuman
plastik.
3. Menyediakan dispenser dan/atau teko air minun: clan gelas minum di setiap
rr'rang kerj a/ ruang pertemllan / rr-ran g rapat / aula.
4. Meningkatkan penggllnaan peralatan makan dan minum yang terbuat dari
kaca, melamin, keramik, dan rotan antara lain dengan membiasakan
penggunaan botol minum/ tumbler sebagai alat minum dan membawa alat
makan pribadi.
5. Meningkatkan penggurlaar kantong yang dapat digunakan kembali (reusable
bag) dalam aktivitas juai bcii di area kantin Iiemcnterian Pcndidikan dan
Kebudayaan.
6. Mengurangi penggunaan spanduk, backdrop, baliho, dan media iklan
lainnya yang berbahan plastik pada kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan,
clan kegiatan sejenis lainnya.
-2-

7. Pimpinan unit kerja melakukan sosialisasi terharlap lzu'angan pengguraar


kemasan air minum berbahan plastrk sekali pakai dan/atar; kantong plastik di
unit kerja masing-masing.

Demikian curat edaran .ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan


dilaksanaka.n sebagaimana mestinya.

2AL9
dan Kebudayaan