Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Komunikasi adalah "suatu proses di mana seseorang atau beberapa orang, kelompok,
organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan
lingkungan dan orang lain". Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Persuasi adalah komunikasi yang digunakan untuk
mempengaruhi dan meyakinkan orang lain. Melalui persuasi setiap individu mencoba berusaha
mempengaruhi kepercayaan dan harapan orang lain.
Secara sederhana Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk
mengubah atau memengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak
sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Pada umumnya sikap-sikap individu/
kelompok yang hendak dipengaruhi ini terdiri dari tiga komponen “
Komunikasi persuasif ini juga telah didefinisikan oleh beberapa para ahli di antaranya :
1. Kenneth E. Anderson (1972:218), menyatakan bahwa komunikasi persuasif merupakan
proses komunikasi antar individu. Komunikasi tersebut terjadi di mana komunikator
mengunakan simbol-simbol untuk mempengaruhi pikiran si penerima sebagai dengan
sendirinya, komunikator dapat merubah tingkah laku dan perbuatan audiens. Baca juga:
Komunikasi Politik
2. Erwin P. Betinghaus dalam bukunya yang berjudul “Persuasif Communication” tahun 1973,
halaman 10. Di sana dijelaskan bahwa komunikasi persuasif ini dapat mempengaruhi
pemikiran dan perbuatan seseorang, hubungan aktivitas antara pembicara dan pendengar
dimana pembicara berusaha mempengaruhi tingkah laku pendengar melalui perantara
pendengaran dan penglihatan. Baca juga: Komunikasi Antar Pribadi
3. De Vito dalam buku ‘Komunikasi Antarmanusia’ menyatakan bahwa komunikasi persuasif
merupakan komunikasi bertujuan untuk menengahkan pembicaraan yang sifatnya
memperkuat. Kemudian, memberikan ilustrasi dan menyodorkan informasi kepada khalayak.
Akan tetapi, tujuan pokoknya adalah menguatkan atau mengubah sikap dan perilaku, sehingga
penggunaan fakta, pendapat dan himbauan motivasional harus bersifat memperkuat tujuan
persuasifnya. Dari penjelasan tersebut, De Vito mengemukakan terdapat dua macam tujuan
atau tindakan yang ingin dicapai dalam melakukan komunikasi persuasif. Tujuan tersebut
dapat berupa untuk mengubah sikap atau perilaku receiver atau untuk memotivasi perilaku
receiver.

Komunikasi Persuasif secara Implisit Bertujuan :


1. Mengubah dan mempengaruhi seseorang individu atau kelompok.
2. mengubah sikap dan perilaku orang / kelompok agar bertindak sesuai yang diinginkan oleh
komunikator.
3. Terdiri tiga komponen utama, komunikator, komunikan, media.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Komunikasi Persuasif secara Umum

Terkadang kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang dipercayainya dapat memberikan


dampak sikap pada diri mereka. Sehingga dapat mempengaruhi perilaku atau tindakan mereka
terhadap sesuatu. Dengan kata lain, mengubah pengetahuan seseorang tentang sesuatu yang
dipercayainya dapat mengubah perilaku mereka. Walaupun ada kaitan antara kognitif, afektif, dan
konatif yang memiliki keterkaitan yang tidak selalu berlaku lurus atau langsung.

2. Unsur-Unsur Komunikasi Persuasif

Komunikasi persuasif akan dapat terbentuk dengan baik, jika terdapat unsur-unsur seperti
yang akan dipaparkan di sini. Aristoteles pernah berpendapat bahwa komunikasi itu dibangun oleh
tiga unsur yang fundamental (persuader/komunikator). Tiga unsur tersebut bersifat sebagai sumber
komunikasi, materi pembicaraan yang dihasilkannya (pesan), dan orang yang mendengarkannya
(komunikan). Persuader merupakan orang atau individu yang menyampaikan pesan di mana pesan
tersebut memberikan pengaruh sikap, pendapat, hingga perilaku orang lain secara verbal maupun
non verbal.

Di dalam komunikasi persuasif, peran seorang komunikator sangatlah penting dan


berpengaruh. Sehingga, ia harus memiliki nilai performa yang tinggi. Seorang komunikator yang
memiliki nilai performa yang tinggi dapat dicirikan dari kesiapan, kesungguhan, ketulusan,
kepercayaan, ketenangan, keramahan hingga kesederhanaannya dalam menyampaikan pesan.

Komunikan merupakan individu yang menjadi tujuan pesan itu disampaikan oleh
komunikator baik secara verbal maupun non verbal. Kepribadian pada seorang komunikan juga
mampu memberikan pengaruh terhadap penerimaan pesan, bahkan persepsi dan pengalaman juga
mampu mempengaruhi.

3. Ruang Lingkup Komunikasi Persuasif

Di dalam komunikasi persuasif, terdapat beberapa ruang lingkup yang di antaranya sebagai
berikut:
A. Komunikator/Sumber pesan atau informasi.
B. Content of the communication/pesan yang disampaikan. Pesan yang disampikan ini bisa
berupa:
C. Motivating Appeals (pesan yang mendorong, membangun, dan memotivasi).
D. Organization of persuasive arguments (pesan yang mengandung argumen atau opini).
E. Audience Predispositions/komunikan atau individu yang menerima pesan.
F. Group conformity motives/penerima pesan bisa berupa grup atau organisasi.
G. Individual personality factors/penerima pesan sebagai individu.
H. Media sebagai perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan.
I. Responses, yang merupakan tangapan dari seorang komunikan terhadap pesan yang
disampaikan.
J. Konteks situasional. Ruang lingkup inilah yang merupakan suasana atu situasi yang ad
ketika pesan disampaikan.

4. Bentuk-Bentuk Komunikasi Persuasif

Terdapat beberapa bentuk komunikasi persuasif, diantaranya:

A. Iklan

Di dalam iklan, komunikasi persuasfi sering kali komunikasi jenis ini dimanfaatkan
sebagai bentuk kegiatan pemasran. Karena, iklan sendiri merupakan bagian dari jenis promosi.
Sehingga, iklan merupakan bagian kecil dari aktivitas promosi yang lebih luas. Iklan inilah yang
menggunakan komunikasi persuasif sebagai bahasa mengajak para calon pelanggan untuk
menggunakan produknya.

B. Dakwah

Dakwah merupakan aktivitas yang bersifat menyerukan seperti layaknya orasi namun
sifatnya mengajak orang-orang untuk berjalan ke jalan yang benar. Sehingga, aktivitas ini
memerlukan bahasa persuasif yang dapat membuat orang yang mendengar pesan tersebut
menjadi ikut pengaruh dalam bahasa dan kata-kata yang disampaikan. Aktivtas inilah yang
kerap kali dilupakan kalau menggunakan persuasif tapi bukan dogmatis.

C. Pamflet

Pamflet merupakan bentuk komunikasi persuasif secara verbal yang berbentuk tulisan.
Bentuk ini sebenarnya masuk ke dalam kategori iklan. Namun, pada umumnya di jaman
sekarang menjadi paradigma dalam bentuk audio visual. Di dalam pamflet pastinya berunsur
iklan yang bersifat mengajak, sehingga pamflet merupakan salah satu bentuk komunikasi
persuasif.

5. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Persuasif

Segala sesuatu pasti ada sebab-musababnya. Sama halnya komunikasi persuasif yang
memiliki penyebabnya. Penyebabnya ini yang dinamakan sebagai faktor-faktor yang
mempengaruhi. Komunikasi persuasif yang berhasil diterapkan, pasti memiliki beberapa faktor.
Dan faktor-faktor itu di antaranya :
A. Seorang komunikator yang mempunyai kredibilitas tinggi merupakan seorang
komunikator yang mempunyai pengetahuan tentang apa yang disampaikannya. Sehingga
pesan akan tersampaikan secara jelas dan teratur.

B. Pesan haruslah masuk akal agar dapat diterima oleh seorang komunikan yang sebenarnya
belum dipahami sama sekali olehnya.

C. Pengaruh lingkungan juga dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya kegiatan


komunikasi persuasfi ini. Karena, pengaruh lingkungan akan memberikan atmosfir yang
mana atmosfir tersebut dapat mempengaruhi pola pikir seseorang, yaitu seorang
komunikan.

D. Pengertian dan kesinambungan suatu pesan. Itu sebabnya, pesan harus masuk di akal atau
logika yang benar.

6. Tujuan Komunikasi Persuasif

Segala sesuatu, pasti ada maksud dan tujuan tertentu. Tujuan inilah nantinya yang
digunakan sebagai target suatu kegiatan. Sehingga terbentuklah perencanaan untuk menuju tujuan
tersebut. Sebenarnya, komunikasi persuasif ini merupakan bentuk teknik dalam berkomunikasi.
Sehingga, tujuan adanya komunikasi persuasif ini di antaranya :

A. Perubahan sikap (attitude change), komunikasi persuasif ini diharapkan dapat mengubah
pola pikir yang mana pola pikir ini membuat komunikan mengubah sikapnya terhadap
pesan apa yang diterimanya.

B. Perubahan pendapat (opinion change), seorang komunikan pastinya memiliki pendapat


atau anggapan yang berbeda dari seorang komunikator. Sehingga, perlu adanya
komunikasi persuasif ini sebagai alat mengubahnya pola pikir komunikan yang membuat
komunikan ini mengikuti pendapat atau anggapan yang disampaikan oleh seorang
komunikator. Baca juga: Etika Komunikasi

C. Perubahan perilaku (behavior change), perubahan sikap ini sebenarnya masuk ke dalam
kategori perubahan sikap. Namun, perilaku ini merupakan suatu dampak dari sikap. Ketika
sikap berubah, maka perilaku pada seseorang atau komunikan pun juga ikut berubah
mengikuti pola pikir dari pesan yang ia terima.

D. Perubahan sosial (sosial change). Perubahan sosial inilah yang merupakan salah satu
dampak dari adanya bahasa yang persuasif. Komunikator yang berbahasa persuasif akan
membawa perubahan dalam lingkungan masyarakat, pola pikir, hingga perilaku
masayarakat. Hal ini dapat ditemukan pada seorang Lurah yang menyampaikan informasi
persuasif agar masyarakat desa mengikuti program pemerintah. Dengan adanya bahasa
yang persuasif yang bersifat mengajak ini, dapat mampu mengubah pola pikir masyarakat
desa untuk mengikuti program pemerintah yang disampaikan seorang Lurah sebagai
komunikator.

7. Teknik dalam Komunikasi Persuasif

Ada beberapa teknik yang harus dikuasai agar berhasilnya komunikasi yang dilaksanakan
yaitu :

 Bersikap humoris pada lawan bicara Anda.


 Pelajari menggunakan bahasa yang sopan.
 Jangan memakai kata kasar dan berbau SARA.
 Komunikator harus mampu membujuk komunikan tanpa paksaan dan tanpa kekerasan.
 Komunikator mempunyai kredibilitas tinggi.
 Bersikap humoris pada lawan bicara Anda.
 Pelajari menggunakan bahasa yang sopan.
 Jangan memakai kata kasar dan berbau SARA.
 Komunikator harus mampu membujuk komunikan tanpa paksaan dan tanpa kekerasan.
 Komunikator mempunyai kredibilitas tinggi.

Selain aspek aspek tersebut diatas masih ada beberapa teknik komunikasi persuasif yang
dipelajari oleh seorang komunikator sebelum bertemu menyampaikan persuasinya kepada
komunikan, yaitu :

 Teknik Asosiasi yang menyajikan pesan dengan cara menggabungkannya dengan objek
atau peristiwa yang sedang menarik perhatian komunikan.
 Teknik Integrasi yang menyatukan diri komunikator dengan diri komunikan dengan
menggunakan kata-kata verbal yang bermakna menyatakan satu bagian atau satu sisi
dengan komunikan, seperti menggunakan kata “kita”.
 Teknik Ganjaran merupakan teknik yang memperngaruhi seseorang atau kelompok dengan
memberikan sebuah janji atau imbalan tertentu.
 Teknik Red – Herring yang biasanya digunakan komunikator ketika berada dalam posisi
yang terdesak sehingga harus menghindar dari pertanyaan demi pertanyaan komunikan.
 Teknik Tataan yaitu menyusun pesan komunikasi agar enak didengar, dilihat atau dibaca
serta memberikan efek agar komunikan mengikuti apa yang disarankan pada pesan yang
dibuat tersebut.

Semua tehnik komunikasi persuasif diatas sebenarnya sangat mudah dipelajari, dan akan
mendukung lancarnya komunikasi persuasif dan mencapai target sasaran anda meskipun anda
belum pernah menjadi komunikator.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Dengan kita mempelajari komunikasi persuasif ini, membuat kita mampu memberikan
pengaruh pola pikir individu yang sedang berbicara dengan kita. Maka dari itu, seorang komunikan
yang sedang berbicara dengan seorang komunikator yang menggunakan teknik komunikasi
persuasif ini akan lebih cenderung mengikuti pola pemikiran apa yang disampaikan oleh
komunikator ini. Sehingga, seorang komunikator ini mampu dan berhasil mengajak seorang
komunikan untuk mengikuti apa yang ia sampaikan atau apa yang ia harapkan sebelumnya.
Komunikasi persuasif ini sangatlah menguntungkan jika seorang komunikator memiliki
teknik ini. Karena, teknik ini merupakan teknik yang dapat mempengaruhi psikis seseorang ketika
mendengar pesan dari komunikator yang menggunakan teknik komunikasi persuasif. Teknik ini
pada umumnya digunakan oleh para marketing, sales, bahkan promotor atau public relation untuk
mengajak klien atau konsumen menggunakan produk atau jasa yang ia tawarkan. Sehingga,
komunikasi persuasif ini sangatlah penting bagi mereka yang tugasnya menjual atau menawarkan
sesuatu.
DAFTAR PUSTAKA

https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-persuasif diakses pada tanggal 19 Januari 2020 pukul


19.08 wib.

https://id.scribd.com/document/331779277/MAKALAH-KOMUNIKASI-PERSUASIF diakses
pada tanggal 19 Januari 2020 pukul 19.16 wib.

https://www.academia.edu/28475923/MAKALAH_KOMUNIKASI_PERSUASIF diakses pada


tanggal 19 Januari 2020 pukul 20.00 wib.