Anda di halaman 1dari 2

NARASI KASUS

1. PKM Kassi-kassi.
Ny. H berusia 66 tahun mengalami gangguan jiwa sejak ± 36 tahun yang lalu. Hal ini bermula
saat suami klien jarang pulang ke rumah dan klien mendengar suaminya berselingkuh. Menurut
keluarga (anak klien) saat itu, klien tiba-tiba mengamuk, an dibawa ke RSK Dadi, dan telah
beberapa kali dirawat di RSKD Dadi. Keluarga mengatakan klien kadang-kadang bicara sendiri,
setelah ditany kan dengan siapa berbicara pasien mengatakan dia berbicara dengan orang yang
dilihatnya, pasien mengatakan kalian tidak dapat melihatnya karna ilmunnu tidak sampe.
Saat wawancara dengan pasien, pasien mengatakan sering melihat Babi dengan taring yang
besar yang brlari dalam rumah, sambil menunjukkan beberapa tempat. Klien mengatakan pernah
ditabrak oleh babi itu dan luka sambil menunjukkan paha bagian luarnya, tampak tidak terdapat
jaringan parut luka.
Klien nampak bersih tidak berbau, pakaian atas/ baju robek bagian belakang, klien meggunakan
celana pendek levis yang berumbai, menggunakan lipstik.
2. Ruang Kenanga
a. Ny. N berusia 43 tahun, untuk pertama kalinya dirawat di RSKD Dadi, diantar oleh keluarga
dengan keluhan gelisah, menghancurkan barang-barang, mengejar orang dengan parang .
perubahan ini terjadi sejak 2 tahun saat pasien bercerai dengan suaminya. Tidak ada anggota
keluarga yang menderita gangguan jiwa, klien tinggal dengan saudaranya. Saat pengkajian
Pasien mengatakan mendengar suara-suara yang menyuruh-nyuruh pergiko, pulangmo,
tidurmo, suara itu biasa datang malam hari membuat saya susah tidur. Pasiean mengatakan
malu dikatai erma “toloi”. Kontak mata kurang, pasien lebih sering menunduk, suara pelan .
pakaian kurang rapi, agak berbau, rambut kotor dan berkutu.
b. NN. D berusia, berusia 48 tahun masuk RS diantar oleh keluarga dengan keluhan gelisah,
merusak tanaman orang dan sering tertawa sendiri. Perilaku klien berubah sejak ± 20 tahun
lalu, klien tiba-tiba jadi orang yang pendiam dan bicara sendiri. Penyebab tidak diketahui.
Saat dikaji klien mau keluar kamar, kecuali dipegang tangannya dan diajak, klien
menyebutkan namanya, mau bersalamn, suara pelan hampir tidak terdengar, tidak ada kontak
mata tidak mampu memulai pembicaraa, klien diam saja kalau ditanya, mengalihkan badan ke
arah lain saat duduk berhadapan. Rambut kotor, bau, tidak rapi.
c. Ny. AN berusia 57 tahun masuk RSKD Dadi untuk yang ketiga kalinya dengan keluhan sering
gelisah, mondar-mandir bicara sendiri dan kadang-kadang mengambil enda tajamdan berusaha
melukai orang disekitarnya. Perubahan perilaku terjadi sejak ekonomi pasien merosot dan
bercerai dengan suaminya.
Saat dikaji pasien mengatakan dirinya seorng wakab/ wali dan paranormal, pasien mengtakan
saya bisa menyembuhkan orang sakit, menyembuhkan penyakit leukemia, jika pasien tidak
sembuh diobati oleh dokter maka klien yang obati akan sembuh. Disela wawancara kadang
klien nampak komat-kamit saat ditanyakenapa komat-kamit bicara dengan siapa klien
mengatakan saya bicara dengan para pendekeng-pendekeng. Pasien selalu minta rokok atau
uang untuk beli rokok, kerugian merokok, klien mengatakan seorang wakab sangat dekat
dengan asap jadi perlu merokok. Pasien mengatakan dia dibawa ke RS dengan judul yang
sama yaitu teraniaya oleh mantan suaminya yang iri karena dia sudah sukses dan menjadi
kontraktor, sehingga menyuruh depsos untuk menangkapnya dan diasukkan ke RSKD Dadi.
Klien nampak bersih, tidak berbau, pakaian sesuai , tidak berbau dan menggunakan lifstik
yang sesuai.