Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

PENGARUH SOSIAL GADGET DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI ANAK USIA PENDIDIKAN SEKOLAH
DASAR DI DESA BOYOLANGU YANG BERKEBALIKAN DENGAN PENERAPAN SILA KE TIGA PANCASILA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn)

Disusun Oleh :

Akbar Putra Rahmada (1913206004)

Luqyana Salsabila (19132060)

Yuliana Hasyim Putri Wulandari (19132060)


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah
melimpahkan rahmat dan nikmat yang diberikan oleh-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan bisa selesai pada waktunya.

Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami ucapkan kepada teman dan kerabat
yang telah membantu memberikan ide dan gambaran sehingga kami merasa terbantu dalam
penyelesaian makalah ini.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.
Meskipun kami menyadari bahwa makalah kami masih jauh dari kata sempurna. Kritik dan saran
yang membangun sangat kami harapkan agar pada tugas yang diberikan selanjutnya bisa lebih baik.

Penulis
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Analisis Situasi


Kami memilih daerah yang menurut kami banyak anak-anak usia pendidikan sekolah dasar
tetapi terlihat cukup lengang atau tidak terlalu ramai.

1.2. Tinjauan Pustaka

1.3. Identifikasi dan Perumusan Masalah

1.4. Tujuan Kegiatan

- Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan.
- Meningkatkan percaya diri dan kemandirian mahasiswa saat terjun langsung kepada
masyarakat umum.
- Melatih mahasiswa dalam menghadapi simpang siur masyarakat umum.

1.5. Manfaat Kegiatan


- Menambah wawasan mahasiswa dan pembaca.
- Menambah wawasan bagi narasumber.
BAB 2
METODE KEGIATAN

2.1. Khalayak

Target kami tertuju pada salah satu Ibu dari anak yang sedang duduk di bangku pendidikan
sekolah dasar.

2.2. Metode

Kami berfokus pada wawancara secara langsung dengan orag yang bersangkutan
(narasumber)

2.3. Langkah-langkah

- Mempersiapkan topik yang akan dibahas.

- Mencari tempat untuk dilakukannya kegiatan.

- Meminta izin kepada perangkat daerah yang dituju.

- Meminta izin kepada narasumber.

- Melakukan wawancara secara langsung kepada narasumber.

- Merekam semua kegiatan.

- Membuat makalah.

2.4. Faktor Pedukung

- Daerah yang dituju tidak jauh dari kampus.

- Narasumber merupakan saudara dekat dari salah satu anggota kelompok kami.

- Narasumber mudah dalam koordinasi atau dalam artian fleksibel.

2.5. Faktor Penghambat

- Kegiatan dilakukan saat hari Libur dan kegiatan lain mahasiswa yang berbeda-beda.

- Faktor cuaca yang labil.

- Alat yang kami gunakan terutama saat merekam kegiatan dapat dikatakan seadanya.
BAB 3

PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan kami lakukan pada Hari Selasa tanggal 24 Desember 2019. Bertempat di Desa
Boyolangu, Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

3.2. Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Hasil kegiatan atau wawancara yang kami lakukan kepada Narasumber di Desa Boyolangu
Tulungagung adalah, menurut Narasumber, anak terutama anak pada usia pendidikan sekolah dasar
jika di beri gadget anak tersebut cenderung kurang peduli kepada lingkungan sekitar.

3.3. Pembahasan Hasil Kegiatan

Narasumber yang kami minta wawancara merupakan salah satu warga Desa Boyolangu
Tulungagung. Beliau bernama ibu Hariatin dengan usia 40 tahun. Beliau memiliki dua anak, anak
pertama berusia 14 tahun dan sudah duduk di bangku SMP sedangkan anak kedua berusia 6 tahun
duduk di bangku SD. Beliau memberikan gadget kepada anak kedua pada saat anak tersebut masih
berusia 6 tahun tepat dihari ulang tahun anak tersebut. Beliau memiliki maksud memberikan gadget
kepada anak tersebut supaya anaknya tidak ketinggalan informasi kekinian dan untuk
mempermudah mengakses informasi lewat media social.

Namun kenyataan tidak sesuai dengan ekspetasi, anak kedua dari Ibu Hariatin justru lebih
asik dengan dunia gadgetnya sendiri yang menyebabkan kurangnya rasa sosialitas anak tersebut
dengan lingkungan. Anak tersebut juga cenderung individual dan kurang bersatu dengan lingkungan
sekitar, yang dimana sangat berkebalikan dengan sila ke tiga Pancasila yang berbunyi “Persatuan
Indonesia”.
BAB 4