Anda di halaman 1dari 5

Tugu Perang Dunia II Manado

Saat baru tiba di Manado, kami sudah melewati jalan di samping Tugu Perang Dunia II ini,
namun tidak berhenti karena urusan perut tampaknya lebih mendesak. Pada kali yang kedua
melewati jalan itu, hampir saja Tugu Perang Dunia II ini terlewatkan lagi, beruntung saya
menengok ke kanan dan melihat bangunan Tugu Perang Dunia II yang menjulang tinggi itu.
Mobil berhenti, kami pun turun dan berjalan kaki menyeberang jalan lalu masuk ke area Tugu
Perang Dunia II itu melalui sebuah pagar yang setengah tertutup dan tergenang air.

Tugu Perang Dunia II ini berada dalam satu kompleks yang cukup luas dimana terdapat pula
bangunan Gereja Sentrum Manado, yaitu Gereja Masehi Injil di Minahasa.

Tugu Perang Dunia II yang menjulang tinggi ini tampak agak kurang terurus dengan dinding
yang mulai kusam dan undak-undakan yang menua, barangkali setua ingatan orang tentang
drama kehidupan yang berlangsung selama Perang Dunia II. Sebuah spanduk yang terpasang di
tiang tugu pada hemat saya tidak semestinya berada di sana, karena selain tidak menghargai
makna Tugu Perang Dunia II ini, juga merusak pemandangan bagi wisatawan yang sedang
berkunjung ke sana.
Di lingkungan dimana terdapat bangunan atau tempat bersejarah yang tidak terawat bisa
merupakan indikasi inkompetensi, ketidakpedulian, atau ketidakberdayaan lembaga terkait dalam
menjaga dan merawat bangunan itu. Akibatnya, orang cenderung berbuat semaunya di bangunan
atau di sekitar bangunan tak bertuan itu.
Gereja Sentrum Manado dilihat dari samping sebelah kanan, di belakang Tugu Perang Dunia II.
Di tempat dimana Gereja Sentrum berada, sebelumnya berdiri gereja tertua di Kota Manado yang
bernama Gereja Besar Manado. Gereja itu hancur terkena bom pada saat Perang Dunia II
berlangsung.

Tugu Perang Dunia II ini dibangun di sebelah kiri bangunan Gereja Besar Manado yang sudah
hancur, sebagai tengara terjadinya peristiwa pemboman itu.
Gereja Sentrum Manado ini dibangun pada tahun 1952, di atas reruntuhan bangunan Gereja
Besar Manado yang bersejarah.

Tugu Perang Dunia II


tampaknya menjadi tempat yang populer bagi anak-anak untuk bermain. Mereka tampak telah
terbiasa berpose di depan kamera para wisatawan, sehingga tanpa diberi pengarahan apa pun
mereka bergaya dengan hebohnya, dan tanpa rasa sungkan sama sekali.
Anak-anak yang ceria dan heboh ini tampaknya menjadi satu-satunya hiburan bagi pengunjung
yang datang ke Tugu Perang Dunia II ini.

Semoga saja dinas dan pihak terkait segera bertindak untuk memperbaiki kondisi Tugu Perang
Dunia II ini, mempercantik area di sekitarnya, serta membuat prasasti berisikan sejarah berkaitan
dengan dibangunnya Tugu Perang Dunia II ini, agar memberi kesan mendalam bagi para
wisatawan. Bagaimana pun, sempatkan waktu untuk berkunjung ke Tugu Perang Dunia II jika
anda sedang berada di Kota Manado.

Tugu Perang Dunia II


Jl. Sarapung No. 1, Kelurahan Lawangirung,
Kecamatan Wenang, Manado

Terkait Tugu Perang Dunia II


Tempat Wisata di Manado, Hotel di Manado, Peta Wisata Manado

http://www.thearoengbinangproject.com/tugu-perang-dunia-ii-manado/