Anda di halaman 1dari 13

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR

Nomor : 445/ 24 /RSUD-III/I/2020

TENTANG
PANDUAN CAIRAN ELEKTROLIT KONSENTRAT
BLUD RSD dr.H.SOEMARNO SOSROATMODJO KABUPATEN BULUNGAN

DIREKTUR BLUD RSD dr.H.SOEMARNO SOSROATMODJO TANJUNG SELOR

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit


dr.H.soemarno sosroatmodjo, maka diperlukan panduan cairan
elektorlit konsentrat;
b. bahwa dalam rangka peningkatan mutu & keselamatan pasien
UPT RSD dr.H.soemarno sosroatmodjo maka diperlukan
aturan terkait penyimpanan dan penggunaan cairan elektrolit
konsentrat ;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur
UPT RSD dr.H.Soemarno Sosroatmodjo.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ;


2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009
tentang Rumah Sakit ;
3. Permenkes RI No. 1691 Tahun 2011 Tentang Keselamatan
Pasien Rumah Sakit ;

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT
dr.H.SOEMARNO SOSROATMODJO TENTANG PANDUAN
CAIRAN ELEKTROLIT KONSENTRAT UPT RSD dr.H.
SOEMARNO SOSROATMODJO

KEDUA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila


di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan
ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Ditetapkan di : Tanjung Selor


Pada tanggal : 02 Januari 2020
Direktur,

dr. H. Surya Tan, M.Sc.,Sp.S


Pembina, IV/b
NIP. 19660408 200012 1 007
KATA PENGANTAR

Panduan Cairan konsentrat di BLUD RSD dr.H.Soemarno Soroatmodjo Kab. Bulungan


disusun mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 58/Menkes/SK/2014 Tentang
Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit dan Peraturan Kesehatan RI No.
1691/Menkes//Per/VIII/2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit yang disusun oleh Tim
Penyusun Panduan Obat Hi-Alert di Rumah Sakit.
Panduan cairan konsentrat UPT RSD dr.H.Soemarno Soroatmodjo digunakan sebagai acuan
Rumah Sakit dalam menerapkan Pelayanan dengan asas keselamatan pasien sehingga tercapai mutu
dan kualitas pelayanan yang memadai sesuai kebutuhan pasien.
Panduan Cairan konsentrat di BLUD RSD dr.H.Soemarno Soroatmodjo ini disusun dengan
memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terkini dan akan terus di
perbaharui dan diperbaiki seiring dengan peningkatan pelayanan kefarmasian di BLUD RSD
dr.H.Soemarno Soroatmodjo.
Demikian segala saran dan masukan yang bersifat membangun dalam meningkatkan
pelayanan di BLUD RSD dr.H.Soemarno Soroatmodjo sangat berarti bagi kami.

Tanjung Selor, 02 Januari 2020


Direktur
BLUD RSD dr.H.Soemarno Soroatmodjo

dr. H. Surya Tan, M.Sc.,Sp.S


Pembina, IV/a
NIP. 19660408 200012 1 007

DAFTAR ISI
SK PANDUAN CAIRAN KONSENTRAT ........................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ 2
DAFTAR ISI .......................................................................................................................................... 3
BAB I DEFINISI .................................................................................................................................... 4
BAB II RUANG LINGKUP ................................................................................................................... 5
BAB III TATA LAKSANA ................................................................................................................... 6
BAB IV DOKUMENTASI................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
DEFINISI
Elektrolit konsentrat adalah obat dengan konsentrasi tinggi dimana sebelum digunakan perlu
dilakukan pengenceran atau pengaturan dosis.

BAB II
RUANG LINGKUP

A. DAFTAR ELEKTROLIT KONSENTRAT DI UPT RSD DR. H. SOEMARNO


SOSROATMODJO

Kategori / kelas obat-obatan Jenis obat


Magnesium sulfat injection MgS04 20 %, 40%
Konsentrat KCL (HARUS KCL 7,46%
DIENCERKAN)
Dextrosa hipertonik (> 20%) Glukosa 40 ( D 40% )
Bikarbonat Natrium Meylon 84%
Hipertonik konsentrasi > 0.9% NaCl 3%

B. PRINSIP
1. Elektrolit konsentrat ada di farmasi dan di unit tertentu dengan memenuhi persyaratan
pelabelan, pengendalian, penyimpanan, pengeluaran, pemberian
2. Berikan label merah pada cairan elektrolit konsentrat dengan keterangan high alert.
3. Elektrolit konsentrat Tinggi yang ada di UPT RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo adalah :
- KCl 7,46%
- Nacl 3%
- Mgso4 40 %
- Dextrose 40%

BAB III
TATA LAKSANA
A. PROSEDUR

Lakukan prosedur dengan arahan dan hati-hati selama memberikan instruksi,


mempersiapkan, memberikan obat dan menyimpan cairan elektrolit konsentrat.

B. PERESEPAN

Jangan berikan instruksi hanya secara verbal mengenai elektrolit konsentrat.

1. Instruksi yang diberikan haras mencangkup minimal:


a. Nama pasien dan nomor rekam medis
b. Tanggal dan waktu instruksi dibuat
c. Nama obat, dosis, jalur pemberian dan tanggal pemberian setiap obat
d. Kecepatan dan atau durasi pemberian obat
2. Dokter harus mempunyai diagnosis, kondisi dan indikasi penggunaan setiap elektrolit
konsentrat secara tertulis.
3. Sistem informasi terbaru secara periodik mengenai standar pelayanan, dosis dan konsentrasi
obat (yang telah disetujui oleh Komite Farmasi dan Terapi) serta informasi yang
dibutuhkan untuk mengoptimalkan keselamatan pasien.

C. PERSIAPAN DAN PENYIMPANAN


1. Elektrolit konsentrat disimpan di ruang farmasi atau di dalam troli emergency yang
memiliki kunci.
2. Semua petugas yang terlibat harus melakukan identifikasi elektrolit konsentrat dengan
melihat dengan seksama label elektrolit pekat atau HA.
3. Semua tempat penyimpanan harus diberikan label yang jelas dan dipisahkan dengan obat-
obatan rutin lainnya. Jika elektrolit konsentrat harus disimpan di area perawatan pasien,
kuncilah tempat penyimpanan dengan diberikan label peringatan berwarna merah dan
bertuliskan elektrolit pekat atau HA.
4. Larutan KCL hanya boleh disimpan di instalasi farmasi.
5. Vial yang mengandung konsetrat elektrolit (misalnya KCL) tidak boleh disimpan di lingkup
atau area perawatan pasien.
6. Obat-obatan yang digunakan dalam emergensi medis (misalnya: kondisi mengancam nyawa
yang bersifat gawat darurat) tidak diwajibkan untuk mengikuti Panduan dan Prosedur
Penggunaan elektrolit konsentrat.

D. PEMBERIAN CAIRAN ELEKTROLIT KONSENTRAT


1. Perawat/bidan harus selalu melakukan pengecekan ganda (double-check) terhadap semua
high alert medications sebelum diberikan kepada pasien.

2. Pengecekan Ganda Terhadap High Alert Medications


a. Tujuan:Identifikasi cairan konsentrat yang memerlukan verifikasi atau pengecekan
ganda oleh petugas kesehatan lainnya (sebagai orang kedua) sebelum memberikan
dengan tujuan meningkatkan keselamatan dan akurasi.
b. Prosedur untuk dosis inisial atau inisiasi infuse baru :
1) Cairan konsentrat yang hendak diberikan lengkap dengan labelnya.
2) Cairan konsentrat telah disiapkan dan sesuai dengan instruksi
3) Perawat/bidan harus memverifikasi bahwa cairan konsentrat yang hendak diberikan
telah sesuai dengan instruksi dokter
3. Sesaat sebelum memberikan cairan elektrolit konsentrat, perawat/bidan mengecek nama
pasien, memberitahukan kepada pasien mengenai nama cairan yang diberikan, dosis dan
tujuannya (pasien dapat juga berperan sebagai pengecek, jika memungkinkan).
4. Semua pemberian high alert medications intravena dan bersifat kontinu harus diberikan
melalui pompa infus IV.
5. Cairan elektrolit konsentrat yang tidak digunakan dikembalikan ke instalasi farmasi, dan
dilakukan peninjauan ulang oleh apoteker apakah terjadi kesalahan yang belum diberikan.
6. Dosis ekstra yang digunakan ditinjau ulang oleh apoteker untuk mengetahui indikasi
penggunaan dosis ekstra.

E. IDENTIFIKASI CAIRAN ELEKTROLIT KONSENTRAT


1. Simpanlah elektrolit konsentrat dalam lemari khusus yang berlabel merah dengan
keterangan elektrolit pekat atau high alert (HA).
2. Berikan label merah pada masing-masing elektrolit konsentrat dengan keterangan
elektrolit pekat atau high alert (HA).

F. MONITORING CAIRAN ELEKTROLIT KONSENTRAT


1. Terdapat beberapa form untuk penatalaksanaan cairan elektrolit konsentrat
2. Monitor tanda keadaan umum dan vital pasien sebelum penggunaan cairan elektrolit
konsentrat
3. Setelah penggunaan cairan elektriolit konsentrat maka monitor ulang keadaan umum dan
tanda vital pasien.
4. Jika ada reaksi yang tidak diinginkan segera hubungi dokter.

G. PEMBERIAN CAIRAN ELEKTROLIT KONSENTRAT DI UNIT PERAWATAN


ATAUPUN RAWAT JALAN
1. Simpan cairan elektrolit pekat dalam troly emergency yang berlabel merah.
2. Lakukan pengecekan resep dokter mengenai cairan elektrolit pekat (HA) yang dibutuhkan.
3. Konsentrat Elektrolit: Injeksi NacI >0,9% dan Injeksi Kalium (klorida asetat dan
fosfat) > 0,4eq/ml@
a. Jika KC1 diinjeksi terlalu cepat (misalnya pada kecepatan melebihi 10mEq/jam) atau
dengan dosis yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan henti jantung.
b. KC1 tidak boleh diberikan sebagai IV push bolus
c. Hanya disimpan di instalasi farmasi, ICU, dan kamar operasi.
d. Berikan label pada botol infuse: Konsentrat Pekat (Tulisan berwama merah)
e. Protokol untuk KCl :
1) Indikasi infuse KC1
2) Kecepatan maksimal infus
3) Konsentrasi maksimal yang masih diperbolehkan
4) Penentuan bahwa semua infuse KC1 harus diberikan via pompa
5) Larangan untuk memberikan larutan KC1 multipel secara berbarengan
(misalnya:tidak boleh memberikan KC1 IV sementara pasien sedang
mendapat infuse KCL di jalur IV lainnya).
6) Diperbolehkan untuk melakukan substitusi dari KC1 oral menjadi KCL iv,
jika diperbolehkan.
7) Lakukan pengecekan ganda

4. Infus Magnesium Sulfat


a. Tergolong sebagai elektolit pekat (high alert pada pemberian konsentrasi
melebihi standar, yaitu >40mg/ml dalam larutan 100ml (4g dalam 100ml
larutan isotonic /normal saline).
b. Perlu pengecekan ganda (perhitungan dosis, persiapan dosis, pengaturan pompa
infuse)

5. Garam Fosfat (natrium dan kalsium)


a. Sebisa mungkin berikan terapi pengganti fosfat melalui jalur oral.
b. Berikan dalam bentuk natrium fosfat, kapanpun memungkinkan
c. Pemberian kalium fosfat berdasarkan pada level/kadar fosfat inorganic pasien
dan faktor klinis lainnya.
d. Dosis normal kalium fosfat:tidak melebihi 0,32 mmol/kgBB dalam 12 jam.
Dosis dapat diulang hingga serum fosfat > 2 mg/dl
e. Selalu berikan via pompa infuse.

1
BAB IV
DOKUMENTASI

Pendokumentasian pelaksanaan elektrolit konsentrat (high alert) adalah terkait dengan


monitoring dan indikator mutu.

A. MONITORING ELEKTROLIT
KONSENTRAT hal-hal yang
dimonitoring antara lain :
1. Kesesuaian jumlah
2. Kesesuaian jenis
3. Kesesuaian tanggal ED
4. Kesesuaian label elektrolit konsentrat (High Alert)
5. Pengisian daftar pengecekan
6. Emergency Kit terkunci
7. Penyimpanan cairan elektrolit konsentrat pada area yang berlabel merah atau
bertanda merah bertuliskan elektrolit pekat (Ha)

B. Indikator Mutu terkait dengan pelebelan elektrolit pekat (high alert). adalah
kegiatan pemberian label pada elektrolit konsentrat untuk membedakan atau
memberi tanda yang tepat

C. Prosedur pelaksanaan pemberian label:


1. Siapkan daftar cairan elektrolit konsentrat
2. Beri label merah untuk cairan elektrolit konsentrat dengan keterangan elektrolit
pekat (high alert) Pada cairan elektrolit konsentrat, jika obat hendak diberikan
secara satuan maka label ditempel pada satuan obat tersebut.

2
REFERENSI

1. Wisconsin Patient Safety Institute. Model high-alert medications policy &


procedures.Wisconsin: WPSI; 2004.
2. Institute for Safe Medication Practices (ISMP). ISMP’s list of high-alert
medications. ISMP; 2012.
3. The University of Kansas Hospital. High alert medication double-check. Dalam:
4. Medication management. Corporate Policy Manual. Volume 2. Kansas; 2010.
5. John Dempsey Hospital-Department of Pharmacy. High alert medications.
Dalam:
6. Pharmacy practice manual. Connecticut: University of Connecticut Health Center;
2008.
7. Cohen M, Kilo C. High-alert medications: safeguarding against errors. Dalam:
Cohen M, peny. Medication errors. USA: American Hospital Association, Health
Research & Educational Trust, Institute for Safe Medication Practices; 2002.
8. Regional Pharmacy Nursing Committee. Regional high-alert medication safety
practices. Regional Pharmacy and Terapeutic Committee; 2010.
9. Koczmara C. High alert medications: no room for errors. Kanada: ISMP; 2003.
10. Graham S, Clopp MP, Kostek NE, Crawford B. Implementation of a high-alert
medication program. The Permanente Journal. 2008;12:15-22.
11. Joint Commission on Accreditation of Healthcare Organizations (JCAHO). High-
alert
12. medications and patient safety. Int J Qual Health Care. 2001;13:339-40.
13. 10. Cabral K, Wendler L. High alert medications, polypharmacy & avoidable
14. hospitalizations: Practice Improvement Series Meeting (PRISM). 2011.
15. Kane J. High alert medications policy. The University of Toledo Medical Center.
2011.
16. Colorado Foundation for Medical Care. Campaign intervention fact sheet: high
alert medications.
17. Medication Use Quality Committee. High alert medications: identification,
double-check and labeling. Saskatoon Health Region; 2009.
3
4
LAMPIRAN 1

5
6