Anda di halaman 1dari 10

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

A. Definisi

Hipertensi gestasional adalah peningkatan tekanan darah yang terjadi saat

kehamilan dimana tekanan darah mencapai 140/90mmHg atau lebih untuk pertama kali

dalam kehamilan, tetapi belum mengalami proteinuria. Hipertensi gestasional disebut

hipertensi sementara jika tidak terjadi preeklamsia dan tekanan darah kembali ke normal

dalam 12 minggu postpartum. Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan

vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan pada permukaan

nifas (purnawingsih, 2010).

B. Etiologi

Namun ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya hipertensi dalam

kehamilan antara lain :

1. Teori genetik

Berdasarkan teori ini komplikasi hipertensi pada kehamilan dapat diturunkan pada

anak perempuan sehingga sering terjadi hipertensi sebagai komplikasi kehamilan.

sifat herediternya adalah resesif sehingga jarang terjadi.

2. Teori imuniologi

Hasil konsepsi mmerupakan benda asing tidak murni karena sebagian genetiknya

berasal dari sel maternal, sehingga sebagian besar kehamilan berhasil dengan baik

sampai aterm. Pada ibu dengan preeklamsi helper T cell (Thi) nya rendah

dibandingkan dengan ibu yang tidak preeklamsi. Dimana ketidakseimbangan (ThI)

dipengaruhi oleh adenosin. Kadar adenosin para penderita PE lebih besar

dibandingkan yang nornal. Adenosin yang tinggi membuat Tsel ibu menjadi rendah

dan Tsel menghasilkan sitokinik spesifik yang memudahkan implantasi. Namun jika
sitokinin berkurang terjadinya gangguan saat implatasi dan disfungsinya

menyebabkan PE

3. Invasi tropoblast yang abnormal

Inplantasi plasenta yang normal terjadi penggantian endotel dan dinding otot dari

pembuluh darah serta pembesaran dari pembuluh darah. Tetapi pada implantasi yang

abnormal invasi tropoblast terjadi secara tidak sempurn. Pembuluh darah desidua

terbungkus dengan tropoblas endovaskuler sehingga pembuluh darah menjadi

vasokontriksi.

4. Nutrisi

Konsumsi daging yang berlebihan, protein, purine, lemak mengakibatkan

terjadinya artherosklerosis sehingga tekanan darah ibu semakin meningkat.

C. Manifestasi klinis

Tanda gejala yang timbul pada hipertensi kehamilan dibedakan berdasarkan

klasifikasi. Menurut national high blood pressure education program tahun 2001,

hipertensi dibagi menjadi :

1. Hipertensi gestasional adalah hipertensi yang timbul pada kehamilan tanpa disertai

proteinuria dan hipertensi dapat menghilang setelah 3bulan pasca persalinan atau

kehamilannya dengan tanda-tanda preeklamsi tetapi tanpa protein, gejalanya adalah :

a. Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg terjadi pertama kali dalam kehamilan.

b. Tidak terdapat proteinuria.

c. Tekanan darah kembali normal dalam waktu kurang dari 12 minggu postpartum

d. Diagnosa akhir hanya dapat ditegakan setelah melahirkan

e. Dapat disertai dengan gejala nyeri epigastrum atau trombositopenia


2. Preeklamsia

Hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai proteinuria. PE dapat

terbagi lagi menjadi :

a. Ringan

1) Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg pada kehamilan > 20 minggu

2) Proteinuria ≥ 30 mg/24 jam atau ≥ 1+ dispstick

b. Berat

1) Tekanan darah ≥ 160/110 mmHg pada kehamilan > 20 minggu

2) Proteinuria 20 mg/24 jam atau ≥ 2+ dispstick

3) Serum creatinin > 1,2 mg/dl (kecuali sebelumnya sudah abnormal)

4) Trombosit < 100.000/mm3

5) Peningkatan alanin aminotranferase (ALT)

6) Nyeri kepala berat dan penglihatan kabur

7) Nyeri epigastrum

3. Eklamsia

Apabila ditemukan kejang-kejangpada penderita preeklamsi yang dapat juga disertai

koma.

4. Hipertensi kronik

Hipertensi timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu dan menetap setelah 12

minggu pasca persalinan, gejalanya :

a. Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg sebelum kehamilan 20 minggu dan tidak terkait

dengan penyakit tropoblas gestasional.

b. Lebih atau menetap sampai lebih dari 12 minggu pasca persalinan.


5. Hipertensi kronik dengan superimposed preeklamsia

Hipertensi kornik yang disertai tanda-tanda preeklamsia atau hipertensi kronik yang

diserta dengan proteinuria.

D. Pemeriksaan penunjang

1. Uji SMAC

Asam urat meningkat pada preeklamsia, tetapi tidak pada hipertensi kronik.

Temuaan bermakna jika > 6, Peningkatan SGOT menandakan adanya gangguan

pada hati.

2. Hitung darah lengkap

a. Peningkatan hematokrit mungkin disebakana oleh hemokonsentrasi

b. Hitung trombosit bila jumlah nya rendah dapat mengidentifikasikan adanya

gangguan vaskuler.

3. Pemeriksaan kadar protein, kreatinin, BUN, ALT, melijat adanya kerusakan pada

ginjal

E. Asuhan keperawatan

1. Pengkajian

a. Identitas klien (nama, umur, alamat)

b. Keluhan utama

Keluhan yang paling sering adalah sakit kepala. Terutama area kuduk, mata

berkunang-kunang, pandangan kabur, proteinuria, nyeri ulu hati dan peka

terhadap cahaya.

c. Riwayat penyakit sekarang

Adanya riwayat hipertensi saat ini dawali dengan mudah letih, nyeri kepala,

diplobia, nyeri epigastrum dan nokturia.

d. Riwayat penyakit dahulu


Adanya penyakit lain seperti diabetes mellitus, hipertensi, obesitas, hal ini untuk

mengetahui faktor prediposisi.

e. Riwayat penyakit keluarga

Adanya riwayat keluarga yang mengalami hal yang sama, misalnya orang tua

perempuan.

f. Riwayat psikososial

Meliputi bagaimana penerimaan klien tehadap penyakitnya, dan bagaimana cara

mengatasinya serta bagaimana perilaku klien terhadap dirinya

g. Pengkajian sistem tubuh

1) Breathing

Sesak napas, batuk dengan atau tanpa dahak, riwayat merokok dan suara

napas tambahan

2) Blood

Adanya trombositopenia dan gangguan pembekuan darah lainnya, tekanan

darah meningkat, kadang terdengar bunyi jantung S2, S3 dan S4, takikardi,

dstensi vena jugularis, kulit pucat nadi teraba jelas

3) Brain

Kepala pusing,berdenyut, gangguan penglihatan dan kenaikan tekanan

intrakranial.

4) Bladder

Kaji apakah ada riwayat diabetes mellitus, gangguan pada ginjal dan

konsumsi obat diuretik

5) Bowel

Makanan tinggi garam, protein, lemak kolesterol dan adanya rangsangan

mual muntah dapat mempengaruhi perubahan berat badan.


6) Bone

Nyeri pada bagian tungkai, nyeri pada sub oksipital berat, nyeri dada, nyeri

ulu hati, dan keamanan meliputi cara berjalan

2. Diagnosa keperawatan

a. Perubahan perpusi jaringan berhubungan dengan hipertensi, vasospasme siklit,

edema serebral

b. Resiko cedera tinggi pada ibu berhubungan dngan iribilitas sistem saraf pusat.

c. Kecemasan berhubungan dengan ancaman cedera pada ibu sebelum lahir

d. Resiko tinggi stress pada jani berhubungan dengan masalah kesehatan ibu,

pemajangan pada teratogen, atau adanya infeksi.

3. Intervensi

a. Perubahan perpusi jaringan berhubungan dengan hipertensi, vasospasme siklit,

edema serebral.

Tujuan : tidak terjadi vasospasme dan perpusi jaringan tidak terjadi

Kriteria hasil : klien mengalami vasodilatasi ditandai dengan diuresis,

mobilisasi cairan ekstraseluler.

No Intervensi Rasional

1. Memantau asupan oral dan infus MGSO4 adalah obat anti kejang

MGSO4 yang bekerja pada sambungan

mioneural dan merelaksasi

vasospasme sehingga

menyebabkan peningkatan perpusi

ginjal, mobilisasi cairan ekstra

seluler (edema dan diuresis)

2. Memantau urine yang keluar Mengetahui jumlah urine yang


keluar

3. Memantau edema yang terlihat Edema salah satu tanda preeklamsi

4. Mempertahankan tirah baring total Tirah baring menyebabkan aliran

dengan posisi miring darah uteroplasenta yang sering

kali menurunkan tekanan darah

dan meningkatkan diuresis

b. Resiko cedera tinggi pada ibu berhubungan dngan iribilitas sistem saraf pusat.

Tujuan : gangguan sistem saraf pusat aka menurun mencapai tingkat

normal

Kriteria hasil : klien tidak mengalami kejang

No Intervensi Rasional

1. Mendapat data dasar Memantau hasil terapi

2. Memantau pemberian IV MGSO4 MGSO4 adalah obat anti kejang

dan kadar serum MGSO4 namun dapat mengakibatkan

keracunan pada ibu

3. Mengkaji kemungkinan adanya Dosis yang berlebihan akan

keracunan MGSO4 membuat kerja otot menurun

sehingga dapat menyebabkan

depresi pernapasan berat

4. Mempertahankan lingkungan tenang, Rangsangan kuat misalnya cahaya

gelap dan nyaman dapat memicu kejang

c. Kecemasan berhubungan dengan ancaman cedera pada ibu sebelum lahir

Tujuan : ansietas dapat diatasi


Kriteria hasil : klien tampak rileks, dapat istrirahat dengan tepat, menunjukan

keterampilan pemecahan masalah

No Intervensi Rasional

1. Kaji tingkat ansietas klien perhatikan Membantu menentukan jenis

tanda depresi dan pengingkaran intervensi yang diperlukan

2. Dorong dan berikan kesempatan Membuat perasaan terbuka dan

untuk pasien mengajukan pertanyaan bekerja sama untuk memberikan

atau menyatakan masalah informasi yang akan mengatasi

masalah

3. Dorong orang terdekat berpartisipasi Keterlibatan meningkatkan rasa

dalam asuhan sesuai indikasi berbagi dan memperkecil rasa

takut karena tidak tahu.


4. WOC

Faktor genetik, imunologi,


abnormal implantasi
plasenta, nutrisi,
atherosklerosisi

Vasokontriksi pembuluh
darah maternal
Resiko cedera
pada ibu
Beban kerja
jantung Hipertensi Gestasional
meningkat
Pusing,
gangguan
Kerusakan pembuluh penglihatan
Tekanan darah
darah ↑

Vaskularisasi didalam Aliran darah


tubuh ibu terganggu tubuh ibu
Kurang
terganggu
pengetahuan

Suplai O2 + nutrisi
terganggu Gangguan
Kecemasan perpusi
jaringan
Janin
mengalami
stress