Anda di halaman 1dari 13

Jurnal Ilmu Administrasi Publik 1 (2) (2013): 24-36

Jurnal Administrasi Publik

http://ojs.uma.ac.id/index.php/publikauma

Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia

Nasrullah Hidayat

Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada


nasrullahhidayat816@yahoo.co.id

Diterima Februari 2013; Disetujui April 2013; Dipublikasikan Juni 2013

Abstrak
Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan kebijakan kependudukan di Indonesia, metode yang
digunakan dengan studi pustaka dan kajian literatur. Hasil penulisan menunjukkan bahwa masalah utama
yang dihadapi di bidang kependudukan di Indonesia adalah masih tingginya pertumbuhan penduduk dan
kurang seimbangnya penyebaran dan struktur umur penduduk. Program kependudukan dan keluarga
berencana bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat
melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk namun belum sepenuhnya berhasil. Evaluasi
dan langkah dari kebijakan yang diambil guna mengatasi masalah kependudukan dalam ranah hukum
sebenarnya telah sering terdengar, perubahan dasar hukum kependudukan dari Undang-undang Nomor 10
Tahun 1992 menjadi Undang-Undang 52 tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga pun menjadi bukti perubahan kebijaksanaan dalam sisi hukum. Selain itu, Kebijakan
pendidikan penting diterapkan karena berkenaan dengan pengaturan kehidupan dengan sesama manusia. Hal
ini tersebut aspek dapat dilihat dari sosialitas dari keberadaan manusia.

Kata Kunci: Kependudukan; Kebijakan; Program

Abstract
This writing aims to examine the problems of population policy in Indonesia, the method used with literature
study and literature review. The results of the study indicate that the main problem faced in the field of
population in Indonesia is the still high population growth and the lack of balanced distribution and age
structure of the population. Population and family planning programs aim to contribute to the creation of
economic and social well-being for the whole community through the efforts of population planning and
control but not yet fully successful. Evaluation and step of the policy taken to overcome the problem of
population in the realm of law has been often heard, the basic change of population law from Law Number 10
Year 1992 into Law 52 year 2009 About Population Development and Family Development also become
evidence of change of wisdom in Side of the law. In addition, an important educational policy is applied
because it deals with the regulation of life with fellow human beings. This aspect can be seen from the
sociality of human existence.
Keywords: Population; Policy; Program

How to Cite: Hidayat, N. (2013), Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia 1 (2): 24-36
*Corresponding author: P-ISSN-2549-9165
E-mail: nasrullahhidayat816@yahoo.co.id e-ISSN-2580-2011

24
Jurnal Ilmu Administrasi Publik 1 (2) (2013): 24-36

PENDAHULUAN 2. Memberikan kemungkinan bagi tiap-


Pertumbuhan penduduk yang makin tiap orang untuk memperoleh
cepat, mendorong perkembangan aspek- kebebasan yang lebih besar, guna
menentukan apa yang terbaik bagi
aspek kehidupan yang meliputi aspek
kesejahteraan diri, keluarga dan
sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan anaknya.
sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan 3. Kebijakan harus diarahkan untuk
aspek-aspek kehidupan tersebut, maka meningkatkan kualitas hidup penduduk itu
bertambahnya sistem mata pencaharian sendiri. Pemecahan masalah
hidup dari homogen menjadi kompleks. kependudukan dengan pengendalian
Berbeda dengan makhluk lain, manusia kelahiran saja tidak
mempunyai kelebihan dalam kehidupan.
menjamin bahwa hasilnya secara otomatis
Manusia dapat memanfaatkan dan akan meningkatkan kualitas hidup
mengembangkan akal budinya. penduduk yang bersangkutan atau
Pemanfaatan dan pengembangan generasi yang akan datang. Pada tahun
akal budi telah terungkap pada 1965 PBB mempunyai kebijakan
perkembangan kebudayaan, baik kependudukan yang jelas dan menjadi
kebudayaan yang bersifat rohaniyah, dasar bagi tindakan-tindakan yang nyata,
walaupun badan yang bernama “The
maupun kebudayaan kebendaan. Akibat
Population Commission” dengan resmi
dari kebudayaan ini telah mengubah cara sudah dapat disahkan pada tanggal 3
berpikir manusia dalam memenuhi oktober 1946.
kebutuhan hidupnya. Sehubungan dengan
hal tersebut dalam pokok bahasan ini akan PEMBAHASAN
ditelaah mengenai pertumbuhan penduduk Indonesia merupakan jumlah
dari tahun ke tahun, perkembangan penduduk yang banyak. Dapat dilihat dari
kehidupan penduduk, dan timbulnya hasil sensus penduduk yang semakin
tahun semakin meningkat. Dalam
pranata-pranata akibat perkembangan
pengetahuan tentang kependudukan
tersebut. dikenal sebagai istilah karakteristik
Kebijakan Kependudukan adalah penduduk yang berpengaruh penting
kebijakan yang ditujukan untuk terhadap proses demografi dan tingkah
mempengaruhi besar, komposisi, laku sosial ekonomi penduduk. (bahan
distribusi dan tingkat perkembangan kuliah dan makalah kesehatan)
penduduk. sedangkan DR. Elibu Bergman Dibanding dengan negara-negara
yang sedang berkembang lainnya,
(Harvard university) Mendefinisikan
Indonesia menempati urutan ketiga dalam
kebijakan penduduk sebagai tindakan- jumlah penduduk setelah Cina dan India.
tindakan pemerintah untuk mencapai Indonesia merupakan negara yang sedang
suatu tujuan dimana didalamnya termasuk membangun dengan mempunyai masalah
pengaruh dan karakteristik penduduk. kependudukan yang sangat serius disertai
Secara umum kebijakan penduduk harus dengan, yaitu jumlah penduduk yang
ditujukan untuk: sangat besar disertai dengan tingkat
pertumbuhan yang relatif tinggi dan
1. Melindungi kepentingan dan persebaran penduduk yang tidak merata.
mengembangkan kesejahteraan
Jumlah penduduk bukan hanya merupakan
penduduk itu sendiri terutama generasi
yang akan datang.
25
Nasrullah Hidayat, 2013. Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia

modal , tetapi juga akan merupakan beban kontrasepsi bagi perempuan. Dari 20 jenis
dalam pembangunan. . kontrasepsi yang beredar, 90 persen di
Pertumbuhan penduduk yang antaranya ditujukan untuk perempuan.
meningkat berkaitan dengan kemiskinan Bank Dunia pernah menyebut
dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia sebagai "salah satu transisi
Pengetahuan tentang aspek-aspek dan demografis paling mengesankan di negara
komponen demografi seperti fertilitas, sedang berkembang". Pada masa itu
mortalitas, morbiditas, migrasi, tingkat fertilitas turun dari 5,5 menjadi
ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek tiga per kelahiran, sementara tingkat
keluarga dan rumah tangga akan kelahiran kasar turun dari 43 menjadi 28
membantu para penentu kebijakan dan per 1.000 kelahiran hidup. Tahun 1970,
perencana program untuk dapat pertumbuhan penduduk turun dari sekitar
mengembangkan program pembangunan 3,5 persen menjadi 2,7 persen dan turun
kependudukan dan peningkatan lagi menjadi 1,6 persen pada tahun 1991.
ksesejahteraan masyarakat yang tepat Banyak negara berkembang kemudian
pada sasarannya. belajar implementasi program KB di
Masalah utama yang dihadapi di Indonesia. Tetapi, hampir bisa dipastikan,
bidang kependudukan di Indonesia adalah dalam "transfer pengetahuan" itu tidak
masih tingginya pertumbuhan penduduk disebut metode yang membuat program
dan kurang seimbangnya penyebaran dan itu sukses; yakni koersi (pemaksaan
struktur umur penduduk. Program dengan ancaman) terhadap perempuan,
kependudukan dan keluarga berencana khususnya dari kelompok masyarakat
bertujuan turut serta menciptakan kelas bawah, terutama saat awal program
kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi diperkenalkan.
seluruh masyarakat melalui usaha-usaha Di bawah panji-panji Norma
perencanaan dan pengendalian penduduk. Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
Dengan demikian diharapkan tercapai (NKKBS), program pengendalian
keseimbangan yang baik antara jumlah penduduk (baca: KB dengan alat
dan kecepatan pertambahan penduduk kontrasepsi) dilancarkan. Seperti halnya di
dengan perkembangan produksi dan jasa. negara berkembang lain awal tahun 1970-
Aktivis Sita Aripurnami an, pemerintah Orde Baru meyakini KB
menggunakan kutipan Zillah Eisenstein, sebagai strategi ampuh mengejar
The Color of Gender (1994) ini pada baris ketertinggalan pembangunan. Ajaran
pertama tesis berjudul Reproductive Malthusian mengasumsikan, dengan
Rights Between Control and Resistence: A jumlah penduduk terkendali rakyat lebih
Reflection on the Discourse of Population makmur dan sejahtera. Untuk mencapai
Policy in Indonesia, yang diajukan untuk pertumbuhan ekonomi-yang merupakan
mendapatkan Master of Science pada The pereduksian makna "pembangunan"-tinggi
Gender Institute, London School of guna mencapai kemakmuran, di antara
Economics (LSE) London, Inggris. syaratnya adalah "zero growth" di bidang
Sungguh kutipan yang tepat untuk kependudukan. Hubungan antara
menganalisis politik reduksionis dalam pengendalian jumlah penduduk dan
kebijakan kependudukan di Indonesia, pembangunan ekonomi menjadi semacam
yakni bagaimana kebijakan kependudukan kebenaran, sehingga tidak lagi
direduksi menjadi kebijakan keluarga memerlukan pembuktian.
berencana; kebijakan berencana direduksi Dalam Konferensi Kependudukan
menjadi kebijakan kontrasepsi; kebijakan dan Pembangunan (ICPD) di Cairo,
kontrasepsi direduksi lagi menjadi hanya Mesir, 1994, lembaga swadaya

26
Jurnal Ilmu Administrasi Publik 1 (2) (2013): 24-36

masyarakat (LSM) mengungkapkan, mengontrol tubuhnya untuk bebas dari


kebijakan kependudukan yang reduksionis paksaan, kekerasan,serta diskriminasi
ini dikonstruksi sistematis melalui pihak mana pun
lembaga internasional. Pertumbuhan Selama ini, masalah kependudukan
penduduk menjadi prakondisi bantuan boleh dikatakan masih kurang mendapat
pembangunan. perhatian darimasyarakat maupun tokoh-
Di Indonesia, seperti pernah tokoh masyarakat, Baik itu dari para
dikemukakan aktivis kesehatan reproduksi politisi, tokoh agama, pakar ekonomi
Ninuk Widyantoro, para petugas medis maupun tokoh masyarakat lainnya.
hanya diajari cara memasang susuk (nama Memang pada saat ini sebagian besar
lain dari Norplant), tetapi tidak cara orang padaumumnya sudah tidak
mengeluarkannya. Pendarahan dan efek berkeberatan lagi dengan program untuk
samping lain pemasangan kontrasepsi di mengon¬trol kelahiran, tetapisayangnya
tubuh perempuan sering dianggap tidak masih kurang sekali kesadaran untuk
soal. Secara ironis pula, perencanaan melaksanakannya. Dianggap sebagai hal
program sebagian besar dilakukan laki- yangtidak penting.
laki. Angka keberhasilan KB dijadikan Padahal, kalau kita mau menyadari,
salah satu komponen keberhasilan sebenarnya masalah kependudukan ini
pembangunan, sehingga cara apa saja adalahmasalah yang teramat penting.
digunakan untuk mencapai "angka Tidak kalah pentingnya dengan berbagai
keberhasilan" itu. Manusia, khususnya macam masalah lainnyayang seringkali
perempuan, telah berubah maknanya kita perdebatkan dalam berbagai seminar
menjadi hanya angka dan target. dan diskusi.Sebenarnya berkaitan erat
Caranya, tak jarang menggunakan dengan masalah ekonomi, hukum dan
pemaksaan dan ancaman aparat. norma agama. Jadi, memang tidak bisa
Penelitian Sita Aripurnami dan Wardah diabaikan begitu saja.Sebenarnya,
Hafidz awal tahun 1990-an masalah kependudukan ini sudah bisa
memperlihatkan, hal itu terjadi pada diatasi dengan baik bila saja sejak dulu
pemasangan IUD di desa-desa. Rezim sudahada upaya yang sungguh-sungguh
Orde Baru, seperti halnya rezim dari pihak pemerintah maupun tokoh-
pembangunanisme di mana pun, tokoh masyarakat untuk mengatasi
memperlakukan perempuan sebagai pihak masalah ini. Sayangnya, hal itu dulu
yang bertanggung jawab atas peledakan masih belum ada. Dulu masih banyak
jumlah penduduk. orang yangmenentang program KB. Kalau
Dengan demikian, mereka harus pun sudah ada yang menyetujui¬nya,
dikontrol ketat. Sosiolog Ariel Heryanto umumnya mereka masihenggan
pernah menyatakan, program KB telah melaksanakannya.
membuat alat reproduksi perempuan Pada zaman Orde Lama, dari pihak
seperti milik sah negara yang bisa pemerintah pun tidak adakesadaran akan
digunakan para birokrat korup untuk masalah ini. Pada saat itu jumlah
mendapatkan utang. Pelajaran masa lalu penduduk Indonesia masih berkisar 100
ini amat berharga, karena pelanggaran hak juta jiwa dan seandainya pada saat itu
asasi manusia (HAM) di Indonesia salah sudah ada upaya yang sungguh-sungguh
satunya disebabkan persoalan KB. Ke tentunya tidak perlu penduduk Indonesia
depan, kebijakan kependudukan harus meledak seperti sekarang ini.Selain
dikembalikan pada hakikatnya semula menimbulkan berbagai macam masalah
dengan menempatkan kesehatan sosial, jumlah penduduk yang semakin
reproduksi perempuan sebagai landasan. bertambah ini juga menimbulkan dampak
Itu berarti, perempuan mempunyai hak
27
Nasrullah Hidayat, 2013. Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia

pada masalah yang lain, yaitu masalah macam kemajuan pada bidang pertanian
lingkungan. yang bisa melipatgandakan jumlah
Selama ini, masalah kependudukan makanan, tetapi mereka nampaknya
boleh dikatakan masih kurang mendapat melupakan bahwa kemajuan teknologi
perhatian darimasyarakat maupun tokoh- bukanlah hanya pada bidang pertanian,
tokoh masyarakat. Baik itu dari para tetapi juga pada bidangkesehatan dan
politisi, tokoh agama, pakar ekonomi kedokteran.
maupun tokoh masyarakat lainnya. Jadi, tingkat kematian menurun
Memang pada saat ini sebagian besar dengan cukup drastis sedangkan tingkat
orang padaumumnya sudah tidak kelahiran tetap bertambah menurut
berkeberatan lagi dengan program untuk primitif rate maka semakin sesaklah bumi
mengontrol kelahiran, tetapisayangnya kita ini dan semakin sulitlah memenuhi
masih kurang sekali kesadaran untuk kebutuhan pangan karena tingkat
melaksanakannya. Dianggap sebagai hal pertumbuhan penduduk dunia yangsekitar
yangtidak penting. 1,2 persen per tahun sedangkan lahan
Padahal, kalau kita mau menyadari, pertanian hanya bertambah 0.8 persen
sebenarnya masalah kependudukan ini saja. Jumlahlahan ini pun semakin hari
adalahmasalah yang teramat penting. semakin berkurang saja karena semakin
Tidak kalah pentingnya dengan berbagai meningkatnya kebutuhanakan perumahan.
macam masalah lainnyayang seringkali Apalagi, kita memang tak akan
kita perdebatkan dalam berbagai seminar pernah bisa menciptakan teknologi yang
dan diskusi. Dan sebenarnya berkaitanerat bisameningkatkan luas tanah di planet
dengan masalah ekonomi, hukum dan bumi. Jadi, hanya bila suatu saat kita
norma agama. Jadi, memang tidak bisa memang telah bisamendirikan koloni di
diabaikan begitu saja.Sebenarnya, planet Mars atau galaksi yang lain dan
masalah kependudukan ini sudah bisa bisa pergi ke sana dengan ongkossetara
diatasi dengan baik bila saja sejak dulu naik kereta Purbaya barangkali kita tak
sudahada upaya yang sungguh-sungguh perlu susah payah mengatasi
dari pihak pemerintah maupun tokoh- masalahkependudukan ini. Jadi, prediksi
tokoh masyarakat untuk mengatasi Malthus, atau lengkapnya Thomas Robert
masalah ini. Sayangnya, hal itu dulu Malthus (1766-1834),dalam hal ini
masih belum ada. Dulu masih banyak memang bisa dikatakan cukup tepat dan
orang yangmenentang program KB. Kalau tetap berlaku hingga saat ini. Dan
pun sudah ada yang menyetujuinya, teoriMalthus tentang kependudukan yang
umumnya mereka masih enggan ditulis dalam esainya yang berjudul”
melaksanakannya. Essay on the Principle of Population” ini
Pada zaman Orde Lama, dari pihak juga sebenarnya yang turut memberikan
pemerintah pun tidak adakesadaran akan pengaruh yang sangat besar untuk
masalah ini. Pada saat itu jumlah meyakinkan Darwin tentang terjadinya
penduduk Indonesia masih berkisar 100 proses seleksi alam dalam evolusi mahluk
juta jiwa dan seandainya pada saat itu hidup. Malthus menyatakan bahwa tingkat
sudah ada upaya yang sungguh-sungguh pertumbuhan penduduk adalah
tentunya tidak perlu penduduk Indonesia berdasarkan deret geometri (1, 4, 9,16, ...
meledak seperti sekarang ini. Hingga saat dst.) sedangkan jumlah makanan hanyalah
ini memang masih banyak orang yang bertambah menurut deret aritmetika (1, 2,
menganggap bahwa teori yang 3, 4,... dst.).
dikemukakan oleh Malthus sudah tidak Pengangguran yang semakin
berlaku lagi karena adanya berbagai melimpah ruah ini pun pada akhirnya

28
Jurnal Ilmu Administrasi Publik 1 (2) (2013): 24-36

menimbulkan banyak masalah juga karena terdapat ruang yang cukup bagisemua
orang yang tidak bekerja bukan berarti orang untuk mencari makan. Dengan itu
mereka lalu tidak makan. Mereka tetap pula kita akan bisa dengan lebih
makan juga dan banyak di antaranya yang mudahmengatasi pengangguran karena
kemudian terpaksa melakukan apa saja kita memang akan bisa lebih mudah pula
untuk menyambung hidupnya. Bila mengupayakan agar pertumbuhan
sebagian di antara mereka masih bersedia angkatan kerja senantiasa sesuai dengan
untuk menyambung hidup secara halal lapan¬gan kerja yang tersedia. Bisa
maka ternyata banyak juga di antaranya mengupayakan agar setiap orang bisa
yang kemudian terpaksa harus dengan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan
cara melanggar hukum dan norma agama yang layak sehingga ia tidak akan mudah
sebab kebutuhan perut memang tak dapat tergoda untuk melaku¬kan hal-hal yang
ditunda sehari pun. melanggar hukum maupun norma agama.
Bila kaum prianya banyak yang Dengan tersedianya pekerjaan dan
terjerumus melakukan kejahatan, maka penghasilan yang layak bagi setiap orang,
kaum wanitanya banyak yang terperosok makadengan demikian kita telah bisa
ke dalam prostitusi. Dan rasanya, tidak memberantas kejahatan tanpa harus
ada seorang pun yang bercita-cita untuk menembaki setiap penja¬hat.Bisa
menjadi penjahat semasa kecilnya. membasmi pelacuran tanpa harus
Menurut sebuah penelitian, 95 persen membakar setiap kompleks prostitusi.Kita
wanita tuna susila sebenarnya juga ingin juga tidak lagi akan diresahkan oleh ulah
melakukan pekerjaan yang lain. yang para pemuda pengangguran yang
halal, yang terhormat, yang baik- baik. nongkrong disudut-sudut jalan sambil
Kalau ada. Yah, memang mana ada wanita bermabuk-mabukan. Mengompas orang
yang semasa kecilnya pernah bercita-cita yang kebetulan lewat. Juga tak perlu lagi
untuk menjadi pelacur.Cobalah tanya diresahkan oleh ulah "pak ogah" atau
anak-anak kecil di kampung anda apa cita- anak-anak jalanan yang sekedar mencari
cita merekaketika dewasa kelak. Apakah uanglogam di setiap perempatan jalan.
ada yang bercita-cita untuk menjadi Mereka semua tidak akan ada bila mereka
pelacur?Karena itu, kita memang tidak bisa mendapatkan pekerjaan dan
bisa memberantas kejahatan, tidak bisa peng¬hasilan yang layak. Mereka akan
memberantas pelacuran, bila rakyat kita hidup tenang tentram di rumah bersama
masih didera kemiskinan. Tidak bisa keluarganya, bersama istri dan anak-
hanya dengan menembaki setiap penjahat anaknya, bersama saudara dan
karena mereka akan tumbuh lagi. Tidak keluarganya tanpa harusmencari mangsa
bisa hanya dengan beramai-ramai atau menggangu orang lain di jalan-jalan
membakari kompleks prostitusi karena Selain menimbulkan berbagai
mereka akan mencari tempat yang lain macam masalah sosial, jumlah penduduk
lagi. Bukan pekerjaan yang lain karena yang semakin bertambahini juga
memang tidak ada. menimbulkan dampak pada masalah yang
Apa yang harus kita lakukan lain, yaitu masalah lingkungan. Semakin
memang memberantas penyebabnya, yaitu banyak penduduk berarti semakin banyak
memberantas kemiskinan dan areal persawahan dan hutan yang berubah
pengangguran. Salah satu cara fungsimenjadi pemukiman penduduk.
memberantas kemiskinandan Bila tadi sudah dibahas bagaimana jumlah
pengangguran ini adalah dengan kontrol penduduk yangsemakin bertambah ini
kelahiran sebab dengan kontrol kelahiran menyebabkan urbanisasi dan
kita akan bisa dengan lebih mudah menimbulkan berbagai masalah sosial di
men¬gatasi kemiskinan karena akan kota-kota, maka kali ini kita bisa melihat
29
Nasrullah Hidayat, 2013. Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia

bagaimana mereka yang tinggal menetap Bagi peminat ilmu alam, hal
di desa pun menimbulkan masalah lain seperti ini akan bisa membuatnya merasa
yang tak kalah seriusnya, yaitu berduka. Barangkali perkataan Nietszche
kehancuran hutan yang ada, termasuk memang benar adanya. Dunia ini begitu
juga hutan lindung yang mesti dijaga. indah,´ demikian katanya suatu
Meski demikian, ini bukanlah ketika,tetapi ia mempunyai wabah yang
berarti bahwa perusakan hutan oleh sangat berbahaya: manusia.´Selain
perusahaan raksasa kemudiankita abaikan mengakibatkan kehancuran hutan yang
begitu saja sebab jumlah 20 hingga 40 ada, pertambahan penduduk yang semakin
persen dari ratusan juta hektar bukanlah tak terkendali juga akan bisa
jumlah yang sedikit. Bila dibiarkan, maka mengakibatkan pencemaran yang luar
lama-lama pun akan bisa menghancurkan biasa pada pantai dan lautan.Kini tamasya
seluruhhutan yang ada.Kerusakan hutan laut bukan lagi janji kenyamanan. Mereka
yang ditimbulkan oleh penebangan yang yang dekat dengan pantai tahu bahwa kini
semakin menjadi-jadi, baik oleh penduduk laut-laut begitu jorok, dipenuhi sampah
lokal maupun perusahaan besar, selain plastik, dan ikan-ikan lenyap.
mengakibatkan apa yang telah disebutkan Sebenarnya,tumpahan minyak, limbah
diatas, juga akan bisa menyebabkan pabrik dan sampah kota cuma masalah
banjir, tanah longsor serta endapan yang kasat mata. Ancaman utama untuk
lumpur. Di Serawak misalnya, erosi telah laut, 70 sampai 80 persen dari seluruh
menyebabkan endapan lumpur mencemari polusi bahari adalah sedimen dan
dua pertiga sungai di sana. Lenyapnya pence¬mar yang mengalir ke laut dari
hutan tropis ini juga berartitidak akan ada sumber daratan, seper¬ti lapisan tanah
lagi paru-paru dunia yang bisa menyerap teratas, pupuk, pestisida dansegala bentuk
polusi yang semakin melimpah, yang pada buangan industri. Terumbu karang,
saat ini sebagian terbesar adalah hasil khususnya, amat rawan terhadap sedimen.
sumbangan dari negara-negara industri Kini karang yang menye¬diakan
maju. rumah bagi sebagian besar spesies ikan di
Kelak ditambah dengan semua dunia di sepanjang Asia,Australia dan
negara yang ada di dunia sebab semua Karibia mulai berkurang.Jadi,
negara-negara berkembangmemang pertumbuhan penduduk yang tak
bercita-cita ingin menjadi negara industri terkendali ini memang bisa menyebabkan
besar. Besar-besaran kalau perlu, berbagaimasalah dalam berbagai bidang
meskidengan gaji pekerja cukup kecil- kehidupan. Mengenai pencemaran pada
kecilan saja.Pada akhirnya, kerusakan lautan ini adalah suatuhal yang rasanya
hutan ini juga akan bisa memusnahkan mengkhawatirkan mengingat dua pertiga
jutaan spesies flora dan faunayang ada, negeri kita ini adalah terdiri darilautan.
termasuk juga tanaman yang bisa Terlebih lagi lautan sebenarnya
bermanfaat bagi obat-obatan. Tak sampai menyimpan kekayaan yang selama ini
30 tahunlagi, pada tahun 2020 belumtereksploitasi sepenuhnya. Ikan-
diperkirakan sepersepuluh sampai ikan kita sebagian besar membusuk di
seperlima dari 10 juta spesies tanamandan lautan tanpa sempat dikail nelayan.
tumbuhan akan musnah sebab 50 persen Kebijakan publik adalah komitmen
dari spesies itu hidup di hutan-hutan tropis politik pemerintah berlandaskan hukum,
yangterus digerogoti. Sekali sebuah dan dilaksanakan dengan memperhatikan
spesies musnah, ia akan musnah untuk aspek sosiologis. Pemikiran hukum dalam
selamanya. arti jurispruden memfokuskan kebijakan
publik sebagai aturan. Aturan ini

30
Jurnal Ilmu Administrasi Publik 1 (2) (2013): 24-36

merupakan produk yang terkodifikasi. Evaluasi dari kebijakan publik


Proses hukum berlangsung ditata dan guna mengatasi masalah kependudukan
diatur oleh logika sistem hukum, dan dalam ranah hukum sebenarnya telah
dilihat sebagai sesuatu yang mekanis. sering terdengar, perubahan dasar hukum
Kebijakan publik sebagai produk hukum kependudukan dari Undang-undang
menggambarkan harapan, dan merupakan Nomor 10 Tahun 1992 menjadi Undang-
suatu keharusan yang harus dilaksanakan. Undang 52 tahun 2009 Tentang
Secara sosiologis pelaksanaan kebijakan Perkembangan Kependudukan dan
publik harus diperhatikan struktur Pembangunan Keluarga pun menjadi bukti
sosialnya yang selalu berubah. Oleh sebab perubahan kebijaksanaan dalam sisi
itu kebijakan publik juga perlu hukum. Beberapa faktor yang
mementingkan perhatiannya pada adanya mempengaruhi dan yang perlu disoroti
keragaman, keunikan di masyarakat yakni :Visi dan arah dari pembangunan
(Black, 1976; dan Milovanovich, 1994). kependudukan perlu diperjelas. Sebelum
Model pemikiran hukum dan ini arah kebijakan dan program-program
sosiologis tentang kebijakan publik kependudukan lebih banyak porsinya pada
merupakan pemahaman terhadap realitas target kuantitatif, sehingga seolah
sosial, dimana pembuatan, pemberlakuan merupakan harga mati untuk mencapat
dan pelaksanaan kebijakan publik harus angka yang ditargetkan, hal ini berimbas
mendasarkan dan mempertimbangkan pada pelasanaan di lapangan yang kurang
pemikiran-pemikiran tersebut. Hal itu down to earth dan simpatik pada sasaran
dilakukan agar tujuan utama dari program (masyarakat), kini arahnya
kebijakan tersebut dapat dicapai secara seharusnya dirubah dari target kuantitatif
optimal. Kependudukan merupakan aspek menjadi target kualitatif (penduduk yang
penting dalam pembangunan, sebagai berkualitas),
dasar pelaksanaan, sekaligus tujuan Penduduk yang menjadi sasaran
(sasaran) dan pengguna hasil-hasil yang program seringkali tidak tahu kemana
dicapai. Sebagai dasar pelaksanaan terkait kebijakan yang membawa mereka
dengan dasar kebijakan pembangunan. berarah, pasalnya informasi dan
Dinamika kependudukan transparansi publik dalam hal
berpengaruh pada hampir seluruh aspek kependudukan kurang bisa diakses oleh
kehidupan manusia. Ukuran tingkat kebanyakan orang, hanya terbatas pada
dinamikanya digunakan penanda atau pemerintah, akademisi dan lembaga
indikator yang terukur yang bisa dibaca, swadaya masyarakat saja. Apabila
digunakan, dibanding bagi kepentingan sanggup pun, data yang disajikan tidak
penyusunan dan pelaksanaan kebijakan begitu dan berkualitas, Badan Pusat
pembangunan, misalnya: tingkat Statistik yang kualitasnya dipercaya pun
pertumbuhan pendudukan, tingkat hanya mampu memberikan data dalam
kelahiran, kematian, tingkat (angka) kala waktu tertentu, oleh karenanya,
kematian bayi, angka harapan hidup, lembaga pemerintah seperti BKKBN
tingkat kematian ibu dan sebagainya. seharusnya lebih mampu meningkatkan
Ketersediaan indikator kependudukan, kualitas informasinya,
tingkat pemahaman konseptual, terutama Perlunya reformasi birokrasi dalam
penggunaanya oleh pihak-pihak hal kependudukan, sebelumnya banyak
penyusunan dan pengelola pembangunan program dari lembaga pemerintah yang
(contohnya: di bidang kesehatan) sangat bergerak dalam ranah yang sama, hal ini
berarti bagi rumusan kebijakan dan kontan membuar masyarakat bingung.
pelaksanaannya. Badan seperti Bappenas, BKKBN, dan
beberapa departemen lain seharusnya
31
Nasrullah Hidayat, 2013. Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia

membuat program yang tidak tumpang proses pendidikan tidak dapat lagi
tindih sehingga dapat berjalan efektif. dilakukan secara terbatas oleh sang ibu
Perlunya keserasian kerja antara daerah atau keluarganya maupun masyarakat
dan pusat, tidak hanya itu, hal ini juga sekitarnya.
dituntut efektif pada tingkat pemerintah Pendidikan telah menjadi tugas
desa dan daerah. Hal ini dimaksudkan bersama di dalam masyarakat, sehingga
agar program-program yang secara muncullah lembaga-lembaga pendidikan
filosofis telah sempurn pada tingkat pusat, yang bernama sekolah atau pusat-pusat
dapat dihantarkan dengan baik pada pelatihan yang proses pendidikannya
tingkat pemerintah daerah dan pemerintah dapat berjalan secara formal. Di dalam
desa tanpa ada reduksi. Perhatian terhadap melaksanakan tugas pendidikan tersebut
isu lama yang belum terselesaikan diperlukan pengaturan-pengaturan tertentu
seharusnya lebih diutamakan, seperti isu sehingga tujuan pendidikan yang
perempuan, penduduk usia lanjut, diharapkan oleh stakeholder lembaga
penduduk miskin, dsb. Tentunya hal pendidikan itu dapat tercapai. (H.A.R.
tersebut menjadi faktor penting mortalitas. Tilaar, 2008: 16-18). Kebijakan
Khusus mengenai mortalitas, hal pendidikan itu berkenaan dengan
yang dipahami sejak awal yakni pengaturan kehidupan dengan sesama
penurunan angka mortalitas dengan manusia. Hal ini menunjukkan aspek
berbagai caranya merupakan suatu hak sosialitas dari keberadaan manusia.
asasi manusia, artinya, usaha penurunan Oleh sebab itu, kebijakan
angka tersebut merupakan arahan pendidikan tidak terlepas daripertanyaan
kebijakan publik yang sesungguhnya mengenai apakah manusia itu atau apakah
disamping usaha penekanan jumlah hakikat manusia itu. Selanjutnya jawaban
penduduk. terhadap hakikat manusia akan membawa
Diharapkan tidak saja fokus pada kita kepada pertanyaan apakah sebenarnya
penekanan jumlah penduduk, namun tidak tujuan hidup manusia di dunia ini dan
memperhatikan tingkat kematian bagaimana manusia itu dapat mewujudkan
penduduk, pemerintah harus menyediakan tujuan tersebut. Pengertian yang tepat
program yang menjamin hak-hak tersebut, mengenai hakikat proses pendidikan itu
antara lain dengan jaminan kesehatan akan melahirkan berbagai kebijakan
hingga ke pelosok daerah, penyediaan pendidikan. Salah satu makna dari proses
informasi demografi dan kesehatan yang pendidikan ialah melihat pendidikan
memadai dan mudah diakses, serta sebagai salah satu proses pemberdayaan.
pelayanan pascapenanganan. Usaha-usaha (H.A.R. Tilaar, 2008: 18-19).
tersebut diharapkan mampu menjadi Pemberdayaan diartikan sebagai usaha
penurun angka kematian penduduk di meningkatkan peran dan fungsi suatu
Indonesia. sumber daya (Sumber daya alam (SDA)
Kebijakan pendidikan adalah dan sumber daya manusia (SDM)) menuju
konsep yang sering kita dengar, kita pemanfaatan yang tidak sia-
ucapkan, kita lakukan, tetapi sering kali sia(mubadzirsecara duniawi dan ukhrowi).
tidak kita pahami sepenuhnya. Sehingga pemberdayaan merupakan
Pendidikan sudah dikenal sejak manusia kegiatan yang terpadu antara berbagai
lahir ke dunia ini karena dia lahir dari unsur satuan organisasi serta berbagai
seorang ibu yang secara instingtif akan aspek kegiatan ber-penghidupan kedunian
melindungi dan mengajari anaknya dan akherat Dalam dunia pendidikan
sehingga menjadi dewasa. Di dalam pemuda sarjana merupakan salah satu
masyarakat modern atau yang telah maju, SDM yang dapat diberdayakan. Melalui

32
Jurnal Ilmu Administrasi Publik 1 (2) (2013): 24-36

program Pemuda Sarjana Penggerak Dalam tugasnya menggerakkan


Pembangunan di Pedesaan (PSP3), dan mendampingi masyarakat di
pemuda sarjana dapat membantu pedesaan, para pemuda sarjana perlu
mengembangkan potensi masyarakat desa untuk mengembangkan potensi dirinya
terutama pemuda desa. Seperti yang untuk dapat memberikan pelayanan yang
tertuang dalam Undang-Undang Republik baik bagi masyarakat, dalam
Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Sistem Pendidikan Nasional bagian desa. Menurut pandangan Theodore W.
kelima pasal 26 ayat 3 disebutkan, bahwa Schultz (H.A.R Tilaar, 1990: 102) antara
: “pendidikan nonformal meliputi lain mengatakan “mankid’s future is not
pendidikan kecakapan hidup, pendidikan foreordained by space, energy, and
anak usia dini, pendidikan kepemudaan, cropland. It will be determined by
pendidikan pemberdayaan perempuan, intelligent evolution of humanity”.
pendidikan keaksaraan, pendidikan Selanjutnya ia berpendapat bahwa
keterampilan dan pelatihan kerja, investasi dalam usaha memperbaiki
pendidikan kesetaraan, serta pendidikan kualitas penduduk akan memberi
lain yang ditujukan untuk sumbangan yang sangat besar bagi
mengembangkan kemampuan peserta prospek ekonomi dan kesejahteraan
didik.” rakyat. Perkembangan perekonomian
Di sinilah peran serta pemuda suatu Negara memang sangat dipengaruhi
sarjana untuk memberikan pelayanan oleh sumber daya manusianya, yaitu
pendidikan kepemudaan bagi masyarakat jumlah serta tingkat keterampilannya,
desa terutama pemuda desa. Dalam pandangan budaya, sikapnya terhadap
Undang-Undang Republik Indonesia No. kerja, dan keinginannya meningkatkan
20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan diri. Tingkat keterampilanpun sangat
Nasional dijelaskan bahwa “pendidikan menentukan kemampuan untuk dapat
kepemudaan adalah pendidikan yang mengubah struktur produksi dan waktu
diselenggarakan untuk mempersiapkan yang tepat untuk melakukan perubahan
kader pemimpin bangsa, seperti organisasi yang diinginkan.
pemuda, pendidikan Dalam sejarah ilmu pendidikan
kepanduan/kepramukaan, keolahragaan, dikenal pendapat yang ekstrim bahwa
palang merah, pelatihan, kepemimpinan, pendidikan bertujuan kepada pendidikan
pecinta alam, serta kewirausahaan.” itu sendiri sampai kepada pendapat
Pelayanan kepemudaan yang ekstrim lainnya yang mengatakan bahwa
diberikan pemuda sarjana dalam tugasnya pendidikan selalu diarahkan kepada tujuan
menggerakkan, mendamping dan yang eksternal. Dari kedua pendapat yang
melakukan capacity building, serta ekstrimini, tujuan pendidikan sebagai
menciptakan kemandirian berbentuk pengembangan SDM adalah
kegiatan-kegiatan dalam meningkatkan pengembangan potensi yang ada pada
produktivitas masyarakat terutama masing-masing individu yang diarahkan
pemuda desa. Adapun kegiatan- kepada peningkatan kualitas hidup
kegiatannya seperti pelatihan individu sebagai perorangan dalam
kepemimpinan bagi kaum muda, hubungannya dengan bermasyarakat.
mengembangkan usaha mandiri yang Setiap hidup bermasyarakat mempunyai
dijalankan masyarakat dengan melibatkan tujuannya masing-masing, di dalam suatu
pemuda desa, membantu meningkatkan lingkungan budaya dan lingkungan hidup
kinerja pelayanan publik oleh Pemerintah tertentu dan akhirnya terkait dalam suatu
Desa, dan yang lainnya. kehidupan kemanusiaan. (H.A.R. Tilaar,
1990: 103-104).
33
Nasrullah Hidayat, 2013. Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia

Dalam kehidupan bermasyarakat kecil, dan menurunkan angka kematian


kita sebagai manusia yang mempunyai anak-anak.
keterampilan memang harus mampu 2. Pendidikan dan pendidikan
mengembangkan diri kita sendiri, dan juga kependudukan
mampu membangun masyarakat desa Intensifikasi pendidikan baik
untuk meningkatkan produktivitas formal maupun nonformal akan
masyarakat terutama pemuda desa, dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan
menumbuhkan perekonomian desa mengenai masalah penduduk dan
menjadi lebih baik. Para pemuda sarjana pentingnya pelaksanaan keluarga
sebagai manusia penggerak, pendamping, berencana. Te-tapi untuk lebih
dan pembangun di pedesaan dalam menyebarluaskan informasi mengenai
tugasnya tersebut, harus mempunyai kependu-dukan maka pendidikan
kriteria-kriteria tertentu untuk kependudukan diintegrasikan ke dalam
mengembangkan SDA dan SDM di sistim pendidikan dan mencakup lembaga
pedesaan. Beberapa program yang pendidikan guru, pen-didikan tingkat
dilakukan pemerintah yang berkaiatan sekolah menengah dan pendidikan orang
dengan kebijkan kependudukan sebagai dewasa. Para lulusan sekolah menengah
berikut : dan orang dewasa amat memerlukan
1. Keluarga berencana informasi mengenai kependudukan oleh
Keluarga berencana merupakan sebab mereka inilah yang akan
usaha pokok di dadam kebi-jaksanaan membentuk keluarga dalam waktu relatif
kependudukan umumnya dan usaha singkat.
menurunkan tingkat kelahiran khususnya.
Usaha menurunkan kelahiran me-lalui Usaha untuk memberikan motivasi
keluarga berencana sekaligus dikaitkan ke arah tercapainya keluarga kecil dengan
dengan meningkatkan kesejahteraan ibu jumlah anak yang sedikit ditingkatkan.
dan anak. Sasaran usaha keluarga Dalam hubungan ini pemberian tunjangan
beren-cana adalah seluruh lapisan keluar-ga dan kelonggaran lainnya di
masyarakat dan jangkauan daerah usaha dalam sistem penggajian, pajak dan lain-
keluarga berencana diperluas ke daerah lain, akan ditinjau dan disesuaikan dengan
luar Jawa dan daerah pedesaan. Tujuan kebijaksanaan kependudukan. Selanjutnya
usaha keluarga berencana bukan hanya sistem jaminan sosial teruta-ma untuk hari
memperbanyak jumlah akseptor tetapi tua setahap demi setahap mulai
mempertahankan agar keluarga-keluarga ditingkatkan. Peningkatan sistem jaminan
penerima tetap melaksanakan keluarga sosial ini penting oleh sebab masih
berencana. Oleh karena berhasilnya luasnya pandangan bahwa banyak anak
keluarga berencana pada akhirnya akan berarti banyak rezeki.
ditentukan oleh kesadaran pada masing- Salah satu motivasi untuk
masing keluarga, maka cara yang mempunyai jumlah anak yang banyak
ditempuh dalam keluarga berencana akan ialah bahwa anak merupakan sumber
me-nekankan bukan hanya cara-cara klinis untuk meningkatkan pendapatan bagi
tetapi juga cara-cara nonklinis. keluarga berpendapatan rendah.
Selanjutnya kegiatan pembangunan di Banyaknya anak yang tidak meneruskan
dalam berbagai bidang diserasikan agar sekolah adalah keadaan yang tim-bul oleh
dapat menunjang pelaksanaan keluarga sebab rendahnya pendapatan orang tua
berencana. Kegiatan ini mencakup mereka dan anak-anak ini dibutuhkan
pendidikan dan pendidikan untuk dapat sekedar menambah
kependudukan, motivasi ke arah keluarga pen-dapatan keluarga. Semakin tinggi

34
Jurnal Ilmu Administrasi Publik 1 (2) (2013): 24-36

tingkat kematian dikalangan anak dan tindih sehingga dapat berjalan efektif.
bayi semakin besar pula kebutuhan akan Perlunya keserasian kerja antara daerah
tingkat kelahiran yang tinggi. dan pusat, tidak hanya itu, hal ini juga
Semakin banyak anak-anak yang dituntut efektif pada tingkat pemerintah
lahir dan hidup dan mencapai umur desa dan daerah. Hal ini dimaksudkan
dewasa semakin kecil kebutuhan untuk agar program-program yang secara
jumlah kelahiran yang besar. Oleh karena filosofis telah sempurn pada tingkat pusat,
itu usaha untuk lebih meratakan hasil dapat dihantarkan dengan baik pada
pembangunan akan menunjang usaha tingkat pemerintah daerah dan pemerintah
keluarga berencana di dalam menurunkan desa tanpa ada reduksi. Perhatian terhadap
angka kela-hiran. Selanjutnya usaha-usaha isu lama yang belum terselesaikan
di bidang kesehatan umumnya dan usaha seharusnya lebih diutamakan, seperti isu
meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan perempuan, penduduk usia lanjut,
menu-runkan angka kematian anak penduduk miskin, dsb. Tentunya hal
khususnya merupakan bagian daripada tersebut menjadi faktor penting mortalitas.
ikhtiar menurunkan tingkat kelahiran. Dinamika kependudukan
Tujuan program kesehatan berpengaruh pada hampir seluruh aspek
reproduksi untuk meningkatkan kehidupan manusia. Ukuran tingkat
pemahaman, pengetahuan, sikap dan dinamikanya digunakan penanda atau
perilaku positif remaja tentang kesehatan indikator yang terukur yang bisa dibaca,
dan hak-hak reproduksi, guna digunakan, dibanding bagi kepentingan
meningkatkan derajat kesehatan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan
reproduksinya dan mempersiapkan pembangunan, misalnya: tingkat
kehidupan berkeluarga dalam mendukung pertumbuhan pendudukan, tingkat
upaya peningkatan kualitas generasi kelahiran, kematian, tingkat (angka)
mendatang. Kegiatan pokok yang kematian bayi, angka harapan hidup,
dilakukan antara lain meliputi: tingkat kematian ibu dan sebagainya.
1. mengembangkan kebijakan pelayanan Ketersediaan indikator kependudukan,
kesehatan reproduksi remaja bagi tingkat pemahaman konseptual, terutama
remaja dan menyelenggarakan promosi penggunaanya oleh pihak-pihak
kesehatan reproduksi remaja, termasuk penyusunan dan pengelola pembangunan
advokasi, komunikasi, informasi, dan (contohnya: di bidang kesehatan) sangat
edukasi, dan konseling bagi berarti bagi rumusan kebijakan dan
masyarakat, keluarga, dan remaja. pelaksanaannya.
2. memperkuat dukungan dan partisipasi Evaluasi dari kebijakan publik
masyarakat terhadap penyelenggaraan guna mengatasi masalah kependudukan
program kesehatan reproduksi remaja dalam ranah hukum sebenarnya telah
yang mandiri sering terdengar, perubahan dasar hukum
kependudukan dari Undang-undang
KESIMPULAN Nomor 10 Tahun 1992 menjadi Undang-
Perlunya reformasi birokrasi dalam Undang 52 tahun 2009 Tentang
hal kependudukan, sebelumnya banyak Perkembangan Kependudukan dan
program dari lembaga pemerintah yang Pembangunan Keluarga pun menjadi bukti
bergerak dalam ranah yang sama, hal ini perubahan kebijaksanaan dalam sisi
kontan membuar masyarakat bingung. hukum.
Badan seperti Bappenas, BKKBN, dan
beberapa departemen lain seharusnya DAFTAR PUSTAKA
membuat program yang tidak tumpang Ananta Aris, 1995. Kesehatan di
indonesia. Jakarta :Kantor
35
Nasrullah Hidayat, 2013. Kajian Kebijakan Kependudukan di Indonesia

Kementerian Kependudukan/
BKKBN
http://www.radarlampung.co.id/read/socie
ty/37821-kesehatan-
masyarakatprioritas-utama
http://usepmulyana.files.wordpress.com/2
009/02/konsepsi-dan-kebijakan
pelayanan-pelayanan-publik-
compatibility-mode.pdf
http://www.republika.co.id/berita/video/fi
cer/13/05/31/-tingkatkan kualitas-
hiduphttp://www.unpad.ac.id/2013/0
2/kualitas-hidup-seseorang-terlihat-
dari-interaksidengan-kehidupan-di-
sekitarnya/
Kevin White, 2008. Sosiologi Kesehatan
dan Penyakit . Jakarta : Rajawali
Pers
Notoatmodjo, 2010. Ilmu Perilaku
Kesehatan . Jakarta : Rineka Cipta
Siasah M., Muhsinatun, dkk. 2002.
Pendidikan Kependudukan dan
Lingkungan Hidup. Yogyakarta:
UPT MKU UNY
Soejani,dkk. 2008. Lingkungan
Sumberdaya Alam dan
Kependudukan Dalam
Pembangunan. Jakarta : Universitas
Indonesia

36