Anda di halaman 1dari 5

Assalamualaikum Wr.

Wb

1. Bapak Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah yang kami hormati

2. Bapak/ Ibu Wali Kelas, Guru, dan semua Ciitas akademik yang kami hormati

3. Dan Teman-teman semua yang saya cintai.

Pertama-tama, kita panjatkan Puji dan Puja kepada Allah SWT, Tuhan yang maha pengasih dan
penyayang, dimana atas berkat dan rahmatnya telah memberikan Kemerdekaan kepada kita semua, dan
mempertemukan kita semua di Aula ini.

Kemajuan Teknologi Informasi semakin hari kian meningkat pesat, semua informasi mudah diakses,
semakin cepat, dan semakin efisien. Banyak keuntungan yang kita dapat, banyak juga kerugian yang kita
rasakan.

Pengembangan jejaring sosial yang membuat kecanduan banyak siswa juga semakin berkembang,
semakin banyak jejaring baru yang mewarnai dunia anak-anak di luar sekolah, juga semakin murah
gawai dengan berbagai merk yang menjadi incaran para siswa.

Bapak/ Ibu dan teman-teman sekalian.

Pada hari ini, tanggal 28 Oktober, yang mana bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Pada tangga ini,
tahun 1928, satu ikrar dan janji tercipta, dengan semangat dan keyakinan yang tinggi, untuk melawan
juga merelakan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.

Para pemuda pada zaman itu bermimpi dan berharap, agar kelak nanti, anak cucunya tidak hidup di
bawah penjajah, dibawah tekanan, sehingga bisa menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia maju
dan berdaulat.

Maka dari itu, mulai sekarang, berjanjilah!

Bahwa kita sebagai generasi muda Indonesia, siap untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Atur waktu antara bermain dan belajar, ubah penggunaan gawai untuk main-main menjadi sarana
belajar, agar lebih efisien dan efektif.

Teman! Kita Merdeka bukan atas belaskasihan, tetapi dari jutaan jiwa pahlawan yang sudah gugur, demi
melihat kita bahagia hari ini.

Ingat! Jangan sampai kelak, kita malah dijajah kembali akbat kebodohan anak mudanya zaman sekarang.
Merdeka!

Kiranya hanya ini yang dapat saya sampaikan, kurang atau lebihnya mohon dimaafkan.

Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamualaikum Wr.Wb.


Assalamualaikum Wr. Wb.

Kepada Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak wali kelas yang saya hormati, juga
dewan guru yang saya hormati, tak lupa juga kepada rekan-rekan kelas 3 yang saya cintai.

Pertama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT. Yang telah
memberikan nikmatnya berupa kesehatan sehingga pada kesempatan kali ini kita bisa
berkumpul disini dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda.

Rekan-rekan dan hadirin yang saya cintai.


Jika kita melihat kenyataan sekarang, orang-orang yang dimanjakan oleh zaman. Kemajuan
tekhnologi yang semakin tinggi ini semakin “meninabobokan” kita sehingga tertidur lelap.
Telivisi sudah memakai remote, handphone sudah memiliki fasilitas yang lengkap. Kendaraan
yang sudah semakin lengkap dan banyak. Semuanya serba bisa kita temukan di zaman
sekarang.

Namun dibalik semua itu muncul suatu kebiasaan baru yaitu kebiasaan bermalas-malasan.
Semua kemudahan membuat kita malas untuk melakukan hal-hal yang dianggap sulit.

Jika hal ini kita biarkan tentunya dapaknya akan sangat buruk bagi mereka dan masa depan
mereka. Kita bagi kaum muda juga harus mewaspadai penyakit malas ini. Penyakit malas ini
sangat berbahaya bagi masa depan kita. Lambat laun kemalasan akan membuat kita tidak bisa
berbuat apa-apa ketika kita dihadapkan dengan kerasnya kehidupan.

Rekan-rekan saya yang saya banggakan, maka dari itu mulai saat ini marilah kita singsingkan
lengan baju dan bangkitkan semangat kita. Jangan biarkan rasa malas membelenggu kita.
Jangan biarkan rasa malas mengungkung kita sehingga kita menjadi generasi pengecut,
menjadi generasi yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Kita harus bisa menjadi generasi yang bisa diandalkan dan dibanggakan. Kita harus mampu
menjadi agen pembaharu lingkungan kita. Masa muda adalah masa yang penuh semangat,
masa muda adalah masa yang penuh gairah. Mari kita bertindak ke arah yang positif. Kita buat
diri kita menjadi contoh kebaikan yang mampu menularkan semangat kepada rekan-rekan kita
yang lain.

Mungkin cukup sekian yang dapat saya sampaikan, semoga lain kali kita bisa berjumpa lagi.
Mohon maaf jika ada salah kata atau kata-kata yang kurang berkenan.
Saya ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb
Assalamualaikum wr. wb
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera bagi Kita Semua !

Kepada yang terhormat Bapak Cecep Dedi Sopandi, SE, MM selaku Kepala SMK Taruna
Bahkti
Yang terhormat bapak dan ibu dewan guru,
Serta teman – teman yang saya cintai.

Marilah bersama – sama kita memanjatkan rasa puja, puji, dan syukur kepada Alllah SWT,
Tuhan Yang Maha Esa. Berkat rahmat dan Inayah Nya lah kita semua bisa berkumpul di dalam
ruangan ini dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda dengan kondisi yang sehat
walafiat.

Selain itu, tidak lupa juga shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada Nabi besar
Muhammad SAW yang telah membawa kita keluar dari jaman kebodohan, semoga kita semua
akan diberikan syafaatnya di Yaumil Akhir kelak, amin.

Pada pagi hari yang cerah ini, saya akan menyampaikan sebuah pidato yang berjudul ayo
kembali ke dalam semangat persatuan. Semoga apa yang bisa saya sampaikan ini dapat
mendorong kita untuk kembali ke semangat persatuan seperti yang para pemuda sebelum kita
dalam sumpah pemudanya.

Hadirin yang saya hormati,

Hari ini, tepat 91. tahun yang lalu, sebuah peristiwa yang sangat bersejarah terjadi di negeri
tercinta kita ini. Pada waktu itu, semua aktivis pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan di
seluruh Indonesia bersatu dan berkumpul untuk berdiskusi, dan memprakarsai tonggak
persatuan bangsa, yang tertuang pada tiga sila sumpah. Sumpah tersebut kemudian disebut
dengan sumpah pemuda, yang berbunyi :

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah tersebutlah yang kemudian mempersatukan seluruh pemuda di Nusantara untuk sama
– sama berjuang demi bangsa kini.

Hadirin yang berbahagia,

Namun yang terjadi saat ini sungguh ironis, kesakralan sumpah pemuda kini sedikit demi sedikit
mulai memudar karena kurangnya pemaknaan sumpah pemuda tersebut oleh para pemuda
saat ini. Pada zaman dahulu, pemuda – pemuda Indonesia dan seluruh bangsa ini menghadapi
musuh yang nyata, yaitu para penjajah.
Namun para pemuda dan bangsa ini menghadapi musuh yang berbeda ‘musuh semu’ yang
perlahan – lahan terus menyusup ke dalam budaya bangsa kita ini. Salah satunya adalah
individualisme. Hal inilah yang membuat pemuda menjadi individualis dan acuh tak acuh
terhadap keadaan yang terjadi disekitarnya.

Padahal Ir. Soekarno, presiden pertama Indonesia pernah berkata “Beri aku 10 pemuda, maka
akan kuguncangkan dunia”. Beliau menganggap pemuda sebagai agent of change, pelopor
perubahan dan kemajuan dalam masyarakat ini.

Hadirin yang berbahagia,

Saat ini, Bangsa Indonesia menghadapi permasalahan yang semakin kompleks dari hari ke
hari. Misalnya, permasalahan hukum, politik, pendidikan, kesenjangan ekonomi, dan
kesejahteraan sosial masyarakat yang semakin gencar menggerus kehidupan bangsa ini.

Lalu, kemana perginya para pemuda saat ini ? Kemana perginya mereka ketika Indonesia
membutuhkan tenaga mereka demi perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik?

Para pemuda saat ini banyak yang memilih tidak mau tahu. Mereka pura-pura tidak melihat,
menutup mata dan telinga. Mereka disibukan dengan urusan masing-masing tanpa
menghiraukan keadaan yang terjadi di sekitarnya. Padahal, banyak sekali kebijakan yang butuh
dikritisi dengan memberikan solusi – solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Wahai para pemuda – pemudi bangsa,

Peran pemuda saat ini sangat dibutuhkan untuk membentuk sebuah Negara harmonis dan
kuat. Dengan perkembangan tekhnologi saat ini dan kebebasan berpendapat yang makin
dijunjung tinggi, seharusnya pemuda bisa lebih optimal lagi dalam menjalankan perannya
sebagai agent of change.

Kita dapat menyampaikan pendapat melalui berbagai cara, seperti melalui film, musik, fotografi,
maupun media lain. Dengan begitu, sebagai pemuda kita mejadi aktif dalam menjaga bangsa
ini bukannya hanya diam.

Sebenarnya, Sumpah Pemuda bukan hanya berprean sebagai pemersatu bangsa, tetapi juga
sebagai pendorong para pemuda agar tetap bersemangat dalam berkarya dan memberikan
kontribusi yang nyata demi Indonesia.

Hadirin yang berbahagia,

Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Di akhir pidato ini saya
berpesan kepada seluruh pemuda – pemudi Indonesia untuk tidak hanya diam tetapi ikut aktif
dalam mengawasi jalannya pemerintahan Indonesia saat ini.
Terimakasih atas perhatiannya, akhir kata saya ucapkan wassalamualaikum wr. wb.