Anda di halaman 1dari 9

TEKANAN HIDROSTATIS

A. Tujuan : Mengetahui massa jenis berbagai zat cair dengan menggunakan


pipa U
B. Dasar Teori :
Hukum utama hidrostatika dapat diterapkan untuk menentukan massa jenis zat cair
dengan menggunakan pipa U. Perhatikanlah gambar berikut!

Dalam hal ini, dua cairan yang digunakan tidak akan tercampur. Pipa U mula-mula
diisi dengan zat cair yang sudah diketahui massa jenisnya, kemudian salah satu kaki
dituangi zat cair yang akan dicari massa jenisnya hingga setinggi h1. Kemudian,
tarik garis mendatar AB sepanjang pipa. Ukur tinggi zat cair mula-mula di atas garis
AB (misal : h2)
Menurut hukum utama hidrostatika, tekanan di A sama dengan di B.
PA = PB
𝜌1 𝑔ℎ1 = 𝜌2 𝑔ℎ2
ℎ2
𝜌1 = 𝜌2
ℎ1
Keterangan :
1 : massa jenis zat pertama (kg/m3)
2 : massa jenis zat kedua (air = 1000 kg/m3)
H1 : kedalaman zat pertama
H2 : kedalaman zat kedua

C. Alat dan Bahan


Alat
1. Selang ( Pipa U )
2. Penggaris
3. Pipet

Bahan
1. Air
2. Zat cair : Bensin, Minyak kelapa, dan Oli
D. Variabel Percobaan :
1. Variabel Manipulasi :
2. Variabel Kontrol :
3. Variabel Respon :
E. Langkah Percobaan
1. Bentuk Selang hingga berbentuk pipa U.
2. Pipa U diisi zat cair yang sudah diketahui massa jenis nya (air) secukupnya.
3. Pada salah satu ujung pipa U kita tuangkan zat cair yang lain.
4. Kita ukur dan kita catat tinggi zat cair pada masing-masing kaki pipa U.
5. Ulangi percobaan sebanyak 2 kali untuk zat cair yang berbeda.
6. Catat hasilnya pada tabel.

F. Data Percobaan
No Jenis zat cair Tinggi air (cm) Tinggi zat cair (cm)

G. Analisis Data
Hitung masing-masing nilai massa jenis zat cair dari rumus yang ada pada dasar
teori!

H. Pembahasan
Bandingkan hasil perhitunganmu dengan teori yang ada, tulis analisamu terkait hal-
hal apa saja yang berpengaruh terhadap percobaan yang kalian lakukan!

I. Kesimpulan
Kesimpulan berisi hasil dari tujuan percobaan yang telah dilakukan.
AYUNAN SEDERHANA

A. Tujuan :
1. Untuk menghitung periode ayunan sederhana (T).
2. Untuk menghitung percepatan gravitasi bumi (g).

B. Dasar Teori
Ayunan sederhana adalah suatu sistam yang terdiri dari sebuah massa titik
yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur. Jika ayunan ini
ditarik ke samping dari posisi setimbang, dan kemudian dilepaskan,maka massa m
akan berayun dalam bidang vertikal ke bawah pengaruh gravitasi. Gerak ini adalah
gerak osilasi dan periodik. Untuk menghitung periode ayunan dari percobaan ini,
gunakan persamaan :
𝑡
𝑇= rumus 1
𝑛
Keterangan :
n : jumlah getaran
t : waktu (s)
Bandingkan perhitunganmu dengan persamaan :
𝑙
𝑇 = 2𝜋√ rumus 2
𝑔
Keterangan :
T: periode (s)
l : panjang tali (m)
g : percepatan gravitasi (m/s2)

Hitung percepatan gravitasi dengan persamaan :


4𝜋2 𝑙
𝑔= rumus 3
𝑇2

C. Alat Dan Bahan :


1. Statif (batang pohon ) 1 buah
2. Beban gantung 1 buah
3. Stop wacth 1 buah
4. Benang secukupnya
5. Penggaris 1 buah

D. Variabel Percobaan
1. Variabel Manipulasi :
2. Variabel Kontrol :
3. Variabel Respon :
E. Langkah Percobaan
1. Rangkaikan alat-alat diatas seperti gambar dibawah ini :

2. Siapkan benang dengan panjang 100 cm dan di ujung benang beri beban 50
gram, kemudian berikan simpangan sejauh 5 cm, lalu di lepaskan sehingga gerak
beban konstan, lalu ukur waktu untuk 10 ayunan dengan stopwatch dan catat ke
dalam tabel.
3. Ulangi kegiatan (2) dengan panjang benang 20cm, 40cm, 60cm, 80cm, dan 100
cm.

F. Data Percobaan
No Panjang tali (m) Jumlah getaran Waktu (s)

J. Analisis Data
Hitung masing-masing nilai periode dari rumus yang ada pada dasar teori (T = t/n)
dan hitung percepatan gravitasi pada setiap percobaan dengan rumus ketiga!

K. Pembahasan
Bandingkan hasil perhitungan periode dengan teori yang ada (rumus 2), bandingkan
hasil perhitungan percepatan gravitasi yang kamu peroleh dengan teori (g bumi =
9,8 m/s2). Tulis analisamu terkait hal- hal apa saja yang berpengaruh terhadap
percobaan yang kalian lakukan!

L. Kesimpulan
Kesimpulan berisi hasil dari tujuan percobaan yang telah dilakukan.
ELASTISITAS

A. Tujuan : Menghitung nilai konstanta pegas/ karet (k)


B. Dasar Teori :
Hukum Hooke menjelaskan tentang batas elastisitas. “Elastisitas benda hanya
berlaku sampai suatu batas yaitu batas elastisitas.” Gaya elastisitas/pegas adalah
gaya yang mengembalikan pegas agar kembali ke bentuk semula setelah
meregang/menekan.
Hukum Hooke menyatakan hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas dan
pertambahan panjang (X), didaerah yang ada dalam batas kelentingan pegas,
sehingga :
𝐹 = 𝑘∆𝑥
sehingga rumus untuk menghitung nilai konstanta pegas :
𝐹
𝑘=
∆𝑥
Keterangan :
k : konstanta pegas (N/m)
F : Gaya pegas = W = mg (N)
x : pertambahan panjang (m)

C. Alat dan Bahan


1. Statif
2. Karet pentil
3. Penggaris
4. Beban

D. Variabel Percobaan
1. Variabel Manipulasi :
2. Variabel Kontrol :
3. Variabel Respon :

E. Langkah Percobaan :
1. Pasang pegas/karet pentil pada statif.
2. Ukur panjang pegas / karet pentil (X1) mula-mula.
3. Letakkan beban pada pegas sebesar 100g yang dijadikan sebagai beban (Gaya).
4. Ukur panjang pegas (X2) ketika ditaruh beban sebesar 100g menggunakan
penggaris.
5. Catat hasil pengukuran tersebut pada tabel.
6. Ulangi langkah 3-5 dengan mengganti beban yang berbeda pada statif misal
(200g, 300g, 400g dan 500g).
F. Data Percobaan
Panjang Pertambahan
Gaya/ Panjang
No Massa (kg) mula-mula panjang pegas
beban (N) akhir (X2)
(X1) (∆𝑿 = 𝑿𝟐 − 𝑿𝟏

G. Analisis Data
Hitung masing-masing nilai konstanta pegas dari rumus yang ada pada dasar teori!

H. Pembahasan
Bandingkan hasil perhitungan konstanta pegas pada setiap beban yang berbeda.
Tulis analisamu terkait hal- hal apa saja yang berpengaruh terhadap percobaan yang
kalian lakukan!

I. Kesimpulan
Kesimpulan berisi hasil dari tujuan percobaan yang telah dilakukan.
LENSA CEMBUNG
A. Tujuan : Menentukan fokus dari dua lensa cembung yang berbeda
B. Dasar Teori :
Lensa cembung memiliki tiga sinar istimewa yaitu:
1. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus f.
Perhatikan gambar berikut!

Gambar 1 Berkas Sinar Istimewa I


2. Sinar yang datang melalui titik fokus f akan dibiaskan sejajar dengan sumbu
utama.

Gambar 2 Berkas Sinar Istimewa II


3. Sinar yang datang melalui titik pusat optik (O) akan diteruskan (tidak dibiaskan)

Gambar 3. Berkas Sinar Istimewa III


Sehingga dalam menentukan titik fokus suatu lensa cembung, dapat digunakan
persamaan :
1 1 1
= +
𝑓 𝑠 𝑠′
Keterangan :
f : fokus lensa cembung (cm)
s : jarak benda ke lensa cembung (cm)
s’ : jarak bayangan ke lensa cembung
C. Alat dan Bahan :
1. Lensa cembung 2 buah
2. Layar 1 buah
3. Lilin 1 buah
4. Korek api 1 buah
5. Alat tulis

D. Variabel Percobaan
1. Variabel Manipulasi :
2. Variabel Kontrol :
3. Variabel Respon :

E. Langkah Percobaan :
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Nyalakan lilin dengan korek api.
3. Letakkan lilin di depan lensa cembung dengan jarak tertentu (sebagai s), misal :
10 cm.
4. Lihat bayangan yang dihasilkan pada layar, geser layar untuk mendapatkan
bayangan yang paling jelas.
5. Ukur jarak bayangan yang paling jelas tersebut dari lensa cembung sebagai s’.
6. Catat hasilnya pada tabel percobaan.
7. Ulangi langkah 3-6 dengan 3 jarak yang berbeda.
8. Ulangi langkah 3-6 dengan menggunakan lensa yang berbeda.

F. Data Percobaan
Lensa 1 Lensa 2

No Jarak Jarak
Jarak benda (s) Jarak benda (s)
bayangan (s’) bayangan (s’)

G. Analisis Data
Hitung masing-masing nilai fokus lensa cembung dari rumus yang ada pada dasar
teori!
H. Pembahasan
Bandingkan hasil perhitungan fokus lensa cembung pada setiap jarak benda yang
berbeda. Tulis analisamu terkait hal- hal apa saja yang berpengaruh terhadap
percobaan yang kalian lakukan!

I. Kesimpulan
Kesimpulan berisi hasil dari tujuan percobaan yang telah dilakukan.