Anda di halaman 1dari 16

TOKOH SUKSES PEBISNIS

Bob Sadino
Bob Sadino adalah salah satu sosok entrepreneur
sukses yang memulai usahanya benar-benar dari
bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha.
Bob berwirausaha karena "kepepet", selepas SMA
tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk
ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-
temannya selama beberapa bulan. Kemudian, dia
bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama
9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg.
Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan
menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk
hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena,
ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia
pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah
orang. Sejak saat itu, ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga
mobilnya tertubruk dan hancur, kemudian kuli bangunan dengan upah
Rp100 per hari.
Suatu hari seorang temannya mengajaknya untuk memelihara ayam
untuk mengatasi depresi yang dialaminya, dari memelihara ayam tersebut
ia terinspirasi, jika ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai
target berat badan, dan bertelur, tentunya manusia pun juga bisa, sejak
saat itulah ia mulai berwirausaha.
Pada awalnya sebagai peternak ayam, Bob menjual telor beberapa
kilogram per hari bersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah
banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan. Dengan kemampuannya
berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing
yang banyak tinggal di kawasan Kemang, tempat tinggal Bob ketika itu.
Selama menjual, tidak jarang dia dan istrinya dimaki-maki pelanggan,
bahkan oleh seorang babu.
Namun, Bob segera sadar jika dia adalah pemberi servis dan ber-
kewajiban memberi pelayanan yang baik. Sejak saat itulah, dia mengalami
titik balik dalam sikap hidupnya, dari seorang feodal menjadi servant, yang
ia anggap sebagai modal kekuatan yang luar biasa yang pernah ia miliki.
Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket, kemudian dia
pun juga menjual garam, merica sehingga menjadi makanan. Om Bob
pun akhirnya merambah ke agribisnis, khususnya holtikultura, mengelola
kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur konsumsi orang-orang
Jepang dan Eropa. Dia juga menjalin kerja sama dengan para petani di
beberapa daerah untuk memenuhi.

200 PENGANTAR EKONOMI BISNIS


Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan,
perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira orang. Dia sering ber-
jumpalitan dan jungkir balik dalam usahanya. Baginya uang adalah nomor
sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa
menemukan serta berani mengambil peluang.
Bob berkesimpulan, ketika melaksanakan sesuatu pikiran kita ber-
kembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, apa yang ada pada
diri kita adalah pengembangan dari apa yang telah kita lakukan. Dunia
ini terlampau indah untuk dirusak, hanya untuk kekecewaan karena
seseorang tidak mencapai sesuatu yang sudah direncanakan. Kelemahan
banyak orang adalah terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia
tidak segera melangkah, yang penting adalah action. Keberhasilan Bob
tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke
lapangan, setelah mengalami jatuh bangun, akhirnya Bob trampil dan
menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman
yang selalu dimulai dari ilmu dulu, baru praktek lalu menjadi terampil dan
professional.
Menurut pengamatan Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu berpikir
dan bertindak serba canggih, bersikap arogan karena merasa memiliki ilmu
yang melebihi orang lain.
Om Bob selalu luwes terhadap pelanggan dan mau mendengarkan
saran dan keluhan pelanggan sehingga dengan sikapnya tersebut Bob
meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob,
kepuasan pelangan akan membawa kepuasan pribadinya. Untuk itu, ia
selalu berusaha melayani klien sebaik-baiknya.
Bob menganggap, perusahaannya adalah keluarga, semua anggota
keluarga harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya
fungsi dan kekuatan sendiri-sendiri.

TOKOH SUKSES PEBISNIS 201


Puspo Wardoyo
Sukses Berbisnis dengan Manajemen Konflik
Bicara waralaba ayam bakar, ingat Wong Solo. Berdebat
tentang Wardoyo, pemilik Rumah Makan Ayam Bakar
Wong Solo. Malah dalam banyak hal, nama lelaki ini
lebih beken ketimbang rumah makannya. Maklum,
keberaniannya membuat acara Poligamy Award di
suatu hotel beberapa waktu lalu, menimbulkan pro
dan kontra. Apakah ia kebablasan dalam hal personal
branding? Tunggu dulu. Ternyata, menurut pria
kelahiran Solo 46 tahun lalu ini, apa yang ia lakukan
memang disengaja. Kok bisa?
"Saya harus menciptakan konflik terus-menerus
di benak orang supaya orang membicarakan saya,"
ujar Direktur PT Sarana Bakar Digaya ini blak-blakan. Bahkan, ia meng-
ungkapkan, jika perlu, ia membayar orang untuk mendemo dirinya sendiri.
Tujuannya, supaya orang selalu membicarakan dirinya tanpa henti dan
polemik menjadi panjang. Contohnya, isu poligami.
Bagi Puspo, apakah orang membicarakan hal positif atau negatif,
untuk tahap awal bukanlah masalah. Hal yang penting, setiap saat orang
membicarakan dirinya. Hal ini, dikatakannya, penting untuk bisnisnya.
"Ketika orang membicarakan Puspo, itu berarti membicarakan Wong
Solo," ujar suami dari empat wanita ini. Ia yakin, jika orang kenal Puspo,
yang bersangkutan akan men-deliver hal itu ke Wong Solo.
Bagaimana Puspo bisa melakukan ini semua? Diceritakan, ketika
pada 1993 memulai bisnis ini, ia belum seterkenal sekarang. Ia memulai
perjalanan usahanya dengan modal Rp 700 ribu. Waktu itu, orang
mengenalnya hanya sebagai pedagang kaki lima di Bandara Polonia,
Medan.
Namun suatu hari pada 1996, Koran daerah Medan, Waspada menulis
seputar dirinya. Judulnya, "Puspo Wardoyo, Sarjana Membuka Ayam Bakar
Wong Solo di Medan." Sejak itu, bisnis rumah makannya sukses besar.
Omsetnya naik 300%-400%. "Dari sini saya sadar dampak pemberitaan," ujar
mantan guru SMA di Bagansiapi-api, Sumatera Utara. Dan, ia pun mulai
mendekati pers.
Setelah cukup dekat dengan kalangan pers. Puspo mulai memahami
cara kerja dunia pers, antara lain penting isu dalam pemberitaan. Sejak
itu, ia mulai menciptakan isu atau konflik yang berkenaan dengan dirinya.
"Isu atau konflik itu penting supaya media mau memberitakannya, tanpa kita
memintanya," ia menjelaskan. Isu-isu yang dibuatnya haruslah mengandung
unsur tidak bermasalah. Malah jika bisa, dengan isu tersebut, ia menjadi
pahlawan. "karena seorang pionir adalah seorang pembuka, dan ia bisa disebut
pahlawan," katanya. Target besarnya adalah bagaimana mempromosikan
bisnis.

202 PENGANTAR EKONOMI BISNIS


Tentang sosok pahlawan ini, Puspo mencontohkannya dalam hal
poligami. Ia memfigurkan dirinya sebagai pahlawan poligami. Sekaligus
sebagai pengusaha rumah makan yang sukses dan andal. Di sini, ia ingin
meruntuhkan mitos bahwa poligami itu tabu.
Isu yang diluncurkan, antara lain sewaktu mendapat penghargaan
Enterprise-50. Lalu, saat menerima penghargaan sebagai Waralaba Lokal
Terbik dari Presiden RI Megawati. Dan terakhir yang bikin geger Poligamy
Award. Tidak tanggung-tanggung, dana tidak kurang dari Rp 2 miliar
dikucurkannya untuk acara ini.
Tentang isu poligami, Puspo berujar, "Ini positif dan paling efektif.
Karena ada kebenaran, tapi tak semua orang berani mengungkapkannya.” Toh,
ia melihat, dari sisi agama, apa yang dilakukannya tak melanggar aturan.
Ia sadar, banyak orang yang setuju dan banyak juga yang tidak setuju.
"Ketika orang bicara poligami, tak akan pernah tuntas," ujarnya. Hal itu, ia
menambahkan, akan memunculkan konflik di antara mereka.
Puspo mengakui, ia sangat terkesan dengan isu Poligamy Award.
Karena setelah acara tersebut diselenggarakan, banyak sekali tanggapan
dari masyarakat. "Ini puncak promosi saya," ujarnya bangga. Diakuinya, ini
isu yang paling berat dan seru yang pernah diluncurkannya. "Karena isu ini
melawan arus," tambahnya. Isu-isu tersebut ternyata tidak dibuatnya sendiri.
Ia membentuk sejumlah tim. Tim yang terdiri dari para wartawan ini tersebar
di beberapa kota, antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Malang, Bali,
dan Medan. Namun, ia tak menyerahkan pembuatan isu begitu saja kepada
timnya. "Semua tetap di bawah kepemimpinan saya," katanya. Dua minggu
sekali ia mengadakan rapat untuk menetapkan isu dalam satu bulan.
Hasil evaluasinya saat ini menunjukkan, nama Puspo Wardoyo sudah
dikenal banyak orang. Adapun dari sisi bisnis, ia merasa relatif berhasil.
Saat ini, sejumlah rumah makan di berbagai kota besar dimilikinya.
Sejumlah proposal kerja sama juga terus mengalir ke mejanya. Namun, jika
dibandingkan dengan rumah makannya, ia mengakui namanya cenderung
lebih popular ketimbang Wong Solo. Itulah sebabnya, agar seimbang,
kini ia mengupayakan agar nama rumah makannya kian dikenal. Karena
hal itu, beberapa langkah kini digodoknya. Caranya? Membuat sejumlah
isu baru! Pertama, isu yang berisikan pesan bahwa dirinya adalah sosok
yang baik, sabar, penuh kasih sayang dengan keluarga, dan dermawan.
"Saya ingin coolling down setelah kasus Poligamy Award, untuk meraih simpati,”
ujarnya terus terang. Berikutnya, fokus pada product branding. Sejumlah
produk unggulan Wong Solo akan segera diluncurkan.
Menurutnya, selama ini Wong Solo dikenal sebagai rumah makan biasa.
Padahal, usahanya ini memiliki sejumlah produk unggulan. Contohnya, beras
terbaik dari Delangga. Juga, kangkung unggulan yang hidup di air panas
dari Cibaya, yang karena daya tahannya yang kuat dinamakannya Kangkung
Perkasa. Selain itu, ia juga memiliki beberapa produk unggulan yang namanya
nyerempet-nyerempet poligami, seperti Jus Poligami, Jus Dimadu, atau Tumis
Cah Poligami. Terlepas dari kontroversi yang ada, suka tidak suka, Puspo
adalah salah satu pebisnis yang piawai mem-brand-kan dirinya.

TOKOH SUKSES PEBISNIS 203


“Bill” William H. Gates
"One thing I love about this [decade] is this is a period where the reality is
driving the expectation."
Bill Gates, 2004 International Consumer Electronics Show Keynote
William Henry Gates III lahir pada tahun 1955, anak
kedua dari tiga bersaudara dalam keadaan sosialnya
terkemuka di Seattle, Washington. Ayahnya seorang
pengacara dengan perusahaan yang punya banyak
koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif
dalam kegiatan amal. Bill seorang anak yang cerdas,
tetapi dia terlalu penuh semangat dan cenderung
sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika dia
berumur sebelas tahun, orang tuanya memutuskan
untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke
Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang ber-
gengsi khusus bagi anak laki-laki.
Di Lakeside itulah pada 1968, Gates untuk pertama kalinya diper-
kenalkan dengan dunia komputer, dalam bentuk mesin teletype yang
dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu.
Mesin ini, yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada
pokoknya ini sebuah mesin ketik yang kedalamnya siswa bisa memasukkan
perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan
kegulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi
mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa
pemrograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar
sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program,
melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang
komputer. "Dia adalah seorang ‘nerd’ (eksentrik)," sebagaimana salah seorang
guru memberikan Gates julukan itu.
Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih
sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk
mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai "era
komputer di rumah-rumah" dan mereka berdua yakin software adalah masa
depan. Inilah awal Microsoft. Komunikasi yang sederhana: Paul dan Gates
membicarakan coke dan pizza. Tidak ada orang yang memperhatikan
sungguh-sungguh pendapat kami. Semuanya berubah dalam dua dekade
terakhir.
Gates masih tetap menyukai junk food, tetapi ia juga menghabiskan
waktu dua jam sehari membaca dan menjawab electronic mail yang dikirim
15.000 karyawan Microsoft.
Selain itu, banyak sekali email dari luar Microsoft.
Pertanyaan beragam, mulai dari bagaimana pengalaman orang ber-
keluarga (menyenangkan!), film apa yang saya sukai (Schindler’s List dan
Shadowlands), sampai pertanyaan rumit yang harus membuka dulu buku
untuk bisa menjawabnya (dan kebetulan saya juga menulis buku!).

204 PENGANTAR EKONOMI BISNIS


Persoalannya, Gates menghabiskan waktu sepanjang hari men-
jawab email dan berceramah atau mengelola perusahaannya. Gates
mencoba menjalankan keduanya, tetapi ia tidak berkesempatan banyak
berkomunikasi dengan kelompok yang beragam dan banyak sekali email
yang tidak sempat dijawab. Gates senang sekali menulis karena melalui
tulisan ini membuatnya bisa berkomunikasi dengan kelompok yang lebih
beragam tanpa harus teredit hingga terpotong-potong atau tersaring oleh
persepsi seseorang.
Kenyataannya tidak semua pertanyaan diajukan melalui email.
Kadang orang mencegat Gates di bandar udara atau mendesaknya untuk
menjawab pertanyaan di pameran-pameran komputer atau anak sekolah
mengirim surat kepadanya.
Seorang mahasiswa baru-baru ini menanyakan satu pertanyaan yang
penting untuk dia. Yang ingin diketahuinya bukanlah sesuatu yang sangat
filosofis, seperti yang mungkin anda duga misalnya mengenai ekonomi
pasar bebas. Ia hanya ingin tahu, "apakah Gates sudah terlambat terjun ke
industri software dan membangun sebuah perusahaan kemudian menjadi kaya?”.
Gates senang mendapat pertanyaan itu dan jawabannya selalu sama,
“Inilah saatnya terjun ke bisnis software.”
Gates tidak mengatakan, Anda bisa membangun Microsoft lainnya.
Tetapi paling tidak Anda bisa mendapatkan omset penjualan dua juta
dollar setahun dengan menjual 10.000 kopi produk senilai 200 dolar AS.
Cukup lumayan dan bisa terjadi kapan saja. Karena Gates ingat
bagaimana menariknya memulai sebuah perusahaan software, ia juga
menikmati cerita keberhasilan orang lainnya.
Perusahaan software yang kecil selalu perlahan-lahan mulainya.
Perusahaan dimulai seseorang yang memiliki gagasan. Ia, pria atau
wanita, mencari beberapa teman yang tahu bagaimana membuat program
dan mereka kemudian menelorkan sebuah produk. Banyak sekali karya
kesenian yang mereka lakukan karena mereka peduli dengan pekerjaan
itu. Biasanya mereka membuat produk untuk satu pelanggan dan karena
hasilnya memuaskan, mereka segera mendapat pembeli lainnya.
Jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, strategi utamanya
temukan lingkungan sosial yang pas. Lupakan keinginan menciptakan
program pengolah kata untuk menulis, atau program spreadsheet untuk
menganalisis keuangan, atau produk utama lainnya yang saingannya
sudah banyak.
Sebaliknya, ciptakan produk yang bisa menolong penggunanya
mengerjakan pekerjaan spesifik atau bisa memberikan informasi praktis
dalam bidang seperti obat-obatan, asuransi, akunting, arsitektur atau
bidang pemerintahan.
Software seperti itu mendatangkan peruntungan yang kecil-kecilan.
Jika Anda tidak puas dengan peruntungan yang kecil-kecilan itu, Anda
harus sampai pada tahapan peralihan generasi. Kali ini mahal dan
beresiko.

TOKOH SUKSES PEBISNIS 205


Setiap beberapa tahun satu generasi teknologi memberikan jalan
baru. Ingat munculnya IBM PC di awal tahun 1980-an. Microsoft bertaruh
IBM PC akan menjadi penting. Kemudian Microsoft menciptakan sistem
operasi MS-DOS untuk IBM PC. Hasilnya Microsoft menjadi pelopor dalam
software sistem operasi. Tidak ada yang pernah mendengar mengenai
Lotus sampai satu pemikiran cemerlang melaksanakan perubahan generasi
menciptakan Lotus 1-2-3 spreadsheet pertama yang dirancang khusus
untuk IBM PC.
Apple’s Macintosh dan Microsoft Windows adalah sang pemenang
selanjutnya, ketika dunia menginginkan pengolahan grafik dan mening-
galkan program lama yang hanya menampilkan teks. Untuk mendapatkan
kemenangan besar, anda pun harus mengkonsentrasikan diri pada
perubahan generasi, sesuatu yang diabaikan perusahaan besar. Dan
taruhannya mahal sekali.
Baru-baru ini sejumlah wiraswastawan berspekulasi software yang
bisa digunakan pemakai komputer dengan cara menulis dengan tangan
– bukan lagi menekan pada huruf – akan menjadi generasi baru software
pengolah kata ada spreadsheet. Mereka memulai menciptakan produk baru
yang mereka pikir akan memenangkan persaingan. Mereka salah. Suatu
spekulasi besar. Apa yang harus saya anjurkan pada seorang mahasiswa
yang ingin menjadi wiraswastawan software?
Pelajari untaian sebuah perusahaan yang sudah ada.
Carilah lingkungan sosial anda sendiri.
Berhubunganlah dengan modal ventura.
Temukan orang yang cerdas.
Dan jangan lupakan coke dan pizza.
Percayalah, akan ada banyak pekerjaan di malam yang larut.

206 PENGANTAR EKONOMI BISNIS


Soichiro Honda

(Montir Tangguh Yang Menjadi Bos Industri Mobil

Jepang)
Soichiro Honda lahir tanggal 17 November 1906
di Iwatagun (kini Tenryu City) yang terpencil di
Shizuoka prefecture. Daerah Chubu di antara
Tokyo, Kyoto, dan Nara di Pulau Honshu yang
awalnya penuh tanaman teh yang rapi, yang
disela-selanya ditanami arbei yang lezat. Namun
kini, daerah kelahiran Honda sudah ditelan
Hamamatsu, yaitu kota terbesar di provinsi itu.
Ayahnya bernama Gihei Honda seorang
tukang besi yang beralih menjadi pengusaha
bengkel sepeda, sedangkan ibunya bernama Mika.
Soichiro anak sulung dari sembilan bersaudara,
tetapi hanya empat yang berhasil mencapai umur dewasa. Saudaranya
yang lain meninggal semasa kanak-kanak akibat kekurangan obat dan juga
akibat lingkungan yang kumuh.
Walaupun Gihei Honda miskin, tetapi ia suka pembaharuan. Ketika
muncul pipa sigaret model Barat, ia tidak ragu-ragu mengganti pipa
cigaret tradisionalnya yang bengkok, tidak peduli para tetangganya meng-
anggapnya aneh. Rupanya sifat itu dan juga keterampilannya menangani
mesin menurun pada anak sulungnya.
Sebelum masuk sekolah pun, Soichiro sudah senang membantu
ayahnya di bengkel besi. Ia juga sangat terpesona melihat dan mendengar
dengung mesin penggiling padi yang terletak beberapa kilometer dari
desanya.
Di sekolah prestasinya rendah, Honda mengaku ulangan-ulangannya
buruk. Ia tidak suka membaca, sedangkan mengarang dirasakannya sangat
sulit. Tidak jarang ia bolos. “Sampai sekarang pun saya lebih efisien belajar
dari TV daripada dari membaca. Kalau saya membaca, tidak ada yang menempel
di otak,” katanya.
Ketika sudah kelas lima dan enam, bakat Soichiro tampak menonjol
di bidang sains. Walaupun saat itu baru belasan tahun, tetapi dalam kelas-
kelas sains di Jepang sudah dimunculkan benda-benda, seperti baterai,
timbangan, tabung reaksi, dan mesin. Dengan mudah, Soichiro menangkap
keterangan guru dan dengan mudah ia menjawab pertanyaan guru.
Beberapa waktu sebelum itu, untuk pertama kalinya Soichiro melihat
mobil. “Ketika itu saya lupa segalanya. Saya kejar mobil itu dan berhasil bergayut
sebentar di belakangnya. Ketika mobil itu berhenti, pelumas menetes ke tanah.
Saya cium tanah yang dibasahinya. Barangkali kelakuan saya persis seperti anjing.

TOKOH SUKSES PEBISNIS 207


Lalu pelumas itu saya usapkan ke tangan dan lengan. Mungkin pada saat itulah di
dalam hati saya timbul keinginan untuk kelak membuat mobil sendiri. Sejak saat
itu kadang-kadang ada mobil datang ke kampung kami. Setiap kali mendengar deru
mobil, saya berlari ke jalan, tidak peduli pada saat itu saya sedang menggendong
adik.”
Soichiro hanya mengalami duduk di bangku sekolah selama sepuluh
tahun. Sesudah lulus SD, anak nakal itu dikirim ke sekolah menengah
pertama di Futumata yang tidak jauh dari kediamannya. Lulus dari sekolah
menengah itu ia pulang ke rumah ayahnya. Gihei Honda sudah beralih dari
pandai besi menjadi pengusaha bengkel sepeda. Gihei Honda memiliki
majalah The World of Wheels yang dibaca Soichiro dengan penuh minat.
Di majalah itu, sebuah bengkel mobil dari Tokyo memasang iklan
mencari karyawan. Soichiro buru-buru melamar dan ia diterima. Walaupun
ayahnya khawatir, tetapi Soichiro diantar juga ke kota besar itu.
Honda hampir tidak percaya pada telinganya, Honda merasa saat
menunggu dipanggil belajar menjadi montir itu benar-benar merupakan
ujian ketabahan yang paling berat, yang pernah dihadapinya seumur
hidupnya. Di masa-masa setelah itu, ia sudah tidak takut lagi menghadapi
rintangan apapun berkat ketabahan yang diperolehnya selama menjadi
kacung.
Honda yang selama kariernya tidak tahu banyak mengenai uang,
cuma mendapat keuntungan sedikit sekali tahun pertama itu. Namun,
Honda merasa beruntung karena bengkelnya sukses. Ia memutuskan
untuk menabung dan memperkirakan selama masa kerjanya akan mampu
mengumpulkan sampai 1.000 yen.
Selama hidupnya Honda terkenal sebagai penemu. Ia memegang hal
paten lebih dari 100 penemuan pribadi. Yang pertama, ditemukannya
ialah teknik pembuatan jari-jari mobil dari logam. Ketika itu mobil-mobil
di Jepang memakai jari-jari kayu yang mudah terbakar. Perusahaan-
perusahaan Jepang segera mengekspor jari-jari logam itu sampai ke India.
Pada umur 25 tahun, ia memperoleh keuntungan 1.000 yen sebulan.
Perusahaan juga menghargai orang-orang muda dan selalu merekrut
orang-orang muda untuk memberi "darah baru" dan gagasan segar. Ketika
Honda mengundurkan diri tahun 1973, yang dipilihnya sebagai pengganti
ialah Kyoshi Kawashima, kepala bagian riset perusahaan Honda. Selama
sejarahnya, perusahaan Honda hanya pernah mengalami pemogokan sekali
pada 1954. Ketika itu Honda dan manajemen di satu pihak menghadapi
pekerja-pekerja dan adik Honda di pihak lain. Namun, sebagai layaknya
perusahaan di Jepang semuanya itu diselesaikan dengan musyawarah.
Sejak tahun 1973, Honda pindah ke pasaran kendaraan beroda empat
untuk bisa tetap mengembangkan jumlah penghasilan perusahaan. Stafnya
yang pada masa Honda bertambah 10% setiap tahun. Jika mereka bertambah
tua, artinya beban perusahaan akan bertambah berat. Padahal Honda
menghadapi persaingan berat di pasaran dalam negeri dan luar negeri. Untuk
bisa tetap menciptakan pasaran baru, mereka harus selalu mencari teknik
yang unik dan efisien serta menjual produk dengan harga bersaing.

208 PENGANTAR EKONOMI BISNIS


Namun, ketika Honda dan Fujisawa mengundurkan diri pada musim
gugur, tahun 1973, Honda berkata, "Saya bisa mundur tanpa perasaan
khawatir karena saya yakin perusahaan akan terus maju dengan penuh semangat,
menanggulangi pelbagai kesulitan dan luwes, tanpa kehilangan kesegarannya.”
"Terus terang saya merasa muda dalam hal mental maupun fisik," kata Honda.
"Saya kira kalian tidak bisa menang dari saya. Namun, saya mesti mengakui
sekarang saya sering merasa iri hati pada orang muda. Saya diberi tahu bahwa
di Amerika pemimpin umum perusahaan berumur 40-an dan perusahaan yang
dipimpin orang berusia 60-an tahun sering mengalami stagnasi. Kita sekarang
memang memasuki zaman baru yang memerlukan nilai-nilai baru. Walaupun saya
dan wakil pemimpin umum merasa kami masih muda, kami kira umur kami sudah
lewat untuk memimpin.”
"Jika saya menengok kembali ke belakang, saya lihat bahwa yang saya buat
tidak lain daripada kesalahan, serentetan kegagalan dan serentetan sesalan,” kata
Honda. "Tetapi saya juga bangga untuk keberhasilan saya. Walaupun saya sering
membuat kesalahan dan kegagalan, namun semua itu tidak pernah disebabkan
oleh hal sama. Saya tidak pernah mengulangi kesalahan dan saya selalu berusaha
sekuat mungkin untuk memperbaiki diri. Dalam hal itu saya berhasil."
Ia tetap memegang saham terbesar di perusahaannya. Ketika
mengundurkan diri tahun 1973 penghasilannya mendekati 1,7 miliar
dolar. Walaupun sudah pensiun omongannya masih didengar. Katanya,
masa depan industri Jepang bukan ditentukan oleh untuk cepat, tetapi
oleh mutu barang yang kita buat dan pengaruhnya terhadap kepentingan
sesama manusia. Jika kita membuat barang yang menyebabkan banyak
polusi kemungkinan kita akan untung, tetapi hanya sebentar, sesudah
itu bangkrut. Kami di perusahaan Honda sering bergurau: Enak juga
ada perusahaan-perusahaan besar yang kerjanya hanya memikirkan
untung besar saja. Akibatnya, perusahaan kecil seperti Honda mendapat
kesempatan untuk membuat barang yang baik.

TOKOH SUKSES PEBISNIS 209


DAFTAR PUSTAKA

Aakers, David. 1995. Marketing Research. Canada: John Willey and Son.
Afif, Faisal. Melacak Pemikiran Strategik, Pemecahan Masalah di Indonesia.
Jakarta: Paramadina.
Alma, Buchari, DR. 2001. Pengantar Bisnis (edisi revisi, cetakan 7). Bandung:
Alfabeta
Awat, Napa J. 1999. Manajemen Keuangan dan Pendekatan Matematis. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Eruenwald, George.1992. Pengembangan Produk Baru (New Product Development).
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Gilarso,T. 1986. Ekonomi Indonesia. Yogyakarta; Kanisius.
Gitosudarmo, Indrio. 1990. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: FE-UGM.
Husnan, Drs. 1993. Manajemen Keuangan Ringkasan Teori, Soal dan
Penyelesaian. Yogyakarta: BPFE
Johnson, Hampton J, and Wagner, Cecilia L. 1990. Working Capital
Management. Canada: John Willey and Son Inc.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perancangan dan Kontrol.
Prentice Hall Inc.
M. Manullang, Drs. 1991. Pengantar Ekonomi Perusahaan (edisi revisi, cetakan
15). Yogyakarta : Liberti
Musselman, Veron A, and Jackson, John H. 1990. Pengantar Ekonomi
Perusahaan 1, II (edisi ke 9). Jakarta: Erlangga
Randal E. 1996. A Beginner Guideto Structural Equation Modelling. Erlbaum
Associates.
Rangkuti, Fredy. 2002. Measuring Costumer Satisfaction. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Reksodiprojo, Sukanto, Prof.Dr.,M.Com,. dkk. 1990. Pengantar Ekonomi
Perusahaan 1, II (edisi 3). Yogyakarta: I3PEE-UGM
Riyanto, Bambang. 1990. Dasar-dasar Pembelanjaan. Yogyakarta: BPFE.
Scott, Dlabay. 1996. Business in Global Economy. Ohio: South-Western Educational
Publishing.

210 DAFTAR PUSTAKA


Swastha, Basu, SE.,MBA. dan Sukotjo W, Ibnu, SE. 1991. Pengantar Bisnis
Modern (Pengantar Pimpinan Perusahaan) edisi 3. Yogyakarta : Liberti.
Tjiptono, Fandy. 2000. Prinsip-Prinsip Total Quality Service. Yogyakarta: Andi.
Jurnal-Jurnal:
Kathryn Rudie Harrigan. 1984. "Formulating Vertical integration strategies".
Academic of Management Review.
____________________, Joint Venture and Competitive Strategy (New York,
NY: Strategic Management Journal, Vo;.9, 141-158(1988).
DK.Robbins dan J A Pearce II. Turnaround: Recoveri and Retrenchment, Strategic
Management Journal 13.no.4(1992),pp 287-309.
D. Schendel, G. R. Patton, and J. Riggs, "Corporate Turnaround Strategies: A
Study of Profit Decline and Recovery," Journal of Gerwral Management,
Vol. 3 (1976), pp. 3-11.
Dunia Bisnis, Warta Ekonomi, No. 29, Desember 1994.
Ethics and Social Corporate Social Responsibility – W. Giants Fall, C.T.;
Greenwood Press, 2003.
Godfrey devlin dan Mark Bleackley, "Strategic Alliance Guidelines for Success"
Long Range Planning, Oktober 1988.
J. A. Pearce II, Selecting among Alternative Grand Strategies, spring/1982/Vo;.
XXIV/No.3
J. A. Pearce II, dan DK robbins, "Toward Improved Theory and Reseach on
Business Turnaround" Journal of Management.1993.
N. Nuryesrnan M. Moral dan Etika dalam Dunia Bisnis, Bank, dan Manajemen,
Mei/Juni 1996.
Purba Victor, Hukum Bisnis dalam Kegiatan Bisnis Para Manajer, Manajemen, 1993.
R. H. Hayes. "Optimal Strategies for Divestiture" Graduate School of Business
Administration, Harvard University, Boston, Massachusetts (Received
February 19, 1968)
William T. Robinson and Jeongwen Chiang. "Product Development Strategiec
for Established Market Pioneers, Early Followers, and Late Entrants". Strategic
Management Journal, No 23: 855-866 (2002).

DAFTAR PUSTAKA 211


Sumber Internet:
www.creativeeconomy.com
www.kolumnis.com
www.kompas.com
www.wikipedia.com
www.wikipedia.org
www.aharlibrary.wordpress.com
www.ebookakuntansisyariah.com
www.one.indoskripsi.com
http://ariswan.wordpress.com/2008/05/23/outsourcing-sebagai-solusi-dunia
"Seputar Tentang Tenaga Outsourcing", http://malangnet.wordpress.com
Pekerjaan Waktu Tertentu dan “Outsourcing, www.sinarharapan.co.id
www.hukumonline.com
"Outsourcing, Pro dan Kontra” http://recruitmentindonesia.wordpress.com
Outsourcing, www.sinarharapan.co.id
Divisi Riset PPM Manajemen
“Sistem Outsourcing Banyak Disalahgunakan”, www.fpks-dpr.or.id

212 DAFTAR PUSTAKA


TENTANG PENULIS

Sukmadi, SE, MM,

Pekerjaan: Dosen tetap STPB, dan dosen tidak tetap Universitas


Paramadina sekaligus sebagai praktisi Bisnis dan Entrepreneur di bidang
mebel dan toko retail "Adijaya".
Pendidikan: Universitas Padjadjaran (S-3), Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi,
Manajemen Pemasaran (angkatan 2008).
Universitas Pasundan (S-2), Program Magister Manajemen, Manajemen
Pemasaran, IPK 3,57 ; lulus tahun 2003.
Universitas Pasundan (S-1), Ilmu Ekonomi, Manajemen keuangan, IPK
3,54 (Cumlaude), lulus tahun 2000
Keluarga: Istri Peni Hanggarini, MA dan dikaruniai dua orang puteri,
yaitu Nayla Marinlee Auramadina (12 Maret 2005), Sheyla Deshinta
Nobelamadina (19 Desember 2007).

TENTANG PENULIS 213


214 TENTANG PENULIS