Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI SEDIAAN LIQUIDA DAN SEMI SOLIDA


“Sediaan Larutan Sejati Prometasin Hidroklorida 5mg/5ml”

Disusun oleh:
Kelompok 4

Dini Febrianty (P17335118001) Ghea Safhira S. (P17335118023)

Nur Asiah (P17335118003) Serly Rahmawati (P17335118053)

Prita Dewi (P17335118013) Rian Okta F. (P17335118055)

Dosen Pembimbing:
Siska Tri Apriyoannita, S. Farm.

KEMENTRIAN KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG
JURUSAN FARMASI
2019
SEDIAAN LARUTAN SEJATI PROMETASIN HIDROKLORIDA 5mg/5mL
I. TUJUAN PERCOBAAN
Menformulasikan, membuat dan mengevaluasi sediaan larutan sejati
Prometasin hidroklorida 5mg/5mL.

II. LATAR BELAKANG (Dini Febrianty/P17335118001)


Larutan merupakan suatu campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih
zat dalam komposisi yang bervariasi. Zat yang jumlahnya kebih sedikit didalam
larutan disebut zat terlarut, sedangkat zat yang jumlahnya lebih banyak dari pada
zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut (Hasan, I. 2004).
Larutan sejati merupakan larutan yang tidak dapat dibedakan mana zat terlarut
dan mana zat pelarutnya, contohnya larutan gula larutan garam. Dalam larutan
sejati, partikel zat terlarut mengandung ion atau molekul tunggal, diameter partikel
dalam larutan sejati lebih kecil dari 1mμ. Molekul dalam larutan terdispersi secara
merata maka penggunaan larutan sebagai bentuk sediaan memberikan jaminan
keseragaman dosis dan memiliki ketelitian yang tinggi jika larutan dicampur atau
diencerkan (Betageri, 2002).
Eksipien adalah bahan (substansi) yang terdapat dalam proses pembuatan
sediaan yang tidak memiliki aktivitas farmakologi atau terdapat dalam produk jadi
obat dan dapat mempengaruhi kelarutan, menjaga pH, sebagai antioksidan,
memperbaiki sediaan, mencegah disosiasi zat aktif dan mempengaruhi transport
obat dalam tubuh (Betageri, 2002).
Pembuatan larutan sejati dengan bahan aktif Prometazin HCl juga
membutuhkan bahan tambahan atau eksipien seperti dapar, zat pengental, anti
oksidan, pengawet, pemanis, perasa dan pewarna yang akan meningkatkan
akseptabilitas sediaan yang dibuat. Semua eksipien yang akan digunakan dalam
sediaan harus memenuhi pH stabilitas dari zat aktif yang digunakan. Dapar
merupakan larutan yang dapat mempertahankan pH pada kisarannya. Dapar dalam
farmasi sangat dibutuhkan karena banyak zat aktif yang harus berada dalam keadaan
pH stabil, apabila terjadi perubahan pH akan menyebabkan kandungan zat aktif
berkurang (Utami,2009).
III. PERHITUNGAN DOSIS (Nur Asiah/P17335118003)
Usia 2-4 tahun : 5 mg sehari 2x
Usia 5-9 tahun : 5-10 mg sehari 2x
Usia 10-17 tahun : 10-20 mg tahun sehari 2-3x
Dewasa : 10-20 mg sehari 2-3x
(British Nasional Formulations, halaman 73 pdf)
Kadar Prometazin HCL 5mg/ 5ml
5mg
x 60 mL = 60 mg
5 mL
0,06 gram
Kadar % = x 100% = 0,1 %
60 mL

1. Usia 2-4 tahun


5 mg
1x = 60 mg x 60 mL = 5 mL
Sehari = 5 mL x 2 = 10 mL

2. Usia 5-9 tahun


10 mg
1x =60 mg x 60 mL = 10 mL
Sehari = 5-10 mL sehari 2x

3. Usia 10 – 17 tahun
10𝑚𝑔
1x = 60 𝑚𝑔 𝑥 60 𝑚𝑙 = 20 ml
Sehari = 10 – 20 mL sehari 2-3x

4. Dewasa
10𝑚𝑔
1x =60 𝑚𝑔 𝑥 60 𝑚𝑙 = 10 ml
Sehari 10-20 mL sehari 2-3 x

5. Dewasa
20𝑚𝑔
1x = 60 𝑚𝑔 𝑥 60 𝑚𝑙 = 20 ml
Sehari = 10-20 mL sehari 2-3x
Jadi, pemakaian untuk anak usia 5-9 tahun yaitu 5 ml – 10 ml sehari 2x,
pemakaian untuk 10-17 tahun yaitu 10 ml-20 ml sehari 2-3x, pemakaian untuk
dewasa yaitu 10 ml-20 ml sehari 2-3x.
IV. PERMASALAHAN DAN PENYELESAIAN (Rian Okta/P17335118055)

PERMASALAHAN PENYELESAIAN
Kelarutan prometasin HCl sangat Jumlah air cukup untuk melarutkan
mudah larut dalam air. prometasin HCl sehingga sediaan dibuat
(Farmakope Indonesia. Edisi.5 halaman larutan sejati
1062)
Rentang pH stabilitas dari prometasin Dalam formula, karena rentang pH
HCl 4,7 - 5,2 bersifat asam. Rentang stabilitas kurang dari 2, maka ditambahkan
pH stabilitas kurang dari 2. dapar.
(ANI Pharmaceuticals, halaman 1, pdf)
pH stabilitas dari prometasin HCl Maka dapar yang digunakan dalam formula
bersifat asam. yaitu dapar asam sulfat.
(ANI Pharmaceuticals, halaman 1, pdf)
Sediaan larutan sejati prometsin HCl Sehingga dalam formula ditambahkan zat
menggunakan pembawa air sehingga pengental yaitu CMC-Na, pH stabilitasnya
memiliki viskositas yang rendah. 2-10. Dengan konsentrasi 0,1% – 1, 0%.
(Farmakope Indonesia. Edisi.5 halaman Kadar yang digunakan yaitu 0,5%.
1062)
Prometasin HCl dapat teroksidasi. Sehingga ditambahkan Asam Askorbat
(Codex, halaman 1023) sebagai antioksidan dengan konsentrasi 0,
01% - 0,1%. Kadar yang digunakan yaitu 0,
05%
Pelarut yang digunakan air, air Sehingga dalam formula ditambahkan
merupakan tempat yang baik untuk pengawet yaitu Natrium Benzoat yang
pertumbuhan mikroba. memiliki rentang pH 2-5 dengan kadar 0,
(Farmakope Indonesia. Edisi.5 halaman 02% - 0,5%. Kadar yang digunakan yaitu
1120) 0,26%
(HOPE edisi 6, halaman 627)
Prometasin HCl harus terlindung dari Sehingga wadah yang digunakan yaitu
cahaya (Pharmacopea International, botol kaca berwarna coklat.
halaman 190)
Pemerian prometasin HCl mengenai Untuk meningkatkan akseptibilitas sediaan
rasa tidak tercantum. dalam formula ditambahkan pemanis Na.
(Farmakope Indonesia. Edisi.5 halaman Sakarin dengan kadar 0, 05% dan diberi
1062) perasa (corigen saporis) Strawberi
Prometasin HCl memiliki pemerian Sehingga ditambahkan corigen coloris atau
warna putih hingga kuning lemah pewarna merah untuk meningkatkan
(Farmakope Indonesia. Edisi.5 halaman akseptibilitas dengan kadar pewarna merah
1062) yaitu 0, 0005%
Salah satu evaluasi yang dilakukan Pada formulasi scale up volume yang
adalah volume terpindahkan. ditambahkan 3% sehingga memenuhi
(Farmakope Indonesia. Edisi.5 halaman persyaratan volume terpindahkan.
1614)
Pada proses pembuatan dapat terjadi Pada formulasi scale up perhitungannya
kekurangan volume. dilebihkan 10% dari total sediaan.
(Farmakope Indonesia. Edisi.5 halaman
1614)
V. TINJAUAN PUSTAKA (Rian Okta/P17335118055)
a. Bahan aktif
Bahan aktif Prometasin hidroklorida
Struktur kimia

(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 1062)


Rumus Molekul C17H20N2S.HCl
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 1062)
Pemerian Serbuk hablur, putih sampai kuning lemah, praktis tidak berbau, jika
dibiarkan lama diudara berwarna biru
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 1062)
Kelarutan Sangat mudah larut dalam air, dalam etanol mutlak panas dan dalam
kloroform, praktis tidak larut dalam eter, dalam aseton dan dalam
etilasetat
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 1062)
Stabilitas 2230 sampai 2250
 Panas (Pharmacopeia Internationalis Vol. II, halaman 190)
 Cahaya Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus cahaya
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 190)
 Air Terhidrolisis secara perlahan
(ANI Pharmaceuticals, halaman 1, pdf)
 pH pH 4,7 dan 5,2
(ANI Pharmaceuticals, halaman 1, pdf)
Inkompabilitas Larutan dari Prometasin HCl tidak sesuai dengan zat alkali yang
mengendapkan prometasin yang tidak larut. Senyawa yang tidak
dapat dikonsumsi dengan prometasin HCl termasuk aminofilin,
barbiturate, garam benzyl penisilin, natrium karbenesilin, natrium
klorida.
(Martindale Edisi 36, pdf halaman 588)

b. Zat tambahan
1. CMC-Na
Zat CMC-Na
Sinonim Akucell; Aqualon CMC; Aquasorb; Blanose; Carbose D;
carmellosum natricum; Cel-O-Brandt; cellulose gum; Cethylose;
CMC sodium; E466; Finnfix; Glykocellan; Nymcel ZSB; SCMC;
sodium carboxymethylcellulose; sodium cellulose glycolate; Sunrose;
Tylose CB; Tylose MGA; Walocel C; Xylo-Mucine.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 118).
Struktur

(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 118).


Rumus Molekul Tidak ditemukan dalam Handbook of Pharmaceutical Excipient,
Farmakope Indonesia V, Internasional Journal Pharmacy.
Titik Lebur Brown sekitar 227ºC, dan terbakar di sekitar 252ºC.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 119).
Pemerian Berwarna putih; hampir putih; tidak berbau; tidak berasa; berbentuk
serbuk bergerombol. Higroskopis setelah pengeringan.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 119).
Kelarutan Praktis tidak larut dalam aseton, etanol (95%), eter, dan touena.
Mudah terdispersi pada semua suhu, membentuk larutan koloid yang
jelas.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 119-120).
Stabilitas Dalam konsentrasi kelembapan yang tinggi, CMC-Na bisa menyerap
(>50%) air. Larutan stabil pada pH 2-10. Umumnya
larutanmenunjukkan viskositas dan stabilitas maksimum pada pH 7-
9.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 120).
Inkompabilitas CMC-Na inkompatibilitas dengan larutan asam kuat, garam besi
terlarut, dan beberapa logam lainnya seperti merkuri, alumunium, dan
seng. CMC-Na juga inkompatibilitas dengan Xanthan gum. Akan
mengendap pada pH <2 dan bila dicampur dengan etanol(95%).
CMC-Na membentuk coaservates dengan gelatin dan pektin. CMC-
Na juga membentuk kompleks dengan kolagen dan mampu memicu
protein bermuatan positif tertentu.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 119).
Penyimpanan Bahan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat
sejuk dan kering.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 120).
Kadar 0,1-1,0 %
Penggunaan CMC-Na berfungsi sebagai agen peningkat viskositas
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 119).

2. Natrium Benzoat
Zat Natrium Benzoat
Sinonim Sodium Benzoat
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 905).
Struktur

(HOPE Ed 6 halaman 627)pdf

Rumus Molekul C7H5NaO2


(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 905).
Titik Lebur >300ºC.
(Pubchem.ncbi.nlm.nih.gov)
Pemerian Granul atau serbuk hablur, putih, tidak berbau, stabil di udara
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 905).
Kelarutan Mudah larut dalam air, agak sukar larut vdalam etanol dan lebih
mudah larut dalam etanol 90%
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 905).
Stabilitas Larutan dapat steril dengan penyimpanan atau autoklaf
(HOPE Edisi ke-6 2009, pdf halaman 628).
Inkompabilitas Tidak kompatibel dengan senyawa kuartener, gelatin, garam besi,
garam kalsium dan garam dari logam berat. Termasuk perak, timbal
dan merkuri aktivitas pengawet dapat dikurangi dengan interaksi
surfaktan kaolin atau non ionik.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 628).
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik.
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 906).
Kadar (0,3%)
Penggunaan 0,02-0,5%
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 628).

3. Asam Sitrat
Zat Asam sitrat
Acidum citricum monohydricum; 2-hydroxypropane-1,2,3-
Sinonim tricarboxylic acid monohydrate.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 181)

Struktur

(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 181)


C6H8O7.H2O
Rumus Molekul
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 181)
153ºC
Titik Lebur
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 183)
Asam sitrat monohidrat terjadi sebagai kristal tak berwarna atau
tembus cahaya, atau sebagai bubuk kristal putih dan effloresen, tidak
Pemerian berbau, memiliki rasa asam kuat, dan struktur kristal bersifat
ortorombik.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 181)
Kelarutan Larut 1 dari 1 bagian etanol (95%) dan 1 dalam 1 dari air, larut
dalam eter.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 183)
Asam sitrat monohidrat akan kehilangan air kristalisasi di
udara kering atau saat dipanaskan sampai sekitar 408 ºC.
Stabilitas Bahan monohidrat atau anhidrat harus disimpan dalam wadah
kedap udara di tempat sejuk dan kering.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 182)
Asam sitrat tidak sesuai dengan kalium tartrat, alkali dan
karbonat alkali tanah dan bikarbonat, asetat, dan sulfida.
Ketidakcocokan juga termasuk agen pengoksidasi, basa, dan
Inkompabilitas nitrat. Hal ini berpotensi menyebabkan ledakan dalam
kombinasi dengan nitrat logam. Pada penyimpanan, sukrosa
bisa mengkristal dari sirup yang mengandung asam sitrat.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 182)
Dalam wadah kedap udara pada tempat yang kering atau dingin.
Penyimpanan
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 182)
Kadar 0,1-2,0% sebagai dapar.
Penggunaan (HOPE 6th 2009 pdf, halaman 181)

4. Natrium Sakarin
VI. Zat Natrium Sakarin
Sinonim 1,2-benzisothiazol-3(2H)-one, 1,1-dioxode; garam natrium; 1,2-
benzisothiazolin-3-one, 1,1-dioxide; natrium-o-benzosulfimida;
soluble saccharin; natrium sakarinat; kristallose; RCRA U202
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)
Struktur

(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)


Rumus Molekul 𝐶7 𝐻5 𝑁𝑂3 𝑆
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)
Titik Lebur Melebur pada suhu kurang 229,7 0C.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)
Pemerian Putih, tidak berbau atau berwarna samar samar, bubuk Kristal,
memiliki rasa yang sangat manis, dengan logam atau rasa pahit
setelah penggunaan.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)
Kelarutan Pelarut etanol larut dalam 10 bagian, dalam etanol 95% larut
dalam 50 bagian, dalam PPG larut dalam 3,5 bagian, dalam
propan 200 praktis tidak larut.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)
Stabilitas Na. Sakarin stabil dibawah kisaran kondisi normal dalam
formulasi hanya ketika terkena suhu yang tinggi (125%). Pada
pH rendah (pH2) selama lebih dari 1 jam tidakdekomposisi
yang terjadi 84% adalah bentuk lanjut dibawah kondisi kamar
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)
Inkompabilitas Na. Sakarin tidak mengalami Mailland Browning.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)
Penyimpanan Disimpan dalam wadah tertutup baik dalam tempat kering.
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149).
Kadar Sweeting agent, centana kadar 0,074%-1.8%
Penggunaan (HOPE 6th 2009 pdf, halaman 608)

5. Asam Askorbat
Zat Asam Askorbat
Sinonim Vitamin C
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149)
Struktur

(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149).


Rumus Molekul C6H8O6
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149).
Titik Lebur Melebur pada suhu kurang 1900.
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149).
Pemerian Hablur atau serbuk, putih atau agak kuning oleh pengaruh cahaya
lambat laun menjadi berwarna gelap. Dalam keadaan kering stabil di
udara, dalam larutan cepat teroksidasi.
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149).
Kelarutan Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, tidak larut
dalam kloroform, dalam eter dan dalam benzene.
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149).
Stabilitas Dalam bentuk serbuk relatif stabil diudara, tanpa adanya oksigen dan
zat pengoksidasi lainnya stabil juga dalam panas, asam askorbat tidak
stabil dalam larutan, terutama larutan alkali.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 45).
Inkompabilitas Tidak kompartibel dengan alkali, ion logam berat terutama tembaga
dan besi, bahan pengoksidasi methenamine, phenylephrine
hydroklorida, pyrilamine maleat, salicylamide, sodium nitrat, sodium
salisilat, theobromine salisilat, dan picotamide.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 45).
Penyimpanan Dalam wadah terutup rapat, tidak tembus cahaya.
(Farmakope Indonesia Edisi V, halaman 149).
Kadar
Penggunaan

6. Natrium Sitrat
Zat Natrium sitrat
Citric acid trisodium salt; natrii citras; sodium citrate tertiary;
Sinonim trisodium citrate.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 640)
Struktur

(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 640)


C6H5Na3O7.2H2O
Rumus Molekul
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 640)
Titik Lebur
Mengonversi ke bentuk anhidrat pada 150ºC.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 641)
Tidak berbau, tidak berwarna, monoklin kristal, atau bubuk
kristal putih dengan pendinginan, rasa garam (asin). Sedikit
Pemerian deliquescent di udara lembab, dan di udara kering hangat
efloresen.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 641)
Larut 1 dalam 1,5 air, 1 dalam 0,6 air mendidih, praktis tidak
Kelarutan larut dalam etanol (95%).

(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 641)


Sodium sitrat dihidrat merupakan bahan yang stabil. Larutan
encer bisa disterilisasi dengan autoklaf. Pada penyimpanan,
larutan encer dapat menyebabkan pemisahan partikel padat
Stabilitas
kecil dari kaca. Bahan harus disimpan dalam wadah kedap
udara dalam tempat sejuk dan kering.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 641)
Larutan berair sedikit basa dan akan bereaksi dengan asam.
Garam-garam alkaloid dapat diendapkan dari airnya atau
larutan hidro-alkohol. Garam kalsium dan strontium akan
Inkompabilitas menyebabkan presipitasi dari sitrat yang sesuai. Tidak
kompatibel lainnya meliputi basa, zat pereduksi, dan zat
pengoksidasi.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 641)
Penyimpanan
dalam wadah kedap udara dalam tempat sejuk dan kering.
(HOPE 6th 2009 pdf, halaman 641)
Kadar 0,3-2,0% sebagai dapar.
Penggunaan (HOPE 6th 2009 pdf, halaman 641)

Dasar Teori
Kelarutan suatu senyawa bergantung pada sifat fisika dan kimia zat
terlarut dan pelarut, juga bergantung pada faktor temperatur, tekanan, pH
larutan dan untuk jumlah yang lebih kecil, bergantung pada hal terbaginya
zat terlarut. Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa kelarutan suatu zat
(dalam hal ini obat) dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah
pH. Banyak obat-obat penting yang termasuk ke dalam kelompok asam
lemah dan basa lemah. Obat-obat ini bereaksi dengan asam lemah dan basa
kuat serta dalam jarak pH tertentu berada sebagai ion yang biasanya larut
dalam air. Kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh poaritas dari
pelarut, yaitu oleh dipol momennya. Pelarut polar melarutkan zat terlarut
ionik dan zat polar lainnya. Sesuai dengan itu, air bercampur dengan alkohol
dalam segala perbandingan dan melarutkan gula dan senyawa polihidroksi
yang lain (Martin, 2008).
Di bidang farmasi, kelarutan memiliki peran penting dalam
menentukan bentuk sediaan dan untuk menentukan konsentrasi yang dicapai
pada sirkulasi sistemik untuk menghasilkan respon farmakologi (Vemula et
al., 2010). Obat yang memiliki kelarutan rendah dalam air sering
membutuhkan dosis yang tinggi untuk mencapai konsentrasi terapeutik
setelah pemberian oral. Umumnya obat yang bersifat asam lemah atau basa
lemah memiliki kelarutan terhadap air yang buruk (Savjani et al., 2012).
VII. SPESIFIKASI SEDIAAN (Serly Rahmawati/P17335118053)
Bentuk Sediaan : Larutan sejati
Warna : Merah
Rasa : Strawberry
pH sediaan : 4,7 – 5,2
Kadar Sediaan : 5 mg/5mL
Volume Sediaan : 62 mL
Viskositas Sediaan : Melebihi viskositas air yaitu 0,89 cPs

VIII. PENDEKATAN FORMULA (Serly Rahmawati/P17335118053)

Kegunaan & Rentang


Nama Zat Jumlah (%)
Kadar
Prometazin HCl 0,1% (w/v) Zat Aktif
Asam Sitrat 1,43% (w/v) Dapar (0,1%-2%)
Natrium Sitrat 3,48% (w/v) Dapar (0,3%-2%)
CMC-Na 0,5% (w/v) Pengental (0,1%-1%)
Natrium Benzoat 0,13% (w/v) Pengawet (0,02%-0,5%)
Natrium Sakarin 0,05% (w/v) Pemanis (0,075%-1,8%)
Asam Askorbat 0,05% (w/v) Antioksidan (0,01%-0,1%)
Essens Stroberi 0,1% (w/v) Perasa
Pewarna Merah 0,0005% (w/v) Pewarna
Aquadest ad 60 mL Pelarut

IX. PENIMBANGAN DAN PERHITUNGAN DAPAR (Ghea Safhira /


P17335118023)

No. Nama Bahan Jumlah yang Ditimbang


1. Prometasin Hidroklorida 0,06 gram
2 CMC Na 0,3 gram
3. Natrium Benzoat 0,078 gram
4. Na Sakarin 0,03 gram
5. Asam Sitrat 0,4127 gram
6. Natrium Sitrat 0,8573 gram
7. Asam Askorbat 0,03 gram
8. Corigen Coloris Merah 0,0003 gram
9. Perasa Strawberry 0,6 gram
10. Aquadest Ad 60 mL
Penimbangan Optimasi

A. Optimasi
Dibuat 1 botol @60 ml :
0,1 mg
a. Prometasin Hidroklorida = x 60 mL = 0,06 gram
100 mL
0,5 g
b. CMC Na = 100 mL x 60 mL = 0,3 gram
0,13 g
c. Natrium Benzoat = 100 mL x 60 mL=0,078 gram
0,05 g
d. Asam Askorbat = 100 mL x 60 mL =0,03 gram
0,05 g
e. Natrium Sakarin = 100 mL x 60 mL = 0,03 gram

f. Natrium Sitrat = 0,8573 gram


g. Asam Sirat = 0,4127 gram
h. Corigen Coloris Merah = 0,0003 gram
i. Essens Strawberry = 0,06 gram
j. Air Dapar ad 60 mL
=60 - (0,06+0,3+0,078+0,03+0,03+6+0,8573+0,4127+0,0003+0,06)
= 58,1724 mL
Kelarutan Bahan Optimasi

Jumlah bagian pelarut yang diperlukan


Istilah kelarutan
untuk melarutkan 1 bagian zat
Sangat mudah larut Kurang dari 1
Mudah larut 1 sampai 10
Larut 10 sampai 30
Agak sukar larut 30 sampai 100
Sukar larut 100 sampai 1000
Sangat sukar larut 1000 sampai 10.000
Praktis tidak larut lebih dari 10.000
(Kementrian Kesehatan RI RI, 2014)

a. Kelarutan Prometasin Hidroklorida


Sangat mudah larut dalam air, dalam etanol mutlak panas dan
dalam kloroform praktis tidak larut dalam eter dalam aseton dan dalam
etilasetat (Depkes RI, 2014: 1062)
Aquades : 0,06 gram x 1 = 0,06 mL ~1 mL
b. CMC-Na
Praktis tidak larut dalam aseton, etanol (95%), eter dan toluene.
Mudah terdispersi pada semua suhu, membentuk larutan koloid yang
jelas.
Aquades : 0,3 gram x 20 = 6 mL
c. Natrium Benzoat
Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dan lebih
mudah larut dalam etanol 90% (Depkes RI,2014; 905)
Aquadest: 0,078 gram x 1 =0,078 mL~1 mL
d. Asam Askorbat
Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, tidak larut
dalam kloroform dalam eter dan dalam benzene (Depkes RI 2014: 149)
Aquadest: 0,03 gram x 10 = 0,3 mL~1 mL
e. Natrium Sakarin
Sangat mudah larut dalam air (HOPE, Halaman 608)
Aquadest : 0,03 gram x 10 = 0,3 mL~1 mL
B. Penimbangan Skala Besar Skala Besar

No. Nama Bahan Jumlah yang Ditimbang


1. Prometasin Hidroklorida 0,5 gram
2 CMC Na 5 gram
3. Natrium Benzoat 0,65 gram
4. Na Sakarin 0,25 gram
5. Asam Sitrat 4,1268 gram
6. Natrium Sitrat 11,9669 gram
7. Asam Askorbat 0,25 gram
8. Corigen Coloris Merah 0,0018gram
9. Perasa Strawberry 0,5 gram
10. Aquadest Ad 500 mL

Volume sediaan setiap botol : 60 mL + (3% x 60 mL) = 61,8 mL


Jumlah sediaan yang akan dibuat : 7 botol x 61,8 mL = 432,6 mL
: 432,6 mL + (10% x 432,6 mL) =476 mL
≈ 600 ml
0,1 mg
a. Prometasin Hidroklorida = x 500 mL = 0,5 gram
100 mL
1g
b. CMC Na = 100 mL x 500 mL = 5 g
0,13 g
c. Natrium Benzoat = 100 mL x 500 mL=0,65 gram
0,05 g
d. Asam Askorbat = 100 mL x 500 mL=0,25 gram
0,05 g
e. Natrium Sakarin = 100 mL x 500 mL=0,25 gram

f. Asam Sitrat = 3,4391 gram


g. Natrium Sitrat = 7,1440 gram
k. Corigen Coloris Merah = 0,0018 gram
l. Essens Strawberry = 0,5 gram
m. Aquadest ad 500 mL
= 500-(0,5+5+0,65+0,25+0,25+7,1440+3,4391+0,0018+0,5)
=484,7651 mL
Kelarutan Skala Besar
a. Kelarutan Prometasin Hidroklorida
Sangat mudah larut dalam air, dalam etanol mutlak panas dan
dalam kloroform praktis tidak larut dalam eter dalam aseton dan dalam
etilasetat (Depkes RI, 2014: 1062)
Aquades : 0,5 gram x 1 = 0,5 mL ~1 mL
b. CMC-Na
Praktis tidak larut dalam aseton, etanol (95%), eter dan toluene.
Mudah terdispersi pada semua suhu, membentuk larutan koloid yang
jelas.
Aquades : 5 gram x 20 = 100 mL
c. Natrium Benzoat
Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dan lebih
mudah larut dalam etanol 90% (Depkes RI,2014; 905)
Aquadest: 0,65 gram x 1 =0,65 mL~1 mL
d. Asam Askorbat
Mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, tidak larut dalam
kloroform dalam eter dan dalam benzene (Depkes RI 2014: 149)
Aquadest: 0,25 gram x 10 = 2,5 mL
e. Asam Sitrat
Sangat mudah larut dalam air, mudah larut dalam etanol, agak sukar larut
dalam eter (Depkes RI 2014: 164)
Aquadest: 3,4391 gram x 1 = 3,4391 mL ~ 5 mL
f. Natrium Sitrat
Dalam bentuk hidrat mudah larut air, sangat mudah larut dalam air
mendidih, tidak larut dalam etanol (Depkes RI 2014: 913)
Aquadest: 7,1440 gram x 5 = 35,72 mL
g. Natrium Sakarin
Sangat mudah larut dalam air (HOPE, Halaman 608)
Aquadest : 0,25 gram x 10 = 0,25 mL~1 mL

PERHITUNGAN DAPAR (Ghea Safhira/P17335118023)


Rentang pH 4,7 – 5,3
Menggunakan Dapar sitrat
pH yang diambil 4,95
pKa yang diambil 4,761
BM Asam Sitrat (C6H8O7) = 192,13
BM Natrium Sitrat (Na3C6H5O7) = 258,37
[A]
pH = pka +log [HA]
[A]
4,95 = 4,761 + log
[HA]
[A]
0,189 = log [HA]
[A]
1,5453 = [HA]

[A] = 1,5453 [HA]

 ᵝ = 2,303 x C x [Ka][H+]
([Ka])+[H+])
2

10-4,761 x 10-4,95
0,05 = 2,303 x C x
([10-4,761 +10-4,95 ])^2

C= 0,0910.

 C= [A]+[HA]
0,0910=1,5453[HA]+ [HA]
0,1816=2,5453 [HA]
[HA] = 0,0358 M
[A] = 1,5453 x [HA]
= 1,5453 x 0,0358
= 0,0553 M
Skala Optimasi 60 mL
𝑔𝑟 1000
[Asam Sitrat] = 𝑀𝑟 x 60
𝑔𝑟 1000
0,0358 = x = 0,4127 gram
192,13 60
𝑔𝑟 1000
[Natrium Sitrat] = 𝑀𝑟 x 60
𝑔𝑟 1000
0,0553 = x = 0,8573 gram
258,37 60
Skala besar 600 mL
𝑔𝑟 1000
[Asam Sitrat] = 𝑀𝑟 x 600
𝑔𝑟 1000
0,0358 = x = 4,1269 gram
192,13 600
𝑔𝑟 1000
[Natrium Sitrat] = 𝑀𝑟 x 600
𝑔𝑟 1000
0,0553 = x = 8,4730 gram
258,37 600

X. ADI (ACCEPTABLE DAILY INTAKE) (Nur Asiah/P17335118003)


1. Natrium benzoat = 5 mg/kg BB ( HOPE Edisi 6, halaman 628 pdf)
Jumlah Natrium Benzoat = 0,65 gram = 650 mg
 Untuk usia 2 tahun
ADI Natrium Benzoat = 9,6 kg x 5mg/kg = 48 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na.Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari =10 ml x 1,3 mg/ml = 13 mg < 48 mg
( memenuhi syarat)
 Untuk usia 3 tahun
ADI Natrium Benzoat = 11,4 kg x 5 mg/kg = 57 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 1,3 mg/ml = 13 mg < 57 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 4 tahun
ADI Natrium Benzoat = 13,0 kg x 5 mg/kg = 65 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 1,3 mg/ml = 13 mg < 65 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 5 tahun
ADI Natrium Benzoat =14,4 kg x 5 mg/kg = 72 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 1,3 mg = 26 mg < 72 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 6 tahun
ADI Natrium Benzoat =15,8 kg x 5 mg/kg = 79 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 1,3 mg = 26 mg < 79 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 7 tahun
ADI Natrium Benzoat =18,9 kg x 5 mg/kg = 94,5 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 1,3 mg = 26 mg < 94,5 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 8 tahun
ADI Natrium Benzoat =20,9 kg x 5 mg/kg = 104,5 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 1,3 mg = 26 mg < 104,5 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 9 tahun
ADI Natrium Benzoat =22,0 kg x 5 mg/kg = 110 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 1,3 mg/ml = 26 mg < 110 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 10 tahun
ADI Natrium Benzoat =23,5 kg x 5 mg/kg = 119,5 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari =60 ml x 1,3 mg/ml = 78 mg < 119,5 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 11 tahun
ADI Natrium Benzoat =26,9 kg x 5 mg/kg = 134,5 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 1,3 mg/ml = 78 mg < 134,5 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 12 tahun
ADI Natrium Benzoat =29,1 kg x 5 mg/kg = 145,5 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 1,3 mg/ml = 78 mg < 145,5 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 13 tahun
ADI Natrium Benzoat =33,0 kg x 5 mg/kg = 165 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 1,3 mg/ml = 78 mg < 165mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 14 tahun
ADI Natrium Benzoat =40,0 kg x 5 mg/kg = 200 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 1,3 mg/ml = 78 mg < 200 mg
(memenuhi syarat)
 Untuk usia 15 tahun
ADI Natrium Benzoat =42,3 kg x 5 mg/kg = 211,5 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 1,3 mg/ml = 78 mg < 211,5 mg
(memenuhi syarat)
 Dewasa
ADI Natrium Benzoat =70 kg x 5 mg/kg = 350 mg
650 𝑚𝑔
Konsentrasi Na. Benzoat = = 1,3 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 1,3 mg/ml = 78 mg < 350 mg
(memenuhi syarat)

2. Asam Askorbat = 15 mg/kg BB (HOPE Edisi 6, halaman 45 pdf)


Jumlah Asam Askorbat = 0,25 gram = 250 mg
a. Untuk usia 2 tahun
ADI Asam Askorbat =9,6 kg x 15 mg/kg = 144 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 0,5 mg/ml = 5 mg < 144 mg
(memenuhi syarat ADI)
b. Untuk usia 3 tahun
ADI Asam Askorbat =11,4 kg x 15 mg/kg = 171 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 0,5 mg/ml = 5 mg < 171 mg
(memenuhi syarat ADI)
c. Untuk usia 4 tahun
ADI Asam Askorbat =13,0 kg x 15 mg/kg = 195 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 0,5 mg/ml = 5 mg < 195 mg
(memenuhi syarat ADI)
d. Untuk usia 5 tahun
ADI Asam Askorbat =14,4 kg x 15 mg/kg = 216 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 216 mg
(memenuhi syarat ADI)
e. Untuk usia 6 tahun
ADI Asam Askorbat =11,4 kg x 15 mg/kg = 171 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 171 mg
(memenuhi syarat ADI)
f. Untuk usia 7 tahun
ADI Asam Askorbat =18,9 kg x 15 mg/kg = 283,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 283,5 mg
(memenuhi syarat ADI)
g. Untuk usia 8 tahun
ADI Asam Askorbat = 20,9 kg x 15 mg/kg = 313,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 313,5 mg
(memenuhi syarat ADI)
h. Untuk usia 9 tahun
ADI Asam Askorbat = 22,0 kg x 15 mg/kg = 330 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 330 mg
(memenuhi syarat ADI)
i. Untuk usia 10 tahun
ADI Asam Askorbat = 23,5 kg x 15 mg/kg = 352,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 352,5mg
(memenuhi syarat ADI)
j. Untuk usia 11 tahun
ADI Asam Askorbat =26,9 kg x 15 mg/kg = 403,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 403,5 mg
(memenuhi syarat ADI)
k. Untuk usia 12 tahun
ADI Asam Askorbat =29,1 kg x 15 mg/kg = 436,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 436,5 mg
(memenuhi syarat ADI)
l. Untuk usia 13 tahun
ADI Asam Askorbat =33,0 kg x 15 mg/kg = 495 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 495 mg
(memenuhi syarat ADI)
m. Untuk usia 14 tahun
ADI Asam Askorbat = 40,0 kg x 15 mg/kg = 600 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 600 mg
(memenuhi syarat ADI)
n. Untuk usia 15 tahun
ADI Asam Askorbat = 42,3 kg x 15 mg/kg = 634,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 634,5mg
(memenuhi syarat ADI)
o. Untuk dewasa
ADI Asam Askorbat =70 kg x 15 mg/kg = 1,050 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 1,050 mg
(memenuhi syarat ADI)

3. Natrium Sakarin = 2,5 mg/kg BB (HOPE Edisi 6, halaman 637 pdf)


Jumlah Natrium Sakarin = 0,25 gram = 250 mg
a. Untuk 2 tahun
ADI Natrium Sakarin =9,6 kg x 2,5 mg/kg = 24 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Asam Askorbat = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 0,5 mg/ml = 5 mg < 24 mg
(memenuhi syarat ADI)
b. Untuk 3 tahun
ADI Natrium Sakarin = 11,4 kg x 2,5 mg/kg = 28,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 0,5 mg/ml = 5 mg < 28,5
mg
(memenuhi syarat ADI)
c. Untuk 4 tahun
ADI Natrium Sakarin = 13,0 kg x 2,5 mg/kg = 32,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 10 ml x 0,5 mg/ml = 5 mg < 32,5
mg
(memenuhi syarat ADI)
d. Untuk 5 tahun
ADI Natrium Sakarin = 14,4 kg x 2,5 mg/kg = 36 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 36 mg
(memenuhi syarat ADI)
e. Untuk 6 tahun
ADI Natrium Sakarin = 15,8 kg x 2,5 mg/kg = 39,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 39,5 mg
(memenuhi syarat ADI)
f. Untuk 7 tahun
ADI Natrium Sakarin = 18,9 kg x 2,5 mg/kg = 47,25 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 47,25 mg
(memenuhi syarat ADI)
g. Untuk 8 tahun
ADI Natrium Sakarin = 20,9 kg x 2,5 mg/kg = 52,25 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 52,25 mg
(memenuhi syarat ADI)
h. Untuk 9 tahun
ADI Natrium Sakarin = 22,0 kg x 2,5 mg/kg = 55 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 20 ml x 0,5 mg/ml = 10 mg < 55 mg
(memenuhi syarat ADI)
i. Untuk 10 tahun
ADI Natrium Sakarin = 23,5 kg x 2,5 mg/kg = 58,75 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 58,75 mg
(memenuhi syarat ADI)
j. Untuk 11 tahun
ADI Natrium Sakarin = 26,9 kg x 2,5 mg/kg = 67,25 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 67,25 mg
(memenuhi syarat ADI)
k. Untuk 12 tahun
ADI Natrium Sakarin = 29,1 kg x 2,5 mg/kg = 72,75 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 72.75 mg
(memenuhi syarat ADI)
l. Untuk 13 tahun
ADI Natrium Sakarin = 33,0 kg x 2,5 mg/kg = 82,5 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 82,5 mg
(memenuhi syarat ADI)
m. Untuk 14 tahun
ADI Natrium Sakarin = 40,0 kg x 2,5 mg/kg = 100 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 100 mg
(memenuhi syarat ADI)
n. Untuk 15 tahun
ADI Natrium Sakarin = 42,3 kg x 2,5 mg/kg = 105,75 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 105,75 mg
(memenuhi syarat ADI)
o. Untuk dewasa
ADI Natrium Sakarin = 70 kg x 2,5 mg/kg = 175 mg
250 𝑚𝑔
Konsentrasi Natrium Sakarin = = 0,5 mg/ml
500 𝑚𝑙
Dosis sehari = 60 ml x 0,5 mg/ml = 30 mg < 175 mg
(memenuhi syarat ADI)

XI. PROSEDUR PEMBUATAN (Dini Febrianty/P17335118001)


A. Pembuatan air bebas CO2
1. Sejumlah air 600 mL dipanaskan hingga mendidih
2. Diamkan selama 30 menit kemudian tutup dan dinginkan
B. Alat dan bahan disiapkan
C. Botol dan beaker glass dikalibrasi
 Kalibrasi botol 62 mL
1. Dimasukkan air kran sebanyak ±62 mL kedalam beaker glass,
kemudian diukur sebanyak 62 mL menggunakan gelas ukur dan di
masukkan kedalam botol.
2. Batas kalibrasi ditandai lalu air kran tersebut dibuang
3. Botol dibilas dengan 2 mL purifield water lalu botol dikeringkan
4. Botol siap digunakan
 Kalibrasi beaker glass untuk dapar 600 mL (beaker glass 1 liter)
1. Dimasukkan air kran sebanyak ±600 mL kedalam beaker glass,
kemudian diukur sebanyak 500 mL menggunakan gelas ukur dan
di masukkan kedalam beaker glass.
2. Ditandai batas kalibrasi lalu air kran tersebut dibuang.
3. Beaker glass dibilas dengan 5 mL purifield water, keringkan dan
beaker glass siap digunakan.
 Kalibrasi beaker glass utama (beaker glass 1 liter)
4. Dimasukkan air kran sebanyak ±500 mL kedalam beaker glass,
kemudian diukur sebanyak 500 mL menggunakan gelas ukur dan
di masukkan kedalam beaker glass.
5. Ditandai batas kalibrasi lalu air kran tersebut dibuang.
6. Beaker glass dibilas dengan 5 mL purifield water, keringkan dan
beaker glass siap digunakan.
D. Penimbangan bahan
1. Prometasin HCL seberat 0,5000 gram ditimbang menggunakan
kertas perkamen pada timbangan analitik dan dilakukan
penimbangan secara langsung.
2. CMC-Na seberat 5 gram ditimbang menggunakan kertas perkamen
pada timbangan analitik dan dilakukan penimbangan secara
langsung.
3. Na sakarin seberat 0,2500 gram ditimbang menggunkan kertas
perkamen pada timbangan analitik dsn dilakukan penimbangan
langsung.
4. Natrium benzoat seberat 0,0780 gram ditimbang menggunakan kertas
perkamen pada timbangan analitik dan dilakukan penimbangan
secara langsung.
5. Asam sitrat seberat 4,1268 gram ditimbang menggunakan kertas
perkamen perkamen pada timbangan analitik dan dilakukan
penimbangan secara langsung.
6. Natrium sitrat seberat 7,9690 gram ditimbang menggunakan kertas
perkamen pada timbangan analitik dan dilakukan penimbangan
secara langsung.
7. Essens stroberi seberat 0,5000 gram ditimbang menggunakan kaca
arloji pada timbangan analitik dan dilakukan penimbangan secara
tidak langsung.
8. Pewarna merah seberat 0,0018 gram ditimbang menggunakan kaca
arloji pada timbangan analitik dan dilakukan penimbangan secara
tidak langsung.
9. Asam askorbat seberat 0,2500 gram ditimbang menggunakan kertas
perkamen pada timbangan analitik dan dilakukan penimbangan
secara langsung.
10. Aquadest diukur menggunakan gelas ukur sebanyak ±484,7644 mL
E. Pembuatan dapar (sebanyak 600 mL)
1. Dilarutkan 7,9690 gram natrium sitrat dengan 10 mL aquadest bebas
CO2, dimasukkan kedalam beaker glass dan dibilas dengan 10 mL
aquadest bebas CO2
2. Dillarutkan 4,1268 gram asam sitrat dengan 5 mL aquadest bebas
CO2, dimasukkan kedalam beaker glass dan dibilas dengan 10 Ml
aquadest bebas CO2.
3. Ditambahkan aquadest bebas CO2 pada beaker glass yang telah berisi
natrium sitrat dan asam sitrat ad batas kalibrasi pertama (80% = 480
mL).
4. Dicek pH sediaan menggunakan pH meter (pH target = 4,9)
- Jika pH < 4,9 maka ditambah natrium sitrat sedkit demi sedikit
sampai pH mencapai target.
- Jika pH > 4,9 maka ditambah asam sitrat sedkit demi sedikit
sampai pH mencapai target
5. Aquadest bebas CO2 ditambahkan pada beaker glass yang rentang
pH nya telah didapat sampai batas kalibrasi (100% = 600 mL)
F. Pembuatan mucilage CMC-Na
1. Dimasukkan air dapar pH 4,9 sebanyak 100 mL kedalam mortar.
2. Dimasukkan CMC-Na sebanyak 5 gram dengan cara ditaburkan
sampai mengembang dan gerus sampai terbentuk mucilago CMC-Na.
G. Pembuatan sediaan
1. Dilarutkan prometasin HCL 0,5 gram dengan 5 mL air dapar pH 4,95
kemudian dimasukkan kedalam beaker glass utama, kemudian bilas
wadah dengan menggunakan air dapar pH 4,95
2. Natrium benzoate dilarutkan dengan 5 mL air dapar pH 4,95
kemudian dimasukkan kedalam beaker glass utama, kemudian bilas
wadah dengan menggunakan air dapar pH 4,95.
3. Asam askorbat seberat 0,25 gram dilarutkan dengan air dapar pH
4,95 sebanyak 5 mL lalu dimasukkan kedalam beaker glass utama
dan kemudian bilas wadah dengan menggunakan air dapar pH 4,95
4. Na sakarin seberat 0,25 gram dilarutkan dengan air dapar pH 4,95
sebanyak 5 mL lalu dimasukkan kedalam beaker glass utama.
Kemudian bilas wadah dengan menggunakan air dapar pH 4,95 yang
telah dibuat.
5. Mucilago CMC-Na diencerkan terlebih dahulu dan dimasukkan
kedalam beaker glass utama laku dibilas menggunakan air dapar pH
4,95.
6. Air dapar ditambahkan kedalam beaker glass utama sampai 400 mL
(80%) kemudian aduk.
7. pH sediaan larutan dicek menggunakan pH meter. Jika pH < 4,9
maka ditambah natrium sitrat sedkit demi sedikit sampai pH
mencapai target. Jika pH > 4,9 maka ditambah asam sitrat sedkit
demi sedikit sampai pH mencapai target
8. Pewarna merah dilarutkan dengan air dapar pH 4,95 sebanyak 1 mL
dimasukkan kedalam beaker glass
9. Air dapar pH 4,95 ditambahkan kedalam beaker glass sampai 500
mL (100%).
10. Dimasukkan sediaan kedalam 7 botol, masing-masing 62 mL.
11. Lakukan evalusi sediaan larutan sejati prometasin HCL 5mg/5 mL.

XII. DATA PENGAMATAN EVALUASI SEDIAAN (Prita Dewi/P17335118013)

Jenis Jumlah
No Prinsip Evaluasi Hasil Syarat
evaluasi sampel
1. Organoleptik Dengan metode visual: Warna : merah Warna : merah
test  Warna dilihat dengan Bau : khas stroberi Bau : khas stroberi
indra penglihatan Rasa : stroberi Rasa : stroberi
 Bau dicium dengan 1 botol (memenuhi syarat)
indera penciuman
 Rasa dirasa dengan
indra perasa
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1521)
2. Dengan menggunakan pH pH sediaan: 5,23 Rentang pH
meter (potensiometer) yang (tidak memenuhi sediaan adalah
sesuai dan yang mampu syarat) 4,7-5,2 dan pH
mengukur harga pH sampai 1 botol target adalah 5,95.
pH sediaan
0,02 untuk pH dilakukan
pada suhu 25𝑜 C ± 2𝑜 C.
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1563)
3. Didasarkan pada  W1 = 32,544 g BJ yang
perbandingan bobot zat  W2 = 57,495 g digunakan
diudara pada suhu yang  W3 = 58,017 g melebihi atau
telah ditetapkan terhadap  Bj sediaan : sama dengan BJ
bobot air dengan volume 𝑤3−𝑤1 air yaitu 1
𝑤2−𝑤1
dan suhu yang sama. Hasil 1 botol 58,017 𝑔 − 32,544 𝑔gram/mL
Bobot jenis
yang diperoleh dengan =
bobot air, dalam 57,495 𝑔 − 32,544 𝑔
piknometer kecuali = 1,0209
dinyatakan lain dalam (memenuhi syarat)
monografi ditetapkan pada
suhu 25𝑜 C.
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1553)
4. Viskometer Ostwald U- 0,95 dPas Mendekati atau
Tube: isi tabung dengan 1 dPas = 1000 cP lebih dari
sejumlah cairan pada suhu (memenuhi syarat) viskositas air yaitu
20oC ± 0,1ᵒC. Atur 0,89 cP
meniscus cairan dalam
tabung kapiler hingga
tanda/garis graduasi teratas
dengan bantuan 1 botol
pengisapan. Buka kedua
Viskositas tabung pengisi dan kapiler
agar cairan mengalir bebas
melawan tekanan atmosfer.
Catat waktu dalam detik
yang diperlukan cairan
untuk mengalir dari batas
atas pipa hingga batas
bawah pipa kapiler
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1562)
5. Volume 1. Keluarkan isi dari  Wadah 1: 62 mL Rata-rata cairan
terpindahkan wadah ke wadah  Wadah 2: 63 mL yang diperoleh
yang sesuai yang  Wadah 3: 63 mL dari 2 wadah
telah ditara 3 botol Rata-rata= 62,6667 memiliki rentang
2. Tentukan bobot isi mL 95% - 100% dari
dari wadah (tidak memenuhi volume yang
3. Hitung volume syarat) tertera (62mL)
setelah penetapan
bobot jenis.
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1614)
6. Membandingkan larutan uji Kejernihan larutan Larutan dianggap
dengan larutan suspense sediaan sebanyak 10 jernih apabila
yang dibuat segar, setinggi ml sama dengan sama dengan air
40mm. bandingkan kedua kejernihan aquadest atau larutan yang
larutan di bawah cahaya 1botol sebanyak 10 ml. digunakan dalam
Kejernihan yang terdifusi 5 menit (memenuhi syarat) pengkajian dengan
larutan setelah pembuatan suspensi kondisi yang
dengan tegak lurus kearah dipersyaratkan.
bawah tabung dengan latar
belakang berwarna hitam.
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1521)
7. Pengujian dilakukan 1 botol Tidak diuji Sediaan tidak
dengan metode ditumbuhi
penyaringan membrane mikroba
atau dengan metode angka
lempeng total yang sesuai
Biologi
pemilihan metode
jumlah
pengujian tergantung pada
cemaran
beberapa faktor, antara lain
mikroba
jenis produk yang diuji
dengan memperkirakan
kesesuaian yang spesifik.
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1343)
8. Pengujian dilakukan dalam 1 botol Tidak diuji Tidak ada
tiap 5 ml wadah asli, 5 aktivitas mikroba
wadah bertutup steril. dalam sediaan.
Inokulasi tiap dengan satu
inokula baku yang telah
disiapkan. Tambahkan
Uji kadar mikroba uji pada
efektivitas sediaan. Inokulasi wadah
pengawet pada suhu 22,5oC ± 2,5oC.
Ambil sampel dari setiap
wadah. Tetapkan dengan
metode angka lempeng
total.
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1356)
9. Uji stabilitas Larutan uji disimpan pada 1 botol Tidak diuji Rentang yang
suhu ruang, dianalisis dapat diterima
sesuai dengan pericale yang untuk stabilitas
telah ditentukan dengan larutan uji antara
respon larutan uji sebagai 98%-102%.
pembanding. Rentang yang
didapat diterima apabila
stabilitas larutan uji antara
98% dan 102%
dibandingkan dengan
analisis awal larutan uji.
(Farmakope Indonesia
Edisi V, hlm 1660)
10. Dilakukan penetapan kadar 1 botol Tidak diuji Kadar pada
Identifikasi
dengan kromatografi cair sediaan tidak
dan
kinerja tinggi. kurang dari 98%
penetapan
(Farmakope Indonesia dan tidak lebih
kadar
Edisi V, hlm 295) dari 102%

XIII. PEMBAHASAN (Serly Rahmawati/P17335118053)


Pada praktikum kali ini, praktikan membuat sediaan larutan sejati
Promethazine HCl 5mg/5mL dengan kadar 0,1% dengan volume per botol 60
mL. Promethazine HCl memiliki dosis untuk anak 2-4 tahun sebanyak 5 mg 2
kali sehari, untuk anak 5-9 tahun sebanyak 5-10 mg 2 kali sehari, untuk anak
10-17 tahun sebanyak 10-20 mg 2-3 kali sehari, dan untuk dewasa sebanyak
10-20 mg 2-3 kali sehari (British National Formulations hlm 73, pdf).
Promethazine HCl merupakan obat yang termasuk antihistamin (AH1)
yang memiliki khasiat sedativ dan hipnotis dan sering kali digunakan sebagai
pereda bagi anak-anak yang gelisah dan batuk (Obat-obat Penting Edisi 6
Cetakan ke-3, hlm 396-397). Selain antihistaminiknya, obat ini memberikan
efek sedativ dan antiemetik yang bermanfaat secara klinis (ANI
Pharmaceuticals, hlm 1 pdf). Promethazin HCl juga biasa digunakan untuk
mabuk perjalanan dan keadaan lain, Antihistamin (AH1 ) tertentu misalnya
difenhidramin, dimenhidrinat, derivat piperazin, dan promethazin dapat
digunakan untuk mencegah dan mengobati mabuk perjalanan udara, laut dan
darat (Farmakologi dan Terapi hlm 280).
Promethazin HCl dapat dibuat sediaan larutan sejati karena memiliki
kelarutan yang sangat mudah larut dalam air (Farmakope Indonesia Edisi V hlm
1062) dan air yang tersedia cukup untuk melarutkan Promethazin HCl. Rentang
pH stabilitas dari Promethazin HCl antara 4,7 dan 5,2 (ANI Pharmaceuticals hlm
1, pdf). Berdasarkan hal tersebut, maka pH target yang digunakan oleh praktikan
adalah 4,95. Karena rentang pH stabilitas <2 dan bersifat asam, maka dalam
formula sediaan digunakan dapar asam yang terdiri dari asam sitrat dan natrium
sitrat. Fungsi dari dapar ini adalah untuk mencegah perubahan pH yang
disebabkan oleh pengaruh asam fixed dan asam organic pada cairan ekstraseluler
(Viswanatha dan Putra, 2017).
Pembawa dari sediaan larutan sejati adalah air sehingga memiliki viskositas
yang rendah, oleh karena itu diperlukan bahan pengental untuk meningkatkan
viskositas dari Promethazin HCl agar saat dilakukan penuangan, obat tidak
tumpah dan keseragaman dosis tetap tercapai. Bahan pengental yang digunakan
adalah CMC-Na yang memiliki rentang konsentrasi 0,1-1%. Alasan dipilih
bahan pengental CMC-Na adalah karena pH stabilitas dari Promethazin HCl
berada dalam rentang pH stabilitas dari CMC-Na yaitu antara 2-10. Konsentrasi
CMC-Na yang digunakan ialah 0,5%.
Di bagian pemerian disebutkan bahwa Promethazin HCl dapat teroksidasi
secara perlahan (Codex, hlm 1023). Berdasarkan hal tersebut, maka dalam
formula sediaan perlu ditambahkan antioksidan yang berfungsi untuk
menghambat oksidasi yang terjadi dalam sediaan. Antioksidan yang digunakan
adalah asam askorbat yang memiliki rentang konsentrasi 0,01%-0,1%.
Konsentrasi yang digunakan adalah 0,05%.
Sediaan larutan sejati Promethazin HCl menggunakan pembawa air, air
merupakan tempat yang baik untuk pertumbuhan mikroba. Oleh karena itu, agar
sediaan tidak mudah ditumbuhi mikroba dan tahan lama maka sediaan perlu
ditambahkan antimikroba atau pengawet. Pengawet yang digunakan adalah
Natrium Benzoat, karena rentang pH Natrium Benzoat berada diantara 2-5
dengan kadar 0,02%-0,5% (HOPE Edisi VI, hlm 627). Kadar yang digunakan
adalah 0,26%. Promethazin HCl harus terlindungi dari cahaya (Pharmacopeia
International, hlm 190). Oleh karena itu, sediaan dimasukkan ke dalam wadah
botol kaca berwarna cokelat dan tertutup rapat.
Promethazin HCl mengenai rasa tidak tercantum dalam monografi. Maka
untuk meningkatkan akseptabilitas, sediaan ditambahkan pemanis yaitu Natrium
Sakarin dengan kadar 0,05% dan diberi perasa stroberi dengan kadar 0,1% .
Alasan digunakan Natrium Sakarin karena pemanis lainnya yaitu sukrosa
merupakan salah satu bahan yang termasuk inkompatibilitas dari Promethazin
HCl. Selain itu, pemanis lainnya yaitu sorbitol tidak dapat digunakan karena
pada dosis yang rendah pun Acceptable Daily Intake (ADI) nya melebihi dari
yang seharusnya.
Promethazin HCl memiliki pemerian warna putih hingga kuning lemah
(Farmakope Indonesia Edisi V, hlm 1062). Oleh karena itu, untuk meningkatkan
akseptabilitas sediaan ditambahkan corigen coloris/pewarna berwarna merah
dengan kadar 0,0005%.
Setelah dilakukan pembuatan sediaan, langkah terakhir dalam praktikum
membuat larutan sejati ini adalah evaluasi sediaan. Evaluasi yang dilakukan
adalah uji organoleptik, uji pH sediaan, uji bobot jenis, uji viskositas, uji volume
terpindahkan, dan uji kejernihan larutan. Untuk uji cemaran mikroba, ujin
efektivitas pengawet, uji stabilitas, dan uji identifikasi dan penetapan kadar tidak
dilakukan karena keterbatasan waktu praktikum.
Uji organoleptik adalah uji sediaan dengan menggunakan penginderaan
mengenai warna, bau, dan rasa. Warna diuji dengan indera penglihatan, bau diuji
dengan indera penciuman, dan rasa diuji dengan indera perasa. Hasilnya yaitu
sediaan larutan sejati Promethazin HCl memiliki warna merah, bau khas
stroberi, dan rasa stroberi.
Uji pH sediaan dilakukan dengan menggunakan pH meter untuk
memverifikasi pH sediaan tetap berada pada rentang 4,7-5,2. Hasilnya ialah pH
sediaan akhir yang di dapat adalah 5,23, hal ini tidak memenuhi syarat pH
stabilitas dari Promethazin HCl.
Uji bobot jenis sediaan dilakukan dengan menguji bobot jenis sediaan
dengan menggunakan piknometer. Uji ini dilakukan dengan membandingkan
bobot Promethazin HCl dengan bobot aquadest dengan suhu dan volume yang
sama. Hasilnya adalah bobot jenis dari sediaan larutan sejati Promethazin HCl
adalah 1,0209 gram/mL.
Uji viskositas sediaan dilakukan dengan menguji sediaan larutan sejati
Promethazin HCl menggunakan viskometer stormer. Viskositas sediaan larutan
sejati Promethazin HCl harus melebihi dari viskositas air karena pada sediaan
ditambah zat pengental. Hasilnya yang didapat adalah viskositas larutan sejati
Promethazin HCl sebesar 0,95 dpas.
Uji volume terpindahkan dilakukan dengan cara menghitung volume
sediaan yang berada dalam wadah botol yang kemudian dituangkan ke dalam
gelas ukur lalu didiamkan selama 5 menit. Syarat yang ditetapkan adalah volume
terpindahkan tidak boleh kurang dari 95% total volume sediaan yaitu sekitar 57
mL. Hasil yang didapatkan adalah rata-rata volume terpindahkan sebanyak 62,
6667 mL, hal ini tidak memenuhi syarat karena seharusnya sediaan berkurang
dari jumlah volume per botol bukan bertambah.
Uji kejernihan larutan dilakukan dengan membandingkan sediaan larutan
sejati Promethazin HCl setinggi 10 mL pada beaker glass dengan aquadest
dibawah cahaya. Dikatakan jernih apabila sediaan larutan sejati Promethazin
HCl memiliki kejernihan yang sama dengan air. Hasil yang didapat adalah
kejernihan larutan sejati Promethazin HCl sama dengan kejernihan aquadest
sebanyak 10 mL.
Nama dagang dari larutan sejati Promethazin HCl ini diberi nama
Methadryl, yang memiliki arti bahwa diharapkan obat ini dapat menjadi pilihan
pertama saat pasien mengalami gejala batuk dan gelisah.
XIV. ETIKET – BROSUR – KEMASAN SEKUNDER (Prita
Dewi/P17335118013)
A. Etiket

B. Kemasan
C. Brosur

METHADRYL
Promethazine HCl 0,1%

KOMPOSISI :
Per 5 mL
Promethazine HCl 5 mg.

INDIKASI :
Sirup Pronethazine HCl 5mg/5mL diindikasikan untuk:
Mabuk perjalanan, gatal-gatal, alergi, batuk.

KONTRAINDIKASI :
Tidak boleh diberikan kepada anak dibawah 2 tahun, kecuali atas
resep dokter. Awas hindari ekstravasasi dengan injeksi intravena.

CARA PEMAKAIAN :
Promethazine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

MEKANISME KERJA :
Promethazine bekerja dengan cara menghambat histamin untuk
meredakan reaksi alergi, serta mempengaruhi asetil kolin dan
bagian tertentu pada otak untuk meredakan mual, nyeri, dan
memberi efek penenang.

EFEK SAMPING :
Pandangan kabur, mengantuk, mulut kering, sakit kepala,
konstipasi, nyeri perut, susah buang air kecil.

PERINGATAN DAN PERHATIAN :


Tidak cocok untuk ibu menyusui, tidak untuk penderita gabgguan
prostat, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan pembuluh
darah, epilepsi, glaukoma, gangguan pernafasan, tukak lambung.
Jika terjadi reaksi alergi atau over dosis segera temui dokter.

PENYIMPANAN :
Simpan pada suhu kamar

No. Reg : DKL1900100137A1

No. Batch : 08190301

Exp Date : 01/11/19

Diproduksi oleh:

PT. Pharmaceutically

BANDUNG - INDONESIA
XV. KESIMPULAN (Serly Rahmawati/P17335118053)
Berdasarkan praktikum kali ini dapat disimpulkan :
1. Promethazin HCl 5mg/5mL dibuat sediaan larutan sejati sebanyak 7
botol, masing-masing botol sejumlah 60 mL.
2. Dalam formulasi sediaan larutan sejati Promethazin HCl
ditambahkan pemanis, pengawet, perasa, pewarna, dan antioksidan
untuk meningkatkan akseptabilitas
3. Sediaan larutan sejati Promethazin HCl memenuhi persyaratan dari
hasil evaluasi organoleptis, bobot jenis, viskositas, dan kejernihan
larutan. Sediaan larutan sejati Promethazin HCl tidak memenuhi
persyaratan dari hasil evaluasi pH dan volume terpindahkan
XVI. DAFTAR PUSTAKA ( Ghea Safhira/P17335118023)
Abate, M. and Abel, S. K. 2005. Remington: The Science and Practice of
Alfred,Martin. 2008. Farmasi Fisika Dasar-Dasar Farmasi Fisik dalam
Ilmu Farmasetika. Edisi ketiga. Jilid 2. Jakarta: UI-Press
Anonim. 2008. Promethazine HCl and Dextromethorphan Hydrobromide
Syrup. ANI Pharmaceuticals, Inc.
Ansel.H.C. 1989. Introduction of Pharmaceutical Dosage Forms. P.313.
Jakarta: UI-Press
Armstrong, N. A., 2009, Mannitol, dalam Rowe, R. C., Sheskey, P. J. &
Quinn, M. E., Handbook of Pharmaceutical Excipients, 6th Ed.,
Pharmaceutical Press, London.
Betageri, G., & Prabhu, S. 2002. Semisolid Preparation. New York : Marcel
Dekker Inc.
British National Formulary 2009.edisi 56.London : BMJ Group and RPS
Publishing.
Departemen Farmakologi dan Terapeutik. 2007. Farmakologi dan Terapi.
Edisi kelima.Jakarta: FK UI.
Hasan, I. 2004. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi
Aksara.
Kementrian Kesehatan RI Republik Indonesia. 2014. Farmakope Indonesia
edisi V, Jakarta: Dapartemen Kesehatan.
Kulshreshra,Sigh,K Wall. 2009. Pharmaceutical Suspensions For
Formulation
Rahaja, Kirana dan Tjan Hoan Tjay. 2007. Obat-obat Penting. Edisi 6.
Jakarta: Gramedia.
Rowe, Raymond dkk.2009. Handbook Of Pharmaceutical Excipients. Sixth
Editior.
Savjani KT, Gajjar AK, Savjani JK. 2012. Drug solubility: importance and
enhancement techniques. ISRN Pharm. 1:1-10.
Sweetman, S.C. 2009. Martindale The Complete Drug Reference. Edisi
ke-36. London: Pharmaceutical Press.
Utami, Budi., dkk. 2009. Kimia untuk SMA Kelas XI Program Ilmu Alam.
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
VR Vemula, V Lagishetty, and S Lingala, 2010. Solubility enhancement
techniques. International Journal of Pharmaceutical Sciences Review
and Research. 5(1): 41–51.
XVII. LAMPIRAN (Ghea Safhira/P17335118023)

pH Sediaan saat 80% pH dapar Evaluasi pH sediaan. Sediaan yang dibuat


oleh praktikan.

Evaluasi volume CMC-Na yang telah Evaluasi Bobot Jenis. Evaluasi Bobot Jenis.
terpindahkan. digerus bersama air. Berat Pikonometer Berat Pikonometer
berisi Aquadest. kosong.

Evaluasi Kejernihan Evaluasi Bobot Jenis.


sediaan. Berat Pikonometer
berisi Aquadest.