Anda di halaman 1dari 4

PRODUK TURUNAN DARI MINYAK

GORENG KELAPA SAWIT, PRODUK


TURUNAN PROSES FRAKSINASI
BERUPA STEARIN.

“MARGARIN”
margarin berbahan baku
stearin
DESKRIFSI PROSES PEMBUATAN MARGARIN

A. Pengertian margarin

Margarin adalah produk makanan berbentuk plastis yang merupakan hasil emulsi
antara lemak ( stearin ) dengan Air. Margarin biasanya memiliki warna kuning, dimana
dihasilkan dari penambahan zat beta caroten. Margarin yang baik memiliki kandungan
lemak sebesar 81,7 % lemak ( stearin ), air sebanyak 16% , garam 2 %, serta bahan emulsifier
sebanyak 0,3 %.

B. Proses pembuatan margarin

B.I. Menyiapkan bahan - bahan


a. Bahan – bahan pembuatan margarin
- Stearin
- Emulsifier ( lesitin )
- Salt
- Cold water
- Beta caroten ( pewarna )

B.II. Mesin yang digunakan

a. Blending tank

b. Mixing tank

c. Scraped Surface Heat Exchanger

d. Kneading unit

e. Resting tube

MARGARIN Page 1
B.III. Proses Produksi

Langkah awal dari produksi adalah melengkapi diri dengan keselamatan kerja, serta
memastikan sumber energi dan ketersediaan bahan – bahan untuk kebutuhan produksi,
berikut ini langkah pembuatan margarin

1. Blending tank
Proses yang pertama yaitu proses pencairan stearin, dimana pada tangki
Blending dilengkapi oleh element pemanas listrik, suhu pencairan stearin di seting
pada temperatur 40 - 50⁰C, jumlah stearin yang digunakan sebesar 81,7% dari
jumlah produksi.
Setelah stearin mencair kemudian ditambahkan emulsifier (lesitin) sebanyak
0,3% dari jumlah produksi. Kemudian campuran stearin dan emulsifier di aduk
menggunakan mixer dengan putaran 700 rpm, proses pengadukan dilakukan selama
20 menit dengan suhu tangki 40⁰C.
2. Mixing tank
Setelah proses pencampuran stearin dan emulsifier sempurna, kemudian
tahap selanjutnya adalah penambahan : garam, air, beta caroten.
Campuran stearin dan emulsifier di transfer ke mixing tank, campuran
dipanaskan menggunakan suhu 40⁰C sambil diaduk dengan putaran 700 rpm,
kemudian larutkan garam sebanyak 2 % dengan air dingin sebanyak 16% sehingga
menjadi larutan air garam, masukan larutan air garam ke mixing tank, kemudian
aduk. Selanjutnya tambahkan beta caroten secukupnya, sehingga berubah warna
sesuai keinginan. Lakukan proses mixing selama 20 menit.
3. Injection hidrogen
Setelah tercampur rata, kemudian campuran di transferkan ke scraped
surface HE, sebelum masuk, campuran terlebih dahulu di inject hidrogen, sehingga
campuran mulai mengeras.
4. Scraped Surface Heat Exchanger
Tahap selanjutnya adalah cristalisasi campuran ( stearin, emulsifier , garam
dan air, beta caroten ) pada mesin Scraped Surface Heat Exchanger, mesin ini berupa
screw blad dengan dinding pendingin dengan setingan suhu 10 ⁰C, diharapkan
campuran mengeras dan proses pencampuran menjadi stabil.

MARGARIN Page 2
5. Kneading Unit
Campuran yang sudah membeku dan tercampur sempurna, kemudian di
pompakan ke unit kneading, dimana pada unit ini campuran yang sudah solid di
hancurkan kembali menggunakan screw blad sehingga campuran hancur dan
menjadi butiran lebih halus.
Pada proses ini campuran mendapatkan pemanasan 40⁰C menggunakan
element pemanas listrik, putaran blade di seting pada putaran lebih dari 1000 rpm.
6. Resting tube

Setelah proses pelembutan, kemudian margarin di masukan ke resting tube


yaitu mesin dengan fungsi menyatukan bagian margarin yang telah lembut di
kneading unit, membuat solid margarin sehingga mudah untuk proses pengepakan,
pada proses ini margarin dipadatkan menggunakan screw pemadat dan dengan suhu
kerja 40⁰C.

C. Pengemasan
Untuk proses pengemasan, biasanya dilakukan setelah margarin didiamkan
selama 2 jam, sehingga tekstur margarin menjadi padat. Setelah padat, baru bisa
dikemas menggunakan mesin kemas sesuai kebutuhan.

MARGARIN Page 3