Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Anatomi Fisiologi jantung


A. Anatomi jantung

Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan anak kecil.
Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium. Jantung
terletak di dalam rongga thoracic, di balik tulang dada/sternum. Struktur jantung
berbelok ke bawah dan sedikit ke arah kiri. Berdasarkan fungsinya, jantung
merupakan dua pompa yang bekerja secara serentak (Figur A&P 13-1). (Joyce, M,
Black, 2014).

Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup


oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma.

Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi


daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping. Dua garis
pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana
dinding pemisah di antara sebelah kiri dan kanan serambi (atrium) & bilik
(ventrikel).

1
2

Perikardium, adalah jaringan ikat tebal yang membungkus jantung.


Perikardium terdiri dari 2 lapisan yaitu perikardium visceral ( epikardium) dan
perikardium parietal. Epikardium meluas sampai beberapa sentimeter di atas
pangkal aorta dan arteri pulmonal. Selanjutnya jaringan ini akan berputar – lekuk
(releksi) menjadi perikardium parietal, sehingga terbentuk ruang pemisah yang
berisi cairan bening licin agar jantung mudah bergerak saat pemompaan darah.

Kerangka jantung, jaringan ikat tersusun kompak pada bagian tengah


jantung yang merupakan tempat pijakan atau landasan ventrikel, atrium dan katup
– katup jantung. Bagian tengah badan jaringan ikat tersebut disebut trigonum
fibrosa dekstra, yang mengikat bagian medial katup trikuspid, mitral, dan anulus
aorta. Jaringan ikat padat ini meluas ke arah lateral kiri membentuk trigonum
fibrosa sinistra. Perluasan kedua trigonum tersebut melingkari katup trikuspid dan
mitral membentuk anuli fibrosa kordis sebagai tempat pertautan langsung otot
ventrikel, atrium, katup trikuspid,dan mitral. Salah satu perluasan penting dari
kerangka jantung ke dalam ventrikel adalah terbentuknya septum interventrikuler
pars membranasea.Bagian septum ini juga meluas dan berhubungan dengan daun
3

septal katup trikuspid dan sebagian dinding atrium kanan.

Anatomi dalam, jantung terdiri dari empat ruang yaitu atrium kanan dan
kiri, serta ventrikel kanan dan kiri dipisahkan oleh septum. Atrium kanan, darah
vena mengalir kedalam jantung melalui vena kava superior dan inferior masuk ke
dalam atrium kanan, yang tertampung selama fase sistol ventrikel. Secara
anatomis atrium kanan terletak agak ke depan dibanding dengan ventrikel kanan
atau atrium kiri. Pada bagian antero- superior atrium kanan terdapat lekukan ruang
atau kantung berbentuk daun telinga disebut aurikel.Permukaan endokardium
atrium kanan tidak sama; pada posterior dan septal licin dan rata, tetapi daerah
lateral dan aurikel permukaannya kasar dan tersusun dari serabut –serabut otot
yang berjalan paralel yang disebut otot pektinatus.Tebal rata – rata dinding atrium
kanan adalah 2 mm.

Ventrikel kanan, letak ruang ini paling depan di dalam rongga dada, yaitu
tepat dibawah manubrium sterni.Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan
depan ventrikel kiri dan di medial atrium kiri. Perbedaan bentuk kedua ventrikel
dapat dilihat pada potongan melintang.Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit atau
setengah bulatan, berdinding tipis dengan tebal 4 –5 mm. Secara fungsional
ventrikel kanan dapat dibagi dalam alur masuk dan alur keluar.Ruang alur masuk
ventrikel kanan ( right ventricular inflow tract) dibatasi oleh katup trikuspid,
trabekula anterior dan dinding inferior ventrikel kanan.Sedangkan alur keluar
ventrikel kanan (right ventricular outflow tract) berbentuk tabung atau corong,
berdinding licin terletak dibagian superior ventrikel kanan yang disebut
infundibulum atau konus arteriosus.Alur masuk dan alur keluar dipisahkan oleh
krista supraventrikuler yang terletak tepat di atas daun katup trikuspid.

Atrium kiri, menerima darah dari empat vena pulmonal yang bermuara
pada dinding postero – superior atau postero-lateral, masing - masing sepasang
vena kanan dan kiri.Letak atrium kiri adalah di posterior-superior ari ruang
jantung lain, sehingga pada foto sinar tembus dada tidak tampak.Tebal dindingnya
4

3 mm, sedikit lebih tebal daripada dinding atrium kanan.Endokardiumnya licin


dan otot pektinati hanya ada pada aurikelnya.

Ventrikel kiri, berbentuk lonjong seperti telur, dimana bagian ujungnya


mengarah ke antero- inferior kiri menjadi apeks kordis.Bagian dasar ventrikel
tersebut adalah anulus mitral. Tebal dinding ventrikel kiri adalah 2- 3 kali lipat
diding ventrikel kanan. Tebal dinding ventrikel kiri saat diastol adalah 8 – 12 mm.

Katup jantung terdiri atas 4 yaitu katup trikuspid katup mitral atau
bikuspid setra dua katup semilunar yaitu katup pulmonal dan katup aorta.

A. Katup Trikuspid

Katup Trikuspid berada diantara atrium kanan dan


ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka,maka darah
akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel
kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah
kembalinya aliran darah menuju atrium kanan
dengan cara menutup pada saat kontraksi
ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup tricuspid
terdiri dari 3 daun katup.

B. Katup pulmonal

Setelah katup tricuspid tertutup,darah


akan mengalir dari ventrikel kanan melalui
trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis
bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan
dan kiri yang akan berhubungan dengan
jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal
trunkus pulmonalis terdapat katup
5

pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan
berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi,sehingga memungkinkan
darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.

C. Katup bikuspid
Katup bikuspid atau katup
mitral mengatur aliran darah dari
atrium kiri menuju ventrikel kiri.
Seperti katup tricuspid,katup bicuspid
menutup pada saat kontraksi ventrikel.
Katup bicuspid terdiri dari dua daun
katup.
D. Katup Aorta
Katup Aorta terdiri dari 3 dan
katup yang terdapat pada pangkal aorta.
Katup ini akan membuka pada saat
ventrikel kiri berkontraksi sehingga
darah mengalir keseluruh tubuh.
Sebaliknya katup akan menutup pada
saat ventrikel kiri relaksasi,sehingga
mencegah darah masuk kembali
kedalam ventrikel kiri

Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom yaitu saraf simpatis dan
parasimpatis. Serabut – serabut saraf simpatis mempersarafi daerah atrium dan
ventrikel termasuk pembuluh darah koroner.Saraf parasimpatis terutam
memberikan persarafan pada nodus sinoatrial,atrioventrikular dan serabut –
serabut otot atrium, dapat pula menyebar ke ventrikel kiri.

Persarafan simpatis eferen preganglionik berasal dari medulla spinalis


torakal atas, yaitu torakal 3- 6, sebelum mencapai jantung akan melalui pleksus
kardialis kemudian berakhir pada ganglion servikalis superior, medial, atau
6

inferior. Serabut post – ganglionik akan menjadi saraf kardialis untuk masuk ke
dalam jantung.Persarafan parasimpatis berasal dari pusat nervus vagus di medulla
oblongta; serabut – serabutnya akan bergabung dengan serabut simpatis di dalam
pleksus kardialis.Rangsang simpatis akan dihantar oleh asetilkolin.

Pendarahan jantung, berasal dari aorta melalui dua pembuluh darah


koroner utama yaitu arteri koroner kanan dan kiri. Kedua arteri ini keluar dari
sinus valsalva aorta.Arteri koroner kiri bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis,
ramus sirkumfleks dan ramus interventrikularis anterior. Arteri koroner kanan
bercabang menjadi ramus nodi sinoatrialis, ramus marginalis dan ramus
interventrikularis posterior.

Aliran balik dari otot jantung dan sekitarnya melalui vena koroner yang
berjalan berdampingan dengan arteri koroner, akan masuk ke dalam atrium kanan
melalui sinus koronarius.Selain itu terdapat juga vena – vena kecil yang disebut
vena Thebesii, yang bermuara langsung ke dalam atrium kanan.

Pembuluh limfe pada jantung terdiri dari 3 kelompok pleksus yaitu


subendokardial, miokardial dan subepikardial. Penampunga cairan limfe dari
kelompok pleksus yang paling besar adalah pleksus subepikardial, dimana
pembuluh – pembuluh limfe akan membentuk satu trunkus yang berjalan sejajar
dengan arteri koroner kemudian meninggalkan jantung di depan arteri pulmonal
dan berakhir pada kelenjar limfe antara vena kava superior dan arte

Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan yaitu endokardium, miokardium dan


epikardium. Endokardium, merupakan bagian dalam dari atrium dan ventrikel.
Endokarium homolog dengantunika intima pada pembuluh darah. Endokardium
terdiri dari endotelium dan lapisan subendokardial. Endotelium pada endokardium
merupakan epitel selapis pipih dimana terdapattight/occluding junctiondan gap
junction. lapisan subendokardial terdiri dari jaringan ikat longgar. Di lapisan
subendokardial terdapat vena, saraf, dan sel purkinje.
7

Miokardium, terdiri dari otot polos. Miokardium pada ventrikel kiri lebih
tebal dibandingkan pada ventrikel kanan. Sel otot yang khusus pada atrium dapat
menghasilkan atriopeptin, ANF (Atria Natriuretic Factor), kardiodilatin dan
kardionatrin yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan
elektrolit. Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat kondukdi dan serat
kontraksi.

Serat konduksi pada jantung merupakan modifikasi dari serat otot jantung
dan menghasilkan impuls. Serat konduksi terdiri dari 2 nodus di dinding atrium
yaitu nodus SA dan AV, bundle of His dan serat purkinje. Serat purkinje
merupakan percabangan dari nodus AV dan terletak di subendokardial. Sel
purkinje mengandung sitoplasma yang besar, sedikit miofibril, kaya akan
mitokondria dan glikogen serta mempunyai 1 atau 2 nukleus yang terletak di
sentral.

Serat kontraksi merupakan serat silindris yang panjang dan bercabang.


Setiap serat terdiri hanya 1 atau 2 nukleus di sentral. Serat kontraksi mirip dengan
otot lurik karena memilikistria e. Sarkoplasmanya mengandung banyak
mengandung mitokondria yang besar. Ikatan antara dua serat otot adalah melalui
fascia adherens, macula adherens ( desmosom), dan gap junctions.

Epikardium terdiri dari 3 lapisan yaitu perikardium viseral, lapisan


subepikardial dan perikardium parietal. Perikardium viseral terdiri dari
mesothelium ( epitel selapis pipih). Lapisan subepikardial terdiri dari jaringan ikat
8

longgar dengan pembuluh darah koroner, saraf serta ganglia. Perikardium parietal
terdiri dari mesotelium dan jaringan ikat.

B. Sirkulasi jantung

Sirkulasi darah ditubuh ada dua


yaitu sirkulasi paru dan sirkulasi
sistemis. Sirkulasi paru dimulai dari
ventrikel kanan ke arteri pulmonalis,
arteri besar dan kecil, kapiler lalu masuk
ke paru, setelah dari paru keluar melalui
vena kecil, vena pulmonalis dan akhirnya
kembali ke atrium kiri. Sirkulasi ini
mempunyai tekanan yang rendah kira –
kira 15 – 20 mmHg pada arteri
pulmonalis. Sirkulasi sistemik dimulai
dari ventrikel kiri ke aorta lalu arteri
besar, arteri kecil, arteriol lalu ke seluruh
tubuh lalu ke venule, vena kecil, vena
besar, vena cava inferior, vena cava
superior akhirnya kembali ke atrium
kanan.

D. Tekanan Darah (Sistol dan Diastol)


Tekanan darah adalah tekanan
yang diberikan oleh darah setiap
satuan luas pada pembuluh darah.
Tekanan darah terdiri atas tekanan
sistol dan diastol (telah dijabarkan
diatas tentang sistol dan diastol).
Tekanan dipengaruhi oleh curah
jantung dengan resistensi perifer.
9

Curah jantung adalah volume darah yang dipompa oleh tiap – tiap
ventrikel per menit. Dua faktor penentu curah jantung adalah kecepatan denyut
jantung dan volume sekuncup. Volume sekuncup adalah volume darah yang
dipompa per denyut. Peningkatan volume diastolik akhir akan menyebabkan
peningkatan volume sekuncup. Hal ini disebabkan oleh semakin besar pengisian
saat diastol, semakin besar volume diastolik akhir dan jantung akan semakin
teregang.Semakin teregang jantung, semakin meningkat panjang serat otot awal
sebelum kontraksi.Peningkatan panjang menghasilkan gaya yang lebih kuat pada
kontraksi jantung berikutnya dan dengan demikian dihasilkan volume sekuncup
yang lebih besar.