Anda di halaman 1dari 2

Jawaban Pertanyaan :

Apakah usia dapat mempengaruhi terjadinya katarak?


Usia dapat mempengaruhi terjadinya katarak disebabkan karena semakin tua seseorang
ketajaman penglihatan akan menurun sehingga kehilangan kemampuan memfokuskan
cahaya yang masuk melalui retina dan peningkatan penghamburan cahaya (membias).
(Mentari Damaiyanti)

Jawaban LO :

1. Apakah dari DM?


Iya katarak merupakan komplikasi dari DM, karena akibat adanya peningkatan gula
darah dapat menyebabkan penumpukan zat-zat metabolik gula oleh sel-sel lensa mata,
tekanan osmosis intraseluler meningkat dan terjadilah karatak. (Mentari Damaiyanti)
Sumber : Jurnal faktor- faktor yang berhubungan dengan terjadinya katarak senilis
pada pasien di poli mata rsud bangkinang . 2017

2. Grade/derajat katarak ?
a). Iminens/insipiens
Pada stadium ini, lensa bengkak karena termasuki air, kekeruhan lensa masih
ringan, visus biasanya > 6/60. Pada pemeriksaan dapat ditemukan iris normal,
bilik mata depan normal, sudut bilik mata normal, serta shadow , test negatif.
b). Imatur
Pada tahap berikutnya, opasitas lensa bertambah dan visus mulai menurun menjadi
5/60 sampai 1/60. Cairan lensa bertambah akibatnya iris terdorong dan bilik mata
depan menjadi dangkal, sudut bilik mata sempit, dan sering terjadi glaukoma. Pada
pemeriksaan didapatkan shadow test positif.
c). Matur
Jika katarak dibiarkan, lensa akan menjadi keruh seluruhnya dan visus menurun
drastis menjadi 1/300 atau hanya dapat melihat lambaian tangan dalam jarak 1
meter. Pada pemeriksaan didapatkan shadow test negatif.
d). Hipermatur
Pada tahap akhir, korteks mencair sehingga nukleus jatuh dan lensa jadi turun dari
kapsulnya (Morgagni). Lensa terlihat keruhseluruhnya, visus sudah sangat
menurun hingga bisa mencapai 0, dan dapat terjadi komplikasi berupa uveitis dan
glaukoma. Pada pemeriksaan didapatkan iris tremulans, bilik mata depan dalam,
sudut bilik mata terbuka, serta shadow test positif palsu. (Mentari Damaiyanti)
Sumber : Buku Katarak: Klasifikasi, Tatalaksana, dan Komplikasi Operasi Oleh :
Prilly Astari. Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,
Indonesia. 2018

4. Terapi komplementer katarak


Jurnal Efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan dzikir terapi terhadap nyeri post op
katarak.
Terapi ini menurunkan ketegangan dan stress. Teknik ini memberikan individu
kontrol diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri, stress, fisik dan emosi pada
nyeri. (Mentari Damaiyanti)
Sumber : Jurnal Efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan dzikir terapi terhadap
nyeri post op katarak Oleh : Yuniarti, Darwin, Nurul huda. 2015
7. Proses terjadinya katarak dan protein pada mata
Terjadinya katarak Lensa manusia terbuat dari bahan air dan serat protein. Serat
disusun dengan cara tertentu yang membuat lensa jernih dan memungkinkan cahaya
untuk melewatinya. Ketika seorang individu bertambah tua atau terpapar pada faktor
risiko yang disebutkan di atas, serat akan mulai rusak dan menumpuk, menyebabkan
kekeruhan lensa mata dan menghalangi masuknya cahaya. Cairan akuos ini
merupakan sumber nutrisi bagi lensa dan juga berfungsi sebagai penampung hasil
metabolit yang dieksresi oleh jaringan sekitarnya. Berbeda dengan pada sel yang lain
glukosa dapat masuk ke dalam lensa mata dengan bebas, melalui proses difusi tanpa
bantuan insulin, di dalam lensa pemecahan guloksa sebagian besar (78%) melalui
jalur glikolisis anaerobik. 14% melalui jalur pentosa fosfat dan sekitar 5% melalui
jalur poliol. Pada kondisi hiperglikemia, jalur glikolisis anaerobik cepat jenuh. Dan
glukosa akan memilih jalur poliol. (Mentari Damaiyanti)
Sumber : Jurnal Kejadian katarak senilis di RSUD Tugurejo Oleh : Anni Nur Aini, Yunita
Dyah Puspita Santik. Tahun 2018

10. Apakah usia mempengaruhi terjadinya katarak


Semakin bertambah usia seseorang, semakin mengalami penurunan ketajaman
penglihatan dimana protein lensa mengalami proses non-enzematik, perkembangan
genetik yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap proses oksidasi, perubahan
susunan molekul lensa dan pengingkatan penghamburan cahaya. (Mentari
Damaiyanti)
Sumber : Jurnal Profil Pasien Katarak Senilis Pada Usia 40 Tahun Keatas di RSI Siti
Rahmah Tahun 2017