Anda di halaman 1dari 22

KEBUMIAN – PAKET 1

0
DAFTAR ISI

VISI ALC INDONESIA DI OSN 2016 : ALC FOR INDONESIA

Mega Proyek “PortalOSN.com” ……………………………………………………………………………………………………...2

PELATIHAN ONLINE OSN 2016

FAQ (Frequently Asked Questions) …………………………………………………………………………………………………3

Timeline Pelatihan Online OSN 2016 .……………………………………………………………………………..….…………..4

Materi Paket 1……………………………………………………………………………………………………............................5

Soal Paket 1……………………………………………………………………………………………………................................17

INSIGHTS

Kisah Perjalanan Mendapatkan Medali ………………………………………………………………………………..……..19

VISI ALC INDONESIA DI OSN 2016 :

1
“ALC FOR INDONESIA”
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya milik Allah, pencipta alam semesta. Tahun 2012 adalah awal
dimana ALC Indonesia memulai perjuangan untuk menjadi bagian dari proyek pencerdasan anak-anak
bangsa.
Diawali dari sebuah komunitas sains di Kota Bandung bernama SCIENCITY, akhirnya saat ini ALC
Indonesia telah berkembang menjadi lembaga pelatihan olimpiade sains yang dikenal di seluruh
Indonesia.
Ribuan siswa dari ratusan sekolah di Indonesia dan juga beberapa Dinas Pendidikan telah menjadi
mitra ALC Indonesia. Suatu perkembangan yang bagi kami sangat pesat dan tidak kami duga.
Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa syukur, kami bertekad pada OSN 2016 ini untuk mendedikasikan
upaya kami dalam membantu lebih banyak siswa, bahkan seluruh siswa calon peserta OSN 2016 di
Seluruh Nusantara!
Kami sadar materi OSN selama ini tidak mudah diakses apalagi dengan biaya yang umumnya sangat
mahal. Sementara di sisi lain, banyak sekali bibit-bibit siswa cerdas yang berasal dari daerah dan
memiliki potensi besar untuk sukses di Olimpiade Sains Nasional maupun tingkat Internasional. Maka
atas kondisi tersebut, segenap Tim ALC Indonesia dan SCIENCITY membulatkan tekad untuk membantu
seluruh siswa OSN di tanah air!
Pada OSN 2016 ini, ALC Indonesia telah mencanangkan program “ALC For Indonesia” dengan proyek
utama website pembelajaran OSN yang lengkap, berkualitas, dan GRATIS untuk semua pecinta sains di
tanah air. Website ini kami beri nama www.portalosn.com.
Di website ini kami akan menyediakan FREE COURSE yang berisi materi pembelajaran olimpiade sains
untuk 9 bidang olimpiade SMA, baik dari level basic hingga expert. Selain itu juga akan ada kumpulan
video pembahasan soal-soal OSN bersama dengan tutor-tutor ALC Indonesia (medalis nasional dan
internasional). Tidak kurang kami lengkapi juga website tersebut dengan informasi event-event sains
di Indonesia beserta forum diskusi yang memudahkan setiap orang untuk saling berkenalan dan
berkomunikasi.
Untuk saat ini ALC Indonesia bersama seluruh tim sedang mempersiapkan pembuatan segala materi yg
berkualitas untuk dishare di website tersebut. Mudah-mudahan website ini dapat segera kami
luncurkan sehingga segera bisa memberi manfaat. Target kami website ini dapat dilaunching pada
bulan September 2015.
Mohon doa semoga sedikit yang kami lakukan ini dapat berjalan lancar, bermanfaat bagi banyak orang
dan mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.
Akhir kata kami ucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan sahabat semua untuk bermitra dengan
ALC Indonesia, nantikan informasi launching www.portalosn.com di website www.alcindonesia.com
atau Fanspage FB “Pelatihan OSN ALC Indonesia”

2
FAQ (Frequently Asked Question)
Q: Apa Pelatihan Online ALC Indonesia (PO ALC)?
A: Merupakan pelatihan Pra Olimpiade Sains yang diselenggarakan ALC Indonesia secara jarak jauh melalui media
online dengan jangkauan seluruh Indonesia

Q : Bagaimana cara kerjanya?


A : ALC Indonesia akan memberikan paket pelatihan online secara rutin setiap minggu di website Pelatihan Online
ALC Indonesia. Setiap paket berisi materi singkat, kumpulan soal, dan kunci pembahasan paket sebelumnya.
Peserta wajib mengerjakan soal setiap paket dan mengisi jawabannya ke website www.po-alc.herokuapp.com
sebelum waktu deadline yang ditentukan. Nilai peserta akan kami rekap secara nasional dan diumumkan ranking
nya kepada peserta.

Q : Kapan paket pelatihan mulai bisa saya lihat?


A : Paket akan bisa mulai dilihat setiap Sabtu pagi, Pukul 09.00 WIB setiap minggunya.

Q : Setelah menerima paket apa yang harus saya lakukan?


A : Mempelajari materi, mengerjakan soal-soal, mengisi jawaban ke website pelatihan online ALC Indonesia
www.po-alc.herokuapp.com

Q : Kapan deadline pengisian jawaban di website pelatihan online ALC?


A : Jawaban paling lambat disubmit ke website PO ALC setiap hari Kamis 23.59 WIB. Setelah waktu tersebut
pengisian jawaban tidak akan bisa lagi dilakukan.

Q: Siapa saja peserta yang Pelatihan Online ALC Indonesia?


A: Siswa SMP, siswa SMA dan atas juga guru mata pelajaran Olimpiade Sains

Q: Siapakah penyusun materi Pelatihan Online ALC Indonesia?


A: Mereka adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya, yaitu Tutor ALC Indonesia peraih medali tingkat
Nasional dan Internasional yang masih aktif sebagai mahasiswa di ITB, Unpad, UI, dan UGM, ITS dan lain-lain
dengan pengawasan kualitas standar olimpiade nasional.

Q: Apa benefit yang didapatkan?


A: Konten yang lengkap disajikan dalam 15 paket selama ±4 bulan, persiapan OSK & OSP yang lebih matang,
jaminan kualitas tim penyusun (medalis), mengukur diri dari ranking nasional, serta motivasi dan sharing
perjalanan para medalis Nasional dan Internasional.

Q: Bagaimana bila ada kendala teknis (keterlambatan pengiriman, kesalahan pengiriman, perubahan alamat
email, atau migrasi sistem pelatihan online ke website pembelajaran online ALC) saat Pelatihan Online ALC
Indonesia?
A: Silahkan Hubungi Mr. Ramon 0852-7154-7177

Q: Jika teman saya ingin ikut serta, bagaimana cara mendaftar program ini ataupun program ALC lainnya?
A: Daftarkan data : Nama, Asal Sekolah, Bidang, dan Alamat Email teman kalian via sms ke nomor : 0852-2327-
3373 (Mr. Aan).

Informasi lainnya silahkan kunjungi website ALC Indonesia di www.alcindonesia.com atau Facebook Fanspage
“Pelatihan OSN ALC Indonesia”

3
TIMELINE PELATIHAN ONLINE GELOMBANG 2

PELATIHAN ONLINE (PO) OSN 2016 ALC INDONESIA

Open Time Akses Materi dan Soal Close Time (Deadline) Input Waktu Pengumuman Ranking
PO di Web PO-ALC Jawaban Peserta di Web PO-ALC Setiap Paket di Web dan FP ALC

Agustus Agustus Agustus


Paket Hari Tanggal Jam Hari Tanggal Jam Hari Tanggal Jam
1 Sabtu 29 09.00 WIB Kamis 3 Sept. 23.59 WIB Minggu 6 Sept. 20.00 WIB
Paket September September September
2 Sabtu 5 09.00 WIB Kamis 10 23.59 WIB Minggu 13 20.00 WIB
3 Sabtu 12 09.00 WIB Kamis 17 23.59 WIB Minggu 20 20.00 WIB
4 Sabtu 19 09.00 WIB Kamis 24 23.59 WIB Minggu 27 20.00 WIB
5 Sabtu 26 09.00 WIB Kamis 1 Okt 23.59 WIB Minggu 4 Okt 20.00 WIB
Paket Oktober Oktober Oktober
6 Sabtu 3 09.00 WIB Kamis 8 23.59 WIB Minggu 11 20.00 WIB
7 Sabtu 10 09.00 WIB Kamis 15 23.59 WIB Minggu 18 20.00 WIB
8 Sabtu 17 09.00 WIB Kamis 22 23.59 WIB Minggu 25 20.00 WIB
9 Sabtu 24 09.00 WIB Kamis 29 23.59 WIB Minggu 1 Nov. 20.00 WIB
10 Sabtu 31 09.00 WIB Kamis 5 Nov. 23.59 WIB Minggu 8 Nov. 20.00 WIB
Paket November November November
11 Sabtu 7 09.00 WIB Kamis 12 23.59 WIB Minggu 15 20.00 WIB
12 Sabtu 14 09.00 WIB Kamis 19 23.59 WIB Minggu 22 20.00 WIB
13 Sabtu 21 09.00 WIB Kamis 26 23.59 WIB Minggu 29 20.00 WIB
14 Sabtu 28 09.00 WIB Kamis 3 Des. 23.59 WIB Minggu 6 Des. 20.00 WIB
Paket Desember Desember Desember
15 Sabtu 5 09.00 WIB Kamis 10 23.59 WIB Minggu 13 20.00 WIB

4
PAKET 1 : KRISTAL DAN MINERAL
KRISTALOGRAFI
Kristalografi adalah ilmu yang mempelajari/menggambarkan tentang kristal. Kristal adalah suatu zat
padat yang mempunyai susunan atom/molekul yang teratur.

Sistem-sistem kristal dibagi menjadi 7 golongan berdasarkan:


- Jumlah sumbu kristal
- Letak sumbu kristal yang satu dengan yang lainnya
- Parameter yang digunakan untuk masing-masing sumbu kristal
Sumbu kristal adalah garis bayangan lurus yang menembus kristal (bidang-bidang kristal) dan melalui
pusat kristal.

Tujuh sistem kristal antara lain:


1. Isometrik: ketiga sumbu kristalnya sama panjang dan saling tegak lurus (a=b=c) (a⊥b⊥c)

Gambar 1 Sistem kristal isometrik dan contoh mineralnya (pirit)

Contoh mineral: intan, fluorit, galena, pirit, garnet, halit, emas, magnetit

2. Tetragonal: kedua sumbu kristal mempunyai panjang yang sama, sedangkan sumbu yang lain bisa
lebih panjang atau lebih pendek (a=b≠c); ketiga sumbu kristal saling tegak lurus (a⊥b⊥c)

Gambar 2 Sistem kristal tetragonal dan contoh mineralnya (kasiterit)

Contoh mineral: kalkopirit, pirolusit, rutil, kasiterit, zirkon

3. Ortorombik: ketiga sumbu kristalnya tidak sama panjang (a≠b≠c), namun saling tegak lurus (a⊥b⊥c)

Gambar 3 Sistem kristal ortorombik dan contoh mineralnya (topaz)

5
Contoh mineral: belerang, aragonit, anhidrit, barit, olivin, staurolit, topaz, ortopiroksen, silimanit

4. Monoklin: terdiri atas 3 sumbu kristal yang tidak sama panjang (a≠b≠c); kedua sumbu kristal saling
tegak lurus, sedangkan sumbu yang lain tidak tegak lurus terhadap kedua sumbu tersebut (a⊥b⊥c)

Gambar 4 Sistem kristal monoklin dan contoh mineralnya (augit (klinopiroksen))

Contoh mineral: ortoklas, biotit, muskovit, amphibol, klinopiroksen, gipsum, klorit, limonit, talk

5. Triklin: ketiga sumbu kristalnya tidak sama panjang dan tidak saling tegak lurus (a≠b≠c) (a⊥b⊥c)

Gambar 5 Sistem kristal triklin dan contoh mineralnya (mikroklin)

Contoh mineral: kaolinit, kyanit, mikroklin, albit

6. Heksagonal: terdiri atas 4 sumbu kristal; ketiga sumbu kristal mempunyai panjang yang sama,
terletak horizontal, dan saling membentuk sudut 1200 (a,b,d⊥c) (a⊥b⊥d); sumbu kristal yang lain
bisa lebih panjang atau lebih pendek (a=b=d≠c)

Gambar 6 Sistem kristal heksagonal dan contoh mineralnya (beril)

Contoh mineral: kuarsa, grafit, beril, siderit, apatit

6
7. Trigonal: cirinya sama dengan sistem kristal heksagonal; perbedaannya terletak pada bentuk luar
kristalnya

Gambar 7 Sistem kristal trigonal

Contoh mineral: kalsit, cinnabar, korundum, hematit, ilmenit, dolomit, magnesit

Unsur-unsur simetri kristal:


- Bidang simetri: bidang imajiner yang memisahkan kristal menjadi 2 bagian yang kongruen, sehingga
bagian yang satu akan tampak sebagai cerminan dari bagian satunya lagi
- Sumbu simetri: garis imajiner yang memungkinkan kristal berotasi dalam satu putaran untuk
memperoleh beberapa kenampakan yang sama persis
- Pusat simetri: titik pusat imajiner kristal yang apabila ditarik garis dari bagian kristal melewati pusat
ini dengan jarak yang sama, maka akan dijumpai bagian kristal yang sama

MINERALOGI FISIK
Mineralogi merupakan ilmu yang mempelajari tentang asal usul, pembentukan, sifat fisik, sifat kimia,
serta klasifikasi dan manfaat mineral. Mineral adalah zat atau benda yang biasanya padat dan homogen,
merupakan hasil bentukan alam, anorganik, memiliki sifat-sifat fisik dan kimia tertentu serta umumnya
berbentuk kristalin. Menurut asal usul pembentukannya, mineral dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
1. Mineral primer: terbentuk melalui proses primer
Macam-macam proses primer:
a. Pembekuan magma (magmatisme)
Contoh mineral: ortoklas, olivin, hornblende
b. Sedimentasi & kristalisasi larutan
Contoh mineral: gipsum, halit, kalsit
c. Pengendapan uap
Contoh mineral: gipsum, belerang, alunit
d. Metamorfisme
Contoh mineral: emas, tembaga
e. Hidrotermal
Contoh mineral: andalusit, silimanit, kyanit
2. Mineral sekunder: terbentuk melalui proses sekunder
Proses sekunder yang dimaksud adalah oksidasi. Contohnya adalah ortoklas teroksidasi menjadi
mineral lempung.

Penentuan nama mineral dapat dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat fisik mineral yang satu
dengan yang lainnya. Sifat-sifat fisik suatu mineral ditentukan oleh susunan atom-atomnya dan
komposisi kimianya. Sifat-sifat fisik mineral antara lain:

1. Warna: kesan mineral jika terkena cahaya

7
Warna mineral dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
a. Idiokromatik: warna selalu tetap (biasanya pada mineral yang tidak tembus cahaya atau mineral
opaque)
b. Allokromatik: warna mineral tidak tetap, tergantung pada zat pengotornya (biasanya pada
mineral tembus cahaya)
Selain itu, mineral juga dibedakan berdasarkan ketembusan cahayanya, yaitu:
a. Transparent: sepenuhnya tembus cahaya
b. Translucent: tembus cahaya sebagian
c. Opaque: tidak tembus cahaya

2. Kilap (luster): kesan mineral akibat pantulan cahaya yang dikenakan padanya
Kilap dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Kilap logam
Contoh mineral: pirit, galena, emas
b. Kilap non-logam
Macam-macam kilap non-logam:
(1) Kilap kaca (vitreous)
Contoh mineral: kalsit, kuarsa, halit
(2) Kilap intan (adamantine): biasanya dimiliki oleh batu mulia (mineral berindeks bias tinggi)
Contoh mineral: intan, korundum
(3) Kilap sutra (silky): seperti jalinan benang, timbul karena struktur serabut
Contoh mineral: gipsum, asbestos
(4) Kilap mutiara (pearly): seperti mutiara atau bagian dalam kulit kerang; biasanya dimiliki oleh
mineral dengan struktur berlapis
Contoh mineral: talk
(5) Kilap lemak (greasy): kesan permukaan berminyak
Contoh mineral: nefelin
(6) Kilap tanah (dull/earthy): kesan buram seperti tanah, tidak cemerlang ataupun berkilau
Contoh mineral: kaolinit, limonit
(7) Kilap damar (resinous)
Contoh mineral: sphalerit

3. Kekerasan (hardness): ketahanan mineral terhadap goresan


Secara relatif, kekerasan ditentukan menggunakan skala Mohs, mulai dari skala 1 (mineral terlunak)
sampai skala 10 (mineral terkeras)

Tabel 1 Skala Mohs (kiri) dan Alat Penguji Kekerasan Mineral (kanan)
Skala Mohs Mineral
1 Talk Skala Mohs Alat Penguji
2 Gipsum 1,5 Ujung pensil
3 Kalsit 2,2 – 2,5 Kuku
4 Fluorit 3 – 3,5 Koin tembaga
5 Apatit 5 – 5,5 Pisau
6 Ortoklas 5,5 Pecahan kaca
7 Kuarsa 6–7 Pelat baja
8 Topaz 8 – 9 Amplas
9 Korundum
10 Intan

8
4. Cerat/gores (streak): warna mineral dalam bentuk bubuk
Cerat bisa sama atau berbeda dengan warna mineral. Umumnya warna cerat pada suatu mineral
tetap.
Contoh:
- Cerat pada hematit: merah tua
- Cerat pada emas: kuning
- Cerat pada pirit: hitam

Gambar 8 Cerat dari pirit yang diperoleh dengan cara menggoreskan pirit ke porselen

5. Belahan (cleavage): kenampakan mineral berdasarkan kemampuannya membelah melalui bidang-


bidang yang rata dan licin
Belahan diklasifikasi berdasarkan kesempurnaan bidang belahannya dan jumlah arah bidang
belahannya. Berdasarkan kesempurnaan bidang belahanannya, terdapat 4 macam belahan, yaitu:
a. Sempurna (perfect): bidang belahan sangat rata, sulit dipecah jika tidak melewati bidang
belahannya
b. Baik (good): bidang belahan rata, tapi masih bisa pecah pada arah lain
c. Jelas (distinct): bidang belahan jelas, tapi tidak begitu rata; bisa pecah pada arah lain dengan
mudah
d. Tidak sempurna (imperfect): bidang belahan sangat tidak rata; kemungkinan menghasilkan
belahan sangat kecil dan cenderung membentuk pecahan
Berdasarkan jumlah arah bidang belahannya, ada 4 macam belahan, antara lain:
a. Belahan 1 arah
Contoh mineral: muskovit, biotit
b. Belahan 2 arah
Contoh mineral: feldspar, gipsum
c. Belahan 3 arah
Contoh mineral: kalsit, halit
d. Belahan 4 arah
Contoh mineral: fluorit

Gambar 9 Feldspar beserta bidang belahannya (2 arah)

6. Pecahan (fracture): kemampuan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata dan tidak
teratur
Jenis-jenis pecahan:
a. Pecahan konkoidal: permukaan melengkung atau bergelombang seperti cangkang atau kaca
Contoh mineral: kuarsa
b. Pecahan berserat (fibrous/splintery): pecah menjadi serat
Contoh mineral: asbestos
c. Pecahan tidak rata (uneven): permukaan kasar atau tidak rata
Contoh mineral: garnet
d. Pecahan rata (even): permukaan cukup rata
e. Pecahan runcing (hackly): permukaan tidak teratur, kasar, dan meruncing
Contoh mineral: tembaga

9
f. Pecahan tanah: pecahan tidak teratur dan seperti tanah
Contoh mineral: kaolinit

Gambar 10 Pecahan berserat (kiri) dan pecahan konkoidal (kanan)

7. Bentuk & struktur


Terdapat 3 macam bentuk mineral, antara lain:
a. Kristalin: apabila suatu mineral mempunyai bidang kristal yang jelas
b. Mineraloid: apabila suatu mineral berbentuk kristal yang masih prematur
c. Amorf: apabila suatu mineral memiliki susunan atom/molekul yang acak
8. Berat jenis: perbandingan/rasio antara berat mineral dengan berat air pada volume yang sama

9. Sifat dalam (tenacity): reaksi mineral terhadap gaya/stress yang mengenainya (penekanan,
pemotongan, pembengkokan, pematahan, pemukulan, penghancuran, dll)
Macam-macam sifat dalam mineral:
a. Brittle (rapuh)
Contoh mineral: kuarsa
b. Sectile (dapat diiris)
Contoh mineral: gipsum
c. Ductile (dapat dipintal)
Contoh mineral: tembaga
d. Malleable (dapat ditempa)
Contoh mineral: emas
e. Elastic (lentur/kenyal)
Contoh mineral: muskovit
f. Flexible (fleksibel)
Contoh mineral: talk

10. Kemagnetan: reaksi mineral terhadap medan magnet di sekitarnya


Macam-macam sifat kemagnetan dalam mineral:
a. Ferromagnetik: mineral dengan sifat magnetik
Contoh mineral: magnetit, pirhotit, platina
b. Paramagnetik: mineral yang tidak mempunyai kemagnetan, namun merespon medan magnet
Contoh mineral: garnet, biotit, turmalin
c. Diamagnetik: mineral yang tidak mempunyai kemagnetan dan tidak merespon medan magnet
Contoh mineral: gipsum, halit, kuarsa

11. Sifat fisik khusus pada mineral tertentu


Contoh :
- Halit: rasanya asin
- Belerang: baunya menyengat
- Mineral karbonat: bereaksi dengan asam
- Grafit: terasa berminyak jika dipegang

10
MINERALOGI KIMIA
Beberapa mineral mempunyai rumus kimia yang tetap, seperti kuarsa (SiO2) dan kalsit (CaCO3). Mineral
lainnya memiliki rumus kimia variabel karena substitusi ionik yang tidak mengubah struktur kristal,
seperti olivin (Mg,Fe)2SiO4, piroksen (Mg,Fe)SiO4, dan plagioklas (NaAlSi3O8 – CaAl2Si2O8). Sistematika
atau klasifikasi mineral yang biasa digunakan adalah klasifikasi Dana, yang mendasarkan pada kemiripan
komposisi kimia dan struktur kristalnya. Dana membagi mineral menjadi 8 golongan (Klein & Hurlbut,
1993), yaitu:
1. Unsur murni (native element): tersusun oleh 1 unsur kimia
Golongan ini dibagi lagi menjadi logam, semi-logam, dan non-logam.
Contoh mineral: emas (Au), perak (Ag), tembaga (Cu), bismuth (Bi), belerang (S), intan (C), grafit (C)

Gambar 11 Contoh-contoh mineral unsur murni

2. Sulfida: kombinasi antara logam atau semi-logam dengan belerang (S)


Contoh mineral: pirit (FeS2), kalkopirit (CuFeS2), galena (PbS), cinnabar (HgS), sphalerit (ZnS)

3. Oksida & hidroksida


Oksida: kombinasi antara oksigen dengan satu atau lebih macam logam
Contoh mineral: hematit (Fe2O3), magnetit (Fe3O4), korundum (Al2O3), kasiterit (SnO2)
Hidroksida: kombinasi antara hidroksil dengan satu jenis logam atau lebih
Contoh mineral: limonit (FeO(OH).nH2O), bauksit (Al(OH)2.nH2O), goetit (FeOOH)

Gambar 12 Contoh-contoh mineral sulfida (kalkopirit, galena, pirit), oksida (magnetit, kasiterit), dan
hidroksida (goetit)

4. Halida: dicirikan oleh adanya dominasi ion halogenida yang elektronegatif, seperti Cl, Br, F, dan I
Contoh mineral: halit (NaCl), silvit (KCl), fluorit (CaF2)

11
Gambar 13 Contoh-contoh mineral halida

5. Karbonat: kombinasi antara logam atau non-logam dengan ion CO3 (karbonat)
Hanya mineral karbonat yang sering dijumpai
Contoh mineral: kalsit (CaCO3), aragonit (CaCO3), dolomit (CaMg(CO3)2)

Gambar 14 Contoh-contoh mineral karbonat

6. Sulfat: dicirikan oleh kombinasi logam atau non-logam dengan ion sulfat (SO4)
Contoh mineral: barit (BaSO4), anhidrit (CaSO4), gipsum (CaSO4.2H2O)

Gambar 15 Contoh mineral sulfat (barit)

7. Fosfat: kombinasi antara logam atau non-logam dengan ion fosfat (PO4)
Contoh mineral: apatit (CaF(PO4)3), vanadinit (Pb5Cl(PO4)3)

Gambar 16 Contoh-contoh mineral fosfat

8. Silikat: mengandung ikatan Si dan O serta memiliki struktur yang sangat beraneka ragam
Silikat merupakan golongan mineral yang jumlahnya meliputi 25 % dari keseluruhan mineral yang
dikenal atau 40 % dari mineral yang umum dijumpai.
Contoh mineral silikat: kuarsa (SiO2), feldspar, olivin, piroksen, amphibol, opal, mika, garnet, epidot,
silimanit

Gambar 17 Contoh mineral silikat (kuarsa)

12
MINERAL PEMBENTUK BATUAN (ROCK FORMING MINERAL)
Berdasarkan kelimpahannya dalam suatu batuan, mineral pembentuk batuan terbagi menjadi 2 macam:
1. Mineral essensial: mineral yang paling banyak menyusun komposisi suatu batuan dan menentukan
penamaan batuan tersebut
2. Mineral aksesori: mineral yang jumlahnya sedikit, namun tetap penting keberadaannya pada suatu
batuan beku

Berdasarkan komposisi kimianya, mineral pembentuk batuan dibagi menjadi 4 golongan:


1. Mineral sialik: kaya akan Si dan Al; berwarna cerah
Contoh mineral: feldspar, kuarsa, muskovit
2. Mineral mafik (ferromagnesia): kaya akan Mg dan Fe; berwarna gelap
Contoh mineral: olivin, piroksen, amphibol, biotit
3. Mineral lempung: terbentuk oleh proses pelapukan, diagenesis, dan alterasi
Contoh mineral: kaolinit, montmorilonit, illit, smektit
4. Mineral non-silikat: mineral yang terbentuk oleh proses sedimentasi
Contoh mineral: kalsit, dolomit, halit, gipsum

Mineral-mineral yang umum ditemukan pada batuan:


1. Batuan beku: kuarsa, feldspar, mika, piroksen, amphibol, dan olivin
2. Batuan sedimen: kuarsa, feldspar, mineral lempung, kalsit, kalsit, dolomit, gipsum, halit
3. Batuan metamorf: kuarsa, feldspar, mika, garnet, piroksen, staurolit, kyanit

Contoh-contoh mineral pembentuk batuan beserta penjelasannya:


1. Kuarsa
Ciri-ciri:
- Rumus kimia tetap (SiO2)
- Pecahan konkoidal
- Kekerasan 7
- Warnanya bervariasi (umumnya bening atau putih)

2. Kelompok feldspar
Ciri-ciri:
- Rumus kimia variabel ((K,Na,Ca)AlSi2O8)
- Belahan 2 arah
- Kekerasan 6
- Warna bervariasi (putih, pink, hijau)

Gambar 18 Contoh mineral kelompok feldspar

Mineral kelompok feldspar dibagi menjadi 2 golongan:


a. Alkali feldspar/potassium feldspar (K-feldspar)
Mineral: ortoklas, mikroklin, sanidin
b. Plagioklas feldspar (Na,Ca-feldspar)
(1) Na-plagioklas

13
Mineral: albit, oligoklas
(2) Ca-plagioklas
Mineral: anortit, bitownit
(3) Na,Ca-plagioklas
Mineral: andesin, labradorit

3. Kelompok amphibol
Ciri-ciri:
- Rumus kimia variabel (Ca2(Mg,Fe,Al)5(Al,Si)8O22)
- Belahan 2 arah
- Berbentuk prismatik panjang
- Berwarna hijau – hitam

Gambar 19 Contoh mineral kelompok amphibol (hornblende)

4. Kelompok piroksen
Ciri-ciri:
- Rumus kimia variabel (Mg,Fe)2SiO4(Ca,Na)(Mg,Fe,Al)(Al,Si)2O6)
- Belahan 2 arah
- Berbentuk prismatik pendek
- Warnanya gelap

Gambar 20 Contoh mineral kelompok piroksen

Mineral kelompok piroksen dibagi menjadi 2 golongan, yakni:


a. Ortopiroksen (sistem kristal ortorombik)
Mineral: hipersten ((Mg,Fe)SiO3), enstatit (MgSiO3), ferrosilit (FeSiO3)
b. Klinopiroksen (sistem kristal monoklin)
Mineral: augit (Ca(Mg,Fe,Al)(Al,Si)2O6), diopsid (CaMgSi2O6), hedenbergit (CaFeSi2O6)

5. Kelompok mika
Ciri-ciri:
- Rumus kimia variabel (K(Fe,Mg,Al)3(Al,Si)3O10(F,OH)2)
- Belahan sempurna dan 1 arah
- Berbentuk lapisan-lapisan tipis yang fleksibel
- Warnanya cerah – gelap

Gambar 21 Contoh mineral kelompok mika

14
Mineral: muskovit, biotit, flogopit

6. Kelompok olivin
Ciri-ciri:
- Rumus kimia variabel ((Mg,Fe)2SiO4)
- Pecahan konkoidal
- Warnanya hijau
- Terlihat seperti gelasan

Gambar 22 Mineral olivin


Mineral: forsterit (Mg2SiO4), fayalit (Fe2SiO4)

7. Kalsit dan dolomit


Ciri-ciri:
- Rumus kimia tetap (kalsit: CaCO3; dolomit: CaMg(CO3)2)
- Kristalnya berbentuk rhombohedral
- Bereaksi dengan asam

15
SOAL LATIHAN
1. Mineral yang memiliki kekerasan paling rendah adalah . . . .
a. Korundum
b. Topaz
c. Talk
d. Kuarsa
e. Kalsit

2. Sistem kristal triklin mempunyai 3 sumbu kristal, sedangkan sistem kristal trigonal mempunyai . . . .
a. 3 sumbu kristal
b. 4 sumbu kristal
c. 5 sumbu kristal
d. 6 sumbu kristal
e. 7 sumbu kristal

3. Sistem kristal yang sumbu-sumbu kristalnya tidak saling tegak lurus adalah . . . .
a. Tetragonal
b. Ortorombik
c. Triklin
d. Heksagonal
e. Trigonal

4. Contoh mineral yang terbentuk dari kristalisasi larutan adalah . . . .


a. Belerang, gipsum, plagioklas
b. Halit, kalsit, gipsum
c. Dolomit, halit, biotit
d. Gipsum, kalsit, belerang
e. Kuarsa, pirit, halit

5. Di bawah ini adalah syarat suatu materi bisa disebut sebagai mineral, kecuali . . . .
a. Terbentuk secara alami
b. Memiliki sistem kristal tertentu
c. Terbentuk secara organik
d. Mempunyai sifat fisik tertentu
e. Memiliki komposisi kimia tertentu

6. Mineral yang bersifat diamagnetik adalah . . . .


a. Kuarsa
b. Garnet
c. Amfibol
d. Magnetit
e. Fayalit

7. Rekahan sistematis pada mineral yang mengikuti bidang yang terkait dengan struktur kristal mineral
tersebut dikenal dengan istilah . . . .
a. Belahan
b. Kelurusan

16
c. Pecahan
d. Kebidangan
e. Retakan

8. Dalam kristal, kita mengenal sumbu a, b, c, dan d. Sumbu-sumbu tersebut disebut juga . . . .
a. Sumbu kristal
b. Sumbu simetri
c. Sumbu putar
d. Sumbu pusat
e. a – d salah

9. Yang bukan merupakan salah satu sifat kristal adalah . . . .


a. Selalu dibatasi oleh bidang-bidang datar
b. Benda padat yang homogen
c. Tersusun oleh atom-atom maupun molekul-molekul yang teratur
d. Selalu memiliki sumbu dan pusat simetri
e. Merupakan suatu polyeder

10. Suatu mineral memiliki kilap kaca, kekerasan 7, tidak ada belahan, pecahan konkoidal, dan sifat
translucent. Mineral tersebut kemungkinan adalah . . . .
a. Ortoklas
b. Plagioklas
c. Biotit
d. Kuarsa
e. Mika

11. Unsur kimia yang ditemukan di dolomit tetapi tidak ditemukan di kalsit adalah . . . .
a. Ca
b. C
c. Al
d. Mg
e. O

12. Mineral manakah berikut ini yang memiliki struktur lembaran (sheet structure)?
a. Kuarsa
b. Muskovit
c. Olivin
d. Feldspar
e. Plagioklas

13. Sebagian besar kelompok mineral pembentuk batuan adalah . . . .


a. Oksida
b. Silikat
c. Karbonat
d. Sulfida
e. Feldspatoid

14. Identifikasi suatu mineral dapat dilakukan dengan cara mengetahui mineralogi fisiknya. Yang termasuk
sifat fisik mineral adalah . . . .
a. Warna, kilap, komposisi kimia

17
b. Kekerasan, kemagnetan, kerapuhan
c. Belahan, kemagnetan, sifat dalam
d. Cerat, pecahan, komposisi kimia
e. Bentuk, berat jenis, ketahanan

15. Warna mineral merupakan salah satu ciri fisik dalam identifikasi mineral. Mineral yang mempunyai
warna kuning keemasan adalah . . . .
a. Kuarsa
b. Kalsit
c. Belerang
d. Pirit
e. Galena

16. Mineral dapat dikelompokkan menjadi mineral silikat (mineral yang mengandung Si) dan non-silikat.
Contoh mineral non-silikat adalah . . . .
a. Kuarsa
b. Kalsit
c. Olivin
d. Ortoklas
e. Piroksen

17. Sistem kristal trigonal terdapat pada mineral . . . .


a. Kalsit
b. Pirit
c. Kuarsa
d. Vanadinit
e. Fluorit

18. Metode yang umum dan sederhana untuk mengelompokkan mineral tergantung dari sifat-sifat umum .
. . . -nya.
a. Fisik
b. Kimia
c. Nuklir
d. Optik
e. Warna

19. Mineral dolomit dan aragonit merupakan contoh mineral dalam kelompok . . . .
a. Sulfida
b. Oksida
c. Karbonat
d. Silikat
e. Sulfat

20. Belahan mineral merupakan salah satu ciri fisik dalam identifikasi mineral. Mineral yang mempunyai
belahan 1 arah sempurna adalah . . . .
a. Muskovit
b. Kalsit
c. Galena
d. Kuarsa
e. Pirit

18
INSIGHT

PROFIL PENGAJAR

I Made Gita Narendra Kumara – Bidang Fisika

Semua dimulai ketika aku masih duduk di kelas 5 SD. Hari itu aku berangkat ke
sekolah seperti biasa, sesaat akan bel tanda masuk kelas berbunyi, tiba-tiba guruku
datang menghampiriku. Beliau menawarkanku untuk mengikuti sebuah kompetisi mata
pelajaran IPA, tanpa piker panjang pun aku berkata mau meskipun sebelumnya aku
belum pernah mengikuti kompetisi mata pelajaran. Guruku pun langsung menuntunku
menuju lokasi kompetisi tersebut. Setelah aku membaca cover soal, aku menyadari
bahwa itu adalah sebuah seleksi tingkat kabupaten untuk memilih wakil ke provinsi.
Singkat cerita, aku pun menjadi wakil kabupatenku. Memang terdengar gampang
mengingat kabupatenku tidak begitu terkenal akan hebatnya di bidang pendidikan.
Ketika meginjak ke seleksi provinsi, aku dibina oleh para dosen untuk mempersiapkan
seleksi nasional, akan diambil 3 orang terbaik di provinsi Bali untuk maju ke OSN 2007
di Surabaya, beruntungnya aku tepat meraih juara ke 3 setelah melalui karantina
selama beberapa hari. Aku sangat bahagia karena itu pertama kalinya aku akan
mengikuti kompetisi setingkat nasional. Waktu pun berlalu, aku dan 2 temanku telah
dibina dan siap mengikuti OSN. Suasana olimpiade bagiku sangat berbeda dengan
suasana di kelas seperti biasanya, aku sangat gugup. Hari tes teori dan eksperimen
telah berlalu, aku mendapatkan medali perunggu, kurang puas bagiku. Saat itu aku
bertekad untuk kembali bisa mengikuti event ini saat SMP nanti.

Semester pertama duduk di bangku SMP aku telah mempersiapkan materi untuk
mengikuti OSN bidang fisika, kenapa fisika? Karena aku sangat suka matematika, jadi
saat itu aku berpikir agar ilmu IPA yang kudapat saat SD dan kesukaanku akan
matematika tetap bertahan, maka aku memilih ikut bidang fisika. Alhasil aku kembali
lolos mengikuti OSN 2009 di Jakarta, disana aku mendapatkan medali perunggu
kembali. Namun ada yang berbeda dengan OSN kali ini, peraih semua medali akan
diikutkan seleksi menuju olimpiade IPA tingkat internasional (IJSO). 30 orang
tersebut akan diseleksi kembali untuk diambil 6 besar menuju IJSO. Tidak lama

19
kemudian, tibalah aku di Bandung untuk mengikuti pembinaan dan seleksi selama satu
bulan. Pada pengumuman, aku dinyatakan berada pada peringkat 3 dan berhak mewakili
Indonesia di IJSO 2010 di Nigeria. Konsekuensinya aku harus meninggalkan sekolahku
yang saat itu aku baru naik kelas 2 SMP selama delapan bulan untuk mengikuti karantina
IJSO. Masa pembinaan akhirnya berlalu, aku pun sudah siap untuk bertarung.

Sepuluh hari di Nigeria kulewati dengan penuh semangat yang membuahkan hasil medali
perak. Aku sangat bahagia dengan hasil tersebut. Sebagai kompensasi karena aku masih
SMP dan tidak bisa mengikuti OSN SMP di tahun ini, Kemendikbud memberikan aku
kesempatan mengikuti OSN tingkat SMA untuk tahun berikutnya.

Tibalah aku dari Nigeria, disambut hangat oleh menteri pendidikan dan
jajarannya. Banyak wartawan yang meliput, pertama kalinya aku dihadapkan suasana
seperti ini (hahaha). Hari sekolah kembali tiba, aku disambut hangat oleh teman-teman
dan guru-guru atas keberhasilanku. Namun sambutan itu kujadikan motivasi untuk
mengikuti kembali OSN tingkat SMA berikutnya. Hari OSK pun tiba, aku merupakan
siswa SMP satu-satunya diruangan seleksi, sementara yang lain berpakaian putih abu-
abu, itu membuatku menjadi agak canggung. Namun hasil berkata lain, dengan mudah
aku mendapat juara 1 dengan selisih poin yang sangat besar dengan sang juara 2. OSP
kulewati kembali dengan memakai seragam SMP, siswa-siswa SMA yang ada disana
heran melihatku. Pada pengumuman di website, aku dinyatakan lolos mengikuti OSN
SMA 2011 di Manado. Singkat cerita di OSN tersebut aku mendapatkan medali perak,
dan berhak mengikuti seleksi IPhO (International Physics Olympiad), karantina IPhO
dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama, yaitu satu bulan di Yogyakarta, dimana
saat itu aku baru naik ke kelas 1 SMA, diambil 15 besar dari 30 orang peraih medali di
OSN, senangnya aku lolos. Pada pelatihan nasional tahap kedua, yaitu satu bulan di
Bandung, akan diambil 5 besar dari 15 orang yang lolos ditahap satu. Aku sangat
bersyukur saat itu aku masuk dalam 5 besar dan mendapatkan peringkat kedua, dan
berhak mengikuti IPhO 2012 di Estonia. Selain di bidang fisika, saat pelatihan nasional
aku juga mengikuti pelatihan untuk mengikui ICYS (International Conference of Young
Scientist) 2012 di Belanda yang saat itu tepat juga dilaksanakan di Bandung, namun aku
mengikuti kompetisi tersebut di bidang matematika. Pelatnas tahap 3 pun tiba, pelatnas
kali ini fokus kepada latihan, latihan, dan latihan. Tidak ada lagi penyampaian materi,
hanya latihan mengerjakan soal-soal sejenis soal IPhO dan latihan eksperimen. Hari-
hari berlalu tidak disangka aku sudah berada di Estonia, di hari pengumuma aku hanya
mendapatkan Honorable Mention, kurang puas bagiku. Aku bertekad tahun depan akan
mendapatkan hasil yang lebih. Di samping itu, selang beberapa bulan, tibalah aku di

20
Belanda untuk mengikuti ICYS, disana aku mendapatkan Special Prize dalam kategori
“The Way of Presentation”.

Tahun berikutnya, aku sudah duduk di kelas 2 SMA, aku kembali mengikut
pelatnas dan lolos kembali sebagai wakil Indonesia dalam IPhO 2013 di Denmark. Kali
ini aku lebih berusaha. Alhasil aku mendapatkan medali perunggu. Tahun depannya aku
tidak lagi bisa mengikuti IPhO mengingat aku mengambil kelas percepatan di SMA,
sekarang aku sudah menjalani tahun ketigaku di ITB jurusan Teknik Elektro. Namun
kegiatan-kegiatan berbau kompetisi belum hilang sepenuhnya dari hidupku. Tahun 2014
aku berhasil menjadi OSTW (Outstanding Student for The World) sebagai kelanjutan
dari presentasiku saat mengikuti ICYS saat SMA. Dan sekarang aku juga menjadi
pelatih di pelatnas IPhO tahap ke 2 di Bandung.

“Keberhasilan diperoleh dari 80% usaha, 15% kecerdasan, dan 5% keberuntungan”

21