Anda di halaman 1dari 5

RPP Administrasi Transaksi Kelas XII SMK Kurikulum 2013 Revisi 2018 Bidang Keahlian Bisnis dan

Manajemen Program Keahlian Bisnis dan Pemasaran Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran
Terintegrasi dengan Literasi, Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), 4C (Communication, Collaboration,
Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation) dan Higher Order of Thinking Skill
(HOTS).

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMK N/S


Mata Pelajaran : Administrasi Transaksi
Bidang Keahlian : Bisnis dan Menejmen
Kompetensi Keahlian : Bisnis Daring dan Pemasaran
Kelas / Semester : XII / Ganjil
Tahun Pelajaran : 2019/2020
Alokasi Waktu : 18 JP ( 3 Pertemuan)

A. Kompetensi Inti
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN)
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual,
operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Bisnis Daring dan Pemasaran pada
tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.

KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)


Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan
serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Bisnis Daring dan Pemasaran.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar
kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak
alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD)
3.11 Menerapkan mesin pembayaran dalam transaksi
4.11 Mengoperasikan mesin pembayaran dalam transaksi

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


3.11.1 Menjelaskan berbagai jenis mesin pembayaran dalam transaksi
3.11.2 Memahami berbagai jenis mesin pembayaran dalam transaksi
3.11.3 Menganalisis Prosedur Operasional Mesin Pembayaran Tunai/ Non Tunai Dalam Transaksi
4.11.1 Meyiapkan mesin pembayaran dalam transaksi
4.11.2 Menggunakann mesin pembayaran dalam transaksi

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui proses mencari informasi, menanya, berdiskusi dan presentasi peserta didik di harapkan dapat
• Menjelaskan berbagai jenis mesin pembayaran dalam transaksi
• Memahami berbagai jenis mesin pembayaran dalam transaksi
• Meyiapkan mesin pembayaran dalam transaksi
• Menggunakann mesin pembayaran dalam transaksi
dengan penuh rasa rasa ingin tahu, tanggung jawab, displin selama proses pembelajaran, bersikap jujur,
percaya diri dan pantang menyerah, serta memiliki sikap responsif (berpikir kritis) dan proaktif (kreatif), serta
mampu berkomukasi dan bekerjasama dengan baik.

D. Materi Pembelajaran
Mesin Pembayaran Dalam Transaksi
Macam-macam Cash Register Elektronik ada tiga jenis, yaitu:
a. Cash Register Manual
Terdapat beberapa merk Cash Register Elektronikmanual salah satunya adalah Cash Register
Elektronikmanual merk Olivetti dari jenis berkunci sepuluh yang dapat mencetak dan berkapasitas 12 angka.
Dapat digunakan untuk menjumlah, mengurangi, mengalikan dan memperoleh jumlah tombol atau jumlah
kredit juga dilengkapi dengan kunci spasi mundur (back spacer).

b. Cash Register Elektronik


Cash Register Elektronikmesin hitung elektronik yang biasa digunakan dalam perdagangan. Mesin ini selain
dapat digunakan sebagai alat hitung yang dapat dijamin ketepatan hitungannya juga dapat digunakan sebagai
alat penyimpan data barang (stock barang). Mesin ini dapat mencatat semua transaksi yang terjadi setiap kali
transaksi. Ada beberapa perbedaan dalam sistem dan spesifikasi Kasir di dua sektor, untuk sektor ritel pada
umumnya membutuhkan produk yang menekankan pada kecepatan pelayanan, oleh karena itu, biasanya untuk
sektor ritel pada umumnya sudah dilengkapi dengan barcode scanner. Karena memasukkan kode secara
manual dengan menggunakan keyboard akan memakan waktu yang lama. Seperti yang kita juga tahu sebagian
besar produsen barang-barang umumnya memiliki barcode pada kemasannya. Adapun kemampuan CRE
adalah:
• Pencatatan penjualan dengan diskon.Pengurangan penjualan kredit/hutang.
• Pembatalan/penghapusan Penghitungan prosen Pencatatan nomor bon/transaksi pada kertas bon.
• Pencatatan persediaan uang kas.
• Penjumlahan penjualan/penerimaan cash.
• Pencatatan pengeluaran uang kas

c. Cash Register Listrik


Terdapat beberapa Cash Register Elektroniklistrik salah satunya adalah NCR. Meskipun terdapat beberapa
macam merk tetapi umumnya cara kerjanya sama.

E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model Pembelajaran : Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
3. Metode : Ceramah, Diskusi,Tanya Jawab, Praktek, Penugasan

F. Media, Alat, Bahan dan Sumber Pembelajaran


1. Media LCD projector
2. Laptop
3. Bahan Tayang ( Slide Power Point)
4. Whiteboard
5. Spidol
6. Penggaris

G. Sumber Belajar
1. Bahan Ajar Administrasi Transaksi Kelas XII SMK Kurikulum 2013
2. Internet
3. Lingkungan sekitar
4. Sumber lain yang relevan

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan Inti
Kegiatan Penutup

I. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik Penilaian
a. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
1) Tes Tertulis
a) Pilihan ganda
b) Uraian/esai
2) Tes Lisan
b. Penilaian Kompetensi Keterampilan
1) Proyek, pengamatan, wawancara’
2) Portofolio / unjuk kerja
3) Produk,

2. Instrumen Penilaian
• Terlampir

3. PembelajaranRemedial dan Pengayaan


a. Remedial

 Remidial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM maupun kepada peserta
didik yang sudah melampui KKM. Remidial terdiri atas dua bagian : remedial karena belum mencapai
KKM dan remedial karena belum mencapai Kompetensi Dasar

 Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan
Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta didik yang belum mencapai KKM (Kriterian
Ketuntasan Minimal).

b. Pengayaan

 Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang
dapat diberikan kepada peserta didik yang telah tuntas mencapai KKM atau mencapai Kompetensi
Dasar.

 Pengayaan dapat ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.
 Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang membutuhkan pengembangan lebih
luas

Anda mungkin juga menyukai