Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KERJA PRAKTEK

“Analisis Penerapan Metode Manajemen Sumber Daya Manusia


(MSDM )
di PT. Indomak kitacipta karya (service center Bandung)
dalam Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dan sistem
manajemen sumber daya manusia yang tidak terstruktur ”.

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Kelulusan


Mata Kuliah Kerja Praktek

Disusun Oleh:
Dani Dian Prayoga
41155010160002

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA
BANDUNG
2019
HALAMAN PENGESAHAN

Analisis Penerapan Metode Manajemen Sumber Daya Manusia


(MSDM )
di PT. Indomak kitacipta karya (service center Bandung)
dalam Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dan sistem
manajemen sumber daya manusia yang tidak terstruktur

TUGAS KERJA PRAKTEK


Disusun Oleh :
Dani Dian Prayoga
41155010160002

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Kelulusan


Mata Kuliah Kerja Praktek
Bandung, 30 januari 2020
Disetujui Oleh :

Menyetujui Mengetahui

Dosen Pembimbing Utama Ketua Program Studi Teknik Industri

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LANGLANGBUANA
BANDUNG
2019
PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTEK

Nama Mahasiswa : DANI DIAN PRAYOGA


Nomor Induk Mahasiswa : 41155010160002
Program Studi : TEKNIK INDUSTRI
Judul Kerja Praktek : Analisis Penerapan Metode Manajemen
Sumber Daya Manusia (MSDM) di PT. Indomak
kitacipta karya (service center Bandung) dalam
Perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dan
sistem manajemen sumber daya manusia yang tidak
terstruktur .

Dosen Pembimbing : ………………………………………

Telah disetujui

Bandung, 30 Januari 2020

Menyetujui

Pembimbing Lapangan Dosen Pembimbing


……………………… ……………………
KATA PENGANTAR

Dengan memohon ridho dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga dapat menyelesaikan Laporan
Praktik Kerja Lapangan ini. Kegiatan praktik kerja lapangan ini merupakan salah
satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa/i Program Studi S1
Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas LangLang Buana Bandung.
Laporan kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini disusun sebagai hasil dari
kegiatan Praktik Kerja Lapangan yang telah dilaksanakan selama 1 bulan pada
periode 1 November 2019 – 1 Oktober 2019 di PT. Indomak kitacipta karyaDivisi
Service cabang bandung yang berada di jl.kebon jati no 22.
Dengan diselesaikannya Laporan Kegiatan Kerja Praktik ini tidak terlepas
dari bantuan oleh banyak pihak yang telah memberikan masukan – masukan
kepada penulis. Untuk itu penulis ingin berterima kasih kepada :
1. Allah S.W.T atas rahmat-Nya yang di berikan kepada saya dalam
pembuatan laporan kerja praktek.
2. Kedua orang tua saya dan teman-teman yang selalu mendukung saya yang
telah memberikan doa, moril dan kasih sayang
3. Bapak Ismet Rohimat, M.ST, sebagai dosen pembimbing yang telah
senantiasa membimbing dan memberi arahan kepada praktikan serta
meluangkan waktunya untuk audiensi.
4. Seluruh dosen Teknik industri. Terima kasih atas kesabaran, kebijakan,
kebaikan dan ketelitian beliau semua, sangat membantu saya dalam proses
penyelesaian laporan kerja praktek ini. Selain itu masukan, saran, motivasi,
serta semngat yang di berikan oleh beliau semua, sangat membantu saya
dapat segera menyelesaian laporan kerja praktek ini.
5. Semua pihak yang namanya tidak dapat saya sebutkan satu per satu.

Bandung, 30 januari 2020

Dani Dian Prayoga


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kerja praktek ini adalah kegiatan wajib mahasiswa Jurusan Teknik Industri
Universitas Langlangbuana bandung. Dengan adanya kerja praktek mahasiswa
akan mendapat pengetahuan dan gambaran tentang dunia kerja itu sendiri.
Keinginan untuk dapat pemahaman tentang dunia industri yang diharapkan dapat
menunjang pengetahuan yang secara teoritis didapatkan dari materi perkulialaan.
Dikarenakan hal di atas, maka universitas menetapkan mata kuliah kerja
praktek agar para mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan yang tidak diberikan
oleh kampus. Kerja praktek adalah sebuah langkah praktis dalam mempersiapkan
mahasiswa untuk dapat tangkas, ahli, bertanggung jawab, dan terampil dalam dunia
kerja. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis permasalahan yang dihadapi di
lapangan dengan keterampilan dan kemampuan untuk menerapkan ilmu
pengetahuan yang dimilikinya.
Maka dari itu dipilihlah PT. Indomak kitacipta karya (service center
bandung) yang merupakan salah satu bagian dari perusahaan jasa perbaikan mesin
Makita yang cukup besar di Indonesia yang bergerak dibidang perawatan atau
perbaikan unit makita. Di karenakan perusahaan ini sangat tepat untuk penulis
mengimplementasikan disiplin ilmu yang penulis pelajari dibangku kuliah yang
bisa terapkan ke perusahaan tersebut.
Kebutuhan sumber daya manusia semakin meningkat baik dari segi kualitas
maupun kuantitas. Dengan adanya efektivitas, efisiensi, dan produktivitas,
perusahaan dapat mengetahui bagaimana optimalisasi sumber daya yang digunakan
dan dapat mengetahui pencapaian target yang telah dijalankan oleh perusahaan.
Terkait dengan optimalisasi sumber daya ini, hal yang sering dilakukan oleh suatu
perusahaan baik industri jasa maupun manufaktur adalah efisiensi dalam hal
sumber daya manusia. Efisiensi dalam bidang SDM ini terkait dengan beban kerja
yang harus ditanggung dalam suatu unit organisasi dalam suatu organisasi. Untuk
melakukan efisiensi dalam bidang SDM, dapat dilakukan dengan berbagai cara,
antara lain dengan membuat suatu analisis yang tepat terhadap aktivitas-aktivitas
yang terjadi dan beban kerja yang ditimbulkan ataupun dengan lebih
mengoptimalkan jumlah karyawan agar melakukan aktivitas pekerjaannya secara
tepat.
1.2 Tujuan umum kerja praktek

1. Memenuhi salah satu persyaratan kelulusan mata kuliah Praktik Kerja


Lapangan.
2. Dapat menerapkan teori-teori yang di pelajari selama perkuliahan kepada
perusahaan tempat kerja praktek.
3. Membandingkan antara teori yang didapatkan di perkuliahan dengan
praktik.
1.2.1 Tujuan khusus kerja praktek

Adapun maksud dan tujuan yang ingin dicapai adalah :


1. Untuk meminimalisir keterlambatan pekerjaan yang disebabkan oleh beban
kerja menumpuk yang disebabkan oleh job deskripsi yang tidak sesuai.
2. Mendesain peran system Manajemen Sumber Daya Manusia yang selaras
dengan strategi perusahaan
1.3 Sistematika Penulisan

Agar mencapai hasil yang baik dan terarah serta tidak menyimpang
dari permasalahan yang ada maka penulis membuat sistematika laporan kerja
praktek yang di uraikan sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Bab ini peneliti menjelaskan latar belakang masalah mengapa


penelitimemilih tema ini. Di samping itu ,bab ini juga memuat Batasan masalah
yang bertujuan agar pembahasan dalam laporan ini tidak meluas dari garis yang
telah ditetapkan. Selanjutnya , tujuan penelitian yang menjelaskan tentang hal-hal
yang disampaikan untuk menjawab permasalahan yang telah ditentukan, terakhir
adalah sistematika penulisan.
BAB II Profil Perusahaan

Dalam bab ini, mahasiswa harus menyajikan tentang gambaran umum


perusahaan/ instansi yang menjadi obyek pengamatan, seperti Latar Belakang
Perusahaan (Sejarah), Kegiatan/ produk-produk yang dihasilkan, Sistem
administrasi (Visi, Misi, Tujuan, dan struktur organisasi), dan hal-hal lain yang ada
kaitannya dengan profil perusahaan dalam Kerja Praktek.

BAB III Sistem Perusahaan

Proses Bisnis Perusahaan : Berisi proses kerja, proses bisnis, sistem kerja
yang berlangsung di instansi / perusahaan, berikut komponen kerjanya. Analisis
Teoritis Sistem Perusahaan : Analisa terkait perbandingan antara kondisi real
perusahaan dengan teori yang ada.

BAB IV Pembahasan

Bab ini berisi Topik Khusus yang menjadi pembahasan dalam Laporan
Kerja Praktek. Bahasan topik khusus pada laporan kerja praktek hendaknya dapat
difokuskan pada keterkaitan (interaksi) antar komponen struktural (input-proses-
output), komponen fungsional (manajemen dan organisasi) dan komponen
lingkungan (teknologi, ekonomi, sosial dan lain-lain) dari suatu sistem manufaktur

BAB V Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan merupakan uraian singkat hasil penelitian, dan atas dasar


kesimpulan itu kemudian diajukan saran sebagai sumbangan pemikiran peneliti
bagi pemecahan masalah.
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan


PT. Indomak kitacipta karya atau Makita Corporation merupakan salah satu
perusahaan industri machinery pertama di Indonesia Perusahan ini dimiliki oleh
Perusahaan swasta Indonesia, yang didirikan pada tahun 2000 an oleh Santoso
Wiria sebagai direktur utama. PT. Indomak kitacipta karya tidak hanya sebagai
perusahaan distributor mesin makita tetapi juga menyediakan pelatihan dan jasa
pemeliharaan (service center) untuk mesin-mesin Makita.
Makita Corporation adalah salah satu produsen alat tenaga listrik di Jepang.
Perusahaan mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan alat – lebih dari
350 produk yang berbeda dalam semua – di empat wilayah. Portabel tujuan Makita
itu kelompok alat umum, yang menyumbang lebih dari 52 persen pendapatan tahun
2003, meliputi latihan, pengebor beton, penggiling, Sanders, obeng, dan peralatan
konstruksi lainnya.
Para woodworking alat portabel kelompok mencakup gergaji, ketam, router,
nailers, dan alat-alat pertukangan lainnya. Ini dihasilkan sekitar 19 persen dari
penjualan tahun 2003. Mesin kerja kayu stasioner, termasuk gergaji meja, planet-
joiner, dan gergaji band, memberikan kontribusi lebih dari 1 persen dari penjualan.
Meskipun perusahaan secara tradisional ditargetkan pengguna profesional,
peralatan khas Makita itu semakin menarik pasar.
Alat konsumsi terdiri peralatan tugas berat dan rumah tangga, gergaji rantai,
pemotong kuas, pemangkas lindung nilai, dan blower. Ini, bersama dengan industri
penggunaan kolektor debu dan generator, yang terdiri sekitar 11 persen dari
pendapatan tahunan. Bagi Makita dan layanan perbaikan adalah bidang lain bisnis
yang penting, memberikan kontribusi lebih dari 16 persen dari pendapatan tahun
2003. Setelah meluncurkan operasi multinasional pada tahun 1970, Makita
membual lebih dari 100 kantor penjualan dan 39 anak perusahaan di luar negeri di
awal 2000-an, menjual produknya di lebih dari 100 negara di seluruh dunia.
Meskipun Amerika Utara adalah pasar tertua dan menghasilkan 26 persen dari
penjualan pada tahun 2003, terbesar pasar asing Makita adalah Eropa, yang
merupakan hanya di bawah 33 persen dari penjualan.
Sekitar 22 persen dari pendapatan berasal dari dalam Jepang sendiri,
sementara Asia Tenggara menyumbang hampir 8 persen. Bertujuan untuk membuat
produk sebagai dekat dengan pelanggan mungkin, Makita memproduksi daya alat
dan produk lainnya di pabrik di Jepang, Brazil, Kanada, Cina, Jerman, Inggris, dan
Amerika Serikat.
Abad ke-20 Yayasan dan Pembangunan Perusahaan jejak sejarahnya untuk
1915 dan pembentukan Makita Electric Works, sebuah bengkel untuk alat listrik
dan peralatan di Nagoya, Jepang, tengah antara Tokyo dan Osaka. Ini didirikan pada
tahun 1938 sebagai Makita Electric Works, Ltd Pada bulan April 1945, menjelang
akhir Perang Dunia II, pabrik itu pindah ke Sumiyoshi-cho di Kota terdekat Anjo
dalam upaya untuk menghindari kerusakan dari serangan udara. Perusahaan ini
telah ditemukan di Anjo sejak itu. Tapi ia tidak sampai 1958 dan pemerintahan
Presiden Juiro Goto bahwa perusahaan melakukan diversifikasi ke pembuatan alat-
alat tenaga listrik.
Pada bulan Januari tahun itu, Makita mulai menjual ketam listrik portabel,
produk yang pertama di Jepang. Sebuah penawaran saham publik 1962 dana untuk
program diversifikasi. Dengan 1969 – lebih dari satu dekade kemudian – Makita
telah disalip ke puncak pasar alat kekuasaan Jepang. Perusahaan dikreditkan
keberhasilannya di pasar perkakas listrik domestik untuk konstruksi berkualitas
tinggi, merintis penelitian dan pengembangan, dan sistem yang unik dari distribusi
langsung. Daripada mengandalkan grosir untuk memasarkan alat untuk pengecer,
Makita dipekerjakan kekuatan sendiri penjualan langsung.
Hubungan dekat yang ditimbulkan oleh sistem ini memberikan wawasan ke
dalam perusahaan kebutuhan pengecer serta pengguna akhir, sehingga mendorong
inovasi. Dengan casing logam disikat mereka, alat-alat perusahaan paling awal
tampak besar, berat, dan primitif oleh standar hari ini. Selama bertahun-tahun,
Makita diperdagangkan dengan casing logam untuk tahan goncangan, pirus plastik;
tambah multi-kecepatan motor dan kontrol elektronik, dan mengembangkan
berbagai mematikan pikiran aksesoris.
Makita ditargetkan pengguna alat profesional dalam pertukangan, konstruksi, kayu,
dan perdagangan batu dengan kuat perlengkapannya, tahan lama yang sering biaya
dua sampai tiga kali lipat sebagai alat khas yang dibuat untuk pasar konsumen.
Berfokus pada akhir yang tinggi dari industri perkakas listrik dikurangi persaingan
harga, sehingga meningkatkan margin keuntungan secara substansial.Ekspansi di
Luar Negeri Mulai tahun 1970-an Menyadari keterbatasan pasar domestik, Goto
berusaha ekspansi global pada tahun 1970. Saham penawaran pada tahun 1968 dan
1970 menghasilkan “war chest” kampanye itu dibiayai oleh Makita luar negeri.
Perusahaan ini menerapkan strategi multinationalist, mendirikan anak
perusahaan baru di setiap pasar sasaran. Makita mendirikan pijakan di Amerika
Serikat pertama, pada tahun 1970. Dalam waktu hanya empat tahun, perusahaan
telah beroperasi di Perancis, Inggris, Australia, Kanada, Belanda, dan Italia. Akhir
1970an dan awal 1980-an menyaksikan penciptaan anak perusahaan di Jerman,
Belgia, Brasil, Austria, dan Singapura.
Makita menggunakan relatif biaya rendah basis produksi untuk keuntungan
di Eropa dan Amerika Serikat. Pada akhir 1970-an, perusahaan itu telah ditangkap
hampir seperlima dari pasar alat global yang profesional, hampir menyamai pangsa
pasar Black & Decker Corporation. Sebagai seorang analis tak dikenal mengatakan
Fortune Bill Sapirito pada tahun 1984, “Basically, Makita had them by the you-
know-whats and just said, ‘Cough.'” Pada saat ini, persaingan antara Makita dan
Black & Decker pemimpin industri di Amerika Serikat telah jenuh, pasar untuk
alat-alat listrik ke titik bahwa pertumbuhan penjualan muncul terbatas pada
penggantian, bagian, dan trade-ups. Bahkan, penjualan pabrikan turun 16 persen
dari 1980 hingga 1983. Untungnya, perkembangan alat-alat listrik tanpa kabel dapat
diisi ulang membentuk jalan baru pertumbuhan. Setelah sepuluh tahun penelitian
dan pengembangan, Makita meluncurkan alat pertama tanpa kabel nya, bor, pada
tahun 1978. Menghilangkan kabel membebaskan pekerja dari sumber listrik, tetapi
model tanpa kabel awal memiliki beberapa keterbatasan.
Mereka sering lebih berat dan kurang kuat dari leluhur mereka , telah
berjalan sangat terbatas waktu, dan waktu yang lama diperlukan untuk mengisi
ulang. Meskipun faktor-faktor ini menyimpan peralatan tanpa kabel keluar dari
dada alat banyak profesional ‘, mereka melakukan banding ke tukang rumah yang
proyek yang kurang menuntut. Perbaikan dalam teknologi baterai sepanjang abad
ke-20 akhir meningkatkan daya dan waktu berjalan sambil mengurangi waktu
pengisian. Pada akhir 1980-an, keluarga Makita yang 9,6 volt alat tanpa kabel mulai
menemukan jalan mereka ke lokasi konstruksi.
Pendirian Pabrik Luar Negeri: 1980 Berbagai faktor mendorong Makita
untuk mulai membangun operasi manufaktur di luar Jepang selama periode ini.
Meningkatnya tenaga kerja dan biaya produksi di rumah dikombinasikan dengan
keinginan untuk meminimalkan pengaruh fluktuasi mata uang dan menghindari
pembatasan perdagangan banyak sekaligus mengurangi biaya pengiriman.
Makita menyiapkan fasilitas produksi – dijuluki “transplantasi” dalam
jargon bisnis – di Kanada pada tahun 1980, Brasil pada tahun 1981, Amerika
Serikat pada tahun 1985, dan Inggris pada tahun 1991. Makita juga terus
memperluas keberadaan globalnya sepanjang tahun 1980-an dan 1990 dan
mengukuhkan penjualan, distribusi, dan operasi layanan di Spanyol, Taiwan, Hong
Kong, Cina, Selandia Baru, Polandia, Meksiko, Republik Ceko, Hungaria, dan
Korea.
Perusahaan ini ditambah kemampuan manufaktur dengan penciptaan
tanaman di Inggris (1989) dan China (1993). Pada akhir 1997, pabrik Cina
perusahaan mulai mengeluarkan lebih dari 100.000 alat-alat listrik setiap bulan.
Makita juga menciptakan berbasis di Inggris Internasional Makita Eropa Ltd
sebagai perusahaan induk untuk operasi yang berkembang Eropa. Produk Baru
Mengendalikan Pasar Power Tool di 1990 Makita dikejar pengembangan produk
baru pada 1990-an, dengan fokus pada ergonomi ,serta debu, suara, dan kontrol
getaran.
Pada tahun 1991 perusahaan membeli ke pasar untuk bensin bertenaga alat
seperti gergaji melalui akuisisi Sachs-DOLMAR Jerman GmbH, yang kemudian
diganti DOLMAR GmbH. Biaya penelitian dan pengembangan rata-rata 1,7 persen
dari penjualan pertengahan dekade, dan mencapai ¥ 2700000000 ($ 21.400.000)
pada tahun 1997. Pada saat itu, Makita diselenggarakan lebih dari 150 paten di
seluruh dunia dan aplikasi untuk ratusan lagi yang tertunda.
Beberapa penemuan perusahaan diterapkan perkakas listrik Makita tahu-
bagaimana peralatan rumah dan taman termasuk penyedot debu tanpa kabel, mesin
pemotong rumput listrik isi ulang, remote control pembuka gorden, dan pemangkas
lindung nilai. Seperti Makita mengulurkan tangan untuk pasar konsumen, namun
harus berhati-hati untuk tidak mengasingkan konstituen inti dari pembeli alat
profesional.
Perusahaan ini meluncurkan dua baris baru alat tanpa kabel didukung oleh
sistem baterai 12-volt dan 14-volt pada tahun 1997 juga.Pada awal 1990-an, Makita
telah menangkap lebih dari 50 persen pasar US $ 400 juta untuk alat profesional,
jauh melampaui pembuat perkakas Amerika Black & Decker (B & D). Tapi B & D
pindah untuk merebut kembali segmen pada tahun 1992, ketika meluncurkan
kembali merek DeWalt sebagai pro-tool yang standar. Construction-yellow
(DEWALT) adalah pesaing bagi Makita yang akan segera mengambil segmen
dengan cepat.
Pengamat industri seperti Penjual Fortune Patricia ditandai Makita sebagai
“puas” dalam menghadapi kompetisi baru. Bahkan, strategi Makita tetap tidak
berubah sebagai pergantian abad ke-21 mendekat. Masahiko Goto, yang
menggantikan Juiro Goto sebagai presiden pada tahun 1984, terus memimpin
Makita ke akhir 1990-an. Dalam pesan tahunannya untuk tahun 1997, Goto
menyatakan “bertujuan untuk menjadi ‘Perusahaan Kuat” “mengembangkan
produk yang secara akurat memenuhi kebutuhan pasar, meningkatkan produksi luar
negeri dan selanjutnya rasionalisasi proses produksi di fasilitas domestik produksi,
dan penguatan yang penjualan dan basis distribusi. ” oleh Makita. Rencana ini lebih
imajinatif tidak melayani Makita baik pada 1990-an. Penjualan menurun dari ¥
178900000000 ($ 1,4 milyar) pada tahun 1993 menjadi kurang dari ¥
160000000000 ($ 1,3 milyar) pada tahun 1996 sebelum kembali ke ¥
186200000000 ($ 1,5 milyar) pada tahun 1997. Laba bersih bernasib buruk, turun
lebih dari 30 persen dari ¥ 9800000000 ($ 79 juta) pada tahun 1993 menjadi ¥ 6,7
pada tahun 1995 ($ 54,4 juta), kemudian rebound agak ¥ 8,1 milyar ($ 65.400.000)
pada tahun 1997. Makita melanjutkan perjuangan selama akhir 1990-an, kesulitan
yang diperparah oleh ekonomi Jepang masih stagnan, gejolak ekonomi yang
mengikuti krisis mata uang Asia pada tahun 1997, dan apresiasi tajam yen terhadap
dollar dan euro, yang mengikis nilai dari penjualan luar negeri di wilayah ini.
Perusahaan ini ditutup tahun 1990 dengan agak suram 2000 keuntungan ¥
4190000000 ($ 40.700.000) pada pendapatan sebesar ¥ 174550000000 ($ 1.69
miliar).
Makita terus memperluas jaringan global selama periode ini, mendirikan
anak perusahaan di Uni Emirat Arab, Argentina, Chili, Yunani, dan Rumania. Di
sisi pengembangan produk, perusahaan memperkenalkan gergaji mitra pertama
tanpa kabel di dunia dan juga meluncurkan jajaran 18-volt alat listrik tanpa kabel
selama tahun 1999. Diantara produk baru memulai debutnya pada tahun berikutnya
adalah gergaji melingkar dengan kolektor debu terpasang dan juga baris pertama di
dunia alat tanpa kabel didukung oleh baterai nikel-metal hidrida.
Yang terakhir ini lebih ramah lingkungan dibandingkan baterai nikel-
kadmium sebelumnya di mana-mana, yang berisi kadmium, logam berat. Pada saat
ini, perusahaan telah mengembangkan program daur ulang yang memungkinkan
pelanggan untuk kembali baterai mereka digunakan – kedua jenis – untuk setiap
pengecer dalam jaringan besar di seluruh dunia Makita itu. Awal 2000-an: Berjuang
Mengatasi Kekacauan Ekonomi dan Semakin tingginya Persaingan Situasi
ekonomi dan geopolitik yang tidak pasti yang berlaku di seluruh dunia pada awal
2000-an dibuat untuk lingkungan operasi yang sulit bagi Makita.
Laba bersih merosot ke titik terendah sebesar ¥ 133 juta ($ 1 juta) selama
tahun 2002, terjun dari 94 persen dari tahun sebelumnya; bagian dari kesalahan
beristirahat dengan kelemahan di pasar saham global, yang menyebabkan ¥ 2,74
miliar ($ 20.600.000) pada kerugian dari surat berharga yang dimiliki oleh Makita.
Perusahaan juga harus berhadapan dengan situasi yang sangat kompetitif di
Amerika Serikat, di mana pintu masuk agresif harga rendah produk dari China telah
mengurangi pangsa pasar dari 17 persen pada awal 1990-an menjadi kurang dari 10
persen sedikit lebih dari satu dekade kemudian.
Akibatnya, anak perusahaan Makita Amerika Serikat dan anak perusahaan
Amerika Utara melaporkan kerugian operasional sebesar $ 16,5 juta dan $
27.500.000 pada tahun 2001 dan 2002, sebelum mengelola untuk menambah laba
usaha sebesar $ 2,3 juta tahun depan. Menanggapi tren ini, Makita bergerak agresif
untuk memangkas biaya produksi. Pada bulan November 2000 anak perusahaan
manufaktur kedua didirikan di Cina, dan produksi dimulai pada perusahaan ini pada
bulan Juni 2002.
Namun lain anak perusahaan Cina didirikan pada bulan Maret 2001 untuk
menangani ekspor buatan China murah komponen untuk tanaman Makita di
manufaktur di seluruh dunia. Pada tahun 2002, 28 persen dari produksi perusahaan
sedang dilakukan di Cina. Dalam perkembangan terkait lagi yang bertujuan
menghadapi peningkatan ancaman dari pembuat alat kekuasaan Cina, Makita pada
musim semi tahun 2002 mulai menjual dalam pasar Asia di luar Jepang baris baru
murah alat-alat listrik di bawah Maktec nama merek.

2.2 Visi, Misi dan Tujuan

2.2.1 Visi Service Center Bandung

Service Center Bandung ingin agar produk Makita pelayanannya menjadi


pilihan pertama bagi para pelanggan (customer) dan Sebagai service center, kami
memiliki visi memberikan pelayanan yang cepat, tepat waktu dan efisien kepada
customer kami dalam mencapai kepuasan yang terjamin..

2.2.2 Misi Service Center Bandung

1. Memberikan servis yang terbaik kepada para pelanggan dengan cara yang
menyenangkan costumer.
2. memberikan layanan dengan kualitas yang prima dan harga service yang
kompetitif.
3. Memenuhi kebutuhan pelanggan dengan service center yang berkualitas dan
pelayanan yang cepat, tepat waktu dan dapat dipercaya dan diandalkan.
2.2.3 Tujuan Service Center Bandung

1. Menyediakan Service Center yang berkualitas untuk melayani kebutuhan


customer.
2. Service Center Makita berdedikasi untuk memberikan kepuasan pelanggan
yang lengkap.
3. Agar customer mengetahui bahwa Makita ada di sana dengan layanan yang
komprehensif.

2.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi PT. Indomak kitacipta karya di Divisi Service


Center cabang Bandung adalah sebagai berikut :

Gambar 2.3 Struktur organisasi Divisi Service Center cabang Bandung


A. Service Department,tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Mengelola job dan operasional Service Department yang safety
eficient,dan profitable.
b. Bertanggung jawab atas perawatan Facility Service di Cabang.
c. Mengontrol dan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh
team Service Department.
B. Manager Service, tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Tugas Manager dalam fungsi ini adalah mengatur karyawan atau tim
melalui wewenang dan kekuasaan yang dimilikinya serta
mengkoordinir dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan.
Mengelola seluruh kegiatan service center dalam rangka
meningkatkan mutu dan kecepatan service melalui SOP yang
berlaku serta menginformasikan kompetensi jajaran personil
service center dalam usaha pencapaian target untuk meningkatkan
produktivitas dan pencapaian performance service center serta
kepuasan pelanggan.
C. Supervisor Service, tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Koordinasi pekerjaan di service center.
b. Pengawasan pekerjaan mekanik dan admin di service center.
c. Memastikan kelayakan dan kualitas hasil pekerjaan service center.
D. Administration Service, Tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Membuat Service Requisition dan Work Order berdasarkan PO
dari Customer terkait Assignment Mechanic dan order part atas
persetujuan Supervisor.
b. Mengelola filling dokumen service.
c. Melakukan proses input data Maintenance Planning Periodical
Service.
d. Mengecek part stok di Gudang part.
e. Menginput data stok part yang masuk.
f. Melakukan pencatatan atas semua transaksi.
g. Melakukan pencatatan kas fisik serta melakukan pelaporan kepada
atasan.
h. Melakukan pengecekan atas stok bulanan.
i. Melakukan penghitungan secara teliti agar tidak terjadi selisih antara
produk dan uang yang ada dengan laporan yang dibuat.
j. Melakukan SO rutin terhadap persedian suku cadang
E. Teknisi Service center 1 dan 2, Tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Melayani pelanggan yang datang ke Service center.
b. Melakukan Analisa kerusakan atau mengestimasi kerusakan
mesin.
c. Melakukan pekerjaan repair mesin.
d. Melakukan pemasangan seperpart pada mesin.
e. Melakukan home service jika di butuhkan.
f. Menjalankan quality procedure dalam melakukan pekerjaan
untuk menjamin kualitas product support kepada customer
g. Melakukan pengecekan ulang sebelum kendaraan diserahkan
kepada customer.
BAB III
SISTEM PERUSAHAAN

3.1 Proses Bisnis Perusahaan


Makita Corporation adalah salah satu produsen alat tenaga listrik di Jepang.
PT. Indomak kitacipta karya yang salah satu perusahaan inportir produk power
tools makita dan juga bergerak dalam bidang jasa service mesin Makita yang
termasuk ke dalam perusahaan jasa, yaitu perusahaan yang kegiatannya melakukan
service pada mesin-mesin Makita. Perusahaan ini menggunakan Database
Management System, yaitu merupakan sistem yang digunakan oleh PT. Indomak
kitacipta karya dalam menjalani proses bisnis jasa service di PT. Indomak kitacipta
karya. Proses bisnis merupakan suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan yang
saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu yang menghasilkan
produk atau layanan.
Adapun sistem yang sebenarnya sedang berjalan di Service Center bandung
sampai saat ini yaitu sistem yang tidak terstruktur dengan baik pada perusahaan
tersebut, job desc karyawan masih tidak beraturan, sehingga proses pelayanan
service menjadi tidak efektip, baik dari segi waktu maupun dari pelayanan service
dengan proses seperti ini banyak customer yang menunggu lama dalam service atau
pun kecewa karena tidak di layani dengan maksimal.
Dengan keadaan sistem seperti ini job desc karyawan menjadi tumpang
tindih, service center cabang bandung ini memiliki tiga karyawan yaitu di bagian
administrasi dan dua teknisi. Namun tenaga kerja tersebut menangani segala
pekerjaan yang ada pada perusahaan, sehingga sering terjadi keterlambatan pada
suatu pekerjaan dikarenakan admin service center harus melayani customer yang
datang ke service center lalu input data customer dan pada waktu bersamaan admin
service center harus menerima telepon dari customer lain yang ada di ruangan
customer service untuk memberikan solusi ke pada customer tentang permasalahan
pada mesin nya, dan itupun terjadi pada tenaga ahli(teknisi) harus mengerjakan
perbaikan mesin ataupun mengambil seperpart mesin ke gudang pada waktu yang
sama, sebagai contoh adalah banyaknya kerusakan mesin yang harus diperbaiki,
sedangkan tenaga ahli (teknisi) harus mengerjakan pekerjaan lain seperti
mengambil seperpart kegudang, kurangnya karyawan maka terjadi penumpukan
pekerjaan pada service center bandung yang mengakibatkan banyak customer yang
menunggu lama dalam service tersebut.
Proses sistem service center bandung yang sebenarnya sedang berjalan
dapat dilihat pada gambar di bawah ini yang menggambarkan proses dari awal
customer datang untuk memperbaiki mesin, karyawan bekerja didam sitem, sampai
customer selesai memperbaiki mesin. Proses service nya adalah sebagai berikut :

Gambar 3.1 Proses di service center Bandung yang sedang berjalan


Keterangan :
1. Customer datang ke Service Center mendaftar service kepada admin Service
Center dengan menyerahkan KTP atau SIM untuk input data.
2. Admin Service Center membuat work order.
3. Admin Service Center menyerahkan work order ke teknisi.
4. Teknisi melakukan pemeriksaan mesin sesuai work order
5. Teknisi konfirmasi jenis kerusakan mesin dan kerusakan spare part ke
admin Service Center.
6. Admin service center memeriksa spare part ke Gudang spare part.
7. Admin service center kembali ke meja kerjanya
8. Admin service center mengkonfirmasi jenis kerusakan dan kebutuhan spare
part serta ketersediaan ke customer, jika spare part tersedia dan customer
setuju dilakukan servis dan penggantian spare part lanjut tahap nomor 14,
jika spare part tidak tersedia lanjut tahap nomor 9
9. Admin service center menanyakan kebersediaan menunggu kepada
customer, jika bersedia lanjut tahap nomor 10, jika tidak customer
membatalkan service.
10. Admin service center harus order stok sprae part gudang yang kosong untuk
melakukan pemesanan dari Gudang pusat.
11. Gudang spare part bandung melakukan pemesanan spare part dari Gudang
pusat.
12. Gudang pusat menyerahkan bukti no pemesanan spare part ke gudang
(pengiriman spare part dilakukan 3 kali dalam seminggu).
13. Admin service center kembali ke meja kerjanya
14. Admin Service Center meminta teknisi mengambil spare part di Gudang
15. Teknisi mengambil spare part di Gudang
16. Teknisi membawa spare part dari Gudang ke tempat kerja teknisi.
17. Teknisi melakukan service dan penggantian spare part.
18. Teknisi mengkonfirmasi pekerjaan selesai ke admin bengkel.
19. Customer lain menelepon Customer Service
20. Admin Service Center harus menerima telepon dari customer lain.
21. Admin Service Center sedang berbicara dengan customer lain di Customer
Service.
22. Admin Service Center kembali ke meja kerja nya.
23. Admin Service Center membuat nota service.
24. Admin Service Center mengkonfirmasi ke customer pekerjaan telah selesai.
25. Nota penjualan dan servis diserahkan ke customer.
26. Customer melakukan pembayaran.

3.1.2 Proses Job desc Admin yang sedang berjalan

Proses job desc admin di service center bandung tidak seperti tugas admin
pada umumnya, di karenakan tugas admin di service center bandung di tuntut harus
bisa mengerjakan segala bidang pekerjaan yang mungkin tidak sesuai dengan
keahlian nya.
Proses Job desc Admin yang sedang berjalan dapat di lihat pada gambar
sebagai berikut :

Gambar 3.1.2 Job desc Admin yang sedang berjalan


Keterangan tugas Admin yang sedang berjalan:
1. Admin SC melakukan input data customer.
2. Admin SC membuat work order.
3. Admin SC memberikan work order ke teknisi.
4. Admin SC harus memeriksa ketersedian spare part ke Gudang
5. Admin SC harus order stok sprae part gudang yang kosong untuk
melakukan pemesanan dari Gudang pusat
6. Admin SC harus menerima telepon di ruangan customer service.
7. Admin SC membuat nota service untuk customer.
8. Admin SC memberikan mesin yang sudah selesai ke customer.
9. Admin SC harus melaporkan data service harian ke supervisor
3.1.3 Proses Job desc Teknisi yang sedang berjalan

Proses job desc teknisi yang sebenarnya di service center bandung tidak
mengerjakan satu bidang pekerjaan saja , tetapi disini teknisi harus mengerjakan
pekerjain lain yang tidak sesuai dengan keahlian nya. Seperti teknisi harus
mengerjakan perbaikan mesin ataupun mengambil seperpart mesin ke gudang pada
waktu yang sama, sebagai contoh adalah banyaknya kerusakan mesin yang harus
diperbaiki, sedangkan teknisi harus mengerjakan pekerjaan lain seperti mengambil
seperpart kegudang, kurangnya karyawan maka terjadi penumpukan pekerjaan pada
kerjaan teknisi itu sendiri.
Proses Job desc Teknisi yang sedang berjalan dapat di lihat pada gambar
sebagai berikut :

Gambar 3.1.3 Job desc Teknisi yang sedang berjalan


Keterangan tugas Teknisi yang sedang berjalan:
1. Mesin Makita masuk ke ruangan teknisi .
2. Teknisi melakukan pemeriksaan kerusakan dan memperbaiki mesin sesuai
work order.
3. Teknisi mengomfimasi kebutuhan spare part ke admin
4. Teknisi mengambil spare part kegudang sesuai kebutuhan mesin.
5. Teknisi memasang spare part.
6. Teknisi menyerah kan mesin Makita yang sudah selesai di perbaiki.

3.1.4 Flowchart Diagram

Flowchart Diagram adalah diagram yang menggambarkan


aliranfungsionalitas dari sistem proses bisnis. Berikut Flowchart Diagram proses
service pada sistem proses bisnis service center bandung yang berjalan :

Gambar 3.1.4 Flowchart Diagram proses permintaan service yang berjalan


3.2 Analisis Teoritis Sistem Perusahaan
3.2.1 Kondisi real perusahaan

Kondisi manajemen sumber daya manusia di service center bandung tidak


sesuai dengan standar yang di tentukan, dan hampir tidak menerapkan system
msdm yang selaras dengan tujuan organisasi msdm itu sendiri. Oleh karena itu di
service center bandung sering terjadi kesalah pahaman antar karyawan , karena
kondisi msdm yang tidak terstruktur dan bagian departemen sumber daya manusia
kurang memperhatikan setiap karyawan sehingga di service center bandung sering
terjadi masalah, mulai dari job desc karyawan yang tidak sesuai dengan keahlian
karyawan dan juga pekerjaan karayawan tumpang tindih. Hal ini berdampak pada
karayawan yang tidak dapat meninggkatkan skill sesuai bidang pekerjaan nya.
Dengan hal ini kondisi pekerjaan menjadi tidak efektif dan efesien dari segi
waktu maupun dari segi kepuasan pelanggan. Karena di perusahaan ini kami
kekurangan sdm yang berkualitas yang sesuai dengan visi misi perusahaan.
Sedangkan system informasi manajemen sumber daya manusia yang seharusnya
dibangun untuk mendukung proses yang berjalan dalam organisasi ,tidak berjalan
sesuai dengan tujuan perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia di service center bandung tidak berfungsi
dengan baik, contoh nya seperti :
1. Penerimaan pegawai tidak sesuai dengan standar manajemen sumber daya
manusia.
2. Tidak adanya administrasi tunjangan, selama seseorang dipekerjakan oleh
perusahaan.
3. Tidak sesuai nya jumlah karayawan yang seharusnya di butuhkan
perusahaan.

3.2.2 Teori Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai


masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja
lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah
departemen sumber daya manusia atau dalam bahasa inggris disebut HRD atau
human resource department.
Menurut Enslikopedia Wikipedia Sistem Informasi SDM merupakan
sebuah bentuk interseksi atau pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber
daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. Sistem Informasi SDM (Human
Resources Information System) itu sendiri adalah prosedur sistematik untuk
pengumpul, menyimpan, mempertahankan, menarik dan memvalidasi data yang
dibutuhkan oleh sebuah perusahaan untuk mempunyai kemampuan untuk
mendapatkan informasi yang dibutuhkan atau pilihan banyak orang yang lebih
berhubungan dengan aktivitas perencanaan SDM baru.
Sedangkan system informasi manajemen dibangun untuk mendukung
proses yang berjalan dalam organisasi, dimana tercakup didalamnya antara lain
proses perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. Secara akurat system
informasi manajemne harus dapt memberikan informasi mengenai kondisi riil
organisasi. Salah satu bagian dari sistem informasi manajemen yang penting
adalah adalah Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM), karena sumber
daya manusia merupakan asset yang sangat berharga bagi organisasi.
A. Fungsi Sumber Daya Manusia
Fungsi sumber daya manusia memiliki empat kegiatan utama :
1. Perekrutan dan Penerimaan (recruitment and hiring). SDM membantu
membawa pegawai baru ke dalam perusahaan dengan memasang iklan
lowongan kerja di Koran, dll. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir
dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan
menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.
2. Pendidikan dan Pelatihan. Selama periode kepegawaian, SDM dapat
mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan
untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
3. Manajemen Data. SDM menyimpan database yang berhubungan dengan
pegawai, dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan
informasi pemakai.
4. Pemberhentian dan Administrasi Tunjangan. Selama seseorang
dipekerjakan oleh perusahaan.

B. Kegunaan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia

Sistem informasi SDM merupakan serangakaian proses yang mencakup


pada pengumpulan bahan, peringkasan, dan penganalisaan data berhubungan erat
dengan manajemen SDM dan perencanaan SDM. Aktifitas-aktifitas recruitmen,
seleksi pelatihan danpengembangan, manajer karir, kompensasi dan hubungan
karyawan juga menuntut informasi yang tepat waktu dan akurat untuk
pengambilan keputusan-keputusan. Sistem informasi sumber daya manusia
dirancang untuk membantu para manajer membantu membuat keputusan-
keputusan yang lebih efektif. Oleh karena itu, jika hal ini merupakan penyerobotan
privasi pribadi, informasi tersebut hendaknya tidak dimasukan SISDM.
Sebagai alat penilaian suplai SDM, sistem informasi SDM memungkinkan
perusahaan mneyimpaan data persediaan tenaga ahli (skill inventory) dan
persediaan manajemen (manajemen inventory) dalam cara paling sesuai dengan
kebutuhan perencanaan SDM. Manfaat-manfaat khusus dari sistem informasi SDM
adalah menilai suplai SDM yang meliputi:
1. Memeriksa kapabilitas karyawan-karyawan saat ini guna mengisi
kekosongan yang diproyeksikan di dalam perusahaan.
2. Menyoroti posisi-posisi yang para pemegang jabatannya diperkirakan akan
dipromosikan, akan pension atau akan diberhentikan.
3. Menggambarkan pekerjaan-pekerjaan yang spesifik atau kelas-kelas
pekerjaan yang mempunyai tingkat perputaran, pemecatat, ketidakhadiran,
kinerja, dan masalah yang tinggi yang melebihi kadar normal.
4. Mempelajari komposisi usia, suku, dan jenis kelamin dari berbagai
pekerjaan dan kelas pekerjaan guna memastikan apakah semua itu
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan recruitment, seleksi, pelatihan, dan
pengembangan dalam rangka memastikan penempatan yang tepat waktu
karyawan-karyawan bermutu ke dalam lowongan pekerjaan.
6. Perencanaan sumber daya manusia untuk mengantisipasi pergantian-
pergantian dan promosi-promosi.
7. Laporan-laporan kompensasi untuk memperoleh informasi menyangkut
seberapa besar setiap karyawan dibayar, biaya-biaya kompensasi
keseluruhan, dan biaya-biaya financial dari setiap karyawan dibayar, biaya-
biaya kompensasi keseluruhan, dan biaya-biaya financial dari setiap
kenaikan- kenaiakan gaji dan perubahan-perubahan kompensasi.
8. Riset sumber daya manusia untuk melaksanakan penelitian dalam
permasalahan, seperti perputaran karyawan dan ketidakhadiran, atau
menemukan tempat yang paling produktif guna mencapai calon-calon baru.
9. Penilaian kebutuhan pelatihan untuk menganalisis kerja individu dan
menentukan karyawan-karyawan mana yang memerlukan pelatihan lebih
lanjut.
Proses dalam ruang lingkup manajemen sumber daya manusia adalah suatu
proses yang dinamis mengikuti perubahan yang terjadi dalam suatu pemerintahan.
Dimana keadaan yang dinamis tersebut akan banyak berpengaruh pada teknologi
sisteminformasi yang akan digunakan. Oleh sebab itu proses apa yang dapat
dilakukan oleh sebuah sistem sumber daya manusia akan sangat banyak tergantung
pada model data yang dibentuk untuk kebutuhan tersebut. umumnya pada sebuah
sistem kepegawaian, terdapat suatu bentuk model data, yang pada dasarnya
mencakup proses-proses yang berhubungan dengan hal sebagai berikut :
1. Perencanaan Sumber Daya Manusia.
2. Administrasi Personalia.
3. Kompensasi dan Benefit.
4. Kinerja Personel.
5. Pendidikan dan Pelatihan.
6. Pemutusan Hubungan Kerja/Pensiun.
Dimana keenam proses tersebut diatas adalah proses-proses yang
berhubungan dengan kegiatan manajemen kepegawaian disuatu pemerintahan.
Dimulai dari sejak menentukan kebutuhan tenaga kerja, pemenuhan kebutuhan
tersebut (recruitment), sampai dengan berakhirnya masa kerja seorang pegawai.
Untuk lebih jelasnya lagi, keenam proses tersebut akan dibahas dibawah ini.

C. Perencanaan Sumber Daya Manusia

Masalah yang dihadapi manajemen sumber daya manusia saat ini adalah
cepatnya perubahan yang terjadi pada bidang pemerintahan yang berdampak
pula pada perencanaan tenaga manusia yang dimiliki. Adapun yang dimaksud
dengan proses perencanaan sumber daya manusia adalah suatu proses analisa
dan simulasi kebutuhan SDM sesuai dengan data rekapitulasi kekuatan SDM
yang dimiliki oleh organisasi, dikaitkan dengan rencana pengembangan aktifitas
departmen dimasa mendatang. Hal ini pada dasarnya berdampak pada pengadaan
SDM ataupun penempatan SDM pada suatu lokasi/unit yang membutuhkan. Oleh
sebab itu pada dasarnya dalam proses perencanaan tenaga manusia terdiri dari tiga
sub proses, yaitu :
1. Proses pembentukan data rekapitulasi untuk analisa dan simulasi, dimana
pada prinsipnya akan diolah dari data administrasi yang dimiliki untuk
mendapatkan gambaran kekuatan SDM saat ini, dan juga dari segi
availabilitas SDM tersebut.
2. Proses pengadaan sumber daya manusia/recruitment, dimana pada
prinsipnya hampir sama seperti pada pengumpulan Biodata, tapi dalam
ruang lingkup informasi yang lebih kecil dan diikuti oleh cara
penilaian/kriteria penerimaan.
3. Proses alokasi/realokasi sumber daya manusia atau redeployment, yang
mana dengan menggunakan data administrasi yang ada, dapat dianalisa
informasi kebutuhan penempatan atau realokasi seorang personel ketempat
yang lebih tepat.

Sehubungan dengan sistem kepegawaian yang diusulkan, terdapat banyak


proses yang dapat mendukung analisa pekerjaan tersebut diatas, seperti :
 Fasilitas untuk mencari suatu jabatan struktural yang kosong.
 Analisa kandidat yang paling sesuai untuk duduk pada jabatan tersebut.
 Analisa kebutuhan tenaga pada suatu unit organisasi.
 Pemilihan pegawai yang memiliki kriteria informasi tertentu secara dinamis
(kurang lebih terdapat 44 kriteria informasi yang dapat dikombinasikan
secara bebas satu sama lain untuk mendapatkan sekelompok informasi
yang dibutuhkan).
 Analisa grafis dan statistik yang ‘on-line’, dimana dapat berinteraksi
langsung dengan data yang rinci.
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Evaluasi Proses Bisnis yang Sedang Berjalan

Mengevaluasi system sumber daya manusia yang selaras dan sesuai dengan
standar yang ada. Perancangan prosedur yang diusulkan merupakan tahap untuk
memperbaiki atau meningkatkan efisiensi kerja. Tahap perancangan sistem yang
digambarkan merupakan tahap perancangan untuk membangun suatu system
manajemen sumber daya manusia yang baik dan selaras.
Di sini saya sebagai penulis menganalisis ditempat kerja praktek saya yaitu di
perusahaan :
 Nama Perusahaan : PT. Indomak kitacipta karya (service center
Bandung)
 Alamat Perusahaan : Jl. Kebon jati no 22 Bandung, Jawa Barat.
 Nomor Telepon : 022 –4203531

Melaksanakan kerja praktek di PT. Indomak kitacipta karya (service center


Bandung) selama kurang lebih satu bulan terhitung sejak tanggal 1 November 2019
sampai 1 Desember 2019. Adapun waktu pelaksanaan Kerja praktek sesuai dengan
jam kerja di PT. Indomak kitacipta karya (service center cabang Bandung), yaitu :
Tabel 4.1 Jam kerja praktek di PT. Indomak kitacipta karya (service center
cabang bandung)

Setelah dilakukan analisis penelitian pada proses bisnis yang sedang


berjalan di Service center Makita Bandung, terdapat beberapa Permasalahan yang
ditemukan pada system proses yang sedang berjalan.
Permasalahan- Permasalahan dan penyelesaian tersebut adalah sebagai
berikut:
Tabel 4.1 Permaslahan dan penyelesaian nya
NO Permasalahan Penyelesaian

1 Proses sistem yang sedang berjalan Dengan merancang sistem informasi


di Service Center bandung sampai service center yang sesuai standar
saat ini yaitu sistem yang tidak untuk memberikan kemudahan dalam
terstruktur dengan baik. melakukan proses pekerjakan yang
efektif dan efesien.
2 Job desc karyawan masih tumpang Memperbaiki struktur pekerjaan
tindih dan tidak beraturan. sesuai dengan keahlian masing-
masing karyawan.
3 Service center kekurangan sumber Memberikan pelatihan kepada calon
daya manusia yang berkualitas. karyawan agar mendapatkan sumber
daya yang berkualitas sesuai
kebutuhan service center bandung.
4 Tidak ada struktur organisasi yang Menyusun ulang struktur organisasi
tertulis di service center bandung. tertulis dengan adanya struktur
organisasi tertulis dari MSDM tentu
akan sangat membantu Anda dalam
memberikan pekerjaan kepada
masing-masing karyawan .
5 Tidak ada visi dan misi yang Membuat visi dan misi tertulis agar
tertulis. semua karyawan service center
bandung tau tujuan dari perusahaan.
6 Kesulitan dalam pengambilan Harus adanya kepala service center
Keputusan ketika terjadi kesalah sebagai penanggung jawab yang
pahaman antara customer dan bekerja di service center bandung.
pihak Service center
4.2 Perancangan Sistem

Perancangan sistem yaitu memperbaiki berbagai fungsi didalam sistem


yang sedang berjalan agar menjadi lebih efisien ,mengubah sasaran sistem yang
sedang berjalan, merancang atau mengganti output yang sedang digunakan, untuk
mencapai tujuan yang sama dengan seperangkat input yang lain. Pada bagian ini
penyusun akan memberikan usulan yang merupakan sistem informasi yang baru
yang diharapkan akan membantu mengatur sistem yang lebih baik dan
mempermudah pekerjaan.

4.2.1 Tujuan Perancangan Sistem

Adapun tujuan perancangan sistem yang diusulkan yaitu untuk


menghasilkan suatu rancangan sistem yang dapat membantu proses memperbaiki
mesin , persediaan spare part dan service mesin makita yang semuanya terintegrasi
dengan baik dan teratur tersebut dapat mencapai sasaran kebutuhan dan tujuan dari
perusahaan yaitu kepuasan customer.

4.2.2 Gambaran Umum Sistem yang Diusulkan

Gambaran umum tentang sistem yang diusulkan pada proses perancangan


ini adalah suatu sistem yang merubah seluruh proses bisnis yang tidak baik menjadi
terintegrasi. Proses bisnis yang dimaksud adalah proses system service center
bandung dalam pelayanan untuk memperbaiki mesin makita,. Sistem ini diharapkan
dapat membantu efektifitas dan optimalisasi waktu pada seluruh proses bisnis yang
berjalan serta dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada dan yang paling
penting dapat menghasilkan output yang baik.

4.3 Proses Bisnis Diusulkan

Adapun sistem yang akan di usulkan di Service Center bandung untuk


memperbaiki sistem yang sebelum nya, setelah di analisis dari permasalahan yang
sebelum nya disini saya sebagai penulis ingin mengusulkan system yang baru dan
yang pasti nya akan jauh lebih efektif dan efesien dari segi waktu maupun dari
pelayanan terhadap customer, system yang di usulkan ini saya sebagai penulis akan
menyusun system manajemen yang terstruktur agar service center bandung bisa
tertata dan terintregrasi dengan baik.
Dengan sistem yang baru, job desc karyawan di service center bandung akan
di atur ulang dalam pekerjaan nya dan dengan ada nya penambahan sumber daya
manusia yang berkualitas, perusahaan dapat menempatkan karyawan sesuai dengan
ke ahlian masing-masing agar setiap karyawan dapat meningkatkan skills sesuai
bidang yang di kerjakan nya.
Proses bisnis merupakan koleksi aktivitas yang menggunakan satu atau
lebih input dan membuat output yang bernilai bagi konsumen. Dapat di lihat pada
ilustrasi berikut:

Gambar 4.3 input, proses, output


Proses system yang akan diusulkan untuk service center bandung dapat di
lihat pada gambar sebagai berikut:

Gambar 4.3 Proses di service center Bandung yang di usulkan


Keterangan :
1. Customer datang ke Service center mendaftar servis kepada admin service
center dengan menyerahkan KTP atau SIM untuk input data.
2. Admin service center membuat work order.
3. Admin service center menyerahkan work order ke teknisi.
4. Teknisi melakukan pemeriksaan mesin Makita sesuai work order.
5. Teknisi konfirmasi jenis kerusakan mesin Makita dan kerusakan spare part
ke admin service center.
6. Teknisi mengkonfirmasi kebutuhan penggantian spare part ke admin service
center.
7. Admin service center menanyakan ketersediaan spare part ke admin
gudang.
8. Admin gudang mengkonfirmasi ketersediaan kepada admin service center.
9. Admin service center mengkonfirmasi jenis kerusakan dan kebutuhan spare
part serta ketersediaan ke customer, jika spare part tersedia dan customer
setuju dilakukan servis dan penggantian spare part lanjut tahap nomor 16,
jika spare part tidak tersedia lanjut tahap nomor 10.
10. Admin service center menanyakan kebersediaan menunggu kepada
customer, jika bersedia lanjut tahap nomor 11, jika tidak customer
membatalkan servis.
11. Admin service center memerintahkan admin gudang untuk melakukan
pemesanan dari Gudang pusat.
12. Admin gudang melakukan pemesanan spare part dari Gudang pusat.
13. Gudang pusat menyerahkan spare part dan nota pembelian kepada admin
gudang (pengiriman spare part dilakukan 3 kali dalam seminggu).
14. Admin gudang menyerahkan nota spare part kepada admin service center.
15. Admin service center meminta admin Gudang untuk menyerahkan spare
part ke teknisi.
16. Admin gudang menyerahkan spare part ke teknisi.
17. Teknisi melakukan service dan penggantian spare part.
18. Teknisi mengkonfirmasi pekerjaan selesai ke admin service center.
19. Admin service center membuat nota service.
20. Admin service center mengkonfirmasi ke customer pekerjaan telah selesai.
21. Nota service diserahkan ke customer.
22. Customer melakukan pembayaran.
23. Customer lain menanyakan tentang kerusakan pada mesin Makita nya.
24. Customer service bertugas menerima panggilan telepon yang masuk,
menjawab permasalahan customer, memberikan solusi, atau persoalan yang
harus di perbaiki untuk kerukasakan mesin Makita.
25. Customer mendapatkan solusi dan pelayanan yang baik dari Customer
Service.
26. Admin Service Center harus melaporkan data service harian ke supervisor.

4.3.1 Proses Job desc Admin Diusulkan

Mengusulkan perkerjaan admin yang sesuai dengan prosedur, dengan


tujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerja sumber daya manusia yang
baik, dengan ada nya penambahan sumber daya manusia di perusahaan ini, terutama
di bagian oprator Gudang dan customer service , admin akan lebih efektif dan
efesien dalam bekerja.
Proses system Job desc Admin yang di usulkan dapat di lihat pada gambar
sebagai berikut :

Gambar 4.3.1 Job desc Admin yang di usulkan


Keterangan tugas Admin yang di usulkan :
1. Admin SC melakukan input data customer.
2. Admin SC membuat work order.
3. Admin SC memberikan work order ke teknisi
4. Admin SC memerintah kan oprator Gudang untuk mengambil sparepart
sesuai kebutuhan work order.
5. Admin SC membuatkan nota pembayaran service untuk customer.
6. Admin SC memberikan mesin yang sudah selesai kepada customer.
7. Admin SC harus melaporkan data service harian ke supervisor.

4.3.2 Proses Job desc Teknisi Diusulkan

Pada sistem proses job desc teknisi yang akan di usulkan untuk service
center bandung, yang pertama dengan ada nya penambahan sumber daya manusia
di oprator Gudang, teknisi tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan yang bukan
sesuai dengan keahlian nya, sehingga pekerjaan teknisi akan lebih cepat dan focus
dalam memperbaiki mesin dan dapat meningkatkan skills sesuai bidang yang di
kerjakan nya.
Proses system Job desc Teknisi yang di usulkan dapat di lihat pada gambar
sebagai berikut :

Gambar 4.3.2 Job desc Teknisi yang di usulkan


Keterangan tugas teknisi yang di usulkan:
1. Mesin Makita masuk ke ruangan teknisi.
2. Teknisi melakukan pemeriksaan kerusakan dan memperbaiki mesin Makita.
3. Teknisi mengomfimasi kebutuhan spare part ke admin
4. Admin menginput spare part yang rusak.
5. Admin meminta oprator gudang untuk kebutuhan spare part.
6. Oprator gudang peroses mencari spare part.
7. Oprator gudang memberikan spare part ke ruang teknisi.
8. Teknisi menyerah kan mesin Makita yang sudah selesai di perbaiki.

4.3.3 Flowchart Diagram yang di usulkan

Flowchart Diagram adalah diagram yang menggambarkan aliran


fungsionalitas dari sistem proses bisnis. Berikut Flowchart Diagram proses service
pada sistem proses bisnis sevice center bandung yang di usulkan :

Gambar 4.3.3 Flowchart Diagram proses permintaan service yang di usulkan


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil kerja praktek dan penelitian yang telah dilakukan penulis
dalam kegiatan proses pelayanan service pada Service center Makita bandung
dengan penjabaran permasalahan serta pemecahannya dari keseluruhan yang
telah di bahas sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Diharapkan dengan merancang sistem informasi service center yang sesuai
standar untuk memberikan kemudahan dalam melakukan proses pekerjakan
yang efektif dan efesien.
2. Dengan merancang sistem informasi yang baru dapat diharapkan
memberikan kemudahan dalam kegiatan proses bisnis dan pengambilan
keputusan agar tidak ada kesalah pahaman antara service center dan
customer.
3. Dengan Memperbaiki struktur pekerjaan sesuai dengan keahlian masing-
masing karyawan di harapkan dapat meningkat kan Hard skills maupun Soft
skills karyawan.
4. Dengan Memberikan pelatihan kepada calon karyawan agar mendapatkan
sumber daya yang berkualitas sesuai kebutuhan service center bandung agar
berdampak positif ke pada perusahaan.
5. Dengan adanya struktur organisasi dan visi misi tertulis dari MSDM tentu
akan sangat membantu dalam memberikan pekerjaan kepada masing-
masing karyawan .
5.2 Saran
Mengacu pada kerja praktek dan penelitian yang telah dilakukan, adapun
saran –saran yang penulis harapkan agar lebih baik lagi, yaitu sebagai berikut :
1. Dengan penerapan Sistem Informasi service center yang telah dirancang,
untuk kedepannya dapat dikembangkan dalam pendaftaran Service secara
On-line, sehingga dapat diintegrasikannya di sektor service agar customer
mengetahui daftar antrian .
2. Perlu dikembangkan untuk ke depannya dengan adanya mobile service
yang keliling agar customer merasa puas dengan pelayanan produk makita.
3. Untuk pengembangan sistem manajemen informasi perusahaan ini,
perusahan harus selalu memberikan pelatihan kepada karayawan untuk
mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas.
4. Untuk tetap mempertahankan loyalitas customer , perusahaan harus
memberikan pelayanan yang sangat baik.
5. Perusahaan harus memberikan sitem reward (penghargaan) kepada
karyawan yang disiplin dalam perkerjaan nya.
DAFTAR PUSTAKA

Dani dian prayoga, dkk. Pedoman Praktik Kerja Lapangan Bandung: Fakultas
Teknik Industri, Universitas Universitas LangLangBuana Bandung,
2019.

Admin. Thaiseng trading perusahaan Makita Corporation. 2019.


https://www.thaiseng.co.jp/en/company/ di (akses pada tanggal 30
november 2019.)

Mulyadi, Yogi, and Brury Trya Sartana. "Membangun Sistem Informasi Penjualan
Dengan Metodologi Berorientasi Obyek Pada Bengkel" Manggala Jaya
Motor"." IDEALIS: InDonEsiA journaL Information System 1.2
(2018): 261-266

Sulistiyani, A. T. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia: Konsep, Teori dan


Pengembangan Dalam Konteks Organisasi Publik.

ALMIGO, Nuzsep. Hubungan antara kepuasan kerja dengan produktivitas kerja


karyawan. Jurnal Psyche, 2004, 1.1: 1-11.