Anda di halaman 1dari 24

F4

Penyuluhan gizi untuk penderita Hipertensi Di Puskesmas Rumbai

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik
di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi merupakan suatu keadaan
meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolic lebih dari
sama dengan 90 mmHg.

Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang
penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit
ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, atau penyakit lainnya. Hipertensi sangat erat
hubungannya dengan factor gaya hidup dan pola makan. Gaya hidup sangat berpengaruh pada
bentuk perilaku atau kebiasaan seseorang yang mempunyai pengaruh positif maupun negative
pada kesehatan.

Banyak penderita hipertensi merasa sehat, tanpa keluhan berarti, dan menganggap ringan
penyakitnya sehingga pemeriksaan hipertensi ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan rutin/saat
pasien dating dengan keluhan lain. Dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi,
jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung
koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif/stroke, atau gangguan lainnya.

Dari sekian banyak pasien yang datang di balai pengobatan puskesmas masih banyak pasien
dengan penyakit hipertensi. Keadaan ini tentunya sudah tidak asing dijumpai, mengingat pola
hidup masyarakat yang masih jauh dari pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan
berkolesterol, kurangnya olahraga dan merokok.

Hipertensi dapat membahayakan apabila tidak diobati. Lama-kelamaan dapat mennyebabkan


komplikasi lintas organ penyakit kardiovaskuler, renal bahkan cerebrovaskuler ( stroke).

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan hipertensi menyebabkan masyarakat rajin untuk


memeriksakan tekanan darahnya tanpa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk
mempertahankan dan menurunkan tekanan darahnya. Masih banyak pasien yang merasa malu
untuk bertanya ataupun tidak waspada terhadap komplikasi yang dapat disebabkan oleh
hipertensi ini.
Tujuan Umum : Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta memahami tentang penyakit
hipertensi..

Tujuan Khusus : Setelah diberikan penyuluhan mampu:

1. Memberikan pengetahuan tentang definisi hipertensi dan angka normal tensi darah
seseorang.

2. Memberikan pengetahuan tentang factor resiko dan gejala dari hipertensi.

3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencegah penyakit hipertensi.

4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya control rutin bagi penderita hipertensi.

Hari/tanggal : selasa 21 januari 2020

Waktu : 08.30 wib

Tempat : Puskesmas Rumbai

Jumlah peserta : 15 peserta

1. Acara dimulai pukul 08.30

2. Waktu pelaksanaan tepat waktu, penyuluhan sekitar 10-15 menit.

3. Peserta mencukupi target yang diharapkan, yakni sebanyak 15 peserta.

4. Atensi peserta cukup baik dalam memperhatikan penyampaian materi oleh narasumber.

5. Peserta cukup memahami materi yang disampaikan.

6. Peserta penyuluhan cukup proaktif dalam sesi tanya jawab.


F6

Upaya pengobatan dasar penyakit hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik
di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi merupakan suatu keadaan
meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolic lebih dari
sama dengan 90 mmHg.

Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang
penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit
ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, atau penyakit lainnya. Hipertensi sangat erat
hubungannya dengan factor gaya hidup dan pola makan. Gaya hidup sangat berpengaruh pada
bentuk perilaku atau kebiasaan seseorang yang mempunyai pengaruh positif maupun negative
pada kesehatan.

Banyak penderita hipertensi merasa sehat, tanpa keluhan berarti, dan menganggap ringan
penyakitnya sehingga pemeriksaan hipertensi ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan rutin/saat
pasien dating dengan keluhan lain. Dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi,
jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung
koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif/stroke, atau gangguan lainnya.

Kasus yang dijadikan upaya pengobatan dasar adalah Ny. X yang merupakan pasien Puskesmas
tanggal 14 januari 2020 adapun riwayat penyakit sebagai berikut ;

Identitas Pasien

Nama : ny. X : 40 tahun

Alamat : jl.pesisir

1) Keluhan utama : Nyeri kepala

2) Keluhan tambahan :Kebas kebas pad tanga

3) Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Puskesmas pada tanggal 14 januari 2020. Pasien datang dengan keluhan nyeri
kepala sejak 1 hari yang lalu, nyeri dirasakan senut senut di seluruh kepala, pasien juga merasa
kesemutan di tangan Pasien mengaku sebelum timbulnya gejala tersebut pasien mengkonsumsi
daging kambing. Pasien juga mengaku telah minum obat warung namun tidak ada perubahan
sehingga pasien datang ke Puskesmas untuk berobat.

4) Riwayat Penyakit Dahulu

Pasien pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya.Pasien mengaku tidak ada rwayat
alergi makanan atau obat-obatan.

5) Riwayat Penyakit KeluargaTidak ada anggota keluarga yang mengeluhkan gejala yang sama
seperti pada pasien.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan Umum/Kesadaran: baik/compos mentis

Tanda Vital

Nadi: 104x/menit

RR: 18x/menit

Suhu: 37,6C Tensi 170/80

Berat/tinggi badan : 73kg/161cm

Status Generalis: dalam batas normal

Anamnesis, pemeriksaan fisik dan upaya pengobatan dasar dilaksanakan di Puskesmas Rumai
pada tanggal 14 januari 2020. Sebelum memulai kegiatan, terlebih dahulu meminta persetujuan
dan kesediaan pasien untuk mengikuti alur upaya pengobatan dari anamnesa, pemeriksaan fisik
dan pengobatan.Upaya pengobatanSetelah dilakukan anamnesis didapatkan hal-hal yang
mendukung penegakan diagnosis diantaranya; keluhan utama yaitu nyeri kepala sejak 1 hari
yang lalu, selain itu pasien mengeluhkan adanya kesemutan. Pasien juga mengaku terdapat
riwayat mengkonsumsi daging kambing kemudian timbul gejala tersebut.
Diagnosis Banding : - TIA

Pemeriksaan fisik : didapatkan tekanan darah 170/80

Diagnosis Sementara : hipertensi

Pengobatan dasar yang diberikan :

amlodipin 10 mg 1x1, vitamin b comp 1x1

Upaya pengobatan dasar yang telah dilakukan perlu monitoring dan evaluasi terhadap terapi
yang telah diberikan, pasien diminta untuk kontrol setelah 5 hari pengobatan. Apabila masih jauh
dari harapan pengobatan perlu dilakukan rujukan ke spesialis penyakit dalam untuk penanganan
lebih lanjut, mengingat sarana dan prasarana dan obat-obatan yang terbatas di Puskesmas
sehingga diharapkan adanya penanganan yang lebih baik sesuai displin ilmu.
F3

PROGRAM IMUNISASI BAGI BAYI dan ANAK DI RW 13 kel Meranti Pandak

Imunisasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit dengan cara
memasukkan kuman atau produk kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan ke dalam tubuh.
Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan atau resistensi pada
penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain diperlukan imunisasi lainnya
Sedangkan pengertian Imunisasi menurut (Depkes RI, 2005) adalah suatu cara untuk
menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit,
sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan.
Imunisasi merupakan salah satu bentuk intervensi kesehatan yang efektif dalam upaya
menurunkan angka kematian bayi dan balita. Upaya imunisasi di Indonesia sudah dilaksanakan
sejak tahun 1956. Kini, upaya imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi
dalam rangka pencegahan penularan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD3I), yakn hepatitis B, tuberkulosis, difteri, pertusis, tetanus, polio, dan campak.

Berdasarkan hasil uraian tersebut, jelas terlihat bahwa imunisasi terbukti efektif dalam mencegah
terjainya suatu penyakit serta menurunkan angka mortalitas pada balita khususnya di Indonesia
mengingat angka infeksi pada bayi dan anak-anak usia dibawah lima tahun di Indonesia masih
relatif tinggi. Sekitar 5% kematian pada balita di Indonesia disebabkan penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi seperti TB, difteri, pertussis, campak, tetanus, polio, dan hepatitis B.
Oleh karena itu cakupan imunisasi harus dipertahankan untuk mencapai perlindungan yang
optimal terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi

Untuk meningkatkan angka cakupan imunisasi, maka dilakukan kegiatan posyandu balita. Pada
posyandu balita, dilakukan imunisasi, pemantauan gizi dan tumbuh kembang. Kegiatan
posyandu ini sudah menjadi kegiatan rutin di Meranti Pandak. Tidak hanya itu, para ibu- ibu juga
diberikan pengetahuan akan pentingnya imunisasi. Lokasi posyandu merupakan daerah yang
mudah dijangkau oleh masyarakat.

Kegiatan Posyandu ini dilakukan pada hari Senin, 13 Januari 2020 pukul 09.00 WIB di posyandu
Kuntum kelopak bunga seringgih. Pada kegiatan posyandu balita, selain imunisasi juga
dilakukan penyuluhan tentang imunisasi, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan
serta pemantauan gizi dan tumbuh kembang anak. Bila ada pasien yang gizi kurang akan
diberikan konseling.

Pemantauan dan evaluasi kemajuan program imunisasi ini dilakukan dengan mengumpulkan dan
mengkaji laporan kegiatan bulanan Program imunisasi. Dengan kegiatan posyandu ini
diharapkan program mencapai target sesuai yang diinginkan. Selain itu juga dengan kegiatan
posyandu ini kita dapat memantau serta mengevaluasi perkembangan gizi dan tumbuh kembang
anak.
F1

PENYULUHAN IBU-IBU DI POSYANDU BALITA TENTANG ASI EKSKLUSIF

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi
berumur nol hingga enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini.
ASI dalam jumlah cukup merupakan makanan terbaik pada bayi dan dapat memenuhi kebutuhan
gizi bayi selama 6 bulan pertama. ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama
bagi bayi sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal. Manfaat ASI tidak diragukan
sehingga pada kondisi normal, menyusui adalah yang terbaik bagi bayi. Sebanyak 98% wanita
mempunyai kemampuan untuk menyusu bahkan kebanyakan dari mereka mampu menyusui
sepasang anak kembar sekaligus jika dibutuhkan. Tidak ada makanan lain bagi bayi yang baru
lahir yang dapat disamakan dengan ASI. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar
ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung
didalam ASI. Namun sangat disayangkan banyak di antara kita melupakan keuntungan dan
manfaat dari menyusui sehingga banyak ibu yang mengganti ASI dengan susu formula.

Menurut uraian diatas ditarik kesimpulan bahwa pentingnya ASI ekslusif bagi bayi berumur 0-6
bulan karena ASI merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi untuk mendapatkan tumbuh
kembang yang optimal. Di dalam ASI banyak terkandung zat gizi yang ideal sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan pencernaan bayi, selain itu juga dengan menyusui bayi mendapatkan
kekebalan alamiah dari ASI.

Intervensi dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan penyampaian secara teori. Metode ini
dipilih karena dianggap lebih mudah untuk dipahami oleh peserta. Materi disampaikan melalui
presentasi dengan menggunakan leaflet. Materi yang disampaikan adalah pengertian ASI
ekslusif, pengertian colostrum, komposisi ASI, manfaat ASI bagi bayi dan ibu, posisi menyusui
yang benar serta dampak yang ditimbulkan dengan tidak memberikan ASI ekslusif. Target
peserta adalah Ibu- ibu yang mempunyai balita yang rutin mengikuti posyandu balita.

Peserta adalah seluruh ibu yang mempunyai balita yang rutin mengikuti posyandu dan ibu- ibu
kader posyandu, dengan jumlah kurang lebih 35 orang. Penyampaian materi diberikan melalui
penyuluha. Materi disusun cukup menarik dan para peserta terlihat antusias dengan penyuluhan
ini. Penyuluhan kurang lebih sekitar 15 menit yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab 15
menit.
Monitoring dan evaluasi dalam jangka pendek dilakukan dengan interaksi terhadap peserta
dengan memberikan sedikit pertanyaan balik tentang materi yang sudah dipersentasikan. Untuk
jangka panjang dilakukan pada para ibu setiap bulannya mengikuti posyandu serta mengevaluasi
tumbuh kembang anaknya.
F1

Penyuluhan mengenai Hipertensi di Posyandu Lansia kelurahan Limbungan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik
di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi merupakan suatu keadaan
meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolic lebih dari
sama dengan 90 mmHg.

Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang
penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit
ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, atau penyakit lainnya. Hipertensi sangat erat
hubungannya dengan factor gaya hidup dan pola makan. Gaya hidup sangat berpengaruh pada
bentuk perilaku atau kebiasaan seseorang yang mempunyai pengaruh positif maupun negative
pada kesehatan.

Banyak penderita hipertensi merasa sehat, tanpa keluhan berarti, dan menganggap ringan
penyakitnya sehingga pemeriksaan hipertensi ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan rutin/saat
pasien dating dengan keluhan lain. Dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi,
jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung
koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif/stroke, atau gangguan lainnya.

Dari sekian banyak pasien yang datang di balai pengobatan puskesmas masih banyak pasien
dengan penyakit hipertensi. Keadaan ini tentunya sudah tidak asing dijumpai, mengingat pola
hidup masyarakat yang masih jauh dari pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan
berkolesterol, kurangnya olahraga dan merokok.

Hipertensi dapat membahayakan apabila tidak diobati. Lama-kelamaan dapat mennyebabkan


komplikasi lintas organ penyakit kardiovaskuler, renal bahkan cerebrovaskuler ( stroke).

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan hipertensi menyebabkan masyarakat rajin untuk


memeriksakan tekanan darahnya tanpa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk
mempertahankan dan menurunkan tekanan darahnya. Masih banyak pasien yang merasa malu
untuk bertanya ataupun tidak waspada terhadap komplikasi yang dapat disebabkan oleh
hipertensi ini.
Tujuan Umum : Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta memahami tentang penyakit
hipertensi..

Tujuan Khusus : Setelah diberikan penyuluhan mampu:

1. Memberikan pengetahuan tentang definisi hipertensi dan angka normal tensi darah
seseorang.

2. Memberikan pengetahuan tentang factor resiko dan gejala dari hipertensi.

3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencegah penyakit hipertensi.

4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya control rutin bagi penderita hipertensi.

Hari/tanggal : jumat, 6 desember 2019

Waktu : 08.30 - 11.00 wib

Tempat : Posyandu Lansia

Jumlah peserta : 21 peserta

1. Acara dimulai pukul 08.30 selesai pukul 11.00 WIB.

2. Waktu pelaksanaan tepat waktu, penyuluhan sekitar 10-15 menit.

3. Peserta mencukupi target yang diharapkan, yakni sebanyak 21 peserta.

4. Atensi peserta cukup baik dalam memperhatikan penyampaian materi oleh narasumber.

5. Peserta cukup memahami materi yang disampaikan.

6. Peserta penyuluhan cukup proaktif dalam sesi tanya jawab.


F1

Penyuluhan mengenai Hipertensi di Posyandu Lansia keluraan Geringging

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik
di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi merupakan suatu keadaan
meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari sama dengan 140 mmHg dan diastolic lebih dari
sama dengan 90 mmHg.

Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang
penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit
ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, atau penyakit lainnya. Hipertensi sangat erat
hubungannya dengan factor gaya hidup dan pola makan. Gaya hidup sangat berpengaruh pada
bentuk perilaku atau kebiasaan seseorang yang mempunyai pengaruh positif maupun negative
pada kesehatan.

Banyak penderita hipertensi merasa sehat, tanpa keluhan berarti, dan menganggap ringan
penyakitnya sehingga pemeriksaan hipertensi ditemukan ketika dilakukan pemeriksaan rutin/saat
pasien dating dengan keluhan lain. Dampak gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi,
jadi baru disadari ketika telah menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung
koroner, fungsi ginjal, gangguan fungsi kognitif/stroke, atau gangguan lainnya.

Dari sekian banyak pasien yang datang di balai pengobatan puskesmas masih banyak pasien
dengan penyakit hipertensi. Keadaan ini tentunya sudah tidak asing dijumpai, mengingat pola
hidup masyarakat yang masih jauh dari pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan
berkolesterol, kurangnya olahraga dan merokok.

Hipertensi dapat membahayakan apabila tidak diobati. Lama-kelamaan dapat mennyebabkan


komplikasi lintas organ penyakit kardiovaskuler, renal bahkan cerebrovaskuler ( stroke).

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan hipertensi menyebabkan masyarakat rajin untuk


memeriksakan tekanan darahnya tanpa mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk
mempertahankan dan menurunkan tekanan darahnya. Masih banyak pasien yang merasa malu
untuk bertanya ataupun tidak waspada terhadap komplikasi yang dapat disebabkan oleh
hipertensi ini.
Tujuan Umum : Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan peserta memahami tentang penyakit
hipertensi..

Tujuan Khusus : Setelah diberikan penyuluhan mampu:

1. Memberikan pengetahuan tentang definisi hipertensi dan angka normal tensi darah
seseorang.

2. Memberikan pengetahuan tentang factor resiko dan gejala dari hipertensi.

3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya mencegah penyakit hipertensi.

4. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya control rutin bagi penderita hipertensi.

Hari/tanggal : Kamis, 5 desember 2019

Waktu : 08.30 - 11.00 wib

Tempat : Posyandu Lansia

Jumlah peserta : 18 peserta

1. Acara dimulai pukul 08.30 selesai pukul 11.00 WIB.

2. Waktu pelaksanaan tepat waktu, penyuluhan sekitar 10-15 menit.

3. Peserta mencukupi target yang diharapkan, yakni sebanyak 18 peserta.

4. Atensi peserta cukup baik dalam memperhatikan penyampaian materi oleh narasumber.

5. Peserta cukup memahami materi yang disampaikan.

6. Peserta penyuluhan cukup proaktif dalam sesi tanya jawab.


F5

Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ( BIAS) di SDN 118

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian
kekebalan tubuh yang harus dilaksanakan secara terus menerus, menyeluruh dan dilaksanakan
sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai
penularan. Dengan tersedianya vaksin, maka diharapkan mampu mencegah penyakit menular
sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien. Program Imunisasi bertujuan
untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD3I). Untuk mencapai hal tersebut, maka program imunisasi harus
dapat mencapai tingkat cakupan yang tinggi dan merata di semua wilayah dengan kualitas
pelayanan yang memadai. Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu
strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

• Masih rendahnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi yang


dilatarbelakangi oleh tingkat pendidikan dan budaya sekitar.

• Akses menuju pelayanan kesehatan yang masih cukup sulit untuk ditempuh.

Memberikan imunisasi DT kepada siswa SD kelas I dan imunisasi TD kepada siswa SD kelas II
dan V yang memenuhi kriteria peserta BIAS serta memberikan penjelasan kepada siswa/i SD
yang mengikuti program BIAS mengenai manfaat imunisasi tersebut.

Hari/tanggal : selasa, 26 November 2019

Waktu : 08.00 - 10.00 WIb

Tempat : SDN 118

Pelaksanaan BIAS DT dan TD dilakukan pada SDN 118 .dengan jumlah siswa kelas I adalah 89
yang mendapatan vaksin 75, jumlah siswa kelas 2 adalah 70 yang mendapatkan vaksin 63 dan
jumlah siswa kelas 5 adalah 108 yang mendapatkan vaksin 100. Jadi total sasaran siswa/i yang
mengikuti program BIAS adalah 267 dengan persenase keberasilan 88,1 % Siswa diberikan
pengenalan mengenai imunisasi yang akan diberikan. Sebagian besar siswa tampak antusias dan
sebagian merasa takut untuk disuntik. Namun pelaksanaan imunisasi BIAS dapat berjalan
dengan baik sehingga semua siswa yang memenuhi kriteria BIAS DT dan TD dapat menerima
imunisasi dengan baik.
F5

Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ( BIAS) di SDN 103

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian
kekebalan tubuh yang harus dilaksanakan secara terus menerus, menyeluruh dan dilaksanakan
sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai
penularan. Dengan tersedianya vaksin, maka diharapkan mampu mencegah penyakit menular
sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien. Program Imunisasi bertujuan
untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD3I). Untuk mencapai hal tersebut, maka program imunisasi harus
dapat mencapai tingkat cakupan yang tinggi dan merata di semua wilayah dengan kualitas
pelayanan yang memadai. Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu
strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

• Masih rendahnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi yang


dilatarbelakangi oleh tingkat pendidikan dan budaya sekitar.

• Akses menuju pelayanan kesehatan yang masih cukup sulit untuk ditempuh.

Memberikan imunisasi DT kepada siswa SD kelas I dan imunisasi TD kepada siswa SD kelas II
dan V yang memenuhi kriteria peserta BIAS serta memberikan penjelasan kepada siswa/i SD
yang mengikuti program BIAS mengenai manfaat imunisasi tersebut.

Hari/tanggal : Sabtu, 23 November 2019

Waktu : 08.00 - 10.00 WIb

Tempat : SDN 103

Pelaksanaan BIAS DT dan TD dilakukan pada SDN 103.dengan jumlah siswa kelas I adalah 27
yng mendapatkan vaksin 21 , jumlah siswa kelas 2 adalah 27 yang endpatkan vaksin 23 dan
jumlah siswa kelas 5 adalah 29 yang mendaatkan vaksin 26. Jadi total sasaran siswa/i yang
mengikuti program BIAS adalah 83 Siswa dgn wrsentase keberhasilan 84,3 % diberikan
pengenalan mengenai imunisasi yang akan diberikan. Sebagian besar siswa tampak antusias dan
sebagian merasa takut untuk disuntik. Namun pelaksanaan imunisasi BIAS dapat berjalan
dengan baik sehingga semua siswa yang memenuhi kriteria BIAS DT dan TD dapat menerima
imunisasi dengan baik.
F5

Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ( BIAS) di SD Miftahudin

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian
kekebalan tubuh yang harus dilaksanakan secara terus menerus, menyeluruh dan dilaksanakan
sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai
penularan. Dengan tersedianya vaksin, maka diharapkan mampu mencegah penyakit menular
sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien. Program Imunisasi bertujuan
untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD3I). Untuk mencapai hal tersebut, maka program imunisasi harus
dapat mencapai tingkat cakupan yang tinggi dan merata di semua wilayah dengan kualitas
pelayanan yang memadai. Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu
strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

• Masih rendahnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi yang


dilatarbelakangi oleh tingkat pendidikan dan budaya sekitar.

• Akses menuju pelayanan kesehatan yang masih cukup sulit untuk ditempuh.

Memberikan imunisasi DT kepada siswa SD kelas I dan imunisasi TD kepada siswa SD kelas II
dan V yang memenuhi kriteria peserta BIAS serta memberikan penjelasan kepada siswa/i SD
yang mengikuti program BIAS mengenai manfaat imunisasi tersebut.

Hari/tanggal : senin, 18 November 2019

Waktu : 08.00 - 10.00 WIb

Tempat : SD Miftahudin

Pelaksanaan BIAS DT dan TD dilakukan pada SD Miftahudin.dengan jumlah siswa kelas I


adalah 56 yang mendapatkan vaksin 18, jumlah siswa kelas 2 adalah 54 yang mendapatkan
vaksin 18 dan jumlah siswa kelas 5 adalah 42 yang mendapatkan vaksin 24. Jadi total siswa/i
yang mengikuti program BIAS adalah 152 yang mendapatkan vaksin 60 siswa. Dengan
persentase keberhasilan 39,73 % Siswa diberikan pengenalan mengenai imunisasi yang akan
diberikan. Sebagian besar siswa tampak antusias dan sebagian merasa takut untuk disuntik.
Namun pelaksanaan imunisasi BIAS dapat berjalan dengan baik sehingga semua siswa yang
memenuhi kriteria BIAS DT dan TD dapat menerima imunisasi dengan baik.
F5

Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ( BIAS) di SDN SMART

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian
kekebalan tubuh yang harus dilaksanakan secara terus menerus, menyeluruh dan dilaksanakan
sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai
penularan. Dengan tersedianya vaksin, maka diharapkan mampu mencegah penyakit menular
sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien. Program Imunisasi bertujuan
untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat
dicegah dengan imunisasi (PD3I). Untuk mencapai hal tersebut, maka program imunisasi harus
dapat mencapai tingkat cakupan yang tinggi dan merata di semua wilayah dengan kualitas
pelayanan yang memadai. Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu
strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat.

• Masih rendahnya pengetahuan orang tua tentang pentingnya imunisasi yang


dilatarbelakangi oleh tingkat pendidikan dan budaya sekitar.

• Akses menuju pelayanan kesehatan yang masih cukup sulit untuk ditempuh.

Memberikan imunisasi DT kepada siswa SD kelas I dan imunisasi TD kepada siswa SD kelas II
dan V yang memenuhi kriteria peserta BIAS serta memberikan penjelasan kepada siswa/i SD
yang mengikuti program BIAS mengenai manfaat imunisasi tersebut.

Hari/tanggal : Jumat 15 november 2019

Waktu : 08.00 - 10.00 WIb

Tempat : SDN SMART

Pelaksanaan BIAS DT dan TD dilakukan pada SDN SMART.dengan jumlah siswa kelas I adalah
13, yang mendapatan vaksin 9, jumlah siswa kelas 2 adalah 17 yang mendatkan vaksin 13 dan
jumlah siswa kelas 5 adalah 9 yang mendapatkan vaksin 10. Jadi total sasaran siswa/i yang
mengikuti program BIAS adalah 39 Siswa, yang mendapatkan aksin sebanyak 32. Dengan
persentase 76, 06 %. Sebagian besar siswa tampak antusias dan sebagian merasa takut untuk
disuntik. Namun pelaksanaan imunisasi BIAS dapat berjalan dengan baik sehingga semua siswa
yang memenuhi kriteria BIAS DT dan TD dapat menerima imunisasi dengan baik.
F6

Upaya pengobatan dasar penyakit diare

Tingginya angka kejadian diare balita merupakan masalah yang

penting di masyarakat sehingga perlu untuk didapatkan data yang memadai. Faktor-faktor risiko
yang menyebabkan diare perlu digali untuk memberikan wawasan dan informasi yang
bermanfaat bagi masyarakat akan pentingnya pencegahan kejadian diare tersebut.

Kasus yang dijadikan upaya pengobatan dasar adalah an.x yang merupakan pasien Puskesmas
tanggal 11 desember 2019 adapun riwayat penyakit sebagai berikut ;

Identitas Pasien

Nama : ny. X : 3 tahun

Alamat : jl.pesisir

1) Keluhan utama : bab cair

2) Keluhan tambahan :demam

3) Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke Puskesmas pada tanggal 11 desember 2019. Pasien datang dibawa ibunya
dengan keluhan bab cair sejak 1 hari yang lalu. Bab cair sudah 4x sampai hari ini. Disertai
demam. Batuk (+) pilek (+). Muntah (-). Pasien masih mau minum

4) Riwayat Penyakit Dahulu : -

5) Riwayat Penyakit Keluarga : -

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum/Kesadaran: baik/compos mentis

Tanda Vital

Nadi: 104x/menit

RR: 18x/menit

Suhu: 36,7 derj celcius

Berat badan : 10.1 kg

Status Generalis: dalam batas normal

Anamnesis, pemeriksaan fisik dan upaya pengobatan dasar dilaksanakan di Puskesmas Rumai
pada tanggal 11 desember 2019. Sebelum memulai kegiatan, terlebih dahulu meminta
persetujuan dan kesediaan pasien untuk mengikuti alur upaya pengobatan dari anamnesa,
pemeriksaan fisik dan pengobatan.Upaya pengobatanSetelah dilakukan anamnesis didapatkan
hal-hal yang mendukung penegakan diagnosis diantaranya; Pasien datang dibawa ibunya dengan
keluhan bab cair sejak 1 hari yang lalu. Bab cair sudah 4x sampai hari ini. Disertai demam.
Batuk (+) pilek (+). Muntah (-). Pasien masih mau minum

Diagnosis Banding : - diare dengan dehidrasi

Pemeriksaan fisik : tugor kulit baik

Diagnosis Sementara : diare tanpa dehidrasi

Pengobatan dasar yang diberikan : oralit sach 1x1

Zink syr 1x1

Domperidon 2 tab, gg 2 tab , ctm 2 tab pulv no x

Diagnosis Banding : - diare dengan dehidrasi

Pemeriksaan fisik : tugor kulit baik

Diagnosis Sementara : diare tanpa dehidrasi


Pengobatan dasar yang diberikan : oralit sach 1x1

Zink syr 1x1

Domperidon 2 tab, gg 2 tab , ctm 2 tab pulv no x