Anda di halaman 1dari 406

UNIVERSITAS INDONESIA

KUMPULAN ABSTRAK TESIS DAN KIA


MAHASISWA PROGRAM MAGISTER KEPERAWATAN JIWA
DAN NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
TAHUN 2007 – 2017

PROGRAM MAGISTER DAN NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, 2017
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum wr. wb.

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan berkat dan
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan abstrak tesis dengan judul “Kumpulan
Abstrak Tesis Mahasiswa Program Magister Keperawatan Jiwa tahun 2007 – 2016”. Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan
buku ini.

Penyusunan buku dimulai pada tahun 2007 hingga 2017, berisi abstrak tesis mahasiswa
program magister keperawatan jiwa yang telah menyelesaikan mata ajar tesis mulai dari
tahun 2007 hingga 2017.

Buku ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi dalam perkembangan
penelitian keperawatan jiwa di Indonesia. Kami berharap semoga kumpulan abstrak tesis ini
bermanfaat.

Wassalam,

Depok, Agustus 2017


Ketua Kelompok Keilmuan
Keperawatan Jiwa FIK-UI
SUMBER : KONAS KEPERAWATAN JIWA
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ......................................................................................... i
HALAMAN JUDUL ............................................................................................. ii
KATA PENGANTAR .................................................................................................. iii
DESAIN POHON PENELITIAN ........................................................................ iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................... v
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2007 .............................................. 1
Studi Fenomenologi Tentang Respon Psikososial Kehilangan Dan Berkabung
Pada Individu Yang Mengalami Gempa Bumi Dan Tsunami Di Pangandaran
Kabupaten Ciamis ................................................................................................... 2
Pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat harga diri dan kemandirian klien
dengan kanker payudara ......................................................................................... 3
Hubungan Karakteristik Klien, Keluarga Dan Stigma Dengan Dukungan
Keluarga Pada Klien Dengan Harga Diri Rendah .................................................. 4
Efektifitas Cognitive Behaviour Therapy Pada Klien Harga Diri Rendah Di
Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor Tahun 2007 ................................................. 5
Hubungan Pelayanan Community Mental Health Nursing (CMHN) dengan
Tingkat Kemandirian Pasien Gangguan Jiwa di Kabupaten Bireuen Aceh ........... 6
Pengaruh Terapi Keluarga Triangles Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam
Merawat Anggota Keluarga Yang Mengalami Gangguan Jiwa Di RSJ Bandung
Tahun 2007 .......................................................................................................... 7
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Beban Keluarga Dalam Merawat
Klien Dengan Perilaku Menarik Diri ...................................................................... 8
Pengaruh Terapi Keluarga Terhadap Dukungan Keluarga Dalam Merawat Klien
Dengan Masalah Perilaku Kekerasan di Kota Surabaya ........................................ 9
Pengaruh Family Psychoeducation terhadap Beban dan Kemampuan Keluarga 10
dalam Merawat Klien dengan Halusinasi di Kabupaten Bantul Yogyakarta .........
Pengaruh Logoterapi Terhadap Peningkatan Kemampuan Kognitif dan Perilaku 11
Pada lansia Dengan Harga Diri Rendah di Panti Wredha Pekanbaru Riau ............
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja Perawat CMHN di Pidie Aceh . 12
Pengaruh Pelatihan Penanganan Risiko Perilaku Kekerasan Terhadap Kinerja
Perawat dan Perubahan Perilaku Pasien Dengan Risiko Perilaku Kekerasan ............... 13
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2008 ..................................................... 14
Pengaruh Home Visit Terhadap Kemampuan Keluarga Dan Klien Halusinasi Di
Kota Padang Tahun 2008 .............................................................................................. 15
Pengaruh Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Halusinasi terhadap
Kemampuan Klien Mengontrol Halusinasi di RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan
Jakarta ................................................................................................................. 16
Pengaruh Terapi Token Ekonomi Pada Klien Defisit Perawatan Diri di Rumah
Sakit Dr Marzuki Mahdi Bogor .................................................................................... 17
Perilaku Spiritual Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan
Halusinasi, A Grounded Theory Study .................................................................. 18
Pengalaman stigma pada keluarga dengan klien gangguan jiwa di Kota
Semarang, studi fenomenologi .............................................................................. 19
Pengalaman stres dan strategi koping keluarga merawat anggota keluarga yang
mengalami halusinasi di Yogyakarta: studi fenomenologi ........................................... 20
Pengaruh Latihan Membangun Kepercayaan Diri Terhadap Rasa Percaya Diri
Remaja Di Kelurahan Sindang Barang Bogor .............................................................. 21
Pengaruh Social Skills Training Pada Klien Isolasi Sosial di Rumah Sakit Jiwa
Prof HB Saanin Padang Sumatera Barat ....................................................................... 22
Pengaruh self help group terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien
gangguan jiwa di kelurahan Sindangbarang Bogor....................................................... 23
Studi fenomenologi tentang dukungan keluarga terhadap pencapaian integritas
diri individu lanjut usia di Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah ..................... 24
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2009 ..................................................... 25
Pengaruh Terapi Thought Stopping terhadap Ansietas Klien dengan Gangguan
Fisik di RSUD Kabupaten Sorong ................................................................................ 26
Pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap kemampuan keluarga dalam
memberikan stimulasi perkembangan dini usia kanak-kanak di kelurahan
Bubulak Kota Bogor tahun 2009 ............................................................................ 27
Pengaruh Assertiveness Training Terhadap Perilaku Kekerasan pada Klien
Skizoprenia .......................................................................................................... 28
Pengaruh Terapi Perilaku Kognitif pada Klien Skizoprenia dengan Perilaku
Kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor .............................................. 29
Pengaruh Family Psychoeducation Therapy terhadap Beban dan Kemampuan
Keluarga dalam Merawat Klien Pasung di Kabupaten Bireuen Nanggroe Aceh
Darussalam .......................................................................................................... 30
Pengalaman keluarga menghadapi ketidakpatuhan anggota keluarga dengan
skizofrenia dalam mengikuti regimen terapeutik: pengobatan ..................................... 31
Analisis hubungan antara pengetahuan keluarga dalam merawat klien isolasi
sosial dengan kemampuan klien bersosialisasi di wilayah kerja Puskesmas
Nangkaan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur ............................................................ 32
Dampak psikososial akibat bencana lumpur lapindo di desa Pajarakan Kec.
Jabon, Sidoarjo .............................................................................................................. 33
Pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) terhadap peningkatan harga diri
narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor ................. 34
Pengaruh Psikoedukasi Keluarga terhadap masalah psikososial Ansietas dan Beban
keluarga (Caregiver) dalam merawat pasien stroke di RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo Jakarta ................................................................................................ 35
Pengalaman Orang Tua Mengasuh Remaja Dengan Perilaku Kekerasan di Kota
Depok ..................................................................................................................... 36
Pengalaman keluarga selama merawat anak dengan autisme di Sekolah
Kebutuhan Khusus Bangun Bangsa Surabaya, studi fenomenologi ............................. 37
Pengaruh Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga dalam
Merawat Klien Isolasi Sosial ................................................................................ 38
Pengaruh Logoterapi Kelompok Terhadap Ansietas Pada Penduduk Pasca
Gempa Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah ......................................................... 39
Pengaruh Terapi Suportif Keluarga terhadap Kemampuan Keluarga Merawat
Klien Gangguan Jiwa di Kelurahan Bubulak Bogor Barat ........................................... 40
Pengaruh pelaksanaan terapi Self-Help Groups terhadap koping keluarga dengan
anak Retardasi mental di SLB-C Kabupaten Sumedang tahun 2009 ..................... 41
Pengaruh Terapi Self-help group terhadap Koping keluarga dengan anak
Retardasi mental di SLB-C Kabupaten Sumedang ....................................................... 42
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2010 ..................................................... 43
Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga tentang Beban dan Sumber
Dukungan Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Halusinasi di
wilayah Cimahi dan Bandung ....................................................................................... 44
Pengaruh Rational Emotive Behaviour Therapy Terhadap Klien Dengan Perilaku
Kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor Tahun 2010 ................................. 45
Pengaruh Relapse Prevention Training Terhadap Kekambuhan dan Kepatuhan
Klien Ketergantungan Heroin yang Menjalani Program Terapi Rumatan
Metadon di DKI Jakarta Tahun 2010 ..................................................................... 46
Pengaruh Logoterapi terhadap Kecemasan Napi Perempuan di Lembaga
Pemasyarakatan Perempuan Semarang tahun 2010 ................................................... 47
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Kemampuan Adaptasi dan
Memberikan Stimulasi Janin pada Ibu Hamil di Kelurahan Balumbang Jaya
Kecamatan Bogor Kota Bogor Tahun 2010 ........................................................... 48
Pengaruh terapi kelompok Assertiveness Training terhadap kemampuan
komunikasi ibu dalam mengelola emosi anak usia sekolah (7-12 tahun) di
Kelurahan Balumbang Jaya Kota Bogor tahun 2010 .................................................... 49
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) Terhadap Perkembangan
Generativitas Perempuan Paruh Baya Di Kabupaten Pinrang Tahun 2010 .................. 50
Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Post Traumatic Stress Disorder
Pada Penduduk Pasca Gempa di Kelurahan Air Tawar Barat Kecamatan Padang
Utara Propinsi Sumatera Barat ............................................................................. 51
Pengaruh cognitive behavioral social skills training (CBSST) terhadap 52
kemampuan bersosialisasi klien isolasi sosial di BLU RS Dr. H. Marzoeki
Mahdi Bogor .........................................................................................................
Pengalaman Keluarga dalam Merawat Anak Dengan Tunagrahita di Kelurahan 53
Balumbang Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor tahun 2010 : Studi
Fenomenologi ........................................................................................................
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Perkembangan Identitas Diri 54
Remaja di Kota Malang ..........................................................................................
Pengaruh terapi thought stopping dan progressive muscle relaxation terhadap 55
ansietas pada klien dengan gangguan fisik di RSUD Dr. Soedono Madiun ...........
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Terhadap Kemampuan Ibu Dalam 56
Menstimulasi Rasa Percaya Bayi Di Kelurahan Mulyasari Kota Tasikmalaya
Tahun 2010 ...........................................................................................................
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) Terhadap Kemampuan Ibu dalam 57
Memberikan Stimulasi Perkembangan Inisiatif Anak Usia Pra Sekolah di
Kelurahan Kedaung Bandar Lampung Tahun 2010 ...............................................
Pengaruh terapi kelompok reminiscence terhadap depresi pada lansia di Panti 58
Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan ......................
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku terhadap Pikiran dan Perilaku Anak Usia 59
Sekolah yang Mengalami Kesulitan Belajar di SDN Kelurahan Pondok Cina
tahun 2010 ...............................................................................................................
Pengaruh cognitive behaviour therapy terhadap halusinasi pasien di Rumah 60
Sakit Jiwa Pempropsu Medan .................................................................................
Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Terhadap Kemampuan Keluarga Melatih 61
“Self Care” Anak Tunanetra Ganda di SLB G Rawinala Jakarta ..........................
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Perkembangan Industri Anak 62
Usia Sekolah di Panti Sosial Asuhan Anak Kota Bandung........................................
Studi Fenomenologi Pengalaman Ketidakberdayaan Lansia Dengan Hipertensi 63
di Kota Bogor ..........................................................................................................
Pengaruh Terapi Assertiveness Training dan Progressive Muscle 64
RelaxationTerhadap Gejala dan Kemampuan Klien Dengan Perilaku Kekerasan
Di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor .....................................................................
Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Gejala dan 65
Kemampuan Klien dengan Resiko Perilaku Kekerasan dan Halusinasi di Rumah
Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor ......................................................................
Pengalaman Perawat Perempuan Menjadi Objek Bullying di Tempat Kerja 66
Ditinjau dari Perspektif Kesehatan Jiwa: Studi Deskriptif Fenomenologi .............
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2011 ..................................................... 67
Pengaruh latihan asertif terhadap perilaku kekerasan orang tua pada anak usia
sekolah di Kelurahan Tanjungpura Kabupaten Karawang ..................................... 68
Pengaruh terapi suportif terhadap kemampuan bersosialisasi klien isolasi sosial
di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.Amino Gondohutomo Semarang ........................ 69
Pengaruh Latihan Ketrampilan Sosial Terhadap Kemampuan sosialisasi pada
Lansia dengan Kesepian Di Panti Wredha di Kabupaten Semarang............................. 70
Pengaruh Terapi Psikoedukasi keluarga terhadap pengetahuan dan tingkat
ansietas keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami tuberkulosis
paru di Kota Bandar Lampung ...................................................................................... 71
Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Beban Keluarga untuk Mengikuti
Régimen Terapeutik pada Keluarga Klien Halusinasi di RSUD Serang ...................... 72
Pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap dukungan psikososial keluarga pada
anggota keluarga dengan penyakit kusta di Kabupaten Pekalongan ............................. 73
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Anak Usia Sekolah pada Anak-Orang
Tua Dan Anak-Guru terhadap Perkembangan Mental Anak Usia Sekolah di Kota 74
Depok ......................................................................................................................
Makna Kehidupan Klien dengan Diabetes Melitus Kronis, di Kelurahan
Bandarharjo Semarang sebuah Studi Fenomenologi..................................................... 75
Pengaruh terapi reminiscence dan psikoedukasi keluarga terhadap kondisi
depresi dan kualitas hidup lansia di Katulampa Bogor ................................................. 76
Pengaruh terapi kelompok suportif terhadap kemampuan mengatasi perilaku
kekerasan pada klien skizopfrenia di Rumah Sakit Dr. Amino Gondohutomo
kota Semarang ...................................................................................................... 77
Pengaruh Terapi Kelompok Suportif terhadap Beban dan Tingkat Ansietas
Keluarga dalam Merawat Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Kabupaten
Banyumas ...................................................................................................................... 78
Pengaruh Terapi Generalis dan Logoterapi Individu Terhadap Respon
Ketidakberdayaan Klien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Provinsi Sulawesi
Utara .............................................................................................................................. 79
Pengaruh cognitive behavior therapy (CBT) dan rational emotive behavior
therapy (REBT) terhadap klien perilaku kekerasan dan harga diri rendah di RS
Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor 80
Pengaruh Logoterapi Lansia dan Psikoedukasi Keluarga terhadap Depresi dan
Kemampuan Memaknai Hidup pada Lansia di Kelurahan Katulampa Bogor
Timur ...................................................................................................................... 81
Pengaruh terapi kelompok terapeutik lansia terhadap kemampuan adaptasi dan 82
perkembangan integritas diri lansia di kelurahan Surau Gadang kecamatan
Nanggalo Padang ....................................................................................................
Efektivitas cognitive behaviour therapy dan rational emotive behaviour therapy 83
terhadap klien dengan perilaku kekerasan dan halusinasi di Rumah Sakit Dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor ...........................................................................................
Pengaruh Terapi Suportif terhadap Ansietas Siswa Kelas XII SMAN I Kutasari
dalam Menghadapi Ujian Nasional ............................................................................... 84
Pengaruh Assertive Training Therapy terhadap Kemampuan Asertif Suami dan
Risiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Bogor Tahun 2011 .................................. 85
Pengaruh Thought Stopping Terhadap Tingkat Kecemasan Keluarga
(Caregiver)dengan Anak Usia Sekolah yang Menjalani Kemoterapi di RSUPN
Dr Cipto Mangunkusumo ....................................................................................... 86
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Anak Sekolah Pada Anak, Orangtua,
Guru Terhadap Perkembangan Mental Anak di Kelurahan Pancoranmas dan
Depok Jaya ............................................................................................................. 87
Pengaruh Assertive Training Therapy terhadap Kemampuan Asertif dan Persepsi
Istri Terhadap Suami dengan Risiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kota
Bogor ...................................................................................................................... 88
Efektivitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Rational Emotive
Behavioral Therapy (REBT) Terhadap Klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan
Harga Diri Rendah di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor ............................................ 89
Pengaruh Terapi Suportif terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Klien Gagal
Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit PELNI
Jakarta ........................................................................................................................... 90
Pengaruh terapi generalis dan latihan keterampilan sosial terhadap pencapaian
identitas diri remaja panti asuhan di kabupaten Banyumas........................................... 91
Pengaruh Logoterapi terhadap Perubahan Harga Diri Narapidana Perempuan
dengan Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palembang ................. 92
Studi Fenomenologi tentang Pengalaman Dalam Menghadapi Perubahan Konsep
Diri: Harga Diri Rendah pada Lansia di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka 93
Raya ........................................................................................................................
Pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) terhadap perubahan harga diri
pasien GGK di Unit Hemodialisa RS. Husada Jakarta ................................................. 94
Pengaruh Tindakan Keperawatan Generalis dan Terapi Kelompok Suportif
Terhadap Perubahan Harga Diri Klien Diabetes Melitus di RS Panembahan 95
Senopati Bantul .......................................................................................................
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2012 ..................................................... 96
Pengalaman Hidup sebagai Veteran Pejuang yang Pra Sejahtera: Studi
Fenomenologi ......................................................................................................... 97
Pengaruh Terapi Telaah Pengalaman Hidup Terhadap Tingkat Depresi Pada
Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Martapura dan Banjarbaru Kalimantan
Selatan ........................................................................................................................... 98
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation dan Logoterapi Terhadap Ansietas
Dan Depresi, Kemampuan Relaksasi dan Kemampuan Memaknai Hidup Klien
Kanker di RS Kanker Dharmais, Jakarta ...................................................................... 99
Pengaruh Terapi Perilaku Modeling Partisipan terhadap Kepatuhan Minum Obat
pada Klien Penatalaksanaan Regimen Terapeutik tidak Efektik di RSJD Dr. 100
Amino Gondohutomo Semarang ............................................................................
Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Respon
Ketidakberdayaan Klien Gagal Ginjal Kronik di RSUP Fatmawati Jakarta................ 101
Pengaruh terapi kelompok terapeutik; dewasa muda terhadap perkembangan
intimasi pada mahasiswa Akademi Keperawatan Kabupaten Subang dan
Sumedang Provinsi Jawa Barat .................................................................................... 102
Pengaruh Terapi Kelompok Suportif terhadap Kemampuan Keluarga dalam
Merawat Anak Tunagrahita di SLB-C Kabupaten Cianjur ................................... 103
Terapi Kelompok Suportif Ekspresif untuk Mengatasi Depresi pada Pasien
Kanker .......................................................................................................................... 104
Dukungan Keluarga dan Beban Keluarga Dalam Merawat Anggota Dengan Riwayat
Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Islam Klender Jakarta Timur.............................. 105
Pengaruh asuhan keperawatan pada klien, keluarga dan peran pengawas minum
obat terhadap kemandirian dan kepatuhan berobat klien schizophrenia di
Kersamanah Garut ........................................................................................................ 106
Pengalaman Traumatik Remaja Perempuan Akibat Banjir Lahar Dingin
Pasca Erupsi Gunung Merapi dalam Perspektif Tumbuh Kembang di
Hunian Sementara Kabupaten Magelang ..................................................................... 107
Pengaruh Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga
Merawat Klien HDR Di Kota Tasikmalaya ................................................................. 108
Pengaruh Terapi Kognitif dan Logoterapi Terhadap Depresi, Ansietas,
Kemampuan Mengubah Pikiran Negatif, dan Memaknai Hidup Klien Diabetes
Melitus Di RSUP Dr. M Djamil Padang ...................................................................... 109
Pengaruh SST terhadap keterampilan sosialisasi dan social anxiety remaja
tunarungu ..................................................................................................................... 110
Pengaruh Logoterapi Paradoxical Intention Individu Terhadap Penurunan
Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) Yang Menjalani Terapi
Hemodialisa. di Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat ........................... 111
Pengaruh Terapi perilaku kognitif terhadap kemampuan interaksi sosial
klien isolasi sosial di RSJ Dr Amino Gondohutomo Semarang................................... 112
Kajian Tentang Pengalaman Hidup Perempuan Korban Trafficking dalam
Perspektif Kesehatan Jiwa .................................................................................... 113
Analisa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Perawat ICU di
RSU di Jawa Tengah Tahun 2012 ................................................................................ 114
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2013 .................................................... 115
Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Efikasi Diri dan Depresi Pada
Remaja Sekolah Menengah Pertama di Kota Bogor .................................................... 116
Efektivitas rational emotive behaviour therapy berdasarkan profile
multimodal therapy pada klien skizofrenia dengan masalah keperawatan
perilaku kekerasan
dan halusinasi di RSMM Bogor ................................................................................... 117
Pengaruh Terapi Penerimaan dan Komitmen (TPK) dan Program Edukasi Pasien (PEP)
Terhadap Insight Dan Efikasi Diri Klien Skisofrenia Di Ruang Rawat
Inap RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang ......................................................................... 118
Pengaruh Terapi Kognitif Dan Reminiscence Terhadap Depresi Psikotik Lansia
di Rumah Sakit Jiwa Propinsi Jawa Timur .................................................................. 119
Studi Fenomenologi Pengalaman Spiritual Klien Gagal Ginjal Kronis yang
Menjalani Hemodialisa di RSU PKU Muhammadiyah Gombong Jawa Tengah ...
120 Pengaruh Terapi Kognitif Dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Depresi,
Ketidakberdayaan Dan Kemampuan Mengubah Pikiran Negatif Pada Klien
Stroke di RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta ........................................................ 121
Hubungan beban keluarga dalam merawat lansia dengan demensia di kecamatan
Leihitu Kab. Maluku Tengah ....................................................................................... 122
Pengaruh terapi kelompok terapeutik dan token economy terhadap pencapaian tugas
perkembangan usia prasekolah pada anak usia prasekolah di Kelurahan
Campaka Bandung 123
Pengaruh Latihan Perilaku Asertif pada Anak Usia Sekolah, Orangtua, Guru
dalam Mengatasi Bullying di Kelurahan Depok Jaya .................................................. 124
Pengalaman Keluarga Mencegah Kekambuhan Pasien dengan Riwayat Risiko
Perilaku Kekerasan Pasca Rawat Inap RS Jiwa Di Kota Magelang ........................... 125
Pengaruh Terapi Metakognitif terhadap intensitas waham dan kemampuan
metakognitif di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang ....................................................... 126
Studi Fenomenologi Stres Dan Strategi Koping Yang Digunakan Keluarga
Dalam Merawat Lansia Demensia Di Tulungagung .................................................... 127
Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap ansietas klien
stroke di Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi ....................................... 128
Hubungan Karakteristik Keluarga, Pendidikan Kesehatan Dengan Kemampuan
Keluarga Dalam Stimulasi Perkembangan Toddler ..................................................... 129
Pengaruh Acceptance And Commitment Therapy dan Pendidikan Kesehatan
Kepatuhan Minum Obat Terhadap Gejala, Kemampuan Berkomitmen Pada
Pengobatan dan Kepatuhan Klien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah
Provinsi Sumatera Utara Medan .................................................................................. 130
Studi Fenomenologi Makna hidup pada lansia yang tidak pernah menikah ................ 131
Pengaruh terapi kelompok suportif terhadap kualitas hidup lansia yang
mengalami diabetes melitus di kecamatan Banda Raya kota Banda Aceh .................. 132
Pengaruh terapi kelompok Reminiscence dan Life Review terhadap depresi
pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sinta Rangkang Tangkiling Provinsi
Kalimantan Tengah ......................................................................................................133
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Integritas
Diri Lansia di RW I dan RW XI Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara .134
Pengaruh cognitive behavior play therapy terhadap ansietas dan kemampuan
mengatasi ansietas pada anak usia sekolah dengan thalasemia di Rumah
Sakit Umum Sumedang................................................................................................ 135
Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy dan Family Psychoeducation
terhadap Kemampuan Menerima dan Berkomitmen Serta Mengatasi Kondisi
Depresi dan Ansietas Pasien HIV/AIDS Di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta 136
Studi Fenomenologi Pengalaman Keputusasaan Stroke Survivor di Kota
Semarang ...................................................................................................................... 137
Pengaruh psikoedukasi keluarga dan pendidikan kesehatan terhadap dukungan
keluarga pada klien Congestive Heart Failure (CHF) ................................................. 138
Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Ekspresif Terhadap Ketidakberdayaan dan
Hardiness Klien Kanker Serviks di RSUP dr. Kariadi Semarang ............................... 139
Pengalaman keluarga mengasuh remaja dengan perilaku adiksi game online di
Kota Bogor ................................................................................................................... 140
Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien
Paska Pasung Di Pekalongan Jawa Tengah .................................................................. 141
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2014 .................................................... 142
Pengaruh Terapi Psikoedukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Depresi
Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa
Rutin ............................................................................................................................. 143
Hubungan pelaksanaan MPKP terhadap hasil asuhan keperawatan pada pasien
dan keluarga di RSJ Tampan ........................................................................................ 144
Hubungan Pola Asuh dengan Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja di
Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul, DIY .............................................................. 145
Hubungan Implementasi Model Praktek Keperawatan terhadap kemampuan
klien dengan harga diri rendah di Rumah Sakit Jiwa di Jakarta .................................. 146
Pengaruh Pendidikan Kesehatan (Penyuluhan) dan Terapi kelompok Terapeutik
Remaja Terhadap Pengendalian Emosi Marah Remaja di SMK Kota Depok ............. 147
Analisis Legal Aspek dan Kebijakan Restrain, Seklusi dan Pasung pada Pasien
dengan Gangguan Jiwa ................................................................................................ 148
Analisis Hubungan Koping Keluarga Dan Fungsi Keluarga Dengan Beban
Keluarga Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Tuna Grahita Di Yayasan Pendidikan
Luar Biasa Kabupaten Demak...................................................................................... 149
Pengaruh terapi suportif terhadap integritas diri pada lanjut usiadi Kota Bogor ... 150
Pengaruh Self Help Group terhadap Harga Diri pada Pasien Kusta di Rumah
Sakit Kusta Kediri Jawa Timur .................................................................................... 151
Pengaruh Family Psychoeducation Theraphy Terhadap Kemampuan Keluarga
Merawat Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Di Kota Samarinda
Kalimantan Timur ........................................................................................................ 152
Pengaruh Terapi Assertiveness training Terhadap Kemampuan Komunikasi
Asertif Mahasiswa Praktek Klinik Keperawatan kepada Perawat Ruangan
Rawat Inap RSUD Kabupaten Kebumen .................................................................... 153
Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Pelaksanaan
Kegiatan Community Mental Health Nursing (CMHN) di Kabupaten Aceh Besar
Kota Banda Aceh Tahun 2014 ..................................................................................... 154
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Stres Keluarga dalam
Merawat Klien Gangguan Jiwa Berat di Poli Jiwa RSUD Dr. H.
Soewondo Kendal ........................................................................................................ 155
Faktor sustainability yang berhubungan dengan implementasi Community
Mental Health Nursing (CMHN) di Jakarta Selatan dan Barat ................................... 156
Implementasi dan Kebelangsungan Kegiatan Model Praktek Keperawatan
Profesional Jiwa Oleh Perawat Pelaksana dan Top Manager Pada Klien Defisit
Perawatan Diri Di RS Jiwa........................................................................................... 157
Pengaruh Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap Dukungan Keluarga dan
Kepatuhan Minum Obat Pada Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di wilayah
Puskesmas Kalasan Yogyakarta ................................................................................... 158
Hubungan Kemampuan Kepala Ruang dan Ketua Tim dalam Penerapan Model
Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) Jiwa dengan Hasil Asuhan
Keperawatan pada Pasien Halusinasi ........................................................................... 159
Sustainability Implementasi Asuhan Keperawatan Klien isolasi Sosial Dalam
MPKP Jiwa oleh Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Jiwa .......................................... 160
Pengaruh Terapi Bermain : All Tangled Up Terhadap Kecemasan Anak
Usia Sekolah Selama Hospitalisasi Di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa
Propinsi Sulawesi Selatan ............................................................................................ 161
Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan
Kepuasan Pasien yang di rawat di RSUD dr. Rasidin Padang ..................................... 162
Pengaruh Terapi ACT terhadap peningkatan motivasi menjadi perawat dan
prestasi belajar pada mahasiswa tingkat I Akper Dharma Wacana Lampung ............ 163
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2015 .................................................... 164
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan pada Anak Usia Sekolah
yang dirawat di Kelas III Ruang Parikesit RSMM Bogor ............................................ 165
Studi Fenomenologi: Pengalaman kehilangan dan berduka pada ibu yang
mengalami kematian bayi di kecamatan Limo kota Depok ......................................... 166
Hubungan Bentuk Dukungan Psikososial dengan Resiliensi Pasca Bencana
Banjir Bandang............................................................................................................. 167
Pengalaman Keluarga Dalam Perencanaan Pemulangan Klien Skizofrenia Dari
Rumah Sakit Jiwa Ke Rumah....................................................................................... 168
Pengalaman depresi orang dewasa dengan HIV/AIDS dalam menjalani tahap
perkembangan psikososial ........................................................................................... 169
Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Perubahan Perilaku Merokok,
Ketergantungan Nikotin Dan Ansietas di Masyarakat Kecamatan Cigombong .......... 170
Pengaruh Terapi Kognitif serta Penerimaan dan Komitmen terhadap Ansietas, Depresi,
Berkomitmen Klien Tuberkulosis Kota Depok ............................................................ 171
Efektifitas terapi musik dan rational emotive cognitif behavior therapy (RECBT)
terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan ...................... 172
Hubungan Sumber Koping dengan Tingkat Stres Perawat dalam Merawat Klien
di Ruang Hemodialisis Bandung .................................................................................. 173
Pengaruh terapi individu Reminiscence terhadap depresi pada lansia di panti
sosial ................................................................................................................... 174
Faktor-faktor yang berhubungan dengan resiliensi dan kesejahteraan spiritual
para survivor erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang .......................................... 175
Fenomena konflik, ansietas, dan depresi pada klien kanker setelah didiagnosa
satu tahun dan mendapat terapi di rumah sakit umum ................................................. 176
Hubungan Sumber dan Bentuk Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan pada Ibu
Pekerja di Kabupaten Sidoarjo ..................................................................................... 177
Pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) Terhadap perubahan Acute Stress
Disorder (ASD) Paska Bencana Longsor .................................................................... 178
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Logo Terhadap Ansietas
Narapidana Akibat Ketidakefektifan Pola Seksual ...................................................... 179
Pengaruh Cognitive Behaviour Therapy dan Cognitive Behavioural Social Skills
Training terhadap Gejala Klien Halusinasi dan Isolasi Sosial di Rumah Sakit ........... 180
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation dan Cognitive Behavior Therapy
terhadap Ansietas Klien Hipertensi .............................................................................. 181
Peningkatan Kecerdasan Emosional Remaja melalui TKT Remaja di Kota
Depok ........................................................................................................................... 182

KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2016 .................................................... 183


Pengalaman Remaja Hidup Bersama Orang Tua dengan Gangguan Jiwa yang
Dipasung ...................................................................................................................... 184
Pengaruh Pelatihan Pengkajian berfokus pada Aspek Psikososial terhadap
Kompetensi (Pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan) Perawat dalam
Melakukan Pengkajian Komprehensif ......................................................................... 185
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Self-Efficacy Anak Usia
Sekolah dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami .............................. 186
Efektifitas Program Edukasi Pasien, Terapi Penerimaan Komitmen, Psiko
Edukasi Keluarga terhadap Insight, Tanda dan Gejala serta Kemampuan
Klien Mengontrol Perilaku Kekerasan ......................................................................... 187
Pengalaman Orang Tua Menggunakan Pola Asuh Otoriter dalam Mengasuh
Anak Usia Sekolah: Studi Fenomenologi .................................................................... 188
Studi Fenomenologi: Pengalaman Klien Perilaku Kekerasan yang pernah
dilakukan Pengikatan ................................................................................................... 189
Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Berkomunikasi dengan Anggota
Keluarga yang Mengalami Isolasi Sosial Paska Hospitalisasi ..................................... 190
Pengalaman Stres Keluarga dalam Menghadapi Anak Korban Kekerasan
Seksual ......................................................................................................................... 191
Pengalaman Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Paska Pasung
Melakukan Adaptasi Fungsi Sosial di Masyarakat ...................................................... 192
Pengaruh Terapi Penerimaan Komitmen dan Psiko Edukasi Keluarga
terhadap Penerimaan Diri dan Ansietas Klien Stroke di RSPON ................................ 193
Pengalaman Lansia tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) dalam
Menjalani Kehidupan Masa Tua Studi Fenomenologi ................................................. 194
Pengaruh Terapi Thought Stopping dan Terapi Suportif terhadap Potpartum
Blues dan Ansietas Ibu Postpartum dengan Bayi Prematur di Ruang Perina –
NICU ............................................................................................................................ 195
Pengaruh Terapi Logo, Terapi Penerimaan Komitmen dan Psiko Edukasi
Keluarga terhadap Stigma Diri dan Depresi pada Ibu Rumah Tangga dengan
HIV/AIDS .................................................................................................................... 196
Studi Fenomenologi: Pengalaman Hidup tentang Tahap Perkembangan Usia
Remaja pada Mantan Pengguna NAPZA ..................................................................... 197
Hubungan Koping dengan Kualitas Hidup Lansia di Hunian Relokasi Paska
Erupsi Merapi ............................................................................................................... 198
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Kemampuan Ibu,
Kemampuan Bayi dan Rasa Percaya Bayi ................................................................... 199
Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Pencapaian Identitas Diri
Remaja di Kabupaten Pekalongan ............................................................................... 200
KUMPULAN ABSTRAK KARYA ILMIAH AKHIR TAHUN 2009 .... 201
Penerapan Terapi Kelompok Suportif Pada Ibu Hamil Dengan Ansietas Melalui
Pendekatan Teori Mercer di RW 03 dan 04 Kelurahan Balumbang Jaya Bogor
Barat .......................................................................................................................... 202
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Keluarga Dengan Diagnosa
Keperawatan Ansietas di Ruang Anak Parikesit Rumah Sakir Marzoeki Mahdi
Bogor ......................................................................................................................... 203
Penerapan Terapi Psikoedukasi Keluarga Pada Usia Lanjut Dengan
KetidakberdayaaMelalui Pendekatan Teori Self Care Di RW 01, 02, dan 04
Kelurahan Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor ......................... 204
KUMPULAN ABSTRAK KARYA ILMIAH AKHIR TAHUN 2011 ................ 205
Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa Spesialis Jiwa pada Klien dengan Risiko
Perilaku Kekerasan di Ruang Kresna Pria Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi
Bogor ......................................................................................................................... 206
Application of Cognitive Therapy On Client Self Low Self Esteem By
Hildegard E.Theory Approach Psychodinamic Peplau Nursing In Space
Bratasena Hospital Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor ................................................... 207
Pemberdayaan Keluarga Melalui Psikoedukasi Menggunakan Pendekatan Model
Adaptasi Roy dan Perawatan Diri Orem pada klien Gangguan Jiwa di RW 01
Kelurahan Katulampa Kota Bogor ............................................................................ 208
Penerapan Terapi Social Skills Trainning (SST) Pada Klien Isolasi Sosial
Melalui Pendekatan Teori Peplau Dan Henderson Di Kelurahan Katulampa,
Bogor Timur .............................................................................................................. 209
Penerapan Terapi Kognitif Pada Klien Harga Diri Rendah Kronis Menggunakan
Pendekatan Teori Jhonson Di Ruang Antareja RS. Dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor 210
Manajemen Asuhan Keperawatan Potensial Pembentukan Identitas Diri Remaja
dengan Pendekatan Model Health Promotion di RW 07 Kelurahan Katulampa
Bogor Timur .............................................................................................................. 211
Asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien dengan risiko perilaku kekerasan
dengan penerapan asertiveness training dan thought stopping melalui pendekatan
model adaptasi Roy di RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor ................ 212
Penerapan Terapi Kognitif Pada Klien Harga Diri Rendah Kronis Menggunakan
Pendekatan Teori King Di Kelurahan Katulampa Bogor............................................213
Perawatan Lansia Dengan Pendekatan Model Health Belief Dan Adaptasi
Roy di RW 09 dan 10 Kelurahan Katulampa Bogor Timur ....................................... 214
Manajemen kasus klien Isolasi Sosial dengan menggunakan pendekatan Model
Adaptasi Roy dan Modeling Role Modeling di Ruang Gatot Kaca RS Dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor ............................................................................................. 215
Manajemen Kasus Anxietas Dengan Pendekatan Hubungan Interpersonal
Hildegard Peplau dan Adaptasi Roy di Ruang Perawatan Umum K RS PGI
Cikini ............................................................................................................................216
Penerapan Terapi Kognitif dan Logoterapi Pada Klien Harga Diri Rendah Kronis
Menggunakan Pendekatan Teori King Di RS Dr. H.Marzoeki Mahdi Bogor
...................................................................................................................... 217
Penerapan Terapi Social Skills Training Pada Klien Isolasi Sosial Dengan
Pendekatan Teori Hubungan Interpersonal Peplau di Rumah Sakit Marzoeki
Mahdi Bogor ............................................................................................................. 218
KUMPULAN ABSTRAK KARYA ILMIAH AKHIR TAHUN 2012 ................ 219
Efektifitas Terapi Kelompok Terapeutik Anak Usia Sekolah dan Psikoedukasi
Keluarga Terhadap Perkembangan anak Usia Sekolah di RW 03 dan RW 11
Kelurahan Baranangsiang Bogor Timur ................................................................... 220
Efektifitas Terapi Spesialis Pada Klien Gangguan Fisik yang Mengalami
Ansietas dan Gangguan Citra Tubuh di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan
Jakarta ....................................................................................................................... 221
Efektifitas Terapi Perilaku “Token Ekonomi” dan Psikoedukasi Keluarga
Terhadap Diagnosis Defisit Perawatan Diri dengan Pendekatan Model Self Care
di RW 08 dan RW 13 Kelurahan Baranangsiang Bogor Timur ................................ 222
Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Dengan Diagnosa Isolasi Sosial Dengan
Menggunakan Pendekatan Teori Transcultural Nursing Maddeleine Leininger Di
RW 05 dan RW 07 Baranangsiang Bogor ........................................................ 223
Manajemen Kasus Spesialis Jiwa Defisit Perawatan Diri pada Klien Gangguan
Jiwa di RW 02 dan RW 12 Kelurahan Baranang Siang Kecamatan Bogor Timur 224
Aplikasi Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa pada Pasien Harga Diri Rendah
Kronis dengan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart di Ruang Arimbi
RSMM Bogor ............................................................................................................ 225
Manajemen kasus spesialis pada klien ansietas dengan pendekatan model
hubungan interpersonal Peplau di ruang rawat Dahlia Bawah dan Anggrek
Bawah RSUP Persahabatan Jakarta 226
Manajemen Asuhan Keperawatan Ansietas pada Klien Hipertensi dengan
Pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart di RW 01 dan RW 14 Kelurahan
Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur 227
Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Skizofrenia Dengan Halusinasi
Menggunakan Pendekatan Konsepsual Model Interpersonal Peplau dan Model
Stres Adaptasi Stuart di Ruang Utari RS Dr.Marzoeki Mahdi Bogor ....................... 228
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Ketidakberdayaan
Akibat Penyakit Fisik dengan Menggunakan Model Hildegard E. Peplau di
RSUP Persahabatan Jakarta ...................................................................................... 229
Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada pasien harga diri rendah
situasional dengan pendekatan model adaptasi Roy di RSUP persahabatan
Jakarta ....................................................................................................................... 230
Manajemen Kasus Spesialis Pada lansia Dengan Depresi Menggunakan
Pendekatan Teori Adaptasi Roy di RW 04 dan 06 Kelurahan Baranangsiang
Bogor ......................................................................................................................... 231
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Harga Diri Rendah
Kronis dengan Menggunakan Pendekatan Model Adaptasi Roy di Ruang
Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor 232
Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Risiko Bunuh Diri dengan menggunakan
Pendekatan The Theory of Reason Action and Planned Behavior Perla Werner di
Ruang Gatotkaca RSMM Bogor .................................................. 233
Manajemen Asuhan Keperawatan Pasien dengan Regimen Terapeutik Inefektif
Menggunakan Model Transpersonal Caring Relationship: Jean Watson Di
Ruang Antareja RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor ................................................... 234
Penerapan Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Social Skills Training dan
Cognitive Behavior Therapy Pada Klien Isolasi Sosial Dengan Pendekatan
Model Hubungan Interpersonal Hildegard E.Peplau di Rumah Sakit. Dr.
Marzoeki Mahdi Bogor ........................................................................................................... 235
Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Risiko Perilaku
Kekerasan Dengan Pendekatan Model Adaptasi Roy Dan Interpersonal Peplau
Di Ruang Kresna Pria RSMM Bogor ..................................................................... 236
Manajemen Asuhan Keperawatan Ansietas pada klien Gangguan Fisik dengan Pemberian
Terapi Thought Stopping, Relaksasi Progresif dan Psikoedukasi di Rumah Sakit Umum
Pusat Persahabatan Jakarta ................................................... 237
Efektivitas Terapi Kelompok Terapeutik dan Psikoedukasi Keluarga Pada Anak dan
Orang Tua Terhadap Perkembangan Inisiatif Anak Usia Pra Sekolah di
Kelurahan Baranang Siang Bogor Timur Tahun 2012 ........................................... 238
Efektifitas Terapi Kognitif dan Logoterapi dalam Asuhan Keperawatan Klien HDR
Situasional dan Ketidakberdayaan Melalui Pendekatan Konsep Stres
Adaptasi Stuart di RSUP Persahabatan, Jakarta ..................................................... 239
KUMPULAN ABSTRAK KARYA ILMIAH AKHIR TAHUN 2013 ............ 240
Penerapan Terapi Terapi Social Skill Training dan Family Psychoeducation Terhadap
Diagnosis Isolasi Sosial Dengan Pendekatan Teori Stress Adaptasi Stuart dan Model
Sistem Neuman di Ruang Arimbi RSMM Bogor Tahun 2013 241
Pemberdayaan Keluarga Dan Kader Kesehatan Jiwa Dalam Penanganan Pasien Harga
Diri Rendah Kronik Dengan Pendekatan Model Precede Lawrence Green
Di Rw 06, 07 Dan 10 Tanah Baru Bogor Utara ....................................................................... 242
Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Skizofrenia Dengan Perilaku Isolasi Sosial
Menggunakan Pendekatan Model Interpersonal Peplau Dan Modeling And Role
modeling Erikson, Tomlin Dan Swain Di Ruang Bratasena RS Dr.
Marzoeki Mahdi Bogor ........................................................................................................... 243
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Risiko Perilaku Kekerasan
Menggunakan Pendekatan Johnson’s Behavioural System Model di Ruang Gatotkaca
Rumah Sakit Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor ............................... 244
Manajemen terapi keperawatan Cognitive behaviour therapy Menggunakan pendekatan
Stress Adaptation Stuart dan Theory of Human Caring Watson Di rumah sakit dr. H.
Marzoeki mahdi Bogor ................................................................... 245
Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien isolasi sosial yang diberikan Social
Skill Training menggunakan pendekatan Social Support Theory
di RSMM dan Kelurahan Tanah Baru Bogor ......................................................... 246
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Risiko Bunuh Diri dengan
Pendekatan Teori Chronic Sorrow di Ruang Utari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor ...... 247
Peningkatan perkembangan anak usia bayi untuk Meningkatkan rasa percaya diri melalui
pemberian Terapi Kelompok Terapeutik di RW 02, 03 dan RW11 Kelurahan Tanah Baru
Bogor Utara ........................................................................ 248
Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Halusinasi Di Ruang Sadewa Di RS
Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor .............................................................................. 249
Pemberdayaan Klien, Keluarga, dan Kader Kesehatan Jiwa Dalam Perawatan Isolasi
Sosial Di Masyarakat RW 01, 08, 09 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara 250

1
Penerapan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga pada klien harga diri rendah
di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor ............................................ 251
KUMPULAN ABSTRAK KARYA ILMIAH AKHIR TAHUN 2014 ............ 252
Penerapan Acceptance And Commitment Therapy, dan Cognitive Behavior Social Skills
Training Menggunakan Pendekatan Model Adaptasi Roy dan Model Tidal
Pada Klien Harga Diri Rendah Kronis dan Isolasi Sosial ........................................................ 253
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Risiko Perilaku Kekerasan
dengan Pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Model Adaptasi
Roy di Ruang Utari Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor ........................................... 254
Penerapan Cognitive Behaviour Therapy Dan Assertive Training Pada Klien Risiko
Perilaku Kekerasan Dengan Menggunakan Pendekatan Model Stuart Dan Adaptasi Roy
Diruang Gatot Kaca Rs.Dr.H Marzoeki Mahdi Bogor 255
Efek Terapi Perilaku, Terapi Kognitif Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga Pada Klien
Halusinasi Menggunakan Pendekatan Teori Berubah Kurt Lewin .......................................... 256
Manajemen Kasus Spesialis pada Klien Hipertensi dengan Ansietas
menggunakan Pendekatan Uncertainty In Illness dan Comfort Theory Di RW
01 Kelurahan Sukadamai ......................................................................................................... 257
Pelaksanaan Terapi Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Ansietas Pada Klien
Penyakit Kronik Dengan Pendekatan Model Konsep Adaptasi Roy ....................................... 258
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Menstimulasi Perkembangan
Anak Usia Toddler dengan Memberdayakan Ibu dan Kader Kesehatan Jiwa ....... 259
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Menstimulasi Perkembangan Remaja
dengan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Model Promosi Kesehatan .............. 260
Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Pasien Harga Diri Rendah menggunakan
teori Stuart Stress Adaptation Model dan teori of Human Caring
oleh Jean Watson di Ruang Antareja Rumah Sakit H. Marzoeki Mahdi Bogor .... 261
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Isolasi Sosial Menggunakan
Pendekatan Model dan Konsep Teori Hildegard Peplau dan Virginia Henderson di Ruang
Arimbi Rumah Sakit Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor 262
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Klien Dewasa Muda Dengan Diagnosis Harga Diri
Rendah Situasional Menggunakan Pendekatan Stuart Dan Model Adaptasi Roy Di RW 02
Kelurahan Sukadamai Kecamatan Tanah Sareal...................................................................... 263
Penerapan Latihan Keterampilan Sosial dan Psikoedukasi keluarga Pada Klien Isolasi
Sosial Menggunakan Pendekatan Modeling dan Role Modeling di Rumah
Sakit Jiwa ................................................................................................................................. 264
Manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada lansia demensia dengan
konfusi kronis menggunakan pendekatan Model Adaptasi Roy di Ruang Saraswati
Rumah Sakit DR.H. Marzoeki Mahdi Bogor ......................................... 265
Penerapan Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Terapi Suportif Pada Klien Hipertensi Dengan
Ansietas Menggunakan Pendekatan Social Support Theory................................................... 266
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Klien Risiko Perilaku Kekerasan dengan
Pendekatan Model Adaptasi Roy dan Johnson’s Behavioral System
Model di Unit Intensive Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor .............................................. 267
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik lansia dan Life Review dalam pencapaian
Tugas perkembangan Lansia dengan menggunakan Model Stres adaptasi dan Teori Transisi
Di RW 04 dan 05 Kelurahan Sukadamai Kecamatan Tanah Sareal Bogor ..........................268
Efek Logoterapi dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap ketidakberdayaan Klien Penyakit
Kronis Di Rumah Sakit Umum .............................................................................................. 269
Dampak pemberian Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), Social Skill Training
(SST), Family Psychoeducation (FPE) dan Pemberdayaan kader kesehatan jiwa terhadap
klien isolasi sosial di komunitas melalui pendekatan Community as Partner Model 270
Efektivitas Terapi Kelompok Terapeutik Pra Sekolah Terhadap Perkembangan Inisiatif Anak
1
Usia Pra Sekolah di Rw 06 Kelurahan Suka Damai Tanah Sareal Bogor ..................................271
KUMPULAN ABSTRAK KARYA ILMIAH AKHIR TAHUN 2015 ............................ 272
Penerapan Terapi Keperawatan Jiwa Individu dan Kelompok Untuk Ansietas Pada Klien
Hipertensi Dengan Menggunakan Pendekatan Keperawatan Transkultural di Kota Bogor........... 273
Penerapan terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan dan tanda
gejala pada klien harga diri rendah kronik dengan menggunakan pendekatan teori adaptasi
roy di rumah sakit jiwa ................................................................................................................. 274
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada klien Ketidakberdayaan dengan Penyakit
Gagal Ginjal Kronis menggunakan Pendekatan Chronic Sorrow theory di Ruang Bisma Rumah
sakit Maezoeki Mahdi Bogor ....................................................................................................... 275
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Kanak-kanak dan Psikoedukasi Keluarga pada Anak dan
Orangtua Terhadap Perkembangan Otonomi Di Kecamatan Bogor Tengah ............................... 276
Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Isolasi Sosial dan Risiko perilaku
Kekerasan Menggunakan Pendekatan Hubungan Interpersonal Peplau dan Stuart di Ruang
Gatotkaca RSMM......................................................................................................................... 277
Penerapan Terapi Latihan Asertif Dan Psikoedukasi Keluarga pada Klien Dengan Risiko Perilaku
Kekerasan Di RSJ Bogor ............................................................................................................. 278
Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa pada Keluarga dengan Koping Tidak Efektif
Menggunakan Modifikasi Model Adaptasi Roy dan Kebutuhan Dasar Henderson di RSMM
Bogor ........................................................................................................................................... 279
Penerapan Terapi Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga pada Klien Defisit Perawatan Diri
Dengan Pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Model Adaptasi Roy di Rumah Sakit Jiwa
.......................................................................................................................................................280
Family empowerment dalam manajemen kasus spesialis isolasi social dan harga diri rendah
menggunakan pendekatan teori Peplau, Henderson dan King di Rw
12 Kelurahan Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor ........................ 281
Penerapan Terapi Perilaku Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien dengan Halusinasi dan
Risiko Perilaku Kekerasan Menggunakan Pendekatan Teori Johnson dan Teori Lewin 282
Asuhan Keperawatan spesialis jiwa Pada Klien Dengan Isolasi Sosial melalui pendekatan
Teori Model Adaptasi Stuart di Ruang Antareja Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor 283
Penerapan Terapi Generalis, Terapi Kognitif dan Terapi Reminiscence terhadap
Ketidakberdayaan pada Orang Lanjut Usia menggunakan Model Stres Adaptasi Stuart dan
Model Interpersonal Peplau di Kota Bogor
Penerapan terapi generalis dan spesialis (penghentian pikiran, relaksasi otot progresif, dan
psikoedukasi keluarga) pada klien ansietas dengan penyakit fisik
di rumah sakit umum .............................................................................................. 285
Penerapan Assertiveness Training dan Terapi Kelompok Suportif Menggunakan Teori Stres
Adaptasi Stuart dan Teori Adaptasi Roy di Ruang Dewi Amba,
RSMM Bogor ......................................................................................................... 286
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Klien Risiko Perilaku Kekerasan
Dengan Pendekatan Teori Interpersonal Peplau Dan Stress Adaptasi Stuart di Ruang Kresna
Pria RSMM Bogor 287
Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Ansietas dengan Gangguan
Fisik Menggunakan Pendekatan Teori Self Care Orem dan Teori Adaptasi Stuart di RW 10
Kelurahan Ciwaringin Bogor Tengah .......................... 288
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Klien Isolasi Sosial dengan Pendekatan
Model Teori Hubungan Interpersonal Peplau dan Model Stres Adaptasi Stuart di RS Jiwa
Bogor .......................................................................... 289
Penatalaksanaan asuhan Keperawatan Jiwa pada Klien Harga Diri Rendah dan Resiko
Perilaku Kekerasan dengan Pendekatan Model Adaptasi di Ruang Sadewa RSMM
Bogor ........................................................................................... 290
Penerapan Terapi Penghentian Pikiran, Relaksasi Otot Progressif, dan
Psikoedukasi Keluarga Terhadap Klien Ansietas dengan Pendekatan Model Stress
Adaptasi Stuart dan Interpersonal Peplau Di Kota Bogor 291
Penerapan Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Kelompok Terapeutik Remaja, Latihan
1
Asertif dan Psikoedukasi Keluarga untuk Perkembangan Identitas Diri Remaja
Menggunakan Pendekatan Teori Stuart dan King Di RW 01 dan RW 09 Kelurahan Ciwaringin300

Kumpulan Abstrak KIA 2016 302


Penerapan Terapi Penerimaan dan Komitmen Terhadap Ketidakpatuhan Minum Obat Klien
Dengan Pendekatan Teori Keperawatan Hildegard Peplau dan Gail W. Stuart di Ruang Dewi
Amba Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor 303
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Peningkatan Pencapaian Tugas Perkembangan
Industri pada Anak Usia Sekolah menggunakan pendekatan Model Konseptual Hildegard
Peplau dan Erickson di RW 06 Kelurahan Kebon Kalapa Bogor Tengah 304
Efektifitas Terapi Kognitif, Psikoedukasi Keluarga Dan Terapi Kelompok Suportif Pada Klien
Dengan Ketidakberdayaan Melalui Pendekatan Model Transisional Meleis 305
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Isolasi Sosial dengan Pendekatan
Teori Hildegard E. Peplau dan Virginia Henderson di Ruang Utari Rumah Sakit Dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor 306
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatakan Stimulasi Perkembangan Anak Usia
Sekolah melalui Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dengan pendekatan Model Adaptasi
Stres stuart dan Community as Partner Model 307
Penerapan terapi kognitif perilaku dan terapi asertif terhadap klien risiko perilaku kekerasan di
ruang akut rumah sakit jiwa 308
Efektifitas Terapi Penghentian Pikiran, Relaksasi Otot Progresive dan Psikoedukasi Keluarga Pada
Klien Nyeri dan Ansietas Di Rumah Sakit Umum 309
Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Klien dengan Diagnosis Harga
Diri Rendah Kronis dengan Pendekatan Teori Caring: Jean Watson 310
Penerapan Terapi Penghentian Pikiran, Relaksasi Otot Progresif, Terapi Kognitif dan
Psikoedukasi Keluarga pada Klien Ansietas dengan Penyakit Fisik melalui Pendekatan Teori
Adaptasi Roy di Rumah Sakit Umum 311
Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif, Penghentian Pikiran, Psikoedukasi Keluarga dan
Terapi Suportif Pada Klien Hipertensi yang Mengalami Ansietas di Masyarakat312
Manajemen asuhan keperawatan spesialis pada klien dengan diagnosis ansietas dan
gangguan citra tubuh di unit umum dengan menggunakan pendekatan model Perilaku
Johnson dan Adaptasi Roy 313
Penerapan Terapi Penerimaan dan Komitmen pada Klien Halusinasi dan Harga Diri Rendah
Kronis dengan Pendekatan Model Adaptasi Roy dan Stres Adaptasi Stuart di Ruang Yudistira
RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor 314
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Lansia dan Reminisence Untuk Mencapai Integritas
Diri Pada Lansia Menggunakan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Model Adaptasi
Roy 315
Pemberian Asuhan Keperawatan Spesialis pada Klien dengan Isolasi Sosial dalam
Menurunkan Gejala dan Meningkatkan Kemampuan Melalui Pendekatan Model Konsep
Hildegard E. Peplau dan Konsep Stress Adaptasi Stuart Di RSMM Bogor 316
Peningkatan Perkembangan Anak Usia Sekolah melalui Terapi Kelompok Terapeutik dengan
Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Health Promotion Model di RW 07 Kelurahan
Kebon Kalapa, Bogor Tengah 317
Efektifitas terapi penghentian pikiran dan terapi kognitif pada klien ansietas menggunakan
pendekatan model teori adaptasi Roy 318
Pemberdayaan masyarakat dalam perkembangan identitas diri remaja dengan pendekatan
model Adaptasi Stres dan Health Promotions Model di komunitas 319

Kumpulan Abstrak Tesis Tahun 2017


Pengalaman Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) paska pasung melakukan
rehabilitasi psikososial 320

1
Pengalaman Keluarga dan Perawat dalam Deteksi Dini Klien Psikotik Fase
Awal (Early Psychosis) 321
Hubungan Penerimaan Diri dengan Tingkat Ansietas di Wilayah Bencana Banjir 322
Analisis Faktor-faktor Kesiapsiagaan Yang Berhubungan dengan Tingkat
Ansietas Kepala Keluarga Dalam Menghadapi Banjir 323
Studi Kasus Penanganan ODGJ Paska Pasung di Ruang Perawatan 324
Hubungan Antara Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan,
Tingkat Stres, Dan Strategi Koping Keluarga (Primary Caregiver)
Yang Anggota Keluarganya Dirawat Di IGD 325
Pengaruh Terapi Kognitif Dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Citra Tubuh
Dan Harga Diri Klien Ulkus Diabetik 326
Pengaruh terapi kognitif perilaku, penghentian pikiran, dan psikoedukasi keluarga
terhadap ansietas dan depresi klien diabetes melitus di Rumah Sakit Umum
Pringsewu Lampung 327
Pengaruh Terapi Gestalt Terhadap Harga Diri Remaja Korban Bullying Di
Sekolah Menengah Pertama 328
Koping Dengan Tingkat Ansietas Pada Lansia Yang Tinggal Diwilayah Rawan
Bencana Longsor Kabupaten Bandung 329
Hubungan antara Karakteristik, Tingkat Kecemasan dan Ketergantungan
dengan Penerimaan Diri Pasien Keterbatasan Gerak Akibat Stroke di RSUD Kota
Jakarta Utara 330
Studi Fenomenologi: Pengalaman Pencarian Tujuan Hidup dan Resiliensi Diri
Perempuan Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Semarang 331
Pengaruh Terapi Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Prodroma Early
Psychosis, Ansietas dan Harga Diri Remaja di Panti Asuhan 332
Pengalaman Beradaptasi terhadap Perubahan Remaja di Lembaga Pembinaan
Khusus Klas II A 333
Hubungan Psychological Capital dengan Ansietas pada Korban Kebakaran
Pasar di wilayah Jakarta Pusat 334
Pengalaman Perempuan yang Mengalami KDRT di Maluku 335
Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Mengungkapkan Ekspresi
Emosi dalam Merawat Klien Risiko Perilaku Kekerasan 336
Pengaruh Terapi Latihan Asertif dan Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap
Penggunaan NAPZA, Ansietas, Harga Diri dan Ketahanan Remaja dalam
Pencegahan Penggunaan NAPZA di Pondok Pesantren 337
Makna Hidup Remaja Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) 338
Pengalaman Kekerasan yang Dilakukan oleh Keluarga terhadap Orang dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) Pascarawat 339
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku dan Terapi Psikoedukasi Keluarga
Terhadap Penggunaan NAPZA, Ansietas dan Harga Diri Narapidana Remaja di
Lembaga Pemasyarakatan Narkotika 340
Motivasi Perubahan Orientasi Seksual Pada Homoseksual ke Heteroseksual 341
Pengaruh Terapi Self Help Group Terhadap Tingkat Ansietas Pasien Gagal
Ginjal Kronis (GGK) di Unit Hemodialisis RSUD Kota Cirebon 342
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku dan Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap
Prodroma Early Psychosis, Ansietas dan Harga Diri Remaja di Pondok Pesantren 343
Pengaruh Latihan Keterampilan Koping dan Pendidikan Kesehatan Keluarga
Terhadap Penggunaan NAPZA, Ansietas, Harga Diri, dan Ketahanan Remaja
dalam Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA di Sekolah Menengah Pertama 344

1
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku Kelompok dan Psikoedukasi Keluarga
Terhadap Prodroma Early Psychosis, Ansietas dan Harga Diri Remaja
di Sekolah Menengah Pertama 345
Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Merawat Klien dengan Risiko Bunuh
Diri 346
Studi Fenomenologi: Dukungan Keluarga pada Remaja Korban Bullying 347
Pengalaman Keluarga Mendampingi Remaja Dalam Pencapaian Tugas
Perkembangan Identitas Diri Di Lingkungan Eks Lokalisasi 348
Studi Fenomenologi: Pengalaman Ibu Merawat Remaja Pengguna NAPZA
Stimulan dan Halusinogen 349
Pengalaman Keluarga Mendampingi Penyalahguna Napza Usia Dewasa
Muda dalam Pencapian Tugas Perkembangan Intimasi 350
Studi Kualitatif: Harga Diri Kaum Gay Dengan HIV/ AIDS Dalam Melakukan
Adaptasi Sosial 351
Pengalaman Keluarga Mendampingi Pencapaian Perkembangan Lanjut Usia
Pasca Stroke 352

Abstrak KIA 2017


Kombinasi Acceptance Commitment Therapy (ACT) Dan Family
Psychoeducation (FPE): Case Series Pada Klien Dengan Risiko Perilaku Kekerasan 353
Perawatan Ansietas pada Pasien Gangguan Fisik Menggunakan Pendekatan
Model Adaptasi Stres Stuart di RW 11 dan 13 Kelurahan Ciparigi Bogor Utara 354
Asuhan Keperawatan pada Klien Halusinasi dan Harga Diri Rendah
dengan Terapi Kognitif Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga 355
Perubahan Tanda Gejala Dan Kemampuan Klien Isolasi Sosial Setelah
Latihan Keterampilan Sosial dan Psikoedukasi Keluarga (Laporan Kasus) 356
Asuhan Keperawatan Ansietas dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Thought
Stoping, Psikoedukasi Kelurga dan Terapi Suportif. 357
Asuhan Keperawatan Ketidakberdayaan Dan Keputusasaan Pada Lansia
Depresi Dengan Terapi Kognitif, Logoterapi Dan Psikoedukasi Keluarga 358
Penerapan Terapi Kognitif Perilaku dan Terapi Kelompok Swabantu pada
Ansietas Remaja Adiksi Pornografi dengan Pendekatan Teori Sistem
Neuman di RW 03 Kelurahan Ciparigi Kecamatan Bogor Utara 359
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Terhadap Perkembangan Inisiatif Anak
Prasekolah Dengan Pendekatan Community As Partner Model 360
Asuhan Keperawatan Harga Diri Rendah pada Remaja dengan Terapi Kognitif
Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga 361
Asuhan Keperawatan Ansietas dan Gangguan Citra Tubuh dengan
Acceptance and Commitment Therapy aan Psikoedukasi Keluarga 362
Perubahan Tanda, Gejala Dan Kemampuan Mengatasi Ketidakberdayaan
Klien Diabetes Melitus Setelah Penerapan Acceptance Comitment Theraphy
Dan Logo Theraphy: Studi Kasus 363
Perubahan Tanda Gejala dan Kemampuan Pasien Harga Diri Rendah Kronis
Setelah dilakukan Latihan Terapi kognitif dan Psikoedukasi Keluarga 364
Perubahan Tanda Gejala dan Kemampuan Pasien Ansietas setelah Latihan
Penghentian Pikiran dan Psikoedukasi Keluarga 365
Efektifitas Terapi Latihan Keterampilan Sosial, Psikoedukasi Keluarga
dan Kelompok Swabantu Pada Klien Isolasi Sosial dengan Pendekatan Teori King 366

1
Perubahan Tanda, Gejala dan Kemampuan Pasien dengan Risiko
Perilaku Kekerasan Setelah Mendapatkan Latihan Asertif dan Psikoedukasi
Keluarga dengan Pendekatan Teori Roy 367
Perubahan Tanda Gejala Dan Kemampuan Pasien Halusinasi Dan Risiko
Perilaku Kekerasan Yang Mendapatkan Terapi Kognitif Perilaku Dan
Mendapatkan Latihan Asertif 368
Perubahan Tanda Gejala Dan Kemampuan Pasien Harga Diri Rendah Dan
Risiko Perilaku Kekerasan Yang Mendapatkan Terapi Kognitif Perilaku
Dan Latihan Asertif 369

1
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2007

1
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2007

Antonius Gaharpung, Achir Yani S. Hamid, Wiwin Wiarsih

Studi Fenomenologi Tentang Respon Psikososial Kehilangan Dan Berkabung Pada


Individu Yang Mengalami Gempa Bumi Dan Tsunami Di Pangandaran Kabupaten
Ciamis

Abstrak
Setiap bencana gempa bumi dan Tsunami selalu menelan korban jiwa terbanyak sehingga
berimplikasi terhadap meluasnya masalah gangguan psikososial. Sementara belum ada
penelitian yang spesifik tentang dampak psikososial yang dialami survivor akibat gempa
bumi dan Tsunami di Pangandaran 17 Juli 2006. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Tujuan
penelitian ini untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kehilangan dan respon psikososial
survivor yang mengalami kehilangan dan berkabung. Jumlah informan yang berpartisipasi
dalam penelitian ini sampai dengan terjadi saturasi data sebanyak 7 orang. Prosedur sampling
yang digunakan adalah purposive sampling dengan teknik snowball sampling yang
dimodifikasi. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah Colaizi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kehilangan yang dialami survivor teridentifikasi dalam 2
tema, yaitu kehilangan aktual dan kehilangan yang dipersepsikan. Sedangkan respons
psikososial survivor yang mengalami kehilangan dan berkabung teridentifikasi dalam 7 tema,
yaitu respon psikologis, respon sosial, dampak respons, konsep diri, mekanisme koping,
sistem dukungan dan respon setelah kehilangan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
respon psikososial survivor yang mengalami kehilangan dan berkabung dapat mencapai tahap
menerima dengan ikhlas dan konsep diri serta penggunaan koping yang konstruktif didasari
oleh kepasrahan pada keyakinan religiusitas yang tinggi dan sistem dukungan yang baik.
Proses berduka pada situasi disaster gempa bumi dan Tsunami mempunyai karakteristik
tersendiri yang terdiri dari 7 fase, yaitu fase panik, syok, depresi, marah, tawar menawar,
menerima dan denial terhadap tempat kejadian kematian. Kehilangan karena kematian jauh
lebih bermakna dibandingkan dengan kehilangan karena cacad tubuh. Kedua tipe kehilangan,
baik aktual maupun yang dipersepsikan tidak dapat diantisipasi. Rekomendasi penelitian
yaitu sebaiknya penelitian ini dilanjutkan pada saat segera setelah terjadi gempa bumi dan
Tsunami yang lain dengan mengamati secara obyektif respon perilaku berduka melalui desain
etnografi untuk memastikan siklus/fase-fase proses berduka yang sebenarnya.

Kata kunci: Fenomenologi, kehilangan dan berkabung, Tsunami

2
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2007

Atih Rahayuningsih, Achir Yani S. Hamid, Sigit Mulyono

Pengaruh terapi kognitif terhadap tingkat harga diri dan kemandirian klien dengan
kanker payudara

Abstrak
Harga diri adalah bagian dari konsep diri yang dapat mengalami gangguan karena kondisi
sakit menjadi harga diri rendah akibat perubahan citra tubuh contohnya pada klien kanker
payudara. Selain itu, klien kanker payudara juga berisiko untuk mengalami perubahan
kemandirian, baik secara kognitif, afektif maupun perilaku. Terapi kognitif adalah psikoterapi
untuk membantu mengubah pola pikir yang selanjutnya akan mengubah tingkat harga diri
dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap
tingkat harga diri dan kemandirian klien dengan kanker payudara. Desain penelitian yang
digunakan quasi experiment dengan pre – post test tanpa control group. Populasi penelitian
ini adalah klien kanker payudara di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Besar sampel
penelitian ini adalah 29 responden yang diambil secara convinient sampling. Analisis
univariat digunakan untuk mengetahui karakteristik responden, sementara analisis bivariat
dengan uji t dependen digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai harga diri dan
kemandirian sebelum dan sesudah dilakukan terapi kognitif, untuk mengetahui hubungan
antara harga diri dan kemandirian pada klien kanker sebelum dan sesudah terapi kognitif
dilakukan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat
bermakna pada harga diri sebelum dan sesudah dilakukan terapi kognitif (p=0,000).
Demikian juga pada kemandirian kognitif terdapat perbedaan yang sangat bermakna sebelum
dan sesudah dilakukan terapi kognitif (p=0,000). Kemandirian fisik tidak ada perubahan
sebelum dan sesudah dilakukan terapi kognitif sehingga tidak dapat dilakukan analisis uji t
dependen. Untuk hubungan antara harga diri dan kemandirian didapatkan hubungan yang
lemah (r < 0,25). Kesimpulannya adalah terapi kognitif memberi pengaruh terhadap
perubahan harga diri dan kemandirian kognitif, tetapi hubungan antara harga diri dan
kemandirian bersifat lemah. Rekomendasi yang diberikan dari hasil peneliltian ini untuk
pelayanan adalah pedoman terapi kognitif digunakan dalam mengatasi harga diri rendah,
rujukan tindakan keperawatan dari perawat umum ke perawat spesialis, terapi kognitif
sebagai upaya pencegahan kesehatan jiwa, meningkatkan psikososial di rumah sakit umum.
Terapi kognitif kajian baru dalam keperawatan jiwa di Indonesia, organisasi profesi PPNI
dapat mengintegrasikannya pada program pendidikan berkelanjutan serta jenjang karir
perawat. Penelitian selanjutnya agar memperhatikan sampel, waktu intervensi dan
pengembangan metodologi penelitian.

Kata kunci: Harga diri, kemandirian, terapi kognitif, kanker payudara

3
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, 30 Juni 2007

Daryanto, Achir Yani S. Hamid, Sigit Mulyono.

Hubungan Karakteristik Klien, Keluarga Dan Stigma Dengan Dukungan Keluarga


Pada Klien Dengan Harga Diri Rendah.

Abstrak
Dukungan keluarga merupakan salah satu sumber sistem pendukung yang penting bagi klien
yang mengalami harga diri rendah. Klien mengalami kurang percaya diri, merasa bersalah
berlebihan, gangguan perilaku dan hubungan sosial, dan kebersihan diri kurang. Masalah
yang dialami berlangsung lama. Kaluarga mengalami keterbatasan seperti pendidikan dan
pengetahuan rendah, kesulitan ekonomi, jumlah keluarga yang besar tetapi diharapkan dapat
memberi dukungan. Klien menerima perlakuan yang tidak sesuai seperti dikucilkan, dibatasi
dalam pergaulan,. Klien merasa sedih, tidak diperhatikan, jarang dikunjungi keluarga.
Masalah adalah belum diketahui hubungan karakteristik klien, keluarga dan stigma dengan
dukungan keluarga pada klien harga diri rendah. Tujuan penelitian mengidentifikasi
hubungan karakteristik klien, keluarga dan stigma dengan dukungan keluarga pada klien
harga diri rendah. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan
cross sectional, bertempat di RSJ Daerah Provinsi Jambi dari 30 April sampai 30 Mei 2007.
Purposif sampling digunakan untuk memilih subjek yang dirawat dan pengunjung poliklinik
jiwa sesuai kriteria inklusi dengan jumlah sampel 80 klien dan 80 keluarga dengan total
subjek 160 orang. Semua instrumen valid dengan r>0,361 dan hasil uji reliabilitas self esteem
inventory dengan alfa chronbach r=0.931>0.361, pengetahuan (r=0,843), stigma (r=0,889),
dukungan (r=0,939). Hasil diketahui adanya hubungan bermakna usia (PV 0.004), stigma
(PV 0,011) dengan dukungan emosional. Ada hubungan bermakna usia (PV 0,017),
pendidikan (0,010), dan stigma (PV 0,002) dengan dukungan informasi. Ada hubungan
bermakna pendidikan dengan dukungan instrumen (PV 0,008). Ada hubungan bermakna
pengetahuan (Pv 0,049) dan stigma (PV 0,019) dengan dukungan penghargaan.
Rekomendasi: Direktur RSJ Daerah Jambi diharapkan memfasilitasi pelatihan peran
dukungan keluarga dalam perawatan. Bagian jiwa masyarakat RSJ Daerah Jambi
menyebarluaskan informasi tentang stigma pada masyarakat, pembentukan self helf group
bagi keluarga. Perlu diteliti lebih lanjut tentang pengaruh pelatihan pada dukungan keluarga,
dukungan perawat dan stigma sosial pada klien harga diri rendah.

Kata kunci: Karakteristik klien dan keluarga, stigma, dukungan keluarga, harga diri rendah

4
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2007

Heppi Sasmita, Budi Anna Keliat, Budiharto.

Efektifitas Cognitive Behaviour Therapy Pada Klien Harga Diri Rendah Di Rumah Sakit
Marzoeki Mahdi Bogor Tahun 2007.

Abstrak
Di Indonesia diperkirakan 1% - 2% penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa terkena
gangguan jiwa. Survei tentang penderita gangguan jiwa tercatat 44,6 per 1.000 penduduk
menderita gangguan jiwa berat seperti skizofrenia. Seseorang yang mengalami skizoprenia
sering diawali dengan masalah harga diri rendah dengan gejala konsentrasi dan perhatian
kurang, kepercayaan diri kurang, rasa bersalah, tidak berguna, pandangan masa depan yang
suram, dan pesimistis. Salah satu terapi yang dilakukan untuk meningkatkan kognitif dan
perilaku klien adalah cognitive behaviour therapy (CBT). Tujuan penelitian: menilai
efektivitas cognitive behaviour therapy untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan
perilaku klien harga diri rendah. Metode penelitian: quasi eksperimen dengan penerapan
cognitive behaviour therapy dengan pendekatan pre-post test. Analisis yang digunakan
dependent dan independent sample t-Test, regresi linier sederhana, chi-square dan Anova.
Penelitian dilakukan di RSMM Bogor terhadap 58 klien yaitu 29 orang kelompok intervensi
dan 29 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan cognitive behaviour therapy
meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku klien skizoprenia dengan harga diri rendah
secara bermakna (p value < 0,05). Efektifitas cognitive behaviour therapy meningkatkan
kemampuan kognitif sebesar 29,31% dan kemampuan perilaku sebesar 22,4%. Kemampuan
kognitif dan perilaku lebih tinggi secara bermakna pada klien yang mendapatkan cognitive
behaviour therapy dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan. Rekomendasi hasil
penelitian cognitive behaviour therapy dijadikan salah satu terapi spesialis pada klien
skizoprenia dengan masalah harga diri rendah.

Kata kunci: Kognitif dan perilaku, harga diri rendah, cognitive behaviour therapy

5
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2007

Linda Dwi Novial Fitri, Budi Anna Keliat,Mustikasari.

Hubungan Pelayanan Community Mental Health Nursing (CMHN) dengan Tingkat


Kemandirian Pasien Gangguan Jiwa di Kabupaten Bireuen Aceh.

Abstrak
Gangguan jiwa merupakan suatu bentuk perubahan yang meliputi pikiran, perasaan, dan
perilaku seseorang disebabkan oleh berbagai faktor. Perubahan tersebut dimanifestasikan
dalam bentuk perubahan fungsi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Pelayanan keperawatan kesehatan jiwa di komunitas (CMHN) merupakan program pelayanan
primer yang memberikan pelayanan keperawatan secara langsung pada pasien dan
keluarganya untuk peningkatan kemampuan fungsi pasien sehari-hari. CMHN telah
dikembangkan di Aceh terutama di Kabupaten Bireuen selama 2 tahun. Tujuan penelitian
untuk mengetahui hubungan pelayanan CMHN dengan tingkat kemandirian pasien gangguan
jiwa di kabupaten Bireuen Aceh. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional pada
populasi 971 pasien dan sampel sebanyak 179 pasien yang diperoleh dari 3 Puskesmas yaitu
Jangka, Juli dan Peusangan dengan tehnik cluster sampling. Analisa statistik menggunakan
multivariat regresi logistik berganda model prediksi. Hasil penelitian diperoleh tingkat
kemandirian pasien dengan self care adalah aktivitas sehari-hari 102 pasien (57%), aktivitas
sosial 95 pasien (53%), pengobatan 109 pasien (60,9%); tingkatan total care adalah cara
mengatasi masalah 80 pasien (44,7%), dan diperoleh faktor yang paling dominan
berhubungan dengan tingkat kemandirian pasien adalah pendidikan pasien dan tempat
berobat pasien dengan p value=0,036. Pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi
dilakukan untuk mengkaji lebih dalam mengenai pengalaman pasien gangguan jiwa yang
telah mencapai kemandirian.Wawancara dilakukan pada 5 orang partisipan yang berasal dari
Puskesmas Jangka. Hasil kualitatif diperoleh dua tema yang berhubungan dengan tingkat
kemandirian pasien yaitu faktor internal (harapan untuk sembuh, makna kesembuhan,
manfaat adanya kegiatan, sistem keyakinan) dan faktor eksternal (dukungan emosional,
dukungan sosial, pengobatan). Rekomendasi hasil penelitian: Puskesmas terus melanjutkan
pelayanan CMHN untuk meningkatkan kemandirian pasien.

Kata kunci: Gangguan jiwa, CMHN, tingkat kemandirian

6
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2007

Metty Widiastuti, Budi Anna Keliat, Budiharto.

Pengaruh Terapi Keluarga Triangles Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam Merawat


Anggota Keluarga Yang Mengalami Gangguan Jiwa Di RSJ Bandung Tahun 2007

Abstrak
Di Indonesia diperkirakan 1% - 2% penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa
mengalami masalah kesehatan jiwa. Gangguan jiwa tidak langsung berdampak terhadap
kematian, tetapi akan menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi individu dan keluarga
seperti timbulnya masalah finansial, ketakutan, perasaan bersalah, rasa malu, gangguan
aktivitas sehari-hari, gangguan hubungan sosial dan gangguan fisik. Kemampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa perlu memadia, salah satu caranya
adalah terapi keluarga triangles. Terapi keluarga triangles adalah terapi keluarga yang
dilakukan dengan melibatkan keluarga, klien dan petugas kesehatan untuk menyelesaikan
masalah keluarga. Tujuan penelitian: menjelaskan pengaruh terapi triangles terhadap
kemampuan pengetahuan dan psikomotor keluarga dalam merawat anggota keluarga yang
mengalami gangguan jiwa. Metode penelitian: quasi eksperimen dengan penerapan terapi
triangles. Analisis yang digunakan dependen dan independent sample t-Test, dan chi-square.
Penelitian dilakukan di RSJ Bandung terhadap 48 klien yaitu 24 orang mendapat terapi
keluarga triangles dan 24 orang tidak mendapat terapi keluarga triangles. Hasil penelitian
ditemukan bahwa terapi triangles meningkatkan kemampuan pengetahuan dan psikomotor
keluarga secara bermakna. Kemampuan pengetahuan dan psikomotor keluarga yang
mendapat terapi keluarga triangles lebih tinggi secara bermakna daripada keluarga yang tidak
mendapatkan terapi keluarga triangles. Rekomendasi hasil penelitian terapi keluarga
triangles dijadikan salah satu terapi spesialis pada keluarga yang mempunyai anggota
keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Kata Kunci : Pengetahuan dan Psikomotor, gangguan jiwa, terapi keluarga triangles

7
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, 29 Juni 2007

Muhammad Syafwani, Achir Yani S. Hamid, Budiharto.

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Beban Keluarga Dalam Merawat Klien
Dengan Perilaku Menarik Diri

Abstrak
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.
Tujuannya untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan
beban keluarga dalam merawat klien dengan perilaku menarik diri. Populasinya adalah
seluruh keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan perilaku menarik diri di
Poliklinik Rumah Sakit Dr. H.M. Ansari Saleh Banjarmasin. Jumlah sampel dalam penelitian
ini adalah 80 responden yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pada
analisis bivariat, untuk menguji masing-masing variabel dependen (beban ekonomi, beban
perawatan dan beban psikososial) dengan masing-masing variabel independen karakteristik
klien (tingkat ketergantungan klien, frekuensi kambuh dan lama klien menarik diri) dan
karakteristik keluarga (penghasilan keluarga, pengetahuan keluarga, nilai keluarga dan
dukungan sosial) digunakan uji regresi linier sederhana. Sedangkan untuk menguji masing-
masing variabel dependen (beban ekonomi, beban perawatan dan beban psikososial) dengan
variabel independen karakterisitik keluarga (pendidikan keluarga) digunakan uji T
independen. Analisis multivariat menggunakan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pengetahuan keluarga berhubungan secara signifikan dengan beban
perawatan (p=0,001) dan pengetahuan keluarga juga berhubungan secara signifikan dengan
beban psikososial (p=0,007). Nilai keluarga secara signifikan berhubungan dengan beban
perawatan (p=0,000) dan nilai keluarga juga berhubungan secara signifikan dengan beban
psikososial (p=0,000). Ada perbedaan yang signifikan rata-rata beban perawatan antara
keluarga yang berpendidikan rendah dengan keluarga yang berpendidikan tinggi (p=0,004)
dan juga ada perbedaan yang signifikan rata-rata beban psikososial antara keluarga yang
berpendidikan rendah dengan keluarga yang berpendidikan tinggi (p=0,002). Kesimpulannya
adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan beban perawatan dan beban psikososial
adalah pengetahuan keluarga, pendidikan keluarga dan nilai keluarga. Faktor yang paling
berhubungan dengan beban keluarga adalah nilai keluarga. Untuk itu diperlukan
penyelenggaraan pendidikan kesehatan secara terencana, terstruktur dan kontinyu pada
keluarga dengan memperhatikan nilai keluarga; diperlukan perluasan jangkauan lingkup
pelayanan program asuransi kesehatan keluarga miskin secara kualitas dan kuantitas.

Kata kunci: Beban keluarga, klien dengan perilaku menarik diri

8
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2007

Pandeirot Marjory Nancye, Achir Yani S. Hamid, Tris Eryando.

Pengaruh Terapi Keluarga Terhadap Dukungan Keluarga Dalam Merawat Klien


Dengan Masalah Perilaku Kekerasan di Kota Surabaya

Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain quasy eksperimen dengan rancangan pre-
post test with control group design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi
keluarga terhadap dukungan keluarga dalam merawat klien dengan perilaku kekerasan di kota
Surabaya. Populasi penelitian ini adalah keluarga klien dengan masalah perilaku kekerasan di
kota Surabaya. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 keluarga dan untuk
menentukan kelompok subyek yang menjadi responden kelompok intervensi dan kelompok
kontrol digunakan Stratified purposive random sampling. Untuk menguji pengaruh terapi
keluarga terhadap dukungan keluarga digunakan Paired sample T Test dan Independent
Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang mendapat intervensi
terapi keluarga menunjukkan peningkatan dukungan dalam merawat klien dengan masalah
perilaku kekerasan. Hasil analisa beda dua mean menunjukkan perbedaan yang signifikan
antara rata-rata hasil post tes dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang
ditunjukkan dengan p value = 0,001 yang artinya terdapat perbedaan sangat signifikan antara
terapi keluarga setelah terapi keluarga terhadap dukungan keluarga. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa pengaruh terapi keluarga sangat signifikan terhadap dukungan
keluarga dalam merawat klien dengan masalah perilaku kekerasan. Hal ini dapat terjadi
karena ketidakmampuan keluarga dalam menjalankan fungsi keluarga dapat menjadi faktor
penyebab ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah perilaku
kekerasan. Untuk itu, pelayanan keperawatan perlu meninjau kembali aspek yang dapat
meningkatkan kemampuan keluarga serta memfasilitasi keluarga untuk dapat menjalankan
fungsinya khususnya fungsi pelayanan kesehatan dalam keluarga.

Kata kunci: Terapi keluarga, dukungan keluarga

9
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2007

Shanti Wardaningsih, Budi Anna Keliat, Novy Helena C.D.

Pengaruh Family Psychoeducation terhadap Beban dan Kemampuan Keluarga dalam


Merawat Klien dengan Halusinasi di Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Abstrak
Skizofrenia adalah gangguan pada otak dan pola pikir (Torrey, 1997 dalam Carson, 2003).
Skizofrenia mempunyai karakteristik dengan gejala positif dan negatif. Gejala positif antara
lain thought echo, delusi, halusinasi. Halusinasi yang terjadi pada klien skizofrenia seringkali
menimbulkan beban bagi keluarga, baik itu beban subyektif dan obyektif yang berkaitan
dengan perawatan klien. Di seluruh dunia, sedikitnya 25% klien dan keluarganya terpengaruh
dengan gangguan jiwa yang dialaminya sehingga mengakibatkan stress berat dan beban bagi
mereka. National Aliance for Mentally Ill (NAMI) dan beberapa organisasi lain mendesain
program Family Psychoeducation (FPE) untuk memberikan dukungan kepada keluarga.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh FPE terhadap beban dan kemampuan
keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Tempat penelitian dilakukan di 4
Puskesmas di Kabupaten Bantul yaitu Puskesmas Kasihan 1, Kasihan 2, Sewon 1 dan Imogiri
1. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan sampel
sebanyak 28 keluarga yang mendapatkan FPE sebagai kelompok intervensi dan 28 keluarga
yang tidak mendapatkan FPE sebagai kelompok kontrol. FPE dilakukan sebanyak 5 sesi.
Analisis data menggunakan chi-square dan paired t test, dengan hasil p-value < 0,05. Hasil
penelitian ditemukan adanya pengaruh FPE secara bermakna dalam menurunkan beban
keluarga sebesar 6,82 dan peningkatan kemampuan keluarga sebesar 25,36 dalam merawat
klien dengan halusinasi. Selain itu didapatkan bahwa karakteristik keluarga dan klien tidak
menjadi variabel konfonding. Rekomendasi penelitian ini terutama ditujukan kepada
pelayanan kesehatan di puskesmas agar memfasilitasi untuk penerapan family
psychoeducation bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan
jiwa.

Kata kunci: Beban keluarga, kemampuan keluarga, family psychoeducation

10
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2007

Sri Wahyuni, Budi Anna Keliat, Budiharto.

Pengaruh Logoterapi Terhadap Peningkatan Kemampuan Kognitif dan Perilaku Pada


lansia Dengan Harga Diri Rendah di Panti Wredha Pekanbaru Riau.

Abstrak
Usia harapan hidup di Indonesia tahun 2007 adalah 67 tahun untuk laki-laki dan 71 tahun
untuk perempuan. Angka lansia akan meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun 2020.
Masalah utama yang dihadapi lansia adalah masalah psikologis, salah satunya harga diri
rendah, disebabkan antara lain karena proses menua, tidak tercapainya tugas dan peran pada
fase perkembangan sebelumnya dan perasaan tidak berharga terutama pada lansia yang
berada di Panti Wredha. Tanda dan gejala harga diri rendah pada lansia dapat dilihat dengan
penurunan kemampuan fisik, kognitif, perilaku dan emosional. Logoterapi merupakan salah
satu teknik meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku lansia harga diri rendah. Tujuan
penelitian ini adalah menjelaskan peningkatan kemampuan kognitif dan perilaku pada lansia
dengan harga diri rendah setelah dilakukan logoterapi. Metode penelitian adalah kuasi
eksperimen dengan penerapan logoterapi. Penelitian dilakukan di Panti Wredha Pekanbaru
terhadap 40 lansia, yaitu 20 lansia kelompok intervensi dan 20 lansia kelompok kontrol.
Analisis yang digunakan adalah chi square, dependent dan independent sample t-test. Hasil
penelitian menunjukkan adanya peningkatan secara bermakna terhadap kemampuan kognitif
dan perilaku pada kelompok intervensi setelah dilakukan logoterapi (p < 0,05). Kelompok
intervensi juga menunjukkan kemampuan kognitif dan perilaku yang lebih tinggi secara
bermakna daripada kelompok kontrol setelah dilakukan logoterapi. Hasil penelitian ini
merekomendasikan logoterapi untuk dijadikan terapi spesialis dalam meningkatkan
kemampuan kognitif dan perilaku lansia dengan harga diri rendah.

Kata kunci: Kemampuan kognitif dan perilaku, lansia harga diri rendah, logoterapi

11
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2007

Sulastri, Budi Anna Keliat, Tris Eryando.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja Perawat CMHN di Pidie Aceh

Abstrak

Pelayanan kesehatan jiwa di komunitas dilakukan oleh perawat puskesmas yang telah
mengikuti pelatihan BC CMHN. Untuk memberikan pelayanan yang baik diperlukan kinerja
yang baik dari pelakunya, dengan demikian mutu pelayanan dapat terjaga dengan baik. Pidie
merupakan salah satu kabupaten yang telah menerapkan asuhan keperawatan jiwa komunitas
atau CMHN. Sampai saat ini belum dilakukan evaluasi terhadap program CMHN. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja perawat CMHN, hubungan pengorganisasian
BC CMHN dengan kinerja dan hubungan karakteristik perawat dengan kinerja, serta persepsi
perawat terhadap faktor yang paling dominan berhubungan dengan kinerja. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan metode kualitatif
dengan indepth interview. Analisis yang digunakan untuk pendekatan kuantitatif adalah
analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistic chi-square. Untuk pendekatan
kualitatif analisis dilakukan dengan teknik content analisys. Hasil penelitian terhadap 55
perawat CMHN diketahui karakteristik perawat sebagian besar berumur > 30 tahun,
perempuan, berpendidikan SPK. Persepsi perawat terhadap pengorganisasian CMHN
sebagian besar baik. Persepsi perawat terhadap kinerjanya sebagian besar baik. Karakteristik
yang berhubungan secara signifikan dengan kinerja adalah jenis kelamin dan pendidikan.
Pengorganisasian BC CMHN yang berhubungan secara signifikan dengan kinerja adalah
proses rekrutmen, pelatihan, supervisi dan dukungan dari pimpinan. Yang paling dominan
berhubungan dengan kinerja perawat CMHN adalah pelatihan. Hasil analisis kualitatif
diketahui melalui pelatihan perawat CMHN memperoleh pengetahuan, keterampilan,
pengalaman, dan meningkatkan produktifitas sehingga dapat menampilkan kinerja yang baik
sebagai perawat CMHN. Program CMHN berhubungan dengan kinerja perawat, untuk itu
disarankan agar diterapkan baik pada tingkat propinsi maupun kabupaten/ kota untuk
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa masyarakat.

Kata kunci: Kinerja, BC CMHN, pengorganisasian pelatihan CMHN, perawat CMHN.

12
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2007

Wahyu Kirana, Achir Yani S. Hamid, Sigit Mulyono.

Pengaruh Pelatihan Penanganan Risiko Perilaku Kekerasan Terhadap Kinerja Perawat


dan Perubahan Perilaku Pasien Dengan Risiko Perilaku Kekerasan

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan


desain pre-post test, dengan pelatihan penanganan resiko perilaku kekerasan bagi perawat
sebagai intervensinya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh
pelatihan penanganan resiko perilaku kekerasan terhadap kinerja perawat dan perubahan
perilaku pasien dengan resiko perilaku kekerasan. Populasi penelitian ini adalah seluruh
perawat yang bertugas di ruang perawatan psikiatri RSJ Dr. Soeharto Heerdjan. Jumlah
sampel pada penelitian ini adalah 64 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Pelatihan ini dilakukan dalam dua sesi, sesi pertama yaitu pelatihan
terjadwal yang dilakukan selama dua hari dengan menggunakan metode ceramah, diskusi,
role play, dan latihan. Sesi kedua yaitu pelatihan tak terjadwal dengan menggunakan metode
tutorial, yang sekaligus dilaksanakan pada tahap implementasi selama dua minggu. Untuk
menguji adanya perbedaan kinerja perawat dan perubahan perilaku pasien dengan resiko
perilaku kekerasan sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan, dilakukan uji t-dependen
(paired t-test). Hasil uji tersebut dengan α=0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan yang
signifikan terhadap kinerja perawat sebelum dan dua minggu sesudah pelatihan tentang
penanganan resiko perilaku kekerasan (p=0,000) dan ada perbedaan yang signifikan perilaku
pasien dengan resiko perilaku kekerasan sebelum dan sesudah dua minggu diintervensi oleh
perawat yang mengikuti pelatihan (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelatihan
sangat efektif dalam meningkatkan kinerja perawat tentang penanganan pasien dengan resiko
perilaku kekerasan sehingga dapat menurunkan frekuensi perilaku kekerasan yang biasanya
dilakukan oleh pasien. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan dan supervisi sebagai tindak
lanjutnya, secara berkala dan terjadwal oleh pihak manajemen rumah sakit. Rekomendasi
lainnya, perlu dikembangkan suatu metode pembelajaran dengan lebih banyak menggunakan
metode latihan/praktek dengan bimbingan dan tutorial dalam pendidikan keperawatan,
mengingat ilmu keperawatan merupakan ilmu terapan, sehingga membutuhkan lebih banyak
kegiatan praktek langsung dengan bimbingan pengajar maupun tutor.

Kata kunci: Pelatihan, Kinerja Perawat, dan Perilaku Kekerasan Pasien

13
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2008

14
15
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

Basmanelly, Budi Anna Keliat, Dewi Gayatri.

Pengaruh Home Visit Terhadap Kemampuan Keluarga Dan Klien Halusinasi Di Kota
Padang Tahun 2008

Abstrak

Salah satu gejala positif skizofrenia adalah halusinasi. Halusinasi merupakan diagnosa
keperawatan terbanyak sebesar 62,57 % di RS Prof. HB. Sa’anin Padang. Halusinasi
berdampak pada klien yaitu perubahan tingkat fungsional, disfungsi sosial, relaps dan beban
bagi keluarga. Tindakan perawatan berkelanjutan dari rumah sakit ke keluarga untuk
meningkatkan kemampuan keluarga dan klien halusinasi dengan intervensi home visit.
Kegiatan home visit baru mencapai 17,47 % dan belum mengukur kemampuan keluarga dan
klien di kota Padang. Jarak kambuh pendek (2 minggu – 1 bulan). Tujuan penelitian:
mengidentifikasi pengaruh home visit terhadap kemampuan keluarga dan klien halusinasi di
kota Padang tahun 2008. Metode penelitian: quasi eksperimen penerapan home visit dengan
pendekatan pre-post test. Analisis yang digunakan dependen dan independent sample t-Test
dan Chi-Square. Penelitian dilakukan di kota Padang dengan responden 60 keluarga dan klien
yaitu 30 responden kelompok yang di home visit dan 30 responden kelompok yang tidak di
home visit. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan keluarga merawat klien halusinasi dan
kemampuan klien mengontrol halusinasi meningkat secara bermakna pada kelompok yang
mendapatkan intervensi home visit (p- value < 0,05). Kemampuan keluarga dan klien
halusinasi yang mendapatkan intervensi home visit meningkat lebih tinggi dibandingkan
dengan kemampuan keluarga dan klien halusinasi yang tidak mendapatkan intervensi home
visit. Model home visit pada penelitian ini direkomendasikan untuk dijadikan salah satu
model tindakan keperawatan pada klien skizoprenia dengan masalah halusinasi.

Kata Kunci : Kemampuan keluarga, kemampuan klien, halusinasi, home visit

15
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

Carolina, Budi Anna Keliat, Luknis Sabri.

Pengaruh Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Halusinasi terhadap Kemampuan


Klien Mengontrol Halusinasi di RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta

Abstrak

Masalah keperawatan terbanyak di RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta adalah halusinasi.
Asuhan keperawatan halusinasi yang sesuai standar belum diterapkan secara optimal.
Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh penerapan standar
asuhan keperawatan halusinasi terhadap kemampuan kognitif dan psikomotor klien
mengontrol halusinasi dan terhadap penurunan intensitas tanda dan gejala halusinasi di RS
Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian
eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pre-post test, dengan jumlah
responden 80 orang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing
dengan jumlah responden 40 orang. Intervensi yang dilakukan adalah melatih perawat
tentang penerapan standar asuhan keperawatan halusinasi untuk melaksanakannya pada
kelompok intervensi. Setelah pelatihan perawat menerapkan pada klien yang dirawat dalam 5
sesi pertemuan. Kemampuan klien diukur melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Analisis perbedaan kemampuan kognitif dan psikomotor mengontrol
halusinasi dan perbedaan intensitas tanda dan gejala sesudah dilakukan intervensi diuji secara
statistik. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor
yang bermakna terhadap kemampuan mengontrol halusinasi dan penurunan intensitas tanda
dan gejala halusinasi secara bermakna setelah klien dirawat oleh perawat yang telah dilatih
(P<0.05). Kemampuan kognitif dan psikomotor mengontrol halusinasi pada klien yang
dirawat oleh perawat yang telah dilatih lebih meningkat secara bermakna dibandingkan
dengan klien yang dirawat oleh perawat yang belum dilatih. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah penerapan asuhan keperawatan halusinasi yang sesuai standar dapat membantu
meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotor klien mengontrol halusinasi dan
menurunkan intensitas tanda dan gejala halusinasi sehingga dapat menurunkan efek lanjut
dari halusinasi yang dialami. Sebagai tindak lanjut disarankan melatih perawat untuk
menerapkan standar asuhan keperawatan halusinasi dan menerapkan asuhan keperawatan
halusinasi sesuai standar pada seluruh pasien halusinasi yang dirawat di RSJ Dr. Soeharto
Heerdjan Jakarta.

Kata kunci: Kemampuan kognitif, kemampuan psikomotor, tanda dan gejala halusinasi

16
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

Dwi Putri Parendrawati, Budi Anna Keliat, Rr. Tutik Sri Haryati.

Pengaruh Terapi Token Ekonomi Pada Klien Defisit Perawatan Diri di Rumah Sakit
Dr Marzuki Mahdi Bogor

Abstrak

Defisit perawatan diri adalah suatu keadaan dimana seseorang yang mengalami gangguan
dalam kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri, seperti
mandi, berganti pakaian, makan, dan toileting. Klien defisit perawatan diri di RSMM Bogor
merupakan masalah keperawatan pada urutan yang ke dua dengan jumlah pasien 80 %.
Penelitian ini berjudul Pengaruh Terapi Token Ekonomi Pada Klien Defisit Perawatan Diri di
Rumah Sakit Dr Marzuki Mahdi Bogor. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh terapi
token ekonomi terhadap kemampuan merawat diri pada klien defisit perawatan diri. Terapi
token ekonomi ini merupakan salah satu intervensi modifikasi perilaku yang dapat diberikan
pada klien yang mengalami masalah defisit perawatan diri dengan metode modelling, role
play, feedback dan trasfer training. Penelitian ini dengan desain quasi eksperimen
pendekatan pre post tes kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Responden penelitian
adalah klien defisit perawatan diri dengan shizoprenia berjumlah 110 klien dibagi 2
kelompok yaitu 55 kelompok yang mendapatkan terapi token ekonomi dan 55 kelompok
yang tidak mendapatkan terapi token ekonomi. Kemampuan klien merawat diri diukur
dengan observasi dan dianalisis secara statistik.Hasil penelitian membuktikan adanya
perbedaan yang bermakna kemampuan merawat diri sebelum dan sesudah mengikuti terapi
token ekonomi (p value< 0,05) .Kemampuan merawat diri pada klien yang mendapatkan
terapi token ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan
terapi token ekonomi. Hasil penelitian ini membuktikan adanya peningkatan kemampuan
merawat diri yang bermakna pada klien yang mendapatkan terapi token ekonomi
dibandingkan yang tidak mendapatkan terapi token ekonomi. Disarankan terapi token
ekonomi digunakan sebagai terapi perawatan dalam merawat klien dengan defisit perawatan
diri.

Kata Kunci: Kemampuan Perawatan Diri,Defisit Perawatan Diri,Token Ekonomi,

17
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

Heni Dwi Windarwati, Achir Yani S. Hamid, Wiwin Wiarsih.

Perilaku Spiritual Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Halusinasi, A


Grounded Theory Study.

Abstrak

Perilaku spiritual memainkan peran penting dalam strategi koping bagi keluarga dalam
merawat anggota keluarga dengan halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan
teori tentang perilaku spiritual keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan halusinasi.
Desain penelitian yang digunakan yaitu a grounded theory study dengan teknik pengambilan
sampel purposive sampling. Partisipan adalah 10 keluarga yang berperan sebagai caregiver
utama dalam merawat anggota keluarga dengan halusinasi. Wawancara mendalam digunakan
dalam pengumpulan data dengan bentuk pertanyaan semi terstruktur. Hasil wawancara
direkam menggunakan tape recorder, kemudian dilakukan transkrip verbatim dan dianalisis
dengan menggunakan metode Speziale dan Carpenter (2003). Etika penelitian diperhatikan
dengan menghormati prinsip beneficience, confidentiality, protection from discomfort, dan
sukarela. Keabsahan data dijamin dengan memenuhi prinsip reliabilitas, validitas internal,
validitas eksternal, dan construct validity. Penelitian menghasilkan teori perilaku spiritual
keluarga yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu input, proses dan output. Elemen input
terdiri atas stimulus fokal yaitu klien dengan halusinasi; stimulus kontekstual yaitu latar
belakang budaya, intensitas stresor, jumlah stresor, pencapaian tujuan perawatan dan alasan
merawat; serta stimulus residual yaitu persepsi keluarga tentang penyakit dan keyakinan diri.
Elemen proses terdiri atas empat perilaku spiritual, respon dan makna perilaku spiritual.
Empat tahapan perilaku spiritual meliputi reframing, seeking information, seeking solution
dan passive appraisal. Respon perilaku spiritual terdiri atas evaluasi diri, perubahan sikap
dan persepsi manfaat obat. Makna perilaku spiritual yang teridentifikasi meliputi perubahan
sikap, harapan positif, introspeksi diri, rasionalisasi, dan adanya sumber pendukung. Elemen
output menghasilkan lima kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga di rumah
yaitu pemanfaatan sumber pendukung, peran dalam merawat, mengenali gejala, memberi
perawatan di rumah, dan penggunaan strategi dalam merawat. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa teori yang dihasilkan dalam penelitian ini menyediakan pengetahuan tentang perilaku
spiritual keluarga yang dapat digunakan dalam membangun a research based practice.

Kata kunci : Perilaku spiritual, keluarga, halusinasi, grounded theory

18
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

M F. Mubin, Achir Yani S. Hamid, Wiwin Wiarsih.

Pengalaman stigma pada keluarga dengan klien gangguan jiwa di Kota Semarang, studi
fenomenologi.

Abstrak

Stigma adalah label negatif yang diberikan masyarakat kepada seseorang atau kelompok
tertentu. Keluarga dengan gangguan jiwa sering kali mengalami stigma oleh masyarakat
dalam lingkungan tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran
tentang pengalaman stigma pada keluarga dengan klien gangguan jiwa di kota Semarang.
Penelitian ini dilakukan dengan disain fenomenologi deskriptif dengan metode wawancara
mendalam. Partisipan adalah anggota keluarga yang tinggal bersama penderita gangguan jiwa
yang didapat dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman
wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan menerapkan tehnik Collaizi.
Penelitian ini mengidentifikasi 9 tema, yaitu: 1) respon kehilangan; 2) mekanisme Koping
yang digunakan; 3) respon terhadap hubungan sosial; 4) konsekuensi negatif; 5) konsekuensi
positif; 6) makna positif; 7) makna negatif; 8) harapan kepada masyarakat; dan 9) harapan
kepada petugas kesehatan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengalaman stigma
pada keluarga sangat beragam, mulai dari respon keluarga, dampak stigma, makna stigma
dan harapan keluarga terhadap stigma. Hasil penelitian diharapkan tenaga kesehatan
profesional mampu meminimalisasi dampak dari stigma masyarakat dan stigma dari diri
sendiri.

Kata kunci: Stigma; keluarga; gangguan jiwa

19
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

Mamnu’ah, Achir Yani S. Hamid, Wiwin Wiarsih.

Pengalaman stres dan strategi koping keluarga merawat anggota keluarga yang
mengalami halusinasi di Yogyakarta: studi fenomenologi.

Abstrak

Adanya anggota keluarga yang mengalami halusinasi merupakan sumber stresor bagi
keluarga sehingga dibutuhkan strategi koping untuk mengatasi stresor yang ada. Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengalaman stres dan strategi koping
keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami halusinasi. Penelitian ini dilakukan
dengan disain fenomenologi deskriptif. Partisipan adalah pemberi perawatan utama dalam
keluarga, yang didapatkan dengan cara purposive sample sebanyak enam orang. Metodenya
indepth interview. Tipe pertanyaannya semistructure. Hasil wawancara dalam bentuk
transkrip dianalisa dengan menggunakan teknik Collaizi. Hasil penelitian mengidentifikasi 22
tema yaitu perasaan selama merawat, sikap selama merawat, alasan merawat, sumber
informasi pelayanan kesehatan, upaya penanganan masalah kesehatan, hasil penanganan
masalah kesehatan, persepsi tentang pengertian halusinasi, persepsi tentang penyebab
halusinasi, persepsi tentang perilaku halusinasi, perilaku klien yang mengganggu, beban
keluarga, respon secara fisik, respon secara psikologis, respon secara sosial, strategi koping
keluarga, dukungan keluarga, dukungan layanan kesehatan, pandangan masyarakat tentang
gangguan jiwa, dukungan sosial, kekuatan spiritual keluarga, pelayanan kesehatan yang
sesuai dengan harapan keluarga dan perubahan sikap, nilai dan proses pembelajaran. Hasil
penelitian menggambarkan pengalaman stres yang beragam dan pilihan penggunaan strategi
koping yang digunakan keluarga selama merawat klien halusinasi sangat bervariasi. Hasil
penelitian ini sebagai acuan membuat disain asuhan keperawatan yang berkesinambungan
baik individu, keluarga dan masyarakat. Diharapkan para pemberi perawatan memahami stres
yang dialami keluarga dan perlunya dukungan bagi mereka baik sosial, finansial dan fasilitas
pelayanan kesehatan selama merawat

Kata kunci: Keluarga, halusinasi, stres dan strategi koping

20
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, 25 Juli 2008

Nurlis, Budi Anna Keliat, Besral.

Pengaruh Latihan Membangun Kepercayaan Diri Terhadap Rasa Percaya Diri Remaja
Di Kelurahan Sindang Barang Bogor

Abstrak

Jumlah remaja kelurahan Sindang Barang Bogor adalah 20 % dari jumlah penduduknya Pada
masa remaja terjadi berbagai perubahan baik fisik maupun psikologis dan social. Dalam
perkembangannya, remaja mengalami berbagai stress psikologis, tekanan dari teman sebaya
dan gejolak emosi akibat perubahan dalam dirinya. Remaja memerlukan kegiatan mental
untuk meningkatkan ketrampilan sosial dalam menghadapi setiap permasalahan hidup yang
dihadapinya melalui suatu latihan mengembangkan kepercayaan diri. Penelitian yang
dilakukan berjudul “ pengaruh latihan membangun rasa percaya diri” bertujuan
mengembangkan rasa percaya diri remaja. Metode penelitian ini dengan desain quasi
experiment melalui pendekatan pre dan post test dan tehnik pengambilan sampel secara
purposive sampling, responden berjumlah 90 orang remaja yang dibagi dalam tiga kelompok
latihan. Latihan kelompok pertama diberi buku pedoman, dilatih serta dibimbing dua kali,
kelompok kedua diberi buku pedoman, dilatih dan tanpa dibimbing serta kelompok ketiga
hanya diberi buku pedoman tanpa dilatih dan dibimbing. Rasa percaya diri diukur sebelum
dan sesudah intervensi dengan menggunakan kuesioner. Kemudian hasil ini dianalisis secara
statistik. Hasil penelitian membuktikan ada perbedaan peningkatan rasa percaya diri secara
bermakna sebelum dan sesudah intervensi pada ketiga kelompok. Rasa percaya diri remaja
yang diberi buku pedoman, dilatih dan dibimbing dua kali lebih meningkat dari dua cara
lainnya. Usia remaja berpengaruh terhadap peningkatan rasa percaya diri. Disarankan
kegiatan mengembangkan rasa percaya diri remaja dengan memberi buku pedoman, dilatih
dan dibimbing .

Kata kunci : Percaya diri, remaja, latihan mengembangkan rasa percaya diri.

21
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2008

Renidayati, Budi Anna Keliat, Luknis Sabri.

Pengaruh Social Skills Training Pada Klien Isolasi Sosial di Rumah Sakit Jiwa Prof HB
Saanin Padang Sumatera Barat.

Abstrak

Isolasi sosial sebagai salah satu perilaku negatif klien skizofrenia. Kondisi klien yang tidak
mengganggu dan tidak merusak lingkungan, mengakibatkan pemberian asuhan keperawatan
sering terabaikan. Menempati urutan ketiga terbanyak dignosa keperawatan di RSJ Prof HB
Saanin Padang .. Penelitian tentang pengaruh social skills training pada klien isolasi sosial.
Desain penelitian quasi eksperimen pendekatan pre post test kelompok intervensi dan
kelompok kontrol, bertujuan melihat pengaruh social skills training terhadap kemampuan
kognitif dan kemampuan perilaku klien isolasi sosial. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit
Jiwa Prof HB Saanin Padang dengan 60 klien dibagi 2 kelompok, 30 orang kelompok
intervensi dan 30 orang kelompok kontrol, dengan pengambilan sampel secara sampling
sistematis. Hasil uji statistik dependen t- Test membuktikan adanya perbedaan secara
bermakna kemampuan kognitif dan kemampuan perilaku antara kelompok yang mengikuti
social skills training dan kelompok yang tidak mengikuti social skills training. Dari hasil uji
independent sample t-Test juga membuktikan ada perbedaan secara bermakna kemampuan
kognitif dan kemampuan perilaku kelompok yang mengikuti social skills training dan
kelompok yang tidak mengikuti social skills training sebelum dan sesudah intervensi.
Karakteristik klien yang berpengaruh secara bermakna terhadap kemampuan kognitif klien
adalah tingkat pendidikan, pekerjaan dan lama sakit klien. Karakteristik yang berpengaruh
secara bermakna terhadap kemampuan perilaku klien isolasi sosial adalah pekerjaan.
Penelitian ini menyimpulkan kemampuan kognitif dan kemampuan perilaku klien isolasi
sosial meningkat setelah mengikuti social skills training. Kemampuan kognitif dan
kemampuan perilaku klien lebih tinggi pada kelompok yang mengikuti social skills training.
Social skills training direkomendasi sebagai terapi keperawatan dalam merawat klien
skizofrenia dengan isolasi sosial.

Kata kunci: Kognitif dan perilaku, isolasi sosial, social skills training

22
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

Tantri Widyarti Utami, Budi Anna Keliat, Dewi Gayatri.

Pengaruh self help group terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien
gangguan jiwa di kelurahan Sindangbarang Bogor

Abstrak

Gangguan jiwa dialami oleh 81 jiwa dari 13764 jiwa penduduk dikelurahan Sindangbarang
Bogor, pelayanan kesehatan jiwa masyarakat melalui puskesmas belum berjalan dan belum
adanya kelompok swabantu (self help group ) klien dan keluarga. Penelitian ini berjudul
pengaruh self help group terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa
di kelurahan Sindangbarang Bogor.Tujuan penelitian ini adalah memperoleh pengaruh self
help group terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa. Desain yang
digunakan dalam penelitian ini adalah”Quasi experimental pre-post test without control
group” dengan intervensi self help group. Cara pengambilan sampel adalah purposive
sampling dengan sampel sebanyak 18 keluarga. Self help group dilakukan pada tiga
kelompok; kelompok I diberikan self help group dengan enam kali pertemuan (empat kali
bimbingan dan dua kali mandiri), kelompok II diberikan self help group dengan enam kali
pertemuan ( dua kali bimbingan dan empat kali mandiri) dan kelompok III diberikan self help
group dengan tiga kali pertemuan tanpa dibimbing. Kemampuan kognitif dan psikomotor
keluarga diukur dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik.Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor keluarga dalam
merawat klien gangguan jiwa secara bermakna. Kemampuan kelompok yang mendapatkan
self help group dan dibimbing dua kali meningkat lebih tinggi secara bermakna dibandingkan
dengan yang dibimbing empat kali dan tanpa bimbingan.Direkomendasikan membentuk dan
melaksanakan self help group bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan
gangguan jiwa.

Kata kunci: Self help group, kemampuan keluarga dan gangguan jiwa

23
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2008

Wahyu Ekowati, Achir Yani S. Hamid, Wiwin Wiarsih.

Studi fenomenologi tentang dukungan keluarga terhadap pencapaian integritas diri


individu lanjut usia di Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah

Abstrak

Pengalaman keluarga dalam memberikan dukungan terhadap pencapaian integritas diri


individu lanjut usia merupakan salah satu faktor penting dalam mengetahui keterlibatan
keluarga dalam membantu mewujudkan lansia mencapai sehat jiwa. Penelitian ini bertujuan
mendapatkan gambaran tentang pengalaman keluarga dalam memberikan dukungan terhadap
pencapaian integritas diri individu lanjut usia di kabupaten Kebumen. Penelitian dilakukan
dengan desain fenomenologi deskriptif dengan metode wawancara mendalam. Partisipan
adalah keluarga yang merupakan caregiver utama bagi lansia dan tinggal bersama.
Pengambilan sample melalui purposive sampling. Data yang terkumpul dalam bentuk
rekaman hasil wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan menerapkan tehnik
analisis menurut Colaizi. Penelitian ini mengidentifikasi 9 tema. Bentuk dukungan yang
diberikan keluarga meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, pemenuhan kebutuhan aktualisasi
diri lansia dan pemenuhan kebutuhan spiritual lansia. Membatasi aktifitas, dan kurang
memberikan perhatian diidentifikasikan sebagai sikap keluarga yang kurang mendukung
pencapaian integritas diri lansia. Sedangkan respon positif dan respon negative
diidentifikasikan sebagai respon keluarga dalam menanggapi sikap lansia. Harapan terhadap
pelayanan kesehatan meliputi harapan terhadap jenis layanan dan pemberi layanan.
Perubahan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari dan terhadap proses kedewasaan,
diidentifikasi sebagai makna pengalaman keluarga, demikian pula adanya peningkatan
kualitas/penghayatan nilai-nilai spiritual yang dirasakan keluarga. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat menjadi masukan yang berguna bagi tenaga kesehatan untuk mampu
memberikan motivasi pada keluarga agar meningkatan dukungannya dalam membantu lansia
mencapai integritas diri yang lebih baik.

Kata kunci: Integritas diri; lanjut usia; pengalaman keluarga

24
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2009

25
26
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Butet Agustarika, Budi Anna Keliat, Yusron Nasution.

Pengaruh Terapi Thought Stopping terhadap Ansietas Klien dengan Gangguan Fisik di
RSUD Kabupaten Sorong

Abstrak

Prevalensi gangguan mental emosional di Propinsi Papua Barat sebesar 13,2 %, diantaranya
adalah ansietas. Asuhan keperawatan jiwa bagi klien gangguan fisik yang mengalami ansietas
belum berjalan optimal, 75% klien dengan gangguan fisik yang dirawat di RSUD Kabupaten
Sorong mengalami ansieas. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi thought
stopping terhadap ansietas klien dengan gangguan fisik di RSUD Kabupaten Sorong. Desain
yang digunakan “Quasi experimental pre-post test with control group”. Penetapan sampel
dengan random permutasi sebanyak 86 klien. Ansietas klien diukur menggunakan kuesioner
dan lembar observasi, dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, independent-t test, paired-
t test dan regresi linier ganda. Terapi Thought Stopping dilakukan dengan melatih klien
memutuskan pikiran yang mengganggu dengan mengatakan “stop” yang dilakukan dalam tiga
sesi selama 3-5 hari untuk setiap klien. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan
ansietas secara bermakna pada klien yang mendapatkan terapi Thought Stopping (p-
value<0,05) yang meliputi respon fisiologis, kognitif, perilaku dan emosi. Pada perempuan
penurunan ansietas lebih tinggi secara bermakna dibandingkan pada pria. Klien yang
mendapatkan terapi Thought Stopping mengalami penurunan ansietas lebih tinggi secara
bermakna dibandingkan klien yang tidak mendapatkan terapi. Hal ini didukung oleh hasil
penelitian Dombeck yang menyatakan bahwa tindakan konfrontasi terhadap pikiran yang
mengganggu dalam terapi Thought Stopping sangat membantu secara nyata menurunkan
ansietas. Terapi Thought Stopping dapat dilakukan di rumah sakit umum untuk mengurangi
ansietas klien. Untuk itu perlu dikembangkan CLPN (Consultant Psychiatric Liaison
Nursing) di rumah sakit umum agar terapi Thought Stopping dapat dijalankan untuk
mengatasi ansietas klien dengan gangguan fisik.

Kata kunci: Ansietas, gangguan fisik dan terapi thought stopping

26
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Dayat Trihadi, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono.

Pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap kemampuan keluarga dalam


memberikan stimulasi perkembangan dini usia kanak-kanak di kelurahan Bubulak
Kota Bogor tahun 2009

Abstrak

Pelayanan kesehatan jiwa masyarakat melalui puskesmas masih berorientasi pada gangguan
jiwa belum menyentuh upaya promotif untuk kelompok yang sehat terutama anak dalam
tahap perkembangan, disamping itu orang tua belum mengetahui kebutuhan perkembangan
anak usia kanak-kanak. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang pengaruh
terapi kelompok terapeutik terhadap kemampuan keluarga dalam memberikan stimulasi
perkembangan dini usia kanak-kanak di kelurahan Bubulak Bogor. Desain penelitian adalah
”Quasi experimental pre-post test with control group”. Sampel adalah cluster random
sampling dengan sampel sebanyak 108 keluarga. Terapi kelompok terapeutik merupakan
bentuk terapi keperawatan jiwa yang membantu mencegah masalah kesehatan, mendidik dan
mengembangkan potensi anggota kelompok dan meningkatkan kualitas antar anggota
kelompok untuk mengatasi masalah kesehatan. Terapi kelompok terapeutik dilakukan pada
kelompok intervensi dengan enam sesi pertemuan dimana masing-masing sesi mendiskusikan
tentang bagaimana memberikan stimulasi dari aspek motorik, kognitif, emosi, psikososial dan
diskusi pengalaman memberikan stimulasi perkembangan pada anaknya. Kemampuan
kognitif dan psikomotor keluarga dalam memberikan stimulasi perkembangan dini usia
kanak-kanak diukur dengan menggunakan kuesioner dan evaluasi diri, kemudian dianalisis
menggunakan statistik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif dan
psikomotor secara bermakna (p-value<0,05). Peningkatan kemampuan kognitif dan
psikomotor lebih tinggi secara bermakna pada keluarga yang mendapat terapi kelompok
terapeutik dibandingkan dengan yang tidak mendapat terapi kelompok terapeutik (p-
value<0,05). Penelitian ini menjelaskan pengaruh pelaksanaan terapi kelompok terapeutik
dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan stimulasi perkembangan dini
usia kanak-kanak. Terapi kelompok terapeutik direkomendasikan untuk dilakukan pada
taanan pelayanan kesehatan di masyarakat sebagai bentuk pelayanan kesehatan jiwa bagi
keluarga yang mempunyai anak pada tahap tumbuh kembang..

Kata kunci: Kemampuan keluarga, stimulasi perkembangan dini, terapi kelompok terapeutik

27
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Dyah Wahyuningsih, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono.

Pengaruh Assertiveness Training Terhadap Perilaku Kekerasan pada Klien Skizoprenia

Abstrak

Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku untuk melukai atau mencederai diri sendiri,
orang lain, lingkungan secara verbal atau fisik yang sering dijumpai pada Skizoprenia.
Perilaku kekerasan adalah alasan masuk utama klien gangguan jiwa dibawa ke Rumah Sakit
Umum Daerah Banyumas, dengan prosentase sebanyak 62 kasus (68%). Penelitian bertujuan
mengetahui pengaruh Assertiveness Training terhadap perilaku kekerasan pada klien
Skizoprenia. Desain penelitian quasi eksperimen pendekatan pre post test with control group.
Sampel penelitian adalah klien Skizoprenia dengan perilaku kekerasan berjumlah 72 yaitu 36
responden mendapatkan terapi generalis dan Assertiveness Training dan 36 responden hanya
mendapatkan terapi generalis, diambil secara random sampling. Sampel penelitian adalah
klien Skizoprenia dengan perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan diukur melalui empat
respon yaitu respon perilaku, sosial dan fisik yang diukur dengan observasi dan respon
kognitif diukur dengan kuesioner. Perbedaan perilaku kekerasan kemudian dianalisis dengan
t test. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada klien yang mengalami masalah perilaku
kekerasan yaitu Assertiveness Training. Assertiveness Training diberikan pada kelompok
intervensi dipadu dengan terapi generalis. Terapi ini dilakukan dalam lima sesi dengan
metode describing, modelling, role play, feedback dan transferring. Hasil penelitian
menunjukkan perilaku kekerasan pada kelompok yang mendapatkan terapi generalis dan
Assertiveness Training menurun secara bermakna pada respon perilaku, kognitif, sosial dan
fisik (p value<0,05) dan pada kelompok yang hanya mendapatkan terapi generalis menurun
secara bermakna pada respon perilaku, kognitif dan fisik (p value<0,05). Perilaku kekerasan
kelompok yang mendapatkan terapi generalis dan Assertiveness Training menurun lebih
rendah secara bermakna daripada kelompok yang mendapatkan terapi generalis (p value <
0,05). Terapi generalis dan Assertiveness Training terbukti menurunkan perilaku kekerasan
pada klien Skizoprenia dan direkomendasikan diterapkan sebagai terapi perawatan dalam
merawat klien dengan perilaku kekerasan.

Kata kunci: Assertiveness Training, Perilaku Kekerasan, Skizoprenia

28
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Fauziah, Achir Yani S. Hamid, Tuti Nuraini.

Pengaruh Terapi Perilaku Kognitif pada Klien Skizoprenia dengan Perilaku Kekerasan
di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh terapi perilaku kognitif pada klien
Skizoprenia dengan perilaku kekerasan di rumah sakit Marzoeki Mahdi Bogor, 2009.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain ”Quasi experimental pre-post test
with control group”. Sampel penelitian ini adalah klien Skizoprenia dengan perilaku
kekerasan berjumlah 26 orang yang terdiri dari 13 orang kelompok control dan 13 orang
kelompok intervensi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terjadinya peningkatan yang
bermakna pada kemampuan kognitif dan perilaku klien Skizoprenia dengan perilaku
kekerasan ke arah yang lebih positif, yaitu klien dapat berpikir positif dan berperilaku adaptif.
Terapi perilaku kognitif diharapkan dapat diberikan oleh perawat spesialis dalam
memberikan asuhan keperawatan klien Skizoprenia dengan perilaku kekerasan dan menjadi
standar asuhan keperawatan di tatanan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Klien Skizoprenia, perilaku kekerasan terapi perilaku kognitif

29
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Hasmila Sari, Budi Anna Keliat, Mustikasari.

Pengaruh Family Psychoeducation Therapy terhadap Beban dan Kemampuan Keluarga


dalam Merawat Klien Pasung di Kabupaten Bireuen Nanggroe Aceh Darussalam

Abstrak

Pasung merupakan suatu tindakan memasang sebuah balok kayu pada tangan dan/atau kaki
seseorang, diikat atau dirantai, diasingkan pada suatu tempat tersendiri di dalam rumah
ataupun di hutan. Bireuen menempati urutan pertama untuk kasus pasung terbanyak di Aceh.
Keluarga dengan klien gangguan jiwa yang dipasung seringkali merasakan beban yang
berkaitan dengan perawatan klien. Alasan keluarga melakukan pemasungan adalah mencegah
perilaku kekerasan, mencegah risiko bunuh diri, mencegah klien meninggalkan rumah dan
ketidakmampuan keluarga merawat klien gangguan jiwa. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh FPE terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien
pasung dan mengetahui tingkat kemandirian klien pasung dalam perawatan diri setelah
mendapatkan asuhan keperawatan defisit perawatan diri. Desain penelitian quasi eksperiment
dengan pendekatan pre post test without control group. Penelitian dilakukan di 8 Puskesmas
di Kabupaten Bireuen menggunakan total sampling yaitu 20 keluarga yang terdiri dari 11
keluarga degnan klien pasung dan 9 keluarga dengan klien lepas pasung. Family
Psychoeducation (FPE) merupakan sebuah metode terapi keluarga yang dikembangkan oleh
NAMI (National Alliance for Mentally Ill) untuk memberikan dukungan kepada keluarga.
FPE dilakukan melalui 5 sesi dan asuhan keperawatan defisit perawatan diri sebanyak 4 sesi.
Hasil uji statistik dependen t-Test menunjukkan penurunan beban keluarga dan peningkatan
kemampuan keluarga secara bermakna seetlah mendpat FPE. Aspek kemandirian klien
(aktivitas harian, aktivitas sosial, cara mengatasi masalah dan pengobatan) dalam perawatan
diri meningkat secara bermakna setelah mendapat intervensi defisit perawatan diri.
Diharapkan penerapan FPE pada keluarga dengan pasung dapat dilakukan di pelayanan
kesehatan jiwa Puskesmas sehingga pada akhirnya dapat tercapai ‘Aceh Bebas Pasung’.

Kata kunci: Beban keluarga, family psychoeducation, kemampuan keluarga, kemandirian

30
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Ice Yulia Wardani, Achir Yani S. Hamid, , Wiwin Wiarsih.

Pengalaman keluarga menghadapi ketidakpatuhan anggota keluarga dengan


skizofrenia dalam mengikuti regimen terapeutik: pengobatan

Abstrak

Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan masalah yang banyak dialami oleh pasien
skizofrenia. Keluarga sebagai caregiver di rumah dituntut untuk mampu mengatasi masalah
ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang makna
pengalaman menghadapi ketidakpatuhan anggota keluarga dengan skizofrenia dalam
mengikuti regimen terapeutik: pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi
deskriptif. Partisipan adalah caregiver pasien di rumah, yang didapatkan dengan cara
purposive sampling sebanyak 12 orang yang berasal dari 9 keluarga pasien. Metode
pengumpulan data adalah indepth interview, dengan tipe pertanyaan semi terstruktur. Hasil
wawancara dalam bentuk transkrip dianalisa dengan menggunakan teknik Collaizi. Hasil
penelitian mengidentifikasi sepuluh tema yaitu persepsi tentang kepatuhan meliputi perilaku
patuh, penyebab patuh, durasi patuh setelah pasien dirawat di rumah sakit; sedangkan
persepsi ketidakpatuhan meliputi perilaku tidak patuh, penyebab, dan akibatnya; dukungan
keluarga didapat dari keluarga dan masyarakat dalam bentuk dukungan instrumental,
emosional, informasional, dan penilaian; merawat anggota keluarga yang tidak patuh
dirasakan sebagai suatu beban sehingga keluarga menggunakan mekanisme koping baik
positif maupun negatif; keluarga mengharapkan mendapatkan pelayanan yang mampu
menumbuhkan atau meningkatkan kepatuhan anggota keluarga yang mengalami skizofrenia;
penerimaan tanggung jawab dan perubahan sikap merupakan makna pengalaman keluarga
dalam merawat pasien. Temuan penelitian ini menggambarkan pengalaman keluarga dalam
merawat anggota keluarga yang tidak patuh terhadap pengobatan, meliputi dukungan yang
diberikan, beban yang dirasakan, dan bagaimana keluarga mengatasi beban yang dirasakan.
Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan oleh praktisi keperawatan baik di area
praktik maupun area pendidikan untuk mengembangkan cara penanganan ketidakpatuhan
pada pasien skizofrenia. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat memahami konsep
ketidakpatuhan pada pasien skizofrenia sehingga mampu memberikan intervensi keperawatan
yang tepat baik untuk pasien maupun untuk keluarganya.

Kata kunci: Skizofrenia, pengalaman keluarga, dan ketidakpatuhan.

31
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Komarudin, Achir Yani S. Hamid, Mustikasari.

Analisis hubungan antara pengetahuan keluarga dalam merawat klien isolasi sosial
dengan kemampuan klien bersosialisasi di wilayah kerja Puskesmas Nangkaan
Kabupaten Bondowoso Jawa Timur

Abstrak

Gangguan jiwa, khususnya psikosis (skizofrenia) biasanya didapatkan pada kondisi kronis
yang menimbulkan konsekuensi kemunduran kemampuan dari aktivitas harian dan hubungan
sosial (isolasi sosial). Isolasi sosial merupakan percobaan untuk menghindari interaksi atau
hubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan
pengetahuan keluarga dalam merawat klien isolasi sosial dengan kemampuan klien
bersosialisasi. Desain yang digunakan descriptive correlational dengan rancangan cross
sectional. Cara pengambilan sampel adalah Total sampling dengan sampel sebanyak 78
keluarga, dengan kriteria inklusi warga desa di wilayah kerja Puskesmas Nangkaan
Bondowoso dan bersedia menjadi responden, mempunyai anggota keluarga gangguan jiwa
dengan isolasi sosial, dan umur antara 18-60 tahun, dan pendidikan minimal SD. Hasil uji
statistik didapatkan rata-rata umur responden usia produktif, laki-laki, pendidikan SD,
bekerja, keluarga inti, dan status hubungan keluarga responden dengan klien adalah
ipar/keponakan. Ada hubungan yang signifikan antara kemampuan klien bersosialisasi
dengan pengetahuan keluarga, umur, pendidikan, dan hubungan keluarga dengan nilai p <
0,005, kecuali jenis kelamin, pekerjaan, dan jenis keluarga tidak ada hubungan dengan
kemampuan klien bersosialisasi yang dipersepsikan oleh keluarga (p > 0,005). Pendidikan
dan hubungan keluarga merupakan variabel yang paling berhubungan dengan kemampuan
klien bersosialisasi. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan peningkatan
pengetahuan perawat tentang gangguan jiwa dan psikoedukasi pada keluarga klien melalui
pelatihan atau diskusi kasus mengenai penanganan klien isolasi sosial di tempat kerjanya.

Kata kunci: Isolasi sosial, kemampuan klien, dan pengetahuan keluarga

32
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Mundakir, Achir Yani S. Hamid, Henny Permatasari.

Dampak Psikososial Akibat Bencana Lumpur Lapindo di Desa Pajarakan Kecamatan


Jabon Sidoarjo

Abstrak

Bencana lumpur Lapindo yang terjadi sejak 29 Mei 2006 hingga sekarang ini merupakan
bencana terlama yang terjadi di Indonesia. Bencana ini telah menimbulkan berbagai
kerusakan, kehilangan dan perubahan yang berdampak pada kelangsungan hidup masyarakat
korban. Salah satu dampak yang terjadi akibat bencana lumpur ini adalah dampak
psikososial. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode fenomenologi
deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak psikologis, dampak sosial,
dan harapan untuk penyelesaian masalah serta layanan kesehatan yang dibutuhkan. Jumlah
partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sampai dengan terjadi saturasi data sebanyak 7
orang. Prosedur sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan
tehnik key person. Prosedur pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara
mendalam dengan bentuk pertanyaan semi terstruktur. Hasil wawancara direkam
menggunakan Voice Record Digital, kemudian dilakukan transkrip verbatim dan dianalisis
dengan menggunakan metode langkah-langkah Colaizi (1978, dalam Daymon & Dolloway,
2008). Hasil penelitian ini teridentifikasi 9 tema inti dan 2 tema tambahan. Sembilan tema inti
tersebut adalah perubahan emosi, perubahan kognitif, mekanisme koping, perubahan fungsi
keluarga, perubahan hubungan sosial kemasyarakatan, dukungan sosial, harapan penyelesaian
masalah kepada pemerintah dan kepada PT Lapindo, kebutuhan layanan kesehatan fisik dan
kesehatan psikologis. Sedangkan dua tema tambahan yaitu resiko dan gangguan
perkembangan, dan distres spiritual. Kesimpulan penelitian ini adalah masyarakat korban
lumpur Lapindo mengalami dampak psikososial dan berharap kepada pemerintah dan PT
Lapindo menyelesaikan pembayaran tahap II (80%) serta menyediakan layanan kesehatan
fisik maupun psikososial. Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi psikososial
kepada masyarakat korban dan penelitian lanjutan setelah masyarakat korban menempati
rumah baru.

Kata kunci: Dampak Psikososial, bencana, lumpur Lapindo

33
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Nur Oktavia Hidayati, Achir Yani S. Hamid, Rr. Tutik Sri Hariyati.

Pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) terhadap peningkatan harga diri


narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bogor

Abstrak

Isu gender dan masalah psikososial merupakan salah satu isu penting dalam Lapas. Tahun
1999, kira-kira 285.000 tahanan dan narapidana yang berada dalam lapas mengalami
gangguan jiwa. Di Amerika Serikat sendiri tercatat 73% narapidana yang mengalami
gangguan jiwa adalah perempuan. Harga diri rendah merupakan salah satu masalah yang
banyak dikeluhkan oleh narapidana perempuan yang ada di Lapas Bogor, sehingga perlu
sekali suatu terapi seperti EFT yang berguna untuk meningkatkan harga diri mereka. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Emotional Freedom Technique (EFT) terhadap
peningkatan harga diri narapidana perempuan. Desain penelitian adalah one group pre test –
post test (berfore and after). Teknik penarikan sampel penelitian adalah purposive sampling
dengan jumlah sampel 32 responden. Analisis data univariat dengan menganalisis variable
secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan proporsi, mean, median, standar
deviasi, minimal – maksimal, 95% CI. Analisis bivariat menggunakan dependent sample t-
test dan rank-spearman test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata umur responden 28,03
tahun, rata-rata lama masa hukuman adalah 2,72 tahun, pendidikan paling banyak berada
pada tingkat SMA, dan responden paling banyak berstatus kawin. Rata-rata harga diri
sebelum EFT adalah 21,16 dan rata-rata harga diri sesudah EFT adalah 24,72. Ada perbedaan
yang signifikan antara harga diri sebelum dan sesudah EFT (p-value=0,000), ada hubungan
yang signifikan antara umur dan harga diri setelah diberikan EFT (pvalue=0,000), tidak ada
hubungan antara pendidikan, status perkawinan dan lama masa hukuman dengan harga diri
setelah diberikan EFT. Dari hasil tersebut perlu adanya pelatihan-pelatihan dan seminar
tentang EFT bagi tenaga kesehatan khususnya keperawatan dalam upaya meningkatkan
pelayanan keperawatan bagi komunitas terbatas seperti narapidana yang ada di Lapas.

Kata kunci: EFT, Harga Diri, Lapas, Narapidana perempuan

34
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Nurbani, Budi Anna Keliat, Yusron Nasution

Pengaruh Psikoedukasi Keluarga terhadap masalah psikososial Ansietas dan Beban


keluarga (Caregiver) dalam merawat pasien stroke di RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo Jakarta

Abstrak

Jumlah pasien stroke meningkat setiap tahunnya. Dampak dari penyakit stroke yang dirawat
di rumah sakit umum akan berpengaruh kepada keluarga (Caregiver) yang menimbulkan
masalah psikososial seperti beban karena proses pengobatan yang lama dan ansietas karena
takut pasien meninggal. Umumnya pasien hanya mendapat pengobatan medis dan keluarga
mendapatkan pendidikan kesehatan secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dari psikoedukasi keluarga terhadap masalah psikososial ansietas dan beban
keluarga (caregiver) dalam merawat pasien stroke di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo
Jakarta. Desain penelitian ini menggunakan ”Quasi experimental pre-post test with control
group”. Cara pengambilan dengan cara random permutasi dengan jumlah sampel 45 orang
dengan 22 keluarga (caregiver) kelompok intervensi dan 23 keluarga (caregiver) kelompok
kontrol. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan lembar observasi yang
dikembangkan sendiri untuk ansietas dan beban. Psikoedukasi keluarga dilakukan sebanyak 5
sesi yang terdiri dari pengalaman keluarga (caregiver) selama merawat pasien stroke,
perawatan pasien dengan penyakit stroke, manajemen ansietas yang dialami oleh keluarga
(caregiver), manajemen beban serta mengatasi hambatan dan pemberdayaan keluarga. Hasil
menunjukkan ansietas hasil self evaluasi mengalami penurunan bermakna (p-value<0,005)
dan ansietas hasil observasi mengalami penurunan bermakna (p-value<0,005), sedangkan
beban mengalami penurunan tetapi tidak bermakna (p-value>0,005). Karakteristik keluarga
tidak menjadi faktor konfonding terhadap ansietas dan beban. Rekomendasi penelitian ini
psikoedukasi keluarga dapat digunakan di rumah sakit umum untuk mengatasi masalah
psikososial keluarga, khususnya ansietas. Program Psychiatric Consultan-Liasison Nursing
(PLCN) merupakan program yang dapat dilakukan untuk menangani masalah psikososial
yang terjadi pada pasien dan keluarga akibat penyakit fisik yang dialami di rumah sakit
umum.

Kata kunci: Ansietas, beban, keluarga (caregiver) dan psikoedukasi keluarga

35
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Nurhalimah, Achir Yani S. Hamid, Henny Permatasari.

Pengalaman Orang Tua Mengasuh Remaja Dengan Perilaku Kekerasan di Kota Depok

Abstrak

Perilaku kekerasan yang terjadi pada remaja harus segera ditangani karena dampak yang
ditimbulkan seperti kekhawatiran hilangnya generasi penerus bangsa dan sumber daya
manusia yang produktif bagi pembangunan, gangguan kepribadian anti sosial, serta
terganggunya peran dan fungsi keluarga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian
kualitatif dengan pendekatan induktif bertujuan untuk menggali, mengeksplorasi serta
mendeskripsikan pengalaman orang tua dalam mengasuh remaja dengan perilaku kekerasan.
Populasi pada penelitian ini adalah orang tua atau caregiver utama yang mengasuh remaja
dengan perilaku kekerasan. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling jumlah
partisipan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Penelitian ini menghasilkan tujuh tema
yaitu pelaksanaan peran orang tua secara formal, pelaksanaan peran orang tua secara
informal, pemahaman orang tua tentang tumbuh kembang remaja, karakteristik remaja
dengan perilaku kekerasan, persepsi negatif orang tua dalam mengasuh remaja dengan
perilaku kekerasan, koping orang tua dalam menghadapi remaja dengan perilaku kekerasan,
penyebab perilaku kekerasan, harapan dan dukungan yang dibutuhkan orang tua dalam
menanggulangi perilaku kekerasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semua orang tua
berusaha memenuhi peran secara formal dengan memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan
uang saku remaja sedangkan peran informal dilakukan dengan memenuhi kebutuhan afektif
remaja. Faktor yang mempengaruhi perilaku kekerasan pada remaja adalah faktor internal
yaitu diri remaja itu sendiri serta faktor eksternal seperti kondisi keluarga, orang pola asuh
orang tua, lingkungan dan pengaruh teman sebanya. Untuk menanggulangi perilaku
kekerasan pada remaja orang tua disarankan untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara
mengasuh orang tua sehingga mampu mempertimbangkan perubahan pola asuh yang
diberikan pada remaja, perlunya dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, tokoh
masyarakat dan sekolah agar perilaku kekerasan pada remaja dapat dihindari, sehingga
remaja dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu dewasa yang matur.

Kata kunci: Orang tua, pola asuh, remaja dengan kekerasan

36
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Rizki Fitryasari, Achir Yani S. Hamid, Wiwin Wiarsih..

Pengalaman keluarga selama merawat anak dengan autisme di Sekolah Kebutuhan


Khusus Bangun Bangsa Surabaya, studi fenomenologi

Abstrak

Autisme merupakan gangguan perkembangan pervasif dalam bidang interaksi sosial,


komunikasi dan perilaku. Keberadaan anak autisme akan menjadi stressor bagi keluarga
sebagai suatu sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang
pengalaman keluarga selama merawat anak autisme di Sekolah Kebutuhan Khusus Bangun
Bangsa Surabaya. Penelitian ini menggunakan disain fenomenologi deskriptif dengan metode
wawancara mendalam. Partisipan adalah anggota keluarga yang berperan sebagai caregiver
utama anak autisme yang diperoleh melalui purposive sampling. Data yang dikumpulkan
berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan menerapkan
tehnik Collaizi. Penelitian ini menghasilkan 17 tema. Hasil penelitian menggambarkan
perasaan berduka yang dirasakan keluarga terjadi melalui tahapan menyangkal, marah, tawar-
menawar, depresi dan menerima. Berbagai penyebab berduka membuat keluarga berduka
sepanjang masa dan menimbulkan berbagai beban dalam keluarga. Perawatan yang dilakukan
keluarga memperhatikan tujuan dan jenis kebutuhan dengan menggunakan berbagai metode
tertentu. Keluarga membutuhkan dukungan sosial dan finansial dan telah menggunakan
beberapa sumber dan bentuk dukungan selama merawat anak autisme. Tuntutan perawatan
dan respon lingkungan mengharuskan keluarga melakukan modifikasi cara merawat,
mekanisme koping dan pemberdayaan keluarga. Keluarga mengharapkan adanya perhatian
khusus dan peningkatan kemampuan perkembangan anak autisme. Keluarga merasakan
makna positif dan negatif selama merawat anak autisme. Temuan penelitian ini dapat
dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan profesional, khususnya perawat spesialis jiwa untuk
mengembangkan desain asuhan keperawatan jiwa anak dalam konteks keluarga, penelitian
tentang pemberdayaan keluarga dalam pengelolaan beban selama merawat anak dengan
autisme serta penyempurnaan modul terapi psikoedukasi keluarga dan terapi kelompok
suportif yang spesifik untuk keluarga dengan anak autisme.

Kata kunci: Keluarga, autisme, pengalaman merawat

37
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Ruti Wiyati, Achir Yani S. Hamid, Dewi Gayatri..

Pengaruh Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga dalam Merawat


Klien Isolasi Sosial

Abstrak

Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang
disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Jika perilaku isolasi sosial tidak ditangani
dengan baik dapat menurunkan produktifitas individu dan menjadikan beban bagi keluarga
ataupun masyarakat. National Aliance for Mentally II (NAMI) dan beberapa organisasi lain
mendesain program Family Psichoeducation (FPE) untuk memberikan dukungan kepada
keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga
terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan isolasi sosial. Desain penelitian
quasi eksperimen pendekatan pre post test with control group. Responden penelitian adalah
keluarga dengan klien isolasi sosial berjumlah 48 terbagi secara purposive sampling yaitu 24
responden yang mendapatkan terapi psikoedukasi keluarga sebagai sebagai kelompok
intervensi dan 24 responden yang tidak mendapatkan terapi psikoedukasi keluarga sebagai
kelompok kontrol. Analisis data univariat dengan menganalisa variabel-variabel secara
deskriptif. Analisis bivariat menggunakan dependent sample t-test dan independen sample t-
test. Terapi psikoedukasi keluarga dilakukan sebanyak 5 sesi. Hasil penelitian menunjukkan
rata-rata umur responden 43,81 jenis kelamin perempuan pendidikan dasar, lama merawat
lebih dari satu tahun. Kemampuan kognitif kelompok intervensi sebelum terapi 47,5 dan
sesudah terapi rata-rata 77,5. Kemampuan kognitif kelompok kontrol sebelum 51,25 dan
sesudah 64,17. Kemampuan rata-rata psikomotor kelompok intervensi sebelum terapi 48,75
dan sesudah terapi 75,83 sedangkan kemampuan rata-rata psikomotor kelompok kontrol
sebelum terapi 52,5 dan sesuah terapi 65. Hasil analisis bivariat menunjukkan terapi
psikoedukasi keluarga dapat meningkatkan kemampuan afektif dan psikomotor pada
kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontro. Direkomendasikan untuk
diterapkan sebagai terapi keluarga dalam merawat klien dengan isolasi sosial.

Kata kunci: Isolasi Sosial, Terapi Psikoedukasi Keluarga, Kognitif, Motorik

38
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Sutejo, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono.

Pengaruh Logoterapi Kelompok Terhadap Ansietas Pada Penduduk Pasca Gempa


Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah

Abstrak

Ansietas merupakan salah satu gangguan mental emosional dengan tanda dan gejala yang
dimanifestasikan daslam bentuk respon fisiologis, respon, kognitif, respon perilaku dan
respon emosional. Ansietas dapat disebabkan oleh karena pengalaman traumatis seperti
peristiwa bencana alam, Klaten adalah salah satu Kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang
mengalami bencana gempa bumi. Bencana tersebut meluluhlantakkan harta benda dan
merenggut korban jiwa yang tidak sedikit sehingga menimbulkan dampak psikologis. Terapi
yang dapat meminimalkan ansietas yang dirasakan oleh penduduk yaitu dengan logoterapi
kelompok. Melalui logoterapi diharapkan dapat membangkitkan optimisme seseorang dalam
menghadapi masa depan betapapun kendala yang dihadapi sangatlah besar. Tujuan penelitian
adalah menjelaskan pengaruh logoterapi kelompok terhadap ansietas penduduk pasca gempa.
Penelitian dilakukan di Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah terhadap 84 responden, yaitu
42 responden sebagai kelompok intervensi dan 42 responden sebagai kelompok kontrol.
Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-post test with control group
dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan adalah uji chi square,
dependent dan independent sample t-test serta regresi linier ganda. Hasil uji statistik
menunjukkan bahwa berdasarkan self evaluasi dan observasi terdapat perbedaan yang
bermakna terhadap respon yang ditimbulkan dari ansietas (p-value < 0,5). Hasil penelitian
menjelaskan jika dari self evaluasi ternyata faktor usia, pendidikan, pekerjaan berkontribusi
terhadap ansietas. Sedangkan dari observasi hanya pendidikan yang memiliki kontribusi
terhadap ansietas. Rekomendasi penelitian ini diutamakan kepada pelayanan kesehatan di
Puskesmas agar memfasilitasi penerapan logoterapi kelompok dalam mengatasi ansietas
khususnya pada daerah yang mengalami peristiwa bencana.

Kata kunci: Ansietas, bencana, dampak psikologis, logoterapi kelompok

39
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Taty Hernawaty, Budi Anna Keliat, Kuntarti

Pengaruh Terapi Suportif Keluarga terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Klien


Gangguan Jiwa di Kelurahan Bubulak Bogor Barat

Abstrak

Gangguan jiwa dialami oleh 96 jiwa dari 12392 jiwa penduduk di Kelurahan Bubulak Bogor
Barat. Pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam menggunakan sumber dukungan dalam
merawat klien gangguan jiwa masih kurang, program pelayanan kesehatan jiwa masyarakat
di puskesmas hanya berfokus pada pengobatan klien. Tujuan penelitian ini adalah
memperoleh gambaran pengaruh terapi suportif keluarga terhadap kemampuan keluarga
dalam merawat klien gangguan jiwa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah
“Quasi experimental pre-post test with control group” dengan intervensi terapi suportif
keluarga. Cara pengambilan sampel adalah cluster sampling one stage dengan sampel
sebanyak 74 keluarga yang mempunyai anggota gangguan jiwa dan dibagi dua kelompok;
kelompok yang mendapat terapi suportif keluarga dan kelompok yang tidak mendapat terapi
suportif keluarga. Terapi suportif keluarga diberikan 4 sesi dalam 4 kali pertemuan selama 2
minggu. Kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor keluarga diukur dengan menggunakan
kuesioner dan dianalisis menggunakan t-test, Chi-Square, dan Regresi Linear Sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor
keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa secara bermakna pada kelompok keluarga yang
mendapat terapi suportif keluarga. Kemampuan kelompok keluarga yang mendapat terapi
suportif keluarga meningkat lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan kelompok
keluarga yang tidak mendapat terapi suportif keluarga. Hasil penelitian ini sejalan dengan
riset Hamada, dkk. (2002) mengenai sistem dukungan keluarga bagi klien Skizofrenia
menjelaskan bahwa di dalam melakukan perawatan kesehatan jiwa masyarakat, pendekatan
tidak hanya dilakukan pada klien tetapi juga keluarga. Hasil riset Chien, dkk (2006) tentang
mutual support group pada keluarga China dengan diagnosa Skizofrenia bahwa terapi
suportif memberi efek positif pada beban keluarga. Terapi suportif keluarga
direkomendasikan bagi keluarga yang mempunyai anggota gangguan jiwa dimasyarakat.

Kata kunci: Gangguan jiwa, kemampuan keluarga, dan terapi suportif keluarga

40
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Titin Sutini, Budi Anna Keliat, Dewi Gayatri.

Pengaruh pelaksanaan terapi Self-Help Groups terhadap koping keluarga dengan anak
Retardasi mental di SLB-C Kabupaten Sumedang tahun 2009

Abstrak

Keluarga dengan anak retardasi mental di Kabupaten Sumedang sekitar 10.898 orang dari
1.089.889 penduduk di Kabupaten Sumedang, dan yang tercatat di SLB-C sekabupaten
sumedang hanya 218 orang. Tujuan penelitian ini adalah Memperoleh gambaran tentang
pengaruh pelaksanaan terapi Self-Help Groups terhadap koping keluarga dengan anak
Retardasi mental di SLB-C Kabupaten Sumedang tahun 2009 sehingga dapat mengurangi
faktor resiko terjadinya gangguan. Metode penelitian adalah adalah ”Quasi experimental pre-
post test with control group” dengan intervensi self help group. Cara pengambilan sampel
adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 22 keluarga. Alat pengumpulan data
menggunakan kuesioner karakteristik keluarga dan kuesioner koping keluarga. Self help
group dilakukan pada dua kelompok; kelompok I diberikan self help group dengan enam kali
pertemuan (empat kali bimbingan dan dua kali mandiri), kelompok II tidak diberikan self
help group. Analisa data menggunakan univariat dengan menganalisa secara deskriptif
dengan menghitung distribusi frekuensi dan sentral tendensi. Analisa Bivariat menggunakan
Independent sample t-test, Chi-Square dan Dependent sample t-test. Multivariat
menggunakan pearson product moment dan Rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan
peningkatan kemampuan koping setelah self-help group pada keluarga dengan anak retardasi
mental secara bermakna dan terjadi perubahan dari koping maladaptif menjadi adaptif (p
value = 0,000). Pada kelompok yang hanya diberikan terapi generalis terjadi juga
peningkatan kemampuan koping keluarga dengan anak retardasi mental tetapi peningkatan
tersebut masih berada di koping maladaptif. Direkomendasikan untuk membentuk kelompok
self-help group lainnya di lingkungan SLB-C.

Kata kunci: Self help group, koping keluarga dan retardasi mental

41
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2009

Tjahjanti Kristyaningsih, Budi Anna Keliat, Novy Helena C.D.

Pengaruh Terapi Self-help group terhadap Koping keluarga dengan anak Retardasi
mental di SLB-C Kabupaten Sumedang

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif terhadap perubahan harga
diri dan kondisi depresi pasien gagal ginjal kronik (GGK) di ruang Haemodialisa RSUP
Fatmawati Jakarta. Metode penelitian adalah quasi experiment dengan desain pre-post test
design with control group. Data diambil sebelum dan sesudah pemberian intervensi terapi
kognitif pada pasien GGK yang mengalami harga diri rendah dan kondisi depresi di
kelompok intervensi. Sampel penelitian diperoleh secara consequtive sampling yang
berjumlah 56 responden, terdiri dari 28 responden untuk kelompok intervensi dan 28
responden untuk kelompok kontrol. Instrumen penelitian untuk mengetahui tingkat harga diri
dan kondisi depresi menggunakan kuesioner modifikasi dari Test Skrining Depresi Beck
(Beck Depresion Inventory/BDI) yang berjumlah 25 pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan
bahwa tingkat harga diri meningkat lebih bermakna dan kondisi depresi menurun lebih
bermakna pada kelompok pasien gagal ginjal kronik yang mendapatkan terapi kognitif
dibanding kelompok pasien gagal ginjal kronik yang tidak mendapatkan terapi kognitif (p
value = 0,000; α = 0,005). Terapi kognitif bila dilaksanakan secara konsisten oleh pasien
secara mandiri berpeluang untuk meningkatkan harga diri sebesar 18,9% dan diperkirakan
mampu meningkatkan nilai harga diri sebesar 20,43 poin dan juga berpeluang untuk
menurunkan depresi sebesar 31,2% dan diperkirakan mampu menurunkan nilai kondisi
depresi sebesar 6,29 poin. Ruang Haemodialisa RSUP Fatmawati dapat mengupayakan
peningkatan harga diri dan penurunan kondisi depresi pasien GGK yang menjalani terapi
haemodialisa melalui pemberian intervensi keperawatan spesialistik agar dapat memberikan
asuhan keperawatan yang komprehensif, paripurna dan bermutu serta terintegrasi dalam
pelayanan kesehatannya.

Kata kunci: depresi, pasien gagal ginjal kronik, terapi kognitif, tingkat harga diri

42
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2010

43
44
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Antonius Ngadiran, Achir Yani S Hamid, Novy Helena CD.

Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga tentang Beban dan Sumber Dukungan


Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Halusinasi di wilayah Cimahi dan
Bandung

Abstrak

Halusinasi adalah gangguan persepsi panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang
dapat meliputi semua panca indera dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh atau
baik, Halusinasi dapat berupa halusinasi dengar, lihat, cium, raba dan kecap. Keberadaan
klien halusinasi dengan prilakunya yang cukup beragam di dalam keluarga menimbulkan
stressor tersendiri bagi setiap anggota keluarganya karena keluarga merupakan suatu sistem
dan akan menimbulkan masalah atau beban bagi keluarganya. Tujuan penelitian ini adalah
menguraikan secara mendalam pengalaman keluarga tentang beban dan sumber dukungan
keluarga serta makna dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami halusinasi.
Desain penelitian metoda kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini di
lakukan pada keluarga yang anggota keluarganya mengalami halusinasi yang pernah di rawat
atau sedang di rawat di rumah sakit Jiwa Cimahi Propinsi Jawa Barat dengan teknik
pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu enam partisipan. Kriteria inklusi
partisipan dalam penelitian ini adalah keluarga yang anggota keluarganya mengalami
halusinasi dan sebagai care giver, mampu berkomunikasi dengan baik , tinggal satu rumah
dengan klien halusinasi. Pengumpulan data di lakukan dengan cara tehnik wawancara
mendalam ( indept interview ) dan menggunakan catatan lapangan ( field note ). Hasil
wawancara mendalam di dan catatan lapangan di analisis menggunakan metoda colaizzi
dengan enam tahapan analisis. Dalam penelitian ini teridentifikasi delapan tema sebagai hasil
penelitian yaitu beban psikologis, beban financial, masalah dalam fasilitas pelayanan
kesehatan, dukungan sosial, dukungan keluarga, perhatian tanpa pamrih, kecewa terhadap
pemberi dukungan, Takdir. Rekomendasi penelitian untuk keperawatan jiwa yaitu perawat
akan lebih meningkatkan kompetensi dalam melakukan pengkajian terhadap kebutuhan
keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi sehingga akan semakin tepat dalam
memberikan intervensi kepada keluarga terutama untuk meningkatkan kemampuan dan
meminimalkan beban yang di rasakan keluarga.

Kata kunci : Klien dengan halusinasi, Pengalaman keluarga dalam merawat, beban, sumber
dukungan.

44
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Dewi Eka Putri, Budi Anna Keliat, Yusron Nasution, Herni Susanti.

Pengaruh Rational Emotive Behaviour Therapy Terhadap Klien Dengan Perilaku


Kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor Tahun 2010

Abstrak

Perilaku kekerasan (PK) adalah respon kemarahan maladaptif dalam bentuk perilaku
menciderai diri, orang lain dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran
Pengaruh Rational Emotive Behaviour Therapy terhadap penurunan perilaku kekerasan di
ruang rawat inap RSMM Bogor. Desain “Quasi Experimental Pre-Post Test with “Control
Group” dengan intervensi Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT). Sampel adalah 53
klien skizoprenia paranoid dengan PK, terdiri atas 25 orang kelompok intervensi dan 28
orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan respon kognitif dan
sosial serta penurunan respon emosi, perilaku, dan fisiologis secara bermakna (P-value≤0,05)
pada klien yang mendapatkan REBT. Frekuensi dirawat ≥ 2 kali berhubungan dengan
peningkatan respon sosial klien. REBT direkomendasikan untuk diberikan pada klien PK
besamaan dengan tindakan keperawatan generalis.

Kata Kunci: Perilaku Kekerasan, Rational Emotive Behaviour Therapy

45
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Dewi Sartika, Budi Anna Keliat, Herni Susanti.

Pengaruh Relapse Prevention Training Terhadap Kekambuhan dan Kepatuhan Klien


Ketergantungan Heroin yang Menjalani Program Terapi Rumatan Metadon di DKI
Jakarta Tahun 2010

Abstrak

Klien ketergantungan heroin yang menjalani Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM)
beresiko terjadinya masalah kekambuhan dan ketidakpatuhan, sehingga diperlukan upaya
pencegahan untuk meningkatkan keterampilan strategi koping untuk mengatasi faktor dan
situasi beresiko terjadi ketidakpatuhan dan kekambuhan. Penelitian quasi experimental
dengan pendekatan pre-post test with control group ini ditujukan untuk mengidentifikasi
pengaruh relapse prevention training (RPT) terhadap kekambuhan dan kepatuhan klien
ketergantungan heroin yang menjalani program terapi rumatan metadon di DKI Jakarta. Hasil
penelitian terhadap 56 responden yang terdiri dari 28 orang kelompok kontrol dan 28 orang
kelompok intervensi menunjukan peningkatan kepatuhan secara bermakna (p=0,000) pada
kelompok intervensi sebelum dan sesudah dilakukan RPT. Pada kelompok intervensi tidak
terjadi kekambuhan, sedangkan pada kelompok kontrol terjadi 1 orang (3,75 %) kambuh.
Relapse prevention training ini direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai bentuk
pelayanan kesehatan/ keperawatan jiwa bagi klien ketergantungan heroin yang menjalani
PTRM.

Kata Kunci: Kekambuhan, Kepatuhan, Ketergantungan Heroin, PTRM, Relapse Prevention


Training

46
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Diyan Yuli Wijayanti, Achir Yani S Hamid, Tuti Nuraini.

Pengaruh Logoterapi terhadap Kecemasan Napi Perempuan di Lembaga


Pemasyarakatan Perempuan Semarang tahun 2010

Abstrak

Kecemasan merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang dapat terjadi pada
narapidana perempuan. Kecemasan timbul sebagai dampak dari proses hukuman yang harus
dijalani. Selain itu rasa cemas merupakan dampak dari stigma yang diberikan oleh
masyarakat pada napi perempuan. Namun, program pelayanan kesehatan jiwa di dalam
penjara kurang menjadi perhatian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
logoterapi terhadap kecemasan narapidana (napi) perempuan di Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) Perempuan Semarang. Metode penelitian adalah quasi experiment dengan pre-post
test design with control group. Data diambil sebelum dan sesudah pemberian intervensi
logoterapi pada napi perempuan. Sampel penelitian diperoleh secara total sampling berjumlah
58 responden, terdiri dari 29 responden untuk kelompok intervensi dan 29 responden untuk
kelompok kontrol. Instrumen penelitian untuk mengetahui tingkat keceamsan menggunakan
kuesioner modifikasi dari penelitian sebelumnya dan Hamilton Anxiety Rating Scale yang
berjumlah 24 pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan bahwa kecemasan pada napi
perempuan menurun lebih bermakna setelah diberikan logoterapi baik berdasarkan evaluasi
diri (p-value= 0,022; α= 0,05) maupun berdasarkan observasi (p-value= 0,000; α= 0,05).
Lapas sebagai salah satu fasilitas koreksional merupakan lahan yang sangat baik untuk
mengembangkan terapi spesialis jiwa yang salah satunya adalah Logoterapi. Oleh karena itu
terapi ini direkomendasikan untuk dilakukan di Lapas sebagai bentuk pelayanan kesehatan
jiwa bagi para terpidana.

Kata kunci: Kecemasan, napi perempuan, logoterapi

47
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Eko Arik Susmiatin, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono, Herni Susanti

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Kemampuan Adaptasi dan


Memberikan Stimulasi Janin pada Ibu Hamil di Kelurahan Balumbang Jaya
Kecamatan Bogor Kota Bogor Tahun 2010

Abstrak

Pelayanan kesehatan jiwa masyarakat bagi ibu hamil belum berkembang pada aspek
psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik
terhadap kemampuan adaptasi dan stimulasi janin pada ibu hamil. Desain yang digunakan
adalah”Quasi experimental pre-post test with control group”, dengan sampel 52 orang ibu
hamil yang terbagi menjadi 2 yaitu 26 kelompok intervensi dan 26 kelompok kontrol. Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan adaptasi dan stimulasi janin lebih tinggi
secara bermakna pada kelompok ibu hamil yang mendapat terapi kelompok terapeutik (p-
value<0,05). Terapi kelompok terapeutik bila dilaksanakan secara konsisten berpeluang
meningkatkan kemampuan adaptasi emosi sebesar 48,1%, adaptasi sosial 28,5% dan
stimulasi janin 34,5%. Terapi ini direkomendasikan dilakukan pada tatanan pelayanan
kesehatan masyarakat sebagai bentuk pelayanan kesehatan jiwa pada ibu hamil.

Kata kunci: Kemampuan adaptasi ibu hamil, kemampuan stimulasi janin oleh ibu hamil,
terapi kelompok terapeutik

48
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Evin Novianti, Budi Anna Keliat, Tuti Nuraini, Herni Susanti

Pengaruh terapi kelompok Assertiveness Training terhadap kemampuan komunikasi


ibu dalam mengelola emosi anak usia sekolah (7-12 tahun) di Kelurahan Balumbang
Jaya Kota Bogor tahun 2010

Abstrak

Pada masa usia sekolah, anak belum mampu mengolah masalahnya dengan tepat, anak rentan
berperilaku emosional. Tujuan penelitian memperoleh gambaran pengaruh terapi kelompok
Assertiveness Training (AT) terhadap kemampuan komunikasi ibu dalam mengelola emosi
anak usia sekolah. Sampel pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 32 orang.
Terapi kelompok AT membantu ibu mengelola emosi anak melalui komunikasi asertif,
dilakukan 6 sesi. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan kemampuan komunikasi
asertif ibu pada kelompok yang mendapat AT meningkat secara bermakna (p-value<0,05).
Pada kelompook ibu yang tidak mendapat AT, kemampuan komunikasi ibu menurun secara
bermakna (p-value<0,05). Kemampuan anak mengelolaemosi meningkat bermakna (p-
value<0,05) yang ibunya mengikuti AT, sedangkan pada kelompok yang ibunya tidak
mendapat AT menurun bermakna (p-value<0,05). Terapi ini direkomendasikan pada
pelayanan kesehatan di masyarakat khususnya anak usia sekolah.

Kata kunci: Kemampuan komunikasi orang tua, mengelola emosi, terapi kelompok
Assertiveness Training

49
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Hapsah, Achir Yani S Hamid, Herni Susanti

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) Terhadap Perkembangan Generativitas


Perempuan Paruh Baya Di Kabupaten Pinrang Tahun 2010

Abstrak

Perempuan paruh baya mengalami banyak perubahan psikososial yang dapat mempengaruhi
perkembangannya sehingga diperlukan upaya promotif untuk meningkatkan derajat
kesehatannya. Penelitian Quasi experimental dengan pendekatan pre-post test with control
group ini ditujukan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi kelompok terapeutik (TKT)
terhadap perkembangan generativitas perempuan paruh baya di Kabupaten Pinrang. Hasil
penelitian terhadap 34 orang kelompok intervensi dan 36 orang kelompok kontrol (melalui
purposive sampling) menunjukkan peningkatan generativitas secara bermakna (p=0,000)
pada kelompok intervensi dan peningkatan secara tidak bermakna pada kelompok kontrol
(p=0,410) sebelum dan sesudah dilakukan TKT. Terapi kelompok terapeutik ini
direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai bentuk pelayanan kesehatan jiwa bagi
perempuan paruh baya.

Kata kunci: Generativitas, perempuan paruh baya, terapi kelompok terapeutik

50
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Ira Erwina, Budi Anna Keliat, Yusron Nasution, Novy Helena CD

Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Post Traumatic Stress Disorder Pada
Penduduk Pasca Gempa di Kelurahan Air Tawar Barat Kecamatan Padang Utara
Propinsi Sumatera Barat

Abstrak

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) ditemukan sebanyak 55,67% di RW 3 dan 57,57% di
RW 11 Kelurahan Air Tawar Barat setelah gempa di Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh CBT terhadap pengetahuan tentang PTSD, kemampuan
mengatasi PTSD dan tanda dan gejala PTSD di Kelurahan Air Tawar Barat Kecamatan
Padang Utara Propinsi Sumatera Barat. Desain penelitian Quasi eksperimental dengan
sampel sebanyak 39 orang di kelompok intervensi dan 39 orang dikelompok kontrol. Teknik
pengambilan sampel dengan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan penurunan
PTSD secara bermakna pada kelompok yang mendapatkan CBT (p-value<0,05) sedangkan
pada kelompok yang tidak mendapat CBT terjadi penurunan yang tidak bermakna (p-
value>0,05). CBT direkomendasikan pada individu yang mengalami PTSD sebagai tindakan
keperawatan spesialis jiwa.

Kata kunci : PTSD, CBT, pengetahuan tentang CBT, kemampuan mengatasi CBT, PTSD

51
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Jumaini, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono, Novy Helena C.D

Pengaruh cognitive behavioral social skills training (CBSST) terhadap kemampuan


bersosialisasi klien isolasi sosial di BLU RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Isolasi sosial sebagai salah satu gejala negatif skizofrenia merupakan kegagalan individu
untuk menjalin interaksi dengan orang lain akibat dari pikiran-pikiran negatif serta
pengalaman yang tidak menyenangkan sebagai ancaman terhadap individu. Tujuan penelitian
adalah mengetahui pengaruh terapi CBSST terhadap kemampuan bersosialisasi klien isolasi
sosial di BLU RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian quasi experimental pre-
post test with control group. Sampel berjumlah 60 orang yang meliputi 29 orang kelompok
intervensi dan 31 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan
kognitif dalam menilai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan serta kemampuan psikomotor
dalam bersosialisasi meningkat secara bermakna setelah dilakukan terapi CBSST (p
value<0.05). Peningkatan kemampuan bersosialisasi lebih tinggi secara bermakna pada
kelompok yang mendapat CBSST dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan CBSST
(p value<0.05). CBSST direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan dalam
merawat klien dengan isolasi sosial.

Kata kunci: Cognitive behavioral sosial skills training, kemampuan bersosialisasi, klien
isolasi sosial

52
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Kens Napolion, Achir Yani S Hamid, Novy Helena CD

Pengalaman Keluarga dalam Merawat Anak Dengan Tunagrahita di Kelurahan


Balumbang Jaya Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor tahun 2010 : Studi Fenomenologi

Abstrak

Keberadaan anak dengan tunagrahita akan menjadi stressor tersendiri bagi keluarga karena
keluarga merupakan suatu sistem dan akan menimbulkan masalah bagi masyarakat, keluarga,
maupun individu penyandangnya. Tujuan penelitian menguraikan secara mendalam tentang
pengalaman keluarga dalam merawat anak dengan tunagrahita. Desain penelitian metode
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Tehnik pengambilan partisipan secara
purposive sampling. Pengumpulan data pada tujuh partisipan dengan indepth interview dan
field note kemudian dianalisis dengan motede Colaizzi. Penelitian ini menghasilkan lima
belas tema yaitu takdir, beban keluarga, respon psikologis, perubahan emosional, perubahan
perilaku, upaya mencari bantuan kesehatan, upaya mencari bantuan lain, pemberdayaan
keluarga, dukungan sosial, dukungan finansial, keterbatasan sumber perawatan, akses
terhadap pelayanan kesehatan, public stigma, manejemen pelayanan kesehatan yang efisien
dan efektif serta makna dan hikmah. Rekomendasi penelitian ini meningkatkan pengkajian
terkait beban yang dirasakan keluarga dan potensi keluarga untuk memperkuat mekanisme
koping dalam merawat anak dengan tunagrahita.

Kata kunci: Anak dengan tunagrahita, keluarga, pengalaman dalam merawat

53
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Kissa Bahari, Budi Anna Keliat, Dewi Gayatri, Novy Helena CD

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Perkembangan Identitas Diri Remaja


di Kota Malang

Abstrak

Pembentukan identitas diri merupakan aspek sentral tugas perkembangan pada masa remaja
yang memberikan dasar bagi masa dewasa. Pembentukan identitas diri remaja melalui
pendekatan terapi kelompok terapeutik masih jarang dilakukan perawat atau profesi
kesehatan lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok
terapeutik terhadap perkembangan identitas diri remaja di kota Malang. Desain penelitian
”Quasi experimental with pre-post test control group”. Subyek penelitian ini adalah remaja
awal usia 12 – 15 th di kota Malang, sampel keseluruhan berjumlah 78 orang yang meliputi
38 orang kelompok intervensi dan 40 orang kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel
dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis
menggunakan paired dan pooled t-test. Hasil penelitian menunjukkan identitas diri remaja
meningkat secara bermakna setelah dilakukan terapi kelompok terapeutik (Pvalue = 0.000;
α=0.05), sedangkan yang tidak dilakukan terapi kelompok terapeutik tidak terjadi
peningkatan secara bermakna (Pvalue= 0.571; α= 0.05). Penelitian ini merekomendasikan perlu
diterapkannya terapi kelompok terapeutik untuk meningkatkan perkembangan identitas diri
remaja pada populasi yang lebih luas.

Kata kunci: Terapi kelompok terapeutik, identitas diri, remaja, perawatan kesehatan jiwa,
promosi kesehatan jiwa

54
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Lilik Supriati, Budi Anna Keliat, Tuti Nuraini, Herni Susanti.

Pengaruh terapi thought stopping dan progressive muscle relaxation terhadap ansietas
pada klien dengan gangguan fisik di RSUD Dr. Soedono Madiun

Abstrak

Thought stopping pada penelitian sebelumya efektif terhadap ansietas tetapi belum optimal
menurunkan respon fisiologis ansietas. Tujuan penelitian menjelaskan pengaruh terapi
thought stopping dan progressive muscle relaxation terhadap ansietas klien dengan gangguan
fisik. Metode penelitian adalah quasi experimental pre-post test with control group.
Penelitian dilakukan pada 56 klien yaitu 28 kelompok intervensi mendapat thought stopping
dan progressive muscle relaxation dan 28 kelompok kontrol hanya mendapat thought
stopping. Hasil menunjukkan ansietas klien yang mendapat thought stopping dan progressive
muscle relaxation menurun dari ansietas sedang ke ansietas ringan sedangkan yang mendapat
thought stopping menurun tetap berada pada ansietas sedang. Thought stopping dan
progressive muscle relaxation menurunkan respon fisiologis, kognitif, perilaku dan emosi
secara bermakna (p-value<0,05). Thought stopping dan progressive muscle relaxation
direkomendasikan untuk penanganan ansietas di tatanan rumah sakit umum dan masyarakat.

Kata kunci: Ansietas, thought stopping, progressive muscle relaxation, gangguan fisik

55
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Nia Restiana, Budi Anna Keliat, Dewi Gayatri, Novy Helena CD.

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Terhadap Kemampuan Ibu Dalam


Menstimulasi Rasa Percaya Bayi Di Kelurahan Mulyasari Kota Tasikmalaya Tahun
2010

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang pengaruh terapi kelompok
terapeutik terhadap kemampuan ibu menstimulasi perkembangan bayi serta perkembangan
rasa percaya di kelurahan Mulyasari Tasikmalaya. Desain penelitian adalah ”Quasi
experimental pre-post test with control group”. Sampel adalah purposive sampling dengan
besarnya sampel 80 ibu yang mempunyai bayi. Terapi Kelompok Terapeutik dilakukan
dengan tujuh sesi pertemuan tentang cara memberikan stimulasi terhadap bayi dari aspek
motorik, kognitif, bahasa, emosi, kepribadian, moral, spiritual, psikososial. Hasil penelitian
menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif, psikomotor, dan perkembangan rasa percaya
bayi secara bermakna (p-value<0,05) pada ibu yang mendapat TKT. Peningkatan
kemampuan kognitif, psikomotor serta perkembangan rasa percaya bayi lebih tinggi secara
bermakna pada ibu yang mendapat terapi kelompok terapeutik dibandingkan dengan yang
tidak mendapat terapi kelompok terapeutik (p-value<0,05). Terapi kelompok terapeutik
direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan di masyarakat sebagai
bentuk pelayanan kesehatan jiwa bagi ibu yang mempunyai usia bayi.

Kata kunci: Kemampuan ibu, stimulasi perkembangan bayi, perkembangan rasa percaya
bayi, terapi kelompok terapeutik

56
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Rika Damayanti, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono, Novy Helena CD

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) Terhadap Kemampuan Ibu dalam


Memberikan Stimulasi Perkembangan Inisiatif Anak Usia Pra Sekolah di Kelurahan
Kedaung Bandar Lampung Tahun 2010

Abstrak

Masalah kesehatan jiwa di dunia sudah menjadi masalah yang sangat serius, sehingga perlu
upaya peningkatan kesehatan sepanjang rentang kehidupan. Masa kritis yang memerlukan
stimulasi diantaranya yaitu usia pra sekolah. Tujuan penelitian memperoleh gambaran
tentang Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Kemampuan Ibu dalam Memberikan
Stimulasi Perkembangan Usia Pra Sekolah di Kelurahan Kedaung Kota Bandar Lampung.
Desain penelitian ”Quasi experimental pre-post test with control group”, teknik purposive
sampling sebanyak 40 ibu kelompok intervensi dan 40 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan
peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor ibu serta perkembangan inisiatif anak
setelah ibu mendapat Terapi Kelompok Terapeutik secara bermakna (p-value<0,05) Terapi
ini direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat
bagi kelompok ibu yang memiliki anak usia pra sekolah.

Kata kunci: Terapi kelompok terapeutik, kemampuan ibu, stimulasi perkembangan,


perkembangan inisiatif

57
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Syarniah, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono, Novy Helena CD.

Pengaruh terapi kelompok reminiscence terhadap depresi pada lansia di Panti Sosial
Tresna Werdha Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan

Abstrak

Depresi merupakan masalah utama pada lansia, dan prevalensi di Indonesia sebesar 30-45 %
(Dharmono, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok
reminiscence terhadap depresi, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi
sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan.
Desain penelitian quasi eksperimental pre test – post test control group. Sampel 75 lansia,
terdiri 38 kelompok intervensi dan 37 kelompok kontrol. Terapi Kelompok Reminiscence
diberikan sebanyak 5 sesi dalam 9 kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi
depresi, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi sosial pada lansia yang
mendapat terapi kelompok reminiscence menurun secara bermakna (Pvalue ≤ ), sedangkan
lansia yang tidak mendapat terapi menurun tetapi tidak bermakna (Pvalue ≥ ). Reminiscence
direkomendasikan pada lansia depresi dengan diagnosa keperawatan harga diri rendah,
ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi sosial.

Kata kunci: Depresi, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan, isolasi sosial, terapi
kelompok reminiscence.

58
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2010

Wardiyah Daulay, Achir Yani S Hamid, Mustikasari

Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku terhadap Pikiran dan Perilaku Anak Usia Sekolah
yang Mengalami Kesulitan Belajar di SDN Kelurahan Pondok Cina tahun 2010

Abstrak

Kesulitan belajar merupakan hambatan/gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai
oleh adanya kesenjangan yang signifikan antara taraf intelegensi dan kemampuan akademik
yang seharusnya dicapai. Di SDN Kelurahan Pondok Cina ada sekitar 12,5%-27,5% anak
yang mengalami kesulitan belajar dalam satu kelas. Anak yang mengalami kesulitan belajar
dapat dihubungkan dengan kurangnya keterampilan kognitif dan secara spesifik berkaitan
dengan kurangnya pemikiran positif anak. Melalui pikiran positif anak akan lebih mampu
mengatasi kesulitan-kesulitan melalui pemecahan masalah sederhana, menunda pemuasan
sesaat dan anak akan mampu mengontrol perilakunya sendiri. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh Terapi Kognitif Perilaku terhadap pikiran dan perilaku anak usia
sekolah yang mengalami kesulitan belajar. Desain penelitian quasi eksperiment dengan
pendekatan pre post test with control group. Penelitian dilakukan di SDN Kelurahan Pondok
Cina dengan sampel anak yang mengalami kesulitan belajar yang terdiri dari 30 anak murid
di SDN 3 Pondok Cina sebagai kelompok intervensi dan 30 murid SDN Pondok Cina 5
sebagai kelompok kontrol. Kriteria inklusi sampel adalah anak yang mengalami gangguan
kemampuan akademik karena faktor psikologis, duduk di kelas IV, V dan VI, memiliki
pikiran negatif dan perilaku maladaptif dan anak komunikatif. Terapi Kognitif Perilaku yang
dilakukan melalui 5 sesi ini diarahkan untuk memodifikasi fungsi berpikir, merasa dan
bertindak dengan menekankan peran otak dalam menganalisa, memutuskan, bertanya,
berbuat dan memutuskan kembali. Dengan merubah status pikiran dan perasaannya, anak
diharapkan dapat mengubah tingkah lakunya. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji
statistik dependen t-Test menunjukkan ada pengaruh penerapan terapi kognitif perilaku
terhadap perubahan pikiran dan perilaku pada anak usia sekolah yang mengalami kesulitan
belajar (pikiran; p=0,021 dan perilaku; p=0,045). Diharapkan penerapan terapi ini dapat
dilaksanakan untuk tatanan sekolah dengan bekerjasama dengan dinas kesehatan.

Kata Kunci: Kesulitan belajar, terapi kognitif perilaku, pikiran, perilaku

59
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Sri Eka Wahyuni, Budi Anna Keliat, Yusron Nasution, Herni Susanti.

Pengaruh cognitive behaviour therapy terhadap halusinasi pasien di Rumah Sakit Jiwa
Pempropsu Medan

Abstrak

Salah satu cara mengatasi halusinasi adalah dengan pemberian cognitive behaviour therapy
(CBT). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh CBT terhadap halusinasi pasien di
Rumah Sakit Jiwa Pempropsu Medan. Desain penelitian quasi eksperimental dengan jumlah
sampel 56 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan peningkatan
pelaksanaan cara mengontrol halusinasi yang bermakna antara kelompok yang mendapat dan
tidak mendapat CBT (Pvalue < 0.05). Halusinasi menurun secara bermakna pada kelompok
yang mendapat CBT (Pvalue < 0.05). Sedangkan pada kelompok yang tidak mendapat CBT
halusinasi menurun secara tidak bermakna (Pvalue > 0.05). CBT direkomendasikan
dilakukan pada pasien halusinasi sebagai tindakan keperawatan spesialis.

Kata kunci: Halusinasi, cognitive behavior therapy, cara mengontrol halusinasi

60
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Sri Hunun Widiastuti, Achir Yani S Hamid, Tuti Nuraini

Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Terhadap Kemampuan Keluarga Melatih “Self


Care” Anak Tunanetra Ganda di SLB G Rawinala Jakarta

Abstrak

Reaksi dan persepsi orangtua terhadap ketunaan anaknya mempengaruhi cara mereka
merawat dan berdampak pada tingkat perkembangan dan kemandirian self care anak. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Terapi Kelompok Suportif terhadap kemampuan
orangtua dalam melatih self care anak tunanetra ganda di SLB G Rawinala Jakarta Timur.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment pre-post test with
control group dengan 51 responden, terdiri dari 26 responden untuk kelompok intervensi dan
25 responden untuk kelompok kontrol. Terapi ini adalah terapi mutual support, diberikan
dalam 4 sessi dan dilakukan selama 6 minggu. Kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor
orangtua dianalisis menggunakan uji T test, Chi – Square dan Regresi Linear sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan orangtua secara bermakna setelah
diberikan terapi pada kelompok intervensi.

Kata kunci : Kemampuan orangtua, terapi kelompok suportif, self care, tuna netra ganda

61
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2010

Walter, Budi Anna Keliat, Sutanto Priyo Hastono, Herni Susanti.

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Perkembangan Industri Anak Usia


Sekolah di Panti Sosial Asuhan Anak Kota Bandung.

Abstrak

Usia sekolah dasar disebut masa intelektual atau masa keserasian sekolah dalam mencapai
perkembangan industri. Tahapan perkembangan industri penting sepanjang rentang
perkembangan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap
perkembangan industri. Desain penelitian “Quasi experimental pre-post test with control
group”. Sampel berjumlah 76, 38 orang kelompok intervensi, 38 orang kelompok kontrol
anak usia 6-9 tahun. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kognitif, psikomotor dan
perkembangan industri meningkat secara bermakna setelah diberikan terapi kelompok
terapeutik (p-v < 0.05), kelompok yang tidak diberikan terapi kelompok terapeutik tidak
meningkat secara bermakna, (p-value > 0.05). Penelitian direkomendasikan dilakukan pada
anak usia sekolah untuk meningkatkan perkembangan industrinya.

Kata kunci: Terapi kelompok terapeutik, perkembangan industri, anak usia sekolah,
perawatan kesehatan jiwa

62
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Desember 2010

Abdul Wakhid

Studi Fenomenologi Pengalaman Ketidakberdayaan Lansia Dengan Hipertensi di Kota


Bogor

Abstrak

Hipertensi merupakan masalah yang serius. Pada tahun 2020, diprediksi 23,6 juta orang akan
meninggal karena CVD, terutama penyakit jantung dan stroke (WHO, 2008). Hipertensi
merupakan salah satu penyakit kronis karena penatalaksanaan tekanan darah membutuhkan
penanganan jangka panjang yang dapat memicu munculnya kondisi depresi dan
ketidakberdayaan. Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi pengalaman ketidakberdayaan
lanjut usia yang mengalami hipertensi di Kota Bogor. Metode penelitian kualitatif deskriptif
fenomenologi terhadap 6 partisipan. Hasil penelitian didapatkan tema respon fisik, respon
sosial, respon psikologis, mencari dukungan sosial, memaknai ulang ketidakberdayaan,
dukungan spiritual, penilaian pasif, memobilisasi keluarga untuk mendapatkan dan menerima
bantuan, harapan terhadap kondisi penyakit. Rekomendasi perawat jiwa dilingkup komunitas
untuk melakukan pengelolaan asuhan keperawatan pada diagnosis ketidakberdayaan dengan
menerapkan aspek psikososial sehingga dapat ditentukan terapi keperawatan jiwa yang sesuai
pada diagnosis ketidakberdayaan.

Kata Kunci : Lansia, Hipertensi, Ketidakberdayaan

63
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Desember 2010

Alini

Pengaruh Terapi Assertiveness Training dan Progressive Muscle RelaxationTerhadap


Gejala dan Kemampuan Klien Dengan Perilaku Kekerasan Di RS Dr. H. Marzoeki
Mahdi Bogor

Abstrak

Salah satu terapi untuk mengatasi perilaku kekerasan pada klien skizofrenia adalah
Assertiveness Training (AT) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR). Penelitian ini
bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengaruh terapi AT dan PMR terhadap penurunan
gejala dan peningkatan kemampuan klien dengan perilaku kekerasan. Desain penelitian quasi
experimental pre-post test with control group. Sampel penelitian 60 orang yang meliputi: 30
orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian ditemukan
penurunan gejala dan peningkatan kemampuan klien perilaku kekerasan yang mendapatkan
AT dan PMR lebih besar dibandingkan dengan yang hanya mendapatkan AT (p value ≤
0.05). Terapi AT dan PMR menurunkan gejala perilaku kekerasan sebesar 48.6 % dan
meningkatkan kemampuan AT 57% serta kemampuan PMR 62%. Terapi AT dan PMR
direkomendasikan sebagai terapi keperawatan lanjutan dalam merawat klien skizofrenia
dengan perilaku kekerasan.

Kata kunci: Assertiveness Training (AT), Progressive Muscle Relaxation (PMR), perilaku
kekerasan, kemampuan AT dan PMR

64
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Desember 2010

Ni Made Dian Sulistiowati

Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Gejala dan Kemampuan


Klien dengan Resiko Perilaku Kekerasan dan Halusinasi di Rumah Sakit Dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor.

Abstrak

Sebanyak 70% gangguan jiwa di Indonesia merupakan skizofrenia dimana memiliki gejala
perilaku kekerasan dan halusinasi. RSMM Bogor merupakan rumah sakit jiwa yang sudah
menerapkan MPKP pada tiap ruang rawatnya. Klien yang dirawat sudah mendapatkan terapi
keperawatan dan juga terapi secara medis. Terapi keperawatan yang diberikan berupa terapi
generalis dan terapi spesialis. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) merupakan suatu
terapi baru yang menggunakan prinsip penerimaan terhadap suatu masalah dan komitmen
untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui
pengaruh ACT terhadap gejala dan kemampuan klien dengan resiko perilaku kekerasan dan
halusinasi yang dirawat diRumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian
yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil
penelitian menunjukkan penurunan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi lebih besar
secara bermakna pada kelompok yang mendapatkan terapi ACT dibandingkan dengan
kelompok yang tidak mendapatkan terapi ACT (p value < 0,05). Kemampuan ACT memiliki
hubungan terhadap gejala perilaku kekerasan dan halusinasi dimana didapatkan bila
kemampuan ACT meningkat maka terjadi penurunan gejala perilaku kekerasan dan
halusinasi. ACT direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai terapi keperawatan jiwa
yang dapat diberikan pada klien resiko perilaku kekerasan dan halusinasi.

Kata kunci: Gejala dan kemampuan, resiko perilaku kekerasan, halusinasi, Acceptance and
Commitment Therapy (ACT).

65
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Desember 2010

Winda Ratna Wulan

Pengalaman Perawat Perempuan Menjadi Objek Bullying di Tempat Kerja Ditinjau


dari Perspektif Kesehatan Jiwa: Studi Deskriptif Fenomenologi

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengalaman perawat perempuan menjadi


objek bullying ditempat kerja dilihat dari perspektif kesehatan jiwa. Desain penelitian
deskriptif fenomenologi. Partisipan berjumlah 6 orang perawat perempuan diambil
menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data melalui wawancara semi
terstruktur. Analisa data menggunakan metode Collaizi. Hasilnya didapatkan sembilan tema
yaitu intimidasi sebagai bentuk bullying, kecemburuan sosial sebagai penyebab utama
bullying, gaya penyelesaian masalah secara pasif, kebutuhan ventilasi, displacement sebagai
mekanisme pertahanan diri, bullying sebagai tekanan kehidupan, refleksi diri, perbaikan
hubungan sosial: harapan objek bullying, pasangan sebagai pendukung utama. Hasil
penelitian direkomendasikan sebagai data dasar untuk memutus rantai bullying dalam profesi
keperawatan.

Kata kunci: Bullying di tempat kerja, perawat perempuan, penelitian kualitatif

66
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2011

67
68
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Abdul Gowi, Achir Yani S Hamid, Tuti Nuraini

Pengaruh latihan asertif terhadap perilaku kekerasan orang tua pada anak usia sekolah
di Kelurahan Tanjungpura Kabupaten Karawang

Abstrak

Setiap anak akan menjalani masa tumbuh kembangnya, yang tanpa disadari berpengaruh
terhadap perkembangannya, Dalam perkembangan anak memerlukan rangsangan/stimulasi
yang berguna agar potensi berkembang menjadi maksimal. Perkembangan psikososial sangat
dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tuanya atau orang dewasa
lainnya. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan
kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. Pada masa usia sekolah, anak belum
mampu mengolah masalahnya dengan tepat, anak rentan berperilaku emosional. Tujuan
penelitian memperoleh gambaran pengaruh latihan asertif terhadap perilaku kekerasan orang
tua pada anak di Kabupaten Karawang. Sampel pada kelompok intervensi dan kontrol
masing-masing 32 orang. Latihan asertif membantu orang tua menurunkan perilaku
kekerasan pada anak melalui komunikasi asertif, dilakukan 6 sesi. Hasil penelitian
memperlihatkan peningkatan kemampuan komunikasi asertif orang tua pada kelompok yang
mendapat latihan asertif meningkat secara bermakna (p-value<0,05). Pada kelompok orang
tua yang tidak mendapat latihan asertif, kemampuan komunikasi orang tua menurun secara
bermakna (p-value<0,05). Kemampuan anak mengelola emosi meningkat bermakna (p-
value<0,05) yang orang tuanya mengikuti latihan asertif, sedangkan pada kelompok yang
orang tuanya tidak mendapat latihan asertif menurun bermakna (p-value<0,05). Terapi ini
direkomendasikan pada pelayanan kesehatan di masyarakat khususnya orang tua dengan anak
usia sekolah, guru sekolah dasar.

Kata Kunci: Kemampuan komunikasi asertif orang tua, mengelola emosi, latihan asertif.

68
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Anjas Surtiningrum, Achir Yani S Hamid, Agung Waluyo.

Pengaruh terapi suportif terhadap kemampuan bersosialisasi klien isolasi sosial di


Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.Amino Gondohutomo Semarang.

Abstrak

Klien isolasi sosial memiliki jaringan sosial yang kecil, sehingga klien membutuhkan suport
sistem yang mendukung terbentuknya jaringan sosial yang kondusif. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh terapi suportif terhadap peningkatan kemampuan bersosialisasi
klien isolasi sosial di RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian quasi
experimental, pre-post test with control group. Tempat penelitian di RSJD Dr Amino
Gondohutomo Semarang. Sampel penelitian adalah seluruh klien isolasi sosial yang
memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian membuktikan adanya pengaruh terapi suportif
yang signifikan terhadap perubahan kemampuan bersosialisasi klien isolasi sosial pada
kelompok intervensi . Disarankan terapi suportif digunakan sebagai terapi keperawatan
dalam merawat klien isolasi sosial.

Kata kunci: Isolasi sosial, kemampuan bersosialisasi, terapi suportif

69
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Anny Rosiana Masithoh, Achir Yani S Hamid, Luknis Sabri.

Pengaruh Latihan Ketrampilan Sosial Terhadap Kemampuan sosialisasi pada Lansia


dengan Kesepian Di Panti Wredha di Kabupaten Semarang

Abstrak

Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh Latihan Ketrampilan sosial terhadap


kemampuan sosialisasi pada lansia yang mengalami kesepian di Panti wredha. Desain
penelitian ini adalah quasi experimental, pre-post test with control group. Tempat penelitian
di Panti Wredha A (Intervensi) dan Panti Wredha B (Kontrol) di Kabupaten Semarang.
Sampel penelitian adalah 27 lansia kelompok intervensi dan 28 lansia sebagai kelompok
kontrol yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan
skor kemampuan sosialisasi lansia setelah dan sebelum dilakukan Latihan Ketrampilan
Sosial. Terdapat peningkatan kemampuan sosialisasi pada lansia pada kelompok intervensi.
Rekomendasi penelitian ini adalah Latihan Ketrampilan Sosialisasi direkomendasikan pada
lansia dengan kesepian.

Kata kunci: Kemampuan Sosialisasi, Lansia dengan Kesepian, Latihan Ketrampilan Sosial

70
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Arena Lestari, Achir Yani S Hamid, Mustikasari.

Pengaruh Terapi Psikoedukasi keluarga terhadap pengetahuan dan tingkat ansietas


keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami tuberkulosis paru di Kota
Bandar Lampung

Abstrak

Penyakit Tuberkulosis di Indonesia merupakan masalah utama kesehatan masyarakat dan


menjadi penyebab kematian nomor 3. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh
terapi psikoedukasi keluarga terhadap pengetahuan dan tingkat ansietas keluarga dalam
merawat anggota keluarga yang mengalami tuberkulosis paru di Kota Bandar Lampung.
Desain penelitian quasi exsperimental,pre–post test with control group. Sampel penelitian 30
kelompok intervensi dan 35 kelompok kontrol Tempat penelitian di 8 Puskesmas Bandar
Lampung. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan signifikan pengetahuan sebelum
dan sesudah terapi Psikoedukasi keluarga dan ada perbedaan signifikan tingkat ansietas
keluarga sebelum dan sesudah terapi psikoedukasi keluarga Rekomendasi penelitian yaitu
perlunya dilakukan terapi psikoedukasi yang dilakukan Puskesmas bekerjasama dengan
spesialis keperawatan jiwa.

Kata kunci: Pengetahuan, tingkat ansietas, tuberculosis paru, terapi psikoedukasi keluarga

71
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Deni Suwardiman, Achir Yani S Hamid, Tuti Nuraini

Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Beban Keluarga untuk Mengikuti


Régimen Terapeutik pada Keluarga Klien Halusinasi di RSUD Serang

Abstrak

Dukungan keluarga merupakan hal yang penting untuk mengatasi beban keluarga. Tujuan
penelitian mengidentifikasi “hubungan dukungan keluarga dengan beban keluarga untuk
mengikuti regimen terapeutik pada keluarga klien halusinasi”. Desain penelitian kuantitatif
berupa descriptive correlational dengan pendekatan cross sectional serta sampel yang
berjumlah 79 orang. Instrumen dukungan keluarga dan beban keluarga yang sudah
dimodifikasi dari Friedman dan WHO serta telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil
penelitian menemukan bahwa semakin bertambah dukungan keluarga semakin berkurang
beban keluarga untuk mengikuti regimen terapeutik (pvalue < 0,05), berarti dengan dukungan
keluarga yang tepat menjadikan beban ditanggung bersama dalam keluarga. Penelitian ini
memberikan implikasi untuk pengelolaan keluarga dengan mengintensifkan pelaksanaan
pendidikan kesehatan dan terapi psikoedukasi keluarga.

Kata kunci: Beban keluarga, dukungan keluarga, halusinasi, regimen terapeutik

72
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Desi Ariyana Rahayu, Achir Yani S Hamid, Luknis Sabri.

Pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap dukungan psikososial keluarga pada


anggota keluarga dengan penyakit kusta di Kabupaten Pekalongan.

Abstrak

Kusta merupakan suatu penyakit yang mendatangkan stigma sehingga menimbulkan masalah
psikososial bagi penderita kusta, keluarga maupun masyarakat. Keluarga sebagai support
system diharapkan mampu memberikan dukungan psikososial bagi penderita kusta sehingga
masalah psikososial yang muncul dapat teratasi. Psikoedukasi keluarga merupakan suatu
strategi yang dapat diterapkan untuk membantu keluarga dalam memberikan dukungan
psikososial kepada penderita kusta. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh
psikoedukasi keluarga terhadap dukungan psikososial keluarga kepada anggota keluarga yang
menderita kusta. Jenis penelitian kuasi eksperimen pre-post test dengan kelompok kontrol,
menggunakan 42 sampel (intervensi dan kontrol). Hasil uji statistik menunjukkan ada
perbedaan signifikan dukungan psikososial keluarga sebelum dan setelah diberikan
psikoedukasi keluarga pada kelompok intervensi. Psikoedukasi keluarga dapat dikembangkan
ke arah pembentukan self help group bagi keluarga dan penderita.

Kata kunci: Psikoedukasi keluarga, kusta, dukungan psikososial.

73
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Dian Istiana, Budi Anna Keliat, Tuti Nuraini

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Anak Usia Sekolah pada Anak-Orang Tua Dan
Anak-Guru terhadap Perkembangan Mental Anak Usia Sekolah di Kota Depok

Abstrak

Usia sekolah dasar disebut masa intelektual atau masa keserasian sekolah dalam mencapai
perkembangan industri. Tahapan perkembangan industri penting sepanjang rentang
perkembangan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik anak
sekolah pada anak-orang tua dan anak-guru terhadap perkembangan mental anak. Desain
penelitian “Quasi experimental pre-post test with control group”. Sampel berjumlah 116,
yang terbagi ke dalam 3 kelompok, 38 orang kelompok intervensi 1(anak-orang tua), 36
orang kelompok intervensi 2 (anak-guru), 40 orang kelompok kontrol anak usia 9-11 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan, psikomotor dan perkembangan
industri anak usia sekolah secara bermakna setelah diberikan terapi kelompok terapeutik (p-
value < 0.05),dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan terapi kelompok
terapeutik. Penelitian direkomendasikan dilakukan pada anak usia sekolah pada anak-orang
tua dan anak-guru untuk meningkatkan perkembangan mentalnya.

Kata kunci: Anak usia sekolah, perawatan kesehatan jiwa, perkembangan industri, terapi
kelompok terapeutik anak sekolah.

74
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Dwi Heppy Rochmawati, Achir Yani S Hamid, Novy Helena CD.

Makna Kehidupan Klien dengan Diabetes Melitus Kronis, di Kelurahan Bandarharjo


Semarang sebuah Studi Fenomenologi

Abstrak

Tesis ini membahas bagaimana klien Diabetes Melitus memberikan makna kehidupan dalam
kondisi sakitnya. Tujuan dalam penelitian ini menguraikan persepsi, respon psikososial,
kebutuhan penatalaksanaan, harapan dan makna kehidupan klien. Penelitian ini adalah
penelitian kualitatif dengan desain deskriptif . Hasil penelitian menemukan tujuh tema besar
yang sesuai dengan tujuan penelitian dan satu tema tambahan yaitu beban yang dihadapi
klien. Kesimpulannya makna kehidupan klien didapatkan dalam kondisi penderitaan dan
pendalaman nilai spiritual. Penelitian ini menyarankan penggunaan model Adaptasi Roy
dalam pengembangan teori keperawatan khususnya masalah psikososial; tersusunnya format
pengkajian psikososial sebagai panduan mengidentifikasi masalah psikososial di keluarga,
rumah sakit maupun masyarakat.

Kata Kunci: Makna kehidupan, diabetes melitus, kualitatif

75
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Endang Banon Sri Bharaty, Budi Anna Keliat, Besral.

Pengaruh terapi reminiscence dan psikoedukasi keluarga terhadap kondisi depresi dan
kualitas hidup lansia di Katulampa Bogor

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi reminiscence dan psikoedukasi keluarga
terhadap penurunan kondisi depresi (harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan, dan
isolasi sosial) dan peningkatan kualitas hidup lansia di Katulampa Bogor. Desain quasi
eksperimental pendekatan pre test – post test with control group. Populasi penelitian adalah
lansia depresi di Katulampa Bogor, jumlah responden 72 orang (intervensi 36 orang dan
kontrol 36 orang) yang dipilih secara random. Alat pengumpul data adalah kuesioner
pengukuran skala depresi dan kuesioner quality of life WHO yang dimodifikasi. Data
dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan yang
bermakna kondisi depresi, ketidakberdayaan, keputusasaan, isolasi sosial ( p-value < 0,05),
dan peningkatan yang bermakna pada harga diri dan kualitas hidup (p-value < 0,05) antara
kelompok yang mendapat terapi reminiscence dan psikoedukasi keluarga dibandingkan
dengan kelompok yang hanya mendapat psikoedukasi keluarga. Rekomendasi penelitian
selanjutnya melihat karakteristik caregiver terhadap penurunan depresi dan meningkatkan
kualitas hidup lansia.

Kata kunci: Reminiscence, psikoedukasi keluarga, depresi, harga diri rendah,


ketidakberdayaan, keputusasaan, isolasi sosial, kualitas hidup lansia

76
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Eni Hidayati, Mustikasari, Hening Pujasari

Pengaruh terapi kelompok suportif terhadap kemampuan mengatasi perilaku


kekerasan pada klien skizopfrenia di Rumah Sakit Dr. Amino Gondohutomo kota
semarang

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kelompok suportif terhadap kemampuan
mengatasi perilaku kkerasan pada klien skizoprenia. Desain penelitian quasi exsperimental,
pre-post test without control group. Sampel penelitian adalah 42 klien perilaku kekerasan
yang sesuai dengan criteria inklusi, klien yang mengalami tingkat kemarahan sedang
berdasarkan hasil screening emosi marah dank lien yang sudah mendapatkan TAK stimulasi
persepsi perilaku kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan
antara kemampuan klien mengatasi perilaku kekerasan sebelum dan sesudah diberikan terapi
kelompok suportif.

Kata kunci: Perilaku kekeraan, kemampuan klien, terapi kelompok suportif

77
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Erti Ikhtiarini Dewi, Achir Yani S Hamid, Muatikasari.

Pengaruh Terapi Kelompok Suportif terhadap Beban dan Tingkat Ansietas Keluarga
dalam Merawat Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Kabupaten Banyumas

Abstrak

Masalah psikososial ansietas muncul sebagai reaksi dari stres akibat meningkatnya beban
dalam merawat anak tunagrahita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh
terapi kelompok suportif terhadap perubahan beban dan tingkat ansietas keluarga dalam
merawat anak tunagrahita di SLB Kabupaten Banyumas. Desain penelitian quasi
experimental, pre-post test with control group. Tempat penelitian di SLB C Yakut dan SLB
Kuncup Mas Banyumas. Sampel penelitian adalah seluruh keluarga anak tunagrahita yang
memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan beban dan tingkat
ansietas keluarga sebelum dan setelah mendapatkan terapi kelompok suportif. Rekomendasi
penelitian ini adalah perlunya dibentuk parent support group di SLB, beranggotakan keluarga
yang memiliki anak tunagrahita.

Kata kunci : Beban, Tingkat Ansietas, Tunagrahita, Terapi Kelompok Suportif

78
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Esrom Kanine, Novy Helena CD, Tuti Nuraini

Pengaruh Terapi Generalis dan Logoterapi Individu Terhadap Respon


Ketidakberdayaan Klien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Provinsi Sulawesi Utara

Abstrak

Ketidakberdayaan dimanifestasikan melalui respon verbal, emosional, partisipasi dalam aktivitas


sehari-hari dan tanggung jawab dalam diri.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi
generalis dan logoterapi individu terhadap respon ketidakberdayaan klien DM di Rumah Sakit
Provinsi Sulawesi Utara. Metode penelitian adalah quasi experiment dengan desain pre-post test
with control group. Sampel penelitian diperoleh secara purpossive sampling dengan jumlah 70
responden terdiri dari 35 responden untuk kelompok intervensi dan 35 responden untuk kelompok
kontrol. Hasil penelitian didapatkan bahwa respon ketidakberdayaan klien DM menurun secara
signifikan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan terapi generalis dan
logoterapi individu (p-value = 0,00 ; α < 0,05). Terapi generalis dan logoterapi individu terbukti
menurunkan respon ketidakberdayaan pada klien DM dan direkomendasikan untuk diterapkan
sebagai terapi perawatan dalam merawat klien DM dengan respon ketidakberdayaan.

Kata kunci: Logoterapi Individu, Terapi Generalis, Respon Ketidakberdayaan, Klien DM

79
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Eyet Hidayat, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani.

Pengaruh cognitive behavior therapy (CBT) dan rational emotive behavior therapy
(REBT) terhadap klien perilaku kekerasan dan harga diri rendah di RS Dr. H.
Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Gangguan jiwa 13% dari penyakit keseluruhan, kemungkinan berkembang menjadi 25%
tahun 2030 (WHO,2009). Tujuan : mendapatkan gambaran pengaruh CBT dan REBT
terhadap penurunan gejala dan peningkatan kemampuan PK dan HDR. Metoda : quasi
experimental pre post test with control group, teknik purposive sampling terhadap 60 sampel
: 30 intervensi dan 30 kontrol. Hasil penelitian ditemukan penurunan gejala dan peningkatan
kemampuan klien PK dan HDR yang mendapat CBT dan REBT lebih besar disbanding yang
tidak mendapat CBT dan REBT (p-value < 0,05). Rekomendasi: CBT dan REBT dijadikan
terapi spesialis terpadu disamping terapi generalis.

Kata Kunci: Gejala dan kemampuan, perilaku kekerasan dan harga diri rendah, cognitive
behaviour therapy (CBT) dan rational emotive behavior therapy (REBT).

80
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Fathra Annis Nauli, Budi Anna Keliat, Besral

Pengaruh Logoterapi Lansia dan Psikoedukasi Keluarga terhadap Depresi dan


Kemampuan Memaknai Hidup pada Lansia di Kelurahan Katulampa Bogor Timur

Abstrak

Prevalensi depresi pada lansia di Indonesia sebesar 30% (Komnas lansia, 2011). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh logoterapi lansia dan psikoedukasi keluarga terhadap
penurunan depresi, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan, isolasi sosial dan
peningkatan kemampuan memaknai hidup pada lansia di Kelurahan Katulampa Bogor Timur.
Desain penelitian quasi eksperimental pre test-post test with control group. Sampel
berjumlah 72 orang, 36 orang kelompok intervensi dan 36 orang kelompok kontrol. Hasil
penelitian menunjukkan lansia yang diberikan logoterapi lansia dan psikoedukasi keluarga
mengalami penurunan lebih besar bermakna terhadap depresi, harga diri rendah,
ketidakberdayaan, keputusasaan, isolasi sosial dan peningkatan kemampuan memaknai hidup
dibandingkan dengan lansia yang hanya diberikan psikoedukasi keluarga (p value < α 0.05).
Logoterapi lansia dan psikoedukasi keluarga direkomendasikan pada lansia depresi dengan
diagnosa keperawatan harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi sosial.

Kata kunci: Depresi, harga diri rendah, isolasi sosial, ketidakberdayaan, keputusasaan,
logoterapi lansia dan psikoedukasi keluarga

81
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Guslinda, Budi Anna Keliat, Widiatuti.

Pengaruh terapi kelompok terapeutik lansia terhadap kemampuan adaptasi dan


perkembangan integritas diri lansia di kelurahan Surau Gadang kecamatan Nanggalo
Padang.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik lansia
terhadap kemampuan adaptasi dan perkembangan integritas diri lansia di kelurahan Surau
Gadang kecamatan Nanggalo Padang. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi
eksperimental. Jumlah sampel 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Hasil
penelitian menunjukkan terapi kelompok terapeutik lansia meningkatkan kemampuan
adaptasi lansia bermakna sebesar 78%, dan perkembangan integritas diri sebesar 61,04% (P-
value < 0,05). Kemampuan adaptasi dan perkembangan integritas diri lansia yang mendapat
terapi kelompok terapeutik lansia lebih tinggi dibandingkan dengan lansia yang tidak
mendapat

Kata Kunci: Kemampuan adaptasi, integritas diri, terapi kelompok terapeutik, lansia.

82
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

I Ketut Sudiatmika, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Efektivitas cognitive behaviour therapy dan rational emotive behaviour therapy terhadap
klien dengan perilaku kekerasan dan halusinasi di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki
Mahdi Bogor.

Abstrak

Tesis ini bertujuan mengetahui efektivitas cognitive behaviour therapy (CBT) dan rational
behaviour therapy (REBT) terhadap perubahan gejala dan kemampuan klien perilaku
kekerasan dan halusinasi di Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian
quasi eksperimental dengan jumlah sampel 60 responden. Hasil penelitian ditemukan
penurunan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi lebih besar pada klien yang mendapatkan
daripada yang tidak mendapatkan CBT dan REBT (p value < 0.05). Kemampuan kognitif,
afektif dan perilaku klien yang mendapatkan CBT dan REBT meningkat secara bermakna (p
value < 0.05). CBT dan REBT direkomendasikan sebagai terapi keperawatan pada klien
perilaku kekerasan dan halusinasi.

Kata Kunci: Perilaku kekerasan, halusinasi, kemampuan kognitif, afektif dan perilaku,
cognitive behaviour therapy, rational behaviour therapy.

83
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Keksi Girindra Swasti, Novy Helena, Hening Pujasari

Pengaruh Terapi Suportif terhadap Ansietas Siswa Kelas XII SMAN I Kutasari dalam
Menghadapi Ujian Nasional

Abstrak

Penelitian bertujuan menjelaskan pengaruh terapi suportif terhadap ansietas siswa dalam
menghadapi UN. Menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. 82
sampel dipilih secara purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner data demografi dan
pengukuran skala ansietas yang valid dan reliabel. Analisis data menggunakan independent t-
test, dependent t-test dan regresi linier ganda. Hasil menunjukkan penurunan ansietas pada
kedua kelompok (p-value 0,000 < α 0,025) dengan selisih score ansietas kelompok intervensi
(0,821) dan kelompok kontrol (0,454). Penurunan ansietas dipengaruhi oleh terapi suportif,
jenis kelamin dan penghasilan orang tua, dengan peluang perubahan 27,9%. Terapi
direkomendasikan untuk mengatasi ansietas pada siswa yang menghadapi UN.

Kata Kunci: Ansietas, siswa SMA, terapi suportif, ujian nasional.

84
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Khusnul Aini, Budi Anna Keliat, Tuti Nuraini.

Pengaruh Assertive Training Therapy terhadap Kemampuan Asertif Suami dan Risiko
Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Bogor Tahun 2011.

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran pengaruh assertive training therapy
terhadap kemampuan asertif dan risiko kekerasan dalam rumah tangga suami. Desain
penelitian “Quasi Experiment Pre-Post Test With Control Group”. Sampel penelitian ini
berjumlah 60 orang, 30 orang diberikan assertive training therapy dan 30 orang hanya
diberikan terapi generalis. Hasil penelitian didapatkan pengaruh terapi asertif training
terhadap kemampuan asertif suami sebesar 67,4% dengan peningkatan yang bermakna p-
value < 0,05. Sedangkan perilaku risiko kekerasan dalam rumah tangga mengalami
penurunan sebesar 29,6 % dengan penurunan yang bermakna p-value < 0,05. Assertive
training therapy direkomendasikan diberikan pada suami dengan risiko kekerasan dalam
rumah tangga.

Kata Kunci : Assertive Training Therapy, kemampuan asertif suami, risiko kekerasan dalam
rumah tangga.

85
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Mahnum Lailan Nasution, Achir Yani S Hamid, Novy Helena CD.

Pengaruh Thought Stopping Terhadap Tingkat Kecemasan Keluarga (Caregiver)dengan


Anak Usia Sekolah yang Menjalani Kemoterapi di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo

Abstrak

Kanker pada anak 4,9% dari kanker pada semua usia (Depkes, 2009) dan menimbulkan
beban bio-psiko-sosio-spiritual bagi penderita dan keluarga (caregiver) khususnya
kecemasan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh terapi thought stopping terhadap tingkat
kecemasan keluarga (caregiver) dengan anak usia sekolah yang menjalani kemoterapi.
Penelitian dilakukan di di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo terhadap 46 responden, yaitu 23
responden sebagai kelompok intervensi dan 23 responden sebagai kelompok kontrol. Hasil
penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan ringan pada keluarga (caregiver) dengan anak
usia sekolah yang menjalani kemoterapi pada kelompok yang diberikan dan tingkat
kecemasan sedang pada kelompok diberikan thought stopping (p-value < α). Rekomendasi
penelitian diutamakan kepada pelayanan kesehatan di rumah sakit umum agar
menindaklanjuti dan bekerjasama dengan perawat spesialis jiwa dalam mengatasi kecemasan
keluarga (caregiver)

Kata Kunci: Anak usia sekolah, kecemasan, keluarga (caregiver), kemoterapi, thought
stopping,

86
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Muhammad Sunarto, Budi Anna Keliat, Hening Pujasari.

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Anak Sekolah Pada Anak, Orangtua, Guru
Terhadap Perkembangan Mental Anak di Kelurahan Pancoranmas dan Depok Jaya

Abstrak

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik (TKT) anak sekolah
pada anak, orang tua dan guru terhadap peningkatan pengetahuan, psikomotor dan
perkembangan industri. Desain penelitian “quasi experimental pre-post test with control
group” melibatkan 117 anak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan
pengetahuan, psikomotor dan perkembangan industri meningkat secara bermakna setelah
terapi kelompok terapeutik pada kelompok anak, orang tua dan guru dan lebih tinggi secara
bermakna dibandingkan pada kelompok anak (pvalue ≤ 0.05). TKT anak sekolah pada anak,
orang tua dan guru direkomendasikan pada anak usia sekolah untuk meningkatkan
perkembangan industry anak lebih optimal.

Kata kunci: Anak usia sekolah, perkembangan industri, perkembangan mental, terapi
kelompok terapeutik,

87
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Nuniek Setyo Wardani, Budi Anna keliat, Tuti Nuraini.

Pengaruh Assertive Training Therapy terhadap Kemampuan Asertif dan Persepsi Istri
Terhadap Suami dengan Risiko Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kota Bogor

Abstrak

Tujuan penelitian memperoleh gambaran pengaruh assertive training therapy (ATT) terhadap
kemampuan asertif dan persepsi istri terhadap risiko kekerasan dalam rumah tangga suami.
Desain penelitian “Quasi Experimental Pre-Post Test With Control Group”. Sampel
penelitian ini berjumlah 60 orang istri dengan resiko kekerasan dalam rumah tangga, 30
orang diberikan assertive training therapy dan 30 orang mendapatkan terapi generalis. Hasil
penelitian didapatkan bahwa ATT berpengaruh meningkatkan kemampuan asertif istri secara
bermakna sebesar 86,9% dan persepsi istri terhadap risiko kekerasan dalam rumah tangga
suami menurun secara bermakna sebesar 71,3%. Istri yang diberi ATT mempunyai
kemampuan asertif yang meningkat secara bermakna dan persepsi istri terhadap risiko
kekerasan dalam rumah tangga suami lebih rendah dibandingkan yang tidak diberikan ATT.
Assertive Training Therapy direkomendasikan untuk istri dengan resiko kekerasan dalam
rumah tangga.

Kata kunci: Assertive Training Therapy, kemampuan asertif istri, persepsi istri terhadap
perilaku power dan kontrol suami, kekerasan dalam rumah tangga.

88
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Satrio Kusumo Lelono, Budi Anna Keliat, Besral.

Efektivitas Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Rational Emotive Behavioral


Therapy (REBT) Terhadap Klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri
Rendah di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Salah satu terapi mengatasi Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah pada
Skizofrenia adalah dengan melakukan terapi CBT dan REBT. Penelitian ini bertujuan
mengetahui efektivitas CBT dan REBT terhadap klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan
Harga Diri Rendah di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian quasi
experimental pre-post test with control group. Sampel berjumlah 60 orang yang meliputi 30
orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan
adanya perbedaan penurunan tanda gejala klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga
Diri Rendah yang bermakna antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p
value<0.05). Penurunan tanda gejala klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri
Rendah lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p
value<0.05). Terapi CBT dan REBT efektif menurunkan Perilaku Kekerasan sebesar 61 %,
Halusinasi 52,1% dan Harga Diri Rendah 66,2%. Peningkatan kemampuan kognitif, afektif
dan perilaku pada kelompok intervensi sebesar 74,53%. Terapi CBT dan REBT
direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan lanjutan dalam merawat klien
Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah.

Kata kunci : CBT dan REBT, Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah

89
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Sri Atun Wahyuningsih, Mustikasari, Agung Waluyo.

Pengaruh Terapi Suportif terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Klien Gagal


Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit PELNIJakarta

Abstrak

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi suportif terhadap kemampuan
keluarga merawat klien GGK yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit PELNI Jakarta.
Disain penelitian adalah quasi eksperimen dengan desain pre-post design with control group.
Data diambil sebelum dan sesudah pemberian terapi suportif. Sampel penelitian diperoleh
secara consequtive sampling berjumlah 45 untuk kelompok intervensi dan 45 kelompok
control yang memenuhi criteria inklusi. Hasil penelitian didapatkan perbedaan signifikan skor
kemampuan merawat setelah dilakukan Terapi Suportif. Terdapat peningkatan yang
bermakna pada kemampuan kognitif sebesar 4,84, afektif 4,4 dan kemampuan psikomotor
sebesar 5,98 dibandingkan yang tidak mendapatkan terapi suportif pada kelompok control (p
=α). Rekomendasi penelitian ini adalah agar dapat dilakukan terus menerus di Ruang
Hemodialisa Rumah Sakit PELNI Jakarta dan dapat mengupayakan terapi spesialistik guna
memberikan pelayanan keperawatan yang komprehensip.

Kata kunci: GGK, hemodialisa, keluarga, kemampuan, terapi suportif

90
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Siti Nurjanah, Novy Helena, Hening Pujasari

Pengaruh terapi generalis dan latihan keterampilan sosial terhadap pencapaian


identitas diri remaja panti asuhan di kabupaten Banyumas

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mendapat gambaran pengaruh terapi generalis dan latihan
keterampilan sosial terhadap pencapaian identitas diri remaja panti asuhan di kabupaten
Banyumas. Penelitian desain quasi experimental with pre-post test control group melibatkan
remaja usia 12-20 tahun di 3 panti asuhan berjumlah 60 orang (30 orang kelompok intervensi
dan 30 orang kontrol) yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan
identitas diri remaja meningkat sebanyak 5,13 poin (p value < 0,05) pada kelompok
intervensi setelah mendapatkan terapi generalis dan latihan keterampilan sosial. Penelitian ini
merekomendasikan perlunya terapi generalis dan latihan keterampilan sosial pada remaja
untuk meningkatkan pencapaian identitas diri remaja.

Kata kunci: Identitas diri, remaja, terapi generalis dan latihan keterampilan sosial

91
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Sri Maryatun, Achir Yani S Hamid, Mustikasari.

Pengaruh Logoterapi terhadap Perubahan Harga Diri Narapidana Perempuan dengan


Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palembang

Abstrak

Penyalahgunaan narkotika setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kondisi tersebut


menimbulkan masalah psikologis harga diri rendah. Logotherapy bertujuan meningkatkan
harga diri melalui proses penemuan makna hidup. Tujuan penelitian adalah untuk
menganalisis pengaruh logotherapy terhadap harga diri narapidana perempuan dengan
narkotika di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Palembang. Desain penelitian quasi
experimental pre-post test with control group. Penelitian dilakukan terhadap 56 responden
yaitu 28 orang kelompok intervensi dan 28 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga diri (kognitif, perilaku, afektif) yang
signifikan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan logotherapy.
Rekomendasi hasil penelitian adalah perlunya pelaksanaan logotherapy dalam program
pembinaan mental.

Kata kunci: Kognitif , perilaku dan afektif, harga diri rendah, logotherapy

92
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Syam’ani, Novy Helena, Enie Novieastari.

Studi Fenomenologi tentang Pengalaman Dalam Menghadapi Perubahan Konsep Diri:


Harga Diri Rendah pada Lansia di Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya

Abstrak

Setiap individu akan mengalami proses menjadi tua dalam tahapan hidupnya dan akan
menghadapi perubahan-perubahan yang erat kaitannya menjadi sumber stres serta dapat
menimbulkan perubahan konsep diri: harga diri rendah. Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi pengalaman lansia dalam menghadapi perubahan konsep diri: harga diri
rendah akibat proses menua. Penelitian ini menggunakan disain fenomenologi deskriptif
dengan metode wawancara mendalam. Partisipan adalah 6 lansia yang memiliki pengalaman
dalam menghadapi perubahan konsep diri: harga diri rendah akibat proses menua yang
diperoleh melalui purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman
wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan menerapkan tehnik Collaizi. Etika
penelitian diperhatikan dengan menghormati prinsip beneficience, justice, dan autonomy.
Keabsahan data dijamin dengan memenuhi prinsip credibility, dependability, confirmability,
dan transferability. Penelitian ini menghasilkan 7 tema, yaitu: menua dalam persepsi lansia,
sumber stres bagi lansia, manifestasi stres dalam menghadapi proses menua, mekanisme
pertahanan diri, faktor yang mempengaruhi proses adaptasi, harapan lansia di masa tua, dan
hikmah spiritual dari proses menua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aspek spiritual pada
lansia merupakan hal yang berharga dan harus dikembangkan agar dapat membantu lansia
dalam membangun koping yang adaptif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di masa
tua, sehingga lansia dapat mengembangkan konsep diri yang positif serta menjalani masa tua
dengan bahagia dan sejahtera.

Kata kunci : Lansia, perubahan konsep diri, harga diri rendah, proses menua

93
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Tri Setyaningsih, Mustikasari, Tuti Nuraini.

Pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) terhadap perubahan harga diri pasien
GGK di Unit Hemodialisa RS. Husada Jakarta.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang pengaruh Cognitif Behavior Therapy
(CBT) terhadap perubahan harga diri pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) di unit hemodialisa
RS Husada Jakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif,
dengan metode quasi eksperimen pre-post test without control group. Penelitian dilakukan
terhadap 27 responden (pasien GGK) yang sedang menjalani hemodialisis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat perubahan harga diri baik dari aspek kognitif maupun perilaku
yang signifikan sesudah dilakukan intervensi CBT (P. value ˂ 0,00). Rekomendasi hasil
penelitian CBT dijadikan salah satu terapi spesialis bagi pasien GGK di Unit Hemodialisa
pada khususnya dan pasien yang mengalami gangguan psikososial pada umumnya.

Kata kunci : Kognitif, perilaku, Harga diri rendah, Cognitive Behavior Therapy

94
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2011

Wahyu Rochdiat M, Novy Helena , Tuti Nuraini.

Pengaruh Tindakan Keperawatan Generalis dan Terapi Kelompok Suportif Terhadap


Perubahan Harga Diri Klien Diabetes Melitus di RS Panembahan Senopati Bantul

Abstrak

Klien diabetes melitus (DM) mengalami masalah fisik dan masalah psikologis: harga diri
rendah. Tindakan keperawatan untuk klien dengan harga diri rendah dapat berupa tindakan
generalis maupun terapi spesialis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh
tindakan generalis dan terapi kelompok suportif sebagai terapi spesialis terhadap harga diri
klien DM yang dirawat di RS Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian ini
menggunakan quasi experiment pre-post test with control group. Responden kelompok
kontrol dan intervensi masing-masing berjumlah 20 orang. Hasil penelitian: pemberian
tindakan generalis dan terapi kelompok suportif memiliki pengaruh yang lebih bermakna
terhadap harga diri klien DM dibandingkan dengan pemberian tindakan generalis saja.

Kata kunci: Harga diri rendah, klien DM, tindakan generalis, terapi kelompok suportif

95
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2012

96
97
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Desi Pramujiwati

Pengalaman Hidup sebagai Veteran Pejuang yang Pra Sejahtera: Studi Fenomenologi

Abstrak

Tesis ini membahas tentang pengalaman hidup veteran pejuang yang prasejahtera. Desain
penelitian menggunakan deskriptif kualitatif sehingga dalam analisisnya bedasarkan adanya
hubungan arti kata (semantik). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman
psikologis dan sosial saat menghadapi perang.. Jumlah partisipan pada penelitian ini ada lima
dan semua partisipan adalah veteran pejuang yang terdaftar dalam Legiun Veteran Republik
Indonesia (LVRI). Penelitian menghasilkan enam tema yaitu: alasan menjadi seorang
pejuang, syarat menjadi pejuang, kekerasan sebagai bagian dari proses pembentukan jiwa
pejuang, dampak psikososial dari perjuangan, aktualisasi diri dari pejuang dan kebutuhan
penghargaan paska perjuangan.

Kata Kunci: Pengalaman hidup, veteran, fenomenologi

97
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Dhian Ririn Lestari

Pengaruh Terapi Telaah Pengalaman Hidup Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia di
Panti Sosial Tresna Werdha Martapura dan Banjarbaru Kalimantan Selatan

Abstrak

Terapi telaah pengalaman hidup adalah terapi keperawatan jiwa bagi lansia dengan masalah
psikososial seperti depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi
terhadap tingkat depresi lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Martapura dan Banjarbaru
Kalimantan Selatan. Desain penelitian adalah quasi experiment pretest and posttest with
control group dengan sampel 33 orang pada kelompok perlakuan dan 33 orang pada
kelompok kontrol. Hasil penelitian mengidentifikasi tingkat depresi pada kelompok
perlakuan sebelum diberikan intervensi sebesar 53,73% atau tingkat depresi ringan dan
setelah diberikan terapi tingkat depresi menurun menjadi 28,47% atau normal dengan
pvalue= 0,0005. Terapi telaah pengalaman hidup direkomendasikan untuk mengatasi depresi
lansia. Implikasi keperawatan bagi lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha dengan
depresi yaitu memberikan bantuan psikoterapi keperawatan untuk meminimalisir kejadian
tingkat depresi pada lansia.

Kata kunci: Depresi, lansia, Terapi telaah pengalaman hidup.

98
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Duma Lumban Tobing

Pengaruh Progressive Muscle Relaxation dan Logoterapi Terhadap Ansietas Dan


Depresi, Kemampuan Relaksasi dan Kemampuan Memaknai Hidup Klien Kanker di
RS Kanker Dharmais, Jakarta

Abstrak

Masalah psikologis yang paling banyak dirasakan oleh klien kanker adalah ansietas dan
depresi. Ansietas dan depresi yang dialami klien kanker bukan hanya berdampak pada
kualitas hidup, juga berdampak pada pengobatan yang dilakukan, memperpanjang waktu
hospitalisasi dan menimbulkan efek negatif pada prognosis serta ketahanan hidup klien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation
(PMR) dan Logoterapi terhadap ansietas dan depresi, kemampuan relaksasi dan kemampuan
memaknai hidup klien kanker di RS Dharmais Jakarta. Desain penelitian quasi eksperimental
pre test-post test with control group. Sampel penelitian 90 orang klien kanker, 30 kelompok
intervensi yang diberikan PMR dan Logoterapi, 30 kelompok intervensi 2 yang diberikan
logoterapi dan 30 kelompok kontrol. Hasil penelitian ditemukan penurunan ansietas dan
depresi serta peningkatan kemampuan relaksasi dan kemampuan memaknai hidup klien
kanker yang mendapatkan PMR dan logoterapi lebih besar dibandingkan kelompok yang
mendapatkan hanya logoterapi (p value < 0,05). Terapi PMR dan logoterapi direkomendaikan
sebagai terapi keperawatan lanjutan dalam merawat klien kanker dengan ansietas dan depresi

Kata Kunci: Kanker, Ansietas, Depresi, Progressive Muscle Relaxation, Logoterapi,


Kemampuan Relaksasi, Kemampuan Memaknai Hidup.

99
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Dwi Indah Iswanti

Pengaruh Terapi Perilaku Modeling Partisipan terhadap Kepatuhan Minum Obat pada
Klien Penatalaksanaan Regimen Terapeutik tidak Efektik di RSJD Dr. Amino
Gondohutomo Semarang.

Abstrak

Penatalaksanaan regimen terapeutik tidak efektif merupakan masalah keperawatan dengan


karakteristik ketidakpatuhan klien melakukan regimen pengobatan dalam rutinitas sehari-
hari. Ketidakpatuhan dalam pengobatan meningkatkan risiko masalah kesehatan,
memperpanjang dan memperburuk kesakitan yang diderita. Terapi perilaku modeling
partisipan merupakan suatu strategi meningkatkan kepatuhan dengan memodifikasi perilaku
melalui role model perilaku kepatuhan dari seorang modeling. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi pengaruh terapi perilaku modeling partisipan terhadap kepatuhan minum
obat pada klien penatalaksanaan regimen terapeutik tidak efektif. Jenis penelitian kuasi
eksperimen pre-post test dengan kelompok kontrol, menggunakan 64 sampel (intervensi dan
kontrol) dengan instrumen kuesioner kepatuhan. Hasil uji statistik menunjukkan ada
perbedaan signifikan kepatuhan minum obat sebelum dan setelah diberikan terapi perilaku
modeling partisipan pada kelompok intervensi. Guna mencapai hasil yang optimal maka
terapi perilaku modeling partisipan dapat dilanjutkan dengan terapi kelompok suportif.

Kata kunci: Modeling partisipan, penatalaksanaan regimen terapeutik tidak efektif,


kepatuhan minum obat.

100
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Endang Widuri, Novy Helena , Mustikasari

Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Respon Ketidakberdayaan


Klien Gagal Ginjal Kronik di RSUP Fatmawati Jakarta

Abstrak

Penderita gagal ginjal kronik di dunia mengalami peningkatan sebesar 20%-25% setiap
tahunnya. Masalah psikososial yang sering menyertai penyakit kronik salah satunya adalah
ketidakberdayaan yang dapat mengakibatkan perburukan kondisi gagal ginjal kronik. Terapi
spesialis untuk mengatasi ketidakberdayaan adalah Acceptance and Commitment Therapy.
Acceptance and Commitment Therapy (ACT) adalah terapi yang menggunakan pendekatan
proses penerimaan, komitmen, dan perubahan perilaku untuk menghasilkan perubahan
psikologis yang lebih fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT
terhadap respon ketidakberdayaan klien gagal ginjal kronik yang dirawat di RSUP Fatmawati
Jakarta. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak
56 orang. Hasil penelitian menunjukan penurunan respon ketidakberdayaan secara bermakna
pada kelompok yang mendapat terapi ACT dibandingkan dengan kelompok yang tidak
mendapat terapi ACT (p value < 0,05). Saran dari penelitian ini adalah terapi ACT dapat
secara efektif digunakan untuk mengatasi respon ketidakberdayaan sedang pada klien gagal
ginjal kronik.

Kata Kunci : Respon ketidakberdayaan, Acceptance and Commitment Therapy (ACT),


gagal ginjal kronik

101
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Ega Agustine

Pengaruh terapi kelompok terapeutik; dewasa muda terhadap perkembangan intimasi


pada mahasiswa Akademi Keperawatan Kabupaten Subang dan Sumedang Provinsi
Jawa Barat

Abstrak

Permasalahan utama individu dewasa muda yang dalam tahap perkembangan dewasa muda
adalah intimacy versus isolation. Intimasi merupakan kemampuan individu untuk
membangun hubungan yang akrab dengan orang lain. Jika seorang dewasa muda tidak dapat
membuat komitmen personal yang dalam terhadap orang lain, maka mereka akan terisolasi,
sehingga diperlukan latihan dan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan intimasi mereka.
Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pre-post test with control group,
untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik dewasa muda ; terhadap
perkembangan intimasi mahasiswa di Akademi Keperawatan kabupaten Subang dan
Sumedang Provinsi Jawa Barat. Sampel berjumlah 72 orang, 36 orang kelompok kontrol dan
36 orang kelompok intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan
perkembangan intimasi secara bermakna (p-value < α = 0,05) pada kelompok intervensi
setelah terapi kelompok terapeutik, sedangkan yang tidak mendapatkan, tidak terjadi
peningkatan yang bermakna. Saran dari penelitian ini adalah diterapkannya terapi kelompok
terapeutik untuk meningkatkan perkembangan intimasi dewasa muda di masyarakat sebagai
salah satu bentuk pelayanan keperawatan jiwa pada dewasa muda.

Kata kunci: Dewasa muda, perkembangan intimasi, terapi kelompok terapeutik

102
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

M. Nawawi N.

Pengaruh Terapi Kelompok Suportif terhadap Kemampuan Keluarga dalam Merawat


Anak Tunagrahita di SLB-C Kabupaten Cianjur

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif terhadap kemampuan
keluarga merawat anak tunagrahita di SLB-C Kabupaten Cianjur. Penelitian ini
menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre post tes dengan grup kontrol.
Responden penelitian adalah keluarga dengan anak tunagrahita, 60 keluarga anak tunagrahita,
terdiri atas 30 keluarga kelompok intervensi dan 30 keluarga kelompok kontrol. Kemampuan
keluarga merawat anak tunagrahita yang mendapatkan terapi kelompok suportif lebih tinggi
dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapat terapi kelompok suportif. Kemampuan
keluarga setelah di kontrol dengan faktor confounding didapatkan peningkatan mean namun
tidak signifikan. Artinya peningkatan kemampuan keluarga disebabkan karena intervensi
yang dilakukan bukan dari faktor confounding. Disarankan terapi kelompok suportif
digunakan sebagai terapi kelompok dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam
merawat anak tunagrahita.

Kata Kunci: Kemampuan keluarga, Terapi kelompok suportif. Tunagrahita

103
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Ninik Yunitri

Terapi Kelompok Suportif Ekspresif untuk Mengatasi Depresi pada Pasien Kanker

Abstrak

Depresi merupakan masalah psikososial paling banyak dialami oleh pasien kanker di
Indonesia dibandingkan dengan penyakit kronik lainnya yaitu sekitar 98%. Depresi dapat
menjadi faktor penghambat proses pengobatan sehingga tiga kali lebih berisiko untuk tidak
mematuhi pengobatan yang direncanakan dan 40-90% pasien kanker tidak mendapatkan
terapi untuk mengatasi depresinya. Terapi kelompok suportif ekspresif berpotensi untuk
menurunkan depresi pada pasien dengan kondisi kronik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif ekspresif terhadap depresi dan kemampuan
mengatasi depresi pada pasien kanker. Desain penelitian ini menggunakan quasi
eksperimental pre-post test with control group, responden kelompok intervensi 49 pasien
kanker dan kelompok kontrol 52 pasien di RSPAD Gatot Subroto, RS.Raden Said Sukanto
POLRI dan Rumah Singgah Kanker, pada Juni 2012. Pengukuran depresi menggunakan
Hamilton Depression Scale dan pengukuran kemampuan mengatasi depresi menggunakan
kuesioner. Terapi kelompok suportif ekspresif diberikan sebanyak 8 sesi dalam 6 kali
pertemuan. Analisa data menggunakan uji ancova. Hasil penelitian menunjukkan penurunan
tingkat depresi 9.15 pada kelompok intervensi (p=0.0001) lebih besar dibandingkan
kelompok kontrol 0.28 (p=0.108) dan peningkatan kemampuan mengatasi depresi pada
kelompok intervensi mengalami peningkatan 4.08 (p=0.0001) dibandingkan dengan
kelompok kontrol 0.12 (p=0.491). Terapi kelompok suportif ekspresif dapat menurunkan
depresi dan meningkatkan kemampuan mengatasi depresi pada pasien kanker.

Kata kunci : Depresi, Pasien kanker, Terapi Kelompok Suportif Ekspresif.

104
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Nuraenah

Dukungan Keluarga dan Beban Keluarga Dalam Merawat Anggota Dengan Riwayat
Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Islam Klender Jakarta Timur

Abstrak

Dukungan keluarga merupakan support system yang penting yang diberikan oleh keluarga,
untuk mencegah dari gangguan mental dalam mengatasi beban keluarga. Tujuan penelitian
mengidentifikasi “hubungan dukungan keluarga dan beban keluarga dalam merawat anggota
dengan riwayat perilaku kekerasan”. Desain penelitian kuantitatif berupa descriptive
correlational dengan rancangan cross sectional dengan sampel yang berjumlah 50 orang.
Instrumen dukungan keluarga dan beban keluarga dengan menggunakan kuesioner. Hasil
penelitian didapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga (dukungan informasi,
emosional, instrumental dan penilaian) dan beban keluarga dalam merawat anggota dengan
riwayat perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender Jakarta Timur. Penelitian ini
merekomendasikan pentingtnya program pendidikan kesehatan jiwa pada keluarga yang
merawat pasien dengan riwayat perilaku kekerasan dalam rangka meningkatkan kemampuan
dan kerampilan dalam merawat anggota keluarga, serta pentingnya terapi psikoedukasi
keluarga.

Kata kunci: Beban keluarga, dukungan keluarga, riwayat perilaku kekerasan.

105
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Rahmi Imelisa

Pengaruh asuhan keperawatan pada klien, keluarga dan peran pengawas minum obat
terhadap kemandirian dan kepatuhan berobat klien schizophrenia di Kersamanah
Garut

Abstrak

Prevalensi schizophrenia di Kersamanah adalah sebesar 2.6/1000 jiwa, dan 39,8% klien drop
out berobat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh asuhan keperawatan pada klien,
keluarga dan peran PMO (terapi keperawatan) terhadap kemandirian dan kepatuhan berobat.
Penelitian ini menggunakan desain quasy experiment dengan purposive sampling. Penelitian
menggunakan instrumen kemandirian CMHN Jakarta dan MARS. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat perubahan bermakna kemandirian dan kepatuhan berobat setelah
diberikan terapi keperawatan (p-value<α=0.05). Terdapat perbedaan perubahan bermakna
pada kelompok intervensi dan kontrol (p-value<α=0.05). Terdapat hubungan erat antara
kemandirian dengan kepatuhan berobat (p-value < α=0.05). Saran dari penelitian ini adalah
dikembangkannya asuhan keperawatan pada klien, keluarga dan peran PMO di Kersamanah.

Kata kunci: Schizophrenia, kemandirian, kepatuhan berobat, PMO dan psikoedukasi


keluarga

106
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Retna Tri Astuti

Pengalaman Traumatik Remaja Perempuan Akibat Banjir Lahar Dingin Pasca Erupsi
Gunung Merapi dalam Perspektif Tumbuh Kembang di Hunian Sementara Kabupaten
Magelang

Abstrak

Bencana banjir lahar dingin merupakan bencana susulan pasca meletusnya gunung Merapi
yang berada di Yogiakarta. Bencana ini menimbulkan trauma bagi masyarakat yang
mengalaminya termasuk remaja perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi
pengalaman traumatik remaja perempuan akibat banjir lahar dingin pasca erupsi gunung
Merapi dalam perspektif tumbuh kembang di hunian sementara kabupaten Magelang. Subjek
dari penelitian ini adalah enam partisipan yang dipilih dengan menggunakan metode
purposive sampling Hasil penelitian: didapatkan enam tema gambaran traumatik bagi remaja
perempuan yaitu respon psikologis, respon kognitif, respon fisik, perubahan hubungan sosial,
pencapaian personal growth dan rehabilitasi kehidupan seharihari. Rekomendasi: Tindak
lanjut dengan penerapan dan pengembangan tema tema yang sudah teridentifikasi dari
pengalaman traumatik bagi remaja perempuan.

Kata kunci: Bencana Pengalaman Traumatik, Remaja Perempuan, Tumbuh Kembang


Remaja Perempuan, Respon psikologis, Respon Kognitif, Respon Fisih Perubahan Hubungan
Sosial, Pencapaian Personal Growth, Rehabilitasi Kehidupan Sehari-hari

107
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Ridwan Kustiawan

Pengaruh Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat


Klien HDR Di Kota Tasikmalaya.

Abstrak

Videbeck (2008) mengatakan bahwa tanda negatif pada skizofrenia akan menetap lebih lama
pada klien. Gejala negatif seringkali tidak disadari oleh pihak keluarga, karena dianggap tidak
mengganggu. Salah satu tanda gejala negatif yang sering ditemukan adalah HDR. Penelitian
bertujuan mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan keluarga
merawat klien HDR di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dengan desain quasi eksperimen
pendekatan pre post tes dengan grup kontrol. Responden penelitian adalah keluarga dengan
koping keluaga tidak efektif dalam merawat klien HDR, 50 keluarga dibagi 2 kelompok
yaitu 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok kontrol. Kemampuan keluarga merawat klien
HDR diri yang mendapatkan terapi psikoedukasi keluarga lebih tinggi dibandingkan dengan
kelompok yang tidak mendapatkan terapi psikoedukasi keluarga. Kemampuan keluarga
setelah dikontrol dengan faktor confounding didapatkan peningkatan mean namun tidak
signifikan. Artinya peningkatan kemampuan keluarga disebabkan karena intervensi yang
dilakukan bukan dari faktor confounding. Disarankan terapi psokoedukasi keluarga
digunakan sebagai terapi keluarga dalam meningkatkan kemampuan keluarga merawat klien
dengan HDR.

Kata kunci: Kemampuan Keluarga, Klien harga diri rendah, Psikoedukasi keluarga.

108
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Rika Sarfika

Pengaruh Terapi Kognitif dan Logoterapi Terhadap Depresi, Ansietas, Kemampuan


Mengubah Pikiran Negatif, dan Memaknai Hidup Klien Diabetes Melitus Di RSUP Dr.
M Djamil Padang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif dan logoterapi terhadap
kondisi depresi, ansietas, kemampuan mengubah pikiran negatif, dan kemampuan memaknai
hidup klien diabetes melitus di RSUP Dr. M Djamil Padang. Desain penelitian quasi
ekspermental non equivalent control group. Responden terdiri dari 29 orang kelompok yang
mendapatkan terapi kognitif dan logoterapi, 31 orang kelompok yang hanya mendapatkan
terapi kognitif, dan 30 orang kelompok yang tidak mendapatkan terapi. Terapi kognitif dan
logoterapi diberikan sebanyak 5 sesi dalam 5 kali pertemuan, sedangkan logoterapi 4 sesi
dalam 5 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian terapi kognitif dan
logoterapi dan pemberian terapi kognitif saja sama-sama menurunkan kondisi depresi secara
bermakna, tetapi terapi kognitif dan logoterapi menurunkan kondisi depresi lebih besar
dibanding terapi kognitif saja. Terapi kognitif dan logoterapi menurunkan kondisi ansietas
lebih besar dibanding terapi kognitif saja. Pemberian terapi kognitif dan logoterapi dan
pemberian terapi kognitif saja sama-sama meningkatkan kemampuan mengubah pikiran
negatif secara bermakna, tetapi terapi kognitif dan logoterapi meningkatkan kemampuan
mengubah pikiran negatif lebih besar dibanding dengan terapi kognitif saja. Terapi kognitif
dan logoterapi meningkatkan kemampuan memaknai hidup lebih besar dibanding terapi
kognitif saja. Terapi kognitif dan logoterapi direkomendasikan pada klien diabetes melitus
yang mengalami depresi dan ansietas.

Kata kunci: Depresi, ansietas, terapi kognitif, dan logoterapi

109
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Sambodo Sriadi Pinilih

Pengaruh SST terhadap keterampilan sosialisasi dan social anxiety remaja tunarungu

Abstrak

Hambatan fisik yang dimiliki anak tunarungu dapat berpengaruh pada perkembangan
psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh SST terhadap
keterampilan sosialisasi dan social anxiety remaja tunarungu. Penelitian menggunakan
desain quasi exsperiment pre-post test with control group. Sampel 76 orang terpilih secara
total sampling di SLB-B Karya Bhakti dan SLB-B Dena Upakara Kabupaten Wonosobo.
Rata-rata peningkatan keterampilan sosialisasi sebesar 8,38% dan didapatkan rata-rata
penurunan skor social anxiety 8,97. Hasil penelitian diketahui perbedaan yang bermakna skor
keterampilan sosialisasi dan social anxiety pada remaja tunarungu sebelum dan setelah
diberikan terapi SST.

Kata kunci: Keterampilan sosialisasi, social anxiety, social skills training, remaja tunarungu

110
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Slametiningsih

Pengaruh Logoterapi Paradoxical Intention Individu Terhadap Penurunan Kecemasan


Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) Yang Menjalani Terapi Hemodialisa. di
Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Abstrak

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan suatu penurunan fungsi jaringan ginjal progresif
sehingga massa ginjal yang masih ada tidak mampu lagi mempertahankan lingkungan
internal tubuh. Penatalaksanaan untuk mengatasinya yang sering dilakukan adalah
hemodialisa. Hemodialisa dilakukan seumur hidup. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya
perubahan dalam kehidupan pasien diantarannya perubahan psikososial kecemasan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh logoterapi paradoxical intention individu
terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa
di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah “
Quasi Experimental Pre-Post Test “ Control Group” dengan intervensi logoterapi
paradoxical intention Individu. Logoterapi Paradoxical Intention diberikan dalam 4 sesi dan
dilakukan selama 4 minggu. Sampel adalah 116 pasien GGK yang menjalani terapi
hemodialisa, terdiri dari 58 pasien kelompok intervensi dan 58 pasien kelompok control.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dan sesudah logoterapi paradoxical intention
individu terdapat penurunan kecemasan pada evaluasi diri dan (fisiologis, kognitif, perilaku
dan emosional ). Kelompok intervensi logoterapi paradoxical intention individu lebih tinggi
dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan logoterapi paradoksical intention.

Kata kunci: GGK, Hemodialisa, Cemas, Logoterapi Paradoxical Intention

111
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Sri Nyumirah

Pengaruh Terapi perilaku kognitif terhadap kemampuan interaksi sosial klien isolasi
sosial di RSJ Dr Amino Gondohutomo Semarang

Abstrak

Isolasi sosial merupakan suatu keadaan perubahan yang dialami klien skizofrenia. Suatu
pengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan segan terhadap orang lain sebagai
sesuatu yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi
perilaku kognitif terhadap kemampuan klien isolasi sosial dalam melakukan interaksi di
ruang rawat inap di RSJ Dr Amino gondohutomo Semarang. Desain penelitian quasi
experimental pre-post test with without control. Sampel berjumlah 33 orang dengan tehnik
pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi
perilaku kognitif terhadap kemampuan interaksi (kognitif, afektif dan perilaku) pada klien
isolasi sosial (p value<0.05). Ada peningkatan kemampuan interaksi sosial (kognitif, afektif
dan perilaku) setelah dilakukan terapi perilaku kognitif. Terapi perilaku kognitif
direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan dalam merawat klien dengan isolasi
sosial dengan penurunan kemampuan interaksi sosial.

Kata kunci: Terapi perilaku kognitif, kemampuan interaksi sosial (kognitif, afektif dan
psikomotor), klien isolasi social

112
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Thika Marliana

Kajian Tentang Pengalaman Hidup Perempuan Korban Trafficking dalam Perspektif


Kesehatan Jiwa

Abstrak

Permasalahan trafficking merupakan salah satu kekerasan terhadap Hak Asasi Manusia yang
terjadi diseluruh dunia. Korban mayoritas adalah perempuan sebagai bagian dari kelompok
rentan. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang pengalaman hidup
perempuan korban trafficking dilihat dari perspektif kesehatan jiwa. Partisipan berjumlah 9
orang, dikumpulkan menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian yang
digunakan fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian menemukan 7 tema besar yang sesuai
dengan tujuan penelitian, yaitu: 1)Motivasi utama korban trafficking bekerja keluar negri,
2)Peran keluarga dalam pengambilan keputusan kerja sebagai TKW, 3)Rendahnya
perlindungan bagi tenaga kerja perempuan, 4)Strategi melepaskan diri dari jeratan trafficker,
5)Trafficking sebagai penderitaan tanpa akhir, 6)Hikmah penderitaan korban trafficking,
7)Kebutuhan penghargaan perempuan korban trafficking. Simpulannya pengalaman hidup
perempuan korban trafficking didapatkan melalui kondisi penderitaan dan pendalaman nilai
spiritual. Penelitian ini menyarankan tersusunnya panduan asuhan keperawatan psikososial
pada korban trafficking sejak pra-penempatan hingga penempatan dan penelitian kualitatif
lanjutan mengenai makna hidup korban trafficking.

Kata kunci: Fenomenologi, Trafficking, pengalaman hidup

113
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2012

Titik Suerni

Analisa Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Perawat ICU di RSU
di Jawa Tengah Tahun 2012

Abstrak

Survei tentang stres perawat menunjukkan hasil bahwa mayoritas perawat ICU pernah
mengalami stres. Perawat yang bertugas di ICU dituntut harus mampu berpikir dan bertindak
cepat dalam situasi stres tinggi. Secara keseluruhan, perawat ICU mengalami berbagai
hambatan kinerja dalam pekerjaan mereka setiap hari karena dampak stres. Tujuan untuk
mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres perawat ICU di RSU di
Jawa Tengah. Desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan pada 76 responden
secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara jenis
kelamin, beban kerja, tuntutan kerja, dukungan sosial dengan tingkat stres perawat (p-
value<α 0,05). Rekomendasi hasil penelitian adalah perlunya evaluasi penyebab stres perawat
secara periodik, pelatihan teknik manajemen stres dan pelatihan ICU.

Kata kunci: Tingkat stres, perawat, Intensive Care Unit

114
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2013

115
116
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2013

Florensa

Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Efikasi Diri dan Depresi Pada Remaja
Sekolah Menengah Pertama di Kota Bogor

Abstrak

Penelitian menunjukkan bahwa di kota Depok, Jawa Barat terdapat 71% dari 229 remaja
SMA yang mengalami depresi. Depresi terjadi karena berbagai faktor salah satunya adalah
efikasi diri yang rendah. Cognitive Behavior Therapy (CBT) merupakan terapi yang
dilakukan untuk meningkatkan efikasi diri dan mengatasi depresi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perubahan efikasi diri dan depresi setelah mendapat CBT. Metode
penelitian: quasi eksperimen dengan pre-post test with control group pada penerapan CBT
yang dilakukan secara berkelompok. Analisis yang digunakan adalah dependen dan
independent sample t-Test, chi-square dan pearson product moment. Responden penelitian ini
adalah remaja kelas VIII SMPN Kota Bogor. Populasi target penelitian ini adalah 222 remaja
yang memiliki efikasi diri rendah dan depresi dengan sampel sebesar 72 remaja. Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan efikasi diri remaja yang mendapat CBT lebih tinggi
secara bermakna dibanding remaja yang tidak mendapat CBT, depresi remaja yang mendapat
CBT lebih rendah secara bermakna dibandingkan penurunan depresi pada remaja yang tidak
mendapat CBT. Peningkatan efikasi diri mempunyai hubungan yang kuat dalam menurunkan
depresi pada remaja dengan arah hubungan negatif. Terapi CBT direkomendasikan pada
remaja dengan efikasi diri rendah dan depresi.

Kata kunci: Remaja, efikasi diri, depresi dan terapi kelompok CBT

116
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2013

Retno Yuli Hastuti

Efektivitas rational emotive behaviour therapy berdasarkan profile multimodal therapy


pada klien skizofrenia dengan masalah keperawatan perilaku kekerasan dan halusinasi
di RSMM Bogor.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas rational emotive behaviour therapy (REBT)
berdasarkan profile multimodal therapy terhadap perubahan gejala dan kemampuan klien
perilaku kekerasan dan halusinasi di RSMM Bogor. Desain penelitian quasi eksperimental
dengan jumlah 56 responden. 28 responden memiliki Profile Multimodal Therapy untuk
mendapat therapy REBT sebagai kelompok intervensi, 28 responden sebagai kelompok non
intervensi. Hasil penelitian ditemukan penurunan gejala perilaku kekerasan dan halusinasi
lebih besar daripada yang tidak mendapatkan REBT berdasarkan profile multimodal therapy
(p value < 0.05). Kemampuan kognitif, afektif dan perilaku klien yang mendapatkan REBT
berdasarkan profile multimodal therapy meningkat secara bermakna (p value < 0.05) Hasil
penelitian ini klien mengalami penurunan gejala perilaku kekerasan 48% penurunan gejala
halusinasi 47 %, efektif meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan perilaku hingga 57
%. Profile multimodal therapy direkomendasikan sebagai screnning klien yang akan
diberikan terapi spesialis dalam hal ini khususnya rational emotive behaviour therapy

Kata kunci: Profile multimodal therapy, rational emotive behaviour therapy, gejala perilaku
kekerasan, gejala haluasinasi, kemampuan kognitif,afektif,perilaku

117
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Abdul Jalil, Budi Anna Keliat, Hening Pujasari

Pengaruh Terapi Penerimaan dan Komitmen (TPK) dan Program Edukasi Pasien
(PEP) Terhadap Insight Dan Efikasi Diri Klien Skisofrenia Di Ruang Rawat Inap RSJ
Prof. Dr. Soeroyo Magelang

Abstrak

Insight buruk dimiliki 80% klien skizofrenia dan efikasi dirinya rendah. Insight buruk
menurunkan efikasi diri. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh TKT-PEP terhadap
insight dan efikasi diri klien skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Desain quasi
experimental pre-post test with control group. Sampel 147 diambil dengan teknik simple
random sampling. Analisis data dengan Kruskall Wallis Test dan Regresi Linear Ganda. Hasil
ditemukan ada perbedaan insight dan efikasi diri diantara ketiga kelompok (p<0,05).
Intervensi TPK-PEP, pendekatan paling efektif untuk insight maupun efikasi, berkonstribusi
meningkatkan insight sebesar 8,741 poin, efikasi diri 11,522 poin. TPK-PEP
direkomendasikan sebagai terapi keperawatan utama dalam merawat klien skizofrenia dengan
insight buruk dan efikasi diri rendah.

Kata kunci: Efikasi Diri, Insight, Program Edukasi Pasien, Terapi Penerimaan dan
Komitmen

118
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Tesis, Juli 2013

Anang Nurwiyono, Budi Anna Keliat, Novy Helena Catharina Daulima

Pengaruh Terapi Kognitif Dan Reminiscence Terhadap Depresi Psikotik Lansia di


Rumah Sakit Jiwa Propinsi Jawa Timur.

Abstrak

Depresi psikotik merupakan gangguan jiwa pada lansia, 30 – 40% lansia yang dirawat unit
psikogeriatri RSJ Lawang Malang dengan depresi psikotik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh terapi kognitif dan terapi reminiscence terhadap penurunan kondisi
depresi psikotik, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi sosial pada
lansia di RSJ Propinsi Jawa Timur. Desain quasi eksperimental pre test – post test with
control group. Responden penelitian lansia depresi psikotik di RSJ Propinsi Jawa Timur.
Jumlah responden 60 orang (20 orang terapi kognitif, 20 orang terapi reminiscence dan 20
orang kelompok kontrol) diperoleh dengan cara consecutive sampling. Data dianalisis
menggunakan uji anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kognitif dan terapi
reminiscence menurunkan kondisi depresi psikotik, harga diri rendah, ketidakberdayaan,
keputusasaan dan isolasi sosial secara bermakna (p-value < 0,05). Terapi kognitif
menurunkan kondisi depresi psikotik, ketidakberdayaan dan keputusasaan lebih besar secara
bermakna dibandingkan terapi reminiscence. Terapi reminiscence menurunkan harga diri
rendah dan isolasi sosial lebih besar secara bermakna dibandingkan terapi kognitif. Terapi
kognitif dan terapi reminiscence direkomendasikan untuk dapat digunakan dalam mengatasi
kondisi depresi psikotik, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi sosial
pada lansia di rumah sakit jiwa.

Kata kunci: Terapi kognitif, terapi reminiscence, depresi psikotik, harga diri rendah,
ketidakberdayaan, keputusasaan, isolasi sosial

119
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Tesis, Juli 2013

Arnika Dwi Asti, Achir Yani S. Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Studi Fenomenologi Pengalaman Spiritual Klien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani
Hemodialisa di RSU PKU Muhammadiyah Gombong Jawa Tengah

Abstrak

Klien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa mengalami banyak perubahan dalam
hidupnya. Dalam proses adaptasi yang dilakukan muncul kebutuhan spiritual untuk mencari
makna dalam kehidupan yang membuat mereka dapat bertahan dalam penderitaan. Tujuan :
memperoleh gambaran mengenai pengalaman spiritual klien gagal ginjal kronis yang
menjalani hemodialisa. Metode : pendekatan kualitatif fenomenologi deskriptif. Sampel
penelitian sebanyak 9 partisipan diambil menggunakan purposive sampling. Metode
pengumpulan data menggunakan indepth interview. Analisa data menggunakan metode
Collaizzi. Hasil : penelitian mendapatkan4 tema utama : respon yang terjadi saat awal
diagnosa GGK dan harus menjalani hemodialisa, respon yang terjadi selama menjalani
hemodialisa, upaya mendapatkan dukungan spiritual, upaya memaknai sakit dan merangkai
ulang kejadian (reframing). Rekomendasi : hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data
dasar bagi pengembangan asuhan keperawatan berbasis spiritual pada klien gagal ginjal
kronis dengan hemodialisa.

Kata kunci: Pengalaman spiritual, gagal ginjal kronis, hemodialisa

120
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Arya Ramadia, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Terapi Kognitif Dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Depresi,


Ketidakberdayaan Dan Kemampuan Mengubah Pikiran Negatif Pada Klien Stroke di
RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta

Abstrak

Klien stroke yang dirawat di rumah sakit sekitar 30-40% mengalami kondisi depresi. Depresi
disebabkan karena kondisi fisik klien yang mengalami perubahan akibat penyakit stroke.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif dan psikoedukasi terhadap
kondisi depresi, ketidakberdayaan dan kemampuan mengubah pikiran negatif pada klien
stroke di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Desain penelitian ini quasi
experimental pre and post test with control group dengan jumlah sampel sebanyak 87 orang
yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dimana 29 orang mendapat terapi
kognitif dan psikoedukasi keluarga, 29 orang hanya mendapat terapi kognitif dan 29 orang
tidak mendapatkan terapi. Uji analisis yang digunakan yaitu uji anova dan pair t-test. Hasil
penelitian menunjukkan penurunan kondisi depresi dan ketidakberdayaan serta peningkatan
kemampuan mengubah pikiran negatif pada klien stroke yang mendapat terapi kognitif dan
psikoedukasi keluarga lebih besar bermakna (Pvalue < 0,05) dibanding kelompok yang hanya
mendapat terapi kognitif dan yang tidak mendapatkan terapi. Faktor yang berkontribusi
terhadap kondisi depresi pada klien stroke adalah usia. Terapi Kognitif dan psikoedukasi
keluarga direkomendasikan pada klien stroke yang mengalami depresi danketidakberdayaan.

Kata kunci: Depresi, ketidakberdayaan, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga

121
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Cut Mutia Tatisina, Mustikasari, Widyatuti

Hubungan Beban Keluarga Dalam Merawat Lansia Dengan Demensia Di Kecamatan


Leihitu Kabupaten Maluku Tengah

Abstrak

Perawatan lansia dengan demensia dapat menimbulkan dampak bagi keluarga atau caregiver
yang dirasakan sebagai beban keluarga karena membutuhkan waktu yang lama dan
pendampingan secara terus menerus. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara beban
keluarga dalam merawat lansia dengan demensia di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku
tengah. Desain penelitan ini menggunakan cross sectional, Populasi dalam penelitian adalah
keluarga yang memiliki lansia demensia dengan jumlah 247 keluarga. Alat ukur yang
digunakan MMSE (Mini Mental State Examination) dan ZBI (Zarit Burden Interview). Data
dianalisis menggunakan Chi Square, analisa multivariate (regresi logistik berganda). Hasil
menunjukan ada hubungan antara beban keluarga baik secara psikologi, sosial, fisik dan
finansial (p value= 0,000). Variabel beban keluarga yang paling berhubungan dalam
perawatan lansia dengan demensia dalah beban psikologi (OR = 8,711). Penelitian ini
diharapkan dapat menjadi sumber untuk menentukan program pelayanan keperawatan jiwa
yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dalam merawat lansia dengan demensia.

Kata kunci: Demensia, Caregiver, Beban psikologi, Beban sosial, Beban fisik, Beban
finansial

122
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Denny Paul Ricky, Budi Anna Keliat, Dewi Gayatri

Pengaruh terapi kelompok terapeutik dan token economy terhadap pencapaian tugas
perkembangan usia prasekolah pada anak usia prasekolah di Kelurahan Campaka
Bandung

Abstrak

Pelayanan stimulasi perkembangan anak di Kelurahan Campaka belum tersedia. Penelitian


ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik dan token economy terhadap
pencapaian aspek perkembangan dan tugas perkembangan anak usia prasekolah (inisiatif).
Desain penelitian adalah Quasi-experimental pre-test-post-test with non equivalent control
group. Responden pada penelitian ini adalah 50 pasang anak usia prasekolah didampingi ibu
yang diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Sebanyak 24 pasang anak
dan ibu mendapatkan terapi kelompok terapeutik dan token economy sedangkan 26 pasang
anak dan ibu tidak mendapat terapi kelompok terapeutik dan token economy. Analisa yang
digunakan adalah uji independent t-test dan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan
peningkatan secara bermakna pencapaian aspek perkembangan dan perkembangan inisiatif
pada kelompok yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik dan token economy (p-value <
0.05). Peningkatan ini lebih tinggi secara bermakna dari kelompok yang tidak mendapatkan
terapi kelompok terapeutik dan token economy. Peningkatan aspek perkembangan anak
mempunyai hubungan sedang yang bermakna kepada pencapaian perkembangan inisiatif
anak usia prasekolah. Terapi kelompok terapeutik dan token economy dapat menjadi salah
satu pilihan terapi untuk meningkatkan pencapaian aspek perkembangan dan tugas
perkembangan anak usia prasekolah.

Kata kunci: Terapi kelompok terapeutik dan token economy, aspek perkembangan anak usia
prasekolah, perkembangan inisiatif, anak usia prasekolah.

123
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Dwinara Febrianti, Budi Anna Keliat, Enie Novieastari

Pengaruh Latihan Perilaku Asertif pada Anak Usia Sekolah, Orangtua, Guru dalam
Mengatasi Bullying di Kelurahan Depok Jaya

Abstrak

Survey di Depok menunjukan 31,8% siswa pernah mengalami bullying. Tujuan penelitian
untuk mengetahui pengaruh latihan perilaku asertif pada anak usia sekolah yang didampingi
orangtua, guru dan anak usia sekolah yang didampingi orangtua terhadap kondisi bullying
dan kemampuan perilaku asertif. Desainnya menggunakan Quasi experimental pre-post test
with control group. Responden sebanyak 133 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Semua
anak usia sekolah pada kelompok 1 dan 2 mendapatkan latihan perilaku asertif namun
kelompok 1 didampingi oleh orangtua dan guru sedangkan kelompok 2 didampingi orangtua
sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan latihan perilaku asertif. Analisis
menggunakan Paired T Test dan Annova. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan perilaku
asertif anak usia sekolah yang didampingi orangtua, guru menunjukan nilai lebih tinggi
secara bermakna dibandingkan dengan kelompok yang hanya didampingi orangtua dan anak.
Faktor yang berkontribusi terhadap kondisi bullying: usia, pendidikan orangtua, pendidikan
guru dan faktor yang berkontribusi terhadap kemampuan perilaku asertif anak usia sekolah:
jenis kelamin. Terapi latihan perilaku asertif direkomendasikan diberikan pada anak usia
sekolah dengan melibatkan orangtua dan guru.

Kata kunci: Anak Usia Sekolah; Bullying, Kemampuan Perilaku Asertif; Latihan Perilaku
Asertif

124
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Emi Wuri Wuryaningsih, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena Catharina Daulima

Pengalaman Keluarga Mencegah Kekambuhan Pasien dengan Riwayat Risiko Perilaku


Kekerasan Pasca Rawat Inap RS Jiwa Di Kota Magelang

Abstrak

Perilaku kekerasan merupakan masalah yang sering muncul pada pasien gangguan jiwa berat
termasuk skizofrenia. Alasan keluarga membawa pasien ke RSJ adalah ketidakmampuan
mengatasi perilaku kekerasan pasien di rumah. Keluarga berusaha mencegah kekambuhan
perilaku kekerasan pasien pasca rawat inap karena perilaku kekerasan menimbulkan beban
bagi keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman keluarga mencegah
kekambuhan pasien dengan riwayat risiko perilaku kekerasan pasca rawat inap di RSJ.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi deskriptif. Sampel penelitian
berjumlah 8 partisipan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode
Collaizi. Hasil penelitian yaitu terdapat 8 tema yang menggambarkan pengalaman keluarga
tersebut yaitu: 1) pengetahuan keluarga tentang riwayat perilaku kekerasan; 2) kepekaan
keluarga terhadap pencetus kekambuhan, 3) cara pengendalian pasien untuk mencegah
kekambuhan; 4) kepedulian keluarga sebagai upaya pencegah kekambuhan, 5) beban
keluarga, 6) strategi koping keluarga; 7) bentuk dukungan keluarga, 8) kepasrahan dalam
menerima kondisi pasien. Perawat jiwa dapat memberikan pendidikan kesehatan pencegahan
dan manajemen perilaku kekerasan kepada pasien dan keluarga. Pelatihan perawat tentang
terapi supportif sehingga dapat memfasilitasi terapi supportif pada pasien dan keluarga.

Kata kunci: Pengalaman keluarga, mencegah kekambuhan, perilaku kekerasan, skizofrenia

125
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2013

Erna Erawati, Budi Anna Keliat, Novy Helena Catharina Daulima

Pengaruh Terapi Metakognitif terhadap intensitas waham dan kemampuan


metakognitif di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang.

Abstrak

Waham merupakan masalah keperawatan yang menempati peringkat kelima di RSJ Prof. Dr.
Soeroyo Magelang dan penanganan waham dengan terapi metakognitif belum pernah
dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang pengaruh
terapi metakognitif terhadap intensitas waham dan kemampuan metakognitif pada klien
skizofrenia di RSJ Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Metode penelitian adalah ”Quasi
experimental pre-post test with control group” dengan intervensi terapi metakognitif.
Pengambilan sampel secara purposive sampling. Alat pengumpul data menggunakan
kuesioner karakteristik responden, intensitas waham dan kemampuan metakognitif. Terapi
metakognitif dilakukan pada kelompok intervensi dengan delapan kali pertemuan. Hasil
penelitian menunjukkan penurunan intensitas waham dan peningkatan kemampuan
metakognitif secara bermakna (p value < α 0,05) pada kelompok intervensi. Penurunan
intensitas waham dan peningkatan kemampuan metakognitif pada klien yang mendapatkan
terapi metakognitif lebih besar secara bermakna (p value < α 0,05) dibandingkan dengan
yang tidak mendapatkan terapi metakognitif. Peningkatan kemampuan metakognitif
berhubungan secara bermakna (p value < α 0,05) dengan penurunan intensitas waham pada
kelompok yang mendapatkan terapi metakognitif. Direkomendasikan untuk menerapkan
terapi metakognitif pada klien skizofrenia dengan waham di RSJ oleh perawat yang
mempunyai kompetensi.

Kata kunci: Waham, skizofrenia, terapi metakognitif, intensitas waham dan kemampuan
metakognitif

126
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2013

Evi Tunjung Fitriani, , Achir Yani S. Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Studi Fenomenologi Stres Dan Strategi Koping Yang Digunakan Keluarga Dalam
Merawat Lansia Demensia Di Tulungagung

Abstrak

Demensia merupakan kondisi yang umum terjadi pada lansia, namun mengingat dampaknya
yang multifaktorial, demensia tidak bisa dianggap sebagai hal sepele. Pada lansia yang
mengalami demensia, mengalami penurunan kognitif dan kemampuan lainnya yang
mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memerlukan seseorang yang
membantunya untuk melakukan aktivitas sehari-hari, yaitu keluarga. Dampak dari demensia,
serta lamanya waktu perawatan yang dibutuhkan lansia demensia, beresiko tinggi
menyebabkan stres pada keluarga yang merawatnya. Demensia merupakan masalah
kesehatan serta masalah sosial, karena tidak hanya terkait pengobatan atau medis, tetapi
menyangkut kepedulian keluarga dan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian untuk menggali
lebih dalam terhadap stres dan strategi koping yang digunakan keluarga dalam merawat
lansia demensia di Tulungagung. Metode penelitian kualitatif deskriptif fenomenologi
terhadap 7 partisipan. Hasil penelitian didapatkan tema respon fisik, respon psikologis,
perubahan sosial, perubahan ekonomi, pola koping, dampak penggunaan koping, hikmah
merawat lansia, beban tambahan merawat dan harapan merawat lansia. Dapat disimpulkan
berbagai perubahan kognitif dan perilaku yang terjadi pada lansia menyebabkan stres bagi
keluarga yang merawatnya, dan menggambarkan berbagai strategi koping yang digunakan,
untuk ,mengelola stres yang dialaminya. Rekomendasi perawat spesialis jiwa berkolaborasi
dengan perawat spesialis komunitas untuk melakukan terapi supportif secara kontinyu,
dengan mengidentifikasi beberapa keluarga yang merawat lansia dengan demensia, untuk
saling berbagi pengalaman dan memberikan informasi serta saling memberikan dukungan.

Kata kunci: Lansia, demensia, stres, strategi koping

127
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Feri Fernandes, Achir Yani S. Hamid, Mustikasari

Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy (ACT) terhadap ansietas klien stroke di
Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi

Abstrak

Ansietas merupakan masalah psikososial yang banyak terjadi pada klien stroke. Ansietas
yang tidak ditangani dapat menjadi penyulit bagi klien untuk mengikuti program pengobatan
secara efektif dan memperlambat proses pemulihan. Salah satu psikoterapi yang dapat
diberikan untuk mengatasi ansietas adalah Acceptance and Commitment Therapy (ACT).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap ansietas klien stroke yang
dirawat di Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Bukittinggi. Desain penelitian yang
digunakan adalah quasi experimental pre-post test with control group. Sampel penelitian
berjumlah 60 orang dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Hasil
penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan skor rata-rata ansietas antara
kelompok yang mendapatkan ACT (intervensi) dengan kelompok yang tidak mendapatkan
ACT (kontrol) p value=0,002 (P<0,05). ACT direkomendasikan untuk diterapkan sebagai
terapi keperawatan untuk mengatasi ansietas pada klien stroke yang dirawat di rumah sakit
umum.

Kata kunci: Stroke, Ansietas, Acceptance and Commitment Therapy

128
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Hasniah, Budi Anna Keliat, Widyatuti

Hubungan Karakteristik Keluarga , Pendidikan Kesehatan Dengan Kemampuan


Keluarga Dalam Stimulasi Perkembangan Toddler

Abstrak

Puskesmas Bandaraya telah menerapkan pendidikan kesehatan kepada keluarga dengan


anggota keluarga toddler, namun masih ditemukan adanya cara yang belum optimal dalam
stimulasi perkembangan toddler oleh orang tua dan keluarga. Keluarga memiliki peranan
penting dalam menciptakan lingkungan guna merangsang potensi yang dimiliki anak. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik keluarga, pendidikan
kesehatan dengan kemampuan keluarga dalam memberikan stimulasi perkembangan toddler
di Kecamatan Bandaraya Kota Banda Aceh. Desain penelitian ini adalah cross sectional,
sampel pada penelitian ini adalah keluarga dengan anak toddler sebanyak 106 orang. Data
dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian
menunjukkan ada hubungan pemahaman pendidikan kesehatan dengan kemampuan kognitif
keluarga secara bemakna dan perkembangan toddler Karakteristik keluarga menunjukkan
hubungan yang kuat dengan kemampuan kognitif keluarga ( OR =2,188). Kemampuan
keluarga perlu ditingkatkan agar stimulasi perkembangan toddler dapat optimal.

Kata kunci: Stimulasi, perkembangan toddler, karakteristik keluarga, pendidikan kesehatan,


kemampuan keluarga

129
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Jek Amidos Pardede, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Acceptance And Commitment Therapy dan Pendidikan Kesehatan Kepatuhan


Minum Obat Terhadap Gejala, Kemampuan Berkomitmen Pada Pengobatan dan
Kepatuhan Klien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara
Medan

Abstrak

Masalah keperawatan skizofrenia yang paling banyak ditemukan adalah risiko perilaku
kekerasan, halusinasi dan harga diri rendah. Ditemukan 55% klien risiko perilaku kekerasan,
halusinasi dan harga diri rendah yang mengalami kekambuhan dan tidak patuh minum obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pangaruh Acceptance and Commitment Therapy
dan Pendidikan Kesehatan kepatuhan minum obat terhadap gejala, kemampuan menerima
dan berkomitmen pada pengobatan dan kepatuhan klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa
Daerah Provinsi Sumatera Utara Medan. Desain penelitian ini quasi eksperimental pre test-
post test with control group. Tehnik pengambilan sampel ini adalah purposive sampling,
dimana sampel penelitian ini 90 orang klien skizofrenia, 30 kelompok intervensi yang
diberikan Acceptance and Commitment Therapy dan pendidikan kesehatan kepatuhan minum
obat, 30 kelompok intervensi yang diberikan Acceptance and Commitment Therapy dan 30
kelompok kontrol. Hasil penelitian ini ditemukan penurunan gejala risiko perilaku kekerasan,
halusinasi dan harga diri rendah serta peningkatan kemampuan menerima dan berkomitmen
pada pengobatan dan kepatuhan klien skizofrenia yang medapatkan Acceptance and
Commitment Therapy dan pendidikan kesehatan kepatuhan minum obat lebih besar secara
bermakna dibandingkan kelompok yang hanya mendapatkan Acceptance and Commitment
Therapy (pvalue < 0.05). Acceptance and Commitment Therapy dan pendidikan kesehatan
kepatuhan minum obat direkomendasikan sebagai terapi keperawatan dan pendukung terapi
keperawatan lanjutan dalam merawat klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan,
halusinasi dan harga diri rendah.

Kata kunci: Acceptance And Commitment Therapy; Risiko Perilaku Kekerasan; Halusinasi;
Harga Diri Rendah;Pendidikan Kesehatan Kepatuhan Minum Obat; Kemampuan Menerima
Dan Berkomitmen; Kepatuhan

130
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Lia Juniarni, Novy Helena Catharina Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Studi Fenomenologi Makna hidup pada lansia yang tidak pernah menikah

Abstrak

Pernikahan suatu kebutuhan semua individu baik pria maupun wanita dewasa, pernikahan
termasuk rangkaian hirarki kebutuhan dasar. Tujuan penelitian mendapatkan pemahaman
yang mendalam tentang makna hidup lansia tidak menikah. Penelitian kualitatif dengan
desain fenomenologi. Hasil penelitian menemukan enam tema yaitu cara memaknai sebuah
pernikahan, memutuskan tidak menikah, bentuk perhatian keluarga tentang pernikahan,
konsekuensi psikologis tidak menikah, menerima tidak menikah sebagai ketetapan Tuhan dan
hikmah positif tidak menikah. Makna tidak menikah teridentifikasi melalui rangkaian
persepsi yang baik tentang pernikahan, keputusan untuk tidak menikah dilatarbelakangi oleh
banyak faktor, adanya perubahan psikologis yang diakibatkan dari tidak menikah, dukungan
emosional mempengaruhi keputusan untuk tidak menikah sehingga menerima dan menjalani
kehidupan dengan tidak menikah sebagai ketetapan Tuhan, namun tetap memiliki hal positif
dibalik tidak menikah. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan
penelitian sejenis dikomunitas.

Kata kunci: Lansia, Tidak Menikah, Makna hidup

131
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Martina, Mustikasari, Ice Yulia Wardani

Pengaruh terapi kelompok suportif terhadap kualitas hidup lansia yang mengalami
diabetes melitus di kecamatan Banda Raya kota Banda Aceh

Abstrak

Diabetes Melitus adalah salah satu penyakit kronis yang sering dialami oleh lanjut usia.
Berbagai intervensi keperawatan yang dapat diberikan pada lansia dengan diabetes melitus
salah satunya adalah terapi kelompok suportif dan pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian
mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif dan pendidikan kesehatan terhadap kualitas
hidup lansia yang mengalami diabetes melitus di Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.
Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental. Responden penelitian terdiri 39
lansia mendapat terapi kelompok suportif dan pendidikan kesehatan dan 39 mendapat
pendidikan kesehatan. Alat ukur yang digunakan kuesioner WHOQOL-Bref. Analisis
menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada
perbedaan signifikan kualitas hidup dimensi fisik, psikologis, hubungan sosial dan
lingkungan sebelum dan setelah mendapat terapi kelompok suportif dan pendidikan
kesehatan (p value <0,05). Penelitian ini diharapkan menggunakan terapi kelompok suportif
sebagai terapi lanjutan dalam praktik keperawatan jiwa sebagai upaya meningkatkan kualitas
hidup lansia yang mengalami diabetes melitus.

Kata kunci: Terapi kelompok suportif, pendidikan kesehatan, kualitas hidup, diabetes
melitus.

132
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Missesa, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh terapi kelompok Reminiscence dan Life Review terhadap depresi pada
lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sinta Rangkang Tangkiling Provinsi Kalimantan
Tengah

Abstrak

Prevalensi gangguan mental emosional termasuk depresi berdasarkan RISKESDAS 2007


secara nasional tertinggi pada kelompok lansia (33,7%). Terapi Reminiscence dan Life
Review merupakan psikoterapi yang efektif untuk mengatasi depresi pada lansia. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok Reminiscence dan Life Review
terhadap depresi, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi sosial pada
lansia. Desain penelitian ini adalah quasi experimental, 29 sampel mendapat Terapi
Kelompok Reminiscence dan Life Review, 28 sampel mendapat Terapi Kelompok
Reminiscence. Data dianalisis menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada
penurunan bermakna kondisi depresi, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan
isolasi sosial pada kedua kelompok intervensi (Pvalue< 0,05). Perubahan depresi, harga diri
rendah dan keputusasaan pada kelompok yang mendapat terapi kelompok Reminiscence dan
Life Review lebih besar secara bermakna dibanding kelompok yang mendapat Terapi
Kelompok Reminiscence (Pvalue<0,05), sedangkan masalah keperawatan ketidakberdayaan
dan isolasi sosial pada kedua kelompok intervensi tidak ada perbedaan yang bermakna
(Pvalue>0,05). Terapi kelompok Reminiscence dan Life Review direkomendasikan untuk
mengatasi depresi, harga diri rendah, ketidakberdayaan, keputusasaan dan isolasi sosial pada
lansia.

Kata kunci: Depresi, harga diri rendah, isolasi sosial, keputusasaan ketidakberdayaan, life
review, reminiscence .

133
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Muslimah Pase, Budi Anna Keliat, Hening Pujasari

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap


Integritas Diri Lansia di RW I dan RW XI Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor
Utara
Abstrak

Tahun 2010 populasi lansia bertambah hingga 10% dari sekitar 13,85 juta jiwa (Ditjen
Rehsos/kemensos, 2012). Setiap individu tidak bisa menghindari penuaan. Kemampuan
beradaptasi mempengaruhi integritas diri lansia. TKT-PEK dapat membantu meningkatkan
pencapaian integritas diri. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh TKT-PEK terhadap
integritas diri dan dukungan keluarga lansia di RW I dan RW XI Kelurahan Tanah Baru
Kecamatan Bogor Utara. Desain penelitian quasi experimental pre-post test group design.
Sampel 79 lansia meliputi 40 klien kelompok TKT dan PEK, 39 klien kelompok TKT.
Analisis data dengan Independent t test dan regresi linier ganda. Hasil penelitian ada
perbedaan integritas diri lansia antara yang diberikan TKT-PEK dengan diberikan TKT,
0,001 (r=0,311). Ada hubungan dukungan keluarga dengan integritas diri lansia. TKT-PEK
merupakan faktor paling berkontribusi meningkatkan integritas diri daripada karakteristik
lansia yang lain. TKT- PEK direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan
lanjutan dalam merawat lansia di komunitas.

Kata kunci: Integritas diri, dukungan keluarga, TKT, PEK

134
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Reni Nuryani, Budi Anna Keliat, Enie Novieastari

Pengaruh cognitive behavior play therapy terhadap ansietas dan kemampuan mengatasi
ansietas pada anak usia sekolah dengan thalasemia di Rumah Sakit Umum Sumedang

Abstrak

Ansietas merupakan masalah psikososial yang dialami oleh anak dengan thalasemia, dan
berdampak terhadap fungsi emosional anak. 56,52% anak usia sekolah dengan thalasemia di
Rumah Sakit Sumedang mengalami masalah fungsi emosional. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Play Therapy terhadap ansietas dan kemampuan
mengatasi ansietas. Desain penelitian menggunakan Quasi experimental pre-post test non
equivalent control group, jumlah sampel 42 orang kelompok intervensi dan 43 orang
kelompok kontrol dengan consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji t test. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ansietas klien yang mendapat cognitive behavior play therapy
menurun lebih besar secara bermakna dari ansietas berat menjadi tidak ansietas jika
dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan cognitive behavior play therapy.
Kemampuan mengatasi ansietas klien yang mendapat cognitive behavior play therapy
meningkat lebih tinggi secara bermakna dari kemampuan cukup menjadi kemampuan baik
jika dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan cognitive behavior play
therapy. Faktor yang berkontribusi terhadap kemampuan mengatasi ansietas adalah usia dan
lama sakit. Cognitive Behavior Play Therapy direkomendasikan untuk diberikan pada anak
dengan masalah psikososial akibat penyakit fisik sebagai terapi spesialis.

Kata kunci: Cognitive Behavior Play Therapy, ansietas pada anak thalasemia dan
kemampuan mengatasi ansietas.

135
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Riris Ocktryna Silitonga, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Acceptance and Commitment Therapy dan Family Psychoeducation terhadap


Kemampuan Menerima dan Berkomitmen Serta Mengatasi Kondisi Depresi dan
Ansietas Pasien HIV/AIDS Di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta

Abstrak

Pasien HIV/AIDS mengalami kondisi depresi dan ansietas sebesar 20-40%, kondisi ini
disebabkan karena penyakit yang dideritanya sehingga mempengaruhi dalam menerima dan
menjalankan pengobatan serta perawatan. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh
Acceptance and Commitement Therapy dan Family Psychoeducation terhadap kemampuan
menerima dan berkomitmen serta mengatasi kondisi depresi dan ansietas pada pasien
HIV/AIDS di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Desain: Quasi Eksperimen Pre-Post test
With control Group” dengan intervensi Acceptance Commitment Therapy (ACT) dan Family
Psychoeducation (FPE) sampel 60 pasien HIV/AIDS, dengan cara Consecutive Sampling, 30
pasien mendapat ACT dan FPE dan 30 ACT. Hasil: pasien yang mendapat ACT dan FPE
secara bermakna menurunkan kondisi depresi dan ansietas lebih besar dibanding hanya
ACT. Pasien yang mendapatkan ACT dan FPE didapatkan peningkatan kemampuan
menerima dan berkomitmen secara bermakna menurunkan kondisi depresi lebih besar
dibandingkan dengan hanya ACT. Rekomendasi penggunaan ACT dan FPE sebagai
psikoterapi untuk menurunkan kondisi depresi dan ansietas pasien HIV/AIDS.
.
Kata kunci: ACT; Ansietas; Depresi; HIV/AIDS; FPE; Kemampuan menerima dan
berkomitmen

136
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Sawab, Novy Helena Catharina Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Studi Fenomenologi Pengalaman Keputusasaan Stroke Survivor di Kota Semarang

Abstrak

Keputusasaan merupakan penilaian negatif terhadap hasil yang akan dicapai dan
ketidakberdayaan terhadap suatu harapan. Keputusasaan dapat terjadi pada stroke survivor
karena disabilitas akibat defisit neurologisnya serta waktu yang lama dalam
penyembuhannya. Kondisi ini dapat berlanjut pada gangguan mental emosional maupun
tindakan suicide. Oleh karena itu gambaran pengalaman keputusasaan stroke survivor
dibahas dalam penelitian ini. Metode penelitian kualitatif deskriptif fenomenologi terhadap 6
partisipan. Hasil penelitian didapatkan tujuh tema utama yaitu (1) Perubahan fisik sebagai
akibat respon keputusasaan, (2) Respon kehilangan sebagai stressor keputusasaan, (3)
Disfungsi proses keluarga, (4) Kehilangan makna hidup, (5) Dukungan dan motivasi diri
sebagai sumber koping menghadapi keputusasaan, (6) Hikmah spiritual dibalik keputusasaan
stroke survivor dan (7) Dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Penelitian ini
menyarankan dikembangkannya standar asuhan keperawatan keputusasaan dan pemberian
dukungan keluarga serta psikoedukasi keluarga bagi stroke survivor.

Kata kunci: Stroke survivor, keputusasaan, kualitatif

137
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Susanti Niman, Achir Yani S. Hamid, Ice Yulia Wardani

Pengaruh psikoedukasi keluarga dan pendidikan kesehatan terhadap dukungan


keluarga pada klien Congestive Heart Failure (CHF)

Abstrak

Prevalensi CHF meningkat setiap tahunnya. Dampak dari CHF terhadap kondisi psikososial
membutuhkan penanganan yang menyeluruh termasuk keterlibatan keluarga. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan dukungan keluarga pada klien dengan CHF antara
keluarga yang mendapatkan psikoedukasi keluarga dengan keluarga yang mendapatkan
pendidikan kesehatan di RS Santo Borromeus dan RS Santo Yusup Bandung. Desain
penelitian ini menggunakan “ Quasi experimental pre-post test with control group”.
Penentuan besar sampel dengan menggunakan rumus beda 2 mean kelompok independen,
jumlah sampel 57 responden (25 kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol) dan teknik
pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner
dukungan keluarga yang dikembangkan dari ISSB. Kelompok kontrol diberikan pendidikan
kesehatan dan kelompok intervensi diberikan psikoedukasi keluarga yang dilakukan
sebanyak 5 sesi. Hasil menunjukan ada perubahan bermakna dukungan keluarga sebelum dan
sesudah psikoedukasi keluarga (p value <α), tidak ada perubahan yang bermakna dukungan
keluarga sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan (p value >α) dan ada perbedaan
bermakna dukungan keluarga kelompok yang mendapatkan psikoedukasi dengan kelompok
yang mendapatkan pendidikan kesehatan (p value <α). Karakteristik keluarga dan klien tidak
berhubungan dengan dukungan keluarga. Rekomendasi penelitian ini psikoedukasi keluarga
dapat dikembangkan di rumah sakit umum.

Kata kunci: Dukungan keluarga, keluarga (family carer), klien, pendidikan kesehatan dan
psikoedukasi keluarga

138
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Sri Puji Lestari, Novy Helena Catharina Daulima, Enie Novieastari

Pengaruh Terapi Kelompok Suportif Ekspresif Terhadap Ketidakberdayaan dan


Hardiness Klien Kanker Serviks di RSUP dr. Kariadi Semarang

Abstrak

Kanker serviks merupakan kanker kedua tersering pada perempuan di seluruh dunia setelah
kanker payudara. Di Indonesia ditemukan 15.050 kasus setiap tahunnya dan disebut sebagai
penyakit pembunuh perempuan nomor 1. Masalah psikososial yang ditemukan pada klien
kanker serviks adalah ketidakberdayaan, dan setiap pasien dengan penyakit kronis memiliki
hardiness sebagai respon psikologis terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh terapi kelompok suportif ekspresif terhadap ketidakberdayaan dan
hardiness klien kanker serviks. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimental pre
post test with control group. Responden penelitian ini terdiri dari kelompok intervensi 25
klien dan kelompok kontrol 25 klien di RSUP Dr. Kariadi Semarang, pada bulan Juni 2013.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner ketidakberdayaan dan
kuesioner DRS-II. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor
ketidakberdayaan 21,92 (p=0,000) dan peningkatan rata-rata skor hardiness dengan 11,68
(p=0,000). Terapi kelompok suportif ekspresif dapat menurunkan kondisi ketidakberdayaan
dan meningkatkan hardiness pada klien kanker serviks.

Kata kunci: Ketidakberdayaan, hardiness, klien kanker serviks, terapi kelompok suportif
ekspresif

139
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Umi Rachmawati, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena Catharina Daulima

Pengalaman keluarga mengasuh remaja dengan perilaku adiksi game online di Kota
Bogor

Abstrak

Adiksi game online merupakan masalah psikososial yang banyak ditemukan pada kalangan
anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman
keluarga dalam mengasuh remaja dengan perilaku adiksi game online. Penelitian ini
menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Partsipan dalam penelitian ini adalah orangtua
yang mengasuh remaja usia antara 11-14 tahun dengan skor adiksi game online 50-100
dengan menggunakan instrumen skala adiksi game online yang dikembangkan oleh Young
(2009), dengan menggunakan purposive sampling sebanyak enam partisipan. Metode
pengumpulan data dengan cara indepth interview. Analisa data menggunakan tehnik Collaizi.
Hasil penelitian diperoleh tujuh tema yaitu masa remaja sebagai masa sulit bagi orangtua,
teknologi sebagai sumber ilmu dan informasi, dampak negatif adiksi game online, faktor
penyebab adiksi game online, fungsi pengayoman, tidak optimalnya pengasuhan remaja,
bentuk dukungan sosial yang diharapkan untuk mengatasi perilaku adiksi game online. Hasil
penelitian ini diharapkan menjadi data dasar pengembangan terapi spesialis keperawatan BT
(Terapi perilaku) bagi remaja dalam mengatasi perilaku adiksi game online dan pendidikan
kesehatan sebagai upaya preventif terhadap adiksi game online remaja

Kata kunci: Perilaku adiksi game online, Pengalaman keluarga, Pengasuhan, Remaja

140
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2013

Wahyu Reknoningsih, Novy Helena Catharina Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Studi Fenomenologi Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien Paska Pasung Di


Pekalongan Jawa Tengah

Abstrak

Pasien pasung yang dirawat di RSJ dan dikembalikan kepada keluarga masih mengalami
pemasungan ulang. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan pengalaman keluarga dalam
merawat pasien paska pasung, menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Teknik pengambilan partisipan menggunakan purposive sampling dengan
kriteria inklusi caregiver yang mempunyai anggota keluarga pernah dipasung sebelum
dirawat di RSJ dan pernah atau sedang mengalami pemasungan ulang, mampu berkomunikasi
dengan baik dan bersedia menjadi partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
wawancara mendalam dan menggunakan catatan lapangan terhadap tujuh partisipan. Hasil
wawancara dianalisa dengan menggunakan langkah analisa Creswell dan ditemukan 5 tema
sebagai hasil penelitian. Tema-tema yang dihasilkan adalah kelelahan fisik dan pergolakan
emosi keluarga sebagai dampak merawat, kesulitan keluarga dalam manajemen beban,
perilaku agresif sebagai alasan pemasungan ulang, bentuk dukungan internal dan eksternal
pada keluarga dalam merawat dan peningkatan pemahaman spiritualitas keluarga sebagai
hikmah merawat. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keluarga pasien paska pasung
mengalami beban emosional dan kelelahan fisik yang menjadi alasan terjadinya pemasungan
ulang. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan perawat jiwa mengembangkan pelayanan
keperawatan jiwa di masyarakat dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara
menangani pasien gangguan jiwa dengan perilaku agresif sehingga mencegah terjadinya
perilaku pemasungan oleh keluarga.

Kata kunci : Pengalaman, Caregiver, Pemasungan Ulang

141
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2014

142
143
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Agus Waluyo, Mustikasari, Agus Setiawan

Pengaruh Terapi Psikoedukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Tingkat Depresi


Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Terapi Hemodialisa Rutin

Abstrak

Kejadian depresi sering ditemui pada pasien penyakit ginjal kronik yang harus menjalani
terapi hemodialisa rutin, Kejadian depresi ini diperberat dengan kurangnya pengetahuan
pasien tentang penyakit ginjal kronik, prosedur hemodialisa dan diit ketat yang harus
dijalani.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi terhadap
tingkat pengetahuan dan tingkat depresi yang dialami pasien PGK yang menjalani terapi
hemodialisa rutin. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre-post test
without control groupdengan intervensi terapi psikoedukasi. Pre test dilakukan pada 17
responden yang mengalami depresi yang menjalani terapi hemodialisa rutin di ruang
Hemodialisa RSUD dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada tanggal 2-14 Juni 2014 dan
post test dilakukan pada 23-28 Juni 2014. Data dikumpulkan dengan wawancara. Data
dianalisis dengan Uji t. Hasil pre test menunjukan, data tingkat pengetahuan, 64,7%
responden berpengetahuan rendah dan 35,3% responden berpengetahuan baik. Data tingkat
depresi 64,7% responden mengalami depresi ringan dan 35,3% mengalami depresi sedang.
Setelah diberikan intervensi 94,2% responden berpengetahuan tinggi dan 5,8% masih
berpengetahuan rendah yang secara statistik bermakna (p=0,001). Data tingkat depresi setelah
diberikan intervensi 70,6% responden depresi ringan dan 29,4% masih pada depresi sedang
yang secara statistik bermakna (p=0,010). Disimpulkan bahwa terapi psikoedukasi
meningkatkan pengetahuan responden dan menurunkan tingkat depresi. Depresi sebagai
suatu respon maladaptif yang muncul pada responden perlu penanganan yang lama dan
konsisten, perawat dapat menggunakan terapi psikoedukasi untuk mengatasi depresi dengan
kriteria waktu intervensi yang panjang dan berkelanjutan. Terapi psikoedukasi
direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai terapi keperawatan jiwa yang dapat
diberikan pada pasien penyakit ginjal kronis dengan terapi hemodialisa yang mengalami
depresi.
Kata kunci: Terapi psikoedukasi, tingkat pengetahuan dan tingkat depresi.

143
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Aulya Akbar, Budi Anna Keliat, Wiwin Wiarsih

Hubungan pelaksanaan MPKP terhadap hasil asuhan keperawatan pada pasien dan
keluarga di RSJ Tampan

Abstrak

Perilaku kekerasan adalah gejala positif dari skizofrenia yang menjadi penyebab utama klien
dirawat. Di RSJ Tampan priode tahun 2011 sampai dengan 2012 ditemukan 1218 klien yang
dirawat kembali dengan diagnosa perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan pelaksanaan askep sesuai standar dengan kemampuan keluarga dan
klien yang di rawat diruang MPKP RSJ Tampan. Penelitiaan ini menggunakan desain cross
sectional dengan total sampel 45 perawat, 30 klien prilaku kekerasan dan 30 care giver.
Data wawancara digunakan untuk mengkonfirmasi hasil. Responden untuk wawancara 10
orang dari klien dan keluarga klien. Uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
uji Pearson Corelation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
dan erat antara penerapan MPKP oleh perawat terhadap tanda, gejala dan kemampuan
pasien pada klien perilaku kekerasan. Pemberian asuhan keperawatan yang sesuai standar
dapat meningkatkan pelayanan kepada klien dan keluarga.

Kata kunci: Resiko perilaku kekerasan, perawat, klien, persepsi keluarga

144
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Deasti Nurmaguphita, Achir Yani S. Hamid, Mustikasari

Hubungan Pola Asuh dengan Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja di Kecamatan
Pundong Kabupaten Bantul, DIY

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari hubungan pola asuh dengan
perilaku seksual beresiko pada remaja di Kecamatan Pundong Kabupaten Bantul, DIY.
Desain penelitian ini adalah descriptive correlational secara cross sectional. Responden
dalam penelitian ini berjumlah 102 remaja. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan
cara cluster sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh
dengan perilaku seksual beresiko pada remaja. Sedangkan variabel yang paling
mempengaruhi perilaku seksual beresiko pada remaja di Kecamatan Pundong Kabupaten
Bantul adalah pola asuh otoriter. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya pola
komunikasi dalam keluarga yang terbuka untuk mencegah perilaku seksual beresiko pada
remaja.

Kata kunci :Pola asuh, perilaku seksual beresiko, remaja

145
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Diah Sukaesti, Budi Anna Keliat, Henny Dwi Windarwati

Hubungan Implementasi Model Praktek Keperawatan terhadap kemampuan klien


dengan harga diri rendah di Rumah Sakit Jiwa di Jakarta.

Abstrak

Pelaksanaan MPKP sudah berlangsung lama dan belum pernah di evaluasi.Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui hubungan implementasi MPKP dengan kemampuan klien harga diri
rendah di Rumah Saki Jiwa. Desain penelitian cross sectional dari responden terdiri dari
perawat, pasien dan keluarga di ruang rawat MPKP. Jumlah sampel pada penelitian ini terdiri
30 perawat, 30 klien dan 13 keluarga pasien dengan tehnik total sampling. Analisis statistic
menggunakan korelasi pearson ditunjang dengan hasil wawancara terhadap midlle manajer.
Hasil penelitian hubungan antara implementasi MPKP compensatory reward dan
professional relationship dengan tanda dan gejala( p value 0,007 dan 0,016) hubungan antara
MPKP: professional relationship dan patient care delivery dengan kemampuan klien ( p
value 0,007 dan 0,007)ada hubungan patient care delivery dengan kemampuan keluarga( p
value 0,006). Persepsi midle manager terhadap sustainability implementasi MPKP adalah
sudah berjalan dan perlu di tingkatkan RumahSakit agar meningkatkan kualitas pelayanan
dengan menggunakan MPKP.

Kata kunci: MPKP, harga diri rendah, Sustainability

146
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Dinarwiyata, Mustikasari, Agus Setiawan

Pengaruh Pendidikan Kesehatan (Penyuluhan) dan Terapi kelompok Terapeutik


Remaja Terhadap Pengendalian Emosi Marah Remaja di SMK Kota Depok

Abstrak

Marah adalah emosi manusia yang normal sifatnya. Marah yang tidak terkendali berlanjut
pada perilaku kekerasan. Kurangnya pengendalian marah pada remaja mengakibatkan
perilaku kekerasan dalam lingkup personal maupun kelompok dan membawa korban harta,
benda jiwa, lingkungan. Tujuan penelitian mengidentifikasi pengaruh Pendidikan kesehatan
(penyuluhan) dan Terapi Kelompok Terapeutik Remaja Terhadap Pengendalian Emosi Marah
Remaja di SMK Kota Depok. Metode penelitian memakai pre test – post test with control
group dengan teknik consecutive sampling. Terapi kelompok terapeutik bertujuan
meningkatkan pengendalian emosi marah remaja. Hasil penelitian menunjukkan penurunan
emosi marah signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan
(penyuluhan) dan Terapi Kelompok Terapeutik Remaja (p < 0,05). Perbedaan skor emosi
marah antara kelompok kontrol dan perlakuan signifikan (p = 0,05).

Kata kunci: Pendidikan kesehatan (penyuluhan) dan Terapi Kelompok Terapeutik Remaja,
emosi marah, remaja.

147
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Eka Malfasari, Budi Anna Keliat, Novy Helena Catharina Daulima

Analisis Legal Aspek dan Kebijakan Restrain, Seklusi dan Pasung pada Pasien dengan
Gangguan Jiwa

Abstrak

Pasien dengan perilaku kekerasan beresiko untuk mencederai diri sendiri, orang lain dan
lingkungan. Cara yang biasa dilakukan untuk mengendalikan perilaku tersebut adalah restrain
dan seklusi di rumah sakit jiwa dan pasung di masyarakat. Saat ini belum diketahui legal
aspek dan kebijakan yang spesifik di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk
melakukan analisis kebijakan restrain, seklusi dan pasung yang ada di luar negeri dan
Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tematik analisis yang
menganalisis 8 dokumen luar negeri dan 7 dokumen dari Indonesia. Hasil penelitian ini
ditemukan 5 tema analisis kebijakan dan legal aspek di luar negeri yaitu (1) restrain, seklusi
dan pasung merupakan alternatif akhir intervensi; (2) pemberdayaan keluarga dalam
pelaksanaan restrain, seklusi dan pasung; (3) memanusiakan pasien restrain, seklusi dan
pasung; (4) pelaksanaan retrain, seklusi dan pasung yang aman dan nyaman untuk pasien; (5)
pelaksanaan retrain, seklusi dan pasung yang aman dan nyaman untuk perawat. Tema analisis
Indonesia yaitu (1) pelaksanaan retrain, seklusi dan pasung yang aman dan nyaman untuk
pasien dan perawat; (2) memanusiakan pasien restrain, seklusi dan pasung. Rekomendasi:
penelitian ini bisa menjadi dasar kebijakan dan legal aspek restrain, seklusi dan pasung di
Indonesia.

Kata kunci: Restrain; Seklusi; Pasung; Legal Aspek; Kebijakan

148
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Emilia .P. Sugiyanto, Mustikasari, Ice Yulia Wardani

Analisis Hubungan Koping Keluarga Dan Fungsi Keluarga Dengan Beban Keluarga
Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Tuna Grahita Di Yayasan Pendidikan Luar Biasa
Kabupaten Demak.

Abstrak

Beban keluarga adalah respon yang muncul pada keluarga yang memiliki anak tuna grahita.
Beban keluarga dipengaruhi oleh koping keluarga dan fungsi keluarga. Tujuan penelitian
adalah mengetahui Hubungan Koping Keluarga Dan Fungsi Keluarga Dengan Beban
Keluarga Pada Keluarga Yang Memiliki Anak Tuna Grahita Di Yayasan Pendidikan Luar
Biasa Kabupaten Demak.Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional,dengan
pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 77 orang. Hasil penelitian menunjukkan
adanya hubungan yang signifikan antara koping keluarga dengan fungsi keluarga, koping
keluarga dan beban keluarga, dan fungsi keluarga dengan beban keluarga. Kecacatan dapat
mempengaruhi sistem keluarga salah satunya fungsi keluarga. Fungsi keluarga yang tidak
maksimal akan berpengaruh terhadap meningkatnya beban keluarga. Koping keluarga dapat
meningkatkan fungsi keluarga. Saat fungsi keluarga baik dan koping keluarga baik maka
beban keluarga akan berkurang. Perlu adanya tindakan untuk keluarga dalam mengurangi
beban perawatan anak tunagrahita dengan peningkatan koping keluarga dan fungsi keluarga
salah satunya melalui psikoedukasi keluarga.

Kata kunci: Koping keluarga, fungsi keluarga, beban keluarga, anak tunagrahita.

149
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Ervan, Mustikasari, Widyatuti

Pengaruh terapi suportif terhadap integritas diri pada lanjut usiadi Kota Bogor

Abstrak

Integritas diri lanjut usia didasarkan pada keyakinan bahwa hidup seseorang telah berguna
sehingga memungkinkan individu untuk menghadapi kematian tenang dan hidup yang lebih
bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi suportif terhadap
integritas diri pada lanjut usia di Kota Bogor. Desain penelitian quasi experimental pre-post
test with control group. Sampel berjumlah 70 orang, masing-masing 35 orang kelompok
intervensi dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan integritas diri pada lanjut usia
meningkat secara signifikan setelah dilakukan terapi suportif (pvalus= 0,0001 < α=0.05).
Peningkatan integritas diri lansia lebih tinggi secara signifikan pada kelompok yang
mendapat terapi suportif dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan terapi suportif
(pvalue=0,001 < α=0.05). Terapi suportif direkomendasikan sebagai terapi keperawatan
untuk meningkatkan integritas diri pada lanjut usia di masyarakat.

Kata kunci: Terapi suportif, integritas diri, lanjut usia

150
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Fajar Rinawati, Mustikasari, Agus Setiawan

Pengaruh Self Help Group terhadap Harga Diri pada Pasien Kusta di Rumah Sakit
Kusta Kediri Jawa Timur

Abstrak

Kusta merupakan penyakit infeksi kronis yang dapat menyebabkan kecacatan. Jawa Timur
merupakan propinsi terbanyak kasus kusta. Stigma negatif penyakit kusta dapat
menyebabkan masalah psikososial yang serius. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi
pengaruh self help group terhadap harga diri pasien kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri.
Metode penelitian yang digunakan quasy-experiment one group pretest-posttest design
dengan metode total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien kusta di Ruang
Rawat Inap sebanyak 14 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan harga diri
secara signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi (p-value=0,033). Pasien kusta
perlu mengubah persepsi negatif tentang kusta agar mampu beradaptasi secara positif.

Kata kunci: Self help group, harga diri, kusta.

151
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Gajali, Mustikasari, Yossie Susanti Eka Putri

Pengaruh Family Psychoeducation Theraphy Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat


Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Di Kota Samarinda Kalimantan Timur

Abstrak

Keluarga merupakan salah satu faktor pencetus timbulnya masalah kesehatan mental klien
sebagai akibat sikap keluarga yang tidak terapeutik sehingga tidak mampu mendukung dalam
perawatan klien. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui pengaruh Family
Psychoeducation Therapy (FPE) terhadap kemampuan keluarga merawat klien skizofrenia
dengan halusinasi. Penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan pre post test
without control group design dengan intervensi Family Psychoeducation. Jumlah sampel 25
keluarga (total sampling) yang memiliki pasien skizofrenia dengan halusinasi. Hasil:
ditemukan peningkatan kemampuan kognitif keluarga (p=0,0001 ; α=0,05) dan peningkatan
kemampuan psikomotor keluarga merawat (p=0,0001 ; α=0,05) dalam merawat pasien
skizofrenia.Terapi ini direkomendasikan sebagai terapi yang bisa meningkatkan kemampuan
kluarga dalam merawat pasien skizofrenia dengan halusinasi.

Kata kunci: Skizofrenia ; Family Psychoeducation Therapy (FPE); kemampuan keluarga

152
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Ike Mardiati Agustin , Novy Helena Catharina Daulima, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Terapi Assertiveness training Terhadap Kemampuan Komunikasi Asertif


Mahasiswa Praktek Klinik Keperawatan kepada Perawat Ruangan Rawat Inap RSUD
Kabupaten Kebumen

Absrak

Mahasiswa praktik klinik keperawatan merupakan bagian dari perawat profesional yang
dituntut untuk berkomunikasi yang baik, efektif dan asertif baik pada perawat ruangan
maupun dengan pasien.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh
terapi Assertiveness trainng (AT) terhadap kemampuan komunikasi asertif mahasiswa praktik
klinik kepada perawat ruang rawat inap. Sampel 60 responden dengan 30 kelompok
intervensi dan 30 kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukan kemampuan komunikasi
asertif mahasiswa yang mendapatkan AT meningkat secara bermakna sebesar 2,27 dengan p
value < 0,05. Terapi ini direkomendasikan pada pemberian terapi AT untuk kelompok
individu sehat.

Kata kunci: mahasiswa praktik, kemampuan komunikasi asertif, terapi assertiveness


training.

153
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Junardi, Budi Anna Keliat, Novy Helena Catharina Daulima

Analisis Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Pelaksanaan


Kegiatan Community Mental Health Nursing (CMHN) di Kabupaten Aceh Besar Kota
Banda Aceh Tahun 2014

Abstrak

Keperawatan kesehatan jiwa komunitas / CMHN adalah pelayanan keperawatan yang


komprehensif, holistik dan paripurna berfokus pada masyarakat yang sehat jiwa, rentan
terhadap stress dan dalam tahap pemulihan serta pencegahan kekambuhan. Perawat bekerja
sama dengan klien, keluarga dan tim kesehatan lain dalam melakukan tindakan. Tujuan untuk
mengetahui mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pelaksanaan
kegiatan CMHN di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Desain penelitian Cross
Sectional. Penelitian dilakukan pada 78 responden secara total sampling. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi perawat CMHN dan stake holder
tentang dukungan politik, stabilitas dana, partnership, kapasitas organisasi, evaluasi program,
program adaptasi, komunikasi, rencana strategis, sosial dengan keberhasilan pelaksanaan
kegiatan CMHN (p - value α ≤ 0,05). Rekomendasi hasil penelitian adalah perlunya evaluasi
faktor – faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pelaksanaan kegiatan CMHN secara
periodik, penyegaran dan pelatihan CMHN yang terus menerus dan terstruktur.

Kata kunci: CMHN, persepsi perawat CMHN, persepsi stake holder, keberhasilan
pelaksanaan kegiatan CMHN.

154
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Livana PH, Novy Helena Catharina Daulima, Mustikasari

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Stres Keluarga dalam Merawat
Klien Gangguan Jiwa Berat di Poli Jiwa RSUD Dr. H. Soewondo Kendal.

Abstrak

Gangguan jiwa merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan
masyarakat, baik didunia maupun di Indonesia. Jumlah gangguan jiwa di Kabupaten Kendal
meningkat sehingga meningkatnya stres pada keluarga. Penelitian bertujuan untuk
mengidentifikasi pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tingkat stres keluarga dalam
merawat klien gangguan jiwa berat di Poli Jiwa RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Desain
penilitian quasi eksperimentpre-post test with control group dengan 96 sampel secara
purposive sampling, 48 yang mandapat terapi dan 48 kelompok yang tidak mendapat terapi..
Hasil penelitian ada perbedaan yang bermakna antara tingkat stres responden pada kelompok
yang mendapat dan yang tidak mendapat terapi relaksasi otot progresif (P Value= 0,001).
Rekomendasi penelitian ini bahwa terapi relaksasi otot progresif sebaiknyadiberikan pada
keluarga klien gangguan jiwa yang merupakan care giver utama sebagai upaya mengatasi
tingkat stres keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa

Kata kunci: Relaksasi otot progresif, stres, keluarga klien gangguan jiwa.

155
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Neng Esti Winahayu, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Faktor sustainability yang berhubungan dengan implementasi Community Mental


Health Nursing (CMHN) di Jakarta Selatan dan Barat

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sustainability yang berhubungan dengan
implementasi CMHN di Jakarta Selatan dan Barat. Metode penelitian menggunakan cross
sectional dengan memberikan kuesioner pada perawat CMHN dan analisis data
menggunakan korelasi pearson. Wawancara dilakukan pada stakeholder untuk mendapatkan
persepsi stakeholder tentang faktor sustainability CMHN. Persepsi perawat terhadap faktor
sustainability sudah terpenuhi. Kemampuan perawat dalam implementasi CMHN 45,86%.,
persepsi perawat terhadap faktor sustainability CMHN 67,49%. Persepsi perawat terhadap
ketersediaan faktor sustainability berhubungan secara bermakna dengan implementasi
CMHN. Analisis wawancara dengan stakeholder terhadap 8 faktor sustainability CMHN
didapatkan tema yaitu pandangan positif stakeholder terhadap CMHN (asuhan keperawatan
ke pasien, terdeteksinya kasus baru, mengurangi stigma) dan upaya untuk keberlangsungan
CMHN (peningkatan wawasan, perencanaan anggaran, sosialisasi). Hasil penelitian ini
direkomendasikan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat di wilayah lain.

Kata kunci: Perawat CMHN, stakeholder, sustainability, implementasi CMHN.

156
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Netrida, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Implementasi dan Kebelangsungan Kegiatan Model Praktek Keperawatan Profesional


Jiwa Oleh Perawat Pelaksana dan Top Manager Pada Klien Defisit Perawatan Diri Di
RS Jiwa

Abstrak

MPKP jiwa telah dikembangkan di rumah sakit jiwa pada tahun 2000 oleh Tim dari
kelompok keilmuan keperawatan jiwa FK UI dan tim keperawatan RS Marzuki Mahdi
Bogor. Penelitian bertujuan mengetahui implementasi kegiatan MPKP Jiwa oleh perawat
pelaksana pada klien DPD da n mengetahui persepsi tentang keberlansungan implementasi
kegiatan MPKP pada klien defisit perawatan diri diruang MPKP Jiwa. Desain cross sectional,
teknik pengumpulan data triangulasi dengan kuesioner dan wawancara.Responden terdiri dari
perawat, pasien, keluarga dan wawancara dengan Top Manajer. Analisis data dengan pearson
correlation. Hasil penelitian: ada hubungan antara implementasi MPKP jiwa dengan tanda
dan gejala klien DPD (p<0,05), ada hubungan antara implementasi MPKP jiwa dengan
kemampuan klien melakukan perawatan diri (p<0,05) Saran:Rumahsakit perlu menjaga
keberlangsungan pelaksanaan program MPKP dengan supervisi secara periodik dan perlunya
upaya peningkatan kunjungan keluarga ke RS.

Kata kunci: Keberlangsungan MPKP, Perawat pelaksana, defisit perawatan diri

157
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Novi Widyastuti Rahayu, Novy Helena Catharina Daulima, Agus Setiawan

Pengaruh Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap Dukungan Keluarga dan


Kepatuhan Minum Obat Pada Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di wilayah
Puskesmas Kalasan Yogyakarta

Abstrak

Skizofrenia merupakan gangguan yang lebih kronis dan melemahkan dibandingkan gangguan
mental yang lain, sehingga membutuhkan keluarga sebagai support system. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Psikoedukasi Keluarga terhadap Dukungan
Keluarga dan Kepatuhan Minum Obat pada Anggota Keluarga dengan Skizofrenia di wilayah
Puskesmas Kalasan Yogyakarta. Desain quasi experimental pre-post test with control group.
Sampel 50 diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan Independent t-
test. Hasil penelitian menemukan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga dan kepatuhan
minum obat pada anggota keluarga dengan skizofrenia di wilayah Puskesmas Kalasan
Yogyakarta. Berdasarkan hasil tersebut terapi Psikoedukasi keluarga direkomendasikan
sebagai terapi spesialis keperawatan jiwa dalam meningkatkan dukungan keluarga dan
kepatuhan minum obat.

Kata Kunci: Terapi Psikoedukasi Keluarga, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat

158
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Tesis, Juli 2014

Prastiwi Puji Rahayu, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Hubungan Kemampuan Kepala Ruang dan Ketua Tim dalam Penerapan Model
Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) Jiwa dengan Hasil Asuhan Keperawatan
pada Pasien Halusinasi

Abstrak

Karu dan katim dalam MPKP Jiwa adalah manajer lini pertama yang berhubungan langsung
dengan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kemampuan karu dan katim
dalam penerapan MPKP Jiwa dengan hasil asuhan keperawatan pada pasien halusinasi.
Desain penelitian menggunakan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner dan
wawancara. Analisis data dengan korelasi Pearson. Responden terdiri dari 18 orang karu dan
katim, 35 orang pasien halusinasi dan 15 orang keluarga. Hasil penelitian diperoleh hubungan
yang signifikan antara kemampuan karu dan katim dalam pendekatan manajemen dan asuhan
keperawatan dengan penurunan tanda dan gejala pasien (p<0,05). Kemampuan karu dan
katim dalam asuhan keperawatan berhubungan signifikan dengan peningkatan kemampuan
pasien (p<0,05). Hasil penelitian direkomendasikan sebagai dasar untuk melanjutkan MPKP
Jiwa.

Kata kunci: MPKP Jiwa, Kepalaruang, Ketuatim, Halusinasi

159
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Tesis, Juli 2014

Retty Octi Syafrini, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Sustainability Implementasi Asuhan Keperawatan Klien isolasi Sosial Dalam MPKP


Jiwa oleh Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Jiwa

Abstrak

Asuhan keperawatan (askep) isolasi sosial merupakan kegiatan MPKP Jiwa, diharapkan
meningkatkan kemampuan fungsi sosial klien. Tujuan penelitian : mengetahui hubungan
implementasi askep isolasi sosial dalam MPKP Jiwa dengan hasil askep pada klien isolasi
sosial dan keluarganya, dan mengetahui sustainability implementasi askep isolasi sosial.
Metode penelitian cross sectional. Sampel adalah 58 perawat pelaksana, 32 klien, dan 12
keluarga. Hasil penelitian : ada hubungan signifikan antara kemampuan perawat pelaksana
dalam pemberian askep dengan penurunan tanda gejala dan peningkatan kemampuan klien.
Ada hubungan signifikan kemampuan perawat pelaksana dalam implementasi pendekatan
manajemen MPKP Jiwa dengan peningkatan kemampuan klien dan keluarganya.
Sustainability implementasi askep isolasi sosial telah berjalan dari komponen proses dan staf.

Kata kunci : MPKP, Asuhan Keperawatan Isolasi Sosial, perawat pelaksana

160
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Syisnawati, Novy Helena Catharina Daulima, Agus Setiawan

Pengaruh Terapi Bermain : All Tangled Up Terhadap Kecemasan Anak Usia Sekolah
Selama Hospitalisasi Di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi
Selatan

Abstrak

Salah satu terapi yang digunakan untuk menurunkan kecemasan pada anak usia sekolah
selama hospitalisasi adalah dengan melakukan terapi bermain all tangled up. Penelitian ini
bertujuan mengetahui pengaruh terapi bermain terhadap kecemasan anak usia sekolah selama
hospitalisasi di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Propinsi Sulawesi Selatan. Desain
penelitian quasi experimental pre-post test with control group. Sampel berjumlah 68 orang
yang meliputi 34 orang kelompok intervensi dan 34 orang kelompok kontrol. Hasil penelitian
menunjukkan penurunan skor tingkat kecemasan pada anak usia sekolah lebih tinggi pada
kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p value<0.05). Terapi bermain all
tangled up direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan merawat klien anak usia
sekolah yang mengalami kecemasan selama hospitalisasi

Kata kunci: Terapi bermain, all tangled up, Hospitalisasi, Kecemasan

161
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Ulfa Suryani, Achir Yani S Hamid, Ice Yulia Wardani

Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepuasan


Pasien yang di rawat di RSUD dr. Rasidin Padang

Abstrak

Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang perawat dalam memberikan pelayanan atau
asuhan keperawatan adalah komunikasi terapeutik. Tujuan penelitian adalah mengetahui
hubungan antara kemampuan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien yang di
rawat di RSUD dr. Rasidin Padang. Desain penelitian deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 56 orang perawat dan 90 orang
pasien yang di ambil dengan cara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ada
hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi terapeutik perawat dengan
kepuasan pasien (p=0,001). Semakin tinggi kemampuan komunikasi terapeutik perawat maka
pasien akan semakin puas terhadap pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat.
Rekomendasi penelitian ini, sebagai tambahan pengetahuan bagi perawat khususnya terkait
kemampuan komunikasi terapeutik perawat dalam meningkatkan kepuasan pasien dengan
cara salah satunya mengadakan pelatihan dan supervisi untuk perawat yang terkait
komunikasi terapeutik.

Kata kunci :Kemampuan Komunikasi Terapeutik Perawat, Kepuasan Pasien

162
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2014

Uswatun Hasanah, Novy Helena Catharina Daulima, Agus Setiawan

Pengaruh Terapi ACT terhadap peningkatan motivasi menjadi perawat dan prestasi
belajar pada mahasiswa tingkat I Akper Dharma Wacana Lampung

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Penerimaan dan Komitmen (TPK)
Terhadap Penerimaan Keluarga dengan Anak Tunagrahita. Desain yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu quasi experimental pre-post test with control group. Sampel 56 diambil
dengan teknik purposive sampling pada keluarga dengan anak retardasi mental yang
mengalami masalah psikososial dalam merawat anaknya. Analisis data dengan Independent t-
test dan Paired t-test. Hasil penelitian menemukan bahwa penerimaan keluarga dengan anak
tunagrahita meningkat secara bermakna setelah mendapat TPK. TPK direkomendasikan
sebagai terapi keperawatan utama dalam meningkatkan penerimaan keluarga dengan anak
tunagrahita.

Kata kunci: Terapi Penerimaan dan Komitmen, Penerimaan keluarga, Tunagrahita

163
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2015

164
165
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2015

Cucuk Suwandi, Achir Yani S Hamid, Novy Helena Catharina Daulima

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan pada Anak Usia Sekolah yang
dirawat di Kelas III Ruang Parikesit RSMM Bogor.

Abstrak

Kecemasan pada anak yang dirawat di rumah sakit merupakan fenomena yang sering ditemui
dan berdampak terhadap penolakan tindakan. Penelitian ini untuk menganalisa faktor-faktor
yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada Anak usia Sekolah selama dirawat di
kelas III Ruang Parikesit RSMM Bogor. Desain cross sectional, dengan sampel 23 responden
melalui concecutive sampling. Analisa menggunakan chi square dan Independent T-Test.
Hasil menunjukkan tingkat kecemasan dialami oleh 53 % responden, selanjutnya terdapat
hubungan signifikan antara karakteristik anak, keluarga dan lingkungan dengan kejadian
takut. Kesimpulan bahwa Tingkat kecemasan yang dialami oleh anak sekolah yang dirawat
di rumah sakit cukup tinggi, Karakteristik anak pada penelitian ini antara lain usia anak yang
rata-rata berada pada usia sekolah, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, berada pada tipe
temperamen lambat, belum pernah dirawat sebelumnya dan rata-rata lama dirawat lebih dari
tiga hari, Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik anak: usia dan dukungan
keluarga dengan tingkat kecemasan pada anak usia sekolah yang di rawat di Rumah Sakit.

Kata kunci: Tingkat kecemasan, Anak Usia Sekolah.

165
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Tesis, Januari 2015

Zakiyah Mujahidah, Achir Yani S Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Studi Fenomenologi: Pengalaman kehilangan dan berduka pada ibu yang mengalami
kematian bayi di kecamatan Limo kota Depok

Abstrak

Ibu yang mengalami kematian bayi akan melalui proses kehilangan dan berduka. Tujuan
penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang pengalaman kehilangan dan berduka pada
ibu yang mengalami kematian bayi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan
desain fenomenologi kepada sepuluh partisipan di kecamatan Limo kota Depok. Hasil
penelitian ini menemukan tujuh tema : penyebab kematian bayi, tahapan berduka, respon
setelah kehilangan, dukungan sistem sosial, hikmah kehilangan, harapan pasca kehilangan
dan strategi koping. Penelitian ini memberikan saran pada pihka-pihak terkait dalam
pendampingan maupun pemberian asuhan keperawatan kehilangan dan berduka pada ibu
yang mengalami kematian bayi agar ibu dapat bangkit dan melanjutkan hidup kembali.

Kata kunci: Fenomenologi, kehilangan dan berduka, ibu

166
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Amelia Susanti, Mustikasari, Ice Yulia Wardani

Hubungan Bentuk Dukungan Psikososial dengan Resiliensi Pasca Bencana Banjir


Bandang

Abstrak

Banjir bandang menimbulkan masalah psikologis dan memerlukan resiliensi yang positif
untuk beradaptasi. Resiliensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dukungan
psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bentuk dukungan
psikososial dengan resiliensi pada korban pasca bencana. Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 148
responden. Instrumen yang digunakan kuesioner Medical Outcames Study: Social Support
Survey (MOS) dan CD-RISC 10. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur
dan bentuk dukungan psikososial dengan resiliensi (p ˂ 0.05). Variabel yang paling
berhubungan dengan resiliensi adalah dukungan penghargaan. Peningkatan kemampuan
personal dan dukungan psikososial diperlukan untuk meningkatkan resiliensi.

Kata kunci: Bencana, Banjir Bandang, Dukungan Psikososial, Resiliensi

167
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Berlian Nurtyashesti Kusumadewi, Achir Yani, Yossie Susanti Eka Putri

Pengalaman Keluarga Dalam Perencanaan Pemulangan Klien Skizofrenia Dari Rumah


Sakit Jiwa Ke Rumah

Abstrak

Perencanaan pemulangan yang efektif diperlukan keluarga klien skizofrenia sebagai pelaku
rawat di rumah sehingga memperlama jarak kambuh klien. Penelitian ini bertujuan
mengetahui pengalaman keluarga dalam perencanaan pemulangan klien skizofrenia dari RSJ
ke rumah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Partisipan penelitian ini sembilan orang. Tema yang dihasilkan respons terhadap rencana
pemulangan klien, kendala dalam rencana pemulangan klien, dukungan lingkungan tempat
tinggal terhadap rencana pemulangan klien, harapan terhadap rencana pemulangan klien dan
kesiapan dalam rencana pemulangan klien. Standar operasional prosedur yang jelas perlu
dalam rencana pemulangan klien skizofrenia di tiap area perawatan (IGD, poliklinik, bangsal
akut dan sub akut)

Kata kunci: Perencanaan pemulangan, keluarga, skizofrenia

168
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Fajriyati Nur Azizah, Novy Helena Catharina Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Pengalaman depresi orang dewasa dengan HIV/AIDS dalam menjalani tahap


perkembangan psikososial

Abstrak

Duapertiga Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) berusia dewasa mengalami depresi. Depresi
merupakan respon terhadap masalah psikososial akibat diagnosa positif HIV yang
menyebabkan isolasi diri dan perilaku beresiko bunuh diri. Tujuan penelitian kualitatif
fenomenologi ini menggambarkan pengalaman depresi ODHA dewasa menjalani tugas
perkembangan psikososialnya. Partisipan penelitian berjumlah 8 orang dan data dikumpulkan
dengan wawancara mendalam. Enam tema yang dihasilkan: perjalanan penyakit merubah
seluruh aspek kehidupan, menutup diri sebagai respon terhadap stigma, depresi sebagai
respon kehilangan, strategi psikososial sebagai pilihan koping, kesadaran akan makna
spiritual, dan kekuatan dukungan sosial dalam pencapaian peran dan harapan. Penelitian
menyarankan ketersediaannya layanan keperawatan bagi ODHA berbasis komunitas.

Kata kunci: Depresi, ODHA, psikososial, dewasa

169
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Giur Hargiana, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Pengaruh Cognitive Behavior Therapy Terhadap Perubahan Perilaku Merokok,


Ketergantungan Nikotin Dan Ansietas di Masyarakat Kecamatan Cigombong.

Abstrak

Tujuan diketahuinya pengaruh cognitive behavior therapy terhadap perubahan perilaku


merokok, ketergantungan nikotin dan ansietas. Metode Quasi experiment non-equivalent
control group pre-test-post test. Sampel 80 perokok diambil secara proportional stratified
random. Pengumpulan data diukur dengan kuesioner Glover Nilsson Smoking Behavior,
Fagerstrom Test Nicotine Dependence dan Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil Perilaku
merokok, ketergantungan nikotin dan ansietas kelompok yang mendapat cognitive behavior
therapy menurun secara signifikan (P-value ≤ 0,05) dan ketiganya menunjukan hubungan
yang sangat kuat dengan arah positif, sementara pada kelompok yang tidak mendapatkan
cognitive behavior therapy ketiganya menunjukan peningkatan. Cognitive behavior therapy
direkomendasikan sebagai psikoterapi untuk membantu berhenti merokok.

Kata Kunci: Ansietas, Cognitive Behavior Therapy, Karbon Monoksida, Ketergantungan


nikotin, Perilaku merokok,

170
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Henny Kusumawati, Budi Anna Keliat, Astuti Yuni Nursasi

Pengaruh Terapi Kognitif serta Penerimaan dan Komitmen terhadap Ansietas, Depresi,
Kemampuan Mengubah Pikiran Negatif serta Menerima dan Berkomitmen Klien
Tuberkulosis Kota Depok

Abstrak

Tuberkulosis sering menimbulkan dampak psikologis berupa ansietas dan depresi. Penelitian
ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi kognitif dan terapi penerimaan-komitmen terhadap
ansietas, depresi, kemampuan mengubah pikiran negative dan menerima-berkomitmen klien
tuberkulosis di Kota Depok. Desain penelitian menggunakan quasi experimental pre and post
test with control group. Subjek penelitian adalah 60 klien tuberkulosis yang direkruit secara
simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kondisi ansietas,
depresi dan peningkatan kemampuan mengubah pikiran negatif serta kemampuan menerima-
berkomitmen lebih besar pada klien yang mendapatkan terapi daripada klien yang tidak
mendapatkan terapi. Terapi ini direkomendasikan sebagai terapi keperawatan pada klien yang
mengalami ansietas dan depresi.

Kata Kunci: Ansietas, depresi, terapi kognitif, terapi menerima-komitmen, tuberkulosis

171
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Heri Setiawan, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Efektifitas terapi musik dan rational emotive cognitif behavior therapy (RECBT)
terhadap tanda gejala dan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan

Abstrak

Angka perilaku kekerasan cukup tinggi pada klien gangguan jiwa yang dirawat di rumah
sakit jiwa. Dampak perilaku kekerasan dapat berakibat mencederai orang lain. Penelitian ini
bertujuan mengetahui efektivitas Terapi Musik dan rational emotive cognitive behaviour
therapy (RECBT) terhadap perubahan tanda gejala dan kemampuan klien mengontrol
perilaku kekerasan. Desain penelitian quasi eksperimental, jumlah sampel 64 responden
dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan penurunan tanda gejala perilaku
kekerasan dan peningkatan kemampuan mengontrol perilaku kekerasan lebih besar pada
kelompok yang mendapatkan terapi daripada yang tidak mendapatkan. Terapi Musik dan
RECBT direkomendasikan sebagai terapi keperawatan pada klien perilaku kekerasan.

Kata kunci: Kemampuan, perilaku kekerasan, tanda gejala, terapi musik, RECBT

172
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Ira Ocktavia Siagian, Novy Helena Catharina Daulima, Hayuni Rahmah

Hubungan Sumber Koping dengan Tingkat Stres Perawat dalam Merawat Klien di
Ruang Hemodialisis Bandung

Abstrak

Tuntutan kerja perawat dapat menimbulkan stres tersendiri dan sangat dibutuhkan
kemampuan personal dan dukungan sosial untuk mengatasinya. Tujuan penelitian ini adalah
mengidentifikasi hubungan sumber koping dengan tingkat stres perawat. Desain penelitian
yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan
total sampling pada perawat di ruang hemodialisis rumah sakit Bandung. Hasil penelitian ini
menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara penghargaan yang merupakan bagian dari
dukungan sosial dengan tingkat stres perawat. Selanjutnya direkomendasikan adanya
pengembangan kemampuan personal dan dukungan sosial bagi perawat di ruang
hemodialisis.

Kata kunci: Stres, Kemampuan personal, dukungan sosial

173
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Laili Nur Hidayati, Mustikasari, Yossie susanti Eka Putri

Pengaruh terapi individu Reminiscence terhadap depresi pada lansia di panti sosial

Abstrak

Penuaan merupakan proses alami pada usia lanjut. Tugas perkembangan psikososial lanjut
usia yaitu pencapaian integritas diri. Terapi Reminiscence merupakan salah satu terapi untuk
penanganan psikososial pada lansia dengan mengingat dan mengkaji kembali memori masa
lalu. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh terapi individu Reminiscence terhadap
depresi pada lansia di panti sosial. Metode penelitian ini Quasi Eksperimental Pre-Post Test
with Control Group. Sampel penelitian secara total sampling berjumlah 60 responden, terdiri
dari 31 lansia kelompok intervensi dan 29 lansia kelompok kontrol yang mengalami depresi
dengan harga diri rendah. Terapi individu Reminiscence diberikan dalam 5 sesi terapi.
Analisis data dengan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan yang
bermakna kondisi depresi pada lansia setelah pemberian terapi individu Reminiscence
(Pvalue<0,05). Terapi individu Reminiscence digunakan untuk mengatasi depresi pada lansia
di panti sosial. Program pelayanan psikososial perlu dikembangkan untuk mengatasi depresi
pada lansia baik di panti sosial maupun di masyarakat.

Kata kunci: Terapi individu Reminiscence, depresi lansia, harga diri rendah

174
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Mad Zaini, Achir Yani S. Hamid, Hayuni Rahmah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan resiliensi dan kesejahteraan spiritual para


survivor erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Malang.

Abstrak

Bencana alam menimbulkan masalah psikologi. Masyarakat yang menjadi korban harus
memiliki resiliensi dan kesejahteraan spiritual supaya bersikap adaptif. Penelitian ini
bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan resiliensi dan kesejahteraan spiritual
survivor erupsi Gunung Kelud. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi cross
sectional, jumlah sampel sebanyak 136 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor paling dominan berhubungan dengan resiliensi adalah riwayat trauma. Faktor paling
dominan berhubungan dengan kesejahteraan spiritual adalah pendidikan. Pelayanan
keperawatan pasca bencana perlu dilakukan secara komprehensif, melibatkan dukungan
sosial serta nilai kepercayaan atau budaya sehingga meningkatkan resiliensi dan
kesejahteraan spiritual.

Kata kunci : Resiliensi, kesejahteraan spiritual, survivor.

175
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Maria Turnip, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Fenomena konflik, ansietas, dan depresi pada klien kanker setelah didiagnosa satu
tahun dan mendapat terapi di rumah sakit umum

Abstrak

Stress psikososial dialami oleh klien kanker. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman
konflik, ansietas, dan depresi pada klien kanker setelah satu tahun didiagnosa dan mendapat
terapi. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam menggunakan pertanyaan semi
terstruktur pada 15 partisipan di poliklinik rumah sakit umum pusat di Bandung. Didapatkan
delapan tema, yaitu: kecemasan terhadap penyebaran dan kekambuhan penyakit, perubahan
relasi dengan pasangan, ‘labelling’ dari diri sendiri dan orang lain, ketidaknyamanan fisik
dan psikologis selama proses pengobatan, konsep diri, religius/spiritual, merahasiakan
penyakit dan keluhan, dan defisit informasi. Dari delapan tema, ditemukan empat tema yang
bukan merupakan konflik, ansietas, dan depresi. Kesimpulan: konflik, ansietas dan depresi
mempengaruhi kondisi klien.

Kata kunci: Kanker, konflik, ansietas, depresi

176
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Muhammad Ari Arfianto, Mustikasari, Ice Yulia Wardani

Hubungan Sumber dan Bentuk Dukungan Sosial dengan Kesejahteraan pada Ibu
Pekerja di Kabupaten Sidoarjo

Abstrak

Masalah kesejahteraan hidup merupakan fenomena yang sering terjadi pada kehidupan ibu
pekerja akibat adanya peran yang berlebih. Sumber dan bentuk dukungan sosial merupakan
faktor penting bagi ibu pekerja untuk mencapai kesejahteraan subjektif dan psikologis.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan sumber dan bentuk dukungan
sosial dengan kesejahteraan subjektif dan psikologis pada ibu pekerja. Desain penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel adalah 374
orang. Pengambilan sampel dengan metode cluster random sampling pada ibu pekerja di
wilayah Kabupaten Sidoarjo. Variabel dianalisis dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian ini
adalah terdapat hubungan yang signifikan antara sumber dan bentuk dukungan sosial dengan
kesejahteraan ibu pekerja (p value 0,000). Selain itu didapatkan variabel orang yang tinggal
serumah sebagai faktor yang paling berhubungan dengan kesejahteraan subjektif dan tingkat
pendidikan sebagai faktor yang paling berhubungan dengan kesejahteraan psikologis.
Penelitian ini merekomendasikan kepada pelayanan keperawatan jiwa masyarakat maupun
perusahaan yang mempekerjakan ibu rumah tangga untuk menyediakan pelayanan kesehatan
jiwa dalam membantu ibu pekerja mencapai kesejahteraan subjektif dan psikologis.

Kata kunci: Ibu pekerja, kesejahteraan subjektif dan psikologis, sumber dan bentuk
dukungan sosial

177
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Norman Wijaya Gati, Mustikasari, Hayuni Rahmah

Pengaruh Cognitive Behavior Therapy (CBT) Terhadap perubahan Acute Stress


Disorder (ASD) Paska Bencana Longsor

Abstrak

Bencana merupakan kejadian mendadak, mengakibatkan perubahan signifikan pada


kehidupan, dapat mengubah skema berpikir, mengakibatkan muncul pikiran otomatis. ASD
merupakan respon kecemasaan saat bencana, individu cenderung mengembangkan pikiran
negatif, mempemgruhi perilaku. CBT merupakan terapi berfokus pada kognitif dan perilaku.
Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh CBT terhadap perubahan ASD paska bencana
longsor. Desain penelitian Quasy Eksperimental without control group dengan purposive
sampling. Sejumlah 27 responden ASD, diberikan CBT sebanyak lima sesi. Analisis
Wilcoxon, terdapat penurunan bermakna ASD setelah diberikan CBT (p-value<0.05).
Karakteristik responden umur dan penghasilan berhubungan dengan ASD (p-value<0.05).
Perlu penelitian lanjut tentang faktor budaya, spiritual, dukungan sosial terhadap perubahan
ASD.

Kata kunci :Cognitive Behavior Therapy, Bencana alam, Longsor, Acute Stress Disorder

178
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Ririn Isma Sundari, Novy Helena Catharina Daulima, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Logo Terhadap Ansietas Narapidana
Akibat Ketidakefektifan Pola Seksual

Abstrak

Laki-laki dewasa merupakan kelompok narapidana terbanyak yang tinggal di Lapas dan
Rutan. Selama menjalani masa hukuman, narapidana laki-laki dewasa yang telah menikah
tidak dapat memenuhi kebutuhan seksualnya karena di Lapas dan Rutan tidak disediakan
akomodasi untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Seksual merupakan kebutuhan dasar bagi
manusia. Tidak adekuatnya pemenuhan kebutuhan dasar termasuk ketidakefektifan pola
seksual dapat menyebabkan ansietas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Logo terhadap ansietas narapidana akibat
ketidakefektifan pola seksual. Desain penelitian quasi eksperimental pre-post test with
control group. Sampel penelitian 56 orang narapidana yang mengalami ketidakefektifan pola
seksual sedang atau berat, 28 narapidana kelompok yang mendapatkan Relaksasi Otot
Progresif dan 28 narapidana yang mendapatkan Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Logo.
Hasil penelitian ditemukan penurunan ansietas akibat ketidakefektifan pola seksual kelompok
narapidana yang mendapatkan Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Logo lebih besar
dibandingkan kelompok narapidana yang hanya mendapatkan Relaksasi Otot Progresif saja
(p value < 0,05). Relaksasi Otot Progresif dan Terapi Logo direkomendasikan sebagai terapi
keperawatan lanjutan dalam mengatasi masalah psikososial pada narapidana.

Kata kunci: Ansietas, Ketidakefektifan Pola Seksual, Narapidana, Relaksasi Otot Progresif,
Terapi Logo

179
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Sukma, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Pengaruh Cognitive Behaviour Therapy dan Cognitive Behavioural Social Skills Training
terhadap Gejala Klien Halusinasi dan Isolasi Sosial di Rumah Sakit.

Abstrak

Halusinasi dan isolasi sosial sering muncul secara bersamaan. Dampak dari halusinasi yang
tidak ditangani adalah perilaku mencederai diri sendiri, dan lingkungan, sedangkan isolasi
sosial yang tidak ditangani dapat memicu gejala positif dan berkontribusi pada kekambuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengaruh Cognitive Behaviour
Therapy dan Cognitive Behavioural Social Skills Training pada gejala klien. Desain quasi
eksperimental digunakan dengan jumlah sampel 56 responden. Hasil penelitian menemukan
penurunan gejala kognitif, afektif dan perilaku lebih besar pada klien yang mendapatkan
terapi daripada mereka yang tidak mendapatkan. Terapi ini direkomendasikan pada klien
halusinasi dan isolasi sosial.

Kata kunci: Gejala, halusinasi, isolasi sosial, Terapi CBT, Terapi CBSST

180
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Syenshie Virgini Wetik, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Progressive Muscle Relaxation dan Cognitive Behavior Therapy terhadap


Ansietas Klien Hipertensi

Abstrak

Ansietas merupakan masalah psikososial yang paling banyak dialami klien hipertensi. Hal ini
terkait dengan respon klien terhadap kondisi kronis kesehatannya. Dampak dari ansietas akan
mengganggu produktivitas dan kualitas hidup jika tidak dilakukan penatalaksanaan sedini
mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PMR dan CBT terhadap
ansietas klien hipertensi, Desain penelitian quasi experimental pre-test dan post-test with
control group dengan jumlah sampel 64 responden. Hasilnya adalah penurunan ansietas,
peningkatan kemampuan relaksasi serta kemampuan mengubah pikiran dan perilaku negatif
pada kelompok yang mendapatkan PMR dan CBT (p value < 0.05). PMR dan CBT
direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada ansietas klien hipertensi.

Kata kunci : Ansietas, Cognitive Behavior Therapy, Progressive Muscle Relaxation

181
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2015

Windu Astutik, Novy Helena Catharina Daulima, Hayuni Rahmah

Peningkatan Kecerdasan Emosional Remaja melalui TKT Remaja di Kota Depok

Abstrak

Populasi remaja terus meningkat setiap tahun. Kesuksesan kehidupan remaja dipengaruhi
oleh kecerdasan emosional yang bisa dikembangkan dengan pemberian pelatihan. Tujuan
penelitian ini mengidentifikasi pengaruh terapi kelompok terapeutik remaja terhadap
kecerdasan emosional remaja di Depok. Menggunakan Quasi Experiment pre-post test
control group dengan subjek penelitian adalah remaja usia 15-18 tahun sebanyak 85
responden (Mean = 15.75 tahun, SD = 0.72, 51.58% perempuan) secara consecutive
sampling, pembagian 40 orang (intervensi) dan 45 orang (kontrol). Kelompok intervensi
diberikan terapi kelompok terapeutik yaitu intervensi terapeutik yang mengeksplorasi dan
menganalisa proses kelompok, konflik emosional dan lingkungan dalam pembentukan
identitas diri dan mengekspresikan emosi. Data dianalisa dengan uji t test independent untuk
melihat perbedaan kecerdasan emosional antara kedua kelompok. Hasil penelitian
menunjukkan ada perbedaan kecerdasan emosional remaja pada kelompok intervensi dengan
kontrol secara signifikan. Kecerdasan emosional pada kelompok intervensi meningkat secara
signifikan setelah mendapatkan terapi kelompok terapeutik. Terapi kelompok terapeutik
menstimulus aspek-aspek perkembangan remaja secara holistik. Direkomendasikan untuk
diterapkannya terapi kelompok terapeutik pada remaja dalam meningkatkan kecerdasan
emosi.

Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Remaja, Terapi Kelompok Terapeutik Remaja

182
KUMPULAN ABSTRAK TESIS TAHUN 2016
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Andi Buanasari, Novy H.C Daulima, Ice Yulia Wardani

Pengalaman Remaja Hidup Bersama Orang Tua dengan Gangguan Jiwa yang Dipasung

Abstrak

Kondisi orang tua dengan gangguan jiwa terlebih yang dipasung memberikan dampak
psikososial terhadap anak khususnya anak remaja yang sedang dalam masa transisi. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran pengalaman remaja hidup bersama orang
tua dengan gangguan jiwa yang dipasung. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 6 partisipan remaja
yang diwawancara dengan tekhnik wawancara mendalam terkait pengalamannya selama hidup
bersama orang tua dengan gangguan jiwa yang dipasung. Teridentifikasi 5 tema pada penelitian
ini yaitu Penyimpangan perilaku dan stigma sebagai alasan dilakukannya pemasungan,
Perubahan proses kehidupan sebagai dampak dari pemasungan orang tua, Dampak psikologis
dan sosial sebagai konsekuensi merawat orang tua yang dipasung, Berbakti sebagai alasan
merawat orang tua yang dipasung, dan Kekuatan internal dan eksternal sebagai faktor
pendukung remaja hidup bersama orang tua yang dipasung. Penelitian ini merekomendasikan
pentingnya penanganan psikososial pada remaja yang hidup bersama orang tua dengan pasung
mengingat dampak psikologis maupun sosial yang ditimbulkan akibat merawat orang tua yang
dipasung.

Kata Kunci: Fenomenologi, Remaja, Pasung, Proses kehidupan, Koping.

184
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

B. Antonelda Marled Wawo, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C. Daulima

Pengaruh Pelatihan Pengkajian Berfokus pada Aspek Psikososial terhadap Kompetensi


(Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan) Perawat dalam Melakukan Pengkajian
Komprehensif

Abstrak

Pasien dengan masalah fisik disertai dengan gejala psikososial dapat teridentifikasi melalui
pengkajian keperawatan. Perawat hanya berorientasi pada kebutuhan biologis, sehingga rencana
asuhan keperawatan tidak komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
pengaruh pelatihan pengkajian berfokus pada aspek psikososial terhadap kompetensi
(pengetahuan, sikap, dan keterampilan) perawat dalam melakukan pengkajian komprehensif.
Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen pre-post test dengan kelompok kontrol.
Sampel perawat Unit Rawat Inap dua RSUD untuk kelompok intervensi dan kontrol adalah 70
orang. Kuesioner pengetahuan, lembar observasi sikap dan keterampilan digunakan untuk
pengumpulan data. Kolmogorov-smirnov, t Independen dan chi square dipakai untuk
menganalisis data. Temuan penelitian adalah karakteristik dan kompetensi homogen, ada
perubahan berupa peningkatan kompetensi, ada perbedaan kompetensi, ada hubungan jenis
kelamin dengan pengetahuan perawat setelah mendapatkan pelatihan. Rekomendasi. Pelatihan
diaplikasikan dalam praktik dan dimasukkan sebagai pengembangan staf.

Kata Kunci Holistik, Undang-Undang Tentang Keperawatan, Henderson.

185
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Cindy Cleodora, Mustikasari, Dewi Gayatri

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Self-Efficacy Anak Usia Sekolah dalam
Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

Abstrak

Self-efficacy membantu anak usia sekolah mengetahui kemampuannya dalam menghadapi


bencana sebagai bentuk kesiapsiagaan. Intervensi yang tepat diberikan untuk meningkatkan
ketahanan sebagai faktor protektif adalah terapi kelompok terapeutik. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap self-efficacy anak usia sekolah
dalam menghadapi bencana gempa bumi dan Tsunami. Desain Penelitian “Quasi experimental
pre-post test with control group”. Sampel berjumlah 69 orang, 35 orang kelompok intervensi
dan 34 orang kelompok kontrol anak kelas IV dan V Sekolah Dasar. Hasil penelitian
menunjukkan self-efficacy pada anak sekolah meningkat secara bermakna setelah diberikan
terapi kelompok terapeutik (pvalue < 0,05), kelompok yang tidak diberikan terapi kelompok
terapeutik tidak meningkat secara bermakna, (pvalue > 0,05). Penelitian ini direkomendasikan
untuk dilakukan pada anak usia sekolah untuk meningkatkan self-efficacy dalam menghadapi
bencana dengan mengetahui konsep bencana melalui pendidikan kesehatan.

Kata kunci: terapi kelompok terapeutik, self-efficacy, anak usia sekolah, bencana gempa bumi
dan Tsunami

186
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Encik Putri Ema Komala, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Efektifitas Program Edukasi Pasien, Terapi Penerimaan Komitmen, Psiko Edukasi


Keluarga terhadap Insight, Tanda dan Gejala serta Kemampuan Klien Mengontrol
Perilaku Kekerasan

Abstrak

Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat yang banyak dirawat di Rumah Sakit. Insight
buruk dan perilaku kekerasan adalah tanda dan gejala dominan yang ditemukan pada klien
skizofrenia. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas program edukasi pasien, terapi
penerimaan komitmen, psiko edukasi keluarga terhadap insight, tanda dan gejala serta
kemampuan klien mengontrol perilaku kekerasan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain
quasi experiment pre post test without control group. Responden adalah klien skizofrenia yang
mengalami perilaku kekerasan berjumlah 66 orang. Program edukasi pasien, terapi penerimaan
komitmen dan psiko edukasi keluarga efektif menaikan secara bermakna insight klien,
menurunkan secara bermakna tanda dan gejala perilaku kekerasan serta meningkatkan secara
bermakna kemampuan klien mengontrol perilaku kekerasan (p-value <0,05). Penelitian ini
merekomendasikan agar program edukasi pasien, terapi penerimaan komitmen, psiko edukasi
keluarga dijadikan tindakan keperawatan terpadu untuk meningkatkan insight klien,
menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan serta meningkatkan kemampuan klien
mengontrol perilaku kekerasan.

Kata kunci: program edukasi pasien, terapi penerimaan komitmen,psiko edukasi keluarga,
perilaku kekerasan, insigh

187
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Marice Benga Olla, Novy H.C. Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Pengalaman Orang Tua Menggunakan Pola Asuh Otoriter dalam Mengasuh Anak Usia
Sekolah : Studi Fenomenologi

Abstrak

Orang tua yang menggunakan pola asuh otoriter cenderung menggunakan hukuman fisik
ataupun ancaman untuk kesalahan yang anak buat. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat
penerapan pola asuh otoriter yang disertai dengan perilaku kekerasan orang tua terhadap anak
harus dicegah. Desain kualitatif fenomenologi digunakan untuk melihat lebih dalam tentang
pengalaman keluarga menggunakan pola asuh otoriter dalam mengasuh anak usia sekolah.
Partisipan dalam penelitian ini adalah orangtua yang menggunakan pola asuh otoriter dalam
mengasuh anak usia sekolah di Kabupaten Maluku Tengah. Pemilihan partisipan dengan
menggunakan metode purpossive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dan dianalisis dengan metode Colaizzi. Saturasi data dicapai pada partisipan keenam.
Penelitian ini menghasilkan tiga tema yaitu upaya orang tua mendidik anak dalam mencapai
standar nilai dan norma keluarga, kegagalan mencapai standar nilai dan norma keluarga, dan
masalah yang dialami anak sebagai akibat dari pola asuh yang digunakan. Rekomendasi dari
penelitian ini yaitu perlu dilakukan riset lanjutan dari perspektif nilai-nilai budaya untuk
menggali dan memahami lebih jauh tentang faktor-faktor yang mendukung orang tua
menggunakan pola asuh otoriter dalam mengasuh anak.
.

Kata kunci: Pola asuh otoriter, orang tua, anak

188
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Mariyati, Achir Yani S. Hamid, Novy H.C Daulima

Studi Fenomenologi: Pengalaman Klien Perilaku Kekerasan yang Pernah Dilakukan


Pengikatan

Abstrak

Klien perilaku kekerasan membahayakan baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun
lingkungan. Hal ini menjadi alasan klien dirawat di rumah sakit. Perilaku kekerasan
ditunjukkan dengan kekerasan fisik dan verbal. Penanganan perilaku kekerasan di rumah sakit
sering menggunakan tindakan pengikatan. Proses tindakan pengikatan memiliki dampak fisik
dan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman klien perilaku kekerasan
yang pernah dilakukan pengikatan melalui studi fenomenologi. Desain penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Jumlah partisipan
dalam penelitian ini adalah 8. Tema yang ditemukan ada 4 yaitu: : amuk sebagai alasan
pengikatan, dukungan positif tenaga profesional selama pengikatan, mekanisme koping selama
pengikatan, dampak biopsikososial selama pengikatan dan rasa tidak berharga selama
pengikatan. Saat pengikatan tidak dapat dihindari, maka kehadiran perawat selama pengikatan
sangat penting, kehadiran perawat memberikan rasa aman dan nyaman. mempengaruhi rasa
aman klien. Rekomendasi penelitian ini adalah perawat harus memonitor dan mengevaluasi
klien selama pengikatan.

Kata kunci: alasan pengikatan, dukungan tenaga kesehatan, mekanisme koping, dampak
pengikatan

189
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Mega Lestari Khoirunnisa, Achir Yani S. Hamid, Novy HC Daulima

Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Berkomunikasi dengan Anggota Keluarga


yang Mengalami Isolasi Sosial Paska Hospitalisasi

Abstrak

Gejala negatif skizofrenia yang cenderung menetap setelah perawatan dapat mengarah pada
perilaku isolasi sosial. Komunikasi pada orang dengan perilaku isolasi sosial merupakan
tantangan yang harus dihadapi keluarga. Keluarga berkomunikasi selama merawat anggota
keluarga yang mengalami penyakit kronik. Penelitian ini bertujuan menggambarkan
pengalaman keluarga berkomunikasi dengan anggota keluarga yang mengalami isolasi
sosial paska hospitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi
deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 7 partisipan dengan purposive sampling. Analisis
data menggunakan metode Collaizi (1978). Hasil penelitian yaitu terdapat 5 tema, yaitu
reaksi emosional terhadap perubahan komunikasi paska hospitalisasi, strategi koping
keluarga dalam berkomunikasi dengan klien paska hospitalisasi, stigma dan ekspresi emosi
sebagai faktor yang memperburuk interaksi sosial, bentuk komunikasi keluarga dalam
memenuhi kebutuhan psikologis, dan keterlibatan keluarga dalam berkomunikasi dengan
klien. Komunikasi keluarga menjadi bagian dari proses adaptasi keluarga untuk merawat
anggota keluarga dengan penyakit kronik. Penelitian ini merekomendasi perawat jiwa untuk
memberikan pendidikan kesehatan dan terapi psikoedukasi keluarga terutama mengenai
keterampilan komunikasi keluarga.

Kata Kunci: komunikasi keluarga, interaksi keluarga ,stigma, isolasi sosial, paska
hospitalisasi

190
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Rara Anggraini, Novy H.C Daulima, Ice Yulia Wardani

Pengalaman Stres Keluarga Dalam Menghadapi Anak Korban Kekerasan Seksual

Abstrak

Dampak kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya dirasakan oleh anak sebagai korban
namun juga dirasakan oleh keluarga. Salah satu konsekuensi negatif yang dihadapi keluarga
adalah stres dalam menghadapi anak korban kekerasan seksual. Penelitian ini menggunakan
desain kualitatif, pemilihan partisipan dengan metode purpossive sampling, dan dianalisis
dengan metode Colaizzi dengan hasil saturasi pada partisipan keenam. Penelitian
menghasilkan lima tema yaitu perubahan perilaku anak pasca kekerasan seksual sebagai
sumber stres keluarga, respon stres keluarga terhadap perubahan proses keluarga,
pemanfaatan dukungan sosial sebagai sumber kekuatan keluarga bertahan dari stres,
pelaksanaan kegiatan keagamaan dan peningkatan spiritualitas sebagai bentuk koping
keluarga terhadap stres, dan perubahan pola asuh sebagai bentuk evaluasi dan pembelajaran
bagi keluarga. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pengembangan penanganan
keperawatan jiwa yang tepat bagi keluarga dengan anak korban kekerasan seksual,
pembentukan UKJS, peningkatan kolaborasi antara pihak terkait dengan tim kesehatan jiwa
dalam setiap prosedur yang dilakukan tidak hanya terbatas bagi anak sebagai korban tetapi
juga bagi keluarga.

Kata Kunci: Kekerasan Seksual Anak, Keluarga, Stres

191
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Rasmawati, Novy H.C Daulima, Ice Yulia Wardani

Pengalaman Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Paska Pasung Melakukan


Adaptasi Fungsi Sosial di Masyarakat

Abstrak

Pasung merupakan bentuk pengekangan fisik atau kurungan yang dilakukan oleh masyarakat
non profesional pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pemasungan dapat menimbulkan
berbagai dampak bagi ODGJ meliputi dampak fisik, psikologi, dan dampak sosial. Dampak
pemasungan dapat mempengaruhi kemampuan adaptasi klien dalam menjalankan fungsi
sosial di masyarakat paska pelepasan pasung. Tujuan penelitian kualitatif fenomenologi ini
menggambarkan pengalaman ODGJ paska pasung dalam melakukan adaptasi fungsi sosial di
masyarakat. Partisipan penelitian berjumlah 7 orang, data dikumpulkan dengan wawancara
mendalam. Lima tema yang dihasilkan: Menarik diri sebagai manifestasi awal paska
pemasungan, Perubahan biopsikososial paska pasung sebagai penghambat melakukan fungsi
sosial, Spiritualitas sebagai mekanisme pertahanan diri dalam mencapai adaptasi fungsi
sosial, Peningkatan fungsi sosial melalui optimalisasi sistem pendukung, dan Kepuasan hidup
sebagai hasil pencapaian adaptasi fungsi sosial. Peningkatan dukungan sosial diperlukan
dalam mengoptimalkan kemampuan adaptasi fungsi sosial ODGJ.

Kata kunci: Pasung, Fenomenologi, Fungsi Sosial

192
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Renta Sianturi, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Pengaruh Terapi Penerimaaan Komitmen dan Psiko Edukasi Keluarga terhadap


Penerimaan Diri dan Ansietas Klien Stroke di RSPON

Abstrak

Stroke memberi dampak psikologis khususnya fase awal yaitu penerimaan diri yang tidak
baik dan terjadinya ansietas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi
penerimaan komitmen terhadap penerimaan diri dan ansietas serta pengaruh terapi psiko
edukasi keluarga terhadap kemampuan keluarga. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain
quasi eksperimental without control group. Jumlah responden 33 orang yang dipilih secara
consecutive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan paired t test. Hasil
penelitian menunjukkan pengaruh tindakan keperwatan ners dan ners spesialis: terapi
penerimaan komitmen memiliki pengaruh menurunkan tanda dan gejala ansietas secara
bermakna (p-value<0.005) dan peningkatan penerimaan diri secara bermakna (p-value
<0.005). Juga, tindakan keperawatan ners spesialis: psikoeduksi keluarga meningkatkan
kemampuan keluarga secara bermakna (p-value<0.005). Terapi penerimaan komitmen pàda
klien dan terapi psiko edukasi keluarga direkomendasikan pada klien stroke

Kata kunci: klien stroke, ansietas, penerimaan diri, terapi penerimaan komitmen, terapi
psiko edukasi keluarga

193
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Septirina Rahayu, Novy H.C. Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Pengalaman Lansia Tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) dalam Menjalani
Kehidupan Masa Tua Studi Fenomenologi

Abstrak

Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan terhadap penurunan kemampuan fungsional,
dalam menghadapi penyesuaian tempat tinggal dan kehilangan orang-orang terdekat,akan
dipengaruhi pula oleh pengalaman hidup sebelumnya.Tujuan penelitian ini untuk
memperoleh gambaran mengenai pengalaman lansia tinggal di panti sosial tresna werdha
dalam menjalani kehidupan masa tua.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari enam orang
lansia yang tinggal di panti. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam
sesuai dengan tujuan penelitian, serta analisis data hasil wawancara menggunakan tahapan
analisis menurut Collaizi. Temuan hasil penelitian ini terdapat tiga tema yaitu, kebutuhan
kehidupan mandiri dan sistem pendukung sebagai alasan tinggal di panti,respon penyesuaian
kehidupan di panti dan dukungan keluarga sebagai faktor pendukung untuk tetap tinggal di
panti. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia yang tinggal di panti, petugas berupaya
memberikan pelayanan yang baik dalam merawat lansia.

Kata kunci : Lanjut usia, panti werdha, kehidupan masa tua.

194
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Sri Laela, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Pengaruh Terapi Thought Stopping dan Terapi Suportif terhadap Postpartum Blues
dan Ansietas Ibu Postpartum dengan Bayi Prematur di Ruang Perina – NICU

Abstrak

Ibu postpartum dengan bayi prematur beresiko mengalami postpartum blues dan ansietas, hal
ini disebabkan karena banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh ibu postpartum dengan
bayi prematur. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengaruh terapi thought stopping dan
terapi suportif terhadap postpartum blues dan ansietas ibu postpartum dengan bayi prematur.
Metode penelitian yang digunakan quasi-experiment with control group pretest-post test
design dengan metode consecutive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu
postpartum dengan bayi prematur yang dirawa: diruang Perina - Nicu sebanyak 62
responden. Hasil penelitian menunjukkan ada penurunan postpartum blues dan ansietas
secara bermakna (p-value= 0,000) pada kelompok yang mendapat tindakan keperawatan
Ners, terapi thought stopping dan terapi suportif, dan lebih besar penurunan secara bermakna
dibandingkan dengan kelompok yang hanya mendapat tindakan keperawatan Ners .. Terapi
thought stopping dan terapi suportif mampu menurunkan postpartum blues dan ansietas ibu
postpartum dengan bayi prematur.

Kata kunci : Ansietas, postpartum blues, terapi suportif, thought stopping

195
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Titi Sri Suyanti, Budi Anna Keliat, Novy H.C Daulima

Pengaruh Terapi Logo, Terapi Penerimaan Komitmen dan Psiko Edukasi Keluarga
terhadap Stigma Diri dan Depresi pada Ibu Rumah Tangga dengan HIV/AIDS

Abstrak
Stigma diri pada orang dengan HIV/AIDS merupakan suatu mekanisme bertahan hidup yang
ditujukan untuk melindungi diri dari stigma eksternal. Stigma dan diskriminasi pada ODHA
dapat berujung pada ketidaksetaraan dalam kehidupan sosial yang dapat mengakibatkan
rendah diri, pikiran dan perilaku penolakan terhadap diagnosis yang berkorelasi terhadap
terjadinya depresi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi logo, terapi
penerimaan komitmen dan psikoedukasi keluarga terhadap stigma diri dan depresi pada ibu
rumah tangga dengan HIV/AIDS. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy-experiment
pre test - post test design. Responden dalam penelitian ini dipilih dengan tehnik purposive
sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga dengan HIV/AIDS sebanyak
60. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat, analisis
kesetaraan dengan chi-square dan independent t test serta analisis hubungan dengan
menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan secara bermakna stigma
diri, depresi dan ketidakpatuhan pengobatan secara bermakna dan peningkatan secara
bermakna pada makna hidup (p value < 0,05) setelah diberikan terapi logo, terapi penerimaan
komitmen dan psikoedukasi keluarga. Semua ibu rumah tangga dengan HIV/AIDS
mengalami stigma diri, depresi, ketidakpatuhan pengobatan dan makna hidup tidak optimal
sebelum dilakukan intervensi. Kombinasi terapi logo, terapi penerimaan komitmen dan
psikoedukasi keluarga direkomendasikan untuk diberikan sebagai paket terapi dalam
penanganan stigma diri dan depresi pada ODHA.

Kata Kunci : stigma diri, depresi, terapi logo, terapi penerimaan komitmen, psikoedukasi
keluarga, HIV/AIDS

196
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Yanuar Fahrizal, Achir Yani S. Hamid, Novy HC Daulima

Studi Fenomenologi: Pengalaman Hidup tentang Tahap Perkembangan Usia Remaja


pada Mantan Pengguna NAPZA

Abstrak

Penyalahgunaan NAPZA menjadi permasalahan yang kompleks yang membutuhkan


penanganan multisektoral dan komprehensif. Menimbulkan dampak negatif bagi pemakai,
keluarga dan masyarakat. Gambaran tentang tumbuh kembang remaja yang dialami oleh
mantan pengguna NAPZA perlu diketahui, sehingga dapat mencegah sedini mungkin.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman hidup tentang tahap perkembangan usia
remaja pada mantan pengguna NAPZA di Yogyakarta. Desain penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi digunakan pada delapan partisipan. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam. Teknik analisa data menggunakan metode Colaizzi (1978). Enam
tema yang dihasilkan yaitu: perilaku merokok sebagai awal menyalahgunakan NAPZA;
penyalahgunaan NAPZA pada proses pencarian jati diri remaja; kurangnya paparan
informasi tentang penyalahgunaan NAPZA; kualitas hubungan keluarga dan remaja sebagai
faktor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan NAPZA; kemampuan mengontrol diri
untuk mencegah relapse; stigma sebagai konsekuensi penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini
menyarankan pengembangan upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA melalui
keperawatan sehat jiwa pada remaja.

Kata Kunci : Riset kualitatif, perilaku merokok, jati diri, pola asuh orang tua

197
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Yonni Prianto, Mustikasari, Herni Susanti

Hubungan Koping dengan Kualitas Hidup Lansia di Hunian Relokasi Paska Erupsi
Merapi

Abstrak

Lansia ditengah proses penuaanya merupakan kelompok rentan dalam menghadapi


dampak bencana serta menjadi faktor resiko menurunnya kualitas hidup. Kemampuan
koping lansia diharapkan menjadi faktor protektif lansia dalam mempertahankan
kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan koping lansia dalam
meningkatkan kualitas hidup lansia di hunian relokasi paska erupsi Merapi. Metode yang
digunakan adalah deskriptif korelasi dengan melibatkan 49 responden lansia (total
sampling). A n a l i s i s h asil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara
karakteristik (usia) dan koping dengan kualitas hidup. Rekomendasi penelitian adalah
meningkatkan penggunaan koping problem-focused coping didukung emotion-focused coping
(acceptance dan religion) pada lansia dalam menghadapi situasi di hunian relokasi paska
bencana.

Kata kunci: Lansia, koping, kualitas hidup

198
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Yuniar Mansye Soeli, Budi Anna Keliat, Titin Ungsianik

Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik Terhadap Kemampuan Ibu, Kemampuan Bayi


dan Rasa Percaya Bayi

Abstrak

Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar bayi yang diberikan dari lingkungan
luar hidup bayi. Kegiatan stimulasi yang dilakukan secara berulang dapat meningkatkan
kemampuan bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi
kelompok terapeutik (TKT) pada kemampuan ibu dalam menstimulasi bayi, kemampuan bayi
dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan dan rasa percaya bayi. Penelitian ini
menggunakan desain penelitian quasi eksperimen pre post test dengan grup kontrol.
Responden pada penelitian ini adalah Ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan berserta
bayinya yang terdiri dari empat kelompok eksperimen (n = 40) yang mendapatkan TKT, dan
empat kelompok kontrol (n = 40) mendapatkan leaflet tentang perkembangan bayi. TKT
dilakukan dalam 7 sesi termasuk diskusi, penjelasan dari terapis, role model oleh terapis, role
play oleh ibu, umpan balik dan tindak lanjut terkait stimulasi. Hasil penelitian menunjukkan
dibandingkan dengan kelompok kontrol, kemampuan kelompok eksperimen menunjukkan
peningkatan yang signifikan dalam kemampuan ibu untuk stimulasi (p value <0,05),
kemampuan bayi untuk menyelesaikan tugas-tugas perkembangan (p value <0,05), dan
tingkat kepercayaan bayi (nilai p <0,05). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya TKT
untuk diterapkan dalam pelayanan kesehatan jiwa masyarakat di Indonesia.

Kata Kunci : Kemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan bayi, kemampuan bayi
dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan, rasa percaya bayi, terapi kelompok
terapeutik.

199
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juli 2016

Yuni Sandra Pratiwi, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C. Daulima

Hubungan antara Pola Asuh Orang Tua dengan Pencapaian Identitas Diri Remaja di
Kabupaten Pekalongan

Abstrak

Masa remaja merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa, di
mana pada masa remaja terjadi perubahan fisik, emosi maupun sosial. Tugas utama remaja
adalah untuk menemukan identitas dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan
gambaran tentang hubungan antara pola asuh orang tua dengan pencapaian identitas diri
remaja di Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional secara
potong lintang. Responden berjumlah 465 remaja. Teknik pengambilan sampel dilakukan
dengan cara cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pola
asuh orang tua dengan pencapaian identitas diri remaja. Variabel usia yang paling
berhubungan dengan pencapaian identitas diri remaja di kabupaten Pekalongan. Penelitian ini
merekomendasikan kepada remaja usia 15 -18 tahun hendaknya tetap melakukan eksplorasi
dan komitmen supaya identitas diri meningkat dan merekomendasikan kepada orang tua
hendaknya memberikan pola asuh sesuai dengan usia anak remaja, dengan tetap melakukan
komunikasi secara dua arah. Diharapkan penelitian selanjutnya meneliti tentang pola asuh
dengan pencapaian identitas diri remaja pada responden kelas X, XI, dan XII agar sebaran
usia remaja merata, sehingga bisa diketahui dengan jelas gambaran pencapaian identitas diri
remaja baik remaja awal, madya maupun akhir.

Kata kunci : identitas diri, pola asuh, remaja

200
KUMPULAN ABSTRAK KIA TAHUN 2009

201
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah, Juni 2009

Hasmila Sari

Penerapan Terapi Kelompok Suportif Pada Ibu Hamil Dengan Ansietas Melalui
Pendekatan Teori Mercer di RW 03 dan 04 Kelurahan Balumbang Jaya Bogor Barat

Abstrak

Kehamilan bagi seorang wanita merupakan salah satu periode kritis dalam kehidupan dan
merupakan suatu keadaan yang dapat mempengaruhi kondisi psikologisnya. Ibu hamil
merupakan salah satu kelompok khusus yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan
terutama masalah psikososial. Masalah psikososial yang sering dialami oleh ibu hamil adalah
ansietas. Asuhan keperawatan terhadap ibu hamil dengan ansietas dapat dilakukan di rumah
sakit dan di komunitas. Ansietas pada ibu hamil adalah suatu kondisi psikologis yang
mengancam individu selama kehamilan atau menjelang persalinan dimana objek kecemasan
itu tidak jelas dikarenakan adanya perubahan-perubahan fisiologis yang menyebabkan
ketidakstabilan kondisi psikologis sehingga diperlukan suatu intervensi untuk mengurangi
ansietas tersebut. Karya tulis ini bertujuan memaparkan penerapan Terapi Kelompok Suportif
dalam manajemen kasus keperawatan spesialis pada ibu hamil dengan ansietas sedang dengan
menggunakan pendekatan konsep adaptasi stress Stuart dan teori Mercer. Jumlah ibu hamil
yang dikelola sebanyak 13 orang. Hasil penerapan terapi ini menunjukkan bahwa terapi
kelompok suportif sangat efektif dilakukan pada ibu hamil yang mengalami ansietas sedang.
Setelah mengikuti terapi, kelompok ibu hamil tersebut mampu mengontrol ansietas dan mampu
memberikan dukungan positif terhadap ibu hamil yang lain serta mampu menyusun rencana
tindak lanjut menghadapi persalinan. Berdasarkan hasil ini perlu direkomendasikan penerapan
Terapi Kelompok Suportif pada ibu hamil dengan ansietas sedang dalam melaksanakan
manajemen kasus pada masalah psikososial di komunitas. Rekomendasi hasil karya tulis ilmiah
ini adalah diharapkan Puskesmas dapat melakukan terapi suportif secara berkesinambungan
dan meningkatkan kemandirian klien melalui pembentukan SHG.

Kata kunci: Ansietas, ibu hamil, kelompok suportif, teori Mercer

202
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah, Juni 2009

Heni Dwi Windarwati

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Keluarga Dengan Diagnosa


Keperawatan Ansietas di Ruang Anak Parikesit Rumah Sakir Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Anak merupakan populasi yang rentan mengalami gangguan kesehatan secara fisik. Gangguan
fisik yang umum dialami oleh anak adalah gangguan saluran napas, demam, diare, muntah dan
injuri. Asuhan keperawatan terhadap anak sakit dilakukan di rumah sakit. Salah satu dampak
adanya anak sakit yang dirawat di rumah sakit adalah ansietas pada keluarga. Ansietas pada
keluarga adalah kondisi stress psikologis yang dialami oleh keluarga akibat anak yang sakit
sehingga menimbulkan gangguan fungsi keluarga. Karya tulis ini bertujuan untuk
menggambarkan hasil manajemen kasus spesialis terhadap peningkatan kemampuan keluarga
dalam merawat anak yang dirawat di ruang anak Parikesit rumah sakit Marzoeki Mahdi Bogor
dengan mengontrol ansietas melalui terapi spesialis keperawatan jiwa yang telah diberikan.
Analisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan konsep adaptasi stress Stuart dan model
konseptual adaptasi Roy. Jumlah keluarga yang dikelola sebanyak 64 orang. Terapi spesialis
yang rencananya dilakukan adalah cognitive therapy (CT), cognitive behaviour therapy (CBT),
thought stopping (TS), relaksasi progresif, psikoedukasi, terapi suportif dan self help group
(SHG). Hasil manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa terhadap keluarga dengan masalah
ansietas menunjukkan bahwa paket terapi yang efektif diberikan pada keluarga dengan ansietas
harus disesuaikan dengan skala ansietas dan kebutuhan keluarga. Terapi yang diberikan pada
skala panik adalah intervensi panik. Pada skala berat terapi yang diberikan relaksasi progresif
dan thought stopping. Pada skala ansietas sedang diberikan CT, CBT dan terapi generalis. Pada
skala ansietas ringan terapi yang diberikan adalah psikoedukasi. Terapi suportif dan SHG
belum dapat dilakukan. Dampak manajemen kasus spesialis ansietas pada keluarga adalah
menurunnya skala ansietas menjadi ringan, meningkatnya kemampuan keluarga dalam
melakukan terapi dan meningkatnya partisipasi aktif keluarga dalam merawat anak yang sakit.
Dampak terhadap anak adalah perubahan perilaku anak dari gelisah menjadi tenang dalam
menerima perawatan di rumah sakit. Rekomendasi hasil karya tulis ilmiah ini adalah
diharapkan perawat melakukan paket terapi berdasarkan skala ansietas dan melengkapi paket
treatment dengan terapi suportif dan SHG yang diberikan kepada keluarga dengan ansietas agar
kemampuan caregiver lebih sustainability.

Kata kunci: Ansietas, keluarga, terapi, skala ansietas

203
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah, Juni 2009

Tjahjanti Kristyaningsih

Penerapan Terapi Psikoedukasi Keluarga Pada Usia Lanjut Dengan


KetidakberdayaaMelalui Pendekatan Teori Self Care Di RW 01, 02, dan 04 Kelurahan
Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor

Abstrak

Proses Menua atau Aging Process merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak bisa
diingkari dan dihindari oleh setiap manusia dan merupakan suatu keadaan yang dapat
mempengaruhi kondisi psikologisnya. Usia lanjut merupakan salah satu kelompok khusus yang
rentan mengalami berbagai masalah kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa khususnya masalah
psikososial. Masalah psikososial yang sering dialami oleh usia lanjut adalah ketidakberdayaan.
Keluarga adalah sekelompok orang yang dihubungkan dengan emosional, darah atau keduanya
dimana berkembangnya pola interaksi dan relationship. Perawatan kesehatan jiwa yang paling
tepat diberikan pada usia lanjut adalah perawatan dari orang terdekat, yaitu keluarga dimana
usia lanjut tinggal bersama. Asuhan keperawatan terhadap usia lanjut dengan ketidakberdayaan
dapat dilakukan di rumah sakit dan di komunitas. Karya ilmiah akhir ini bertujuan memaparkan
penerapan Terapi Psikoedukasi Keluarga dalam manajemen kasus keperawatan spesialis pada
usia lanjut yang mengalami ketidakberdayaan dengan menggunakan pendekatan konsep
adaptasi stress Stuart dan teori Self Care Orem. Jumlah usia lanjut dan caregiver yang dikelola
sebanyak 14 orang. Hasil penerapan terapi ini menunjukkan bahwa terapi Psikoedukasi
Keluarga sangat efektif dilakukan pada usia lanjut yang mengalami ketidakberdayaan. Setelah
mengikuti terapi, individu usia lanjut mampu menyatakan perasaan dan melakukan cara-cara
untuk mengatasi ketidakberdayaan dan keluarga khususnya caregiver mampu
mengembangkan mekanisme koping adaptif dan memberikan dukungan positif dalam upaya
meningkatkan kesehatan jiwa usia lanjut. Berdasarkan hasil ini perlu direkomendasikan
penerapan Terapi Psikoedukasi Keluarga pada keluarga usia lanjut dengan ketidakberdayaan
sebagai wujud pelaksanaan manajemen kasus kesehatan jiwa di komunitas. Rekomendasi hasil
karya tulis ilmiah ini adalah diharapkan Puskesmas dapat melakukan terapi ini secara
berkesinambungan dan meningkatkan kemandirian klien dan keluarga melalui pembentukan
SHG.

Kata kunci: Ketidakberdayaan, Usia Lanjut, Terapi Psikoedukasi Keluarga, Teori Self Care

204
205
KUMPULAN ABSTRAK KIA TAHUN 2011

206
207
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Anton Surya Prasetya, Budi Anna Keliat, Novy Helena CD

Manajemen Asuhan Keperawatan Jiwa Spesialis Jiwa pada Klien dengan Risiko
Perilaku Kekerasan di Ruang Kresna Pria Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.

Abstrak

Prevalensi gangguan jiwa setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan bahwa angka kejadian
gangguan jiwa berat di Indonesia sebesar 4,6 ‰. Data statistik direktorat kesehatan jiwa
menunjukan bahwa pasien gangguan jiwa terbesar yaitu skizofrenia sebesar 70% (Dep.Kes,
2003) dengan insiden tinggi terjadinya perilaku kekerasan. Hasil beberapa penelitian
menunjukan beberapa terapi baik generalis maupun spesialis memberikan hasil yang signifikan
untuk menurunkan perilaku kekerasan seperti relaksasi progresif, asertif training, terapi
kognitif perilaku dan psikoedukasi keluarga. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah
menggambarkan hasil manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa terhadap pasien risiko
perilaku kekerasan melalui pendekatan model Dorothea Johnson dan Imogene King.
Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa ini dilakukan pada 25 klien risiko perilaku
kekerasan di Ruang Kresna Pria RSMM Bogor. Hasil manajemen asuhan keperawatan spesialis
jiwa ini menunjukan adanya peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol perilaku
kekerasan. Efektifitas terapi menunjukan bahwa terapi kognitif perilaku efektif menurunkan
gejala perilaku kekerasan khususnya direspon kognitif, perilaku, dan sosial. Rekomendasi :
terapi kognitif perilaku menjadi standar terapi yang harus dilakukan dengan klien risiko
perilaku kekerasan.

Kata kunci: Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa, Risiko perilaku kekerasan, Model
Dorothea Johnson dan Imogene King .

208
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juli 2011

Amir Syam, Budi Anna Keliat, Mustikasari.

Application of Cognitive Therapy On Client Self Low Self Esteem By Hildegard


E.Theory Approach Psychodinamic Peplau Nursing In Space Bratasena Hospital Dr.
H. Marzoeki Mahdi Bogor.

Abstrak

Schizophrenia comes from two words, namely "Skizo" which means to crack or rupture (split)
and "frenia" which means soul, so someone who is schizophrenic is someone who is developing
cracks or cracking soul personality (Hawari, 2003). According to Hatfield (1998), about 64%
of people with schizophrenia can experience low self-esteem is characterized by a client rarely
shy to talk and complain. studies have shown some specialist therapy to yield significant results
to improve self-esteem such as cognitive therapy, cognitive behavioral therapy, and
psikoedukasi logoterapi family. Cognitive therapy is part of the soul therapy nursing specialists
who effectively led the thoughts to a more realistic, positive and rational. The purpose of
writing this final scientific work is to analyze the application of cognitive therapy on clients
with low prices theoretical approach Hildegard E. Peplau. Therapeutic applications specialist
mental nursing was conducted on 10 clients of low self-esteem in Room Bratasena RS.
Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor. The results of therapeutic application of this soul of nursing
specialists showed an increase in the client's ability in controlling the lower self-esteem.
Effectiveness of therapy showed that cognitive therapy is more significantly decreased
symptoms of low self-esteem. Recommendation: cognitive therapy to standard therapy should
be done with the client's low self-esteem, especially with the approach
psychodynamic Peplau nursing.

Key words: Schizophrenia, Cognitive Therapy, Low Self-Esteem, Model Peplau.

209
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Eko Arik Susmiatin, Achir Yani S Hamid, Novy Helena CD

Pemberdayaan Keluarga Melalui Psikoedukasi Menggunakan Pendekatan Model


Adaptasi Roy dan Perawatan Diri Orem pada klien Gangguan Jiwa di RW 01 Kelurahan
Katulampa Kota Bogor

Abstrak

Keluarga adalah sekelompok orang yang dihubungkan dengan ikatan darah, emosional atau
keduanya dimana terjadi interaksi dan hubungan didalamnya. Struktur peran dalam keluarga
memungkinkan anggotanya saling berinteraksi, memberikan dukungan dan saling
mempengaruhi satu sama lain dalam melakukan berbagai fungsi dasar.Keluarga dengan
gangguan jiwa perlu mendapat dukungan agar termotivasi merawat anggota keluarganya.
Semua masalah diatas dapat menimbulkan interaksi yang buruk antar anggota keluarga yang
turut memperburuk kondisi sakit klien. Bentuk dukungan keluarga bisa dilakukan melalui
pemberdayaan dalam merawat keluarga yang sakit . Melalui pemberdayaan, memungkinkan
keluarga memilih alternatif untuk dapat mengontrol dan memutuskan tentang kehidupannya
melalui bantuan tim kesehatan dalamhal ini perawat. Karya ilmiah akhir ini bertujuan
memaparkan pemberdayaan keluarga melalui Psikoedukasi Keluarga dengan menggunakan
pendekatan model adaptasi Roy dan Self Care Orem. Jumlah keluarga (caregiver) yang
dikelola sebanyak 17 orang. Hasil penerapan terapi ini menunjukkan bahwa terapi
Psikoedukasi Keluarga sangat efektif dilakukan pada keluarga dengan ketidakefektifan koping
keluarga. Selanjutnya terapi psikoedukasi keluarga bisa dijadikan salah satu rujukan bersama
dalam menyusun pedoman penanganan masalah kesehatan jiwa di berbagai tatanan pelayanan
kesehatan.

Kata kunci: Koping keluarga, Terapi Psikoedukasi Keluarga, pemberdayaan, adaptasi Roy,
self Care Orem

210
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Dewi Eka Putri, Achir Yani S Hamid, Herni Susanti

Penerapan Terapi Social Skills Trainning (SST) Pada Klien Isolasi Sosial Melalui
Pendekatan Teori Peplau Dan Henderson Di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur

Abstrak

Isolasi sosial merupakan penurunan/ kehilangan kemampuan individu dalam berinteraksi


dengan orang lain akibat gangguan fungsi interpersonal. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan
memberikan gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien Isolasi Sosial melalui terapi
Social Skills Training (SST) dengan pendekatan teori keperawatan Peplau dan Henderson di
RW 02 dan 08 Kelurahan Katulampa. Asuhan keperawatan diberikan pada 11 klien yang
mengalami isolasi sosial namun hanya 8 orang yang mendapatkan SST. Klien yang
mendapatkan SST mampu berinteraksi sosial dan membina hubungan interpersonal dengan
orang lain. Asuhan keperawatan di komunitas membutuhkan dukungan dari keluarga dan
masyarakat melalui Kader Kesehatan Jiwa (KKJ) agar kemampuan sosialisasi klien
membudaya. Pendekatan teori Peplau dan Henderson akan lebih memudahkan perawat dalam
berinteraksi dengan klien isolasi sosial sehingga pemberian terapi SST lebih efektif.

Kata Kunci: Isolasi Sosial, Social Skills Training

211
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Dewi Sartika , Achir Yani S Hamid, Ice Yulia Wardani

Penerapan Terapi Kognitif Pada Klien Harga Diri Rendah Kronis Menggunakan
Pendekatan Teori Jhonson Di Ruang Antareja RS. Dr.H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Harga diri rendah kronis merupakan salah satu gejala negatif skizofrenia. Pasien menunjukan
tanda dan gejala kuatir yang berlebihan tentang masa depannya, larut dengan kesalahan masa
lalu dan tidak dapat menikmati hidup pada saat ini. Pasien dengan harga diri rendah kronis
mengalami penurunan produktifitas hidup serta beresiko mencederai diri sendiri. Tujuan karya
ilmiah ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi kognitif pada klien harga diri rendah
kronis melalui pendekatan teori Dorothy E. Jhonson di Ruang Antareja RSMM Bogor. Jumlah
pasien yang dikelola sebanyak 14 orang. Hasil yang diperoleh yaitu klien mampu melawan
pikiran otomatis negatif dengan pikiran rasional secara mandiri sehingga klien tetap mampu
menerima diri terkait dengan stresor yang dihadapi. Efektifitas pelaksanaan terapi kognitif
dengan pendekatan teori Dorothy E. Jhonson ditujukan agar keperawatan lebih memperhatikan
klien sebagai sistem personal, sistem interpersonal, dan sistem sosial. Rekomendasi hasil karya
ilmiah ini adalah perawat memiliki kompetensi pelaksanaan terapi kognitif pada klien harga
diri rendah kronis menggunakan pendekatan teori keperawatan yang tepat.

Kata kunci: Terapi kognitif, harga diri rendah kronis, teori Jhonson

212
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juli 2011

Evin Novianti, Budi Anna Keliat, Novy Helena CD, Herni Susanti.

Manajemen Asuhan Keperawatan Potensial Pembentukan Identitas Diri Remaja dengan


Pendekatan Model Health Promotion di RW 07 Kelurahan Katulampa Bogor Timur.

Abstrak

Upaya-upaya kesehatan remaja di masyarakat masih bersifat fisik, sedangkan upaya–upaya


kesehatan psikologi seperti stimulasi perkembangan remaja belum terlihat. Tujuan penulisan
karya ilmiah akhir untuk mendesiminasikan hasil tentang upaya Health Promotion di
masyarakat bagi pembentukan identitas diri remaja lewat berbagai terapi spesialis keperawatan
jiwa. Terapi kelompok terapeutik adalah terapi spesialis keperawatan jiwa yang membantu
mencegah masalah kesehatan, mendidik dan mengembangkan potensi anggota kelompok dan
meningkatkan kualitas antar anggota kelompok untuk mengatasi masalah kesehatan. Namun
dengan karakteristik dan masalah anggota yang berbeda, maka diperlukan terapi tambahan
sesuai dengan masalah yang tengah dihadapi oleh remaja. Remaja dengan kesulitan bersikap
asertif diberikan tambahan terapi Assertiveness Training, remaja yang kurang mampu
berkenalan & berkomunikasi diberi tambahan terapi Social Skill Training dan remaja yang
tidak sedang memiliki masalah keduanya tapi membutuhkan wadah untuk saling mendukung,
dibentuk lah Self Help Group. Analisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan model
konsep Health Promotion dari Nola J.Pender. Hasil penulisan ini adalah Terapi kelompok
terapeutik direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan di masyarakat
sebagai bentuk pelayanan kesehatan jiwa promotif bagi remaja di masyarakat

Kata kunci: Identitas diri, remaja, Model konseptual Health Promotion

213
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Ira Erwina, Achir Yani S Hamid, Mustikasari.

Asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien dengan risiko perilaku kekerasan dengan
penerapan asertiveness training dan thought stopping melalui pendekatan model adaptasi
Roy di RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Perilaku kekerasan atau risiko perilaku kekerasan adalah salah satu gejala positif dari
skizoprenia (Kaplan & Sadock, 1997). Asertiveness training dapat menurunkan perilaku
kekerasan pada klien Skizoprenia (Wahyuningsih, 2009). Thought stopping merupakan terapi
yang dapat diberikan pada klien dengan perilaku kekerasan (Boyd & Nihart , 1996). Tujuan
penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan
dengan pendekatan model adaptasi Roy pada klien dengan risiko perilaku kekerasan.
Penerapan assertiveness training dan thought stopping dilakukan pada 23 orang klien di ruang
Utari dan Srikandi pada kurun waktu 14 Pebruari – 15 April 2011. Hasil assertiveness training
sangat efektif pada 23 klien menunjukkan peningkatan dalam mencegah perilaku kekerasan.
Terapi thought stopping juga menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak 15 klien selain
mampu mengatasi pikiran negative dan kecemasan yang mengarah pada perilaku kekerasan.
Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa assertiveness training dan thought
stopping dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan
pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Asertiveness training, thought stopping, risiko perilaku kekerasan, model adaptasi
Roy

214
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Jumaini, Achir Yani S Hamid, Ice Yulia Wardani.

Penerapan Terapi Kognitif Pada Klien Harga Diri Rendah Kronis Menggunakan
Pendekatan Teori King Di Kelurahan Katulampa Bogor

Abstrak

Harga diri rendah kronis sebagai salah satu gejala negatif skizofrenia dan gejala pada depresi
merupakan penilaian dan penghargaan terhadap kemampuan diri secara negatif yang terjadi
dalam waktu yang lama. Dampak lebih lanjut pada klien harga diri rendah selain menurunnya
produktivitas juga adanya perilaku mencederai diri hingga perilaku bunuh diri. Harga diri
rendah berkontribusi terhadap perilaku bunuh diri dengan insiden 10-15% pada klien
skizofrenia dan 15% pada klien depresi. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan
penerapan terapi kognitif pada klien harga diri rendah kronis melalui pendekatan teori Imogene
M. King di Kelurahan Katulamapa Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor. Jumlah klien yang
dikelola sebanyak 12 orang. Hasil yang diperoleh yaitu klien mampu melawan pikiran otomatis
negatif dengan pikiran rasional secara mandiri sehingga klien tetap mampu menerima diri
terkait dengan stresor yang dihadapi. Efektifitas pelaksanaan terapi kognitif dengan pendekatan
teori Imogene M. King ditujukan agar keperawatan lebih memperhatikan klien sebagai sistem
personal, sistem interpersonal, dan sistem sosial. Rekomendasi hasil karya ilmiah ini adalah
perawat memiliki kompetensi pelaksanaan terapi kognitif pada klien harga diri rendah kronis
menggunakan pendekatan teori keperawatan yang tepat dan perlunya perawat spesialis jiwa di
tatanan komunitas.

Kata kunci: Tterapi kognitif, harga diri rendah kronis, teori King

215
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juli 2011

Nia Restiana, Budi Anna Keliat, Ice Yulai Wardani.

Perawatan Lansia Dengan Pendekatan Model Health Belief Dan Adaptasi Roy di RW
09 dan 10 Kelurahan Katulampa Bogor Timur

Abstrak

Lansia merupakan tahap akhir dari tumbuh kembang manusia. Lansia mengalami penurunan
kondisi fisik, perubahan psikologis, perubahan dalam pekerjaan dan peran sosial di masyarakat,
yang dapat menimbulkan masalah kesehatan jiwa seperti ansietas, harga diri rendah, dan
ketidakberdayaan. Hasil perawatan pada 19 lansia dengan pendekatan model health beleif dan
adaptasi Roy menujukan, lansia yang mendapatkan terapi relaksasi progresif, thought stoping,
terapi kognitif, reminisence, logoterapi dan psikoedukasi keluarga memiliki kemampuan
optimal dalam mengontrol ansietas, harga diri meningkat, mampu mengatasi rasa tidak
berdaya. Untuk itu direkomendasikan perawatan pada lansia diberikan oleh perawat generalis
dan spesialis di seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Kata Kunci: Perawatan lansia, ansietas, harga diri rendah, ketidakberdayaan, Model Health
Belief, Adaptasi Roy

216
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Rika Damayanti, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani.

Manajemen kasus klien Isolasi Sosial dengan menggunakan pendekatan Model Adaptasi
Roy dan Modeling Role Modeling di Ruang Gatot Kaca RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.
Abstrak
Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil managemen kasus klien Isolasi
Sosial dengan menggunakan pendekatan Model Adaptasi Roy dan Modeling Role Modeling di
Ruang Gatot Kaca RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Hasil managemen kasus pada 32 klien
yang dikelola menunjukkan klien yang mendapatkan terapi perilaku kognitif, latihan
keterampilan sosial, baik secara individu maupun kelompok dan psikoedukasi keluarga
memiliki kemampuan yang optimal dalam berinteraksi dengan lingkungan. Rekomendasi hasil
manajemen kasus adalah perlunya penempatan perawat spesialis jiwa untuk memberikan
tindakan keperawatan spesialis di rumah sakit.

Kata kunci: managemen kasus, isolasi sosial, model adaptasi Roy dan modeling role modeling

217
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
Karya Ilmiah Akhir, Juli 2011

Sri Hunun Widiastuti, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Manajemen Kasus Anxietas Dengan Pendekatan Hubungan Interpersonal Hildegard


Peplau dan Adaptasi Roy di Ruang Perawatan Umum K RS PGI Cikini.

Abstrak

Prevalensi masalah mental emosional setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup
signifikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, menunjukkan bahwa angka
kejadian masalah mental emosional sebesar 11.6 %. Data dari hasil studi WHO-PPGHC (World
Health Organization – Psychiatric Prevalence in General Health Care) menunjukkan bahwa
gangguan anxietas memiliki prevalensi tertinggi yaitu 10,2% pada pelayanan kesehatan umum
(Dirjen Med, 2002). Hasil beberapa penelitian menunjukkan terapi generalis maupun spesialis
keperawatan jiwa memberikan hasil yang signifikan untuk menurunkan anxietas. Seperti
relaksasi progresif, terapi kognitif perilaku, thought stopping dan psikoedukasi keluarga.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan hasil manajemen kasus
spesialis keperawatan jiwa terhadap klien dengan anxietas melalui pendekatan model
Hildegard B.Peplau dan Adaptasi Roy. Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa ini
dilakukan pada 54 klien anxietas di ruang K RS.PGI Cikini Jakarta. Hasil manajemen asuhan
keperawatan spesialis jiwa ini menunjukkan adanya penurunan anxietas melalui peningkatan
kemampuan klien dalam mengatasi anxietas. Efektivitas terapi menunjukkan bahwa paket
terapi kognitif, thought stopping dan relaksasi progresif lebih signifikan menurunkan anxietas.
Rekomendasi : paket terapi kognitif, thought stopping dan relaksasi progresif menjadi standar
terapi yang harus dilakukan pada klien dengan anxietas.

Kata kunci: Manajemen asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa, Anxietas, Model Hildegard E.
Peplau dan adaptasi Roy.

218
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Syarniah, Achir Yani S Hamid, Herni Susanti

Penerapan Terapi Kognitif dan Logoterapi Pada Klien Harga Diri Rendah Kronis
Menggunakan Pendekatan Teori King Di RS Dr. H.Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Pada klien skizofrenia dan depresi dapat ditemukan masalah harga diri rendah kronis. Harga
diri rendah kronis adalah perasaan negatif tentang diri sendiri atau kemampuan diri yang
berlangsung lama. Harga diri rendah kronis ditandai ungkapan diri negatif, pasif, perasaan
bersalah, malu, tidak berdaya dan kontak mata yang kurang. Dampak lanjut harga diri rendah
kronis adalah adanya penurunan produktivitas, perilaku mencederai diri serta upaya bunuh diri.
Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi kognitif dan logoterapi
pada klien harga diri rendah kronis menggunakan pendekatan teori King di Ruang Arimbi RS
Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Jumlah klien kelolaan sebanyak 29 orang. Hasil yang diperoleh
yaitu klien mampu melawan pikiran otomatis negatif dengan pikiran rasional secara mandiri
dan klien mampu menemukan makna hidup, sehingga klien mampu menerima diri terkait
stresor yang dihadapi. Efektifitas pelaksanaan terapi kognitif dan logoterapi dengan pendekatan
teori King ditujukan agar keperawatan memperhatikan klien sebagai sistem personal, sistem
interpersonal dan sistem sosial. Rekomendasi hasil karya ilmiah ini adalah perawat memiliki
kompetensi pelaksanaan terapi kognitif dan logoterapi pada klien harga diri rendah kronis
menggunakan pendekatan teori keperawatan yang tepat dan perlunya konsulen perawat
spesialis jiwa di setiap ruang perawatan psikiatri.

Kata kunci: Terapi kognitif, logoterapi, harga diri rendah kronis, teori King

219
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2011

Walter , Achir Yani S Hamid, Yossie Susanti Eka Putri.

Penerapan Terapi Social Skills Training Pada Klien Isolasi Sosial Dengan Pendekatan
Teori Hubungan Interpersonal Peplau di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Gejala positif, negatif, dan disorganized adalah tiga kategori gejala Skizofrenia (Shives, 2005).
Salah satu gejala negatif Skizofrenia adalah Isolasi Sosial. Isolasi sosial adalah keadaan dimana
individu mengalami penurunan dan bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan
orang lain (Keliat, 2006). Isolasi sosial merupakan salah satu respon maladaptif dalam rentang
respon neurobiologi selain delusi, halusinasi, gangguan emosi dan gangguan perilaku (Stuart
& Laraia, 2005). Isolasi sosial berkontribusi terhadap perilaku bunuh diri dengan insiden 10-
15% pada klien skizofrenia dan 15% pada klien depresi. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk
menggambarkan penerapan terapi Social Skills Training pada klien isolasi sosial dengan
pendekatan teori hubungan interpersonal Peplau di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.
Jumlah klien yang dikelola sebanyak 35 orang dengan masalah keperawatan isolasi sosial.
Hasil yang diperoleh yaitu klien mampu berinteraksi dengan orang lain. Tugas utama perawat
dalam teori Peplau ini adalah membantu klien agar dapat mengeksplorasi perasaan mereka
untuk dapat menetapkan intervensi apa yang akan diberikan dengan peran perawat sebagai
orang asing, narasumber, pendidik, pemimpin, wali, dan penasehat dalam memberikan layanan
keperawatan. Berdasarkan hasil di atas direkomendasikan bahwa terapi Social Skills Training
pada klien isolasi sosial dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu
disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Skizofrenia, isolasi sosial, Social Skills Training, teori Peplau.

220
221
KUMPULAN ABSTRAK KIA TAHUN 2012

222
223
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Abdul Gowi, Budi Anna Keliat

Efektifitas Terapi Kelompok Terapeutik Anak Usia Sekolah dan Psikoedukasi Keluarga
Terhadap Perkembangan anak Usia Sekolah di RW 03 dan RW 11 Kelurahan
Baranangsiang Bogor Timur

Abstrak

Perkembangan anak usia sekolah dikenal dengan fase industri dimana anak memasuki dunia
sekolah, tumbuh rasa kemandirian anak, ingin terlibat dalam tugas yang dapat dilakukan
sampai dengan selesai. Jumlah anak usia sekolah yang mendapatkan terapi kelompok
terapeutik dan psikoedukasi keluarga sebanyak 24 orang. Tujuan penulisan yaitu
menggambarkan hasil pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik : anak usia sekolah dan
psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan perkembangan anak usia sekolah di RW 03 dan
RW 11 Kelurahan Baranangsiang Bogor Timur. Metode penulisan adalah studi serial kasus
dengan pemberian dua paket terapi. Evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan perkembangan
anak usia sekolah melalui menstimulasi tumbuh kembang anak usia sekolah. Rekomendasi
laporan ini adalah dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan
disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan di komunitas. Selain itu, laporan ini
menjadi data dasar dari penelitian selanjutnya.

Kata kunci: Terapi kelompok terapeutik : anak usia sekolah, Psikoedukasi keluarga, Model
Health Promotion.

224
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Anjas Surtiningrum, Budi Anna Keliat

Efektifitas Terapi Spesialis Pada Klien Gangguan Fisik yang Mengalami Ansietas dan
Gangguan Citra Tubuh di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta.

Abstrak

Ansietas dan Gangguan Citra Tubuh merupakan diagnosis keperawatan psikososial yang sering
ditemukan pada klien gangguan fisik yang dirawat di rumah sakit. 100% klien yang dikelola
oleh penulis mengalami ansietas, sedangkan klien gangguan citra tubuh sebesar 51.47%.
Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah diketahuinya hasil terapi spesialis pada klien ansietas
dan gangguan citra tubuh terhadap kemampuan klien dalam mengatasi ansietas dan gangguan
citra tubuh. Metode penulisan karya ilmiah ini menggunakan studi serial kasus dengan
kombinasi tiga terapi spesialis. Hasil pelaksanaan terapi kognitif dikombinasikan dengan
thougth stopping dan relaksasi progresif menunjukkan bahwa rata-rata tanda dan gejala pada
klien ansietas mengalami penurunan 37.73%, kemampuan klien meningkat 75.55%, pada klien
ansietas dan gangguan citra tubuh mengalami penurunan 38.58% dan kemampuan klien
meningkat 66.48%. Berdasarkan hasil ini perlu direkomendasikan bahwa terapi kognitif,
thought stopping dan relaksasi progresif dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan
jiwa pada klien ansietas dan gangguan citra tubuh.

Kata kunci: Ansietas, gangguan citra tubuh, terapi kognitif, thought stopping, relaksasi
progresif

225
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Anny Rosiana Masithoh, Budi Anna Keliat

Efektifitas Terapi Perilaku “Token Ekonomi” dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap


Diagnosis Defisit Perawatan Diri dengan Pendekatan Model Self Care di RW 08dan RW
13 Kelurahan Baranangsiang Bogor Timur.

Abstrak

Defisit perawatan diri merupakan diagnosa perawatan jiwa yang terjadi pada semua pasien
gangguan jiwa. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir untuk Menggambarkan Efektifitas Terapi
spesialis perilaku “Token Ekonomi” dan terapi Psikoedukasi Keluarga terhadap pasien Defisit
Perawatan Diri di RW 08 dan RW 13 Kelurahan Baranangsiang Bogor Timur dengan
pendekatan model Self Care Orem. Terapi Perilaku”token ekonomi” adalah bentuk dari
reinforcement positif yang digunakan baik secara individu maupun kelompok pasien di ruang
psikiatri atau dimasyarakat. Reward diberikan secara konsisten terhadap pasien misalnya
dengan tanda, poin atau tiket. Terapi perilaku ini dapat mengubah perilaku yang ditargetkan,
target perilaku dapat meliputi : tentang personal hygine. Psikoedukasi keluarga adalah untuk
mencegah kekambuhan pasien gangguan jiwa, dan untuk mempermudah kembalinya pasien ke
lingkungan keluarga dan masyarakat dengan memberikan penghargaan terhadap fungsi sosial
dan okupasi pasien gangguan jiwa. Indikasi dilakukannya family psychoeducation therapy
adalah keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan masalah psikososial dan gangguan
jiwa. Analisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan model Self Care dari Orem. Hasil
penulisan ini adalah Terapi Perilaku”Token Ekonomi” dan Psikoedukasi Keluarga efektif untuk
meningkatkan kemampuan perawatan diri pada pasien dengan defisit perawatan diri dan
direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan di masyarakat sebagai
bentuk pelayanan kesehatan jiwa preventif tersier bagi pasien defisit perawatan diri di
masyarakat.

Kata kunci: Token Ekonomi, Psikoedukasi Keluarga, defisit perawatan diri

226
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Dian Istiana, Achir Yani S Hamid

Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Dengan Diagnosa Isolasi Sosial Dengan
Menggunakan Pendekatan Teori Transcultural Nursing Maddeleine Leininger Di RW 05
dan RW 07 Baranangsiang Bogor

Abstrak

Isolasi Sosial adalah salah satu gejala negatif dari Skizofrenia (Kaplan & Sadock, 1997). Social
Skills Training dapat meningkatkan kemampuan untuk melakukan aktifitas bersama, bekerja
dan meningkatkan kemampuan sosial pada klien Skizofrenia (Carson, 2000) Tujuan penulisan
karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan
pendekatan teori transkultural Medeline Leininger pada klien dengan isolasi sosial. Penerapan
Social Skills Training dilakukan pada 17 orang klien di RW 05 dan RW 07 Kelurahan
Baranangsiang Bogor pada kurun waktu 20 Pebruari – 20 April 2012. Hasil Social Skills
Training sangat efektif pada 17 klien menunjukkan peningkatan kemampuan klien dalam
berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa Social
Skills Training dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu
disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Social Skill Training, Isolasi Sosial, Teori Transcultural Nursing Maddeleine
Leininger

227
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Dwi Heppy Rochmawati, Budi Anna Keliat.

Manajemen Kasus Spesialis Jiwa Defisit Perawatan Diri pada Klien Gangguan Jiwa di
RW 02 dan RW 12 Kelurahan Baranang Siang Kecamatan Bogor Timur

Abstrak

Jumlah klien gangguan jiwa yang ditemukan adalah 18 orang (2,44%) dari total penduduk
dewasa 737 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan dari estimasi gangguan jiwa di Jawa
Barat (0,22%). Defisit perawatan diri adalah salah satu bentuk gangguan jiwa dan dialami oleh
seluruh klien gangguan jiwa yang ditemukan. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah
menggambarkan management of care kasus spesialis terhadap klien defisit perawatan diri
dengan pendekatan Self Care Orem. Metode yang digunakan adalah studi serial kasus defisit
perawatan diri pada klien gangguan jiwa dengan pemberian terapi spesialis keperawatan jiwa.
Paket terapi yang diberikan : 1 Behaviour theraphy, 2 Behaviour theraphy dan Supportif
Theraphy, 3 Behaviour theraphy, Supportif Theraphy dan Self Help Group. Terapi diberikan
kepada 17 klien (9 skizofrenia, 4 retardasi mental dan 4 demensia). Hasil pelaksanaan terapi
adalah paket terapi ketiga sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan menurunkan
tanda gejala klien defisit perawatan diri dengan diagnosa medis skizofrenia dan retardasi
mental. Terapi-terapi tersebut kurang efektif bagi klien demensia. Berdasarkan hasil di atas
perlu direkomendasikan bahwa behaviour theraphy, supportif theraphy dan self help group
dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa bagi klien defisit perawatan diri
khususnya dengan skizofrenia dan perlu dilakukan penelitian lanjut tentang terapi spesialis
keperawatan jiwa yang tepat untuk klien defisit perawatan diri dengan demensia.

Kata kunci: Behaviour theraphy, Self Care Orem, defisit perawatan diri.

228
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Efri Widianti, Budi Anna Keliat.

Aplikasi Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa pada Pasien Harga Diri Rendah Kronis
dengan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart di Ruang Arimbi RSMM Bogor

Abstrak

Prevalensi gangguan jiwa setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup


signifikan.Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan bahwa angka
kejadian gangguan jiwa berat di Indonesia sebesar 4,6‰. Data statistik direktorat kesehatan
jiwa menunjukan bahwa pasien gangguan jiwa terbesar yaitu skizofrenia sebesar 70%
(Dep.Kes, 2003). Salah satu diagnosis keperawatan yang relevan dengan diagnosis medis
skizofrenia adalah harga diri rendah kronis. Hasil beberapa penelitian menunjukan beberapa
terapi baik generalis maupun spesialis memberikan hasil yang signifikan untuk menurunkan
harga diri rendah kronis seperti terapi kognitif, terapi kognitif perilaku, logoterapi dan
psikoedukasi keluarga. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan
aplikasi terapi spesialis keperawatan jiwa terhadap pasien harga diri rendah kronis melalui
pendekatan model Stress Adaptasi Stuart. Aplikasi terapi spesialis keperawatan jiwa ini
dilakukan pada 22 pasien harga diri rendah kronis di ruang Arimbi RSMM Bogor. Hasil
aplikasi terapi spesialis keperawatan jiwa ini menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala,
peningkatan kemampuan pasien dalam mengatasi harga diri rendah kronis, serta peningkatan
kemampuan keluarga dalam merawat pasien harga diri rendah kronis. Efektifitas terapi
menunjukan bahwa kombinasi terapi individu (terapi kognitif perilaku dan logoterapi), terapi
kelompok (terapi suportif kelompok) dan terapi keluarga (psikoedukasi keluarga) efektif
menurunkan gejala harga diri rendah kronis, meningkatkan kemampuan pasien mengatasi
harga diri rendah kronis dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien harga
diri rendah kronis. Rekomendasi : kombinasi terapi individu, terapi kelompok dan terapi
keluarga sangat tepat diberikan pada pasien gangguan jiwa khususnya pasien harga diri rendah
kronis.

Kata kunci: Harga diri rendah kronis, model Stress Adaptasi Stuart

229
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Endang Banon Sri Bharaty, Achir Yani S Hamid

Manajemen kasus spesialis pada klien ansietas dengan pendekatan model hubungan
interpersonal Peplau di ruang rawat Dahlia Bawah dan Anggrek Bawah RSUP
Persahabatan Jakarta

Abstrak

Ansietas adalah suatu keadaan yang ditandai oleh rasa takut dan khawatir yang tidak didukung
dengan situasi disertai dengan gejala somatik yang menandakan suatu kegiatan berlebihan dari
susunan saraf autonomik, hal ini merupakan respons normal terhadap situasi yang mengancam
dan dapat menjadi faktor motivasi yang positif dalam kehidupan seseorang (Kaplan, 1998;
Varcarolis, 2000; Videbeck, 2008). Ansietas dapat diturunkan dengan pemberian terapi
relaksasi progresif, thought stopping, cognitive behavioral therapy dan psikoedukasi keluarga.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan
keperawatan dengan pendekatan model hubungan interpersonal Peplau. Kegiatan asuhan
keperawatan dilakukan pada 54 klien di Dahlia Bawah dan Anggrek Bawah RSUP
Persahabatan pada kurun waktu 20 Pebruari–20 April 2012. Hasil pemberian terapi relaksasi
progesif efektif pada 53 klien (98.1%), terapi thought stopping efektif pada 54 klien (100%),
cognitive behavioral therapy pada 51 klien (94.5%), dan psikoedukasi keluarga pada 15
keluarga (27.8%) dalam menurunkan ansietas klien. Berdasarkan hasil di atas
direkomendasikan bahwa keempat terapi tersebut dapat dijadikan standar terapi spesialis
keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada tatanan pelayanan kesehatan umum.

Kata kunci: Ansietas, relaksasi progresif, thought stopping, cognitive behavioral therapy,
psikoedukasi keluarga, model Peplau.

230
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Erti Ikhtiarini Dewi, Budi Anna Keliat

Manajemen Asuhan Keperawatan Ansietas pada Klien Hipertensi dengan Pendekatan


Model Stres Adaptasi Stuart di RW 01 dan RW 14 Kelurahan Baranangsiang Kecamatan
Bogor Timur

Abstrak

Hipertensi adalah penyakit yang banyak dijumpai di masyarakat. Masalah psikososial yang
sering ditemukan pada klien hipertensi adalah ansietas. Dampak negatif dari ansietas akan
mengganggu produktivitas dan kualitas hidup manusia. Untuk mengelola masalah ansietas di
masyarakat dibutuhkan penatalaksanaan keperawatan dengan menggunakan pendekatan
Community Mental Health Nursing. Proses penatalaksanaan keperawatan mengintegrasikan
dengan pendekatan stres adaptasi Stuart. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah: 1) mengetahui
karakteristik klien ansietas, 2) mengetahui gambaran ansietas 3) mengetahui efek terapi
keperawatan spesialis untuk klien ansietas. Hasil karya ilmiah ini adalah: 1) karakteristik klien
ansietas yang berpengaruh adalah; usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, dan
stressor klien yaitu: predisposisi, presipitasi, respon terhadap stressor, kemampuan mengatasi
masalah dan mekanisme koping. 2) kombinasi terapi yang paling tepat untuk meningkatkan
kemampuan klien dan keluarga dalam mengelola ansietas adalah: terapi relaksasi progresif,
thought stopping, terapi kognitif, psikoedukasi keluarga, dan terapi kelompok suportif.
Berdasarkan hasil karya ilmiah ini perlu direkomendasikan bahwa terapi relaksasi progresif,
thought stopping, terapi kognitif, psikoedukasi keluarga, dan terapi kelompok suportif dapat
dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada seluruh
tatanan pelayanan kesehatan khususnya di komunitas.

Kata kunci: Ansietas, hipertensi,stres adaptasi

231
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Esrom Kanine, Achir Yani S Hamid

Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Skizofrenia Dengan Halusinasi Menggunakan


Pendekatan Konsepsual Model Interpersonal Peplau dan Model Stres Adaptasi Stuart di
Ruang Utari RS Dr.Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Halusinasi adalah salah satu gejala positif dari Skizofrenia (Stuart & Laraia, 2005). Cognitive
Behavior Therapy dapat meningkatkan kemampuan untuk mengontrol halusinasi (Stuart &
Laraia, 2005). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan
asuhan keperawatan dengan pendekatan konsepsual model interpersonal Peplau dan model
stres adaptasi Stuart pada klien skizofrenia dengan halusinasi. Penerapan Cognitive Behavior
Therapy dilakukan pada 27 orang klien di ruang Utari RS Dr.Marzoeki Mahdi Bogor pada
peroide 20Pebruari – 20 April 2012. Hasil Cognitive Behavior Therapy sangat efektif pada 27
klien menunjukkan peningkatan kemampuan klien skizofrenia dengan halusinasi dalam
mengontrol halusinasi. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa Cognitive
Behavior Therapy dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa.

Kata Kunci: Klien Skizofrenia Dengan Halusinasi, Konsepsual Model Interpersonal Peplau,
Model Stres Adaptasi Stuart, Cognitive Behavior Therapy

232
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Eyet Hidayat, Achir Yani S Hamid.

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Ketidakberdayaan Akibat


Penyakit Fisik dengan Menggunakan Model Hildegard E. Peplau di RSUP Persahabatan
Jakarta

Abstrak

Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk Memberikan gambaran hasil manajemen kasus spesialis
terhadap klien dan keluarga dalam mengatasi masalah ketidakberdayaan di Rumah Sakit
Umum Persahabatan Jakarta melalui pemberian intervensi generalis dan terapi spesialis
keperawatan jiwa. Hasil manajemen kasus pada 20 klien yang dikelola menunjukkan klien
mendapat terapi logo, terapi kognitif dan psiko edukasi keluarga mengalami penurunan gejala
dan peningkatan kemampuan mengatasi ketidakberdayaan. Rekomendasi manajemen kasus
adalah perlunya penerapan program CLMHN dengan peningkatan kemampuan perawat
generalis dan penempatan perawat spesialis keperawatan jiwa di unit rawat inap umum untuk
mengatasi masalah psikososial klien dengan memberikan asuhan keperawatan jiwa baik
generalis maupun spesialis.

Kata kunci: manajemen kasus spesialis, ketidakberdayaan, tindakan keperawatan generalis


dan spesialis terapi logo, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga.

233
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Fathra Annis Nauli, Achir Yani S Hamid.

Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada pasien harga diri rendah situasional
dengan pendekatan model adaptasi Roy di RSUP persahabatan Jakarta

Abstrak

Harga diri rendah situasional adalah Evaluasi diri atau persepsi diri negatif tentang harga diri
sebagai respon terhadap situasi saat ini (Herdman, 2012). Terapi kognitif adalah suatu proses
mengenali atau mengidentifikasi pikiran – pikiran yang negative dan merusak yang dapat
mendorong ke arah rendahnya harga diri dan depresi yang menetap (Granfa, 2007).
Psikoedukasi keluarga merupakan terapi yang memberikan informasi, pengetahuan dan
mengajarkan keluarga tentang bagaimana manajemen stres keluarga yang mengalami distress
sehingga keluarga memahami dan menggunakan koping dalam penyelesaian masalah yang
terjadi di keluarga (Goldenberg, I dan Goldenberg, H, 2004). Tujuan penulisan karya ilmiah
akhir ini adalah menggambarkan hasil manajemen kasus harga diri rendah situasional dan
kemampuan pasien dan keluarga (care giver) dalam mengatasi harga diri rendah situasional
dengan penerapan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga dengan pendekatan model adaptasi
Roy. Penerapan terapi kognitif pada pasien dan psikoedukasi pada care giver dilakukan pada
33 orang pasien di ruang Cempaka Atas dan Bedah kelas RSUP Persahabatan pada kurun waktu
20 Februari – 20 April 2012. Hasil terapi kognitif sangat efektif pada 33 pasien menunjukkan
mampu mengatasi pikiran negatif dan peningkatan kemampuan dalam mengatasi harga diri
rendah situasional. Psikoedukasi keluarga juga menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak
33 care giver mampu merawat pasien dengan harga diri rendah situasional, manajemen ansietas
dan manajemen beban pada keluarga. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa
terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan
jiwa untuk pasien dan care giver dengan harga diri rendah situasional dan perlu disosialisasikan
pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Terapi kognitif, psikoedukasi keluarga, harga diri rendah situasional, model
adaptasi Roy

234
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Guslinda, Achir Yani S Hamid

Manajemen Kasus Spesialis Pada lansia Dengan Depresi Menggunakan Pendekatan


Teori Adaptasi Roy di RW 04 dan 06 Kelurahan Baranangsiang Bogor

Abstrak

Depresi pada lansia dapat berdampak terhadap fisik, psikologis, social dan kualitas hidup
lansia. Aplikasi terapi logo dan terapi supportive diterapkan pada 15 lansia depresi di RW 04
dan 06 Kelurahan Baranangsiang Bogor menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang
berdasar pada teori adaptasi Roy. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk menggambarkan
penatalaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan pada kurun waktu 20 Pebruari – 20 April
2012. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan lansia dalam mengatasi ansietas secara
efektif, terjadi penurunan rentang ansietas berat menjadi ringan. Kombinasi terapi logo dan
terapi supportive direkomendasikan dalam keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada
seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Depresi, terapi logo, terapi supportif, lansia, teori adaptasi Roy

235
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

I Ketut Sudiatmika, Achir Yani S Hamid

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Harga Diri Rendah Kronis
dengan Menggunakan Pendekatan Model Adaptasi Roy di Ruang Yudistira Rumah
Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran manajemen kasus spesialis
keperawatan jiwa pada klien harga diri rendah kronis melalui pendekatan model adaptasi Roy
di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Rational emotive behavior
therapy (REBT) dan cognitive therapy (CT) diberikan kepada 25 klien. Hasil yang ditemukan
REBT dan CT efektif dalam menurunkan gejala harga diri rendah kronis yang ditunjukkan
melalui respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. REBT dan CT
direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien harga diri rendah kronis.

Kata kunci: Rational emotive behavior therapy, cognitive therapy, harga diri rendah kronis,
model adaptasi Roy.

236
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Khusnul Aini, Achir Yani S Hamid, Ice Yulia Wardhani.

Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Risiko Bunuh Diri dengan menggunakan
Pendekatan The Theory of Reason Action and Planned Behavior Perla Werner di Ruang
Gatotkaca RSMM Bogor.

Abstrak

Bunuh diri adalah sebuah peringatan untuk perilaku merusak diri atau mencelakakan diri
sendiri. Klien dengan risiko bunuh diri selalu merasa semua kejadian dalam hidupnya adalah
sulit dan memutuskan jalan keluarnya adalah dengan mengakhiri hidupnya sendiri (Frisch &
Frisch, 2006). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan
asuhan keperawatan dengan pendekatan The theory of reason action and planned behavior
Perla Werner pada klien dengan Risiko Bunuh Diri. Penerapan cognitive therapy dan logoterapi
dilakukan pada 10 orang klien di ruang Gatotkaca pada kurun waktu 20 Pebruari – 20 April
2012. Hasil cognitive therapy dan logoterapi sangat efektif pada klien menunjukkan
peningkatan dalam mencegah perilaku bunuh diri. Terapi cognitive therapy dan logoterapi juga
menunjukkan efektifitasnya diman klien selain mampu berpikir positif juga mampu
menemukan makna hidupnya kembali. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan
bahwa cognitive therapy dan logoterapi dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan
jiwa, khususnya pada klien dengan risiko bunuh diri.

Kata kunci: Cognitive therapy, logoterapi, risiko bunuh diri, The theory of reason action and
planned behavior Perla Werner.

237
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Muhammad Sunarto, Achir Yani S Hamid, Ice Yulia Wardani

Manajemen Asuhan Keperawatan Pasien dengan Regimen Terapeutik Inefektif


Menggunakan Model Transpersonal Caring Relationship: Jean Watson Di Ruang
Antareja RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.

Abstrak

Angka kejadian gangguan jiwa berat di dunia terutama pasien skizofrenia meningkat
khususnya di negara-negara berkembang. Sebagian besar pasien skizofrenia mengalami
kekambuhan akibat menghentikan program pengobatan yang dilakukan sendiri. Tujuan karya
ilmiah ini adalah menggambarkan manajemen asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan
penatalaksanaan regimen terapeutik inefektif terhadap peningkatan kemampuan pasien
mematuhi program pengobatannya di ruang Antareja Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.
Tindakan keperawatan dilakukan pada 25 orang pasien meliputi terapi generalis regimen
terapeutik inefektif, terapi kognitif, terapi perilaku kognitif, terapi psikoedukasi dan terapi
kelompok suportif pada pasien dengan regimen terapeutik inefektif. Hasil menunjukkan bahwa
kombinasi terapi individu; terapi kognitif, terapi perilaku kognitif, terapi psikoedukasi keluarga
dan terapi kelompok suportif efektif dalam meningkatkan kepatuhan pasien dengan regimen
terapeutik inefektif dengan menggunakan pendekatan transpersonal caring relationship: Jean
Watson. Rekomendasi hasil karya ilmiah ini adalah terapi kognitif, terapi perilaku kognitif,
terapi psikoedukasi keluarga dan terapi kelompok suportif dapat dilakukan pada pasien
regimen terapeutik inefektif di seluruh tatanan pelayanan kesehatan jiwa.

Kata kunci: Terapi, kognitif, perilaku, psikoedukasi, keluarga, kelompok, suportif, regimen,
terapeutik, inefektif, caring, Watson.

238
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Kens Napolion, Budi Anna Keliat.

Penerapan Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Social Skills Training dan Cognitive
Behavior Therapy Pada Klien Isolasi Sosial Dengan Pendekatan Model Hubungan
Interpersonal Hildegard E.Peplau di Rumah Sakit. Dr. Marzoeki Mahdi Bogor.

Abstrak

Isolasi sosial adalah salah satu gejala negatif dari skizofrenia (Stuart, 2009) yang paling banyak
ditemukan di ruang Bratasena. Isolasi sosial dapat diartikan sebagai keadaan seorang individu
yang mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang
lain disekitarnya, mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina
hubungan yang berarti dengan orang lain (Keliat, dkk, 2011). Social skills training merupakan
salah satu pendekatan psikoedukasional untuk memperbaiki kekurangan pada beberapa
kemampuan interpersonal dalam berinteraksi dengan orang lain (Stuart &Laraia, 2005).
Cognitive behavior therapy merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang didasarkan pada
teori bahwa tanda dan gejala fisiologis berhubungan dengan interaksi antara pikiran, perilaku
dan emosi (Pedneault, 2008).Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan
penerapan terapi social skills training dan cognitive behavior therapy pada klien isolasi sosial
dengan pendekatan Model Hubungan Interpersonal Peplau. Penerapan social skills training
dilakukan pada 26 kliendan cognitive behavior therapydilakukan pada 15 orang klien di ruang
Bratasena pada kurun waktu 20 Pebruari – 20 April 2012. Hasil terapi Social skills training
sangat efektif pada 26 klien isolasi sosial dengan menunjukkan peningkatan dalam
berkomunikasi, baik secara verbal maupun non verbal. Terapi Cogntive behavior therapy juga
menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak 15 klien mampu menunjukkan kemampuan
mengubah pikiran otomatis yang negatif terhadap diri, orang lain, dan lingkungannya.
Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa social skills trainingdan cognitive
behavior therapydapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu
disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Social skills training, cognitive behavior therapy, isolasi sosial, model hubungan
interpersonal Peplau.

239
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Satrio Kusumo Lelono, Achir Yani S Hamid

Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Risiko Perilaku Kekerasan
Dengan Pendekatan Model Adaptasi Roy Dan Interpersonal Peplau Di Ruang Kresna
Pria RSMM Bogor

Abstrak

Perilaku kekerasan atau risiko perilaku kekerasan adalah salah satu gejala positif dari
skizoprenia (Sinaga, 2007). Asertiveness training (AT) dapat menurunkan perilaku kekerasan
pada klien Skizoprenia (Wahyuningsih, 2009). REBT dan RECBT merupakan terapi yang dapat
diberikan pada klien dengan perilaku kekerasan yang memberikan dampak penurunan tanda
gejala dan peningkatan kemampuan koping (Putri, 2010; Lelono, 2012). Tujuan penulisan
karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan
pendekatan model adaptasi Roy dan Interpersonal Peplau pada klien dengan risiko perilaku
kekerasan. Penerapan assertiveness training REBT dan RECBT dilakukan pada 30 orang klien
di ruang Kresna Pria pada kurun waktu 20 Februari – 20 April 2012. Hasil assertiveness
training sangat efektif pada 21 klien menunjukkan peningkatan dalam mencegah perilaku
kekerasan. Terapi REBT dan RECBT juga menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak 22
klien selain mampu mengatasi keyakinan irrasional, pikiran dan perilaku negatif yang
mengarah pada perilaku kekerasan. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa
AT, REBT dan RECBT dengan pendekatan 6 (enam) peran perawatdapat dijadikan standar
terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan
kesehatan.

Kata kunci: Asertiveness training, REBT, RECBT, risiko perilaku kekerasan, model adaptasi
Roy dan interpersonal Peplau

240
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Sri Atun Wahyuningsih, Budi Anna Keliat.

Manajemen Asuhan Keperawatan Ansietas pada klien Gangguan Fisik dengan


Pemberian Terapi Thought Stopping, Relaksasi Progresif dan Psikoedukasi di Rumah
Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta

Abstrak

Ansietas merupakan diagnosa keperawatan utama pada klien gangguan fisik di Ruang Melati
Bawah dan Kebidanan 3 RSUP Persahabatan Jakarta. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini
adalah menggambarkan manajemen asuhan keperawatan ansietas pada klien gangguan fisik
yang mendapatkan terapi thought stopping, relaksasi progresif dan psikoedukasi dengan
pendekatan model adaptasi Roy. Metode pelaksanaan menggunakan serial kasus yang dirawat
sebanyak 56 klien. Penerapan terapi diberikan secara paket yaitu terdiri dari paket pertama
terapi thought stopping diberikan pada 56 klien. Paket kedua terapi thought stopping dan
relaksasi progresif pada 30 klien. Paket ketiga yaitu terapi thought stopping, relaksasi progresif
dan psikoedukasi dilakukan pada 30 klien di ruang Melati Bawah dan Kebidanan 3 pada kurun
waktu 20 Pebruari – 20 April 2012. Respon klien ansietas setelah mendapatkan terapi adalah
persepsi klien meluas, respon fisiologis klien terjadi peningkatan tidur dan makan, respon
afektif klien tidak merasa khawatir dan klien dapat bersosialisasi. Kemampuan klien dan
keluarga setelah mendapatkan terapi adalah mampu mengontrol ansietas, mempunyai
keyakinan positif dan mendapatkan dukungan dari keluarga. Rekomendasi perlunya penelitian
lebih lanjut di layanan rumah sakit umum.

Kata kunci: ansietas, thought stopping, relaksasi progresif, psikoedukasi, model adaptasi Roy,
liaison nurse

241
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Tri Setyaningsih, Budi Anna Keliat.

Efektivitas Terapi Kelompok Terapeutik dan Psikoedukasi Keluarga Pada Anak dan
Orang Tua Terhadap Perkembangan Inisiatif Anak Usia Pra Sekolah di Kelurahan
Baranang Siang Bogor Timur Tahun 2012

Abstrak

Masalah kesehatan jiwa di dunia sudah menjadi masalah yang sangat serius, sehingga perlu
upaya peningkatan kesehatan sepanjang rentang kehidupan manusia. Diantara rentang usia
tersebut terdapat masa kritis yang memerlukan stimulasi untuk mencapai perkembangan yang
optimal yaitu usia pra sekolah. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang
Efektivitas Terapi Kelompok Terapeutik dan Psikoedukasi Keluaraga pada anak dan orang tua
terhadap kemampuan Inisiatif Anak Usia Pra Sekolah di Kelurahan Baranang Siang Bogor
Timur Tahun 2012 . Karya ilmiah akhir ini menggunakan pendekatan manjemen model Health
Promotion dan CMHN (Community Mental Health Nursing), Hasil penelitian menunjukkan
peningkatan kemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan anak prasekolah dan
peningkatan kemampuan inisiatif anak usia prasekolah. Terapi Kelompok Terapeutik
direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan di masyarakat sebagai
bentuk pelayanan kesehatan jiwa bagi kelompok ibu yang memiliki anak usia pra sekolah
dengan mengikut sertakan langsung anak usia prasekoah, dan untuk membantu individu
keluarga menyelesaikan masalah kecemasan dalam keluarga terutama masalah perkembangan
anak usia prasekolah, untuk itu perlu ditambanhkan psikoedukasi keluarga.

Kata kunci: Terapi kelompok terapeutik, kemampuan ibu, stimulasi perkembangan,


perkembangan inisiatif

242
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2012

Wahyu Rochdiat M., Budi Anna Keliat.

Efektifitas Terapi Kognitif dan Logoterapi dalam Asuhan Keperawatan Klien HDR
Situasional dan Ketidakberdayaan Melalui Pendekatan Konsep Stres Adaptasi Stuart di
RSUP Persahabatan, Jakarta

Abstrak

Klien yang dirawat di rumah sakit umum memiliki risiko untuk mengalami harga diri rendah
(HDR) situasional dan ketidakberdayaan. Jumlah klien yang memiliki HDR situasional dan
ketidakberdayaan di Ruang Dahlia Atas dan Soka Atas RSUP Persahabatan adalah sebanyak
56%. Tujuan penulisan yaitu menjelaskan hasil manajemen kasus klien HDR situasional dan
ketidakberdayaan dengan melakukan terapi kognitif dan logoterapi di Ruang Dahlia Atas dan
Soka Atas RSUP Persahabatan. Metode penulisan adalah studi serial kasus dengan pemberian
tiga paket terapi. Evaluasi menunjukkan bahwa paket tindakan ketiga: kombinasi terapi
kognitif dan logoterapi paling efektif menurunkan respon HDR situasional dan
ketidakberdayaan serta meningkatkan kemampuan klien dan keluarga dalam mengatasinya.
Rekomendasi laporan ini adalah penggunaan terapi kognitif dan logoterapi dapat menjadi
standar terapi spesialis keperawatan jiwa pada klien HDR situasional dan ketidakberdayaan.
Selain itu, laporan ini menjadi data dasar dari penelitian selanjutnya.

Kata kunci: Terapi Kognitif, Logoterapi, Harga Diri Rendah Situasional, Ketidakberdayaan,
Konsep Stres Adaptasi Stuart, Consultation Liaison Mental Health Nurse

243
KUMPULAN ABSTRAK KIA TAHUN 2013

244
245
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2013

Arena lestari, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri.

Penerapan Terapi Terapi Social Skill Training dan Family Psychoeducation Terhadap
Diagnosis Isolasi Sosial Dengan Pendekatan Teori Stress Adaptasi Stuart dan Model
Sistem Neuman di Ruang Arimbi RSMM Bogor Tahun 2013

Abstrak

Isolasi sosial merupakan masalah keperawatan di ruang Arimbi RS. Marzoeki Mahdi Bogor
dengan jumlah terbanyak (62,5 %) dari 48 klien yang dirawat. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan Renidayati, keliat dan Sabri (2008) ditemukan tentang keefektifan terapi yang dapat
digunakan untuk mengatasi masalah isolasi sosial klien yaitu terapi Social Skill training untuk
meningkatkan ketrampilan sosialisasi Klien. Penelitian yang dilakukan Wiyati, Hamid dan
Gayatri (2009) tentang efektifitas terapi Family Psychoeducation didapatkan hasil pada
keluarga ada peningkatan kemampuan afektif dan psikomotor sehingga meningkatkan
dukungan keluarga. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran
penerapan terapi Social Skill Training dan Family Psychoeducation pada klien isolasi sosial
dengan menggunakan pendekatan model Stress Adaptasi Stuart dan Model Sistem Neuman.
Metode yang digunakan adalah study serial kasus .Tindakan diberikan pada 30 pasien isolasi
sosial, 16 pasien mendapatkan terapi Social Skill training saja, 14 klien yang lain mendapatkan
terapi Social Skill training dan family psychoeducation. Hasil terapi menunjukan penurunan
gejala isolasi sosial dan peningkatan kemampuan ketrampilan sosial lebih banyak pada pasien
yang mendapatkan terapi social skill training dan terapi Family Psychoeducation dibandingkan
dengan pasien isolasi sosial yang hanya mendapatkan terapi social Skill training. Rekomendasi
dari karya ilmiah ini adalah terapi social skill training dan terapi Family Psychoeducation
dapat menjadi standar terapi spesialis pada klien isolasi sosial.

Kata Kunci :Isolasi social, social skill training , Family Psychoeducation, Stress adaptasi
Stuart, Sistem Neuman.

246
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2013

Desi Pramujiwati, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pemberdayaan Keluarga Dan Kader Kesehatan Jiwa Dalam Penanganan Pasien Harga
Diri Rendah Kronik Dengan Pendekatan Model Precede Lawrence Green Di Rw 06, 07
Dan 10 Tanah Baru Bogor Utara

Abstrak

Harga diri rendah kronik merupakan salah satu gejala negatif pasien skizofrenia. Harga diri
rendah kronik yang dibiarkan menyebabkan isolasi sosial, halusinasi dan bunuh diri. Latihan
melawan pikiran negatif cognitive behavior therapy (CBT), dukungan sosial melalui family
psychoeducation (FPE) dan terapi suportif diharapkan memperbaiki harga diri rendah kronik.
Karya ilmiah akhir ini bertujuan menjelaskan hasil asuhan keperawatan spesialis jiwa pada
pasien harga diri rendah kronik yang diberikan CBT, FPE dan terapi suportif. Metode yang
digunakan adalah serial studi kasus pada 16 pasien yang terdiri dari 11 pasien skizofrenia, 4
pasien retardasi mental dan 1 pasien epilepsy. Hasil asuhan keperawatan menunjukkan
penurunan tanda dan gejala harga diri rendah kronik disertai peningkatan kemampuan pasien
lenih tinggi pada kelompok pasien yang mendapatkan CBT, FPE dan terapi suportif daripada
kelompok yang mendapatkan CBT dan FPE maupun yang mendapatkan CBT. Hasil karya
ilmiah ini perlu ditindaklanjuti dengan penelitian. Dukungan sosial di komunitas terutama
memberdayakan keluarga dan kader dalam merawat pasien harga diri rendah kronik
disarankan.

Kata kunci: Harga diri rendah kronik, dukungan sosial, Cognitif Behaviour Therapy,
Psychoedukasi Keluarga, Terapi Suportif

247
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2013

Duma lumban Tobing, Achir Yani S. Hamid

Manajemen Kasus Spesialis Pada Klien Skizofrenia Dengan Perilaku Isolasi Sosial
Menggunakan Pendekatan Model Interpersonal Peplau Dan Modeling And Role modeling
Erikson, Tomlin Dan Swain Di Ruang Bratasena RS Dr. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain
dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam bagi dirinya yang mengakibatkan individu
mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain
disekitarnya. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir adalah memberikan gambaran pemberian
asuhan keperawatan pada isolasi sosial melalui pendekatan model interpersonal Peplau dan
modeling and role modeling model Erikson, Tomlin dan Swain di Ruang Bratasena Rumah
Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa ini
dilakukan pada 15 klien isolasi sosial dengan pemberian terapi social skills training dan
psikoedukasi keluarga. Hasil pemberian terapi menunjukan adanya peningkatan kemampuan
klien dalam bersosialisasi, penurunan tanda dan gejala isolasi sosial dan peningkatan
kemampuan keluarga merawat klien dengan isolasi sosial. Efektifitas terapi menunjukan bahwa
terapi social skills training efektif menurunkan gejala isolasi sosial khususnya pada gejala
kognitif, sosial dan perilaku. Terapi social skills training dapat direkomendasikan sebagai
standar terapi spesialis keperawatan pada klien isolasi sosial
.
Kata kunci: Isolasi sosial, model interpersonal Peplau, modeling and role modeling model
Erikson,Tomlin dan Swain

248
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2013

Jesika Pasaribu, Achir Yani S. Hamid, Mustikasari

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Risiko Perilaku Kekerasan
Menggunakan Pendekatan Johnson’s Behavioural System Model di Ruang Gatotkaca
Rumah Sakit Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Perilaku kekerasan merupakan salah satu respon terhadap stresor, ditunjukkan dengan perilaku
aktual melakukan kekerasan, baik pada diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, secara
verbal maupun nonverbal (Stuart, 2009). Klien dengan perilaku kekerasan merupakan
cerminan ketidakmampuan klien dalam mengekspresikan emosi marah secara konstruktif.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan
keperawatan dengan pendekatan Johnson’s Behavioural System Model pada klien risiko
perilaku kekerasan. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertive training dan
cognitive behaviour therapy pada 13 orang klien dalam kurun waktu 12 Februari – 19 April
2013 di Ruang Gatot Kaca RSMM Bogor. Hasil pelaksanaan assertive training dan cognitive
behaviour therapy dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif,
afektif, fisiologis, perilaku dan sosial dan peningkatan kemampuan koping adaptif dalam
menghadapi peristiwa yang menimbukan perilaku kekerasan. Rekomendasi penulisan ini
adalah bahwa penerapan Johnson’s Behavioural System Model dengan intervensi keperawatan
assertive training dan cognitive behaviour therapy dapat dilakukan untuk menurunkan perilaku
kekerasan.

Kata kunci: Perilaku kekerasan, assertive training, cognitive behaviour therapy, Johnson’s
Behavioural System Model

249
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2013

Ninik Yunitri, Achir Yani S. Hamid, Mustikasari

Manajemen terapi keperawatan Cognitive behaviour therapy Menggunakan pendekatan


Stress Adaptation Stuart dan Theory of Human Caring Watson Di rumah sakit dr. H.
Marzoeki mahdi Bogor

Abstrak

Cognitive Behaviour Therapy (CBT) merupakan terapi yang dikembangkan untuk mengatasi
masalah depresi dan ansietas. Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa CBT
dapat mengatasi masalah Harga Diri Rendah (HDR) pada pasien gangguan jiwa. Pemberian
terapi CBT pada pasien Di ruang Antareja Rumah Sakit dr. H. Marzoeki mahdi Bogor
menggunakan pendekatan Stress Adaptation Stuart dan Theory of Human Caring Watson.
Terapi diberikan kepada tujuh pasien HDR. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen
Low Self Esteem Rosenberg dengan penilaian 1 hingga 30 yang bermakna semakin tinggi nilai
maka semakin berat HDR yang dirasakan. Hasil pelaksanaan adalah terjadi penurunan gejala
HDR dengan rata-rata 7.4 poin. Dampak lainnya adalah meningkatkan kemampuan pasien
menjalin hubungan interpersonal, meningkatkan kemampuan berfikir lebih rasional dan
memiliki keyakinan positif. CBT menjadi terapi yang efektif untuk mengatasi masalah HDR.

Kata kunci: HDR, CBT, stress adaptasi Stuart, The Theory of human caring Watson.

250
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2013

Rahmi Imelisa, Achir Yani S. Hamid, Novi Helena Catharina Daulima

Manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien isolasi sosial yang diberikan
Social Skill Training menggunakan pendekatan Social Support Theory di RSMM dan
Kelurahan Tanah Baru Bogor

Abstrak

Isolasi sosial merupakan salah satu gejala negatif pada klien dengan skizofrenia. Isolasi sosial
yang dibiarkan terus-menerus akan menyebabkan masalah lain yaitu halusinasi. Isolasi sosial
perlu ditangani dengan memberikan latihan sosialisasi diantaranya dengan terapi Social Skill
Training. Hasil akhir yang diharapkan adalah tanda dan gejala isolasi sosial menurun dan
kemampuan bersosialisasi klien. Selain kemampuan klien sendiri, dukungan sosial dari orang-
orang di sekitar klien memiliki dampak pada hasil akhir tadi. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan
untuk menjelaskan manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien dengan isolasi
sosial yang diberikan terapi Social Skill Training. Kerangka yang digunakan adalah Model
Stres Adaptasi Stuart dan dilengkapi dengan Teori Social Support Schaffer untuk mengetahui
dukungan sosial yang didapatkan klien pada tatanan rumah sakit dan komunitas. Analisa
dilakukan pada 14 klien, yang terdiri dari 8 klien yang dirawat di rumah sakit dan 6 klien yang
dirawat di rumah. Hasil analisa menunjukkan bahwa penurunan tanda dan gejala yang berhasil
dicapai di komunitas lebih rendah dibandingkan dengan penurunan tanda dan gejala yang
dicapai pada klien isolasi sosial di rumah sakit, dan peningkatan kemampuan sosialisasi
responden yang dirawat di rumah sakit lebih besar dibandingkan dengan rata-rata peningkatkan
kemampuan sosialisasi responden yang dirawat di komunitas. Saran dari Karya Ilmiah Akhir
ini adalah untuk meningkatkan dukungan sosial di rumah sakit dan di komunitas, terutama
untuk memberdayakan keluarga sebagai sumber utama pemberi dukungan sosial.

Kata kunci: Isolasi sosial, dukungan sosial, skizofrenia

251
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2013

Siti Nurjanah, Achir Yani S Hamid, Ice Yulia Wardani.

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Risiko Bunuh Diri dengan
Pendekatan Teori Chronic Sorrow di Ruang Utari Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukakn oleh seseorang untuk mengakhiri
kehidupannnya. Perilaku bunuh diri adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk
membunuh diri sendiri. Bunuh diri melibatkan ambivalensi antara keinginan untuk hidup dan
keinginan untuk mati. Perilaku bunuh diri terdiri dari tiga tingkatan berupa ide/isyarat bunuh
diri, ancaman unuh diri, dan percobaan bunuh diri (Videbeck,2008). Seseorang yang berisiko
melakukan bunuh diri adalah ketika mereka tidak mampu mendapatkan solusi dari
permasalahan dan penderitaan yang dialami. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah
memberikan gambaran hasil manajemen kasus spesialis pada klien risiko bunuh diri melalui
pendekatan model stress adaptasi Stuart dan teori Chronic Sorrow Eakes di rumah sakit
Marzuki Mahdi. Tindakan keperawatan diberikan kepada 11 klien dengan menggunakan terapi
kognitif. Terapi kognitif yang diberikan pada klien menunjukkan peningkatan dalam
pencegahan perilaku bunuh diri. . Terapi kognitif menunjukkan efektifitas kemampuan klien
untuk berpikir positif. Rekomendasi: pada klien risiko bunuh diri dengan pendekatan model
teori Chronic Sorrow bisa diberikan terapi kognitif. Untuk meningkatkan efektifitas perlu
adanya terapi kombinasi bagi klien risiko bunuh diri.

Kata kunci: Risiko bunuh diri, teori Chronic Sorrow Eakes, terapi kognitif

252
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2013

Slametiningsih, Budi Anna Keliat

Peningkatan perkembangan anak usia bayi untuk Meningkatkan rasa percaya diri
melalui pemberian Terapi Kelompok Terapeutik di RW 02, 03 dan RW11
KelurahanTanah Baru Bogor Utara

Abstrak

Perkembangan anak usia bayi perlu dilakukan stimulasi yang optimal, terapi kelompok
terapeutik adalah terapi spesialis keperawatan jiwa yang membantu stimulasi perkembangan
rasa percaya bayi. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah adalah mengidentifikasi efek terapi
kelompok terapeutik terhadap perkembangan rasa percaya bayi. Metode yang digunakan
adalah studi serial kasus dengan jumlah responded sebanyak 20 bayi dan ibunya, yang di
dapatkan secara purpose sampling . Terapi kelompok terapeutik dilakukan tujuh sesi yang
diberikan secara bertahap dan berkesinambungan kepada bayi – bayi dan melatih ibu. Hasil
studi mengatakan adanya peningkatan perkemampuan ibu dalam menstimulasi perkembangan
aspek motorik, kognitif, bahasa, emosi, moral, kepribadian, spiritual dan psikososial dan
psikomotor yang berdampak peningkatan pada perkembangan bayi.Terapi kelompok
terapeutik bayi disarankan digunakan untuk menstimulasi rasa percaya diri .

Kata kunci: Anak Usia bayi, aspek perkembangan, perkembangan rasa percaya, terapi
kelompok terapeutik

253
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2013

Sri Nyumirah, Budi Anna Keliat, Novy Helena Catharina Daulima

Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Halusinasi Di Ruang Sadewa


Di RS Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Halusinasi merupakan diagnosa keperawatan terbanyak (54,05%) yang ditemukan mulai dari
18 Februari – 20 April 2013 di ruang Sadewa. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini
menggambarkan asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien halusinasi. Metode yang
digunakan dengan studi kasus pada 20 klien halusinasi dengan purposive sampling. Pada 7
klien dilakukan tindakan keperawatan generalis, perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga,
10 klien dilakukan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif, dan 3 klien dilakukan
tindakan keperawatan generalis dan terapi perilaku. Hasil studi menunjukkan klien yang
mendapatkan tindakan keperawatan generalis, terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi
keluarga mengalamipeningkatkan kemampuan klien dalam menggunakan tanggapan yang
rasional untuk melawan pikiran dan perilaku yang negatif,serta meningkatkan kemampuan
keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi, sehingga mengurangi tanda dan gejala
munculnya halusinasi. Hasil studi menunjukkan klien yang mendapatkantindakan keperawatan
generalis dan terapi perilaku mengalami peningkatkan kemampuan klien dalam melawan
pikiran negatif yang muncul saat halusinasi muncul. Hasil studi menunjukkan klien yang
mendapatkan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif mengalamipeningkatkan
kemampuan klien dalam melakukan perilaku yang positif saat halusinasi muncul. Tindakan
keperawatan generalis, terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga direkomendasikan
untuk klien halusinasi disertai penelitian lebih lanjut.

Kata kunci: Halusinasi, terapi perilaku kognitif., terapi perilaku dan terapi kognitif

254
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2013

Thika Marliana, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri.

Pemberdayaan Klien, Keluarga, dan Kader Kesehatan Jiwa Dalam Perawatan Isolasi Sosial Di
Masyarakat RW 01, 08, 09 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara

Abstrak

Jumlah klien gangguan jiwa yang ditemukan di Kelurahan Tanah Baru adalah 45 orang
(0,40%), angka ini lebih besar daripada prevalensi gangguan jiwa di Jawa Barat yang hanya
sebesar 0,22%. Klien gangguan jiwa yang di temukan di RW 01, 08, 09 sejumlah 9 orang,
seluruhnya mengalami isolasi sosial. Isolasi Sosial adalah salah satu gejala negatif dari
Skizofrenia.Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah diketahuinya kemampuan klien
dalam bersosialisasi, serta keluarga dan kader kesehatan jiwa dalam memberikan perawatan
isolasi sosial setelah pemberian tindakan spesialis keperawatan jiwa. Metode yang digunakan
adalah studi serial kasus isolasi sosial dengan pemberian tindakan: 1. Social Skill Training
(SST), 2. SST dan Supportive Theraphy (ST), 3 SST, ST dan Self Help Group (SHG). Tindakan
diberikan kepada 9 klien isolasi sosial dengan diagnosis medis skizofrenia, retardasi mental
dan epilepsi. Hasil yang ditemukan, tindakan spesialis keperawatan jiwa tersebut dapat
meningkatkan kemampuan dan menurunkan tanda gejala klien isolasi sosial dengan diagnosa
medis skizofrenia dan epilepsi, namun kurang efektif bagi klien retardasi mental. Berdasarkan
hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa SST, ST, dan SHG dapat dijadikan standar tindakan
spesialis keperawatan jiwa. Hal ini perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan
kesehatan dan dilakukan penelitian lanjut tentang terapi spesialis keperawatan jiwa yang tepat
untuk klien isolasi sosial dengan retardasi mental.

Kata kunci : Isolasi Sosial, Social Skill Training, Supportive Therapy, Self Help Group

255
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2013

Titik Suerni, Budi Anna Keliat, Novy Helena Catharina Daulima

Penerapan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga pada klien harga diri rendah di
Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Klien dengan harga diri rendah kronis di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi
Bogor sebanyak 58,33% dari 60 klien yang dirawat. Tujuan Karya Ilmiah Akhir ini untuk
menggambarkan penerapan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga pada klien harga diri
rendah. Metode yang dipakai adalah studi kasus. Pada 15 klien diberikan tindakan keperawatan
generalis dan terapi kognitif serta pada 20 klien diberikan tindakan keperawatan generalis,
terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga. Hasil penerapan pada kelompok klien dengan
tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif menunjukkan penurunan tanda dan gejala
rata-rata 54,94%; peningkatan kemampuan rata-rata 89,57%; lama rawat rata-rata 37 hari. Hasil
penerapan pada kelompok klien dengan tindakan keperawatan generalis, terapi kognitif dan
psikoedukasi keluarga menunjukkan penurunan tanda dan gejala rata-rata 71,2%; peningkatan
kemampuan klien rata-rata 100%; peningkatan kemampuan keluarga rata-rata 98%; lama rawat
rata-rata 26 hari. Berdasarkan penurunan tanda dan gejala, peningkatan kemampuan klien dan
keluarga serta lama hari rawat maka terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga
direkomendasikan pada klien dengan harga diri rendah.

Kata kunci : Terapi kognitif, psikoedukasi keluarga, harga diri rendah

256
257
KUMPULAN ABSTRAK KIA TAHUN 2014

258
259
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Abdul Jalil, Achir Yani S.Hamid, Mustikasari

Penerapan Acceptance And Commitment Therapy, dan Cognitive Behavior Social Skills
Training Menggunakan Pendekatan Model Adaptasi Roy dan Model Tidal Pada Klien
Harga Diri Rendah Kronis dan Isolasi Sosial

Abstrak

Klien gangguan jiwa cenderung tidak produktif dan berpenghasilan mempengaruhi stigma
sehingga menyebabkan Harga Diri Rendah (HDR) dan isolasi sosial. Klien memerlukan
pemulihan jangka panjang, yang dipersulit insight buruk. Tujuan: menjelaskan penerapan
Acceptance and Commitment Therapy (ACT), Cognitive Behavior Social Skills Training
(CBSST) menggunakan pendekatan Model Adaptasi Roy (MAR) dan Model Tidal. MAR
sebagai kerangka utama dan Teori Model Tidal pada proses kontrol koping. Analisis dilakukan
pada 32 klien ACT+CBSST, dan 22 klien CBSST. Hasil: ACT+CBSST memperbaiki insight
dan meningkatkan keterampilan sosial, perilaku adaptif meningkatkan penurunan tanda gejala
HDR kronis dan isolasi sosial. Saran: kombinasi ACT+CBSST pilihan pada awal program
pemulihan.

Kata kunci: Harga diri rendah, ACT, CBSST, Model Teori Adaptasi Roy

260
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Anang Nurwiyono, Achir Yani S.Hamid, Ice Yulia Wardani

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Risiko Perilaku Kekerasan
dengan Pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Model Adaptasi Roy di Ruang
Utari Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.

Abstrak

Prevalensi gangguan jiwa berat Skizofrenia di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan
yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 prevalensi
Skizofrenia di Indonesia sebesar 1,7‰. Perilaku kekerasan atau resiko perilaku kekerasan
adalah salah satu gejala positif dari Skizofrenia. Perilaku kekerasan merupakan cerminan
ketidakmampuan Klien dalam mengekspresikan marah secara konstruktif. Tujuan penulisan
karya ilmiah akhir ini adalah memperoleh gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan
jiwa terhadap klien risiko perilaku kekerasan dengan pendekatan stres adaptasi Stuart dan
model adaptasi Roy. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertiveness training dan
acceptance and commitment therapy pada 32 klien dalam kurun waktu 17 Februari – 18 April
2014 di Ruang Utari RSMM Bogor. Hasil pelaksanaan assertive training dan asceptance and
commitment therapy dapat menurukan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif,
afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta peningkatan kemampuan koping adaptif dalam
menghadapi peristiwa yang menimbulkan perilaku kekerasan. Rekomendasi penulisan ini
adalah bahwa penerapan model stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy dengan intervensi
keperawatan assertiveness training dan acceptance and commitment therapy dapat
menurunkan perilaku kekerasan.

Kata kunci: Perilaku kekerasan, assertiveness training, acceptance and commitment Therapy,
model stres adaptasi Stuart, model adaptasi Roy

261
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Arya Ramadia, Achir Yani S Hamid, Novi Helena Catharina Daulima

Penerapan Cognitive Behaviour Therapy Dan Assertive Training Pada Klien Risiko
Perilaku Kekerasan Dengan Menggunakan Pendekatan Model Stuart Dan Adaptasi
Roy Diruang Gatot Kaca Rs.Dr.H Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif dari marah. Perilaku kekerasan dipahami
sebagai perilaku atau tindakan seseorang ketika ia tidak mampu mengatasi stresor lingkungan
yang dialaminya, dapat juga berupa kebiasaan atau upaya untuk merefleksikan stresor tersebut
(Stuart, 2013). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penerapan
terapi cognitive behaviour therapy dan assertive training dengan pendekatan Model Adaptasi
Roy pada klien risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor. Intervensi
keperawatan yang dilakukan adalah cognitive behaviour therapy dan assertive training pada 8
orang dan assertive training pada 10 orang klien dalam kurun waktu 17 Februari – 18 April
2014 di Ruang Gatot Kaca RSMM Bogor. Hasil pelaksanaan cognitive behaviour therapy dan
assertive training dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif,
afektif, fisiologis, perilaku dan sosial dan peningkatan kemampuan koping adaptif dalam
menghadapi peristiwa yang menimbukan perilaku kekerasan. Berdasarkan hasil diatas
rekomendasi penulisan ini adalah terapi cognitive behaviour therapy dan assertive training
pada klien risiko perilaku kekerasan dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa.

Kata kunci: Risiko Perilaku Kekerasan, Cognitive Behavior Therapy, Assertive Training,
Model Adaptasi Roy

262
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Denny Paul Ricky, Budi Anna Keliat, Novi Helena Catharina Daulima

Efek Terapi Perilaku, Terapi Kognitif Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga Pada Klien
Halusinasi Menggunakan Pendekatan Teori Berubah Kurt Lewin

Abstrak

Halusinasi merupakan diagnosa keperawatan yang terbanyak ditemukan di rumah sakit jiwa.
Tujuan karya ilmiah akhir ini untuk mengetahui efek terapi perilaku, terapi kognitif perilaku
dan terapi psikoedukasi keluarga pada kemampuan klien dan kemampuan keluarga sertatanda
dan gejala klien halusinasi dengan menggunakan pendekatan Model Teori Berubah Kurt
Lewin. Metode yang digunakan adalah penerapan terapi perilaku, terapi kognitif perilaku dan
psikoedukasi keluarga pada 16 klien. Klien dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu 8
klien dengan terapi perilaku, 4 klien dengan terapi perilaku dan psikoedukasi keluarga, dan 4
klien dengan terapi kognitif perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda dan gejala
yang paling tinggi berkurang serta peningkatan kemampuan klien dan keluarga terlihat pada
klien yang mendapatkan terapi kognitif perilaku, diikuti dengan klien yang mendapatkan terapi
perilaku dan psikoedukasi pada keluarga dan terakhir pada klien yang mendapatkan terapi
perilaku.Terapi kognitif perilaku disarankan menjadi pilihan dalam pemberian terapi spesialis
keperawatan jiwa pada klien halusinasi.

Kata kunci: Halusinasi, Model Teori Berubah Kurt Lewin, Terapi perilaku, terapi kognitif
perilaku, terapi psikoedukasi keluarga.

263
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Dwinara Febrianti, Achir Yani S Hamid, Ice Yulia Wardani

Manajemen Kasus Spesialis pada Klien Hipertensi dengan Ansietas menggunakan


Pendekatan Uncertainty In Illness dan Comfort Theory Di RW 01 Kelurahan Sukadamai

Abstrak

Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah arterial yang tidak normal yang
berlangsung terus menerus. Seseorang yang menderita secara fisik dapat menimbulkan dampak
juga secara psikologis yaitu ansietas. Ansietas adalah perasaan khawatir, yang merupakan
respon terhadap rangsangan baik eksternal maupun internal yang menimbulkan gejala baik
secara perilaku, emosi, kognitif dan fisik. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk memberikan
gambaran manajemen kasus spesialis pada klien hipertensi dengan ansietas menggunakan
pendekatan Uncertainty In Illness dan Comfort Theory di RW 01 kelurahan Sukadamai. Jumlah
klien kelolaan sebanyak 21 orang. Terapi spesialis yang diberikan adalah thought stopping dan
relaksasi progresif. Hasil yang ditemukan terjadi penurunan tanda dan gejala ansietas sebesar
51.43%, peningkatan rata-rata kemampuan melakukan terapi thought stopping pada klien
hipertensi dengan ansietas sebesar 11.68 dan peningkatan rata-rata kemampuan melakukan
terapi relaksasi progresif pada klien hipertensi dengan ansietas sebesar 16.35. Terapi thought
stopping dan relaksasi progresif direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada
klien dengan ansietas.

Kata kunci: Ansietas, hipertensi, thought stopping, relaksasi progresif, model adaptasi Stuart,
Uncertainty In Illness, Comfort Theory

264
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Endang Widuri, Budi Anna Keliat, Novi Helena Catharina Daulima

Pelaksanaan Terapi Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Ansietas Pada Klien
Penyakit Kronik Dengan Pendekatan Model Konsep Adaptasi Roy

Abstrak

Ansietas merupakan salah satu dampak yang sering ditemukan pada klien dengan penyakit
kronik. Tujuan dari penulisan karya ilmiah akhir ini adalah diketahui hasil penerapan Terapi
Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga pada klien ansietas menggunakan pendekatan Model
Adaptasi Roy. Tindakan keperawatan terhadap 21 klien ansietas pada penyakit kronik meliputi
tindakan keperawatan generalis klien, keluarga, dan Terapi Kognitif yang diberikan terhadap 9
klien pada kelompok pertama, sedangkan 12 klien pada kelompok kedua diberikan tindakan
generalis klien, keluarga, Terapi Kognitif, dan Psikoedukasi keluarga. Hasil menunjukan
bahwa yang diberikan tindakan generalis klien, keluarga, Terapi Kognitif dan Psikoedukasi
keluarga memberi dampak penurunan tanda dan gejala dan peningkatan kemampuan yang lebih
besar dibandingkan pada kelompok yang mendapatkan terapi generalis klien, keluarga, dan
Terapi Kognitif. Hasil karya ilmiah ini direkomendasikan pada klien ansietas di Rumah Sakit
Umum.

Kata kunci : Ansietas, Tindakan Keperawaeatan Generalis, Terapi Kognitif, Psikoedukasi


Keluarga

265
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Emi Wuri Wuryaningsih, Budi Anna keliat, Mustikasari

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Menstimulasi Perkembangan Anak Usia


Toddler dengan Memberdayakan Ibu dan Kader Kesehatan Jiwa

Abstrak

Upaya promosi kesehatan jiwa sejak masa anak-anak penting untuk meningkatkan kualitas
sumber daya manusia Indonesia. Karya ilmiah akhir ini bertujuan menggambarkan hasil
penerapan terapi kelompok terapeutik anak toddler dengan memberdayakan ibu dan kader
kesehatan jiwa. Metode yang digunakan adalah penerapan terapi kelompok terapeutik dalam
program Community Mental Health Nursing. Terapi kelompok terapeutik dapat meningkatkan
pencapaian tugas perkembangan kemandirian anak, kemampuan ibu dalam menstimulasi
perkembangan anak toddler secara holistik (motorik, kognitif, bahasa, emosi- kepribadian,
moral-spiritual, psikososial), dan kemampuan kader kesehatan jiwa membantu keluarga untuk
memfasilitasi perkembangan kemandirian anak toddler. Perawat Jiwa di Puskesmas dapat
menerapkan terapi kelompok terapeutik dengan memberdayakan ibu, keluarga, dan kader
kesehatan jiwa.

Kata kunci: Terapi Kelompok Terapeutik, Anak Toddler, Tugas Perkembangan

266
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Feri Fernandes, Budi Anna Keliat, Novi Helena Catharina Daulima

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Menstimulasi Perkembangan Remaja


dengan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Model Promosi Kesehatan

Abstrak

Remaja merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan
percepatan perkembangan fisik, mental dan emosional. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini
adalah diketahuinya hasil penerapan terapi kelompok terapeutik sebagai bentuk stimulasi
perkembangan remaja dengan pendekatan model Stuart dan model promosi kesehatan.
Kelompok pertama 16 orang diberikan terapi kelompok terapeutik, pendidikan kesehatan dan
pemberdayaan kader, kelompok dua 9 orang diberikan terapi kelompok terapeutik dan
pemberdayaan kader saja. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap kemampuan
remaja dalam menstimulasi perkembangan dan perkembangan identitas diri lebih tingi pada
kelompok yang diberikan terapi kelompok terapeutik, pendidikan kesehatan keluarga dan
pemberdayaan kader. Terapi kelompok terapeutik direkomendasikan untuk dilakukan pada
tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat dengan melibatkan keluarga dan kader
kesehatan jiwa untuk mencapai perkembangan remaja yang lebih optimal.

Kata kunci: Pembentukan identitas diri, remaja, model promosi kesehatan

267
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Hasniah, Novi Helena Catharina Daulima, Ice Yulia Wardani

Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Pasien Harga Diri Rendah
menggunakan teori Stuart Stress Adaptation Model dan teori of Human Caring oleh Jean
Watson di Ruang Antareja Rumah Sakit H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Kasus gangguan jiwa berat di dunia terutama pasien skizofrenia terjadi peningkatan khususnya
di negara-negara berkembang. Sebagian besar klien yang dirawat di Ruang Antareja Rumah
Sakit Marzoeki Mahdi adalah klien harga diri rendah . Tujuan Karya Ilmiah Akhir ini adalah
menggambarkan hasil manajemen kasus spesialis terhadap klien harga diri rendah. Tindakan
keperawatan dilakukan pada 20 orang pasien meliputi terapi individu harga diri rendah, terapi
kognitif, terapi perilaku kognitif, terapi psikoedukasi keluarga pada pasien dengan harga diri
rendah. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi terapi individu, terapi kognitif, terapi perilaku
kognitif, dan terapi psikoedukasi keluarga efektif dalam menurunkan tanda dan gejala pasien
harga diri rendah dan peningkatan kemampuan pasien dan keluarga dengan pendekatan teori
stress adaptation model oleh Stuart dan teori of Human Caring oleh Watson. Rekomendasi
hasil karya ilmiah ini adalah terapi kognitif, terapi perilaku kognitif dan terapi psikoedukasi
keluarga dapat dilakukan pada pasien harga diri rendah di seluruh tatanan pelayanan kesehatan
jiwa.

Kata kunci: Harga diri rendah, Terapi kognif, Terapi Perilaku Kognitif, Terapi Psikoedukasi
Keluarga

268
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Jek Amidos Pardede, Achir Yani S Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Isolasi Sosial Menggunakan
Pendekatan Model dan Konsep Teori Hildegard Peplau dan Virginia Henderson di
Ruang Arimbi Rumah Sakit Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran manajemen kasus spesialis
keperawatan jiwa pada klien isolasi sosial menggunakan pendekatan model dan konsep teori
Hildegrad Peplau dan Virginia Henderson di Ruang Arimbi Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki
Mahdi Bogor. Social Skill Training (SST) dan Cognitive Behavior Social Skill Training
(CBSST) diberikan kepada 32 klien. Hasil yang ditemukan SST dan CBSST efektif dalam
menurunkan gejala isolasi sosial yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif, fisiologis,
perilaku dan sosial. SST dan CBSST direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan
pada klien isolasi sosial.

Kata kunci : Isolasi sosial, Social Skill Training, Cognitive Behavior Social Skill Training,
Model Hubungan Interpersonal Peplau, Hubungan Timbal-balik Henderson

269
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Lia Juniarni, Mustikasari, Ice Yulia Wardani

Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Klien Dewasa Muda Dengan Diagnosis Harga
Diri Rendah Situasional Menggunakan Pendekatan Stuart Dan Model Adaptasi Roy Di
RW 02 Kelurahan Sukadamai Kecamatan Tanah Sareal

Abstrak

Harga diri rendah situasional adalah penilaian diri yang negatif yang muncul pada kondisi
tertentu akibat adanya stressor. stressor pekerjaan dapat memberikan dampak psikologis bagi
klien dewasa muda. Tidak bekerja merupakan stimulus fokal yang menimbulkan perilaku tidak
efektif yaitu perilaku harga diri rendah situasional. Harga diri rendah situasional perlu ditangani
dengan memberikan latihan asertif diantaranya dengan Assertivenes training (AT) yang
dikombinasikan dengan pemberian Terapi Kelompok Terapeutik (TKT). Kerangka yang
digunakan adalah Model Stres Adaptasi Stuart dan Model Adaptasi Roy. Aplikasi TKT dan
AT dapat menstabilitasi mekanisme koping yang adaptif dan memodifikasi perilaku maladaptif
menjadi perilaku adaptif. Analisa dilakukan pada 12 klien. Hasil analisa menunjukkan bahwa
penurunan tanda dan gejala harga diri rendah situasional yang dimediasi atau difasilitasi oleh
peningkatan kemampuan melakukan stimulasi tahap perkembangan dewasa muda dan
peningkatan kemampuan asertif. Saran dari Karya Ilmiah Akhir ini adalah untuk meningkatkan
dukungan sosial diperlukan klien dewasa muda yang tidak bekerja, baik dari teman, keluarga
maupun perawat CMHN untuk menstabilisasi perilaku adaptif yang sudah dipelajari.

Kata kunci: Dewasa muda, Assertivenes Training, Harga diri rendah situasional.

270
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Martina, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan Latihan Keterampilan Sosial dan Psikoedukasi keluarga Pada Klien Isolasi
Sosial Menggunakan Pendekatan Modeling dan Role Modeling di Rumah Sakit Jiwa

Abstrak

Diagnosis keperawatan yang ditemukan pada klien skizofrenia salah satunya adalah isolasi
sosial. Tujuan Karya ilmiah adalah diketahui hasil penerapan latihan keterampilan sosial dan
psikoedukasi keluarga pada klien isolasi sosial menggunakan pendekatan Modeling dan Role
Modeling. Tindakan keperawatan yang diberikan berupa tindakan keperawatan generalis klien,
TAKS, generalis keluarga dan latihan keterampilan sosial pada 19 klien dan tindakan
keperawatan generalis klien, TAKS, generalis keluarga, latihan keterampilan sosial dan
psikoedukasi keluarga pada 6 klien. Hasil menunjukkan bahwa pemberian tindakan generalis
klien, TAKS, keluarga, latihan keterampilan sosial dan psikoedukasi pada keluarga lebih tinggi
penurunan tanda dan gejala serta peningkatan kemampuan sosialisasi dibandingkan yang
diberikan tindakan keperawatan generalis klien, TAKS, generalis keluarga dan latihan
keterampilan sosial. Hasil Karya ilmiah ini direkomendasikan pada klien isolasi sosial di
Rumah Sakit Jiwa.

Kata Kunci: Isolasi Sosial, Tindakan keperawatan generalis, Latihan keterampilan sosial,
Psikoedukasi Keluarga

271
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Missesa, Novi Helena Catharina Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada lansia demensia dengan konfusi
kronis menggunakan pendekatan Model Adaptasi Roy di Ruang Saraswati Rumah Sakit
DR.H. Marzoeki Mahdi Bogor.

Abstrak

Prevalensi gangguan mental emosional termasuk demensia di Jawa Barat berdasarkan hasil
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Tahun 2007 dan 2013 melebihi angka nasional serta
paling banyak dialami oleh lansia. Konfusi kronis merupakan diagnosa keperawatan pada
lansia demensia terkait menurunnya fungsi kognitif. Asuhan keperawatan jiwa dengan
pendekatan Model Adaptasi Roy mengatasi konfusi kronis melalui intervensi keperawatan jiwa
secara generalis, terapi kelompok Reminiscence dan Family Psychoeducation (FPE). Tujuan
karya ilmiah akhir ini untuk mengetahui manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa terhadap
klien konfusi kronis di ruang Saraswati RSMM Bogor dengan pendekatan Model Adaptasi
Roy. Jumlah lansia yang dikelola ada 12 orang. Hasil manajemen kasus spesialis keperawatan
jiwa menunjukkan bahwa penurunan tanda dan gejala konfusi kronis serta peningkatan
kemampuan lansia demensia mengatasi konfusi kronis. Rekomendasi hasil karya ilmiah akhir
ini adalah diharapkan perawat jiwa menerapkan terapi keperawatan generalis dan spesialis
(Terapi Kelompok Reminiscence dan FPE) baik di ruang perawatan rawat inap maupun
daycare pada lansia.

Kata kunci: Demensia, FPE, konfusi kronis, lansia, model adaptasi Roy, reminiscence

272
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Reni Nuryani, Achir Yani. S.Hamid, Mustikasari

Penerapan Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Terapi Suportif Pada Klien Hipertensi
Dengan Ansietas Menggunakan Pendekatan Social Support Theory

Abstrak

Hipertensi dapat menyebabkan ansietas yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan beban
bagi klien. Ansietas yang berkepanjangan akan menjadi negatif ketika tidak lagi berfungsi
sebagai tanda bahaya yang menyebabkan perilaku maladaptif maka individu menjadi tidak
produktif dan dapat menimbulkan ganggguan jiwa. Tujuan karya ilmiah akhir ini untuk
memberikan gambaran tentang penerapan terapi suportif pada klien dengan hipertensi yang
mengalami ansietas menggunakan pendekatan Social Support Theory. Terapi suportif
diberikan kepada klien hipertensi yang mengalami ansietas sebanyak 15 klien. Hasil penerapan
terapi suportif ini menunjukan dapat menurunkan tanda dan gejala ansietas dan meningkatkan
kemampuan klien dalam menggunakan sumber dukungan. Hasil karya ilmiah ini diharapkan
Puskesmas dapat melanjutkan terapi suportif secara berkesinambungan, meningkatkan
dukungan sosial dengan memberdayakan masyarakat dan membentuk SHG untuk
meningkatkan kemandirian klien.

Kata kunci: Terapi Suportif, hipertensi, ansietas

273
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Riris Ocktryna Silitonga, Achir Yani. S.Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Klien Risiko Perilaku Kekerasan dengan
Pendekatan Model Adaptasi Roy dan Johnson’s Behavioral System Model di Unit
Intensive Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Klien perilaku kekerasan menunjukan ketidakmampuan dalam beradaptasi secara kognitif dan
emosi konstruktif. Tujuan penulisan menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan
dengan pendekatan Model Adaptasi Roy dan Johnson’s Behavioural System Model klien risiko
perilaku kekerasan. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertive training pada 15
klien dan cognitive behaviour therapy pada 24 klien. Hasil assertive training dan cognitive
behaviour therapy dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan dan peningkatan
kemampuan koping adaptif dalam menghadapi peristiwa yang menimbulkan perilaku
kekerasan. Rekomendasi penerapan Model Adaptasi Roy dan Johnson’s Behavioural System
Model dengan intervensi keperawatan assertive training dan cognitive behaviour therapy dapat
menurunkan gejala perilaku kekerasan.

Kata kunci: Perilaku kekerasan, assertive training, cognitive behaviour therapy, Model
Adaptasi Roy Johnson’s Behavioural System Model

274
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Sri Puji Lestari, Mustikasari, Novi Helena Catharina Daulima

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik lansia dan Life Review dalam pencapaian
Tugas perkembangan Lansia dengan menggunakan Model Stres adaptasi dan Teori
Transisi Di RW 04 dan 05 Kelurahan Sukadamai Kecamatan Tanah Sareal Bogor.

Abstrak

Angka harapan hidup pada tahun 2004 umur harapan hidup hanya pada kisaran 66,2 tahun dan
pada tahun 2014 meningkat menjadi umur 72 tahun. Peningkatan harapan hidup itu
menyebabkan bertambahnya populasi penduduk berusia lanjut atau usia diatas 60 tahun.
Menurut Erik H. Erikson tugas perkembangan lanjut usia adalah tercapainya Integritas ego
versus Keputusasaan, artinya apabila lanjut usia mampu melaksanakan tugas perkembangan
sesuai tahapan perkembangan lanjut usia maka akan tercapai integritas ego yang baik. Jumlah
sampel yang diambil adalah 14 usia lanjut dengan diagnosa sehat. Terapi kelompok terapeutik
lansia dapat meningkatkan integritas ego 8,6%, sedangkan terapi life review dapat
meningkatkan integritas ego lansia sampai dengan 6,6%. Teori transisi dapat digunakan dalam
keperawatan lansia

Kata kunci: TKT Lansia, TKT Life Review, Integritas ego, Model stres Adaptasi, Teori
transisi

275
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Susanti Niman, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Efek Logoterapi dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap ketidakberdayaan Klien Penyakit


Kronis Di Rumah Sakit Umum

Abstrak

Ketidakberdayaan pada penyakit kronis terjadi akibat faktor fisiologis, manajemen pengobatan,
proses kehilangan, kurangnya pengetahuan, sistem perawatan kesehatan, isu sosial, kurangnya
sumber diluar individu, ketidakpastian dan budaya (Lukbin & Larsen, 2013). Tujuan karya
ilmiah akhir adalah mengetahui efek logoterapi dan psikoedukasi keluarga terhadap
ketidakberdayaan klien penyakit kronis yang dirawat di rumah sakit umum melalui pendekatan
Orems’s Selfcare Model. Tindakan keperawatan logoterapi dan psikoedukasi keluarga
diberikan kepada 17 klien dengan penyakit kronis yang dirawat 3-6 hari dan 7 klien yang
dirawat 1-2 hari. Pelaksanaan logoterapi pada klien dan psikoedukasi keluarga pada caregiver
dapat menurunkan tanda dan gejala ketidakberdayaan, meningkatkan kemampuan klien dan
keluarga dalam mengatasi ketidakberdayaan dan selfcare klien. Rerata peningkatan
kemampuan 17 klien yang dirawat 3-6 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 7 klien yang
dirawat 1-2 hari. Karya ilmiah ini direkomendasikan untuk klien ketidakberdayaan akibat
penyakit kronis.

Kata kunci: ketidakberdayaan, logoterapi, psikoedukasi keluarga, Orem’s Self care Model

276
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Umi Rachmawati, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Dampak pemberian Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), Social Skill Training
(SST), Family Psychoeducation (FPE) dan Pemberdayaan kader kesehatan jiwa terhadap
klien isolasi sosial di komunitas melalui pendekatan Community as Partner Model.

Abstrak

Isolasi sosial adalah masalah keperawatan yang ditemukan pada klien skizofrenia. Tujuan
karya ilmiah adalah diketahuinya hasil asuhan keperawatan berupa Terapi Aktivitas Kelompok
Sosialisasi (TAKS), Social Skill Training (SST) dan Family Psychoeducation (FPE) serta peran
kader kesehatan jiwa merawat klien isolasi sosial melalui pendekatan Community as Partner
Model. Pemberian Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), tindakan keperawatan
spesialis Social Skill Training (SST) bagi klien, dukungan sosial keluarga melalui Family
Psychoeducation (FPE), serta kegiatan kader kesehatan jiwa dengan cara home visite pada 4
klien isolasi sosial dengan skizofrenia. Hasil yang diperoleh menunjukkan penurunan tanda
dan gejala disertai peningkatan kemampuan sosialisasi klien. Direkomendasikan penelitian
mengenai asuhan keperawatan klien isolasi sosial disertai pemberdayaan kader kesehatan jiwa
dengan responden yang lebih banyak.

Kata kunci: Isolasi sosial, Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), Social Skill
Training (SST), Family Psychoeducation (FPE), pemberdayaan kader kesehatan jiwa.

277
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2014

Wahyu Reknoningsih, Mustikasari, Ice Yulia Wardani

Efektivitas Terapi Kelompok Terapeutik Pra Sekolah Terhadap Perkembangan Inisiatif


Anak Usia Pra Sekolah di Rw 06 Kelurahan Suka Damai Tanah Sareal Bogor.

Abstrak

Perkembangan mental yang sehat pada anak mencerminkan kualitas kepribadian anak sebagai
masa depan dan generasi penerus cita-cita suatu bangsa. Guna membentuk dan
mengembangkan kepribadian anak, diperlukan stimulasi untuk mencapai perkembangan yang
optimal terutama pada usia lima tahun pertama kehidupan atau usia prasekolah. Tujuan karya
ilmiah akhir (KIA) ini adalah memperoleh gambaran tentang Efektivitas Terapi Kelompok
Terapeutik Pra Sekolah terhadap perkembangan inisiatif anak usia pra sekolah di rw 06
Kelurahan Suka Damai Tanah Sareal Bogor Tahun 2014. Karya ilmiah akhir ini menggunakan
pendekatan model konseptual keperawatan Hildegard Peplau dan manajemen CMHN
(Community Mental Health Nursing). Hasil KIA menunjukkan peningkatan perkembangan
inisiatif anak usia pra sekolah dan kemampuan ibu dalam melakukan stimulasi perkembangan.
Terapi kelompok terapeutik pra sekolah direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan
pelayanan kesehatan di masyarakat sebagai bentuk pelayanan keperawatan kesehatan jiwa pada
anak pra sekolah beserta keluarga dengan melibatkan kader kesehatan di masyarakat guna
mengoptimalkan perkembangan inisiatif anak.

Kata kunci: Terapi kelompok terapeutik, Anak Pra Sekolah, Perkembangan Inisiatif

278
279
KUMPULAN ABSTRAK KIA TAHUN 2015

280
281
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Aisyah Safitri, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Penerapan Terapi Keperawatan Jiwa Individu dan Kelompok Untuk Ansietas Pada
Klien Hipertensi Dengan Menggunakan Pendekatan Keperawatan Transkultural di
Kota Bogor

Abstrak

Klien hipertensi berisiko mengalami ansietas yang dapat mempengaruhi kualitas hidup klien.
Tujuan penulisan ini memberikan gambaran hasil penerapan terapi generalis, terapi
Progressive Muscle Relaxation (PMR), serta terapi kelompok suportif dan Self Help Group
(SHG) pada klien ansietas dengan hipertensi. Metode yang digunakan adalah deskriptif
analitik melalui pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Model Keperawatan
Transkultural. Terapi generalis dan PMR diberikan secara individu pada 16 klien dimana 5
klien dilanjutkan dengan pemberian terapi suportif dan SHG secara berkelompok. Hasil
penerapan terapi individu pada klien menunjukan penurunan tanda dan gejala pada aspek
kognitif, afektif dan fisiologis serta peningkatan kemampuan terbanyak adalah rileksasi
hipnotis lima jari dan relaksasi otot. Hasil penerapan terapi kelompok pada klien menunjukan
penurunan tanda dan gejala terbanyak pada aspek sosial dan peningkatan kemampuan
terbanyak adalah berbagi sumber dukungan sosial. Kombinasi terapi generalis, terapi PMR,
terapi suportif dan SHG direkomendasikan efektif untuk ansietas pada klien hipertensi.

Kata kunci: Terapi Generalis, Terapi PMR, Terapi Suportif, Terapi SHG, Ansietas dan
Hipertensi

282
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Aulya Akbar, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Penerapan terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan


dan tanda gejala pada klien harga diri rendah kronik dengan menggunakan
pendekatan teori adaptasi roy di rumah sakit jiwa

Abstrak

Harga diri rendah kronik merupakan gejala negative dari Skizoprenia. Salah satu ciri dari
diagnosa ini adalah munculnya pikiran negative. Pikiran negatif pada klien skizoprenia
disebabkan karena kesulitan dalam berpikir jernih dan logis terhadap diri sendiri. Karya ilmiah
ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi
keluarga pada klien Harga Diri Rendah. Pemberian terapi dilakukan pada 2 kelompok yaitu
kelompok yang mendapatkan terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi keluarga pada 15 klien
dan kelompok yang mendapatkan terapi pikiran perilaku pada 5 klien. Hasil pelaksanaan terapi
menunjukan adanya perbedaan penurunan tanda gejala dan kemampuan antara dua kelompok
intervensi. Rekomendasinya terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi keluarga dapat dijadikan
standar terapi spesialis keperawatan jiwa.

Kata Kunci: Harga diri rendah, Terapi perilaku kognitif, Terapi psikoedukasi keluarga

283
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Cucu Rokayah, Novi Helena Catharina Daulima, Yossie Susanti Eka Putri

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada klien Ketidakberdayaan dengan


Penyakit Gagal Ginjal Kronis menggunakan Pendekatan Chronic Sorrow theory di
Ruang Bisma Rumah sakit Maezoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Ketidakberdayaan dapat terjadi karena faktor fisiologis, manajemen pengobatan, proses


kehilangan, kurangnya pengetahuan, stigma, ketidakpastian dan budaya. Ketidakberdayaan
dapat mengakibatkan keputusasaan bahkan resiko bunuh diri. Tujuan penulisan karya ilmiah
ini adalah memberikan gambaran manajemen keperawatan jiwa terhadap klien
ketidakberdayaan dengan gagal ginjal kronis di rumah sakit dengan pemberian logoterapi
melalui pendekatan Chronic Sorrow theory. Logoterapi diberikan kepada 16 klien gagal ginjal
kronis yang menjalani hemodialisa. Setelah pemberian logoterapi klien menunjukan penurunan
tanda dan gejala ketidakberdayaan dan peningkatan kemampuan dalam menemukan makna
hidup dibalik penderitaan yang dialaminya. Logoterapi direkomendasi untuk klien dengan
masalah ketidakberdayaan akibat penyakit kronis. Untuk meningkatkan efektifitas perlu
adanya kombinasi terapi bagi klien ketidakberdayaan.

Kata kunci : Gagal ginjal kronik, Chronic Sorrow theory Eakes, logoterapi.

284
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Deasti Nurmaguphita, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Kanak-kanak dan Psikoedukasi Keluarga pada


Anak dan Orangtua Terhadap Perkembangan Otonomi Di Kecamatan Bogor Tengah

Abstrak

Upaya kesehatan anak usia kanak-kanak di masyarakat masih berfokus pada fisik, sedangkan
stimulasi perkembangan masih minim dilakukan. Tujuan Penulisan Karya Ilmiah Akhir ini
ialah mengetahui hasil penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dan Psikoedukasi Keluarga
terhadap perkembangan otonomi kanak-kanak dan kemampuan orangtua dalam mestimulasi
kanak-kanak. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian dua terapidengan
pendekatan teori Health Promotion dan Model Stress Adaptasi Stuart. Jumlah kanak- kanak
yang mendapatkan TKT adalah 20 orang beserta orangtuanya, 15 diantaranya mendapatkan
tambahan Terapi Psikoedukasi Keluarga. Hasil dari pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik
yang dilakukan pada 20 kanak-kanak beserta orangtuanya meningkatkan perkembangan
otonomi kanak-kanak serta meningkatan kemampuan orangtua dalam mestimulasi kanak-
kanak. Selanjutnya orangtua dari 15 kanak-kanak yang mendapatkan tambahan Terapi
Psikoedukasi Keluarga mengalami peningkatan kemampuan mestimulasi kanak-kanak dan
perkembangan otonomi kanak-kanak yang lebih tinggi. Rekomendasi, kedua terapi ini sesuai
untuk diterapkan pada kanak-kanak dan orangtua sebagai bentuk pelayanan protektif dan
promotif bagi anak usia kanak-kanak dan orangtua untuk perkembangan otonomi kanak-kanak.

Kata kunci: Perkembangan otonomi, kanak-kanak, TKT dan Psikoedukasi Keluarga

285
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Diah Sukaesti, Achir Yani S. Hamid, Ice Yulia Wardani

Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Isolasi Sosial dan Risiko
Perilaku Kekerasan Menggunakan Pendekatan Hubungan Interpersonal Peplau dan
Stuart di Ruang Gatotkaca RSMM

Abstrak

Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang dialami individu dan dipersepsikan
disebabkan oleh orang lain. Ketidakmampuan mengungkapkan perasaan yang dirasakan oleh
klien dapat membuat klien marah. Risiko perilaku kekerasan merupakan respon destruktif
individu terhadap stressor. Tujuan penulisan karya Ilmiah ini menjelaskan manajemen asuhan
keperawatan spesialis jiwa pada klien dengan isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan
dengan menggunakan hubungan interpersonal Peplau dan Stuart. Intervensi diberikan pada 69
klien dengan isolasi sosial dan risiko perilaku kekerasan. dengan menggunakan terapi social
skill training, Assertiveness Training, Cognitive Behavior Therapy. Hasil didapatkan
penurunan tanda dan gejala secara kognitif afektif, fisiologis, perilaku, sosial dan peningkatan
kemampuan klien dan keluarga. Rekomendasi penelitian ini adalah klien dengan isolasi sosial
dilakukan terapi Social skill training, klien dengan risiko peilaku kekerasan diberikan terapi
spesialis cognitive behavior therapy dan assertiveness training dengan menggunakan
pendekatan hubungan interpersonal Peplau dan Stuart.

Kata kunci: Isolasi sosial, Risiko perilaku kekerasan, Asertif

286
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Dinarwiyata, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Penerapan Terapi Latihan Asertif Dan Psikoedukasi Keluarga pada Klien Dengan Risiko
Perilaku Kekerasan Di RSJ Bogor

Abstrak

Skizophrenia paranoid memperlihatkan tanda dan gejala perilaku kekerasan yang berisiko
cedera bagi klien dan lingkungan. Tujuan Karya Ilmiah ini untuk mengetahui pengaruh terapi
generalis, latihan asertif, psikoedukasi keluarga terhadap tanda dan gejala, kemampuan klien,
keluarga. Metode yang digunakan deskriptif analitik dengan memberikan terapi generalis,
latihan asertif, pada 20 klien dan selanjutnya pada 7 klien diberikan psikoedukasi pada
keluarga. Pemberian terapi generalis, latihan asertif pada 13 klien menunjukkan penurunan
tanda, gejala, peningkatan kemampuan klien. Pemberian terapi generalis, latihan asertif,
psikoedukasi keluarga pada 7 klien dan keluarganya menunjukkan penurunan tanda dan gejala,
peningkatan kemampuan yang lebih besar daripada pemberian terapi generalis, latihan asertif.
Direkomendasikan kombinasi terapi generalis, latihan asertif, psikoedukasi keluarga pada klien
resiko perilaku kekerasan.

Kata kunci: Resiko perilaku kekerasan, terapi generalis, latihan asertif, psikoedukasi keluarga.

287
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Emilia Puspitasari Sugiyanto, Achir Yani S. Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa pada Keluarga dengan Koping Tidak
Efektif Menggunakan Modifikasi Model Adaptasi Roy dan Kebutuhan Dasar Henderson
di RSMM Bogor

Abstrak

Anggota keluarga yang sakit merupakan salah satu stressor yang dapat mempengaruhi
keluarga. Koping keluarga adalah suatu upaya yang dilakukan oleh keluarga untuk mengatasi
stressor. Ketidak mampuan keluarga dalam mengatasi stressor yang ada menyebabkan beban
keluarga. Upaya perlu dilakukan untuk membantu keluarga dalam mengatasi kondisi tersebut.
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah memperoleh gambaran tentang “Manajemen Asuhan
Keperawatan Spesialis Jiwa pada Keluarga dengan Koping Tidak Efektif menggunakan
Modifikasi Model Adaptasi Roy dan Kebutuhan Dasar Manusia Virginia Henderson”. Model
Adaptasi Roy dan Kebutuhan Dasar Manusia Virginia Henderson memberikan gambaran
tentang proses terjadinya koping tidak efektif dan bentuk ketidakmampuan yang dialami oleh
keluarga. Analisis dilakukan pada 24 keluarga. Hasil didapatkan tanda gejala koping keluarga
tidak efektif menurun, kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit dan
kemampuan mengelola beban keluarga meningkat. Karya ilmiah akhir ini merekomendasikan
manajemen asuhan keluarga dengan koping tidak efektif perlu dilakukan di rumah sakit,
dengan meningkatkan kemampuan perawatan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang
sakit dan meningkatkan kemampuan mengelola beban yang dialami oleh keluarga.

Kata Kunci: Koping keluarga tidak efektif, model adaptasi Roy, kebutuhan dasar Henderson

288
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Ervan, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Penerapan Terapi Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga pada Klien Defisit Perawatan
Diri Dengan Pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Model Adaptasi Roy di
Rumah Sakit Jiwa

Abstrak

Defisit perawatan diri adalah salah satu gejala negatif dari skizoprenia, merupakan
ketidakmampuan melakukan perawatan diri. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah
memberikan gambaran penerapan terapi generalis, terapi aktivitas kelompok, terapi perilaku
dan psikoedukasi keluarga terhadap tanda dan gejala serta kemampuan klien defisit perawatan
diri. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui pendekatan model stres adaptasi
Stuart dan model adaptasi Roy di Rumah Sakit Jiwa. Penerapan terapi generalis dan terapi
aktivitas kelompok pada 40 klien, dengan hasil 16 klien mengalami penurunan tanda dan gejala
serta peningkatan kemampuan perawatan diri. Penerapan terapi perilaku dan psikoedukasi
keluarga merupakan terapi lanjutan hanya terhadap 24 klien, hasilnya 23 klien mengalami
penurunan tanda dan gejala serta peningkatan kemampuan klien dan keluarga dalam perawatan
diri klien. Direkomendasikan kombinasi terapi perilaku dan psikoedukasi keluarga dengan
pendekatan model stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy menjadi standar terapi spesialis
keperawatan jiwa untuk klien defisit perawatan diri.

Kata kunci: Terapi perilaku, psikoedukasi keluarga, defisit perawatan diri, model stres
adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy.

289
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Evi Tunjung F, Achir Yani S. Hamid, Novi Helena Catharina Daulima

Family empowerment dalam manajemen kasus spesialis isolasi social dan harga diri
rendah menggunakan pendekatan teori Peplau, Henderson dan King di Rw 12
Kelurahan Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor

Abstrak

Gangguan jiwa berat selain berdampak terhadap diri sendiri,juga berdampak pada keluarga.
Teridentifkasi berbagai beban keluarga saat merawat klien gangguan jiwa,termasuk beban
sosial yaitu stigma.Stress yang dialami keluarga dalam merawat klien gangguan jiwa dalam
jangka waktu lama, akan membuat keluarga menggunakan berbagai strategi koping yang
sangat bervariasi, baik yang positif maupun negatif. Strategi koping yang digunakan keluarga
dalam memberikan perawatan pada klien gangguan klien gangguan jiwa, memberikan dampak
bervariasi dalam kesembuhan klien. Tujuan : menjelaskan family empowerment dalam
manajemen kasus isolasi sosial dan harga diri rendah dengan pendekatan teori
Peplau,Henderson dan King. Analisis dilakukan pada 7 klien dengan Cognitive Therapy (CT),
Commitment Therapy(ACT) dan Social Skills Training(SST) sedangkan keluarga dengan
Family Psycoeducation(FPE) dan Triagle Therapy. Hasil penerapan family empowerment
meningkatkan peran serta keluarga dalam meningkatkan kemampuan klien dalam
mengembangkan harga diri dan ketrampilan sosial, lebih mandiri dan produktif.

Kata kunci: Family Empowerment ,Harga diri rendah, Isolasi Sosial, FPE, Triagle Therapy

290
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Fajar Rinawati, Achir Yani S. Hamid, Mustikasari

Penerapan Terapi Perilaku Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien dengan Halusinasi
dan Risiko Perilaku Kekerasan Menggunakan Pendekatan Teori Johnson dan Teori
Lewin

Abstrak

Alasan klien gangguan jiwa masuk rumah sakit karena adanya perilaku nyata yang maladaptif,
seperti mencederai diri sendiri, orang lain atau lingkungan, sehingga membutuhkan perawatan
segera, yaitu dengan mengontrol perilaku klien yang mengganggu. Terapi perilaku merupakan
terapi yang digunakan untuk memodifikasi perilaku maladaptif. Tujuan penulisan karya ilmiah
ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi perilaku pada klien halusinasi dan risiko perilaku
kekerasan. Analisa ini dilakukan pada 10 klien yang mendapatkan terapi perilaku dengan
diagnosa keperawatan halusinasi dan risiko perilaku kekerasan. Hasil analisa menunjukkan ada
perubahan tanda gejala serta kemampuan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi perilaku.
Terapi perilaku dapat dilakukan bukan hanya pada klien defisit perawatan diri, namun pada
setiap klien yang mempunyai perilaku maladptif, baik halusinasi, perilaku kekerasan atau
perilaku lain. Terapi perilaku tepat digunakan bagi klien di ruang akut yang memperlihatkan
perilaku maladaptif.

Kata kunci: Terapi perilaku, halusinasi, dan risiko perilaku kekerasan

291
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Junardi, Novi Helena Catharina Daulima, Ice Yulia Wardani

Asuhan Keperawatan spesialis jiwa Pada Klien Dengan Isolasi Sosial melalui pendekatan
Teori Model Adaptasi Stuart di Ruang Antareja Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi
Bogor

Abstrak

Gejala positif, negatif, dan disorganized adalah tiga kategori gejala Skizofrenia (Shives, 2005).
Salah satu gejala negatif Skizofrenia adalah Isolasi Sosial. Isolasi sosial adalah keadaan dimana
individu mengalami penurunan dan bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan
orang lain (Keliat, 2006). Isolasi sosial merupakan salah satu respon maladaptif dalamrentang
respon neurobiologi selain delusi, halusinasi, gangguan emosi dan gangguan perilaku (Stuart
& Laraia, 2005). Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk menggambarkan penerapan terapi
Latihan Keterampilan Sosial dan Psikoedukasi keluarga pada klien dan keluarga klien dengan
isolasi sosial dengan pendekatan model Stres Adaptasi Stuart di Rumah Sakit dr. H. Marzoeki
Mahdi Bogor. Jumlah klien yang dikelola sebanyak 46 orang dengan masalah keperawatan
isolasi sosial dan 20 orang keluarga klien isolasi sosial. Hasil yang diperoleh yaitu klien
mampu berinteraksi dengan orang lain. Tugas utama perawat dalam teori Stuart ini adalah
membantu klien agar dapat mengeksplorasi perasaan mereka untuk dapat menetapkan
intervensi apa yang akan diberikan dengan peran perawat sebagai orang asing, narasumber,
pendidik, pemimpin, wali, dan penasehat dalam memberikan layanan keperawatan.
Berdasarkan hasil di atas direkomendasikan bahwa terapi Latihan Keterampilan Sosial dan
Psikoedukasi keluarga pada klien dan keluarga klien dengan isolasi sosial dapat dijadikan
standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan
pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Skizofrenia, isolasi sosial, Latjan Keterampilan Sosial, Psikoedukasi Keluarga,
teori Stres Adaptasi Stuart.

292
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Ike Mardiati Agustin, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Penerapan Terapi Generalis, Terapi Kognitif dan Terapi Reminiscence terhadap


Ketidakberdayaan pada Orang Lanjut Usia menggunakan Model Stres Adaptasi Stuart
dan Model Interpersonal Peplau di Kota Bogor.

Abstrak

Peningkatan jumlah orang lanjut usia diikuti munculnya masalah kesehatan jiwasalah satunya
adalah ketidakberdayaan. Tujuan penulisan ini memberikan gambaran hasil penerapan terapi
generalis, terapi kognitif dan terapi reminiscence terhadap ketidakberdayaan orang lanjut usia.
Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik melalui pendekatan Model Stres Adaptasi
Stuart dan Model Interpersonal Peplau, pada 10 orang lanjut usia yang mendapatkan terapi
generalis dilanjutkan mendapatkan terapi kognitif dan terapi reminiscence. Hasil penerapan
terapi generalis pada klien menunjukan penurunan tanda dan gejala kognitif dan peningkatan
kemampuan yang terbanyak adalah afirmasi positif, hasil penerapan terapi generalis pada
keluarga menunjukan peningkatan kemampuan keluarga dalam mengetahui pengertian serta
tanda dan gejala ketidakberdayaan. Hasil penerapan terapi kognitif menunjukan penurunan
tanda dan gejala pada aspek kognitif dan afektif, dan peningkatan kemampuan yangterbanyak
mengendalikan pikiran negatif. Hasil pada penerapan terapi reminiscence menunjukan
penurunan tanda dan gejala terbesar pada aspek kognitif dan perilaku dengan peningkatan
kemampuan terbanyak adalah mengenang hal-hal yang menyenangkan. Kombinasi terapi
generalis, terapi kognitif dan terapi reminiscence direkomendasikan efektif untuk
ketidakberdayaan pada orang lanjut usia.

Kata kunci : Orang lanjut usia, ketidakberdayaan,terapi generalis ketidakberdayaan, terapi


kognitif, terapi reminiscence.

293
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Livana PH, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan terapi generalis dan terapi spesialis (penghentian pikiran, relaksasi otot
progresif, dan psikoedukasi keluarga) pada klien ansietas dengan penyakit fisik di rumah
sakit umum.

Abstrak

Ansietas klien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit fisik ditandai dengan rasa tidak
nyaman, sedih, gelisah, khawatir. Karya ilmiah ini bertujuan untuk melaporkan penerapan
terapi generalis dan terapi spesialis (penghentian pikiran, relaksasi otot progresif, psikoedukasi
keluarga) terhadap tanda dan gejala klien ansietas dengan penyakit fisik. Karya ilmiah ini
menggunakan pendekatan konsep “Caring” Swanson dan model stres adaptasi Stuart terhadap
90 klien yang dirawat di rumah sakit umum. Penerapan terapi generalis dan spesialis
(penghentian pikiran dan psikoedukasi keluarga) menurunkan respons kognitif, afektif, dan
sosial (n=34). Penerapan terapi generalis dan spesialis (relaksasi otot progresif dan
psikoedukasi keluarga) menurunkan respons afektif, fisiologis, dan perilaku (n=11). Penerapan
terapi generalis dan spesialis (penghentian pikiran, relaksasi otot progresif, dan psikoedukasi
keluarga) menurunkan respons kognitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial (n=45).
Kombinasi terapi generalis dan spesialis (penghentian pikiran, relaksasi otot progresif, dan
psikoedukasi keluarga) direkomendasikan untuk diberikan pada klien ansietas dengan penyakit
fisik di rumah sakit umum.

Kata Kunci: Terapi penghentian pikiran, Relaksasi otot progresif, dan Psikoedukasi keluarga

294
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Neng Esti Winahayu, Achir Yani S. Hamid, Novi Helena Catharina Daulima

Penerapan Assertiveness Training dan Terapi Kelompok Suportif Menggunakan Teori


Stres Adaptasi Stuart dan Teori Adaptasi Roy di Ruang Dewi Amba, RSMM Bogor

Abstrak

Perilaku kekerasan merupakan perilaku atau tindakan seseorang ketika tidak mampu mengatasi
stressor yang dialaminya, ditunjukkan dengan perilaku aktual berupa kekerasan baik pada diri
sendiri, orang lain, maupun lingkungan baik secara verbal maupun non verbal (Stuart, 2013).
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penerapan assertiveness
training dan terapi kelompok suportif menggunakan Teori Stres Adaptasi Stuart dan Teori
Adaptasi Roy pada klien risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor.
Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertiveness training pada 6 klien dan
kombinasi terapi assertiveness training dan terapi kelompok suportif pada 12 orang klien dalam
kurun waktu 16 Februari – 17 April 2015 di ruang Dewi Amba. Hasil pelaksanaan assertiveness
training dan terapi kelompok suportif dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan
pada aspek kogitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial serta meningkatkan kemampuan
adaptif dalam menghadapi peristiwa yang menimbulkan perilaku kekerasan. Rekomendasi
penelitian ini adalah assertiveness training dan terapi kelompok suportif dapat dijadikan
standar terapi spesialis keperawatan jiwa.

Kata kunci: RIsiko perilaku kekerasan, assertiveness training, terapi kelompok suportif, Teori
Stres Adaptasi Stuart, Teori Adaptasi Roy.

295
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Netrida, Achir Yani S. Hamid, Novi Helena Catharina Daulima

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Klien Risiko Perilaku Kekerasan
Dengan Pendekatan Teori Interpersonal Peplau Dan Stress Adaptasi Stuart di Ruang
Kresna Pria RSMM Bogor

Abstrak

Resiko Perilaku Kekerasan merupakan diagnosa keperawatan yang terbanyak ditemukan di


ruang Intensive Kresna Pria Rumah Sakit Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 70%. Tujuan
Karya Ilmiah Akhir ini untuk menjelaskan penerapan terapi Assertiveness Training (AT),
Cognitive Behaviour Therapy (CBT), dengan menggunakan pendekatan Teori Interpersonal
Peplau, Stress Adaptasi Stuart. Analisis dilakukan pada 39 klien AT, dan 20 klien CBT dalam
kurun waktu 16 Februari -17 April 2015. Hasil pelaksanaan AT dan CBT meningkatkan
kemampuan mengatasi perilaku kekerasan, meningkatkan penurunan tanda gejala perilaku
kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. AT dan CBT merupakan
terapi yang efektif untuk mengatasi masalah risiko perilaku kekerasan.

Kata kunci: Risiko Perilaku Kekerasan, Assertiveness Training, Cognitive Behaviour


Therapy, Teori Interpersonal Peplau, Stress Adaptasi Stuart

296
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Novi Widyastuti Rahayu, Achir Yani S. Hamid, Ice Yulia Wardani

Manajemen Asuhan Keperawatan Spesialis Jiwa Pada Klien Ansietas dengan Gangguan
Fisik Menggunakan Pendekatan Teori Self Care Orem dan Teori Adaptasi Stuart di RW
10 Kelurahan Ciwaringin Bogor Tengah

Abstrak

Gangguan fisik merupakan terganggunya kondisi fisik seseorang karena adanya penyakit fisik
baik kronis maupun akut. Gangguan fisik dapat menyebabkan klien menjadi ansietas. Dampak
negatif ansietas dapat menurunkan produktifitas dan kualitas hidup. Tujuan penulisan karya
ilmiah akhir ini adalah menggambarkan hasil manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa
pada klien ansietas dengan gangguan fisik menggunakan pendekatan teori Self Care Orem dan
teori Adaptasi Stuart di RW 10 Kelurahan Ciwaringin Bogor Tengah. Metode yangdigunakan
studi kasus pada klien ansietas dengan gangguan fisik di RW 10 Kelurahan Ciwaringin.
Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah tindakan keperawatan generalis ansietas, dan
tindakan keperawatan spesialis meliputi terapi individu; terapi relaksasi progresif, terapi
pikiran dan terapi penghentian pikiran; terapi kelompok yaitu terapi suportif dan terapi keluarga
yaitu psikoedukasi keluarga. Hasil pelaksanaan tindakan keperawatan tersebut dapat
menurunkan tanda dan gejala ansietas pada aspek kogitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial
serta meningkatkan kemampuan klien dalam mengatasi ansietas. Berdasarkan hasil karya
ilmiah ini dapat direkomendasikan bahawa terapi relaksasi progresif, terapi pikiran, terapi
penghentian pikiran, terapi suportif dan psikoedukasi keluarga dapat dijadikan standar terapi
spesialis keperawatan jiwa khusunya ansietas.

Kata Kunci: Gangguan fisik, ansietas, teori self care Orem, teori adaptasi Stuart

297
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Prastiwi Puji Rahayu, Mustikasari, Yossie Susanti Eka Putri

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Klien Isolasi Sosial dengan
Pendekatan Model Teori Hubungan Interpersonal Peplau dan Model Stres Adaptasi
Stuart di RS Jiwa Bogor

Abstrak

Isolasi sosial merupakan suatu pengalaman menyendiri dan kesepian dari seseorang dan
perasaan segan terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif atau keadaan yang
mengancam. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran tentang manajemen
kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien isolasi sosial terhadap tanda dan gejala serta
kemampuan klien dengan pendekatan Model Teori Hubungan Interpersonal Peplau dan Model
Stres Adaptasi Stuart. Social Skill Training (SST) diberikan pada 21 klien, SST+Cognitive
Behavior Social Skill Training (CBSST) diberikan pada 7 klien dan Family Psychoeducation
(FPE) diberikan pada 12 keluarga. Hasil yang ditemukan SST dan CBSST efektif dalam
menurunkan tanda dan gejala isolasi sosial yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif,
fisiologis, perilaku dan sosial serta meningkatkan kemampuan klien dalam ketrampilan sosial.
FPE terbukti meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien isolasi sosial. SST,
CBSST, dan FPE direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien isolasi
sosial.

Kata Kunci : Isolasi sosial, Social Skill Training, Cognitive Behavior Social Skill Training,
Family Psychoeducation, Model Teori Hubungan Interpersonal Peplau dan Model Stres
Adaptasi Stuart

298
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Retty Octi syafrini, Mustikasari, Yossie Susanti Eka Putri

Penatalaksanaan asuhan Keperawatan Jiwa pada Klien Harga Diri Rendah dan Resiko
Perilaku Kekerasan dengan Pendekatan Model Adaptasi di Ruang Sadewa RSMM Bogor

Abstrak

Harga diri rendah (HDR) merupakan penilaian atau perasaan negatif mengenai diri sendiri atau
kemampuan diri sendiri. Munculnya pikiran negatif pada klien skizofrenia dikarenakan adanya
kesulitan dalam berfikir jernih dan logis, sering kali sulit konsentrasi sehingga perhatian mudah
teralih yang berlanjut membuat klien gaduh gelisah dan menyebabkan perilaku kekerasan.
Upaya yang dapat dilakukan untuk pasien dengan gangguan jiwa yang didiagnosa HDR dan
resiko perilaku kekerasan (RPK) yaitu dengan memberikan psikoterapi diantaranya cognitive
therapy (CT), cognitive behaviour therapy (CBT), rational emotive behaviour therapy
(REBT), dan assertive training (AT). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah
menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan model adaptasi.
Kegiatan asuhan keperawatan dilakukan pada 13 orang klien di ruang Sadewa RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa CT, CBT, dan REBT efektif diberikan pada klien HDR
dan AT, CBT, REBT, serta kombinasi CBT dan AT efektif diberikan pada klien RPK.
Berdasarkan hasil diatas perlu direkomendasikan bahwa terapi spesialis perlu diberikan pada
klien HDR dan RPK

Kata kunci : Harga diri rendah, resiko perilaku kekerasan, model adaptasi Roy

299
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Syisnawati, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan Terapi Penghentian Pikiran, Relaksasi Otot Progressif, dan Psikoedukasi


Keluarga Terhadap Klien Ansietas dengan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart
dan Interpersonal Peplau Di Kota Bogor

Abstrak

Ansietas merupakan kondisi atau perasaan yang tidak menentu yang dirasakan seseorang yang
dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adanya masalah gangguan fisik Tujuan
karya ilmiah akhir ini untuk memberikan gambaran tentang penerapan terapi penghentian
pikiran, relaksasi otot progressif pada klien dengan ansietas dan psikoedukasi keluargapada
keluarga klien dengan ansietas dengan pendekatan Model stress adaptasi Stuart dan
interpersonal Peplau. Terapi tersebut diberikan kepada klien ansietas sebanyak 16 klien. Hasil
penerapan terapi penghentian pikiran menunjukkan penurunan tanda dan gejala terbesar pada
aspek kognitif dan kemampuan klien meningkat sebanyak 15 orang, Hasil penerapan terapi
relaksasi progressif menunjukkan penurunan tanda dan gejala terbesar pada aspek fisiologis
dan kemampuan klien meningkat sebanyak 16 orang, Hasil penerapan terapi psikoedukasi
keluarga menunjukkan peningkatan kemampuan keluarga klien sebanyak 15 orang. Hasil karya
ilmiah ini diharapkan dapat dijadikan dasar bagi pihak Puskesmas untuk melanjutkan
pelayanan pada pasien ansietas, Penelitian lebih lanjut tentang terapi penghentian pikiran,
relaksasi progressif dan psikoedukasi keluarga.

Kata kunci : Terapi penghentian pikiran, terapi relaksasi otot progressif, terapi
psikoedukasi keluarga, Ansietas

300
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2015

Uswatun Hasanah, Achir Yani S. Hamid, Novi Helena Catharina Daulima

Penerapan Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Kelompok Terapeutik Remaja, Latihan


Asertif dan Psikoedukasi Keluarga untuk Perkembangan Identitas Diri Remaja
Menggunakan Pendekatan Teori Stuart dan King Di RW 01 dan RW 09 Kelurahan
Ciwaringin

Abstrak

Usia remaja sangat labil dalam proses pencarian identitas diri. Hambatan dalam pencapaian
identitas diri dapat menimbulkan perilaku menyimpang. Tujuan penulisan yaitu
menggambarkan hasil pelaksanaan Terapi Kelompok Terapeutik, Latihan Asertif dan
Psikoedukasi Keluarga terhadap peningkatan perkembangan remaja. Terapi Kelompok
Terapeutik adalah terapi spesialis keperawatan jiwa yang membantu mengembangkan potensi
dan meningkatkan kualitas antar anggota kelompok untuk mengatasi masalah kesehatan.
Namun dengan karakteristik dan masalah anggota yang berbeda diperlukan terapi tambahan
sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh remaja. Remaja dengan kesulitan bersikap asertif
diberikan tambahan terapi Latihan Asertif serta diberikan Psikoedukasi keluarga pada keluarga
remaja. Evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan aspek dan tugas perkembangan remaja.
Analisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan model Stuart dan King. Rekomendasi
laporan ini dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan disosialisasikan pada
tatanan pelayanan kesehatan jiwa komunitas.

Kata Kunci : Identitas diri, remaja, Teori Stuart, Teori King

301
KUMPULAN ABSTRAK KIA TAHUN 2016

302
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2016

Agus Waluyo, Achir Yani S. Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan Terapi Penerimaan dan Komitmen Terhadap Ketidakpatuhan Minum


Obat Klien Dengan Pendekatan Teori Keperawatan Hildegard Peplau dan Gail W.
Stuart di Ruang Dewi Amba Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Skizofrenia adalah bentuk gangguan jiwa yang sifatnya menahun, butuh waktu lama untuk
proses penyembuhannya, banyak kliennya menghentikan terapi psikofarmaka. Lamanya
program pengobatan dan efek samping obat sebagai salah satu penyebab munculnya prilaku
ketidakpatuhan klien terhadap program pengobatannya. Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan
memberikan gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien dengan
ketidakpatuhan minum obat melalui pendekatan konsep teori keperawatan Interpersonal
Peplau dan Stress Adaptasi Stuart di ruang Dewi Amba Rumah Sakit dr. H. Marzoeki
Mahdi Bogor. Terapi Penerimaan dan Komitmen diberikan kepada 17 klien dengan
ketidakpatuhan minum obat, hasil yang didapatkan Terapi Penerimaan dan Komitmen
efektif meningkatkan kemampuanpenerimaan dan komitmen klien terhadap program terapi
psikofarmaka. Terapi Penerimaan dan Komitmen direkomendasikan sebagai terapi spesialis
keperawatan jiwa yang dapat diberikan pada klien gangguan jiwa dengan ketidakpatuhan
minum obat.

Kata kunci: Ketidakpatuhan minum obat, Terapi Penerimaan dan Komitmen, Konsep
Teori Keperawatan Peplau dan Stuart.

303
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2016

Amelia Susanti, Achir Yani S. Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Peningkatan Pencapaian Tugas


Perkembangan Industri pada Anak Usia Sekolah menggunakan pendekatan Model
Konseptual Hildegard Peplau dan Erickson di RW 06 Kelurahan Kebon Kalapa
Bogor Tengah

Abstrak

Anak usia sekolah merupakan generasi masa depan bangsa yang perlu diperhatikan tumbuh
kembangnya. Perkembangan anak usia sekolah meliputi aspek motorik, kognitif, bahasa,
kepribadian, emosi, moral, spiritual, dan psikososial yang dapat distimulasi dengan TKT.
Karya ilmiah akhir ini bertujuan menguraikan penerapan terapi kelompok terapeutik
terhadap peningkatan pencapaian tugas perkembangan industri anak usia sekolah.
Penerapan TKT anak sekolah di komunitas ini menggunakan pendekatan interpersonal
Peplau dan perkembangan Erickson. Pemberian TKT meningkatkan kemampuan anak
secara motorik, kognitif, bahasa, moral, spiritual, emosi, kepribadian dan psikososial serta
kemampuan industri anak usia sekolah. Terapi kelompok terapeutik anak sekolah
direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan di masyarakat
sebagai bentuk pelayanan keperawatan kesehatan jiwa pada anak usia sekolah dan
keluarga dengan melibatkan kader kesehatan yang ada guna mengoptimalkan
perkembangan industri anak sekolah.

Kata Kunci: Anak Usia Sekolah; Tumbuh Kembang; Terapi Kelompok Terapeutik;
Hubungan Interpersonal Peplau

304
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2016

Berlian Nurtyashesti Kusumadewi, Novy Helena C. Daulima, Ice Yulia. W

Efektifitas Terapi Kognitif, Psikoedukasi Keluarga Dan Terapi Kelompok Suportif


Pada Klien Dengan Ketidakberdayaan Melalui Pendekatan Model Transisional
Meleis

Abstrak
Gangguan mental emosional dapat terjadi pada individu yang mengalami kondisi kesehatan
yang kronis. Pasien yang sedang menjalani pengobatan medis ditemukan 25% diantaranya
mengalami depresi dengan berbagai variasinya. Proses penyakit yang melemahkan juga
merupakan hal yang berperan menyebabkan ketidakberdayaan klien dengan penyakit
kronis. Ketidakberdayaan dan gejala depresi menunjukkan hubungan yang signifikan dan
positif dengan ide untuk bunuh diri. Hasil pemberian tindakan keperawatan ners, terapi
kognitif, psikoedukasi keluarga dan terapi suportif dapat menurunkan tanda gejala dan
meningkatkan kemampuan klien penyakit kronis dengan ketidakberdayaan beserta
keluarganya. Perlunya optimalisasi dan pengembangan pelayanan kesehatan jiwa kepada
klien dengan masalah psikososial terkhusus klien dengan ketidakberdayaan di tatanan
pelayanan puskesmas.

Kata kunci: penyakit kronis, pelaku rawat, dukungan keluarga, dukungan sosial, depresi

305
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah, Juni 2016

Fajriyati Nur Azizah, Achir Yani S. Hamid, Ice Yulia Wardani

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa pada Klien Isolasi Sosial dengan
Pendekatan Teori Hildegard E. Peplau dan Virginia Henderson di Ruang Utari
Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak

Isolasi sosial adalah kondisi kesepian yang dirasakan oleh individu karena tidak mampu
membuat kontak dengan orang lain. Isolasi sosial dapat berakibat lanjut pada masalah
pemenuhan kebutuhan dasar, sehingga akan muncul halusinasi yang membahayakan diri
sendiri dan orang lain. Tujuan penulisan karya ilmiah ini untuk menggambarkan
manajemen asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien dengan isolasi sosial dengan
pendekatan teori Peplau dan Henderson. Tindakan keperawatan yang diberikan pada 22
klien berupa tindakan keperawatan ners yaitu Social Skills Training dan Cognitive-
Behavioral and Social Skills Training. Hasil didapatkan penurunan tanda gejala isolasi
sosial yang meliputi aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta peningkatan
kemampuan klien untuk bersosialisasi. Rekomendasi dari hasil proses asuhan keperawatan
ini adalah menggunakan kombinasi tindakan keperawatan ners dan ners spesialis berupa
Social Skills Training atau Cognitive-Behavioral and Social Skills Training pada klien
dengan isolasi sosial.

Kata kunci : Sosialisasi, kemampuan sosial, hubungan interpersonal

306
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah, Juli 2016

Henny Kusumawati, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatakan Stimulasi Perkembangan Anak


Usia Sekolah melalui Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dengan pendekatan
Model Adaptasi Stres stuart dan Community as Partner Model

Abstrak

Tahap perkembangan anak usia sekolah dikenal dengan industry vs inferiority berada pada
rentang usia 6-12. Karya ilmiah ini bertujuan menggambarkan hasil pelaksanaan terapi
kelompok terapeutik (TKT) anak usia sekolah di komunitas dengan melibatkan 30 orang
anak usia sekolah berusia 8-9 tahun, dibagi dalam dua kelompok besar. Metode yang
digunakan adalah case study. Kelompok I dilakukan tindakan keperawatan ners dan
tindakan keperawatan ners spesialis (psikoedukasi keluarga dan terapi kelompok
terapeutik). Kelompok II hanya dilakukan tindakan keperawatan ners dan terapi kelompok
terapeutik. Hasil tindakan keperawatan menunjukkan semua anak usia sekolah mengalami
peningkatan dalam aspek perkembangan dan kemampuan industry serta kemampuan
keluarga. TKT mempengaruhi perkembangan anak usia sekolah secara signifikan.
Pelaksanaan TKT anak usia sekolah dengan melibatkan orang tua pada saat terapi sangat
direkomendasikan pada tatanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat dengan
memberdayakan KKJ sebagai mitra perawat dalam mencapai perkembangan fase industry.

Kata Kunci : Anak usia sekolah, aspek perkembangan, kemampuan industry, kemampuan
keluarga, terapi kelompok terapeutik,

307
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah, Juli 2016

Heri Setiawan, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan terapi kognitif perilaku dan terapi asertif terhadap klien risiko perilaku
kekerasan di ruang akut rumah sakit jiwa

Abstrak

Risiko perilaku kekerasan merupakan diagnosa keperawatan yang paling banyak ditemukan
di Ruang Akut Rumah Sakit Jiwa Bogor yaitu sebanyak 71,62%, Tujuan penulisan artikel
ini untuk menjelaskan mengetahui hasil tindakan keperawatan ners dan ners spesialis pada
klien perilaku kekerasan. Tindakan keperawatan ners diberikan pada klien, kelompok dan
keluarga, tindakan keperawatan ners spesialis dilakukan dengan pemberian latihan asertif
(AT), terapi kognitif perilaku (TKP) dan psikoedukasi keluarga (PEK). Metode yang
digunakan yaitu analisis kasus. Analisis dilakukan pada 31 klien perilaku kekerasan. Hasil
pemberian tindakan keperawatan menunjukan terjadinya penurunan tanda gejala klien
perilaku kekerasan, peningkatan kemampuan klien dalam mengatasi perilaku kekerasan,
dan peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan perilaku
kekerasan di ruang akut rumah sakit jiwa setelah diberikan tindakan keperawatan ners
(klien, kelompok dan keluarga) dan ners spesialis (TKP, AT, dan PEK). Pemberian
tindakan ners dan ners spesialis direkomendasikan untuk diterapkan di ruang akut rumah
sakit jiwa.

Kata kunci: terapi kognitif perilaku, terapi asertif, ruang akut, rumah sakit jiwa, perilaku
kekerasan

308
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2016

Ira Ocktavia Siagian, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Efektifitas Terapi Penghentian Pikiran, Relaksasi Otot Progresive dan Psikoedukasi


Keluarga Pada Klien Nyeri dan Ansietas Di Rumah Sakit Umum

Abstrak

Kasus nyeri lebih banyak mengakibatkan ansietas. Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah
mengetahui efektifitas terapi penghentian pikiran, relaksasi otot progresif dan psikoedukasi
keluarga pada klien nyeri dan ansietas. Metode yang digunakan dengan analisa kasus.
Jumlah klien yang dikelola sebanyak 90 orang dengan kelompok 1 sebanyak 40 klien
diberikan tindakan keperawatan ners, terapi penghentian pikiran dan relaksasi otot
progresif, kelompok 2 sebanyak 50 orang diberikan tindakan keperawatan ners,
penghentian pikiran, relaksasi otot progresif dan psikoedukasi keluarga. Hasil asuhan
keperawatan ini adalah ada pengaruh tindakan keperawatan ners dan ners spesialis
(penghentian pikiran, relaksasi otot progresif dan psikoedukasi keluarga) terhadap
penurunan tanda gejala serta peningkatan kemampuan klien dan keluarga dalam
mengurangi nyeri dan mengatasi ansietas. Asuhan keperawatan ini merekomendasikan
terapi penghentian pikiran, terapi relaksasi otot progresif dan terapi psikoedukasi keluarga
sebagai terapi keperawatan pada ansietas.

Kata kunci : Nyeri, ansietas, terapi penghentian pikiran, terapi relaksasi otot progresif,
psikoedukasi keluarga

309
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2016

Kellyana Irawati, Novy Helena C Daulima, Ice Yulia Wardani

Manajemen Kasus Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Klien dengan Diagnosis Harga
Diri Rendah Kronis dengan Pendekatan Teori Caring: Jean Watson

Abstrak

Harga diri rendah kronik adalah suatu evaluasi diri negatif dimana mereka merasa tidak
berarti, malu, dan tidak mampu melihat hal positif yang dimilikinya. Dibutuhkan intervensi
keperawatan untuk membantu meningkatkan harga diri klien. Tujuan penulisan Karya
Ilmiah Akhir ini menggambarkan hasil manajemen kasus spesialis pada klien harga diri
rendah kronik dengan pendekatan teori caring: Jean Watson. Klien yang diambil dalam
penulisan ini sebanyak 31 klien harga diri rendah kronis, dengan 16 klien diberikan terapi
kognitif dan 15 klien diberikan terapi perilaku kognitif. Hasil: terjadi penurunan tanda dan
gejala harga diri rendah kronis dan peningkatan kemampuan klien dengan harga diri rendah
kronis. Kesimpulan: pemberian terapi kognitif dan terapi perilaku kognitif dapat membantu
meningkatkan harga diri klien. Saran: diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor yang
mempengaruhi peningkatan harga diri klien.

Kata kunci: harga diri rendah kronis, terapi kognitif, terapi perilaku kognitif

310
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2016

Laili Nur Hidayati, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Penerapan Terapi Penghentian Pikiran, Relaksasi Otot Progresif, Terapi Kognitif dan
Psikoedukasi Keluarga pada Klien Ansietas dengan Penyakit Fisik melalui
Pendekatan Teori Adaptasi Roy di Rumah Sakit Umum

Abstrak

Klien dengan penyakit fisik cenderung mengalami ansietas dan kondisi tersebut dapat
memperburuk kondisi fisiknya. Karya ilmiah akhir ini bertujuan untuk mengetahui hasil
penerapan terapi penghentian pikiran, relaksasi otot progresif, terapi kognitif dan
psikoedukasi keluarga terhadap respons ansietas klien. Responden sejumlah 71 klien
ansietas dengan penyakit fisik, terdiri dari 36 klien mendapatkan paket pertama yaitu
tindakan ners dan ners spesialis (terapi penghentian pikiran, relaksasi otot progresif dan
psikoedukasi keluarga) serta 35 klien mendapatkan paket kedua yaitu tindakan ners dan
ners spesialis (terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga). Analisis dilakukan terhadap
tanda dan gejala dan kemampuan klien dan keluarga sebelum dan sesudah dilakukan
tindakan keperawatan. Hasil penerapan tindakan paket pertama dan paket kedua
menunjukkan penurunan tanda gejala ansietas secara bermakna pada semua respons, kedua
paket tidak ada perbedaan signifikan. Kedua paket tindakan ini direkomendasikan untuk
mengatasi ansietas pada klien.

Kata kunci: Ansietas, terapi penghentian pikiran, terapi relaksasi otot progresif, terapi
kognitif, psikoedukasi keluarga

311
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2016

Mad Zaini, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif, Penghentian Pikiran, Psikoedukasi


Keluarga dan Terapi Suportif Pada Klien Hipertensi yang Mengalami Ansietas di
Masyarakat

Abstrak

Seseorang yang mengalami masalah kesehatan fisik dapat menimbulkan masalah kesehatan
jiwa yaitu ansietas. Tujuan karya ilmiah akhir ini adalah untuk memberikan gambaran
penerapan tindakan ners, terapi relaksasi otot progresif, penghentian pikiran, psikoedukasi
keluarga, terapi suportif pada klien hipertensi yang mengalami ansietas. Metode yang
digunakan dalam karya ilmiah ini adalah analisis kasus klien ansietas. Jumlah klien yang
dikelola sebanyak 37 orang. Sebanyak 23 orang mendapatkan tindakan ners, relaksasi otot
progresif, penghentian pikiran, psikoedukasi keluarga dan terapi suportif. Sebanyak 14
orang mendapatkan tindakan ners dan terapi suportif. Hasil yang ditemukan terjadi
penurunan tanda gejala serta peningkatan kemampuan mengendalikan ansietas paling besar
pada klien yang mendapatkan lima terapi. Tindakan ners, terapi relaksasi otot progresif,
penghentian pikiran, psikoedukasi keluarga dan terapi suportif direkomendasikan sebagai
terapi keperawatan pada ansietas.

Kata kunci : Hipertensi, ansietas, relaksasi otot progresif, penghentian pikiran, psikoedukasi
keluarga dan terapi suportif.

312
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2016

Maria Turnip, Achir Yani S. Hamid, Ice Yulia Wardani

Manajemen asuhan keperawatan spesialis pada klien dengan diagnosis ansietas dan
gangguan citra tubuh di unit umum dengan menggunakan pendekatan model
Perilaku Johnson dan Adaptasi Roy

Kondisi menderita penyakit fisik menimbulkan permasalahan psikososial ansietas dan


gangguan citra tubuh. Permasalahan psikososial ini menjadi faktor comorbid yang
menambah berat kondisi fisik klien. Pelaksanaan tindakan ners spesialis didasarkan pada
perilaku dan adaptasi sebagai mahluk yang holistik yang meliputi: Cognitive Behavioral
Therapy (CBT), Thought Stopping (TS), Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan
mempertimbangkan toleransi fisik klien. Tindakan ners spesialis Family PsychoEducation
(FPE) pada keluarga dan Supportive Theraphy (ST) pada kelompok pelaku rawat (care
giver) diberikan untuk memperkuat dukungan dari luar klien demi mempertahankan
kelangsungan proses perawatan klien. Hasil: Pelaksanaan tindakan ners spesialis
menunjukkan penurunan tanda dan gejala pada klien di semua aspek respons terhadap
stresor. Penurunan yang paling besar terjadi pada kombinasi terapi CBT+PMR+FPE yang
dilakukan pada klien dengan diagnosis ansietas pada aspek afektif sebesar 79.2% dan klien
dengan diagnosis gangguan citra tubuh pada aspek perilaku sebesar 86.3%. Kesimpulan:
Tindakan ners spesialis Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Thought Stopping (TS),
Progressive Muscle Relaxation (PMR) dengan mempertimbangkan toleransi fisik klien dan
Family PsychoEducation (FPE) pada keluarga serta Supportive Theraphy (ST) pada
kelompok pelaku rawat (care giver) dapat membantu penurunan respons klien terhadap
stressor.

Kata kunci: menderita penyakit fisik, holistik, perilaku, adaptasi, tindakan ners spesialis

313
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2016

Muhammad Ari Arfianto, Achir Yani S. Hamid, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan Terapi Penerimaan dan Komitmen pada Klien Halusinasi dan Harga Diri
Rendah Kronis dengan Pendekatan Model Adaptasi Roy dan Stres Adaptasi Stuart di
Ruang Yudistira RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Abstrak
Terapi penerimaan dan komitmen (TPK) sering digunakan untuk mengatasi masalah
gangguan jiwa dengan cara meningkatkan fleksibilitas psikologis individu agar mampu
menerima pengalaman masalah lalu yang tidak menyenangkan dan membangun komitmen
perilaku baru yang lebih baik. TPK dapat menjadi pilihan dalam mengatasi masalah
halusinasi dan harga diri rendah kronis (HDRK). Tujuan karya ilmiah akhir ini adalah
menjelaskan penerapan TPK pada klien halusinasi dan HDRK dengan pendekatan Model
Adaptasi Roy dan Stres Adaptasi Stuart di Ruang Yudistira RS. Dr. H. Marzoeki Mahdi
Bogor. 25 klien dengan halusinasi dan HDRK di ruang Yudistira mendapatkan TPK dengan
jumlah 4 sesi. Hasilnya tanda gejala halusinasi turun 76,07%; HDRK turun 88,14% dan
kemampuan TPK naik 87,82%. Penerapan TPK direkomendasikan sebagai terapi spesialis
keperawatan untuk halusinasi dan HDRK. TPK 4 sesi perlu diuji keefektifannya melalui
riset.

Kata kunci: Terapi penerimaan dan komitmen, halusinasi, harga diri rendah kronis, model
adaptasi Roy, model stres adaptasi Stuart

314
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Tulis Ilmiah, Juni 2016

Norman Wijaya Gati, Mustikasari, Yossie Susanti Eka Putri

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Lansia dan Reminisence Untuk Mencapai


Integritas Diri Pada Lansia Menggunakan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart
dan Model Adaptasi Roy

Abstrak

Lansia mengalami perubahan biologis, psikologis dan sosial. Diperlukan dukungan untuk
membantu lansia beradaptasi melalui pendekatan keperawatan. Tujuan dari KIA ini adalah
menggambarkan penerapan terapi kelompok terapeutik dan reminisence untuk mencapai
integritas diri menggunakan pendekatan model stres adaptasi stuart dan model adaptasi
Roy. Sejumlah 20 lansia menjalani terapi TKT, 10 yang mengalami depresi dan HDRS
dilanjutkan dengan terapi reminisence. Hasil: terjadi peningkatan integritas diri lansia,
penurunan tanda gejala depresi dan HDRS. Kesimpulan: pemberian TKT dapat membantu
lansia beradaptasi dan mencapai integritas diri, sedangkan reminisence mampu menurunkan
tanda gejala depresi dan HDRS. Diperlukan penelitian lanjut tentang faktor yang
mempengaruhi pencapaian integritas diri.

Kata kunci : Integritas diri, Reminisence, Terapi kelompok terapeutik lansia

315
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2016

Sukma Ayu Candra K, Mustikasari, Yossie Susanti Eka Putri

Pemberian Asuhan Keperawatan Spesialis pada Klien dengan Isolasi Sosial dalam
Menurunkan Gejala dan Meningkatkan Kemampuan Melalui Pendekatan Model
Konsep Hildegard E. Peplau dan Konsep Stress Adaptasi Stuart Di RSMM Bogor.

Abstrak

Isolasi sosial yang tidak ditangani akan menyebabkan terjadinya gejala positif seperti
halusinasi dan perilaku kekerasan. Social Skills Training meningkatkan kemampuan
sosialisasi klien isolasi sosial. Hasil yang diharapkan adalah penurunan tanda gejala
isolasi sosial serta peningkatan kemampuan sosialisasi klien. Tujuan karya ilmiah akhir ini
menggambarkan tindakan keperawatan ners spesialis pada klien isolasi sosial dengan
pendekatan Model Konsep Hildegard E. Peplau dan Stres Adaptasi Stuart. Analisa
dilakukan pada 40 klien di Ruang Bratasena. Hasil Social Skills Training dapat
meningkatkan kemampuan sosialisasi dan penurunan tanda gejala. Berdasarkan hasil diatas
perlu direkomendasikan bahwa Social Skills Training dapat dijadikan standar tindakan
keperawatan ners spesialis.

Kata kunci: Klien isolasi sosial, Model Konsep Hildegard E. Peplau, Konsep Stres Adaptasi
Stuart, Social Skills Training

316
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2016

Syenshie Virgini Wetik, Mustikasari, Yossie Susanti Eka Putri

Peningkatan Perkembangan Anak Usia Sekolah melalui Terapi Kelompok Terapeutik


dengan Pendekatan Model Stress Adaptasi Stuart dan Health Promotion Model di
RW 07 Kelurahan Kebon Kalapa, Bogor Tengah

Abstrak

Anak usia sekolah adalah individu yang berada pada rentang usia 6-12 tahun yang dikenal
sebagai perkembangan fase industri. Karakteristik dari fase ini terdiri dari peningkatan 8
(delapan) aspek perkembangan yang meliputi perkembangan motorik, kognitif, emosi,
bahasa, kepribadian, moral, spiritual dan psikososial. Apabila aspek perkembangan tersebut
tidak tercapai maka akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri pada anak. Untuk mencapai
perkembangan yang optimal perlu dilakukan stimulasi perkembangan pada anak usia
sekolah seperti Terapi Kelompok Terapeutik. Tujuan karya ilmiah ini adalah
menggambarkan hasil pelaksanaan terapi kelompok terapeutik dalam meningkatkan
perkembangan anak usia sekolah. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan
fase industri usia sekolah pada 22 klien kelolaan serta peningkatan kemampuan Ibu dalam
menstimulasi perkembangan anak usia sekolah. Rekomendasi laporan ini dilakukan pada
pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat.

Kata Kunci : Terapi Kelompok Terapeutik, Anak Usia Sekolah, Model Adaptasi Stuart,
Health Promotion Model

317
PROGRAM STUDI NERSSPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2016

Ulfa Suryani, Novy Helena C.Daulima, Ice Yulia Wardani

Efektifitas terapi penghentian pikiran dan terapi kognitif pada klien ansietas
menggunakan pendekatan model teori adaptasi Roy

Abstrak

Penyakit fisik sering berdampak pada masalah psikologis (gangguan mental emosional).
Masalah psikososial yang paling banyak terjadi adalah pada masalah depresi dan ansietas
yang akan menghambat proses penyembuhan. Ansietas merupakan perasaan khawatir,
tidak pasti terhadap sesuatu yang tidak jelas. Tujuan: menjelaskan efektifitas terapi
penghentian pikiran dan terapi kognitif pada klien ansietas menggunakan pendekatan
model teori adaptasi Roy. Analisis dilakukan pada 26 klien penghentian pikiran+kognitif
terapi, dan 24 klien penghentian pikiran. Hasil: pemberian terapi penghentian
pikiran+terapi kognitif lebih meningkatkan penurunan tanda dan gejala ansietas dan
meningkatkan kemampuan klien ansietas. Penggunaan pendekatan terapi penghentian
pikiran mampu mengatasi pikiran irrasional yang muncul berulang sedangkan terapi
kognitif dapat menggantikan pikiran automatis negatif. Saran: kombinasi penghentian
pikiran+terapi kognitif pilihan pada awal program pemulihan klien dengan penyakit fisik
yang mengalami ansietas yang dapat meningkatkan hasil pengobatan.

Kata Kunci: Ansietas, penyakit fisik, penghentian pikiran, terapi kognitif

318
PROGRAM STUDI NERS SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juli 2016

Windu Astutik, Budi Anna Keliat, Yossie Susanti Eka Putri

Pemberdayaan masyarakat dalam perkembangan identitas diri remaja dengan


pendekatan model Adaptasi Stres dan Health Promotions Model di komunitas

Abstrak
Remaja merupakan periode transisi dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan
percepatan perkembangan fisik, mental dan emosional. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir
ini adalah diketahuinya hasil pemberdayaan masyarakat dalam perkembangan identitas diri
remaja dengan pendekatan model Adaptasi Stres dan Health Promotion Models di
komunitas. Karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus, sebanyak 21 remaja dibagi
dalam dua kelompok intervensi, kelompok pertama diberikan tindakan keperawatan ners
pada remaja dan keluarga serta terapi kelompok terapeutik, sedangkan kelompok dua
diberikan tindakan keperawatan ners pada remaja dan terapi kelompok terapeutik. Hasil
karya ilmiah ini menunjukkan peningkatan kemampuan remaja dalam menstimulasi
perkembangan dan perkembangan identitas diri lebih tinggi pada kelompok yang diberikan
tindakan keperawatan ners remaja dan keluarga, serta terapi kelompok terapeutik. Terapi
kelompok terapeutik direkomendasikan untuk dilakukan pada tatanan pelayanan kesehatan
jiwa di masyarakat dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan jiwa menggunakan
pendekatan kelompok untuk mencapai perkembangan remaja yang lebih optimal.

Kata kunci : Health promotion models, Pembentukan Identitas Diri, Pemberdayaan


masyarakat, Terapi Kelompok Terapeutik

319
ABSTRAK TESIS TAHUN 2017
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Aty Nurillawaty Rahayu, Novy Helena C.Daulima, Ice Yulia Wardani

Pengalaman Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) paska pasung melakukan


rehabilitasi psikososial

Abstrak
Rehabilitasi psikososial merupakan kegiatan pelayanan yang bertujuan mengembangkan keterampilan emosional,
sosial, dan intelektual. Program rehabilitasi psikososial ini diterapkan pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
paska pasung. Pasung merupakan bentuk pengekangan fisik atau kurungan yang dilakukan oleh masyarakat non
profesional pada orang dengan gangguan jiwa. Pemasungan dapat menimbulkan berbagai dampak bagi ODGJ
meliputi dampak fisik, psikologi, dan dampak sosial. Dampak pemasungan dapat mempengaruhi kemampuan
adaptasi klien dalam mengikuti rehabilitasi psikososial. Tujuan penelitian kualitatif fenomenologi ini
menggambarkan pengalaman ODGJ paska pasung dalam melakukan rehabilitasi psikososial di Panti Sosial Pala
Martha Kota Sukabumi. Partisipan penelitian berjumlah 6 orang, data dikumpulkan dengan wawancara
mendalam. Empat tema yang dihasilkan: Rendah diri sebagai respon awal rehab psikososial paska pasung,
peningkatan kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari selama rehabilitasi psikososial, peningkatan potensi
diri setelah rehabilitasi psikososial,dan kemampuan aktualisasi diri paska rehabilitasi psikososial.
Optimalisasirehabilitasi psikososial diperlukandalam mempersiapkan kemandirian dan produktivitas ODGJ.

Kata kunci: Rehabilitasi Psikososial, Pasung, Fenomenologi

Abstract
Psychosocial rehabilitation is services which aimed to develop emotional, social, and intellectual skills. This
program applied for person with psychological disorder (ODGJ) whose experienced physical restrain (pasung).
Pasung is a form of physical restrain or confinement conducted by non-professional community towards person
with psychological disorder. This physical restrain may cause various effects on ODGJ, including physical,
psychological, and social effects. The physical restrain may impact the client’s adaptability in following
psychosocial rehabilitation program. The aim of this qualitative phenomenological research is to describe the
experience ODGJ post physical restrain performing psychosocial rehabilitation at Pala Martha Social Retreat,
Sukabumi. This study was equipped with six participant, and data were collected from detailed conversation.
There are four themes produced: low self-esteem as manifest of psychosocial rehabilitation post physical
restrain, the ability of self-adaptation in psychosocial rehabilitation, capacity building enhancement after
psychological rehabilitation, and the expectation of independency and expediency to society after following
psychosocial rehabilitation. The optimization of psychosocial rehabilitation is needed in order to prepare the
independency and productivity of ODGJ.

Keywords: Psychological rehabilitation, Pasung, Phenomenology.

320
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Atik Puji Rahayu, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Pengalaman Keluarga dan Perawat dalam Deteksi Dini Klien Psikotik Fase Awal
(Early Psychosis)

Abstrak
Keluarga membawa klien psikotik fase awal (early psychosis) berobat pertama kali ke pengobatan alternatif dan
setelah kronis sebagian keluarga membawa klien berobat ke rumah sakit, sehingga duration untreated psychosis
memanjang. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pengalaman keluarga
dan perawat dalam deteksi dini klien psikotik fase awal. Desain penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi.
Partisipanberjumlah 15 orang terdiri dari 8 partisipan keluarga dan 7 partisipan perawat. Analisis data dilakukan
dengan metode Colaizzi pada partisipan keluarga ditemukan 4 tema, pada perawat ditemukan 6 tema dan
triangulasi data ditemukan 5 tema. Lima tema yangdihasilkan merupakan hasil pengalaman keluarga dan perawat
dalam deteksi dini psikotik fase awal yaitu etiologi, manifestasi klinik, cara merawat, dampak perawatan dan
proses pengkajian psikotik fase awal. Kelima tema ini direkomendasikan untuk dipahami oleh keluarga dan
perawat agar mampu melakukan deteksi dini klien psikotik fase awal.

Kata kunci: Psikotik fase awal, Fenomenologi, Deteksi dini

Abstract
The family brings clients psychotic initial phase (early psychosis) to alternative to get first treatment,
afterchronic clients taken to treatment by the family to the hospital, so that untreated psychosis duration
lengthening.The purpose of this study to gain a deep understanding of the experience of families and nurse in the
early detection of psychotic initial phase.This research use qualitative design phenomenologicalapproach.
Participants study amounted to 15 people consisting of 8 participants families and seven participants nurse. The
data analysis was conducted using Colaizzi and triangulation, the result theme is 4 for family and 6 for nurse and
5 theme getting from triangulation. Five themes result isthe etiology, clinical manifestations, howto treat, the
impact of care and assesment process of psychotic initial phase. The five theme is recommended to be understand
by family and nurses to do early detection in psychotic initial phase.

Keywords: Psychotic initial phase, Phenomenology, early detection

321
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Bambang Sumardi, Mustikasari, Ice Yulia Wardhani

Hubungan Penerimaan Diri dengan Tingkat Ansietas di Wilayah Bencana Banjir

Abstrak
Bencana alam yang terjadi diIndonesia cukup tinggi salah satunya adalah banjir yang menimbulkan berbagai
gangguan psikososial pada individu. Dampak psikososial akibat banjir yaitu terjadinya ansietas dan individu
dalam menghadapi bencana cenderung mengalami kesedihan, marah serta menjadi stressor yang cukup berat.
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan penerimaan diri dengan tingkat ansietas pada individu
yang tinggal di wilayah rawan bencana banjir. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan
jumlah sampel sebanyak 150 responden yang berasal dari Desa Semanan Kalideres Jakarta barat. Hasil penelitian
menunjukkan adanya hubungan antara penerimaan diri dengan tingkat asnietas pada individu dewasa yang
tinggal diwilayah rawan bencana banjir (p value = 0.000, α = 0.05). Penelitian ini merekomendasikan penerimaan
diri perlu ditingkatkan pada individu, sebelum terjadi bencana melalui pendidikan kesehatan jiwa.

Kata kunci: Penerimaan Diri, ansietas, banjir

Abstract
Natural disasters that occurred in Indonesia is high enough one of them is the flood that caused various
psychosocial disorders in individuals. Psychosocial effects caused by flooding is the anxiety and the individual in
the face of disasters likely to experience sadness, anger and become severe enough stressor. The purpose of this
study to identify the relationship of self-acceptance with the level of anxiety in individuals who live in areas
prone to flood. This study used cross sectional design with a sample size of 150 respondents from the village
semanan. The results showed an association between the level of self-acceptance asnietas in adult individuals
who live in areas prone to floods (p value = 0.000, α = 0.05). The study recommends acceptance need to be
increased in individuals, prior to the disaster through mental health education.

Keywords: Self Acceptance, anxiety, flood

322
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Dwi Rahmah Fitriani, Mustikasari,

Analisis Faktor-faktor Kesiapsiagaan Yang Berhubungan dengan Tingkat Ansietas


Kepala Keluarga Dalam Menghadapi Banjir

Abstrak
Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor kesiapsiagaan yang berhubungan dengan tingkat ansietas kepala
keluarga dalam menghadapi banjir. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi cross sectional dan
sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga sebanyak 225 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor kesiapsiagaan yang berhubungan dengan tingkat ansietas kepala keluarga adalah pengetahuan,
pengalaman, rencana kedaruratan dan mobilisasi sumber daya (p=0,001; α=0,05). Hasil multivariat didapatkan
bahwa faktor yang paling berhubungan adalah pengalaman. Penelitian ini merekomendasikan kesiapsiagaan perlu
ditingkatkan melalui pelatihan simulasi bencana dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah,
Pemerintah setempat dan Puskesmas.

Kata kunci : Ansietas, Kesiapsiagaan, Kepala Keluarga, Banjir

Abstrac

This study discusses the factors preparedness related to anxiety level heads of family to cope with floods. The
design of this research was descriptive correlation with cross sectional method and the sample were 225 head of
family. The results indicated that factors preapredness correlation with anxiety level head of the family is the
knowledge, the experience, the emergency plan and resource mobilization ((p=0,001; α=0,05). Multivariate
results obtained that experience of preparedness are the most associated of anxiety level head of family. This
research recommends preparedness needs to be improved through simulated training disaster with the
involvement of Regional Disaster Management Agency, Local Authorities and Health Centers.

Keywords: Anxiety, Head of Family, Preparedness, Flood

323
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Febriana Sartika Sari, Novy Helena C.Daulima, Ice Yulia Wardani

Studi Kasus Penanganan ODGJ Paska Pasung di Ruang Perawatan


Abstrak
Pasung merupakan bentuk pengekangan fisik atau kurungan yang dilakukan oleh masyarakat non professional
pada ODGJ. Penanganan ODGJ paska pasung di ruang perawatan menjadi bagian penting dalam siklus
perawatan. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan secara mendalam penanganan orang dengan
gangguan jiwa (ODGJ) paska pasung di ruang perawatan. Metode penelitian menggunakan desain kualitatif
dengan pendekatan multiple instrumental case study. Penelitian menggunakan 2 kasus dan partisipan sejumlah 11
partisipan dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada para
tenaga kesehatan dan penelusuran dokumen-dokumen. Hasil penelitian menunjukkan 6 kategori dengan beberapa
subategori yaitu, 1) Kondisi ODGJ paska pasung dengan gejala dominan adalah gejala negatif dan diagnosis
keperawatan utamanya isolasi sosial dan defisit perawatan diri, 2) Penanganan ODGJ paska pasung dilakukan di
tiap tahap perawatan dan membutuhkan intervensi keperawatan dengan frekuensi lebih banyak, 3) Burnout yang
dialami perawat 4) Kendala yang dialami tenaga kesehatan meliputi kebijakan lama rawat dan standar prosedur
operasional perawatan kurang efektif, dukungan keluarga tidak adekuat, perbedaan budaya menghambat
komunikasi terapeutik, dan ketidakdisiplinan tenaga kesehatan dalam perawatan, 5) Kolaborasi tenaga kesehatan,
dan 6) Harapan tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini adalah penanganan ODGJ paska pasung di ruang
perawatan dilakukan secara kolaboratif namun belum optimal, masih banyak kendala. Sistem pelayanan
kesehatan jiwa perlu ditingkatkan baik di rumah sakit maupun di komunitas.

Kata kunci: Studi kasus, ODGJ Paska Pasung, Penanganan di ruang perawatan

Abstract
Pasung is a physical restraint or confinement performed by non-professional society for people with serious
mental illness (PWSMI).The treatment for PWSMI post pasung in the mental ward is an important part in the
treatment cycle. The objective of the study was to describe the treatment for PWSMI post pasung in the mental
ward. The methode of the study was qualitative using multiple instrumental case study approach. Purposive
sampling was used to select the participants. Data were obtained by indepth interview with the health care
provider and documents tracking. The study used 2 cases and the number of theparticipants in the study was11
participants. The result of the study was described in six categories: 1) The condition of PWSMI post pasung was
dominant in negative symptom and the main nursing diagnosis were social isolation and self care deficit, 2) The
treatment for PWSMI post pasung in each of the mental ward needed more nursing interventions, 3) Burnout was
experienced by the nurse, 4) The obstacles in the treatment experienced by the health care provider were the
policy of length of stay and standard operational procedur in treatment were not effective, inadequate of family
support, the culture difference between the client dan the health care provider, and indicipline of the health care
provider 5) The collaboration of the health care provider in the treatment, 6) The expectation of the health care
provider. The conclusion of the study was the treatment for PWSMI post pasung in the mental ward conducted by
the health care provider collaboratively was not optimal yet, there were many obstacles. The health care system
especially in the mental ward and community had to be improved.

Keywords: Case study, People with serious mental illness (PWSMI) post pasung, The treatment in the mental
ward

324
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Muhamad Irfanudin, Achir Yani S. Hamid, Titin Ungsianik

Hubungan Antara Perilaku Caring Perawat Dengan Tingkat Kecemasan, Tingkat Stres,
Dan Strategi Koping Keluarga (Primary Caregiver) Yang Anggota Keluarganya Dirawat
Di IGD

Abstrak
Perilaku caring perawat merupakan esensi dari ilmu keperawatan (“the heart of nursing”), karena hal ini
merupakan penentu kualitas dan mutu pelayanan asuhan keperawatan dan secara langsung akan berdampak
terhadap tingkat kecemasan, tingkat stress dan strategi koping keluarga (primary caregiver) yang anggota
keluarganya mendapatkan perawatan di instalasi gawat darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan, tingkat stres dan
strategi koping keluarga (primary caregiver) yang anggota keluarganya dirawat di IGD. Metode penelitian:
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasi, dengan jumlah sampel sebanyak 75
responden, pemilihan sampel dilakukan dengan metode proposive sampling. Instrumen penelitian
menggunakan Caring Behavior Assesmant Tool (CBA), Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) dan F
COPES (Family Crisis Oriented Personal Scales). Hasil penelitian mendapatkan bahwa terdapat hubungan
antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan (Pvalue 0.001; r -0,0362), tingkat stress keluarga
(Pvalue 0.000; r -0,467) dan tidak terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan strategi kopi ng
keluarga (P value 0.938, r -0,009.). Hasil Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perilaku caring
perawat harus dijadikan sebagai budaya dalam memberikan asuhan keperawatan serta pihak manajeman
rumah sakit menentukan kebijakan berkaitan kebijakan mengenai perilaku caring perawat di layanan
instalasi gawat darurat.

Kata kunci. Perilaku caring perawat, Cemas, Stress, Keluarga (Primary Caregiver)

Abstract
Caring behavior of nurses is the essence of nursing science ("the heart of nursing"), as this is what determines
the quality and service quality nursing care and will directly affect the level of anxiety, stress and coping
strategies family (primary caregiver) who had family members get care in the emergency department (ED). This
study aims to identify the correlation between nurse caring behaviors with levels of anxiety, stress and family
coping strategies (caregiver) whose family members were treated in the ER. Methods: This study used a
descriptive correlation approach, with a total sample of 75 respondents, the sample selection was conducted by
sampling proposive. The research instrument used Assesmant Caring Behavior Tool (CBA), Depression Anxiety
Stress Scales (DASS 42) and F Copes (Family Crisis Oriented Personal Scales). Results of the study found that
there is a correlation between nurse caring behaviors with a level of anxiety (pvalue 0.001; r -0.0362), the level
of family stress (Pvalue 0.000; r -0.467) and there is no correlation between nurse caring behaviors with family
coping strategies (P value 0938, r -0.009.). The results of this study imply that nurses caring behavior should be
used as a culture in providing nursing care and hospital management determines the policies related policies on
caring behavior of nurses in emergency department services

Keywords. Caring Behavior, Anxiety, Stress, Family (Primary Caregiver)


325
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Nur Anisah, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Terapi Kognitif Dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Citra Tubuh Dan
Harga Diri Klien Ulkus Diabetik

Abstrak
Dampak biologis yang dirasakan oleh klien ulkus diabetik antara lain penurunan stamina daya tahan tubuh serta
kekuatan fisik akibat perubahan fungsi. Struktur dan bentuk tubuh sehingga lien mengalami keterbatasan gerak
sehingga terjadi gangguan citra tubuh. Dampak psikologis pada klien ulkus diabetik terlihat dari sikap klien
merasa putus asa, merasa tidak ada harapan dan cita – cita yang dapat dicapai, merasa sudah cacat, klien tidak
dapat menerima keadaan bahwa harus menjalani perawatan luka dan gerak menjadi terbatas dan tidak dapat lagi
melaksanakan aktivitas apapun sehingga terjadi harga diri rendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga terhadap citra tubuh dan harga diri klien ulkus diabetic.
Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Quasy Experimental Pre-Post with
Control Group. Responden sejumlah 62 dan dipilih dengan Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan
adalah dependent t-test dan independent t- test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan keperawatan pada
tindakan keperawatan ners, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga lebih tinggi signifikan dalam
meningkatkan citra tubuh dan harga diri., kemampuan berpikir positif dan kemampuan keluarga sehingga
berpengaruh terhadap kondisi ulkus menjadi lebih baik daripada mendapatkan tindakan keperawatan ners.
Kesimpulan penelitian ini adalah klien ulkus diabetic direkomendasikan untuk mendapatkan tindakan
keperawatan ners, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga.

Kata kunci: Ulkus Diabetik, Citra tubuh, Harga diri, Tindakan Keperawatan Ners, Terapi Kognitif dan
Psikoedukasi keluarga

Abstract
Biological impact perceived by clients diabetic ulcers, among others, a decrease in stamina, endurance and
physical strength as a result of changes in the function, structure and shape of the body so that the client is
experiencing limitation of motion, causing body image disturbance. The psychological impact on the client ulcer
diabetic seen from the attitude of the client feels hopeless, feels there is no hope and ideals that can be achieved,
was already disabled, the client can not accept the situation that must undergo wound care and movement is
limited and can no longer carry out activities whatever happens sehigga low self esteem research objective was to
determine the effect of cognitive therapy and family psychoeducation on body image and self-esteem clients
diabetic ulcers. The research method uses a quantitative approach to design quasy Experimental Pre-Post with
Control Group. Respondents number 62 and selected by purposive sampling. Analysis of the data used is
dependent t-test and independent t-test. The results showed that the nursing actions on nurses nursing actions,
cognitive therapy and family psychoeducation significantly higher in improving body image, self-esteem,
positive thinking ability and the ability of the family and therefore contributes to ulcer conditions to be better
than getting nurses nursing actions. and cognitive therapy. It is concluded that diabetic ulcer clients is
recommended to get the nurses nursing actions, cognitive therapy and family psychoeducation..

Keywords : Diabetic Ulcers, Body Image, Self Esteem, Nursing Measures nurses Effects of Cognitive Therapy
and family psychoeducation

326
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Nuria Maulina, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh terapi kognitif perilaku, penghentian pikiran, dan psikoedukasi keluarga


terhadap ansietas dan depresi klien diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Pringsewu
Lampung

Abstrak
Diabetes melitus memberi dampak psikososial diantaranya ansietas dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif perilaku, penghentian pikiran dan psikoedukasi keluarga terhadap
ansietas, depresi, kemampuan mengubah kognitif dan perilaku, kemampuan keluarga dan kadar gula darah klien
diabetes. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental with control group. Jumlah responden 50
orang, 32 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan
Dependent t test. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh tindakan keperawatan ners dan ners spesialis: terapi
kognitif perilaku, penghentian pikiran dan psikoedukasi keluarga memiliki pengaruh menurunkan tanda dan
gejala ansietas secara bermakna (p-value<0.005), dan peningkatan kemampuan mengubah pikiran dan perilaku.
Juga, tindakan keperawatan ners spesialis: psikoeduksi keluarga meningkatkan kemampuan keluarga secara
bermakna (p-value<0.005). Terapi kognitif perilaku dan penghentian pikiran pada klien dan terapi psikodukasi
keluarga direkomendasikan pada klien diabetes melitus.

Kata kunci: klien diabetes melitus, ansietas, depresi, terapi kognitif perilaku, penghentian pikiran dan
psikoedukasi keluarga

Abstract
Diabetes mellitus affects psychosocial including anxiety and depression. The purpose of this study was to
determine the effect of cognitive behavioral therapy, family psychoeducation cessation of mind and to anxiety,
depression, cognitive abilities and behavioral change, the ability of families and clients diabetes blood sugar
levels. Quantitative research with quasi-experimental design with control group. Number of respondents 50
people, 32 intervention and 18 control group. Analysis of the data in this study using Dependent t test. The
results showed the effect of nursing actions nurses and specialist nurses: cognitive behavior therapy, family
psychoeducation cessation of mind and have the effect of lowering the signs and symptoms of anxiety were
significantly (p-value <0.005), and increased ability to change your thoughts and behavior. Also, specialist
nurses nursing actions: psikoeduksi families improve the family's ability significantly (p-value <0.005). Cognitive
behavioral therapy and discontinuation of mind to clients and family psikodukasi therapy is recommended in
clients with diabetes mellitus.

Keywords: client diabetes mellitus, anxiety, depression, cognitive behavior therapy, thought stopping mind and
family psychoeducation

327
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Rita Rahayu, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Pengaruh Terapi Gestalt Terhadap Harga Diri Remaja Korban Bullying Di Sekolah
Menengah Pertama

Abstrak
Kejadian bullying pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri sebesar 42.8% sesuai dengan data Dinas
Pendidikan Kota Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara terapi
Gestalt dan pendidikan kesehatan tentang bahaya bullying terhadap harga diri remaja korban bullying. Desain
penelitian ini menggunakan Quasi-experimental pre post with kontrol group dengan jumlah responden sebanyak
40 orang. Analisis menggunakan Dependen T Test dan Independen T Test. Terapi gestalt diberikan pada
kelompok pertama dan pendidikan kesehatan tentang bahaya bullying diberikan pada kelompok kedua. Harga diri
remaja korban bullying yang mendapatkan terapi gestalt lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan harga
diri remaja korban bullying yang mendapatkan pendidikan kesehatan tentang bahaya bullying. Terapi gestalt
direkomendasikan diberikan pada remaja korban bullying.

Kata kunci: Remaja, Korban Bullying, Harga Diri, Terapi Gestalt, pendidikan kesehatan

Abstract
The incidence of bullying in junior high school students amounted to 42.8% according to data from the
Department of Education Sukabumi. The purpose of this study was to determine the effect of the difference
between Gestalt therapy and health education about the dangers of bullying against young victims of bullying
dignity. This study design using Quasi-experimental pre-post with control group with the number of respondents
as many as 40 people. Analysis using T Test Dependent and Independent T Test. Gestalt therapy is given to the
first group and the health education about the dangers of bullying given to the second group. Esteem young
victims of bullying are getting gestalt therapy is significantly higher than the price of adolescent victims of
bullying who received health education about the dangers of bullying. Gestalt therapy is recommended given to
young victims of bullying.

Keywords: Youth, Victims of Bullying, Self-Esteem, Gestalt therapy, health education

328
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Januari 2017

Suwarningsih, Mustikasari, Hayuni Rahmah

Koping Dengan Tingkat Ansietas Pada Lansia Yang Tinggal Diwilayah Rawan Bencana
Longsor Kabupaten Bandung

Abstrak
Bencana longsor yang terjadi di Indonesia dengan angka kejadian yang cukup tinggi dan memakan korban jiwa
khususnya pada lansia memberikan dampak yang cukup besar. Salah satunya adalah dampak psikologis, yaitu
terjadinya ansietas. Lansia dalam menghadapi ansietas saat bencana menggunakan mekanisme koping berfokus
pada emosi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan koping dengan tingkat ansietas pada lansia
yang tinggal di wilayah rawan bencana longsor di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan rancangan
cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 165 responden yang berasal dari Desa Cihideung Lembang
Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara koping dengan tingkat ansietas
pada lansia yang tinggal diwilayah rawan bencana longsor Kabupaten Bandung (p value=0.229, α=0.05). Hasil
Multivariat didapatkan bahwa status pernikahan merupakan faktor yang paling mempengaruhi tingkat ansietas
pada lansia. Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain yang berbeda dengan menggunakan desain
kualitatif untuk lebih menggali masalah dan data lebih dalam tentang koping dengan tingkat ansietas.

Kata kunci: Ansietas, Koping, Lansia, Longsor

Abstract
The landslide that occurred in Indonesia with the high incidence and the loss of life, especially in the elderly
gave a considerable impact. One is the psychological impact, namely the occurrence of anxiety. Elderly in the
face of anxiety during a disaster using coping mechanism focuses on emotions. The purpose of this study was to
identify the coping with the level of anxiety in elderly living in areas prone to landslide disaster in Kabupaten
Bandung. This study used cross sectional design with 165 respondents from Cihideung Lembang village,
Kabupaten Bandung. The results showed no relationship between coping with anxiety level in elderly living in the
region prone to landslide disaster in Kabupaten Bandung (p value = 0.229, α = 0.05). Multivariate results
obtained that the status of marriage is a factor that most affect the level of anxiety in the elderly. Advanced
research is required with different designs using qualitative design to better explore problems and deeper data
about coping with anxiety levels.

Keywords: Anxiety, Climbing, Elderly, Landslide

329
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, April 2017

Femi Kesumawati, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C.Daulima

Hubungan antara Karakteristik, Tingkat Kecemasan dan Ketergantungan dengan


Penerimaan Diri Pasien Keterbatasan Gerak Akibat Stroke di RSUD Kota Jakarta
Utara

Abstrak
Stroke merupakan kondisi emergency yang terjadi karena iskemi serebral, dengan penurunan aliran darah dan
oksigen ke jaringan serebral yang dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen bahkan sampai dengan
kematian. . Latar belakang dalam pengambilan kasus Stroke dikarenakan terdapat 15 juta orang yang mengalami
stroke setiap tahun dan merupakan penyebab kematian kedua diatas usia 60 tahun dan penyebab kematian kelima
pada usia 15-59 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, tingkat kecemasan
dan ketergantungan dengan penerimaan diri pasien keterbatasan gerak akibat stroke. Hasil penelitian didapatkan
terdapat hubungan karakteristik usia dan tingkat kecemasan dengan penerimaan diri pasien keterbatasan gerak
akibat stroke. Hasil penelitian merekomendasikan Rumah Sakit umum sebagai pemberi layanan kesehatan yang
berfokus pada pelayanan kesehatan fisik hendaknya juga meningkatkan layanan kesehatan jiwa dalam
memberika asuhan keperawatan yang komperhensif.

Kata kunci : Stroke, tingkat kecemasan, ketergantungan, penerimaan diri

Abstract
Stroke is an emergency condition that occured as the cerebral ischemic, with decreased in blood flow and oxygen
to the cerebral tissues that can caused permanent brain damaged and even up to death. , basic in decision Stroke
cased because there are 15 million people who suffered stroke each year and the second leading caused of death
above the age of 60 years and the fifth leading caused of death at the age of 15-59 years. The purpose of this
study to determine the relationship between the characteristics, the level of anxiety and self-acceptance
dependence with reduced mobility as stroke patients. The results showed there are relation characteristics of the
age and level of anxiety with self-acceptance limitation of motion in stroke patient. The results of the study
recommended to general hospital as the health care provider that focuses on physical health services should be
also improving mental health services in providing a comprehensive nursing care.

Keywords: Stroke, the level of anxiety, reliance, self-acceptance

330
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, April 2017

Laura Khattrine Noviyanti, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C. Daulima

Studi Fenomenologi: Pengalaman Pencarian Tujuan Hidup dan Resiliensi Diri


Perempuan Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Semarang

Abstrak
Perempuan korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) banyak mengalami gangguan psikis antara lain
cemas, rendah diri dan depresi. Gangguan tersebut mengakibatkan perempuan kehilangan tujuan hidup. Situasi
adaptasi dari stres atau pulih terhadap dirinya dengan mendapatkan kembali keseimbangan antara fisiologis,
psikologis dan sosial disebut dengan resiliensi. Orang yang memiliki resiliensi diri disebut dengan penyintas.
Fenomena yang terjadi saat ini minimnya penelitian terkait pencarian tujuan hidup dan resiliensi diri perempuan
penyintas KDRT di Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman pencarian
tujuan hidup dan resiliensi diri perempuan korban menjadi penyintas KDRT. Hasil penelitian didapatkan
empat tema, yaitu kemandirian dan keberanian adalah awal pemulihan hidup, dukungan orang terdekat yang
memberikan kekuatan, strategi koping yang digunakan untuk mampu bertahan dan pembelajaran dari
pengalaman yang menguatkan tujuan masa depan. Hasil penelitian merekomendasikan untuk perawat jiwa
sebagai konselor para penyintas dalam tahap pemulihan untuk meningkatkan kesehatan mental pasien.

Kata kunci: KDRT, perempuan, tujuan hidup, resiliensi

Abstract
Women who are subject to Intimate Partner Violence (IPV) experienced numbers of psychological disorders such
as anxiety, low self-esteem and depression. These disorders lead them to a point where they lose their life
purposes. The adaptation situation in regards to their relation with the stress or when they recover themselves by
regaining the balance between physiological, psychological, and social is called resilience. People who have self-
resilience are called survivors. The phenomenon that occurs at present time is scarce number of research related
to the discovery of life purpose and self-resilience of women who are survivors of IPV in Central Java. The
purpose of this study is to gain insight of the experience of discovering the life purpose and self-resilience of IPV
survivor women. The study resulted in four themes self-reliance and bravery mark the beginning of life recovery,
support from the closest person provides strength, coping strategies which utilized to be able to survive, and
learning from experience to reinforce future goals. The results of the study recommends mental health nurses to
stand as the counselors for IPV survivors to support them in their recovery phase to improve the mental health of
the patients.

Keywords: IPV, women, purpose of life, resilience

331
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Agustina Rahayu, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Pengaruh Terapi Kognitif dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap Prodroma Early


Psychosis, Ansietas dan Harga Diri Remaja di Panti Asuhan
Abstrak
Prodroma early psychosis merupakan perubahan-perubahan sebelum mengalami psikotik yang banyak terjadi
pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tindakan keperawatan ners, terapi kognitif dan
psikoedukasi keluarga terhadap prodroma early psychosis, ansietas dan harga diri remaja di panti asuhan. Desain
penelitian ini quasi eksperimental pre-post test with control group dengan sampel 77 remaja yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling, 38 remaja mendapatkan tindakan keperawatan ners, terapi kognitif dan
psikoedukasi keluarga dan 39 remaja mendapatkan tindakan keperawatan ners. Uji analisisnya menggunakan
ANNOVA Repeated Measure dan Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tindakan
keperawatan ners, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga menurunkan gejala prodroma early psychosis dan
ansietas serta meningkatkan harga diri remaja secara bermakna (p value < 0,05). Prodroma early psychosis
berhubungan dengan ansietas dan harga diri (p value < 0,05). Terapi kognitif dan terapi psikoedukasi keluarga
direkomendasikan pada remaja panti asuhan yang mengalami prodroma early psychosis, ansietas dan harga diri
rendah.

Kata kunci: Remaja di panti asuhan, prodroma early psychosis, ansietas, harga diri, tindakan keperawatan ners,
terapi kognitif, terapi psikoedukasi keluarga

Abstract
Prodroma early psychosis is the changes before psychotic occurs in adolescents. This study aims to determine the
effect of nursing actions ners, cognitive therapy and family psychoeducation towards prodroma early psychosis,
anxiety and Self esteem and of adolescents in orphanages. The research design was quasi experimental pre-post
test with control group with 77 adolescent samples selected using purposive sampling technique, 38 adolescents
got nursing action ners, cognitive therapy and family psychoeducation and 39 adolescent got nursing action ners.
Test analysis using ANNOVA Repeated Measure and Independent t-test. The results showed that nursing care,
cognitive therapy and family psychoeducation decreased prodroma early psychosis and anxiety symptoms as well
as increased adolescent self-esteem significantly (p value <0.05). Prodroma early psychotic associated with
anxiety and self-esteem (p value <0.05). Cognitive therapy and family psychoeducation therapy are
recommended in adolescent orphanages who have prodroma early psychosis, anxiety and low self esteem.

Keywords: Adolescents in orphanage, prodroma early psychosis, anxiety, self esteem, nursing actions ners,
cognitive therapy, family psychoeducation therapy

332
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Ayu Pratiwi, Achir Yani S. Hamid, Herni Susanti

Pengalaman Beradaptasi terhadap Perubahan Remaja di Lembaga Pembinaan Khusus


Klas II A

Abstrak
Remaja merupakan masa peralihan yang memiliki proses perkembangan yang berbeda dengan usia anak-anak
dan dewasa. Remaja yang tinggal di Lapas harus menghadapi perubahan peran selama di Lapas yang akan
menimbulkan berbagai macam respon psikologis dan upaya-upaya untuk beradaptasi bagi mereka. Tujuan
penelitian ini ingin mengeksplorasi pengalaman dan mekanisme adaptasi remaja Lapas dalam menghadapi
perubahan peran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif.
Partisipan penelitian ini terdiri dari delapan orang remaja Lapas. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara
mendalam berdasarkan tujuan penelitian. Analisis data hasil wawancara menggunakan tahapan analisis menurut
Colaizzi. Temuan hasil penelitian menunjukkan 5 tema dengan 11 katagori antara lain: 1) Perubahan penampilan
peran yaitu perubahan peran dalam keluarga, perubahan penampilan peran terhadap hubungan sosial dengan
teman sebaya, dan perubahan aktivitas sekolah, 2) Keadaan harga diri remaja yang di Lapas adalah malu kepada
keluarga dan aib keluarga,3)Respon psikologis yang terjadi pada remaja Lapas adalah respon psikologis awal
masuk Lapas dan respon psikologis saat ini,4) Upaya dalam beradaptasi adalah upaya dari diri sendiri dan upaya
dari orang lain dan 5) Harapan untuk masa depan adalah harapan untuk diri sendiri dan harapan untuk orang
lain. Rekomendasi hasil penelitian ini ditujukan pada perawat jiwa atau petugas Lapas yang mungkin akan
berhubungan langsung dengan remaja Lapas dalam membantu mereka untuk menggunakan strategi yang adaptif
dalam menghadapi kondisi di Lapas.
Kata kunci: Remaja, adaptasi, perubahan peran, Lapas

Abstract
Adolescents are a transitional period that has different developmental processes with the age of children and
adults. Adolescents living in prisons must face role change while in prisons that will lead to various
psychological responses and attempts to adapt to them. The purpose of this study would be to explore the
experiences and mechanisms of adolescent adaptation Prisons in the face of role change. This research uses
qualitative method with descriptive phenomenology approach. The study participants consisted of eight prison
juveniles. Data retrieval is done by in-depth interviews based on research objectives. Data analysis of interview
result using analysis phase according to Colaizzi. The findings of the research show 5 themes with 11 categories,
among others: 1) Change of role appearance that is change of role in family, change of role appearance to social
relation with peer, and change of school activity, 2) The pride of pride in prison is embarrassment to Family and
family disgrace 3) Psychological responses occurring in adolescence Prisons are the initial psychological
response to prison and the current psychological response, 4) The adaptation effort is the effort of oneself and
the efforts of others and 5) Hope for the future is hope For yourself and hope for others. Recommend the results
of this study aimed at mental nurses or prison officers who may be in direct contact with prison juveniles in
helping them to use adaptive strategies in the face of prison conditions.

Keywords: Adolescence, adaptation, role change, prison

333
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Dian Fitria, Mustikasari, Ria Utami Panjaitan

Hubungan Psychological Capital dengan Ansietas pada Korban Kebakaran Pasar di


wilayah Jakarta Pusat
Abstrak
Bencana kebakaran pasar menyebabkan fungsi ekonomi para pedagang hilang. Hal ini menyebabkan muncul
permasalahan psikologis salah satunya ansietas. Psychological capital merupakan personal ability yang dimiliki
individu yang diharapkan mampu menjadi sumber positif untuk pulih dari bencana. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan psychologycal capital (hope, self efficacy, resilience, optimism) dengan ansietas
pada korban kebakaran pasar diwilayah Jakarta Pusat. Desain yang digunakan cross-sectional dengan metode
nonprobability sampling. Responden berjumlah 174 orang. Analisa data menggunakan Independent T Test dan
Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan psychological capital (self efficacy & optimism) dengan
ansietas pada korban kebakaran pasar diwilayah Jakarta Pusat. Hasil juga menunjukkan bahwa jumlah kios yang
terbakar dalam jumlah banyak akan menaikkan ansietas korban sebesar 4,845 kali lebih tinggi dibandingkan
dengan jumlah kios yang sedikit. Penelitian ini merekomendasikan psychological capital menjadi bagian
pengkajian keperawatan bencana, sebagai dasar pemberian intervensi keperawatan bencana.

Kata kunci: Kebakaran pasar, psychological capital, ansietas

Abstract
The market fire disaster caused economic functionality disappear. This causes the emergence of psychological
problems one of them is anxiety. Psychological capital is a personal ability possessed by individuals who are
expected to be a positive source to recover from disaster. The purpose of this research is to know the relation of
psychological capital (hope, self-efficacy, resilience, optimism) with anxiety to victim of fire of market in Central
Jakarta region. The design used is cross-sectional with nonprobability sampling method. Respondents numbered
174 people. Data analysis using Independent T Test and Chi-Square. Result of research indicate relationship of
psychological capital (self-efficacy & optimism) with anxiety to victim of fire of market in area of Central
Jakarta. The results also show that the number of booths burned in large quantities will increase the anxiety of
victims by 4.845 times higher than the small number of booths. This study recommends psychological capital to
be part of the assessment of disaster nursing, as the basic for providing disaster nursing interventions.

Keywords: The Market fire disaster, psychological capital, anxiety

334
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Fransina Tubalawony, Novy Helena C. Daulima, Herni Susanti

Pengalaman Perempuan yang Mengalami KDRT di Maluku

Abstrak
Perilaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selalu yang menjadi korban adalah perempuan yang berperan
sebagai ibu rumah tangga. Peluang terjadi KDRT masih sangat banyak di Indonesia karena tradisi adat ketimuran
yang masih menomorsatukan laki-laki dari perempuan terutama di Maluku. Fenomen yang masih banyak terjadi
kejadian KDRT sampai saat ini masih belum ada perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat untuk
mencegah ataupun menangani masalah KDRT, oleh karena masih dianggap persoalan pribadi rumah tangga itu
sendiri. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam pengalaman perempuan
yang mengalami KDRT. Metode yang digunakan adalah kualitatif yaitu deskriptif dengan pendekatan
fenomenologi, pada partisipan ke 8 data telah saturasi Penelitian ini menghasilkan 5 tema yaitu : Perubahan
perilaku suami, Penyebab KDRT, Bentuk-bentuk KDRT, Masalah konsep diri akibat KDRT dan Penguatan
potensi diri dalam menghadapi KDRT. Hasil penelitian merekomendasikan untuk perawat jiwa sebagai konselor
para perempuan yang mengalami KDRT dalam tahap pemulihan untuk meningkatkan kesehatan mental
masyarakat.

Kata kunci: KDRT, Pengalaman perempuan

Abstract
Violent behavior in the household (KDRT) is always the victim is a woman who acts as a housewife.The
opportunities for domestic violence are still very much in Indonesia because of the traditional tradition that still
prior men from women especially in Maluku.The phenomenon that still happen many cases of domestic violence
until now still there is no special attention from government and society to prevent or handle problem of domestic
violence, because still mean private matter of household itself.Thus this study aims to explore more in the
experience of women who experience domestic violence.The method used is qualitative consists of descriptive
with phenomenology approach, on 8th participant saturation data. This research produces 5 themes, namely:
Changes in husband's behavior, Causes of Domestic Violence, Type of Domestic Violence, psychological Impact
of Domestic Violence and Affirmation self potential in Facing Domestic Violence. The result of this research has
recommendation to nurses be counselors of women who experience domestic violence in the recovery phase to
improve public mental health.

Keywords: Domestic violence, women experience

335
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Ika Ratih Wibawa, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C.Daulima

Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Mengungkapkan Ekspresi Emosi dalam


Merawat Klien Risiko Perilaku Kekerasan

Abstrak
Gejala yang tampak pada gangguan jiwa berat salah satunya adalah gejala agresif dan perilaku kekerasan.
Hubungan antara pemberian perawatan dengan gangguan jiwa dapat dinilai dengan ekspresi emosi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam tentang pengalaman keluarga mengungkapkan ekspresi
emosi dalam merawat klien dengan risiko perilaku kekerasan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif
dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 6 partisipan yang diwawancara secara mendalam
tentang pengalamannya mengungkapkan ekspresi emosi dalam merawat klien risiko perilaku kekerasan. Hasil
penelitian didapatkan tiga tema yaitu respons psikologis diikuti respons fisik merupakan manifestasi respons
keluarga, sikap bermusuhan merupakan refleksi perasaan negatif keluarga, interaksi positif dalam keluarga
sebagai pemenuhan kebutuhan psikologis. Hasil penelitian merekomendasikan perawat jiwa agar menekankan
pentingnya mengungkapkan ekspresi emosi pada saat melakukan psikoedukasi keluarga.

Kata kunci: Keluarga, ekspresi emosi, risiko perilaku kekerasan

Abstract
One of the symptoms in severe mental disorders is aggressive and violent behavior. The relationship between
treatment and mental disorders can be assessed through expressed emotion. The purpose of this study was to
explore family’s experience showing the expressed emotion in caring for family member with the risk of violent
behavior. The design used in the research is qualitative method with phenomenology approach. Six participants
were interviewed by in depth interview techniques related to their experiences in expressing their emotion in
caring the people with the risk of violent behavior. The result of the research revealed three themes:
psychological response followed by physical response as a manifestation of family response, hostility as a
reflection of family negative feeling, positive interaction in family as fulfillment of psychological need. The
recommendation of this study that the nurses emphasizing the importance of expressing emotion in providing
family psychoeducation.

Keywords: Family, expressed emotion, risk of violent behavior

336
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Indah Ramadhan, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Terapi Latihan Asertif dan Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap


Penggunaan NAPZA, Ansietas, Harga Diri dan Ketahanan Remaja dalam Pencegahan
Penggunaan NAPZA di Pondok Pesantren

Abstrak
Remaja rentan menggunakan NAPZA ketika mengalami ansietas, harga diri rendah, dan ketahanan yang rendah.
Latihan asertif dan terapi psikoedukasi keluarga merupakan tindakan spesialis keperawatan jiwa yang diharapkan
mampu mengatasi kecemasan, meningkatkan harga diri, dan meningkatkan ketahanan remaja untuk mencegah
penggunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tindakan keperawatan ners, latihan
asertif, dan terapi psikoedukasi keluarga terhadap penggunaan NAPZA, ansietas, harga diri, dan ketahanan
remaja dalam pencegahan penggunaan NAPZA di pondok pesantren. Desain penelitian yang digunakan yaitu
quasi experimental pre-post test with control group. Enam puluh empat remaja santri dipilih menggunakan teknik
purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok menggunakan cluster random sampling. Kelompok 1
mendapatkan tindakan keperawatan ners dan kelompok 2 mendapatkan tindakan keperawatan ners, latihan
asertif, dan terapi psikoedukasi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan ansietas serta
peningkatan harga diri dan ketahanan secara bermakna setelah mendapatkan tindakan keperawatan ners (p value
< 0,05); penurunan ansietas serta peningkatan harga diri dan ketahanan secara bermakna setelah mendapatkan
latihan asertif dan terapi psikoedukasi keluarga (p value < 0,05); terjadi penurunan ansietas serta peningkatan
harga diri dan ketahanan pada remaja santri yang mendapatkan tindakan keperawatan ners, latihan asertif, dan
terapi psikoedukasi keluarga lebih tinggi secara bermakna (p value < 0,05) dibandingkan remaja yang hanya
mendapatkan tindakan keperawatan ners. Latihan asertif dan terapi psikoedukasi keluarga direkomendasikan
pada remaja santri dalam pencegahan penggunaan NAPZA di pondok pesantren.

Kata kunci: Remaja santri, pencegahan NAPZA, ansietas, harga diri, ketahanan, latihan asertif, terapi
psikoedukasi keluarga

Abstract
Adolescents are susceptible to using drugs when experiencing anxiety, low self-esteem, and low resisilience.
Assertiveness training and family psychoeducation therapy is a mental nursing specialist action that is expected
to overcome anxiety, increase self-esteem, and increase adolescent resilience to prevent drug use. This study
aims to determine the effect of ners nursing actions, assertiveness training and family psychoeducation therapy
on the use of drugs, anxiety, self esteem, and adolescent resisilience in the prevention of drug use in islamic
boarding schools. The research design used was quasi experimental pre-post test with control group. Sixty four
adolescent students were selected using purposive sampling and divided into 2 groups using cluster random
sampling. The intervention group 1 only received ners nursing actions and the intervention group 2 received ners
nursing actions, assertiveness training, and family psychoeducation therapy. The results showed that there were
decreased anxiety, increased self-esteem, and increased resilience significantly after ners nursing action (p value
<0.05); decreased anxiety, increased self-esteem, increased resilience significantly after assertivenessness
training and family psychoeducation therapy (p value <0.05); There were decreased anxiety, increased self-
esteem, and increased resilience of the santri adolescents who received ners nursing actions, assertivenessness
training, and family psychoeducation therapy were significantly greater (p value <0.05) than adolescents who
received ners nursing actions only. Assertiveness training and family psychoeducation therapy is recommended
for adolescent students in the prevention of drug use in islamic boarding schools.

Keywords: Adolescent, drug prevention, anxiety, self-esteem, resilience, assertiveness training, family
psychoeducation therap

337
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017


Intan Maharani Sulistyawati Batu Bara, Novy H.C. Daulima, Ice Yulia Wardani
Makna Hidup Remaja Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

Abstrak
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan masalah hidup berisiko yang dapat mengakibatkan
gangguan psikopatologi dan mempengaruhi perkembangan remaja di masa dewasa kelak. Penelitian ini berfokus
pada pengalaman proses penemuaan makna hidup remaja penyintas yang mendapatkan kekerasan langsung dari
anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan
adalah tujuh remaja usia 15-21 tahun yang pernah atau terlibat di lembaga perlindungan anak Kota Semarang.
Teridentifikasi 6 tema yaitu kekerasan fisik dan kekerasan verbal sebagai bentuk kekerasan yang saling
menyertai, kekerasan adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir oleh remaja, penelusuran hikmah merupakan
upaya pemulihan korban KDRT, penetapan tujuan hidup menuntun remaja dalam penemuan makna hidup, peran
orang terdekat dan nilai spiritual dalam proses penemuan makna hidup, dan kesempurnaan dan kebahagiaan
merupakan akhir paripurna penemuan makna hidup. Penelitian ini merekomendasikan perlunya lembaga
perlindungan anak memfasilitasi remaja penyintas KDRT mendapatkan pendampingan pemulihan untuk
menemukan makna hidup dalam menjalani kehidupan yang berkualitas.

Kata kunci: KDRT, makna hidup, penyintas, remaja

Abstract
Domestic violence is a life-risk adverse situation that can lead to psychopathological disorders and affect
adulthood development in the future. This study focuses on the experiences of the process of discovering the
meaning of life of adolescent survivors of domestic violence who have been violated by close family member.
Participants are adolescent survivors between the ages of 15 and 21 who are in or have contact with a local
child center. Interviews were conducted and a qualitative study was utilized to determine common themes of how
adolescent survivors experience the meaning of life discovery process in their lives. Six themes were derived from
the interviews, including physical violence and verbal violence as a form of violence that accompanied each
other; violence was a response that cannot be tolerated by adolescents, the process of learning a lesson is an
effort to recover victims of domestic violence; the determination of the purpose of life leading the adolescent
survivors of domestic violence in the discovery of the meaning of life; the role of the close person and the
spiritual value in the process of the discovery of the meaning of life, and perfection and happiness is the ultimate
finale of the discovery of the meaning of life. This study may recommend the need for local child center to
facilitate adolescent survivors of domestic violence to receive a recovery assistance to find the meaning of life in
living a quality life.

Keywords: Adolescent, domestic violence, meaning of life, survivors

338
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017


Kristianus Triyaspodo, Novy H.C. Daulima, Ice Yulia Wardani
Pengalaman Kekerasan yang Dilakukan oleh Keluarga terhadap Orang dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) Pascarawat
Abstrak
Kekerasan yang dialami oleh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) membawa dampak psikologis yang sangat
serius. Dampak psikologis tersebut mengakibatkan ODGJ mengalami kekambuhan sehingga angka prevalensi
penderita gangguan jiwa terus meningkat.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman
kekerasan yang dilakukan keluarga terhadap ODGJ pascarawat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Hasil penelitian didapatkan enam tema, yaitu kurang pengetahuan
keluarga sebagai penyebab kekerasan yang dialami oleh ODGJ, caregiver utama sebagai pelaku kekerasan
terhadap ODGJ, kekerasan fisik mendominasi kekerasan yang dialami oleh ODGJ, ketidakberdayaan sebagai
dampak kekerasan, distraksi sebagai mekanisme koping, dan keinginan ODGJ terbebas dari kekerasan. Hasil
penelitian merekomendasikan untuk perawat jiwa agar memberikan terapi kognitif kepada korban kekerasan,
dan terapi psikoedukasi keluarga kepada pelaku kekerasan sehingga kekerasan terhadap ODGJ tidak kembali
terulang.

Kata kunci: kekerasan, orang dengan gangguan jiwa

Abstract
The violence experienced by people with mental illness has a very serious psychological impact. These
psychological impacts result in people with mental illness experiencing a recurrence so that the prevalence rate
of mental illness continues to increase. The purpose of this study is to get an overview of experiences of family
violence against people with mental illness post-hospitalization. This research uses qualitative method with
descriptive approach of phenomenology. The results of the research are six themes, namely lack of family
knowledge as the cause of violence, main caregiver as perpetrator of violence, physical violence dominates
violence experienced by people with mental illness, powerlessness as impact of violence, distraction as coping
mechanism, and desire free from violence. The results of this study recommend for mental nurses to provide
cognitive therapy to victims of violence, and family psychoeducation therapy to perpetrators of violence so that
violence does not reoccur.

Keywords: Mental illness, violence

339
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Madepan Mulia, Budi Anna Keliat, Ice Yulia Wardani

Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku dan Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap


Penggunaan NAPZA, Ansietas dan Harga Diri Narapidana Remaja di Lembaga
Pemasyarakatan Narkotika
Abstrak
Peningkatan angka kriminalitas perlu mendapatkan perhatian, terutama terkait penyalahgunaan NAPZA. Di
Indonesia, jumlah pengguna NAPZA yang berada di lapas diperkirakan hampir mencapai 40% dari keseluruhan
narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tindakan keperawatan ners, terapi kognitif
perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga terhadap penggunaan NAPZA, ansietas dan harga diri narapidana
remaja di lapas narkotika. Desain penelitian ini quasi eksperimental pre-post test with control group. Kelompok
intervensi 1 diberikan tindakan keperawatan ners serta kelompok intervensi 2 diberikan tindakan keperawatan
ners, terapi kognitif perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga dengan jumlah sampel masing-masing kelompok
adalah 31 orang. Instrumen yang digunakan adalah Drug Abuse Screening Test-20 (DAST-20), Hamilton Anxiety
Rating Scale (HAM-A) dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Uji analisis yang digunakan adalah uji
repeated ANOVA, independent t- test dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tindakan keperawatan ners,
terapi kognitif perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga menurunkan ansietas dan meningkatkan harga diri
secara bermakna (p value < 0,05) lebih besar daripada setelah mendapatkan tindakan keperawatan ners,
penggunaan NAPZA mempunyai hubungan yang lemah secara bermakna (p value < 0,05) dengan ansietas dan
harga diri, dan pola asuh berhubungan secara bermakna (p value < 0,05) dengan ansietas. Tindakan keperawatan
ners direkomendasikan dilakukan oleh perawat di poliklinik lapas narkotika serta terapi kognitif perilaku dan
terapi psikoedukasi keluarga dilakukan oleh perawat spesialis jiwa dalam mengatasi ansietas dan harga diri
narapidana remaja di lapas narkotika.

Kata kunci: Narapidana remaja di lapas narkotika, penggunaan NAPZA, ansietas, harga diri, terapi kognitif
perilaku, terapi psikoedukasi keluarga

Abstract
Increasing the crime rate needs to get attention, especially related to drug abuse. In Indonesia, the number of
drug users in prisons is estimated to be almost 40% of all inmates. This study aims to determine the effect of
nursing actions ners, behavioral cognitive therapy and family psychoeducation therapy against drug use, anxiety
and pride of juvenile inmates in prison narcotics. The study design was quasi experimental pre-post test with
control group. The intervention group 1 was given nursing action ners as well as the intervention group 2 were
given nursing actions ners, behavioral cognitive therapy and family psychoeducation therapy with the number of
samples each group was 31 people. The instruments used are Drug Abuse Screening Test-20 (DAST-20),
Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) and Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). The analysis test used is
repeated ANOVA test, independent t-test and chi-square. The results showed that nursing behavior, behavioral
cognitive therapy and family psychoeducation therapy decreased anxiety and increased self-esteem significantly
(p value <0.05) greater than after receiving nursing action, drug use was significantly weak (p value <0.05) with
anxiety and self-esteem, and parenting was significantly associated (p value <0.05) with anxiety. Nursing care
ners are recommended performed by nurses in the narcotics prison policlinic as well as behavioral cognitive
therapy and family psychoeducation therapy performed by a specialist psychiatrist in overcoming anxiety and
self esteem.

Keywords: Adolescent drug users in prison narcotics, drug use, anxiety, self esteem, cognitive
behaviour therapy, family psychoeducation therap

340
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Nanang Khosim Ashari, Herni Susanti, Ice Yulia Wardani

Motivasi Perubahan Orientasi Seksual Pada Homoseksual ke Heteroseksual

Abstrak
Homoseksual merupakan rasa ketertarikan terhadap sesama jenis kelamin. Sampai sekarang penyebab terjadinya
homoseksual belum diketahui secara pasti. Seseorang yang pada awalnya homoseksual ternyata dapat berubah
menjadi heteroseksual. Hal ini dapat dilihat dari, adanya kaum homoseksual tersebut yang berkeinginan untuk
merubah orientasi seksualnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran secara mendalam mengenai
motivasi perubahan orientasi seksual pada homoseksual ke heteroseksual di Indonesia. Penelitian ini
menggunakan desain penelitian kualitatif. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 6 gay yang diwawancari
secara mendalam terkait motivasi perubahan orientasi seksual. Teridentifikasi 5 tema pada penelitian ini yaitu
latarbelakang terbentuknya homoseksual, alasan menyembunyikan status homoseksual, motivasi perubahan
orientasi seksual, upaya merubah orientasi seksual dan faktor penghambat perubahan orientasi seksual. Penelitian
ini merekomendasikan adanya standar operasional prosedur dalam menangani klien dengan keinginan untuk
merubah orientasi seksual di Layanan Kesehatan.

Kata kunci: Homoseksual, motivasi, perubahan orientasi seksual

Abstract
Homosexuality is a sense of attraction to same sex. Until now the cause of homosexuality is’n known for certain.
Someone who was a homosexual can be turned out to heterosexual. This can be seen from, the existence of these
homosexuals who wish to change their sexual orientation. The purpose of this research is to know deeply about
motivation of sexual orientation change in homosexual to heterosexual in Indonesia. This research uses
qualitative research design. The number of participants in this study was 6 gays who were interviewed in depth
related to the motivation of sexual orientation change. The five themes identified in this study were the
homosexual background, the reasons for hiding the homosexual status, the motivation for changes in sexual
orientation, the effort to change the sexual orientation and the inhibiting factors of sexual orientation change.
This study recommends an operational standard of procedures in dealing with clients with a desire to change
sexual orientation in Health Services.

Keywords: Homosexual, motivation, changes in sexual orientation

341
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017


Nera Djanuar, Achir Yani S. Hamid, Mustikasari
Pengaruh Terapi Self Help Group Terhadap Tingkat Ansietas Pasien Gagal Ginjal
Kronis (GGK) di Unit Hemodialisis RSUD Kota Cirebon

Abstrak
Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat ireversibel yang artinya fungsi
ginjal tidak dapat kembali seperti semula. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronis meningkat setiap tahunnya.
Ansietas banyak dialami oleh pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Tujuan penelitian adalah
mengidentifikasi pengaruh terapi self help group terhadap tingkat ansietas pasien Gagal Ginjal Kronis di Ruang
Hemodialisis. Desain penelitian yang digunakan quasy-experimental pre test-post test with control group. Tujuh
puluh empat responden terlibat, terbagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil penelitian
menunjukkan tingkat ansietas pasien menurun dari ansietas berat menjadi sedang, pasien dengan ansietas sedang
menjadi ringan, dengan hubungan yang bermakna (p = 0,000). Variabel yang berhubungan dengan dengan
tingkat ansietas antara lain pekerjaan dan lama menjalani hemodialisis, sedangkan variabel yang tidak
berhubungan adalah usia, penghasilan jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan (p>0,005). Penelitian ini
merekomendasikan terapi generalis dan self help group dalam menurunkan tingkat ansietas pasien Gagal Ginjal
Kronis di unit hemodialisis.

Kata Kunci: Ansietas, Gagal Ginjal Kronis, Self Help Group

Abstract
Chronic Kidney Failure (CKF) is a condition of irreversible kidney dysfunction, which means that the kidney
function can not go back to normal. The prevalence of chronic renal failure increases every year. Anxiety is
experienced by many CKF patients undergoing hemodialysis. The objective of the study was to identify the
influence of self-help group therapy on the anxiety level of Chronic Kidney Failure patients in Hemodialysis
Room. The research design used quasy-experimental pre test-post test with control group. Seventy-four
respondents were involved, divided into intervention groups and control groups. The results showed that the
patient's anxiety level decreased from severe anxiety to moderate, patients with moderate anxiety to mild anxiety ,
with significant association (p = 0.000). Variables associated with anxiety levels include occupation and
duration of hemodialysis, while unrelated variables were age, income, gender, education, marital status. (p>
0.005). This study recommends generalist therapy and self-help group in lowering the anxiety level of Chronic
Kidney Failure patients in the hemodialysis unit.

Keywords: Anxiety, Chronic Kidney Failure, Self Help Group

342
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017


Niken Yuniar Sari, Budi Anna Keliat, Mustikasari
Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku dan Terapi Psikoedukasi Keluarga Terhadap
Prodroma Early Psychosis, Ansietas dan Harga Diri Remaja di Pondok Pesantren

Abstrak
Prodroma early psychosis dimulai pada awal masa remaja dimana merupakan masa transisi yang mengalami
perubahan baik secara fisik maupun psikologis yang dapat menyebabkan remaja mengalami prodroma early
psychosis, ansietas dan harga diri rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi kognitif
perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga terhadap prodroma early psychosis, ansietas dan harga diri remaja di
pondok pesantren. Desain penelitian yang digunakan adalah ”quasi experimental dengan rancangan pre-post test
with control group”. Menggunakan instrumen prodroma early psychosis (PQ16) Dengan metode purposive
sampling. Responden berjumlah 78 yang dipilih dengan tehnik simple random sampling terdiri dari 39 orang
setiap kelompok. Tindakan keperawatan ners diberikan pada kelompok intervensi 1 dan tindakan keperawatan
ners, terapi kognitif perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga pada kelompok intervensi 2. Hasil penelitian
menunjukkan prodroma early psychosis dan ansietas megalami penurunan secara bermakna serta peningkatan
secara bermakna pada harga diri pada intervensi 1 dan 2 dengan (p-value < α 0,05), penurunan prodroma early
psychosis dan ansietas serta peningkatan harga diri lebih besar pada kelompok intervensi 2 dibandingkan dengan
kelompok intervensi 1. Hasil penelitian ini dapat dipertimbangkan sebagai program preventif dan promotif
dengan pemberian tindakan keperawatan ners, terapi kognitif perilaku dan terapi psikoedukasi keluarga.

Kata Kunci: Prodroma Early Psychosis, Ansietas, Harga Diri, Remaja, Pondok Pesantren

Abstract
Prodroma early psychosis begain in early adolescence, teenagers is the transition that experienced changes
either physicall or psychological that can cause teenagers experienced anxiety and low self esteem. The purpose
of this research to know the effect of cognitive behaviour therapy and family psychoeducation therapy towards
prodroma early psychosis, anxiety and self esteem of adolescents in islamic boarding school. Design research
used is quasi experiment pre post test with control group with purposive sampling methods. Instrement of this
research using Prodroma Questionnaire (PQ16). Responden were 78 the selected with simple random sampling
consisting of 39 people every group. The group of intervention 1 given nursing therapy and the group
intervention 2 given nursing therapy, cognitive behaviour therapy and family psychoeducation therapy. The
results of the study showed prodroma early psychosis and anxiety had significant decrease and self esteem had
significant increase after giving nursing intervention and cognitive behaviour therapy with (p-value < α 0,05).
The results showed prodroma early psychosis and anxiety higher decrease and self esteem higher increase in a
compare group 1 and 2. The results of this study can be consedered as preventive and promotive program with
nursing therapy, cognitive behaviour therapy and family psychoeducation

Keywords: Prodroma Early Psychosis, Anxiety, Self Esteem, Adolescent Islamic Boarding School

343
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Nita Sukamti, Budi Anna Keliat, Mustikasari

Pengaruh Latihan Keterampilan Koping dan Pendidikan Kesehatan Keluarga Terhadap


Penggunaan NAPZA, Ansietas, Harga Diri, dan Ketahanan Remaja dalam Pencegahan
Penyalahgunaan NAPZA di Sekolah Menengah Pertama

Abstrak
Remaja rentan menggunakan NAPZA ketika mengalami ansietas, harga diri rendah, dan ketahanan yang rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan keterampilan koping dan pendidikan kesehatan
keluarga terhadap penggunaan NAPZA, ansietas, harga diri dan ketahanan remaja dalam pencegahan penggunaan
NAPZA di Sekolah Menengah Pertama. Desain penelitian yaitu quasi experimental pre-post test with control
group, dan 87 remaja dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dilanjutkan dengan cluster random
sampling. Kelompok 1 mendapatkan tindakan keperawatan ners dan kelompok 2 mendapatkan tindakan
keperawatan ners, latihan keterampilan koping, dan pendidikan kesehatan keluarga. Hasil penelitian
menunjukkan remaja bersih dari penggunaan NAPZA. Tindakan keperawatan ners berpengaruh terhadap harga
diri (p value < 0,05) dan tidak berpengaruh terhadap ansietas dan ketahanan (p value > 0,05). Latihan
keterampilan koping dan pendidikan kesehatan keluarga berpengaruh terhadap ansietas dan harga diri remaja (p
value < 0,05), dan tidak terdapat pengaruh latihan keterampilan koping dan pendidikan kesehatan keluarga
terhadap ketahanan remaja (p value > 0,05).

Kata kunci: Remaja, NAPZA, ansietas, harga diri, ketahanan, tindakan keperawatan ners, latihan keterampilan
koping, pendidikan kesehatan keluarga.

Abstract
Adolescents are susceptible in substance use when they get anxiety, low self-esteem, and low resilience. This
study has goal to know the influence of coping skills training and family health education against substance use,
anxiety, self -esteem and adolescent resilience in prevention of substances use in Junior High School. The design
of study is quasi experimental pre-post test with control group, and 87 of adolescents are selected by purposive
sampling technique and cluster random sampling. The first group got nursing intervention and second group got
nursing intervention , coping skills exercises, and family health education. The results showed adolescents was
free from substances use. The nursing intervention had effect against self-esteem (p value <0.05) and there was
not effect the anxiety and resilience (p value> 0.05). Coping skills training and family health education had effect
on anxiety and self esteem of adolescents (p value <0.05), and there was not effect of coping skills skill and
family health education on adolescent resilience (p value> 0,05).

Keywords: Adolescents, substance, anxiety, self-esteem, resilience, nursing intervention, coping skills training,
family health education.

344
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Nurilla Safitri Damanik, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Pengaruh Terapi Kognitif Perilaku Kelompok dan Psikoedukasi Keluarga Terhadap


Prodroma Early Psychosis, Ansietas dan Harga Diri Remaja di Sekolah Menengah
Pertama

Abstrak
Prodroma early psychosis di mulai untuk pertama kalinya pada usia remaja. Gejala prodroma early psychosis
diantaranya adalah adanya ansietas dan harga diri rendah Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
tindakan keperawatan ners, terapi kognitif perilaku kelompok dan psikoedukasi keluarga terhadap prodroma
early psychosis, ansietas dan harga diri remaja. Desain penelitian ini quasi eksperimental pre- post test with
control group dengan jumlah sampel 79 orang yang dipilih menggunakan teknik random sampling dimana 39
remaja yang mendapatkan tindakan keperawatan ners, terapi kognitif perilaku kelompok dan psikoedukasi
keluarga dipilih dengan menggunakan cluster sampling, sedangkan 40 remaja tidak mendapatkan tindakan. Uji
analisis yang digunakan yaitu repeated ANOVA dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan pemberian
tindakan keperawatan ners dapat menurunkan prodroma early psychosis dan ansietas, serta meningkatkan harga
diri responden. Tindakan keperawatan ners ditambahkan dengan terapi kognitif perilaku kelompok dan terapi
psikoedukasi keluarga menurunkan prodroma early psychosis, ansietas dan meningkatkan harga diri secara
bermakna (p value < 0,05). Tindakan keperawatan ners, terapi kognitif perilaku kelompok dan psikoedukasi
keluarga direkomendasikan untuk remaja yang mengalami prodroma early psychosis, ansietas dan harga diri
rendah.

Kata kunci: Remaja, prodroma early psychosis, ansietas, harga diri, tindakan keperawatan ners, terapi kognitif
perilaku, psikoedukasi keluarga, kelompok

Abstract
Prodromal early psychosis begins for the first time in adolescence. The symptoms of prodromal early psychosis
include the existence of anxiety and low self esteem The purpose of this study to determine the effect of nursing
intervention, group behavioral cognitive therapy and family psychoeducation of prodroma early psychosis,
ansietas and adolescent self-esteem. The study design was a quasi experimental pre- post test with control group
with a sample size of 79 adolescents selected using random sampling technique in which 39 adolescents who
received nursing action ners, group behavioral cognitive therapy and family psychoeducation were selected
using cluster sampling, while 40 adolescents did not get intervention. Analytical test used is repeated ANOVA
and independent t-test. The results showed that nursing care ners can reduce prodroma early psychosis and
anxiety, and increase self-esteem of respondents. Nursing actions were added with group behavioral cognitive
therapy and family psychoeducation therapy reduced prodroma early psychosis, anxiety and increased self-
esteem significantly (p value <0.05). Nursing intervention, group cognitive therapy and family psychoeducation
are recommended for adolescents with early psychosis, anxiety, and low self esteem.

Keywords: Adolescents, prodroma early psychosis, anxiety, self esteem, nursing intervention, behavioral
cognitive therapy, family psychoeducation, group

345
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017


Renny Nova, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C.Daulima

Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Merawat Klien dengan Risiko Bunuh Diri

Abstrak
Bunuh diri merupakan salah satu kegawatdaruratan psikiatri yang memerlukan pelayanan komprehensif karena
individu berisiko membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Bunuh diri di Indonesia semakin
meningkat. Keluarga memiliki peran utama merawat klien dan mencegah bunuh diri namun beban keluarga
belum digali secara mendalam. Tujuan penelitian adalah mendapatkan gambaran pengalaman keluarga merawat
klien risiko bunuh diri. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi yang
melibatkan enam partisipan. Data dikumpulkan dengan indepth interview dan dianalisis menggunakan metode
Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan lima tema, yaitu percobaan bunuh diri menjadi beban yang kompleks bagi
keluarga, perubahan perilaku sebagai isyarat bunuh diri, kepedulian sebagai bentuk dukungan keluarga dan
komunitas, persepsi keluarga tentang penyebab dan akibat percobaan bunuh diri, strategi koping keluarga
mengatasi dampak percobaan bunuh diri. Hasil penelitian merekomendasikan keluarga sebagai pintu terdepan
pencegahan bunuh diri dapat lebih peka terhadap perubahan perilaku klien dan perawat jiwa sebagai konselor
dapat memberi edukasi untuk meningkatkan status kesehatan jiwa klien dan keluarga.

Kata kunci: Klien risiko bunuh diri, pengalaman keluarga

Abstract
Suicide is one of the psychiatric emergencies that require comprehensive care because individuals are at risk of
endangering themselves, others and the environment. Suicide in Indonesia is increasing. Families have a major
role in caring for clients and preventing suicide but family burdens have not been explored in depth. The aim of
the study was to get an overview of family experience of caring for clients of suicide risk. The research design
was qualitative with descriptive phenomenology approach involving six participants. Data were collected by
indepth interview and analyzed using Colaizzi method. The results of the study found five themes, namely suicide
attempts into a complex burden for the family, behavioral changes as a suicide gesture, concern as a form of
family and community support, family perceptions about the causes and consequences of attempted suicide,
coping strategies of families overcoming the impact of attempted suicide. The results of the study recommend that
the family as the front door of suicide prevention can be more sensitive to changes in the behavior of clients and
nurses as counselors can provide education to improve the mental health status of clients and families.

Keywords: Client of suicide risk, families experiences

346
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Soimah, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C.Daulima

Studi Fenomenologi: Dukungan Keluarga pada Remaja Korban Bullying

Abstrak
Remaja korban bullying akan mengalami dampak antara lain cemas, penurunan harga diri, penurunan prestasi
akademik dan depresi. Dukungan keluarga memainkan peranan penting dalam mengatasi dampak bullying.
Bullying yang terjadi pada remaja berhubungan dengan depresi apabila remaja tidak mendapatkan dukungan oleh
orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengalaman keluarga dalam
memberikan dukungan terhadap remaja korban bullying. Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Partisipan dalam penelitian berjumlah 8 orang. Analisis data dilakukan dengan metode Colaizzi.
Hasil penelitian didapatkan lima tema, yaitu kesedihan dan kemarahan sebagai respon awal terhadap bullying,
saran dan motivasi merupakan bentuk dukungan keluarga pada korban bullying, strategi dukungan keluarga
sebagai upaya mempercepat proses pemulihan korban bullying, hubungan antar manusia merupakan sumber
dukungan dalam mengatasi dampak bullying, ketangguhan mental sebagai dampak dari dukungan keluarga
pada korban bullying. Hasil penelitian ini merekomendasikan perawat jiwa berperan sebagai edukator bagi
keluarga dalam memberikan dukungan pada remaja korban bullying.

Kata kunci: Bullying, dukungan keluarga, remaja

Abstract
Adolescents of bullying victims will experience impacts such as anxiety, decreased self-esteem, decreased
academic performance and depression. Family support plays an important role in overcoming the impact of
bullying. Bullying that occurs in adolescents is associated with depression when adolescents do not get support
by their parents. This study aims to obtain an overview of the family experience in providing support to
adolescents bullying victims. Design of qualitative research with phenomenology approach. Participants in the
study amounted to 8 people. Data analysis was done by Colaizzi method. The results of the research are five
themes, namely sadness and anger as the initial response to bullying, suggestion and motivation is a form of
family support to victims of bullying, family support strategy as an effort to accelerate the process of recovery of
victims of bullying, human relationships is a source of support in overcoming the impact of bullying, Mentally as
the impact of family support on victims of bullying. The results of this study recommend for nurse soul as
educator for family in giving support to adolescents bullying victim.

Keywords: Bullying, adolescents, family support

347
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Uswatun Hasanah, Herni Susanti, Ria Utami Panjaitan

Pengalaman Keluarga Mendampingi Remaja Dalam Pencapaian Tugas Perkembangan


Identitas Diri Di Lingkungan Eks Lokalisasi

Abstrak
Identitas diri merupakan gambaran diri seseorang yang bersifat konsisten dan tersusun berbagai aspek.
Meningkatnya angka kenakalan remaja adalah salah satu manifestasi belum tercapainya tugas perkembangan
identitas diri pada remaja. Proses pencapaian tugas perkembangan identitas diri pada remaja tidak terlepas dari
pengaruh keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menggali makna pengalaman keluarga mendampingi remaja
dalam pencapaian identitas diri di lingkungan eks lokalisasi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi yang melibatkan dua belas partisipan. Pengumpulan data dengan indepth interview dan
dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan lima tema yaitu Pencapaian identitas diri
remaja di lingkungan eks lokalisasi sama seperti remaja pada umumnya, dominasi hambatan eksternal dalam
pencapaian identitas diri remaja di lingkungan eks lokalisasi, lingkungan eks lokalisasi sebagai stresor, upaya
keluarga mendampingi remaja dalam pencapaian identitas diri, dan harapan keluarga untuk masa depan.
Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan pengetahuan keluarga oleh perawat kesehatan jiwa
sebagai pendukung upaya pencapaian identitas diri remaja di lingkungan eks lokalisasi.

Kata kunci: Identitas diri, lokalisasi, pengalaman keluarga, Remaja

Abstract
Self-identity is an image of self consistency and be arranged from many aspects. The improvement of juvenile
delinquency is one of manifestations which has not reach self-identity development task yet in adolescents.
The achievement process of the self-identity task in adolescents is not apart of family influence. This research
aims to examine mean of family experience in order to accompany adolescents in the achievement of self-
identity in a former red-light district. This research uses qualitative design with phenomenological approach
which involves twelve participants. The data collection uses in-depth interview and be analyzed by using
Colaizzi method. The results are five themes, those are the adolescents self-identity achievement in the former
red-light district which has similar to adolescents in general, the dominance of external barriers in the
achievement of self-identity in adolescents in the former of red-light district, the former of red-light district
environment as a stressor, the family effort in accompanying adolescents in achieving self-identity and the
family expectation for the future. This research recommends the importance of improving family knowledge to
mental health nurse as support for adolescents self-identity achievement in the former of red-light district.

Keywords: Adolescent, Family experience, former red-light district, Self identity

348
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017


Wahyudi Mulyaningrat, Achir Yani S. Hamid, Novy Helena C.Daulima
Studi Fenomenologi: Pengalaman Ibu Merawat Remaja Pengguna NAPZA Stimulan
dan Halusinogen

Abstrak
Penyalahgunaan NAPZA setiap tahunnya semakin merambah pasar anak muda (remaja) dan menjadi hal yang
sangat mengkhawatirkan. Dampak penyalahgunaan NAPZA meliputi berbagai aspek khususnya jenis stimulan
dan halusinogen di DIY. Peran orangtua terutama ibu sangat penting dalam merawat remaja pengguna NAPZA.
Ibu merupakan sosok paling dekat dengan anak sehingga peran merawat remaja dengan masalah NAPZA sangat
lekat dengannya. Pengalaman ibu tersebut belum digali secara dalam, sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk
mendapatkan gambaran pengalaman ibu dalam merawat remaja pengguna NAPZA jenis stimulan dan
halusinogen. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan delapan
partisipan. Data dikumpulkan dengan indepth interview dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil
penelitian didapatkan enam tema, yaitu respon berduka ibu oleh remaja pengguna NAPZA, dukungan orang
terdekat memberikan motivasi dan kekuatan bagi ibu, mencari dan mempertahankan kesembuhan sebagai upaya
ibu merawat remaja pengguna NAPZA, perilaku remaja sebagai penyebab penyalahgunaan NAPZA, perilaku
remaja sebagai dampak penyalahgunaan NAPZA, serta beban yang dirasakan ibu sebagai akibat penyalahgunaan
NAPZA oleh remaja. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa ibu sebagai sosok paling dekat, merupakan
kunci mencari dan mempertahankan kesembuhan remaja pengguna NAPZA dan sebagai fokus utama intervensi
akibat penyalahgunaan NAPZA oleh remaja.

Kata kunci: pengalaman ibu, remaja, penyalahgunaan NAPZA, stimulan dan halusinogen

Absract
Drug abuse annually reaches the youth market (adolescents) and becomes a very worried thing. Impact of drug
abuse covers various aspects, especially types of stimulants and hallucinogens in Yogyakarta. The role of
parents, especially mothers, is very important in taking care of adolescent drug users. Mother is the closest
person to the child so that the role of caring for adolescents with drug problems is very attached to it. The
mother's experience has not been explored in depth, so the purpose of this research is to get a picture of mother
experience in taking care of adolescent of drug user type of stimulant and hallucinogen. The study design was
qualitative with a phenomenology approach involving eight participants. Data were collected by indepth
interview and analyzed using Colaizzi method. The research result got six theme, that is mothers agony response
by adolescent of drug user, support of the nearest person give motivation and strength for mother, seek and
maintain healing as effort of mother to take care of adolescent drug user, adolescent behavior as the cause of
drug abuse, adolescent behavior as the effect of drug abuse, and the burden felt by the mother as a result of drug
abuse by adolescents. The results of this study recommend that the mother as the closest person, is the key to
finding and maintaining the cure of adolescent drug users and as the main focus of intervention due to drug
abuse by adolescents.

Keywords: mother experience, adolescent, drug abuse, stimulant and hallucinogen

349
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Yanti Girsang, Herni Susanti, Ria Utami Panjaitan

Pengalaman Keluarga Mendampingi Penyalahguna Napza Usia Dewasa Muda dalam


Pencapian Tugas Perkembangan Intimasi

Abstrak
Prevalensi penyalahguna NAPZA meningkat setiap tahun dimana rentang usia penyalahguna NAPZA tertinggi
yaitu dewasa muda berusia 20-29 tahun. Dampak penyalahgunaan NAPZA dapat mempengaruhi individu usia
dewasa muda dalam pencapaian intimasi. Keluarga dengan anggota penyalahguna NAPZA umumnya mengalami
masalah-masalah seperti kekerasan, perpisahan, perceraian dan kesulitan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menggali makna pendampingan yang dilakukan keluarga terhadap penyalahguna NAPZA usia dewasa
muda dalam pencapaian tugas perkembangan intimasi. Desain penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi deskriptif yang melibatkan sebelas partisipan. Data dikumpulkan melalui indepth interview dan
dianalisis menggunakan metode pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan empat tema yaitu tugas
perkembangan dewasa muda yang universal, faktor internal dan eksternal yang menghambat tugas perkembangan
dewasa muda penyalahguna NAPZA, keluarga adalah pendamping utama dewasa muda penyalahguna NAPZA
dan beban keluarga penyalahguna NAPZA yang kompleks. Hasil penelitian merekomendasikan pentingnya
terapi psikoedukasi keluarga oleh perawat dalam mendampingi keluarga yang memiliki anggota keluarga
penyalahguna NAPZA usia dewasa muda.

Kata kunci: Intimasi, pengalaman keluarga, penyalahgunaan NAPZA, usia dewasa muda

Abstract
The prevalence of drug abuse increases every year where the highest drug use age range is young adults aged
20-29 years. The impact of drug abuse can affect young adults in the achievement of intimacy. Families with
drug users often experience problems such as violence, separation, divorce and economic difficulties. The
purpose of this study is to explore the meaning of family accompaniment against young adult drug abuser in the
achievement of the task of development of intimacy. The research design was qualitative with descriptive
phenomenology approach involving eleven participants. Data were collected through indepth interview and
analyzed using Colaizzi approach method. The result of the research is got four themes that is the universal of
young adult development task, internal and external factors that inhibit the development task of young adult drug
abuser, the family is the main companion of young adult drug abuser and burden of drug abuser family is
complex. The results of the study recommend the importance of family psychoeducation therapy by nurses in
accompanying families who have family members of young adult drug abusers.

Keywords: intimacy, family experience, drug abuse, young adult

350
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017

Yayu Handayani, Herni Susanti, Mustikasari

Studi Kualitatif: Harga Diri Kaum Gay Dengan HIV/ AIDS Dalam Melakukan Adaptasi
Sosial

Abstrak
Stigma dan diskriminasi yang banyak dialami oleh gay dengan HIV/AIDS dapat mengakibatkan berbagai
masalah psikososial, salah satunya adalah harga diri. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kemampuannya
beradaptasi dalam lingkungan sosial. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan harga diri kaum gay dengan
HIV/AIDS dalam melakukan adaptasi sosial. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode
snowball sampling, terdapat 9 partisipan yang sudah direkrut. Data dianalisa menggunakan analisa tematik. Hasil
penelitian menghasilkan empat tema yaitu: 1) Kondisi harga diri gay dengan HIV/AIDS, 2) Pengaruh harga diri
terhadap adaptasi sosial, 3) Mekanisme koping dalam melakukan adaptasi sosial, dan 4) Harapan untuk masa
depan. Kesimpulannya yaitu harga diri kaum gay dengan HIV/AIDS dipengaruhi oleh adanya stigma dan
pandangan negatif masyarakat dalam bersosialisasi. Penelitian ini merekomendasikan adanya pedoman khusus
untuk mengetahui dan menangani masalah harga diri kaum gay dengan HIV/AIDS di lembaga swadaya
masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Kata kunci: Harga diri, gay, HIV/AIDS, adaptasi sosial

Abstract
Stigma and discrimination among gay with HIV/AIDS can lead to psychosocial problems, one of them is low self-
esteem. This condition may affect them to adapt as a gay and HIV/AIDS. The purpose of this study is to describe
the dignity of gay with HIV/AIDS in social adaptation. The research was a descriptive qualitative and through
snowball sampling method, 9 participants were recruited. Data analysis used thematic analysis. The results of
this study are four themes: 1) self-esteem condition, 2) the influence of self-esteem in social adaptation, 3) coping
strategies in social adaptation, And 4) Hope for the future. The conclusion of this study is that self esteem of gay
with HIV/AIDS affected by stigma and negative response of society in socializing. This study recommends a
guideline for knowing and managing self esteem among gay with HIV/AIDS in Non-Governmental Organizations
and Health Services.

Keywords: Self Esteem, Gay, HIV/AIDS, Social Adaptation

351
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
KEKHUSUSAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Tesis, Juni 2017


Yusrini, Herni Susanti, Ice Yulia Wardhani
Pengalaman Keluarga Mendampingi Pencapaian Perkembangan Lanjut Usia Pasca
Stroke

Abstrak
Mendampingi pencapaian perkembangan lanjut usia pasca stroke merupakan pengalaman unik dan berdampak
pada keluarga. Keluarga memiliki cara, sikap dan perlakuan yang berbeda selama mendampingi lanjut usia.
Tujuan penelitian memberikan gambaran pengalaman keluarga mendampingi pencapaian perkembangan lanjut
usia pasca stroke dan memaknainya. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi
deskriptif. Partisipan adalah 14 orang caregiver utama lanjut usia di Rumah (purposive sampling). Analisa data
menggunakan Collaizi. Hasil penelitian teridentifikasi 5 tema yaitu : 1) dampak bio-psiko-sosio-spiritual pada
lanjut usia pasca stroke, 2) keluarga memenuhi kebutuhan lanjut usia pasca stroke, 3) dampak pasca stroke pada
lanjut usia yang dirasakan keluarga, 4) pencapaian perkembangan lanjut usia pasca stroke menurut keluarga, 5)
makna merawat lanjut usia pasca stroke menurut keluarga. Rekomendasi penelitian adalah meningkatkan
Psikoedukasi dan pembentukkan kelompok suppotif untuk keluarga.

Kata Kunci: Keluarga, lanjut usia, pasca stroke, perkembangan

Abstract
Accompanies the achievement of post-stroke elderly development is a unique experience and impact on the family.
Families have different ways, attitudes and treatment during the elderly. The purpose of the study provides an
overview of family experiences accompanies the achievement of post-stroke elderly development and interpret it.
The research used qualitative design with descriptive phenomenology approach. Participants were 14 primary
caregiver of elderly at home (purposive sampling). Data analysis using Collaizi. The results of the study identified
5 themes: 1) the impact of bio-psycho-socio-spiritual in the elderly post-stroke, 2) the family meet the needs of
elderly post-stroke, 3) the post-stroke impact on the elderly perceived by the family, 4) the achievement of the
elderly development Post-stroke by family, 5) the meaning of caring for elderly post-stroke by family. The
research recommendation is to improve Psychoeducation and formation of family suppotive groups.

Keywords: Family, elderly, post stroke, development

352
KIA 2017

201
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Andi Buanasari, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Kombinasi Acceptance Commitment Therapy (ACT) Dan Family Psychoeducation (FPE):


Case Series Pada Klien Dengan Risiko Perilaku Kekerasan

Abstrak
Perilaku kekerasan merupakan perilaku yang sering ditemui pada klien dengan skizofrenia yang mengakibatkan
klien dapat mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungannya serta menjadi penyebab rehospitalisasi.
Tindakan keperawatan ners, dan Acceptance Commitment Therapy (ACT) diberikan pada klien sebanyak 7 kali
pertemuan dengan tujuan untuk menurunkan tanda gejala risiko perilaku kekerasan, meningkatkan kemampuan
klien mengontrol emosi, menerima masalahnya dan berkomitmen, sedangkan Family Psychoeducation (FPE)
diberikan sebanyak 2-3 kali pertemuan dengan tujuan meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien.
Tindakan keperawatan diberikan kepada 5 klien risiko perilaku kekerasan dengan menggunakan pendekatan model
stres adaptasi stuart dan dilaporkan dalam bentuk case series. Hasil yang didapatkan adalah terjadi penurunan
tanda gejala risiko perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial, terjadi
peningkatan kemampuan klien dalam mengontrol emosi, menerima masalahnya, dan berkomitmen, serta
kemampuan keluarga dalam merawat. Hasil penanganan kasus ini merekomendasikan pentingnya pelaksanaan
tindakan keperawatan ners sendiri terhadap klien dan keluarga serta menggunakan sistem rujukan jika tindakan
keperawatan ners tidak mampu mengatasi masalah klien. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan dengan kelompok
kontrol dan follow-up berkelanjutan untuk melihat sejauh mana komitmen klien terhadap terapi.

Kata kunci: Acceptance Commitment Therapy, Family Psychoeducation, Skizofrenia, Risiko perilaku kekerasan,
Case Series.

Abstract
Agressive behavior is frequently occured in clients with schizophrenia that resulted clients injured themselves,
others and the environment and caused rehospitalization Nursing intervention (Therapy As Usual/TAU), and
Acceptance Commitment Therapy (ACT) were delivered to clients 7 times in order to reduce signs of violent
behavior, improve clients ability to control anger, to accept the problems and commit to the therapy, while Family
Psychoeducation (FPE) was given 2-3 times to improve the family's ability in caring for clients. TAU, ACT and
FPE were given to 5 clients of risk of agressive behavior by using the stuart tress-adaptation model approach and
reported in case series. The finding indicated decrease in signs of agressive behavior on cognitive, affective,
physiological, behavioral and social aspects, increasing client's ability to control anger, accept problems, and
commit to the therapy, as well as family’s ability in caring. The results of this case report recommends the
importance of implementing nursing intervention (TAU) itself both on clients and the families and using a referral
system to the specialist nurse if TAU are not able to solve client’s problem. Further research is also required with
continuous control group and follow-up intervention to see how committed clients are to the therapy.

Keywords: Acceptance Commitment Therapy, Family Psychoeducation, Schizophrenia, Agressive behavior, Case
Series.

353
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

B. Antonelda M. Wawo, Novy Helena C.Daulima, Mustikasari

Perawatan Ansietas pada Pasien Gangguan Fisik Menggunakan Pendekatan Model


Adaptasi Stres Stuart di RW 11 dan 13 Kelurahan Ciparigi Bogor Utara

Abstrak
Pasien ansietas dapat diikuti dengan gangguan fisik berupa hipertensi, diabetes melitus, hiperurisemia, gastritis,
dan radang sendi. Penanganan ansietas pasien dengan gangguan fisik menggunakan pendekatan model adaptasi
stres Stuart yang membantu perawat melakukan asuhan keperawatan melalui proses keperawatan dari pengkajian,
diagnosa, rencana, implementasi, dan evaluasi untuk menurunkan tanda gejala ansietas dan meningkatkan
kemampuan mengatasi ansietas. Ansietas mulai dari tingkat ringan sampai berat memiliki prevalensi tinggi yang
tidak diatasi sehingga dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup pasien yang dapat menjadi predisposisi
dari gangguan jiwa. Pasien berjumlah 30 orang, berusia dewasa, berjenis kelamin perempuan, berstatus kawin,
berlatar belakang pendidikan dasar, dan tidak bekerja; memiliki pikiran yang salah terhadap gangguan fisik yang
berpengaruh pada seluruh sistem tubuh. Dengan demikian memerlukan terapi spesialis keperawatan jiwa berupa
terapi penghentian pikiran dan relaksasi otot progresif. Kedua terapi ini terbukti efektif menurunkan tanda gejala
dan meningkatkan kemampuan untuk mengatasi ansietas terutama pada pasien hiperglikesemia dan radang sendi.
Kemampuan yang dimiliki menjadi kemampuan dalam melakukan perawatan diri pasien gangguan fisik untuk
mengatasi ansietas.

Kata Kunci: Ansietas, Gangguan fisik, Stuart

Abstract
Anxiety patients can be followed by physical disorders such as hypertension, diabetes mellitus, hyperuricemia,
gastritis, and arthritis. Handling patient anxiety with a physical disorder using Stuart's adaptation stress model
approach that helps nurses conduct nursing care through nursing process from assessment, diagnosis, plan,
implementation, and evaluation to reduce anxiety symptoms and improve anxiety skills. Anxiety ranging from mild
to severe levels has a high prevalence that is not addressed so as to decrease the productivity and quality of life of
patients who can predispose to mental disorders. Patients were 30, adults, female, married, elementary, and non-
working; Have the wrong mind against the physical disorder that affects the entire system of the body. Thus
requires the therapy of mental nursing specialist in the form of therapy thought stopping and progressive muscle
relaxation. Both of these therapies have been shown to be effective in reducing symptoms and improving the
ability to treat anxiety especially in hyperuricemia and arthritis patients. Ability possessed into the ability to
perform self-care patients with physical disorders to overcome anxiety.

Keywords: Anxiety, Physical disorders, Stuart

354
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Cindy Cleodora, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Asuhan Keperawatan pada Klien Halusinasi dan Harga Diri Rendah dengan Terapi
Kognitif Perilaku dan Psikoedukasi Keluarga

Abstrak
Harga diri rendah merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya halusinasi pada klien skizofrenia yang
mempengaruhi pikiran dan perilaku klien. Laporan kasus ini bertujuan melihat manfaat terapi kognitif perilaku dan
terapi psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan kemampuan klien dan keluarga serta penurunan tanda dan
gejala halusinasi dan harga diri rendah pada 4 klien laki-laki berusia dewasa melalui pendekatan case series. Hasil
yang didapatkan menunjukkan seluruhnya mengalami peningkatan dalam mengendalikan halusinasi dan harga diri
rendah hingga berdampak pada penurunan tanda dan gejala. Seluruh klien sudah tidak mendengar suara-suara lagi
dan berpikir positif terhadap dirinya. Terapi kognitif perilaku yang diberikan juga menunjukkan hasil bahwa
seluruh klien mampu mengendalikan pikiran negatif, 3 klien diantaranya berhasil menghilangkan pikiran negatif
dan seluruhnya dapat mengubah perilaku negatif. Pada masing-masing keluarga klien mengalami peningkatan
kemampuan setelah diberikan Psikoedukasi Keluarga. Kedua terapi ini direkomendasikan dilakukan bersamaan
pada klien halusinasi dan harga diri rendah, karena dukungan caregiver memberikan kontribusi pada kemampuan
klien mengatasi masalahnya. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk melihat efektivitas terapi kognitif perilaku
dan terapi psikoedukasi keluarga pada halusinasi dan harga diri rendah dengan jumlah visit lebih lama dan
menggunakan kelompok kontrol.

Kata Kunci: Halusinasi, Harga Diri Rendah, Terapi Kognitif Perilaku, Psikoedukasi Keluarga

Abstract
Low self-esteem was one of factors caused Schizophrenia that influence the mind and behavior of clients. This
case reports looked at the benefits of cognitive behavior therapy and family psycho education therapy to improved
client and family ability and decreased sign and symptoms of hallucinations and low self-esteem in 4 adult male
clients through a case series approach. The results showed that all of them have increased in controlling
hallucinations and low self-esteem to have a decrease in sign and symptoms. The whole client has not heard voices
and think positively. The therapy also shows that all clients are able to control negative thoughts and 3 clients of
them managed to eliminate negative thoughts and can completely change negative behavior. In each client’s
family had increased ability after given family psycho education therapy. Both of these therapies are
recommended to perform simultaneously on the hallucination and low self-esteem clients, as caregiver support
contributes to the client’s ability to resolve the problem. Further study is needed to see the effectiveness of
cognitive behavior therapy and family psycho education therapy on hallucinations and low self-esteem with longer
visit and with control group.

Keywords: Hallucination, Low Self-Esteem, Cognitive Behavior Therapy, Family Psycho education

355
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Encik Putri Ema Komala, Mustikasari, Ice Yulia Wardani

Perubahan Tanda Gejala Dan Kemampuan Klien Isolasi Sosial Setelah Latihan
Keterampilan Sosial dan Psikoedukasi Keluarga (Laporan Kasus)

Abstrak
Skizofrenia adalah penyakit otak neurobiologis berat dan terus menerus. Tanda gejala negatif yang muncul
mengakibatkan isolasi sosial. Tujuan penulisan adalah melaporkan perubahan tanda gejala dan kemampuan klien
isolasi sosial setelah diberikan tindakan keperawatan ners, latihan keterampilan sosial dan psikoedukasi keluarga.
Laporan dalam bentuk studi kasus dilakukan pada klien sebanyak 15 orang, jenis kelamin laki-laki, usia rata-rata
32,8 tahun berasal dari suku Sunda. Laporan kasus dengan topik yang sama sudah pernah dilakukan, namun yang
membedakan dengan laporan ini adalah laporan studi kasus ini menggunakan pendekatan teori sistem perilaku
Johnson. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah klien diberikan tindakan keperawatan ners, latihan keterampilan
sosial dan psikoedukasi keluarga. Hasil studi kasus menunjukan bahwa terjadi penurunan tanda gejala isolasi
sosial dan peningkatan kemampuan klien bersosialisasi setelah diberikan tindakan keperawatan ners, latihan
keterampilan sosial dan psikoedukasi keluarga. Studi kasus ini merekomendasikan agar tindakan keperawatan
ners, tindakan keperawatan ners spesialis latihan keterampilan sosial dan psikoedukasi keluarga dilakukan secara
intensif untuk meningkatkan kemampuan sosialisasi klien skizofrenia yang mengalami isolasi sosial dan keluarga.

Kata kunci: Skizofrenia, isolasi sosial, latihan keterampilan sosial, psikoedukasi keluarga.

Abstract
Schizophrenia is a severe and continuous neurobiologic brain disease. Signs of negative symptoms that appear to
result in social isolation. The purpose of this writing is to report changes in sign of symptom and ability of social
isolation client after given nurse intervention, social skill training and family psychoeducation. Report in the form
of case studies were conducted on clients as many as 15 people, male gender, average age of 32.8 years and came
from the Sundanese tribe. Case reports on the same topic have been conducted, but what distinguishes this case
report is that this case using Johnson's behavioral systems theory approach. Data were collected before and after
clients were given nurse intervention, social skills training and family psychoeducation. The results of case studies
show that there was a decrease in sign and symptom of social isolation and increased ability of socializing clients
after nurse intervention given, social skills training and family psychoeducation. This case study recommends that
nurse intervention, social skills training and family psychoeducation be done intensively to improve the
socialization skills of schizophrenic clients who experience social isolation and family.

Keywords: schizophrenia, social isolation, social skill training, family psychoeducation.

356
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Fajriyah Nur Afriyanti, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Asuhan Keperawatan Ansietas dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Thought Stoping,


Psikoedukasi Kelurga dan Terapi Suportif.

Abstrak
Ansietas merupakan masalah kejiwaan yang sering dialami oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari dan
khususnya yang mengalami penyakit fisik seperti hipertensi. Tindakan keperawatan ners, Thought Stoping,
psikoedukasi keluarga dan terapi suportif diberikan pada klien ansietas dengan tujuan untuk melihat tanda gejala,
kemampuan klien mengontrol ansietas, dan kemampuan keluarga dalam merawat. Tindakan keperawatan terhadap
5 klien ansietas dengan hipertensi yang dilaporkan dalam bentuk case series. Hasil yang didapatkan adalah terjadi
hillagnya tanda gejala yaitu fokus pada kondisi sakit, takut pada konsekuensi tidak spesifik, adanya perubahan
fisiologis, kurang mampu memecahkan masalah dan kurang konsentrasi. Sedangkan tanda gejala yang masih
ditemukan diantaranya adalah adanya perubahan dalam kehidupan dan merepotkan kelurga. Kemampuan klien
yang dimiliki mengalami peningkatan dalam mengontrol ansietas dan kemampuan keluarga dalam merawat. Studi
ini merupakan salah satu evidence based efektivitas dari tindakan keperawatan ners dan ners spesialis terhadap
klien dengan ansietas yang memerlukan evaluasi lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan jumlah
pertemuan yang lebih sering.

Kata kunci: Ansietas, thought stopping, psikoedukasi keluarga, terapi suportif, hipertensi

Abstract
Anxiety is a psychiatric problem that is often experienced by a person in everyday life and especially those
experiencing physical illnesses such as hypertension. Nursing care, Thought Stoping, family psychoeducation and
supportive therapy are given to anxiety clients in order to see signs of symptom, the ability of the client to control
anxiety, and the ability of the family to care for. Nursing action against 5 anxiety clients with hypertension
reported in case series form. The results obtained are hillagnya signs of symptoms that focus on the condition of
the pain, fear of non-specific consequences, the physiological changes, less able to solve problems and lack of
concentration. While the signs of symptoms that are still found among them is a change in life and troublesome
kelurga. The client's ability has improved in controlling anxiety and the ability of the family to care for. This study
is one of the evidence-based effectiveness of nursing ners and specialist ners actions against clients with anxiety
requiring further evaluation with larger sample quantities and more frequent meetings.

Keywords: Anxiety, thought stopping, family psychoeducation, supportive therapy, hypertension

357
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Marice Benga Olla, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Asuhan Keperawatan Ketidakberdayaan Dan Keputusasaan Pada Lansia Depresi


Dengan Terapi Kognitif, Logoterapi Dan Psikoedukasi Keluarga

Abstrak
Depresi merupakan gangguan alam perasaan yang rentan terjadi pada lansia dengan penyakit kronis yang
menganggap hidup terasa hampa dan tidak bermakna. Terapi kognitif, logoterapi dan psikoedukasi keluarga telah
diberikan untuk membantu lansia yang depresi untuk melawan pikiran negatif dan menemukan makna hidup serta
meningkatkan kemampuan keluarga untuk memberikan perawatan yang tepat terhadap klien depresi. Laporan
Karya Ilmiah Akhir ini dibuat dalam bentuk case series dengan melibatkan 4 lansia depresi dengan penyakit
kronis yang ada di komunitas yang telah diberikan terapi kognitif, logoterapi dan psikoedukasi keluarga selama15
– 20 hari dalam 5 kali pertemuan. Hasil yang ditemukan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memaknai
hidup serta penurunan tanda dan gejala depresi pada keempat klien. Terapi kognitif, logoterapi dan psikoedukasi
keluarga sangat efektif diberikan kepada lansia depresi dengan penyakit kronis terutama lansia yang berada di
komunitas.

Kata Kunci: Lansia, depresi, terapi kognitif, logoterapi, psikoedukasi keluarga, case series

Abstract
Depression is a common mood disorders that are vulnerable to elderly people with chronic diseases that perceive
life as empty and meaningless. Cognitive therapy, logotherapy and family psychoeducation have been provided to
help the elderly to counter negative thoughts and finding meaning of life by activities that can still be done
supported with appropiate care of the caregiver to resolve the depression experienced. This case series report
involves 4 elderly depression with chronic disease in the community who have been given cognitive therapy,
logotherapy and family psychoeducation for 15-20 days in 5 meetings. The results were found to indicate an
increase in the ability to find meaning of life and decreased signs and symptoms of depression in all clients. The
combination of cognitive therapy, logotherapy and effective family psychoeducation is very effective to give to the
elderly depression with chronic diseases, especially elderly who are in the community.

Keywords: Elderly, depression, cognitive therapy, logotherapy, family psychoeducation, case series

358
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Mariyati, Novy Helena Catharina Daulima, Mustikasari

Penerapan Terapi Kognitif Perilaku dan Terapi Kelompok Swabantu pada Ansietas
Remaja Adiksi Pornografi dengan Pendekatan Teori Sistem Neuman di RW 03
Kelurahan Ciparigi Kecamatan Bogor Utara

Abstrak
Masalah psikososial banyak terjadi pada usia peralihan. Usia remaja adalah masa peralihan dari usia anak ke usia
dewasa. Prevalensi remaja yang memiliki gangguan emosioanal dan perlu penanganan sebesar 3- 4%. Gangguan
emosional remaja disebabkan oleh kasus kenakalan, penyalahgunaan zat dan adiksi pornografi. Salah satu dampak
psikologis kasus adiksi pornografi adalah Ansietas. Jumlah kasus ansietas remaja adiksi pornografi yang
ditemukan adalah 20 orang (11%) dari total penduduk remaja 178 orang. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah
menggambarkan penerapan terapi kognitif perilaku dan terapi kelompok swabantu pada ansietas remaja adiksi
pornografi dengan pendekatan sistem Neuman dan Stuart. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan
membandingkan dua kelompok untuk membandingkan efektifitas terapi. Kelompok pertama sebanyak 10 orang
diberikan tindakan ners untuk mengatasi Ansietas dan terapi kognitif perilaku, sedangkan kelompok kedua
sebanyak 10 orang diberikan tindakan ners untuk mengatasi Ansietas, terapi kognitif perilaku dan terapi kelompok
swabantu. Hasil penerapan terapi adalah penurunan tanda gejala Ansietas dan peningkatan kemampuan pasien
setelah diberikan tindakan keperawatan ners, latihan mengubah cara berpikir dan berperilaku positif serta
mengatasi masalah dalam kelompok swabantu. Berdasarkan hasil di atas direkomendasikan agar tindakan
keperawatan ners untuk mengatasi Ansietas, terapi kognitif perilaku dan terapi kelompok swabantu diberikan
secara tepat untuk mengatasi ansietas remaja dengan adiksi pornografi.

Kata kunci: Adiksi pornografi, ansietas, terapi kognitif perilaku, terapi kelompok swabantu

Abstract
Psychosocial problems occur at the transition age. Teenager is the transition from child to adult age. Prevalence
of teenagers who have emotional disturbance and need handling of 3-4%. Emotional disorders of teenagers are
caused by delinquency, substance abuse and pornography addiction. One of the psychological effects of
pornography addiction cases is Anxiety. The number of teenager anxiety cases of pornography addiction found
was 20 people (11%) of the total teenagers population 178 people. The purpose of writing this scientific paper is
to describe the application of cognitive behavioral therapy and self help group therapy on teenagers with anxiety
and pornography addiction by Neuman and Stuart system approach. The method used is case study by comparing
the two groups to compare the effectiveness of therapy. The first group of 10 were given generalist action to
overcome Anxiety and cognitive behavioral therapy, while the second group of 10 were given generalist
intervention to overcome Anxiety, cognitive behavioral therapy and self help group therapy. The results of the
application of therapy is the decrease of symptom of Anxiety as well as the improvement of patient's ability after
giving generalist nursing intervention, exercise to change the way of thinking and behaving positive and solve the
problem in self-help group. The result is recommended that generalist nursing intervention, cognitive behavioral
therapy and self-help group therapy are given appropriately to solve adolescent anxiety with pornography
addiction.

Keywords: Pornography addiction, anxiety, cognitive behavior therapy, self help group

359
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Mega Lestari Khoirunnisa, Novy Helena C. Daulima, Mustikasari

Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Terhadap Perkembangan Inisiatif Anak


Prasekolah Dengan Pendekatan Community As Partner Model

Abstrak
Anak-anak dapat mengalami beberapa masalah kesehatan mental emosional yang dapat mengarah pada gangguan
jiwa. Kondisi sehat jiwa dapat tercapai jika melalui tahap pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Masa
prasekolah merupakan masa kritis yang terjadi pada anak-anak sehingga memerlukan stimulasi untuk membantu
pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan laporan kasus ini memaparkan tentang penerapan terapi kelompok
terapeutik pada anak usia prasekolah terhadap perkembangan inisiatif di RW 04 Kelurahan Ciparigi Bogor Utara.
Laporan kasus ini menggunakan pendekatan model community as partner dalam manajemen CMHN (Community
Mental Health Nursing). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menerapkan terapi kelompok
terapeutik anak usia prasekolah pada empat kelompok untuk melihat hasil perubahan kemampuan klien yaitu anak
prasekolah, keluarga, dan kader kesehatan jiwa (KKJ). Hasil yang didapatkan menunjukkan peningkatan
kemampuan dan perkembangan inisiatif anak usia prasekolah dan kemampuan ibu, serta kemampuan kader
kesehaan jiwa (KKJ) dalam melakukan stimulasi perkembangan anak prasekolah. Terapi kelompok terapeutik
prasekolah direkomendasikan untuk dilakukan sebagai bentuk pelayanan keperawatan kesehatan jiwa di posyandu
dengan melibatkan keluarga dan kader kesehatan di masyarakat guna mengoptimalkan perkembangan inisiatif
anak.

Kata kunci: Anak prasekolah, perkembangan inisiatif, stimulasi perkembangan, terapi kelompok terapeutik,
community as partner model

Abstract
Children may experience some emotional and mental health problems that can lead to mental disorders. The
healthy mental condition can be achieved if through the stage of growth and optimal development. Preschool is a
critical period for children to require stimulation to help their growth and development. The purpose of this case
report is to get a picture of the effectiveness of therapeutic therapy in preschoolers in RW 04 Ciparigi Village,
North Bogor. This case study uses a community-based partnership approach in CMHN management (Community
Mental Health Nursing). Used case study method that implemented into four groups of preschool for rehearse
changing of development psychosocial skill in preschool, family, and mental health worker. The results of a case
study show improvement of ability and development of preschool child's initiative and mother's ability and social
worker’s ability in developing stimulation. Preschool therapeutic group therapy is recommended to be performed
on health service arrangements in the community as a form of mental health nursing service in preschool children
and families by involving a social worker in the community in order to optimize the development of child
initiatives.

Keywords: preschool, initiative development, development stimulation, therapeutic group therapy, community as
partner model

360
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Rara Anggraini, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Asuhan Keperawatan Harga Diri Rendah pada Remajja dengan Terapi Kognitif Perilaku
dan Psikoedukasi Keluarga

Abstrak
Harga diri rendah adalah perasaan atau bentuk dari evaluasi diri yang negatif terhadap diri sendiri atau
kemampuan diri. Remaja adalah populasi yang rentan terjadi masalah harga diri rendah. Jika harga diri rendah
pada remaja tidak diatasi maka selanjutnya dapat berdampak negatif pada berbagai aspek kehidupan. Terapi
kognitif perilaku dilakukan supaya remaja memiliki kemampuan untuk mengatasi harga diri rendah
dikombinasikan dengan terapi psikoedukasi keluarga agar keluarga memiliki kemampuan untuk merawat. Laporan
ini dibuat dalam bentuk case series terhadap lima remaja berusia 13-19 tahun dengan masalah harga diri rendah
yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Kelima pasien dilakukan tindakan keperawatan yang sama yaitu tindakan
keperawatan ners, terapi kognitif perilaku sebanyak enam kali pertemuan dan psikoedukasi keluarga sebanyak dua
sampai tiga kali pertemuan. Hasil tindakan keperawatan yaitu kelima pasien mengalami peningkatan kemampuan
dalam mengatasi harga diri rendah yang dibuktikan dengan adanya penurunan gejala negatif serta peningkatan
kemampuan keluarga dalam merawat pasien. Penerapan terapi kognitif perilaku dan psikoedukasi
direkomendasikan untuk mengatasi harga diri rendah khususnya pada remaja namun waktu dan jumlah pertemuan
disesuaikan dengan kebutuhan pasien supaya diperoleh hasil yang maksimal.

Kata Kunci: Remaja, harga diri rendah, terapi kognitif perilaku, psikoedukasi keluarga, case series

Abstract
Low self-esteem is the feeling or form of a negative self-evaluation or self-ability. Adolescents are a vulnerable
population of low self-esteem problems. If low self-esteem in adolescents is not overcome then it can have a
negative impact on various aspects of life. Cognitive behavioral therapy is performed so that adolescents have the
ability to cope with low self-esteem combined with family psychoeducation therapy in order for families to have
the ability to care for. This report was made in case series to five 13-19 year olds with low self-esteem treated in
Mental Hospital. The five patients performed the same nursing action of nursing ners, behavioral cognitive
therapy as much as six times of meetings and family psychoeducation of two to three meetings. The results of
nursing actions are the five patients experienced an increase in the ability to overcome low self-esteem as
evidenced by the decrease of negative symptoms and increased ability of the family in treating patients. The
application of behavioral and psychoeducation cognitive therapy is recommended to overcome low self-esteem,
especially in adolescents, but the time and number of meetings is tailored to the needs of the patient in order to
obtain maximum results.

Keywords: Adolescent, low self esteem, cognitive behavioral therapy, family psychoeducation, case series

361
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Rasmawati, Budi Anna Keliat, Herni Susanti

Asuhan Keperawatan Ansietas dan Gangguan Citra Tubuh dengan Acceptance and
Commitment Therapy aan Psikoedukasi Keluarga
Abstrak
Gagal jantung dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab 70% kematian di dunia
serta menyebabkan ansietas dan gangguan citra tubuh. Tindakan keperawatan ners dan ners spesialis Acceptance
and commitment therapy diberikan pada klien agar dapat meningkatkan penerimaan dan komitmen merawat
penyakit untuk mencapai kesembuhan. Psikoedukasi keluarga dilakukan agar keluarga mampu membantu merawat
klien dalam menghadapi penyakitnya. Metode yang digunakan berupa laporan kasus dalam bentuk case series
pada 3 klien dewasa dengan gagal jantung dan hipertensi. Hasil menunjukkan bahwa ketiga klien mengalami
penurunan gejala pada aspek kognitif berupa sulit konsentrasi, fokus pada diri sendiri, tidak menerima perubahan
tubuh; afektif: khawatir, malu dan putus asa; fisilogis: gangguan tidur dan tidak nafsu makan; perilaku: melamun,
penurunan produktivitas; dan sosial: sulit menikmati kegiatan harian serta terjadi peningkatan kemampuan klien
dalam menerima penyakit dan komitmen merawat ansietas dan gangguan citra tubuh. Pemberian tindakan
keperawatan ners dan ners spesialis acceptance and commitment therapy serta psikoedukasi keluarga perlu
dibudayakan dalam pemberian pelayanan keperawatan di unit umum.

Kata kunci: Ansietas, Gangguan Citra Tubuh, Acceptance and commitment therapy, psikoedukasi keluarga

Abstract
Heart failure and hypertention are a non-communicable diseases that cause 70% of deaths in the world and
causes ansietas and impaired body image. Nursing Intervention (Therapy as usual) and Acceptance and
commitment therapy is given to the client in order to increase acceptance of the disease and commit to caring
anxiety and impaired body image. Family Psychoeducation is given to improve family ability for caring client. The
method used is case reports in the form of case series in 3 adult with heart failure and hipertention. The results
showed that the three clients experienced a decrease in symptoms on the cognitive aspect of difficulty
concentrating, focusing on self, decline body changes; Affective: worry, shame and despair; Fisilogis: sleep
disorders and no appetite; Behavior: daydreaming, decreased productivity; And social: it is difficult to enjoy daily
activities as well as increasing the ability of clients in receiving illness and commitment to care for anxiety and
impaired body image. Nursing intervention and acceptance and commitment therapy and family psychoeducation
should be realised in the provision of nursing services.

Keywords: Anxiety, Impaired Body Image, Acceptance and commitment therapy, family pshycoeducation, heart
failure, hypertention

362
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Renta sianturi , Mustikasari ,Ice Yulia Wardhani

Perubahan Tanda, Gejala Dan Kemampuan Mengatasi Ketidakberdayaan Klien Diabetes


Melitus Setelah Penerapan Acceptance Comitment Theraphy Dan Logo Theraphy: Studi
Kasus

Abstrak
Diabetes Melitus merupakan penyakit degeneratif yang berlangsung dalam jangka yang panjang,dan meningkat
terus menerus yang berdampak terhadap munculnya masalah psikologis. Klien yang mengalami Diabetes Melitus
lebih dari 1 tahun sebanyak 95% mengalami ketidakberdayaan, dimana diantaranya 66 % klien tidak ditangani
karena fokus penanganan kesehatan hanya terhadap masalah fisik sehingga melalui Accaptance Comitmen
Theraphy (ACT) dan Logo Theraphy masalah ketidakberdayaan dapat teratasi. Desain penulisan karya ilmiah ini
dengan studi kasus. Kasus yang dikelola sebanyak 24 orang. Klien dengan ketidakberdayaan setelah diberikan
terapi generalis, Accaptance Comitmen Theraphy dan Logo Theraphy menunjukkan penurunan tanda dan gejala
kognitif dari 7 gejala menjadi 1 gejala dari 9 indikator, Afektif sebanyak 7 gejala menjadi 1 dari 8 indikator,
Fisiologis sebanyak 4 gejala menjadi 0 dari 4 indikator, Perilaku sebanyak 8 gejala menjadi 1 dari 8 indikator.
Peningkatan kemampuan generalis dari 0 menjadi 6dari 6 aspek kemampuan, kemampuan berpikir positif dan
berkomitmen positif 0 menjadi 3 dari 4 aspek kemampuan, kemampuan memaknai hidup 0 menjadi 4 dari 4 aspek
kemampuan. Penurunan tanda dan gejala ketidakberdayaan dipengaruhi oleh afirmasi positif, restrukturisasi
pikiran,komitmen berperilaku positif dan kemampuan memaknai hidup. Rekomendasi studi kasus ini agar
membuat kelompok kontrol sebagai pembanding, serta penerapan tindakan keperawatan ners dan ners spesialis
ketidakberdayaaan dalam lahan praktik. Studi kasus ini sebagai salah satu pilihan terapi untuk mengatasi
permasalahan baik fisik, psikologis dan sosial.

Kata Kunci: Diabetes Melitus, ketidakberdayaan, LogoTheraphy, Acceptance Comitment Theraphy

Abstract
Diabetes Mellitus is a long-term diseases that affects psychological problems. Clients who experienced Diabetes
Mellitus more than 1 year, for 95% experienced helplessness, for 66% from 95% didn’t got nursing intervention,
because theraphy focus physical issues. Acceptance Comitment theraphy and Logotheraphy will be overcome for
helplesness. Design for this scientific paper with case studies. The case as many as 24 clients. Clients with
helplessness after being given generalist therapy, Acceptance Commitment Theraphy and Family Pshico
Education showed decreassed sign and symptons and increased ability client and family. Decreased Symptoms of
cognitive symptoms from 7 symptoms to 1 symptom of 9 indicators, Affective of 7 symptoms to 1 of 8 indicators,
Physiological as many as 4 symptoms to 0 out of 4 indicators, 8 symptoms to 1 of 8 indicators. The increase of the
personal ability for generalist from 0 to 6 of 6 aspects of ability, positive thinking ability and positive commitment
0 to 3 out of 4 aspects of ability, the ability meaningful of life 0 to 4 out of 4 aspects of ability. Decrease in signs
and symptoms of helplessness by influenced of positive affirmation, restructuring cognitif, to do positive thing and
meaningful of life. Recommendation of this case study to make the control group as a comparison, as well as the
application of specialist and specialist nursing interventions in the practice area. This case study is one of the
therapeutic options for dealing physical, psychological and social problems.

Keywords : Diabetes Melitus, Helplessnes, LogoTheraphy, Acceptance Comitment Theraphy

363
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017


Septirina Rahayu, Mustikasari, Novy Helena C.Daulima

Perubahan Tanda Gejala dan Kemampuan Pasien Harga Diri Rendah Kronis Setelah
dilakukan Latihan Terapi kognitif dan Psikoedukasi Keluarga

Abstrak
Skizofrenia merupakan penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan terganggunya pikiran, persepsi,
emosi dan perilaku. Salah satu gejala negatif pada skizofrenia adalah harga diri rendah. Harga diri rendah
merupakan evaluasi diri yang negatif, berhubungan dengan perasaan tidak berdaya, putus asa, rapuh dan tidak
berharga.Tujuan penulisan adalah memaparkan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien harga diri
rendah kronis setelah latihan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga. Metode yang digunakan adalah studi
kasus, pasien yang dikelola sebanyak 20 orang dengan karakteristik pasien berjenis kelamin wanita, berusia 25
sampai 60 tahun. Perbedaan dengan penanganan kasus lainnya adalah bahwa karya ilmiah ini merupakan
penerapan intervensi terapi ners dan ners spesilais dengan pendekatan teori adaptasi Roy.Hasil penanganan kasus
menunjukan terjadinya penurunan tanda gejala serta peningkatan kemampuan pasien(80%)setelah diberikan
tindakan keperawatan ners dan ners spesialis berupa terapi kognitif dan peningkatan kemampuan keluarga (72%)
setelah pemberian terapi psikoedukasi keluarga. Penulisan karya ilmiah ini merekomendasikan tindakan
keperawatan ners dan ners spesilais terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga dapat menjadi standar terapi ners
spesialis keperawatan jiwa pada pasien dengan harga diri rendah kronis.

Kata Kunci: Skizofrenia, Harga Diri Rendah Kronis, Terapi Kognitif, Psikoedukasi Keluarga.

Abstract
Schizophrenia is a disease that affects the brain and causes disruption of mind, perception, emotions and
behavior.One of the negative symptoms of schizophrenia is low self-esteem.Low self-esteem is a negative self-
evaluation, associated with feelings of helplessness, hopelessness, vulnerability and worthlessness. The purpose of
this paper is to present the results of the implementation of nursing care in patients with low chronic self-esteem
after cognitive therapy and family psychoeducation training. Used were case studies, 20 managed patients with
characteristics of female patients, aged 25 to 60 years. Roy's theory of adaptation approach is used by the author
because the application of intervention in this theory focuses on altering the stimuli experienced by patients and
not patients, so nurses increase the interaction between humans and their environment, so that patients can
improve health, have the ability to adapt and create changes in their environment . The results of cases handling
showed a decrease in symptoms and increased patient ability (80%) after ners and ners treatment specialists in the
form of cognitive therapy and increased family ability (72%) after the therapy of family psychoeducation therapy.
Writing of this scientific paper recommends ners and Specific ners of cognitive therapy and family
psychoeducation can be standard nursing specialist mentally in patients with chronic low self-esteem.

Keywords: Schizophrenia, Chronic Low Self-Esteem, Cognitive Therapy, Family Psycho-education.

364
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017


Sri Laela, Mustikasari, Ice Yulia Wardani
Perubahan Tanda Gejala dan Kemampuan Pasien Ansietas setelah Latihan Penghentian
Pikiran dan Psikoedukasi Keluarga
Abstrak
Pasien dengan penyakit degeneratif yang dirawat di rumah sakit dapat mengalami masalah psikologis ansietas
yang mempengaruhi kondisi sakitnya. Penanganan kasus ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tanda gejala
dan kemampuan pasien ansietas setelah latihan penghentian pikiran dan psikoedukasi keluarga. Desain
penanganan kasus yang digunakan adalah studi kasus dengan jumlah partisipan 25 responden. Analisis dilakukan
terhadap tanda gejala dan kemampuan pasien dan keluarga sebelum dan sesudah dilakukan tindakan keperawatan
generalis, terapi penghentian pikiran dan psikoedukasi keluarga. Penanganan kasus dengan topik yang sama
pernah dilakukan sebelumnya, namun yang membedakan penulis menggunakan pendekatan teori interpersonal
Peplau. Hal ini membuat penanganan kasus ini berbeda dan penting untuk dilakukan. Hasil penanganan kasus
menunjukkan usia 18 – 60 tahun, jenis kelamin perempuan 13 orang, laki laki 12 orang, suku Sunda dan
penurunan tanda gejala ansietas, juga meningkatknya kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga
yang mengalami ansietas. Tindakan keperawatan generalis, terapi penghentian pikiran dan psikoedukasi keluarga
direkomendasikan sebagai terapi keperawatan pada pasien ansietas dengan penyakit degeneratif.

Kata kunci: Ansietas, penghentian pikiran, psikoedukasi keluarga

Abstract
Patients with degenerative disease were hospitalized may experience an anxiety psychological problem affecting
the condition of the illness. The handling of this case aims to determine the change of symptom signs and ability of
anxiety patients after exercise thought stopping and family psychoeducation. The design was case study with 25
participants. The analysis was performed on symptoms and abilities of patients and families before and after
nursing intervention, thought stopping and family psychoeducation. The case handling on the same topic has been
done before, but that distinguishes the author using Peplau's interpersonal theory approach. This makes its
different and important to do. The result of the case handling shows the age of 18-60 years, female 13 people, men
12 people, Sundanese and the decreased signs of anxiety symptoms, also the increased the ability of families in
caring for family members who experienced anxiety. Nursing intervention, thought stopping and family
psychoeducation are recommended as nursing therapy for patients anxiety with degenerative diseases.

Keywords: Anxiety, thought stopping, family psychoeducation

365
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Titi Sri Suyanti, Novy H.C Daulima, Ice Yulia Wardhani

Efektifitas Terapi Latihan Keterampilan Sosial, Psikoedukasi Keluarga dan Kelompok


Swabantu Pada Klien Isolasi Sosial dengan Pendekatan Teori M.King

Abstrak
Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang
optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Kesehatan jiwa menurut
World Health Organization (WHO) yaitu kondisi sejahtera dimana individu menyadari kemampuan yang
dimilikinya, dapat mengatasi stress dalam kehidupannya, dapat bekerja secara produktif dan mempunyai
kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Kesehatan jiwa merupakan suatu keadaan positif yang ditandai dengan
adanya rasa tanggung jawab, menunjukkan kesadaran diri, mampu menunjukkan diri bebas dari rasa cemas dalam
menghadapi masalah yang dihadapi sehari-hari. Hasil penanganan kasus ini bertujuan untuk memberikan
gambaran pelaksanaan terapi spesialis latihan ketrampilan sosial, psikoedukasi keluarga dan kelompok swabantu
pada klien isolasi sosial dengan pendekatan teori M. King di RW 02 Kelurahan Ciparigi Bogor Utara. Penangaan
kasus ini menggunakan pendekatan studi kasus tunggal, jumlah klien dalam studi ini adalah 7 orang dengan
masalah isolasi sosial yang diberikan latihan ketrampilan sosial, psikoedukasi keluarga dan kelompok swabantu.
Hasil penanganan kasus ini adalah terjadi penurunan tanda dan gejala isolasi sosial terbesar pada aspek sosial yaitu
86,90% dan peningkatan kemampuan klien melakukan hubungan sosial sebesar 76,19% serta peningkatan
kemampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan isolasi sosial sebesar 73,30%. Penanganan kasus ini
merekomendasikan agar klien mempertahankan hasil pelaksanaan terapi yang telah dicapai dengan cara
melakukan komunikasi dengan lingkungan sekitar setiap hari, keluarga menerapkan latihan merawat klien
sehingga dapat menjadi social support bagi klien serta kader kesehatan jiwa untuk terus melakukan pendampingan
dan monitoring kemandirian klien dalam melakukan latihan ketrampilan sosial.

Kata kunci: isolasi sosial, latihan keterampilan sosial psikoedukasi keluarga, kelompok swabantu, teori Kin

Abstract
Mental health is a condition that enables a person to develop optimally his/her physical being, intelligence, and
emotion. Human beings experience the same development in mental health. World Health Organization (WHO)
defines mental health as a vigorous condition that enables each individual to be aware of his/her capability, while
being able to cope with stress in daily life, work productively, and contribute to their society. Mental health is a
positive condition characterized by each individual through responsibility, showing self-awareness, and having no
fear to run their daily life. The purpose of this case is to provide an overview of the implementation of the specific
therapy with social skilled training, family psychoeducation, and aids from local self help groups on patients with
social isolation problems on Kelurahan Ciparigi RW 02, Bogor Utara, using the approach theory of M. King.
Seven patients were used in the single-case study approach, with each individual having social isolation problems.
Those patients were given a therapy with social-skilled training, family psychoeducation, and self help groups.
The result of this case study showed significant outcome: 86.90% decrease in social isolation symptoms, 76.19%
increase in patients’ ability to interact socially, and 73.30% increase in family members who have to take care of
their kin who have such problems. This case study suggests a few recommendations on how a patient could
maintain the results of the therapy that has been achieved by communicating with the surrounding environment
every day. Such as, a patient must not fully rely on family members’ care to be 100 percent but should use them as
a support group. Patients should also follow treatment schedules on their own and should have the help of nurses
and caregivers when absolutely needed.

Keywords: social isolation, social skilled training, family psychoeducation, self help groups, King’s teory

366
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Yanuar Fahrizal, Mustikasari, Novy Helena C.Daulima

Perubahan Tanda, Gejala dan Kemampuan Pasien dengan Risiko Perilaku Kekerasan
Setelah Mendapatkan Latihan Asertif dan Psikoedukasi Keluarga dengan Pendekatan
Teori Roy

Abstrak

Gangguan jiwa secara keseluruhan diprediksikan akan semakin meningkat setiap tahunnya. Pasien dengan masalah
gangguan jiwa berat seperti skizofrenia seringkali melakukan perilaku kekerasan. Penanganan pasien dengan
perilaku kekerasan dapat menggunakan tindakan keperawatan generalis dan tindakan keperawatan spesialis latihan
asertif dan psikoedukasi keluarga. Studi kasus ini melibatkan 11 pasien dengan karakteristik mayoritas usia 26-60
tahun, tidak bekerja, tingkat pendidikan SMA, belum menikah, dan memiliki riwayat dirawat sebelumnya.
Tindakan keperawatan generalis dan ners spesialis latihan asertif dan psikoedukasi keluarga dilakukan
menggunakan pendekatan teori adaptasi Roy (2017) dan adaptasi stress Stuart (2013). Penggunaan pendekatan
teori adaptasi Roy dan adaptasi stress Stuart sesuai diterapkan pada penanganan pasien dengan risiko perilaku
kekerasan di ruang rawat inap tenang. Hasil penerapan terapi latihan asertif dan psikoedukasi keluarga
menunjukkan terjadinya penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan serta terjadinya peningkatan
kemampuan pasien dalam mengatasi risiko perilaku kekerasan.

Kata Kunci: skizofrenia, risiko perilaku kekerasan, latihan asertif, psikoedukasi keluarga

Abstract

The mental disorder is predicted to increase every year. Patient with mental disorder such as schizophrenia often
engage in violent behavior. Treatment of patients with violent behavior can use general nursing actions and
specialist ners. This case study involved 11 patients with the majority of ages 26-60 years, unemployed, high
school education, unmarried, and had a history of previous care. Nursing acts and ners specialists assertive
trainning and family psychoeducation using Roy's adaptation theory (2017) and Stuart's stress adaptation
approach (2013). The Roy's adaptation theory and Stuart stress adaptation approach is applied to the treatment of
patients with the risk of violent behavior. The results of the application of assertive trainning therapy and family
psychoeducation showed a decrease in signs and symptoms of violent behavior as well as improving the patient's
ability to overcome the risk of violent behavior.

Keywords: Schizophrenia, risk for violence, assertive training, family psychoeducation

367
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Yuniar Mansye Soeli, Novy Helena C.Daulima, Ice Yulia Wardani

Perubahan Tanda Gejala Dan Kemampuan Pasien Halusinasi Dan Risiko Perilaku
Kekerasan Yang Mendapatkan Terapi Kognitif Perilaku Dan Mendapatkan Latihan
Asertif
Abstrak
Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditunjukkan dengan adanya perubahan proses pikir, persepsi,
perilaku serta penurunan fungsi sosial. Tanda gejala yang muncul diantaranya berupa halusinasi dan risiko
perilaku kekerasan. Penanganan kasus ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tanda gejala dan kemampuan
pasien halusinasi dan risiko perilaku kekerasan setelah diberikan tindakan keperawatan ners, ners spesialis terapi
kognitif perilaku dan latihan asertif dengan menggunakan teori Stuart dan Hubungan Interpersonal Peplau.
Penanganan kasus ini menggunakan pendekatan multiple case study yaitu kasus halusinasi dan risiko perilaku
kekerasan dengan jumlah pasien 17 orang. Hasil penanganan kasus menunjukan terjadinya penurunan tanda
gejala halusinasi dan risiko perilaku kekerasan terutama pada aspek kognitif dan perilaku setelah diberikan
tindakan keperawatan ners dan ners spesialis berupa terapi kognitif perilaku dan latihan asertif dengan
menggunakan pendekatan teori Stuart dan Hubungan Interpersonal Peplau. Rekomendasi dari penanganan kasus
ini adalah latihan asertif bisa diprioritaskan karena menurunkan tanda gejala lebih banyak pada diagnosis
halusinasi dan risiko perilaku kekerasan.

Kata kunci: Skizofrenia, halusinasi, risiko perilaku kekerasan, terapi kognitif perilaku, latihan asertif.

Abstract
Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by a change of thought processes, perceptions,
behaviors and decline in social function. Symptoms that appear include hallucinations and the risk of violent
behavior. The handling of this case aims to analyze the change of symptoms and the ability of patients
hallucinating and the risk of viole nt behavior after being given nursing actions ners, specialist ners cognitive
behavioral therapy and assertiveness training using Stuart's theory and Peplau Interpersonal Relations. The
handling of this case using a multiple case study approach that is the case of hallucinations and the risk of violent
behavior with the number of patients 17 people. The results of case management showed the decrease of
hallucinations symptoms and the risk of violent behavior especially on the cognitive and behavioral aspects after
ners and ners specialist treatment were given in the form of behavioral cognitive therapy and assertiveness
training using Stuart's theory approach and Peplau Interpersonal Relationship. The recommendation of this case
is that assertiveness training can be prioritized because it decreases more symptoms on hallucinatory diagnoses
and the risk of violent behavior.

Keywords: Schizophrenia, hallucinations, risk of violent behavior, behavioral cognitive therapy, assertiveness
training.

368
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

Karya Ilmiah Akhir, Juni 2017

Yonni Prianto, Novy Helena Catharina Daulima, Ice Yulia Wardani

Perubahan Tanda Gejala Dan Kemampuan Pasien Harga Diri Rendah Dan Risiko
Perilaku Kekerasan Yang Mendapatkan Terapi Kognitif Perilaku Dan Latihan Asertif

Abstrak

Skizofrenia merupakan penyakit neurobiologis berat dan terus menerus yang mengakibatkan terganggunya respon
seseorang dan berdampak pada kehidupan individu, keluarga dan masyarakat. Tanda gejala yang muncul
diantaranya berupa harga diri rendah (HDR) dan risiko perilaku kekerasan (RPK). Hasil penanganan kasus ini
bertujuan untuk menganalisis perbandingan perubahan tanda gejala dan kemampuan pasien HDR dan RPK antar
yang diberikan tindakan keperawatan terapi kognitif perilaku dengan yang diberikan latihan asertif menggunakan
teori Stuart dan adaptasi Roy. Penanganan kasus ini menggunakan pendekatan multiple case study, yaitu kasus
HDR dan RPK dengan jumlah partisipan 16 orang, Hasil penanganan kasus menunjukan bahwa pasien dengan
jenis kelamin laki-laki yang berusia rata-rata 34.4 tahun, terjadi penurunan tanda gejala HDR dan RPK terutama
pada aspek perilaku, kognitif dan afektif setelah diberikan tindakan keperawatan ners dan ners spesialis berupa
terapi kognitif perilaku dan latihan asertif. Rekomendasi dari penanganan kasus ini adalah latihan asertif bisa
diprioritaskan karena menurunkan tanda gejala lebih banyak pada diagnosis HDR dan RPK

Kata kunci: skizofrenia, harga diri rendah, risiko perilaku kekerasan, latihan merubah cara berpikir dan
berperilaku, latihan asertif.

Abstract

Schizophrenia is a severe and continuous neurobiological disease that results in disruption of one's response and
impacts on the lives of individuals, families and communities. Symptoms that appear include low self-esteem
(HDR) and the risk of violent behavior (RPK). The results of this case handling aims to analyze the comparison of
symptom change and ability of HDR and RPK patients among those given behavioral cognitive therapy nursing
behaviors with those given assertive exercise using Stuart's theory and Roy's adaptation. The handling of this case
using a multiple case study approach, namely cases of HDR and RPK with the number of participants 16 people,
The results of case handling showed that patients with male gender aged average 34.4 years, decreased signs of
HDR and RPK symptoms, especially on aspects Behavioral, cognitive and affective after being given nursing
actions ners and specialist ners in the form of behavioral cognitive therapy and assertive exercise. The
recommendation of this case is that assertive exercise can be prioritized because it decreases more symptoms
symptoms in HDR and RPK diagnoses.

Keywords: Schizophrenia, low self esteem, risk of violent behavior, practice of changing ways of thinking and
behaving, assertiveness training

369
PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN
PEMINATAN KEPERAWATAN JIWA
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA

370