Anda di halaman 1dari 18

DISCOVERY LEARNING

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENGLIHATAN

Disusun Oleh:

ANDIN FELLYTA PRIMADANI

G2A015071

PROGRAM STUDI NERS (TAHAP AKADEMIK)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITASMUHAMMADIYAH SEMARANG

2016/2017
ANFIS SISTEM PENGLIHATAN (MATA)

DEFINISI

Mata merupakan organ indra rumit, mata disusun dari bercak sensitif cahaya
primitif. Dalam selubung perlindungannya mata mempunyai lapisan reseptor,
sistem lennsa pemfokusan cahaya atas resptor, dan merupakan suatu sistem saraf
(Syaifuddin, 2011).

Keupayaan manusia melihat adalah bergantung kepada beberapa struktur


didalam bola mata. Kefungsian mata adala sama seperti fungsi sebuah kamera.
Setiap bahagian mata mempunyai fungsi yang tertentu untuk membolehkan kita
melihat. Imej yang yang terhasil pada mata akan terus dihantar ke otak untuk
ditafsirkan (Norshidah Mohd Salleh, 2012).

Secara kasarnya mata adalah berbentuk sfera, bergaris pusat 25 milimeter


(lebih kurang 1 inci), berisi padu kira-kira 65 sentimeter padu dan beratnya kira-
kira 7 gram. Mata manusia terletak pada rongga tulang tengkorak iaitu dikenali
juga sebagai rongga mata atau rongga orbital (Shahrin Ismail, 1997).

ANATOMI MAKRO

Mata terdiri dari:

 Suatu lapisan luar keras yang transparan di anterior (kornea) dan opak di
posterior (sklera). Sambungan antara keduanya disebut limbus. Otot-otot
ekstra okular melekat pada sklera sementara saraf optik meninggalkansklera
di posterior melalui lempeng kribiformis.
 Suatu lapisan kaya pembuluh darah (koroid) melalui segmen posterior mata
dan memberi nutrisi paada permukaan dalam retina.
 Korpus siliaris terletak di anterior. Korps siliaris mengandung otot silisris
polos yang kontraksinya mengubah bentuk lensa dan memungkinkan fokus
mata berubah-ubah. Epitel siliaris mengsekresi akueous hmor dan
mempertahankan tekanan okular. Korpus siliaris merupakan tempat
perlekatan iris.
 Lensa terletak di belakang iris dan di sokong oleh serabut-serabut halus
(zonula) yang terbentang di antara lensa dan korpus siliaris.
 Sudut yang dibentuk oleh iris dan kornea (sudut iridokornea) dilapisi oleh
suatu jaringan sel da kolagen (jalinan trabekula). Pada sklera di luar jaringan
ini, kanal Schlemm mengalirkan akueous humor dari bilik anterior ke dalam
sistem vena, sehingga terjadi drainase akueous. Daerah ini dinamakan sudut
drainase.
Antara kornea di anterior dan lensa serta iris di posterior terdapat bilik
mata anterior. Diantara iris, lensa, dan korpus siliaris terdapat mata posterior
(yang berbeda dari korpus vitrous). Kedua bilik ini terisi oleh akueous humor.
Diantara lensa dan retina terletak korpus vitrous.
Di anterior, konjungtiva akan berlanjut dari sklera ke bagian bawah
kelopak mata atas dan bawah. Satu lapis jaringan ikat (kapsul tenon)
memisahkan konjungtiva dari sklera dan memanjang ke belakang sebagai satu
penutup di sekitar otot-otot rektus.
(James, Bruce. 2006)

ANATOMI MATA
Anatomi organ penglihatan dapat dipelajari dalam 2 (dua) bagian yaitu adneksa
mata (pelengkap) dan bola mata (bulbus okuli):

A. Adneksa Mata

1. Orbita
Mata terletak dalam tulang orbita, orbita memiliki bentuk seperti
piramida bersisi empat. Pada apeks posterior terletak kanal optik yang
merpakan tempat lewatnya saraf optik ke otak. Fisura orbita superior dan
inferior merupakan tempat lewatnya pembuluh darah dan saraf kranialis
yang memberikan persarafdan pada struktur orbita. Pada dinding anterior
media terdapat fosa untuk sakus lakrimalis. Kelenjar lakrimal terletak di
anterior pada aspek superolaeral orbita (James, B, dkk. 2006).
Rongga mata mempunyai beberapa celah yang menghubungkan
rongga mata dengan rongga otak, rongga hitung, rongga etmoidalis dan
sebagainya. Rongga bola mata ini berisi jaringan lemak, otot, fasia, saraf,
pembuluh darah dan aparatus lakrimalis.
2. Palpebra
Melindungi mata terhadap lingkungan, trauma dan cahaya serta
menjaga kornea tetap lembut dengan menyapukan air mata setiap saat.
Terdiri dari palpebrae superior dan palpebrae inferior. Lapisannya terdiri
dari kulit luar, lapisan medial yang terdiri dari otot dan jaringan
pembentuk, serta lapisan dalam yang merupakan jaringan yang lembut.
Otot pada lapisan tengah mengontrol gerakan kelopak mata, terdiri
dari otot-otot sirkular (m. orbikularis okuli) yang bertugas menutup
kelopak mata dan m. levator palpebrae yang bertugas mengangkat
kelopak mata.Lapisan dalam sangat lembut dan licin karena adanya
pelumas yang diproduksi kelenjar meibomian.
3. Apparatus Lakrimalis
Kelenjar air mata terletak pada sudut luar sebelah atas rongga orbita.
Kelenjar tsb mengeluarkan air mata yang dituangkan ke kantung
kojungtiva dari duktus ekskretori. Bila mengedip maka air mata akan
membasahi permukaan mata.Sebagian menguap, sebagian dialirkan ke
kantus medialis menuju saluran lakrimalis memasuki hidung.
4. Konjungtiva
Merupakan selaput transparan yang melapisi bagian dalam kelopak
mata serta menutupi bagian depan sklera. Bersambung dengan selaput
lendir yang melapisi saluran air mata, kantung air mata dan saluran
nasolakrimal sehingga berfungsi melumasi mata.
5. Otot-otot Bola Mata

Ada 6 otot bola mata yang mengontrol pergerakan bola


mata.Terletak sebelah dalam orbita menempel pada dinding tulang orbita
dan dikaitkan pada pembungkus sklerotik mata di belakang kornea. Otot
lurus terdiri dari m. rektus superior, inferior, medial dan lateral,
menggerakkan mata ke atas, ke bawah, ke dalam dan ke sisi luar secara
bergantian. Otot oblik terdiri dari superior menggerakkan mata ke bawah
dan sisi luar, inferior menggerakkan mata ke atas sisi luar. Otot-otot
mata dipersarafi oleh nervus kranialis III (n. okulomotorius), IV (n.
trokhlearis) dan VI (n. abdusens).
B. Bola Mata (Bulbus Oculi)

1. Kornea
Disebut juga selaput bening mata, jika mengalami kekeruhan akan
sangat mengganggu penglihatan dan bisa diganti dengan jaringan kornea
dari donor mata (pencangkokan kornea). Kornea merupakan selaput yang
tembus cahaya, melalui kornea kita dapat melihat membran pupil dan
iris. Penampang kornea lebih tebal dari sklera, terdiri dari 5 lapisan epitel
kornea, 2 lamina elastika anterior (bowmen, 3 substansi propia, 4 lamina
elastika posterior, dan 5 endotelium. Kornea tidak mengandung
pembuluh darah peralihan, antara kornea ke sklera disebut selero corneal
junction. Kornea juga merupakan jalan masuk cahaya pada mata dengan
menempatkannya pada retina bersama dengan lensa.
Kornea memiliki ketebalan 0,5 mm dan terdiri dari:
a. Epitel, suatu lapisan skuamosa anterior yang menebal di perifer pada
limbus di mana lapisan ini bersinambung dengan konjungtiva.
Limbus mengandung sel germinativum-atau sel stem.
b. Stroma dari serabut kolagen, sbstansi dasar, dan fibroblas yang
menjadi dasar kornea. Bentuk serabut kolagen yang reguler dan
diameternya yang kecil menyebabkan transparansi kornea.
c. Endotel, suatu lapisan tunggal dari sel yang tidak mengalami
regenerasi secara aktif memompa ion dan air dari stroma untuk
mengontrol hidrasi dan transparansi kornea.
(James, Bruce, dkk. 2006).
2. Sklera
Terbentuk dari serabut kolagen yang saling berkaitan dengan lebr
yang berbed-beda, terletak di atas substansi dasar dan dipertahankan oleh
fibroblas. Ketebalan sklera bervariasi, 1 mm di sekitar papil saraf optik
dan 0,3 mm tepat di posterior insersi otot. Lapisan berwarna putih di
bawah konjungtiva serta merupakan bagian dengan konsistensi yang
relatif lebih keras untuk membentuk bola mata (James, Bruce, dkk.
2006).
3. Camera Oculi Anterior (COA)
Merupakan ruangan antara kornea dengan iris yang membentuk rongga
yang berisi cairan (humor aquous) yang memudahkan iris untuk
bergerak.
4. Camera Oculi Posterior (COP)
Merupakan ruangan yang terdapat antara lensa dengan iris berisi humor
aquos.
5. Uvea
Terdiri dari 3 bagian yaitu iris, badan siliar dan koroid. Iris adalah lapisan
yang dapat bergerak untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke
dalam mata. Badan siliar berfungsi menghasilkan cairan yang mengisi
bilik mata. Sedangkan koroid merupakan lapisan yang banyak
mangandung pembuluh darah untuk memberi nutrisi pada bagian-bagian
mata.
6. Pupil
Merupakan suatu "lubang" tempat cahaya masuk ke dalam mata, dimana
lebarnya diatur oleh gerakan iris.
7. Lensa Kristalina
Sesuai dengan namanya, berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang
masuk agar diperoleh penglihatan yang jelas. Jika mengalami kekeruhan
akan menyebabkan kaburnya penglihatan seperti pada penyakit katarak.
Lensa disangga oleh serabut zonula yang berjalan di antara korpus siliaris
di kapsul lensa. Lensa teriri dari kapsl kolagen di bagian luar yang di
bawah bagian anteriornya terletak lapisan sel epitel satu lapis. Ke arah
ekuator epitel menghasilkan serabut lensa
8. Badan Siliar (Corpus Ciliaris)
Korpus siliaris dibagi menjadi tiga, yaitu otot siliaris, prosesus siliaris
(pars plikata), dan pars plana. Terdapat di belakang iris, merupakan
tempat menempelnya zonula zonii. Berfungsi memproduksi humor
aquous. Berperan dalam proses akomodasi lensa.
Otot siliaris
Terdiri dari otot polos yang tersusun dalam satu cincin yang menutupi
prosesus siliaris, dipersarafi oleh sistem parasimpatis melalui saraf
kranalis ketiga. Otot siliaris bertanggung jawab untk perubahan ketebalan
dan kelengkungan lensa selama akomodasi. Serabut zonula yang
menyangga lensa mengalami penegangan selama penglihatan jauh.
Kontraksi otot siliaris merelaksasi zonla dan menyebabkan kelengkngan
lensa bertambah sehingga menambah kekuatan refraksinya.
Prosesus Siliaris (pars pilkata)
Terdapat sekitar 70 prosesus siliaris yang tersusun dlam satu cincin di
sekitar bilik posterior. Prosess ini berfungsi untuk mengsekresi akueous
humor.
Pars plana
Pars plana terdiri dari stroma yang relatif avaskular yang ditutupi oleh
lapisan epitetel dua lapis.
9. Badan Vitreous
Bagian terbesar yang mengisi bola mata, disebut juga sebagai "badan
kaca" karena konsistensinya yang berupa gel dan bening dapat
meneruskan cahaya yang masuk sampai ke retina. 98% terdiri dari air.
Sisanya terdiri dari asam hialuronat dan anyaman kolagen halus. Melekat
erat pada anterior pada retina perifer, pars plana, dan sekitar lempeng
optik, dan agak longgar pada makula dan pembuluh darah retina. Ini
memiliki peran nutritif dan suportif. Terlepasnya vitreous dari retina,
yang umum terjadi pada usia lanjut, meningkatkan traksi pada titik-titik
perlekatan erat. Hal ini kadang dapat menyebabkan robeknya retina
perifer, ketika vitreous menarik sebagian retina di bawahnya(James,
Bruce, dkk. 2006).
10. Retina
Merupakan suatu struktur yang sangat kompleks yang terbagi
menjadi 10 lapisan terpisah, terdiri dari fotoreseptor (sel batang dan sel
kerucut) dan neuron, beberapa diantaranya (sel ganglion) bersatu
membentuk serabut saraf optik. Retina bertanggung jawab untuk
mengubah cahaya menjadi sinyal listrik. Integrasi awal dari sinyal-sinyal
ini juga dilakukan oleh retina. Sel kerucut bertanggung jawab untk
penglihatan siang hari sedangkan sel batang berfngsi untuk penglihatan
malam hari (James, Bruce, dkk. 2006).
11. Koroid
Merupakan lapisan antara retina dan sklera.Terdiri dari pembuluh
darah yang memberi nutrisi kepada mata. Koroid dibentuk oleh anteriol,
venla, dan anyaman kapiler berfenetrasi yang padat. Koroid melekat
longgar pada sklera, memiliki aliran darah yang banyak. Koroid memberi
nutrisi lapisan luar retina bagian dalam dan mungkin berperan dalam
homeostasis temperaturnya. Membran dasarnya bersama dengan
membran dasar epitel pigmen retina (EPR) membentuk Brunch yang
aseluler, yang berfungsi sebagai sawar difusi antara koroid dan retina.

PERSARAFAN
Saraf yang bertangung jawab terhadap mata manusia adalah saraf optikus (Nervus
II). Bagian mata yang mengandung saraf optikus adalah retina. Saraf optikus
adalah kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visual dari retina ke
otak.

Sedangkan saraf yang menggerakkan otot bola mata adalah saraf okulomotoris
(Nervus III), saraf ini bertanggungjawab terhadap pergerakan bola mata,
membuka kelopak mata, dan mengatur konstraksi pupil mata.

Saraf lainnya yang mempengaruhi fungsi mata adalah saraf lakrimalis yang
merangsang dalam pembentukan air mata oleh kelenjar air mata. Kelenjar
Lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan
air mata yang encer.
SISTEM CAIRAN MATA - INTRAOKULAR

Mata diisi dengan cairan intraokuolar, yang mempertahankan tekanan yang cukup
pada bola mata untuk menjaga distensinya. Cairan ini dibagi dua : Humor aqueous
(anterior lensa), Humor vitreus (posterior lensa & retina).

Humor aqueous berperan sebagai pembawa zat makanan dan oksigen untuk organ
di dalam mata yang tidak berpembuluh darah yaitu lensa dan kornea, disamping
itu juga berguna untuk mengangkut zat buangan hasil metabolisme pada kedua
organ tersebut. Adanya cairan tersebut akan mempertahankan bentuk mata dan
menimbulkan tekanan dalam bola mata/tekanan intra okuler.
Tabel Fungsi Komponen Utama Mata (Sherwood, 1996)
Struktur Letak Fungsi
Akuos humor Rongga anterior antara Ciran encer jernih yang
kornea dan lensa, terus menerus dibentuk
mengndung zat gizi untuk
kornea dan lensa
Korpus siliaris Turunan khusus lapisan Membentuk akuos humor
koroid di sebelah anterior dan mengandung otot
membentk suatu cincin siliaris.
mengelilingi tepi luar lensa
Bintik buta Titik yang sedikit di luar Rute untuk berjalannya
pusat di retina dan tidak saraf optikus dan pembuluh
mengandung fotoreseptor darah
atau dikenal sebagi diskus
optikus.
Fovea Tepat di bagian tengah Daerah dengan ketajaman
retina paling tinggi
Iris Cincin otot yang berpigmen Mengubah ukuran pupil
dan tampak di dalam akuos dengan berkontraksi
humor
Kornea Lapisan paling luar mata Menentukan warna mata
yang jernih di anterior
Koroid Lapisan tengah mata Refraktif mata
lensa Antara akuos humor dan Berpigmen untuk mencegah
vitrous humor melekat ke berhamburannya berkas
otot-otot siliaris melalui cahaya di mata,
ligamentum suspensorim mengandung pembuluh
darah, memberi makan
retina di bagian anterior,
membentuk badan iris dan
siliaris.
Ligamentum Tergantung diantara otot Menghasilkan kemampuan
suspensorium siliaris dan lensa refraktif yang bervasiasi
selama akomodasi
Makula lutea Daerah tepat di sekitar fovea Panting dalam akomodasi
Neuron bipolar Lapisan tengah sel-sel saraf Memiliki ketajamman yang
di retina oleh retina tinggi karena banyak
mengandung sel kerucut
Otot siliaris Komponen otot sirkuler dari Penting dalam pengolahan
badan siliaris, melekat ke rangsangan cahaya
lensa melalui ligamentum
suspensorium
Pupil Lubang anterior di bagian Penting untuk akomodasi
tengah iris
Retina Lapisan mata yang paling Memungkinkan jumlah
dalam cahayyang masuk mata
bervariasi
Saraf optikus Keluar dari setiap mata di Mengandung fotoreseptor
disks optikus (bintik buta) (sel batang dan sel kerucut),
bagian pertama jalur
penglihatan ke otak.
Sel batang Fotoreseptor di lapisan Bertanggung jawab untuk
paling luar retina penglihatan dengan
sensitivitas tinggi, hitam
putih, dan penglihatan
malam
Sel ganglion Lapisan bagian dalam retina Penting dalam pengelolaan
rangsangan cahaya oleh
retina, membentuk saraf
optikus.
Sel kerucut Fotoreseptor di bagian Bertanggung jawab untuk
paling luar retina ketajaman penglihatan
warna, penglihatan siang
hari.
Sklera Lapisan luar mata yang kuar Lapisan jaringan ikat
protektif, membentuk
bagian putih mata yang di
bagian anterior membentuk
kornea
Vitrous humour Antara lensa dan retina Zat semi cair mirip jeli yang
membantu mempertahankan
bentuk mata yang bulat

FISOLOGI PENGLIHATAN

Mata adalah organ sensorik kompleks yang mempnyai fungsi optikal untuk
melihat dan saraf untuk transduksi (mengubah bentuk energi ke bentuk lain)
bentuk sinar. Aparatus optik mata membentuk dan mempertahankan ketajaman
fokus objek pada retina. Fotoreseptor pada retina mengubah rangsangan sinar ke
dalam bentuk sinyal saraf kemudian menstransmisikan ke pusat visual di otak
memalui elemen saraf integratit (Syaifuddin, 2011).
Fungsi Mata
Sinar yang masuk ke mata sebelum sampai di retina mengalami pembiasan
lima kali yaitu waktu melalui konjungtiva, kornea, aqueus humor, lensa, dan
vitreous humor. Pembiasan terbesar terjadi di kornea. Bagi mata normal, bayang-
bayang benda akan jatuh pada bintik kuning, yaitu bagian yang paling peka
terhadap sinar.
Ada dua macam sel reseptor pada retina, yaitu sel kerucut (sel konus) dan sel
batang (sel basilus). Sel konus berisi pigmen lembayung dan sel batang berisi
pigmen ungu. Kedua macam pigmen akan terurai bila terkena sinar, terutama
pigmen ungu yang terdapat pada sel batang. Oleh karena itu, pigmen pada sel
basilus berfungsi untuk situasi kurang terang, sedangkan pigmen dari sel konus
berfungsi lebih pada suasana terang yaitu untuk membedakan warna, makin ke
tengah maka jumlah sel batang makin berkurang sehingga di daerah bintik kuning
hanya ada sel konus saja.
Pigmen ungu yang terdapat pada sel basilus disebut rodopsin, yaitu suatu
senyawa protein dan vitamin A. Apabila terkena sinar, misalnya sinar matahari,
maka rodopsin akan terurai menjadi protein dan vitamin A. Pembentukan kembali
pigmen terjadi dalam keadaan gelap. Untuk pembentukan kembali memerlukan
waktu yang disebut adaptasi gelap (disebut juga adaptasi rodopsin). Pada waktu
adaptasi, mata sulit untuk melihat.
Pigmen lembayung dari sel konus merupakan senyawa iodopsin yang
merupakan gabungan antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu
sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Dengan ketiga macam sel
konus tersebut mata dapat menangkap spektrum warna. Kerusakan salah satu sel
konus akan menyebabkan buta warna.
Jarak terdekat yang dapat dilihat dengan jelas disebut titik dekat (punctum
proximum). Jarak terjauh saat benda tampak jelas tanpa kontraksi disebut titik
jauh (punctum remotum). Jika kita sangat dekat dengan obyek maka cahaya yang
masuk ke mata tampak seperti kerucut, sedangkan jika kita sangat jauh dari
obyek, maka sudut kerucut cahaya yang masuk sangat kecil sehingga sinar tampak
paralel. Baik sinar dari obyek yang jauh maupun yang dekat harus direfraksikan
(dibiaskan) untuk menghasilkan titik yang tajam pada retina agar obyek terlihat
jelas. Pembiasan cahaya untuk menghasilkan penglihatan yang jelas disebut
pemfokusan.
Cahaya dibiaskan jika melewati konjungtiva kornea. Cahaya dari obyek yang
dekat membutuhkan lebih banyak pembiasan untuk pemfokusan dibandingkan
obyek yang jauh. Mata mamalia mampu mengubah derajat pembiasan dengan cara
mengubah bentuk lensa. Cahaya dari obyek yang jauh difokuskan oleh lensa tipis
panjang, sedangkan cahaya dari obyek yang dekat difokuskan dengan lensa yang
tebal dan pendek. Perubahan bentuk lensa ini akibat kerja otot siliari. Saat melihat
dekat, otot siliari berkontraksi sehingga memendekkan apertura yang mengelilingi
lensa. Sebagai akibatnya lensa menebal dan pendek. Saat melihat jauh, otot siliari
relaksasi sehingga apertura yang mengelilingi lensa membesar dan tegangan
ligamen suspensor bertambah. Sebagai akibatnya ligamen suspensor mendorong
lensa sehingga lensa memanjang dan pipih.Proses pemfokusan obyek pada jarak
yang berbeda-berda disebut daya akomodasi.
Cara kerja mata manusia pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera,
kecuali cara mengubah fokus lensa.

Prinsip Optik
Sinar dialihkan (direfraksikan) bila ia berjalan dari satu medium ke medim
lain dari densitas (kepadatan yang berbeda) kecuali bila sinar mengenai tegak
lurus. Sinar yang sejajar mengenai lensa bikonveks direfraksikan ke satu titik di
belakng lensa. Fokus utama pada garis yang berjalan melalui pusat kelengkungan
lensa sumbu utama, jarak antara lensa dan fokus utama merupakan jarak fokus
utama.
Jumlah dioptik (pembiasan cahaya) merupakan kebalikan jarak fokus utama
dalam meter. Misalnya suatu lensa dengan jarak fokus utama 0,25 m, mempunyai
kekuatan refraksi 1/0,25 atau 4 dioptri. Mata manusia mempunyai kekuatan
refraksi sekitar 66,7 dioptri saat istirahat.

Mekanisme Pembentukan Bayangan


Potensial aksi dalam nervus optikus bayangan objek di dalam lingkungan
difokuskan dalam retina. Sinar yang membentuk retina membentuk potensial
dalam bayangan kerucut impuls yang ada dalam retina, dihantarkan ke dalam
korteks serebri pada tempat menghasilkan sensasi bayangan. Penentuan jarak
suatu benda : ukuran relatif, paralaks yang bergerak, dan stereopsis.

Lintasan Penglihatan
Setelah impuls meninggalkan retina, impuls ini berjalan ke belakang melalui
nervus optikus. Pada persilangan optikus, serabut menyilang ke sisi lain bersatu
dengan serabut yang berasal dari retina. Otak menggunakan visual sebagai
informasi untuk dikirim ke korteks serebri dan visual pada bagian korteks visual
ini membentuk gambar tiga dimensi.
Korteks visual primer. Gambar yang ada pada retina ditraktus optikus
disampaikan secara tepat ke korteks jika seseorang kehilangan lapang pandang
sebagian besar dapat dilacak lokasi kerusakan di otak yang bertanggung jawab
atas lapangan pandang.
DAFTAR PUSTAKA

Syaifuddin. (2011). Anatomi Fisiologi Untuk Keperawatan dan Kebidanan.


Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

James, Bruce, dkk. (2006). Lecture Notes : Oftalmologi. Edisi Kesembilan. Alih
Bahasa: dr. Asri Dwi Rachmawati. Jakarta: Erlangga