Anda di halaman 1dari 42

c 



› Y Pendahuluan
Dalam survey gravity, lapisan struktur permukaan bawah tanah diteliti berdasarkan
variasi pada medan gravitasi bumi yang disebabkan oleh perbedaan densitas antara lapisan
bawah permukaan batuan Landasan konsep yang dipergunakan adalah ide bahwa sebuah
benda penyebab anomali (causative body), dimana sebuah unit batuan memilki perbedaan
densitas dengan batuan disekitarnya Sebuah benda penyebab anomali merepresentasikan
sebuah zona lapisan bawah permukaan dari anomali massa dan menyebabkan perturbasi yang
terlihat dalam perbedaan medan gravitasi yang kemudian disebut sebagai anomali gravitasi
Dalam skala kecil, sebuah benda yang terkubur pada lapisan bedrock, seperti valley yang
terkubur, dapat menunjukkan perbedaan anomali yang cukup besar Dalam skala yang lebih
besar, anomali negatif dapat disebabkan karena kubah garam yang telah dijelaskan pada
Chapter › Masih dalam skala yang lebih besar, anomali gravitasi yang lebih besar dapat
disebabkan oleh pluton granit atau kolam sedimentary Interpretasi dari anomali gravitasi
memberikan bantuan untuk menentukan gambaran kedalaman dan bentuk dari benda
penyebab anomali tersebut
Kelebihan yang dilakukan untuk dapat membawa metode survey gravitasi dalam area
laut, atau di daerah manapun yang lebih luas, menyebabkan tehnik survey ini dapat
diaplikasikan pada hampir seluruh area di dunia

2 Y eori Dasar
eori dasar dari metode survey gravity adalah Hukum Newton tentang Gravitasi, yang
menyatakan bahwa gaya tarik menarik F antara dua buah benda Ú dan Ú, dengan dimensi
yang kecil dan jarak antara dua buah benda adalah r dinyatakan dalam rumus:

G  
 

Dengan G adalah Bilanngan Konstan Gravitasi (6 67 x ››› m3 kg›s2)


Dengan asumsi tarikan gravitasi dari sebuah benda berbetuk bola, tidak berotasi Massa
bumi (homogen di semua tempat) sama dengan M dengan jarak R dengan sebuah massa benda
m yang terkonsentrasi di tengah dari massa bumi tersebut maka substitusi dari persamaan di tas
diberikan dalam bentuk:persamaan ›

G  
 
Gaya dihubungkan terhadap massa dengan menggunakan sebuah percepatan dalam
bentuk g=GM/R2 yang diketahui sebagai percepatan gravitasi, atau secara lebih sederhana,
gravity Berat dari sebuah massa benda diberikan oleh Ú
Untuk benda seperti Bumi, gravitasi seharusnya konstan Namun, bentuk bumi yang
elips, berotasi, dan bentuk relief yang tidak sama, serta distribusi massa internal menyebabkan
gravity bervariasi pada seluruh permukaannya
Medan gravitasi dapat didefinisikan dalam bentuk potensial Gravitasi U:

G  


Dimana percepatan gravitasi g merupakan kuantitas vector, meliputi besar dan arah (cenderung
vertikal ke bawah), maka potensial gravitasi U merupakan skalar yang meliputi besarnya saja
urunan pertama dari U dalam arah manapun memberikan komponen percepatan gravitasi
dalam arah tersebut Sebagai konsekuensinya, pendekatan medan gravitasi memberikan
flexibilitas dalam hal komputasi Permukaan equipotensial dapat didefinisikan dengan U sama
dengan konstan Permukaan air laut, atau , adalah yang termudah untuk didefinisikan
sebagai permukaan equipotensial dimana semuanya adalah horizontal, oleh sebab itu, pada
sudut yang tepat terhadap arah gravity

3 Y Satuan Gravity
Nilai ratarata dari percepatan gravitasi adalah sekitar 9  ms2 Variasi dari medan gravitasi yang
disebabkan oleh ariasi densitas pada lapisan bawah permukaan terletak pada orde dari › µms
2
Satuan µms2 dapat didefinisikan dalam bentuk  

  Dalam survey gravity di
daratan, akurasi +  › gu dapat dicapai, yang berhubungan dengan ke› juta normal medan
gravitasi Di laut, akurasi yang yang dapat dicapai lebih rendah, yaitu sekitar + › gu Unit c g s
dari gravity adalah miligal (› mgal=›3 gal=›3 cms2), ekuivalen dengan › gu

4 Y Pengukuran Gravity
Sejak gravity merupakan percepatan maka perhitungannya harus secara sederhana melibatkan
faktor panjang dan waktu Namun, rupanya perhitungan sederhana tidak dapat mencapai presisi
dan akurasi tinggi sebagai syarat dari metode survey gravity
Pengukuran dari sebuah niai absolute dari gravity,adalah sulit dan memerlukan perlatan
kompleks dengan periode observasi yang cukup lama Contohnya adalah pengukuran yang
dilakukan dengan menggunakan pendulumpendulum besar atau tehnik benda jatuh (lihat
Nettleton ›976, Whitcomb ›97), dimana dapat dibuat dengan presisi dari  › gu Peralatan
untuk mengukur nilai absolut dari gravity di lapangan sangatlah luas, mahal, dan lambat untuk
dibaca (lihat Sakurna ›96) Sebuah generasi baru dari instrumen pengukuran nilai absolute
gravity (Brown 
 ›999) berada dalam pengembangan dan tidak mengalami kekurangan
kekurangan seperti yang telah disebutkan di atas danagar dapat digunakan dalam tahuntahun
ke depan
Pengukuran nilai relatif gravity menyebabkan perbedaan nilai gravity dari setiap lokasi,
menjadi lebih sederhana dan merupakan prosedur standard dalam survey gravity Nilai absolute
gravity pada survey station dapat diperoleh dengan menggunakan referensi yang dapat
diperoleh dari International Gravity Standardization Network (IGSN) pada tahun ›97› (Morelli 

 ›97›), sebuah network station dimana nilai absolut gravity yang ditentukan dengan referensi
terhadap lapangan dengan nilai absolute pengukuran gravity (lihat section 6 7) Dengan
menggunakan peralatan untuk mengukur dan menentukan perbedaan antara IGSN station
dengan lokasi lapangan, nilai absolute gravity dari lokasi tersebut dapat ditentukan
Peralatan pembacaan relative pada generasi sebelumnya dilakukan berdasarkan pada
pendulum kecil atau osilasi dari torsi fiber, walaupun portable, namun membutuhkan waktu
yang tepat untuk melakukan pembacaan Instrument modern dapat melakukan pengukuran
gravity secara cepat dan dikenal sebagai  
Ú
 atau  Ú


Gravimeters didasarkan pada kesetimbangan pegas yang dihubungkan dengan massa


yang konstan Variasi pada berat dari massa tersebut disebabkan pada gravity, menyebabkan
panjang pegas bervariasi dan memberikan pengukuran dari perubahan gravity Dalam Fig 6 ›
sebuah pegas dengan inisial panjang s telah diregangkan dengan nilai ȴs sebagai hasil dari
pertambahan nilai gravity ȴg yang disebabkan oleh pertambahan berat dari massa yang
terhubung Ekstensi dari pegas tersebut berbanding lurus dengan gaya pertambahan panjang
(Hukum Hooke), yaitu

G  


Dengan k adalah konstanta pegas elastic


ȴs harus diukur dengan presisi ›:› dalam alat yang cocok dengan metode survey
gravity di lapangan Walaupun sebuah massa yang besar dan pegas yang lemah dapat
meningkatkan rasio dari m/k dan, oleh sebab itu sensitivitas dari instrument , dalam prakteknya
hal tersebut dapat menyebabkan system gagal Sebagai gantinya, beberapa bentuk media
optikal, mekanika, dan elektronik dilibatkan dalam praktek pengukuran

Perlunya pegas untuk memiliki dua fungsi, yaitu sebagai massa dan sebagai alat
pengukuran, sangat dianjurkan pada gravimeter generasi pertama, yang dikenal sebagai stable
gravimeters atau static gravimeters

Masalah ini kemudian dipecahkan dengan menggunakan alat meter modern (astable
dan astatic) yang menggunakan gaya tambahan yang berlaku sebagai ekstensi (atau kontraksi)
dari pegas dan sebagai gantinya memperjelas perubahan secara langsung

Sebuah contoh dari instrument yang tidak stabil adalah gravimeter LaCoste dan
Romberg Alat ukur ini terdiri dari sebuah tiang berengsel, terkait dengan bebabn, dan
dihubungkan dengan sebuah pegas yang dipasang secara langsung di atas pegas (Fig 6 2) Besar
dari momen dihasilkan oleh pegas dan sinus dari sudut Ⱥ Apabila gravity meningkat, tiang akan
turun dan egas akan memanjang Walaupun gaya pemulih dari pegas meningkat, sudut Ⱥ akan
turun menjadi Ⱥ͛ Dengan desain yang cocok dari pegas dan geomtri dari tiang, besar dari
kenaikan dari momen pemulih dikarenakan kenaikan gaya gravitasi dapat dbuat sekecil yang kita
inginkan Dengan mengunakan pegas biasa tentunya kerja yang dihasilkan akan terbatas
Bagaimanapun, dengan menggunakan sebuah pegas ͞zerolength͟ yang diinginkan selama
proses manufaktur sehingga gaya pemulih yang dihasilkan dapat proportional dengan panjang
fisis dari pegas dibandingkan dengan gaya pemulihnya, instrument ini dapat memberikan
pembacaan response yang sangat sensitive meliputi area yang luas Instrumen ini dibaca dengan
melihat pembalikan tiang ke arah horizontal dengan mengubah lokasi vetikal dari pegas dengan
micrometer screw Efek suhu dihilangkan dengan dengan menggunakan batterypowered
thermostatting system Range pengukuran alat ukur ini mencapai 5 gu

Alat ukur unstable lainnya yang umu digunakan adalah Wordentype gravimeter idak
perlunya stabilitas dalam alat ini digantikan dengan sebuah system mekanika yang hampir mirip
namun pada alat ini melibatkan dua pegas pada tiangnya Pegas pertama berfungsi sebagai alat
ukur, dimana yang lainnya merubah tingkat pembacaan 2 gu dari instrumen Pada bentuk
yang berbeda dari alat ini, pegas kedua juga dikalibrasi, sehingga scara keseluruhan range
pembacaan sama dengan LaCoste and Romberg Gravimeter Efek thermal diminimalisir dengan
penggunaan komponen quartz dan sebuah tiang bimetalik yang berubah scara otomatis
terhadap perubahan temperature Sebagai gantinya, tidak diperbolehkan meletakkan alat dalam
kesetimbangan panas dan hanya perlu untuk meletakkan alat dalam sebuah botol Batas
pengukuran normal dari instrument ini, mengakibatkan alat ini tidak cocok untuk digunakan
pada area dimana variasi gravity sangatlah ekstrim

Gravimeter untuk kepentingan survey secara umum capable untuk mendata perubahan
gravity dengan akurasi sekitar  › gu Sebuah generasi baru dari zerolength springs yang lebih
efisien telah dikembangkan Instrumen dengan kontrol microprocessor sekarang telah ada,
dimana, dengan batas, selflevelling, dan membuat obeservasi dapat dilakukan dengan lebih
mudah Sekaligus dapat digunakan untuk survey yang lebih khusus (section 6 ›2) yaitu
gravimeter yang dapat mendeteksi perubahan gravity yang kecil sebesar › microgal (›ms2)

Salah satu kekurangan dari gravimeter adalah fenomena dari 


 Hal ini menyebabkan
perubahan sedikit demi sedikit dalam pembacaan terhadap waktu, dapat diketahui ketika
instrumen diletakkan (ditinggalkan) pada lokasi yang tetap Drift dihasilkan dari
ketidaksempurnaan elastisitas dari pegas, dimana mengalami ke tidak elastisnya pegas
terhadap waktu Drift juga dapat disebabkan oleh variasi temperature dimana, tetapi
tidak,ditiadakan pada saatsaat tertentu, menyebabkan ekspansi atau kontraksi dari pengukuran
system dan dengan demikian menyebabkan variasi pada pengukuran yang ternyata tidak
melibatkan perubahan gravity Drift dimonitor dengan pengukuran secara berulang pada tempat
yang sama berulang kali sepanjang hari

Gravity dapat diukur pada lokasi diskrit di laut dengan menggunakan gravimeter yang
dikendalikan dengan remote control, diletakkan dalam sebuah kontainer yang anti air, yang
ditenggelamkan dari sisi kapal dan dikendalikan remote, diletakkan dan dibaca di atas dasar laut
Pengukuran perbandingan kualitas pembacaan di atas daratan dapat dihasilkan melalui cara ini,
dan telah sukses dilakukan untuk laut dangkal Namun, kekurangan dari metode ini adalah
perlunya menurunkan gravimeter hingga ke dasar laut setiap kali akan dilakukan pengukuran,
sehingga survey berjalan sangat lambat Lebih dari itu, gelombang laut yang kuat mengharuskan
kapal dijangkar untuk menjaga agar tetap berada di station selama gravimeter berada di bawah
laut

Pengukuran gravity dapat dibuat secara kontinu di laut dengan menggunakan


gravimeter yang dimodifikasi untuk kegunaan di dalam kapal Seperti instrument yang dikenal
sebagai  atau  Ú
 Akurasi pengukuran yang dihasilkan dengan
menggunakan  Ú
 menurun apabila dibandingkan dengan pengukuran di darat
dikarenakan gaya percepatan vertical dan horizontal terhadap shipborne meter yang
diakibatkan oleh gelombang laut dan pergerakan kapal Percepatan eksternal ini dapat
menyebabkan variasi pada gravity yang terukur hingga ›6 gu dan merepresentasikan noise
dengan amplitude yang tinggi dari signal precetan gravity yang kecil yang seharusnya diekstrak
kemudian Efek dari percepatan horizontal dihasilkan oleh gelombang, mengolengkan kapal, dan
merubah kecepatan dapat dieliminasi dengan menggunakan sebuah  
, panggung
(dudukan) horizontal, sehingga alat hanya merespon terhadap akselarasi vertical Deviasi dari
platform horizontal menghasilkan offlevelling error yang berkisar kurang dari › gu Percepatan
eksternal vertikal dihasilkan dari gelombang laut tidak dapat dihilangkan namun dapat dikurangi
dengan meredam system suspensi dan dengan merataratakan pembacaan dengan interval yang
lebih panjang dibandingkan dengan periode maksimum dari gelombang (sekitar s) Ketika kapal
berosilasi ke atas dan ke bawah , percepatan gelombang negative dan positf dan dapat
dihilangkan dengan peratarataan setiap beberapa menit Operasi ini perlu diterapkan dalam
bentuk low pass filtering dimana periode kurang dari ›5 minutes ditolak

Dengan shipborne meter yang menerpakan ting yang dilengkapi sensor, seperti
instrument LaCoste and Romberg, komplikasi lebih jauh dihasilkan dari pengaruh percepatan
dalam arah horizontal iang dari alat ukur berosilasi dibawah pengaruh variasi dari percepatan
vertical yang disebabkan oleh gerakan kapal Ketika tiang miring terhadap arah horizontalnya
akan lebih lanjut akan digantikan oleh gaya pemulih yang berhubungan dengan percepatan
horizontal apapun Untuk hubungan fasa pasti antara komponen vertical dan horizontal dari
gerakan kapal, percepatan dalam arah horizontal dapat menyebabkan pergeseran tiang yang
tidak bergantung pada waktu Melihat contoh dimana posisi dari alat ukur dalam sebuah ruang
mendekripsikan gerakan siklik di bawah pengaruh dari gelombang laut (Fig 6 3 Pada saat t›,
seperti yang diperlihatkan pada Fig 6 3, kapal bergerak ke bawah merubah posisi tiang ke atas,
dan komponen horizontal kea rah kana, menginduksi sebuah 

  yang
mengurangi pergeseran ke arah atas dari tiang tersebut
Pada t3 kapal bergerak ke atas, menggerakkan tiang ke bawah, dan gerak horizontal ke
kiri, kembali mempengaruhi sebuah torsi yang berlawanan arah gerak jarum jam dimana,
sekarang, meningkatkan pergerseran ke arah bawah dari tiang Dalam sebuah kasus,
keseluruhan efek yang dari percepatan horizontal adalah untuk menghasilkan error yang
sistematik pada posisi dari tiang Efek ini kemudian dikenal sebagai cross coupling dan besarnya
bergantung pada karakteristik redaman dari alat ukur dan amplitude dan hubungan fasa dari
gerak vertical dan horizontal Hal tersebut kemudian merujuk kepada error yang kemudian
diberi nama cross coupling error dalam nila gravity yang terukur Secara umum, crosscoupling
error bernilai kecil dan dapat diabaikan pada kondisi cuaca yang baik namun dapat menjadi
sangat besar di laut lepas Error cross coupling dikoreksi secara langsung dari output dari 2
horizontal akselaratometer yang ditanam pada plat stabilitator

Cross coupling merupakan satu dari penyebab utama error dalam pengukuran gravity di
laut dengan menggunakan alat tiang berengsel massa dan meningkat karena pengaruh keadaan
alam idak ada crosscoupling yang terjadi apabila sensor simetrik terhadap sumbu vertical, dan
sejak akhir tahun ›96 sebuah alat ukur baru dengan fitur seperti ini telah dikembangkan

Vibrating String Accelerometer (Bowin et al ›972) dibuat berdasarkan prinsip bahwa


resonansi frekuensi adalah pendek, tali vertical dimana massa bergantung proportional
terhadap akar kuadrat percepatan gravitasi Perubahan pada frekuensi memudahkan
pengukuran perubahan gravity Gravimeter yang didasari oleh mekanisme seperti ini belum
memiliki banyak kegunaan dikarenakan tingkat akurasinya yang rendah dan drift yang aneh
Gravimeter sumbu simetri yang paling suskse hingga saat ini adalah Bell Gravimeter
(Bell&Watts ›96) Elemen yang sensing akselarometer diperlihatkan pada Fig 6 4 yang ditanam
pada plat stabil Akselarometer dengan tinggi sekitar 34 mm dan 23 mm diameter, terdiri dari
benda, dibungkus dengan coil, yang hanya bergerak pada arah vertical di antara 2 magnet
permanent Sebuah arus Dc dialirkan melalui koil yang kemudian menyebabkan benda berlaku
seperti sebuah magnet Dalam posisi nol Berat dari massa benda disetimbangkan dengan gaya
pegas dari magnet permanen Ketika massa bergerak vertical dikarenakan respon gravity atau
percepatan gelombang, gerakan tersebut didetekdi oleh sebuah loop servo yang mengatur arus
pada coil, mengubah momen megnetik sehingga kembali ke posisi awal (posisi nol) Variasi arus
yang dihasilkan merupakan ukuran perubahan percepatan dalam arah vertical yang dialami oleh
sensor Seperti tipe Beammeter, sebuah filter berat digunakan untuk memisahkan antara
perubahan gravity dengan percepatan gelombang umum

ingkat drift dari gravimeter Bell rendah dan seragam, dan telah diuji coba bahwa
instrument tersebut akurat dengan sedikit gravity units dan dapat mebedakan anomaly dengan
panjang gelombang ›2 km Akurasi dan resolusi yang dengan sangat bagus bila dibandingkan
dengan instrumentinstrument sebelumnya, dan telah diantisipasi bahwa banyak anomali
gravity yang lebih kecil yang terdeteksi bila dibandingkan dengan model sebelumnya Faktor
yang menghalangi perkembangan lebih lanjut adalah faktor biaya

Pengukuran gravity dari peswat terbang lebih kompleks dikarenakan banyak error besar
yang kemungkinan dapat terjadi dalam menggunakan factor koreksi Koreksi eötvös (section
6  5) dapat mencakup ›6 gu pada kecepatan 2 knot, dengan ›error kecepatan atau
maksimum error yang dihasilkan sekitar › gu dan 25 gu Perceoatan dalam arah gerak
vertikal berhubungan dengan gerak pesawat terbang dengan periode yang lebih oanjang bila
dibandingkan dengan instrument ratarata waktu tidak dapat dikoreksi saat pembacaan Melihat
kesulitan tersebut, dilakukan tes pada sebuah pesawat kecil (Halpenny&Darbha ›995) yang
dilengkapi dengan radar altimeter dan navigasi GPS yang telah encapai hasil yang berbeda bila
dibandingkan dengan pengukuran bawah laut yaitu skitar 2 gu dengan standard deviasi 27 gu
Bell et al (›999) mendeskripsikan sebuah cara yang lebi modern untuk airborne gravity
surveying yang sekarang digunakan secara komersil Sistem ini juga dapat dilakukan dengan
menggunakan helicopter (Seigel&McConnell ›99) dimana gravimeter diturunkan ke atas tanah
dengan menggunakan kabel, diletakkan dan dikontrol melalui remote, pengukuran semacam itu
dilakukan ketika tidak mungkin dilakukan pendratan dengan menggunakan pesawat

Kalibrasi kontan dari gravimeter dapat bervariasi dengan waktu sehingga perlu dicek
scara periodic Prosedur yang paling umum adalah dengan melakukan pembacaan pada 2 atau
lebih lokasi dimana nilai absolute dan relative dari gravity diketahui Dalam mengkalibrasi tipe
Worden Meter, pembacaan ini dilakukan dengan dan untuk beberapa kali setting pada skrup
pengatur yang masih kasar Dikarenakan prosedur tersebut tidak dapat digunakan pada
Gravimeter LaCoste dan Romberg, dimana setiap daerah memiliki perbedaan konstanta
kalibrasi Dalam kasus ini, pengecekan dapat dilakukan dengan menggunakan pembacaan pada
kecenderungan terjadi paad table,sebaiknya dilakukan oleh si pembuat instrument tersebut

5 Y Anomali Gravity
Gravimeter secara efektif memberikan respon hanya terhadap komponen vertikal dari
tarikan gravitasi benda penyebab Dengan menganggap efek gravitasi dari benda penyebab ȴg,
dengan komponen horizontal dan vertikal ȴgx dan ȴgx͛, berturutturut, pada medan gravitasi
lokal g dan representasinya digambarkan pada digram vector (Fig 6 5)
Memecahkan rectangular dari gaya menghasilkan ȴ2 yang tidak terlalu kecil sehingga
dapat diabaikan Ekspansi binomial dari persamaan tersebut kemudian menghasilkan

Sehingga
ȴgуȴgz
Sebagai gantinya, pertubasi yang terukur dalam gravity secara efektif memiliki respond
terhadap komponen vertikal dari gaya tarik yang berasal dari benda penyebab Defleksi lokal
dari Ⱥ vertikal diberikan oleh

Dan karena ȴgz << g, Ⱥ seringkali kecil/tidak signifikan Anomali massa yang besar
seperti misalnya seluas gunung, dapat menghasilkan besar sudut defleksi yang dapat diukur

6 Y Anomali Gravity dari Bentuk Benda Sederhana


Menganggap gaya tarik gravitasi dari sebuah poin massa benda m pada jarak r dari
massa (Fig 6 6) Gaya tarik gravitasi ȴgr, dalam arah diukur dari posisi benda, diberikan dalam
persamaan

Karena hanya komponen vertikal dari gaya tarik gravitasi diukur, anomaly gravitasi ȴg
yang disebabkan oleh benda adalah
Atau

Karena massa dari lingkaran yang bergerak dapat memberikan anggapan massa benda
tersebut konsentrasi di tengah, persamaan (6 6) juga berkorespodensi terhadap anomaly gravity
dari sebuah lingkaran dimana pusatnya terletak pada kedalaman z
Persamaan (6 6) dapat digunakan untuk membangun anomaly gravity dari banyak
bentuk simple geometri dengan cara menyusun dari deretan elemen kecilkecil yang
memberikan respon terhadap poin massa, dan kemudian menjumlahkan (mengintegrasikan)
gayagaya tarik dari elemenelemen tersebut untuk kemudian dapat diperoleh anomaly dari
keseluruhan benda
Integrasi dari persamaan (6 6) dalam arah horizontal menghasilkan persamaan untuk
sebuah massa garis menuju tak hingga pada arah ini
Persamaan (6 7) juga memberikan representasi anomaly dari sebuah silinder horizontal,
dimana dapat dianggap massanya terkonsentrasi pada sumbu axisnya
Integrasi pada arah kedua horizontal memberikan anomaly gravity dari sebuah lembar
horizontal tak hingga, dan integrasi selanjutnya pada arah vertikal antara batas yang telah
ditetapkan menghasilkan anomaly dari sebuah bidang tak hingga,

Dimana ʌ merupakan rapat massa (densitas) dari bidang dan t merupakan


ketebalannya Ingat bahwa gaya tarik ini tidak bergantung baik pada lokasi observasi maupun
terhadap kedalaman dari bidang tersebut
Integrasi yang dilakukan sama, namun di antara limit yang ditetapkan, dapat digunakan
untuk menentukan anomaly dari sebuah prisma segiempat
Pada umumnya, anomaly gravity dari sebuah benda dengan bentuk apapun dapat ditentukan
dengan menjumlahkan gayagaya tarik dari seluruh massa elemen yang kemudian menyusun
elemen tersebut Dengan menganggap sebuah elemen berbentuk prisma dengan kerapatan ʌ,
terletak pada x͛, y͛, z͛, dengan sisisisinya ȴx͛, ȴy͛, ȴz͛ (Fig 6 ) Massa ȴm dari elemen ini
diberikan dalam persamaaan

Sehingga, gaya tarik ȴg pada sebuah titik di luar benda (x,y,z), dengan jarak r dari elemen,
diturunkan dari persamaan (6 6)

Anomali total dari benda tersebut ȴg kemudian dihitung melalui penjumlahan seluruh element
yang menyusun benda tersebut

Jika ȴx͛, ȴy͛, ȴz͛ dapat dianggap menuju nol, maka

Dimana

Seperti yang telah diperlihatkan sebelumnya, gaya tarik dari bendabenda dari geometri
yang biasa dapat ditentukan dengan menggunakan integrasi dari persamaan (6 ›) secara
analitik Anomali dari bentuk yang tidak umum dapat dihitung dengan integrasi numeric
menggunakan persamaan dari bentuk persamaan (6 9)

7 Y Survey Gravity
Spasi ruang dari stasiun yang digunakan dalam survey gravity dapat bervariasi mulai dari
beberapa meter dalam kasus pendetailan jenis mineral atau survey geoteknik hingga range
kilometer sebuah kawasan survey peninjauan Stasiun rapat massa harus menjadi yang terbaik
dimana medan gravitasi berubah dengan sangat cepat, sehingga dapat digunakan sebagai hasil
pengukuran yang akurat dari gradient gravitasi yang sensitf terhadap interpretasi bawah
permukaan Apabila nilai gravity absolute diperlukan untuk menghubungkan hasil dengan data
survey gravity lainnya, minimal terdapat sebuah base station yang aksesibel di tempat dimana
nilai absolute gravity tersebut diketahui
Jika lokasi dari stasiun IGSN yang terdekat merepotkan, maka sebuah gravimeter dapat
digunakan untuk mendirikan sebuah local base untuk mengukur perbedaan dalam gravity
Karena arus instrumental tidak dapat diselesaikan secara langsung dan akhirnya sebuah cara
yang disebut looping digunakan Deret pembacaan pengganti selama waktu yang telah direkam
dibuat pada dua buah stasiun dan kurva arus dibuat untuk setiap kurva tersebut (Fig 6 9)
Perbedaan pada pengukuran ordinat (ȴg›4) untuk dua buah stasiun yang kemudian dapat
dirataratakan untuk memberikan pengukuran dari perbedaan koreksi gravity
Selama survey gravity, gravimeter dibaca pada base stasion pada frekuensi yang bergantung
pada karakteristik drift instrument Pada setiap survey station, lokasi, waktu, elvasi/kedalaman
air dan pembacaan gravimeter direkam

Dengan tujuan untuk memperoleh sebuah reduksi nilai gravity berakurasi terhadap + ›
gu, Proses reduksi digambarkan dalam bagian yang menandakan gravimeter dapat dibaca
dengan ketelitian +  › gu, garis lintang dari stasiun harus dapat diketahui hingga + › m dan
elevasi dari stasiun harus diketahui hingga › mm Garis lintang dari stasiun harus ditentukan
dari peta dengan skala ›: ›  atau lebih kecil, atau dengan menggunakan electronic position
fixing systems Ketidakpastian dari ketinggian stasiun gravity mungkin mencatat errorerror
besar dalam reduksi nilai gravity di permukaan, di laut, kedalaman air dapat dengan mudah
ditentukan dengan presisi rekaman kedalaman dengan akurasi yang konsisten terhadap
pengukuran gravity
Dalam area yang disurvey secara baik, densitas dari elevasi (ketinggian) yang ditentukan cukup
tinggi sehingga  


 dapat ditempatkan pada tiangtiang penanda atau dihubungkan
dengan cara meratakan survey injauan survey gravity pada area yang tidak dipetakan secara
baik membutuhkan banyak bentuk penentuan ketinnggian yang dilakukan sendiri Banyak area
yang telah disurvey dengan menggunakan altimeter Akurasi ketinggian ditentukan oleh
peralatan yang bergantung terhadap kondisi iklim saat itu dengan urutan ›5 m, menyebabkan
ketidakpastian yang besar pada koreksi ketinggian yang digunakan pada nilai gravity yang
terukur Perlengkapan yang optimal saat ini adalah  
 ! 
Ú (GPS) (Davis 

›99), dimana kumpulan dari 24 satelit telah lengkap sebuah signal yang tidak dipalsukan (asli)
dipancarkan Sinyalsinyal yang dipancarkan dapat dipantau dengan menggunkan sebuah alat
penerima sinyal yang kecil dan tidak mahal Pemakaian dari GPS yang berbeda, sehingga,
perbedaan sinyal GPS dengan base set pada ketinggian tertentu dan dengan mobile field set,
dapat mengukur ketinggian dengan akurasi sekitar 25 mm

 Y Pengurangan Gravity
Sebelum hasil dari survey gravity dapat diinterpretasikan, perlu dilakukan koreksi terhadap
variasi medan gravity yang dihasilkan tidak hanya disebabkan oleh batuanbatuan di bawah
permukaan tanah Proses ini dikenal sebagai  
 
 (LaFehr ›99›) atau  



 dengan data ketinggian muka air laut sebagai data ketinggian yang cocok dan mudah
digunakan

 › Y Drift Corrections
Koreksi peralatan didasarkan pada pembacaan berulang di titik  

 selama
waktu rekam sepanjang hari Pembacaan meter diplot terhadap waktu

(Fig 6 ›) dan drift diasumsikan linear antara pembacaan stasiun berturutturut Koreksi drift
pada waktu t adalah d, yang dikurangi dari nilai (data) yang diobservasi
Setelah dilakukan koreksi drift, perbedaan gravity antara titik observasi dengan base diketahui
dengan perkalian selisih pada pembacaan dengan factor kalibrasi gravimeter Mengetahui
perbedaan pada gravity, nilai gravity yang absolute pada observasi pada titik gobs dapat
dihitung dari nilai gravity yang telah diketahui di stasiun base Apabila tidak, pembacaan dapat
dilakukan dengan data semaunya, namun praktek ini tidak diharapkan dikarenakan hasil antar
beberapa survey yang berbeda tidak dapat dihubungkan secara bersama

 2 Y Latitude Corrections
Nilai gravity bervariasi terhadap lintang dikarenakan bentuk bumi yang tidak berbentuk
bola sempurna dan dikarenakan kecepatan sudut dari sebuah titik di permukaan bumi yang
berkurang dari nilai maksimum di titik ekuator menuju nol di titik kutub (Fig 6 ›› (a))
Percepatan sentripetal dihasilkan oleh rotasi ini memliki nilai negative komponen radial yang
secara konsekuen menyebabkan reduksi nilai gravity dari kutub menuju ekuator Bentuk
sebenarnya dari bumi adalah sebuah bola yang datar pada kedua kutubnya atau polar flattened
ellipsoid (Fig 6 ››(b)) dimana perbedaan dalam ekuator dan jarijari 2› km Sebagai akibatnya,
titik yang berada dekat pada ekuator lebih jauh terhadap pusat massa bumi bila dibandingkan
dengan titik yang berada di daerah kutub, menyebabkan nilai gravity meningkat dari equator
menuju daerah kutub Amplitudo dari efek yang dihasilkan ini kemudian dikurangi dengan cara
membedakan distirbusi massa lapisa bawah permukaan yang dihasilkan dari lapisan ekuator
yang menonjol, massa yang terdapat di bawah daerah ekuator akan lebih besar bila
dibandingkan dengan daerah kutub
Efek yang dihasilkan dari berbagai macam factor tersebut adalah nilai gravity

di daerah kutub melebihi nilai gravity yang terdapat di daerah ekuator dengan selisih sekitar 5›
6 gu, dengan nilai gradient gravity utaraselatan dengan lintang ˇ menjadi  ›2 sin2 ˇgukm
›

Formula Clairaut menghubungkan niali gravity dengan lintang terhadap referensi


berbentuk lingkaran menurut persamaan

Dimana go dapat diprediksi nilai gravity dengan lintang ˇ, go dengan nilai gravity pada
ekuator dan k›, k2 merupakan konstanta yang bergantung pada bentuk dan kecepatan rotasi
dengan bumi Persamaan (6 ››) merupakan aproksimasi dari deret tak hingga Nilai g, k›, dan
k2 dengan arus
 3 Y Elevation Corrections
Koreksi untuk membedakan ketinggian dari stasiun gravity dibuat dalam 3 bagian
Koreksi udara bebas (FreeAir Correction) FAC, memberikan koreksi untuk penurunan nilai
gravity dengan ketinggian dalam udara bebas yang dihasilkan dari peningkatan jarak dari pusat
bumi, menurut Hukum Newton Untuk mengerucutkan menjadi satu data, observasi dilakukan
pada ketinggian h (Fig 6 ›2(a))
FAC=3 6h gu (h dalam meter)
FAC bernilai positif untuk sebuah titik observasi di atas datum untuk memberikan koreksi
mengenai penurunan nilai gravity terhadap perubahan ketinggian
Koreksi udara bebas memberikan perhitungan sematamata untuk variasi yang
dihasilkan pada jarak antara titik observasi menuju ke pusat bumi, tidak ada perhitungan yang
dilakukan terhadap efek gravitasi Koreksi bouger (BC) menghilangkan efek ini dengan
memberikan aproksimasi terhdapa lapisan batuan di bawah titik observasi menuju sebuah
lempeng horizontal tak hingga dengan ketebalan yan sama dengan ketinggian dari observasi di
atas datum (Fig 6 ›2(b)) Apabila ʌ merupakan densitas atau kerapatan batuan, maka dari
persamaan (6 )

Di lapangan koreksi bouger harus dikurangi, dikarenakan tarikan gravitasi dari batuan
antara titik observasi dan datum harus dihilangkan dari nilai gravity yang terukur Koreksi
Bouger dari observasi permukaan air laut bernilai positif untuk menghitung kekurangan nilai
batuan antara permukaan dan dasar laut Koreksi yang dilakukan ekuivalen terhadap
pergantian lapisan air dengan material dari densitas batuan ʌr, dalam kasus ini

Dimana z merupakan kedalaman air dan ʌw adalah densitas air


Koreksi udara bebas dan koreksi Bouger seringkali digabungkan dan dikenal sebagai combined
elevation correction
Koreksi bouger memberikan asumsi bahwa topografi di sekitar stasiun gravity datar

Kasus seperti ini jaranga dijumpai dan untuk koreksi lebih lanjut, koreksi lapangan
(errain Correction) harus dapat dibuat untuk menghitung terhadap relief topografi di sekitar
stasiun Gravity Koreksi ini selalu bernilai positif agar dapat diyakini berdasarkan pertimbangan
(Fig 6 ›2(c)) Daerahdaerah tersebut menunjuk bagian bentuk A dari Koreksi Lempeng Bouger
meskipun daerahdaerah tersebut tidak mengandung batuan
Akibatnya, koreksi Bouger telah mengoverkoreksi untuk areaarea tersebut dan efeknya
harus
dikembalikan dengan menggunakan koreksi lapangan yang positif Wilayah B terdiri dari
material batuan yang sudah terlepas dari koreksi bouger Ini mendesak sebuah tarikan ke atas
pada titik observasi yang menyebabkan nilai gravity menurun arikan ini harus dikoreksi
dengan koreksi terrain positif
Secara klasik, koreksi terrain diterapkan dengan menggunakan graticule sirkular yang
diketahui, setelah penemunya, seperti yang diperlihatkan pada grafik (Fig 6 ›3), dibagi menjadi
garis radial dan konsentrik ke dalam kompartemenkompartemen dalam jumlah yang banyak
Zona yang paling jauh mencakup hingga hampir mencapai 22 km, melebihi daerah dimana efek
topografinya dapat diabaikan 
  terbentang peta topografi dengan pusatnya terletak
pada stasiun gravity dan ketinggian ratarata dari setiap kompartemen ditentukan Ketinggian
dari stasiun gravity dari nilainilai ini, dan efek gravitasi dari setiap kompartemen ditentukan
dengan referensi terhadap table yang dibuat dengan mengunakan formula untuk efek gravitasi
dari bagian pada silinder vertikal sebagai axisnya Koreksi terrain kemudian dihitung dengan
dengan menjumlahkan kontribusi gravitasi dari seluruh kompartemen abel 6 › menunjukkan
metode komputasi Seperti operasioperasi pada umumnya yang memakan waktu yang lama
dikarenakan jumlah topografi mencapai lebih dari ›3 kompartemen harus dirataratakan pada
setiap station, namun koreksi terrain merupakan salah satu operasi pada pengoreksian nilai
gravity yang tidak dapat secara penuh dilakukan secara otomatis
enaga kerja dapat dikurangi dengan merataratakan topografi di antara 
 
 Hanya sebuah proses digitisasi tunggal yang dibutuhkan sebagai efek topografi yang dapat
dihitung dengan pada titik manapun di antara grid dengan menjumlahkan efekefek dari efek
prisma rectangular yang didefinisikan dengan areaarea grid dan perbedaan elvasi antar stasiun
gravity, Operasi ini dapat secara efektif memberikan koreksi dari area topografi pada jarak
antar areaarea dari stasiun gravity

Dan dapat dibaca secara terkomputerisasi Dengan melakukan pendekatan yang


semakin sering dilakukan seperti model ketinggian digital untuk daerahdaerah yang luas
menjadi mungkin untuk dilakukan (Cogbill ›99) Koreksi untuk zona dalam, bagaimanapun,
dapat tetap dilakukan secara manual dengan syarat ada sebuah skema digitisasi yang
memungkinkan untuk sebuah area lengkap dan lingkungannya harus menggunakan sebuah
sampling interval yang terlalu besar untuk menghasilkan sebuah representasi yang akuratdari
lapangan yang dekat dengan stasiun
Efek terrain bernilai rendah di area topografi yang lunak, jarang mencapai › gu pada
daerah yang datar Pada area yang memiliki bentuk topografi yang tidak datar, efek terrain
yang dihasilkan cenderung lebih besar, mencapai maksimum pada tebing curam, pada kaki atau
puncak bukit dan puncak gunung
Ketika efek terrain yang dihasilkan kurang dari akurasi yang diinginkan pada sebuah
survey, koreksi terrain dapat diabaikan Sprenke (›99) menetapkan sebuah cara dalam
memprediksi jarak dimana koreksi terrain dibutuhkan Bagaimanapun, syarat umum untuk
perhitungan koreksi ini memakan waktu yang lama dan oleh sebab itu memakan dana yang
cukuo banyak untuk sebuah survey gravity,

 4 Y idal Corrections
Nilai gravity yang diukur pada sebuah lokasi yang tetap berubahubah terhadap waktu
dikarenakan variasi periodic dalam efek gravitasi dari matahari dan bulan yang berhubungan
dengan gerak orbital masingmasing, dan koreksi harus dapat dibuat untuk variasi ini pada
survey denagn tingkat presisi tinggi Walaupun nilai massanya kecil, tarikan gravitasi dari bulan
lebih besar dengan matahari dikarenakan jaraknya yang dekat dengan bumi Juga, efek gravitasi
ini menghasilkan bentuk dari Bumi yang padat untuk bervariasi pada cara yang sama dimana
gaya tarik celestial tersebut menghasilkan gelombang di laut Solid Earth ides ini jauh lebih
kecil dibandingkan dengan gelombang laut dan lebih jauh lagi bila dibandingkan dengan
gerakan lunar Hal ini menyebabkan ketinggian dari sebuah titik observasi diubah beberapa
sentimeter dan demikian merubah jarak titik tersebut dari pusat massa bumi Variasi periodic
gravity disebabkan oleh kombinasi efek dari matahari dan bulan diketahui oleh variasi
gelombang Gelombang ini mempunyai amplitude dari beberapa 3 gu dan sebuah periode
minimum tentang ›2 h
Jika sebuah gravimeter dengan tingkat arus tinggi digunakan, dasar landasan dibuat
dengan interval yang lebih kecil dengan periode gelombang minimum Bumi dan variasi
gelombang secara otomatis dihilangkan selama koreksi drift Jika sebuah meter dengan tingkat
drift rendah digunakan, landasan dasar secara normal dibuat hanya dengan awal dan akhir dari
hari sehingga variasi gelombang menghabiskan › lingkaran penuh Dalam kasus seperti ini,
koreksi pasang surut terpisah menjadi perlu untuk dibuat Efek pasang surut dapat diprediksi
dan dihitung dengan menggunakan program computer sederhana

 5 Y Eötvös Corrections
Koreksi Eötvös diterapkan pada pengukuran gravity yang dilakukan pada kendaraan
yang bergerak seperti kapal atau pesawat terbang Bergantung pada arah berjalannya, gerakan
kendaraan akan menghasilkan percepatan sentripetal yang kemudian menguatkan atau
melawan gravity Koreksi yang diperlukan adalah sebagai berikut:

Dimana V merupakan kecepatan kendaraan dalam knot, ɲ adalah arah dan ˇ


merupakan garis lintang dari observasi Pada garis linstang tengah, koreksi yang dihasilkan
oberisar + 75 gu untuk setiap knot dari gerakan E atau W sehingga kecepatan dan arah dapat
diketahui secara akurat

 6 Y FreeAir dan Bouguer Anomalies


Anomali Udara Bebas (Freeair Anomaly/FAA) dan Anomali Bouger (BA) dapat
didefinisikan sebagai berikut:

Anomali Bouger yang membentuk basis untuk intrepretasi data gravity di atas tanah
Pada surveysurvey di bawah permukaan laut, anomaly buger secara umum dihitung untuk
daerah yang berada di dekat pantai dan daerah perairan dangkal seperti koreksi Bouger
menghilangkan efek gravitasi lokal yang berhubungan dengan perubahan di dalam air Lebih
lanjut, perhitungan (komputasi) dari anomaly Bouger di daerah tersebut memungkinkan
perbandingan langsung dari anomaly gravity  dan  dan memberikan kombinasi
dari data laut dan darat ke dalam peta kontur gravity Hal tersebut mungkin saja dilakukan,
sebagai contoh, dalam menyelidiki fitur melewati garis pantai Nilai anomaly Bouger tidak
cocok untuk survey dengan kedalaman laut yang lebih dalam Bagaimanapun, seperti pada
areaarea tersebut koreksi Bouger merupakan sebuah perangkat artificial yang menunjukkan
nilai anomaly Bouger yang sangat besar tanpa (secara signifikan) meningkatkan gravity lokal
dari fitur geologis Sebagai akibatnya, Freeair anomaly sering digunakan untuk keperluan
intrepretasi pada areaarea tesebut, Lebih lanjut, FAA memberikan penilaian yang luas
mengenai derajat kompensasi isostatik dari sebuah area
Anomali gravity secara konvensional digambarkan dalam profilprofil atau dalam peta
peta kontu Intrepretasi yang terakhir dapat difasilitasi dengan menggunakan teknik 

Ú  yang serupa dengan yang digunakan pada display Ú
  

Dalam keadaan tertentu, warna dan shaded relief image dapat mengungkapkan fitur structural
yang mungkin tidak terbaca dan dilihat pada peta yang tidak diproses (Plate 5 ›a) ipe
processing seperti ini sama tepatnya dengan anomaly magnetic

9 Y Kerapatan Jenis Batuan


Anomali gravity dihasilkan dari perbedaan kerapatan batuan, atau kontras kerapatan,
antara bentuk batuan dengan lingkungan sekitarnya Untuk batuan dengan kerapatan ʌ› yan
tersimpan dalam material dengan kerapatan ʌ2, kontras density yang dihasilkan ȴʌ diberikan
dalam persamaan

anda dari kontras kerapatan batuan menentukan tanda terdapatnya anomaly gravity
Kerapatan batuan terdapat diantara variabelvariabel dari semua parameter geofisika ipe
batuan pada umumnya memiliki kerapatan batuan dengan jarak antara › 6 dan 3 2 Mgm3
Kerpatan jenis batuan bergantung pada komposisi mineral dan porositas
Variasi dalam porositas merupakan kasus utamadari variasi kerapatan yang menyebabkan
variasi densitas pada batuanbatuan sedimentasi Secara lebih lanjut, dalam rangkaian batuan
sedimentasi, kerapatn batuan cenderung meningkat terhadap kedalaman, menurut kompaksi,
dan bersama dengan umur, serta menurut sementasi progresiv
Kebanyakan batuan   dan Ú
Ú memiliki porositas yang khusus, dan
komposisi merupakan penyebab utama dari variasi densitas Densitas secara umum meningkat
seiring menurunnya tingkat keasaman; hal tersebut mengapa terdapat proses peningkatan
densitas dari asam dalam batuan igneous basic menuju ultrabasic Jangkauan densitas untuk
tipetipe batuan dan cebakan ditampilkan pada table 6 2
Pengetahuan tentang kerapatan batuan dan bijih besi ditampilkan pada table 6 2
Pengetahuan tentang kerapatan batuan diperlukan baik untuk aplikasi Bouger dan koreksi
errain dan untuk intrepretasi dari anomaly gravity
Densitas pada umumnya ditentukan dengan pengukuran langsung pada samplesample
batuan Sebuah sample ditimbang di udara dan di dalam air Perbedaan dalam berat
memberikan volume sample sehingga densitas murni dapat diperoleh Apabila batuan tersebut
berporipori, maka kerapatan jenis dari densitas dapat dihitung dengan menggunakan prosedur
di atas setelah mensaturasi dengan air Nilai densitas yang yang terdapat dalam intrepretasi
kemudian bergantung pada lokasi dari batuan yang terletak di atas atau di bawah table air
Perlu ditekankan bahwa densitas dari setiap tipe batuan pada kedaan tertentu dapat
bervariasi Sehingga, seringkali perlu untuk mengukur berpuluhpuluh sampel dari setiap tipe
batuan dalam keadaan khusus tersebut untuk mendapatkan sebuah nilai ratarata densitas dan
varians yang berhubungan
Sama baiknya dengan metode langsung dari penentuan densitas, terdapat beberapa
metode yang tidak langsung (in situ) Ini memberikan sebuah nilai ratarata densitas dari
beberapa unit batuan khusus yang dapat berbeda Yang dilakukan oleh metode in situ,
bagaimanapun, informasi yang bernilai dimana sampling dihalangi dengan tidak adanya
kemungkinan atau dibuat menjadi tidak mungkin karena batubatuan diperhatika hanya pada
kedalaman
Pengukuran gravity pada kedalaman yang berbeda di bawah permukaan dengan
menggunakan gravimeter borehole khusus (lihat Section ›› ››) atau, secara lebih umum,
sebuah gravimeter standard dalam sebuah Ú
, memberikan sebuah pengukuran dari
nilai ratarata densitas dari material di antara level observasi In Fig 6 ›4 gravity telah
melakukan pengukuran pada permukaan dan pada sebuah titik kedalaman  dengan segera di
atas Jika g› dan g2 adalah nilai gravity diperoleh pada 2 level, kemudian, mengaplikasikan free
air dan koreksi Bouger, kemudian diperoleh

Koreksi Bouger tersebut digandakan dan diterapkan di atas permukaaan sebagai dasar
dari batuan di antara level observasi menggunakan baik itu gaya tarik yang menurun pada
permukaan lokasi dan sebuah gaya tarik ke atas dari sebuah lokasi bawah tanah Densitas ʌ dari
medium yang memisahkan 2 observasi dapat di temukan dari perbedaan dalam gravity Densitas
juga dapat melakukan pengukuran pada borehole dengan menggunakan sebuah density
(gammagamma) logger seperti yang telah dibahas ›› 7 2

Metode Nettleton dari penentuan densitas mengandung nilai observasi gravity yang
diambil melampaui sebuah keadaan topografi terisolasi Data lapangan yang dikurangi dengan
menggunakan sebuah deret dari kerapatan jenis densitas untuk koreksi Bouger dan Koreksi
errain (Fig 6 ›5) Nilai densitas yang menghasilkan sebuah anomaly Bouger dengan koreksi
yang paling kecil (positif atau negatif) dengan topografi yang diambil untuk merepresentasikan
densitas dari keadaan yang sekarang Metode tersebut sangat sangat berguna pada kondisi 
 atau Ú
tidak dibutuhkan dan sebuah densitas ratarata dari material yang
membentuk keadaan yang diberikan Kekurangan dari metode tersebut adalah fitur relief yang
terisolasi yang terbentuk dari anomaly material yang tidak representative di area pad umumnya
Informasi densitas juga dihasilkan dari kecepatan P_wave dari batuan yang diperoleh
pada survey seismic
Gambar 6 ›6 menunjukkan grafik dari logaritma dari kecepatan P_wave terhadap densitas dari
variasi tipe batuan (Gardner et al ›947), dan hubungan 


 

Para Ahli lainnya (Birch ›96, ›96›, Christensen & Fountain ›975) telah menurunkan
hubungan persamaan yang sama Kecepatan empirisʹkurva densitas dari Nafe dan Drake (›963)
mengindikasikan bahwa densitas yang diperkirakan dari kecepatan gelombang seismik mungkin
tidak lebih akurat dari sekitar +  › Mgm3 Hal ini, bagaimanapun, merupakan satusatunya
metode yang dapat dilakukan untuk estimasi densitas dari bebatuan yang terkubur sangat
dalam yang tidak dapat diambil samplenya secara langsung

› YInterpretasi dari Anomali Gravity


› › Y he Inverse Problem
Intrepretasi dari anomaly daerah potensial (gravity, magnetic, dan elektrik) tidak
dapat dielakkan lagi memiliki kesamaan Ambiguitas tersebut muncul dikarenakan dari
setiap anomaly yang dihasilkan dapat disebabkan oleh sebuah bilangan yang tak hingga
dari segala sumber yang mungkin Sebagai contohnya, sebuah bola konsentris dengan
massa konstan namun perbedaan densitas dan radius dapat menghasilkan anomaly
yang sama, karena massa benda tersebut berlaku seakanakan berada di tengah bola
Ambiguitas ini kemudian merepresentasikan persoalan inversedari lapangan
potensial yang direpresentasikan, yang menunjukkan bahwa, meskipun anomaly yang
diakibatkan oleh benda yang dihasilkan dapat dihitung secara unik, terdapat sebuah
bilangan tak hingga yang dapat menyebabkan kenaikan terhadap beberapa anomaly
yang spesifik Salah satu hal yang penting dalam intrepretasi adalah untuk mengecilkan
ambiguitas ini dengan menggunakan seluruh variable eksternal pembatas di alam yang
menunjukkan anomaly benda Variabel pembatas yang dimaksud meliputi informasi
geologis yang diturunkan dari singkapan di permukaan, borehole dan tambang, dan dari
yang lainnya, yang melengkapi, teknik geofisika (lihat Lines et al ›9)

› 2 Y Regional Fields dan Residual Anomalies


Lapangan Anomali Bouger seringkali dikarakterisasi dengan menggunakan
sebuah , yang diubahubah, anomaly kawasan dimana bisa melapiskan anomaly
dengan panjang gelombang yang lebih pendek (Fig 6 ›7) Biasanya dalam survey
gravity, terdapat sebuah anomaly lokal yang menjadi focus utama dan langkah awal
dalam interpretasi adalah perpindahan dari regional field untuk mengasingkan anomaly
residual Hal ini dapat ditunjukkan dengan menggunakan grafik dengan mensketsa
dalam bentuk linear atau kurvalinear dengan mata Seperti metode yang menyimpang
oleh orang yang menginterpretasi, namun hal ini cukup menguntungkan sama halnya
dengan pengetahuan geologis yang dapat digabungkan ke dalam seleksi regional field
Beberapa metode analisis dari regional field dapat digunakan dan meliputi
kecenderungan analisis permukaan (fitting polynomial terhadap data yang diobervasi,
lihat Beltrao, et al (›99›(( dan low pass filtering (section 6 ›2) Seperti prosedur
prosedur yang harus digunakan secara kritis sebagai anomaly residu fiktif yang kadang
kadang naik saat regional field dikurangi dari data yang telah diobservasi menurut
prosedur matematis yang diterapkan
Hal ini penting sebelum menjelaskan interpretasi untuk membedakan antara
anomaly 2 dimensi dan anomaly 3 dimensi Anomali 2 dimensi diperpanjang dalam satu
arah horizontal sehingga panjang anomaly pada arah ini berharga minimal 2x dari lebar
anomaly Anomali tersebut dapat dinterpretasikan dalam bentuk struktur dimana secara
teoritik mencapai tak hinga dalam arah yang diperpanjang dengan menggunkaan profil
pada arah yang tepat menuju 
 Anomali 3 dimensi dapat memiliki bentuk apapun
dan lebih sulit untuk menginterpreasikan secara kuantitatif
Interpretasi gravity diproses dengan menggunakan metodemetode interpretasi
langsung dan tidak langsung

› 3 Y Direct Interpretation
Intrepretasi langsung menghasilkan, secara langsung dari anomaly gravity,
informasi mengenai anomaly yang dihasilkan oleh benda yang secara luas tidak
bergantung pada bentuk asli dari benda anomaly tersebut Variasi metodemetode yang
dilakukan didiskusikan di bawah

› 3 › Y Pembatasan Kedalaman
Pembatasan kedalaman menjelaskan maksimum kedalaman dimana terdapat
perkiraan titik puncak benda dan masih dapat menghasilkan sebuah anomaly gravity
yang telah diobservasi Peluruhan anomaly gravity berdasarkan     pada
jarak yang terhitung dari sumber sehingga anomalianomali tersebut disebabkan karena
struktur kedalaman dari amplitude rendah dengan cakupan yang lebih luas
dibandingkan dengan anomalyanomali yang disebabkan oleh sumbersumber dangkal
Hubungan amplitudo bilangan gelombang terhadap kedalaman dapat dikuantisasi
dengan menghitung kedalaman maksimum (atau membatasi kedalaman) pada tempat
dimana terdapat ujung dari anomaly benda dapat ditempatkan
› 3 › › Y Halfwidth method
Setengah lebar dari anomaly (x›/2) adalah jarak horizontal dari anomaly
maksimum menuju titik dimana anomaly telah dikurangi setengah dari nilai
maksimumnya
Apabila anomalinya 3dimensi, asumsi awal yang dibuat adalah hal tersrbut
dihasilkan dari poin massa Manipulasi dari formula poin massa (persamaan 6 6)
membuat kedalamannya dapat ditenukan dalam bentuk setengah lebar

Disini, z merepresentasikan kedalaman actual dari poin massa atau dari titik
tengah sebuah bola dengan massa yang sama Hal ini dapat merupakan estimasi
berlebihan dari kedalaman terhadap ujung (top) dari bola tersebut,
menyatakan, pembatasan kedalaman Sehingga, pembatasan kedalaman untuk
benda 3 dimensi apapun diberikan dalam persamaan:

Pendekatan yang sama diambil untuk anomaly 2dimensi dengan asumsi awal
bahwa anomaly yang dihasilkan dari sebuah garis horizontal massa (persamaan
6 7)

Kedalaman menuju sebuah garis massa atau menuju pusat dari silinder
horizontal dengan distribusi massa yang sama diberikan dalam persamaan:

Untuk setiap benda 2dimensi, pembatasan kedalaman diberikan dalam


persamaan

› 3 › 2 Y Gradientamplitude ratio method


Metode ini memerlukan komputasi amplitude maksimum anomaly
(Amax) dan nilai maksimum dari gradient gravitasi horizontal
(A͛max)(Fig 6 ›(b)) Kembali asumsi awal dibuat sehingga sebuah anomaly 3
dimensi disebabkan oleh sebuah titik massa dan sebuah anomaly 2 dimensi oleh
sebuah  Ú Dengan proses deferensiasi dari formula yang relevan, untuk
setiap massa 3dimensi

Dan untuk benda 2 dimensi apapun

› 3 › 3 Y Second derivative methods


erdapat beberapa jenis metode Ú
 
 yang berbasis pada
komputasi dari nilai maksimum   
  
, atau ukuran
maksimum dari perubahan gradient, dari sebuah anomaly gravity (Smith ›959)
Metode seperti ini menghasilkan estimasi pembatasan kedalaman (limiting
depth) yang lebih akurat dibandingkan dengan metode 
 atau metode

Ú
 
 apabila anomaly yang diobservasi terbebas dari noise

› 3 2 Y Kelebihan Massa (Excess Mass)


Kelebihan massa dari sebuah benda dapat secara khusus ditentukan dari
anomaly gravitynya tanpa membuat asumsi apapun mengenai bentuknya, kedalaman
atau densitas Kelebihan massa menunjukkan perbedaan dalam massa di antara benda
dan massa dari  
  yang memungkinkan sebaliknya mengisi ruang di sekitar
benda Dasar dari perhitungan adalah sebuah persamaan yang diturunkan dari teorema
Gauss, dan hal tersebut mencakup sebuah permukaan yang terintegrasi dari sebuah
anomaly residual mencakup are dimana anomaly tersebut muncul Area survey dibagai
ke dalam n    dari area ȴa dan nilai ratarata dari anomaly residual ȴg
ditemukan pada setiap satuan persegi Kelebihan massa (excess mass) Me kemudian
dieberikan dalam persamaan:

Sebelum menggunakan prosedur ini, perlu diperhatikan bahwa  


yang kemudian dipindahkan sehingga anomalinya menuju nol Metode tersebut hanya
bekerja baik pada anomaly yang terisolasi yang memiliki nilainilai ekstrim yang
diketahui Peluruhan anomaly gravity berlaku secara perlahanlahan terhadap jarak dari
sumber dan dapat mencakup sebuah area yang cukup luas dan menjadi nilai penting
dalam penyajian hasilnya
Untuk menghitung massa actual M dari benda, densitas dari anomaly benda
(ʌ›) dan country rock (ʌ2) harus diketahui:
Metode tersebut digunakan dalam mengestimasi tonasi dari bijih benda
anomaly Metode itu juga digunakan, sebagai contohnya, dalam meberikan estimasi dari
defisiensi massa yang terhubung dengan Kawah Chicxulub (CamposEnriquez et al ›99),
yang formasinya dalam kaitannya dengan tumbukan meteorit atau asteroid telah
dihubungkan dengan punahnya dinosaurus

› 3 3 Y itik Infleksi
Lokasi titik infleksi pada profil gravity, sebagai contohnya, posisi dimana niali
gravity horizontal berubah dengan sangat cepat, dapat memberikan informasi yang
berguna mengenai batasan kondisi alam dari benda penyebab anomaly Berdasarkan
strukturstruktur dengan dengan dipping contacts di sebelah luar, seperti granite
(Fig 6 ›9(a)), titik infleksi (ditunjukkan dengan tanda panah) berada dekat dengan
sumber anomaly Berdasarkan strukturstruktur dengan   


cekungan (lembah) sediment seperti itu (Fig 6 ›9 (b)), titik infleksi yang berada dekat
dengan batas anomaly yang paling atas

› 3 4 Y Perkiraan Ketebalan
Apabila kontras densitas ȴʌ dari sebuah benda anomaly telah diketahui,
ketebalannya t dapat secara kasar diestimasikan dari nilai maksimum anomaly gravity
ȴg dengan menggunakan formula  (persamaan (6 )):
Ketebalan ini akan selalu menjadi sebuah estimasi yang buruk dari batasan
horizontal yang luas Metode ini secara umum digunakan dalam memberikan estimasi
kesalahan yang ditimbulkan dari perbedaan nilai gravity lapangan dari sisi upthrown dan
down thrown ehnik penentuan sumber kedalaman dengan menggunakan metode
dekonvolusi Euler, dideskripsikan dalam section 7 › 2, juga dapat diaplikasikan untuk
anomaly gravity (Keating ›99)

› 4 Y Indirect Intrepretation
Dalam interpretasi tidak langsung, benda penyebab dari sebuah anomaly gravity
disimulasikan dengan menggunakan sebuah model dimana anomaly teoritiknya dapat
dihitung, dan bentuk dari model diubah hingga nilai anomaly yang dihitung mendekati
nilai anomaly yang diobservasi Karena persoalan inverse (inverse problem), model ini
tidak dapat dijadikan sebuah interpretasi yang unik, namun ambiguitas dapat dikecilkan
dengan menggunakan konstrain di alam dan bentuk anomaly benda
Pendekatan yang simple mengenai interpretasi tidsk langsung adalah perbandingan dari
nilai anomaly yang diobservasi dengan nilai anomaly yang dihitung untuk beberapa
bentuk standard geometri dimana ukurannya, posisinya, bentuknya, dan kontras
densitasnya diubah untuk meningkatkan fit Anomaly 2 dimensi yang dapat
dibandingkan dengan bola, silinder vertikal, atau prisma right rectangular Kombinasi
dari bentukbentuk terserbut dapat juga digunakan untuk mensimulasikan sebuah
anomaly yang terobservasi
Gambar 6 2(a) menunjukkan sebuah nilai anomaly gravity yang besar, sirkular
yang terletak dekat dengan eluk Darnley, NW, Canada, Anomali tersebut, secara
radial adalah simmetrik dan sebuah profil melewati anomaly tersebut (Fig 6 2(b))
dapat disimulasikan dengan menggunakan sebuah model yang dibentuk dari sebuah
deretan silinder koaksial yang diameternya menurun terhadap kedalaman sehingga
benda anomaly memiliki bentuk keseluruhan benda yang di inverted zone Studi ini
memberikan ilustrasi yang baik mengenai interpretasi gravity yang tidak unik Kondisi
alam dari benda penyebab tidak diketahui sehingga informasi terletak pada densitasnya
Sebuah interpretasi alternative, sekali lagi dalam bentuk dari  
  namun
dengan sebuah kenaikan kontras densitas, ditunjukkan pada Fig 6 2(b) Kedua model
memberikan simulasi yang cukup dari anomaly yang terobservasi, dan tidak dapat
terbedakan dengan menggunakan informasi yang ada
Komputasi anomaly meliputi sebuah model dari bentuk yang irregular diselesaikan
dengan membagi model tersebut menuju sebuah seri dari kompartemenkompartemen
yang bentuknya umum pada setiap titik observasi Pada satu saat, operasi ini dilakukan
dengan menggunakan graticule (s), namun di kemudian hari proses kalkulasi dilakukan
dengan menggunakan computer
Sebuah anomaly gravity 2dimensi dapat direpresentasikan dengan
menggunakan sebuah profil normal terhadap arah dari pemanjangan Profil ini dapat
diinterpretasikan dala bentuk sebuah model yang mengatur sebuah konstan 

 menuju tak hingga dalam arah horizontal tegak lurus terhadap profil
Unit dasar untuk mengkonstruksi anomaly dari sebuah model 2dimensi adalah sebuah
lempeng semiinfinite dengan batas garis miring yang ditunjukkan pada Fig 6 2›,
dimana mencapai tak hingga ke dalam dan ke luar dari bidang pada gambar Anomali
gravity dari lempeng ȴg ini diberikan
Dimana ȴʌ adalah kontras densitas dari lempeng, sudutsudutnya dalam skala
radian dan parameter lainnya didefinisikan dalam Fig 6 2› (alwani et al ›959) Untuk
menghitung anomaly dari benda 2 dimensi dari cross section yang irregular, benda
tersebut diperkirakan dengan menggunakan sebuah polygon yang ditunjukkan pada
gambar 6 22 Anomali dari polygon yang kemudian ditemukan dengan prose di sekitar
polygon tersebut dijumlahkan dengan anomalyanomali dari lempeng yang diberi
batasan dengan tingkat kedalaman yang meningkat dan dikurangi dengan polygon
dimana tingkat kedalamannya menurun

Gambar 6 23 memberikan ilustrasi sebuah interpretasi 2 dimensi, dalam sebuah


model representasi geometri oleh garis polygonal, dari granit Bodmin Moor di Ingris
Barat Daya Bentuk dari bagian yang paling atas kemudian dikontrol dengan singkapan
permukaan batuan granite, dimana kontras densitas diterapkan berdasar pada
pengukuran densitas dari sample batuan Interpretasi dari gradient gravity melalui
granit di sisi utara Model yang ditampilkan pada Fig 6 23 memberikan interpretasi
penyebab gradient sebagai sebuah kenaikan dari utara pada densitas dari granite,
sebuah alternative, bagaimanapun, dapat menjadi penjarangan sebuah granite body
dari konstan kontras densitas

Metode 2dimensi dapat diperluas hingga benda 3dimensi dengan menerapkan dan
memberikan factor koreksi untuk menghitung batasan yang luas dari benda penyebab
dalam arah strike (Cady ›9) Faktor koreksi akhir merupakan, bagaimanapun, hanya
merupakan aproksimasi dan pemodelan 3dimensi lebih dipilih

Anomali gravity dari sebuah benda 3dimensi yang mungkin dapat dikalkulasikan
dengan membagi benda tersebut ke dalam sebuah seri dari potonganpotongan
horizontal dan mengaproksimasi setiap lapisnya dengan sebuah polygon (alwani &
Elwing ›96) Dengan cara lain, benda tersebut dapat dibuat dengan menggunakan
sebuah deret prisma right rectangular

Bagaimanapun sebuah model kalkulasi ditampilkan, interpretasi tidak langsung


mencakup 4 langkah:

›Y Konstruksi dari sebuah model yang rasional


2Y Komputasi dari anomaly gravity
3Y Komparasi (Perbandingan) dari yang dihitung dengan anomaly yang diobservasi
4Y Perbandingan dari model untuk meningkatkan korespondensi dari yang diobservasi
dan anomaly yang dikalkulasi dan kembali ke step 2

Proses tersebut kemudian di iterasi dan keunggulan dari fit antara yang diobservasi
dan anomaly yang dihitung secara berangsurangsur dikembangkan Langkah 4 dapat
dilakukan secara manual untuk bendabenda dengan geometri yang simple sehingga
sebuah interpretasi dapat dibaca hingga selesai menggunakan V V  V 
dengan menggunakan pc (Gotze & Lahmeyer ›9) Benda dengan geometri yang
kompleks dalam 2 atau 3 dimensi tidak selalu mudah dihubungkan dan dalam beberapa
kasus hal tersebut dapat bermanfaat untuk menerapkan teknik yang dapat melakukan
iterasi dengan otomatis

Metode seperti itu yang paling fleksibel adalah  


Ú
 (Al
Chalabi ›972) Seluruh variabel ( 
 


   dapat
divariasikan dalam batasanbatasan yang diketahui Metode tersebut kemudian dicoba
untuk meminimalisasi beberapa fungsi F yang memberikan 
yang sangat baik, sebagai
contoh:
Dimana ȴgobs dan ȴgcalc merupakan deret dari n yang diobservasi dan yang dihitung

Proses minimisasi dilakukan dengan mengubah nilainilai dari variabelvariabel


di antara batasan yang tetap untuk menghasilkan sebuah nilai yang lebih kecil untuk
setiap F dari setiap iterasi eknik tersebut sangat bagus dan berhasil namun memakan
banyak waktu dalam proses komputasinya

eknik otomatis lainnya melibatkan simulasi dari profile yang diobservasi


dengan menggunakan layer tipis dari variabel densitas Lapisan yang ekuivalen ini
semakin diperluas sehingga seluruh bagian benda menjadi seragam, pada satu kontras
densitas yang spesifik Benda tersebut kemudian memiliki bentuk dari sederet prisma
vertical dalam 2 atau 3 dimensi yang diperpanjang kea as, bawah atau simetris di sekitar
layer original yang ekuivalen Metodemetode seperti itu kurang fleksibel bila
dibandingkan dengan teknik  
Ú
 yang hanya memberikan satu
spesifikasi kontras densitas dan model tersebut harus memiliki baik itu sebuah 
yang spesifik atau atas atau simetris di sekitar bidang horizontal

›› Yeori Dasar Potensial dan Manipulasi Medan Potensial


Medan gravitasi dan medan magnetic keduanya merupakan medan potensial Secara umum
potensial pada setiap titik yang didefinisikan sebagai sebuah usaha (kerja) yang dibutuhkan untuk
meindahkan sebuah satuan massa atau kutub dari sebuah jarak tak hingga menuju sebuah titik yang
melalui medan lingkungan Medan potensial mengikuti persamaan Laplace yang menyatakan bahwa
jumlah dari perubahan medan gradient dalam 3 arah yang saling tegak lurus adalah nol Dalam
kordinat kartesius normal dengan sumbu horizontal x, y, dan sebuah sumbu vertikal axis z
Persamaan Laplace menytakan bahwa:

Dimana A merupakan medan gravitasi atau medan magnet dan sebuah fungsi dari (x, y, dan z)
Dalam kasus medan 2dimensi tidak terdapat variasi sepanjang satu arah horizontal sehingga A
hanya merupakan fungsi dari x dan z dan persamaan (6 23) disederhanakan menjadi

Solusi dari persamaan diferensial dpat dengan mudah dikerjakan dengan menggunakan metode
separasi variabel
Dimana a dan b merupakan konstanta, nilai variabel k merupakn frekuensi spasial atau sebuah
bilangan gelombang, Ak merupakan amplitude medan potensial yang berhubungan dengan bilangan
gelombang tersebut dan z merupakan kedalaman obseravsi Persamaan (6 25) menunjukkan bahwa
sebuah medan potensial dapat direpresentasikan dalam bentuk gelombang sinus dan cosines
dimana ampitudonya dikontrol secara eksponensial terhadap level observasi
Pada kasus yang paling sederhana dimana anomaly 2dimensi diukur di permukaan A(x,)) adalah
sebuah gelombang sinus

Dimana A merupakan konstanta dan k merupakan bilangan gelombang dari gelombang sinus
Persamaan (6 25) memungkinkan bentuk umum dari persamaan tersebut untuk dapat dinyatakan
dalam nilai z manapun

Medan pada ketinggian h di atas permukaan kemudian dapat ditentuka dengan substitusi dari
persamaan (6 27)

Dan medan pada kedalaman d dibawah permukaan

anda (negative) dari h dan dan d sangatlah penting untuk sumbu z yang secara normal
ditetapkan sebagai nilai positif yang munurun
Persamaan (6 27) merupakan penyederhanaan yang berlebihan karena sebuah medan potensial
tidak pernah merupakn fungsi dari sebuh gelombang sinus anpa kecuali sebuah medan yang tediri
dari suatu selang bilangan gelombang Bagaimanapun, teknik tersebut tetap valid sepanjang medan
tersebut dapat dinyatakan dalam semua komponen bilangan gelombang, sebuah oerhitugan
sederhana dilakukan dengan menggunakan transormasi fourier (Section 2 3) Jika, apabila, sebagai
ganti dari bentuk (a cos kx+b sin kx) dalam persamaan (6 25) atau (Ao sin kx) dalam persamaan
(6 27), dpektrum fourire penuh, diturunkan dengan menggunakan transformasi fourier dari medan
ke dalam domain bilangan gelombang, yang disubtitusi, hasil dari persamaan (6 2 dan 6 29)
dianggap valid
Persamaan yang terakhir ini menunujukkan bahwa medan yang terukur pada permukaan dapat
digunkan dengan menggunakan untuk memprediksi medan ada setiap level di atas atau di bawah
bidang yang diobservasi Ini merupakan basis dari metode kontinuitas naik dan turunnya medan
dimana medan potensial yag berada di atas dan di bawah dari bidang original dari pengukuran
dihitung dengan tujuan untuk menekankan pada efek dari struktur yang dalam dan dangkal
berturutturut
Metode [ "
 
 diterapkan dalam iterpretasi gravity untuk menentukan bentuk
dari variasi regional gravity dari area survey, semenjak medan regional diasumsikan yang memiliki
dari struktur 
 secara relatif Gambar 6 24(a) merupakan peta anomaly bouger dari area
Sagueanay di Quebec, Canada, dan Gambar 6 24 (b) merepresentasikan medan kontinu naik
membentuk elevasi ›6 km Perbandingan dari 2 gambar tersebut secara jelas memberikan ilustrasi
bagaimana komponen bilangan gelombang yang tinggi dari medan observasi srcara efektif
dipindahkan oleh proses kontinuitas Medan yang kontinu naik tersebut harus merupakan hasil dari
struktur yang cukup dalam dan harus merepresentasikan suatu daerah medan yang valid dari
sebuah area Metode [ "
 
 juga berguna dalam interpretasi dari medan anomaly
magnetic (lihat chapter 7) terhadap area yang terdiri dari banyak sumber magnetic dekat
permukaan seperti   dan bentuk intrusi lainnya Metode [ "
 
 melemahkan
anomaly bilangan gelombang tinggi yang berhubungan dengan fitur dan peningkatan factorfaktor
tertentu, yang secara keseluruhan, anomalyanomaly dari sumber yang lebih dalam
Metode # "
 
 dari medan potensial merupakan aplikasi yang terbatas eknik
ini digunakan dalam resolusi dari anomaly yang terpisah yang terbentuk oleh struktur yang
berdekatan yang efeknya melampaui level observasi Pada # "
 
 komponen
bilangan gelombang yang tinggi secara relative meningkat dan anomalinya menunjukkan fluktuasi
yang ekstrim apabila medannya kontinu pada kedalaman yang lebih dalam diabndingkan dengan
struktur penyebabnya Level dimana fluktuasi ini mulai terlihat menghasilkan sebuah perkiraan dari
batas kedalaman dari benda penyebab Efektifitas dari metode ini berkurang apabila medan
potensial terkontaminasi dengan noise, karena noise menguat pada # "
 

Peningkatan selaktif dari bilangan gelombang yang tinggi ataupun rendah dari medan potensial
dapat dicapai dengan cara yang berbeda namun analog dengan aplkasi dari   Ú 

Medan gravitasi dan magnetic dapat diproses dan dianalisa dengan cara yang mirip dengan data
seismic, mengganti frekuensi dengan bilangan gelombang Processing ini lebih kompleks bila
dibandingkan dengan fitering seismik karena data medan potensial secara umum tersususn dalam 2
dimensi horizontal, itu mengapa peta kon tur lebih dari satu dimensi, Konsekuensi dari aplikasi
dengan menggunakan teknik seperti ini sama dengan metode $ 
 

dalam struktur dangkal sangat bergantung pada bilangan gelombang yang tinggi dan unutk struktur
yang dalam sangat bergantung dengan bilangan gelombang yang rendah Bagaimanapun, tidak
mungkin sepenuhnya untuk mengisolasi lokal atau regional amomali dengan menggunakan
w  Ú 
 karena spectra biangan gelombang dari sumber dalam dan dangkal
terlampaui
Manipulasi lainnya dari medan potensial dapat diselesaikan dengan menggunakan filter operators
yang lebih kompleks (e g, Gunn ›975, Cooper ›997) Derivasi vertikal dan horizontal dari urutan
apapun dapat dihitung dari medan observasi Komputasi ini tidak secara umum diterapkan, namun
derivasi kedua kadangkadang digunakan untuk interpretasi karena ditekankan untuk struktur
struktur dangkal
›2 YAplikasi Survei Gravity
Studi Gravitasi digunakan secara ekstensif dalam penyelidikan struktur geologi besar dan menengah
(Paterson & Reeves ›95) Pada survei pertama yang dilakukan di laut, dilakukan dari kapal selam,
menunjukkan adanya anomaly gravitasi positif dan negatif yang besar terkait dengan bentuk pulau
dan samudra, masingmasing; berikutnya hasil pekerjaan shipborne telah menunjukkan kontinuitas
lateral dan telah menunjukkan bahwa sebagian besar fitur utama permukaan bumi dapat
digambarkan dengan survei gravitasi Anomali Gravity juga menunjukkan bahwa sebagian besar
fitur utama ini berada dalam kesetimbangan isostatic, menunjukkan bahwa lithosfer tidak mampu
mempertahankan beban dan hasil yang siginfikan untuk mengubah beban di bawah permukaan
Gambar 6 25 menunjukkan freeair nol dekat anomali melalui punggung laut yang menyatakan
bahwa system sedang berada dalam kesetimbangan isostatic Interpretasi gravitasi yang dibatasi
oleh hasil refraksi seismik menunjukkan bahwa kompensasi ini mengambil bentuk zona defisiensi
massa di dasar mantel Kecapatan gelombang seismik yang rendah dan aliran panas tinggi di
permukaan menunjukkan bahwa ini adalah wilayah pencairan parsial dan, mungkin, hidrasi Survei
gravitasi juga dapat digunakan dalam studi 

 , yang diinterpretasikan sebagai situs
plat batas pada litosfer kontinennya Zona ini sering ditandai dengan besarnya anomali gravitasi
linier yang dihasilkan dari beberapa bagian kerak bumi yangberbeda disandingkan di zona 

(Gbr 6 26) Pada skala menengah, anomaly gravitasi dapat mengungkapkan struktru bawah
permukaan berupa intrusi batuan beku seperti granit, batolit, dan massifs anorthosite Misalnya,
survey gravitasi di barat daya inggris (Bott et al ›95) telah mengungkapkan sabuk besar amplitudo,
anomaly Bouger Negatif yang terdapat pada sebuah wilayah 
 
(Gbr 6 27)
Pemodelan dari anomaly gravitasi (Gbr 6 23) telah menyebabkan perkiraan terdapatnya batholiths
dengan ketebalan ››5 km yang terdapat di sebelah barat daya Inggris (lihat e g Brooks et al
›93) Studi seperti ini telah memberikan batasan yang penting mengenai landasan, komposisi, dan
asal dari batuan beku Demikian pula, survey gravity telah banyak digunakan di lokasi cekungan
sedimen, dan interpretasi strukturnya telah memberikan informasi yang penting mengenai
mekanisme dari informasi basin Metode gravity merupakan salah satu yang secara ekstensif
digunakan oleh industry petroleum untuk lokasi yang berpotensi mengandung hidrokarbon, namun
perbaikan dalam hal efisiensi dan teknologi survey telah menyingkirkan survey gravitasi sebagai
eksplorasi utama Dalam aplikasi komersial, survey gravitasi jarang digunakan dalam ekplorasi
pengintaian Hal ini karena metode ini relative lambat ketika dijalankan dan mahal karena tingkat
keakuratan ditentukan oleh elevasi dan panjang prosedur reduksi Metode Gravity telah diterapakn
dan diaplikasikan, bagaimanapun, sebagai tindak lanjut teknik yang yang ditetapkan oleh
metode lain yang lebih hemat biaya Sebuah aplikasi yang penting dari jenis ini dalam ekslorasi
mineral adalah penentuan bijih tonase dengan menggunakan metode kelebihan massa yang
dijelaskan dalam bagian 6 › 3, Survei gravitasi dapat digunakan dalam investigasi hidrogeologi
untuk menentukan geometri potensi akifer Gambar 6 2 menunjukkan peta anomaly Bouger suatu
daerah di dekat altal, Chili (Van Overmeeren ›975) Wilayah tersebut sangat kering dengan
pasokan dan penyimpanan air tanah yang dikendalikan oleh fitur geologi Minima Gravity
diungkapkan oleh kontur mungkin merepresentasikan 2 lembah yang berada di dalam alluvium yang
berada di atas lapisan granodioritic Gambar 6 29 menunjukkan penafsiran profil di atas topografi
batuan dasar minima opografi batuan dasar dikendalikan oleh hasil dari garis refraksi seismik yang
telah ditafsirkan dengan menggunakan metode plusminus (lihat bagian 5 4)
Kontrol seismik membuat kerapatan ratarata dari deposit     dapat
ditentukan Atas dasar hasil geofisika, dua lubang bor (Gambar 6 2) ditanamkan di bagian terdalam
dan ditempatkan pada  pada depresi batuanbatuan dasar Dalam teknik dan aplikasi
gravitasi geoteknik, survey biasa dilakukan pada lokasi bawah permukaan  Deteksi Void telah
direalisasikan dengan perkembangan teknik microgravimetric yang dapat mendeteksi perubahan
gravity dalam skala kecil yang sebesar mikrogal Arzi (›975) mendeskripsikan sebuah survey
mikrogavity dari sebuah situs dari sebuah 
 dalam pembangkit listrik tenaga nukli,
dimana diduga bahwa solusi cavities mungkin hadir di landasan dolomitic Pengukuran dilakukan
pada ›5 m grid pada titiktitik ketinggian yang telah ditentukan untuk + 3mm, dengan pembacaan
basis pada interval 4 menit Ketebalan tanah yang telah ditentukan sehingga pengaruhnya bisa
dihitung dan dilucuti dari pengamatan untuk menghapus variasi gravitasi disebabkan oleh
bergelombang batuan dasar topografi Anomali Bouger yang dihasilkan peta ditunjukkan pada
Gambar 6 3, Pada bagian NE dari situs ada dua minima yang berada di dekat perimeter dari 

 dan kemudian pengeboran memberikan informasi bahwa minima tersebut berada dari
rongga yang terkubur di dalam tanah Remedial work mensyaratkan bahwa injeksi bahan ke dalam
rongga Pengecekan efektifitas dari pengisian diberikan oleh penggunaan survey gravity berulang,
dimana juga diterapkan perhitungan kelebihan massa (Section 6 › 3), menunjukkan perubahan
mean gravitasi sebelum dan sesudah pengisian disebabkan oleh perpindahan Voids dengan
pengisian material Casten dan Gram (›99) telah mendekripsikan survey microgravity yang
dilakukan di bawah tanah untuk menempatkan ronggarongga yang dapat menghindarkan resiko
demi keamanan aktivitas penambangan Survei mikorgravity juga diaplikasikan dalam penelitian
arkeologi, dimana dapat digunakan dalam pendeteksian bangunan ang terkubur, makam dan artefka
lainnya eknik ini ini juga biasanya digunakan untuk studi temporal pergerakan air tanah yang
masuk ke dalam suatu daerah, Sebuah perkembangan terkini yang sangat penting mengenai
microgravity adalah desain dari peralatan yang portable dan dapat mengukur nilai absolute gravity
dengan presisi yang tinggi Namun harga dari intrumen tersebut sangatlah tinggi dan itu memang
wajar karena alat tersebut akan digunakan untuk meneliti pergerakan massa skala besar dalam
interior bumi dan variasi siklik gravity yang kecil duihubungkan dengan neotectonic phenomena
seperti gempa bumi dan 
 
 Studi Gravitasi, kedua tipenya dideskripsikan dalam
chapter ini dan pengamatan satelit, adalah penting dalam geodesi, studi tentang bentuk bumi
Survei gravity juga berperan dalam militer, karean lintasan rudal dipengaruhi oleh variasi gravitasi
sepanjang lintasannya