Anda di halaman 1dari 4

BAB III

PROSES IMAN UMAT KRISTEN KATOLIK

A. Tawaran Tuhan
ada tiga hal pokok dalam tawaran Tuhan ini; yaitu :
a. Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah yang menciptakan segala-galanya.
Seluruh ciptaan ada pada Tuhan, jadi milik Tuhan, dan bergantung pada Tuhan. Karena
itu pula tak sekejab mata pun ia menarik kembali tangannya dari segala ciptaanNya.
BILA Tuhan memandangi segala ciptaanNya, bahkan dikatakan bahwa “segala apa
yang diciptaanNya amat baik adanya” (Gen. 1:31).
b. Allah mewartakan cinta kasihnya.
Tuhan menciptakan manusia berdasarkan cinta dan persamaanNya. Berarti manusia
diciptakan sangat mirip dengan rupa Allah sendiri.
c. Pengajaran pokok cerita Firdaus
Arti pokok cerita tersebut ditulis hamper 3000 tahun lalu menjadi lebih terang setelah
Tuhan memberi Wahyu lebih jelas mengenai keadaan manusia pada awal mula. Ada
tiga hal pokok yang diajarkan dalam cerita pertama dalam taman Firdaus ini :
 Manusia diciptakan dalam keadaan tidak bersalah
 Manusia hidup bahagia dalam hadirat Tuhan dan dalam keselarasan serta
perdamaian dalam Allah
 Kebahagiaan manusia terletak dalam persahabatannya dengan Tuhan dalam
hadirat Tuhan dan perhubungan kasih antara Tuhan dan manusia sebagai Bapa
dan Putera
B. JAWABAN MANUSIA ATAS TAWARAN TUHAN
Ada 3 hal pokok yang dapat dijelaskan, yakni :
1. Perjanjian saling mencintai
Pada hakikatnya, pada awal mula manusia menerima tawaran Tuhan dan terjadilah
perjanjian dan saling mencinta antara Tuhan dan manusia. Dari pihak Tuhan karena
kasihnya kepada manusia selalu akan diusahakannya keselamatan dan kebahagiaan
bagi manusia. Dari pihak manusia menjanjikan membalas kasih Tuhan dengan
menjalankan seluruh kehendakNya.
2. Manusia tidak taat
Manusia tidak menaati dan tidak setia pada janjinya dengan berlaku dosa. Tetapi Tuhan
tetap setia dalam kasihnya itu. Dosa adalah pemutusan hubungan cinta antara manusia
dengan Tuhan ( disebut dosa trologis ), pemutusan hubungan antara manusia dengan
sesame manusia lain disebut dosa sosiologis, dan pemutusan hubungan cinta antara
manusia dengan dirinya sendiri disebut dosa individual.
3. Dosa asal
Pada prinsipnya seluruh umat manusia kena dosa yang disebut dosa asal. Dengan
menyalahgunakan kemerdekaannya, manusia memalsukan dosa kedalam dunia,
semenjak dosa yang pertama itulah dunia kita menjadi tempat dimana dosa merajalela.
Konsekuensi logis dari dosa asal ini, maka semua manusia harus menerima beberapa
hal antara lain :
a. Semua manusia harus mati walaupun melawan kehendak bebasnya
b. Semua manusia ditulari dosa, ketidakpuasaan terhadap seluruh karyanya
Dosa bagi setiap wanita yang dianuhgerahi anak mereka akan menderita bila
melahirkan anak.
C. KESETIAAN TUHAN
1. Manusia tidak mampu menyelamatkan diri
Manusia enggan menjawab cinta kasih Allah, namun Tuhan tetap menawarkan
cintanya kepada manusia dan ingin supaya manusia bersatu lagi dengan kehendaknya
dalam hubungan kasih.
2. Tuhan berjanji mengutus seorang penyelamat
Tuhan tetap setia pada manusia. Tuhan mengulurkan tangannya datang kepada yang
bersalah untuk menyelamatkannya. Dan seorang manusia akan memasuki sejarah umat
manusia dan mengajarkan suatu amal penyelamatan, sehingga Tuhan akan
mendamaikan kita dengan dirinya. Dia akan membalas cinta kasih Allah secara
sempurna dengan jalan kesetiaannya terhadap Tuhan, bahkan dia akan dibunuh
manusia karena justru setia kepada Tuhan.
D. ALLAH MEWARTAKAN RENCANA PENYELAMATAN
Tuhan mulai menyiapkan pelaksanaan rencana ilahi memanggil seluruh umat manusia dan
mengumpulkannya menjadi umatnya, serta membimbingnya kearah keselamatan melalui
Yesus Kristus penyelamat. Ada beberapa tahun dalam rencana penyelamatan dalam sejarah
bangsa Israel.
1. Tahun Hibrani 1800-1200 SM
Pada tahap ini Tuhan memanggil Ibrahim. Ada 3 hal pokok dalam janji Tuhan dan
Ibrahim
a. Ibrahim akan dijadikan Tuhan Bapa bangsa yang baru dan besar dalam suatu negeri
yang ditujukan Tuhan
b. Ibrahim dan keturunannya akan diberkati Tuhan
c. Berkat Tuhan itu ditunjukan kepada seluruh umat manusia
2. Keturunan Ibrahim ditindas Mesir
Orang-orang Mesir berusaha memusnahkan keturunan Ibrahim. Namun Tuhan
mengutus Musa untuk membawanya kembali kenegeri yang dahulu yang dijanjikan
Allah. Mulai waktu Musa, maka keturunan Ibrahim menyebut Allah dengan kata
“Yahwe”, begitulah Tuhan telah memperkenalkan diri kepada Musa.
3. Allah membuat perjanjian
Tuhan mengadakan perjanjian dengan manusia Hibrani yang berbunyi : “persahabatan
erat pertama-tama antara Allah dengan umatnya tetapi juga diantara warga-warga umat
itu”. Hanya Yahwelah yang dapat membawa keselamatan. Selain kepercayaan akan
Yahwe sebagai satu-satunya yang dapat menyelamatkan mereka, maka dituntut
ketaatan dan kesetiaan akan perjanjiannya dengan Tuhan. Kesetiaan itu harus
dibuktikan dengan menaati hukum-hukum Tuhan.
E. TAHAP ISRAEL 1200-600 SM
1. Umat Israel menduduki tanah Kanaan dan dipimpin hakim-hakim
Bangsa Israel tetap konsisten dengan janji Allah mereka tidak mengambil alih agama
asli orang kanaan. Mereka tetap mengakui bahwa yahwe sebagai Allah dan tetap setia
kepadanya. Mulai waktu itu keturunan Ibrahim tidak lagi disebut Ibrani melainkan
orang Israel.
2. Israel menjadi kerajaan
Terdorong keinginan akan persatuan lebih ketat, orang-orang Israel meminta yahwe
seorang raja yang bertugas mewakili yahwe pada umatnya. Israel menguasai negeri
kanaan, telah berkembang menjadi bangsa besar dan kuat dan telah mengalami
kemakmuran luar biasa besarnya.
3. Israel tidak setia kepada Tuhan
Setelah raja Daud meninggal, ia diganti Sulaiman. Pada masa pemerintahannya ini
kerajaan Israel mulai dipecah karena ketidaksetiaan Israel kepada yahwe. Karena itu
yahwe mengutus beberapa nabi besar untuk memperingatkan mereka akan janjinya dan
mempertobatkannya. Nabi-nabi yang terkenal itu antara lain :
a. Nabi Elias ‘seorang nabi laksana api yang perkataanya membakar bagaikan obor’ (
putera Sirakh 48:1), ia berusaha memberantas pemujaan berhala
b. Nabi Amos ‘seorang gembala dan pemelihara buah ara yang dipanggil Tuhan dari
belakang kawanan domba’ ( Amos 7 : 11 ) dan mengutuki kejahatan social
semangat berfoya-foya dan acuh terhadap kaum miskin, ketidakadilan,pemerasan
dan penindasan
c. Nabi Yesaya ‘nabi Agung dn terbesar ‘, mencelah kejahatan batin atas nama yahwe,
memperingatkan dan mengancam Israel, mendorongnya bertobat dan kembali
kepada yahwe
d. Nabi Yeremia ‘yang baginya Sabda Tuhan bagaikan api bernyala dalam hatinya
dan bagaikan kebakaran dalam tulangnya’ ( Yes. 20:9 ) 40 tahun Yeremia berusaha
mempertobatkan Israel
F. TAHAP YAHWE ( 600 SM – KRISTUS )
Bangsa Israel sebagai negara dan masyarakat nasional telah runtuh. Dari warga-warga
kerajaan utara tak seorang pun ke tanah airnya. Begitu pula sebagian besar warga-warga
kerajaan selatan. Mulai waktu itu orang-orang Israel disebut swbagai orang Yahudi

Anda mungkin juga menyukai