Anda di halaman 1dari 23

 

5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Manejemen Konstruksi 
Vs 
Main Kontraktor 

KELOMPOK 4 KELAS C

Aditya Sukrama (0707112648) 


Dewi Herlina (0707134088) 
Hafidzilhaj Harys (0807120995) 
Nelvia Adi Syafpoetri (0807135289) 
Rahmad Sandi 
Uli Arta Hutapea (0807132559) 
http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 1/23
 

5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

I. Manajemen Konstruksi

Manajemen proyek konstruksi adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen


(perencanaan, pelaksanaan dan penerapan) secara sistimatis pada suatu proyek dengan
menggunkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan

  proyek secara optimal pengoptimalan


(  waktu, pengoptimalan kualitas,
pengoptimalan biaya dan tepat mutu).

Penyediaan jasa manajemen konstruksi bertugas sejak ditetapkan berdasarkan surat


  perintah mulai kerja (SPMK) mulai dari perencanaan sampai serah terima kedua
  pekerjaan konstruksi fisik dan berfungsi melaksanakan pengendalian pada tahap
 perencanaan dan tahap konstruksi baik ditingkat program maupun ditingkat operasional

(Keppres 80 tahun 2003).


http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 2/23
 

5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Fungsi Manajemen 
Secara umum, fungsi-fungsi manajemen adalah :

Fungsi perencanaan
• Fungsi organisasi
• Fungsi pelaksanaan
• Fungsi pengendalian

Fungsi dan Tujuan Manajemen Konstruksi :

• Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan
•Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan mengatasi kendala
terbatasnya waktu pelaksanaan

•Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai, hal itu dilakukan dengan opname
(laporan) harian, mingguan dan bulanan.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 3/23


 

5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

• Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sistem informasi yang baik untuk 
menganalisis performa dilapangan.

Manfaat Manajemen Konstruksi


1. Segi Biaya Proyek 

• Biaya optimal proyek dapat dicapai karena tim MK sedah berpartisipasi pada tahap
perencanaan.

• Biaya pembangunan keseluruhan proyek dapat dihemat dibandingkan dengan sistem


tradisionil karena tidak ada pembebeanan ganda dari keuntungan Kontraktor, dan Sub
kontraktornya.
2. Segi Waktu

• Waktu yang dipergunakan untuk perencanaan dan rancangan bangunan dapat lebih panjang
sehingga kualitas desain semakin sempurna.
• Pengadaan material/peralatan import dapat diukur secara dini sebingga kemungkinan
terlambat karena proses import dapat dihindarkan.
http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 4/23
 

5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

 
3. Segi Kualitas

• Mutu lebih terjamin karena tim MK ikut membantu kontraktor dalam hal metode

pelaksanaan , implementsi, dan Quality Control.


• Mutu dan kemampuan kontraktor spesialis lebih terseleksi oleh pemilik proyek dibantu
dengan tim MK.

• Kesempatan untuk penyempurnaan rancangan relative banyak karena paket yang dilelang
dilakukan secara bertahap dan paket per paket.

4. Segi Program Pemerintah

• Pemerataan kesempatan pekerjaan dengan paket-paket kepada pengusaha kontraktor yang


baru berkembang dapat direalisir.

• Pemilik proyek tidak perlu menyediakan banyak staf karena praktis semua keinginannya
dapat ditangani dengan baik melalui pendekatan metode MK.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 5/23


 

5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Tugas Manajemen Konstruksi

1. Tahap Persiapan
• Membantu pengelola kegiatan melaksanakan pengadaan penyedia jasa perencanaan

• Membantu pengelola kegiatan dalam mempersiapkan dan menyusun program


pelaksanaan seleksi penyedia jasa pekerjaan perencanaan.

• Membantu panitia pengadaan barang dan jasa dalam penyebarluasan pengumuman


seleksi penyedia jasa pekerjaan perencanaan, baik melalui papan pengumuman, media
cetak maupun media elektronik.

• Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan.

• Membantu melakukan pembukaan dan evaluasi terhadap usulan teknis dan biaya dari
penawaran yang masuk.

• Membantu menyiapkan draft surat perjanjian pekerjaan perencanaan.

• Membantu pengelola kegiatan menyiapkan surat perjanjian pekerjaan perencanaan.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 6/23


5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

2. Tahap Perencanaan
• Mengevaluasi pekerjaan pelaksanaan kegiatan perencanaan

• Memberikan konsultasi kegiatan perencanaan


• Pengendalian program perencanaan, melalui kegiatan evaluasi program terhadap hasil
perencanaan, perubahan lingkungan, penyimpangan teknis dan administrasi atas persoalan
yang timbul, serta pengusulan koreksi program.

• Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat pada tahap perencanaan

• Menyusun laporan bulanan kegiatan konsultasi manajemen konstruksi tahap perencanaan,


merumuskan evaluasi status dan koreksi teknis bila terjadi penyimpangan.

• Mengadakan dan memimpin rapat-rapat koordinasi perencanaan, menyusun laporan hasil


rapat koordinasi dan membuat laporan kemajuan pekerjaan manajemen konstruksi.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 7/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

3. Tahap Pelelangan
•Membantu pengelola kegiatan dalam mempersiapkan dan menyusun program pelaksanaan

pelelangan pekerjaan konstruksi fisik.


•Membantu panitia pengadaan barang dan jasa dalam penyebarluasan pengumuman pelelangan

•Membantu panitia pengadaan barang dan jasa melakukan prakualifikasi calon peserta
pelelangan.

•Membantu memberikan penjelasan pekerjaan pekerjaan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan.

•Membantu panitia pengadaan barang dan jasa dalam menyusun pekerjaan konstruksi fisik.

• Menyusun laporan kegiatan pelelangan 

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 8/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

4. Tahap Pelaksanaan
•Mengevaluasi program kegiatan pelaksanaan konstruksi
•Mengendalikan program pelaksanaan konstruksi fisik,
•Melakukan evaluasi program terhadap penyimpangan teknis dan menejerial yang
timbul, usulan koreksi program dan tindakan turun tangan, serta melakukan koreksi

teknis bila terjadi penyimpangan.


•Melakukan koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi
fisik.
•Melakukan kegiatan pengawasan

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 9/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Struktur Organisasi
Struktur organisasi sebelum adanya team Manajemen Konstruksi :  

Konsekuensi tanpa team Manajemen Konstruksi

•Anggaran proyek boros

•Waktu proyek panjang

•Prosedur dan birokrasi dalam proyek rumit dan berbelit-belit

•Mutu dan performa kurang terjamin

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 10/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Tipe- Tipe Manajemen Konstruksi


Tipe Konvensional tanpa Fast Track 

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 11/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Tipe Semi Konvensional tanpa Fast Track 

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 12/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Tipe Semi Murni tanpa Fast Track  

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 13/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Tipe Manajemen Konstruksi Murni dengan Fast Track 

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 14/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Faktor yang menentukan perlu tidaknya menggunakan Manajemen Proyek :


1. Kompleksitas Permasalahan

Semakin kompeks permasalahan suatu proyek dan semakin canggih teknologi yang
digunakan, akan banyak pihak pihak dan kontraktor spesialis yang ikut terlibat
 –

didalamnya.Dalam keadaan semacam itu ekstensi Konsultan Manajemen Konstruksi


menjadi sangat penting untuk mengkoordinir mekanisme kerjanya.

2. Besar/Skala Proyek
Besar biaya proyek sangat menentukan jumlah alat dan tenaga kerja yang
dibutuhkan.Semakin besar nilai proyek akan semakin rumit pengaturan kerjanya.
Ini diukur dari nilai biaya proyek tersebut.

3. Waktu pelaksanaan
Sistem manajemen konstruksi lebih tepat digunakan untuk proyek yang waktunya
sangat tebatas . Kondisi ini biasanya terkait dengan masalah masalah dan faktor
 –

ekonomi.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 15/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

4. Kualitas dan presisi pekerjaan.


Bila proyek yang akan dikerjakan menuntut kualitas dan presisi yang sangat tinggi,
maka pekerjaan tersebut sebaiknya dikerjakan langsung oleh para kontraktor
spesialis yang dianggap lebih menguasai detail teknis permasalahannya.

Dan, bila manajemen kondtruksi tidak diterapkan maka :


 Target waktu/deadline tidak tercapai

 Budget/anggaran yang dilampaui

 Pekerjaan harus diulang atau terjadi duplikasi


 Konflik di antara staf selama penugasan diproyek

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 16/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

II. Main Contractor (Kontraktor Utama)  

  Main contractor atau dengan istilah lain dikenal juga dengan sebutan Kontraktor Utama adalah
pihak yang ditunjuk berdasarkan pelelangan untuk melaksanakan pembangunan proyek sesuai
rencana, perhitungan dan persyaratan yang telah dibuat oleh konsultan perencana seperti
konstruksi, renovasi, atau pembongkaran suatu gedung, jalanan, atau struktur bangunan fisik 

lainnya.

Adapun susunan organisasi kontraktor utama pada umumnya adalah:

Project Manager 

Project Manager  dalam struktur organisasi kontraktor memegang posisi sebagai


pemimpin dalam pelaksanaan proyek.
Site Engineer 
Site Engineer dalam suatu proyek bekerja dengan dibantu oleh structure engineer ,

drafter dan arsitek engineer. 


http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 17/23

 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

 Site Manager 

Site Manager  dalam melaksanakan tugasnya mengkoordinir seluruh supervisor ,


surveyor , mechanic dan warehousing .
General Affair 
General Affair  dalam melaksanakan tugasnya mengkoordinir bidang personalia,
umum, administrasi, security serta keuangan.

Controlling 
Bekerjasama dengan bagian keuangan dan Quantity Surveyor  dalam melaksanakan
tugasnya.
Supervisor  

Supervisor dalam proyek ini terstruktur dalam bidang-bidang yaitu struktur, finishing  


serta bagian externa l.
Surveyor  

Bertanggungjawab kepada site manager dalam melaksanakan fungsinya.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 18/23

 
 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Drafter  

Bertanggungjawab kepada site engineer dalam melaksanakan fungsinya.

Administration and Financial  


Bertanggungjawab kepada General Affair  dalam melaksanakan fungsinya.

Pada proyek besar yang umum dikenal adalah pola Kontraktor Utama (Main Contractor), dimana:

A. Demand terdiri dari:


• Pemilik Proyek (Owner)
adalah yangmemiliki dan menanggung pembiayaan proyek, dapat berupa individu,Perusahaan
atau pemerintah


konsultan Manajemen Proyek,
adalah badan ahli yang berfungsi sebagai wakil owner yang mengelola proyek sehari-
hari.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 19/23


 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

•Konsultan perencana
adalah badan ahli yang berfungsi menyediakan gambar kerja/ bestek (dokumen

pelaksana) sesuai keinginan owner


•Konsultan pengawas/manajemen konstruksi,
adalah badan ahli yang berfungsi menyediakan jasa untuk mengendalikan/mengawasi
pembangunan fisik

B.Supply terdiri dari:


• Kontraktor utama
• Sub-kontraktor


Supplier bertindak atas nama kontraktor utama

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 20/23


 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

KESIMPULAN
  Manajemen proyek konstruksi adalah proses penerapan fungsi-fungsi manajemen
(perencanaan, pelaksanaan dan penerapan) secara sistimatis pada suatu proyek dengan
menggunkan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien agar tercapai tujuan proyek 
secara optimal (pengoptimalan waktu, pengoptimalan kualitas, pengoptimalan biaya

dan tepat mutu).

  Main kontraktor atau dengan istilah lain dikenal juga dengan sebutan Kontraktor Utama
adalah pihak yang ditunjuk berdasarkan pelelangan untuk melaksanakan pembangunan
proyek sesuai rencana, perhitungan dan persyaratan yang telah dibuat oleh konsultan
perencana seperti konstruksi, renovasi, atau pembongkaran suatu gedung, jalanan, atau
struktur bangunan fisik lainnya.

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 21/23


5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 22/23


 
5/14/2018 Ma ne je me n Konstr uksi - slide pdf.c om

Any question.. ???

http://slide pdf.c om/re a de r/full/ma ne je me n-konstr uksi 23/23