Anda di halaman 1dari 5

STUDI PENGHEMATAN PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK DENGAN

MELAKUKAN PEMASANGAN CURRENT TORQUE LIMIT (CTL) PADA SLAB


STEEL PLANT PT KRAKATAU STEEL (PERSERO), Tbk

I. PENDAHULUAN
Penghematan energi adalah langkah kebijakan energi yang diambil guna meningkatkan
efisiensi konsumsi energi yang berdampak berkurangnya biaya operasi dari sebuah
perusahaan. Upaya efisiensi energi merupakan target dari semua perusahaan besar yang ada
didunia. Bentuk energi terdiri dari energi listrik, gas bumi, air, dan lain sebagainya. Semua
bentuk energi tersebut sangat menunjang proses kelangsungan dalam sebuah perusahaan
namun kuantitas dari penggunaannya lah yang menjadi titik fokus dari proses hemat energi
dengan tujuan optimalisasi penggunaan dengan minimnya lossis yang yang terjadi.

II. LATAR BELAKANG


Menindak lanjuti penawaran pemasangan modul CTL diplant 2 EAF 9 dan EAF 10
sebanyak tiga pcs modul CTL oleh PT. Duta Utama Senjaya. Posisi pemasangan modul ada
di motor hydraulic pump EAF 9 dan EAF 10, dengan jaminan modul CTL tersebut dapat
meningkatkan efisiensi konsumsi energi listrik sebanyak minimal 15% dari kondisi saat ini
yang tanpa menggunakan peralatan hemat energi apapun. Sehingga diharapkannya setelah
adanya modul penghemat energi ini akan dapat menekan biaya produksi diplant SSP.

III. MANFAAT DAN TUJUAN


Manfaat yang ingin diperoleh dari hasil studi ini adalah:
1. Penghematan energi listrik dapat dilakukan secara signifikan.
2. Peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik.

Tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini :


1. Untuk mengetahui sejauh mana CTL dapat melakukan penghematan energi listrik.
2. Sebagai rekomendasi apakah penggunaan CTL dapat meningkatkan efisiensi
penggunaan listrik sebesar 15% sehingga biaya energi dapat ditekan.

IV. PRINSIP KERJA CURRENT TORQUE LIMIT (CTL)


Prinsip kerja dari CTL ini adalah sebagai mini generator yang menjadi buffer dari suplai
menuju beban dengan hasil pemakaian energi yang lebih optimal. Hal ini dikarenakan CTL
atau yang disebut Current Torque Limit merupakan peralatan yang dikontrol oleh Electronic
Control Unit (ECU) dan Proportional Control Unit (PCU) yang bekerja secara otomatis
terhadap respon yang diberikan oleh beban seperti motor listrik dan peralatan listrik lainnya.
CTL merupakan kombinasi dari beberapa instrument dengan masing – masing fungsinya,
seperti: PLC, PLA, PLOC, PLGC, sehingga dapat mengatur porsi energi yang diberikan
secara akurat serta menghilangkan beban palsu (Loosing) atau kerugian daya sehingga rugi
daya tersebut dapat dihilangkan. Pemasangan modul dengan rangkaian paralel terhadap
suplai menuju beban seperti yang terlihat pada gambar berikut.

1
Gambar 1. Instalasi CTL pada Jaringan Listrik

Gambar 2. Sistem Instalasi CTL

2
V. PEMBAHASAN DAN ANALISA
Name plate hydraulic pump motor furnace 9 & 10
Typ KA7280S-BB01B-201 IEC 280S IMB3
3~ MOT IP54
Th. CL F
Y/∆ 690/400 V 77/134 A
75 kW cosφ 0.86
1475 U/min 50 Hz
DIN VDE 0530
Y/∆ 655-725/380-420 V 75 – 80/131 – 139 A

Dari name plate di atas, ketika motor dibebani penuh maka motor akan menyerap arus beban
sebesar 134 A, tegangan = 380 V dan cos φ = 0.86 lagging sesuai dengan nilai nominalnya
pada name plate, sedangkan untuk biaya pemakaian listrik = Rp 1275/kWh.

𝑃𝑜𝑢𝑡 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝐶𝑇𝐿 = √3𝑥 𝑉𝐿𝐿 𝑥 𝐼 𝑥 cos 𝜑 = √3𝑥 380𝑥 134 𝑥0,86 = 75,758𝑘𝑊

Jika CTL mampu menghemat pemakaian listrik minimum sebesar 15%, maka besarnya daya
yang dikonsumsi beban akan berkurang menjadi.
𝑃𝑜𝑢𝑡 𝑡𝑎𝑛𝑝𝑎 𝐶𝑇𝐿 − 𝑃𝑜𝑢𝑡 𝐶𝑇𝐿
𝑒𝑛𝑒𝑟𝑔𝑦 𝑠𝑎𝑣𝑖𝑛𝑔 =
𝑃𝑜𝑢𝑡 𝐶𝑇𝐿
75,758 − 𝑃𝑜𝑢𝑡 𝐶𝑇𝐿
0,15 =
75,758
0,15𝑥75,758 = 75,758 − 𝑃𝑜𝑢𝑡 𝐶𝑇𝐿
𝑃𝑜𝑢𝑡 𝐶𝑇𝐿 = 75,758 − 11,364

𝑃𝑜𝑢𝑡 𝐶𝑇𝐿 = 64,394𝑘𝑊


𝑃𝑜𝑢𝑡 𝐶𝑇𝐿 64,394 𝑥 1000
𝐼𝑏𝑒𝑏𝑎𝑛 = = = 113,76 𝐴
√3 𝑥 𝑉𝐿 𝑥 cos φ √3 𝑥 380 𝑥 0.86

Dari perhitungan ini dapat dikalkulasikan biaya konsumsi dari motor tanpa menggunakan
CTL dan saat menggunakan CTL.
 Tanpa Modul CTL
75,758 kW x 1275 = Rp 96.591,45/kWh
 Dengan Modul CTL
64,394 kW x 1275 = Rp 82.102,35/kWh.
Selisih pengeluaran sebesar :
Rp 96.591,45 - Rp 82.102,35 = Rp 14.489,1/kWh

Apabila motor hydraulic beroperasi secara terus menerus selama 280 hari masa effektif plant
beroperasi maka biaya pemakaian listrik yang dapat dihemat dari investasi dana sebesar Rp
180.000.000/unit dapat dikembalikan dalam kurun waktu sebagai berikut:

3
Rp 14.489,1 x 24 jam = Rp 347.729,28 per hari
Rp 347.729,28 x 30 hari = Rp 10.431.878,4 per bulan
Rp 180.000.000 ÷ Rp 347.729,28 = 517,644 hari
517,644 ÷ 280 = ± 1 tahun 8 bulan

Sehingga jumlah investasi yang ditimbulkan dari pemakaian daya listrik akan kembali dalam
waktu ± 1 tahun 8 bulan.

VI. KESIMPULAN
Dari hasil analisa secara teoritis berdasarkan data yang diperoleh dari survey diplan secara
langsung dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebgai berikut.
1. CTL memiliki sistem dengan mengintegrasikan beberapa instrument menjadi satu yang
bekerja secara komprehensif, yaitu: PLC, PLA, PLOC dan PLGC.
2. Sistem CTL yang berfungsi sebagai buffer dengan garansi efisiensi 15-45% dapat
meningkatkan kinerja beban menjadi lebih optimal dan sekaligus menekan biaya
konsumsi listrik.
3. Dengan efisiensi 15% yang diberikan oleh modul CTL maka dapat menghemat
pengeluaran sebesar Rp 10.431.878,4 per bulan untuk satu unit motor pompa hidrolik
pada Dapur 9/10 SSP 2, dan investasi penanaman modal dapat kembali dalam kurun
waktu 1,5 – 2 tahun. Berdasarkan penghematan tersebut kami merekomendasikan untuk
memasang modul buffer berupa Current Torque Limit pada plan SSP guna meningkatkan
efisiensi energi.

VII. DAFTAR PUSTAKA


[1] http://fjb.co/threads/energia-power-saver-cara-menghemat-listrik-untuk-pabrik-mall-
dll-dengan-ctl.148233/. Diakses pada tanggal 27 November 2015.
[2] Prasetyowati, Rita. 2007. Studi Tentang Efektifitas Penggunaan Alat Penghemat
Listrik. Jurusan Pendidikan Fisika – FMIPA UNY. Yogyakarta.

4
VIII. LAMPIRAN
Lampiran 1. Perhitungan Kelayakan Investasi [1]