Anda di halaman 1dari 5

Nama : Wanri R Simanullang

NIM : 5161121029

RANGKUMAN

BAB II : MENJELAJAHI DUNIA PUSTAKA

1. Teks ulasan juga disebut teks review. Ulasan pada umumnya ditulis dalam bentuk
artikel, sehingga teks ulasan dapat disebut artikel ulasan. Di lingkungan kita, karena
ulasan biasanya dibuat terhadap buku, teks ulasan dinamakan ulasan buku, resensi
buku, atau timbangan buku. Sesungguhnya, ulasan tidak harus dibuat terhadap buku,
tetapi juga dapat dibuat untuk karya-karya lain seperti artikel, karya sastra (cerpen,
novel, drama, dan puisi), serta karya seni (musik, tari, kriya, lukis, pertunjukan, dan
film).
2. ulasan buku disusun dengan struktur teks identitas^orientasi^tafsiran
isi^evaluasi^rangkuman evaluasi.
3. ulasan buku (sebagai salah satu teks akademik) merupakan perwujudan dari proses
sosial yang terjadi di lingkungan budaya akademis, dan teks akademik disusun dengan
struktur teks khusus melalui tahapan-tahapan tertentu untuk merealisasikan tujuan
sosialakademik teks tersebut (Martin & Rose, 2003:7-8). Dengan kata lain, ulasan
buku harus ditulis sesuai dengan konvensi yang berlaku di lingkungan sosial-
akademik.
4. Identitas
Ulasan buku lazimnya diawali dengan memberikan informasi tentang identitas buku
yang diulas. Meskipun mengandung informasi yang penting, sesungguhnya identitas
bersifat opsional pada struktur teks.
5. Orientasi Tahapan
Orientasi identik dengan pengantar kepada seluruh ulasan. Tahapan ini berfungsi
untuk: (1) menyampaikan informasi tentang buku apa yang diulas (dalam hal jenis
dan aliran ilmu yang disajikan), siapa penulisnya (dalam hal jati dirinya), dan siapa
pembaca yang dituju (dalam hal segmentasinya); (2) memposisikan buku yang diulas;
dan (3) menyatakan pendapat pengulas tentang buku itu.
6. Tahapan Tafsiran
Isi Tahapan Tafsiran Isi memuat: (1) penceritaan ulang tentang hal yang dilakukan
oleh penulis saat ia menulis buku itu; (2) isi atau ringkasan buku yang diulas sebagai
hasil dari pembacaan oleh pengulas terhadap buku itu; dan (3) perbandingan isi buku
yang diulas dengan buku-buku lain yang sejenis.

7. Evaluasi
Tahapan Evaluasi berfungsi untuk menilai karya yang diulas. Dapat dikatakan bahwa
Tahapan Evaluasi adalah bagian inti dari teks ulasan, karena pada tahapan inilah
pengulas dituntut untuk memberikan penilaian analitis, objektif, dan kritis atas buku
atau materi yang diulas.
8. Rangkuman Evaluasi Tahapan Rangkuman Evaluasi berisi simpulan dan saran atas
ulasan buku yang dibuat. Pada bagian pertama tahap ini, penulis teks ulasan memberi
simpulan akhir mengenai buku yang diulas dan pandangan subjektif pengulas atas
buku yang diulas dengan berdasarkan pada Tahapan Orientasi, Tafsiran Isi, dan
Evaluasi yang diberikan sebelumnya.
9. Langkah-langkah operasional untuk menghasilkan ulasan buku yang baik dan benar:
a. Mencari buku yg diulas.
b. Membaca kritis
c. Membuat ringkasan
d. Menentukan kriteria penilaian
e. Mencari buku pembending dan referensi untuk rujukan
f. Menulis ulasan yang dimadsud
Resensi Buku

ALAT-ALAT PERKAKAS

Judul : Alat-alat perkakas 3

Penulis : C.Van Terheijden

Penerbit : Binacipta

Cetakan : Pertama edisi Indonesia

Tebal : 399 halaman

Tahun : 1981

(1) Buku ini berjudul alat alat perkakas yang cocok diperuntukan untuk SMK maupun
kuliah jurusan teknik pemesinan supaya dipelajari untuk memperdalam pengetahuan
tentang alat alat perkakas tangan.
(2) Untuk memberi bentuk yang dikehendaki dari suatu mesin alat-alat dan seterusnya,
banyak berbagai penerapan metode pengerjaan. Pengerjaan-pengerjaan sayatan
mendapat tempat tempat yang penting.
(3) Mesin bubut senter digunakan untuk mengerjakan benda benda putar. Benda benda
putar ini, disebut benda kerja atau produk yang memperoleh gerak utama putaran
yang beraturan. Benda kerja dicekam di dalam lengkapan penjepit atau antra center
center. Mesin bubut center sering disebut mesin bubut biasa.merupakan alat perkakas
dengan banyak kemungkinan. Pertama, mengkartel yaitu membuat permukaan kasar
agar benda saat dipegang tidak licin. Kedua, pembubutan tirus yaitu membubut benda
kerja berbentuk kerucut. Ketiga bubut eksentris yaitu membuat benda dengan
memiliki dua garis sumbu yang berjarak.dan masih banyak lagi yang dapat
dikerjakan. Mesin bubut pistol yaitu mesin bubut yang lebih ekonomis semua
perkakas yang diperlukanuntuk pengerjaan disinidipasang pada sebuah kepala
revolver. Mesin bubut otomat yaitu mesin yang melakukan sendiri semua perbuatan
yang diperlukan, hasilnya akan meningkat dalam tempo yang konstan. Mesin bubut
ini biasanya yang digunakan dalam industri manufatur karena jenis ini lebih efektif.
Dan maasih ada jenis mesin bubut yang lain yaitu mesin bubut kepala, mesin bubut
korsel, mesin bubut korsel, mesin bubut penyalin, mesin bubut penyalin.
(4) Mesin gerak (bor) adalah alat perkakas yang sederhana konstruksinya. Mesin bor
digunakan untuk pengeboran, peluasan, pembenaman, pengetapan dan seterusnya.
Dengan lain perkataan untuk pembuatan dan pengerjaan akhir lubang lubang silindris.
Pertama, Mesin bor meja yaitu mesin bor yang paling kecil yang sederhana, mesin ini
ditempatkan dalam bangku. Kedua, mesin bor tiang yaitumesin ini digunakan untuk
mengerjakan benda benda yang tinggi. Ketiga, mesin bor radial yaitu mesin yang
digunakan untuk pengeboran tiap lubang dari benda kerja yang besar dan berat. Dan
masih ada lagi jenis mesin bor yang lain yaitu, mesin bor lemari, mesin bor berporos
majemuk, mesin bor kordinat mesin bor dan frais horisontal. Disamping menjelaskan
tentang jenis mesin bor buku ini juga menjelaskan tentang perkakas perkakasnya.
(5) Mesin frais adalah mesin yang digunakan untuk pengerjaan bidang bidang rata, alur,
penggigian dan seterusnya. Pertama mesin frais horisontal adalah mesin yang poros
utamanya horisontalyang mempunyai bantalan didalam sebuah rangka yang berbentuk
lemari. Kedua, mesin frais vertikal mesin ini lebih mudah untuk pengerjaan dibandi
mesin frais horisontal. Ketiga, mesin frais portal adalah mesin frais yang digunakan
untuk pengefraisan benda benda yang panjang dan berat. Keempat, mesin frais roda
gigi yaitu mesin frais yang digunakan untuk pembuatan roda gigi.selain menjelaskan
jenis jenis mesin frais buku ini juga menerangkan pemasangan frais dan jug
pengerjaan pengerjaan yang mengunakan mesin frais.
(6) Terdapat banyak kelebihan dalam buku ini yang memuat materi yang detail cocok
untuk mahasiswa jurusan pendidikan teknik mesin. Penyusunan bab yang baik
memudahkan pembaca untuk lebih cepat mencari materi yang dibutukan.
(7) Akan tetapi, buku ini juga bukan tanpa kelemahan, buku ini masih berwarna hitam
putih karena cetakan lama. Karena buku ini merupakan cetakan lama, terdapat
beberapa penjelasan yang kurang terhadap berbagai jenis mesin produksi yang sudah
mengikuti teknologi jaman sekarang meskipun pada dasarnya konsep kerja mesin
produksi masih sama dengan keluaran yang sama dengan buku ini.
(8) Buku Alat-alat Perkakas 3 sangat berguna, khususnya bagi siswa maupun mahasiswa
jurusan teknik mesin. Informasi detail tentang jenis-jenis mesin produksi yang
digunakan dalam dunis teknik mesin, dapat dijadikan sebagai pedoman sebelum
melakukan praktek kerja di workshop teknik mesin maupun dalam praktek kerja
lapangan. Saran saya setelah membaca buku ini anda diharapkan dapat mempelajari
alat alat perkakas untuk menunjang kegiatan praktek dalam dunia perkuliahan atau
disaat nanti kerja.