Anda di halaman 1dari 2

BEARING

Bearing dalam Bahasa Indonesia berarti bantalan. Dalam ilmu mekanika bearing adalah
sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relatif antara dua atau lebih
komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan. Bearing menjaga poros
(shaft) agar selalu berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen
yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya.

Bearing dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Jika berdasarkan gesekan yang terjadi pada bearing, maka bearing terbagi menjadi dua
jenis yakni:

 Anti-friction bearing : yaitu bearing yang tidak akan menimbulkan gesekan. Contoh:
roller dan ball bearing
 Friction bearing : yakni bearing kerjanya dapat menimbulkan gesekan.
Contoh: bush dan plain bearing.

2. Jika dilihat dari beban yang ditahan oleh bearing, maka berikut adalah jenis-jenisnya:

 Journal Bearing: adalah bearing yang didesain untuk menahan beban yang tegak
lurus terhadap sumbu shaft horisontal.
 Foot step atau pivot bearing: adalah bearing yang didesain pada poros vertikal untuk
menahan beban yang paralel terhadap sumbu poros tersebut.
 Thrust bearing: adalah bearing yang didesain untuk menahan beban horisontal yang
paralel dengan sumbu poros horisontal.

Perawatan bearing, seal dan gasket diawali dengan proses pemasangannya. Hal ini berarti
proses pemasangan yang baik merupakan langkah awal untukmendapatkan umur pemakaian
yang panjang. Tahapan penting yang berdampak besar pada masa pakai bearing dapat
diketahui selama masa pakai bearing. Tahapan-tahapan tersebut adalah pemasangan,
pelumasan, pelurusan, pemantauan kondisi dasar dan pelepasan. Dengan menerapkan praktik
pemeliharaan yang tepat dan menggunakan alat pemasangan yang benar, Anda dapat
memperpanjang masa pakai bearing dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi sesuai
dengan spesifikasi pabrik.

Ada beberapa tips sederhana untuk menjaga bearing masa pemakaiannya


semakin baik, yaitu:
 Pertama, jangan membiasakan utuk mengelap bearing yang baru dibukadari
bungkusnya, karena jika dilap kandungan grease aka antikarat malah hilang, sehingga
laher akan cepat berkarat. Dalam beberapa referensi jangka waktu grease melindungi
laher sampai batas minimal 5 tahun.
 Kedua, kebiasaan jelek yang lain adalah ketika memasang bearing barukita sering
memberi gemuk atau grease secara berlebihan. Hal ini akan membuat pelumas yang
kita tambahkan tersebut mengalir kemana-mana, karena kelebihan volume. Grease
yang tercecer akan membuat debu ataupun gram (serbuk logam hasil gesekan)
melekat di grease tersebut.
 Ketiga, dibutuhkan pengontrolan yang periodik sekita 3 – 5 tahun sekali pada bearing
yang menggunakan pelumasan grease. Namun tidak dibutuhkan pengontrolan
periodik pada bearing yang terendam dalam minyak pelumas.