Anda di halaman 1dari 9

Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat

Lantai

Contoh Soal :
Sistem lantai dengan balok monolit, dengan kolom persegi (seperti tergambar). Tinggi
bersih tiap lantai 3,8m. hanya terdapat beban gravitasi. Beban mati 4,8 KN/m 2, beban
hidup 2,5 KN/m2. Mutu bahan f’c = 30 MPa, dan fy = 400 MPa. Jika digunakan balok
30/60 dengan tebal plat 140 mm, maka :
1. Hitunglan kebutuhan tulangan dengan metode perencanaan langsung dan
bandingkan dengan cara table Mc. Arthur untuk plat lantai bagian paling tengah
yang dianggap mewakili seluruh plat.
2. Gambarkan penulangan panel
plat tersebut.

Penyelesaian :
A. PERENCANAAN DENGAN METODE LANGSUNG
a). Balok B1
Lebar efektif (bE) diambil yang terkecil dari persamaan berikut :
bE = bw + 2(h-t) = 300 + 2 (600-140) = 1220 mm
bE = bw + 8t = 300 + 8 x 140 = 1420 mm
bE 1220 t 140
1   1  3,07 dan   0,23
bw 300 h 600

 bE   t    t 
2
t t  bE
1   1   4  6   4     1 
 bw   h   h h  bw  h 
k
 bE   t 
1   1  
 bw   h 

1  (3,07).(0,23).[4  6(0,23)  4(0,23) 2  (3,07).(0,23) 2 ]


k
1  (3,07).(0,23)
k = 1,825

45
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

bw.h 3 300.(600) 3
I b  k.  1,825.  9,855.10 9 mm4
12 12
420.140 3
Is   9,604.10 7 mm4
12
Ecb .I b
1  ; karena Ecb = Ecs , sehingga :
Ec s .I s

9,855.10 9
1   102,61
9,604.10 7
b). Balok B2
Lebar efektif (bE) diambil yang terkecil dari persamaan berikut :
bE = bw + 2(h-t) = 300 + 2 (600-140) = 1220 mm
bE = bw + 8t = 300 + 8 x 140 = 1420 mm
bE 1220 t 140
1   1  3,07 dan   0,23
bw 300 h 600

 bE   t    t 
2
t t  bE
1   1   4  6   4     1 
 bw   h   h h  bw  h 
k
 bE   t 
1  1
 bw   h 

1  (3,07).(0,23).[4  6(0,23)  4(0,23) 2  (3,07).(0,23) 2 ]


k
1  (3,07).(0,23)
k = 1,825
bw.h 3 300.(600) 3
I b  k.  1,825.  9,855.10 9 mm4
12 12
680.140 3
Is   1,555.10 8 mm4
12
9,855.10 9
2   63,38
1,555.10 8
c). Cek Tebal Plat
2. 1  2. 2 2 x102,61  2 x 63,38
m    82,995
4 4
Dalam SNI 03-2847-2002, pasal 11.5.3.3 untuk αm > 2,0 ketebalan pelat minimum
tidak boleh kurang dari 90 mm, dan tidak boleh pula kurang dari :
 fy 
ln 0,8  
1500 
h 
36  9 

46
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

ln 1 6800  300
   1,67 , Maka :
ln 2 4200  300

 400 
6500 0,8  
 1500  mm
h  135,87
36  9 x1,67
Diperoleh tebal plat minimum menurut SNI 03-2847-2002 = 135 mm < 140 mm,
maka tebal plat 140 mm dapat digunakan.
d). Cek Apakah Boleh Menggunakan Perencanaan Langsung.
Dalam SNI 03-2847-2002 pasal 15.6 ada beberapa syarat yang jika kesemuanya
terpenuhi barulah perencanaan pelat dengan metode perencanaan langsung dapat
digunakan.
1. Pada soal terdapat 3 bentang………………….OK!!!
680
2. Perbandingan sisi panjang dan pendeknya  1,62 < 2 ………….OK!!!.
420
3. Panjang bentang yang bersebelahan sama. (tidak berbeda lebih dari sepertiga
bentang terpanjang) ………………..OK!!!.
4. WL = 2,5 KN/m2 < 2WD = 2 x 4,80 = 9,6 KN/m2 …………………OK!!!.

 1 xl 2 2 102,61x 420 2
5. 2
  0,9995 ; syarat : 0,2 ≤ 0,9995 ≤ 5 …………..OK!!!.
 2 xl1 63,38 x680 2
Karena semua syarat terpenuhi maka perencanaan pelat dengan metode
perencanaan langsung dapat digunakan.
e). Menentukan Momen Total Berfaktor/Momen Statis
Dalam SNI 03-2847-2002 pasal 15.6.2.2. Nilai momen total berfaktor adalah :
2
wll
Mo  u 2 n
8
Wu = 1,2 WD + 1,6 WL
= 1,2 x 4,8 + 1,6 x 2,5 = 9,76 KN/m2

Portal A → MoA = (1/8) x 9,76 x 4,2 (6,8 – 0,3)2 = 216,489 KNm.


Portal B → MoB = (1/8) x 9,76 x 6,8 (4,2 – 0,3)2 = 126,182 KNm.

Portal B
Portal A

47
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

f). Distribusi Momen Total Berfaktor.


Dalam SNI 03-2847-2002 pasal 15.6.3.2. Nilai momen total berfaktor didistribusi
sebesar 0,65 untuk momen terfaktor negative dan 0,35 untuk momen terfaktor
positif. Sehingga untuk :
1. Portal A
- Momen negatif (MoA-) = 0,65 x MoA = 0,65 x 216,489 = 140,719 KNm.
- Momen positif (MoA+) = 0,35 x MoA = 0,35 x 216,489 = 75,77 KNm.
2. Portal B
- Momen negatif (MoB-) = 0,65 x MoB = 0,65 x 126,182 = 82,018 KNm.
- Momen positif (MoB+) = 0,35 x MoB = 0,35 x 126,182 = 44,164 KNm.

g). Momen Terfaktor Negatif dan Positif pada Lajur Kolom, Balok, dan Lajur Tengah.
Pendistribusian momen terfaktor negative dan positif didasarkan pada SNI 03-
2847-2002 pasal 15.6.4 dan 15.6.5 sebagai berikut.
1. Portal A
l 2 420
  0,618 dan pada perhitungan sebelumnya α1= 102,61 maka
l1 680

l2
1. = 102,61 x 0,618 = 63,41
l1
Berdasarkan hasil tersebut maka lajur kolom direncanakan mampu memikul
momen negatif dan positif sebesar 86,46% (interpolasi linear antara 90% dan

l2
75%) dan sisanya kepelat lajur tengah. Selanjutnya untuk  1 . ≥ 1, maka
l1
85% dari momen pelat lajur kolom (yang 86,46%) dialokasikan kebalok dan
sisanya tetap dipikul oleh pelat lajur kolom, sehingga diperoleh :

48
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

Jenis Momen Momen Lajur kolom (86,46%) Momen Pelat


Momen Total Tepi (13,54%)
(KN.m) Balok (85%) Pelat Lajur Kolom (15%) (KN.m)
(KN.m) (KN.m)
Negatif 140.719 103.416 18.250 19.053
Positif 75.77 55.684 9.827 10.259

2. Portal B
l 2 680
  1,62 dan pada perhitungan sebelumnya α2= 83,38 maka
l1 420

l2
2. = 63,38 x 1,62 = 102,68
l1
Berdasarkan hasil tersebut maka lajur kolom direncanakan mampu memikul
momen negatif dan positif sebesar 56,4% (interpolasi linear antara 75% dan

l2
45%) dan sisanya kepelat lajur tengah. Selanjutnya untuk  1 . ≥ 1, maka
l1
85% dari momen pelat lajur kolom (yang 56,4%) dialokasikan kebalok dan
sisanya tetap dipikul oleh pelat lajur kolom, sehingga diperoleh :

Momen Momen Lajur kolom (56,4%) Momen Pelat Tepi


Jenis
Total Balok (85%) Pelat Lajur Kolom (15%) (43,6%)
Momen
(KN.m) (KN.m) (KN.m) (KN.m)
Negatif 82.018 39.319 6.939 35.760
Positif 44.164 21.172 3.736 19.256

g). Rencana Penulangan dan Cek Kapasitas


1. Arah Memanjang

49
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

Pelat jalur kolom Pelat jalur tengah


Momen Penampang Kritis
Negatif Positif Negatif Positif

Mu (KN.m) 18.25 9.827 19.053 10.259

d eff (mm) 114 114 114 114

b (lbr jalur) (mm) 4200 4200 4200 4200


Mu
Rn  (MPa) 0.393 0.212 0.411 0.221
bd 2
f ' c  2 Rn 

  0,85 
1 1
 0.00099 0.00053 0.00104 0.00056
fy  0,85 f ' c 
1,4
ρmin = 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035
f 'c
f 'c
= 0.0034 0.0034 0.0034 0.0034
4 fy

ρmin terpakai 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035


0,85 1 f ' c 600
b  0.0325 0.0325 0.0325 0.0325
fy 600  fy
ρ maks 0.0244 0.0244 0.0244 0.0244

ρ terpakai 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035

As = ρ b d (mm2) 1675.8 1675.8 1675.8 1675.8

Tulangan Terpakai Ø12-250 Ø12-250 Ø12-250 Ø12-250

As ada (mm2) 1898.4 1898.4 1898.4 1898.4


Asada fy
a (mm) 7.09 7.09 7.09 7.09
0,85 f ' c b
 a
M n  Asada fy  d   (KN.m) 83.88 83.88 83.88 83.88
 2
Ø Mn (KN.m) 71.29 71.29 71.29 71.29

Ø Mn > Mu OK OK OK OK

2. Arah Pendek

Momen Penampang Kritis Pelat jalur kolom Pelat jalur tengah

50
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

Negatif Positif Negatif Positif

Mu (KN.m) 6.939 3.736 35.76 19.256

d eff (mm) 102 102 102 102

b (lbr jalur) (mm) 6800 6800 6800 6800


Mu
Rn  (MPa) 0.115 0.062 0.595 0.320
bd 2
f ' c  2 Rn 

  0,85 
1 1
 0.00029 0.00016 0.00150 0.00081
fy  0,85 f ' c 
1,4
ρmin = 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035
f 'c
f 'c
= 0.0034 0.0034 0.0034 0.0034
4 fy

ρmin terpakai 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035


0,85 1 f ' c 600
b  0.0325 0.0325 0.0325 0.0325
fy 600  fy
ρ maks 0.0244 0.0244 0.0244 0.0244

ρ terpakai 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035

As = ρ b d (mm2) 2427.6 2427.6 2427.6 2427.6

Tulangan Terpakai Ø12-250 Ø12-250 Ø12-250 Ø12-250

As ada (mm2) 3073.6 3073.6 3073.6 3073.6


Asada fy
a (mm) 7.09 7.09 7.09 7.09
0,85 f ' c b
 a
M n  Asada fy  d   (KN.m) 121.04 121.04 121.04 121.04
 2
Ø Mn (KN.m) 102.89 102.89 102.89 102.89

Ø Mn > Mu OK OK OK OK

B. PERENCANAAN DENGAN CARA TABEL Mc. ARTHUR


La 420
m   0,62
Lb 680

51
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

Dengan posisi pelat seperti gambar


disamping, maka dari tabel Mc. Arthur
diperoleh nilai-nilai berikut :
Ca- = 0,0794 Cb- = 0,00116
+ +
CaD = 0,0332 C bD = 0,004
+ +
CaL = 0,056 C bL = 0,0082

Beban yang bekerja WD = 4,8 KN/m2 dan WL = 2,50 KN/m2; maka beban ultimit untuk 1
m lebar adalah:
Wu = 1,2 WD + 1,6 WL = 1,2 x 4,8 + 1,6 x 2,5 = 9,76 KN/m
a) Momen Negatif dan Momen Positif
Ma- = Ca- Wu La2
= 00794 x 9,76 x 4,22 = 13,67 KN.m
Mb- = Cb- Wu Lb2
= 0,0011 x 9,76 x 6,82 = 0,496 KN.m
Ma+ = [CaD- 1,2WD La2] + [CaL- 1,6WL La2]
= [0,0332 x 1,2 x 4,8 x 4,22] + [0,056 x 1,6 x 2,5 x 4,22]
= 7,325 KN.m
Mb+ = [CbD- 1,2WD Lb2] + [CbL- 1,6WL Lb2]
= [0,004 x 1,2 x 4,8 x 6,82] + [0,0082 x 1,6 x 2,5 x 6,82]
= 2,582 KN.m

b) Rencana Penulangan dan Cek Kapasitas

Pelat jalur kolom Pelat jalur tengah


Momen Penampang Kritis
Negatif Positif Negatif Positif

Mu (KN.m) 13.67 0.496 7.325 2.582

d eff (mm) 114 114 114 114

b (lbr jalur) (mm) 1000 1000 1000 1000


Mu
Rn  (MPa) 1.237 0.045 0.663 0.234
bd 2
f ' c  2 Rn 

  0,85 
1 1
 0.00317 0.00011 0.00168 0.00059
fy  0,85 f ' c 
1,4
ρmin = 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035
f 'c

52
Bahan Ajar Struktur Beton Bertulang Pelat
Lantai

f 'c
= 0.0034 0.0034 0.0034 0.0034
4 fy

ρmin terpakai 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035


0,85 1 f ' c 600
b  0.0325 0.0325 0.0325 0.0325
fy 600  fy
ρ maks 0.0244 0.0244 0.0244 0.0244

ρ terpakai 0.0035 0.0035 0.0035 0.0035

As = ρ b d (mm2) 399 399 399 399

Tulangan Terpakai Ø12-250 Ø12-250 Ø12-250 Ø12-250

As ada (mm2) 452 452 452 452


Asada fy
a (mm) 7.09 7.09 7.09 7.09
0,85 f ' c b
 a
M n  Asada fy  d   (KN.m) 19.97 19.97 19.97 19.97
 2
Ø Mn (KN.m) 16.97 16.97 16.97 16.97

Ø Mn > Mu OK OK OK OK

C. PERBANDINGAN HASIL PERENCANAAN


Dari hasil perhitungan, berikut adalah hasil perbandingan Momen dan Penulangan
yang dihasilkan dengan metode perencanaan langsung dan cara table Mc. Arthur.

Momen/meter (KN.m) Penulangan


Arah
Per. Langsung Mc Arthur Per. Langsung Mc Arthur
1. Melebar
- Negatif 5,259 13,67 Ø12-250 Ø12-250
- Positif 2,832 7,325 Ø12-250 Ø12-250
2. Memanjang
- Negatif 4,537 0,325 Ø12-250 Ø12-250
- Positif 2,443 2,582 Ø12-250 Ø12-250

53