Anda di halaman 1dari 107

SOAL UKAI 101-150

101. Industri farmasi sedang mengembangkan tablet amoksisilin 500. Sebagai standar
persyartan harus dibuat kemasan luar/karton dan diberi logo. Logo yang harus
dicantumkan dalam kemasan yaitu…
Jawaban D. Amoksisilin
Amoksisilin termasuk dalam golongan obat keras (daftar G) yang harus dibeli dengan
resep dokter dan obatnya generik
a. Lingkaran berwarna hijau tanda untuk obat bebas
b. Lingkaran berwarna biru tanda untuk obat bebas terbatas (daftar W)
c. Lingkaran putih logo merah tanda untuk obat narkotika & psikotropika (daftar O)
d. Lingkaran merah dengan tanda K tanda untuk obat keras (daftar G)
e. Lingkaran hijau bergaris  tanda untuk obat generik

102. Seorang pasien laki-laki dibawa ke ugd diakibatkan singkong diketahui keracunan sianida.
Antidota yang harus diberikan?

a. Natrium Sulfat c. Natrium Tiosulfat

b. Feri Sulfat d. Natrium bikarbonat

Jawaban C

Penyebab keracunan singkong adalah asam sianida yang terkandung di dalamnya.


Bergantung pada jenis singkong kadar asam sianida berbeda-beeda. Namun tidak semua orang
yang makan singkong akan menderita keracunan. Hal ini disebabkan selain kadar asam sianida
yang terdapat dalam singkong itu sendiri, juga dapat dipengaruhi oleh cara pengolahannya
sampai dimakan.Asam sianida adalah suatu racun yang menyebabkan asfiksia. Asam ini akan
menggangu oksidasi ke jaringan dengan jalan mengikat enzim sitokrom oksidase. Akibatnya
oksigen tidak dapat dipergunakan oleh jaringan dan tetap tinggal dalam pembuluh darah vena
yang berwarna merah cerah oleh adanya oksihemoglobin. Ikatan antara sitokrom oksidase
dengan HCN bersifat reversibel. Oleh karena adanya ikatan ini, O2 tidak dapat digunakan oleh
jaringan sehingga organ yang sensitif terhadap kekurangan O2 akan sangat menderita terutama
jaringan otak. Akibatnya akan terlihat pada permulaan suatu tingkat stimulasi daripada susunan
saraf pusat yang disusul oleh tingkat depresi dan akhirnya dapat timbul kejang oleh hipoksia
dan kematian oleh kegagalan pernafasan (Ward dan Wheaticy, 1947).

A. Natrium sulfat
Natrium sulfat digunakan untuk pengobatan hemeopati memperkuat sistem hati dan
ginjal. Natrium sulfat bersifat tonik hati yang membantu sbb:
 Haid  karena hati penting dalam metabolisme asam lemak, natrium sulfat
membantu menyeimbangkan hormon dalam keluarga prostaglandin yang
mengontrol otot-otot rahim.
 Vitamin dam mineral  untuk meningkatkan pencernaan penyerapan vitamin
dan mineral yang penting untuk wanita dengan ensometriosis selama siklus
menstruasi.
 Ginjal  membantu ginjal untuk mengeluarkan racun tubuh melalui saluran
kemih.

B. Ferri sulfat
Digunakan untuk pengobatan defisiensi zat besi, digunakan untuk membentengi
makanan dan untuk mengobati anemia. Sembelit merupakan efek samping yang sering
dan tidak nyaman terkait dengan pemberian suplemen zat besi oral.

C. Natrium tiosulfat
Natrium tiosulfat termasuk antidotum sianida dengan mekanisme dektoksifikasi
sulfur dimana sianida dapat diubah menjadi tiosianat dengan menggunakan natrium
tiosulfat. Pada proses kedua membutuhkan donor sulfur agara rodanase dapat mengubah
sianmethemoglobin menjadi tiosianat karena donor sulfur endogen biasanya terbatas.
Ion tiosianat kemudian diekskresikan melalui ginjal.
Natrium tiosulfat merupakan donor sulfur yang mengkorvesi sianida menjadi
bentuk yang lebih non toksik, tiosianat dan enzyme sulfur transfer yaitu rhodanase. Rute
utama detoksifikasi sianida dalam tubuh adalah mengubahnya menjadi tiosianat oleh
rhodanase. (Meredith, 1993).
Diberikan natrium tiosulfat 30% sebanyak 10-30 ml secara intravena perlahan.
Bila sukar menemukan pembuluh darah vena dapat dilakukan venoklisis atau pemberian
dapat dilakukan secara intramuskular. Cara pemberian natrium tiosulfat ialah mula-mula
dengan menyuntikan obat tersebut sebanyak 10ml intravena. Kemudian penderita
dicubit untuk mengetahui apakah kesaran sudah pulih. Bila penderita belum sadar dapat
diberikan lagi 10 ml natrium tiosulfat.

D. Natrium bikarbonat
Digunakan untuk pengobatan antasida. Karena senyawa ini memiliki sifat basa dan
senyawa ini juga seringkali dipakai untuk obat penetral asam yang biasanya digunakan
oleh pasien asidosi tubulus renalis atau biasanya disebut ATR.
102.
103. Seorang pasien perempuan berumur 35 tahun. Mendatangi apotek untuk
meminta informasi obat. Dia meminta informasi tentang obat untuk menunda
mestruasi karena 1 minggu ke depan akan melaksanakan ibadah umroh. Sebagai
apoteker obat apa yang direkomendasikan.?

Jawaban D. Noristeron

FARMAKODINAMIK
Noretisteron atau noristeron adalah suatu progestational oral. Seperti progesteron,
Noretisteron akan menghasilkan perubahan sekretori pada endometrium. Noretisteron menunda
haid bila diberikan sebelum atau pada saat perdarahan haid. Noretisteron menunjukkan aktivitas
biologiknya terutama melalui interaksi dengan reseptor-reseptor yang terdapat pada berbagai
jaringan, khususnya pada saluran reproduksi, payudara, hepar dan otak. Pada sejumlah
jaringan, terutama endometrium, Noretisteron berikatan dengan reseptor progesteron. Afinitas
pengikatan Noretisteron pada reseptor di endometrium serupa dengan progesteron

KONTRAINDIKASI

Norelut merupakan suatu obat yang berisikan dengan senyawa hormone progesterone, yaitu
norethisterone. Hormone progesterone ini sering digunakan dalam kasus-kasus kandungan dan
kebidanan.

Beberapa kegunaan dari Norelut yaitu pada gangguan keseimbangan hormone yang
menyebabkan :

 Amenorea (tidak mendapat menstruasi), baik primer ( tidak pernah menstruasi


sebelumnya) atau sekunder (pernah menstruasi sebelumnya);
 Perdarahan rahim disfungsional;

 Endometriosis;

 Sindrom premenstrual.

Semua obat yang beredar pasti memiliki kontraindikasi atau larangan pemakaian pada orang
dengan kondisi tertentu. Sebelumnya menggunakan suatu obat, pelajari terlebih dahulu
mengenai kontraindikasi agar Anda tidak salah mengkonsumsi obat.

Berikut adalah larangan-larangan dan kontraindikasi dari Norelut, yaitu:

 Riwayat gangguan pembuluh darah;


 Adanya kerusakan hati;

 Kanker yang dipicu oleh hormone seksual, terutama progesterone, seperti kanker
payudara.

 Wanita yang sedang hamil dan menyusui;

 Pasien dengan diabetes mellitus (DM) dengan gangguan pada pembuluh darah

EFEK SAMPING

Efek samping dari Norelut, antara lain keluarnya bercak darah dari kemaluan (vagina)
yang berasal dari rahim, menurunnya jumlah haid hingga tidak haid sama sekali, gangguan
pencernaan seperti mual, dan bengkak pada tubuh.

DOSIS

Norelut beredar dalam sediaan tablet 5 mg. Bagi pasien amenorea dan perdarahan rahim
disfungsional, dosis Norelut yaitu 5-20 mg per hari pada hari ke 5 sampai hari ke 25 dari siklus
menstruasi Anda. Sementara bagi penderita endometriosis, digunakan dosis awal 10 mg/hari
untuk 1 minggu, ditambahkan 5 mg/hari selama 2 minggu, dan terus ditambahkan dengan
interval setiap 2 minggu sampai mencapai dosis maksimal 30 mg/hari, setelah itu diteruskan
hingga 6-8 bulan. Obat-obatan memiliki beberapa kategori. Norelut bukan obat yang dapat
dibeli secara bebas di toko obat atau apotek. Penggunaan Norelut harus melalui konsultasi dan
resep dokter.

104. Pabrik farmasi akan membuat injeksi kering seftriakson, sebelum pembuatan
mereka mencuci vial agar memenuhi standar cpob. Ruang untuk mencuci vial
termasuk klasifikasi pada kelas....
a. Kelas A
b. Kelas B
c. Kelas C
d. Kelas D
e. Kelas E

Jawaban d. Kelas D

Penjelasan :

ANEKS CPOB 2012 (ANEKS 1 Pembuatan Produk Steril)


Kelas A: Zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi (contoh : pengisian, wadah tutup karet,
ampul dan vial terbuka, penyambungan secara aseptis). Kondisi dicapai dengan unit aliran
udara laminar (laminar air flow mengalirkan udara dengan kecepatan merata berkisar 0,36
- 0,54 m/detik (nilai acuan) pada posisi kerja dalam ruang bersih terbuka.
Kelas B: Untuk pembuatan dan pengisian secara aseptik, kelas ini adalah lingkungan latar
belakang untuk zona kelas A.
Kelas C dan D: Area bersih untuk melakukan tahap pembuatan produk steril dengan
tingkat risiko lebih rendah
BPOM RI NO HK.03.1.33.12.12.8195 TAHUN 2012 (TENTANG
PENERAPAN PEDOMAN CARA PEMBUATAN OBAT YANG BAIK)
Kelas A, B, dan C disebut juga white area, ruangan yang masuk kedalam area ini
adalah ruangan yang digunakan untuk penimbangan bahan baku produksi steril, ruang
mixing untuk produksi steril, background ruang filling, laboratorium mikrobiologi
(ruanguji sterilitas). Setiap karyawan yang akan memasuki area ini wajib menggunakan
pakaian antiseptik (pakaian dan sepatu yang tidak melepas partikel). Antara grey area dan
white area dipisahkan oleh ruang ganti pakaian white dan airlock. Airlock berfungsi
sebagai ruang penyangga antara 2 ruang dengan kelas kebersihan yang berbeda untuk
mencegah terjadinya kontaminasi dari ruangan dengan kelas kebersihanlebih rendah
dengan ruang kebersihan yang lebih tinggi.

Kelas D disebut juga Grey area, ruangan yang termasuk kedalam kelas ini adalah
ruang produksi produk non steril, ruang pengemasan primer, ruang timbang, laboratorium
mikrobiologi (ruang preparasi, ruang uji potensi dan inkubasi), ruang sampling digudang.
Setiap karyawan yang masuk kedalam area ini wajib menggunakan gowing (pakaian dan
sepatu grey). Antara black area dan grey area dibatasi ruang ganti pakaian grey dan
airlock

Kelas E disebut juga black area, ruangan yang termasuk kedalam kelas ini adalah
koridor yang menghubungkan ruang ganti dengan area staging bahan kemas dan ruang
kemas sekunder. Setiap karyawan wajib menggunakan pakaian black area (dengan
penutup kepala).

105. seorang ibu pergi ke apotek hendak membeli ciprofloksasin 500 mg sebanyak 20
tablet, tanpa resep dokter untuk suaminya yang terkena infeksi. Apoteker tidak
memberikan, apa alasan yang tepat yang diberikan apotker?
a. Ciprofloksasin merupakan obat keras
b. Belum ada resep ciprofloksasin
c. Menghindari penyalahgunaan obat
d. Menghindari kesalahan penggunaan obat
e. Hanya diberikan 10 tablet
Jawaban : A
Berdasarkan keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor 02396/A/SKA/III/1986
penandaan obat keras dengan lingkaran bulat berwarna merah dan garis tepi berwarna
hitam serta huruf K yang menyentuh garis tepi. Obat-obatan yang termasuk dalam
golongan ini adalah antibiotik, serta obat-obatan yang mengandung hormon (obat
kencing manis, obat penenang, dan lain-lain). Obat-obat ini berkhasiat keras dan bila
dipakai sembarangan bisa berbahaya bahkan meracuni tubuh, memperparah penyakit atau
menyebabkan kematian. Obat-obat ini sama dengan narkoba yang kita kenal dapat
menimbulkan ketagihan. Karena itu, obat-obat ini mulai dari pembuatannya sampai
pemakaiannya diawasi dengan ketat oleh Pemerintah dan hanya boleh diserahkan oleh
apotek atas resep dokter. Tiap bulan apotek wajib melaporkan pembelian dan
pemakaiannya pada pemerintah.
Ciprofloxacin merupakan antibiotik sintetik golongan quinolone yang bekerja
dengan menghambat DNA-girase. Ciprofloxacin efektif terhadap bakteri yang resisten
terhadap antibiotika lain misalnya penisilin, aminoglikosida, sefalosporin dan tetrasiklin.
Ciprofloxacin efektif terhadap bakteri gram-negatif dan gram-positif.

1. Indikasi
Ciproflosasin digunakan untuk mengobati sejumlah infeksi termasuk: infeksi
tulang dan sendi, endokarditis , gastroenteritis , otitis eksterna maligna , infeksi saluran
pernapasan ,selulitis , infeksi saluran kemih , prostatitis , anthrax , chancroid , antara
lain :
 Infeksi saluran kemih (tidak disarankan sebagai antibiotik lini pertama)
 Akut tanpa komplikasi sistitis pada wanita
 Bacterial prostatitis kronis (tidak disarankan sebagai pilihan lini pertama antibiotik)
 Infeksi saluran pernapasan bawah (tidak disarankan sebagai pilihan lini pertama
antibiotik)
 Akut sinusitis (tidak disarankan sebagai pilihan lini pertama antibiotik)
 Kulit dan struktur kulit infeksi
 Infeksi tulang dan sendi
 Infeksi diare
 Demam tifoid (demam enterik) yang disebabkan oleh Salmonella typhi
 Tidak rumit serviks dan uretra gonore (karena N. gonorrhoeae) - namun, indikasi ini
tidak lagi efektif di beberapa daerah (misalnya, negara-negara Asia, Amerika Serikat
(termasuk Hawaii), Kanada, dan Skotlandia) karena resistensi
bakteri.Fluoroquinolones tidak lagi direkomendasikan di Amerika Serikat untuk
indikasi ini.
Ciproflosasin tidak boleh digunakan pada bayi karena mereka belum mengembangkan
enzim yang cukup untuk memetabolisme obat reaksi yang merugikan parah dapat terjadi
pada kelompok pasien ini. Ciproflosasin dapat dilisensikan untuk kegunaan lain, atau
dibatasi, oleh badan pengatur berbagai seluruh dunia.

2. Mekanisme kerja
Ciprofloxacin adalah antibiotik spektrum luas aktif terhadap gram positif dan gram
negatifbakteri. Ini berfungsi dengan menghambat girase DNA , tipe II topoisomerase ,
dan topoisomerase IV, enzim yang diperlukan untuk memisahkan DNA bakteri,
pembelahan sel sehingga menghambat.
Mekanisme ini juga dapat mempengaruhi replikasi sel mamalia. Secara khusus,
beberapa congener ini obat keluarga (misalnya yang mengandung C-8 fluor) Kegiatan
layar tinggi tidak hanya terhadap topoisomerase bakteri tetapi juga terhadap
topoisomerase eukariotik dan beracun bagi sel mamalia dalam kultur dan model
tumor in vivo. Meskipun kuinolon sangat beracun bagi sel mamalia dalam kultur,
mekanisme kerjanya sitotoksik tidak diketahui. Kuinolon yang disebabkan kerusakan
DNA pertama kali dilaporkan pada tahun 1986 (perempuan nakal dan lainnya.).
Studi terbaru menunjukkan hubungan antara sitotoksisitas sel mamalia dari kuinolon
dan induksi mikronukleus . Dengan demikian, beberapa fluoroquinolones dapat
menyebabkan cedera pada kromosom sel eukariotik. Ada terus menjadi perdebatan
mengenai apakah atau tidak ini kerusakan DNA yang akan dianggap sebagai salah satu
mekanisme aksi mengenai efek samping parah dialami oleh beberapa pasien setelah
terapi fluorokuinolon.

3. Kontraindikasi
Kontraindikasi Ciprofloxacin adalah penderita yang hipersensitif terhadap
siprofloksasin atau hipersensitif/alergi terhadap antibiotik golongan quinolone lainnya,
wanita hamil atau menyusui, anak-anak dan remaja yang masih dalam masa
pertumbuhan.

4. Dosis Dan Aturan Pakai


2 kali sehari 100-750 mg.
Gonore akut : dosis tunggal sebesar 250 mg.
Kurangi dosis jika klirens kreatinin kurang dari 20 ml/menit.
Sistitis akut : 2 kali sehari 100 mg selama 3 hari.
5. Efek Samping
 Dapat terjadi keluhan pada saluran pencernaan seperti mual, diare, muntah,
dispepsia, sakit perut, kembung dan anoreksia.
 Dapat terjadi gangguan SSP seperti pusing, sakit kepala, rasa letih.
 Jarang terjadi gangguan penglihatan.
 Efek Ciprofloxacin terhadap darah dapat terjadi eosinofilia, leukositopenia,
leukositosis, anemia.
 Reaksi alergi atau hipersensitivitas terhadap Ciprofloxacind dapat berupa
ruam/reaksi kulit.
 Pada penderita gangguan fungsi hati, dapat meningkatkan serum transaminase.
 Bila terjadi efek samping konsultasikan dengan dokter.
6. Resistensi Bakteri
Ciprofloxacin umumnya digunakan untuk saluran kemih dan infeksi usus (diare) dan
pernah dianggap sebagai antibiotik yang kuat terakhir, digunakan untuk mengobati
infeksi terutama ulet. Tidak semua dokter setuju dengan penilaian ini, terbukti dengan
digunakan secara luas untuk mengobati infeksi ringan serta tidak disetujui
menggunakan.Sebagai hasil dalam beberapa tahun terakhir banyak bakteri sudah kebal
terhadap obat ini, meninggalkan secara signifikan kurang efektif daripada itu akan
menjadi sebaliknya.
Perlawanan untuk fluoroquinolones ciprofloxacin dan lain mungkin berkembang pesat,
bahkan selama pengobatan. Banyak patogen , termasuk Staphylococcus aureus,
enterococci, Streptococcus pyogenes dan Klebsiella pneumoniae (kuinolontahan)
sekarang menunjukkan ketahanan seluruh dunia. Penggunaan hewan luas dari
fluoroquinolones, terutama di Eropa, telah terlibat. Sementara itu, beberapa
Burkholderia cepacia , Clostridium innocuum dan Enterococcus faecium sudah
mengembangkan resistansi terhadap Ciprofloxacin untuk berbagai derajat.
Fluoroquinolones telah menjadi kelas yang paling sering diresepkan antibiotik untuk
orang dewasa pada tahun 2002. Hampir setengah (42%) dari mereka adalah resep
untuk kondisi yang tidak disetujui oleh FDA, seperti bronkitis akut, otitis media, dan
akut infeksi saluran pernapasan atas , menurut sebuah penelitian yang didukung
sebagian oleh Badan Kesehatan Penelitian dan Kualitas. Selain itu, mereka umumnya
diresepkan untuk kondisi medis yang tidak bahkan bakteri untuk mulai dengan, seperti
infeksi virus, atau mereka yang tidak memberikan manfaat terbukti ada.
Daya antibakteri Flurokuinolon jauh lebih kuat dibandingkan dengan kelompok
kuinolon, selain itu kelompok obat ini juga diserap dengan baik pada pemberian oral,
dan beberapa derivatnya tersedia juga dalam bentuk perenteral sehingga dapat
digunakan untuk penanggulangan infeksi berat, khususnya yang disebabkan oleh
kuman Gram-Negatif. Daya antibakterinya terhadap kuman Gram-Positif relatif
Lemah. Yang termasuk golongan ini adalah Siprofloksasin, Ofloksasin, Levofloksasin,
Pefloksasin, Norfloksasin, Enoksasin, Levofloksasin, dan Flerofloksasin

7. Farmakokinetik
Asam Nalidiksat diserap baik melalui saluran cerna tetapi dengan cepat dieksresikan
dengan cepat melaliu Ginjal. Flurokinolon diserap lebih baik melalui saluran cerna
dibandingkan dengan asam nalidiksat. Pefloksasin adalah Flurokuinolon yang
absorpsinya paling baik dan masa paruh eliminasinya paling panjang.
Bioavailabilitasnya pada pemberian peroral sama dengan pemberian parenteral.
Penyerapan Siproflaksin dan Flurokiunolon lainnya akan terhambat bila diberikan
bersama Antasida. Sifat Flurokuinolon yang menguntungkan ialah bahwa golongan
obat ini mampu mencapai kadar tinggi dalam prostat, dan cairan serebrospinalis bila
ada Meningitis, Sifat lainnya yang mengunutngkan adalah masa paruh eliminasinya
panjang sehingga obat cukup diberikan 2 kali dalam sehari.

106. Seorang perempuan 42 tahun pergi ke rumah sakit dan

didiagnosa rheumatoid arthrithris lalu dokter meresepkan

methotreksat dan asam folat. Apa alasan dokter meresepkan asam

folat?

a. Mencegah pembentukan Kristal urea

b. Mencegah peningkatan alanine transferase

c. Menurunkan sekresi asam urat

d. Mencegah kerja xantin oxidase

e. Mencegfah reabsorpsi asam urat

Jawab: d. Mencegah reabsorpsi asam urat

PENJELASAN

Artritis Reumatoid

Definisi Artritis Reumatoid

Artritis Reumatoid atau Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun

sistemik (Symmons, 2006). RA merupakan salah satu kelainan multisistem

yang etiologinya belum diketahui secara pasti dan dikarateristikkan dengan

destruksi sinovitis (Helmick, 2008). Penyakit ini merupakan peradangan

sistemik yang paling umum ditandai dengan keterlibatan sendi yang simetris

(Dipiro, 2008). Penyakit RA ini merupakan kelainan autoimun yang


menyebabkan inflamasi sendi yang berlangsung kronik dan mengenai lebih

dari lima sendi (poliartritis) (Pradana, 2012).

Patofisiologi Artritis Reumatoid

RA merupakan penyakit autoimun sistemik yang menyerang sendi. Reaksi

autoimun terjadi dalam jaringan sinovial. Kerusakan sendi mulai terjadi dari

proliferasi makrofag dan fibroblas sinovial. Limfosit menginfiltrasi daerah

perivaskular dan terjadi proliferasi sel-sel endotel kemudian terjadi

neovaskularisasi. Pembuluh darah pada sendi yang terlibat mengalami oklusi

oleh bekuan kecil atau sel-sel inflamasi. Terbentuknya pannus akibat

terjadinya pertumbuhan yang iregular pada jaringan sinovial yang mengalami

inflamasi. Pannus kemudian menginvasi dan merusak rawan sendi dan

tulang Respon imunologi melibatkan peran sitokin, interleukin, proteinase

dan faktor pertumbuhan. Respon ini mengakibatkan destruksi sendi dan

komplikasi sistemik (Surjana, 2009).

Manifestasi Klinis Artritis Reumatoid

RA dapat ditemukan pada semua sendi dan sarung tendo, tetapi paling

sering di tangan. RA juga dapat menyerang sendi siku, kaki, pergelangan kaki

dan lutut. Sinovial sendi, sarung tendo, dan bursa menebal akibat radang

yang diikuti oleh erosi tulang dan destruksi tulang disekitar sendi

(Syamsuhidajat, 2010).

Ditinjau dari stadium penyakitnya, ada tiga stadium pada RA yaitu (Nasution,

2011):

a. Stadium sinovitis.
Artritis yang terjadi pada RA disebabkan oleh sinovitis, yaitu inflamasi

pada membran sinovial yang membungkus sendi. Sendi yang terlibat

umumnya simetris, meski pada awal bisa jadi tidak simetris. Sinovitis

ini menyebabkan erosi permukaan sendi sehingga terjadi deformitas

dan kehilangan fungsi (Nasution, 2011). Sendi pergelangan tangan

hampir selalu terlibat, termasuk sendi interfalang proksimal dan

metakarpofalangeal (Suarjana, 2009).

b. destruksi

Ditandai adanya kontraksi tendon saat terjadi kerusakan pada jaringan

sinovial (Nasution, 2011).

c. Stadium deformitas

Pada stadium ini terjadi perubahan secara progresif dan berulang kali,

deformitas dan gangguan fungsi yang terjadi secara menetap (Nasution,

2011).

Terapi Artritis Reumatoid

RA harus ditangani dengan sempurna. Penderita harus diberi penjelasan

bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan (Sjamsuhidajat, 2010). Terapi

RA harus dimulai sedini mungkin agar menurunkan angka perburukan

penyakit. Penderita harus dirujuk dalam 3 bulan sejak muncul gejala untuk

mengonfirmasi diganosis dan inisiasi terapi DMARD (Disease Modifying Anti-

Rheumatic Drugs) (surjana, 2009).

Terapi RA bertujuan untuk :

a. Untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami pasien

b. Mempertahakan status fungsionalnya


c. Mengurangi inflamasi

d. Mengendalikan keterlibatan sistemik

e. Proteksi sendi dan struktur ekstraartikular

f. Mengendalikan progresivitas penyakit

g. Menghindari komplikasi yang berhubungan dengan terapi

Terapi Farmakologik Artritis Reumatoid

Dalam jurnal “The Global Burden Of Rheumatoid Arthritis In The Year 2000”,

Obat-obatan dalam terapi RA terbagi menjadi lima kelompok, yaitu

(Symmons, 2006) :

a. NSAID (Non-Steroid Anti-Inflammatory Drugs) untuk mengurangi rasa

nyeri dan kekakuan sendi.

b. Second-line agent seperti injeksi emas (gold injection), Methotrexat dan

Sulphasalazine. Obat-obatan ini merupakan golongan DMARD.

Kelompok obat ini akan berfungsi untuk menurukan proses penyakit

dan mengurangi respon fase akut. Obat-obat ini memiliki efek

samping dan harus di monitor dengan hati-hati.

c. Steroid, obat ini memiliki keuntungan untuk mengurangi gejala

simptomatis dan tidak memerlukan montoring, tetapi memiliki

konsekuensi jangka panjang yang serius.

d. Obat-obatan immunosupressan. Obat ini dibutuhkan dalam proporsi

kecil untuk pasien dengan penyakit sistemik.

e. Agen biologik baru, obat ini digunakan untuk menghambat sitokin

inflamasi. Belum ada aturan baku mengenai kelompok obat ini dalam

terapi RA.
Terapi yang dikelompokan diatas merupakan terapi piramida terbalik,

dimana pemberian DMARD dilakukan sedini mungkin. Hal ini didapat dari

beberapa penelitian yaitu, kerusakan sendi sudah terjadi sejak awal penyakit,

DMARD terbukti memberikan manfaat yang bermakna bila diberi sedini

mungkin, manfaat penggunaan DMARD akan bertambah bila diberi secara

kombinasi, dan DMARD baru yang sudah tersedia terbukti memberikan efek

yang menguntungkan bagi pasien. Sebelumnya, terapi yang digunakan

berupa terapi piramida saja dimana terapi awal yang diberikan adalah terapi

untuk mengurangi gejala saat diganosis sudah mulai ditegakkan dan

perubahan terapi dilakukan bila kedaaan sudah semakin memburuk

(Suarjana, 2009).

DMARD (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs), pemilihan jenisnya pada

pasien harus mempertimbangkan kepatuhan, berat penyakit, pengalaman

dokter, dan penyakit penyerta. DMARD yang paling sering digunakan adalah

MTX (Metrothexate), hidroksiklorokuin atau klorokuin fosfat, sulfasalazin,

leflunomide, infliximab dan etarnecept. (Suarjana, 2009).

METOTREKSAT

Metotreksat merupakan antimetabolit yang bekerja sebagai antagonis folat. merupakan

analog 4-amino, N10-metil asam folat.1 Obat ini banyak digunakan sebagai kemoterapi

antikanker, dan sangat efektif pada leukemia, tumor solid dan koriokarsinoma, beberapa

penyakit autoimun seperti dermatomyositis, Wegener’s granulomatosis, penyakit Crohn,

arthritis reumatoid dan psoriasis.1, 2 Metotreksat bekerja menghambat enzim dihidrofolat

reduktase.1, 2, 3 Dihidrofolat reduktase adalah enzim yang mengkatalisis dihidrofolat menjadi

tetrahidrofolat pada sintesis asam folat. Asam folat dibutuhkan sebagai bahan dasar sintesis

DNA. Antagonis folat khususnya bekerja pada sintesis DNA dan RNA, terutama pada sel-sel

yang membelah dengan cepat, misalnya pada keganasan dan sel-sel myeloid/sumsum tulang.4
Dengan demikian, pemakaian metotreksat sebagai terapi keganasan mempunyai efek samping

yang cukup membahayakan yaitu terjadi penekanan pada proses hematopoesis di sumsum

tulang. Hal tersebut dapat dilihat melalui penurunan jumlah leukosit di sirkulasi darah tepi.1, 2,

3, 4 Leukosit dibentuk melalui leukopoesis yang merupakan bagian dari hematopoesis.

Leukosit berfungsi sebagai alat pertahanan terhadap masuknya benda asing dalam tubuh,

khususnya mikroorganisme.5 Pembentukan immunoglobulin atau antibodi spesifik terhadap

suatu kuman penyakit juga diperankan oleh leukosit terutama limfosit. Penurunan jumlah

leukosit (leukopenia) pada pasien-pasien yang mengalami depresi sumsum tulang akibat

kemoterapi antikanker seperti metotreksat dapat menyebabkan turunnya imunitas,

ASAM FOLAT

Farmakologi

Asam folat di dalam hati direduksi menjadi zat aktifnya THFA (tetrahydrofolic

acid), suatu ko-enzin yang penting sekali bagi sintesis DNA dan RNA serta

pembelahan sel. Oleh karena itu, kekurangan asam folat bisa mengakibatkan

anemia primer megaloblaster (Tjay dan Kirana, 2002).

Dalam keadaan normal, 5-20 mg folat disimpan di dalam hati dan jaringan-

jaringan lain. Folat dieksresikan ke dalam urin dan feses, sehingga kadar

serum turun dalam beberapa hari bila asupan berkurang. Karena cadangan

folat dalam tubuh relatif rendah dan kebutuhan harian tinggi, maka

defisiensi folat dan anemia megaloblastik dapat terjadi 1-6 bulan setelah

asupan asam folat berhenti, bergantung pada status nutrisi pasien dan

kecepatan penggunaan folat.

Defisiensi folat dapat disebabkan oleh obat-obatan yang mengganggu

absorpsi asam folat atau metabolisme asam folat di dalam tubuh. Fenitoin,
beberapa antikonvulsan, kontrasepsi oral dan isoniazid dapat menyebabkan

defisiensi dengan menghambat metabolisme asam folat di usus. Obat-obat

lain seperti metrotreksat, trimetoprim menghambat dihidrofolat reduktase

dan menyebabkan anemia megaloblastik (Katzung, 1997).

Farmakologi / mekanisme aksi asam folat

Asam folat disiapkan secara sintesis. Secara alami konjugat asam folat (folat makanan,

pteroylpolyglutamates) yang ada dalam berbagai makanan, terutama hati, ginjal, ragi, sayuran

berdaun hijau, sayuran lainnya, buah jeruk dan jus, dan legumes. Sebuah sumber eksogen asam

folat diperlukan untuk sintesis nukleoprotein dan pemeliharaan erythropoiesis yang normal

Asam folat tidak aktif secara metabolik, tapi merupakan prekursor asam tetrahydrofolic

yang terlibat sebagai kofaktor untuk reaksi transfer 1-karbon dalam biosintesis purin dan

thymidylates dari asam nukleat.

Suplementasi folat sebelum dan selama kehamilan dikaitkan dengan pengurangan risiko

untuk janin saraf tabung defects. Asam folat, seperti biokimia tidak aktif, diubah menjadi asam

tetrahydrofolic dan methyltetrahydrofolate oleh reduktase dihydrofolate. Congeners Asam folat

melewati sel dengan memediasi reseptor endositosis di mana mereka dibutuhkan untuk

mempertahankan eritropoiesis normal, mensintesis purin dan asam nukleat timidilat,

interconvert metilat tRNA, dan menghasilkan dan menggunakan format. Menggunakan vitamin

B12 sebagai kofaktor, asam folat dapat menormalkan kadar homocysteine yang tinggi oleh

remetilasi homosistein melalui metionin sintetase.


107. Pasien laki-laki datang kerumah sakit dengan keluhan demam selama 3 hari dan
sakit tenggorokan. Setelah diperiksa oleh dokter, pasien tersebut mengalami gangguan
pernafasan akut. Lalu dokter memberikan obat Lozenges yang berisi... dasar

Pertimbangan apa pasien diberikan bentuk sediaan tersebut?

a. Untuk mengatasi infeksi noscocomial = infeksi yang diperoleh dari rumah sakit yaitu
infeksi yang tidak diderita pasien saat masuk ke rumah sakit melainkan setelah ± 72 jam
berada ditempat tersebut. Tau Ksin aInfeksi ini terjadi bila toksin atau agen penginfeksi
menyebabkan infeksi lokal atau sistemik.
b. Untuk mengatasi infeksi local = spesifik dan terbatas pada bagian tubuh dimana
mikroorganisme tinggal
c. Untuk mengatasi infeksi sistemik = terjadi bila mikroorganimse menyebar ke bagian
tubuh yang lain dan menimbulkan kerusakn.
d. Untuk mengatasi infeksi resisten
e. Untuk mengatasi infeksi oportunistik = infeksi yang disebabkan oleh organisme yang
biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang
normal, tetapi dapat menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.

Jawaban : C

Penjelasan:

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau gangguan pernafasan akut adalah penyakit infeksi
akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga
kantong paru (alveoli) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus/rongga di sekitar hidung
(sinus para nasal), rongga telinga tengah dan pleura.
Infeksi Saluran Pernafasan Akut disebabkan oleh beberapa golongan kuman yaitu bakteri, virus,
dan ricketsia yang jumlahnya lebih dari 300 macam. Pada ISPA atas 90-95% penyebabnya
adalah virus. Di negara berkembang, ISPA bawah terutama pneumonia disebabkan oleh bakteri
dari genus streptokokus, haemofilus, pnemokokus, bordetella dan korinebakterium, sedang di
negara maju ISPA bawah disebabkan oleh virus, miksovirus, adenivirus, koronavirus,
pikornavirusdan herpes virus.

Klasifikasi ISPA
Menurut Depkes 2009, klasifikasi dari ISPA adalah :
1.Ringan ( bukan pneumonia)
Batuk tanpa pernafasan cepat / kurang dari 40 kali / menit, hidung tersumbat / berair,
tenggorokan merah, telinga berair.

2. Sedang ( pneumonia sedang )


Batuk dan nafas cepat tanpa stridor, gendang telinga merah, dari telinga keluar cairan kurang
dari 2 minggu. Faringitis purulendengan pembesaran kelenjar limfe yang nyeri tekan ( adentis
servikal).

3.Berat ( Pneumonia berat )


Batuk dengan nafas berat, cepat dan stridor, membran keabuan di taring, kejang, apnea,
dehidrasiberat / tidur terus, sianosis dan adanya penarikan yang kuat pada dinding dada sebelah
bawah ke dalam.

Gejala ISPA
Penyakit ISPA adalah penyakit yang timbul karena menurunnya sistem kekebalan atau daya
tahan tubuh, misalnya karena kelelahan atau stres. Bakteri dan virus penyebab ISPA di udara
bebas akan masuk dan menempel pada saluran pernafasan bagian atas, yaitu tenggorokan dan
hidung. Pada stadium awal, gejalanya berupa rasa panas, kering dan gatal dalam hidung, yang
kemudian diikuti bersin terus menerus, hidung tersumbat dengan ingus encer serta demam dan
nyeri kepala. Permukaan mukosa hidung tampak merah dan membengkak. Akhirnya terjadi
peradangan yang disertai demam, pembengkakan pada jaringan tertentu hingga berwarna
kemerahan, rasa nyeri dan gangguan fungsi karena bakteri dan virus di daerah tersebut maka
kemungkinan peradangan menjadi parah semakin besar dan cepat. Infeksi dapat menjalar ke
paru-paru, dan menyebabkan sesak atau pernafasan terhambat, oksigen yang dihirup
berkurang. Infeksi lebih lanjut membuat sekret menjadi kental dan sumbatan di hidung
bertambah. Bila tidak terdapat komplikasi, gejalanya akan berkurang sesudah 3-5 hari.
Komplikasi yang mungkin terjadi adalah sinusitis, faringitis, infeksi telinga tengah, infeksi
saluran tuba eustachii, hingga bronkhitis dan pneumonia.

Pengobatan ISPA
ISPA mempunyai variasi klinis yang bermacam-macam, maka timbul persoalan pada diagnostik
dan pengobatannya. Sampai saat ini belum ada obat yang khusus antivirus. Idealnya pengobatan
bagi ISPA bakterial adalah pengobatan secara rasional. dengan mendapatkan antimikroba yang
tepat sesuai dengan kuman penyebab. Untuk itu, kuman penyebab ISPA dideteksi terlebih
dahulu dengan mengambil material pemeriksaan yang tepat, kemudian dilakukan pemeriksaan
mikrobiologik, baru setelah itu diberikan antimikroba yang sesuai.
Lozenges adalah sediaan dengan bentuk bermacam-macam biasanya mengandung obat dan
bahan obat dan bahan perasa yang dimaksudkan untuk melarut secara perlahan pada mulut
untuk efek sistemik.

Pasien diberikan lozenges dengan tujuan untuk mengatasi infeksi yang sudah menyebar
ke tenggorokan (sistemik).

108. Obat tukak lambung yang dapat dibeli tanpa resep dokter, menghambat refluks
asam. Apoteker dapat memberikan obat?

a. Antasida dan simetidin

b. Antasida dan omeprazole

c. Famotidine, simetidin, dan omeprazole

JAWAB c. Famotidine, simetidin, dan omeprazole


ALASAN

3 golongan obat yang mengurangi sekresi asam lambung :


a. Antagonis reseptor histamin H2
Cimetidin :
 Kompetisi dgn histamin untuk menduduki reseptor H2
 Histamin tidak dapat berikatan dengan reseptor H2
 Histamin tidak dapat bekerja dalam mekanisme sekresi asam

Ranitidin, Nizatidin, Famotidin :

 Turunan dari cimetidin


 Mekanisme kerja sama dengan cimetidin
 Lebih poten dari cimetidin

o Cimetidin dan ranitidin cepat diabsorpsi secara oral


o Memblok kerja histamin pada sel parietal dan mengurangi sekresi asam lambung
o Menurunkan jumlah, keasaman, dan kandungan pepsin cairan lambung
o Dosis tunggal dapat menghambat sekresi asam 6 sampai 12 jam
o Penyembuhan ulkus peptik/ duodenum: 6-8 minggu
o Penyembuhan dengan esofagitis: 12 minggu
o Hati-hati untuk anak-anak, wanita hamil, usia lanjut, pasien dengan gangguan

fungsi hati atau ginjal


o Dosis dikurangi bila fungsi ginjal terganggu

b. Antagonis reseptor muskarinik/antagonis asetilkolin

Pirenzepin memblok secara selektif reseptor muskarinik M1

Sehingga asetilkolin (ACh) tidak dapat berikatan dengan reseptor muskarinik

Sekresi asam lambung berkurang

c. Inhibitor pompa proton


o Secara nonreversibel menghambat pompa proton sel parietal lambung (K+/H+
ATPase)
o Merupakan prodrug
o Tidak aktif pada pH netral
o Dalam lingkungan asam di sel parietal, menjadi molekul reaktif yang bereaksi
dengan gugus sulfidril pada K+/H+ ATPase yang berperan dalam mentranspor ion H+
keluar sel parietal

Terutama berguna untuk pasien dengan:

• hipersekresi asam lambung parah karena Zollinger-Ellison syndrome,


• tumor sel islet pensekresi gastrin di pankreas,

• refluks esofagus dengan ulserasi parah.

d. ANTASIDA (PELINDUNG MUKOSA)

• Senyawa alkalin yang menetralkan asam

• Bereaksi dengan HCl menghasilkan garam yang netral/ kurang asam, sulit diabsorpsi,
dan meningkatkan pH cairan lambung

• Meningkatkan pH sampai sekitar 3,5, menetralkan >90% asam lambung, menghambat


konversi pepsinogen menjadi pepsin

• Berupa senyawa alumunium, magnesium, kalsium

109. Suatu perusahaan akan memproduksi amoksisilin 500 mg tablet. Tanda atau
logo apa yang harus tercantum dalam kemasan luar dus nya?

Jawaban : Tanda bulatan merah dengan tulisan K

Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang tergolong obat keras, yang penggunaannya
harus menggunakan resep dokter. Karena di ketahui jika penggunaan antibiotik tidak mendapat
pengawasan dapat menyebabkan bakteri resisten, dimana mekanisme aksinya penisilin bersifat
bakterisid yang bekerja dengan cara menghambat sintesis dinding sel.

Dimana terdapat pula peringatan dalam mengkomsi amoksisilin

1. Jangan diminum obat ini jika alergi terhadap penisilin


2. Gangguaan fungsi ginjal
3. Lesi erimatous pada glandular fever
4. Leukemia limfositik kronik
5. AIDS ( Sumber Farmakoterapi)

110. Seorang wanita dewasa datang ke apotek mengeluh tidak bisa buang air besar selama
2 hari, apoteker memberikan bisakodil bagaimana mekanisme kerja obat tersebut?

Jawaban : b . Meningkatkan peristaltik usus.

Penjelasan :

a. Melunakkan konsistensi feses


Mekanisme kerja obat golongan ini sama dengan obat dari golongan laksansia osmotik
( proses osmosis menarik air), dan golongan zat – zat pembesar volume usus.

b. Meningkatkan peristaltik usus


Zat- zat ini merangsang secara langsung dinding usus dengan akibat peningkatan
peristaltik dan pengeluaran isi usus dengan cepat.
Contoh obat : derivat fennilmetan ( Bisakodil) , senna , rhei.
c. Proses Osmosis menarik air
Senyawa ini mencahar berdasarkan lambat absorbsinya oleh usus, sehingga menarik
air dari “luar” usus melalui dinding kedalam usus via proses osmosa. Tinja menjadi
lebih lunak dan volumenya di perbesar yang merupakan suatu rangsangan mekanis
atas dinding usus.
Contoh obat : magnesium sulfat/sitrat dan natrium sulfat , gliserol .

d. Retensi terhadap ion natrium


Bukan merupakan obat dari golongan laksativ

e. Mengembangkan massa feses


Senyawa yang mengembangkan massa feses umumnya tidak di absorbsi dalam saluran
cerna. Zat – zat ini berdaya menahan air sambil mengembang, di samping itu pada
perombakan oleh kuman kuman usus terbentuklah asam- asam organik dan gas-gas
(CO2, O2, H2, CH4), sedangkan massa bakteri juga meningkat, semua ini turut
memperbesar volume chymus. Dengan demikian khasiat mencaharnya berdasarkan
rangsangan mekanis dan kimiawi terhadap dinding usus ditambah dengan pelunakkan
tinja. Selama penggunaan zat-zat ini penting sekali untuk minum banyak air, sampai 3
liter sehari.
Contoh obat : zat-zat lendir (agar – agar, metil selulosa, CMC) dan zat – zat nabati
psyllium.

111. Seorang pengusaha usaha UMOT (Usaha Mikro Obat Tradisional) membuat sediaan obat
batuk yang mengandung ekstrak jahe,ekstrak daun sirih, sari jeruk nipis dan madu.Klaim
apa yang dapat dituliskan pada leaflet dan kemasan obat ini?

a. Menekan batuk kering d. Menghilangkan dahak


b. Meredakan batuk karena debu e. Menyembuhkan batuk karena flu
c. Membantu meredakan batuk

JAWABAN C

Kemasan obat tradisional memiliki aturan-aturan yang jelas dari Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM). Desain kemasan obat yang tidak memenuhi ketentuan-ketentuan ini akan
ditolak oleh BPOM, menjadikan produk tersebut tidak memiliki nomor registrasi dan menjadi
ilegal bila diedarkan.
Aturan-aturan Desain Kemasan Obat Tradisional BPOM
1. Merk
Sebuah produk obat tradisional harus memiliki merk / penamaan. Merk dengan menggunakan
salah satu nama bahan baku produk (contoh : ceremai) tetap bisa didaftarkan ke BPOM.
2. Ilustrasi
Gunakanlah ilustrasi sebagai pemanis. Umunya BPOM mentolerir penggunaan ilustrasi seperti
gambar tumbuhan dan simbol-simbol yang tidak dilarang (tetap berkaitan dengan khasiat
produk). Namun, BPOM tidak mentolerir ilustrasi dengan menggunakan gambar-gambar
seperti:
- Bagian tubuh manusia, gambar virus / bakteri
- Khasiat (preview – optional dari produsen) Untuk mempermudah masyarakat melihat &
memahami khasiat suatu produk, kadang khasiat dicantumkan juga di bagian depan
kemasan.
- Nomor Registrasi Nomor registrasi / pendaftaran untuk jenis obat tradisional jamu
terdiri dari 9 digit dan diawali dengan POM TR. Badan POM mengeluarkan 1 nomor
registrasi untuk 1 item produk.
- Logo Obat Tradisional / Jamu Logo jamu harus dicantumkan! BPOM membuat aturan
logo ini harus dicantumkan di bagian kiri atas. penggunaan warna logo juga tidak bisa
dirubah, standard yang digunakan adalah warna hijau tua. BPOM memiliki buku
panduan yang berisikan gambar logo boleh digunakan. Obat tradisional memiliki 3
tingkatan. Yaitu: Jamu, Obat Herbal Terstandar (OHT), Fitofarmaka. OHT dan
Fitofarmaka memiliki logo yang berbeda dengan jamu. Kedua level ini adalah level
lanjutan di mana suatu produk obat tradisional harus memiliki kriteria-kriteria tertentu.
Fitofarmaka memiliki khasiat yang telah teruji klinis dan bisa disejajarkan dengan obat
farmasi.
- Produsen
- Produsen obat tradisional juga harus dicantumkan di suatu kemasan obat. Hal ini untuk
memudahkan konsumen mengenai reputasi suatu perusahaan dalam memproduksi obat
tradisional dan mencari info mengenai produsen obat. Bagi produsen sendiri
pencantuman ini penting untuk membangun citra perusahaan dan produknya.
- Komposisi Produk
- Sebuah obat tradisional mengandung 1 atau beberapa racikan bahan obat. Aturan
penulisannya menggunakan nama latin bahan dan mencantumkan jumlah berat masing-
masing bahan. Contoh untuk penulisan bahan baku daun pegagan :
Centella asiatica Herba ……..400 mg
Centella = nama depan menggunakan awalan kapital, text style harus italic (miring).
asiatica = nama kedua menggunakan awalan non- kapital, text style harus italic. Herba =
adalah nama latin daun, nama bagian tumbuhan yang digunakan berawalan kapital, text
style harus non-italic.
- Peringatan / Perhatian (optional dari BPOM)
- Pencantuman peringatan / perhatian hanya perlu cicantumkan di beberapa jenis produk
seperti produk penurun tekanan darah, pelangsing, diabetes, dan lainnya.
- Netto / Isi
- Pencantuman netto diperlukan untuk memberikan info yang berkaitan dengan dosis
pemakaian.
- Khasiat Produk (Inti)
- Khasiat yang dicantumkan pada suatu kemasan obat tradisional harus sama dengan
sertifikat yang diberikan oleh BPOM. Khasiat tidak boleh dilebih-lebihkan/dramatis
(contoh : menyembuhkan stroke). Umumnya, BPOM menggunakan kalimat
“membantu mengatasi…”, “secara tradisional digunakan untuk…”, dan lainnya.
Bila ditemukan pencantuman khasiat yang berlebihan pada suatu merk obat tradisional,
maka produk tersebut patut diselidiki.
- Cara Penyimpanan
- Obat tradisional memiliki standar tertentu dalam hal penyimpanan. Umumnya kalimat
yang ditulis adalah, “simpan di tempat sejuk dan kering serta terhindar dari cahaya
matahari langsung”. Hal ini bertujuan agar kandungan produk tidak mudah kadaluwarsa.
- Dosis
- Seperti obat dokter, obat tradisional juga memiliki aturan dosis yang dianjurkan. Dosis
untuk pengobatan berbeda dengan pencegahan. Dosis yang berlebihan dalam
mengkonsumsi obat tradisional juga akan menimbulkan efek samping.
- Nomor Produksi & Expired Date
- Pencantuman kode produksi diperlukan baik oleh produsen maupun konsumen guna
mempermudah mengecek tanggal produksi, ataupun hal lain seperti pengajuan
complaint dari konsumen atas ketidakpuasan isi produk. Tanggal kadaluwarsa harus
dicantumkan guna mempermudah konsumen dalam menentukan pilihan produk yang
akan dikonsumsi.
- Logo Halal
- Bagi beberapa produsen, logo halal berikut nomornya sangat dipentingkan. Sikap
masyarakat Indonesia yang begitu mementingkan kehalalan suatu produk menjadikan
logo halal penting untuk dicantumkan.

112. Seorang wanita (26 tahun) datang ke dokter dengan keluhan daerah vagina sering
keluar cairan kental berwarna putih dan berbau amis. Dokter mendiagnosa pasien
tersebut terkena penyakit vaginitis. Antibiotik apa yang menjadi pilihan untuk penyakit
tersebut?

a. Metronidazol
b. Nistatin = efektif untuk pengobatan candidiasis mulut, kulit, dan vagina
c. Amoksisilin = untuk infeksi tenggorokan, telinga, saluran kemih, sakit maag
disertai
infeksi bakteri
d. Ciprofloxacin = untuk berbagai infeksi akibat jamur, misalnya infeksi saluran
kemih,
infeksi pada saluran pencernaaan, infeksi pada mata, dan infeksi menular seksual
e. Azitromisin = untuk mengobati infeksi akibat bakteri, seperti infeksi telinga,
kelamin, kulit, sinusitis, bronkitis, pneumonia, tonsilitis dan faringitis.
JAWABAN A
Vaginitis adalah diagnosis masalah ginekologis yang paling sering terjadi di pelayanan
primer. Pada sekitar 90% dari perempuan yang terkena, kondisi ini disebabkan oleh
vaginosis bakterial, kandidiasis atau trikomoniasis vulvovaginal. Vaginitis merupakan
infeksi vagina yang dapat terjadi secara langsung pada luka vagina atau melalui
perineum. Permukaan mukosa membengkak dan kemerahan, terjadi ulkus. Penyebaran
dapat terjadi, tetapi pada umumnya infeksi tinggal terbatas. (Wiknjosastro, 2007).
Vaginitis dapat disebabkan oleh:
1. Infeksi
• Bakteri (misalnya klamedia gonokokus)
• Jamur (misalnya kandida), terutama pada penderita diabetes dan wanita hamil
serta pemakai antibiotic.
• Protozoa (misalnya trikomonas vaginalis)
• Virus (misalnya HPV dan Herpes)
2. Zat atau benda yang bersifat iritatif
Misalnya spermisida, pelumas, diafragma, penutup serviks dan spons, pembilas
vagina, pakaian dalam yang terlalu ketat yang tidak berpori dan tidak menyerap
keringat.
3. Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya.
4. Perubahan hormonal.

113. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, dibawa ke rumah sakit dengan keluhan muka
sembab sejak 4 hari yang lalu, urin berwarna cokelat kemerahan dan tidak ada gejala
lain, didiagnosa menderita glomelurou nefritis akut. Terapi yang tepat untuk penyakit
tersebut adalah…

a. Amoxcilin dan …

b. Amoxcilin dan KCL

• amoxicillin mengurangi menyebarnya infeksi, mengurangi menyebarnya infeksi


Streptococcus yang mungkin masih ada.

• KCL berfungsi untuk menjaga fungsi ginjal

c. Tetrasiklin dan amoxcilin

• penggunaan tetrasiklin pada penderita fungsi ginjal dapat menimbulkan efek


kumulasi. Kumulasi adalah terkumpulnya obat dalam tubuh sebagai hasil pengulangan
penggunaan obat yang diabsorpsi lebih cepat, daripada ekskresinya dan dapat
menimbulkan efek toksik.
• Tetrasiklin tidak boleh dikombinasi dengan penisilin dan turunannya serta
sefalosporin, terjadi interaksi obat.
d. Tertrasiklin dan …
JAWAB : B

PENJELASAN
Glomerulonefritis adalah suatu istilah umum yang dipakai untuk menjelaskan
berbagai macam penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi di
glomerulus akibat suatu proses imunologis. Istilah glomerulonefritis akut pasca infeksi
termasuk grup yang besar dari dari glomerulonefritis akut sebagai akibat dari
bermacam-macam agen infeksi.
Glomerulonefritis akut yang paling sering terjadi pada anak di negara berkembang
adalahsetelah infeksi bakteri streptokokus beta hemolitikus grup A, yaitu
Glomerulonefritis Akut Pasca infeksi Streptokokus (GNAPS). Manifestasi klinis yang
paling sering dari GNAPS berupa sindrom nefritik akut, manifestasi klinis lainnya
dapat berupa sindrom nefrotik, atau glomerulonefritis progresif cepat. Sindrom nefritis
akut merupakan kumpulan gejala klinis akibat penurunan secara tiba-tiba dari laju
filtrasi glomerulus dengan disertai retensi air dan garam, pada analisis urin ditemukan
eritrosit, cast eritrosit dan albumin.
Penyakit ini terutama menyerang kelompok usia sekolah 5-15 tahun, pada anak < 2
tahun kejadiannya kurang dari 5%.
Gejala klinis terjadi secara tiba-tiba, 7–14 hari setelah infeksi saluran nafas (faringitis),
atau 3-6 minggu setelah infeksi kulit (piodermi). Gambaran klinis sangat bervariasi,
kadang-kadang gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali, kelainan pada urin
ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan rutin. Pada anak yang menunjukkan
gejala berat, tampak sakit parah dengan manifestasi oliguria, edema, hipertensi, dan
uremia dengan proteinuria, hematuria dan ditemukan cast. Kerusakan pada dinding
kapiler gromelurus mengakibatkan hematuria/kencing berwarna merah daging dan
albuminuria., Gejala overload cairan berupa sembab (85%), sedangkan di Indonesia6
76.3% kasus menunjukkan gejala sembab orbita dan kadang-kadang didapatkan tanda-
tanda sembab paru (14%), atau gagal jantung kongestif (2%). Hematuria mikroskopik
ditemukan pada hampir semua pasien (di Indonesia 99.3%). Hematuria gros (di
Indonesia6 53.6%) terlihat sebagai urin berwarna merah kecoklatan seperti warna
coca-cola. Hipertensi ringan sampai sedang terlihat pada 60-80% pasien ( di Indonesia
61.8%) yang biasanya sudah muncul sejak awal penyakit. Tingkat hipertensi beragam
dan tidak proporsional dengan hebatnya sembab. Bila terdapat kerusakan jaringan
ginjal, maka tekanan darah akan tetap tinggi selama beberapa minggu dan menjadi
permanen bila keadaan penyakitnya menjadi kronis. Hipertensi selalu terjadi meskipun
peningkatan tekanan darah mungkin hanya sedang. Hipertensi terjadi akibat ekspansi
volume cairan ekstrasel (ECF) atau akibat vasospasme masih belum diketahui dengan
jelas.

PENGOBATAN
Isirahat mutlak selama 3-4 minggu. Dulu dianjurkan istirahat mutlah selama 6-8
minggu untuk memberi kesempatan pada ginjal untuk menyembuh. Tetapi
penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa mobilisasi penderita sesudah 3-4 minggu
dari mulai timbulnya penyakit tidak berakibat buruk terhadap perjalanan penyakitnya.

Pemberian penisilin pada fase akut. Pemberian antibiotika ini tidak mempengaruhi
beratnya glomerulonefritis, melainkan mengurangi menyebarnya infeksi Streptococcus
yang mungkin masih ada. Pemberian penisilin ini dianjurkan hanya untuk 10 hari,
sedangkan pemberian profilaksis yang lama sesudah nefritisnya sembuh terhadap
kuman penyebab tidak dianjurkan karena terdapat imunitas yang menetap. Secara
teoritis seorang anak dapat terinfeksi lagi dengan kuman nefritogen lain, tetapi
kemungkinan ini sangat kecil sekali. Pemberian penisilin dapat dikombinasi dengan
amoksislin 50 mg/kg BB dibagi 3 dosis selama 10 hari. Jika alergi terhadap golongan
penisilin, diganti dengan eritromisin 30 mg/kg BB/hari dibagi 3 dosis.

Pengobatan terhadap hipertensi. Pemberian cairan dikurangi, pemberian sedativa


untuk menenangkan penderita sehingga dapat cukup beristirahat. Pada hipertensi
dengan gejala serebral diberikan reserpin dan hidralazin. Mula-mula diberikan reserpin
sebanyak 0,07 mg/kgbb secara intramuskular. Bila terjadi diuresis 5-10 jam kemudian,
maka selanjutnya reserpin diberikan peroral dengan dosis rumat, 0,03 mg/kgbb/hari.
Magnesium sulfat parenteral tidak dianjurkan lagi karena memberi efek toksis.

Bila anuria berlangsung lama (5-7 hari), maka ureum harus dikeluarkan dari dalam
darah dengan beberapa cara misalnya dialisis pertonium, hemodialisis, bilasan
lambung dan usus (tindakan ini kurang efektif, tranfusi tukar). Bila prosedur di atas
tidak dapat dilakukan oleh karena kesulitan teknis, maka pengeluaran darah vena pun
dapat dikerjakan dan adakalanya menolong juga.
diurektikum dulu tidak diberikan pada glomerulonefritis akut, tetapi akhir-akhir ini
pemberian furosemid (Lasix) secara intravena (1 mg/kgbb/kali) dalam 5-10 menit
tidak berakibat buruk pada hemodinamika ginjal dan filtrasi glomerulus.

114. Suatu apotek bisa mengalami kerugian karena ketidaktelitian dalam pengendalian
persediaan obat. Apoteker pendamping memiliki kecakapan dalam bidang klinik, atas
kesimpulan itu Apoteker membuat pelatihan dalam rangka meningkatkan
manajemen

Apoteker dalam mengelola apotek. Manajemen yang digunakan adalah…


a. Manajemen SDM

b. Manajemen strategi

c. Manajemen keuangan
d. Manajemen perencanaan
e. Manajemen organisasi
Jawaban:
a. Manajemen SDM
Macam-macam manajemen:
a. Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia adalah manajemen yang menempatkan manusia sebagai
sumber organisasi terpenting dalam suatu proses manajerial. Manusia dalam organisasi bukan
mesin yang bergerak seperti robot tanpa pikiran dan perasaan.

Secara esensial, manajemen sumber daya manusia berbicara tentang peranan manusia
dalam proses manajerial suatu organisasi. Fungsi utama manusia dalam proses manajerial suatu
organisasi erat hubungannya dengan kompetisi atau kecakapan dalam mengelola kegiatan
secara profesional.menurut kadarman dan yusup udaya, fungsi operatif dalam proses
manajerial yang meliputi hal berikut:

1. Personnel procurement
Memperoleh tenaga kerja dalam jumlah dan spesiikasi yang relevan dengan kebutuhan
untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Personnel development
Mengembangkan tenaga kerja pengembangan tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara
mengikutsertakan ke dalam aktivitas pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan tugas
dan fungsinya dalam organisasi.
3. Compensasion
Kompensasi, balas jasa atau kontribusi yang diberikan oleh karyawan kepada organisasi
sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara optimal. Seluruh kontribusipegawai perlu
dihargai dengan berbagai kompensasi yang memotivasi mereka bekerja lebih baik,
misalnya dalam bentuk reward atau imbalan penghargaan, mungkin juga dipromosikan
jabatan.
4. Integration
Kepaduan antara tugas karyawan dan keahliannya, penempatan yang sesuai dengan
kapasitas dan potensinya sehingga pelaksanan tugas dan tanggung jawabnya dapat
meningkatkan produktivitas yang lebih baik. Kemudian seluruh keterampilan yang
dimiliki disatupadukan dengan keadaan masyarakat dan lingkungan sekitarnya agar
organisasi dapat dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan diri situasi dan kondisi
lokal yang dimiliki.
5. Maintenance
Mempertahankan kondisi yang terbaik yang dihasilkan oleh organisasi. Maintenance dapat
dikatakan sebagao upaya pemeliharaan keadaan organisasi agar stabilitasnya tetap terjaga
dengan baik
6. Sparation
Mengembangkan fungsi operatif tenaga kerja agar memberikan kemasalahan bagi
masyarakat. Karyawan – karyawan yang memiliki potensi yang baik, prestasi yang
cermelang , keahlian yang menguntugkan, sebaiknya dipisahkan dan dijadikan
percontohan kerja bagi masyarakat, dengan cara memberikan berbagai platihan atau
keterampilan bagi masyrakat. Dengan demikian, sumber dayanya dapat disumbangkan dan
diambil menfaat oleh masyarakat umum.

b. Manajemen produksi
Manajemen produksi, disebut juga dengan manajemen operasi,adalah kegiatan mengatur
penciptaan dan penambahan kegunaan barang atau jasa, penciptaan barang adalah pengadaan
barang yang semula belum tersedia atau penambahan barang yang sama karena permintaan
konsumen. Apabila perusahaan bergerak dalam industri jasa, pengadaan barang adalah
menyediakan pelayanan kepada konsumenyang membutuhkan jasa berua tenaga atau pikiran
yang berhubungan dengan kebutuhan hidup manusia.

Bagian produksi berhubungan secara langsung dengan bagian keuangan dalam merespon
permintaaan barang.apabila barang yang diproduksi tidak berhubungan dengan langsung
dengan permintaan , perlu dilakukan analisis pasar sebelum dilakukan produksi barang.
Pertimbangan yang harus dilakukan oleh manajer produksi adalah sebagai berikut :
1. Jenis barang yang di produksi.
2. Barang-barang yang merupakan kebutuhan primer,sekunder, atau kebutuhan
komplementer.
3. Harga barang, apakah terjangkau seluruh kalangan masyarakat.
4. Barang-barang yang hanya terjangkau oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas,
atau hanya kalangan kelas atas.
5. Barang-barang yang cepat habis seperti makanan, atau barang-barang yang lama habis,
seperti barang elektronik, kendraan alat yang berupa mesin, kendraan, dan sejenisnya.
6. Barang-barang musiman, karena tuntutan situasi ,misalnya barang-barang yang hanya di
beli pada saat tahun baru, musim kampanye parpol dan sejenisnya.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut dilakukan mengingat setiap perusahaan memiliki


persediaan modal yang terbatas atau memperhitungkan perputaran modal yang seimbang
antara input dan output permodalan .jika barang yang diproduksi tidak laku di jual. Barang akan
menumpuk, akhirnya barang akan menumpuk, akhirnya barang akan dilelang dengan harga
rendah ,hal ini mengakibatkan modal tidak kembali secara utuh, sementara biaya produksi yang
sangat tinggi dan gaji karyawan harus di bayar. dengan kondisi tersebut, perusahaan akan segera
gulung tikar.

c. Manajemen pembiayaan atau permodalan


Manajemen permodalan atau pembiayaan, juga disebut dengan istilah manajemen
keuangan. Dalam manajemen keuangan dibicarakan tiga hal pokok yang amat penting yaitu :
a. Berapa jumlah uang yang dimiliki perusahaan
b. Bagaimana memperoleh dana tambahan bagi perusahaan
c. Berapa jumlah laba yang telah diterima perusahaan
Manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisi, dan pengendalian
kegiatan keuangan organisai. Orang yang berperan dalam pengelolaan keuangan memiliki
jabatan manajer keuangan,dan bendahara.pengelolaan keuangan ini berdasarkan pada
keputusan yang diambil oleh manajer utama perusahaan yang bersangkutan, baik melalui
musyawarah maupun dengan otoritas jabatannya.

Manajer keuangan harus memerhatikan sumber-sumber keuangan perusahaan. Ia harus


memiliki kepandaian mengelola dan mengendalikan keuangan perusahaan dengan cara
merencanakan pendanaan kegiatan yang benar-benar telah di ukur efektivitas dan efisiensinya,
terutama perhitungan laba-rugi dari kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan semacam itu
merupakan fungsi langsung dari manajemen keuangan.

Manajemen keuangan berkaitan pula dengan lembaga-lembaga keuangan.keberadaan


lembaga keuangan bertujuan agar proses alokasi tabungan ke pihak – pihak yang memerlukan
investasi dapat lebih efisien. Secara keseluruhan, ada lembaga – lembaga keuangan yang
tergolong system moneter dan ada pula yang di luar system moneter.

Lembaga keuangan sistem moneter yaitu :

a. otoritas moneter , yakni bank sentral


b. bank pencipta uang giral , yaitu bank sentral

Lembaga keuangan di luar sistem moneter dapat berupa:

a. bank bukan pencipta uang giral , misalnya bank perkreditan rakyat


b. lembaga pembiayaan
c. perusahaan asuransi
d. lembaga di bidang pasar modal

Lembaga-lembaga keuangan tersebut sangat dibutuhkan oleh organisasi yang didalamnya


terdapat perencanaan dan pengelolaan keuangan.

d. Manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah kajian manajemen yang menitikberatkan pada pengelolaan


produksi barang dipasaran, pendistribusian barang, promosi, dan penjualan barang. Setiap
barang yang diproduksi berhubungan dengan target pasar tertentu. Upaya untuk memperoleh
pasar yang baik memerlukan proses manajerial yang baik pula. Oleh karena itu,dalam perspektif
manajemen pemasaran, setiap konsumen adalah calon yang akan membeli barang dan mereka
harus merasakan kepuasan dari manfaat barang yang dibeli. Pandangan itulah yang
memperdalam analisis pasar sebelum dilakukamn pendistribusian barang.
Manajemen pemasaran harus menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, serta
merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien sehingga target yang hendak
dicapai dalam pemasaran suatu produk sesuai tujuan yang dimaksudkan.

Banyak strategi pemasaran yang berkembang dewasa ini dengan tujuan agar barang yang
ditawarkan lebih mudah dan lebih cepat habis. Beberapa jenis strategi pemasaran adalah
sebagai berikut:

1. Melakukan diskon atau cuci gudang terhadap barang yang ditawarkan.


2. Melakukan pameran produk yang dapat dilihat seacara langsung oleh masyarakat.
3. Membangun pemasaran melalui system multi level marketing.
4. Memberikan hadiah melalui surat ke alamat calon konsumen, dan
5. Mempromosikan barang dan membagikannya kepada masyarakat secara cuma-cuma.

e. Manajemen strategis

Manajemen strategis adalah suatu proses untuk menempatkan posisi organisasi pada
titik strategis agar perkembangannya senantiasa memperoleh keuntungan atau kemakmuran.
Menurut Achmad Djuaeni Kadmasasmita, dalam manajemen strategis terdapat upaya
pengintegrasian antara perencanaan strategis dan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas
organisasi, efisiensi anggaran, optimalisasi penggunaan sumber daya, evaluasi program kinerja,
dan pelaporan.

Dengan pengertian diatas, dalam manajemen strategis terdapat langkah-langkah yang harus
dilaksanakan, yaitu:

a. Melakukan formulasi dengan cara mengembangkan visi dan misi organisasi, identifikasi
peluang dan tantangan dari luar organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan
organisasi, menetapkan tujuan, menyusun strategi alternatif, dan memilih strategi
khusus.
b. Melakukan tahapan implementasi, dengan mengalokasikan dana dan pembagian kerja
yang proposional, penjadwalan waktu, dan target yang disesuaikan dengan kemampuan
optimal dari organisasi.
c. Melaksanakan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan organisasi, pengumpulan
informasi yang mendukung perbaikan implementasi dan strategi organisasi, serta
membuat perencanaan lanjutan. Dalam evaluasi dilakukan reviu terhadap factor internal
dan eksternal yang menjadi hambatan kesuksesan organisasi, mengukur kinerja, dan
mengambil tindakan koreksi.

Perencanaan strategi dibuat dengan mempertimbangkan sumber daya manusia yang


dimiliki dan sumber dana yang tersedia dalam organisasi. Kemudian, mempertimbangkan waktu
pelaksanaan kegiatannya. Waktu dengan tujuan yang telah ditetapkan diperkirakan relevansinya
sehingga penerapan strategi yang telah ditetapkan tidak mempersulit tercapainya tujuan
organisasi. Dengan demikian, strategi berhubungan dengan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan,
dan rencana kerja organisasi.

f. Manajemen organisasi

Manajemen organisasi adalah suatu perencanaan yang berhubungan dengan bagaimana


seseorang dapat mengolah atau mengurus suatu rangkaian organisasi dari memilih anggota
sampai penyelesaian masalah. manajemen organisasi akan membutuhkan banyak sumber daya
manusia yang bermutu dan hal ini mencakup beberapa hal.

Fungsi dari Manajemen Sumber Daya Manusia :

 Memastikan karyawan yang kompeten dapat dikenali dan terpilih


 Memfasilitasi karyawan dengan pengetahuan dan skill yang up-to-date
 Memastikan bahwa organisasi memakai karyawan yang berkompeten dengan performa
yang tinggi

Faktor lingkungan yang mempengatuhi sumber daya manusia :

 Perkumpulan tenaga kerja/karyawan yang berpotensi untuk melancarkan protes mereka


terhadap organisasi dengan persetujuan secara bersama-sama dan kolektif
 Hukum dan aturan pemerintah -> contoh : pembatasan manajerial dalam hal perekrutan,
kenaikan pangkat, dan pemberhentian karyawan
Perencanaan sumber daya manusia organisasi merupakan sebuah proses yang dilakukan
oleh manajer untuk memastikan bahwa organisasi memiliki jumlah karyawan yang sesuai dan
jenis pekerja pada tempat dan waktu yang tepat, sehingga bisa secara efektif dan efisien dalam
melakukan pekerjaan mereka.

Kegunaan dari perencanaan sumber daya manusia ini adalah untuk membantu
meminimalisir adanya kekurangan atau kelebihan sumber daya yang ada pada organisasi
dengan cara memperhitungkan kondisi sumber daya manusia pada saat ini dan memperkirakan
kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang.

Rekrutmen dan Derekrutmen (Pemberhentian karyawan) :

 Rekrutmen adalah proses mengalokasikan, mengidentifikasi, dan menarik pelamar kerja


yang handal
 Derekrutmen adalah proses mengurangi surplus sumber daya pada tenaga kerja yang ada
pada organisasi
 Perekrutan Online -> mekanisme perekrutan melalui internet (pada website organisasi
ataupun recruiter online)

Seleksi :

1. Proses Selaksi adalah proses penyaringan pelamar kerja untuk memastikan terpilihnya
kandidat yang tepat
2. Seleksi adalah kegiatan memprediksi calon tenaga kerja, apakah diterima atau ditolak
3. Eror pada seleksi : menolak karyawan yang berpotensi sukses atau menerima karyawan
dengan skill yang minim

Cara / alat untuk melakukan Seleksi :

 Lembar permohonan pekerjaan


 Tes tertulis
 Tes simulasi performa
 Wawancara
 Penelusuran backgroung/latar belakang
 Pemeriksaan kesehatan
g. Manajemen Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan
datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sebagian
kalangan berpendapat bahwa perencanaan adalah suatu aktivitas yang dibatasi oleh lingkup
waktu tertentu, sehingga perencanaan, lebih jauh diartikan sebagai kegiatan terkoordinasi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam waktu tertentu. Artinya perencanaan adalah suatu
proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan dating serta menetapkan
tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Dengan demikian, proses perencanaan
dilakukan dengan menguji berbagai arah pencapaian serta mengkaji berbagai ketidakpastian
yang ada, mengukur kemampuan (kapasitas) kita untuk mencapainya kemudian memilih arah-
arah terbaik serta memilih langkah-langkah untuk mencapainya.”

Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana
yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan
rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka
waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap
anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk
mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Selain aspek tersebut, perencanaan juga mempunyai manfaat bagi perusahaan sebagai berikut:

1. Dengan adanya perencanaan, maka pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan dengan


efektif dan efisien.
2. Dapat mengatakan bahwa tujuan yang telah ditetapkan tersebut, dapat dicapai dan
dapat dilakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan yang timbul seawal mungkin.
3. Dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul dengan mengatasi hambatan
dan ancaman.
4. Dapat menghindari adanya kegiatan petumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan
terkontrol.
Fungsi Perencanaan

Fungsi perencanaan pada dasarnya adalah suatu proses pengambilan keputusan sehubungan
dengan hasil yang diinginkan, dengan penggunaansumber daya dan pembentukan suatu sistem
komunikasi yang memungkinkan pelaporan dan pengendalian hasil akhir serta perbandingan
hasil-hasil tersebut dengan rencana yang di buat.
Banyak kegunaan dari pembuatan perencanaan yakni terciptanya efesiensi dan efektivitas
pelaksanaan kegiatan perusahaan, dapat melakukan koreksi atas penyimpangan sedini mungkin,
mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul menghindari kegiatan, pertumbuhan dan
perubahan yang tidak terarah dan terkontrol.

Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa
yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan
tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan

 Menetapkan tujuan dan target bisnis


 Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
 Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
 Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

Langkah langkah dalam menyusun perencanaan

1. Merumuskan Misi dan Tujuan.


Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran

sasaran, kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud
utama perusahaan yang bersangkutan.

2. Memahami Keadaan Saat ini.


Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat
sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan
pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi
jangka pendek dan sampai jangka panjang.

3. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.


Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu
sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan
dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.

4. Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.


Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah :
1. Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin
dapat dipilih.
2. Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
3. Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara
alternatif-alternatif lain.
Perencanaan Strategik ( Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting
dari manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.

114. Suatu apotek bisa mengalami kerugian karena ketidaktelitian dalam pengendalian
persediaan obat. Apoteker pendamping memiliki kecakapan dalam bidang klinik, atas
kesimpulan itu Apoteker membuat pelatihan dalam rangka meningkatkan
manajemen

Apoteker dalam mengelola apotek. Manajemen yang digunakan adalah


a. Manajemen SDM

b. Manajemen strategi

c. Manajemen keuangan
d. Manajemen perencanaan
e. Manajemen organisasi
Jawaban:
b. Manajemen SDM
Macam-macam manajemen:
Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia adalah manajemen yang menempatkan manusia sebagai
sumber organisasi terpenting dalam suatu proses manajerial. Manusia dalam organisasi bukan
mesin yang bergerak seperti robot tanpa pikiran dan perasaan.
Secara esensial, manajemen sumber daya manusia berbicara tentang peranan manusia
dalam proses manajerial suatu organisasi. Fungsi utama manusia dalam proses manajerial suatu
organisasi erat hubungannya dengan kompetisi atau kecakapan dalam mengelola kegiatan
secara profesional.menurut kadarman dan yusup udaya, fungsi operatif dalam proses
manajerial yang meliputi hal berikut:

Personnel procurement
Memperoleh tenaga kerja dalam jumlah dan spesiikasi yang relevan dengan kebutuhan
untuk mencapai tujuan organisasi.
Personnel development
Mengembangkan tenaga kerja pengembangan tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara
mengikutsertakan ke dalam aktivitas pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan tugas
dan fungsinya dalam organisasi.

Compensasion
Kompensasi, balas jasa atau kontribusi yang diberikan oleh karyawan kepada organisasi
sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara optimal. Seluruh kontribusipegawai perlu
dihargai dengan berbagai kompensasi yang memotivasi mereka bekerja lebih baik,
misalnya dalam bentuk reward atau imbalan penghargaan, mungkin juga dipromosikan
jabatan.
Integration
Kepaduan antara tugas karyawan dan keahliannya, penempatan yang sesuai dengan
kapasitas dan potensinya sehingga pelaksanan tugas dan tanggung jawabnya dapat
meningkatkan produktivitas yang lebih baik. Kemudian seluruh keterampilan yang
dimiliki disatupadukan dengan keadaan masyarakat dan lingkungan sekitarnya agar
organisasi dapat dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan diri situasi dan kondisi
lokal yang dimiliki.
Maintenance
Mempertahankan kondisi yang terbaik yang dihasilkan oleh organisasi. Maintenance dapat
dikatakan sebagao upaya pemeliharaan keadaan organisasi agar stabilitasnya tetap terjaga
dengan baik
Sparation
Mengembangkan fungsi operatif tenaga kerja agar memberikan kemasalahan bagi
masyarakat. Karyawan – karyawan yang memiliki potensi yang baik, prestasi yang
cermelang , keahlian yang menguntugkan, sebaiknya dipisahkan dan dijadikan
percontohan kerja bagi masyarakat, dengan cara memberikan berbagai platihan atau
keterampilan bagi masyrakat. Dengan demikian, sumber dayanya dapat disumbangkan dan
diambil menfaat oleh masyarakat umum.

E.Manajemen produksi
Manajemen produksi, disebut juga dengan manajemen operasi,adalah kegiatan mengatur
penciptaan dan penambahan kegunaan barang atau jasa, penciptaan barang adalah pengadaan
barang yang semula belum tersedia atau penambahan barang yang sama karena permintaan
konsumen. Apabila perusahaan bergerak dalam industri jasa, pengadaan barang adalah
menyediakan pelayanan kepada konsumenyang membutuhkan jasa berua tenaga atau pikiran
yang berhubungan dengan kebutuhan hidup manusia.

Bagian produksi berhubungan secara langsung dengan bagian keuangan dalam merespon
permintaaan barang.apabila barang yang diproduksi tidak berhubungan dengan langsung
dengan permintaan , perlu dilakukan analisis pasar sebelum dilakukan produksi barang.
Pertimbangan yang harus dilakukan oleh manajer produksi adalah sebagai berikut :

7. Jenis barang yang di produksi.


8. Barang-barang yang merupakan kebutuhan primer,sekunder, atau kebutuhan
komplementer.
9. Harga barang, apakah terjangkau seluruh kalangan masyarakat.
10. Barang-barang yang hanya terjangkau oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas,
atau hanya kalangan kelas atas.
11. Barang-barang yang cepat habis seperti makanan, atau barang-barang yang lama habis,
seperti barang elektronik, kendraan alat yang berupa mesin, kendraan, dan sejenisnya.
12. Barang-barang musiman, karena tuntutan situasi ,misalnya barang-barang yang hanya di
beli pada saat tahun baru, musim kampanye parpol dan sejenisnya.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut dilakukan mengingat setiap perusahaan memiliki


persediaan modal yang terbatas atau memperhitungkan perputaran modal yang seimbang
antara input dan output permodalan .jika barang yang diproduksi tidak laku di jual. Barang akan
menumpuk, akhirnya barang akan menumpuk, akhirnya barang akan dilelang dengan harga
rendah ,hal ini mengakibatkan modal tidak kembali secara utuh, sementara biaya produksi yang
sangat tinggi dan gaji karyawan harus di bayar. dengan kondisi tersebut, perusahaan akan segera
gulung tikar.

F. Manajemen pembiayaan atau permodalan


Manajemen permodalan atau pembiayaan, juga disebut dengan istilah manajemen
keuangan. Dalam manajemen keuangan dibicarakan tiga hal pokok yang amat penting yaitu :
d. Berapa jumlah uang yang dimiliki perusahaan
e. Bagaimana memperoleh dana tambahan bagi perusahaan
f. Berapa jumlah laba yang telah diterima perusahaan
Manajemen keuangan menyangkut kegiatan perencanaan, analisi, dan pengendalian
kegiatan keuangan organisai. Orang yang berperan dalam pengelolaan keuangan memiliki
jabatan manajer keuangan,dan bendahara.pengelolaan keuangan ini berdasarkan pada
keputusan yang diambil oleh manajer utama perusahaan yang bersangkutan, baik melalui
musyawarah maupun dengan otoritas jabatannya.

Manajer keuangan harus memerhatikan sumber-sumber keuangan perusahaan. Ia harus


memiliki kepandaian mengelola dan mengendalikan keuangan perusahaan dengan cara
merencanakan pendanaan kegiatan yang benar-benar telah di ukur efektivitas dan efisiensinya,
terutama perhitungan laba-rugi dari kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan semacam itu
merupakan fungsi langsung dari manajemen keuangan.

Manajemen keuangan berkaitan pula dengan lembaga-lembaga keuangan.keberadaan


lembaga keuangan bertujuan agar proses alokasi tabungan ke pihak – pihak yang memerlukan
investasi dapat lebih efisien. Secara keseluruhan, ada lembaga – lembaga keuangan yang
tergolong system moneter dan ada pula yang di luar system moneter.

Lembaga keuangan sistem moneter yaitu :

c. otoritas moneter , yakni bank sentral


d. bank pencipta uang giral , yaitu bank sentral
Lembaga keuangan di luar sistem moneter dapat berupa:

e. bank bukan pencipta uang giral , misalnya bank perkreditan rakyat


f. lembaga pembiayaan
g. perusahaan asuransi
h. lembaga di bidang pasar modal

Lembaga-lembaga keuangan tersebut sangat dibutuhkan oleh organisasi yang didalamnya


terdapat perencanaan dan pengelolaan keuangan.

d. Manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah kajian manajemen yang menitikberatkan pada pengelolaan


produksi barang dipasaran, pendistribusian barang, promosi, dan penjualan barang. Setiap
barang yang diproduksi berhubungan dengan target pasar tertentu. Upaya untuk memperoleh
pasar yang baik memerlukan proses manajerial yang baik pula. Oleh karena itu,dalam perspektif
manajemen pemasaran, setiap konsumen adalah calon yang akan membeli barang dan mereka
harus merasakan kepuasan dari manfaat barang yang dibeli. Pandangan itulah yang
memperdalam analisis pasar sebelum dilakukamn pendistribusian barang.

Manajemen pemasaran harus menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, serta
merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien sehingga target yang hendak
dicapai dalam pemasaran suatu produk sesuai tujuan yang dimaksudkan.

Banyak strategi pemasaran yang berkembang dewasa ini dengan tujuan agar barang yang
ditawarkan lebih mudah dan lebih cepat habis. Beberapa jenis strategi pemasaran adalah
sebagai berikut:

6. Melakukan diskon atau cuci gudang terhadap barang yang ditawarkan.


7. Melakukan pameran produk yang dapat dilihat seacara langsung oleh masyarakat.
8. Membangun pemasaran melalui system multi level marketing.
9. Memberikan hadiah melalui surat ke alamat calon konsumen, dan
10. Mempromosikan barang dan membagikannya kepada masyarakat secara cuma-cuma.
e. Manajemen strategis

Manajemen strategis adalah suatu proses untuk menempatkan posisi organisasi pada
titik strategis agar perkembangannya senantiasa memperoleh keuntungan atau kemakmuran.
Menurut Achmad Djuaeni Kadmasasmita, dalam manajemen strategis terdapat upaya
pengintegrasian antara perencanaan strategis dan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas
organisasi, efisiensi anggaran, optimalisasi penggunaan sumber daya, evaluasi program kinerja,
dan pelaporan.

Dengan pengertian diatas, dalam manajemen strategis terdapat langkah-langkah yang harus
dilaksanakan, yaitu:

d. Melakukan formulasi dengan cara mengembangkan visi dan misi organisasi, identifikasi
peluang dan tantangan dari luar organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan
organisasi, menetapkan tujuan, menyusun strategi alternatif, dan memilih strategi
khusus.
e. Melakukan tahapan implementasi, dengan mengalokasikan dana dan pembagian kerja
yang proposional, penjadwalan waktu, dan target yang disesuaikan dengan kemampuan
optimal dari organisasi.
f. Melaksanakan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan organisasi, pengumpulan
informasi yang mendukung perbaikan implementasi dan strategi organisasi, serta
membuat perencanaan lanjutan. Dalam evaluasi dilakukan reviu terhadap factor internal
dan eksternal yang menjadi hambatan kesuksesan organisasi, mengukur kinerja, dan
mengambil tindakan koreksi.

Perencanaan strategi dibuat dengan mempertimbangkan sumber daya manusia yang


dimiliki dan sumber dana yang tersedia dalam organisasi. Kemudian, mempertimbangkan waktu
pelaksanaan kegiatannya. Waktu dengan tujuan yang telah ditetapkan diperkirakan relevansinya
sehingga penerapan strategi yang telah ditetapkan tidak mempersulit tercapainya tujuan
organisasi. Dengan demikian, strategi berhubungan dengan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan,
dan rencana kerja organisasi.
h. Manajemen organisasi

Manajemen organisasi adalah suatu perencanaan yang berhubungan dengan bagaimana


seseorang dapat mengolah atau mengurus suatu rangkaian organisasi dari memilih anggota
sampai penyelesaian masalah. manajemen organisasi akan membutuhkan banyak sumber daya
manusia yang bermutu dan hal ini mencakup beberapa hal.

Fungsi dari Manajemen Sumber Daya Manusia :

 Memastikan karyawan yang kompeten dapat dikenali dan terpilih


 Memfasilitasi karyawan dengan pengetahuan dan skill yang up-to-date
 Memastikan bahwa organisasi memakai karyawan yang berkompeten dengan performa
yang tinggi

Faktor lingkungan yang mempengatuhi sumber daya manusia :

 Perkumpulan tenaga kerja/karyawan yang berpotensi untuk melancarkan protes mereka


terhadap organisasi dengan persetujuan secara bersama-sama dan kolektif
 Hukum dan aturan pemerintah -> contoh : pembatasan manajerial dalam hal perekrutan,
kenaikan pangkat, dan pemberhentian karyawan

Perencanaan sumber daya manusia organisasi merupakan sebuah proses yang dilakukan
oleh manajer untuk memastikan bahwa organisasi memiliki jumlah karyawan yang sesuai dan
jenis pekerja pada tempat dan waktu yang tepat, sehingga bisa secara efektif dan efisien dalam
melakukan pekerjaan mereka.

Kegunaan dari perencanaan sumber daya manusia ini adalah untuk membantu
meminimalisir adanya kekurangan atau kelebihan sumber daya yang ada pada organisasi
dengan cara memperhitungkan kondisi sumber daya manusia pada saat ini dan memperkirakan
kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang.
Rekrutmen dan Derekrutmen (Pemberhentian karyawan) :

 Rekrutmen adalah proses mengalokasikan, mengidentifikasi, dan menarik pelamar kerja


yang handal
 Derekrutmen adalah proses mengurangi surplus sumber daya pada tenaga kerja yang ada
pada organisasi
 Perekrutan Online -> mekanisme perekrutan melalui internet (pada website organisasi
ataupun recruiter online)

Seleksi :

4. Proses Selaksi adalah proses penyaringan pelamar kerja untuk memastikan terpilihnya
kandidat yang tepat
5. Seleksi adalah kegiatan memprediksi calon tenaga kerja, apakah diterima atau ditolak
6. Eror pada seleksi : menolak karyawan yang berpotensi sukses atau menerima karyawan
dengan skill yang minim

Cara / alat untuk melakukan Seleksi :

 Lembar permohonan pekerjaan


 Tes tertulis
 Tes simulasi performa
 Wawancara
 Penelusuran backgroung/latar belakang
 Pemeriksaan kesehatan
i. Manajemen Perencanaan

Perencanaan adalah suatu proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan
datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Sebagian
kalangan berpendapat bahwa perencanaan adalah suatu aktivitas yang dibatasi oleh lingkup
waktu tertentu, sehingga perencanaan, lebih jauh diartikan sebagai kegiatan terkoordinasi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam waktu tertentu. Artinya perencanaan adalah suatu
proses menentukan apa yang ingin dicapai di masa yang akan dating serta menetapkan
tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Dengan demikian, proses perencanaan
dilakukan dengan menguji berbagai arah pencapaian serta mengkaji berbagai ketidakpastian
yang ada, mengukur kemampuan (kapasitas) kita untuk mencapainya kemudian memilih arah-
arah terbaik serta memilih langkah-langkah untuk mencapainya.”
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana
yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan
rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka
waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap
anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk
mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Selain aspek tersebut, perencanaan juga mempunyai manfaat bagi perusahaan sebagai berikut:

5. Dengan adanya perencanaan, maka pelaksanaan kegiatan dapat diusahakan dengan


efektif dan efisien.
6. Dapat mengatakan bahwa tujuan yang telah ditetapkan tersebut, dapat dicapai dan
dapat dilakukan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan yang timbul seawal mungkin.
7. Dapat mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul dengan mengatasi hambatan
dan ancaman.
8. Dapat menghindari adanya kegiatan petumbuhan dan perubahan yang tidak terarah dan
terkontrol.
Fungsi Perencanaan

Fungsi perencanaan pada dasarnya adalah suatu proses pengambilan keputusan sehubungan
dengan hasil yang diinginkan, dengan penggunaansumber daya dan pembentukan suatu sistem
komunikasi yang memungkinkan pelaporan dan pengendalian hasil akhir serta perbandingan
hasil-hasil tersebut dengan rencana yang di buat.

Banyak kegunaan dari pembuatan perencanaan yakni terciptanya efesiensi dan efektivitas
pelaksanaan kegiatan perusahaan, dapat melakukan koreksi atas penyimpangan sedini mungkin,
mengidentifikasi hambatan-hambatan yang timbul menghindari kegiatan, pertumbuhan dan
perubahan yang tidak terarah dan terkontrol.

Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa
yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan
tujuan organisasi.

Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan

 Menetapkan tujuan dan target bisnis


 Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut
 Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
 Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

Langkah langkah dalam menyusun perencanaan

2. Merumuskan Misi dan Tujuan.


Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran

sasaran, kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud
utama perusahaan yang bersangkutan.

3. Memahami Keadaan Saat ini.


Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat
sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan
pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi
jangka pendek dan sampai jangka panjang.

4. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.


Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu
sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan
dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.

5. Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.


Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah :

4. Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin


dapat dipilih.
5. Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
6. Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara
alternatif-alternatif lain.
Perencanaan Strategik ( Strategik Planning/ Corporate Planning ) merupakan bagian terpenting
dari manajemen strategik dan dapat dianggap sebagai pilar sentral manajemen strategik.

115. Seorang wanita berusia 49 tahun datang ke unit farmasi rawat jalan
rumah sakit dengan membawa resep metformin 3 dd 500 mg. Pasien
memberitahu kepada dokter bahwa dirinya terdiagnosa dm. Apa informasi
yang harus disampaikan terkait penggunaan obat tersebut?

a. Digunakan sebelum makan untuk meningkatkan absorpsi obat

b. Digunkan sebelum makan untuk mencegah pembentukan glukosa

c. Digunakan saat makan untuk meningkatkan absorpsi obat

d. Digunakan setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung

e. Digunakan setelah makan untuk mningkatkan motilitas usus

Jawaban : C. Digunakan saat makan untuk meningkatkan absorpsi obat.

Penjelasan :
I. Metformin
Metformin adalah golongan dimetil biguanide merupakan OHO yang dipakai untuk menurunkan
kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II, penggunaannya bertujuan untuk
menurunkan resistensi insulin dengan memperbaiki sensitivitas insulin terhadap jaringan.
Dengan demikian metformin di indikasikan sebagai obat pilihan pertama pada pasien diabetes
mellitus tipe II gemuk yang mana dasar kelainannya adalah resistensi insulin. Walaupun cara
kerja metformin berbeda dengan sulfonilurea akan tetapi efek kontrol glikemik sama dengan
golongan sulfonilurea. Metformin dikenal bekerja sebagai anti hiperglikemia sedang sulfonilurea
sebagai obat yang bekerja sebagai hipoglikemik (Balley, CJ. 1996).

Mekanisme kerja metformin menambah up-take (utilisasi) glukosa diperifer dengan


meningkatkan sensitifitas jaringan terhadap insulin, menekan produksi glukosa oleh hati,
menurunkan oksidasi Fatty Acid dan meningkatkan pemakaian glukosa dalam usus melalui
proses non oksidatif. Ekstra laktat yang terbentuk akan diekstraksi oleh hati dan digunakan
sebagai bahan baku glukoneogenesis. Keadaan ini mencegah terjadinya efek penurunan kadar
glukosa yang berlebihan. Pada pemakaian tunggal metformin dapat menurunkan kadar glukosa
darah sampai 20% (Balley, CJ, 1996).

Metformin adalah satu-satunya biguanida yang tersedia. Metformin mengurangi produksi


glukosa dan meningkatkan penggunaan glukosa di perifer. Metformin juga bisa menyebabkan
anoreksia ringan yang membantu kontrol glisemi dengan memperkecil bertambahnya berat atau
merangsang pengurangan berat. Insulin harus ada agar metformin bisa bekerja. Metformin sama
efektifnya dengan sulfonilurea dalam mengontrol glukosa darah. Metformin umumnya lebih
mempengaruhi lipid, mengurangi trigliserida puasa sekitar 16% dan low density lipoprotein
cholesterol (LDL-C) sekitar 8%, dan meningkatkan HDL-C sekitar 2%. Metformin tidak
menyebabkan hipoglisemia ketika digunakan sendirian. (dipiro).

Efek samping paling umum adalah mual, muntah, diare, anoreksia dan rasa logam. Efek ini bisa
dikurangi dengan mentitrasi dosisnya perlahan dan menggunakannya bersama makanan. Sediaan
lepas lambat (Glucophage XR) mengurangi efek samping saluran cerna dan bisa digunakan
sekali sehari, tapi mempunyai efek yang berbahaya pada lipid dan bisa tidak mempunyai
aktivitas glisemik yang setara dengan sediaan metformin konvensional.

Metformin aksi cepat (Glucophage) diberikan 500 mg dua kali sehari dengan makanan (atau
850 mg sekali sehari) dan ditingkatkan 500 mg tiap minggu (atau 850 mg tiap 2 minggu) sampai
dicapai total 2000 mg/hari. Dosis harian maksimum yang dianjurkan adalah 2550 mg/hari.

Metformin lepas lambat (Glucophage XR) bisa dimulai dengan 500 mg dengan makanan sore
hari dan ditingkatkan 500 mg tiap minggu sampai total 2000 mg/hari. Jika kontrol suboptimal
bisa didapat dengan dosis sekali sehari pada dosis maksimum, bisa diberikan dosis 100 mg dua
kali sehari.

II. Diabetes Melitus


A. Definisi Diabetes Melitus
Diabetes Melitus adalah penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan
hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein diakibatkan oleh
kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya.2 Hiperglikemia kronis pada diabetes
melitus akan disertai dengan kerusakan, gangguan fungsi beberapa organ tubuh khususnya mata,
ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Walaupun pada diabetes melitus ditemukan gangguan
metabolisme semua sumber makanan tubuh kita, kelainan metabolisme yang paling utama ialah
kelainan metabolisme karbohidarat. Oleh karena itu diagnosis diabetes melitus selalu
berdasarkan tingginya kadar glukosa dalam plasma darah.

Prevalensi DM sulit ditentukan karena standar penetapan diagnosisnya berbeda-beda.


Berdasarkan kriteria American Diabetes Association tahun 2012 (ADA 2012), sekitar 10,2 juta
orang di Amerika Serikat menderita DM. Sementara itu, di Indonesia prevalensi DM sebesar 1,5-
2,3% penduduk usia >15 tahun, bahkan di daerah Manado prevalensi DM sebesar 6,1%.

Pemeriksaan laboratorium bagi penderita DM diperlukan untuk menegakkan diagnosis serta


memonitor terapi dan timbulnya komplikasi. Dengan demikian, perkembangan penyakit bisa
dimonitor dan dapat mencegah komplikasi.
B. Klasifikasi Diabetes Melitus
DM adalah kelainan endokrin yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Secara
etiologi DM dapat dibagi menjadi DM tipe 1, DM tipe 2, DM dalam kehamilan, dan diabetes tipe
lain.

DM tipe 1 atau yang dulu dikenal dengan nama Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM),
terjadi karena kerusakan sel β pankreas (reaksi autoimun). Sel β pankreas merupakan satu-
satunya sel tubuh yang menghasilkan insulin yang berfungsi untuk mengatur kadar glukosa
dalam tubuh. Bila kerusakan sel β pankreas telah mencapai 80-90% maka gejala DM mulai
muncul. Perusakan sel ini lebih cepat terjadi pada anak-anak daripada dewasa. Sebagian besar
penderita DM tipe 1 sebagian besar oleh karena proses autoimun dan sebagian kecil non
autoimun. DM tipe 1 yang tidak diketahui penyebabnya juga disebut sebagai type 1 idiopathic,
pada mereka ini ditemukan insulinopenia tanpa adanya petanda imun dan mudah sekali
mengalami ketoasidosis. DM tipe 1 sebagian besar (75% kasus) terjadi sebelum usia 30 tahun
dan DM Tipe ini diperkirakan terjadi sekitar 5-10 % dari seluruh kasus DM yang ada.

DM tipe 2 merupakan 90% dari kasus DM yang dulu dikenal sebagai non insulin dependent
Diabetes Mellitus (NIDDM). Bentuk DM ini bervariasi mulai yang dominan resistensi insulin,
defisiensi insulin relatif sampai defek sekresi insulin.3,4 Pada diabetes ini terjadi penurunan
kemampuan insulin bekerja di jaringan perifer (insulin resistance) dan disfungsi sel β.
Akibatnya, pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengkompensasi
insulin resistance. Kedua hal ini menyebabkan terjadinya defisiensi insulin relatif. Kegemukan
sering berhubungan dengan kondisi ini. DM tipe 2 umumnya terjadi pada usia > 40 tahun. Pada
DM tipe 2 terjadi gangguan pengikatan glukosa oleh reseptornya tetapi produksi insulin masih
dalam batas normal sehingga penderita tidak tergantung pada pemberian insulin.3 Walaupun
demikian pada kelompok diabetes melitus tipe-2 sering ditemukan komplikasi mikrovaskuler dan
makrovaskuler.
DM dalam kehamilan (Gestational Diabetes Mellitus - GDM) adalah kehamilan yang disertai
dengan peningkatan insulin resistance (ibu hamil gagal mempertahankan euglycemia).3 Pada
umumnya mulai ditemukan pada kehamilan trimester kedua atau ketiga.4 Faktor risiko GDM
yakni riwayat keluarga DM, kegemukan dan glikosuria. GDM meningkatkan morbiditas
neonatus, misalnya hipoglikemia, ikterus, polisitemia dan makrosomia. Hal ini terjadi karena
bayi dari ibu GDM mensekresi insulin lebih besar sehingga merangsang pertumbuhan bayi dan
makrosomia. Kasus GDM kira-kira 3-5% dari ibu hamil dan para ibu tersebut meningkat
risikonya untuk menjadi DM di kehamilan berikutnya.

Subkelas DM lainnya yakni individu mengalami hiperglikemia akibat kelainan spesifik (kelainan
genetik fungsi sel beta), endokrinopati (penyakit Cushing’s, akromegali), penggunaan obat yang
mengganggu fungsi sel beta (dilantin), penggunaan obat yang mengganggu kerja insulin (b-
adrenergik) dan infeksi atau sindroma genetik (Down’s, Klinefelter’s).
C. Gejala dan Tanda Diabetes Mellitus
Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita diabetes mellitus yaitu dilihat
langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah
mencapai nilai 160 – 180 mg/dl dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung
gula (glukosa), sehingga sering dikerubuti semut. Penderita umumnya menampakkan tanda dan
gejala di bawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah air seni yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria).


2. Sering atau cepat merasa haus (Polydipsia).
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia).
4. Frekuensi air seni meningkat atau kencing terus (Glycosuria).
5. Kesemutan atau mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan dan kaki.
6. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya.
7. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba.
8. Apabila luka atau tergores penyembuhannya akan lama.
9. Mudah terkena infeksi terutama pada kulit

Diagnosa penderita diabetes mellitus bila dalam pemeriksaan gula darah menunjukkan
ketidaknormalan, menunjukkan gejala klinis maupun dalam pemeriksaan laboratorium urinnya
terdapat kandungan gula. Kemampuan orang untuk meregulasi glukosa plasma dapat ditentukan
melalui uji :
1. Kadar glukosa serum puasa : apabila nilai kadar glukosa puasa selama 8 – 10 jam
menunjukkan hasil ≥ 126 mg/dl maka terdiagnosa diabetes mellitus.
2. Uji toleransi glukosa oral : dilakukan dengan meminum larutan glukosa khusus 75 gram.
Bila setelah 2 jam kadar gula darah menunjukkan nilai ≥ 200 mg/dl maka penderita
menderita diabetes mellitus (Hartini, 2009).

D. Terapi Diabetes Mellitus


1. Non Farmakologi

Terapi nutrisi medis dianjurkan untuk semua pasien. Untuk pasien DM tipe I dengan berat badan
rendah, fokusnya pada pengaturan pemberian insulin dengan diet yang seimbang untuk mencapai
dan menjaga berat badan yang sesuai. Pada umumnya, diet tinggi karbohidrat (dalam bentuk gula
sederhana dalam hidangan campuran), rendah lemak (terutama untuk lemak jenuh), rendah
kolesterol sesuai. Kebanyakan pasien DM tipe II juga membutuhkan pembatasan kalori.
Makanan ringan sebelum tidur dan antar waktu makan biasanya tidak dibutuhkan jika
penanganan farmakologi sesuai.
Kebanyakan pasien mendapat manfaat dari peningkatan aktivitas fisik. Latihan aerobik
menurunkan resistensi insulin dan bisa memperbaiki glisemia pada beberapa pasien. Latihan
fisik sebaiknya dimulai ringan pada pasien yang sebelumnya jarang beraktivitas fisik. Pasien
lansia dan mereka dengan penyakit aterosklerotik sebaiknya menjalani evaluasi kardiovaskular
sebelum memulai porgram latihan.

2. Farmakologi
a. Insulin

Berbagai sediaan insulin berbeda pada sumbernya (manusia atau hewan), kemurnian, mula kerja,
waktu untuk mencapai puncak efek, durasi efek, dan tampilan (Tabel 17-3).

Insulin umum mempunyai mula kerja yang relatif lambat ketika diberikan subkutan, memerlukan
injeksi 30 menit sebelum makan untuk mendapatkan kontrol glukosa post prandial yang optimal
dan mencegah hipoglisemi setelah makan yang tertunda.

Insulin lispro dan insulin aspart adalah analog insulin yang diproduksi dengan modifikasi pada
molekul insulin manusia. Insulin ini lebih cepat diserap dengan durasi efek lebih singkat dari
insulin normal. Insulin ini bisa diberikan segera sebelum makan, menghasilkan efek lebih baik
untuk menurunkan glukosa post prandial daripada insulin normal pada DM tipe I, dan
mengurangi hipoglisemi setelah makan yang tertunda.

NPH dan insulin Lente durasinya intermediet, dan insulin Ultralente durasinya panjang.
Variasi pada absorpsi, penggunaan oleh pasien, dan perbedaaan pada farmakokinetik bisa
menyebabkan respon gluksoa yang labil, nocturnal (malam hari) hipoglisemia, dan hiperglisemia
sewaktu puasa.

Insulin glargine adalah analog insulin manusia durasi panjang yang ‘tanpa puncak’,
dikembangkan untuk menghilangkan kerugian insulin durasi intermediet atau panjang lainnya.
Insulin ini lebih kurang menyebabkan nocturnal hipoglisemia daripada insulin NPH ketika
diberikan sebelum tidur pada pasien DM tipe I.

Pada DM tipe I, rerata kebutuhan harian insulin adalah 0,5-0,6 unit/kg. Ini bisa turun sampai 0,1-
0,4 unit/kg pada fase bulan madu. Dosis lebih tinggi (0,5-1 unit/kg) diperlukan ketika terjadi
serangan akut atau ketosis. Pada DM tipe II, sering diperlukan dosis 0,7-2,5 unit/kg untuk pasien
dengan resistensi insulin.

Hipoglisemia merupakan efek samping paling umum dari insulin. Perawatannya adalah sebagai
berikut:
- Glukosa (10-15 g) oral adalah perawatan yang dianjurkan untuk pasien yang
sadar.
- Dextrosa IV bisa diperlukan jika pasien tidak sadar.

- Glukagon, 1 g IM, adalah perawatan pilihan pada pasien yang tidak sadar ketika
tidak bisa digunakan rute IV.

Indikasi penggunaan insulin pada NIDDM adalah :


- Diabetes mellitus dengan berat badan menurun cepat/kurus.
- Ketoasidosis, asidosis laktat, dan koma hiperosmolar.
- Diabetes mellitus yang mengalami stress berat (infeksi sistemik, operasi berat, dan lain-
lain).
- Diabetes mellitus dengan kehamilan / Diabetes mellitus gestasional yang
- tidak terkendali dengan perencanaan makan.
b. Obat Hipoglikemik Oral (OHO)
1. Sulfonilurea
Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan cara :
a. Menstimulasi pelepasan insulin yang tersimpan (stored insulin).
b. Menurunkan ambang sekresi insulin.
c. Meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa.
Sulfonilurea terikat dengan permukaan reseptor pada membran sel beta dan menghambat “
ATP-Sensitive Potassium Channel” sehingga mencegah keluarnya kalium dan terjadilah
depolarisasi membran sel.

Depolarisasi membuka voltage-dependent calcium channel akibatnya kalsium ekstra seluler


masuk dalam sel dan akhirnya meningkatkan Calcium Cytosolic yang merangsang insulin.
Golongan sulfonilurea dalam pemberiannya dapat menyebabkan kegagalan primer yaitu
sejak awal pasien tidak memberi respons yang memuaskan walaupun sudah ditingkatkan
dosisnya ke dosis maksimal. Keberhasilan menurunkan kadar glukosa puasa terbatas hanya
20-30% penderita. Demikian pula dapat terjadi kegagalan sekunder bila dalam periode yang
lama obat ini sudah tidak memberi hasil yang memuaskan walaupun diberikan dalam dosis
maksimal. Kegagalan sekunder dapat terjadi pada sekitar 10% penderita pertahun. Untuk itu
diperlukan obat OHO tambahan atau insulin untuk memperbaiki control glikemik (Henrichs,
HR. 1988).

Obat golongan ini diberikan pada penderita dengan berat badan normal dan dipakai pada
penderita yang berat badannya lebih dari normal. Klorpropamid tidak dianjurkan pada
keadaan insufisiensi renal dan orang tua karena resiko hipoglikemia yang berkepanjangan,
demikian juga glibenklamid. Untuk orang tua dianjurkan preparat dengan waktu kerja pendek
(tolbutamid, glikuidon). Glikuidon juga diberikan pada penderita diabetes mellitus dengan
gangguan ginjal atau hati ringan (Henrichs, HR. 1988).
2. Meglitinide

Serupa dengan sulfonilurea, meglitinide menurunkan glukosa dengan merangsang sekresi


insulin pankreas, tapi pelepasan insulin adalah tergantung glukosa dan akan hilang pada
konsentrasi glukosa darah rendah. Ini bisa mengurangi potensi untuk hipoglisemi parah.
Agen in menghasilkan pelepasan insulin fisiologis lebih banyak dan lebih hebat menurunkan
glukosa post-prandial dibandingkan dengan sulfonilurea durasi panjang. Rerata pengurangan
HbA1C adalah 0,6-1 %. Obat-obat ini sebaiknya diberikan sebelum makan. Jika ada waktu
makan yang dilewatkan, maka obat ini juga tidak diminum. Saat ini tidak ada penyesuaian
dosis yang diperlukan untuk lansia.

Repaglinide (Prandin) dimulai pada 0,5-2 mg dengan dosis maksimum 4 mg tiap makan
(sampai 4 makan per ahri atau 16 mg/hari)

Nateglinide (Starlix) diberikan 120 mg tiga kali sehari sebelum makan. Dosis bisa
diturunkan sampai 60 mg tiap makan pada pasien yang HbA1C mendekati target terapi ketika
terapi dimulai.

3. Biguanid
Biguanid menurunkan kadar glukosa darah tapi tidak sampai di bawah normal. Preparat yang
ada dan aman adalah metformin. Metformin adalah golongan dimetil biguanide merupakan
OHO yang dipakai untuk menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe
II, penggunaannya bertujuan untuk menurunkan resistensi insulin dengan memperbaiki
sensitivitas insulin terhadap jaringan. Dengan demikian metformin di indikasikan sebagai
obat pilihan pertama pada pasien diabetes mellitus tipe II gemuk yang mana dasar
kelainannya adalah resistensi insulin. Walaupun cara kerja metformin berbeda dengan
sulfonilurea akan tetapi efek kontrol glikemik sama dengan golongan sulfonilurea.
Metformin dikenal bekerja sebagai anti hiperglikemia sedang sulfonilurea sebagai obat yang
bekerja sebagai hipoglikemik (Balley, CJ. 1996).
Mekanisme kerja metformin menambah up-take (utilisasi) glukosa diperifer dengan
meningkatkan sensitifitas jaringan terhadap insulin, menekan produksi glukosa oleh hati,
menurunkan oksidasi Fatty Acid dan meningkatkan pemakaian glukosa dalam usus melalui
proses non oksidatif. Ekstra laktat yang terbentuk akan diekstraksi oleh hati dan digunakan
sebagai bahan baku glukoneogenesis. Keadaan ini mencegah terjadinya efek penurunan
kadar glukosa yang berlebihan. Pada pemakaian tunggal metformin dapat menurunkan kadar
glukosa darah sampai 20% (Balley, CJ, 1996).

4. Inhibitor α glukosidase
Obat golongan inhibitor alfa glukosidase (Acarbose) mempunyai mekanisme kerja
menghambat kerja enzim alfa glukosidase yang terdapat pada “brush border” dipermukaan
membran usus halus. Enzim alfa. glukosidase berfungsi sebagai enzim pemecah karbohidrat
menjadi glukosa diusus halus. Dengan pemberian acarbose maka pemecahan karbohidrat
menjadi glukosa di usus akan menjadi berkurang, dengan sendirinya kadar glukosa darah
akan berkurang (Adam, JMF. 1997).

5. Insulin sensitizing agent


Thoazolidinediones (Troglitazon) adalah golongan obat baru yang mempunyai efek
farmakologi meningkatkan sensitifitas jaringan perifer terhadap insulin. Obat ini tidak
menyebabkan reaksi hipoglikemia, menghilangkan adanya resistensi insulin, menurunkan
hepatic glucose out put, menormalkan gangguan toleransi glukosa, dan mencegah serta
memperlambat progresifitas gangguan toleransi glukosa menjadi diabetes. Terbukti pula obat
ini dapat memperbaiki kendali glukosa darah dan hiperinsulinemia. Obat ini belum beredar di
Indonesia (Iwamoto, Y. et al. 1996).

116. Sebuah pabrik obat tradisional akan memproduksi obat batuk dari bahan baku akar manis
(Glycyrhizae glabra). Bahan baku tersebut harus distandarisasi. Salah satu uji yang akan
dilakukan yaitu uji kadar abu total. Uji tersebut menggambarkan apa ?

a. tingkat kekeringan simplisia

b. tingkat cemaran mikroorganisme

c. tingkat kandungan senyawa anorganik

jawab : c. tingkat kandungan senyawa anorganik

Penetapan kadar abu dari simplisia bertujuan untuk memberikan gambaran kandungan abu yang
terkandung dalam simplisia baik abu fisiologis atau internal atau yang berasal dari tanaman itu
sendiri yang berupa unsur anorganik seperti magnesium, natrium, dan kalsium dalam bentuk
trioksida, maupun abu non fisiologis atau eksternal yang berasal dari cemaran luar seperti polusi
udara, tanah dan air.

Pemeriksaan kadar abu larut air menunjukkan adanya abu fisiologis seperti alkali dan alkali
tanah seperti magnesium, natrium, dan kalsium dalam bentuk trioksida yang terdapat dalam
simplisia. Sedangkan pemeriksaan kadar abu tak larut asam bertujuan untuk menentukkan
banyak nya abu non fisiologis seperti silika, tanah dan pasir dalam simplisia.

117. Seorang pasien membawa resep sebagai berikut:


R/ Xanax tab

Menurut permenkes nomor 9/2003 mengenai narkotika hal apa yang memberikan
perbedaan pada obat dalam resep tersebut?

a. No batch dengan kode tertentu


b. No registrasi dengan kode tertentu
c. Harus dengan resep dokter
d. Peringatan obat keras
e. Logo dan lambang pada kemasan

JAWABAN C

Xanax (alprazolam) merupakan obat yang termasuk kedalam golongan benzodiazepine


(minor transkuilizer) yang berkerja dengan cepat setelah dikonsumsi. Xanax bekerja
pada Gamma-amino Butyric Acid (GABA) receptor, neurotransmitter yang penting
diotak manusia. Indikasi : mengatasi anxiety (kecemasan), panik attacck, serta depresi
ringan.

Alprazolam adalah jenis obat keras yang diberikan sesuai dengan resep dokter.

118. Imunodilator adalah senyawa yang dihasilkan dari bahan alam. Termasuk kedalam golongan
obat apakah imunodilator?

a. Jamu

b. Obat herbal terstandar

c. Fitofarmaka

d. Obat tradisional

PENJELASAN
Istilah imunomodulator sendiri merujuk pada suatu agen yang dapat mengembalikan dan
memperbaikan sistem imun yang fungsinya terganggu, atau menekan yang ungsinta
berlebihan. Pada kondisi dimana sistem imun hiperaktif, baik terhadap pparan dari luar
maupun dari dalam tubuh, maka diperlukan suatu imunosupresan. Sebaliknya, jika sistem
imun terlalu lemah dan kurang reaktif sehingga tidak mampu melawan patogen yang masuk,
maka diperlukan suatu imunostimulan. Telah banyak obat-obat sintetik yang bekerja sebagai
imunomodulator, baik sebagai imunostimulan maupun imunosupresan. Herbal dapat pula
menjadi sumber senyawa imunomodulator. Sebagian telah digunakan secara empirik oleh
masyarakat dan dipercaya sebagai penguat daya tahan tubuh. Beberapa diantaranya adalah
Curcuma sp, Rhododendrum spiciferum, caesalpinia sp, Panax ginseng, Echinacea
puppurea, Calendula officinalis, dll.

JAMU

Jamu merupakan bahan obat alam yang sediannya masih berupa simplisia sederhana, seperti
irisan rimpang, daun atau akar kering. Sedang khasiatnya dan keamanannya baru terbukti
setelah secara empiris berdasarkan pengalaman turun-temurun. Sebuah ramuan disebut jamu
jika telah digunakan masyarakat melewati 3 generasi. Artinya bila umur satu generasi rata-
rata 60 tahun, sebuah ramuan disebut jamu jika bertahan
minimal 180 tahun. Sebagai contoh, masyarakat telah menggunakan rimpang temulawak
untuk mengatasi hepatitis selama ratusan tahun. Pembuktian khasiat tersebut baru sebatas
pengalaman, selama belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa temulawak
sebagai antihepatitis. Jadi Curcuma xanthorriza itu tetaplah jamu. Artinya ketika dikemas
dan dipasarkan, produsen dilarang mengklaim temulawak sebagai obat. Selain tertulis
"jamu", dikemasan produk tertera logo berupa ranting daun berwarna hijau dalam lingkaran.
Di pasaran banyak beredar produksi kamu seperti Tolak Angin (PT. Sido Muncul), Pil Binari
(PT. Tenaga Tani Farma), Curmaxan dan Diacinn (Lansida Herbal), dll
OBAT HERBAL TERSTANDAR

Obat Herbal Terstandar (OHT) adalah jamu yang dinaikkan kelasnya menjadi “herbal
Terstandar” denga bentuk sediaanya berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan
yang terstandarisasi. Disamping itu herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji
toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmakodinamik (kemanfaatan) dan teratogenik
(keamanan terhadap janin). Uji praklinis meliputi in vivo dan in vitro. Riset in vivo
dilakukan terhadap hewan uji seperti mencit, tikus, kelinci atau hewan uji lain. Sedangkan in
vitro dilakukan pada sebagian organ yang terisolasi, kultur sel atau mikroba. Riset in vitro
bersifat parsial, artinya baru diuji pada sebagian organ atau cawan petri. Tujuannya untuk
membuktikan klaim sebuah obat. Setelah terbukti aman dan berkhasiat, bahan herbal
tersebut berstatus herbal terstandar. Meski telah teruji secara praklinis, herbal terstandar
tersebut belum dapat diklaim sebagai obat. Namun konsumen dapat mengkonsumsinya
karena telah terbukti aman dan berkhasiat. Hingga saat ini, di Indonesia baru 17 produk
herbal terstandar yang beredar di pasaran. Sebagai contoh Diapet (PT. Soho Indonesia),
Kiranti (PT. Ultra Prima Abadi), Psidii (PJ. Tradium), Diabmeneer (PT. Nyonya Meneer),
dll. Kemasan produk Herbal terstandar berlogo jari-jari daun dalam lingkaran.

FITOFARMAKA

Fitofarmaka merupakan status tertinggi dari bahan alami sebagai “obat”. Sebuah Herbal
Terstandar dapat dinaikkan kelasnya menjadi fitofarmaka setelah melalui uji klinis pada
manusia. Dosis dari hewan coba dikonversi ke dosis aman bagi manusia. Dari uji itulah
dapat diketahui keamanan efek pada hewan coba dan manusia. Bisa jadi terbukti ampuh
ketika diuji pada hewan coba, belum tentu ampuh juga ketika dicobakan pada manusia. Uji
klinis terdiri atas single center yang dilakukan di laboratorium penelitian dan multicenter di
berbagai lokasi agar lebih obyektif. Setelah lolos uji fitofarmaka, produsen dapat mengklaim
produknya sebagai obat. Namun demikian, klaim tidak boleh menyimpang dari materi uji
klinis sebelumnya. Misalnya, ketika uji klinis hanya sebagai antikanker, produsen dilarang
mebgklaim produknya sebagai anti kanker dan juga anti diabetes. Salah satu produk
Fitofarmaka adalah Stimuno Dexa Medica yang merupakan imunomodulator dari ekstrak
Phylanthus nirusi atau meniran yang didalamnya berkhasiat merangsang tubuh lebih banyak
antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar bekerja optimal.

Obat Tradisional adalah oabat-obat yang secara tradisional, turun temurun, berdasarkan
resep nenek moyang, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat, baik bersifat
magic maupun pengetahuan tradisional. Pencarian obat herbal yang berkhasiat sebagai
imunomodulator dapat dimulai berdasarkan penggunaan tanaman tersebut secara empiris.
Persyaratan imunomodulator

Menurut WHO, imunomodulator haruslah memenuhi persyaratan berikut:

1. Secara kimiawi murni atau dapat didefinisikan secara kimia.


2. Secara biologik dapat diuraikan dengan cepat.
3. Tidak bersifat kanserogenik atau ko-kanserogenik.
4. Baik secara akut maupun kronis tidak toksik dan tidak mempunyai efek samping
farmakologik yang merugikan.
5. Tidak menyebabkan stimulasi yang terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Dilihat dari persyaratan WHO mengenai imunomodulator maka Fitofarmaka lah yang lebih
direkomendasikan sebagai imunomodulator.

119. Seorang pasien datang ke apotek menanyakan tentang pemakaian salep kombinasi asam
salisilat dan sulfur untuk kulit, pasien menjelaskan ketika memakai salep susah dibilas
dengan air dan terasa lengket, basis salep apa yang digunakan pada sediaan tersebut?
a. Basis larut air
b. Basis anhidrous
c. Basis emulsi tipe o/w
d. Basis oleaginous

Jawaban :
d. Basis Oleaginous
Penjelasan :
Ketika pemakaian salep pasien menjelaskan bahwa salep susah dibilas air. Jika salep tidak bisa
hilang dengan air maka salep tersebut pun tidak dapat larut dalam air. Sehingga pilihan basis
larut air tidak tepat.
Basis anhidrous adalah dasar/basis serap yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air
dalam minyak sehingga pilihan basis anhidrous tidak tepat.
Basis emulsi tipe o/w atau oil/water atau minyak dalam air menyatakan bahwa salep tersebut
terdiri dari minyak dalam air dimana jumlah air lebih banyak dari minyak. Sehingga akan mudah
juga dibilas dengan air sehingga jawaban basis emulsi tipe o/w tidak tepat.
Basis oleaginous atau dasar/basis hidrokarbon merupakan salep berlemak dengan tujuan
memperpanjang waktu kontak bahan obat dengan kulit dan sukar untuk dibilas dengan air.

Menurut FI. IV, salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada
kulit atau selaput lendir. Salep tidak boleh berbau tengik. Kecuali dinyatakan lain kadar bahan
obat dalam salep yang mengandung obat keras atau narkotika adalah 10 %.

Menurut FI. IV, dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok, yaitu
dasar salep senyawa hidrokarbon, dasar salep serap, dasar salep yang dapat dicuci dengan air,
dasar salep larut dalam air. Setiap salep obat menggunakan salah satu dasar salep tersebut.

1). Dasar Salep Hidrokarbon


Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak, antara lain vaselin putih dan salep putih.
Hanya sejumlah kecil komponen berair yang dapat dicampurkan kedalamnya. Salep ini
dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit dan bertindak sebagai
pembalut penutup. Dasar salep hidrokarbon digunakan terutama sebagai emolien, sangat lengket,
sukar dicuci, tidak mengering dan tidak tampak berubah dalam waktu lama.

2). Dasar Salep Serap


Dasar salep serap ini dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok pertama terdiri atas dasar salep yang
dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (parafin hidrofilik dan lanolin
anhidrat), dan kelompok kedua terdiri atas emulsi air dalam minyak yang dapat bercampur
dengan sejumlah larutan air tambahan (lanolin). Dasar salep ini juga berfungsi sebagai emolien.

3). Dasar Salep yang dapat dicuci dengan air.


Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air, antara lain salep hidrofilik (krim). Dasar salep
ini dinyatakan juga sebagai dapat dicuci dengan air, karena mudah dicuci dari kulit atau dilap
basah sehingga lebih dapat diterima untuk dasar kosmetika. Beberapa bahan obat dapat menjadi
lebih efektif menggunakan dasar salep ini dari pada dasar salep hidrokarbon. Keuntungan lain
dari dasar salep ini adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan yang terjadi
pada kelainan dermatologik.

4). Dasar Salep Larut Dalam Air


Kelompok ini disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari konstituen larut air.
Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungannya seperti dasar salep yang dapat dicuci
dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut dalam air, seperti paraffin, lanolin anhidrat atau
malam. Dasar salep ini lebih tepat disebut gel.

Pemilihan dasar salep tergantung pada beberapa faktor yaitu khasiat yang diinginkan, sifat bahan
obat yang dicampurkan, ketersediaan hayati, stabilitas dan ketahanan sediaan jadi. Dalam
beberapa hal perlu menggunakan dasar salep yang kurang ideal untuk mendapatkan stabilitas
yang diinginkan. Misalnya obat-obat yang cepat terhidrolisis, lebih stabil dalam dasar salep
hidrokarbon daripada dasar salep yang mengandung air, meskipun obat tersebut bekerja lebih
efektif dalam dasar salep yang mangandung air.

Beberapa contoh – contoh dasar salep :


1 Dasar salep hidrokarbon Vaselin putih ( = white petrolatum = whitwe soft paraffin),
vaselin kuning (=yellow petrolatum = yellow soft paraffin),
campuran vaselin dengan cera, paraffin cair, paraffin padat,
minyak nabati.

2 Dasar salep serap Adeps lanae, unguentum simpleks (cera flava : oleum sesami
(dasar salep absorbsi) = 30 : 70), hydrophilic petrolatum ( vaselin alba : cera alba :
stearyl alkohol : kolesterol = 86 : 8 : 3 : 3 )

3 Dasar salep dapat Dasar salep emulsi tipe m/a (seperti vanishing cream),
dicuci dengan air emulsifying ointment B.P., emulsifying wax, hydrophilic
ointment.

4 Dasar salep larut air Poly Ethylen Glycol (PEG), campuran PEG, tragacanth, gummi
arabicum

Kualitas dasar salep yang baik adalah:


o Stabil, selama dipakai harus bebas dari inkompatibilitas, tidak terpengaruh oleh suhu
dan kelembaban kamar.
o Lunak, semua zat yang ada dalam salep harus dalam keadaan halus, dan seluruh produk
harus lunak dan homogen.
o Mudah dipakai
o Dasar salep yang cocok
o Dapat terdistribusi merata

Asam salisilat, Resorsinol dan Sulfur.


Asam salisilat, resorsinol dan sulfur adalah keratolitik dan mempunyai daya antiseptik.
Kombinasi ketiga obat ini sangat sinergis untuk pengobatan jerawat.
 Salicylic acid, Digunakan pada jerawat dengan tingkat keparahan ringan. Biasanya digunakan
pada facial cleansers. It’s third choice for maintenance therapy. Mempunyai sifat komedolitik
(menghancurkan komedo) dan keratolitik yang dapat melunakkan kulit sehingga dapat
membantu penyerapan obat lain. Selain itu, asam salisilat mempunyai efek antiinflamasi. Seperti
benzoyl peroksida, asam salisilat harus digunakan berlanjut.. Once stopped, pores clog and acne
returns. Produk asam salisilat ditemukan dalam bentuk lotion, krim, dan pad. Asam salisilat
dapat menyebabkan iritasi kulit.
 Sulfur, Produk sulfur biasanya dikombinasi dengan zat lainnya, misalnya alkohol, asam
salisilat, dan resorcinol. Sulfur belum diketahui bagaimana mekanisme kerja membersihkan
jerawat. Walaupun baunya yang tidak enak, kadang-kadang sulfur digunakan sendiri untuk
menangani jerawat.

120. Seorang laki-laki berumur 60 tahun telah lama menderita penyakit paru obstruktif kronik
dan mengalami eksaserbasi akut sehingga harus dirawat di rumah sakit. Diberikan terapi inhalasi
bronkodilator (kombinasi ipratropium dan albuterol), inhalasi flutikason dan tablet kodein.
Karena pasien mengalami infeksi juga sehingga diberikan eritromisin. Setelah beberapa hari
pasien mengeluh konstipasi. Obat apa saja yang menyebabkan keluhan tersebut?

a. Ipratropium

b. Albuterol

c. Flutikason

d. Kodein

e. Eritromisin

Jawaban d. Kodein

Penjelasan

• Penyakit pulmonari obstruktif kronis (PPOK), dikenal juga sebagai penyakit paru
obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit saluran udara obstruktif kronis (PSUOK), adalah sejenis
penyakit paru obstruktif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang kronis. Biasanya,
kondisi ini akan bertambah buruk seiring dengan waktu. Gejala utamanya antara lain adalah
sesak napas, batuk, dan produksi sputum/lendir.Kebanyakan penderita bronkitis kronis juga
menderita PPOK.
• Eksaserbasi akut dari PPOK didefinisikan sebagai sesak napas bertambah parah, produksi
sputum semakin banyak, dan perubahan warna sputum dari bening menjadi hijau atau kuning,
atau batuk semakin parah yang dialami penderita PPOK. Hal ini dapat disertai dengan tanda-
tanda bertambah besarnya usaha untuk bernapas seperti napas cepat, detak jantung cepat,
berkeringat, penggunaan otot leher secara aktif, kulit membiru, serta kebingungan atau prilaku
agresif pada eksaserbasi parah. Gemerisik juga mungkin terdengar dari paru-paru saat
pemeriksaan dengan stetoskop.

• Bromide ipratropium adalah bronkodilator yang melebarkan (membesar) saluran udara


(bronchi) di paru-paru. Hal ini digunakan dalam mengobati, gejala asma, pilek, alergi, dan
penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) karena emfisema atau bronkitis kronis. Ipratropium blok
efek asetilkolin pada saluran udara (bronkus) dan saluran hidung. Asetilkolin adalah bahan kimia
yang saraf gunakan untuk berkomunikasi dengan sel-sel otot. Dalam asma dan penyakit paru
obstruktif kronik, saraf kolinergik akan ke paru-paru menyebabkan penyempitan saluran udara
dengan menstimulasi otot di sekitar saluran udara untuk berkontraksi. Efek samping yang paling
umum yang terkait dengan ipratropium adalah mulut kering, batuk, sakit kepala, mual, pusing,
dan kesulitan bernapas. Ipratropium dapat menyebabkan bronchospasms yang dapat mengancam
jiwa. Hal ini juga dapat menyebabkan ruam, gatal-gatal, atau reaksi alergi yang serius yang
melibatkan penutupan saluran udara.

• Albuterol adalah bronkodilator yang melemaskan otot-otot di saluran udara dan


meningkatkan aliran udara ke paru-paru. Albuterol inhalasi digunakan untuk mengobati atau
mencegah bronkospasme pada orang dengan penyakit saluran napas obstruktif reversibel. Efek
samping yang umum diantaranya nyeri punggung, nyeri tubuh, sakit kepala, merasa gugup,
mual, diare, sakit perut, sakit tenggorokan, nyeri sinus, dan hidung tersumbat.

• Indikasi flutikason adalah untuk profilaksis asma, pengobatan asma eksaserbasi akut.
Efek samping yang timbul antara lain adalah suara serak dan kandidiasis di mulut atau
tenggorokan, reaksi hipersensitif pada kulit, jarang ditemukan udem wajah dan orofaring,
mungkin menyebabkan efek sistemik supresi adrenal, pertumbuhan terhambat pada anak-anak,
menurunkan densitas mineral pada tulang, katarak, glaucoma.
• Kodein adalah sejenis obat golongan opiat yang digunakan untuk mengobati nyeri sedang
hingga berat, batuk (antitusif), diare, dan irritable bowel syndrome. Pengubahan kodein menjadi
morfin berlangsung di hati, dan dikatalisis oleh enzim sitokrom P450 dan CYP2D6, sedangkan
enzim CYP3A4 akan mengubah kodein menjadi norkodeina. Efek samping yang umumnya
terjadi akibat menggunakan kodein meliputi eforia (perasaan senang/bahagia), gatal-gatal, mual,
muntah, mengantuk, mulut kering, miosis, hipotensi ortostatik, penahanan urin, depresi, dan
sembelit. Efek samping yang mengancam jiwa, seperti halnya senyawa opiat lainnya adalah
depresi saluran pernafasan. Depresi saluran pernafasan ini tergantung pada jumlah dosis yang
diberikan, dan berbahaya bila overdosis.

• Indikasi eritromisin adalah sebagai alternatif untuk pasien yang alergi penisilin untuk
pengobatan enteritis kampilobakter, pneumonia, penyakit Legionaire, sifilis, uretritis non
gonokokus, prostatitis kronik, akne vulgaris, dan profilaksis difetri dan pertusis. Efek samping
yang dapat timbul antara lain mual, muntah, nyeri perut, diare; urtikaria, ruam dan reaksi alergi
lainnya; gangguan pendengaran yang reversibel pernah dilaporkan setelah pemberian dosis
besar; ikterus kolestatik dan gangguan jantung (aritmia dan nyeri dada).

121. Pada era perkembangan pelayanan farmasi terjadi pergeseran focus apoteker misalnya
apoteker membuat tablet amlodipine untuk pengobatan hipertensi, era sekarang apoteker harus
membuat obat yang meningkatkan atau bermanfaat bagi pasien. Pernyataan tersebut mempunyai
makna…
a. apoteker membuat formulasi-formulasi yang lebih baik
b. apoteker menjalankan pharmaceutical care
c. apoteker tidak lagi membuat obat
d. apoteker dalam membuat obat dengan menggunakan mesin-mesin canggih
e. apoteker tidak lagi menjalankan pelayanan kefarmasian

jawaban: B. Apoteker menjalankan pharmaceutical care


1. Pengertian pharmaceutical care (PC)
Menurut Linda Strand :
Pharmaceutical care (PC) adalah sebuah praktek dimana praktikan langsung mengambil
tanggung jawab pengobatan pasien dan memegang kebutuhan tanggung jawab untuk komitmen
ini.
Menurut Hepler and strand :
Pharmaceutical care (PC) adalah tanggung jawab dari terapi obat untuk mendapatkan outcome
yang pasti yaitu peningkatan hidup pasien.
Menurut ASHP :
Pharmaceutical care (PC) adalah menunjukkan fungsi dari apoteker dalam penggunaan obat yang
optimal untuk mendapatkan outcome yaitu peningkatan kualitas hidup pasien

Elemen dari Pharmaceutical Care :


1. tanggung jawab
bertanggung jawab penuh, menganggap pasien yang datang adalah pasien ku
2. interaksi langsung
fokus, kontak dan berinteraksi langsung dengan pasien
3. kepedulian
menunjukkan rasa kepedulian terhadap apa yang dialami pasien, menganggap mereka adalah
orang yang kita sayangi, dan menerapkan patient oriented (orientasi terhadap pasien), untuk
menerapkan patient oriented ini kita harus terus mengupdate skill./keterampilan, pengetahuan
dan komunikasi
4. mendapatkan tujuan positif (outcome) :
penyembuhan penyakit, mengurangi dan menghilangkan penyakit dan gejala, mencegah gejala,
dan mencegah perkembangan penyakit.
5. meningkatkan kualitas hidup pasien
6. resolusi dari medication-related problem (MRP's)
DRP seperti : dosis terlalu besar/kecil, obat yang salah, obat tanpa indikasi, ADR, IO, kegagalan
menerima obat dll.

122. Seorang pasien penderita TBC dan diberi pengobatan INH, pirazinamid, piridoksin,
ethambutol, rifampisin. Tujuan pemberian piridoksin untuk mengurangi efek samping dari obat
apa?
Jawaban : B. Isoniazida

ISONIAZIDA RIFAMPISIN PIRAZINAMID ETHABUT ERITROMI


OL SIN
DOSIS DEWASA: 300 mg DEWASA: DEWASA dan DEWASA DEWASA
(1 kali sehari) 600 mg (1 kali ANAK: 15 – 30 dan anak > dan anak >8
ANAK: 10 mg/BB sehari) mg/BB (1 kali 13 tahun: 15 tahun : 250
sampai 300 mg (1 ANAK: 7,5 – sehari) atau 50 – – 25 mg/BB – 500 mg
kali sehari) 15 mg/BB 70 mg/BB (2 – 3 (1 kali tiap 6 jam
kali seminggu) sehari) atau 0,5 – 1
g tiap 12
jam
ANAK: 125
mg tiap
6jam
INDIKAS Untuk terapi semua Obat anti Obat anti Terapi Alternatif
I bentuk tuberkulosis, tuberkulosis tuberkulosis kombinasi untuk
bisa digunakan yang diberikan yang diberikan tuberkulosis pasien
tunggal atau bersama dengan dengan obat anti dengan obat alergi
– sama dengan obat kominasi tuberkulosis lain lain, jika penisilin,
anti tuberkulosis lain dengan obat terjadi enteritis
lain untuk resistensi. kampilobakt
terapi awal Jika er,
atau ulang resistensi pneumonia,
menurun sifilis,
dapat legionaire,
ditinggalkan uretritis non
gonokokus,
akne
vulgaris,
profilaksis
difetri
KONTRA Hipersensitifitas, Gangguan Hipersensiti Penyakit
INDIKAS demam, artritis, fungsi hati vitas hati
I cedera hati, parah, porfiria, terhadap
kerusakan hai akut, hipersensitifitas ethambutol
kehailan seperti
neuritis
optik
KERJA Bakterisid, Bakterisid, Bakterisid, Bakteriostat
OBAT mekanisme kerja : mekanisme mekanisme ik,
mengganggu sintesis kerja: kerja: mekanisme
asam mikolat yang menghambat pengubahannya kerja:
digunakan untuk secara spesifik menjadi asam berdasarkan
sintesis dinding suatu enzim pyrazinamidase penghambat
bakteri bakteri RNA – yang berasal an sintesa
polimerase dari basil RNA dan
sehingga tuberkulosa menghindar
intesis RNA i
terganggu terbentukny
a asam
mikolat
pada
dinding sel
INTERA Inhibitor kuat untuk Mempercepat Garam Hindari
KSI cytochrome p-450 metabolisme almunium penggunaan
isoenzym tapi punya metadon, dalam obat dengan
efek minimal pada absorpsi maag dapat astemizol
CYP3A pemakaian dikurangi oleh mengurangi atau
INH dengan obat – antasida, absorpsi terfenadin
obat tertentu. Dapat menurunkan ethambutol karena
menaikan knsentrasi kadar plasma dapat
obat tersebut dan dizopiramid, menyebabk
menimbulkan resiko meksiletin, an aritmia,
toksis propanon dan hindari juga
Contoh: kinidin kombinasi
- antikonvulsan dengan
- isofluran, casaprid
paracetamol,
karbamazepin(hepat
otoksis)
- antasid dan
adsorben(menurunka
n absorpsi)
- sikloserin
(toksisitas pada SSP)

EFEK Neurologi, Saluran cerna ( Hepatotoksik, Penurunan Mual,


SAMPIN hipersensitifitas panas pada hepatomegali, penglihatan, muntah,
G demam, erupsi kulit, perut, mual, anoreksia, reaksi nyeri perut,
hepatotoksik, muntah, ikhterus, gagal adversus diare,
metabolisme dan anoreksia, hati, mual , berupa sakit urtikaria,
endokrin (adanya kembung), muntah, kepala, ruam, alergi
defisiensi vitamin SSP (letih, rasa artralgia, anemia disorientasi,
B6), hematologi kantuk, sakit Hati – hati mual,
(agranulosit, anemia, kepala, pemakaian pada muntah dan
hemolisis), bingung), penderita encok, sakit perut
methemoglobinemia, gangguan DM, san fungsi
saluran cerna penglihatan, ginjal tidak
(mual,muntah, hipersensitifita sempurna
sembelit), s (demam,
intoksikasi (sakit pruritis,urtikari
kepala, takikardia, a), hematologi,
dispenia), hipotensi intoksikasi,
postura, sindrom proteinurea,
(lupus, eritematosus, sindrom
rematik) hematoreal
PERINGA >Hati – hati >keamanan >hanya dipakai >dilakukan Gangguan
TAN digunakan untuk penggunaan pada terapi pemeriksaa fungsi hati
sakit hati kronik, selama kombinasi anti n mata dan porfiria
disfungsi ginjal, kehamilan tuberkulosis sebelum ginjal,
gangguan konvulsi >hati – hati dengan pengobatan perpanjanga
>untuk peminum penggunan pirazinamid >turunkan n interval
alkohol perlu pada penyakit >dapat dipakai dosis pada QT,
monitoring karena hati, riwayat secara tunggal penderita kehamilan,
menyebabkan alkoholisme, untuk gangguan menyusui
hepatitis penggunan penderitaan fungsi
>disarankan bersamaan yang resisten ginjal,
menggunakan dengan obat dengan kehamilan
piridoksin 10 – 20 hepatotoksik pengobatan
mg untuk lain kombinasi
mencegah reaksi >dapat
adversus menghambat
ekskresi asam
urat dari ginjal
(hiperurikemia)
>monitor asm
uratnya

123. seorang ibu 38 tahun mempunyai keluhan 3 hari susah buang air besar. Akan tetapi sudah
rutin mengkonsumsi makanan serat dan mineral. Obat apa yang sebaiknya yang diberikan pada
penyakit tersebut ?
a. Fe
b. Bisakodil
c. Ranitidin
d. loperamid
e. Histigo

Jawaban : c. Bisakodil
Indikasi : konstipasi, tablet bekerja dalam 10-12 jam, supositoria bekerja dalam 20-60 menit;
sebelum prosedur radiologi dan bedah
Peringatan ; lihat keterangan pada pencahar stimulan
Kontraindikasi : Lihat keterangan pada pencahar stimulan, bedah perut akut, Inflammatory
bowel disease akut, dehidrasi berat.
Efek Samping : Lihat keterangan pada pencahar stimulan; tablet: gripping, suppositoria, iritasi
lokal
Dosis :
oral; untuk konstipasi 5-10 mg malam hari; kadang-kadang perlu dinaikkan menjadi 15-20mg;
anak-anak dibawah 10 tahun 5 mg.
Rektum;
Dalam supositoria untuk konstipasi, 10 mg pada pagi hari; anak-anak dibawah 10 tahun 5mg.
Sebelum prosedur radiologi dan bedah, 10 mg oral sebelum tidur malam selama 2 hari sebelum
pemeriksaan dan jika perlu supositoria 10 mg 1 jam sebelum pemeriksaan; anak-anak setengah
dosis dewasa.
Nama dagang: Bicolax, bisakodil, dulcolax, dll.

 Fe ( zat besi ) adalah suatu suplemen penambah darah yang sangat dibutuhkan oleh ibu
hamil guna mencegah terjadinya anemia selama kehamilan. Zat besi merupakan mineral
mikro yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia dan hewan. Yaitu sebanyak 3-
5 gram di dalam tubuh manusia dewasa.
Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah
( hemoglobin ). Selain itu, mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk
membentuk mioglobin ( protein yang membawa oksigen ke otot ), kolagen ( protein yang
terdapat di tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung ), serta enzim. Zat besi juga
berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh.
Contoh tablet yang mengandung zat besi adalah etabion, sangobion, feroplek, farmobion,
dll.

 Ranitidin adalah suatu histamin antagonis reseptor H2 yang menghambat kerja histamin
secara kompetitif pada reseptor H2 dan mengurangi sekresi asam lambung.
Indikasi: pengobatan jangka pendek tukak usus 12 jari aktif, tukak lambung aktif,
mengurangi gejala refluks esofagitis.
Dosis : 50 mg (tanpa pengenceran) tiap 6-8 jam
Efek samping : sakit kepala
Interaksi obat : pemberian bersama warfarin dapat meningkatkan atau menurunkan
waktu protombin.

 Loperamide adalah obat yang digunakan untuk mengatasi diare akut. Jenis diare ini
menyerang secara tiba-tiba dan biasanya berhenti dalam waktu beberapa hari. Penyakit
ini umumnya disebabkan oleh infeksi akibat bakteri, virus atau jenis kuman lainnya.
Loperamid berfungsi memperlambat aktivitas usus besar sehingga makanan akan
tertahan lebih lama di dalem usus. Dengan begitu usus akan menyerap lebih banyak air
dan tinja akan menjadi lebih padat. Tetapi harap diingat bahwa obat ini hanya dapat
meredakan gejala diare, dan tidak mengobati penyebabnya.
Dosis :
Diare non spesifik akut : dosis awal 2 kaplet diikuti 1 kaplet setiap habis diare. Maksimal
8 kaplet sehari.
Diare kronik : dosis awal 2 kaplet diikuti dengan 1 kaplet setiap habis diare sampai diare
terkontrol. Maksimal 8 kaplet sehari.
Pemberian harus dihentikan bila tidak ada perbaikan selama 48 hari.
Efek samping : kembung, konstipasi, mual muntah, mulut kering sakit pada abdomina.
Interaksi obat : pemberian bersdama transquillizer atau alkohol, inhibitor monoamn
oksidase harus berhati-hati.

 Histigo caplet untuk vertigo perifer, pusing yang berhubungan dengan gangguan
keseimbangan yang terjadi pada gangguan sirkulasi darah atau sindrom meniere, penyakit
meniere.
Dosis : 1-2 kaplet 3×sehari
Pemberian obat sebaiknya diberikan bersama makanan.
KI : feokromositoma
ES : gangguan Gi, sakit kepala, ruang kulit, pruritus.

124. Seorang pasien TB perempuan berusia 55 tahun sedang menjalani terapi kombinasi obat
2RHZES/4H3R3. Alasan kombinasi oabt tersebut adalah

JAWABAN E. Mencegah terjadinya resistensi bakteri terhadap obat.

TBC
TBC adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Microbacterium tuberculosis.
Dengan gejala umumnya terdapat benjolan-benjolan kecil di paru-paru dan ditularkan lewat
organ pernafasan.

 Gejala sistemik / umum :

1. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya terasa di malam hari disertai
keringat dingin. Kadang-kadang seperti influenza dan bersifat hilang timbul.

2. Penurunan nafsu makan dan berat badan.

3. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah)

4. Perasaan tidak enak (malise), lemah.

 Gejala Khusus

1. Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena. Bila terjadi sumbatan sebagian bronkusakibat
penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara mengi. Suara nafas
melemah yang disertai sesak.

2. Jika ada cairan di organ pleura dapat disertai dengan keluhan sakit dada.

3. Bila kena tulang. Maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat
membentuk saluran dan bermuara pada kulit diatasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.

4. Pada anak-anak dapat mengenai otak dan disebut sebagai meningitis. Dengan gejala demam
tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

Pengobatan

• Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3

Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap
intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu
(tahap lanjutan).

Diberikan kepada:

o Penderita baru TBC paru BTA positif.

o Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat.

• Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3

Diberikan kepada:
o Penderita kambuh.

o Penderita gagal terapi.

o Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.

• Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3

Diberikan kepada:

o Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.

 Pengobatan TBC dilakukan dengan beberapa kombinasi bertujuan untuk :

1. Mencegah resistensi karena pemakaian obat tunggal.

2. Praktis karena dapat diberikan sebagai dosis tunggal

3. Mengurangi efek samping

Tuberkulostatik dibagi dalam 2 golongan :

a. Obat primer : isoniazid, rifampisin, pirazinamida, etambutol, streptomisin


( kanamisin,amikasin). Obat – obat ini paling efektif dengan toksisitas paling rendah, tapi harus
dikombinasi untuk mencegah resistensi.

b. Obat sekunder : klofazimin, flourkinolon, sikloserin, rifabutin, dan PAS. Obat – obat ini
mempunyai kegiatan lebih lemah, dan hanya di gunakan bila terjadi resistensi.

Informasi obat dengan resep dokter :

1. Rifampisin

indikasi Pengobatan tuberculosis, lepra dan meningitis

Efek samping mual, muntah, diare, pusing, gangguan pengelihatan

Peringatan perlu penerangan rifampisin menyebabkan warna merah pada urin,

tinja, liur, dahak, keringat dan air mata

sediaan kapsul 300mg, 450mg, kaptab 600mg

2. Ethambutol

Indikasi Tuberkilosis dengan kombinasi bersama obat lain


Efek samping Neuritis optic, buta warna merah/hijau, neuritis perifer

Sediaan Tablet 250mh & 500mg

Cara penyimpanan Wadah kedap udara

3. Isoniazid

Indikasi Tuberkulosis, kombinasi obat lain. Khasiat tuberkulostatik paling


kuat

dibanding obat lain

Efek samping neuritis perifer ( gangguan saraf dengan gejala kejang – kejang ) yang

dapat dicegah dengan pemberian pyridoxine ( vitamin B6). INH kalau

digunakan sebagai obat tunggal, resistensinya sangat cepat

Sediaan tablet 100mg & 300mg

4. Pirazinamid

Indikasi tuberculosis dalam kombinasi dengan obat lai, khasiatnya diperkuat

oleh isoniazida

Efek samping Hepatotoksik (menimbulkan kerusakan hati ) terutama pada dosis


lebih

dari 2g/ hari

Sediaan Tablet 500mg

Cara penyimpanan wadah kedap udara terlindung dari sinar

Spesialite obat – obat TBC

No Generik dan Latin Dagang Pabrik

1 Isoniazid INH Ciba Sandoz

Pehadoxin Phapros

Inoxin Dexa Medica

2 Rifampisin Rif Armoxindo


Rifamtibi Sanbe

3 Pirazinamid Pezeta-Ciba 500 Sandoz

Prazina Armoxindo

4 Ethambutol HCL Cetabutol Soho

Etibi Rocella

5 Isoniazida + Vit B6 Pehadoxin Phapros

Inoxin Dexa Medica

6 INH + Vit B6 + Ethambutol Intam 6 Aventis

Metham Promed Rahardjo

Mycotambin-INH forte United American

7 Rifampicin + INH Rimactazid Sandoz

Ramicin-Iso Westmont Medifarma

125. Logo apakah ini?

a. Obat Herbal Terstarndar


b. Jamu
c. Jamu Gendong
d. Fitofarmaka
e. Generik

Jawaban:

 Obat Herbal Terstandar


Obat Herbal Terstandar (OHT) merupakan sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan
keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di
standarisasi. OHT memiliki grade setingkat di bawah fitofarmaka. OHT belum mengalami uji
klinis, namun bahan bakunya telah distandarisasi untuk menjaga konsistensi kualitas produknya.
Uji praklinik dengan hewan uji, meliputi uji khasiat dan uji manfaat, dan bahan bakunya telah
distandarisasi.
Logo Herbal Terstandar berupa jari-jari daun (3 pasang) terletak dalam lingkaran dan harus
mencantumkan tulisan “OBAT HERBAL TERSTANDAR” seperti gambar di atas.
Ada lima macam uji praklinis yaitu uji eksperimental in vitro, uji eksperimental in vivo, uji
toksisitas akut, uji toksisitas subkronik, dan uji toksisitas khusus.

 Jamu

Bentuk lingkaran melambangkan sebuah proses, jug sebuah tanda untuk menyatakan aman.
Warna hijau perwujudan kekayaan sumber daya alam Indonesia (keanekaragaman hayati).
Stilsasi jari-jari daun (tiga pasang) melambangkan serangkaian proses yang sederhana yang
merupakan visualisasi proses pembuatan jamu.

 Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan
khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah
distandarisasi. Salah satu syarat agar suatu calon obat dapat dipakai dalam praktek kedokteran
dan pelayanan kesehatan formal (fitofarmaka) adalah jika bahan baku tersebut terbukti aman dan
memberikan manfaat klinik.
Syarat fitofarmaka yang lain adalah:
-Klaim khasiat dibuktikan secara klinik
-Menggunakan bahan baku terstandar
-Memenuhi persyaratan mutu.

Uji klinik harus mengikuti deklarasi Helsinki yang terdiri dari 4 fase.

 Fase pertama: untuk mengetahui dan mengklarifikasi efek dan farmakokinetik dalam
tubuh. Sukarelawan yang sehat dan sejumlah tertentu diberi obat, lalu diamati pola penyerapan,
metabolism, dan ekskresi pasca konsumsi obat.
 Fase kedua: obat diberikan pada orang yang sakit sesuai klaim obat, untuk control
digunakan placebo sebagai pembanding.
 Fase ketiga: jumlah sukarelawan diperbanyak dan lokasi diperluas. Obat yang akan
diteliti dibandingkan dengan innovator. Pembanding innovator adalah obat yang sudah mapan di
pasaran dan terbukti banyak digunakan untuk mengobati penyakit yang diklaim. Setelah obat
dibuktikan berkhasiat dan menunjukkan keamanan saat dipakai, maka obat itu diizinkan untuk
diproduksi sebagai legal drug.
 Fase keempat: setelah obat dipasarkan masih dilakukan studi pasca pemasaran yang
diamati pada pasien dalam berbagai kondisi, usia dan ras. Studi ini dilakukan dalam jangka
waktu lama untuk melihat efek terapeutik dan pengamatan jangka panjang dalam menggunakan
obat. Dari hasil evaluasi itu masih memungkinkan suatu obat ditarik dari peredaran jika terbukti
membahayakan.

Logo Fitofarmaka berupa jari-jari daun (yang kemudian membentuk bintang) terletak dalam
lingkaran dan harus mencantumkan tulisan “FITOFARMAKA” seperti gambar di atas.

 Generik

Logo lingkaran hijau bergaris putih dengan tlisan “GENERIK” di bagian tengah lingkaran.
Logo tersebut menunjukkan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan
sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh lapisan masyarakat.
126. Apotek membuat pembukuan akhir tahunan sekaligus merencanakan untuk penawaran
apotek kepada investor lain karena pemilik apotek sedang membutuhkan biaya pengobatan
untuk penyakit kanker yang dideritanya, laporan apa yang dibutuhkan investor untuk analisi
apotek tersebut ?
Jawab b. laporan aliran kas ( kas flow )
karena seorang investor juga ingin mengetahui anggaran laporan laba dan rugi terhadap apotek
tersebut, sebelum apotek dikelola oleh investor tersebut.

127. Seorang apoteker akan mengekstrasi senyawa dari Allium sativum sebagai antihipertensi.
Diketahui senyawa tersebut tidak tahan panas. Bagaimana cara mengekstrasi senyawa tersebut?
a. Dekoktasi

b. Infus

c. Maserasi

d. Sokletasi

e. Refluks

Jawabannya C. Maserasi

a. Dekoktasi adalah roses penyarian dengan metoda ini hampir sama dengan infus,
perbedaanya terletak pada lamanya waktu pemanasan yang digunakan. Dekokta
membutuhkan waktu pemanasan yang lebih lama dibanding metoda infus, yaitu 30 menit
dihitung setelah suhu mencapai 90oC. Metoda ini jarang digunakan karena proses
penyarian kurang sempurna dan tidak dapat digunakan untuk mengekstraksi senyawa
yang termolabil.
b. Infus adalah sediaan cair yang dibuat dengan menyari simplisia nabati dengan air pada
suhu 90oC selama 15 menit, kecuali dinyatakan lain, dilakukan dengan cara sebagai
berikut : simplisia dengan derajat kehalusan tertentu dimasukkan kedalam panci dan
ditambahkan air secukupnya, panaskan diatas penangas air selama 15 menit, dihitung
mulai suhu 90oC sambil sesekali diaduk, serkai selagi panas melalui kain flanel,
tambahkan air panas secukupnya melalui ampas sehingga diperoleh volume infus yang
dikehendaki.
c. Maserasi adalah Maserasi merupakan proses penyarian yang sederhana yaitu
dengan cara merendam sampel dalam pelarut yang sesuai selama 3×5 hari.

Prinsip Maserasi :
Pelarut akan menembus ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif,
sehingga akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat
aktif di dalam sel dengan yang di luar sel, maka senyawa kimia yang terpekat
didesak ke luar. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan
konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel.

d. Sokletasi adalah Sokletasi adalah metode penyarian secara berulang- ulang senyawa
bahan alam dengan menggunakan alat soklet. Sokletasi merupakan teknik penyarian
dengan pelarut organik menggunakan alat soklet. Pada cara ini pelarut dan sampel
ditempatkan secara terpisah.

Prinsip Sokletasi :
Prinsipnya adalah penyarian yang dilakukan berulang-ulang sehingga penyarian lebih sempurna
dan pelarut yang digunakan relatif sedikit. Bila penyarian telah selesai maka pelarutnya dapat
diuapkan kembali dan sisanya berupa ekstrak yang mengandung komponen kimia tertentu.
Penyarian dihentikan bila pelarut yang turun melewati pipa kapiler tidak berwarna dan dapat
diperiksa dengan pereaksi yang cocok.

e. Refluks adalah metode ektraksi cara panas (membutuhkan pemanasan pada prosesnya),
secara umum pengertian refluks sendiri adalah ekstraksi dengan pelarut pada temperatur
titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut yang ralatif konstan dengan
adanya pendingin balik

128. Fungsi NaOH dalam pengolahan limbah beta laktam sebelum dimasukin ke
limbah regular selama 24 jam adalah?
a. Memutuskan cincin beta laktam
b. Mencegah hidrolisis
c. Memutus rantai karbon
d. Memutus rantai alifatik
e. Memutus cincin aromatis
Jawaban A. Memutuskan cincin beta laktam

Penjabaran :
Limbah Beta Laktam
Jenis limbah beta laktam dapat berupa limbah cair, padat dan udara. Limbah cair berasal
dari gedung produksi beta laktam berupa pencucian alat/mesin, pembersihan ruangan, meja dan
kursi serta laundry. Limbah padat berupa wadah bekas bahan baku antibiotic beta laktam, bahan
baku beta laktam yang rusak, buangan proses produksi dan produk jadi antibiotika beta laktam
yang rusak. Limbah udara berupa debu produksi antibiotika beta laktam. Kesemua limbah ini
memiliki sifat yang berbahaya.
Pengelolaan Limbah Beta Laktam :
a. Limbah Cair
Limbah cair yang berasal dari gedung beta laktam dialirkan ke bak/kolam perusakan cincin beta
laktam dengan menggunakan larutan NaOH, setelah itu dialirkan/digabung dengan limbah cair
non beta laktam di bak penampungan, dan seterusnya diolah bersama.
b. Limbah Padat
Limbah padat yang berupa wadah yang mengandung bahan antibiotika beta laktam dicuci dan
dibilas bersih dengan air bersih diruang pencucian di dalam gedung beta laktam. Air pencucian
tersebut merupakan limbah cair dari gedung beta laktam yang dialirkan ke bak perusak cincin
beta laktam, sedangkan wadah yang telah dicuci dan dibilas bersih tersebut dikeluarkan dari
gedung beta laktam dan ditangani limbahnya seperti pada pengelolaan limbah padat non beta
laktam.

c. Limbah Udara
Limbah udara berupa debu produksi disedot dan dikumpulkan oleh dust collector. Cara
pembuangan limbah debu produksi yang dikumpulkan oleh dust collector pada gedung beta
laktam.
Pengolahan Limbah Cair Pengolahan limbah cair terdiri dari proses destruksi, penetralan,
pengendapan dan aerasi di dalam beberapa kolam yang saling berhubungan satu sama lain
berdasarkan proses pengolahan
Proses pengolahan limbah beta laktam dan non beta laktam yaitu:
1. Limbah dari produksi obat beta laktam dialirkan ke bak pertama, kemudian
ditambahkan asam/ basa kuat untuk memecah cincin beta laktam dan air
sebagai netralisator. Dari kolam pertama dialirkan ke kolam kedua untuk
diendapkan.
2. Cairan dari limbah bak kedua diendapkan secara gravitasi dan kemudian
dialirkan ke bak ketiga. Limbah dari produksi obat non beta laktam masuk ke
bak ketiga sehingga terjadi pencampuran. Kemudian dilakukan penetralan
(pH=7, namun jika terlalu asam ditambahkan NaOH dan jika terlalu basa
ditambahkan HCl) dan pengenceran dengan penambahan air.
3. Limbah dari bak ketiga dialirkan ke bak keempat untuk proses pengendapan
kedua.
4. Cairan dari limbah bak keempat dialirkan ke bak kelima dimana terjadi proses
aerasi, yaitu pengaliran udara ke air untuk meningkatkan Oxygen Dissolved
dan menurunkan Biologycal Oxygen Demand (BOD) serta Chemical Oxygen
Demand (COD) dari limbah tersebut. Air bak kemudian diuji di laboratorium
untuk penentuan nilai BOD, COD dan TSS. Persyaratan kualitas limbah yang
diperbolehkan untuk dibuang ke lingkungan: COD

Untuk menampung limbah produksi beta laktam dan limbah dari laboratorium. Pada bak
ditambahkan H2SO4 pekat (40%) atau NaOH yang ditujukan untuk memecah cincin beta laktam
sehingga menjadi tidak aktif lagi. Selanjutnya dilakukan proses pengenceran atau hidrolisis
dengan air.
129. Codein termasuk obat apa ?

Jawaban : e. Narkotika

Kodein merupakan obat narkotika golongan III. Kodein merupakan senyawa turunan dari
morfin. Kodein adalah sejenis obat golongan opiat yang digunakan sebagai analgesik, antitusif,
sedatif, menghilangkan sesak karena gagal jantung kiri dan antidiare dan irritable bowel
syndrome. Efek samping obat ini adalah penekanan pusat napas, konstipasi, kadang-kadang mual
dan muntah, serta efek adiksi. Opiat dapat menyebabkan terjadinya bronkospasme karena
penglepasan histamin, tetapi efek ini jarang terlihat pada dosis terapeutik untuk antitusif. Di
samping itu narkotik juga dapat mengurangi efek pembersihan mukosilier dengan menghambat
sekresi kelenjar mukosa bronkus dan aktivitas silia. Terapi kodein kurang mempunyai efek
tersebut.

Dalam dosis antitusif biasa, kodein memiliki efek analgesic ringan dan sedative. Efek Analgetik
Kodein ini dapat dimanfaatkan untuk batuk yang disertai dengan nyeri dan ansietas. Dan untuk
dapat menimbulkan ketergantungan fisik.

Kodein diserap baik pada pemberian oral dan puncak efeknya ditemukan 1-2 jam, dan
berlangsung selama 4-6 jam. Metabolisme terutama di hepar, dan diekskresi ke dalam urin dalam
bentuk tidak berubah, diekskresi komplit setelah 24 jam. Dalam jumlah kecil ditemukan dalam
air susu Ibu.

Sediaan terdapat dalam bentuk tablet Kodein Sulfat atau Kodein fosfat berisi 10, 15, dan 20 mg
(dalam soal diresepkan kodein 20 mg). Dosis biasa dewasa 10-30 mg setiap 4-6 jam. Dosis yang
lebih besar tidak lagi menambah besar efek secara proporsional. Dosis anak: 1-1,5 mg/kg BB/
hari dalam dosis terbagi.

Kodein dalam dosis kecil (10-30mg) sering digunakan sebagai obat batuk, jarang ditemukan efek
samping, dan kalau ada tidak lebih tinggi dari placebo. Efek samping dapat berupa mual, pusing,
sedasi, anoreksia, dan sakit kepala. Dosis lebih tinggi (60-80mg) dapat menimbulkan
kegelisahan, hipotensi ortostatik, vertigo, dan midriasis. Dosis lebih besar lagi (100-500mg)
dapat menimbulkan nyeri abdomen atau konstipasi. Jarang-jarang timbul reaksi alergi seperti:
dermatitis, hepatitis, trombopenia, dan anafilaksis. Depresi pernafasan dapat terlihat pada dosis
60 mg dan depresi yang nyata terdapat pada dosis 120 mg setiap beberapa jam. Karena itu dosis
tinggi berbahaya pada penderita dengan kelemahan pernafasan, khususnya pada penderita retensi
CO2.

130. Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke apotek menunjukan bungkus suatu jamu untuk
mengatasi gangguan seksualnya. Dia mengeluh jantungnya mudah berdebar-debar dan sering
sakit kepala setelah mengonsumsi jamu tersebut. Jamu tersebut ternyata produk yang ditarik
BPOM karena ada tambahan BKO. Bahan kimia obat (BKO) apakah yang terkandung pada jamu
tersebut?

a. Fenilbutazon

b. Prednison
c. Sibutramin HCl

d. Seidenafil sitrat

e. Siproheptadin

Jawaban D

Fenilbutazon adalah obat anti inflamasi non steroid yang bekerja sebagai anti inflamasi melalui
penghambatan enzim siklooksigenase dan penghambatan terhadap pembentukan mediator
inflamasi, seperti prostaglandin. Efek samping nya dapat menyebabkan gastrointestinal ulcers,
diskrasia darah, kerusakan ginjal, memar pada mulut jika dikonsumdi melalui mulut dan
pendarahan internal.

Prednison termasuk didalam kelompok obat kortikosteroid atau lebih dikenal dengan steroid.
Kelompok obat kortikosteroid berfungsi mengurangi inflamasi dalam beberapa kondidi medis.
Contohnya artritis, kanker, asma, kelainan sistem kekebalan tubuh, kelainan darah, gangguan
pernafasan, alergi parah, penyakit persendian dan otot serta penyakit kulit. Efek samping sakit
perut, merasa mual, infeksi jamur, mudah merasakan kebngungan, susah tidur, berat badan
bertambah, menstruasi tidak teratur.

Sibutramin HCl merupakan antiobesitas/obat pelangsing yang mengurangi nafsu makan


(stimulan sentral) msenghambat pengambilan kembali serotonin dan norepinefrin sehingga nafsu
makan menjadi turun. Efek samping nya yaitu keringat berlebihan, rasa haus berlebihan, jantung
berdebar kencang, terkadang kaki menjadi lebih dingin.

Seidenafil sitrat merupakan salah satu jenis obat baru yang masih dipasarkan sebagai produk
patennya yaitu viagra atau revatio. Sildenafil merupakan salah satu senyawa yan g digunakan
dalam terapi disfungsi ereksi atau lebih dikenal dengan istilah antiimpotensi golongan inhibitor
fofodieserase. Selain digunakan dalam terapi disfungsi ereksi, sidenafil juga digunakan dalam
pulmonary arterial hypertension (PAH). Efek samping yang terjadi yaitu sakit kepala, wwajah
pucat, dispepsia, hidung tersumbat dan pusing. Semuanya terjadi karena adanya penghambatan
isoenzim fosfodiesterase pada jaringan ekstra genital.

Siproheptadin adalah obat alergi di kulit atau pada urtikaria dan angioderma. Efek sampingnya
yaitu mengantuk, sedasi, rash, edema, vertigo, mulut kering, tinitus, hidung dan tenggorokan
kering.

131 .Terdapat pasien anak (umur 2 tahun), mengalami diare spesifik yang disebabkan oleh E.
coli. Antibiotik apa yang cocok untuk pasien tersebut?

a. Kloramfenikol
b. Klindamisin

c. Gentamisin

d. Siprofloksasin

e. Kotrimoksazol

Jawaban E. Kotrimoksazol

Pilihan lebih paling tepat diantara 2 obat diare lainnya yaitu Kloramfenikol dan Klindamisin.
Keduanya dapat digunakan sebagai obat diare yang disebabkan E. coli, Namun pasien masih
berumur 2 tahun sehingga bila diberikan kloramfenikol beresiko timbul efek samping berupa
baby gray syndrome. Klindamisin tidak dipilih dikarenakan tidak ada sediaan berupa suspensi
atau emulsi, dengan usia anak yang baru 2 tahun akan mengalami kesulitan bila harus diberikan
sediaan dalam bentuk tablet atau kapsul. Kotrimoksazol dipilih dikarenakan tepat indikasi
dengan penyesuaian dosis, sediaan berbentuk suspense disertai efek samping yang lebih minim
bila dibandingkan dengan kedua obat tersebut.

132. Seorang pemuda diberi tindakan pembedahan ringan, sehingga rasa sakit yang dirasakannya
juga rasa sakit yang dirasakannya juga rasa sakit yang sedang. Manakah obat yang dapat
diberikan untuk menghilangkan rasa sakit tingkat sedang?

a. Paracetamol

b. meloxicam

c. Antalgin

d. Morfin

c. Kodein

Jawaban : B

Alasan : Meloksikam adalah golongan NSAID yang dapat menghilangkan rasa nyeri sampai
sedang, pasca operasi dimana mekanisme kerjanya menghambat COX-2 selektif sehingga tidak
merangsang mukosa lambung.

Parasetamol tidak digunakan karena untuk tindakan pembedahan parasetamol harus biasanya
dikombinasikan dengan golongan opioid untuk mengurangi rasa nyeri.
Antalgin tidak digunakan karena antalgin digunakan untuk nyeri akut pasca bedah begitu pula
dengan analgetik opioid seperti morfin dan codein.

Penatalaksanaan Nyeri bisa diberikan dengan berbagai cara :

1. Obat-obat golongan opiate (misalnya morfin, pethidin, fentanyl). Merupakan terapi


utama untuk nyeri sedang-berat pasca operasi. Efek analgesia (anti nyeri) didapat dengan
cara menghambat respons otak terhadap stimulus nyeri. Obat golongan ini bisa diberikan
via jalur pembuluh darah, obat minum, suntikan di otot, via jalur epidural. Efek samping
obat-obatan golongan ini adalah mual muntah, gangguan pernafasan, pusing, ngantuk,
konstipasi, gatal-gatal. Efek samping bisa dikurangi dengan cara mengurangi dosis
dengan mengkombinasikan dengan obat-obatan jenis lain, merubah rute pemberian,
kombinasi dengan blok saraf tepi, dll
2. Obat-obat golongan non opiate (misalnya parasetamol, golongan
NSAID). Merupakan obat untuk menangani nyeri ringan – sedang pasca operasi.
Mekanisme kerja utama adalah dengan menghambat prostaglandin, suatu zat yang
berperan dalam timbulnya nyeri. Efek samping berupa nyeri ulu hati, tukak lambung,
gangguan perdarahan, reaksi alergi, asma, gangguan ginjal, dll.
3. Blokade neuroaksial (misalnya blok spinal, epidural, paravertebral, caudal). Dengan
teknik ini obat-obatan anestesi lokal disuntikkan di rongga spinal atau epidural sepanjang
tulang belakang dengan cara penyuntikan langsung atau menggunakan kateter kecil. NPO
biasanya bisa diatasi, namun pada periode waktu tertentu, nyeri bisa terasa. Hal ini terjadi
karena terdapat variasi efek blokade obat anestesi lokal pada masing masing individu.
Biasanya dokter anestesi sudah menyiapkan obat “rescue” sebagai antisipasi.
4. Patient controlled analgesia. Pasien dapat mengontrol pemberian obat obatan tersebut di
atas sesuai kebutuhan dengan alat khusus. Bisa diberikan via pembuluh darah atau
disambung ke kateter epidural. Dosis obat sudah ditetapkan berdasarkan kebutuhan
dengan memperhitungkan efek samping yang mungkin timbul. Bila dosis obat sudah
maksimal, pasien hanya akan menerima placebo (cairan kosong).
5. Blok saraf tepi. Sering digunakan sebagai kombinasi untuk mengurangi dosis obat-
obatan opiate atau non opiate. Transmisi saraf diblok dengan cara menyumbat lorong
natrium sehingga depolarisasi yang diperlukan untuk transmisi saraf tidak terjadi. Teknik
ini memerlukan alat khusus yaitu USG dan neurostimulator untuk hasil yang optimal.
Kerugiannya, obat anestesi local efeknya tidak lama, sehingga perlu ditambahkan lagi.
Saat ini dikembangkan teknik penempatan kateter pada blok saraf tepi sehingga
penambahan dapat diberikan tanpa harus mengulangi prosedur dengan USG dan
neurostimulator.
6. Transkutaneus dan Perkutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS). Alat ini bisa
mengurangi NPO dengan cara perangsangan elektrik pada daerah operasi dengan
kekuatan mulai 100-200 mA dengan frekwensi 2-100 Hz. Stimulasi ini melepaskan
endorphin. Namun terdapat variabilitas yang cukup tinggi antar pasien, sehingga biasanya
diperlukan teknik lain terutama untuk nyeri sedang-berat.Teknik penghangatan,
pemijatan, tusuk jarum dapat mengurangi NPO dengan mekanisme kerja yang hampir
mirip.
7. Intervensi psikologis. Cara ini telah digunakan secara luas pada nyeri kronik. Biasanya
digunakan hipnoterapi, teknik pengalihan (distraksi), edukasi pasien tentang nyerinya,
menghilangkan kecemasan dan ketakutan, teknik relaksasi dan pernafasan.

133. Seorang ibu sedang mengkonsumsi pil KB, suatu ketika ibu tersebut lupa meminum pil KB
(selama waktu 24 jam). Apa yang harus dilakukan ibu tersebut?

a. Meminum pil KB ketika ingat sebanyak 2 pil kemudian pemakaian diteruskan

b. Pemakaian diteruskan sampai pil KB habis

c. Dilakukan penggantian metode kontrasepsi lain

Jawaban : A

Penjelasan

Pil KB sebagai alat kontrasepsi bekerja mencegah kehamilan dengan 3 cara:

1. mencegah pelepasan sel telur dari rahim sehingga tidak dapat dibuahi oleh sperma.
2. mengentalkan lendir di leher rahim sehingga sperma tidak bisa berenang mencapai sel
telur.
3. mencegah pematangan endometrium atau dinding bagian dalam rahim sehingga apabila
sel telur telah terlanjur dibuahi tidak dapat menempel di dinding rahim.

Keuntungan Pil KB :

1. Sangat efektif bila dipakai dengan benar


2. Tidak mengurangi kenyamanan hubungan suami istri
3. Menstruasi (haid) menjadi teratur, lebih sedikit dan lebih singkat waktunya, juga
mengurangi rasa nyeri haid.
4. Dapat dipakai selama diinginkan, tidak harus beristirahat dulu
5. Dapat dipakai oleh semua wanita usia reproduktif
6. Dapat dipakai oleh wanita yang belum pernah hamil
7. Dapat dihentikan pemakaiannya dengan mudah kapan saja
8. Kesuburan segera kembali setelah pemakaian pil dihentikan
9. Dapat mencegah anemi akibat kekurangan zat besi
10. Membantu mencegah terjadinya :
a. kehamilan diluar kandungan
b. kista ovarium
c, kanker endometrium
d. tumor jinak payudara
e. penyakit radang panggul
f. kanker indung telur

Kekurangan Pil KB : Efek sampingnya berupa :

1. mual (terutama tiga bulan pertama)


2. perdarahan diantara masa haid (lebih sering perdarahan bercak) , terutama bila lupa
menelan pil atau terlambat menelan pil
3. sakit kepala ringan
4. nyeri payudara
5. sedikit meningkatkan berat badan
6. tidak ada haid
7. kemasan baru selalu harus tersedia setelah pil kemasan sebelumnya habis
8. tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengganggu jumlah dan kualitas Air Susu
Ibu (ASI)
9. Tidak dapat dipakai oleh perokok berat, atau wanita dengan tekanan darah tinggi
terutama pada usia > 35 tahun

Ada dua jenis kemasan pil KB, yaitu :

1. Kemasan 28 pil yang terdiri dari 21 pil aktif yang berisi hormon diikuti oleh 7 pil berbeda
warna yang tidak mengandung hormon sebagai pil pelengkap (reminder) supaya mudah
mengingat waktu menelannya. contohnya Microgynon
2. Kemasan lainnya hanya terdiri dari 21 pil aktif , tanpa pil pelengkap. contohnya Diane

Secara UMUM, kebanyakan wanita dapat memakai Pil KB sebagai cara kontrasepsi secara aman
dan efektif, meskipun mereka :

1. belum mempunyai anak


2. remaja
3. gemuk atau kurus
4. > 35 tahun , tidak merokok
5. merokok tapi < 35 tahun
6. segera setelah keguguran
7. dan wanita dalam kondisi dibawah ini pada umumnya dapat memakai Pil KB :
a. haidnya banyak dan nyeri
b. anemi kekurangan zat besi
c. siklus haid tidak teratur
d. tumor jinak payudara
e. diabetes tanpa kelainan pembuluh darah
f. endometriosis
g. penyakit radang panggul
h. penyakit tiroid (kelemjar gondok)
i. mioma utyeri
j. TBC (kecuali dalam pengobatan dengan rifampicin)

Cara pemakaian Pil KB:


1. Pil ditelan setiap hari secara teratur, dianjurkan agar menelan pil pada malam hari
(sebelum tidur, pada saat makan malam) Bila satu pil aktif lupa, telan segera setelah
ingat, minum pil yang seharusnya pada saat biasa menelan pil
2. Pil KB Untuk Ibu menyusui
Hanya ada 1 macam pil KB yang dibuat untuk ibu menyusui yakni minipil (progesteron
only) , tidak mengandung estrogen. Pil ini mempunyai efek KB seperti suntikan KB
karena tidak mengendung estrogen, sehingga tidak mengganggu laktasi baik kualitas
maupun kuantitas ASI (air susu ibu). Nama dagang yang tersedia di Indonesia : Excluton

Jika dari Anda, ada yang lupa meminumnya, jangan langsung memvonis kalau Anda akan positif
hamil pada hubungan seksual selanjutnya. Berikut tips bagi Anda, bila lupa minum alat
kontrasepi ini.

1. Bila terlupa minum pada hari yang sama hanya beda beberapa jam, langsung minum pil
saat teringat. Contoh pil hari rabu harusnya diminum jam 9 malam, tapi terlupa dan baru ingat
jam 12 malam, maka langsung diminum pada saat itu juga.

2. Bila terlupa minum pada keesokan harinya maka tunggulah sampai jadwal minum pil
tiba, dan minumlah pil hari ini dan hari kemarin. Contoh pil hari rabu jam 9 malam terlupa
minum, dan baru ingat esok harinya, maka pada hari Kamis minumlah pil untuk hari Kamis dan
pil hari Rabu pada jam 9 malam.

3. Bila terlupa minum 2 hari minumlah 2 pil pada hari ini dan 2 pil pada esok
harinya. Contoh: Anda lupa minum pil hari Rabu dan Kamis jam 9 malam, maka pada hari
Jumat, Anda harus minum 2 pil. Yaitu pil hari Rabu dan Kamis pukul 9 malam dan esoknya hari
Sabtu anda harus minum pil Jumat dan Sabtu pada pukul 9 malam.

4. Bila terlupa lebih dari 2 hari sebaiknya konsultasikan kepada dokter anda.

5. Saat terlupa minum pil berapa hari pun dianjurkan untuk menggunakan tambahan
kontrasepsi lainnya misalnya kondom, agar pencegahan kehamilan lebih terjamin.

134. R/Braxidin tab. No. VI


S.2dd.1
Termasuk golongan obat apakah resep diatas ?
a.Obat bebas d.Obat Psikotropika
b.Obat bebas terbatas e.Obat Narkotika
c.Obat Wajib Apotek

Jawaban: E
Braxidin termasuk kedalam narkotika jenis Benzodiazepines (BZO) yang
mengandung Klordiazepoksid. Chlordiazepoxide - Merupakan turunan
benzodiazepin dan terutama sebagai anxiolytic dengan kemampuan
antikonvulsan, sedatif, dan amnesik. Obat ini juga telah digunakan dalam
pengobatan gejala withdrawl alkohol akut, serta mengatasi ketakutan dan
kecemasan pra operasi. Braxidin (Chlordiazepoxide) memiliki efek antianxiety,
sedatif, analgesik ringan dan merangsang nafsu makan. Obat ini tampaknya
bekerja dengan cara memblokir stimulasi EEG dari dalam formasi reticularis
batang otak. Obat ini telah dipelajari secara ekstensif di banyak spesies hewan dan
hasilnya menunjukkan efek obat ini terhadap sistem limbik otak, khususnya yang
terlibat dalam respon emosional. Pada monyet coba yang bersikap bermusuhan
dibuat jinak pada dosis oral obat ini yang tidak menyebabkan sedasi. Braxidin
(Chlordiazepoxide) bekerja "menjinakkan" dengan cara menghapus ketakutan
dan agresi. Efek menjinakkan Braxidin (Chlordiazepoxide) lebih lanjut
ditunjukkan pada tikus yang dibuat liar dengan cara membuat lesi di daerah
septum otaknya. Kemudian braxidin diberikan pada dosis obat yang secara efektif
memblokir reaksi tidak terkendali tikus tersebut. Dosis ini jauh di bawah dosis
yang menyebabkan sedasi pada hewan tersebut.
 Komposisi = Chlordiazepoxide 5 mg.
Clidinium Br 2,5 mg
 Indikasi = - Terapi gangguan saraf otonom dan somatik karena cemas. -
Terapi simtomatik tukak lambung dan usus 12 jari. - Hipersekresi dan
hipermotilitas saluran cerna - Dispepsia nervosa. - Iritasi dan spasme
kolon. - Diskinesia empedu. - Spasme dan diskinesia ureter. - Sindroma
iritasi usus. - Kolitis. - Diare. – Dismenore
 Dosis = Dewasa. 3-4 tab/hari. Lansia dan penderita lemah. Dosis awal 1-2
tablet/hari ditingkatkan bertahap sampai tercapai dosis efektif.
 Pemberian Obat = Tidak bersama makanan (sebelum makan dan
menjelang malam)
 Kontraindikasi = Glaukoma, syok dan psikosis berat
 Perhatian = Usia lanjut, epilepsi, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit
kardiovaskular, depresi nafas.
 Efek samping = Gangguan mental, gangguan penglihatan, mengantuk,
amnesia, ketergantungan, retensi urin, hipotensi
 Interaksi obat = Simetidin, alkohol, depresan system saraf pusat dan
lainnya
 Kemasan = Tablet salut selaput 10 x 10

135. R/ Ibuprofen 100 mg


Luminal 30 mg
m.f. da in cap dtd No. XXX
S.3dd1 cap
Berapakah masing-masing yang harus diambil bila sediaan yang ada di apotek:
Ibuprofen 300 mg dan Luminal 30 mg?
a. Ibuprofen diambil 30 tablet dan Luminal diambil 30 tablet.
b. Ibuprofen diambil 30 tablet dan Luminal diambil 10 tablet.
c. Ibuprofen diambil 10 tablet dan Luminal diambil 10 tablet.
d. Ibuprofen diambil 15 tablet dan Luminal diambil 10 tablet.
e. Ibuprofen diambil 10 tablet dan Luminal diambil 30 tablet.

Jawaban E
Ket. resep:
buatlah dalam bentuk kapsul sesuai dosis sebanyak 30.
Tandailah 3 kali sehari 1 kapsul.

 Ibuprofen =

 Luminal = 30 <- yang tersedia di apotek = yang diminta di resep

Maka jawabannya adalah:


e. Ibuprofen diambil 10 tablet dan Luminal diambil 30 tablet.

136. Seorang laki2 dewasa mengalami demam setelah diberikan injeksi. Obat antipiretik tidak
mempan. Demam tersebut diakibatkan oleh?
a. Aflatoksin
b. Endotoksin
c. Enterotoksin
d. Botuli

Jawaban B

Demam karena pelepasan makrofag inte rleukin 1 yang beraksi karena pusat pengaturan
temperatur hipotalamus. Selain itu demam juga dapat disebabkan oleh karena endotoksin dapat
memicu pelepasan protein pirogen endogen (protein didalam sel) yang mempengaruhi pusat
pengatur suhu tubuh didalam otak.

137.Seorang pasien Tn. x menderita asma, memperoleh obat aminofilin. Setelah dilakukan

penggalian informasi, Tn.x sering makan ikan. Sehingga terjadi penurunan aminofilin.

Mekanisme obat yang terjadi?

a. Hambatan aminofilin akibat reaksi dengan mineral dan air

b. terhambatnya aminofilin oleh lemak ikan

c. Akibat terbentuknya senyawa Hidro...

d. Hambatan absorbsi aminofilin

Jawaban B
Aminofilin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit pernapasan,
seperti asma, bronkitis, emfisema, dan penyakit paru-paru kronis. Selain itu, obat ini juga dapat
meredakan gejala-gejala penyakit, seperti sesak napas, mengi, dan batuk-batu

Aminofilin adalah jenis teofilin yang berikatan dengan suatu substantial kimia (etilendiamin)
yang membuatnya menjadi lebih larut dengan air. Aminofilin adalah jenis teofilin yang diberikan
dalam bentuk injeksin namun sangat perih dan iritasi jika diberikan melalui suntikan
intramuskular

Ikan mengandung 18 % protein terdiri dari asam-asam amino esensial dan lemak. Aminofilin
yang lebih larut dengan air tidak bisa larut karena terhambat dengan adanya lemak dari ikan.

Akibatnya penyebab penurunan Aminofilin adalah terhambatnya aminofilin oleh lemak ikan.

138.Seorang anak mengalami demam beresiko terjadi kejang, maka diberikan diazepam resita
gel. Dengan maksud keamanan diazepam recita gel digolongkan dalam obat psikotropika. Apa
alasan yang lebih tepat diazepam resital digolongkan dalam obat psikotropika?

a) Beresiko terjadinya penyalahgunaan


b) Beresiko terjadinya kesalahan penggunaan
c) Beresiko tinggi terhadap anak
d) Kesulitan saat penggunaan
e) Perlu pengawasan intensif saat penggunaan

Jawaban B

Diazepam termasuk kelompok obat benzodiazepine yang memengaruhi sistem saraf otak dan
memberikan efek penenang. Obat ini digunakan untuk mengatasi serangan
kecemasan, insomnia, kejang-kejang, gejala putus alkohol akut, serta sebagai obat bius untuk
praoperasi

Diazepam tidak disarankan untuk dikonsumsi jangka panjang, biasanya dokter meresepkan obat
ini untuk jangka pendek. Obat ini jika dikonsumsi jangka panjang dapat menyebabkan
kecanduan, ketergantungan, atau bahkan kebal terhadap efek obat ini. Setelah mengonsumsi
diazepam, efek obat ini bisa bertahan selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah
berhenti mengonsumsinya. Obat ini bisa menyebabkan kebingungan, halusinasi, dan bahkan
pikiran untuk bunuh diri.

Obat psikotropika sendiri dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat
dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi, ilusi, gangguan cara
berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai
efek stimulasi bagi para pemakainya.

Karena efeknya yang sama dengan psikotropika, di masyarakat Diazepam beresiko terjadinya
penyalahgunaan.
139. Seorang wanita berusia 45 tahun mempunyai diabetes, merasa mual, nyeri dan 3 hari
badannya panas. Gula darah acak nya adalah 550 mg/dL, HCO3 16 mEq. Data lainnya adalah dia
pernah di infus NS, insulin injeksi dan injeksi sefotaksim. Insulin yang harus diberikan melalui
rute apa?
a. Intramuskular
b. Subkutan
c. Intravena bolus
d. Infusa intermiten
e. Infusa kontinu

Jawaban : c . intravena bolus , karena Pada kasus ini pasien mengalami diabetes ketoasidosis
ditandai kadar HCO3 16 mEq, sementara kadar normalnya dalam tubuh adalah berkisar 22-26
mEq/L. Di bawah 22 adalah asidosis, dan di atas 26 alkalosis.asidosis atau alkalosis
menunjukkan bahwa kadar darah yang terlalu asam atau basa. Keadaan keasaman pada diabetes
melitus pada umumnya disebabkan oleh kelainan metabolik dimana penggunaan lemak, alih-
alih karbohidrat, untuk menciptakan energi seperti dalam kasus diabetes mellitus, dapat
mengakibatkan produksi asam berlebihan. Aadapun kondisi pasien yang lebih mendukung bahwa
dia terkena diabetes ketoasidosis (KAD) yaitu, meliputi :
– poliuri, polidipsi dan polifagi
– penurunan BB dalam waktu singkat
– mual muntah
– nyeri perut
– dehidrasi
– badan lemas
– penglihatan kabur
– gangguan kesadaran mulai dari apatis sampai koma.
Diantara gejala tersebut tertulis anamnesa pasien mempunyai diabetes, mual muntah, nyeri ,
sementara 3 hari badan panas mengindikasikan bahwa pasien terkena infeksi sehingga diberikan
injeksi sefotaksim antibiotik. Kondisi lainnya Faktor faktor pemicu yang paling umum dalam
perkembangan Diabetic Ketoacidosis (DKA) adalah infeksi, infark miokardial, trauma, ataupun
kehilangan insulin. Semua gangguan gangguan metabolik yang ditemukan pada DKA (diabetic
ketoacidosis) adalah tergolong konsekuensi langsung atau tidak langsung dari kekurangan
insulin.Data lain dia diberikan infus NS, yaitu Infusan - Ns adalah produk dari PT Sanbe Farma
Indonesia
Tiap 500ml Infusan - Ns mengandung :
Natrium Klorida ------ > 4,5 g
Air untuk injeksi ad --- > 500 ml

Tiap 250 ml mengandung :


Natrium Klorida ------ > 2.25 g
Air untuk injeksi ad --- > 250 ml

Tiap 100 ml mengandung :


Natrium Klorida ------ > 0.9 g
Air untuk injeksi ad --- > 100 ml

Natrium ..................... > 154 mEq/l


Klorida ..................... > 154 mEq/l
Osmolaritas .............. > 308 mOsm/l

Pemberian infusan NS menunjukkan untuk menangani dehidrasi pasien akibat banyak


mengeluarkan urin dan menurunnya transport glukosa kedalam jaringan jaringan tubuh akan
menimbulkan hyperglycaemia yang meningkatkan glycosuria. Meningkatnya lipolysis akan
menyebabkan over-produksi asam asam lemak, yang sebagian diantaranya akan dikonversi
(dirubah) menjadi ketone, menimbulkan ketonnaemia, asidosis metabolik dan ketonuria.
Glycosuria akan menyebabkan diuresis osmotik, yang menimbulkan kehilangan air dan
elektrolite-seperti sodium, potassium, kalsium, magnesium, fosfat dan klorida. Dehidrasi, bila
terjadi secara hebat, akan menimbulkan uremia pra renal dan dapat menimbulkan shock
hypofolemik. Asidosis metabolik yang hebat sebagian akan dikompensasi oleh peningkatan
derajat ventilasi (peranfasan Kussmaul). Muntah-muntah juga biasanya sering terjadi dan akan
mempercepat kehilangan air dan elektrolite. Jawaban yang paling tepat Insulin yang harus
diberikan melalui rute, intravena bolus, karena efek yang diinginkan cepat.

140. Seorang pasien dengan BB = 75 kg, tinggi badan = 156 cm, hasil pemriksaan menunjukkan
tekanan darah 190/95 mmHg. Memiliki riwayat penyakit infark miokard. Menurut JNC
tekanan darah yang ditargetkan untuk pasien adalah ?

JAWABAN D

a. 190/80 (salah)

rekomendasi JNC diastole blood pressure (DBC) <140 mmHG dan systole blood pressure
(SBC) <90 mmHg

b. 185/90 (salah)

rekomendasi JNC diastole blood pressure (DBC) <140 mmHG dan systole blood pressure
(SBC) <90 mmHg

c. 140/85 (salah)

rekomendasi JNC jika memiliki penyakit diabetes

d. 130/80 (benar)

Direkomendasikan oleh JNC jika memiliki penyakit cardio vascular disease (CVD).

e. 120/70 (salah)

tekanan darah normal tanpa penyakit hipertensi

141 Seorang pasien laki laki usia 65 tahun datang ke klinik dengan keluhan batuk kering.

Dengan riwayat penyakit hipertensi, diabetes melitus dan osteoarthritis adapun riwayat

pengobatan sebagai berikut: kaptopril, hidroclortiazid, amlodipin, ibuprofen, metformin.


Batuk timbul setelah pemakaian beberapa hari dari obat tersebut. Menurut saudara ,

obat mana yang menyebabkan keluhan?

JAWABAN kaptopril

Captopril mengurangi pembentukan AII sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi
aldosteron yang menyebabkan ekskresi natrium dan air, serta retensi kalium. Akibatnya terjadi
penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kadar plasma AII dan aldosteron menurun
sedangkan kadar plasma Angiotensin I (AI) dan aktivitas renin plasma (PRA) meningkat karena
mekanisme kompensasi. Hambatan inaktivasi bradikinin oleh penghambat ACE meningkatkan
bradikinin dan prostaglandin vasodilator sehingga meningkatkan vasodilatasi akibat hambatan
pembentukan AII.

Tetapi captopril mempunyai efek samping, yang paling sering adalah batuk dan angioedema.1,2
Batuk yang disebabkan captopril kira-kira 10-20% dari pasien yang memakainya. Efek samping
batuk lebih banyak muncul pada wanita, bukan perokok dan ras Cina. Batuk ini mungkin muncul
kapan saja mulai dari hitungan hari sampai beberapa bulan setelah minum obat pertama.1,2 Sifat
batuk ini biasanya muncul setelah 2 minggu pemakaian, berupa batuk kering seperti rasa geli
atau digaruk di tenggorokan, biasanya muncul di malam hari dan menghilang segera setelah obat
dihentikan (biasanya 1-4 minggu).1,4 Efek samping batuk ini tidak tergantung dosis obat.4
Kejadian batuk menetap yang sulit dijelaskan, menjadi keterbatasan obat ini1,2 sehingga banyak
yang enggan mengkonsumsi obat ini padahal efek mencegah pembengkakan jantungnya belum
tergantikan.

Captopril yang dapat menyebabkan batuk belum dapat diterangkan secara jelas. Akumulasi
bradikinin diduga punya peranan penting pada efek samping ini. Terakumulasinya bradikinin dan
substansi P di saluran napas atas atau paru-paru akibat pemecahannya ikut dihambat captopril
diduga kuat sebagai penjelasan efek samping batuk tersebut. Predisposisi genetik diperkirakan
mendasari beberapa polymorphism pada gen ACE yang menyebabkan beberapa individu
menjadi batuk.

142. Obat vitamin C termasuk kedalam obat golongan apa ?

a. obat bebas c. logo merah dengan huruf K

b. obat bebas terbatas d. narkotika

JAWABAN : A. OBAT BEBAS

a. Obat bebas
 obat bebas, yaitu obat yang bisa dibeli bebas di apotek, bahkan di warung, tanpa resep
dokter, ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam. Obat bebas ini digunakan
untuk mengobati gejala penyakit yang ringan. Misalnya : vitamin/multi vitamin
(Livron B Plex, vitamin c )
b. obat bebas terbatas
 Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih
dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda
peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah
lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. disertai tanda peringatan dalam
kemasannya :
 P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
 P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
 P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
 P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
 P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan
. Contohnya, obat anti mabuk (Antimo), anti flu (Noza).
c. Obat keras (obat dengan logo merah dengan huruf k).
 Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda
khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam lingkaran merah dengan garis
tepi berwarna hitam.
Contoh : Asam Mefenamat, semua obat antibiotik (ampisilin, tetrasiklin, sefalosporin,
penisilin, dll), serta obat-obatan yang mengandung hormon (obat diabetes, obat
penenang, dll)
d. Narkotika
 Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan
menimbulkan ketergantungan.
Contoh:Morfin,Petidin

Narkotika digolongkan menjadi 3 golongan :


 Narkotika golongan I

Contohnya : Tanaman Papaver Somniferum L kecuali bijinya, Opium mentah, Opium


masak, candu, jicing, jicingko, Tanaman koka, Daun koka, Kokain mentah, dll
 Narkotika golongan II

Contohnya : Alfasetilmetadol, Alfameprodina, Alfametadol, Alfaprodina, dll


 Narkotika golongan III

Contohnya : Asetildihidrokodeina, Dekstropropoksifena, Dihidrokodeina, Etilmorfina, dll


143. Seseorang datang ke apotek anda dengan membawa resep deksametason 0,5 mg 2x1.
Apoteker memberikan informasi bahwa jika terlalu sering minum obat ini maka akan terjadi
moon face. Mekanisme kerja dari obat ini yang membuat efek tersebut terjadi adalah?

C. Membuat retensi Air dan natrium

Deksametason adalah obat yang termasuk golongan kortikosteroid (senyawa-senyawa hasil


sintesis yang struktur kimianya menyerupai hormon steroid alami). Contoh lain obat
kortikosteroid antara lain : hidrokortison, betametason, beklometason, prednison.

Obat golongan kortikosteroid utamanya digunakan untuk mengatasi radang, apapun penyebab
radangnya dan di manapun lokasinya. Beberapa penyakit peradangan yang kerap diobati dengan
kortikosteroid adalah asma, radang rematik, radang usus, radang ginjal, radang mata, dll. Selain
itu, obat ini juga digunakan pada penyakit gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti berbagai
jenis alergi, dan lupus. Obat ini bahkan digunakan juga pada pasien kanker, yaitu untuk
mencegah mual dan muntah akibat kemoterapi, juga pada terapi kanker itu sendiri sebagai terapi
pendukung kemoterapi.

Kortikosteroid adalah suatu hormon yang dibuat oleh bagian korteks (luar) dari kelenjar adrenal.
Hormon ini memiliki dua efek utama yang disebut efek glukokortikoid dan efek
mineralokortikoid. Efek glukokortikoid antara lain :

1. meningkatkan glukoneogenesis, yaitu pembentukan glukosa dari protein, sehingga


beresiko meningkatkan kadar gula darah. Karena itu, orang dengan resiko diabetes dapat
mengalami kenaikan kadar gula darah yang nyata.
2. efek katabolik, yaitu mengurai protein sehingga mengurangi pembentukan protein,
termasuk protein yang diperlukan untuk pembentukan tulang. Akibatnya terjadi
osteoporosis atau keropos tulang, karena matriks protein tulang menyusut. Efek ini juga
menyebabkan gangguan pertumbuhan jika digunakan pada anak-anak dalam jangka
waktu lama.
3. mempengaruhi metabolisme lemak tubuh dan distribusinya, sehingga menyebabkan
pertambahan lemak di bagian-bagian tertentu tubuh, yaitu di wajah (jadi membulat),
bahu, dan perut.
4. mengurangi menghambat proses radang, sehingga merupakan obat pilihan berbagai
penyakit peradangan,
5. menurunkan fungsi jaringan limfa sehingga menyebabkan berkurangnya dan
mengecilnya sel limfosit. Efek ini menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh atau
imunosupresan.Sedangkan efek mineralokortikoid utamanya adalah mengatur
keseimbangan garam mineral dan air dalam tubuh.

Efek mineralokortikoid mengatur metabolisme mineral dan air. Mineralokortikoid membantu


mengontrol volume cairan tubuh dan konsentrasi elektrolit (terutama Na dan K), dengan jalan
meningkatkan reabsorbsi Na+, meningkatkan eksresi K+ dan H+. Efek ini diatur oleh aldosteron
(pada kelenjar adenal) yang bekerja pada tubulus ginjal, menyebabkan reabsorbsi natrium,
bikarbonat dan air. Sebaliknya, aldosteron menurunkan reabsorsi kalium, yang kemudian hilang
melalui urine. Peningkatan kadar aldosteron karena pemberian dosis tinggi mineralokortikoid
dapat menyebabkan alkalosis (pH darah alkalis) dan hipokalemia, sedangkan retensi natrium dan
air menyebabkan peningkatan volume darah dan tekanan darah. Efek mineralkortikoid inilah
yang menyebabkan terjadi moon face jika terlalu sering menggunakan dekasametason.

144 .Seorang laki-laki berumur 60 tahun memiliki asma sejak kecil dan hipertensi sejak 2 tahun
yang lalu, obat apa yang mempunyai kontraindikasi dengan keadaan tersebut.

A. Paracetamol
B. HCT
C. Salbutamol
D. Propanolol
E. Prednisone

Jawaban D

A. Kontra indikasi paracetamol : Penderita gangguan fungsi hati yang berat dan penderita
hipersensitif terhadap pct. (Yulida 2009)
B. Kontra indikasi HCT : gangguan ginjal dan hati berat, hiponatremia, hiperkalsemia dan
hiperuresemia.
C. Kontra indikasi salbutamol :penderita yang hipersensitif terhadap salbutamol
D. Kontra indikasi propanolol : Propranolol jangan diberikan kepada :
 Penderita asma bronkial dan penyakit paru obstruktif menahun yang lain,
 Penderita asidosis metabolik (diabetes mellitus )
 Penderita dengan payah jantung termasuk payah jantung terkompensasi dan yang
cadangan kapasitas jantungnya kecil,
 Kardiogenik syok,
 Bila ada atrioventricular block (AV block) derajat 2 dan 3.

E. Kontraindikasi prednisone : Infeksi jamur sistemik dan hipersensitivitas terhadap


prednison atau komponen-komponen obat lainnya.
147. Sebuah industri farmasi akan membuat suatu sediaan tablet dari ekstrak umbi bawang
putih. Tetapi ekstrak umbi bawang putih tersebut memiliki sifat fisikokimia sebagai berikut:
kompresibilitas buruk, mudah terhidrolisis dan tidak tahan panas dan lembab. Metode apakah
yang cocok untuk membuat tablet tersebut?

a. Granulasi basah b. Granulasi kering c. Dicetak langsung

d. Granulasi terpisah e. Kempa langsung

Jawab B

1. granulasi basah

Granulasi Basah yaitu memproses campuran partikel zat aktif dan eksipienmenjadi partikel yang
lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dalam jumlah yang tepat sehingga terjadi
massa lembab yang dapat digranulasi. Metode ini biasanya digunakan apabila zat aktif tahan
terhadap lembab dan panas.Umumnya untuk zat aktif yang sulit dicetak langsung karena sifat
aliran dan kompresibilitasnya tidak baik. Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi
masa tablet dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu pula,
kemudian masa basah tersebut digranulasi.Metode ini membentuk granul dengan cara mengikat
serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti pengompakan, tehnik ini membutuhkan
larutan,suspensi atau bubur yang mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan kecampuran
serbuk atau dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan cairan
dimasukan terpisah. Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang cukup penting dimana
jembatan cair yang terbentuk diantara partikel dan kekuatan ikatannya akan meningkat bila
jumlah cairan yang ditambahkan meningkat, gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler
paling penting pada awal pembentukan granul, bila cairan sudah ditambahkan pencampuran
dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat sudah bekerja, jika
sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa dilewatkan pada ayakan dan diberi
tekanan dengan alat penggiling atau oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul
sehingga luas permukaan meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat, setelah
pengeringan granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang
digunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat.

Keuntungan metode granulasi basah :

1. Memperoleh aliran yang baik

2. Meningkatkan kompresibilitas

3. Untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai


4. Mengontrol pelepasan

5. Mencegah pemisahan komponen campuran selama proses

6. Distribusi keseragaman kandungan

7. Meningkatkan kecepatan disolusi

Kekurangan metode granulasi basah

1. Banyak tahap dalam proses produksi yang harus divalidasi

2.Biaya cukup tinggi

3.Zat aktif yang sensitif terhadap lembab dan panas tidak dapat dikerjakan dengan cara ini.
Untuk zat termolabil dilakukan dengan pelarut non air

2. Granulasi kering

Granulasi Kering disebut juga slugging, yaitu memproses partikel zat aktif dan eksipien dengan
mengempa campuran bahan kering menjadi massa padat yang selanjutnya dipecah lagi untuk
menghasilkan partikel yang berukuran lebih besar dari serbuk semula (granul). Prinsip dari
metode ini adalah membuat granul secara mekanis, tanpa bantuan bahan pengikat dan pelarut,
ikatannya didapat melalui gaya. Teknik ini yang cukup baik, digunakan untuk zat aktif yang
memiliki dosis efektif yang terlalu tinggi untuk dikempa langsung atau zat aktif yang sensitif
terhadap pemanasan dan kelembaban.Pada proses ini komponen–komponen tablet dikompakan
dengan mesin cetak tablet lalu ditekan ke dalam die dan dikompakan dengan punch sehingga
diperoleh massa yang disebut slug, prosesnya disebut slugging, pada proses selanjutnya slug
kemudian diayak dan diaduk untuk mendapatkan granul yang daya mengalirnya lebih baik dari
campuran awal bila slug yang didapat belum memuaskan maka proses diatas dapat diulang.
Dalam jumlah besar granulasi kering dapat juga dilakukan pada mesin khusus yang disebut roller
compactor yang memiliki kemampuan memuat bahan sekitar 500 kg, roller compactor memakai
dua penggiling yang putarannya saling berlawanan satu dengan yanglainnya, dan dengan bantuan
tehnik hidrolik pada salah satu penggiling mesin ini mampu menghasilkan tekanan tertentu pada
bahan serbuk yang mengalir dintara penggiling.

Metode ini digunakan dalam kondisi-kondisi sebagai berikut :

1. Kandungan zat aktif dalam tablet tinggi

2. Zat aktif susah mengalir

3. Zat aktif sensitif terhadap panas dan lembab


Keuntungan cara granulasi kering adalah:

1. Peralatan lebih sedikit karena tidak menggunakan larutan pengikat, mesin pengaduk berat dan
pengeringan yang memakan waktu

2. Baik untuk zat aktif yang sensitif terhadap panas dan lembab

3. Mempercepat waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat

Kekurangan cara granulasi kering adalah:

1. Memerlukan mesin tablet khusus untuk membuat slug

2. Tidak dapat mendistribusikan zat warna seragam

3. Proses banyak menghasilkan debu sehingga memungkinkan terjadinyakontaminasi silang

3. Metode kempa langsung

Metode Kempa Langsung, yaitu pembuatan tablet dengan mengempa langsungcampuran zat
aktif dan eksipien kering.tanpa melalui perlakuan awal terlebihdahulu. Metode ini merupakan
metode yang paling mudah, praktis, dan cepat pengerjaannya, namun hanya dapat digunakan
pada kondisi zat aktif yang kecildosisnya, serta zat aktif tersebut tidak tahan terhadap panas dan
lembab. Ada beberapa zat berbentuk kristal seperti NaCl, NaBr dan KCl yang mungkinlangsung
dikempa, tetapi sebagian besar zat aktik tidak mudah untuk langsungdikempa, selain itu zat aktif
tunggal yang langsung dikempa untuk dijadikan tabletkebanyakan sulit untuk pecah jika terkena
air (cairan tubuh).

Zat aktif yang cocok untuk metode kempa langsung adalah;

1. Alirannya baik,

2. Kompresibilitasnya baik,

3. Bentuknya kristal,

4. Dan mampu menciptakan adhesifitasdan kohesifitas dalam massa tablet.

keuntungan metode kempalangsung yaitu :


1. Lebih ekonomis karena validasi proses lebih sedikit

2. Lebih singkat prosesnya. Karena proses yang dilakukan lebih sedikit, makawaktu yang
diperlukan untuk menggunakan metode ini lebih singkat, tenagadan mesin yang dipergunakan
juga lebih sedikit.

3. Dapat digunakan untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan lembab

4. Waktu hancur dan disolusinya lebih baik karena tidak melewati proses granul,tetapi langsung
menjadi partikel. tablet kempa langsung berisi partikel halus,sehingga tidak melalui proses dari
granul ke partikel halus terlebih dahulu.

Kerugian metode kempa langsung :

1. Perbedaan ukuran partikel dan kerapatan bulk antara zat aktif dengan pengisi dapat
menimbulkan stratifikasi di antara granul yang selanjutnya dapat menyebabkan kurang
seragamnya kandungan zat aktif di dalam tablet.

2. Zat aktif dengan dosis yang besar tidak mudah untuk dikempa langsung karena itu biasanya
digunakan 30% dari formula agar memudahkan proses pengempaan sehingga pengisi yang
dibutuhkanpun makin banyak dan mahal.Dalam beberapa kondisi pengisi dapat berinteraksi
dengan obat seperti senyawa amin dan laktosa spray dried dan menghasilkan warna kuning. Pada
kempa langsung mungkin terjadi aliran statik yang terjadi selama pencampuran dan pemeriksaan
rutin sehingga keseragaman zat aktif dalam granul terganggu.

145. Sebuah industri farmasi akan membuat tablet salut film tamoksifen. Hasilnya tablet
melekat dengan yang lainnya. Faktor apa yang menjadi penyebabnya ?

JAWABAN E

a. cairan penyalut terlalu kental

tablet menjadi keras, menyebabkan tablet mudah retak atau pecah

b. cairan penyalut kurang kental

cairan penyalut akan susah melekat pada tablet

c. cairan penyalut terlalu banyak

akan mempengaruhi waktu hancur tablet. jika diharapkan hancur di lambung,


karena cairan penyalut terlalu banyak maka tablet hancur di usus

d. cairan penyalut terlalu sedikit


jika terlalu sedikit, waktu hancur tablet cepat.

e. cairan penyalut mudah menguap ( benar )

tablet akan lembab dan mudah lengket

146. Asuhan kefarmasian adalah tanggung jawab apoteker untuk menyediakan asuhan terapi
menggunakan obat seperti Amlodipin tablet untuk mencapai manfaat optimal bagi peningkatan
kualitas hidup pasien. Apa yang dimaksud dengan manfaat optimal?

A. Kualitas hidup meningkat

B. Produktivitas pasien meningkat

C. Mengurangi proses penyakit

D. Mengidentifikasi gejala penyakit

E. Mengidentifikasi penyakit

Jawaban : C. Mengurangi proses penyakit

Alasan : karena di atas ada kata kunci "peningkatan kualitas hidup pasien" kemudian sudah
menggunakan terapi Amlodipine, dengan kata lain pasien sudah menderita penyakit, dengan
adanya tujuan peningkatan kualitas hidup pasien, berarti manfaat optimal harus tercapau yaitu
dengan mengurangi proses penyakit.

148. Laki-laki usia 45 tahun, tinggi badan 160 cm, berat badan 90 kg menderita hyperlipidemia
dan diresepkan oleh dokter orlistat. Apa efek orlistat?

Jawaban A. Feses berminyak

Xenical (Orlistat)

Sediaan 120 mg

Khasiat dan efek:

Mekanisme Kerja:

Xenical adalah suatu penghambat enzim lipase saluran cerna yang poten dan spesifik
dengan lama kerja yang panjang. Bekerja pada lumen lambung dan usus halus dengan
membentuk suatu ikatan kovalen pada bagian serine yang aktif dari lipase pankreas dan
lambung. Enzim yang di non-aktifkan tersebut dengan demikian tidak dapat
menghidrolisis trigliserida makanan menjadi asam lemak bebas dan monogliserida yang
dapat diabsorpsi. Karena trigliserida yang utuh tidak diserap, maka defisit kalori akan
berdampak positif pada pengaturan berat badan. Dengan demikian tidak diperlukan
absorpsi sistemik dari obat untuk dapat melakukan aktivitas kerjanya.

Farmakokinetik
Absorpsi :

Studi pada relawan sehat dengan berat badan normal dan relawan dengan obesitas
memperlihatkan jumlah orlistat yang diserap adalah minimal. Konsentrasi plasma
orlistat yang tidak terurai tidak terukur ( < 5 ng/ml) setelah 8 jam pemberian orlistat
per oral . Umumnya pada dosis terapi, kadar plasma orlistat yang tidak terurai hanya
terdeteksi secara sporadis dan dalam konsentrasi yang sangat rendah (<10 ng/ml atau
0,02mm), tanpa bukti-bukti akumulasi, yaitu konsisten dengan tingkat absorpsi yang
dapat diabaikan.

Distribusi

Volume distribusi tidak dapat ditentukan karena tingkat absorpsi obat sangat minimal dan
tidak memiliki farmakokinetik sistemik yang jelas. Orlistat in vitro memperlihatkan > 99
% ikatan protein plasma (terutama lipoprotein dan albumin). Distribusi orlistat ke dalam
eritrosit sangat sedikit.

Metabolisme

Berdasarkan data yang diperoleh dari hewan, sangat mungkin metabolisme orlistat
terutama berlangsung pada dinding usus. Berdasarkan studi pada pasien obesitas, dua
metabolit utama yaitu M1 (cincin lakton 4 anggota dihidrolisis) dan M3 (M1 dengan N-
formil leucine moiety dibelah) meliputi hampir 42 % dari total konsentrasi plasma yang
dihasilkan oleh fraksi yang sangat kecil dari obat yang diabsorpsi secara sistemik. M1
dan M3 mempunyai cincin B-lakton terbuka dan aktivitas hambat lipase yang sangat
lemah (1000 dan 2500 kali lebih lemah dari orlistat). Memperhatikan aktivitas hambat
dan kadar plasma yang rendah pada dosis terapetik (rata-rata 26 ng/ml dan 108 ng/ml),
maka metabolit ini dianggap tidak bermakna secara farmakologi.

Eliminasi

Studi pada orang yang beratnya normal dan pasien obesitas menunjukkan bahwa
ekskresi melalui feses dari obat yang tidak diserap adalah merupakan cara eliminasi
utama. Hampir 97 % dari dosis obat yang diberikan akan diekskresi melalui feses dan
83%nya dalam bentuk orlistat yang tidak terurai. Ekskresi ginjal kumulatif dari total
orlistat adalah < 2% dari dosis. Waktu untuk mencapai ekskresi lengkap (feses dan
kemih) adalah 3 - 5 hari. Ekskresi orlistat tampaknya serupa antara orang yang
mempunyai berat normal dan obesitas. Orlistat, M1 dan M3 juga diekskresi melalui
empedu.

Indikasi dan penggunaan

Xenical bersama-sama dengan diet rendah kalori diindikasikan untuk pengobatan pasien-
pasien obesitas dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih besar atau sama dengan 30
kg/m2, atau pasien dengan berat badan berlebih (BMI >28 kg/m2 dengan faktor risiko
penyerta).

Pengobatan dengan orlistat sebaiknya hanya dimulai jika sebelumnya usaha penurunan
berat badan dengan melakukan diet berhasil mengurangi berat badan sedikitnya 2,5 kg
dalam 4 minggu berturut-turut. Pengobatan dengan orlistat sebaiknya dihentikan setelah
12 minggu jika pasien tidak dapat mencapai penurunan berat sedikitnya 5% dari berat
badan saat memulai pengobatan.

Dosis dan pemakaian


Dewasa

Dosis Xenical yang dianjurkan adalah 1 kapsul 120 mg setiap kali makan (saat
makan atau hingga 1 jam setelah makan). Jika tidak makan atau makanan tidak
mengandung lemak, Xenical boleh tidak diberikan. Khasiat pengobatan Xenical
(termasuk pengaturan berat badan dan perbaikan faktor resiko) terus berlanjut pada
pemakaian jangka panjang.

Anak-anak dibawah 18 tahun

Penggunaan Xenical tidak ditujukan bagi anak-anak

Kontraindikasi

Kontraindikasi

Xenical dikontraindikasikan pada pasien dengan sindroma malabsorpsi kronik, kolestasis,


menyusui, dan pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap orlistat atau zat-zat lain
yang ada dalam kapsul.

Peringatan dan perhatian


Pasien perlu dinasehati untuk tetap mematuhi pedoman diet (lihat dosis dan pemberian).
Kemungkinan timbulnya gangguan saluran cerna (lihat Efek samping yang tak
diinginkan) dapat meningkat bila Xenical diberikan bersama makanan yang banyak
mengandung lemak (misalnya dengan diet 2000 kalori /hari , > 30 % kalori total dari
lemak setara dengan >67 g lemak).

Asupan lemak per hari harus terbagi rata dalam tiga kali makan. Jika Xenical diberikan
bersama dengan makanan yang sangat tinggi lemak (misalnya pada makan siang atau
makan malam), kemungkinan timbulnya efek pada saluran cerna yang tidak diinginkan
dapat meningkat.

Pada uji klinis, penurunan berat badan dengan pemberian orlistat didapatkan lebih rendah
pada pasien diabetes tipe II dibandingkan pasien non-diabetes. Pemberian obat anti
diabetes perlu dipantau bila menggunakan orlistat. Pengobatan dengan orlistat dapat
mengganggu absorpsi vitamin-vitamin larut lemak (A, D, E, K).

Kadar vitamin A, D, E dan K dan beta-karoten masih tetap dalam rentang normal pada
mayoritas pasien yang menjalani pengobatan hingga dua tahun penuh. Guna memastikan
nutrisi yang cukup, maka pasien-pasien yang menjalani diet untuk mengontrol berat
badan perlu dianjurkan untuk mengkonsumsi banyak buah dan sayur serta
mempertimbangkan penggunaan suplemen multivitamin. Jika pemberian suplemen
vitamin dianjurkan, maka suplemen tersebut harus diminum setidaknya dua jam setelah
pemberian orlistat, atau diberikan sebelum tidur.

Berkurangnya berat badan karena Xenical diikuti dengan perbaikan pengaturan metabolik
pada pasien diabetes yang mungkin memerlukan atau membutuhkan penurunan dosis
pengobatan hipoglikemik oral (misalnya sulfonilurea).

Efek samping

Pengalaman dari uji klinis

Efek samping Xenical umumnya pada saluran cerna dan berkaitan dengan efek
farmakologi obat dalam mencegah absorpsi lemak. Kejadian yang umum ditemukan
adalah bercak berminyak, flatus bersama dengan kotoran, terdesak buang air besar, feses
berlemak/berminyak, evakuasi minyak, meningkatnya defekasi dan inkontinensia
fekalis.
Efek samping ini umumnya ringan dan bersifat sementara. Efek saluran cerna terjadi
pada permulaan pengobatan (dalam 3 bulan) dan umumnya pasien hanya mengalamai
satu kali saja. Efek samping yang seringkali dialami pasien yang mendapat Xenical
adalah: sakit perut/ketidaknyamanan, kembung, feses cair atau lunak, nyeri rektum/tidak
nyaman, gangguan gigi atau gusi. Kejadian lain yang amat jarang ditemukan adalah:
infeksi saluran napas atas, infeksi saluran napas bawah; influenza; nyeri kepala;
iregularitasi menstruasi; cemas; keletihan; infeksi saluran kemih.

Interaksi

Pada studi farmakokinetik tidak didapatkan interaksi dengan alkohol, digoksin,


metformin, nifedipin, kontraseptif oral, fenitoin, statin ataupun warfarin. Bagimanapun,
orlistat meningkatkan bioavailabilitas (konsentrasi plasma meningkat sekitar 30%) dan
khasiat menurunkan lipid dari Pravastatin.

Penurunan absorpsi vitamin D, E dan beta karoten telah diamati pada pemberian bersama
Xenical. Jika pemberian suplemen multivitamin dianjurkan, maka sebaiknya diberikan
sedikitnya dua jam setelah pemberian Xenical atau pada saat menjelang tidur.

Pada studi klinis selama 2 tahun, kadar vitamin-vitamin pada kebanyak pasien tersebut
tetap berada dalam batas normal. Karena ketiadaan data mengenai interaksi
farmakokinetik, pemberian olistat bersamaan dengan Fibrates, Acarbose, Biguanides,
atau obat-obatan anoreksia tidak dianjurkan. Bila Warfarin atau antikoagulan lain
diberikan bersama-sama dengan orlistat (dosis tinggi dan penggunaan jangka panjang),
maka nilai INR harus dimonitor. Penurunan BB, pada penderita diabetes yang
mengkonsumsi Xenical, akan diikuti dengan perbaikan kontrol metabolik, dengan
demikian dibutuhkan pengurangan dosis oral hipoglikemik (contohnya sulfonilurea)

149. Perempuan 27th, mengalami hidung berair, gatal gatal dan ber lendir, terasa makin parah
jika membersihkan rumah. Obat apa yang dapat meredakan gejala tersebut?

a. Klorfeniramin b. Pseudoefedrin c. Dexametason

Jawaban B.

Dekongestan membantu mengurangi pembengkakan dan mempersempit kembali pembuluh-


pembuluh darah yang melebar.Dengan demikian, saluran udara menjadi terbuka dan terbebas
dari sumbatan lender
150. Hasil data laboratorium darah seorang pasien adalah sebagai berikut :

Hb : 12,6 g/dl (14,0-18,0)

MCV : 69,0 fL (79,0-99,0)

MCH : 25 pg (27,0-31,0)

Platelet count : 286x103µL (150,0-400,0)

Dari data laboratorium diatas, obat yang tepat untuk pasien tersebut adalah :

a. Asam Folat

b. Fero Sulfat

c. Vitamin B12

Pembahasan :

Jawban B (Fero Sulfat)

Diperkirakan pemeriksaan darah seorang pasien berjenis kelamin laki-laki dilihat dari rentang
normal nilai lab darah Hb, MCV, dan MCH.

Hb (Hemoglobin) = tidak normal

MCV (Mean Corpusculare Volume) = tidak normal

MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) = tidak normal

Platelet count (Trombosit) = normal

Apabila nilai lab darah pasien Hb, MCV dan MCH rendah pasien dikategorikan kekurangan zat
besi atau disebut dengan Anemia Hipokromik Mikrositik

Pengobatan yang dianjurkan adalah dengan pemberian terapi dengan preparat besi oral (FERO
SULFAT). Garam besi yang efisien untuk diabsorbsi. Terapi besi oral direkomendasikan pada
dosis harian 200mg dalam tiga atau empat dosis terbagi.