Anda di halaman 1dari 11

BAB III

DERAJAT KESEHATAN
A. Analisa Masalah

Puskesmas Pajagan merupakan salah satu unit pelaksana teknis dinas

kesehatan Kabupaten Lebak yang menyelenggarakan kesehatan dasar dengan

Mengacu pada Kepmenkes no 128 tahun 2004, tentang puskesmas, dimana

puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama harus

melaksanakan 6 pelayanan wajib (basic six)dan pelayanan pengembangan

sesuai dengan kebutuhan dilapangan.

Kebijakan pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 difokuskan pada

penguatan upaya kesehatan dasar (primary Health Care) yang berkualitas

terutama melalui peningkatan jaminan kesehatan,peningkatan akses dan mutu

pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang didukung dengan penguatan sistem

kesehatan dan peningkatan pembiayaan kesehatan.kartu indonesia sehat menjadi

salah satu sarana utama dalam mendorong reformasi sektor kesehatan dalam

mencapai pelayanan kesehatan yang optimal,termasuk penguatan upaya

promotif dan prefentif.

Program indonesia sehat dilaksanakn dengan menegakan 3 piular

utama,yaitu:

1) Penerapan paradigma sehat.

2) Penguatan pelayanan kesehatan.

3) Pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN).

Pelayanan wajib (basic six) yang dilaksanakan di Puskesmas Pajagan :

a. Promosi Kesehatan

36
b. Kesehatan lingkungan

c. Kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana

d. Peningkatan Gizi Masyarakat

e. Pemberantasan Penyakit Menular

f. Pelayanan Pengobatan dan Kegawat daruratan,serta Rujukan.

Sedangkan untuk upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan di Puskesmas

Pajagan kecamatan Sajira berupa :

a. Upaya Kesehatan Sekolah,

b. Upaya Kesehatan Remaja dan usila

c. Perkesmas (PHN)

d. Kegiatan Posbindu dan PTM

e. Kesjaor

Secara Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) Puskesmas Pajagan,

program pelayanan wajib dan pengembangan, dapat dilihat pada bagan I dimana

terdapat 3 bagian dan 1 subbagian yaitu bagian binkesmas meliputi kesehatan

ibu, kesehatan anak, promosi kesehatan, usaha kesehatan sekolah, dan gizi,

bagian yankes (pelayanan kesehatan) meliputi pengobatan rawat jalan dan

pembinaan jejaring puskesmas, bagian pemberantasan penyakit dan penyehatan

lingkungan (P2PL) meliputi imunisasi, surveillance, kesehatan lingkungan dan

Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), dan subbagian tata usaha meliputi

bagian umum, kepegawaian dan bendahara.

1. Identifikasi Masalah

Untuk mengetahui masalah yang yang dihadapi suatu program, maka

dilakukan identifikasi masalah.

37
Dalam mengidentifikasi masalah, perlu dilihat standar pelayanan minimal

sebagai suatu batasan dalam melaksanakan kegiatan.

Menurut (Azwar, 1996), standar pelayanan minimal (SPM) adalah

yang merujuk pada keadaan minimal yang harus dipenuhi untuk dapat

menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu.

Standar pelayanan minimal dapat dibedakan menjadi tiga yaitu standar

masukan, standar lingkungan dan standar proses.

Dalam menilai mutu pelayanan maka yang diukur adalah, indicator

masukan, indicator proses, indicator keluaran dan lingkungan.

Adanya penetapan standar pelayanan minimal merupakan bentuk

menjaga mutu pelayanan secara retrospektif dimana penilaian dilakukan

setelah pelayanan kesehatan.Sejauh mana capaian dari pelayanan/program

kesehatan dibandingkan dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

a. Status Kesehatan Balita (Kematian Bayi, Balita dan Ibu Maternal)

Angka kematian merupakan salah satu indicator makro dalam

mengukur derajat kesehatan masyarakat.

Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita

(AKBAL), dan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi indicator paling

utama dibidang kesehatan.

Dengan angka-angka tersebut dapat dinilai seberapa bagus atau

jelek kah pelayanan yang diberikan dan diterima oleh masyarakat

setempat.

Jumlahkasus kematian bayi dan balita tahun 2018 sebanyak =6

bayi dan balita, dengansebab yang bermacam-macam,Sedangkankasus

38
kematian ibu =2 orang,dan semuanya meninggal di rumah sakit setelah

mendapat penangan oleh puskesmas.

b. Kunjungan Kesehatan

Tingkat penggunaan sarana kesehatan oleh masyarakat dapat

diukur salah satuya melalui jumlah kunjungan masyarakat ke sarana

pelayanan kesehatan guna mendapatkan pelayanan kesehatan baik

promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif.

Hal-hal yang dapat disampaikan berkaitan latar belakang

kunjungan ke puskesmas bisa berupa angka kesakitan masyarakat

(morbiditas) meningkat, upaya pelayanan kuratif yang baik terhadap

pasien, akses pelayanan kesehatan di luar wilayah kerja puskesmas

ataupun bisa juga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sarana

pelayanan kesehatan meningkat dan lain-lainnya.

Akan tetapi hal utama yang mungkin dapat dikedepankan

sebagai latar belakang masyarakat berkunjung ke puskesmas adalah

letak puskesmas Pajagan tepat dijalan raya lintas provinsi dan lintas

batas wilayah kecamatan, sehingga memberikan kemudahan untuk

dapat segera sampai ditujuan karena aksesnya yang dapat dilalui

berbagai jenis kendaraan.

Pasien yang berkunjung ke puskesmas ada yang berasal dari

masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas lain seperti

Kecamatan Maja, Curugbitung, Cimarga,sajira maupun dari

kec.Cipanas. Selain itu, besarnya kunjungan juga dapat dijawab atau

digambarkan berdasarkan data-data yang menjadi indicator pelayanan

kesehatan seperti Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian

39
Balita (Akbal), Angka Kematian Ibu (AKI), angka kesakitan

(morbiditas) atau dari cakupan perilaku hidup bersih dan sehat

masyarakat dan kesehatan lingkungan. Berikut total kunjungan pasien,

yaitu:

Tabel 3.1
Data Jumlah Kunjungan Puskesmas Pajagan
Tahun 2018
BULAN UMUM JKN JUMLAH
JAN 990 479 1469
FEB 882 366 1248
MAR 1402 565 1987
APR 1098 492 1590
MAY 1280 681 1961
JUN 454 291 745
JUL 1166 524 1690
AUG 1283 630 1913
SEP 1402 563 1965
OCT 1374 628 2002
NOV 803 642 1445
DEC 633 658 1291
TOTAL 12767 6539 19306
Sumber : Data Puskesmas Pajagan 2018

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa selama tahun 2018

mulai Januari sampai Desember kunjungan terbanyak status pasien

umum yaitu 12767 (66,1%). Bila dilihat berdasarkan kunjungan

bulannya, kunjungan terbanyak pada bulan Maret yaitu sebanyak 1402

orang, sedangkan yang tersekcil pada bulan JUNI yaitu sebanyak 454

orang.

c. Pola Penyakit

Kecenderungan kasus penyakit yang ditemukan atau didiagnosa

di puskesmas Pajagan masih berkutat pada kasus infeksi, meski juga

40
tidak sedikit pasien yang berkunjung memiliki masalah kesehatan atau

penyakit non infeksi.

Tabel 3.2 menunjukkan bahwa selama tahun 2018, keluhan

utama pasien yang datang ke puskesmas sebagian besar adalah common

cold atau lebih banyak dikenal dengan flu /ISPAyaitu sebanyak 5214

(27,00%) kunjungan, sedangkan keluhan yang paling sedikit adalah

Diare sebanyak 691 kunjungan (3,57%) dari seluruh kunjungan.

Berikut tabelnya, yaitu:

Tabel 3.2
Data 10 Besar Penyakit/Gangguan Kesehatan
Tahun 2018
NO PENYAKIT JUMLAH
1 ISPA 5214
2 DYSPEPSIA 3672
3 DERMATITIS 1567
4 CHEPHALGIA 1443
5 ARTRITIS 1395
6 MYALGIA 1317
7 FEBRIS 1123
8 GIGI 923
9 HT 724
10
DIARE 691
Sumber : Data Puskesmas Pajagan 2018

- Kejadian Luar Biasa

KLB adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan

atau kematian yang bermakna secara epidemiologis dalam kurun

waktu tertentu di daerah tertentu.Formula yang bermakna terletak

pada jumlah kasus yang terjadi dan tingkat keparahannya kemudian

dibandingkan dengan kasus yang terjadi pada tahun

sebelumnya.Penetapan KLB diputuskan oleh Dinas Kesehatan

Kabupaten atau Kota.Pada tahun 2018 di puskesmas Pajagan

41
berdasarkan cakupan program data yang masuk kemudian dianalisa

tidak ada kasus yang berstatus KLB

2. Urutan Prioritas masalah

Masalah-masalah yang muncul akan diprioritaskan upaya

penyelesaiannya melalui strategi SWOT dengan mempertimbangkan

potensinya yang berdampak pada kesehatan masyarakat seperti timbulnya

KLB atau wabah.

3. Rumusan Masalah

Bila melihat capaian program basic six dan pengobatan termasuk

kegawatdaruratan maupun upaya pengembangan maka capaian yang ada pada

tahun 2014sudah mendekati dari standar pelayanan minimal (SPM).

Bila capaian kegiatan tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan

maka akan timbul gap (kesenjangan). Gap (kesenjangan) adalah

ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan.dari gap ini akan muncul

suatu masalah bagi suatu organisasi yang menuntut suatu organisasi tersebut

untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. Gap (kesenjangan) yang ada

menjadi tantangan bagi puskesmas untuk lebih meningkatkan kinerja

pelayanan.

Sebagian besar cakupan program sudah mendekati capaian sasaran SPM,

walaupun masih ada beberapa Program pelayanan yang masih ada Gap

terutama bidang KIA, diantaranya : Kunjungan ibu hamil (K4) dan K1, hal

ini karena masih banyaknya ibu hamil yang terdeteksi dilapangan pada saat

pemerikasaan awal dan akhir kehamilan sering terjadi pindah-pindah/keluar

daerah pemeriksaannya.

42
Masih kurangnya cakupan target pelayanan juga terjadi pada program

imunisasi TT 2+ yang kurang dari target SPM sebesar 90% hal ini di sebakan

karena gamangnya data imunisasi sebelumnya dan juga masih adanya

perbedaan persepsi Petugas terkait Pemahaman tentang definisi operasioal dari

TT2+. Meskipun begitu, cakupan program pada tahun 2018 lebih besar bila

dibandingkan dengan capaian di tahun 2018.

4. Penyebab Masalah

Ada tiga factor yang berpengaruh terhadap munculnya masalah

kesehatan yang ada di bidang kesehatan, factor tersebut ada pada sisi, SDM

kesehatan yang terdiri dari, kemampuan, kemauan dan komitmen. Sisi kedua

ada pada target atau program itu sendiri yang didalamnya terdiri dari besaran

target, strategi pelaksanaan program atau kepekaan program terdapap realitas

yang ada. Dan sisi ketiganya adalah masyarakat sebagai target tujuan bidang

kesehatan yang di dalamnya seperti pengetahuan, kesadaran dan aksestabilitas.

Di puskesmas Pajagan sendiri masalah-masalah yang ada erat

kaitannya dengan ketiga sisi yang dijelaskan pada paragraph di atas.

5. Pemecahan masalah

Dari hasil analisa masalah yang ada, maka didapat urutan prioritas

pemecahan masalah terpilih berupa :

a. Promosi kesehatan

1). Penyuluhan & Pembinaan PHBS tatanan rumah tangga

2). Penyuluhan & Pembinaan PHBS tatanan sekolah

3). Mengaktifkan desa siaga

4). Membimbing posyandu menjadi posyandu purnama/mandiri

43
5). Penyuluhan dan pembinaan ASI ekslusif

6). Penyuluhan tentang rokok

7). Penyuluhan & pembentukan JPKM

8). Penyuluhan tentang posyandu dan posbindu.

b. Kesehatan Lingkungan

1). Memeriksa kualitas air (inspeksi sanitasi)

2). Memeriksa Jamban keluarga

3). Memeriksa saluran air limbah

4). Memeriksa kebersihan tempat-tempat umum

5). Mengusulkan Pembuatan MCK

6). Motivasi warga untuk membuat MCK

7). Memeriksa jentik nyamuk secara periodik /berkala.

8). Penyuluhan tentang kesehatan lingkungan ditingkatkan.

c. Kesehatan ibu dan anak

1). Pemasangan stiker P4K

2). Pembinaan kelas ibu hamil

3). Kunjungan ibu hamil resti

4). Kemitraan dukun paraji

5). Melakukan Antenatal care

6). Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan buka 24 jam

untuk pertolongan persalinan normal.

7). Melakukan Perinatal care

8). Memberikan paket kontrasepsi pasca persalinan

9). Merujuk pasien dengan komplikasi ke sarana kesehatan dan RS

10). Melakukan pelatihan bagi nakes seperti : APN & asfiksi

44
11). Pendataan bumil

11). Deteksi & Pemetaan bumil resti

12). Penyuluhan tentang manfaat jamkesmas dan jampersal

d. Perbaikan Gizi

1). Pemberian PMT pemulihan gizi buruk

2). Pemberian PMT penyuluhan

3). Pemantauan status gizi

4). Survey dan kampanye status gizi

5). Pemberian PMT bumil

6). Pemberian vit A untuk bayi, balita dan bufas

7). Pemberian Fe bagi bumil dan bufas

8). Pemeriksaan kualitas garam / yodium warga

9). Memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang

10). Memberikan penyuluhan tentang penimbangan

e. Pemberantasan Penyakit Menular

1). Pelacakan kasus TB dan pengobatan TB.

2). Pelacakan kasus diare

3). Pelacakan kasus pneumoni

4). Pelacakan kasus kusta

5). Pelatihan teknis program ISPA & diare

6). Melakukan surveillance aktif mingguan

7). Pelatihan petugas laboratorium

f. Pengobatan

1). Melengkapi peralatan medis (poliklinik set)

2). Melengkapi BHP (bahan habis pakai).

45
3).Meningkatkan kompetensi tenaga medis seperti pelatihan mengikuti

program pendidikan.

g. UKS

1). Penjaringan kesehatan anak sekolah

2). Pembentukan dan pembinaan dokcil

3). Pembentukan dan pembinaan posbindu

4). Pemberian obat Cacing pada anak sekolah

46