Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN GROBOGAN

SEKRETARIAT DAERAH
Jln . Gatot Subroto No.6 Telp . (0292) 421040 (Hunting)

PURWODADI – 58111

Purwodadi, 5 Juni 2013

Nomor : 180 / 117 / III / 2013

Lampiran: -

Perihal : DUPLIK Atas REPLIK dalam Register

Perkara No.14 /G / 2013 /PTUN.SMG.

Kepada Yth :

Majelis Hakim Pemeriksa

Perkara No.14/G/2013/PTUN.SMG

Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang

di-

S e m a r a n g.

Dengan hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini :

1. ADITYA WAHYU WARDHANA, SH., MM.


2. ANANG ARMUNANTO, S.Sos., Msi.
3. MOCHAMMAD FACHRUDIN, SH
4. BANGKIT SETYO PUDJIWIDAJAT,SH.
5. DIDIK SETYO WAHYUDI, SH.

Masing-masing berkedudukan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten


Grobogan, dalam hal ini bertindak selaku kuasa untuk dan atas nama
BUPATI GROBOGAN sebagai TERGUGAT dalam perkara yang terdaftar di
Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang dalam register
perkara No.14 / G / 2013/ PTUN.SMG, berdasarkan Surat Kuasa Khusus
Nomor : 180/954/III/2013 berhak bertindak baik bersama-sama maupun
sendiri-sendiri, membuat menandatangani dan menyampaikan jawaban
atas gugatan PENGGUGAT sebagai berikut :

-1-
DALAM EKSEPSI :

1. Bahwa sekalipun Keputusan TERGUGAT berkenaan OBJEK


GUGATAN termasuk Keputusan TUN, namun berdasarkan Putusan
Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 482 K/TUN/2003
tanggal 18 Agustus 2004 yang merumuskan kaidah hukum sebagai
berikut : Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan perbuatan -
perbuatan hukum yang termasuk dalam ruang lingkup politik dan
didasarkan kepada pandangan-pandangan politis para pemilih maupun
yang dipilih. Hasil Pilkades juga merupakan hasil dari suatu pemilihan
yang bersifat umum di lingkungan desa yang bersangkutan, oleh
karena itu Keputusan hasil Pilkades tidak termasuk pengertian
Keputusan Tata Usaha Negara menurut Undang- Undang Nomor 5
Tahun 1986 ( Pasal 2 huruf g Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 ).
( vide Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta Nomor :
02/G.TUN/2005/PTUN Yk dan Surat Edaran MA Nomor 8 Tahun
2005 tentang Petunjuk Teknis tentang Sengketa Mengenai Pemilukada
sebagaimana pada Buku Himpunan SEMA & PERMA Republik
Indonesia Tahun 1951 – 2007, pada hal 771 – 772, TERGUGAT kutip
pada angka 3. Bahwa selain daripada itu, dalam berbagai
Yurisprudensi MA juga telah digariskan bahwa keputusan yang
berkaitan dan termasuk dalam ruang lingkup politik dalam kasus
pemilihan tidak menjadi kewenangan PTUN untuk memeriksa
dan mengadilinya ( antara lain putusan Nomor 482 K/TUN/2003
tanggal 18 Agustus 2004 ).

2. Bahwa atas dasar Yurisprudensi MA dan SEMA tersebut diatas,


TERGUGAT masih tetap berpendapat bahwa PTUN Semarang tidak
berwenang memeriksa, memutus dan meyelesaikan perkara ini.

3. Bahwa terkait dengan Surat gugatan PENGGUGAT kalau


diawalnya ditujukan kepada Ketua PTUN Semarang masih dapat
diterima, namun semenjak sudah ada penetapan tentang
penunjukan Majelis Hakim yang akan memeriksa, memutus dan
menyelesaikan perkara dimaksud, maka sudah semesti dan
seharusnya Surat Gugatan ditujukan kepada Majelis Hakim ybs. Sama
seperti TERGUGAT jika belum ada Surat Kuasa Khusus kepada yang
sekarang ditunjuk mewakili TERGUGAT selaku Kuasa, maka boleh
diwakili oleh siapa saja sepanjang ditunjuk oleh TERGUGAT. Namun
semenjak ada Surat Kuasa (khusus) maka yang mewakili
TERGUGAT/Pemberi Kuasa adalah personil yang ditunjuk dalam SKK,

-2-
baik secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri; artinya tidak
semua orang dapat mewakili TERGUGAT.
4. Bahwa karena sudah pendelegasian kepada Majelis Hakim, maka
sudah seharusnya Gugatan ditujukan kepada Majelis Hakim ybs;
karena sudah ada pendelegasian tentunya terkait proses persidangan
selanjutnya yang mengatur baik terkait dengan jadwal-jadwal dan
agenda persidangan; yang memerintahkan pemanggilan para pihak;
yang memerintahkan menyiapkan alat-alat bukti, menyiapkan saksi-
saksi yang dibutuhkan untuk dihadirkan dan proses seterusnya
adalah MAJELIS HAKIM yang bersangkutan, BUKAN KETUA
PENGADILAN. Maka dengan demikian dapat diartikan bahwa Surat
Gugatan tersebut SALAH ALAMAT, karena salah alamat sudah
sepatutnya tidak dapat diterima dan ini TERBUKTI dengan diubahnya
pada REPLIKnya yang ditujukan kepada MAJELIS HAKIM
PEMERIKSA.
5. Bahwa terhadap keberatan TERGUGAT berdasarkan hal – hal
tersebut diatas, TERGUGAT mohon kepada Yth. Ketua Majelis Hakim
Tata Usaha Negara Semarang berkenan untuk MENOLAK seluruh
dalil-dalil gugatan Penggugat dan karenanya Pengadilan Tata Usaha
Negara Semarang wajib menyatakan tidak berwenang memeriksa,
memutus dan menyelesaikan perkara ini.

DALAM POKOK PERKARA :

1. Bahwa TERGUGAT masih tetap konsisten dan berpegang teguh


dengan Jawaban TERGUGAT sebelumnya dan menyatakan masih
terbaca dan tertulis kembali dengan segala mutatis mutandis ;

2. Bahwa REPLIK pada posita angka 1 yang menyatakan tidak benar


Posita Jawaban TERGUGAT angka 5 huruf a adalah benar;
TERGUGAT salah dalam penulisan, yang TERGUGAT maksud dengan
1930 sebenarnya adalah jumlah pemilih yang memberikan suratnya
dengan menyerahkan surat undangan, dengan perincian Nomor Urut
1 ( M. Margono ) memperoleh suara sah sebanyak 949 suara ;
Nomor Urut 2 ( SUYATNO ) memperoleh suara sah sebanyak
953 suara ; dan surat suara tidak sah sebanyak 28 suarat suara ;
ini telah sesuai dengan BERITA ACARA PENGHITUNGAN SUARA
PILKADES DESA SUMURGEDE, KEC. GODONG, KAB. GROBOGAN
yang telah TERGUGAT terima dari BPD Desa Sumurgede melalui
Surat BPD kepada BUPATI Grobogan melalui Camat Godong Nomor :
141/10/BPD/III/ 2013, tanggal 11 Maret 2013 perihal Usul
Pengesahan Pengangkatan Kepala Desa Sumurgede ;

-3-
3. Bahwa jika dalam REPLIKnya pada angka 2 mendalilkan seperti itu
sah-sah saja, namun yang menjadi dasar dan pegangan TERGUGAT
adalah BA. PEMUNGUTAN SUARA dan BA. PENGHITUNGAN SUARA
PILKADES DESA SUMURGEDE, KEC. GODONG, KAB. GROBOGAN
yang telah ditandatangani oleh Ketua Panitia , Sekretaris serta oleh
Saksi-saksi dari masing-masing calon Kades yaitu Sdr. SUGITO &
KHANDIQ saksi dari M. MARGONO dan Sdr. MUSTARI & SOESILO
saksi dari SUYATNO. Karena, baik BA. PEMUNGUTAN SUARA dan
BA. PENGHITUNGAN SUARA PILKADES DESA SUMURGEDE, KEC.
GODONG, KAB. GROBOGAN telah ditandatangani oleh Pihak-pihak
yang berkepentingan dan berkompeten, maka menurut hukum dapat
diartikan bahwa Pihak-pihak yang bersangkutan telah menyetujui
dan menerima hasil sebagaimana tertuang dalam kedua Berita
Acara dimaksud.

4. Bahwa terhadap REPLIK angka 3 dan angka 5, TERGUGAT kembali


tegaskan, bahwa Panitia telah melakukan proses pendaftaran pemilih
guna penyusunan DPS ; DPS tersebut telah pula diumumkan di
papan pengumuman atau ditempat umum dan diserahkan ke
masing-masing RT/RW agar mudah dilihat, diketahui dan/atau
dibaca oleh warga masyarakat tentang akan diadakannya Pilkades
selama 7 (tujuh) hari guna mendapatkan tanggapan dari masyarakat;
jika selama 7 (tujuh) hari tidak ada tanggapan dari masyarakat
maka DPS disahkan dan diumumkan menjadi DPT. Dalam hal
ada tanggapan dari masyarakat melebihi waktu 7 (tujuh) hari yang
telah ditentukan tidak akan dipertimbangkan dan tidak
berpengaruh terhadap pelaksanaan maupun hasil Pilkades.
Proses dan tahapan yang dilakukan oleh Panitia telah sesuai
sebagaimana yang diamanatkan dalam ketentuan Pasal 6 Peraturan
Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Pemilihan, Pengangkatan, Dan Pemberhentian Kepala Desa.
Dalam hal masih diketemukan dan diketahui ada pemilih
sebagaimana yang didalilkah oleh PENGGUGAT artinya sudah dalam
bentuk DPT, maka sesuai ketentuan Pasal 6 Perda Kab. Grobogan
Nomor 8/2006 tersebut telah dengan jelas tidak akan
dipertimbangkan dan tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan
maupun hasil Pilkades. Atas dasar peraturan perUUan yang mana
PENGGUGAT menyatakan DPT cacat hukum sehingga tidak sah ?

5. Bahwa REPLIK pada angka 4, penyangkalan fakta yang terjadi di


lapangan; disatu sisi PENGGUGAT ingin menunjukkan bahwa
pelaksanaan Pilkades di Desa Sumurgede banyak kecurangan dan
penyimpangan yang dilakukan oleh Panitia, namun disisi lain
PENGGUGAT berusaha untuk menutupi dan menyembunyikan

-4-
kecurangan yang dilakukan oleh Pihak PENGGUGAT; TERGUGAT
tidak punya kepentingan siapa-siapa yang akan terpilih jadi Kepala
Desa, kepentingannya hanya berharap pelaksanaan Pilkades disetiap
Desa berjalan dengan baik, aman, lancar dan tertib sehingga roda
pemerintahan terus dapat berjalan dengan baik tanpa harus terganggu
lagi sebagai akibat pelaksanaan Pilkades ;

6. Bahwa REPLIK pada angka 6 merupakan dalil yang tidak mendasar


dan tidak beralasan hukum / tidak mendasarkan pada peraturan
perundang - undangan yang ada; karena disamping memang tidak
diatur hal sedemikian itu; ini dapat kita lihat sebagaimana ketentuan
PERBUP NO. 32 Tahun 2012 dalam Lampiran Huruf K. Angka 8.
Pemilih menggunakan hak pilihnya dengan cara mendatangi Petugas
/ Panitia dan menyerahkan surat undangan atas namanya sendiri,
kemudian setelah diadakan penelitian dan dicocokkan dengan DPT
kepadanya diberikan 1 (satu) surat suara ; dan ini menunjukkan
inkonsistensi PENGGUGAT , dimana disisi lain PENGGUGAT minta
Panitia sesuai aturan yang ada; namun pada sisi lain meminta
melakukan sesuatu yang diluar aturan yang ada;

7. Bahwa REPLIK pada angka 7, bahwa terhadap apa yang dilakukan


oleh Sdr. Nurkholis dan Sdr. Hartono adalah telah sesuai dengan
tugas dan tanggung jawab selaku Panitia dan tidak bertentangan
dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Memang benar, jika ada
pemilih dikarenakan cacat jasmani, sakit dan/atau jompo dibantu
oleh 2 (dua) orang Panitia dan tidak ada ketentuan harus didampingi
masing-masing saksi, sekalipun diluar bilik.
Berdasarkan ketentuan Pasal 14 ayat (4) Perda Kab. Grobogan Nomor
8 tahun 2006 : Panitia wajib memfasilitasi pemilih penyandang
cacat dalam menggunakan hak Pilihnya ; selanjutnya dalam
PERBUP Nomor 4522 Tahun 2006 dalam Pasal 23 ayat (2) : Dalam
hal terdapat pemilih yang cacat jasmani, sakit dan/atau jompo,
maka pada saat pemilihan suara dibantu oleh 2 (dua) orang
panitia. Kemudian terkait Sdr. Nurkholis dan Sdr. Hartono yang
melakukan tanpa perintah Ketua Panitia, karena memang sejak awal
tidak ada penunjukan khusus Panitia, siapa-siapa Panitia yang
harus mendampingi jika ada pemilih yang karena cacat jasmani, sakit
dan/atau jompo, jadi tidak ada yang salah apa yang dilakukan
mereka berdua, justru sebaliknya mereka memperlancar jalan
pelaksanaan pemungutan suara dan untuk membantu/memfasilitasi
pemilih dimaksud tidak ada keharusan menunggu perintah Ketua
Panitia, disamping itu memang tidak ada pengaturan terkait hal
tersebut. Namun setelah ada semacam protes dari Kubu
M. MARGONO, oleh Ketua Panitia baru dilakukan penunjukan Panitia
yang akan mendampingi / memfasilitasi pemilih, yaitu pintu sebelah

-5-
Timur : Nurkholis + Sudarto ; dan sebelah Barat : Ahmad Mudzakir +
Sudarto;

8. Bahwa REPLIK pada angka 8 yang menyatakan tidak benar posita


Jawaban TERGUGAT adalah sah - sah saja, akan tetapi Posita
TERGUGAT tersebut diperoleh TERGUGAT berdasarkan keterangan
dari beberapa Panitia bahwa Panitia sudah melakukan
penghitungan suara dengan hasil diketahui untuk Nomor urut 1
M. MARGONO memperoleh 949 suara sah dan nomor urut 2
SUYATNO memperoleh 954 suara sah dengan selisih 5 ( lima )
suara; karena ada desakan masa pendukung dari M. MARGONO
untuk meminta dihitung lagi ; oleh Panitia dilakukan pencocokan
kembali dengan menghitung bendel per bendel yang ada dan
diperoleh hasil sebagai berikut : hasil diketahui untuk Nomor urut 1
M. MARGONO memperoleh 949 suara sah dan nomor urut 2
SUYATNO memperoleh 953 suara sah, ada perbedaan dari semula,
dikarenakan ada bendel milik SUYATNO ( NOMOR URUT 2 ) yang
masih 24 dihitung 25, sehingga berubah menjadi 953 suara,
sehingga ada selisih 4 (empat) suara dan terhadap pencocokan
kembali tersebut sudah dapat diterima oleh Saksi masing-masing
Calon Kades dan hasil tersebut sebagaimana tertuang dalam
BERITA ACARA PENGHITUNGAN SUARA PILKADES DESA
SUMURGEDE, KEC. GODONG, KAB. GROBOGAN ;

9. Bahwa REPLIK pada angka 9, adalah tidak benar, karena berdasarkan


keterangan dari Panitia sudah dilakukan penghitungan dan
pencocokan kembali ; dan karena yang dilakukan oleh Panitia sudah
sesuai dengan ketentuan yang ada, dimana sebelumnya sudah
dilakukan penghitungan sebagaimana diamanatkan ketentuan
Pasal 25 ayat (2) PERATURAN BUPATI GROBOGAN Nomor 4522
Tahun 2006, dan pada saat itupun tidak ada keberatan dari saksi
masing-masing calon dengan hasil sebagaimana BERITA ACARA
PEMUNGUTAN SUARA PILKADES DESA SUMURGEDE, KEC.
GODONG, KAB. GROBOGAN; Dan berdasarkan keterangan Ketua
Panitia Pilkades, TERGUGAT memperoleh informasi bahwa ada
kesalahan dalam memasukkan data khususnya untuk Romawi I.
Angka 3. Jumlah Surat Suara yang dikembalikan oleh Pemilih
kepada Panitia karena rusak atau keliru dicoblos; dimana di BA.
PEMUNGUTAN SUARA tersebut tertulis 28 ( dua puluh delapan )
lembar yang semestinya adalah 0 ( nol ) ; sehingga untuk BA.
Pemungutan Suara Pilkades adalah sebagai berikut :

1. Jumlah Pemilih yang tercantum dalam DPT : 2.412 orang ;

-6-
2. Jumlah pemilih yang memberikan Suaranya dengan
menyerahkan Surat Undangan : 1.930 orang ;
3. Jumlah Surat Suara yang dikembalikan oleh Pemilih kepada
Panitia karena rusak atau keliru dicoblos 0 (nol) ;
4. Jumlah Surat Suara yang tidak terpakai adalah 650.
CATATAN : Jumlah surat suara sejumlah 2.580 lembar dengan
perincian DPT ( 2.412 ) + cadangan 7 % ( 168 );

Kesalahan pemasukan Data tersebut harus diakui sebagai kelalaian


dari Panitia, bukan suatu yang disengaja namun semata-mata
dari kelalaian dari Panitia dan terhadap BA. Pemungutan Suara
tersebut berdasarkan fakta dilapangan TIDAK BERPEGARUH
ATAS HASIL penghitungan suara dengan hasil sebagaimana tertuang
dalam BERITA ACARA PENGHITUNGAN SUARA PILKADES DESA
SUMURGEDE, KEC. GODONG, KAB. GROBOGAN ;

10. Bahwa REPLIK pada angka 10 yang menyatakan papan pencatat


suara terhalang Panitia; sebagai suatu dalil yang sangat tidak
mendasar; karena sesuai dengan faktanya proses penghitungan
suara tersebut masih sangat-sangat memungkinkan bagi saksi,
warga masyarakat yang hadir dapat menyaksikan secara jelas
proses penghitungan suara; artinya proses penghitungan yang
dilakukan oleh Panitia tidak bertentangan dengan ketentuan Pasal
26 ayat (3) PERBUP Nomor 4522 Tahun 2006;

11. Bahwa untuk kegiatan Kesepakatan Damai antara Pemerintah


Kabupaten Grobogan dengan Ketua Panitia Dan Calon Kepala Desa
Se - Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Dalam Rangka
Pelaksanaan Pilkades Damai Dan Menciptakan Situasi Kamtibmas
Yang Aman Dan Kodusif pada tanggal 18 Pebruari 2013 bertempat di
GOR Simpang Lima Purwodadi, TERGUGAT tegaskan bahwa Camat
Se – Kabupaten/ Camat yang diwilayahnya ada kegiatan Pilkades,
termasuk Camat Godong BUKAN NARASUMBER tetapi hanya sebagai
Tamu Undangan; mungkin yang dimaksud PENGGUGAT adalah
pembekalan Pilkades yang dilakukan dimasing-masing Kecamatan,
jadi bukan kegiatan yang dilaksanakan di GOR Simpang Lima
Purwodadi;

-7-
Berdasarkan alasan-alasan hukum tersebut diatas, TERGUGAT
mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa, memutus dan
menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara ini untuk memberikan
keputusan sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :
1. Menerima Eksepsi TERGUGAT untuk seluruhnya ;
2. Menyatakan Gugatan PENGGUGAT tidak dapat diterima ;

DALAM POKOK PERKARA :


1. Menolak Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya ;
2. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar biaya-biaya yang
timbul dalam perkara ini.

Atau apabila Majelis Hakim berpendapat dan berkeyakinan lain mohon


putusan yang seadil-adilnya. Terima kasih.

Hormat kami,
Kuasa Hukum TERGUGAT :

1. 2.

........................................................... ...........................................................
ADITYA WAHYU WARDHANA,SH, .MM ANANG ARMUNANTO, S.Sos. M.Si.

3. 4.

........................................................... ...........................................................
BANGKIT SETYO PUDJI WIDAJAT, SH
MOCH. FACHRUDIN, SH.

5.

...........................................................
DIDIK SETYO WAHYUDI, SH.

-8-