Anda di halaman 1dari 2

Nama : Fifit Setyowati

Nim : 16.09.2.149.016
Tugas : Manajemen Keperawatan

Kasus 1
 Sebagai seorang kepala ruang inap bedah, anda mempunyai dua orang tim
perawat lulusan Ners dan seorang perawat lulusan D-3, dan sebagaian besar
perawat yang ada tidak mempunyai kinerja yang baik, malas melakukan asuhan
keperawatan kepada pasien, sering datang terlambat, dan tidak disiplin. Anda
sudah beberapa kali menegur perawat-perawat tersebut, tetapi tetap tidak ada
perubahan.
 Pertanyaan : analisis situasi tersebut dan rumuskan permasalahan yang ada
serta indentifikasi penyebabnya? Aplikasikan teori motivasi dari maslow
dalam meningkatkan kinerja perawat tersebut?.
 Jawaban :
Teori Abraham Maslow memiliki 5 tingkatan
1. Fisiologi
2. Rasa Aman
3. Sosial
4. Penghargaan
5. Aktualisasi diri
Kasus tersebut dapat dikaitkan dengan teori sebagai berikut:
1. Kebutuhan fisiologis
Kariyawan atau seorang pekerja perawat membutuhkan :
a. Tersedianya ruang dan jam istirahat.
b. Tersedianya air untuk minum.
c. Tersedianya hari cuti atau rekreasi
d. Memperoleh gaji yang layak sesuai upah kerja
e. Adanya reward (baik berupa materi maupun pujian)
2. Kebutuhan rasa aman
a. Terpenuhinya tunjangan-tunjangan kebutuhan, asuransi kecelakaan
b. Adanya fasilitas rumah.
c. Mendapat pensiun.
d. Dan mendapat jaminan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
3. Kebutuhan sosial
a. Pegawai diakuai eksistensinya
b. Pegawai diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan rumah sakit
c. Adanya hubungan kerja yang harmonis antara atasan dan bawahan.
4. Penghargaan
a. Mendapat promosi jabatan.
b. Memperoleh reward atas prestasi kerja misal kenaikan jabatan.
c. Diberi wewenang atau kekuasaan
5. Kebutuhan aktualisali diri
a. Memberi kesempatan pada pegawai untuk menunjukan kemampuan
b. Memberi kesempatan pegawai untuk mengembangangkan
keterampilan.
 Kesimpulan
Dari kasus diatas dianalisa kurangnya kesadaran perawat dengan kerjaan
tersebut mungkin dikarenakan kepala ruangan tidak care atau peduli dengan
bawahannya dan tidak memenuhi fasilitas- fasilitas untuk mendorong motivasi
perawat dalam tanggung jawab atas perbaikan kinerja, jika kepala ruangan
dapat mengendalikan kinerja bawahan maka aktualisasi diri seorang perawat
didapatkan sehingga menciptakan kinerja yang baik.