Anda di halaman 1dari 4

Rifahatul mahmudah : Perawat

DWI NUR CANDRA : Pasien

DESWINTA.H. : Resepsionis

IHWAYUNI : Kakak pasien

KHAIROMI .P.S : Ibu pasien

MOH. HAMDAN : Ayah

SRI RENO : Narator

Suatu hari disebuah rumah sakit ada seorang remaja Laki-laki berusia 16 tahun yang baru saja
mengalami kecelakaan yang sedang dirawat dirumah sakit. Pasien terlihat selalu bersedih, diam dan
tidak mau bertemu dengan teman dan keluargannya dia juga sering marah kepada perawat. Kakak pasien
datang untuk menanyankan keaadaaan adiknya itu.

Kakak pasien: mbak bagaimana keaadan adik saya hari ini, kenapa setiap saya ingin bertemu dengan nya
dia selalu menolak dan mengusir saya sus.

Resepsioner : bukan hanya mbak saja tetapi kepada teman nya dia juga bersikap seperti itu. Nantiakan
saya tanyakan kepada perawat yang akan merawatnya nanti mbak jangan khawatir mbak bisa menunggu
disana ruang tunggu.

Kakak pasien: mbak tolong bantu dan rawat adik saya(panik)

Tahap prainteraksi

Tak lama kemudian datanglah seorang perawat yang akan mencari data pasien dan mempersiapkan alat
untuk melakukan perawatan dan mengecek keadaan pasien.

Perawat : mbak mana data dari pasien remaja yang ada diruangan mawar

Resepsioner : ini sus, tadi ada kakak pasien yang datang berkunjung dan mengeluhkan bahawa pasien
tidak mau bertemu dengan siapa pun.

Perawat : dimna dia mbak

Resepsioner: disana sus yang sedang duduk diruang tunggu

Perawat : baiklah terimakasih mbak, saya akan kesana sebentar dan nanti akan melakukan perawatan
pada pasien.

Tahap orientasi
Perawat pun menemui kakak pasien sebelum memasuki ruangan pasien

Perawat : permisi. perkenalkan saya perawat asti winda wati perawat yang akan melakukan perawatan
pada adiknya mbak yang bernama candra. Boleh saya tau siapa nama mbak?

Kk pasien: saya yuni kk pasien ,sus tolong adik saya kenapa dia tidak mau bertemu dengan saya.

Perawat : mbak tunggu disini saya akan melakukan perawatan luka pada adik mbak dan akan melakukan
komunikasi untuk mengetahui keadaan adik mbak. Mbak tunggu disini saja ya.

Tahap Kerja

Perawatpun memasuki ruangan pasien remaja laki-laki bernama candra yang sedang berbaring ditempat
tidur dan melamun dengan raut wajah sedih

Perawat: perkenalkan nama saya asti winda wati perawat yang akan betugas pada pagi ini, saya akan
melakukan perawatan luka kepada saudara candra. Bagaimana keadaan hari ini.?

Pasien : iya(cuek dan diam kembali)

Perawat : tadi saya bertemu kakak anda di depan, kenapa anda tidak mau bertemu dengannya dan tidak
mau berbicara dengan teman dan keluarga anda sendiri ( sambil menyiapkan alat-alat)

Perawat: apa pasien saya ini bisu ya..? setiap pasien yang saya temui dia selalu senang jika ada yang
mengajak bicara apalagi ada teman dan keluarga yang menjenguk. (perawat berusaha memancing agar
pasien bicara)

Pasien: saya beda dengan mereka saya tidak seperti mereka (nada suara yg sedikit sedih)

Perawat : memang apa bedanya dulu pasien saya juga ada yang remaja seperti saudara candra ini, dia
senang jika ada teman sekolahnya yang berkunjung.

Pasien : teman dan keluarga saya tidak seperti mereka sus . mereka tidak sayang kepada saya mereka
semua jahat (dengan nada agak tinggi)

Perawat : kalau dia jahat kenapa mereka datang jauh-jauh untuk jenguk kamudirumah sakit ini.iya kan?

Pasien : suster tidak mengerti teman saya selalu mengejek saya. Dan ayah, ibu saya dia hanya sayang
pada kakak saya. Mereka tidak pernah memberikan apa yang saya inginkan (nada tinggi dengan wajah
sedih dan kesal)

Perawat : tenanglah candra (tetap tenang) kalau boleh saya tau apa yang sangat saudara candra inginkan
itu?

Pasien : saya iri dengan teman2 saya sus, semua yang mereka inginkan pasti terpenuhi, mereka semua
punya sepeda motor. Mereka bilang saya cemen semua teman saya punya hanya saya yang belum ada
saya malu saya malu sus(nada tinggi)
Perawat : oh jadi kamu malu gara-gara tidak punya sepeda motor. Gimana orang tua mu ingin
membelikan kamu sepeda motor kamu itu belum cukup umur untuk membawanya. sekarang saja kamu
masuk sini gara-gara kebut-kebutan dijalan dan ahirnya kecelakaan.(sambil membalut luka)

Pasien : kalian semua sama. Tidak ada yang sayang pada saya. Tidak ada yang mengerti keadaan saya.
(marah)

Perawat : apa candra pernah memikirkan perasaan mereka. Saya liat dari riwayat kesehatan ibu mu dia
punya penyakit jantung. Apa kamu tidak sayang ibu mu dia yang merawat, menyekolahkan kamu hingga
sebesar ini. Mereka pasti punya alasan tersendiri kenapa dia tidak memberikan itu kepada mu.

Pasien: (tetap diam)

Perawat: berilah mereka waktu untuk bertemu, mereka sangat khawatir. Apa kamu mau di telantarkan
dan tidak ada yang menjenguk mu disini. Apa yang kita inginkan tak semua bisa kita dapatkan mintalah
sewajar nya saja mungkin mereka bisa menurutinya itu hanya sedikit nasehat saya bisa candra pikirkan
dulu.(sembari tersenyum)

Perawat: okay lukanya sudah siap saya bersihkan dan ganti balutan. Bagaimanapun saya akan
memanggilkeluarga saudara candra untuk membawa candra pulang. Jadi candra tunggu disini

Pasien : baiklah sus

Perawat pun keluar dari ruangan pasien dan di luar sudah ada keluarga pasien menungggu.

Ayah pasien: sus bagaimana keadaan anak saya (panik)

Ibu: iya sus kenapa dia tdak mau bertemu dengan siapa pun

Parawat : anak ibu baik2 saja saya sudah melakukan perawatan lukanya dan sudah berkomunikasi
dengannya( perawat menceritakan keluhan anaknya)

Ibu : kenapa anak saya bisa berpikir begitu ( menangis)

Ayah: tenang bu , candra hanya belum mengerti maksud kita dan dia hanya terpengaruh oleh
teman2nya.

Kakak pasien: benar bu lebih baik kita temui candra

Ibu: sus boleh saya bertemu anak saya.

Perawat : tentu pak bu, mbak. Tapi kita beri dulu waktu untuk sendiri nanti setelah dia tenang saya bisa
antarkan ibu masuk untuk menemui anak ibu dan bapak.anak ibu bapak hanya perlu sedikit pengertian
dan perhatian

Tahap terminasi
Setelah beberapa menit Perawat membawa keluarga pasien masuk keruangan pasien. ibunya datang dan
langsung memeluk anaknya.

Ibu: candra kenapa kamu sampai seperti ini

Perawat : candra maaf membawa keluarga masuk untuk menyelesaikan masalah ini

Ayah : ayah sudah tau semua dari suster kenapa kamu tidak mau kami jenguk ayah minta maaf ayah
tidak mau kejadian ini terjadi sama kamu candra

Kakak pasien : kami sayang sama kamu candra kamu masih remaja dan kami tidak mau terjadi sesuatu
pada mu

Pasien: ayah, ibu , kakak, saya minta maaf ternyata kalian sayang kepada saya. Setelah saya pikir2
ternyata saya salah. (Mereka pun berpelukan).

Perawat : baiklah sudara candra, bagaimana perasaan dan keadaan sekarang ini.?

Pasien : sudah merasa nyaman sus. Terimakasih atas nasehatnya sus!

Perawat : sama-sama candra. Pak,bu, saudara candra sudah boleh pulang. Jika ada perawatan lagi bisa
dibawa kerumah sakit ini lagi. Kalau begitu saya permisi terimaksih. Assalamuaikum

Pasien dan keluarga : walikumsalam