Anda di halaman 1dari 1

PRINSIP-PRINSIP BELAJAR MENURUT TEORI TEORI BELAJAR DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN PRINSIP-PRINSIP BELAJAR MENURUT TEORI

BELAJAR HUMANISTIK BELAJAR SOSIAL


Menurut Carl Roger (1969)
Menurut Herly Janet Lesilolo (2018: 197- 199):
1. Manusia itu memiliki keinginan alamiah untuk PENGERTIAN BELAJAR MENURUT PENGERTIAN BELAJAR MENURUT
TEORI BELAJAR HUMANISTIK TEORI BELAJAR SOSIAL 1. Kepribadian seseorang berkembang melalui
belajar, memiliki rasa ngin tahu alamiah terhadap
dunianya, dan keinginan yang mendalam untuk
Menurut Assegaf (2011) adalah teori belajar Menurut John W.Santrock (2008) adalah proses pengamatan, dimana orang belajar melalui
apapun baik dan dapat dimanfaatkan, asal Pembelajaran observasional merupakan pengamatan.
mengeksplorasi dan asimilasi pengalaman baru.
tujuannya untuk memanusiakan manusia yaitu pembelajaran yang dilakukan ketika 2. Belajar melalui proses pengamatan (modeling)
2. Belajar yang signifikan terjadi apabila materi
terjadi proses pengamatan terhadap segala yang
pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi pemcapaian aktualisasi diri, pemahaman diri, seseorang mengamati dan meniru perilaku
dapat ditimba sebagai pengalaman sekarang dan
dengan maksud-maksud sendiri. serta realisasi diri orang belajar secara optimal orang lain.
merasakannya.
3. Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan
Menurut Baharuddin dan Moh. Makin Menurut B.R.Hergenhahn dan Matthew
3. Determenisme resipokal dalam teori belajar sosial
melakukannya.
(2007:114), menegaskan bahwa pendidikan Holson : (2008) adalah proses dimana Bandura, sebagai pendekatan yang menjelaskan
4. Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan
yang memanusiakan manusia adalah proses informasi diperoleh dengan memerhatikan tingkah laku manusia dalam bentuk hubungan
dalam proses belajar dan ikut bertanggungjawab
terhadap proses belajar itu.
membimbing, mengembangkan, dan kejadian-kejadian dalam lingkungan. interaksi timbale balik yang terus menerus,
mengarahkan potensi dasar manusia baik merupakan penerapan makna belajar mengajar
5. Belajar inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi
jasmani, maupun rohani secara seimbang dalam fungsi dan daya pedagogis.
siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek,
PENERAPAN TEORI BELAJAR SOSIAL 4. Tanpa reinforcement.
merupakan cara yang dapat memberikan hasil dengan menghormati nilai humanistik yang
5. Teori belajar sosial berusaha menjelaskan tingkah
yang mendalam dan lestari. lain. Menurut Blog Websitependidikan (2017)
laku manusia dari segi interaksi feedback yang
6. Kepercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, 1. Siswa sering belajar hanya dengan mengamati
berkesinambungan antara faktor kognitif, tingkah
kreativitas, lebih orang lain, yaitu guru.
PENERAPAN TEORI BELAJAR HUMANISTIK laku, dan faktor lingkungan
2. Menggambarkan konsekuensi perilaku dari
6. Teori belajar sosial Bandura dapat menerapkan
DAFTAR PUSTAKA Menurut (Dakir, 1993: 65). siswa yang dapat secara efektif meningkatkan
prinsip pertumbuhan, kontinuitas dan rekonstruksi
Assegaf, R. (2011). Filsafat Pendidikan Islam, Paradigma 1. Memberi perhatian kepada penciptaan suasana perilaku yang sesuai dan menurunkan yang
selama berlangsungnya proses belajar mengajar
Baru Pendidikan Hadhari Berbasis Integratif-Interkonektif. awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas tidak pantas.
karena terjadi upaya penyesuaian diri.
Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2. Membantu untuk memperoleh dan memperjelas 3. Modeling menyediakan alternatif untuk
Baharudin & Esa N. W. (2007). Teori Belajar Dan 7. Mengkaji empat tahap belajar dari proses
tujuan-tujuan perorangan dan kelompok. membentuk perilaku baru untuk mengajar.
Pembelajaran, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. pengamatan atau modeling yang terjadi dalam
3. Mempercayai adanya keinginan dari masing- 4. Guru dan orangtua harus menjadi model
Carl R. Rogers. 1969. Freedom to Learn. Columbus: Merril observational learning yaitu: (1). Atensi, (2).
masing peserta didik untuk melaksanakan perilaku yang sesuai dan berhati-hati agar
Publishing Company Retensi, (3). Reproduksi dan (4). Motivasional
tujuan-tujuan tertentu. mereka tidak meniru perilaku yang tidak
Dakir. 1993. Dasar-dasar Psikologi. Jakarta: Pustaka 8. Konsep dasar teori efikasi diri adalah adanya
4. Mengatur dan menyediakan sumber-sumber pantas,
Pelajar. keyakinan bahwa setiap individu mempunyai
untuk belajar. 5. Siswa harus percaya bahwa mereka mampu
Hergenhahn, B.R., Olson, Matthew H. 2008. Theories of kemampuan mengontrol pikiran, perasaan dan
5. Guru sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk menyelesaikan tugas-tugas sekola
Learning (Teori Belajar), edisi ke-7. Jakarta: Kencana perilakunya.
dapat dimanfaatkan oleh peserta didik 6. Guru harus membantu siswa menetapkan
Prenada Media Group
6. Menanggapi pendapat peserta didik dengan harapan yang realistis untuk prestasi
https://www.websitependidikan.com/2017/12/konsep-
prinsip-dan-implikasi-teori-belajar-sosial-bandura.html. sesuai akademiknya.

Diakses pada tanggal 31 Oktober 2019. 7. Guru ikut aktif dalam berdiskusi dengan peserta 7. Teknik pengaturan diri menyediakan metode
LESILOLO, H. J. (2018). PENERAPAN TEORI BELAJAR didik yang efektif untuk meningkatkan perilaku
SOSIAL ALBERT BANDURA DALAM PROSES BELAJAR
Nama : Rendy B. Suharsono
8. Guru dalam berbicara dengan etika ke peserta siswa.
MENGAJAR DI SEKOLAH. KENOSIS: Jurnal Kajian
Teologi, 4(2), 186-202.
didik 8. Pelayanan pengajaran seseorang guru NIM : 19029044
9. Guru harus mengenal karakteristik dan seharusnya tersusun rapi dan dapat menarik
Santrock, J. W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: No. Absen : 01
Prenada Media Group keterbatasan masing-masing peserta didik minat dan perhatian siswa